Rabu, 07 Januari 2015

LOKASI JATUHNYA AIRASIA QZ8501 = SURGA ATLANTIS YG HILANG

Kita semua pasti pernah mendengar kisah negeri dongeng negeri Atlantis, ada sebagian yang menganggap itu hanya dongeng namun ada juga yang meyakini bahwa negeri itu memang pernah ada. Sebagian orang tidak meyakini adanya negeri Atlantis karena kurang cukup bukti dan data pendukung yang kuat. Tapi bagaimana jika kita melihat apa kata Al Quran mengenai hal ini? Adakah Al Quran menceritakan kisah Atlantis didalamnya? Dan sebuah analisa muncul, menghubungkan dan membuktikan bahwa Taman Atlantis yang hilang kini sudah ditemukan dan itu ada dilokasi dimana pesawat Airasia 8501 jatuh. Sebuah lokasi yang saat ini sedang menjadi perbincangan berbagai media massa namun tanpa disadari sesungguhnya lokasi itu juga sedang menampakkan diri dan ingin memperingatkan kepada siapa saja yang memperhatikannya untuk segera bertobat dan kembali ke jalan yang di ridhoi Allah swt. Dimana lokasi tepatnya? berikut kami uraikan sangat rinci untuk anda....


1001 KISAH KEJAYAAN NEGERI ATLANTIS

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), seorang filsuf Yunani, yang mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.

Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan “Pilar-pilar Hercules.” Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.


KLAIM BERBAGAI AHLI GEOLOGI; MENUNJUK INDONESIA TEMPATNYA
 


Meski sudah menjadi bahan kontroversi diberbagai media, topic kebenaran negeri Atlantis ini selalu saja menarik untuk diselidiki. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari ‘Kejayaan yang Tenggelam’ itu ada di Indonesia, yang juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa ‘Surga Yang Hilang’ itu. Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, “Atlantis: The Lost Continent Finally Found.” Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos. Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.

Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah. Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu. Video wawancara Santos di laman YouTube, menampilkan dia tak ragu bahwa Atlantis benar-benar ada, dan bukan sekedar mitos. Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis, dan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu. “Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis,” kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.

Adanya anggapan Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat. “Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi,” kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. “Lebih pastinya di Indonesia,” lanjut Santos. Sebelum zaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini. Di lokasi itulah tempat bermulanya peradaban manusia. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.


Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dianggap sebagai puncak gunung, dan dataran tinggi dari suatu benua yang tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, dan amblesnya dataran rendah di akhir Masa Es Pleistocene. Itu terjadi sekitar 11.600 tahun lampau. “Itu adalah rentang waktu sama dengan dipaparkan Plato dalam dialog ciptaannya saat menyinggung Atlantis,” tulis Santos pada bagian pendahuluan di bukunya. Berbeda dengan keyakinan para peneliti sebelum atau pada generasi Santos, dia pun optimistis bahwa Indonesia, yang disebut sebagai bekas peninggalan Atlantis, menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah peradaban kuno. Para penghuni wilayah yang selamat dari naiknya permukaan air laut dan letusan gunung berapi akhirnya berpencar mencari tempat-tempat baru. Mereka “pindah ke wilayah-wilayah yang kini disebut India, Asia Tenggara, China, Polynesia, Amerika, dan Timur Dekat,” tulis Santos.


Penjelasan serupa juga dikemukakan penulis asal Inggris, Stephen Oppenheimer, dalam buku “Eden in The East: The Drowned Continent of Southeast Asia” (1998). Dia menulis suatu benua yang tenggelam akibat banjir bandang, dan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 hingga 14.000 tahun yang lampau. Wilayah yang tenggelam itu berada di wilayah yang kini disebut sebagai Asia Tenggara. Oppenheimer menyebut benua tenggelam itu sebagai Sundaland. Para penghuni yang selamat saat itu lalu menyebar ke berbagai tempat hingga ke Eropa, membawa budaya dan pola hidup mereka. Itu sebabnya Oppenheimer berasumsi asal-usul ras Euroasia di Eropa bisa ditelusuri di Asia. Oppenheimer pun yakin bahwa para penghuni Sundaland saat itu punya peradaban maju dari wilayah-wilayah lain. “Mereka sudah mengembangkan pola menyambung hidup, dari sekadar berburu binatang menjadi bertani, berkebun, mencari ikan, bahkan perdagangan melintas laut. Semua itu sudah dilakukan sebelum 5.000 tahun yang lampau,” demikian penggalan asumsi dari Oppenheimer. Sejarah selama ini mencatat induk peradaban manusia modern berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut Sundaland, atau Indonesia. Apa buktinya?

“Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia,” kata Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya di Jakarta, Oktober 2010. Tentu, pendapat ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford itu, memberi paradigma berbeda dari yang ada selama ini bahwa peradaban paling awal berasal dari Barat. Berbeda dengan Santos, Oppenheimer tak langsung menyimpulkan Sundaland adalah Atlantis. Dia sendiri mengakui butuh penelitian lebih lanjut, dan berharap ada kerjasama dengan peneliti di Indonesia, untuk menjelaskan Sundaland adalah Surga yang Tenggelam itu. Tapi, Oppenheimer meyakini Sundaland di wilayah Nusantara itu punya peradaban sangat maju di masanya. Ilmu semu? Pendapat Santos dan Oppenheimer mengenai jejak Atlantis dan Indonesia sebagai bekas pusat peradaban itu di satu sisi mengundang pesona.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Langka, dan Indonesia bagian Barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa dan terus ke arah timur. Wilayah Indonesia bagian barat sekarang sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan samudera Pasifik. Argumen Santos tersebut didukung banyak arkeolog Amerika Serikat bahkan mereka meyakini bahwa benua Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sundaland, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es. Wilayah Sundaland (Indonesia bagian Barat dalam buku Santos (2005) Menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus dan mencairnya Lapisan Es yang pada masa itu sebagian besar benua masih diliputi oleh Lapisan-lapisan Es. Maka sebagian benua tersebut tenggelam. Santos berpendapat bahwa meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan tergambarkan pada wilayah Indonesia (dulu).


ATLANTIS DALAM PERDEBATAN PANJANG

Namun disisi lain, ada banyak ahli yang meragukan kebenaran lokasi Atlantis ada di Indonesia, mereka meyakini lokasi tepatnya adalah di samudera Atlantis dan beberapa lokasi lain yang dianggap sesuai, Pakar geologi dari Universitas Padjajaran, Oki Oktariadi, mengingatkan dugaan lokasi Atlantis bukan hanya ada di Indonesia. Ada banyak wilayah seperti Andalusia, Pulau Kreta, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, dan lain-lain. “ Bahkan hasil penelitian terbaru oleh Kimura’s (2007) menemukan beberapa monumen batu di bawah perairan Yonaguni, Jepang yang diduga sisa-sisa dari peradaban Atlantis atau Lemuria,” demikian paparan Oktariadi dalam makalahnya yang berjudul “Benarkah Sundaland itu Atlantis yang Hilang?”

KISAH DAN FAKTA DALAM AL QURAN

Membaca penjabaran di atas memang tidak sepenuhnya salah, karena apa yang di sebutkan dalam Al Quran adalah benar adanya, bahwa di jaman dahulu ada beberapa wilayah dengan karakteristik serupa memiliki kemajuan dan peradaban yang tinggi tersebar di beberapa tempat, diantaranya adalah kaum Aad yang ada di di sebelah utara Hadramaut, antara Yaman dan Oman, kaum Tsamud di sebelah selatan Arabia yaitu Gunung Athlab, Madain Shaleh., Kaumnya Nabi Ibrahim, Kaum Nabi Nuh, Penduduk Madyan, dan Kaum Ras-ras adalah negeri-negeri indah yang pernah Berjaya di muka bumi yang lokasi tersebar dibeberapa lokasi berbeda. dan memang benar mereka pernah membangun peradaban yang tinggi, namun semua telah dimusnahkan dengan bencana yang dahsyat mulai dari datangnya jaman es, air bah, gunung meletus dan angin panas sebagaimana firman-Nya berkata:

“Dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Aad yang pertama.” (QS. An Najm:50

Kaum Aad pertama yang pernah hidup dimuka bumi adalah kaumnya para dewa (Hercules), mereka mendirikan bangun-bangunan tinggi dan megah, diantara mereka memiliki kekuatan dan mampu mencapai langit. Ini adalah kaum pertama yang mampu mencapai peradaban tertinggi di masanya namun disamping itu juga mereka menyebah matahari dan berbuat dosa. Ketamakan dan keserakahan menguasai hati mereka sehingga mereka bersekutu dengan syaitan untuk melakukan makar dan memurtadan massal, meski pada mereka juga Allah sudah menganugerahi kemampuan penglihatan yang tajam (untuk menerima petunjuk dan hidayah) namun mereka tetap berjalan di sisi yang buruk, maka sebelum sampai ke sana Allah sudah terlanjur menimpakan azab-nya kepada mereka.

Sebagaimana Al Quran Allah swt berfirman:

“Dan (juga) kaum Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka, Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.” (QS. Al Ankabut:38)

Ditahun-tahun berikutnya, pada setiap kaum-kaum ini terjadi beberapa kali regenerasi keturunan setelahnya, yang mana Allah swt juga memusnahkan mereka karena mereka masih melakukan pengingkaran terhadap firman-firman Allah swt yang dibawa rasul-rasul yang datang memberitakan kebenaran kepada mereka.

“dan (Kami binasakan) kaum Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi berikutnya diantara kaum-kaum tersebut. (QS. Al Furqan:38)

Seperti yang terjadi pada Nabi Musa dengan kaum firaun, dan nabi Ibrahim dengan kaum Tsamud. Al quran menceritakan bahwa memang ada banyak generasi-generasi ini dikala itu, namun diantara yang paling mencolok adalah kaum-kaum yang membuat kerusakan di muka bumi adalah kaum Aad dan Tsamud, sisanya mungkin tidak terhitung. Lalu Siapa yang dimaksud kaum Aad, Tsamud, dan kaum Firaun dalam al Quran?

Berikut rangkuman cerita para kaum menurut Al quran: (QS. Al Fajr: 7-13)

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Aad?

“(yaitu) penduduk iram yang memiliki bangunan-bangunan yang tinggi.

“yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,”

“dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,”

“dan kaum Firaun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak)

“yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka banyak membuat kerusakan.”

“karen itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab.”


Al quran menceritakan bahwa mereka adalah golongan manusia super yang mampu melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka adalah golongan manusia berkekuatan dahsyat yang pernah menguasai bumi. Namun mereka bersekutu dengan syaitan dan ingin menandingi kekuasaan Allah, maka seketika mereka pun dihancurkan.

Kaum Aad Adalah Leluhur Bangsa Ad-lantis (Atlantis)



Beberapa referensi yang mengungkapkan bahwa kaum Aad ini adalah keturunan pertama yang menempati Nusantara (Indonesia) atau di jaman itu lokasi nusantara di beri nama timur laut, mereka adalah golongan bangsa terkuat dan superior di jamannya. Dahulu kala, hampir seluruh daratan adalah satu kesatuan, pulau sumatera, kalimantan dan Malaysia adalah satu daratan yang sama, lalu ketika datang bencana air bah maka daratan menjadi terpisah-pisah sesuai ketinggian gunung dan lembah membentuk pulau-pulau dan daratan baru.

Pemimpin kaum Aad adalah seorang raja besar yang membawa pengaruh besar terhadap peradaban terdahulu, dia disebut 'Shedd Ad Ben Ad' atau 'Shed Ad bin Ad'. Dia penduduk pertama negara Arab yang dikenal dengan sebutan 'Adites' berasal dari nenek moyang mereka yang disebut kaum Ad, cucu Ham.

Adites diperkirakan adalah manusia Atlantis atau 'Ad-lantis'. Menurut Lenormant dan Chevallier dalam bukunya 'Ancient History of the East' disebutkan bahwa mereka telah dipimpin oleh seorang raja dan mereka menjalani kehidupan selama beberapa abad lamanya. Raja Shedad menikahi seribu wanita, memiliki empat ribu anak dan hidup selama 1200 tahun. Setelah kematiannya, anaknya Shadid dan Shedad memerintah berturut-turut di kerajaan Adites di berbagai wilayah dengan system pemerintahan yang mirip dan sama.

MASA KEEMASAN RAJA SHEDAD

Shedad telah membangun sebuah istana yang dihiasi dengan kolam yang luar biasa dan dikelilingi oleh taman yang megah, sebuah istana yang disebut Irem. Istana itu dibangun Shedad dan disebutkan telah meniru keindahan surga di langit. Dengan kata lain, seorang Raja besar dan kuat di zaman kuno, memuja matahari, menaklukkan ras dan sebagai bangsa yang pertama kali menyerbu Arab. Mereka adalah bangsa Ad-lantis, dimana Raja-nya mencoba untuk membuat sebuah istana dan taman Eden dan menandingin keindahan taman surge-Nya.

Adites diingat orang Arab sebagai ras besar dan beradab, digambarkan sebagai laki-laki bertubuh raksasa, kekuatan ras-nya mampu memindahkan blok-blok besar batu. Ras mereka merupakan arsitek dan pembangun yang handal, mengangkat monumen kekuasaan, sehingga orang-orang Arab saat ini masih ada yang menyebut sisa reruntuhan situs sebagai 'Bangunan Adites'.

Besar kekuasaan raja shedad amatlah luas, meliputi hampir seluruh daratan, disamping banyaknya anak keturunannya yang berkuasa di hampir seluruh wilayah, mereka tersebar hampir di seluruh wilayah daratan.

Lalu apa yang menjadi penyebab sehingga mereka dihancurkan oleh Allah sekali pukulan? Ada banyak dosa besar yang mereka lakukan selama pemerintahannya dan itu mengundang amarah Allah atas mereka. Al quran menceritakan bahwa salah satunya adalah karena mereka bersikap sombong dan angkuh dimuka bumi.

“Adapun kaum Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alas an yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami? Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda kekuatan Kami."
(QS. Fussilat :15)

“Kaum Tsamud dan Aad telah mendustakan hari kiamat." (QS. Al Haqqah :4)

“Adapun kaum Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan amat kencang.” (QS. Al Haqqah :6)

“Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).”
(QS. Al Haaqqah : 7)

Bangsa Adites pertama akhirnya punah akibat datangnya jaman es dan mereka mati membeku kemudian pemerintahan diteruskan oleh ras Adite kedua. Adites digambarkan pada monumen Mesir sebagai ras merah, kuil besar mereka adalah piramida Mesir. Bangunan mereka memiliki serambi bertiang dengan kolom berselubung berhiaskan emas atau perak. Pada ornamen dan kerangka pintu diletakkan piring emas dengan batu mulia. Generasi kedua inipun punah, karena disaat itu telah datang Nabi Nuh yang menyerukan agar mereka kembali ke jalan Allah swt, namun mereka menolak bertobat dan akhirnya ditenggelamkan oleh Allah swt ke dasar laut. Sebagian mereka ada yang lolos dari banjir besar Nuh, dimana kemudian pusat kekuasaan selanjutnya berada di Sheba dan bertahan selama seribu tahun.

“Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai setinggi gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera."
(QS. Al Haqqah:11)

“agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperlihatkan oleh telinga yang mau mendengar.” (QS. Al Haqqah:12)

Setelah air bah mengering dan menyisakan sisa-sisa puing dimasa kejayaan para pendahulunya, dan yang tersisa dari adalah anak-anak keturunan selanjutnya menyebar ke berbagai wilayah. Terjadi migrasi manusia besar-besaran atau riak-riak difusi budaya dari pusat-pusat peradaban lain, baik yang berpusat di Mesir, eropa, Cina, Afrika maupun India. Dalam kurun empat ribu tahun itu, manusia telah bergerak dari kampung halamannya di padang rumput Afrika Timur ke utara, menyusuri padang rumput purba yang kini dikenal sebagai Afrasia. Padang rumput purba ini membentang dari pegunungan Kenya di selatan, menyusuri Arabia, dan berakhir di pegunungan Ural di utara. Jaman Es tidak mempengaruhi mereka karena kebekuan itu hanya terjadi di bagian paling utara bumi sehingga iklim di daerah tropik-subtropik justru menjadi sangat nyaman. Adanya api membuat banyak masyarakat manusia betah berada di padang rumput Afrasia ini. 


Di pusat pemerintahan pada masa pemerintahan generasi ketiga ini datanglah nabi Hud yang juga menyerukan kepada kaum Add untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah swt, namun mereka menolak dan tetap pada pendiriannya, maka pada mereka Allah menghukum mereka dengan mendatangkan angin yang didalamnya mengandung api lalu menghembuskan ke pada kaum Aas selama tujuh hari dan tujuh malam, maka akhirnya merekapun mati bergelimpangan bagaikan ulat.

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Aad saudara mereka, Nabi Hud, ia berkata: “Hai Kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Al-Araf:65)

“Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang beriman.” (QS. Al Araf:72)

Sampai disini dapatlah kita memahami bahwa sangat panjang proses perkembangan bangsa Atlantis, sangat besarnya pengaruh kerajaan Aad Lantis kala itu membuat datangnya murka Allah kepada keum Aad karena mereka masih terus saja mewariskan kesesatan pada keturunan-keturunan selanjutnya. Dan ini juga yang menjadi penyebab adanya sekian banyak kerajaan di muka bumi pada saat itu yang menyembab berhala dan mendirikan bangunan megah, itu karena mereka memang masih merupakan satu keturunan dengan raja shedad.


LOKASI TEPATNYA TAMAN SURGA ATAU TAMAN EDEN BENUA ATLANTIS



Sebuah fakta menyebutkan adalah bahwa lokasi tempat Raja Shedad membangun Taman Surga atau Taman Eden adalah di wilayah timur atau tepatnya di daratan rendah Indonesia. Karena hanya wilayah timur ini yang memiliki keindahan alam paling sempurna dengan ribuan vegetasi alam yang sangat kaya. Kandungan tanah yang subur karena dikelilingin barisan gunung berapi, paparan sinar matahari yang panjang dan curah hujan sedang. Di tanah subur ini terdapat ribuan jenis buah yang beraneka rasa dan warna, ini adalah salah satu factor yang menyebabnya wilayah di jadikan taman surga yang mampu menandingi keindahan surga-Nya. Diatasnye berbaris pohon buah-buahan dan dibawahnya mengalir sungai-sungai yang bersih dan jernih. Sebagian besar peneliti percaya bahwa Taman eden itu pernah berdiri di daratan rendah ini atau berada tepat dilokasi dimana pesawat Airasia 8501 baru-baru ini jatuh, yaitu berada di antara paparan pulau jawa dan kalimantan, tepatnya di selat Karimata. Mengapa demikian? ada beberapa hipotesa yang menunjuk bahwa daerah yang sedang menjadi perhatian publik internasional ini adalah bekas Raja Shedad membangun Taman Surga/Eden:

1. Di masa lalu daerah ini adalah dataran subur dengan banyak kehidupan indah diatasnya dan dijadikan sebagai taman yang disebut taman Eden/Iram. Taman indah ini kini sudah terkubur di dalam laut bersama bangunan tinggi akibat badai salju dan air bah nabi Nuh.

2. Dimasa lalu, faktor yang menjadi penyebab tenggelamnya Taman Surga Atlantis adalah karena badai besar yang terjadi kala itu, dan badai ini (Cumulus nimbus) juga yang mengakibatkan pesawat Air asia jatuh ke dalamnya. Hingga kini badai ini masih sering terjadi di daerah ini.

3. Saat ini ketika terjadi tragedi jatuhnya pesawat Airasia 8501 diketahui bahwa ketinggian dasar laut hanya berkisar 40-45 meter, ini artinya daerah ini sangat dangkal dan disinyalir sebelumnya adalah dataran rendah yang diduga pernah ada kehidupan diatasnya.

4. Bagaimanapun canggihnya peralatan selam dan mahirnya para penyelam yang didatangkan dari rusia, belum ada satu orangpun yang berhasil menapaki dasar laut sekedar untuk memastikan keberadaan pesawat itu. Bukan perkara mudah menghadapi alam diatas dan dibawahnya.

5. Selama proses pencarian pesawat Airasia tim SAR yang menggunakan alat penglihatan bawah laut menemukan banyak terdapat bangkai kapal lain berserakan di dasar laut, bahkan ada juga beberapa bangkai pesawat perang di jaman penjajahan jepang, namun tidak diangkat karena banyak faktor dan nampaknya hal itu memang tidak mungkin dilakukan mengingat meski daerah ini adalah dangkal tetapi memiliki arus ombak yang tinggi, seakan-akan ada kekuatan yang melindungi daerah ini dari sentuh tangan manusia. Daerah ini adalah daerah terlarang, mungkin karena di sana pernah terjadi bencana besar dan sudah banyak korban berjatuhan diatasnya.
sekali lagi ini hanya bagian dari perkiraan semata, untuk kebenarannya tidak ada yang mengetahui dengan pasti, ini adalah rahasia Allah swt semata.

Perhatikan gambar peta kuno disamping ini, lokasi Taman Surga Atlantis ada di 'Ngani Swamp' yang juga merupakan lokasi yang sama tempat jatuhnya pesawat Airasia 8501 bukan. Hal-hal tersebut diatas hanya segelintir faktor yang mendasari bahwa lokasi maut itu disinyalir adalah taman Surga Atlantis yang hilang, masih perlu kajian lagi untuk membuktikannya. sebuah titik koordinat yang nampaknya ingin diketahui oleh orang banyak bahwa disana pernah ada suatu kehidupan, namun kini ia telah hilang ditelan bumi dan tidak bisa bangkit lagi. Berulang kali manusia berusaha membangunnya kembali, namun taman surga pada akhirnya ikut luluh lantak oleh berbagai bencana alam diantaranya rangkaian gunung api meletus dan banjir besar.

Meski pada akhirnya taman surga itu sudah ikut hancur dan tenggelam bersama misteri yang menyelimutinya, maka pada sisa daratan yang masih bisa ditinggali manusia, Allah masih memberikan kehidupan di atasnye melalui perantara awan dan angin yang menyiramkan air hujan diatasnya dengan ijin-Nya sehingga wilayah itu kembali tumbuh dan bisa ditempati oleh manusia.

“Dan Allah, Dialah yang mengirim angin; lalu dengan angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati (altantis yang sudah punah oleh bencana) lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya (diatas tanah yang pernah ditempati bangsa yang punah oleh azab Allah) dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan." (QS. Fatir :9)

Dengan hujan-Nya allah menghidupkan kembali apa saja yang pernah hidup dan tumbuh diatasnya, kepada tanaman, buah-buahan, hewan ternak dan mahluk lainnya.Dengan kekuasaan-Nya maka hal ini tidaklah mustahil karena Allah swt adalah sang pemberi kehidupan, dengan cara demikianlah Allah swt membuat .

Demikianlah sepenggal kisah Negeri Atlantis yang pernah Berjaya dimasanya, mereka memiliki rekam jejak yang amat panjang dan meliputi wilayah yang amat luas sehingga sekian banyak peristiwa itu dituliskan dalam Al quran semata-mata agar manusia berikutnya mau mengambil pelajaran dan hikmah. Agar manusia bisa terhidar dari berbagai bala bencana yang ditimbulkan akibat ulah manusia itu sendiri. Bahwa tidak ada yang lebih berkuasa atas sekalian mahluk di muka bumi ini selain Allah swt semata. Dan bahwa apa saja yang sudah terkubur dan kembali menyatu di dalam tanah tidak akan dapat kembali bangkit lagi, selain itu adalah bagian untuk menjadi pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya.


Firman Allah lainnya : “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.
Al-Isro’ : 16.

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi (kekayaan alam, kecerdasan dan kekuatan berlimpah), yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesuadah mereka generasi yang baru. (QS. Al An-am :6)

PINTU GERBANG SUDAH DIBUKA


Seiring berjalannya waktu kelompok keturunan Aad ini masih terus berupa terus melanjutkan ritual keagamaan mereka yaitu menyembah matahari secara sembunyi-sembunyi, sebagaimana kepercayaan orang mesir kuno yang menganggap bahwa Tuhan mereka adalah sosok manusia yang bersembunyi dibalik cahaya matahari yang ada di pucuk piramida tidak berpucuk. atau yang dalam al quran disebut dengan Dajjal. Maka akhir jaman kelak, memang Allah membenarkan akan kedatangan pasukan dajjal dan itu juga diiringi dengan kedatangan pasukan panji hitam yang ditengarai akan berasal dari wilayah timur jauh. Jika hal itu memang benar, maka itu adalah wilayah Indonesia yang sebagaimana diketahui bahwa Indonesia adalah tempat bersemayamnya para dewa ketika masa keemasan Atlantis. Indonesia adalah taman surga yang pernah ada dimuka bumi, dan disanalah tempat dimulainya peradaban manusia, dan maka di sana pula lah akan di akhirinya peradaban manusia.

Jika Allah mengijinkan, maka ini adalah momentum paling tepat untuk berbenah diri menghadapi suatu masa yang sudah menjadi takdir umat islam di Asia untuk menjadi suatu kaum yang sudah dinanti banyak orang untuk berbuat lebih besar. Menjelang hari akhir kelak, maka allah akan memberikan petunjuk untuk meneguhkan keyakinan iman dan taqwa menghadapi serangan berbagai bentuk fitnah yang akan ditujukan kepada kita karena golongan ini (kaum Add) tidak pernah berhenti menjatuhkan harga diri kita. Salah satu bukti nyata keberadaan mereka di sekitar kita adalah pada saat tragedy pesawat Airasia 8501, Amerika membuat pengumuman travel warning kepada warganya agar tidak mengunjungi Surabaya karena alasan teroris. Amerika ingin memfitnah kita sebagai bangsa teroris yang sangat mengancam ketenangan mereka, tragedy ini adalah konspirasi besar mereka demi menjatuhkan harga diri bangsa di mata dunia. Dan amerika ingin menumbuhkan rasa permusuhan diantara umat muslim yang ada di Indonesia dan Malaysia melalui tragedy ini.

Lihatlah, bahkan presiden Jokowi saja tidak berani bereaksi atas peringatan ini, seharusnya bangsa kita melawan karena dicap sebagai markas teroris. Sekali lagi kita tidak berdaya melawan tirani di negeri kita sendiri, mengapa bangsa kita saat ini menjadi bangsa yang lemah? lemah dalam berfikir dan bertindak? Tidak serupa dengan leluhurnya yang memiliki kecerdasan dan kekuatan berlimpah. Mungkin ini adalah akibat dari sekian banyaknya degradasi mental dampak buruk berbagai bencana alam yang melunturkan berbagai sifat terbaik kemanusiaan dari pendahulunya. Itu juga yang menjadi penyebab struktur tubuh manusia di nusantara lebih kecil jika dibanding manusia di benua lainnya, karena manusia di jawa adalah manusia yang pertama kali hidup di muka bumi dan mereka yang paling banyak merasakan bencana alam berkali-kali , sehingga postur tubuh mereka mengalami penyusutan beberapa inchi dari yang ada pada umumnya.

Tapi bagi Allah swt sekali lagi ini bukanlah halangan dan tantangan berarti, jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka apapun penghambat dan halangannya pasti itu tidak akan ada artinya. Bahkan diatas tanah yang sudah berkali-kali mati dan mengalami kehancuran pun Allah mampu mendatangkan kehidupan, demikian dengan hasil ciptaan-Nya manusia. Jika Allah menghendaki, maka pada mata hati setiap anak manusia Allah bisa menanamkan iman yang kuat dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan. Kemampuan penglihatan yang tajam yang sebelumnya pernah diberikan kepada bangsa Atlantis, dimana dengan kemampuannya ini mereka bisa menembus langit, maka itu masih dapat dihidupkan kembali jika Allah swt menghendaki.

Dan lihatlah pada anak-anak kita, generasi millennium yang lahir di awal tahun 2000, umumnya mereka adalah anak-anak cerdas dengan tingkat IQ diatas rata-rata. Mereka adalah generasi-generasi pilihan yang sengaja dihadirkan di akhir jaman untuk menjadi penutup peradaban dunia. Mereka memiliki kemampuan ekstra yang tidak dimiliki manusia pada umumnya dan mereka juga ditakdirkan akan menjadi pemimpin-pemimpin umat manusia yang sudah terlalu jauh menyimpang dan ditangan mereka nasib kita ditentukan. Saat ini anak-anak itu masih berusia belasan tahun, dan jika mereka sudah mencapai kedewasaan dan kematangan dalam berpikir, maka itu menjadi awal pembuka datangnya berbagai perang akhir jaman yang berhadapan dua kekuatan yang memiliki kekuatan seimbang.

Dua kekuatan yang berasal dari Allah swt di pihak mereka maka Allah swt akan selalu mendatangkan kemenangan, di sisi kekuatan jahat maka mereka akan senantiasa menerima kekalahan. Seperti apa kondisi peradaban di masa anak-anak ini dewasa kelak, maka kembali kita berdoa kepada Allah semoga mereka selalu mendapat petunjuk dan hidayah senantiasa melindungi kita dari niat buruk orang-orang jahat. Jadilah kita orang tua yang taat dan senantiasa menjadi pembimbing bagi anak-anak kita ke jalan yang benar dan lurus. Meneguhkan iman kita hanya kepada Allah swt semata adalah jalan terbaik bagi kita semua. AMIN
Source: Nuurislami.blogspot.cm

Artikel Terkait:

3 komentar:

  1. atikelnya sangat2 bermanfaat buat tambah2 wawasan

    BalasHapus
  2. Tarimo kasih , sulit mencari kisah nyata dalam ,Al Quran utk di referensikan ke dalam catatan sejarah yg ada saat ini , di tambah dengan sedikitnya bukti ,edwin sumbar

    BalasHapus
  3. Tugas kita sebagi penerus....

    BalasHapus