Harta benda merupakan bagian dari sederetan bentuk ujian dan cobaan yang tidak sedikit dari umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gagal dalam menghadapinya. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan:
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
“Sesungguhnya bagi setiap umat ada fitnah (ujian) dan fitnah yang akan menimpa umatku adalah fitnah harta benda.” (HR.At-Tirmidzi no. 2507)
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ
“Tidaklah dua ekor serigala dalam keadaan lapar dilepas pada seekor kambing akan lebih merusak dibandingkan dengan kerusakan orang yang rakus terhadap harta dan kedudukan pada agamanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2376 dari sahabat Ka’b bin Malik Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
Artinya bahwa rakusnya seseorang terhadap harta benda dan kedudukan sangat besar kerusakannya bagi agamanya, yang diserupakan bagaikan binatang yang tidak berdaya dan lemah yang berada dalam terkaman dua serigala. (Tuhfatul Ahwadzi 6/162)
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah kalian untuk melakukan amal shalih, karena akan terjadi fitnah yang banyak seperti potongan gelap malam. Di pagi hari seseorang dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir, dan di pagi hari dia beriman maka di sore harinya dia kafir, dia melelang agamanya dengan secuil harta benda dunia.” (HR. Muslim no. 328 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Ujian dengan sebuah kewajiban
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan berbagai bentuk ujian dan cobaan yang terkait dengan harta benda, akankah hamba-Nya mau bersyukur atau tidak. Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji mereka dengan kekurangan harta benda, kerusakan, hilang, hancur, dan sebagainya. Maukah dia bersabar? Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji mereka dengan limpahan harta benda, maukah mereka mensyukurinya? Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menguji mereka dengan sebuah kewajiban yaitu mengeluarkan zakat, maukah mereka menaatinya? Ataukah mereka mengingkari kewajiban tersebut dengan mengatakan al-huququ katsirah (hak-hak itu banyak). Ucapan ini terkait dengan tiga orang yang diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mendapatkan kesembuhan dari penyakit yang telah menimpanya kemudian diuji dengan limpahan harta benda. Yang satu karena buta, yang satunya karena botak, dan yang lain karena berkulit belang. Dan ternyata yang lulus dari ketiga orang yang diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut hanya satu orang saja. (lihat kisahnya dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim no. 2964 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Demikianlah tabiat manusia. Kikir, banyak pertimbangan dan alasan, tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajak mereka berbuat sesuatu untuk keselamatan dirinya. Dia menyangka jika ajakan untuk mengeluarkan zakat tersebut akan mengurangi hartanya, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Tidaklah akan berkurang harta tersebut bila disedekahkan.”
Senin, 20 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN
Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...
Popular Post
-
Kelapa adalah anugerah untuk penduduk di negeri tropis. Manfaatnya untuk kesehatan telah dirasakan nenek moyang kita selama berabad-abad. Sa...
-
BONI DODORI (Berita SuaraMedia) - Seekor mamalia berbulu dengan hidung mirip belalai muncul di hutan terpencil Afrika. Tikus agak besar in...
-
Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu...
-
Sekumpulan besar ganggang di Laut Kuning seluas 410-km persegi, mengambang dan mengikuti arus menuju kota Qingdao dan diperkirakan akan samp...
-
Jika dalam waktu hampir bersamaan otak manusia menerima banyak informasi atau perintah sekaligus, sangat mungkin salah satunya akan terlupak...
-
Oleh: Ali Mustofa Akbar MENARIK untuk menanggapi tulisan saudara Asrir Sutanmaradjo (AS) pada kolom tsaqafah hidayatullah.com (01/07/11), be...
-
INI bukan kisah ulama yang menyebut dirinya pejuang, namun takut akan aroma kematian. Ini bukan penggalan cerita tentang pembela kebenaran y...
-
Tokoh tertinggi Freemasonry dari Lodge of London sebelum menandatangani dekrasi kemerdekaan Amerika pada tahun 1776, George Washington, pern...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar