Krisis ekonomi negara AS yang berujung pada aksi protes besar-besaran rakyat AS dengan gerakan anti-Wall Street membuktikan bahwa sistem kapitalisme yang dianut negara itu dan sebagian negara Eropa (baca:negara-negara Barat) bukanlah sistem yang menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya, tapi sebuah sistem yang hanya menguntungkan korporasi dan para pemilik modal.
Pakar ekonomi Richard Wolff mengatakan, kapitalisme menjadi akar persoalan ketidakadilan ekonomi yang sekarang dirasakan rakyat AS. Bertambahnya pengangguran, tuna wisma, ketidakamanan dan gejolak sosial adalah dampak dari sistem perekonomian kapitalis yang membuka peluang pada perusahaan korporasi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dan memicu munculnya sebuah sistem politik yang korup.
"Di AS, mungkin sudah terlambat buat kita untuk memperdebatkan sistem perekonomian, karena kapitalisme sudah berlangsung sekian lama. Selama berpuluh-puluh tahun, kita gagal untuk mempertanyakan, memperdebatkan dan mengkritik kapitalisme yang menjadi sistem perekonomian negeri ini, karena membahas masalah ini dianggap tabu," kata profesor yang sekarang mengajar di New School University di New York itu.
"Orang yang mengkritik atau mempertanyakan sistem kapitalisme akan dicap pengkhianat, tidak loyal bahkan dicap lebih buruk dari itu. Dan karena dianggap tabu, banyak yang tak sadar ketika kapitalisme sudah tidak efektif lagi, tidak adil dan merosot menjadi sebuah krisis dan bencana sosial yang sekarang hampir tidak bisa kita tanggung lagi akibatnya," sambung Profesor Wolff yang juga ikut berunjuk rasa bersama para demonstran anti-Wall Street di Zuccotti Park, New York.
Ia mengatakan, sudah saatnya melakukan demokratisasi di tempat kerja agar apa yang diperjuangan rakyat AS sekarang lewat aksi "Menduduki Wall-Street" bisa tercapai.
"Kita punya sumber daya manusia, ketrampilan dan alat produksi serta jasa yang kita butuhkan untuk menciptakan sebuah masyarakat yang adil dan sejahtera. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengorganisasikan kembali unit-unit produksi itu dengan cara yang berbeda, keluar dari sistem perekonomian yang kapitalis yang terbukti tidak mampu memenuhi kebutuhan dan menyejahterakan rakyat," tukas Wolff.
Ia menambahkan, "Kita perlu mengubah struktur perusahaan korporasi yang selama ini hanya menguntungkan segelintir orang, menyebabkan polusi lingkungan dan menimbulkan sistem politik yang korup. Kapasitas produksi barang dan jasa yang dilakukan harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan semua orang--seperti udara, air, jaminan kesehatan, pendidikan dan keamanan."
"Saya ingin menyampaikan slogan 'AS bisa lebih baik tanpa kapitalisme korporasi', Biarkan ide dan perdebatan ini menjadi wacana yang mengemuka dalam gerakan rakyat yang kita saksikan sekarang. Biarkan mereka mendobrak hal yang selama ini dianggap tabu, mengkritik dan mengecam sistem kapitalisme. Sistem perekonomian harus diperbaharui untuk kepentingan umat manusia, dan bukan untuk kepentingan korporasi," tandas Wolff. (kw/CD)
Kamis, 13 Oktober 2011
Gerakan Anti-Wall Street Bukti Kegagalan Sistem Kapitalisme
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri yang Diunggulkan
MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN
Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...
Popular Post
-
Kelapa adalah anugerah untuk penduduk di negeri tropis. Manfaatnya untuk kesehatan telah dirasakan nenek moyang kita selama berabad-abad. Sa...
-
BONI DODORI (Berita SuaraMedia) - Seekor mamalia berbulu dengan hidung mirip belalai muncul di hutan terpencil Afrika. Tikus agak besar in...
-
Para fuqoha telah bersepakat bahwa membaca Al Qur’an lebih utama daripada dzikir-dzikir maupun wirid-wirid lain yang dikhususkan pada suatu...
-
Sekumpulan besar ganggang di Laut Kuning seluas 410-km persegi, mengambang dan mengikuti arus menuju kota Qingdao dan diperkirakan akan samp...
-
Jika dalam waktu hampir bersamaan otak manusia menerima banyak informasi atau perintah sekaligus, sangat mungkin salah satunya akan terlupak...
-
Oleh: Ali Mustofa Akbar MENARIK untuk menanggapi tulisan saudara Asrir Sutanmaradjo (AS) pada kolom tsaqafah hidayatullah.com (01/07/11), be...
-
INI bukan kisah ulama yang menyebut dirinya pejuang, namun takut akan aroma kematian. Ini bukan penggalan cerita tentang pembela kebenaran y...
-
Tokoh tertinggi Freemasonry dari Lodge of London sebelum menandatangani dekrasi kemerdekaan Amerika pada tahun 1776, George Washington, pern...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar