ALAM


Seluruh alam semesta ini adalah kepunyaan Allah, langit, bumi, matahari, bima sakti dan semua yang ada didalamnya adalah kepunyaan-Nya. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasannya.

Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih berganti malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sesungguhnya itu adalah tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Al Baqarah, 2:164).

ALLAH SWT pertama kali menciptakan mutiara. Kemudian Allah memandang dengan penuh kagum, mutiara itu lantas hancur. Mutiara bergoncang karena takut pada Allah sampai ia akhirnya menjadi Air. Kemudian Allah memandang dengan pandangan Rahmat, lalu membekukan sebagian mutiara yang jadi air tadi. Dari sana ALlah menciptakan ARSY, arsy-pun terguncang, maka Allah menuliskan lafadz di Arsy:

"Tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Arsy langsung diam. Lalu Allah membiarkan sebagian yang masih berbentuk air sampai kelak hari kiamat. Air tersebut saling bertumpuk dan bergelombang sehinga menimbulkan asap yang membumbung saling tindih satu sama lain. Airpun berbuih-buih, dan dari bui itu Allah Ta'ala mengabarkan dalam firman-Nya:

"Kemudian Dia menghendaki adanya langit, sementara airpun berbuih-buih, dan dari buih itu Allah menciptakan beberapa jenis langit dan bumi yang berlipat-lipat, sebagaimana Allah SWT mengabarkan dalam firman-Nya:

"Kemudian Dia menghendaki adanya langit, sementara langit berubah menjadi asap..."


Arsy merupakan jisim berupa nur(cahaya), yang termasuk alam yang berada di atas Kursi-Nya. jadi Arsy bukanlah kursi yang dimaksud. Beda dengan pendapat Hasan Bashri, Arsy ialah Yaqut Merah, ada yang berpendapat dari mutiara hijau, putih, dan ada yang mengatakan dari Nur. Dan yang terbaik (menerima pendapat itu) ialah yang penguatkan pendirian untuk tidak memastikan kejadian Arsy.

Orang ahli falaq berpedoman dengan falak ke-sembilan, falak tertinggi falak dari sekian ilmu falak dan falak atlas, artinya tidak memakai dasar bintang-bintang, karena semua bintang berada di falak yang ke-8, yang menurut ahli alam kuno disebut buruj. Dan menurut orang ahli agama disebut Kursi, dan Arsy merupakan atap bagi semua mahluk sehingga mereka tak ada yang bisa keluar. Maka bisa ditarik pengertian bahwa semua itu merupakan batas pengertian seorang hamba, dimana mereka tidak akan menemukan berdasarkan akalnya dan tidak akan berhasil bagi yang menginginkan.

Allah SWT berfiman:

"Jika mereka tidak mempercayai (berpaling), maka katakanlah; Hanya Allah Dzat Yang mencukupi, tiada Tuhann kecuali Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal, dan Dia Tuhan yang memiliki Arsy Yang Agung."
(QS. At Taubah : 129)

Read More..