Senin, 27 Januari 2014

Menteri Israel: “Bangun Kuil Yahudi untuk Gantikan Masjid Al-Aqsha”

MENTERI urusan perumahan dan konstruksi Israel, Uri Ariel pada hari Jumat kemarin (24/1/2014) menyerukan untuk “membangun kembali” apa yang disebut “Kuil Ketiga”, untuk menggantikan Masjid Al-Aqsha di wilayah pendudukan Yerusalem. - See more at: http://www.nahimunkar.com/menteri-israel-bangun-kuil-yahudi-untuk-gantikan-masjid-al-aqsha/#sthash.DFzEadc5.dpuf Ariel mengklaim bahwa Kuil Yahudi pertama telah dihancurkan pada tahun 586 SM kemudian kuil kedua pada tahun 70 Masehi dan sejak itu orang-orang Yahudi terus berkabung serta mengalami kerugian.

“Sekarang Israel sekali lagi akan menjadi negara berdaulat Yahudi, telah ada permintaan untuk membangun kembali Kuil suci Yahudi untuk ketiga kalinya,” tambahnya.[fq/islampos/pic]

(nahimunkar.com)
- See more at: http://www.nahimunkar.com/menteri-israel-bangun-kuil-yahudi-untuk-gantikan-masjid-al-aqsha/#sthash.DFzEadc5.dpuf

Read More..

Ilmuwan Temukan Protein DNA dari Tanah Liat, Bukti Kebenaran Al Quran

ilmuwan biologi dan lingkungan dari Kavli Institute, Nanoscale Science, kini telah membuktikan asal usul kehidupan dimana tanah liat membentuk Hidrogel yang akhirnya membentuk DNA. Tanah liat hidrogel selama milyaran tahun menciptakan reaksi kompleks yang menciptakan protein dengan bantuan bahan kimia hingga membuat sel kehidupan.

Hidrogel ini bersifat terbatas dan dilindungi oleh proses kimia hingga membran mengelilingi sel-sel yang berkembang. Dalam menguji teori yang diungkapkan pada awal November 2013 oleh kelompok ilmuwan dipimpin Luo, peneliti sebelumnya menggunakan hidrogel statis sebagai sel bebas untuk menghasilkan protein. Tanah liat membentuk hidrogel dimana massa ruang mikroskopis mampu menyerap cairan seperti spons (sponge). Tanah liat dianggap sangat menjanjikan sebagai prekusor membran sel, karena Biomolekul cenderung ke permukaan dan Sitoplasma (lingkungan interior sel) berperilaku seperti hidrogel.

Menurut Luo, hidrogel yang dihasilkan dari tanah liat jauh lebih baik melindungi isinya dari enzim perusak atau Nucleases yang akan membongkar DNA dan biomolekul lainnya. Penelitian dan pengembangan protein yang digagas oleh tim Lou saat ini masih berlanjut dan akan terus menggunakan tanah liat, karena bahan ini dapat ditemukan dengan mudah.

Di tahun-tahun sebelumnya, tim fisikawan Princeton dan Brandeis asal Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) menunjukkan hasil kerja tentang pembentukan vesikel semi Permaebel yang berasal dari tanah liat anorganik, dirilis pada Februari 2011. Penelitian ini menunjukkan bahwa vesikel tanah liat memungkinkan sebagai wadah ideal untuk perkembangan molekul organik kompleks, dan penemuan ini membuka kemungkinan bahwa sel-sel primitif mungkin telah terbentuk didalam tanah liat anorganik.

Para ilmuwan ini telah mempelajari tanah liat yang jumlahnya berlimpah di permukaan bumi. Selama ratusan tahun, tanah liat dan mineral dikenal dalam membantu proses katalis kimia yang mendorong Lipid untuk membentuk membran dan Nukleotida tunggal agar bergabung kedalam untaian RNA. Liposom dan RNA menjadi prekusor penting dalam kehidupan purba, tetapi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pori-pori dalam vesikel tanah liat bisa melakukan tugas ganda sebagai 'Entry Point' selektif dan sumber katalis.

Adam Tercipta Dari Tanah

Pada akhirnya, para ilmuwan terus bertanya-tanya "Apakah nantinya tanah liat bisa memainkan peran penting dalam membuka asal usul kehidupan?"

Para ilmuwan dari tahun ke tahun terus mengembangkan protein DNA yang bersumber dari tanah liat yang ada di Bumi. Selama milyaran tahun, tanah liat juga telah menciptakan protein kehidupan lain seperti kehidupan mikro yang kemudian berevolusi menjadi tumbuhan dan hewan.

Allah berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr (15) : 28-29)(nabawia)

Read More..

Jumat, 24 Januari 2014

Syiah Lebih Licik Dari Ahmadiyah

Sama-sama sesat, Ahmadiyah lebih berani menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi mereka. Namun tidak demikian dengan syiah, mereka mengatakan bahwa siapa saja yang tidak mempercayai ke 12 imam maka orang tersebut termasuk kafir. Dan anehnya para imam itu tidak didudukkan seperti nabi.

Tidak hanya itu syiah juga mengklaim bahwa imam mereka mengerti akan hal ghaib. Sedang Allah menurut versinya memiliki sifat Ba’da (yang tadinya tidak tahu menjadi tahu). Dengan demikian syiah memposisikan bahwa imam mereka jauh lebih lebih hebat dari Allah SWT. Itulah beberapa penjelasan yang disampaikan oleh Ust Hartono Ahmad Jaiz saat memaparkan tentang kesesatan syiah di depan jamaah pengajian Joglo Arrahmah Laweyan, Rabu malam (23/1/2013).
- See more at: http://www.nahimunkar.com/syiah-lebih-licik-dari-ahmadiyah/#sthash.jOlDuPuq.dpuf

Dalam kajian tersebut disampaikan berbagai macam kesesatan pemikirian aliran syiah mulai dari sejarah masa lalu hingga saat ini.

Golongan syiah mengatakan bahwa Abu Lu’luah adalah Baba Sujaudin (pahlawan pemberani). Kuburannya yang berada di Iran sangat dikeramatkan. Orang syiah takut jika orang Islam akan mengamuk maka diputuskan bahwa kuburan keramat Abu Lu’luah ditutup sementara.

Ini bisa diartikan bahwa kuburan tersebut adalah aset terbesar bagi orang syiah. Meski bagi umat Islam Abu Lu’luah adalah orang majusi pembunuh Umar Bin Khatab.

Terkait adanya 12 imam syiah. Ust Hartono Ahmad Jaiz mengatakan bahwa hal tersebut fiktif. Karena yang menjadi Imam itu hanya Hasan. Namun mereka langsung memutuskan bahwa ke 12 imam mereka adalah ma’sum.

Kecintaan dengan Abu Lu’luah ini juga disertai dengan doa yang disampaikan orang-orang syiah bahwa mereka semua berharap jika meninggal nanti bisa dikumpulkan dengan Abu Lu’luah.

Dalam kajian tersebut juga dibuka sesi tanya jawab. Muncul pertanyaan dari peserta diantaranya syiah di Iran beda dengan di Indonesia. Lantas Ust Hartono menjawabnya syiah di Sampang Madura yang dikenal dengan nama Tajul Muluk pimpinannya mengatakan bahwa kitab suci Al quran itu tidak murni diturunkan ole Allah SWT namun sudah dimodifikasi oleh para sahabat nabi. Karena pernyataan itulah maka pimpinan Tajul Muluk akhirnya di vonis 2 tahun penjara. Sehingga bisa dikatakan bahwa syiah di manapun sama-sama sesatnya.

Terkait adanya pernyataan bahwa hanya Iran yang berani melawan Amerika. Ustadz pemerhati aliran sesat tersebut menjelaskannya bahwa “Syiah Iran dan Amerika itu sama sama anjing yang bisa saling cakar-cakaran” ujarnya menirukan pendapat seorang syaih dalam sebuah dauroh.

Saat terjadi perang antara Syiah Lebanon dan Israel. Tentara Israel hanya memborbardir kawasan Lebanon yang ditinggali oleh orang-orang Suni. Sedang perkampungan syiah tidak ada yang diserang. Namun hal itu menjadikan kelicikan bagi Hizbullah yang “menjual” perkampungan orang suni untuk meminta bantuan orang-orang Arab dan mencaploknya sendiri.

(nahimunkar.com)
- See more at: http://www.nahimunkar.com/syiah-lebih-licik-dari-ahmadiyah/#sthash.jOlDuPuq.dpuf

Read More..

Rabu, 22 Januari 2014

Polemik: Bid’ah Lebih Disukai Iblis

Masalah bid’ah tampaknya menjadi bahan diskusi atau bahkan polemic dalam fp nahimunkar.com. Ketika fp NM ini memuat satu materi menyangkut bid’ah, tidak sedikit para pengomentar yang berkomentar, sahutan-sahutan. Di antara mereka ada juga yang menjaga diri dengan menulis secara teratur rapi.

Sebagai contohnya, fp NM menyajikan satu materi pendek berikut ini.

***

Pelaku bid’ah sulit bertaubat, karena amalan sesatnya dianggap bid’ah hasanah.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ

“Sesungguhnya Allah menutup taubat dari seorang pelaku bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya.” [HR. Ath-Thabrani dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 54]

Hadist ini sudah jelas sekali maknanya dan maksudnya. Mana yang akan kalian jadikan panutan? Rasulullah atau hawa nafsu kalian wahai para pelaku bid’ah?!

Jika kalian mengatakan kami Wahabi adalah menjauhi syirik, khurafat, tahayul, dan bid’ah… Maka kami bangga menjadi Wahabi !!

Semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin

(Nahimunkar.com)
NahiMunkar.com · 27.831 menyukai ini, 18 jam yang lalu

***

Tulisan itu disahut dengan sejumlah komentar. Di antaranya yang bersahut-sahutan secara teratur rapi sebagai berikut.

Septio Akbar Roseir seorang tabiin bernama Sufyan ats Tsauri rahimhullah
قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول : البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها

Ali bin Ja’d mengatakan bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata, “Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat” (Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22).

Suka · Balas · 20 · 18 jam yang lalu

====

Fasbir Sabran Jamila ‘Aliy bin Ja’d rahimahullah berkata :
وَسَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ يَمَانٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ، يَقُولُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ، الْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا، وَالْبِدْعَةُ لا يُتَابُ مِنْهَا ”

Dan aku telah mendengar Yahyaa bin Yamaan berkata : Aku mendengar Sufyaan (Ats-Tsauriy) berkata : “Bid’ah lebih disenangi Ibliis daripada maksiat. Maksiat dapat diharapkan bertaubat darinya, sedangkan bid’ah susah untuk diharapkan bertaubat darinya” [Al-Musnad hal. 748 no. 1885].
Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim:
حَدَّثَنَا الْقَاضِي أَبُو أَحْمَدَ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْجَارُودِ، ثنا أَبُو سَعِيدٍ، ثنا ابْنُ يَمَانٍ، قَالَ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ، يَقُولُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ، الْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا، وَالْبِدْعَةُ لا يُتَابُ مِنْهَا”
dalam Hilyatul-Auliyaa’ 7/26, Al-Baihaqiy
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ بْنُ بِشْرَانَ، قَالَ: أنا أَبُو عَمْرِو ابْنُ السَّمَّاكِ، نا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو، سَمِعْتُ بَشَرًا، يَقُولُ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ يَمَانٍ، يَقُولُ: قَالَ سُفْيَانُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ ”
dalam Syu’abul-Iimaan no. 9009, Al-Laalikaa’iy
أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَغَوِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْيَمَانِ، قَالَ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ، يَقُولُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ، وَالْمَعْصِيَةُ يُتَابُ مِنْهَا، وَالْبِدْعَةُ لا يُتَابُ مِنْهَا ”
dalam Syarh Ushuulil-I’tiqaad no. 238, Ibnu Basyraan
أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ مِنْجَابٍ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَرْوَزِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ رِزْقِ اللَّهُ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، ثنا يَحْيَى بْنُ يَمَانٍ، قَالَ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ، يَقُولُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ، لأَنَّ الْمَعْصِيَةَ يُتَابُ مِنْهَا، وَإِنَّ الْبِدْعَةَ لا يُتَابُ مِنْهَا ”
dalam Al-Amaaliy no. 720, Ibnu ‘Asaakir
وَبِهِ إِلَى الأَنْصَارِيِّ، أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَحْمُودٍ، ثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّغُولِيَّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الْمُهَلَّبِ، ثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ يَمَانٍ، يَقُولُ: قَالَ سُفْيَانُ: الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ.زَادَ الأَشَجُّ: لأَنَّ الْمَعْصِيَةَ يُتَابُ مِنْهَا، وَالْبِدْعَةَ لا يُتَابُ مِنْهَا
dalam Jam’ul-Juyuusy no. 35, dan ‘Abdullah Al-Anshaariy
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَحْمُودٍ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّغُولِيَّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الْمُهَلِّبِ، يَقُولُ: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ. ح وَأَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَالْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى، قَالَا: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى ابْنَ يَمَانٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ. ح وَأَخْبَرَنَاهُ الْقَاسِمُ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عُمَرَ الْمُؤَمَّلِيُّ بِبَغْدَادَ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الدَّقَّاقُ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو، سَمِعْتُ بِشْرَ بْنَ الْحَارِثِ، يَقُولُ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ الْيَمَانِ، يَقُولُ: قَالَ سُفْيَانُ: ” الْبِدْعَةُ أَحَبُّ إِلَى إِبْلِيسِ مِنَ الَمْعَصِيَّةِ، زَادَ الْأَشَجُّ: لَأَنَّ الْمَعْصِيَّةَ يُتَابُ مِنْهَا، وَالْبِدْعَةَ لَا يُتَابُ مِنْهَا ”
dalam Dzammul-Kalaam wa Ahlih 5/120-121 no. 914; semuanya dari jalan Yahyaa bin Yamaan, dari Sufyaan Atsa-Tsauriy rahimahullaah.

Kelemahan atsar di atas terletak pada Yahyaa bin Yamaan.
Yahyaa bin Yamaan Al-‘Ijliy, Abu Zakariyyaa Al-Kuufiy (يحيى بن يمان العجلي ، أبو زكريا الكوفي); seorang yang shaduuq, namun banyak melakukan kekeliruan dan berubah hapalannya di akhir usianya.[Taqriibut-Tahdziib, hal. 1070 no. 7729].

Suka · 1 · 13 jam yang lalu
Fasbir Sabran Jamila
riwayat stsar ini juga ada dalam kitab hadist lainnya , seperti dalam Hilyatul aAulia Abu Nu’aim, Syarhus Sunnah Imam Bugawi, dll.

Dan ternyata atsar di atas dari semua kitab hadits semuanya melalui
1 orang yaitu YAHYA BIN YAMAN.
يحيى بن يمان
YAHYA BIN YAMAN derajat beliau menurut para imam peneliti hadits
yang aya ambil dari kitab-kitab Rijalul Hadits Imam Zahabi, Imam Mizzi, Imam Ibnu Hajar:
قال أحمد بن حنبل : ليس بحجة
Imam Ahmad bin Hambal berkata : hadits yang ia (Yahya bin Yaman) riwayatkan tidak bisa di jadikan hujjah.
وقال زكريا بن يحيى : ضعفه أحمد بن حنبل
Zakaria bin Yahya mengatakan : Imam Ahmad mendhoifkan Yahya bin Yaman.
وقال يحيى بن معين : ليس بثبت وكان يتوهم الحديث
Yahya bin Muin berkata: beliau (Yahya bin Yaman) bukan termasuk dipegang haditsnya, dan keadaanya meragukan dalam haditsnya.
وقال وكيع : هذه الأحاديث التي يحدث بها يحيى بن يمان ليس من أحاديث سفيان الثوري
Berkata Imam Waki : ini hadits yang diriwayatkan dengannya oleh Yahya bin Yaman, bukanlah hadits – hadits Sufyan Tsauri.
وقال النسائي : ليس بالقوي
Imam Nasa-i mengatakan : Beliau (Yahya bin Yaman) bukan trmasuk kuat dalam hapalan, dan tidak bisa dipegang.
Walhasil keputusan (kesimpulan) nya dari pembahasan di atas, bahwa hadits di atas tidak bisa dijadikan hujjah!

Suka · 1 · 13 jam yang lalu

=====

Septio Akbar Roseir Meskipun lemah, namun makna atsar ini benar, dan sesuai dengan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di bawah :
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْفَرْغَانِيُّ، قَالَ: نا هَارُونُ بْنُ مُوسَى الْفَرْوِيُّ، قَالَ: نا أَبُو ضَمْرَةَ أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ صَاحِبِ كُلِّ بِدْعَةٍ “

Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin ‘Abdillah Al-Farghaaniy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Haaruun bin Muusaa Al-Farwiy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Dlamrah Anas bin ‘Iyaadl, dari Humaid Ath-Thawiil, dari Anas bin Maalik, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya Allah menghalangi taubat semua pelaku bid’ah” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 4202].
Sanad riwayat ini hasan.
Keterangan perawinya sebagai berikut :
1. ‘Aliy bin ‘Abdillah bin ‘Abdil-Barr, Abul-Hasan Al-Warraaq Al-Farghaaniy At-Turkiy (علي بن عبد الله بن عبد البر أبو الحسن الوراق الفرغاني التركي); seorang yang tsiqah sebagaimana dikatakan oleh Abu Ya’laa Al-Warraaq dan Adz-Dzahabiy. Wafat tahun 322 H [lihat : Irsyaadul-Qaadliy wad-Daaniy, hal. 436-437 no. 686].
2. Haaruun bin Muusaa bin Abi ‘Alqamah Al-Farwiy, Abu Muusaa Al-Madaniy (هارون بن موسى بن أبي علقمة : عبد الله بن محمد بن عبد الله بن أبي فروة الفروي ، أبو موسى المدني); seorang yang dihukumi Ibnu Hajar dengan : laa ba’sa bih (bahkan lebih dekat ke tsiqah).[7] Termasuk thabaqah ke-10 dan wafat tahun 253 H. Dipakai oleh At-Tirmidziy dan An-Nasaa’iy [Taqriibut-Tahdziib, hal. 1015 no. 7294].
3. Anas bin ‘Iyaadl bin Dlamrah Al-Laitsiy, Abu Dlamrah Al-Madaniy (أنس بن عياض بن ضمرة ، و يقال أنس بن عياض بن جعدبة ، و يقال أنس بن عياض بن عبد الرحمن الليثي ، أبو ضمرة المدني); seorang yang tsiqah. Termasuk thabaqah ke-8, lahir tahun 104 H, dan wafat tahun 200 H. Dipakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, dan An-Nasaa’iy [Taqriibut-Tahdziib, hal. 154 no. 569].
4. Humaid bin Abi Humaid Ath-Thawiil Al-Bashriy, Abu ‘Ubaidah Al-Khuzaa’iy (حميد بن أبى حميد الطويل البصري ، أبو عبيدة الخزاعي و يقال السلمي و يقال الدارمي); seorang yang tsiqah, namun sering melakukan tadliis. Termasuk thabaqah ke-5, lahir tahun 68 H, dan wafat tahun 142/143 H. Dipakai oleh Al-Bukhaariy, Muslim, Abu Daawud, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, dan Ibnu Maajah [Taqriibut-Tahdziib, hal. 274 no. 1553].
5. Anas bin Maalik; salah seorang shahabat masyhuur [Taqriibut-Tahdziib, hal. 154 no. 570].

Suka · 2 · 10 jam yang lalu

Septio Akbar Roseir Catatan : Meskipun Humaid seorang mudallis, namun ‘an’anah-nya dari Anas dihukumi muttashil karena telah diketahui riwayatnya dari Anas melalui perantaraan Tsaabit Al-Bunaaniy, sebagaimana dikatakan Hammaad bin Salamah, Ibnu ‘Adiy, Ibnu Hibbaan, dan Ibnu Khiraasy [lihat : Riwaayatul-Mudallisiin fii Shahiih Al-Bukhaariy oleh Dr. ‘Awwaad Al-Khalaf, hal. 288-289].
Diriwayatkan juga oleh Adl-Dliyaa’ dalam Al-Mukhtarah no. 1862-1863, Adz-Dzahabiy dalam Mu’jamusy-Syuyuukh 1/218, Ibnu ‘Asaakir dalam Jam’ul-Juyuusy no. 120, Ibnu Fiil dalam Juuz-nya no. 2, Abu Bakr Al-‘Anbariy dalam Majlisaan no. 27, Al-Baihaqiy dalam Syu’abul-Iimaan no. 9011, ‘Abdullah Al-Anshaariy dalam Dzammul-Kalaam no. 946, Abusy-Syaikh dalam Thabaqaatul-Muhadditsiin no. 988, Ar-Raafi’iy dalam At-Tadwiin fii Akhbaar Qazwiin 4/190; semuanya dari jalan Haaruun bin Muusaa, yang selanjutnya seperti sanad hadits di atas.
Ada mutaabi’ dari Anas bin ‘Iyaadl, yaitu Muhammad bin ‘Abdirrahmaan, namun ia matruuk.
Penjelasan singkat :
Pelaku maksiat lebih mungkin untuk bertaubat kepada Allah ta’ala dari perbuatannya, karena ia tahu bahwa yang diperbuatnya tersebut keliru dan dosa. Berbeda halnya dengan pelaku bid’ah yang menganggap baik perbuatannya dan berkeyakinan Allah ta’ala mencintai perbuatannya. Padahal setan lah yang menghiasi perbuatan bid’ah tersebut hingga nampak indah di matanya. Allah ta’ala berfirman :

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya” [QS. Faathir : 8].
Ia tidak menyadari bahwa perbuatan bid’ah yang dilakukannya justru menyebabkan semakin jauh dari agama Allah ta’ala.
نا أَسَدٌ، نا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنِ الْحَسَنِ، قَالَ: ” صَاحِبُ الْبِدْعَةِ لا يَزْدَادُ اجْتِهَادًا، صِيَامًا وَصَلاةً، إِلا ازْدَادَ مِنَ اللَّهِ بُعْدًا ”
Telah mengkhabarkan kepada kami Asad : Telah mengkhabarkan kepada kami Mahdiy bin Maimuun, dari Al-Hasan (Al-Bashriy) : “Tidaklah bertambah kesungguhan pelaku bid’ah (ahlul-bid’ah) dalam perkara puasa dan shalat, kecuali akan bertambah jauh dari Allah” [Diriwayatkan oleh Ibnu Wadldlah dalam Al-Bida’ no. 70; shahih].
نا أَسَدٌ، نا رُدَيْحُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ يَحْيَى، بْن أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ قَالَ: كَانَ يُقَالُ: ” يَأْبَى اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ تَوْبَةً، وَمَا انْتَقَلَ صَاحِبُ بِدْعَةٍ إِلا إِلَى شَرٍّ مِنْهَا ”
Telah mengkhabarkan kepada kami Asad : Telah mengkhabarkan kepada kami Rudaih bin ‘Athiyyah, dari Yahyaa bin Abi ‘Amru Asy-Syaibaaniy, ia berkata : “Dulu dikatakan bahwa Allah menolak taubat bagi pelaku bid’ah. Tidaklah pelaku bid’ah berpindah (dari bid’ahnya) kecuali menuju sesuatu yang lebih jelek dari bid’ahnya yang semula” [Diriwayatkan oleh Ibnu Wadldlah dalam Al-Bida’ no. 145; shahih].

Suka · 1 · 10 jam yang lalu

Septio Akbar Roseir Oleh karena itu, pelaku bid’ah lebih sulit untuk diharapkan bertaubat dari bid’ahnya, kecuali orang yang dirahmati Allah ta’ala. Inilah makna sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah ta’ala menghalangi taubat para pelaku bid’ah. Dikarenakan bahayanya bid’ah ini, salaf memperingatkan keras agar tidak duduk dan berkawan dengan mereka.
حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ، وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ، لَا يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ، إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً “

Telah menceritakan kepadaku Muusaa bin Ismaa’iil : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-Waahid : Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin ‘Abdillah, ia berkata : Aku mendengar Abu Burdah bin Abi Muusaa, dari ayahnya radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Perumpamaan teman duduk yang shaalih dengan teman duduk yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Pasti ada sesuatu yang engkau dapatkan dari penjual minyak wangi, apakah engkau membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wanginya. Adapun pandai besi, bisa jadi ia membakar badanmu atau pakaianmu; atau minimal engkau mendapatkan bau yang tidak enak darinya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2101].
أَخْبَرَنَا الْفِرْيَابِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو تَقِيٍّ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْحِمْصِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ سُلَيْمَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِي حُصَيْنٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: ” لا تُجَالِسْ أَهْلَ الأَهْوَاءِ، فَإِنَّ مُجَالَسَتَهُمْ مَمْرَضَةٌ لِلْقُلُوبِ “

Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Firyaabiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Taqiy Hisyaam bin ‘Abdil-Malik Al-Himshiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Harb, dari Abu Salamah Sulaimaan bin Sulaim, dari Abu Hushain, dari Abu Shaalih, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata : “Janganlah kalian bermajelis dengan para pengekor hawa nafsu (ahlul-ahwaa’), karena bermajelis dengan mereka itu menjadi sebab sakitnya hati” [Diriwayatkan oleh Al-Aajurriy dalam Asy-Syarii’ah 1/196 atsar no. 56; shahih].
Karena dengan berkawan, dapat menumbuhkan cinta kepada mereka, sedangkan mencintai mereka adalah terlarang.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ النَّضْرِ الأَزْدِيُّ، ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ يَزِيدَ، قَالَ: سَمِعْتُ الْفُضَيْلَ، يَقُولُ: ” مَنْ أَحَبَّ صَاحِبَ بِدْعَةٍ أَحْبَطَ اللَّهُ عَمَلُهُ، وَأَخْرَجَ نُورَ الإِسْلامِ مِنْ قَلْبِهِ “

Telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin An-Nadlr Al-Azdiy : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdush-Shamad bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar Al-Fudlail (bin ‘Iyaadl) berkata : “Barangsiapa mencintai pelaku bid’ah (ahlul-bid’ah), niscaya Allah akan menghapuskan amalnya dan mengeluarkan cahaya Islam dari hatinya” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul-Auliyaa’, 8/102; shahih].

Septio Akbar Roseir Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya.



***

Demikianlah di antara polemic sahut-sahutan yang cukup tertib.

(nahimunkar.com)

Read More..

Selasa, 21 Januari 2014

The Emerging Forces, Peradaban Dunia yang Akan Muncul ?

"The Emerging Forces" Nama peradaban ini belum jelas sehingga harus menamainya sebagai "The Emerging Forces". Sebelumnya membahas tentang cara The Emerging Forces untuk menguasai dunia dan melaksanakan tugas mereka yakni CAR. CAR bukanlah mobil dalam bahasa Inggris melainkan singkatan dari Conquer, Annex, and Raze. The Emerging Forces sebenarnya sudah ada tetapi mereka belum ada. Bingung ? Memang benar, konspirasi itu membingungkan tetapi akan di sederhanakan di artikel kali ini.

Etimologi "The Emerging Forces"

Bagi anda yang belum mengetahui arti kata Etimologi maka bacalah arti dari kata ini yang dikutip dari Wikipedia


Etimologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal usul suatu kata

Sudah tahu, kan ? Oke, kata "The Emerging Forces" adalah kata yang dikutip dari bahasa Inggris untuk penyebutan "sebuah peradaban yang akan muncul". Arti kata "The Emerging Forces" sendiri ialah berarti "Kekuatan yang muncul". Nah, bagi anda yang bingung silahkan lihat gambar berikut.


Sebenarnya kata yang lebih tepat untuk menggambarkan "sebuah peradaban yang akan muncul" ialah "The New Emerging Civilization" yang berarti "Peradaban baru yang muncul" tetapi berhubungan karena kita sekarang sudah memasuki "Jaman Informasi" alias "Modern Akhir" maka kata itu terlalu tidak pantas sehingga kuganti menjadi "The Emerging Forces" yang lebih sesuai tentunya.

Banyak orang berkata bahwa penulis mengutip kata ini dari pernyataan Ir. Soekarno. Tidak! "The Emerging Forces" tidak ada kaitannya dengan Ir. Soekarno secara langsung dan tidak ada kaitan dengan Nefo ( New Emerging Forces ). Jadi, jangan terjadi salah paham disini. Penulis tidak sedang menyalahkan negara Komunis. The Emerging Forces hanya sebuah rujukan bukan nama. Nama asli dari peradaban ini belum diketahui.

Sejarah The Emerging Forces


Kekuatan ini sebenarnya sudah ada sejak penciptaan manusia yakni disaat diciptakannya Adam dan Hawa. Pada waktu itu, ada satu orang malaikat bernama Lucifer ( latin ) yang memberontak kepada Tuhan sehingga dia pun dibuang ke bumi. Pengingkarannya ini membawa dia ke bumi dan setelah manusia diusir dari Taman Eden, dia mulai beraksi untuk mempengaruhi keturunan Adam dan Hawa untuk mengajak mereka membuat peradaban yang baru yakni peradaban yang menganut prinsip satu yakni segalanya harus satu. Sayangnya, waktu dulu banyak orang yang taat beragama sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi. Nah, di jaman inilah "The Emerging Forces" beraksi dimana sudah banyak orang yang tidak beragama ( atheis ) dan malas beribadah.


Teknik The Emerging Forces dan cara menangkalnya

Untuk pengetahuan yang lebih dalam akan The Emerging Forces. The Emerging Forces mengadu domba banyak umat beragama seperti Islam dengan Kristen, Buddha dengan Islam, Kristen dengan Budhha, dan lain sebagainya. Itu adalah teknik mereka untuk menguasai dunia dengan cara memberi bantuan pada suatu agama agar mereka menang dan pada akhirnya, The Emerging Forces menawarkan untuk bergabung dan misi selesai. Cara kedua, mereka memanfaatkan kekuatan adidaya dalam hal ini yaitu Amerika Serikat. Mereka bekerja melalui Amerika Serikat bahkan beberapa pemerintah Amerika Serikat adalah bagian dari The Emerging Forces. Penulis menyalahkan Amerika Serikat ? Tentu saja tidak, Amerika Serikat hanyalah korban. The Emerging Forces bukanlah peradaban yang bodoh, mereka mampu memanfaatkan sebuah peradaban untuk kepentingan peradaban mereka sendiri. Mereka juga akan menjadi peradaban yang akan muncul setelah peradaban Amerika. Di jaman modern ini, tidak akan tidak mungkin bila akan muncul peradaban lagi. Inilah yang juga akan menjadi momentum The Emerging Forces untuk menjalankan ekspansinya.

Quote:
Cara menangkalnya ? Tenang, mudah tergantung anda mau atau tidak. Pertama, bertemanlah dengan musuhmu ( simple but difficult ) Kedua, hargailah agama orang lain. Ketiga, hindari debat karena hal itu hanya membuat kita terpecah-pecah. Keempat, jangan pernah meninggalkan ibadah. Kelima, yakinlah pada diri sendiri. Sederhana tetapi sulit. Itulah cara untuk menangkal pengaruh The Emerging Forces.

Read More..

Senin, 20 Januari 2014

Mukjizat Al Quran tentang Sarang dan Makanan Lebah

Sebagaimana kita ketahui, lebah merupakan binatang yang dikelompokkan ke dalam binatang jenis serangga (hymenoptera). Karena keunikannya, lebah telah banyak diteliti oleh para ilmuwan.

Di antaranya berkenaan dengan struktur sosial yang berlaku di tengah-tengah mereka, kelompok-kelompok lebah yang terdapat di kerajaan lebah yang berinterkasi secara menakjubkan, mekanisme kehidupan mereka berdasarkan fungsi fisiologisnya, cara lebah dalam beradaptasi dengan lingkungannya dan cara mereka dalam menentukan tempat yang akan dijadikan sebagai sarangnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, para ilmuwan menyimpulkan bahwa lebah lebih menyukai tempat yang tenang untuk digunakan sebagai sarangnya. Yaitu tempat yang tidak dihuni oleh binatang lain yang dapat membahayakan kehidupan mereka, seperti gunung, khususnya pada bagian puncak, rongga atau lubang yang terdapat pada pepohonan dan di gubuk-gubuk yang telah ditinggalkan manusia.

Penelitan juga membuktikan bahwa lebah termasuk binatang yang memiliki banyak sumber makanan. Di antaranya lebah bisa mengambil makanannya dari berbagai sari bunga yang memberinya kekuatan bagi daya tahan tubuhnya.

Ketika satu bunga sudah mulai layu, lebah akan pindah ke bunga selanjutnya untuk menghisap sarinya, sehingga ia dapat terus mempertahankan hidupnya.

Bukti di atas kita dapatkan juga dalam Alquran yang telah meringkasnya dalam ungkapan yang singkat. Padahal di negara Arab, di mana Alquran diturunkan, tidak terdapat lebah karena tidak adanya lingkungan yang cocok untuk mereka tempati.

Karenanya, bagi orang Arab akan sulit untuk memberikan penjelasan tentang apa yang tidak mereka ketahui dan tidak mereka lihat.

Namun Nabi Muhammad SAW dengan wahyu yang diterimanya dari Allah SWT telah menjelaskannya secara tepat. Hal ini membuktikan bahwa Alquran, bukan karangan Muhammad SAW. Akan tetapi wahyu dari Allah SWT yang telah menciptakannya dan menciptakan semua apa yang terdapat di dunia ini.

Dalam ayat 68-69 surah An-Nahl Allah SWT berfirman: "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:

"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian, makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar, minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia."


(DR Abdul Basith Jamal dan DR Daliya Shadiq Jamal/Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah)

Read More..

Minggu, 19 Januari 2014

Malaysia Tangkap Pemimpin Syiah di Negeri Pahang

Seorang pria yang diyakini sebagai penganut dan penyebar ajaran Syiah telah ditahan oleh Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP), Malaysia, di perkebunan RISDA Pekoti Timur, Rompin, Jumat kemarin (27/9/2013).

Pimpinan JAIP Ahmad Raffli Abdul Malek mengatakan, pria berusia 64 tahun itu diyakini mempraktekkan ajaran Syiah sejak 6 tahun lalu.

Saat melakukan penangkapan, petugas juga menyita berbagai barang yang digunakan oleh para pengikut Syiah, lapor kantor berita Bernama (28/9/2013).

Abdul Malek menjelaskan, operasi penangkapan dilakukan pada pukul 2 petang waktu setempat. Barang-barang yang disita antara lain tiga buah batu turba (batu yang dijadikan tempat sujud penganut Syiah-red), satu paket tanah yang dipercaya berasal dari kota Karbala di Iraq, dan sehelai kain kafan yang dipercaya berasal dari Iran.

Lebih lanjut dikatakan, pria penganut Syiah asal Kelantan itu ada bersama putranya yang berumur 32 saat ditangkap di daerah perkebunan tersebut. Sementara istrinya berada di rumah mereka di Felda Selancar.

Pria tersebut 20 tahun lalu mendapatkan surat mandat sebagai imam dari JAIP. Dan dia mengamalkan anjaran Syiah secara sembunyi-sembunyi.

Orang itu juga diyakini mengikuti aktivitas sebuah perkumpulan yang ada kaitannya dengan Syiah dan sering mengunjungi markas-markas ajaran Syah termasuk yang ada di Gombak, Selangor dan Segamat, Johor.

Abdul Malek menegaskan, JAIP akan senantiasi memantau pergerakan perkumpulan atau individu yang berusaha menyebarkan Syiah di negeri itu dan menindaknya dengan tegas.

Pahang mulai memberlakukan larangan penyebaran ajaran Syiah pada 12 September 2013. Apabila terbukti bersalah, tersangka bisa diganjar dengan hukuman denda maksimum RM3.000 atau kurungan dua tahun.

Read More..

Sabtu, 18 Januari 2014

Jakarta Diramalkan Tenggelam Karena Punya Patahan Aktif

VIVAnews - Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, menyatakan Jakarta berpotensi tenggelam bukan hanya karena banjir, namun juga akibat gempa tektonik. Pakar menyebutkan, bahwa Pulau Seribu sebagai kelurusan utara dari tinggian Ciputat-Tangerang selalu bergerak naik secara tektonik.

"Teras-teras terumbu yang berkembang di pulau-pulau Seribu itu adalah buktinya. Demikian juga daerah sepanjang garis imajiner Ciputat-Ujung Teluk Naga, itu adalah daerah yang selalu naik. Teras-teras sungai di sepanjang aliran Sungai Cisadane membuktikan gerak tektonik naik tersebut," ujar Andi Arief dalam rilis yang diterima VIVAnews, Jumat 17 Januari 2014.

Menurut Andi, adanya slicken side, offset, pergeseran di sedimen-sedimen Pleistosen Jakarta membuktikan patahan-patahan Jakarta bisa aktif sewaktu-waktu dalam masa Kwarter ini.

Permasalahan ini sempat dibahas dalam Focused Group Discussion Peluang dan Tantangan Ruang Bawah Tanah DKI Jakarta pada 20 Desember 2012 lalu, yang diikuti oleh sekitar 20 pakar geologi, geofisika, geoteknik, geodesi, geodinamik, konstruksi, air tanah, dan kegempaan.

"Ini menjawab bahwa Jakarta memiliki patahan yang bisa aktif sewaktu-waktu. Jadi bukan hanya ancaman dari Selat Sunda dan sesar sekitar Jakarta saja yang menjadi potensi rusaknya Jakarta akibat gempa," terangnya.

Sebagai tindakan preventif mitigasi bencana gempa bumi dengan adanya indikasi-indikasi patahan aktif tersebut, Andi mengatakan, saat ini sedang diusahakan untuk membuat mikrozonasi gempa di Jakarta sampai ke level 4 yaitu skala 1:25 ribu.

"Dengan demikian, bangunan-bangunan yang didirikan di DKI Jakarta nantinya bisa mengacu pada peta mikrozonasi tersebut untuk didesain dan konstruksi sehingga ramah gempa," katanya.

Lalu bagaimanakah Masa depan Ibu kota negara ini?

Dia menjelaskan, merujuk pada konstelasi tektonik Tersier dan Kwarter yang ada, secara geologi teknik masa depan DKI adalah Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu. "Keduanya merupakan daerah tinggi yang lebih aman daripada dataran banjir Jakarta yang selalu turun," tuturnya.

Read More..

Jumat, 17 Januari 2014

HINDARILAH DIRI DARI SIKSA KUBUR SEBISA MUNGKIN

Kubur adalah persinggahan terakhir di dunia, sekaligus persinggahan pertama menuju akhirat.

Barangsiapa yang kuburnya termasuk salah satu kebun surga, maka sungguh indah tempat kembalinya dan dia termasuk penduduk surga dan peraih kenikmatan yang abadi.

Barangsiapa yang kuburnya termasuk salah satu dari lubang neraka—semoga Allah menyelamatkan kita darinya—maka sungguh telah tampak keburukan tempat kembalinya dan dia termasuk penduduk neraka dan peraih siksaan yang abadi.

Kuburan itu tak lebih hanyalah sebuah bangunan untuk merenungkan akhir dan keterputusan dari segala sesuatu. Kubur bagi kehidupan dan kematian seperti hakim bagi dua orang yang bersengketa, dialah yang mendamaikan atau memutuskan di antara keduanya.

Sesungguhnya dengan melihat kuburan akan bertambah perasaan begitu berharganya kehidupan, karena kehidupan adalah kesempatan yang seandainya Anda pergunakan seluruhnya dalam kebaikan, Anda tidak akan sanggup memenuhinya, lantas bagaimana dengan orang-orang yang menghabiskan hidupnya dalam keburukan atau dosa?

|

Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata:

“Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeda antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya.”

Sufyan Atstsauri berkata:

“Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka.”

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya:


“Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu.

Maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur.

Ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat.”

|
INGATLAH

|

Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih mengerikan, hari :

Dimana anak kecil segera beruban,
Dan orang tua bagaikan orang mabuk,
bahkan ibu yang menyusui lupa terhadap bayinya
dan wanita yang hamil menggugurkan kandungannya
dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar,

Hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.

|

Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam,

perhiasannya besi
dan sirnya darah bercampur nanah,

Tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana.

|

Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata:

“Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna’iem (Syurga yang serba kenikmatan).

Usaid bin Abdirrahman berkata:

Saya telah mendapat keterangan bahwa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: “Segerakan aku.”,

Dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: “Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu.”

Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: “Kembalikan aku.”

Dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: “Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu.”

Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur:

“Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?“

Jawabnya: “Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:

“Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba’dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba’dahu asyaddu minhu.“

(Yang bermaksud) “Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya.”

|
Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli

“Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: “Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya,

Dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular.

Maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?” Jawab Ibn Abbas r.a.:

“Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur saja demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya.”

Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya?

Jawab isterinya:

“Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu.”

Abul-Laits berkata:

“Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat.”

|

Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:

Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.

Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.

Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.

Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.

Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.

Amr bin Dinar berkata:

“Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah,

Ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu,

ia berkata kepada orang yang membantunya itu:

“Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini.“

Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya:

“Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?”

Ibunya berkata:

“Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?“

Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur.

Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.

|

Alabarra’ bin Aazib r.a. berkata: “Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

“Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu,

maka itulah yang tersebut dalam firman Allah:

Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

|

Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:

Ketika melihat Malakulmaut

Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier

Ketika menghadapi hisab dihari kiamat

Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:

Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam

Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat

Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.

Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:

Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar

Mudah dan ringan hisabnya

Diampunkan segala dosanya

Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:

Ketika mati

Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut

Ketika hisab

Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat

|

Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama,

Tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam.

Jika ia berkata: “Tidak ada dalil.”, maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.

Firman Allah s.w.t. yang berbunyi:

“Wa man a’rodho an dzikri fa inna lahu ma’i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a’ma.
(Yang bermaksud) “Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur“

Demikian pula ayat:

“Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati.
(Yang bermaksud) “Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat.“

|

Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya.

Sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya.

Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

|

Aamin ya Robbal aalamin.Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani’mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem

Read More..

14 Janji Allah Untuk Orang Yang Beriman

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi janji kepada orang-orang beriman dengan janji-janji yang sangat banyak di dunia dan akhirat.

A.Janji-janji kepada orang-orang beriman di dunia

Di antaranya:

1. Keberuntungan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS. Al-Mukminun:1)
2. Petunjuk, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’alaadalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj:54)
3. Pertolongan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: .Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. Ar-Ruum:47)

4. Kemuliaan/kekuatan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, (QS. Al-Munafiqun: 8)
5. Khilafah dan keteguhan di muka bumi, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. (QS. An-Nuur: 55)
6. Membela mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membela orang-orang yang telah beriman. (QS. Al-Hajj:38)
7. Rasa aman, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-An’aam:82)
8. Keselamatan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Yunus:103)
9. Kehidupan yang baik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97)
10. Orang-orang kafir tidak bisa menguasai mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisaa`:141)
11. Mendapat berkah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf:96)
12. Kebersamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang khusus, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala beserta orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anfaal:19)

B. Adapun yang dijanjikan di akhirat

Di antaranya adalah:

1. Masuknya orang-orang beriman ke dalam surga, kekal di dalamnya, dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah:72)
2. Melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah :22-23)

Sifat-sifat yang dijanjikan di dunia tidak ada dalam kehidupan kaum muslimin pada saat ini. Ini menunjukkan lemahnya iman mereka. Tidak ada jalan untuk mendapatkannya atau melihatnya kecuali dengan memperkuat iman yang ada saat ini dengan iman yang dituntut, agar kita bisa mendapatkan janji-janji Allah Subhanahu wa Ta’ala yang disebutkan di dunia terhadap iman, yaitu agar iman dan amal perbuatan kita seperti iman para nabi dan sahabat serta amal perbuatan mereka.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: "Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah:137)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa`:136)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah:208)

Menjunjung perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya dibangun atas iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan senantiasa menggambarkan keagungan al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) dan Raja Diraja di dalam hati. Hal itu dengan cara memperbanyak berzikir kepada-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Dan untuk menetapkan gambaran ini dan tertanamnya di dalam hati, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan kepada hamba-hamba-Nya dalam hal mengingatkan yang selalu diulang-ulang, amal yang silih berganti, yaitu ibadah. Apabila iman bertambah dan menjadi kuat, niscaya amal ibadah bertambah dan bertambah kuat. Kemudian segala kondisi menjadi baik dengan beruntung mendapatkan kebahagiaan di dua negeri. Dan sebaliknya juga sebaliknya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah Subhanahu wa Ta’ala, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. Al-Ahzaab:41-42)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf:96)

Read More..

Kamis, 16 Januari 2014

Khilafah Sebagai Model Acuan Bagi Peradaban Islam

DR. M Rahmat Kurnia
1 Pendahuluan
Kehidupan saat ini sedang terguncang. Gaya hidup materialistis mendominasi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan sudah dicampakkan. Kita perlu model kehidupan yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Setelah Komunisme hancur, dan Kapitalisme sedang sakaratul maut, satu-satunya alternative adalah kembalinya peradaban Islam. Secara historis, peradaban Islam merupakan peradaban yang melebihi peradaban lain.
Peradaban Islam memimpin dunia selama 12 abad. Sementara, Uni Sovyet dengan ideologi Komunisme hanya berkuasa 84 tahun, dan AS dengan ideologi kapitalisme yang diembannya sudah sekarat sekalipun baru 1,5 abad. Secara, syar’iy khilafah sebagai wujud kepemimpinan Islam untuk membangkitkan peradaban manusia sudah menjadi opini mulai dari Timur hingga Barat. Pihak Barat pun mengetahui hal ini. Mantan Presiden AS George Bush mengatakan dengan nada sinis bahwa orang-orang yang hendak mewujudkan kembali khilafah sebagai orang-orang yang ingin: “…establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Khilafah, where all would be ruled according to their hateful ideology… This Khilafah would be a totalitarian Islamic empire encompassing all current and former Muslim lands, stretching from Europe to North Africa, the Middle East and Southeast Asia” 1).

Pada faktanya, sejarah justru mencatat bahwa apa yang ia sebut sebagai ‘a totalitarian Islamic empire’ merupakan peradaban yang memimpin dunia selama belasan abad.
Secara umum, fungsi suatu Negara adalah melaksanakan penertiban (law and order), mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya, pertahanan, dan menegakkan keadilan 2). Dengan kata lain, negara dikatakan berhasil apabila menjamin kesejahteraan masyarakat, melindungi warganya baik Muslim maupun nonMuslim, mencerdaskan rakyat dengan pendidikan, dan mempersatukan seluruh negeri Muslim. Berdasarkan hal ini perlu untuk melihat bagaimana Khilafah mencapai tujuan tersebut hingga dapat dijadikan model acuan bagi peradaban Islam.

2 Keemasan Peradaban Islam di Bawah Naungan Khilafah
2.1 Kesejahteraan
Pada masa Khilafah di antara perkara yang mendapat perhatian adalah kesejahteraan. Umar bin Khathab saat menjadi khalifah memberikan bantuan dari baitul mal untuk membantu masyarakat yang terserang penyakit lepra di jalan menuju Syam. Khalifah Walid bin Abdul Malik secara khusus menyisihkan bantuan kepada masyarakat yang terkena penyakit lepra. Tindakan serupa dilakukan oleh para khalifah dan wali (gubernur). Bani Ibnu Thulun di Mesir memiliki masjid yang dilengkapi dengan tempat mencuci tangan, lemari penyimpan obat-obatan dan minuman, dan dokter yang mengobati secara gratis 3).
Perdagangan pun sudah berkembang. Berbagai komoditi peralatan militer, gula, tekstil, dan kertas diekspor dari Khilafah. Industri tekstil utama terdiri dari wol, sutra, katun, dan linen. Industri tekstil saat itu laksana industri kendaraan bermotor dan handphone pada saat ini. Industri besi dan kaca juga berkembang. Gordon (2005) menggambarkan hal ini: “…growth of regional and trans-regional trade, and of urban manufacturing, produced new level of prosperity across the city landscape” 4).
Najeebabadi (2001) mengungkapkan bahwa pada masa Khilafah Harun al-Rasyid, surplus anggaran negara sebesar 900 juta dinar emas 5). Pada saat sekarang, nilai ini setara dengan Rp 1.1475,5 triliun (asumsi: harga mas Rp 300.000/gram). Jumlah yang luar biasa. APBN Indonesia tahun 2013 saja sebesar Rp1.683 triliun.
Kesejahteraan ini bukan hanya dinikmati oleh Muslim, melainkan juga oleh Non Muslim. Bloom and Blair menggambarkan betapa tinggi standar hidup warga Khilafah dengan mengatakan: “In the Islamic lands, not only Muslims but also Christians and Jews enjoyed a good life. They dressed in fine clothing, had fine houses in splendid cities serviced by paved streets, running water and sewers, and dined on spiced delicacies served on Chinese porcelains”. Sementara, kualitas kehidupan di kota Kairo digambarkan dengan narasi indah: “In the midst of the houses in New Cairo are gardens and orchards watered by wells. In the sultan’s harem are the most beautiful gardens imaginable. Waterwheels have been constructed to irrigate these gardens. There are trees planted and pleasure parks built even on roofs… These houses are so magnificent and fine that you would think that they were made of jewel…” 6).

2.2 Pendidikan
Secara imaniy, Islam mewajibkan menuntut ilmu. Oleh sebab itu, sepanjang perjalanan Khilafah pendidikan mendapatkan perhatian besar.
Pada masa kekhilafahan sekolah tinggi Islam dilengkapi dengan diwan (auditorium, gedung pertemuan), asrama pelajar/mahasiswa, perumahan dosen dan ulama. Juga, sekolah-sekolah itu dilengkapi dengan kamar mandi, dapur, ruang makan, dan taman rekreasi. Diantara sekolah tinggi terpenting adalah Madrasah Nizhamiyah dan Madrasah al-Mustanshiriyah di Baghdad, Madrasah al-Nuriyah di Damaskus, serta Madrasah an-Nashiriyah di Kairo. Madrasah al-Mustanshiriyah, misalnya, didirikan oleh Khalifah al-Mustanir pada abad ke-6 Hijriah. Sekolah ini memiliki auditorium dan perpustakaan yang dipenuhi berbagai buku untuk keperluan belajar mengajar. Sekolah ini juga dilengkapi dengan pemandian dan rumah sakit. Ad-Dimsyaqy mengisahkan dari al-Wadliyah bin Ataha’ bahwa Umar bin Khathab memberikan gaji kepada tiga orang guru yang mengajar anak-anak di kota Madinah masing-masing sebesar 15 dinar setiap bulan (1 dinar = 4,25 gram emas). Artinya, 63,75 gram per bulan. Kalau diuangkan (dengan asumsi 1 gram emas seharga Rp 500.000), gaji mereka sebesar Rp. 31.875.000.
Islam tidak membuat dikotomi antara sains teknologi dengan ilmu akhirat. Khilafah banyak mengeluarkan investasi untuk pendidikan dan penelitian. Institusi-institusi tertinggi (dikenal: madrasah) didirikan sejak abad ke-11 di semua kota besar. Kurikulum mencakup ilmu-ilmu Islam tentang al-Quran dan hadis, sebagai dasar bagi ilmu-ilmu alam seperti matematika, kedokteran, geometri, astronomi, seni, dan Bahasa Arab. Para alumninya banyak berkarir dalam profesi beragam termasuk guru, dosen, dan posisi pemerintahan. Hal ini menjadikan Khilafah mampu menghasilkan banyak pribadi-pribadi besar dan kemajuan ilmu. Banyak penemuan diperoleh pada masa Khilafah. Armstrong (2002) mencatat, “Muslim scholars made more scientific discoveries during this time than in the whole of previously recorded history” 7).
Di antara para ilmuwan besar yang dilahirkan Khilafah adalah al-Khawarizmi (matematika), Ibn al-Hitsam (“Bapak optic”), Ibn al-Nafis (fisikawan), Ibn Sina (fisikawan/kedokteran), Ibnu Hazm (filosof), Ibn Khaldun (sejarawan dan sosiolog), al-Ghazzali (teolois), Jabir Ibnu Hayyan (“Bapak Kimia), dan Ar-Razi (ahli kimia). Banyak lagi para ilmuwan besar lainnya yang lahir pada masa Khilafah. Ilmu pengetahuan yang disumbangkan oleh Khilafah melalui para ilmuwannya bukan sekedar bermanfaat bagi warganya, melainkan juga bagi seluruh dunia. Tidak mengherankan apabila Wiet (1971) menyatakan: “People of the west should publicly express their gratitude to the scholars of the Abbasid period, who were known and appreciated in Europe during the Middle Ages” 8).
Berdasarkan hal ini jelaslah bahwa dalam naungan Khilafah pendidikan yang merupakan kebutuhan dasar setiap warga diutamakan.
2.3 Non Muslim Dilindungi
Non Muslim yang menjadi warga Khilafah dilindungi. Pernah ada kejadian tindak kezhaliman yang dilakukan oleh anak gubernur, Amru bin Ash, di Mesir pada masa kekhilafahan Umar bin Khathab. Umar segera memanggil Gubernur dan anaknya. Dalam persidangan, anak Gubernur mengaku bahwa ia mencambuk anak Qibthi yang beragama Nasrani. Sesuai dengan hukum acara pidana Islam, Khalifah memberikan pilihan kepada korban, apakah membalas cambuk (qishash) ataukah menerima ganti rugi (diyat) atas kezhaliman tersebut. Anak Qibthi itu memilih qishash. Setelah pelaksanaan hukum qishash itu, Khalifah Umar mengatakan: ‘Hai anak Qibthi, orang itu berani mencambukmu karena dia anak gubernur. Oleh sebab itu, cambuk saja gubernur itu sekalian!’ Namun, anak Qibthi tadi menolaknya. Ia pun menyatakan kepuasannya dengan keadilan hukum Islam yang diperolehnya. Umar pun berkomentar: ‘Hai Amru, sejak kapan engkau memperbudak anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merdeka?’ 9).
Pada masa Ali karramallahu wajhah sebagai khalifah, beliau pernah kehilangan baju besi sepulangnya dari perang Shiffin. Tidak lama kemudian beliau menemukan baju besinya ada di toko seorang Yahudi ahlu dzimmah (non Muslim yang menjadi warga khilafah). Ringkas cerita, terjadilah peradilan kasus tersebut dengan hakimnya Qadhi Syuraih. Karena tidak cukup bukti, hakim pun memutuskan bahwa Yahudi tersebut berada di pihak yang benar. Khalifah Ali divonis keliru. Ali k.w pun menerima keputusan tersebut. Setelah jatuh vonis, sang Yahudi itu berkata: ‘Duhai Amirul Mukminin, Anda berperkara denganku. Ternyata, hakim yang engkau angkat memenangkan aku. Sungguh, aku bersaksi, ini adalah kebenaran, dan aku bersaksi La ilaha illallah Mumammadu rasulullah’ 10).
Di Mesir, warga Khilafah yang beragama Kristen dari suku Koptik banyak bekerja dalam bidang jasa keuangan. Sementara, warga khilafah beragama Yahudi secara umum bekerja dalam profesi kesehatan dan kedokteran. Hubungan antar umat beragama pada masa Khilafah terjalin harmoni. Secara ringkas, Hourani (2005) mengutip ath-Tahabari mengatakan: “Relations between Muslims and Jews in Umayyad Spain, and the Muslims and the Nestorian Christians in Abbasid Baghdad, were close and easy” 11). Hal ini beda dengan kondisi di Timur Tengah saat ini, kaum Muslim di Palestina diperlakukan buruk oleh Israel.
2.4 Negeri Muslim Bersatu
Umat Islam merupakan satu kesatuan. Tanpa dipisahkan berdasarkan suku maupun kebangsaan. Pengikatnya adalah akidah Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain” (HR. Bukhari-Muslim)
Saat ini kaum Muslim terpecah belah. Bukan merupakan satu tubuh. Apa yang diderita Muslim di Rohingnya dan Palestina, misalnya, dianggap bukan persoalan umat Islam lain. Pada masa Khilafah, umat Islam seluruh dunia disatukan.
Sepeninggal Rasulullah SAW, para Khalifah Rasyidin dari kalangan para sahabat meluaskan wilayahnya hingga mencakup seluruh Jazirah Arab. Penyebaran Islam terus berkembang.
Pada masa Kekhilafahan Umayyah umat Islam tersebar hingga Asia Tengah, Cina, Afrika Utara, dan Andalusia. Pada masa Umayyah juga umat Islam sampai ke Caucasus, Maroko, Sicilia, dan Spanyol sebelah Barat. Sementara, di Timur, umat Islam terus tersebar ke Bukhara, Samarkand, Khawarism, Farghana, Tasken, sampai perbatasan Tiongkok. Pada masa ini pula Islam sampai ke Indonesia. Sunanto (2005) menyatakan bahwa menurut sumber-sumber Cina, menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera 12). Rabbih sebagaimana dikutip oleh Azra (2005) mencatat bahwa pada tahun 100H (718M) Raja Sriwijaya bernama Srindrawarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhilafahan Umayah meminta dikirim da’i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya 13). Luasnya wilayah kekuasaan Islam terus berkembang hingga berakhirnya era kekhilafahan Utsmaniyah pada tahun 1924M. Umat Islam yang tersebar dalam daerah yang mencakup dua per tiga dunia ini disatukan dalam satu akidah. Mereka menyatu dalam kepemimpinan Khalifah. Hal ini menegaskan bahwa Khilafah merupakan institusi yang dapat mewujudkan terbentuknya kesatuan umat.
3 Khilafah: Wajib dan Perlu
Kewajiban tegaknya khilafah merupakan perkara syar’iy yang sudah diketahui karena urgensitasnya, ma’lumun min ad-dini bi adh-dharurah. Allah SWT berfirman:
“Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” (QS Al Maidah : 48)
Allah telah memerintahkan Rasulullah SAW untuk memberikan keputusan hukum di antara kaum muslimin dengan apa yang diturunkan Allah (Syariah Islam). Perintah tersebut pun berlaku untuk kaum muslimin. Perintah untuk menegakkan Syariah Islam tidak akan sempurna kecuali dengan adanya seorang Imam (Khalifah). Begitu juga banyak hukum yang tidak terlaksana tanpa adanya khalifah. Misalnya, ayat-ayat yang memerintahkan qishash (QS Al Baqarah: 178), had bagi pelaku zina (QS An Nuur : 2), dan had bagi pencuri (QS Al Maidah: 38) tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya khalifah. Jadi, ayat-ayat di atas hakikatnya adalah dalil tentang wajibnya mengangkat seorang Imam (Khalifah) yang menegakkan Syariah Islam itu 14). Selain itu, banyaknya problematika yang tak kunjung selesai seperti pencaplokan kekayaan alam oleh asing, pembunuhan kaum Muslim, penjajahan negeri-negeri Muslim, dan sebagainya yang tidak kunjung usai menunjukkan perlunya Khilafah.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada seorang imam/khalifah), maka matinya adalah (laksana) mati jahiliyah.” (HR Muslim).
Makna hadis ini menegaskan bahwa jika seorang muslim mati jahiliyyah karena di pundaknya tidak ada baiat, berarti baiat itu wajib hukumnya. Padahal, baiat itu hanya ada bila ada baiat kepada seorang imam (khalifah). Konsekuensinya, hadis ini menunjukkan bahwa mengangkat seorang imam (khalifah) itu wajib hukumnya 15).
Hadits lain berbunyi: “Jika ada tiga orang yang keluar dalam suatu perjalanan, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka untuk menjadi amir (pemimpin)” (HR Abu Dawud).
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa jika Islam mewajibkan pengangkatan seorang amir (pemimpin) untuk jumlah yang sedikit (tiga orang) dan urusan yang sederhana (perjalanan), maka berarti Islam juga mewajibkan pengangkatan amir (pemimpin) untuk jumlah yang lebih besar dan untuk urusan yang lebih penting 16). Kini, kaum Muslim yang berjumlah 1,6 jiwa di dunia wajib mengangkat seorang khalifah.
Keempat mazhab Ahlus Sunnah memandang wajib adanya khilafah. Syaikh Abdurrahman Al Jaziri sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hazm menyatakan: ”Para imam mazhab yang empat [Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad] rahimahumullah, telah sepakat bahwa Imamah [Khilafah] itu fardhu, dan bahwa kaum muslimin itu harus mempunyai seorang Imam (Khalifah) yang akan menegakkan syiar-syiar agama dan menolong orang yang dizalimi dari orang zalim. Mereka juga sepakat bahwa kaum muslimin dalam waktu yang sama di seluruh dunia, tidak boleh mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat atau bertentangan” 17).
4 Empat Pilar Khilafah
Khilafah merupakan sistem yang unik. Bukan demokrasi, bukan pula teokrasi. Khilafah menghasilkan sistem hidup yang khas. Landasannya ada empat pilar 18). Pertama, perubahan prinsip kedaulatan di tangan rakyat menjadi kedaulatan di tangan syara (as-siyâdatu li asy-syar’iy). Artinya, yang berhak menetapkan hukum benar-salah, halal dan haram, terpuji-tercela, dan dosa-pahala adalah hukum syara. Tegasnya, ubah seluruh sistem hukum jahiliah menjadi hukum syariat Islam. “Hukum itu hanyalah milik Allah” (TQS. Yusuf[12]:40).
Kedua, perubahan kekuasaan di tangan pemilik modal menjadi kekuasaan di tangan umat (as-sulthânu lil ummah). Artinya, pemimpin hanyalah yang dipilih oleh umat untuk menerapkan syariat. Tidak boleh kekuasaan ditentukan berdasarkan putera mahkota, misalnya. Ketiga, jadikan hak tabanni atau adopsi hukum berada di tangan khalifah. Dalam perkara-perkara individual, hukum diserahkan kepada hasil ijtihad para mujtahid. Perbedaan pendapat dijamin. Sementara, dalam masalah sistem (sosial, politik, ekonomi) khalifah mengambil salah satu pendapat terkuat diantara pendapat para mujtahid yang telah digali dari sumber-sumber hukum Islam. Hukum Islam yang diadopsi oleh khalifah inilah yang berlaku di tengah masyarakat. Keempat, menyatukan kaum Muslimin dengan mengangkat hanya satu orang khalifah untuk seluruh dunia. Dengan demikian, umat Islam benar-benar menjadi umat yang satu (ummah wâhidah).
5 Kesimpulan
Khilafah pernah memimpin dunia di segala bidang, termasuk sains, intelektual, dan keislaman itu sendiri. Kesuksesan peradaban Islam dalam kesejahteraan, pendidikan, memberikan kebebasan dan perlindungan pada semua warga dibangun di atas sistem Islam. Sistem demikian menyatukan antara kemajuan duniawi dengan ukhrawi. Khilafah juga menyatukan warga dari berbagai bangsa, warna kulit, ras, bahkan agama. Khilafah tidak menganut apa yang disebut ‘ideologi kebencian’ seperti yang ditudingkan kafir imperialis. Kegagalan kapitalisme saat ini hanya dapat diperbaiki dengan tegaknya khilafah.
Daftar Pustaka
1 George W Bush, President Bush Delivers Remarks on the War on Terror, accessed via http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/09/05/AR2006090500656.html.
2 Budiardjo M. 2003. Dasar-Dasar Politik Islam. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 46.
3 Al-Badri AA. 1998. Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Islam. Gema Insani Press. Hal. 44.
4 Gordon MS. 2005. The Rise of Islam. Greenwood Press. London. 2005. Hal. 52.
5 Najeebabadi AS. 2001. The History of Islam. Darussalam Publications. Riyadh. Vol-II. Hal. 375 (Diterjemahkan oleh Abdullah AR dan Salafi MT).
6 Bloom J dan Blair S. 2002. Islam - A thousand years of faith and power. Yale University Press. London. Hal. 97-98.
7 Armstrong K. 2002. Islam - A Short History. Phoenix. London. Hal. 47.
8 Wiet G. 1971. Baghdad: Metropolis of the Abbasid Caliphate. University of Oklahoma Press. Diakses melalui http://www.fordham.edu/halsall/med/wiet.html
9 Ibnu al-Jauziy. 1998. Manaqib Amir al-Mukminin Umar Ibn al-Khaththab. Dar Ibn al-Khaldun. Hal. 97-98.
10 As-Suyuthiy. 2005. Tarikh al-Khulafa. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah. Beirut. Hal. 146.
11 Hourani A. 2005. A History of the Arab Peoples. Faber & Faber. London. Hal. 33.
12 Sunanto M. 2005. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Rajawali Press. Hal. 8-9.
13 Azra A. 2005. Jaringan Ulama. Prenada Media. Cet. II. Hal. 27-29.
14 Ad Dumaiji AU. 1987. Al Imamah Al ‘Uzhma ‘Inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah. Tanpa penerbit. Kairo. Hal. 50-51.
15 Ibid. Hal. 52.
16 Ibnu Taimiyah. Al Hisbah. Hal. 11.
17 Ibnu Hazm. Al-Fashlu fi Al Milal wal Ahwa` wan Nihal. Jilid 4. Hal.78.
18 Al Khalidi MAM. 1980. Qawa’id Nizham Al Hukm fi Al Islam. Darul Buhuts Al Ilmiyah. Beirut. Kitab ini merupakan pendetailan dari pandangan Hizbut Tahrir yang terdapat dalam kitab-kitabnya, seperti Nizham Al Hukm fi Al Islam.
===================
Dr. Muhammad Rahmat Kurnia adalah Doktor bidang Biostatistic & Aquatic Modelling dan saat ini menjadi Dosen di Institut Pertanian Bogor. Beliau mengajar S1 di Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, mengajar pascasarjana S2 dan S3 di program studi (PS) Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, PS Pengelolaan Sumberdaya Perairan, dan PS Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan. Beberapa buku karya beliau diantaranya:
1. Perancangan Percobaan,
2. Pemodelan Ekosistem dan Sumberdaya Perairan,
3. Analisis Multifaktor untuk Pengelolaan Perairan. Beliau juga menulis di beberapa Jurnal.
Beliau belajar Islam di Pesantren Al Mishbah Bandung dan Pesantren Al-Azhhar Bogor. Beliau menulis beberapa buku Islam diantaranya : Menjadi Pembela Islam; Mereformasi Diri dengan Tauhid; Kritik Ringkas Islam Liberal; Prinsip-Prinsip Memahami Al Quran dan Hadits; Menjadi Politisi Transformatif; Meraih Kemenangan Ramadhan; Renungan Kehidupan; Berpikir Dewasa; Memekarkan Kemesraan Keluarga; Meraih Kekhusyuan Shalat; dan Fikih Cinta. Posisi di Hizbut Tahrir Indonesia sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat HTI dan sebagai Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP HTI.
================================
Jakarta International Conference of Muslim Intellectuals (JICMI)
Convention Hall of SMESCO UKM. Ahad, 15 Desember 2013

Read More..

61 Penganut Syiah Dilarang Masuk Mesir

Hidayatullah.com-Pihak keamanan bandara Kairo melarang 61 penganut Syiah dari Kanada masuk ke Mesir untuk melakukan perjalanan keagamaan setelah dari Bagdad, demikian dikutip harian nasional Al Mishri Al Yaum (06/01/2014).

Menanggapi hal ini Dr. Ahnad Rasim An Nafis juru bicara Syiah Mesir menyampaikan bahwa keputusan itu sangan disayangkan dan ia meminta agar pemerintah menjelaskan sebabnya.

Sikap Al Azhar dan Syiah

Ulama al Azhar Syeikh Ahmad Tayyib pernah menyampaikan secara langung kepada Ahmadinejad saat kunjungannya di Mesir agar menerbitkan fatwa dari rujukan Syi’ah yang melarang celaan terhadap para Sahabat Nabi.

Selain itu, dalam pertemuan tertutup, Syeikh Ahmad Tayyib juga menyampaikan keberatan al Azhar atas penyebaran aliran Syi’ah di wilayah Sunni.

Sikap Al-Azhar Mesir juga sangat jelas menyangkut taqrib (persatuan) antara Sunni-Syiah dengan syarat, kesepakatan untuk tidak mencela para sahabat.

Bahkan Syeikh Qaradhawi dalam fatwanya juga meluruskan makna ‘taqrib’ agar tidak menjadi bias dan kamuflase terhadap upaya penyebaran ajaran Syiah.*

Rep: Sholah Salim

Editor: Cholis Akbar

Topik: syiah

Read More..

Kenapa Syiah Berpusat di Iran?

(Bahasa Melayu)

Seperti yang kita ketahui, Iran adalah salah satu negara Syiah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya iaitu ‘Revolusi Islam Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, seorang pemimpin besar Syiah. Namun, pernahkah kita bertanya, “mengapa Syiah itu berpusat di Iran dan tidak di negara lain?” Untuk menjawab persoalan berkenaan, maka adalah seharusnya kita kembali kebelakang, mengkaji sejarah masa lalu.

Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi. Parsi merupakan sebuah kerajaan yang besar dimana majoriti penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api, atau lebih dikenal sebagai Zoroasterisme). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda, kerana sememangnya kota-kota di Parsi itu indah dan subur, serta peradabannya cukup maju pada masa itu.


Pada abad ke-7 Masehi, ketika cahaya Islam baru sahaja menjadi satu kuasa besar dalam percaturan kekuasaan di dunia, Islam tampil sebagai ‘rising star’ dibawah pimpinan Umar Al-Khattab. Ketika itu, Umar mengembangkan wilayah Islam sehingga ke Parsi, dimana pada ketika itu Parsi bernama Sassania. Pertempuran tentera Islam melawan tentera Parsi yang dikenali dengan nama peperangan Qadisiyah, diantara Saad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi, Rustum. Parsi akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan lagi empayar Parsi sekaligus membawa Kaisar Parsi di ambang kehancuran. Akhirnya Empayar Parsi benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masihi.

Pada ketika itu, banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka menyusun rancangan demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampur adukkan aqidah Majusi dan Yahudi. Dan antara rancangan lain yang yang termasuk dalam strategi melemahkan Islam adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan empayar Majusi Kaisar Parsi. Hal itulah yang menjadikan Syiah benar-benar benci kepada Umar Al-Khattab. Kebencian yang terlalu tinggi itu dipotretkan lagi apa bila mengagungkan Abu Lu’luah (pembunuh Khalifah Umar) dengan gelaran ‘Bapa Pembela Agama’

Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin sejurus kejatuhan Kaisar Parsi. Puteri Kaisar itu akhirnya dinikahkan dengan Hussein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, kerana ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Hussein bin Ali, ekoran Hussein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.

Disini terjawablah sudah mengapa Syiah berpusat di Iran. Syiah adalah agama yang ‘dilahirkan’ bagi membalas dendam kekalahan Kaisar Parsi terhadap Islam. Syiah adalah simbol hasad dan kemarahan kaum Parsi kepada bangsa Arab amnya dan kaum Muslimin khasnya.
http://networkedblogs.com/O7lWK
- See more at: http://www.nahimunkar.com/kenapa-syiah-berpusat-di-iran-2/#sthash.CS5avA8L.dpuf

Read More..

Neutrino, Partikel Misterius yang Lebih Cepat Dari Cahaya

Neutrino adalah suatu partikel dasar. Neutrino mempunyai spin 1/2 dan oleh sebab itu merupakan fermion. Massanya sangat kecil, walaupun eksperimen yang terbaru menunjukkan bahwa massanya ternyata tidak sama dengan nol. Neutrino hanya berinteraksi lewat interaksi lemah dan gravitasi, tak satu pun lewat interaksi kuat atau interaksi elektromagnetik.

Neutrino tercipta sebagai hasil dari beberapa jenis peluruhan radioaktif tertentu atau sebagai karena reaksi nuklir seperti yang terjadi di Matahari, pada reaktor nuklir, atau ketika sinar kosmik membentur sekelompok atom.

Neutrino pertama kali dipostulatkan pada Desember, 1930 oleh Wolfgang Pauli untuk menjelaskan spektrum energi dari peluruhan beta, yaitu peluruhan sebuah netron menjadi sebuah proton dan sebuah elektron.


Karena sifat "hantunya", deteksi eksperimental pertama dari neutrino harus menunggu hingga 25 tahun sejak pertama kali didiskusikan.



Hasil ini didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 neutrino.
Neutrino meluncur lebih cepat daripada cahaya? Hal ini tampaknya menjadi kesimpulan dari pengukuran yang dilakukan oleh tim peneliti di bawah pimpinan Dario Autiero, seorang peneliti CNRS, sebagai bagian dari eksperimen internasional OPERA. Hasil yang tak terduga ini dipublikasikan pada Jumat, 23 September 2011, pukul 2:00 (waktu Paris) dalam jurnal arXiv, dan disajikan pada hari yang sama pada pukul 4:00 am dari CERN, di Jenewa, dalam sebuah seminar yang disiarkan secara online.


Pada tahun 1905, teori relativitas Einstein telah membuktikan bahwa tidak ada yang mampu melebihi kecepatan cahaya dalam vakum. Namun, lebih dari satu abad kemudian, setelah tiga tahun pengukuran berpresisi sangat tinggi dan analisis yang kompleks, eksperimen OPERA telah membawa hasil yang sama sekali tak terduga: perjalanan neutrino secara signifikan ke depan lebih cepat daripada cahaya pada jarak yang sama dalam vakum.

Percobaan OPERA didedikasikan untuk mengobservasi dan mendeteksi sinar neutrino yang dihasilkan akselerator CERN di Jenewa dari jarak 730 km di laboratorium bawah tanah Gran Sasso, Italia. Perjalanan cahaya selama 2,4 milidetik. Namun percobaan OPERA telah mendeteksi neutrino mencapai Gran Sasso selama 60 nanodetik lebih cepat. Dengan kata lain, setelah berjalan 730 km, neutrino melewati garis finish 20 meter di depan foton hipotetis yang melakukan perjalanan pada jarak yang sama.


“Kami telah menetapkan suatu sistem yang memungkinkan kami mencapai sinkronisasi antara CERN dan Gran Sasso dengan akurasi nanodetik dan kami telah mengukur jarak antara kedua situs ke dalam 20 cm. Karena ketidakpastian yang rendah dari pengukuran ini, kami sangat yakin dengan hasil kami ini,” kata Dario Autiero, peneliti CNRS dari Institut Fisika Nuklir (IPNL) di Lyon. “Dengan demikian, kami ingin membandingkan pengukuran kami dengan eksperimen lainnya, karena tidak ada dalam data kami yang menjelaskan mengapa neutrino tampaknya berjalan sedemikian cepat.” Hasil ini didasarkan pada pengamatan lebih dari 15.000 neutrino.

“Hasil ini benar-benar tak terduga,” tekan Antonio Ereditato, dari University of Bern dan juru bicara untuk eksperimen OPERA. “Penelitian dan verifikasi selama berbulan-bulan belumlah cukup untuk mengidentifikasi efek instrumental yang bisa menjelaskan hasil dari pengukuran kami ini. Selagi para peneliti yang mengambil bagian dalam eksperimen ini akan terus bekerja, mereka berharap membandingkan hasil mereka ini dengan eksperimen lain sehingga bisa sepenuhnya menilai sifat pengamatan ini.

Sejauh ini, kecepatan cahaya selalu dianggap tak mampu diungguli. Semestinya ini tidak menjadi kasus, ini bisa membuka perspektif teoretis yang sama sekali baru. Mengingat dampak besar yang dihasilkan itu bisa terjadi pada fisika, pengukuran independen diperlukan pada efek yang terobservasi untuk memperoleh kepastian apakah nantinya terbantahkan atau sebaliknya menjadi mapan. Inilah alasan mengapa para peneliti dalam kolaborasi OPERA ingin mengirimkan hasil ini untuk pemeriksaan sesama fisikawan di seluruh dunia.

Percobaan OPERA diresmikan pada tahun 2006 untuk mengamati transformasi langka (osilasi) dari neutrino muon ke neutrino tau. Salah satu osilasi yang terdeteksi pada tahun 2010, menunjukkan kapasitas eksperimen yang unik dalam hal deteksi sinyal neutrino tau yang sulit dipahami.
Empat laboratorium CNRS yang terlibat dalam percobaan OPERA adalah Institut Fisika Nuklir INPL di Lyon (CNRS/Université Claude Bernard-Lyon 1), Institut Pluridisciplinary Hubert Curien (CNRS/Université de Strasbourg), Laboratorium Akselerator Linear (CNRS/Université Paris-Sud 11), yang berpartisipasi hingga tahun 2005, Laboratorium Fisika Partikel di Annecy le Vieux (CNRS/Université de Savoie)

Read More..

Siapakah Yang Paling Luar Biasa Imannya?

Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah yang paling luar biasa imannya?”

Para sahabat menjawab, “Malaikat, ya Rasulallah.”

Balas Rasulullah, “Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, kerana mereka sentiasa di sisi Allah.”

Seketika terdiam para sahabat, dan menjawab lagi, “Para nabi, ya Rasulallah.”

Rasulullah berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya, kerana mereka menerima wahyu daripada Allah.”
Para sahabat mencuba lagi, “Kalau begitu, kamilah yang paling beriman.”

Jawab Rasulullah, “Aku berada di tengah-tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman.”

Lalu, salah seorang daripada sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah dan Rasul-Nya sahajalah yang mengetahui.”

Maka dengan nada perlahan, Rasulullah berkata, “Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca al-Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman denganku.”

Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih, “Sesungguhnya, aku rindukan mereka….”

Sollu ‘alan nabi..

— Ustaz Riduan Mohamad Nor

Read More..

Selasa, 14 Januari 2014

Pokok-Pokok Akidah Syi’ah

Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhum setiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/224)

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Zat Yang Maha Sempurna nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Saudaraku, sesungguhnya jalan kebenaran sangatlah jelas, begitu pula jalan kesesatan begitu gamblangnya. Semuanya telah ditunjukkan oleh Allah Ta’ala dan diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sejelas-jelasnya. Maka barangsiapa yang mengambil petunjuk dari Allah dan rasul-Nya dia akan meniti jalan kebenaran, sedangkan yang meninggalkannya akan terjerumus ke dalam jurang kesesatan. Di antara kelompok yang jauh menyimpang dari ajaran Allah dan rasul-Nya adalah ajaran Syi’ah. Walaupun mereka mengaku Islam, namun hakekatnya mereka bukanlah Islam. Kita akan lihat bagaimana akidah dan keyakinan Syi’ah yang disebutkan dalam kitab-kitab mereka sehingga kita bisa menilai siapa mereka sesungguhnya.


Akidah Syi’ah Tentang Nama dan Sifat Allah

Di antara akidah Syi’ah tentang nama dan sifat Allah adalah :

Syi’ah menafikan (meniadakan) sifat nuzul (turun-Nya Allah) bagi Allah ke langit dunia dan menghukumi kafir bagi yang menetapkan hal tersebut. (Ushuulul Kaafi 1/103).
Syi’ah menyifati imam-imam mereka dengan sifat-sifat Allah dan menamai mereka dengan nama-nama Allah Ta’ala. (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/103)

Akidah Syi’ah Tentang Tauhid

Di antara akidah Syi’ah berkenaan dengan tauhid adalah :

Syi’ah meyakini bahwa planet-planet dan bintang-bintang mereka memiliki pengaruh bagi kebahagaiaan dan kesengsaraan serta nasib masuk surga dan neraka (Ar Raudhatu minal Kaafi 8/2103)
Syi’ah meyakini bahwasanya syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah harus disertai dengan persaksian bahwa Ali adalah wali Allah. Merka senantiasa mengulang-ulangnya dalam adzan mereka dan setiap setelah selesai shalat dan ketika mentalkin orang yang sudah meninggal. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/82)
Syi’ah meyakini bahwa Allah mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali, namun Jibril keliru memberikan wahyu kepada Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam (Kitab Al Maniyatu wal Amal fii Syarhil Milal Wan Nahl 30)

Akidah Syi’ah Tentang Al Qur’an


Di antara akidah Syi’ah tentang Al Qur’an adalah :

Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’an yang sekarang ada bukanlah Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad shalllahu ‘alaihi wa sallam, bahkan sudah diganti, diberi tambahan, dan dikurangi. Muhaddits Syi’ah meyakini bahwa sudah ada perubahan dalam Al Qur’an sebagaimana disebutkan oleh An Nauri At Tabrasi dalam kitab Faslul Khitab fii Tahrifi Kitabi Rabbil Arbaab.
Syi’ah meyakini bahwa Al Qur’anul Karim ada yang kurang dan Al Qur’an yang sesungguhnya naik ke langit ketika para sahabat murtad. (Kitab At Tanbih war Radd 25)

Akidah Syi’ah Tentang Ali dan Ahlul Bait


Di antara akidah Syi’ah tentang Ali dan Ahlul Bait adalah :

Menurut Syi’ah bahwa yang pertama kali akan ditanyalan pada mayit di kuburnya adalah tentang kecintaan terhadap Ahlul Bait (Kitab Baharul Anwar 27/79).
Syi’ah mengatakan bahwa Ali dapat menghidupkan mayit (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi 1/90-91)
Para ulama Syi’ah mengatakan bahwa debu dan lumpur di kubur Al Husain adalah obat untuk segala penyakit (Kitab Al Amaliy 318)

Akidah Syiah Tentang Sahabat Nabi

Di antara akidah Syi’ah tentang sahabat Nabi adalah :

Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa yang melaknat Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Aisyah, Hafsah radhiyallahu ‘anhum setiap selesai shalat maka dia sungguh telah mendekatkan diri kepada Allah dengan pendekatan diri yang paling utama. (Kitab Furuu’il Kaafi 3/224)
Syi’ah meyakini bahwa seluruh manusia murtad setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali empat orang : Salman Al Farisi, Abu Dzar Al Ghifari, Miqdad bin Aswad, dan ‘Ammar bin Yasir (Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)
Syi’ah meyakini bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk menyembah berhala, dan iman beliau seperti imannya orang Yahudi dan Nasrani. Abu Bakar shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara berhala tergantung di lehernya dan Abu Bakar sujud kepadanya. (Lihat Baharul Anwar 25/172)
Sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar keduanya telah kafir.. dan orang yang mencintai keduanya maka dia juga kafir. (Haqqul Yaqin 522)
Syi’ah mengatakan bahwa ‘Utsaman bin Affan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk orang yang secara lahir menampakkan Islam namun menyembunyikan sifat munafik. (Kitab Al Anwar An Ni’maaniyah 1:81)
Syi’ah meyakini bahwa barangsiapa berlepas diri dan menolak tiga khalifah -yakni Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman- dalam setiap malam, apabila dia mati di malam tersebut maka dia masuk surga (Lihat Kitab Ushuulul Kaafi)

Akidah Syi’ah Tentang Istri-Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


Syi’ah meyakini bahwa ‘Aisyah binti Abu Bakar dan Hafsah binti ‘Umar kafir (Kitab Tafsir Al Qumi 597)
Syi’ah meyakini bahwa salah satu pintu neraka adalah untuk ‘Asiyah radhiyallahu ‘anha (Lihat Tafsir Al ‘Ayasyi 2/362)
Syi’ah mengatakan bahwa ‘Aisyah adalah wanita pezina (Lihat Kitab ‘Ilalul Syaraa-i’ 2:565 dan Haqqul Yaqin 347)

Akidah Syi’ah Tentang Imam-Imam Mereka


Di antara akidah Syi’ah tentang imam-imam mereka adalah :

Syi’ah menyakini bahwa imam-imam mereka adalah perantara antara Allah dan makhluk-Nya (Kitab Baharul Anwar 23/5-99)
Syi’ah tidak membedakan antara Allah dan imam-imam mereka (Lihat Mashabihul Anwar 2/397)
Syi;ah meyakini bahwa imam-imam mereka tidaklah berbicara keculai berdasarkan wahyu (Kitab Baharul Anwar 17/155)
Syi’ah meyakini bahwa imam-imam mereka memiliki kedudukan yang tidak dapat dicapai oleh para nabi dan malaikat (Al Hukumah Al Islamiyah 52)
Syi’ah meyakini bahwa perhitungan amal seluruh makhluk pada hari kiamat adalah kepada imam mereka (Kitab Al Fushuul Muhimmah fii Ushuulil Aimmah 1:446)
Syi’ah meyakini bahwa menziarahi kuburan para imam dan wali mereka merupakan suatu kewajiban dan kafir bagi yang meninggalkannya ( Kitab Kamaluz Ziyaarat 183)

Akidah Taqiyyah

Yang dimaksud taqiyyah menurut ulama Syi’ah adalah adalah
(( التقية أن تقول أو تفعل غير ما تعتقد، لتدفع الضرر عن نفسك أو مالك او لتحفظ بكرامتك))

Taqiyyah adalah berkata atau berbuat yang tidak sesuai dengan apa yang diyakini, untuk menghindari mudharat yang mengancam jiwa dan hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu.

Di antara akidah Syi’ah tentang taqiyyah adalah :


Mereka mengatakan : “ Tidak ada iman bagi yang tidak melakukan taqiyyah” (Syarhu ‘Aqaaids Shudduuq 261)
Menurut Syi’ah, barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah seperti meninggalkan shalat dan meninggalkannya termasuk dosa besar.. Mereka bermualah bersama kita dan melaksanakan sunnah dengan taqiyyah. Bahkan mereka mengatakan : “ Barangsiapa yang meninggalkan taqiyyah maka dia kafir dari agama Allah. (Kitab Man Laa Yahdharahul Faqiih)
Disebutkan dalam kitab Ushuulul Kaafi dari Abu ‘Abdillah, dia mengatakan : “Ber-taqiyyah-lah dalam agama kalian, dan berhujjahlah dengan taqiyyah, sesungguhnya tidak ada iman bagi yang tidak ber-taqiyyah”

Yang disebutkan di atas hanyalah sebagian saja dari kesesatan akidah – akidah Syi’ah. Masih banyak akidah-akidah lainnya yang menyimpang dari ajaran Islam
Komentar Para Ulama Tentang Syi’ah

Untuk lebih menunjukkan kesesatan Syi’ah, berikut kami nukilkan beberapa komentar para ulama besar tentang ajaran Syi’ah.
قال شيخ الاسلام ابن تيمية – رحمه الله رحمة واسعة – : (( وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والاسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف، والكذب فيهم قديم، ولهذا كان أئمة الاسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب ))

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Ahli ilmu telah sepakat bahwa Syi’ah Rafidhah merupakan kelompok paling pendusta, dan kedustaan mereka sudah lama dan usang. Oleh karena itu para ulama Islam mengetahui kekhususan mereka dengan banyaknya kedustaan yang ada pada mereka”.
(( سئل مالك – رحمه الله – عن الرافضة فقال : لاتكلمهم ولا تروي عنهم فإنهم يكذبون. ))

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang Rafidhah, beliau mengatakan : “ Jangan berbicara dengan mereka, jangan meriwayatkan dari mereka karena mereka adalah pendusta”.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang firman Allah :
محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التوارة ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطئه فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud . Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min)” (Al Fath:29)
(( ومن هذه الآية انتزع الإمام مالك – رحمة الله عليه – في رواية عنه بتكفير الروافض الذين يبغضون الصحابة – رضوان الله عليهم – قال : لأنهم يغيظونهم ومن غاظ الصحابة – رضي الله عنهم – فهو كافر لهذه الآية )).

Beliau rahimahullah mengatakan : “Berdasarkan ayat ini Imam Malik mengkafirkan Rafidhah yang membenci para sahabat . Karena mereka tidak suka kepada para sahabat. Barang siapa yang tidak suka (benci) kepada sahabat, maka dia telah kafir berdasarkan ayat ini.
وقال أبو حاتم : (( حدثنا حرملة قال : سمعت الشافعي – رحمه الله – يقول لم أرَ أحداً أشهد بالزور من الرافضة )).

Abu Hatim mengatakan : “ Telah menceritakan kepadaku Harmalah, dia berkata : “Aku mendengar Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan” : “ Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih parah kejelekannya daripada Syi’ah Rafidhah”

Setelah menyimak pembahasan di atas, silakan para pembaca menilai sendiri. Berdasarkan akidah-akidah yang ada pada mereka, jelas menunjukkan kesesatan mereka. Begitu jauhnya mereka dari ajaran agama Islam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita jalan yang lurus dan senantiasa memberi taufiq agar kita istiqamah di atasnya.

Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.

Sumber :

‘Aqaaid Asy Syi’ah bi Ikhtisar min Kutubihim oleh Abdullah bin Abdul Aziz Al ‘Atibi di http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=176551

Min ‘Aqaaid Asy Syi’ah karya Abdullah bin Muhammad As Salafi



Penulis: Adika Mianoki
Artikel Muslim.Or.Id
- See more at: http://www.nahimunkar.com/pokok-pokok-akidah-syiah-3/#sthash.xnGHzJXH.dpuf

Read More..