Jumat, 29 Juni 2012

Facebook Konpirasi Pendiri Facebook Anggota Illuminati Yahudi?

Pernahkah Anda penasaran, mengapa pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg begitu senang memakai hoodie (jaket bertudung-red)? Pekan lalu, saat diwawancarai oleh Kara Swisher dan Walt Mossberg dari All Things Digital, di konferensi D8 di Rancho Palos Verdes, California, Zuckerberg menyingkap ‘rahasia’ jaketnya. Saat dihujani pertanyaan mengenai privasi, keringat Zuckerberg mengucur deras sehingga ia pun melepas jaket tudungnya itu. Ternyata jaket itu menarik perhatian Kara Swisher, karena di dalam jaket itu terdapat simbol bergambar lingkaran beserta anak panah yang menuju ke enam penjuru arah mata angin. Di titik pusat keenam anak panah itu, terbentuk lambang bintang daud. “Apa ini, apakah kamu ikut semacam pemujaan setan,” kata Kara Swisher sambil melihat jaket milik Zuckerberg, dikutip dari situs SFWeekly. Swisher juga menambahkan bahwa gambar di jaket itu mengingatkan dia pada simbol illuminati. Sementara Gawker.com menambahkan bahwa simbol itu juga mempresentasikan wajah iblis Beelzebub pada mitologi Yahudi. Zuckerberg sendiri sudah banyak diketahui sebagai anak keturunan dari pasangan keluarga Yahudi-Amerika, Edward dan Karen Zuckerberg. Saat kuliah di Di Harvard, pria yang kini berusia 26 tahun itu, juga bergabung dengan Alpha Epsilon Pi, sebuah organisasi persaudaraan Yahudi. Namun, menurut sumber SF Weekly, belum ada bukti-bukti yang cukup kuat bahwa terdapat ritual-ritual rahasia semacam yang dilakukan oleh kelompok illuminati, di Facebook. ImageLogo tersebut hanya digambarkan sebagai pernyataan misi tak resmi Facebook, karena tulisan di gambar itu senada dengan apa yang selalu ditekankan oleh Zuckerberg. “Facebook, Making the World Open dan Connected.”
Namun, jaket tersebut keburu menghebohkan. Menurut laporan dari TechCrunch, salah seorang yang juga memiliki jaket yang sama persis, melelangnya lewat eBay. “Ini adalah edisi terbatas, cuma dimiliki oleh karyawan. Saya diberikan jaket ini oleh salah seorang karyawan Facebook, namun sekarang bisa Anda miliki,” kata pelelang jaket ini di eBay. Sampai berita ini diturunkan, jaket ini sudah ditawar seharga US $1,525 atau sekitar Rp 14 juta.(vivanews) Pernahkah anda memikirkan kenapa Mark selalu dan senang menggunakan jaketnya? Yap, mungkin simbol di dalam jaketnya akan menjawab pertanyaan di atas, berikut simbolnya:
Dan, bintang David mungkin adalah salah satu yang akan langsung terpikirkan oleh kita. "Making The World Open And Connected" adalah misi pembuatan facebook oleh Mark. Tetapi kenapa harus bintang David? Itulah pertanyaan yang muncul saat ini. Facebook dengan NWO? Pernah disebutkan bahwa Mark adalah salah satu anggota dari perkumpulan rahasia Freemason yang dijadikan sebagai alat oleh illuminati untuk menciptakan Pemerintahan Dunia Baru melalui jejaring sosial. Efek ketergantungan akan facebook-lah yang dijadikan alasan oleh para pengamat konspirasi sebagai bukti bahwa facebook digunakan untuk menciptakan NWO. Pernahkah terpikir di benak anda bahwa yang menggunakan facebook bukan hanya orang biasa seperti saya ini tetapi juga pejabat-pejabat tinggi lain? Pernahkah terpikir di benak anda bila facebook menggunakan data-data dalam databasenya untuk digunakan sebagai monitor pergerakan orang-orang penting dunia yang mendaftar ke facebook? Pernahkah anda terpikir walaupun facebook mengatakan "It's free and always will be" tetapi data yang dimasukkan ke database tidak pernah bisa dihapus?

Read More..

Kamis, 28 Juni 2012

Kapan dan Bagaimana Nabi Isa Turun ke Bumi?

SETELAH Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa ‘alaihissalam untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran; beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat. Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah / menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya. Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. 

Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surge,” (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68). Ibnu Katsir berkata, “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini,” (Shahih Muslim). 

Tersebarnya Keamanan dan Barakah pada Zaman Isa AS Betapa menyenangkan seandainya kita termasuk yang mendapatkan karunia untuk tinggal semasa dengan nabi Isa as. Karena di masa beliau kehidupan manusia benar benar aman dan damai, bahkan kedamaian itu bukan hanya milik manusia, tetapi juga merata hingga kepada binatang. Zaman Isa ‘alaihissalam (setelah turun kembali ke bumi) ini merupakan zaman yang penuh keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran serta kelapangan. Allah menurunkan hujan yang lebat, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta banyak barakahnya, harta melimpah ruah; dendam, dengki, dan kebencian hilang sirna. Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan tentang Dajjal, turunnya Isa, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj pada zaman Isa ‘alaihissalam, dan do’a Isa agar mereka dihancurkan, Rasulullah saw bersabda: “… Kemudian Allah menurunkan hujan, dan tak ada rumah tanah liat maupun bulu yang dapat menahan airnya, lantas mencuci bumi hingga bersih seperti cermin kaca. Kemudian diperintahkan kepada kami: ‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah barakahmu.’ 

Maka pada hari itu sejumlah orang dapat memakan buah delima dan bernaung di bawahnya. Dan susupun diberi barakah, sehingga susu seekor unta bunting yang sudah dekat melahirkan dapat mencukupi banyak orang, susu seekor sapi mencukupi untuk orang satu kabilah, dan susu seekor kambing mencukupi untuk satu keluarga….” Shahih Muslim, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal 18: 63-70. Rasulullah saw bersabda : “Demi Allah, sesungguhnya Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil, akan membebaskan jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling membenci, dan saling dengki akan hilang, dan orang-orang akan memanggil-manggil orang lain yang mau menerima hartanya (shadaqahnya), tetapi tidak ada seorangpun yang mau menerimanya,” Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai­hissalam 2:192. Imam Nawawi berkata, “Maknanya, bahwa pada saat itu orang-orang sudah tidak tertarik lagi untuk memelihara unta karena banyaknya harta kekayaan, keinginan sedikit, kebutuhan tidak ada, dan sudah tahu bahwa kiamat telah dekat. Dan disebutkannya lafal al-qilash (unta muda) dalam hadits ini karena unta muda itu merupakan harta yang paling baik bagi bangsa Arab (pada waktu itu). Kiamat di Ambang Pintu Masa tinggal Isa di bumi setelah turun dari langit menurut riwayat adalah se­lama tujuh tahun, dan menurut sebagian riwayat yang lain lagi selama empat puluh tahun. Setelah itu wafat pula Imam Mahdi dan Al Qahthani yang melanjutkan kepemimpinannya. Tidak lama setelah itu, terbitlah matahari dari barat dan binatang melata yang keluar dari perut bumi yang memberikan tanda kufur dan iman atas setiap manusia. Ketika itu setiap mukmin segera mengetahui bahwa itulah detik detik kemunculan angina lembut dari yaman yang akan mencabut nyawa setiap mukmin. Setelah itu, tidak seorangpun manusia yang masih memiliki keimanan kecuali akan menemui ajalnya. Ketika seluruh penduduk manusia tidak lagi menyebut Allah, itulah kondisi seburuk-buruk manusia, dan kepada merekalah kiamat akan terjadi. Wallahu a’lam bish shawab. http://yasirmaster.blogspot.com/

Read More..

Senin, 25 Juni 2012

Teleportasi Obama Ke Mars Lalui Ruang Waktu?

Antara tahun 1981 dan 1983, Barack Obama dikabarkan telah ‘mengunjungi Mars’ dan mereka menggunakan teleportasi, lubang cacing yang diduga sebagai pintu ruang waktu. 

Basiago juga menyatakan bahwa Barack Obama pernah menjadi bagian dari program pelatihan kembali Mars pada tahun 1980, ketika dia dikenal sebagai Barry Soetoro. Kursus ini sedang dijalankan oleh Ed Dames di College of the Siskiyous dekat Gunung Shasta di California. William B. Stillings, juga salah satu dari 10 siswa yant dilatih dan ia telah mengkonfirmasi apa yang telah dinyatakan Basiago. Dames Mayor, juga dikenal sebagai pelopor penggunaan remote viewing, namun saat ini dia bekerja sebagai ilmuwan dan perwira intelijen teknis pasukan Amerika Serikat. Basiago dan Stillings mengatakan bahwa mereka kemudian menemui Obama (Barry Soetoro) selama kunjungannya ke fasilitas Amerika Serikat yang belum sempurna di Mars antara tahun 1981 dan 1983. Bagaimana menurut Anda? Apakah cerita ini tampak konyol? Dan kali ini saya ingin mengulas teori konspirasi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di awal tahun 1980-an. Banyak orang menganggap bahwa cerita ini hanya fantasi (SciFi), tapi tak ada salahnya kita mencari tahu tentang kebenaran Obama berada di Mars. Dulu,… terbang ke luar angkasa dianggap sebagai cerita fiksi, tapi sekarang justru menjadi kenyataan. Sama halnya dengan artikel kali ini, mengapa dalam sepuluh tahun terakhir banyak ilmuwan berusaha keras memecahkan misteri lubang cacing (wormholes), ruang waktu atau perjalanan waktu, dan bumi berongga. Begitupula dengan Marie D. Jones dan Larry Flaxman yang merilis buku mereka akhir Juli 2012, menceritakan teori ruang waktu, lubang cacing dan dunia bawah. 

Lubang Cacing Dan Ruang Waktu, Teleportasi Bumi Ke Mars 

Menurut Teori Relativitas Einstein, gravitasi merupakan lengkungan ruang waktu. Bahwa massa suatu obyek membuat kurva ruang waktu yang melengkung seperti cekungan di wilayahnya, gaya gravitasi diperkuat dan menarik massa lain yang terdekat. Seandainya kita bisa melakukan ‘pembalikan’ gravitasi, jika gaya gravitasi bumi awalnya di bawah kaki, tapi tiba-tiba akan berbalik ke titik tinggi di atas kepala Anda, apa yang mungkin Anda alami? Pembalikan ruang waktu memiliki implikasi yang luas, melibatkan perjalanan ke masa lalu dan perjalanan antar ruang yang tidak terfikirkan. Lubang cacing, jembatan Einstein-Rosen yang merupakan properti geometris dari sebuah lubang hitam berwujud ‘rongga’ yang melekat pada dimensi atau alam semesta lain. Dalam dua eksperimen terbaru di CERN (Swiss site of the Large Hadron Collider) sinar Neutrino (Beam) mencatat perjalanan 60 nanodetik lebih cepat dari kecepatan cahaya, Neutrino beam tampaknya telah melewati ke berbagai masa. Jika percobaan CERN terbukti akurat, mereka dapat membuka kemungkinan perjalanan ruang waktu ke masa lalu atau perjalanan waktu yang nyaman menuju galaksi lain. ruang waktu, lubang cacing, rongga bumi Lubang cacing Bumi, Mars, Venus / Image by Cutpen Pada tahap awal pembentukan tata surya Bima Sakti, fragmen dari materi yang keras terhempas secara terpisah tetapi tetap di ‘lingkaran Quantum’ atau superposisi. Keterkaitan teori Quantum merupakan fenomena yang menghubungkan dua partikel sedemikian rupa, sehingga perubahan pada salah satu partikel seketika tercermin, meskipun mungkin terlihat secara fisik dipisahkan dalam beberapa tahun cahaya. Albert Einstein menjelaskan superposisi sebagai ‘Spooky action at a distance’. Beberapa massa bintang yang dikeluarkan akhirnya tergabung ke dalam gugusan planet dan bulan. Tapi banyak partikel terus berlanjut di ‘belitan kuantum’, karena berbagi superposisi identik yang dihubungkan oleh jembatan Einstein-Rosen (atau membentangkan ruang waktu di lubang cacing). Karena ikatan ini terjadi pada tahap awal, materi dalam ‘belitan Quantum’ mungkin ditemukan didalam atau dekat dengan inti planet.

 Hipotesis Bumi Berongga (Hollow Earth hypothesis) pertama kali dikemukakan pada tahun 1692 oleh astronom Inggris ‘Edmund Halley’. Dia mengatakan bahwa planet bumi benar-benar kosong atau membungkus ruang interior yang luas. Bumi berongga diduga mengandung matahari interior kecil. Dikatakan pintu masuk di sebelah kutub utara dan selatan. Selama Perang Dunia II, Adolf Hitler mengirimkan sebuah ekspedisi ke Pulau Baltik-Rugen untuk mencari bukti rongga Bumi. Teori yang bertahan beberapa abad itu, kini menuai kilas balik dan terikut kembali dalam jadwal penelitian ilmuwan. Bahwa ruang kosong yang menghubungkan kutub utara dan selatan benar-benar merupakan leher ‘lubang cacing’ ruang dan waktu, dan matahari interior sebenarnya adalah lubang hitam berputar, yang dihalangi sebuah cakrawala peristiwa di Bumi. Laura Magdalena Eisenhower adalah cucu mantan presiden Amerika Serikat (Dwight Eisenhower). Dia mengatakan bahwa para pemimpin dunia telah membuat kontak dengan alien, Laura mengatakan Amerika Serikat telah membentuk pangkalan luar angkasa rahasia. Dia mengungkapkan bahwa pada tahun 2006 dan 2007, dirinya diundang untuk bergabung dengan Secret American ‘koloni di Mars’. Andrew D. Basiago dan William B. Stillings menyatakan dalam website Exopolitics, di masa lalu mereka telah ‘melangkah’ melalui ruang dan waktu untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat, mereka menutupi ‘program CIA‘ yang berada di perguruan tinggi California. Antara tahun 1981 dan 1983, Barack Obama dikabarkan telah ‘mengunjungi Mars’ dan mereka menggunakan teleportasi yang disebut lompatan ruang waktu. Regina Dugan, seorang direktur DARPA juga diduga merupakan anggota program ini. Ruang Waktu Berada Di Dunia Bawah? Pada musim gugur 2009, seorang agen intelijen veteran diaktifkan kembali ke dalam program lembaga pertahanan. Pengakuannya bahwa dia telah berjalan di dunia lama, melalui jalan-jalan di sebuah kota Mediterania timur. Dia menatap ke bawah dan struktur memvisualisasikan keadaan di bawah trotoar, melihat ke sejarah. 

Di masa lalu, dia telah melakukan percobaan inovatif dengan eksplorasi terpencil. Dia menggambarkan tampilan yang meyakinkan kota kuno di rongga bumi: Seperti lift Berghof yang eksotis,… pembangunan yang terinspirasi dari tukang batu dan arsitek Bavaria merupakan sugestif Nazi Jerman, diduga berada di National Southern Redoubt, sebuah benteng dalam tanah yang dibangun Jerman untuk membalas serangan. Sekutu kemudian mengatakan bahwa benteng itu hanya ada dalam imajinasi Jerman, mencari senjata atom Nazi di dekat Mediterania. Di sini, didukung oleh alam dan senjata rahasia yang paling efisien dan belum ditemukan, kekuatan yang sampai sekarang dipandu Jerman akan bertahan untuk menata kembali kebangkitan dunia mereka, berikut persenjataan akan diproduksi di pabrik-pabrik tahan serangan bom, makanan dan peralatan akan disimpan dalam gua-gua bawah tanah yang luas dan korps khusus memilih pemuda yang akan dilatih dalam perang gerilya, sehingga seluruh tentara bawah tanah dapat dilengkapi dan diarahkan untuk membebaskan Jerman dari pasukan pendudukan (Supreme Headquarters Allied Expeditionary Force, Weekly Intelligence Summary, March 11, 1945). Dalam mata batinnya, kecerdasan ‘Malaikat Penjaga’ tergambar di dinding ruang istirahat, dan lempengan perisai radiasi dengan kunci udara yang membuka seperti pintu kapal selam. Beberapa pintu seperti berbaris di sepanjang bagian gelap di mana sebuah terowongan rel mengarah turun ke kawah jurang. Di balik pintu ruangan itu terdapat lompatan ruang waktu yang diciptakan dari ‘belitan Quantum’, dihubungkan melalui jembatan Einstein-Rosen. Satu ruangan berbagi superposisi yang sama dengan daerah rongga Mars (bawah tanah). Di balik pintu lainnya merupakan saluran ‘Quantum-string’ ke bagian rongga (bawah tanah) Venus. Elit global memainkan teka-teki rahasia dari kota kuno mereka, penduduk lokal dipaksa ke dalam kemiskinan dan kemelaratan yang mengancam akan menghapus Euro. Lubang Cacing, Pintu Teleportasi Marie D. Jones dan Larry Flaxman dalam buku terbaru yang dirilis Juli 2012 (This Book is From the Future: A Journey Through Portals, Relativity, Worm Holes, and Other Adventures in Time Travel) menjelaskan bagaimana Albert Einstein merumuskan ‘teori waktu’ perjalanan ke masa lalu, mungkin berada didalam materi alam semesta yang berputar. Teorema Godel diduga melingkar atau berada dijalur spiral yang memungkinkan untuk kembali ke masa lalu dan kembali ke masa sekarang. Fisikawan kemudian menyatakan bahwa Godel bagian dari alam semesta, jika terbatas akan menghilangkan aspek perjalanan ruang waktu. Jones dan Flaxman menggambarkan lubang cacing Lorenztian dan menjelaskan bahwa lubang hitam akan menjadi titik masuk, dan lubang putih sebagai pintu keluar. Masalah implementasi praktisnya, ketika masuk ke dalam lubang hitam akan bertemu dengan gravitasi yang tak terbatas dan hancur, atau membentang ke ruang hampa (efek gravitasi bumi yang tidak dimengerti). Sementara efek Casimir membuktikan bahwa kepadatan energi negatif bisa terjadi di alam semesta. Secara logis, kepadatan energi negatif dapat menjadi mekanisme yang diperlukan untuk menstabilkan titik masuk dari lubang cacing secara cukup lama, untuk dapat melakukan perjalanan dengan aman. Hipotesis Steven Hawking tentang membangun mesin waktu mengtakan: “Yang Anda butuhkan adalah sebuah lubang cacing, Large Hadron Collider, atau roket yang sangat,… sangat cepat.” Charlette Anne Mobley dan Eleanor Jordain, dua pendidik yang diduga memiliki ‘catatan perjalanan waktu’ di taman-taman Versailles pada tahun 1901. Dua pendidik sedang mencari jalan yang mengarah ke Petit Trianon istana pribadi Marie Antoinette, ketika mereka memasuki ruang waktu secara harfiah ke masa lalu. Orang-orang di sekitar mereka tampak membeku (dalam waktu), tidak ada efek cahaya dan bayangan. Tidak ada angin yang menggoyangkan dahan pohon. Pada satu titik, mereka mengitari gedung dan kembali ke keadaan normal. Karya Jones dan Flaxman, mungkin akan mengalami banyak perdebatan dalam sains Fisika atas gagasan perjalanan waktu dan lubang cacing, hingga model kerja ruang waktu yang dibangun dan diuji dalam tahun-tahun mendatang.

Read More..

Minggu, 24 Juni 2012

Prediksi Ilmuwan: Waktu Akan Berhenti Total

Waktu terasa seperti sedang berjalan menjauh dari kita sebagai langkah peningkatan hidup namun menurut para ilmuwan, pada masa mendatang waktu akan berhenti total. Teori berakhirnya waktu ditemukan oleh sejumlah peneliti dari dua universitas Spanyol yang mencoba menjelaskan mengapa alam semesta tampaknya menyebar terus menerus dan mempercepat laju. Pengamatan dari supernova atau ledakan bintang, menemukan bahwa gerakan cahaya mengindikasikan pergerakkan itu terjadi lebih cepat dan lebih mendekati pusat alam semesta. Namun para ilmuwan mengklaim sebuah teori dari kekuatan yang berlawanan dengan gravitasi atau dikenal sebagai energi gelap adalah salah dan mengatakan realitasnya bahwa pergerakkan alam semesta telah melambat. Profesor Jose Senovilla, Marc Mars dan Raul Vera dari University of the Basque Country serta University of Salamanca mengatakan perlambatan waktu sangat berangsur-angsur dan itu tak terlihat oleh manusia. 

 Pendapat yang dipublikasikan dalam jurnal Physical Review D, mengklaim bahwa energi gelap tidak eksis--saat mereda ke satu titik ketika akhirnya akan berhenti berputar dalam waktu lama setelah planet ini tidak lagi eksis. Perlambatan waktu akhirnya akan tampak berlangsung lebih cepat dan lebih cepat hingga akhirnya menghilang. Profesor Senovilla mengatakan kepada New Scientist "Kemudian semuanya akan dibekukan, seperti potret dari satu jaman, untuk selamanya." Gary Gibbons, seorang kosmolog Universitas Cambridge, mengatakan kepada situs web RT bahwa teori itu terdengar tidak masuk akal. "Kami percaya bahwa saat itu akan muncul Big Bang dan jika waktu bisa muncul, kemungkinan menghilang sebagaimana efek sebaliknya," katanya. (Erabaru/Telegraph/sua)

Read More..

Kamis, 21 Juni 2012

Amerika Adalah "New Atlantis", Negara Freemasonry

Amerika Serikat tidak pernah menjadi sebagai sebuah negara yang dimiliki rakyatnya sendiri. Amerika Serikat didirikan oleh Freemasonry Inggris dalam rangka melanggengkan penipuan Freemasonry terhadap 'kebebasan rakyat Amerika.' Dua ribu lima ratus tahun lalu, filsuf Yunani, Plato menggambarkan Atlantis sebagai sebuah masyarakat yang ideal, yang ribuan tahun sebelumnya hancur dalam beberapa peristiwa bencana besar yang tidak diketahui. Bencana tersebut mungkin merupakan sebuah peristiwa Tsunami raksasa, atau merupakan aktivitas gempa bumi besar gunung berapi, namun tidak diketahui alasan sebenarnya terhadap kematian mendadak. Sejak deskripsi Plato tentang dunia 'utopis' ini menjadi dikenal secara luas, para elite telah berusaha untuk menciptakan deskripsinya ddengan segala aspek kebesarannya. Pada awal abad ke-17, Sir Francis Bacon, menulis karya klasiknya berjudul "The New Atlantis", menyebutkan bahwa Amerika merupakan lokasi ideal dalam mewujudkan mimpi yang sudah lama disimpan oleh Rosicrucian dan para pendahulu Freemasonry. Bacon adalah seorang pemimpin gerakan Rosicrucian dan organisasi yang relatif masih muda pada waktu itu yang nantinya akan menjadi Freemasonry. Para anggota Rosicrucian dan Freemason tiba di Amerika dengan jumlah yang sangat banyak sewaktu terjadi migrasi besar-besaran pada paruh pertama abad ketujuh belas. bacon Sir Francis Bacon Freemason di Amerika mempraktekan hal yang persis sama sebagaimana seperti yang dialkukannya di Eropa, menanamkan desain rahasia mereka pada bangunan di seluruh kota dan termasuk di wilayah yang lebih luas. Sebagai contoh, kota-kota besar asli Amerika seperti Washington DC, Baltimore, Philadelphia, New York dan Boston terbenatang dalam keselarasan sempurna sepanjang garis 400 mil, pada dasarnya menghubungkan mereka secara bersama-sama di sepanjang pesisir Timur Amerika Serikat. Garis ini, jika ditarik ke arah Timur terus maka dengan sempurna akan sejalan dengan Stonehenge dan kemudian London. Apakah hal ini merupakan sesuatu yang kebetulan? freemasonry-logoDisamping apa yang Anda percayai, sebenarnya Revolusi Amerika digagas dan dilakukan oleh Freemasonry untuk memajukan kepentingan keuangan Elite Amerika Utara dan memunculkan kesan kemerdekaan berasal dari kepentingan keuangan Inggris dan 'Mahkota. Sebenarnya tidak demikian, karena kita diberitahu bahwa hal tersebut merupakan hasil pemberontakan rakyat melawan tirani Inggris. Memang umumnya orang 'biasa' Amerika merupakan keturunan Inggris, dan mereka sangat setia pada Raja George III. benjamin-franklin Benjamin Franklin Benjamin Franklin misalnya, ia seorang 'pahlawan' Amerika, yang pada kenyataannya merupakan seorang agen intelijen Inggris yang bekerja untuk tujuan melakukan transisi merubah koloni-koloni Amerika yang asalnya terbuka menjadi dikontrol secara rahasia dalam sebuah mikrokosmos sistem monarki terbuka yang diterapkan di seluruh dunia, digantikan oleh sistem 'demokrasi' yang diciptakan untuk mewujudkan konsepsi palsu 'pemerintahan oleh rakyat, untuk rakyat'. Menurut sejarah resmi, pencetus yang memicu konflik adalah ketika sekelompok pria berpakaian seperti Indian Mohawk men-dumping semua produk teh dari kapal Inggris, Dartmouth ke pelabuhan Boston. Pada kenyataannya, 'Indian' Mohawk merupakan anggota loji Freemason St Andrew di Boston, yang dipimpin oleh pengawas mereka, Paul Revere. Mereka dengan mudah masuk ke dalam kapal karena difasilitasi dengan bantuan "orang dalam" dari kelompok milisi kolonial untuk menjaga pelabuhan pantai di Boston. Kapten milisi ini adalah Proctor Edward, seorang yang dapat dipercaya yang merupakan anggota senior Loji St. Andrew. Anggota loji lainnya kebetulan juga adalah John Hancock, salah seorang penanda tangan the Declaration of Independence yang namanya telah menjadi identik dengan 'tanda tangan' sebagai hasilnya. Dari lima puluh enam penandatangan the Declaration of Independence, setidaknya lima puluh dikenal sebagai anggota Freemason dan hanya satu yang pasti diketahui bukan anggota Freemason. Apakah hal ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat merupakan negara Freemason? Saya yakin begitu. Selain itu, semua penandatangan rupanya merupakan keturunan keluarga Raja Inggris, dimana politisi Amerika paling senior pun sampai hari ini masih merupakan keturunannya. Misalnya George W. Bush adalah sepupu keenam dari Ratu Elizabeth II. Oleh karena itu pada tanggal 3 September 1783, Amerika secara resmi telah diakui oleh Inggris sebagai negara yang merdeka. Apakah benar-benar telah terjadi revolusi yang secara sepihak telah memutuskan hubungan dengan Inggris?, saya berpendapat, sangat tidak mungkin. Penguasa Inggris akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan koloninya itu. Perang Kemerdekaan telah kehilangan tujuannya (bukan hanya 'diserahkan ') george-washington George Washington Presiden pertama, George Washington, latar belakang kehidupannya adalah aristokrat Inggris dan merupakan anggota Feemason tingkat 33. Upacara inisiasi berupa ritual Freemasonik dihadiri oleh seluruh hirarki Freemasonik Amerika lengkap dengan regalia Freemasonik, apron (celemek) dll. Ibukota baru, Washington DC dirancang dan dibangun di atas prinsip Freemasonik dengan memancarkan arsitektur bergaya Romawi dan Babilonia dilengkapi dengan simbolisme esoterik. Juga diketahui bahwa upacara okultisme dan masonik dilakukan sewaktu peletakkan batu pertama pembangunan yang banyak mengambil struktur aslinya. Seperti piramida Mesir, letak ibukota Washington DC juga sejalan dengan sistem penting perbintangan. Dalam kenyataannya, Amerika Serikat bukanlah sebuah negara yang merupakan miliknya sendiri. Negara Amerika Serikat didirikan oleh Freemasonry Inggris, bersama-sama dengan Freemasonry Amerika untuk melanggengkan penipuan dengan dalih 'kebebasan untuk rakyat' dan memungkinkan dengan sangat leluasa mengontrol rakyat secara rahasia, dimana keuntungan Freemasonry di Amerika Serikat dan di seluruh dunia saat ini diperoleh dengan mengorbankan orang banyak dengan melalui berbagai tipuan. the-virginia-coy-seal the Virginia- Company seal Sebenarnya the Virginia Company didirikan pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, kemudian namanya dirubah menjadi The United States Corporation Inc. yang sebenarnya merupakan sebuah struktur kekuatan nyata di Amerika Serikat yang beroperasi dari belakang layar. Presidennya semata-mata adalah seorang presiden sebuah perusahaan besar, oleh karena itu 'perang melawan terorisme' dilontarkan oleh presiden perusahaan swasta dalam rangka kepentingan geo-politik dan keuntungan perusahaan. ‘Amerika Serikat’ yang dimiliki secara pribadi sebenarnya merupakan perusahaan induk sedangkan lima puluh negara bagian lainnya adalah merupakan anak perusahaannya … John Hamer
Read More..

Fakta Ilmiah Quran : "Demi Langit yang Mengandung Hujan"

"Demi langit yang mengandung hujan" (QS. Ath Thaariq, 86:11). Kata yang ditafsirkan sebagai 'mengandung hujan' dalam terjemahan Alquran ini juga bermakna 'mengirim kembali' atau mengembalikan. Seperti diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut. Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan. Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa. Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh. Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Alquran. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Alquran adalah firman Allah. Dalam sebuah ayat Alquran pun disebutkan sifat angin yang 'mengawinkan' hingga terbentuknya hujan.
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan, dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al Hijr, 15:22) Dalam ayat ini, ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin menggerakkan awan. Namun, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran 'mengawinkan' dari angin dalam pembentukan hujan. Fungsi 'mengawinkan' dari angin ini terjadi sebagaimana berikut: Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil, dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfir. Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin, dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan, dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Sebagaimana terlihat, angin 'mengawinkan' uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfir bagian atas tidak akan pernah terbentuk, dan hujan pun tidak akan terjadi. Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Alquran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam. Fakta lain yang diberikan dalam Alquran mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut: "Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (QS. Az Zukhruf, 43:11) Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini. Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Alquran.

Read More..

Untold History of Pangeran Diponegoro (3)


“Habisi !!!” teriak para komandan regu dengan suara yang menggelegar

Seketika itu juga berlompatanlah para prajurit itu dengan pedang terhunus ke tengah-tengah lapangan yang dipenuhi lautan manusia tanpa daya. Dengan teramat ganas, pasukan Mataram itu menyabetkan pedangnya ke kanan dan kiri, memenggal leher siapa pun yang ada di dekatnya tanpa pandang bulu, apakah itu laki-laki tua, perempuan, bahkan anak kecil. Jerit tangis, lolong kesakitan, dan kumandang doa memenuhi angkasa alun-alun kraton malam itu. Namun tak ada yang sanggup menghentikan kegilaan yang tengah dipertontonkan pasukan Mataram yang notabene kebanyakan juga sudah memeluk agama Islam.


Di atas bukit, Amangkurat I masih berkacak pinggang menyaksikan pembantaian besar yang dilakukan prajuritnya terhadap enam ribuan ulama, santri, dan seluruh keluarganya. Kepalanya mengangguk-angguk puas. Sesekali jemarinya memilin kumisnya yang tebal melintang. Dia benar-benar menikmati pemandangan di bawahnya. Betapa ribuan orang yang tengah menanti ajal itu sebentar lagi akan lenyap dari muka bumi. Musuh-musuhnya akan semakin sedikit. Dan dia akan bisa berkuasa dengan tenang, tanpa diusik oleh siapa pun.

Raja Jawa itu merasa sangat aman berada di atas bukit. Di sekelilingnya berdiri dengan kewaspadaan penuh puluhan Trisat Kenya.

Dalam waktu teramat singkat, ribuan nyawa melayang dengan kepala terpisah dari jasadnya. Tanah alun-alun yang begitu luas seketika berubah menjadi lautan darah. Dari cahaya ratusan tiang obor yang menyala di sekeliling alun-alun, terlihat pasukan Mataram yang sudah belepotan darah itu masih saja bergerak buas membunuh ke sana-kemari tanpa perlawanan. Pasukan yang sebagian pernah ikut menyerang VOC di Batavia semasa kekuasaan Sultan Agung itu kini berbalik menjadi mesin penjagal bagi bangsanya sendiri.

Pembantaian yang sangat mengerikan itu berlangsung tidak sampai setengah jam!

Tiba-tiba terdengar lengkingan peluit panjang tiga kali yang ditiup para pimpinan regu pasukan. Penyembelihan telah berakhir. Semua orang yang ada di dalam daftar berikut keluarganya sudah dihabisi. Mendengar isyarat peluit itu, Amangkurat I mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

Buang semua mayat itu ke parit!

Sebagian prajurit yang masih bersiaga dengan pedang terhunus berjajar satu lapis dalam jarak tiap lima tombak mengepung alun-alun. Pedang dan badan mereka belepotan darah. Prajurit yang lain menyambut datangnya gerobak-gerobak dorong yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Gerobak-gerobak itu segera saja diisi dengan mayat-mayat tanpa kepala dan kepala tanpa jasad hingga penuh. Setelah gerobak penuh, prajurit yang membawa gerobak itu mendorongnya ke arah parit buatan dan membuang semua isinya ke dalam parit yang berair deras menuju ke Kali Opak. Berkali-kali mereka melakukan itu, mondar-mandir bagai kereta maut, hingga tak satu pun jasad tersisa.

Air parit dan Kali Opak yang tadinya jernih berubah menjadi kental berwarna merah. Bau anyir darah tercium di mana-mana.

Tanpa diketahui siapa pun, Wulung Ludhira, bocah sepuluh tahun adik dari Dyah Jayengsari, ternyata masih hidup. Tubuhnya yang kecil tertutup oleh mayat-mayat tanpa kepala yang sebagiannya menindih tubuhnya. Anak yang sudah ditinggal ibunya sejak bayi itu menggigil ketakutan. Ayah dan kakak satu-satunya sudah meninggal dengan cara yang sangat mengerikan. Dia ingin menjerit dan menangis. Tapi suaranya tercekat oleh kengerian yang teramat sangat. Bocah itu hanya bisa diam tak bergerak. Tubuhnya dirasa amat lemas dan juga kaku. Seluruh badan, kepala, dan rambutnya basah oleh darah kental yang membanjir di sekitarnya.

Tiba-tiba Wulung Ludhira merasakan tubuh kecilnya ikut digotong dan dilempar ke dalam gerobak bersama belasan mayat lainnya. Ditumpuk begitu saja menjadi satu. Bocah itu sungguh-sungguh ketakutan. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Dia nyaris tidak bisa bernafas.Tapi itu malah menyelamatkan nyawanya.

Bocah kecil itu bisa merasakan jika gerobaknya ditarik dengan kasar oleh sejumlah prajurit. Roda-rodanya yang terbuat kayu dilapis karet hitam berderak-derak sebentar, lalu berhenti. Wulung Ludhira bisa merasakan gerobak tiba-tiba miring. Dia bersama belasan mayat tanpa kepala dan kepala tanpa jasad yang masih hangat itu pun langsung meluncur bebas ke dalam parit yang deras airnya. Dia pun hanyut di parit yang sudah dipenuhi mayat.

Walau pandai berenang, namun bocah itu kesulitan menggerakkan tubuhnya disebabkan mayat dan kepala ada di mana-mana. Dengan menahan kengerian yang teramat sangat, dia berpegangan pada salah satu kaki jasad yang mengambang. Bocah kecil itu terus mengikut kemana air membawanya.

Pekatnya malam membuatnya tak terlihat oleh pasukannya Amangkurat I yang masih sibuk membersihkan alun-alun. Bocah kecil itu kelelahan. Semua kejadian malam itu menguras seluruh tenaga dan perasaannya. Akhirnya Wulung Ludhira pingsan. Dia terus hanyut dibawa air hingga jauh dari alun-alun. Hingga tubuhnya tersangkut akar beringin yang menjulur ke Kali Opak, beberapa kilometer ke selatan Kraton Plered.

Entah sudah berapa lama Wulung Ludhira tak sadarkan diri. Ketika siuman, matahari sudah berada di atas kepalanya. Bocah kecil itu mendapati dirinya masih tersangkut suluran akar beringin yang tumbuh di pinggir kali. Sebagian badannya masih terendam di bawah air kali. Di beberapa tempat, jasad tanpa kepala dan kepala tanpa badan juga tersangkut. Kengerian yang teramat sangat kembali menyergapnya. Walau seluruh tubuhnya sakit, dan juga lelah, dengan sisa-sisa tenaga bocah kecil itu berusaha merangkak naik ke pinggir kali, hingga dia tergeletak di atas rerumputan, satu meter dari air kali.

Entah kini dia berada di mana. Bocah itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada rumah barang satu pun. Yang ada hanya hamparan rumput dengan tiga pohon beringin besar yang tumbuh di dekat dirinya. Lainnya hanya berupa semak dan tumbuhan perdu. Anak kecil itu tidak tahu nama tempat ini. Perutnya yang tidak terisi sejak kemarin terasa perih. Tubuhnya dirasa makin lemah. Dia menggigil kedinginan. Bocah itu akhirnya tak sadarkan diri kembali. Dia tergeletak begitu saja di atas rerumputan, dinaungi pohon beringin besar yang ada didekatnya.

Tak lama kemudian, seorang lelaki tua bertelanjang dada, dengan kepala ditutupi caping yang sudah kusam, mendekati bocah itu dengan hati-hati. Ketika mendapati ada bocah kecil yang menggeletak di atas rumput, lelaki tua itu mengusap kepala Wulung Ludhira dengan lembut. Bibirnya yang sudah sedikit keriput tersenyum tulus. Dengan penuh hati-hati akhirnya dia menggendong bocah itu dan bergegas pergi menghilang begitu saja ke arah barat… []

Read More..

Rabu, 20 Juni 2012

Makam Raja Maya Kuno Ditemukan di Guatemala

Berbagai batu permata dan perhiasan ditemukan di dalam makam Raja K'utz Chman saat dilakukan penggalian oleh para tim arkeolog di Guatemala. - dailymail Para arkeolog di Guatemala menemukan makam seorang raja yang dipercaya meletakkan dasar-dasar peradaban suku Maya Kuno lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Dilansir Reuters, sebuah tim peneliti yang terdiri dari para arkeolog dikabarkan berhasil menemukan makam K'utz Chman, seorang raja yang diyakini telah memerintah wilayah tersebut sekitar 700 tahun sebelum Masehi. Makan tersebut ditemukan dalam penggalian di Tak'alik Ab'aj, Retalhuleu, bagian barat Guatemala. Menurut para peneliti, makam K'utz Chman yang berhias batu permata dan artefak lainnya merupakan makam bangsawan Maya paling kuno yang pernah ditemukan hingga saat ini. Para arkeolog tersebut sebenarnya telah menemukan makam raja Maya Kuno itu pada bulan Juni 2012 lalu, namun baru dapat memverifikasi bahwa makam itu adalah milik K'utz Chman sekarang setelah melakukan rangkaian penelitian. Meskipun tidak ada sisa tulang-belulang jenazah di makam tersebut, tetapi jejak karbon pada artefak yang ada di dalamnya menunjukkan bahwa sang raja dimakamkan antara tahun 770-510 sebelum Masehi. Dalam makam tersebut, tim peneliti menemukan berbagai batu permata dan aneka perhiasan termasuk kalung dengan liontin terukir dalam bentuk kepala burung elang, yang merupakan simbol kekuasaan yang biasanya diberikan kepada pemimpin yang dihormati. "Banyaknya perhiasan yang ditemukan dalam artefak itu menunjukkan bahwa yang dikuburkan di makam ini adalah seorang pemimpin yang kuat dan penting," kata Christa Schieber, seorang arkeolog yang merupakan salah satu anggota tim peneliti. Menurut Schieber, sangat besar kemungkinan bahwa K'utz Chman adalah seorang raja yang membuat perubahan dalam sistem dan transisi di Kerajaan Maya Kuno. "Ia merupakan pemimpin besar. Penguasa yang mulai menjembatani kesenjangan antara budaya Olmec dan Maya serta memulai transisi lambat untuk pemerintahan Maya," ujar Miguel Orrego, seorang arkeolog lainnya yang juga ambil bagian dalam tim peneliti. Para ahli sejarah percaya bahwa K'utz Chman adalah raja pertama bangsa Maya yang memperkenalkan unsur-unsur yang kemudian menjadi ciri khas kebudayaan bangsa tersebut, seperti bangunan berbentuk piramida serta kebiasaan membuat patung keluarga kerajaan. Di wilayah Guatemala memang banyak ditemukan sisa-sisa peradaban suku Maya yang berkembang antara tahun 250 sebelum masehi hingga tahun 800 masehi. Selain di Guatemala, sisa-siasa peradaban Maya juga kerap ditemukan di Honduras dan Meksiko.

Read More..

Senin, 18 Juni 2012

Sultan Ageng Tirtayasa, Perjuangan Tanpa Akhir demi Terbebasnya Banten

“Bangsa yang besar ialah bangsa yang mengenal perjuangan para pahlawannya” Baru beberapa hari yang lalu kita, kaum muda memperingati Hari Sumpah Pemuda. Hari yang mudah-mudahan masih bukan sekedar diperingati, tapi juga menjadi momentum penyemangat tiap tahunnya bagi kita kaum muda untuk terus berkarya bagi bangsa ini. Perjuangan kita saat ini memang bukanlah mengangkat bambu runcing dan melawan para penjajah, perjuangan untuk berkarya bagi bangsa itulah perjuangan kita saat ini dan untuk tetap bertahan dari gempuran “penjajahan modern” bernama globalisasi dan kapitalisme yang terus merajalela. Untuk menambah semangat juang kita, tak ada salahnya untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan kita di masa penjajahan dahulu. Perjuangan para pahlawan hendaknya terus diingat, diteladani dan terus diceritakan bagi generasi penerus. Terkadang sedih hati ini bila saya bertanya pada adik saya tentang para pahlawan, hanya sedikit saja yang diketahui namanya apalagi perjuangannya. Jangankan adik saya, mungkin kita-kita yang sudah dewasa dan bahkan pernah mendapat pelajaran sejarah hingga bangku SMA pun bila ditanya mengenai pahlawan nasional, hanya beberapa saja yang kita ingat. Sebenarnya banyak cerita pahlawan yang menarik, tapi sebagai orang Banten maka tentunya saya akan membahas tentang Sultan Ageng Tirtayasa. Bagi orang Banten tentu nama pahlawan yang satu ini sangat dikenal. Bahkan namanya menjadi nama salah satu universitas negeri di Kota Serang. 

Tapi mungkin banyak yang belum mengetahui bagaimana perjuangan kisah pahlawan Banten yang satu ini. Sultan Ageng Tirtayasa, merupakan penguasa Banten yang terkenal cakap dalam menjalankan pemerintahan di Banten pada sekitar tahun 1651-1683. Dalam masa pemerintahannya, Banten mengalami masa kejayaan terutama dalam bidang perdagangan dan penyebaran agama Islam. Peran Sultan Ageng Tirtayasa dalam Mengembangkan Perdagangan Banten Dalam pengembangan bidang perdagangan, beliau sejak masih dalam usia muda dan bergelar Sultan Abdul Fathi telah mengamati bahwa adanya VOC di Batavia suatu saat akan membahayakan Banten dalam bidang perdagangan. Praktek monopoli perdagangan yang dilakukan VOC akan merugikan perekonomian Banten, hal ini disebabkan para pedagang yang akan berlayar ke pelabuhan Banten harus singgah dulu di Batavia. Untuk mengatasi hal ini, Sultan Ageng Tirtayasa mengeluarkan sejumlah kebijakan, yakni memperluas wilayah perdagangan dengan memperluas daerah kekuasaan dan mengusir Belanda dari Batavia. Berkat kebijakan itu, Banten menjadi kota pelabuhan dan perdagangan yang amat penting di Selat Malaka, dibandingkan Batavia. VOC yang tidak menyukai hal ini kemudian melakukan blokade perdagangan dengan Banten. Hingga akhirnya setelah tiga tahun lamanya, dan dampak blokade makin terasa akhirnya Banten terpaksa menyatakan pengakuan atas hak-hak Belanda dan perdagangan Banten pun dibatasi. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena beberapa bulan setelahnya Sultan Ageng Tirtayasa kembali membuka Banten sebagai pelabuhan terbuka. Peran Sultan Ageng Tirtayasa dalam Penyebaran Agama Islam Di saat yang bersamaan, Sultan Ageng Tirtayasa pun menginginkan Banten menjadi Kerajaan Islam terbesar di Indonesia. Beliau menaruh perhatian yang sangat besar dalam bidang agama. Salah satunya ialah dengan mengangkat Syekh Yusuf, seorang ulama Makassar, menjadi mufti kerajaan yang bertugas menyelesaikan permasalahan agama dan penjadi penasihat sultan di kerajaan. Selain itu, beliau juga meningkatkan pendidikan agama baik di lingkungan kerajaan maupun rakyatnya dengan mendirikan berbagai pondok pesantren. Agama Islam pun berkembang pesat disertai dengan pembangunan berbagai sarana beribadah seperti mushala dan masjid. 

Konflik Perebutan Kekuasaan Kerajaan Banten Sultan Ageng Tirtayasa dikaruniai dua putra, yakni Pangeran Gusti dan Pangeran Purbaya. Awal mula perebutan kekuasaan Kerajaan Banten bermula setelah kepulangan Pangerang Gusti dari Mekah. Kepergian Pangeran Gusti atau lebih dikenal dengan Sultan Haji ke Mekah sebenarnya dimaksudkan agar Pangerang Gusti dapat melihat perkembangan agama Islam di berbagai negara dan menyebarkan wawasan dan pengetahuan agama Islam-nya di bumi Banten. Selama kepergian Pangeran Gusti, tugas-tugas pemerintahan untuk sementara diserahkan pada Pangeran Purbaya setelah Sultan Ageng Tirtayasa mengundurkan diri. Setelah kepulangan Sultan Haji dari Mekah dia melihat peranan adiknya yang lebih besar di bidang pemerintahan. Hal ini memicu pertikaian antara Sultan Haji dengan Pangeran Purbaya dan Sultan Ageng Tirtayasa. Sejak konflik ini muncul, Sultan Ageng Tirtayasa sering pergi ke dusun Tirtayasa, dan bahkan mendirikan keraton baru. Dusun Tirtayasa sebenarnya merupakan awal mula julukan Sultan Ageng Tirtayasa tersebut, pada mulanya beliau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Abdul Fathi. Pembumihangusan Keraton dan Asa yang belum Habis Masalah internal dalam kerajaan Banten ini tentunya tidak luput dari pengamatan Belanda yang masih mncari celah untuk melemahkan kerajaan Banten. Belanda kemudian mendekati Sultan Haji dan mengadu-domba dirinya dengan ayahnya. Belanda memanas-manasi Sultan Haji bahwa ayahnya kelak akan mngangkat Pangeran Purbaya sebagai Sultan, bukan dirinya. Akibatnya, Sultan Haji pun melakukan perjanjian dengan Belanda dan mengkudeta ayahnya dari tahta kesultanan tahun 1681. Sementara itu, setelah penggulingan kekuasaan tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa tidak lantas berdiam diri. Beliau langsung menyusun kekuatan bersenjata guna mengepung Sultan Haji di Sorosowan (Banten). Karena terus terdesak akhirnya Sultan Haji meminta bantuan Belanda. 

Dipimpin Kapiten Tack dan de Saint Martin, Belanda juga menyerang benteng Tirtayasa dan dapat menaklukkannya meski menderita kerugian besar. Akan tetapi sebelum Belanda memasuki benteng tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa sempat terlebih dulu membakar seluruh isi benteng dan lantas melarikan diri bersama Pangeran Purbaya dan pengikutnya. Walau pertahanan terakhir Sultan Ageng sudah jatuh, namun Belanda tidak otomatis dapat memadamkan perlawanan rakyat Banten. Perang Gerilya dari Hutan Kranggan dan Adu Domba Belanda Meski kratonnya telah terbakar hangus, namun Sultan Ageng Tirtayasa tidak menghentikan perlawanannya sama sekali. Beliau masih memimpin perlawanan secara gerilya dari dalam hutan Kranggan bersama para pengikutnya. Sultan Haji yang makin terdesak dan melakukan tipu-muslihat bersama Belanda dengan meminta Sultan Ageng Tirtaya untuk kembali ke keraton. Tanpa kecurigaan sedikit pun, beliau akhirnya kembali ke keraton, namun setibanya disana beliau ditangkap oleh Belanda. Akibat pengkhianatan yang dilakukan putranya itu pula, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan kemudian dijebloskan ke penjara di Jakarta. Akhirnya pada tahun 1682, Sultan Ageng Tirtayasa meninggal dunia dan sebelum kematiannya beliau meminta untuk dimakamkan di samping makam Para Sultan di Masjid Agung. Demikianlah kisah singkat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Mudah-mudahan bisa menjadi pengingat dan pemacu semangat kita dalam berkarya. 

Ingatlah perjuangan beliau yang bahkan tetap tidak mau menyerahkan Banten kepada kompeni Belanda hingga meski beliau telah terdesak dan terpaksa membumihanguskan keratonnya. Beliau tetap melanjutkan perlawanan secara gerilya dari hutan Kranggan. Perjuangan beliau tidak kenal lelah dan tidak rela bila tanah Banten dikuasai penjajah. Beliau pun ialah pemimpin yang selain memperhatikan aspek perdagangan juga turut memperhatikan penyebaran agama Islam di tanah Banten. Sehingga pada masa kejayaannya, Banten menjadi kota pelabuhan dan perdagangan penting di Selat Malaka serta menjadi pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa khususnya Banten. Meski diakhir perjuangannya, beliau tertangkap atas tipu-muslihat Sultan Haji dan Belanda, namun hal itu bukanlah karena dia menyerah secara sukarela. Beliau menyerah karena memang dijebak. Dijebak oleh pengkhianatan putranya sendiri. Mungkin dalam lubuk hati Sultan Ageng Tirtayasa, beliau masih ingin berbaikan dengan putranya dan memaafkan segala kesalahan putranya itu dengan tulus meski di akhir perjuangannya, putranya pula yang akhirnya mengakhiri perjuangan beliau. Masih banyak kisah pahlawan Banten lainnya, yang mungkin dalam kesempatan lain akan saya kisahkan. Semoga menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk tidak mengenal kata menyerah dalam berkarya. Akhir perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa hendaknya menjadi pengingat untuk terus bersikap waspada dan menyaring segala arus informasi yang bertebaran di sekitar kita. Tidak semua informasi harus diterima, tetapi harus disaring sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Tetap semangat berkarya, teladani kisah para pahlawan jadikan semangat baru bagi kita dalam menjalani lika-liku kehidupan ini ! Jangan Mudah Menyerah! Rahma Sofiannisa

Read More..

Kamis, 14 Juni 2012

Proyek Pegasus, Misi Rahasia Perjalanan Waktu

Kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa perjalanan waktu tidak mungkin dilakukan, sementara seorang pengacara di Washington mengklaim dirinya sebagai penjelajah waktu dan melakukannya puluhan kali sebagai bagian dari proyek rahasia Perang Dingin. Kali ini, saya akan membawa Anda sedikit berhayal walaupun kedengarannya berita ini seperti benar-benar terjadi. Saya sendiri masih mengkategorikan Sain Fiksi, yang mungkin pada saatnya nanti (berharap) akan berubah menjadi sains nyata. Seperti yang akan diungkapkan Andy dalam buku terbarunya nanti, dimana mereka mengaku sebagai salah satu dari 140 orang anak pertama dunia yang melakukan perjalanan waktu. Di artikel lalu saya juga sudah menyinggung soal konspirasi teleport Obama, yang dikabarkan sudah dua kali memasuki pintu ruang waktu. Kali ini kesaksian Andrew D.Basiago muncul lagi ke publik yang diberitakan acara TV “Fringe” melalui KomoNews 29 September 2012. 

 Perjalanan Waktu Dibawah Kendali Proyek Pegasus

 Pencarian kebenaran Proyek Pegasus dimulai pada tahun 1968 oleh Andrew D. Basiago ketika dia menjadi peserta dalam program eksplorasi ruang waktu milik pemerintah Amerika, yang disebut Proyek Pegasus. Perjalanan waktu Perjalanan waktu / Credit: saretta1.deviantart.com Proyek Pegasus adalah proyek rahasia yang berhubungan dengan program pertahanan, penelitian dan pengembangan di bawah Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), di mana departemen pertahanan ini secara teknis mencapai perjalanan waktu dalam eksperimen Philadelphia. Proyek Pegasus diluncurkan pemerintah AS untuk melakukan penginderaan jauh dalam perjalanan waktu, sehingga informasi yang dapat dipercaya tentang peristiwa masa lalu dan masa depan dapat diberikan kepada Presiden Amerika Serikat, termasuk komunitas intelijen dan militer. Jadi sifatnya hanya penginderaan, tidak bisa mengubah sejarah yang ada. Pada saat itu, dinyatakan adanya 140 orang anak sekolah di Amerika yang secara diam-diam terdaftar di Proyek Pegasus, dan akan terus terlibat dalam perjalanan waktu ketika mereka tumbuh dewasa dan tetap melanjutkan untuk melayani negara sebagai generasi pertama dari Chrononauts (istilah yang digunakan untuk menyebutkan penjelajah waktu dengan misi rahasia dan identitas berbeda). 

Andy, Penjelajah Waktu Pertama 

Andy adalah anak pertama yang memasuki mesin teleportasi dan salah satu dari penjelajah waktu yang pertama, nantinya diceritakan dalam buku yang akan segera dirilis ‘Once Upon a Time in the Time Stream: My Adventures in Project Pegasus at the Dawn of the Time-Space Age‘. Tapi sampai sekarang kabarnya buku ini masih belum rilis. Pada tahun 1968, dia memutuskan bahwa suatu hari nanti akan menceritakan kisah nyata tentang pengalaman perjalanan waktu yang dilakukan pada Proyek Pegasus, dan mengungkapkan kepada dunia bahwa pemerintah Amerika telah membuat teknologi teleportasi yang jika dipublikasikan akan merevolusi transportasi di seluruh planet. Saat ini, Andy yang menjabat sebagai Ketua Tim Proyek Pegasus sedang melobi pemerintah Amerika untuk mengumumkan tentang adanya perjalanan waktu. Di bawah kepemimpinan Andy, misi Proyek Pegasus untuk memimpin kampanye terhadap hukum, politik, dan budaya agar mendesak pemerintah Amerika untuk segera mengungkapkan kemampuan teleportasi, sehingga teknologi revolusioner ini dapat digunakan untuk kemanusiaan pada abad ke-21. Andy membayangkan sebuah dunia di mana teleportasi akan menggantikan bandara, transit ‘Real Time’ antara penghubung teleportasi utama di seluruh dunia sehingga membuat perjalanan jarak jauh menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih aman, dan lebih murah. Klasifikasi dan penggunaan teleportasi milik pemerintah AS juga dapat mengubah lingkungan, mencegah miliaran ton polusi yang disebabkan transportasi konvensional yang merusak atmosfer setiap tahun. Proyek Pegasus yang baru mengundang banyak orang untuk bergabung dengan Andy dalam pencarian yang mengantarkan manusia memasuki Zaman Ruang Waktu.

 Andrew D. Basiago Lakukan Perjalanan Waktu Puluhan Kali Dalam berita yang dimuat Komonews 29 September 2012, sekali lagi…

 Andrew Basiago (seorang pengacara di Vancouver Washington) mengaku telah bepergian secara fisik dalam perjalanan waktu. Hal itu sudah dilakukannya selama lebih dari 40 tahun yang lalu. Saat ini Basiago berada dalam misi untuk mengungkapkan Proyek Pegasus yang ditutupi pemerintah Amerika Serikat selama 40 tahun. Dalam misi ini, Basiago mengatakan dirinya memasuki ruang teleportasi puluhan kali. Dia memiliki seluruh cerita, ratusan fakta, dia bisa memberitahu personel yang sedang berada di lokasi dan yang perangkat perjalanan waktu yang sedang mereka digunakan. Dia mengatakan bahwa Proyek Pegasus adalah nyata. Perjalanan waktu sudah dimulai ketika dia masih kecil, ketika dirinya memasuki program resmi pada musim gugur 1969 saat duduk di kelas tiga (berusia 7 tahun). Dia mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu dari 140 anak-anak dan 60 orang dewasa (termasuk ayahnya) yang tergabung dalam misi penjelajahan waktu, orang-orang yang pertama memasuki ruang waktu. Ketika itu, Basiago dan ayahnya melompat melalui bidang energi, dan tampaknya bergerak sangat cepat tapi ada juga sebuah paradoks. Dalam acara TV “Fringe” pernah ditayangkan adegan yang sama sekitar dua tahun lalu. Apakah ini kebetulan? Paradoks, klaim ilmiah, cerita luar biasa dan pertemuan di Bumi dan Mars, termasuk pertemuan Barack Obama saat dia masih kecil. Basiago juga mengatakan bahwa dia sudah enam kali melakukan perjalanan waktu ke Teater Ford pada hari Presiden Lincoln ditembak, tapi dia tidak melihat hal itu terjadi. Bahkan dia juga melihat Presiden Lincoln pada kesempatan yang lain. Salah satu bukti, dia berpakaian seperti anak laki-laki yang memegang trompet di di Gettysburg Address. Sebuah foto terkenal yang diambil hari itu membuktikan bahwa hal itu benar, ini satu-satunya bukti visual yang tersedia, tidak ada yang lain. Pengalaman perjalanan waktu yang diungkapkan Basiago sangat berbeda dengan teleportasi Protrayed seri “Star Trek”, dia menganggap bahwa semua itu salah. Jika seseorang tiba melalui teleportasi kuantum seperti pada metode Star Trek, maka dia bisa langsung mati. Terowongan yang digunakan Basiago membuka ruang waktu seperti gelembung sabun yang ditiup anak-anak. Ketika gelembung itu ditutup, penjelajah waktu kemudian berpindah ke tempat lain di muka bumi. Beberapa orang mengatakan bahwa Basiago masih mengikuti misi perjalanan waktu, tapi yang lain berpendapat bahwa dia menempatkan reputasi yang beresiko tinggi dengan mengklaim bahwa perjalanan waktu bukan fiksi ilmiah, dia telah membuktikannya. 

Mungkinkah Kita Memasuki Zaman Ruang Waktu?
 Menurut saya, jikalau cerita Andy dan Basiago benar, akan sangat sulit sekali diungkapkan. Ini seperti keputusan berat dan bisa menjadi serangan balik bagi bisnis dan pemerintah. Anda bisa bayangkan, berapa banyak industri transportasi, termasuk aerospace akan mengalami kebangkrutan. Belum lagi bisnis bahan bakar bumi yang dikatakan paling besar menggarap keuntungan, dari mana pengganti pemasukan negara-negara kaya? Semua itu belum termasuk ancaman pertahanan, jika teleportasi benar-benar terbuka, negara-negara musuh akan sangat mudah menyerang Amerika melalui teleportasi. Rudal anti udara tidak akan ada artinya jika musuh sudah langsung memasuki wilayah kota melalui teleportasi, jelas sangat mengancam industri militer AS yang dikabarkan membawa keuntungan besar dari hasil penjualan senjata. Teleportasi seperti yang disebutkan diatas tidak akan mengubah sejarah, hanya berupa pencitraan. Ini sama seperti seorang spritualis yang menerawang ke waktu sebelumnya, bedanya hanya tidak membawa fisik hanya pandangan dan fikiran mereka yang melihat. Dan akhirnya proyek rahasia Pegasus akan tetap menjadi misteri, benarkah teknologi perjalanan waktu sudah ditemukan? http://cutpen.com/

Read More..

Selasa, 12 Juni 2012

Dajjal memerintah dunia 40 tahun lagi

bahasan sebelumnya 5-10 Mohamed Moursi & PBB bubar, telah diprediksi sejak 2002 Jatuhnya Pemerintahan Pro Amerika di dunia Arab seperti efek domino (Arab Springs) kemudian diganti oleh Pemerintahan Islami di Mesir (berita terbaru terpilihnya Mohamed Moursi dari wakil Ikhwanul Muslimin sebagai Presiden Mesir) telah diprediksi oleh Sheikh Imron N. Hosein di tahun 2002 dalam acara ceramah keliling di Sydney Australia September 2002 yang dipublikasikan pada tahun 2003 tersebut bertema Sheikh Imran Hosein Part (1) Beyond September 11th (Indo Sub.), Prediksi selanjutnya adalah US$ Collaps, Israel menjadi Negara AdiKuasa pengganti Amerika, dan PBB bubar ! mari kita simak penuturannya “Beyond September 11th 2001: What does the Future hold in store for Muslims?” Sydney, Australia in September 2002 Bahasan 6-10 Dajjal memerintah dunia 40 tahun lagi Setelah Israel memerintah dunia yang tentu saja selama “sehari seperti seminggu” pada akhir umurnya apa yang akan terjadi pada air di Danau Galilea? Kering ! (klik Danau Thabariyah Kering, Tanda Turunnya Nabi Isa) Hanya jika air di danau Galilea sudah kering, saat itulah, berdasarkan hadis di Sahih Muslim kalian bisa mengeceknya, baca buku saya di bawah -klik ebook- Jerussalem in The Quran), saat itulah kalian bisa berharap Putra Maryam akan turun, Jadi jika saya katakan “saya memperkirakan ini bisa terjadi kira-kira 50 tahun mendatang” dan saat saya menaruhnya di rekaman kalian untuk mendengarkan ceramah ini saat saya sudah meninggal. Saya katakan “Saya bisa saja keliru” dan beberapa orang masih saja keberatan dengan mengatakan “dia meramalkan bahwa Putra Maryam akan kembali kira-kira 50 mendatang” Ok, saya rubah, yang saya katakan hanya “Saya perkirakan Danau Galilea akan mengering dalam waktu kira-kira 50 tahun ke depan” itu saja yang saya katakan, sama saja, karena Putra Maryam akan turun kembali di Danau Galilea telah kering, Jadi jika mereka keberatan, yang katakan Cuma “Danau Galilea akan kering kira-kira 50 tahun mendatang”, dan mereka akan senang dengan itu J Saat itulah Dajjal akan masuk ke dalam “hari seperti hari kita”, yaitu dimensi waktu manusia, dan dia akan memerintah dunia dari Jerussalem, yang nampak seolah-olah akan menjadi Negara AdiKuasa selamanya, saat itulah Imam akan muncul dari Madinah, terburu-buru ke Makkah. Yang menjadi cermah kita besok malam, saat itulah Putra Maryam akan turun dengan menyandarkan tangannya pada sayap-sayap malaikat, saat itulah Mesias asli akan membunuh Mesias Palsu. Yang menjadi ceramah saya di Lakemba, “klik Youtube Jerussalem dalam Al-Quran“, kita akan membahasnya lagi tapi dengan lebih detail, karenanya ceramah nanti akan menjadi 2,5 jam InshaAlloh ! Saat itulah Mesias asli akan membunuh Mesias Palsu, saat itulah Ya’juj Ma’juj dihancurkan, saat itulah pasukan akan datang dari Khurasan dan tidak ada yang bisa menghentikannya sampai dia mencapai Jerussalem, Hadist Thirmidzi. Rasulullah SAW bersabda, ‘’ (Pasukan yang membawa) bendera hitam akan muncul dari Khurasan. Tak ada kekuatan yang mampu menahan laju mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Yerusalem, di tempat itulah mereka akan mengibarkan benderanya.’’ (HRTurmidzi) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (sekitarAfghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad) Sabda Nabi SAW, “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk.” Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim) Lalu Islam akan menghancurkan Israel, membebaskan Tanah Suci, saat itulah hadis dalam Sahih Bukhari dan Shahih Muslim. Jika kalian ingin menguji kebijaksanaan pemimpin muslim kalian di Australia, ujilah mereka, akan kalian mempercayai mereka, Tanyakan “Apakah anda mau mengutip hadist ini di hadapan publik?” dia akan balik badan dan lari terbirit-birit, lebih kencang dari FedEx, Jika dia tidak ada Imam di hatinya, untuk menjadi pemimpin umat muslim, Hadis yang mana ? ujilah mereka dengan hadist ini ! hadis ini ada sahih Bukhari, sahih Muslim, dan Mutafaqun’alaih, dan semua orang Palestina sangat suka hadis ini, pastinya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi Yahudi dan membunuhi mereka, sampai ketika Yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, batu dan pohon itu berkata: ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, Yahudi ada di belakangku, kemari dan bunuhlah dia.’ Kecuali pohon gharqad, (dia tidak berbicara) karena dia dari pohon Yahudi.” Takhrij haditsHadits ini diriwayatkan Al-Bukhari dalam Ash-Shahih, Kitab Al-Jihad bab Qitalu-Al-Yahud (6/103 no. 2767 bersama Fathul Bari), Muslim dalam Ash-Shahih (18/44-45 no. 2922 bersama Syarah An-Nawawi), Ahmad dalam Al-Musnad (2/396, 417 dan 530) dan Al-Khatib Al-Baghdadi dalam At-Tarikh (7/207) dari Abu Hurairah z. Diriwayatkan pula dari sahabat Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab c dalam Ash-Shahihaindan Sunan At-Tirmidzi.At-Tirmidzi berkata dalam As-Sunan (4/509 no.2236): ”Hadits ini hasan shahih.” Kalian akan benar-benar akan berperang melawan Yahudi dan kalian benar-benar akan membunuh mereka saat itu batu-batu akan bicara “Wahai Muslim, ada Yahudi sembunyi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia !” ujilah mereka, pemimpin kalian, siapa yang berani mengutip hadist ini. Jika kalian menemukan orang yang berani mengutip hadis ini di hadapan publik, kalian sudah menemukan pemimpin kalian, Sekarang, mari kita menuju inti ceramah, Bagaimana masa depan umat memasuki masa-masa, sampai suatu saat nanti Islam berjaya di dunia. Yang bisa kita duga sekarang, adalah kemunculan, atau malah puncak dari strategi politik untuk pembentukan Satu Pemerintahan Dunia yang akan menguasai semua manusia, kita benar-benar telah menghianati Qur’an, ini jelas dari ayat di Surat Al-Maidah, Ayat yang mana ? Lagi saya yakin mereka tidak akan berani mengutipnya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka”. (Qur’an, Al Maa-idah 5; 51-52) Jika kamu orang Arab, kabar bagus, kamu tidak butuh terjemahan. Kamu sudah paham. Tapi bagi semua yang lain yang butuh terjemahan untuk Kalam Alloh. Ingat, jika kalian tetap seperti itu, kalian tidak menghargai Al-Quran, Saya ulangi, jika kalian tetap seperti ini, kalian tidak tahu apa yang baru saja saya katakan, karena tidak bisa memahaminya, jika kalian tetap seperti ini, kalian tidak menghargai Al-Qur’an dan kalian akan membayar mahal untuk itu ! “Hai orang-orang beriman, janganlah berpaling kepada Yahudi dan Kristen, untuk menjalin suatu hubungan dimana mereka menjadi Auliamu, sebuah hubungan dimana kamu bergantung kepada mereka untuk pelindunganmu dan kamu menjadi patuh kepada mereka, Jangan lakukan itu ! tentu saja Lia Khadalika tidak membaca Al-Quran dengan benar saat dia membuat perjalanan yang terkenal itu ke USA dan menyerahkan Pakistan menjadi negara sekutu USA, beberapa tahun kemudian mereka mencoba menghapusnya dengan buku berjudul “Teman, bukan Tuan” tapi sudah terlambat, Jangan berpaling kepada Yahudi dan Kristen untuk hubungan semacam itu dimana kamu menjadi tunduk dan patuh kepada mereka! Mereka jadi bos dan pelindungmu. Jangan lakukan itu kata Alloh ! “Mereka adalah teman yang saling melindungi” “Barang siapa diantara kamu berpaling kepada mereka, menerimanya, tunduk kepada mereka, Kamu telah meninggalkan umatnya Muhammad SAW. Kamu cuma sekedar siul-siul tidak jelas sekarang, Jika kamu pikir kamu tetap golongan umatnya Muhammad, itu cuma siulan gak jelas saja ! “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang melakukan kezaliman yang keji” (generasi pemimpin inilah yang disebut Mulkan ‘Adldlon, bukan Mulkan Jabariyyatan ! baca Dajjal berkuasa, Kaafah Moslem diburu bagai anjing) Inilah adalah lanskap politik pemerintahan dunia, dimana kalian tidak akan lagi menjadi warga negara Australia atau Bangladesh tapi sekarang kalian akan menjadi warga negara dunia dipimpin satu Pemerintahan Dunia yang pastinya adalah orang-orang Yahudi. Hubungan seperti apa yang dimiliki Yahudi dengan kita? Apakah Alloh menyampaikan ini dalam Qur’an, dimana Yahudi berkuasa secara politik atas kita semua? Ingat ayat ini baik-baik dan gunakan untuk menguji mereka, pemimpin kalian. Akankah mereka mengutipnya.
Read More..

Teori Penciptaan Alam Semesta Dan Peradaban Nusantara Ditinjau Dari Naskah Kuno

PENCIPTAAN ALAM SEMESTA SAMPAI KERAJAAN SALAKANAGARA
Sedemikian jauh, di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen Bawah, maupun dari lapisan Pleistosen Tengah. Akan tetapi, dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto), kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama, bisa saja terjadi di Tatar Sunda. Sebelum kemungkinan itu terbukti, berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1, dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba), antara lain sebagai berikut: …// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. (Wangsakerta,1677: 2422)
Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala), permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. Bumi menjadi dingin. Namun demikian, belum ada mahluk hidup. Kemudian, permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh tumbuhan kecil, lalu muncul mahluk hidup berupa hewan; kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Beberapa juta tahun kemudian, muncul berjenis jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya; kemudian bermacam macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Berjuta juta tahun kemudian, muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. Mereka adalah manusia purba, manusia hewan, yang seterusnya setelah beribu ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Kira kira 1.000.000 tahun sampai 600.000 tahun yang silam di Nusantara, terutama di Pulau Jawa, hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa purusa) dari zaman purba, karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Di antaranya ada yang menyerupai kera, besar dan tinggi sosok tubuhnya, tanpa busana. Ada pula yang seperti raksasa, tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Mereka mirip kera. Ada yang tinggal di atas pohon, di lereng gunung dan tepi sungai. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata, hanya menggunakan tangan. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Kesenangannya ialah berayun ayun pada cabang pohon. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa, hutan Sumatera, hutan Makasar, dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Di daerah lain di Pulau Jawa, antara 750.000 sampai 300.000 tahun yang silam, hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Kulitnya berwarna gelap, tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Akan tetapi, manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi, sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu, disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Pulau Jawa. Kira kira 250.000 tahun yang silam, manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Sementara itu, antara 500.000 sampai 300.000 tahun yang silam, di Sumatera, Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah, hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya, musuh, ataupun binatang. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. Seterusnya, antara 300.000 sampai 50.000 tahun yang silam, di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Akan tetapi bertubuh lebih kecil, berwarna kuit agak gelap, tidak banyak berbulu, serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak, diburu, dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Selanjutnya, pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Mereka hidup antara 50.000 sampai 25.000 tahun yang silam. Mereka tidak cerdas. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu, tetapi buatannya tidak bagus, mahluk jenis inipun akhimya punah. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Ke dalam zaman tersebut, termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa purba. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40.000 sampai 20.000 tahun yang silam. jumlahnya tidak banyak. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam, saling bunuh di antara sesamanya, dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain, dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. PENDATANG DARI UTARA Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9 10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut: Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka. Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; 2. antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; 3. antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; 4, antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 5. antara 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 6. antara 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 7. antara 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 8. antara 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 9. antara 100 sampai awal tarikh Saka. Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA Orang orang yang datang berturut tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama. Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daun-daunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. terjadi bencana gempa bumi; dan 3. musim kemarau yang berkepanjangan. Akibatnya, mereka menderita kekurangan makanan, dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan, tumbuhan, tunas, dan daging hasil buruan. Karena itulah, mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Setibanya di sini, mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Anak, cucu, dan keluarga, masing masing membuat rumah. Rumah mereka itu berderet; ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. Untuk sementara, makanan sehari hari adalah daging hasil berburu di hutan. Lama kelamaan, tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Pakaian sehari hari terbuat dari kulit kayu. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu, hampir sama seperti di negeri asal mereka. Makanan sehari-harinya adalah daging, ikan, buah buahan, tunas, daun-daunan, umbi umbian, dan rempah rempah. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya, menguasai berbagai ilmu mantera, selalu bertapa, melaksanakan sembah hiyang, melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir, memberi berkah, mernimpin upacara perkawinan dan berdoa, melindungi adat, serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Singkatnya, Sang Panghulu yaitu Sang Datu, siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera, dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam macarn, tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap, dengan tata upacara dan sembah hiyang serta sajen. Tujuannya adalah agar terkabul cita citanya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan, bertambah hasil usaha tani atau dagangnya, mengharap unggul dalam perang atau perkelahian, mengharap terlepas dari penderitaan, lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta, ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan, mengalahkan musuhnya, mengharapkan berumur panjang, serta terluput dari bahaya dan macam macam harapan lagi. Serbaneka pemujaan mereka adalah api, gunung, arwah leluhur, batu, pohon besar, kayu, darah, sungai, matahari, bulan dan bintang. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung, karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya, lalu menetap di sana. Mereka berburu hewan, lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian, sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Pakaian kulit itu ada yang diberi lukisan menurut kehendak masing-masing, sedangkan batu batuan dan tulang, dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Akan tetapi, pendatang baru makin lama makin banyak, sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta lunta memasuki hutan dan pegunungan. Terjadilah pengungsian besar besaran, karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan, kesengsaraan, dan kenistaan bagi orang pribumi, seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Kaum pribumi, merasa terhina dan sangat takut, karena siapapun di antara mereka yang berani melawan, akan ditangkap dan dibunuh. Kaum pribumi itu selalu kalah, karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Sebaliknya, kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan, yaitu membuat panah dan perkakas dari besi, telah mengenal emas, perak, manik, permata, menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra), dan ilmu memanah (dhanurweda), serta membuat aneka obat obatan, dan perahu dengan baik. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari hari, mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra), membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran, serta membuat wayang dari kulit diukir. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga, membuat api dengan batu api dan besi, serta membuat tabuh tabuhan untuk mengiringi tari. Di samping itu, mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang, serta memiliki pengetahuan tentang gerhana, gempa bumi, ukuran, makanan, hari, tumbuhan, musim hujan, musim kemarau, ilmu tentang hutan, tentang hewan, tentang tanah, tentang gunung, tentang ucapan, lalu ilmu tentang rempah rempah, hutan dan gunung, ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka, yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba tengahan (janna puruwwamadya), tiba kira-kira tahun 1.600 sebelum tarikh Saka. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka, telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. Kaum pendatang kelompok ini, menyebar ke pulau pulau di Nusantara. Zaman ini, oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga), karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi, serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. Mereka merasuk ke desa desa yang dikunjunginya, seolah olah Pulau Jawa dan pulau pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi, segera dikalahkan, sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian, mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. …/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun, panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat, namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. Selanjutnya, dalam naskah tersebut dikemukakan, tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem, putera Ki Srengga namanya. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. Sang Aki Bajulpakel, putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan, kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Selanjutnya Aki Dungkul, putera Ki Pawang Sawer namanya, berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Ki Pawang Sawer, putera Datuk Pawang Marga namanya, berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Datuk Pawang Marga, putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Ki Bagang, putera Datuk Waling namanva, yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya, ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Datuk Banda putera Nesan namanya, berdiaiu di wilayah Langkasuka. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time, 1980, USA), di wilayah Propinsi Yunnan, terdapat sebuah kota kecil Yu wan, yang terletak di tepi sungal Yuan Mouw. Yu wan dalam bahasa Cina, ada kemiripan dengan Ya wa na, yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Oleh karena itu, kota Yu wan, diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya.
Sedarrgkan Yunnan sendiri, menurut para akhli, merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang, yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi, yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India, yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya, yang membentang dari arah barat di wilayah Kashmir, ke timur hingga ke wilayah perbatasan China, India dan Burma (Myanmar). Adanya benturan dua lempeng tersebut, menimbulkan gempa tektonik, di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini, adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Penyebabnya, akibat pencairan es; di puncak Himalaya pada saat musim semi. SURGA DI BUMI NUSANTARA Bertambah lama, orang yang datang baru bertambah banyak. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan, berkeliaran tanpa tujuan. Mengembara di hutan dan gunung gunung, bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. Karena orang pendatang baru, senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus menerus. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Kenyataannya, ada di bawah perintah orang orang pendatang baru, terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. Biarpun sering melawan, tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. Orang orang pribumi senantiasa kalah, karena bodoh, segalanya terbelakang. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan, ialah membuat senjata dari besi, berbagai perkakas dari besi, juga emas, perak, manik, kristal, kendaraan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak panahnya, pengetahuan tentang memanah, juga membuat berbagai obat obatan, begitu pula membuat perahu bagus. Mereka menanam padi, yang dijadikan makanan sehari hari. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan, membuat perlengkapan perang dari besi, membuat pakaian dan perhiasan yang indah indah. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. Wayang, dibuat dari kulit yang diukir. Mereka telah mampu membuat rumah besar, yang dihuni suami isteri dan kerabat laki laki dan wanita, membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. Selanjumya, mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun, perilaku mengenai alat penukar. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana, gempa bumi, pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100.000 depa), tentang makanan yang lezat, pengetahuan tentang hari, berbagai tumbuh tumbuhan, (musim) penghujan dan kemarau, pengetahuan tentang laut, pengetahuan tentang berbagai binatang, juga pengetahuan tentang tanah, gunung, dan pengetahuan tentang tutur kata. Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia purba pertengahan, kira kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat obatan, bahan bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana. DEWAWARMAN Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut: /jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak, mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau pulau di bumi Nusantara. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Di antara mereka, yang tiba di Pulau Jawa, ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan, ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama), ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya, seperti yang telah terjadi di negeri asalnya, yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Terutama para pendatang, banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dua wangsa inilah, yang sangat banyak berdatangan di sini, dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar kecil. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman, tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat), maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Mereka senantiasa datang di sini, dan mereka kembali membawa rempah-rempah ke negerinya. Di sini, Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat), Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan, terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. Permulaan pertama tahun Saka, di pulau pulau Nusantara, telah banyak golongan warga masyarakat, yang menjadi pribumi tiap dusun. Di antaranya ada yang bermusuhan, ada juga yang berkasih kasihan berbimbingan tangan. Dukuh itu ada yang besar, ada yang kecil. Dukuh besar ada di tepi laut, atau tidak jauh dari muara sungai. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India), negeri Singhala, negeri Gaudi, negeri Cina dan sebagainya. Ramailah kemudian dukuh dukuh di tepi laut. Dengan demikian, ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Tetapi, yang banyak datang dari negeri Bharata (India), golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman, tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat, namanya terkenal, Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Selanjutnya, puteri Sang Aki Luhur Mulya, namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati), diperisteri oleh Sang Dewawarman. Dewawarman ini, disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Oleh karena itu, Dewawarman dan pasukannya, tidak ingin kembali ke negerinya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ, lalu beranak pinak. Beberapa tahun sebelumnya, Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri negeri lain yang bersahabat, seperti kerajaan kerajaan di Ujung Mendini, Bumi Sopala, Yawana, Syangka, China, dan Abasid (Mesopotamia), dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi, serta barang barang lainnya. Tatkala Aki Tirem sakit, sebelum meninggal, ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu, sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Demikian pula para pengikut Dewawarman, karena mereka telah menjadi penduduk di situ, lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Setelah Aki Tirem wafat, Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ, dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara, sedangkan isterinya, Pohaci Larasati menjadi permaisuri, dengan nama nobat, Dewi Dwanu Rahayu. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Daerah kekuasaan Salakanagara, meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera, masuk pula dalam wilayahnya. Oleh karena itu, daerah- daerah sepanjang pantainya, dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman, sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Perahu perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya, harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Pelabuhan pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan, Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan), Nusa Api (Krakatau), dan pesisir Sumatera bagian selatan, dijaga oleh pasukan Dewawarman. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan, dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Kota besar lainnya lagi, Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Agrabhintapura, dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti, adik Dewawarman. Sedangkan adiknya yang lain, yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti, diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. (har) (dikutip dari http://www.scribd.com/doc/79706043/Sejarah-Kerajaan-Tatar-Sunda)

Read More..