Selasa, 31 Mei 2011

Trens Baru Wanita Inggris: Kembali ke Rumah

Perubahan dunia sangat cepat. Jika dahulu wanita Barat dikenal mengejar karir di sektor publik, tapi tren terbaru menujukkan sebaliknya. Sebuah majalah wanita, Genius Beauty memberitaka, psikolog dan sosiolog Inggris mengemukakan sebagian besar wanita Inggris abad ini, berharap bisa hidup dengan orang yang dicintainya. Hal ini berdasarkan penelitian gabungan terhadap wanita pekerja di Inggris.

Hasilnya, 70% wanita meninginkan membangun sebuah keluarga yang bahagia bersama dengan pasangan mereka. Sedangkan 64% dari lainnya ingin mendapatkan keduanya, yaitu keluarga dan karier berjalan seiring.

Selain itu, para ilmuwan juga menanyakan apakah wanita berpikir tentang tingkat IQ (Intelegence Quotient) pasangan mereka. Sekitar 62 persen dari mengaku ingin suami mereka lebih pintar dari mereka, meskipun 20 persen dari responden terhadap kecerdasan calon suami mereka.

Penelitian serupa yang dilakukan pada tahun 1990-an mengungkapkan hal berbeda. Hanya 20 persen wanita di Inggris yang ingin menikah secepatnya. Hasil terbesar, sekitar 80 persen mengutamakan kariernya terlebih dahulu. Hal ini merupakan perubahan ideologis yang terjadi dalam satu dekade ini.

Tausyiah MUI


Sebelum ini, Desember 2004, dalam Rakernasnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan satu rekomendasi bidang sosial budaya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan “Gerakan Kembali ke Rumah” (al ruju' ila al usroh). Dalam rekomendasinya, MUI menghimbau para ibu jangan merasa bangga banyak di luar rumah dan merasa gengsi mendidik anak di rumah.

Menurut MUI, rumah harus menjadi wahana pendidikan pertama dan utama untuk membentengi anak dari serbuan budaya yang merusak akhlak. Seruan ini sangat menarik, sebab melawan arus dari gegap gempitanya para perempuan berkiprah di ruang publik.

Menariknya, sementara di Barat – yang kerap dijadikan acuan model peradaban masa depan—kini muncul gerakan ‘kembali ke rumah’ sementara perempuan kita justru tengah getol-getolnya bekerja di sektor publik dan meninggalkan rumah.*

Read More..

Games Online Rusak Kemampuan Baca Anak


Para peneliti memperingatkan permainan komputer merusak kemampuan membaca anak-anak. Berdasarkan Daily Mail, peneliti menemukan kemampuan membaca anak usia 9 dan 10 tahun merosot di negara dengan rumah tangga yang setidaknya memiliki satu komputer.

Tim dari Universitas Gotheburg di Swedia membandingkan kemampuan membaca dari siswa berusia 9 dan 10 tahun di Swedia, Amerika Serikat, Italia dan Hungaria. Mereka menemukan bahwa sejak 1991 rata-rata kemampuan membaca menurun di AS dan Swedia, tapi meningkat di Italia dan Hongaria.

Anak-anak di AS dan Swedia juga meminjam lebih sedikit buku dari perpustakaan dan menghabiskan sedikit waktu luang mereka untuk membaca. Para peneliti menemukan bahwa kemampuan anak laki-laki sedikit lebih menurun daripada para perempuan, kemungkinan karena mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu bermain video games.

"Kemampuan membaca turun karena penggunaan komputer di waktu luang meningkat," kata Profesor Monica Rosen, pemimpin penelitian, Senin (30/5). Penting bila kita tidak cepat mengambil kesimpulan bahwa penjelasan lengkap dari kurangnya membaca adalah kekurangan dalam pendidikan.

Kebalikannya, cara di mana komputer merusak kemampuan membaca menunjukkan dengan jelas bahwa waktu luang setidaknya sepenting saat tiba waktunya untuk mengembangkan kemampuan membaca berkualitas tinggi.*

Read More..

Senin, 30 Mei 2011

Mantan Hakim di Era Bush Ungkap Interogasi Ilegal CIA

Mantan pejabat Departemen Kehakiman Bush, Jay S. Bybee mengungkapkan tidak pernah menyetujui metode interogasi brutal yang dilakukakn CIA dengan taktik kasar untuk menjatuhkan pada tersangka - termasuk pemukulan berulang-ulang.

Dalam kesaksian tertutup di hadapan Komite Kehakiman DPR pada tanggal 29 Mei, mantan pejabat, Hakim Jay S. Bybee, mengatakan CIA tidak pernah mencari persetujuan untuk beberapa praktek yang para tahanan kemudian mengatakan telah digunakan pada mereka, termasuk menyiram mereka dengan air dingin agar tetap terjaga dan memaksa mereka untuk memakai popok.

"Teknik-teknik itu tidak diotorisasi," katanya, menurut sebuah transkrip yang dirilis pada Kamis oleh komite.

Tapi Hakim Bybee sangat membela nasihat hukum yang ia sediakan untuk CIA pada tahun 2002 bahwa waterboarding, pendorong ke dinding dan metode lain yang digunakan oleh CIA adalah sah.

"Kami mengambil pandangan keras dari otoritas presiden," kata Hakim Bybee, "Kami menawarkan garis bawah untuk klien yang ingin tahu apa yang bisa dia lakukan dan apa yang tidak bisa lakukan. Saya tidak menjalankan debat publik, dan saya tidak menjalankan sekolah hukum."

Pandangan Hakim Bybee, dijelaskan dalam sebuah wawancara disumpah sepanjang hari, mewakili komentar paling luasnya di depan publik untuk perannya dalam salah satu episode paling kontroversial dari pemerintahan Bush.

Dalam kesaksian yang baru saja diungkapkan, Hakim Bybee menjelaskan bahwa dia tidak memiliki pengetahuan tangan pertama apa yang sebenarnya terjadi di interogasi. Tapi dia ditanya tentang perlakuan terhadap tahanan yang dijelaskan dalam laporan inspektur jenderal CIA 2004 dan cerita yang disediakan beberapa tahanan kepada Komite Internasional Palang Merah.

Pertanyaan teknik interogasi yang telah disetujui oleh Departemen Kehakiman dan yang tidak merupakan inti dari sebuah investigasi kriminal dari program interogasi CIA.

Pada bulan Agustus 2009, ketika Jaksa Agung Eric Holder H. Jr mengumumkan penyelidikan, ia mengatakan Departemen Kehakiman tidak akan menuntut siapa pun untuk mengikuti panduan hukum yang diberikan oleh departemen Kantor Penasehat Hukum, seperti yang Juru bicara CIA, George Little, menunjukkan.

Holder menugaskan investigasi kepada John H. Durham, seorang jaksa federal di Connecticut veteran yang sejak tahun 2008 telah meninjau penghancuran oleh CIA atas rekaman video interogasi untuk melihat apakah ada undang-undang tersebut yang dilanggar CIA. Durham belum menghasilkan kesimpulan tentang baik materi dan juru bicaranya menolak berkomentar pada hari Kamis (15/7).

Hakim Bybee menjabat di Kantor Penasehat Hukum dari akhir 2001-2003 - saat itu memberikan nasihat penting tentang perlakuan terhadap tahanan yang diambil dalam perang melawan Al Qaeda dan Taliban. Sebagian besar nasihat yang ditulis oleh seorang wakilnya, John Yoo, tapi Hakim Bybee menandatanganinya.

Memorandum hukum mereka masih rahasia ketika Presiden George W. Bush menunjuk Hakim Bybee ke pengadilan banding federal di San Francisco. Namun pada tahun 2004, setelah skandal penyiksaan Abu Ghraib, beberapa memorandum bocor ke media massa.

Memorandum itu memicu kontroversi yang intens, dan penerus Hakim Bybee dalam pemerintahan Bush menarik beberapa dari mereka. Itu juga sangat dikritik oleh sarjana hukum, dan beberapa kritikus yang menyerukan untuk Yoo untuk dipecat dari Universitas California, Berkeley, di mana dia adalah seorang profesor hukum tetap, dan untuk Hakim Bybee agar dipecat.

Sebuah penyelidikan lima tahun oleh kantor etika Departemen Kehakiman tajam mengkritik memorandum itu dan menemukan, dalam laporan diungkapkan tahun ini, bahwa dua orang telah melakukan "kesalahan profesional" Tapi. temuan itu ditolak oleh David Margolis, seorang pengacarar di Departemen Kehakiman membuat keputusan akhir mengenai tinjauan etika. Margolis mengatakan pekerjaan Hakim Bybee dan Yoo memiliki "kelemahan yang signifikan," tapi setiap penilaian harus mempertimbangkan iklim ketakutan dan urgensi setelah serangan 11 September 2001.

Hakim Bybee menyediakan beberapa rincian baru tentang penyusunan memorandum dalam kesaksiannya, dan sering mengatakan dia tidak bisa mengingat percakapan dan pertemuan tentang mereka. Dia mengatakan itu ketika ia memberikan penjelasan kepada Jaksa Agung John Ashcroft tentang memorandum itu, "Jaksa Agung berkata sesuatu yang menyatakan bahwa ia menyesal bahwa ini perlu."

Membaca kutipan yang mengkritik memorandum dari penerusnya di Kantor Penasehat Hukum, Jack Goldsmith, yang diangkat Bush yang kini menjadi profesor hukum Harvard, Hakim Bybee mengatakan bahwa Goldsmith dan kritikus lainnya telah "disalahartikan dan keliru membaca" dokumen dan mencatat bahwa para pengacara sering tidak setuju.

Dia menekankan bahwa penggantinya dari partai Republik tidak menolak daftar spesifik dari teknik interogasi - termasuk Waterboarding - yang ia simpulkan secara sah dijatuhkan pada tahanan. Dalam retrospeksi, Hakim Bybee mengatakan ia berharap bahwa bagian dalam satu memorandum - menyimpulkan bahwa presiden, sebagai panglima tertinggi, memiliki kewenangan konstitusional untuk mengganti undang-undang yang mengatur interogasi - telah ditulis dengan cara yang "lebih" lengkap, tapi dia tidak berpikir itu salah.

Hakim Bybee juga menentang laporan berita dari makan malam di bulan Mei 2007 dengan mantan panitera di mana dia mengatakan dia bangga dengan pekerjaannya sebagai hakim tapi kemudian menambahkan, menurut beberapa saksi, "Seandainya saya bisa mengatakan itu pada pekerjaan saya sebelumnya."

Dalam kesaksiannya, Hakim Bybee kata pernyataan itu dimaksudkan sebagai "komentar lucu" Dia mengatakan dia "bangga akan pendapat kita" di Kantor Penasehat Hukum, juga menyebut mereka "diteliti" dan " ditulis sangat hati-hati.."

Namun, ia mengatakan kontroversi seputar masa jabatannya sudah ada sulit.

"Saya pernah menyesali karena ketenaran yang telah berdampak pada saya," katanya. "Ini telah memberikan tekanan besar pada saya baik secara profesional dan pribadi. Hal ini berdampak pada keluarga saya. Dan saya menyesal bahwa, sebagai akibat dari pelayanan pemerintah saya, perhatian semacam itu telah mengganggu saya dan keluarga saya." (SMcom)

Read More..

Minggu, 29 Mei 2011

"Pacaran" Justru membuat Wanita Menderita

Manisnya masa-masa indah sewaktu pacaran memang kerap menggoda banyak orang untuk mengulanginya berkali-kali, walau seberat dan sesakit apapun penderitaan yang diterima ketika mendapati hubungan itu harus berakhir. Tapi, tahukah Anda bahwa hubungan mesra seperti ini justru bisa menjadi tidak sehat bagi wanita?

Genius Beauty mewartakan, Jumat (27/5), kesehatan fisik perempuan ternyata sangat dipengaruhi pengalaman buruk hubungan masa lalu mereka.

Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, Amerika Serikat, terhadap 1.500 wanita dari berbagai usia. Penelitian menunjukkan hampir 98 persen dari wanita memiliki alasan yang tepat merasa tersinggung oleh mantan pacar mereka.

Parahnya lagi, dalam 70 persen kasus, para responden wanita yang memiliki keluhan atau dendam akan mengalami masalah kesehatan. Kebanyakan dari mereka menderita sakit jantung, sakit maag, dan nyeri kronis.

Dalam beberapa kasus, amarah memang sering dirasakan saat kita tersakiti. Tapi satu hal yang pasti, jika terlalu lama dipendam hal itu justru memengaruhi kesehatan dan hubungan yang buruk.

Penelitian juga menunjukkan sekitar 70 persen dari koresponden merasa tersinggung dan 38 persen lainnya tak bisa mengampuni mantan kekasih mereka. Sementara itu, 32 persen sisanya memiliki argumen dengan teman-teman atau kerabat saat mengeluh tentang beberapa situasi.

Para ahli menyarankan untuk mencoba dan mengatasi emosi negatif. Namun, jika seseorang tidak bisa melawan emosi itu, diharapkan ia harus berkonsultasi ke psikolog. "Rasa maaf, ikhlas, dan mengeluarkan emosi tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga kesehatan fisik seseorang," kata Alex Likerman, ketua penelitian.

Nah, daripada pacaran hanya akan membuat luka hati, sebaiknya bersabar menunggu masa menikah atau menyegerakan menikah tanpa pacaran.*

Read More..

Inilah Akibat Yang Akan Dialami Pemilik Nama "Muhammad" Bagaimana dengan M. Nazarudin?

Nama Muhammad memang sangat fenomenal dan telah menjadi buah bibir semenjak zaman nabi Adam As masih bersemayam di surga, secara tidak sengaja Adam As melihat nama ini di dinding-dinding surga yang selalu disandingkan dengan asma Allah Swt. Walhasil Adam menjadi penasaran dengan nama ini dan memberanikan diri untuk menanyakan langsung rahasia dibalik penulisan nama Muhammad?

Allah Swt menjawab : dia adalah kekasihku “Habibullah” , Muhammad adalah salah satu dari keturunanmu yang akan diutus sebagai nabi terakhir, walaupun di utus sebagai nabi terakhir, Muhammad adalah Pioner dari para utusanku di akherat kelak. Dan saya menciptakan alam semesta seisinya ini semata-mata hanya untuk dia.

Dalam masalah aqidah, Keislaman seseorang tidak akan sah dan tidak di sebut sebagai muslim sebelum nama Muhammad di sebutkan setelah nama Allah swt , demi melengkapi penyaksian (syahadat) akan Allah swt dan Nabi Muhammad saw.

Para salaf soleh (ulama-lama soleh zaman dulu) sangat menganjurkan untuk memberikan nama anak-anak kita dengan nama Muhammad atau Ahmad, mereka berkeyakinan bahwa sebuah keluarga akan lebih barokah dan tentram jika salah satu anaknya dinamakan dengan nama sang Nabi ini.

Sebagian guru agama atau kiyai yang mengerti rahasia dari nama ini sangat sungkan dan enggan memberikan hukuman atau memukul murid-muridnya yang kebetulan bernama Muhammad atau Ahmad. Walaupun dia memang bersalah dan layak di hukum. Hal ini demi adab dan menjaga diri dari menciderai keagungan nabi Muhammad saw.

Bahkan menurut satu keterangan ( hadits dhaif), para malaikat yang menjaga neraka dan menyiksa orang-orang yang berdosa disana akan memberikan dispensasi khusus kepada para muslimin yang sempat mampir di neraka dan memiliki nama ini, sehingga tidak menerima hukuman yang sama dengan para penghuni neraka lain sebelum akhirnya dimasukkan ke sorga.

Akhirnya, berhati-hatilah dan bersikaplah bijak sebisa mungkin dengan orang-orang yang bernama Muhammad, bukan karena kita takut, enggan atau apapun, akan tetapi demi menjaga martabat sang Nabi dan kemuliaannya dimata Allah, penghormatan kita pada orang-orang yang kebetulan memiliki nama tersebut akan di balas oleh Allah swt dan kekasihnya Muhammad Saw.

Lalu bagaimana dengan orang yang menyandang nama Muhammad namun tidak bisa menjaga amanah yang sudah disandangkan kedalam namanya? kita sudah tahu contoh orang yang dimaksudkan, Muhammad Nazarudin, seorang kader partai Demokrat yang menyalahgunakan jabatannya. Nampaknya nama inipun memiliki makna yang sangat dalam, Nazar yang dalam bahasa arab berarti menepati janji, nampaknya dalam kehidupan nyata beliau tidak bisa menjadi manusia panutan sebagaimana yang diharapkan, lalu akibat seperti apa yang akan dia terima kelak? sesuai keistimewaan yang akan diterima bagi sebagian orang yang bisa menjaga kesucian nama tersebut, penyalahgunaan nama inipun nampaknya akan mendapat ganjaran yang tidak ringan dihari akhirat kelak. Lihat saja bagaimana kesengsaraan yang ia terima selama didunia selama menyalahgunakan nama tersebut, tentunya juga akan jauh lebih berat di akhirat nanti.

Read More..

Isi Percakapan Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar dan Cacing

Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu Kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.

Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, "hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau". Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri". Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.

Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, "hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar". "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing". Si cacing menjawab, " Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".

Subhaanallah, kita sebagai manusia dikatai sama cacing, cacing lebih bersyukur dijadikan sebagai cacing, kenapa?
dalam sabda Rasulullah "semua makhluk bisa mendengar adzab kubur, kecuali jin dan manusia"

adzab kubur:

karena cacinglah yang menjadi saksi akan AZHAB KUBUR yang mengerikan itu.cacing yang menemani kita ketika kita sudah mati.

ALLAHU AKBAR, selamatkan kami semua ya ALLAH dari adzab mu, baik didunia apalagi diakhirat kelak, aamiin.

mari kita bertaubat semuanya, insyaALLAH, DIA akan mengampuni kita

Diambil dari : kaskus.us

Read More..

Liga Arab Dukung Pengakuan Negara Palestina Melalui PBB

Liga Arab menyatakan lembaga ini mendukung upaya mencari pengakuan dari PBB untuk negara Palestina, ketika Qatar mengusulkan pada pertemuan tersebut proses perdamaian Timur Tengah ditunda sampai Israel "siap" untuk melakukan pembicaraan.

Pada pertemuan Komite Pemantauan Arab yang diketuai oleh Qatar, Liga Arab mengatakan, lembaga ini “mendukung upaya melalui PBB meminta pengakuan negara Palestina sepenuhnya dengan perbatasan tahun 1967.”

Pernyataan Liga Arab Sabtu itu disampaikan segera setelah Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, menegaskan kembali tekadnya untuk mencari pengakuan pada badan diplomatik dunia itu, kecuali jika Israel mulai perundingan untuk hal-hal yang bersifat "substansial".

Proses ‘Terhenti’

Qatar mengusulkan pada pertemuan itu bahwa proses perdamaian Timur Tengah tidak dapat dilanjutkan sampai Israel "siap", demikian laporan Al Jazeera, Sabtu (28/5) malam.

"Kami akan menghentikan sejenak proses perdamaian sampai ada keinginan dari mitra negosiasi, yakni pihak Israel,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassem al-Thani ketika membuka pertemuan monitoring komite Arab.

Pertemuan itu mendiskusikan perkembangan terakhir mengenai masalah Palestina, menyusul usulan dari Barack Obama, Presiden AS, untuk menyelesaikan persengketaan yang lama itu.

Dalam pidato 19 Mei, Obama menyampaikan pernyataan yang jelas kepada Israel dan Palestina untuk menggunakan perbatasan sebelum Perang Enam Hari 1967 sebagai dasar mendapatkan solusi dalam pembicaraan negosiasai mengakhiri konflik itu.

Bentuk negara itu termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan sejumlah wilayah Arab di Al Quds Timur yang dikuasai Zionis, dengan beberapa penyesuaian dan tukar-menukar lahan sehingga Zionis Israel dapat mempertahankan blok permukimannya.

Obama juga berharap bahwa kemajuan dalam keamanan perbatasan, akan memungkinkan bergerak ke arah solusi pada "masa depan Al Quds dan nasib pengungsi Palestina".

Namun Perdana Menteri Qatar juga mengkritik "keengganan AS untuk menciptakan upaya-upaya yang membuat Israel menanggapi positif inisiatif" perdamaian.

Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, telah menolak usulan Obama tersebut, dengan mengatakan negara Yahudi itu "tidak dapat dipertahankan" jika kembali ke perbatasan pada tahun 1967, yang hal itu tidak mencakup lusinan permukiman.

Dia juga menolak membagi kota suci Al Quds. Sementara Palestina menginginkan Al Quds timur sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Sheikh Hamad mengatakan, pidato Netanyahu "membuktikan bahwa Israel tidak menginginkan perdamaian".

Pada hari Sabtu, Abbas kembali menyatakan tekadnya untuk memimpin pada bulan September di PBB guna mencari pengakuan atas negara Palestina.

"Opsi kita masih negosiasi, tetapi tampaknya karena kondisi yang diberlakukan oleh Netanyahu ... kita tidak punya pilihan selain menggunakan PBB untuk mendapatkan pengakuan negara kita," katanya, mengulangi peringatan yang ia sampaikan setelah pidato Netanyahu di AS .

"Kami serius dalam keputusan kami untuk menggunakan PBB. Ini bukan manuver ... kita akan melakukannya, kecuali Netanyahu menerima untuk memulai negosiasi secara substansial."

Abbas sebelumnya mengatakan, pidato Netanyahu di AS itu telah men”torpedo” segala upaya negosiasi.*

Keterangan foto: Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Read More..

Pengaruh Zionis Dibalik Kebijakan Amerika

Pada awal tahun 1960, Senator William J. Fulbright berjuang untuk memaksa American Zionist Council untuk mendaftar sebagai agen pemerintah asing. Dewan menghindari untuk pendaftaran ulang dengan mengatur American Israel Public Affairs Committee. AIPAC telah menjadi apa yang paling dikhawatirkan Fulbright: agen asing Amerika yang mendominasi politik luar negeri sementara menyamar sebagai lobi domestik.

Israelis dan pro-Israelis keberatan ketika mereka mendengar tuduhan tersebut. Bagaimana caranya, mereka bertanya, sehingga kita dapat menggunakan pengaruh seperti itu terhadap jumlah orang yang lebih banyak? Jawabannya terletak dalam hitungan matematis.

Dan dalam satu isu advokasi yang melahirkan kebijakan AS oleh puluhan organisasi 'domestik'yang sekarang menyusun lobi Israel, dengan AIPAC sebagai kekuatan yang paling terlihat.

Politik matematika telah diaktifkan oleh Senator John McCain yang mendukung untuk segala sesuatu yang telah diyakinkan oleh Israel kepadanya bahwa calon GOP itu akan melanjutkan pemerintahan Zionis GW Bush. Gaya kampanye reformasi keuangan McCain membuktikan kecocokan yang sempurna untuk penggalangan dana yang berbasis Diaspora yang mana lobi tersebut bergantung. Disponsori oleh Senator Russ Feingold dari Wisconsin, perubahan dalam pemilihan hukum federal ini bagaimana pengaruh Israel menjadi sistemik.

'McCain-Feingold' menaikkan jumlah (dari $ 1000 menjadi $ 2.300) yang dapat diterima oleh calon dari individu-individu dalam pemilihan umum presiden. Sepasang calon sekarang dapat berkontribusi sebuah gabungan senilai $ 9.200 untuk calon federal: $ 4600 di masing-masing pemilihan primer dan umum. Pemilihan primer, biasanya dengan anggaran yang lebih rendah, sangat mudah digoyahkan.

Penting untuk Diaspora, perubahan ini juga meningkatkan dana dua kali lipat dari yang dapat diterima oleh calon tanpa mempedulikan kontributor di mana mereka berada. kandidat di Iowa, misalnya, mungkin hanya memiliki beberapa konstituen pro-Israel. Ketika dukungan kampanye diberikan oleh sebuah jaringan nasional yang pro-Israel, calon tersebut dapat lebih mudah dibujuk untuk mendukung kebijakan dicari oleh Tel Aviv.

Penggalangan dana berbasis Diaspora telah lama digunakan oleh lobi dengan keberhasilan yang berkali-kalai dalam membentuk kebijakan luar negeri AS. Di bawah alasan reformasi, John McCain meningkatkan dua kali lipat sumber daya keuanganyang dapat dihasilkan oleh lobi untuk memilih dan mempertahankan para pendukung.

Proses mempengaruhi bekerja seperti ini. Kandidat yang dipanggil dalam wawancara mendalam AIPAC. Mereka yang ditemukan cukup berkomitmen untuk agenda Israel menyediakan daftar donor yang cenderung "memaksimalkan" promosi kontribusi mereka. Atau proses dapat dibuat lebih mudah ketika calon yang disetujui AIPAC diberi nama sebagai "bundler."

Bundlers meningkatkan dana dari Diaspora dan mengumpulkan kontribusi mereka untuk memberikannya kepada kandidat. Tidak ada ganti rugi yang perlu disebutkan. Setelah McCain-Feingold menjadi undang-undang pada tahun 2003, budler AIPAC dapat meningkatkan $ 1 juta-plus untuk calon yang disetujui AIPAC hanya dengan menghubungi sepuluh pendukung.

Begini perhitungan matematisnya:

Bundler dan pasangan calon "memaksimalkan" dana $ 9.200 dan menghubungi sepuluh orang lain, misalnya di Manhattan, Miami, dan Beverly Hills. Masing-masing mengeluarkan secara maksimal ($ 10 x $ 9.200) dan sepuluh orang lain untuk mencapai total 11. (110 x $ 9.200 = $ 1.021.000.)

Bayangkan insentif dapat melakukan dengan baik dalam wawancara AIPAC. Satu panggilan dari lobi dan calon bisa mengumpulkan cukup uang untuk meningkatkan yang kampanye kredibel di sebagian besar kongres distrik.

Tambahan kekuatan berasal dari: (a) mempertahankan keuangan ini untuk lebih fokus diatas beberapa siklus, (b) dengan menggunakan dana untuk mendapatkan dan mempertahankan kedudukan mereka untuk melayani di komite kunci kongres untuk mempromosikan tujuan Israel, dan (c) menentang setiap calon yang mempertanyakan tujuan mereka.

Jewish Achievement melaporkan bahwa 42% dari donor politik terbesar ke siklus pemilu 2000 adalah Yahudi, termasuk empat dari lima. Itu dibandingkan dengan kurang dari 2% dari Amerika yang merupakan orang Yahudi. Dari 400 terkaya Amerika versi Forbes, 25% adalah Yahudi menurut Michael Steinhardt, penggalan dana kunci dari Democrat Leadership Council. DLC yang dipimpin oleh Senator Yahudi Zionis Joe Lieberman ketika ia mengundurkan diri pada tahun 2000 untuk menjalankan sebagai wakil Presiden dari calon presiden pro-Israel, Al Gore.

Uang itu tidak pernah menjadi kendala. Donor Pro-Israel hanya terbatas oleh berapa banyak mereka dapat berkontribusi secara sah kepada kandidat AIPAC. McCain-Feingold membangkitkan batas penting. Dampak penuh dari pengaruh asing ini belum dihitung. Apa yang harus diketahui adalah itu sudah cukup untuk menerapkan Undang-undang Pendaftaran Agen Asing. Di atas 50 neokonservatif yang mengadvokasi perang di Irak, 26 dari mereka adalah orang Yahudi (52%).

Harry Truman, seorang Zionis Kristen, tetap menjadi salah satu dari penerima dana yang terkenal. Di tahun 1948, dia sangat tertinggal dalam jajak pendapat dan dana. Prospeknya meningkat drastis pada bulan Mei setelah dia dikenal sebagai negara yang sah dari daerah kantong Yahudi extremis yang awalnya direncanakan untuk menetap di Argentina sebelum mengganti target mereka menjadi Palestina.

Pengakuan itu ditentang oleh Sekretaris Negara George C. Marshall, Kepala Staf gabungan, korps diplomatik, Central Intelligence Agency dan banyak wargaAmerika lainnya. Tidak sampai 1984 ketika diketahui bahwa jaringan Zionists Yahudi telah mendanai kampanye Truman dengan secara finansial mendukung kampanye dengan $ 400.000 dalam bentuk uang tunai ($ 3 juta dolar pada tahun 2009).

Untuk membeli waktu, dana digalang dari jaringan lobi Israel dibayar ke outlet media besar yang dimiliki atau dikelola oleh anggota jaringan yang sama. Presiden, Senator dan anggota kongres datang dan pergi, tetapi orang-orang yang mengumpulkan cek meningkatkan pengaruh politik mereka.

Sistem pemerintahan Amerika Serikat dimaksudkan untuk memastikan bahwa anggota DPR mewakili keprihatinan dari Amerika yang berada di kongres daerah, bukan jaringan nasional yang tersebar(a Diaspora) berkomitmen untuk meningkatkan agenda dari bangsa asing. Pemilihan Federal dimaksudkan untuk menahan Senator yang akuntabel bagi konstituen yang berada di negara mereka, dan tidak mewakili ataupun sebagai warga negara atau pemerintah asing.

Dalam efek praktis, McCain-Feingold mempercepat kemunduran dari perwakilan pemerintah dengan memberikan pengaruh yang tidak sesuai ke sebuah jaringan agen asing ke seluruh negara atas pemilihan di setiap negara dan distrik kongres. 'Reformasi' kampanye keuangan jaringan ini diaktifkan untuk mengontrol lebih banyak pengaruh kekuatan politik, mengesampingkan tempat tinggal mereka dan seringkali bertentangan dengan kepentingan Amerika.

Pelipatgandaan kekuatan ini sekarang terlihat dengan jelas, dengan kebebasan berbicara yang tertutup dan kebal hukum, pemilu bebas, pers bebas dan bahkan kebebasan agama. Disitulah terletak bahayanya suatu aliansi yang telah memaksa AS untuk menyerbu Irak dan sekarang berusaha perang dengan Iran. Dengan mengijinkan agen asing yang memungkinkan untuk beroperasi sebagai lobi domestik, AS telah dipaksa untuk merancukan kepentingan Zionis dengan kepentingannya sendiri. (SMcom)

Read More..

Biara 'Night Club" Mengguncang Vatikan


Diduga mempraktekkan ibadah secara tidak lazim sebuah biara kuno bernama Santa Croce di Gerusalemme Italia untuk sementara ditutup penggunaannya oleh pemimpin tertinggi otoritas Katolik dunia Paus Benediktus XVI.

Dilaporkan dalam ibadah tersebut para biarawan mempraktekkan tarian secara berlebihan seperti orang yang melakukan disko nightclub (klub malam) dan mengganggu pengurus biara.

Dilansir harian Australia The Age yang mengutip dua harian Italia La Stampa dan Il Foglio, diketahui bahwa biara tersebut dipimpin oleh seorang suster mantan penari nightclub (klub malam) yang telah bertobat. Namun lama-kelamaan diketahui bahwa gereja basilika dijadikan tempat “Friends of Santa Croce,” sekelompok golongan aristokrat yang melakukan ibadah yang dipandang tidak lazim, seperti tarian di mana para suster berjingkrak-jingkrak di sekitar altar.

Ibadah yang dipandang tidak lazim tersebut akhirnya terbongkar ketika seseorang berhasil merekam dan mengunduhnya ke jejaring video Youtube. Sontak hal ini membuat beberapa petinggi Vatikan yang dikenal konservatif langsung kebakaran jenggot. Akibat hal ini komunitas para rahib Cistercian yang berpusat di biara yang sekaligus gereja selama lebih dari lima abad itu, dipindahkan ke berbagai gereja lain di Italia.

Laporan pun sampai hingga ke telinga sang Paus yang melalui Kongregasi Lembaga Hidup Bakti segera melakukan penutupan biara yang pernah dikunjungi oleh Madonna dan para selebriti lainnya. Lingkungan Katolik memang diketahui mulai sedikit terbuka terhadap modernisasi dalam ibada seperti yang pernah diangkat dalam film Sister Act, namun pada beberapa situasi melakukan ibadah dengan penyembahan yang tidak biasa dapat dianggap berlebihan.*

Read More..

Boedi Oetomo Tangan Kanannya Freemason di Indonesia

Setiap 20 Mei pemerintah memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Peringatan ini mengacu pada organisasi Boedi Oetomo (BO) yang didirikan pada 20 Mei 1908. Anehnya, kedekatan BO dengan organisasi Freemason tak pernah diungkap sejarah. Ada apa?

Oleh Artawijaya*


Het Jong Javaasche Verbond Boedi Oetomo atau Ikatan Pemuda Jawa Boedi Oetomo didirikan di Gedung STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen), Batavia, pada 20 Mei 1908.

Tahun berdirinya BO sama dengan tahun munculnya Gerakan Turki Muda (Young Turk Moment). Gerakan Turki Muda (Young Turk Movement) yang dipimpin oleh Mustafa Kemal At-Taturk juga mengadakan revolusi kebangkitan nasional.

Gerakan ini berhasil menumbangkan kekhilafahan Islam, dan mengganti hukum Islam menjadi hukum sekular. Aktivis Turki Muda banyak didominasi oleh para sekularis. Bahkan, At-Taturk sendiri adalah anggota jaringan Freemason yang sangat anti dengan syariat Islam.

Mengenai Gerakan Revolusi Turki Muda, pendiri Boedi Oetomo yang juga anggota Theosofi, dr Soetomo mengatakan,”perkembangan yang terjadi di Turki adalah petunjuk jelas bahwa “cita-cita Pan-Islamisme” telah digantikan oleh nasionalisme.”Soetomo adalah tokoh Boedi Oetomo yang banyak melontarkan pelecehan terhadap Islam dan mengagumi gerakan kebangsaan yang terjadi di Turki.

Nama Boedi Oetomo diambil dari bahasa sansakerta, ”Bodhi” atau ”Buddhi” yang berarti keterbukaan jiwa, pikiran, kesadaran, akal, dan daya untuk membentuk dan menjunjung konsepsi ide-ide umum. Sedangkan Oetomo berasal dari kata ”Uttama” yang berarti tingkat kebajikan utama.

Jadi, BO bisa disebut sebagai organisasi yang mengedepankan keterbukaan akal sebagai tingkat kebajikan utama. Mereka menyebut ”budi” sebagai puncak kegiatan moral manusia dan mengendalikan akal dan watak seseorang.

Boedi Oetomo adalah organisasi yang kental dengan nilai-nilai kebatinan.Para aktivisnya mengaku ingin menyatukan antara kultur dan tradisi Jawa dengan pendidikan Barat. BO ingin memadukan antara modernisasi Barat dan mistis Timur.

Ki Wiropoestoko, anggota BO Surakarta mengatakan, “Berdirinya Boedi Oetomo semata-mata merupakan hasil elit Jawa yang telah memperoleh pendidikan barat.” Sementara sejarawan Robert van Niels, penulis bukunya Munculnya Elit Modern Indonesia menyebut BO sebagai organisasi yang mengikuti garis-garis barat. Ia juga menyebut BO dan Jong Java sebagai organisasi yang bersifat Theosofis dan agnostik.

Penggagas organisasi BO, dr Wahidin Soediro Hoesoedo adalah anggota Theosofi,sebuah perkumpulan kebatinan yang berlandaskan pada tradisi Kabbalah Yahudi yang didirikan oleh Helena Petrovna Blavatsky.

Selain Theosofi, para ketua dan aktivis BO juga masuk sebagai anggota Freemason. Anehnya, tentang kedekatan organisasi ini dengan kelompok Theosofi dan Freemason tak pernah diungkap dalam buku-buku sejarah di sekolah.

Penulis buku Api Sejarah, sejarawan Ahmad Mansur Suryangera menyebut BO sebagai organisasi yang lebih mencerminkan gerakan kejawen yang anti Islam, ketimbang organisasi yang mengusung nasionalisme.

Sejarawan yang banyak mengoreksi penyimpangan-penyimpangan sejarah di Indonesia ini juga menyebut BO sebagai organisasi yang bersifat kedaerahan. Tapi sayang, dalam Api Sejarah Mansur Suryanegara tak mengungkap hubungan antara BO dengan organisasi Freemason di Hindia Belanda. Padahal, dokumen-dokumen sejarah yang mengungkap soal ini begitu banyak.

Dr. Th Stevens penulis buku Vrijmetselarij en Samenlaving in Nederlands Indie en Indonesie 1764-1962 (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962) menyebutkan bahwa Freemasonry memperoleh aktualitas yang besar dengan munculnya gerakan nasionalis modern di Jawa.

Kata pengantar buku ini menyebutkan dengan jelas, bahwa Freemason menjalin hubungan dengan satu organisasi politik Indonesia pertama ”Budi Utomo” (Lihat, hal.XVIII dan hal.331)

Raden Adipati Surjo sebagai anggota Freemason, berharap pemimpin muda dari gerakan nasional, seperti Boedi Oetomo dapat dicapai dengan asas-asas Masonik (doktrin-doktrin Freemason, pen). Tak heran, jika Freemason yang mempunyai hubungan erat dan BO, memiliki peran yang cukup signifikan dalam gerak nasionalisme di negeri ini.

Mereka menginginkan nasionalisme yang muncul adalah nasionalisme yang berlandaskan humanisme, suatu paham yang menjadi doktrin tertinggi Freemason.Paham humanisme menempatkan manusia sebagai makhluk ”superior” yang berhak dan bebas menentukan kehendak, termasuk membuat aturan hukum sendiri.

Freemason atau dalam bahasa Belanda disebut Vrijmetselarij, pada masa lalu dikenal oleh masyarakat Jawa dengan sebutan ”Golongan Kemasonan”. Para Yahudi Belanda yang aktif dalam organisasi ini begitu gencar mempropagandakan doktrin-doktrin Freemason terhadap elit-elit di Jawa, khususnya kalangan kraton.

Buku Gedenkboek van de Vrijmetselaren in Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-Kenangan Freemasonry di Hindia Belanda 1767-1917) yang diterbitkan oleh tiga loge besar; Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidale (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya) memuat tulisan yang mengajak masyarakat Jawa memahami hakekat organisasi Freemason atau Kemasonan.

Bahkan, pemimpin tertinggi Freemason di Hindia Belanda pada 1914-1917, Andre de La Porte, membuat sebuah artikel berjudul ”De Javaasche Beweging in het Teeken van de Vrijmetselarij” (Kebangkitan Jawa dalam Gerak Freemason).

Kedekatan BO dengan Freemason terlihat pada masa-masa awal BO didirikan. Kongres pertama BO yang berlangsung pada 3-4 Oktober 1908 di Jogjakarta awalnya ingin dilaksanakan di Loge milik Freemason.

Namun, karena loge tersebut telah lebih dulu dipakai untuk acara pameran lukisan, kongres BO yang rencananya diadakan di loge tersebut urung dilaksanakan. ”Adapoen roemah jang patut akan tempat kongres itu sebetoelnya logegebouw (bangunan loge Freemasonry, pen) orang Banjak di Djokja menamakan dia “roemah setan”, akan tetapi sajang pada waktu itoe roemah soedah diizinkan kepada seorang toean, akan diadakan tentoonstelling (pameran) gambar-gambar…” demikian seperti dikutip dari buku Pitut Soeharto dan Drs A Zainoel Ihsan, ”Cahaya Di Kegelapan: Capita Selecta Kedua Boedi Oetomo dan Sarekat Islam.”

Kedekatan BO dengan organisasi Freemason dan Theosofi juga bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Buku Soembangsih Gedenkboek Boedi Oetomo 1908-1918 yang diterbitkan di Amsterdam, Belanda, untuk mengenang 10 tahun berdirinya BO, memuat laporan bahwa pada 16 Januari 1909, di Loge de Ster in het Oosten (Loji Bintang Timur), Batavia, ratusan anggota BO berkumpul untuk mendengarkan pidato umum dari Dirk van Hinloopen Labberton, orang Belanda yang disebut oleh aktivis BO sebagai ”Bapak Kebatinan” yang kemudian menjadi Ketua Nederlandsche Indische Theosofische Vereeniging (Theosofi Cabang Hindia Belanda).

Dalam pidato berjudul ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam Kaitannya dengan Boedi Oetomo), Labberton bicara tentang masalah agama, tujuan Theosofi, dan hubungannya dengan hari depan bangsa Jawa.

Labberton mampu membuat para anggota BO untuk tertarik masuk sebagai anggota organisasi kebatinan Yahudi tersebut. Labberton pada waktu itu adalah anggota Komisi Bacaan Rakyat (Volks Bibliotheek) yang mempengaruhi berdirnya BO. Labberton menyebut berdirinya BO sebagai ”kesadaran moral”.

Mengapa acara ceramah umum (openbare) tersebut diadakan di loge Freemason? Karena antara Freemason dan Theosofi tak jauh beda. Pada masa lalu, anggota Freemason juga aktif di Theosofi, begitupun sebaliknya. Yang cukup mengejutkan, seolah sudah ada yang merencanakan, lokasi tempat diadakannya ceramah umum Labberton yang dulu bernama Vrijmetselarijweg (Jalan Freemasonry), saat ini berganti nama menjadi Jalan Budi Utomo.

Selain Labberton, tokoh lain yang dekat dengan Boedi Oetomo adalah Godard Arend Hazeau, Penasihat Urusan Pribumi Pemerintah Hindia Belanda. Hazeau datang ke Indonesia dengan bekerja sebagai guru Willem III Grammar School dan asisten Snouck Hurgronye. Hal yang menjadi perhatian Hazeau adalah pendidikan yang netral atau bahkan bercorak Kristen untuk para murid Islam.

Selain itu, Hazeau juga banyak memberikan masukan terhadap pemerintah kolonial terkait bagaimana pemerintah bersikap terhadap organisasi pergerakan nasional yang bercorak Islam, seperti Sarekat Islam, dan organisasi Islam lainnya yang dipandang fanatik dan ekstrem. Sikap berbeda ditunjukkan Hazeau terhadap Boedi Oetomo, yang banyak mendapat perhatian lebih, karena kesamaannya dalam memandang pergerakan Islam.

Bukti lain mengenai kedekatan BO dengan Freemason bisa dilihat dari kiprah Paku Alam V, yang merupakan anggota Freemason, yang banyak membantu terselenggaranya kongres Boedi Oetomo di Surakarta. Kongres yang pernah diadakan di loge milik Freemason banyak dihadiri oleh para aktivis kebangsaan yang juga anggota Freemason.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Abdurachman Surjomihadrjo, dalam Kata Pengantar buku ”Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908-1918”, karya peneliti Jepang, Akira Nagazumi, mengatakan, “Paku Alam memberikan pengaruh pada terselenggaranya kongres-kongres Boedi Oetomo, khususnya mereka yang ada hubungannya dengan gerakan Mason (Freemasonry).”

Penjelasan serupa juga ditulis Abdurrachman Surjomihardjo dalam buku ”Budi Utomo Cabang Betawi” yang menyebut Paku Alam VII mengizinkan Loge Mataram dijadikan tempat kongres BO kedua.

Fakta sejarah lainnya mengenai kedekatan BO dengan Freemason dan Theosofi adalah pertemuan akbar yang dilakukan dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1918. Acara peringatan tersebut diadakan di Belanda, di sebuah loge milik Theosofi.

Mereka yang berkumpul dalam perayaan tersebut selain para aktivis Freemason Belanda, juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasionalis-Jawa seperti Ki Hadjar Dewantara dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Surat Kabar Oedaya pada 1923 memuat foto para aktifis BO dan Theosofi dengan tulisan ”Masyarakat Indonesia Memperingati 10 Tahun Boedi Oetomo di rumah (loge, red) Theosofi, Mei 1918 di Negeri Belanda.”

Kedekatan BO dengan Freemason juga bisa dilihat dalam paper berjudul The Freemason in Boedi Oetomo yang ditulis oleh C.G van Wering pada 1979. ven Wering menulis tentang elit power atau intelektual dari kalangan priayai Jawa, yang kebanyakan aktifis BO, sekaligus anggota Freemason. Tulisan van Wering ini dikutip dalam buku buku biografi Dr Radjiman Wediodiningrat berjudul ”DR. K.R.T Radjiman Wediodiningrat Perjalanan Seorang Putra Bangsa 1879-1952.”

Para Ketua BO Adalah Anggota Freemason

Ketua BO yang sangat kental dengan pemikiran Freemason dan Theosofi adalah Radjiman Wediodiningrat. Radjiman menjadi ketua BO pada periode 1914-1915. Ia masuk menjadi anggota Freemason pada 1913, selain juga aktif dalam perkumpulan Theosofi.

Radjiman adalah orang pribumi yang mendapat kehormatan dari Freemason Hindia Belanda dengan dimuatnya artikel karyanya berjudul ”Een Broderketen Volks (Persaudaraan Rakyat)” dalam buku ”Kenang-Kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917”.

Tentu, jika bukan bagian dari orang-orang penting dalam jaringan Freemasonry, tulisan Radjiman tak mungkin dimasukkan dalam buku yang menjadi bukti sejarah keberadaan para Mason di Hindia Belanda ini.

Radjiman adalah seorang Mason yang menjadi salah satu the founding fathers negeri ini, tokoh yang pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Dalam catatan sejarah, persidangan yang dipimpin Radjiman ini tercatat sebagai awal dari lahirnya dasar negara Indonesia, Pancasila, setelah sebelumnya masing-masing kelompok berdebat dan mengajukan usulan soal asas negara. Tokoh-tokoh Islam seperti M Natsir mengajukan Islam sebagai dasar negara, sedangkan tokoh-tokoh nasionalis-sekular mengajukan ideologi Pancasila.

Para ketua BO lainnya juga adalah anggota Freemasonry, seperti R.A. Tirtokoesoemo, ketua BO pertama (1908-1911) yang juga pernah menjadi bupati Karang Anyar, Pangeran Ario Notodirodjo (Ketua BO kedua tahun 1911-1914), dan R.M.A Soerjosoeparto alias Mangkunegara VII (Ketua BO keempat tahun 1915-1916). RM Tirtokoesoemo dan Pengeran Ario Notodirodjo adalah anggota Freemasonry Loge Mataram Yogyakarta.Ketua BO selanjutnya, meski tak menjadi anggota Freemason, tetapi menjadi anggota Theosofi, seperti M Ng Dwijo Sewojo (1916), dan R.M.A Woerjaningrat (1916-1921).

Dalam perjalanan sejarahnya kemudian, BO makin terlihat tidak berpihak kepada umat Islam. Karena itu, masa-masa yang genting dari organisasi ini adalah ketika berhadapan dengan umat Islam yang merasa keberadaan dengan sikap BO yang selalu meminggirkan aspirasi umat Islam.Karena itu, di beberapa daerah yang menjadi basis umat Islam seperti Batavia, Boedi Oetomo sulit untuk mendapatkan pengaruh.

Upaya untuk mengajak BO agar berpihak pada umat Islam bukan tak pernah dilakukan.Mohammad Tohir, seorang anggota organisasi ini bahkan pernah mengusulkan kepada BO untuk membantu masjid-masjid agar bisa meraih simpati umat Islam. Namun, usulan ini ditolak dan organisasi ini tetap pada pendiriannya yang “netral agama”. Usaha untuk menarik simpati umat Islam ini ditentang oleh Radjiman Wediodiningrat.

Tokoh BO lainnya, Tjipto Mangoenkoesoemo, juga begitu sinis dalam memandang Pan-Islamisme. Pada tahun 1928, Tjipto berkirim surat kepada Soekarno yang isinya mengingatkan kaum muda untuk berhati-hati akan bahaya Pan-Islamisme yang menjadi agenda tersembunyi H.Agus Salim dan HOS Tjokroaminoto. Tjipto khawatir, para aktifis Islam yang disebut akan mengusung Pan-Islamisme itu bisa menguasai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jika mereka berhasil masuk ke dalam PPKI, Tjipto mengatakan, cita-cita gerakan kebangsaan akan hancur.

Menggugat Sejarah

Sejarah memang ditentukan oleh mereka yang berkuasa. Jika pada masa lalu, kelompok nasionalis-sekular yang berada dalam pengaruh Freemason dan Theosofi, didukung oleh elit-elit kolonial, berhasil menentukan siapa aktor dan tokoh dalam panggung sejarah di negeri ini, maka sudah saatnya ketika umat Islam memiliki akses ke jantung kekuasaan, mempunyai ikhtiar untuk meluruskan sejarah yang penuh selubung dan distorsi ini. Fakta sejarah harus diungkap dengan tinta emas berlapis kejujuran, bukan dengan tinta hitam yang sarat kepentingan.

Jika BO didirikan pada 1908, maka jauh sebelum itu, pada 1905 sudah berdiri Sarekat Dagang Islam (SDI) di Surakarta yang didirikan oleh Haji Samanhoedi. SDI jelas mempunyai arah perjuangan memajukan ekonomi pribumi dan melawan hegemoni asing. SDI bercorak Islam dan nasionalis, tidak tersekat-sekat dalam kedaerahan yang sempit. SDI yang kemudian pada 10 September 1912 menjadi Sarekat Islam (SI), meletakkan dasar perjuangannya atas tiga prinsip dasar, yaitu: Pertama, asas agama Islam sebagai dasar perjuangan. Kedua, asas kerakyatan sebagai dasar himpunan organisasi. Ketiga, asas sosial ekonomi sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang umumnya berada dalam taraf kemiskinan dan kemelaratan.

Mengenai alasan menjadikan Islam sebagai asas gerakan, baik H. Samanhoedi ataupun para tokoh Sarekat Islam lainnya, beralasan agar ruh Islam menyatu dalam setiap langkah pergerakan. Selain itu, hal ini juga untuk menunjukan sikap kepada Belanda, yang berupaya menjauhkan Islam dari politik. (Lihat: M.A. Gani, Cita Dasar dan Pola Perjuangan Syarikat Islam, hal. 15)

SDI yang kemudian menjadi SI lebih jelas mengedepankan kepentingan Islam-nasional-pribumi dan tidak dibentuk oleh kepentingan kolonial. Bahkan, SI jelas-jelas menolak segala pelecehan terhadap Islam yang ketika itu marak dilakukan oleh kelompok Boedi Oetomo. Karena itu, menjadikan BO sebagai organisasi yang melandasi kebangkitan nasional adalah sebuah distorsi sejarah, bahkan bisa disebut sebagai “de-islamisasi” fakta sejarah.

Usaha untuk menjadikan sejarah berdirinya SDI sebagai Harkitnas pernah diusulkan oleh umat Islam. Pada Kongres Mubaligh Islam Indonesia di Medan tahun 1956, umat Islam mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan tanggal berdirinya SDI sebagai Harkitnas berdasarkan karakter dan arah perjuangan SDI. Sayang, usulan itu sampai saat ini belum jadi kenyataan.

Kritik terhadap dijadikannya BO sebagai landasan kebangkitan nasional tak hanya datang dari umat Islam. Peneliti Robert van Niels juga mengatakan, “Tanggal berdirinya Budi utomo sering disebut sebagai Hari Pergerakan Nasional atau Kebangkitan Nasional. Keduanya keliru, karena Budi Utomo hanya memajukan satu kelompok saja. Sedangkan kebangkitan Indonesia sudah dari dulu terjadi…Orang-orang Budi Utomo sangat erat dengan cara berpikir barat.Bagi dunia luar, organisasi Budi Utomo menunjukan wajah barat.” (Robert van Niels, Munculnya Elit Modern Indonesia, hal. 82-83).

Tulisan ini adalah ikhtiar untuk mengungkap sejarah dengan fakta-fakta yang terang dan apa adanya. Fakta-fakta sejarah ini, mungkin pada masa lalu tertutup selubung kekuasaan yang mempunyai kepentingan untuk memutus mata rantai peran umat Islam dalam pentas nasional di negeri ini.

Upaya memarginalkan peran umat Islam dalam kiprah pergerakan nasional berujung pada “de-islamisasi fakta sejarah”. Ironisnya, sampai hari ini umat Islam masih memahami sejarah dalam kaca mata buram penguasa!

*Penulis buku “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara” dan “Gerakan Theosofi di Indonesia”, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta.

Read More..

Sabtu, 28 Mei 2011

WikiLeaks: Perwira Pakistan Mendapatkan Pelajaran Anti-AS

Instruktur di lembaga pertahanan bergengsi Pakistan memberikan pelajaran anti-Amerika untuk perwira senior yang mengikuti kursus di lembaga pertahanan tersebut, menurut kabel diplomatik AS yang bocor, laporan ini menunjukkan adanya bias yang mendalam terhadap Washington di tingkat petinggi militer Pakistan.

Kabel diplomatik bertahun 2008 itu, menjadikan tantangan bagi Amerika Serikat pada saat mencoba untuk mengatasi kecurigaan mendalam mereka di negara yang merupakan mitra penting tersebut.

Serangan Amerika secara sepihak terhadap Usamah bin Ladin pada tanggal 2 Mei telah membuat permusuhan baru terhadap militer Amerika. Bahwa bin Ladin tertangkap di sebuah kota yang di sana ada akademi militer telah menambah kecurigaan Washington bahwa Pakistan tidak dapat dipercaya. Beberapa anggota legislatif sekarang mengatakan Amerika harus memotong bantuan ke Pakistan meskipun geostrategis negara bersenjata nuklir itu sangat penting.

Laporan didasarkan pada pengalaman seorang perwira Amerika yang mengikuti kursus di Universitas Pertahanan Nasional Pakistan pada tahun 2008. Petugas mengatakan bahwa dosen sering mengajarkan informasi kepada murid-murid mereka dengan sangat bias terhadap Amerika Serikat.

Dia mengatakan satu instruktur, seorang brigadir jenderal, mengklaim bahwa National Security Agency (NSA) melatih para wartawan Amerika. Mahasiswa lembaga - biasanya perwira senior berusia di atas 50-an - percaya pada teori konspirasi anti-Amerika seperti keterlibatan Yahudi di serangan 11 September 2001 walaupun mereka memiliki anak yang belajar di Amerika Serikat, kata perwira AS tersebut.

Teori konspirasi dan pernyataan anti-Amerika dan anti-Yahudi biasanya ditayangkan di Pakistan di antara semua kelas masyarakat. Amerika belum dilihat sebagai mitra jangka panjang yang dapat diandalkan selama bertahun-tahun, dan invasi atas Irak dan Afghanistan pasca-2001 hanya membuat kecurigaan yang meningkat di kalangan warga Pakistan.

Kabel diplomatik yang bocor tersebut mengatakan bahwa sekitar sepertiga dari mahasiswa di lembaga pertahanan itu adalah muslim taat, dengan kurang dari sepertiganya terang-terangan mengaku sekuler.(fq/ap)

Read More..

White Hole Kemungkinan Hadir di Alam Semesta


Anda pernah mendengar black hole? Ia merupakan sebuah celah gelap di ruang angkasa yang menghisap seluruh benda yang ada di sekelilingnya dan melemparnya ke ruang ketiadaan. Kini sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa pernah ada bukti akan adanya lawan dari black hole.

Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

Dikutip dari Dvice, 27 Mei 2011, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib. Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.
• VIVAnews

Read More..

Murid TK Dubai Diajari Menjaga Aurat

Sekolah Menengah Modern Dubai mengajarkan murid-muridnya di kelas taman kanak-kanak untuk menjaga tubuh mereka, termasuk bagian paling pribadi, dengan cara menutupi, menjaga kebersihan dan keamanannya.

Dalam selebaran yang dibagikan, dikatakan bahwa sesi "keamanan pribadi" akan diadakan secara bergantian di ruang-ruang kelas bagi murid taman kanak-kanak. Bagian pertama pertemuan itu akan mengajarkan anak tentang keamanan diri.

"Alasan mengapa sebagian tubuh ditutupi adalah karena itu merupakan bagian yang sangat penting, sangat peka dan bisa terluka jika tidak ditutupi. Misalnya: mengapa jantung itu tersembunyi ... itu mengapa alat kelamin/bagian-bagian pibadi ... juga ditutupi," tulis selebaran itu.

Di situ juga tertulis, nama-nama alat kelamin disebutkan secara jelas untuk mengurangi kecanggungan atas bagian-bagian tubuh yang intim. Mitos yang menyebut bahwa bagian-bagian intim itu adalah "memalukan" dan "menjijikkan" juga dijernihkan.

Aman dan tidak aman

Anak-anak diajarkan bahwa bagian intim dari tubuhnya boleh disentuh hanya ketika mandi dan selesai buang hajat, oleh orangtua, guru atau pengasuh lainnya seperti perawat dan bibi mereka.

Anak-anak juga diajarkan untuk tidak pernah telanjang bulat di depan orang selain mereka (orangtua, guru dan pengasuh) dan tidak menunjukkan atau menyentuh organ intimnya meskipun saat bermain.

Metode yang digunakan untuk menjelaskan masalah tersebut antara lain lewat boneka, permainan peran dan diskusi. Sentuhan yang aman dan tidak aman dibicarakan. Sentuhan aman misalnya tepukan di punggung, tos tangan, dan bersalaman. Sedangkan sentuhan yang tidak aman misalnya tepukan atau sentuhan di pantat, dada, ciuman di bibir dan menggelitik.

Di bagian tubuh mana anak-anak disentuh dan "apa rasa yang ditimbulkan dari sentuhan itu" juga dibicarakan. Hal itu untuk menjelaskan mana sentuhan yang aman-aman saja dan mana yang tidak.

Dalam catatan untuk orangtua yang terdapat dalam selebaran ditulis, jika anak mengalami sentuhan yang tidak aman, maka mereka harus berkata "hentikan--saya tidak suka" dengan suara keras dan menjauh dari keadaan yang demikian, serta segera memberitahukan orangtua, guru atau orang dewasa lain yang ada di sekitarnya.

Menurut Dr R. McCarthy, psikolog di Klinik Konseling dan Perkembangan di Dubai, secara umum anak usia taman kanak-kanak terlalu muda untuk pelajaran seks, yang jika diajarkan bisa merusak keluguan mereka. "Kita harus berhati-hati dalam mengajarkan mereka tentang apa yang aman dan yang tidak," ujarnya.

Pada pertengahan Januari lalu, orangtua seorang siswa berusia empat tahun menduga anaknya mendapatkan pelecehan seks dari sopir bus sekolah dan dua kondekturnya. Kasus ini menjadi salah satu latar belakang mengapa anak-anak TK itu diajarkan untuk menjaga aurat mereka.*

Read More..

Jumat, 27 Mei 2011

CIRI-CIRI ANTIKRISTUS MENURUT AL-KITAB

Identitas oknum Antikristus masih misteri. Berikut ini adalah ciri-ciri menonjol yang ada pada Antikristus:

Pertama, Antikristus adalah seorang separatis. Sebab Alkitab menyatakan bahwa dia memberontak dari gereja yang benar dan mendirikan komunitas gereja tersendiri. Yohanes menuliskan, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (1 Yoh. 2:19). Jadi bisa dikatakan bahwa Antikristus ini telah dipersiapkan untuk memahami Alkitab dengan baik. Bahkan saya yakin Anda akan terkecoh dengan pengetahuan Alkitabnya yang luar biasa, tetapi penafsirannya aneh dan tidak sesuai dengan tradisi gereja yang benar.

Kedua, Antikristus adalah seorang pendusta. Seperti iblis, pendusta dan bapa segala dusta, demikian juga Antikristus. Ia jago dalam mengolah kata-kata kosong sehingga meyakinkan lawan bicaranya untuk percaya penuh terhadap ucapannya. Antikristus adalah versi Perjanjian Baru dari nabi palsu Perjanjian Lama, seperti Nabi Mikha katakan, “Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta: “Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak,” maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini” (Mik. 2:11)! Antikristus seperti nabi palsu dalam zaman nabi Mikha yang menjanjikan anggur dan arak (berbicara tentang berkat), tetapi tidak ada. Dan jemaat yang memang suka dengan berkata-berkata melulu akan terkecoh dengan janji-janji Antikristus. Dan memang kenyataannya Antikristus akan muncul sebagai tokoh ekonomi yang menyelamatkan dunia ini dari krisis sebelum membawanya ke jurang kehancuran.

Ketiga, Antikristus adalah seorang bidat. Bidat adalah sekte yang memiliki teologia yang kuat meskipun dalam kenyataannya teologianya itu menyesatkan. Seperti yang tadi telah disebutkan Antikristus paham mengenai seluk beluk Alkitab, bahkan masalah Kristologi ia tahu benar, tetapi sebenarnya ia sedang melakukan penipuan.


Read More..

Perubahan Iklim Geser Pohon ke Kutub Utara

Perubahan iklim kini menjadi salah satu musuh utama benua Artik. Bagaimana tidak, kondisi yang tercipta akibat pencemaran lingkungan ini berpotensi menganggu ekosistem yang ada di sana.

Diperkirakan,pada tahun 2100 nanti, pepohonan akan menyebar sejauh 500 km ke utara benua yang diselimuti es abadi tersebut.

Situasi ini akan membuat es yang berada di lautan Artika mudah mencair. Selanjutnya, perubahan struktur tanah yang terjadi akan menarik spesies-spesies pepohonan lain dari Selatan seperti pohon pinus, atau hewan seperti rubah bergerak menuju Utara.
"Perubahan seperti ini terjadi lebih cepat dari yang kami antisipasi sepuluh tahun lalu," kata Aevar Petersen, ketua Konservasi Flora dan Fauna Artik (CAFF), seperti dikutip dari Scientific American, 14 Mei 2011.

"Mulai saat ini hingga 2100 mendatang, para Ilmuwan memperkirakan pepohonan akan bergerak hingga 500 km ke Utara benua Antartika," lanjut Petersen.

Bila hal ini terjadi, Petersen menegaskan, maka setengah tundra (padang es di kutub) yang tersebar dari Siberia hingga Kanada akan menghilang.

Menurut Peterson, di beberapa tempat, semak pohon pinus dari Selatan telah mengambil alih posisi rumput, lumut, dan lumut tundra. "Pepohonan menyebar ke arah Utara dengan cepat," beber Peterson.

Sebagai informasi, CAFF didukung oleh Dewan Antartika yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, Kanada, dan lima negara Nordic. Saat ini, menteri luar negeri negara-negara tersebut telah setuju untuk meningkatkan kerjasama regional untuk mengantisipasi situasi ini.

Ahli lainnya mengatakan, perusahan-perusahaan kayu seperti Stora ENSO atau Abiti tidak akan diuntungkan oleh perubahan iklim ini. Pasalnya, kondisi areal tumbuhan yang baik juga berpotensi mendatangkan hama yang banyak hingga kebakaran hutan.

Pemanasan yang terjadi di Artika memang dua kali lebih cepat dibanding pemanasan dunia. Ini disebabkan karena tereksposnya tanah akibat pencairan es atau air yang berwarna gelap akan menyerap lebih banyak panas matahari.

"Jika es mencair, kami mengkhawatirkan kondisi beruang kutub," kata Petersen. "Benar-benar tidak ada tempat untuk pindah," lanjutnya. "Sebuah laporan internasional pekan lalu memproyeksikan bahwa Artika kehilangan lapisan es pada 30 sampai 40 tahun mendatang." (eh)
• VIVAnews

Read More..

Hubungan Antara NAZI dan Islam dan Daftar Perwira NAZI Yang Menjadi Muslim Muallaf

Ini bukan SARA sodara-sodara, karena saya hanya menampilkan sebuah fakta yang, saya percaya, tak banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya pemerhati sejarah dan Third Reich...

Jerman merupakan sekutu dari Turki selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Setelah berakhirnya perang akbar tersebut, pihak Jerman menderita rasa malu dan kepedihan yang amat dalam atas kekalahan yang telah mereka alami dan penghinaan dari Sekutu si pemenang. Hal ini ternyata berlaku pula bagi orang-orang Arab yang merasa dikhianati oleh janji-janji palsu Inggris dan Prancis akan kemerdekaan mereka. Banyak dari pejuang-pejuang terbaik Arab dan Muslim yang tewas dalam pertempuran demi membela Sekutu, dan kini mereka menuntut hak-hak mereka yang selama ini terabaikan. Situasi yang suram ini dimanfaatkan oleh para strategis Jerman untuk menentukan posisi geopolitis mereka dalam melawan imperialisme-plutokratik dan merapat lebih dekat lagi kepada bangsa-bangsa Timur Tengah yang tertekan. Sebabnya adalah sederhana: mereka mempunyai musuh yang sama: pihak Sekutu Barat (Inggris, Prancis, Amerika dan lain-lain).

Para strategis Jerman ini termasuk pula adalah Karl Haushofer dan Otto Strasser yang sangat menginginkan adanya "kekuatan ketiga" di Eropa yang sama-sama menjadi oposan dari kapitalisme dan komunisme. Minat utama para strategis ini adalah untuk memenangkan kaum "tidak berpunya" (yang selama ini tertekan) melawan kaum "berpunya". Latar belakang ini ternyata kemudian membuat beberapa di antara orang-orang Jerman tersebut yang masuk Islam setelah mendalami lebih jauh akan sumber utama dari kebudayaan Arab yang mereka teliti.

Otto Strasse:

Karl Haushofer:


Dengan bangkitnya gerakan Nasional-Sosialis di Jerman, bermunculan pula tokoh-tokoh politik baru di Jerman yang menyuarakan statemen-statemen tentang Islam yang sangat kontras dengan keyakinan umum yang berlaku saat itu di Eropa. Tokoh-tokoh ini termasuk pula adalah Adolf Hitler dan Heinrich Himler! Sepeti apa pandangan-pandangan mereka tentang Islam? Mari kita lihat contoh salah satunya di bawah:

Pandangan Nazi pada islam 1:

pada bulan November 1938 sebuah surat kabar bernama Die Welt, dengan merujuk pada artikel yang muncul di Der Arbeitsmann, menulis sebagai berikut: "Inti utama dari artikel tersebut adalah pujian akan konsep Islam tentang takdir, sebagai sebuah contoh komperehensif akan ide-ide tentang nasib yang akan datang. Hal ini sekaligus pula bertentangan dengan konsep-konsep yang diyakini oleh doktrin Kekristenan yang selama ini berlaku." Di pihak lain, dengan merujuk pada mingguan Berlin Fridericus, sebuah majalah Prancis menulis bahwa "jumlah orang-orang yang masuk Islam yang semakin meningkat sampai saat ini tak pernah menimbulkan masalah berarti di Jerman."

Fridericus mengklaim bahwa hal ini disebabkan oleh konsep Islam yang "memproklamasikan prinsip-prinsip vital dari etika yang sudah terbina, sehingga sangat mungkin untuk dikonfirmasikan." Dengan mengharmonisasikan ide-ide keadilan dan pengampunan, Islam telah membuat "banyak orang-orang Nordik yang merasa tertarik dengan ajaran-ajaran pembebasan dan keseteraan yang dikemukakannya."

Der Welt menyimpulkan laporannya: "Orang-orang Austria yang bergabung kembali dengan Reich mendapati bahwa di ibukota yang baru kini berkembang penelitian dan minat yang besar akan agama Muhammad, sehingga kita bisa melihat bertambahnya orang-orang lokal yang memproklamirkan diri sebagai pengikutnya (seperti tercatat di laporan resmi pemerintah). Di pihak lain, propaganda-propaganda terencana yang mendukung ditinggalkannya ajaran-ajaran Gereja Kristen malah semakin berkembang." (dikutip dari buku "Nazisme et Islam" karya Omar Amin Mufti).



Sebelum saya melanjutkan cerita zzzz ini (tewaak!), saya merasa perlu untuk memberikan sedikit pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan Third Reich. Meskipun saya berusaha sebisa mungkin untuk bersikap fair dalam artikel-artikel ini, saya juga tidak memungkiri bahwa ada banyak elemen-elemen dari kekuatan Eropa yang menonjol di pertengahan abad ke-20 ini yang membuat saya terkagum-kagum.

Satu yang jelas adalah kebohongan luar biasa yang ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan dari kita yang berkaitan dengan sikap rasis para Nazi. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, karena kita perlu ingat bahwa sejarah selalu ditulis oleh si pemenang, dan khusus dalam hal ini telah ditambahi pula oleh propaganda-propaganda tak kenal henti dari media massa dunia yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh Yahudi.

Saya sangat percaya bahwa bila kita ingin mendapat fakta yang jernih dari bias dan kepentingan-kepentingan sekelompok orang, maka kita harus meneliti sejarah periode tersebut dengan membawa hati yang jujur dan fair sehingga kesimpulan yang kita ambil nantinya bukanlah sesuatu yang hanya menjadi pengekor dari "trend" yang berlaku saat ini. Tidak selalu kenyataan adalah apa yang diyakini oleh orang banyak, karena seperti yang Hitler telah katakan sendiri: "Apabila suatu kebohongan dijejalkan terus-menerus, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah fakta."

Iya memang Jerman zaman Nazi menerapkan sistem rasialisme dalam pemerintahan mereka, tapi sistem yang seperti apa? Nah, semoga ilustrasi ini bisa membantu anda:

Rasialisme nazi:

"Rasialisme Jerman berarti penemuan kembali nilai-nilai kreatif dari ras mereka sendiri, sekaligus penemuan kembali kebudayaan mereka. Usaha pencarian yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mengagumkan dan terhormat. Rasialisme Nasional-Sosialisme bukanlah dibuat untuk melawan ras lain melainkan dibuat untuk kepentingan ras sendiri. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan ras yang sudah ada, dan mengharapkan ras lainnya melakukan hal yang sama."


"Hal ini dibuktikan ketika Waffen-SS memperbesar jumlah anggotanya dengan memasukkan tidak kurang dari 60.000 orang Islam ke dalam jajarannya. Waffen-SS sangat menghargai cara mereka menjalani hidup, adat kebiasaan, dan terutama keyakinan religiusnya. Setiap batalion SS Islam mempunyai imamnya masing-masing, dan setiap kompi mempunyai Mullah. Harapan kita bersama adalah semoga kualitas mereka mendapat apresiasi setinggi mungkin. Inilah rasialisme yang kita anut! Aku hadir saat setiap kamerad Islamku menerima hadiah pribadi dari Hitler selama berlangsungnya tahun baru. Tahukah anda apa hadiahnya? Sebuah liontin dengan Al-Qur'an kecil di dalamnya! Hitler telah sangat menghormati mereka dengan memberikan aspek terpenting dalam hidup dan sejarah mereka. Singkatnya, rasialisme Nasional-Sosialisme merupakan ideologi yang setia pada rasnya sendiri dan sangat menghormati ras lainnya" (Léon Degrelle, "Epic: The Story of the Waffen SS," The Journal for Historical Review, vol. 3, no. 4, halaman 441-468).

Nazi dan islam:


Dalam Perang Dunia II, Jerman berperang melawan negara-negara yang selama ini kita kenal sebagai negara penjajah bangsa-bangsa Muslim seperti Inggris, Prancis, Rusia dan Belanda. Hal inilah yang menyebabkan jutaan orang Islam di seluruh dunia mendukung Hitler dan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di ketentaraannya. Sebagian terbesar dari mereka adalah orang-orang Bosnia, Albania, Chechnya, Tatar, dan bangsa-bangsa lainnya yang berada di bawah tirani komunis Soviet. Jangan lupakan pula unit-unit yang terdiri dari para anggota perlawanan Arab (Freies Arabien).

Hitler dan ulama



Muhammad Amin al-Husseini, Mufti Besar al-Quds (Jerusalem), memimpin perlawanan Palestina melawan Yahudi dan Inggris dari pembuangannya di Berlin, dan mantan Perdana Menteri Irak Rashid Ali al-Gailani juga memimpin perlawanan bangsanya dalam melawan imperialisme Inggris dari ibukota Jerman tersebut. Terdapat pula grup-grup pelopor dari jurnalis Arab, penulis, dan aktivis yang berjuang demi kemerdekaan negara mereka masing-masing dari pengasingan mereka di Jerman.

Dan sekarang saya ingin bertanya: Kita dijajah selama ratusan tahun oleh Belanda, dan kemudian Belanda sendiri diperangi oleh Hitler, lalu mengapa sekarang kita berkaok-kaok menghujat Nazi dan segala sesuatu tentangnya dengan "berpedoman" pada propaganda karbitan yang kita telan mentah-mentah? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman pernah menjajah Indonesia? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman begitu berlumuran darah orang-orang Muslim? Jawabannya adalah: WADON BAE BLE'E-BLE'E (baca: TIDAK!)


Saya ingatkan lagi tentang apa yang telah ditulis sebelumnya tentang strategi geopolitik Jerman, kebangkitan Jerman sebagai negara superpower dan pendirian divisi-divisi Islam. Semua ini telah menyediakan sebab bagi kebijakan-kebijakan Hitler yang sangat pro-Muslim. Hambatan utama terletak dari diplomat-diplomat tua yang lebih memilih kebijakan konservatif demi menenangkan kekuatan-kekuatan dunia saat itu dan tidak mengancam keseimbangan kekuatan yang ada. Tapi disana terdapat pula elemen-elemen muda dalam tubuh Kementerian Luar Negeri Jerman yang ingin mengambil keuntungan dari perjuangan anti-kolonialisme yang digalakkan negara-negara terjajah sehingga mereka mendukung adanya kebijakan pro-Arab dalam melawan Zionisme yang didukung oleh imperialis Barat. Tentu saja hal ini sangat klop dengan arah kebijakan yang diambil Hitler saat itu.

Para pendukung Arab ini di antaranya adalah Dr. Fritz Grobba, seorang veteran di Kementerian Luar Negeri dari tahun 1924 yang kemudian bertugas sebagai Duta Besar Jerman di Irak dan Arab Saudi. Dia merupakan seorang pengagum kebudayaan Islam yang dijuluki "Lawrence of Arabia-nya Jerman" dan menjadi teman dekat dari al-Husseini. Setelah Perang Dunia II usai, Grobba memeluk agama Islam dan menjadi penghubung politik antara pemimpin Mesir Gamal Abdel Nasser dengan pihak Jerman dan Soviet (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 383).

Tokoh lainnya adalah Werner-Otto von Hentig, teman dekat dari Grobba yang merupakan mantan kepala Divisi Arab di Kementerian Luar Negerinya Joachim von Ribbentrop. Setelah perang usai, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Timur Tengah. Pada tahun 1955 Raja Ibnu Saud menunjuknya sebagai kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi. Dahsyatnya lagi, dia kemudian menjabat sebagai Duta Besar Jerman untuk? Indonesia! Dalam kapasitasnya tersebut, dia menemani delegasi Saudi sebagai penasihat khusus dalam Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung bulan April tahun 1955. Hentig memberi nasihat pada orang-orang Arab untuk mengadopsi kebijakan netralisme dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan mereka dari super power dunia saat itu, Amerika dan Rusia (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 384).

Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak para petinggi Nazi dan mantan perwira SS yang pindah ke negara-negara Arab, menjadi penganut agama Islam, dan mempunyai jabatan militer atau birokratis di negara baru mereka, terutama di Mesir dan Suriah (cf., Jean and Michel Angebert, The Occult and the Third Reich, New York: Macmillan, 1974, halaman 275-276). Di bawah ini adalah daftar beberapa dari mereka, yang hampir semuanya menjadi mualaf:

* Erich Altern (Ali Bella) : Mantan komisioner seksi urusan Yahudi di Gestapo yang kemudian menetap di Mesir dan menjadi instruktur para pejuang perlawanan Fatah dalam melawan Israel.
* Hans Appler (Salah Chaffar) : Mantan anakbuah Goebbels yang kemudian bekerja di Kementerian Informasi Inggris tahun 1956 dan kemudian dilanjutkan dengan menjadi anggota Islamic Congress.
* Franz Bartel (Hussein) : Asisten kepala Gestapo di Kattowitz, dari sejak tahun 1959 dia lalu bertugas di departemen Yahudi yang menjadi bagian dari Kementerian Informasi Mesir.
* Walter Baumann (Ali Ben Khader) : SS-Sturmbannführer yang pernah bertugas di Warsawa, dia lalu bekerja di Kementerian Peperangan Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina.
* Fritz Bayerlein : Jenderal terkenal Perang Dunia II yang pernah bertempur bersama Erwin Rommel di Afrika Utara. Dia ikut membantu perbaikan tank-tank kepunyaan Angkatan Darat Mesir.
* Hans Becher : Kepala seksi Yahudi Gestapo di Wina, dia kemudian menjadi instruktur kepolisian Mesir di Alexandria (Iskandariyah).
* Wilhelm Beissner : Kepala Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA) yang kemudian bertempat tinggal di Mesir.
* Bernhard Bender (Bashir Ben Salah) : perwira Gestapo yang pengetahuan mendalamnya akan Yiddish membuatnya mampu masuk ke dalam organisasi bawah tanah Yahudi di Warsawa. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat satuan polisi politik di Kairo dengan pangkat Letnan Kolonel.
* Werner Birgel (El-Gamin). Perwira SS dari Leipzig yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.
* Wilhelm Böckler (Abd al-Karim) : SS-Untersturmführer yang bertugas di Warsawa. Dia kemudian menjadi seorang pejabat di Kementerian Informasi Mesir bagian urusan Israel setelah kabur ke negara tersebut pada tahun 1949.
* Wilhelm Börner (Ali Ben Keshir): SS-Sturmbannführer yang kemudian bertugas di Kementerian Dalam Negeri Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina.
* Alois Brunner (Ali Mohammed) : Perwira SS yang memegang posisi senior di Departemen Yahudi pimpinan Adolf Eichmann. Dia kemudian menjadi penasihat pasukan khusus Mesir dan Suriah. Mossad (dinas intelijen Israel) berkali-kali mencoba membunuhnya di Damaskus, yang diberitakan sebagai tempat tinggalnya.
* Friedrich Buble (Ben Amman) : SS-Obergruppenführer bersama Gestapo yang kemudian menjadi direktur Departemen Hubungan Masyarakat Mesir tahun 1952 sekaligus sebagai penasihat pasukan polisi Kairo.
* Franz Bünsch: Anak buah Goebbels yang menjadi koresponden BND di Kairo dan membantu mengorganisasikan mata uang Riyal Arab Saudi tahun 1958.
* Erich Bunzel : SA-Obersturmführer sekaligus Major dan kolega Goebbels. Dia kemudian bertugas di departemen Israel di Kementerian Informasi Mesir.
* Joachim Däumling (Ibrahim Mustafa): Kepala Gestapo di Düsseldorf, dia kemudian menjadi penasihat sistem penjara Mesir dan anggota pelayanan operator radio di Kairo. Dia dipekerjakan untuk membantu pengembangan dinas intelijen Mesir.
* Hans Eisele : Dokter SS dengan pangkat Hauptsturmführer yang kemudian menjadi staf medis di fasilitas pesawat dan misil Mesir di Helwan sampai dengan kematiannya tahun 1965.
* Wilhelm Fahrmbacher : Generalleutnant dalam tubuh Wehrmacht yang menjadi penanggungjawab Vlassov Armee di Prancis tahun 1944. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat militer Gamal Abdel Nasser dan bergabung dengan staff perencana pusat di Kairo.
* Eugen Fichberger : SS-Sturmbannführer
* Leopold Gleim (Ali al-Nasher) : SS-Standartenführer di Warsawa dan kepala departemen Gestapo untuk urusan Yahudi di Polandia. Dia kemudian bertugas di dinas intelijen Mesir.
* Gruber (Aradji) : Teman dekat kepala Abwehr (Dinas Intelijen Wehrmacht) Admiral Wilhelm Canaris. Dia lalu melarikan diri ke Mesir dan bekerja untuk Liga Arab dari tahun 1950.
* Baron von Harder : Mantan asisten Goebbels yang kemudian tinggal di Mesir.
* Ludwig Heiden (Luis el-Hadj) : Perwira SS sekaligus jurnalis Weltdienst (agen pers Jerman) yang ditransfer ke kantor pers Mesir dalam Perang Dunia II. Setelah perang usai, dia kembali lagi ke Mesir tahun 1950 dan menulis buku-buku tentang Third Reich dalam bahasa Arab!
* Aribert Heim : SS-Hauptsturmführer yang kemudian menjadi dokter di pasukan kepolisian Mesir. Biografinya bisa dilihat DISINI.
* Franz Hithofer : Perwira Gestapo di Wina yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950.
* Ulrik Klaus (Muhammad Akbar).
* Karl Luder : Mantan kepala Hitlerjugend di Polandia yang kemudian bertugas di Kementerian Peperangan Mesir.
* Gerhard Mertins : SS-Standartenführer.
* Rudolf Mildner : SS-Standartenführer dan kepala Gestapo di Katowitz dan Polizei di Denmark. Dia bertempat tinggal di Mesir dari tahun 1963.
* Alois Moser : SS-Gruppenführer yang bertugas di Ukraina dan kemudian menjadi instruktur gerakan paramiliter BAJU HIJAU di Kairo.
* Oskar Münzel : Jenderal Wehrmacht yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950 dan kemudian mengorganisasi pasukan parasut negara tersebut.
* Gerd von Nimzek (Ben Ali) : Melarikan diri ke Mesir tahun 1950.
* Achim Dieter Pelschnik (el-Said) : Melarikan diri ke Mesir usai Perang Dunia II.
* Franz Rademacher (Thome Rossel) : Direktur seksi urusan Yahudi di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman dari tahun 1940 sampai dengan 1943. Dia kemudian melarikan diri ke Suriah dan bekerja sebagai jurnalis lokal.
* Hans Reichenberg : Mantan perwira SS yang tinggal di Tangier dan mendirikan perusahaan ekspor-impor Arabo-Afrika dan membantu penyelundupan senjata-senjata untuk kepentingan organisasi perjuangan anti-imperialis FLN di Aljazair. Schmalstich : SS-Sturmbannführer
* Seipel (Emmad Zuhair) : SS-Sturmbannführer dan perwira Gestapo di Paris yang kemudian bekerja untuk dinas keamanan di Kementerian Dalam Negeri Mesir.
* Heinrich Sellmann (Hassan Suleiman) : Kepala Gestapo di Ulm yang mengabdi di dinas keamanan Kementerian Informasi Mesir sekaligus menjadi penasihat masalah kontra-spionase.
* Ernst-Wilhelm Springer : Mantan perwira SS yang ikut membantu pembentukan Legiun Muslim SS dan kemudian mengungsi ke Mesir setelah perang. Dia lalu melanjutkan karirnya sebagai penyedia senjata untuk FLN.
* Albert Thielemann (Amman Kader) : Kepala SS di Bohemia yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.
* Erich Weinmann : SS-Standartenführer dan kepala Sicherheitsdienst (SD) di Praha. Dia lalu melarikan diri ke Mesir tahun 1949 dan menjadi penasihat dinas kepolisian Alexandria dari tahun 1950.
* Werner Wietschenke : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.
* Heinrich Willermann (Naim Fahum) : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.
* Ludwig Zind (Muhammad Saleh) : Aktivis anti-Yahudi terkemuka yang sempat melarikan diri ke Mesir pasca Perang Dunia II karena pandangannya yang dianggap ekstrim. Untuk biografinya bisa dibaca DISINI


********************

- Ludwig Ferdinand Clauss (1892-1974) adalah seorang antropologis Jerman dan teoris tentang masalah-masalah rasial. Pandangannya yang paling terkenal adalah tentang dominannya ras "spiritual" dibandingkan dengan ras yang mengedepankan materialisme. Clauss berkenalan dengan Islam ketika dia hidup bersama dengan suku Arab Baduy. Dia mengagumi keindahan Islam dan doktrin murninya tentang Kesatuan Absolut (Tauhid). Dari sinilah dia lalu memutuskan untuk menganut agama ini dan kemudian menjadi penulis tentang kebudayaan Arab. (Robert Steuckers, "Introducciòn a la obra de Ludwig Ferdinand Clauss,")

- Johannes von Leers (1902-1965) adalah teman dekat Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan merupakan seorang penulis yang diakui selama masa Third Reich. Dia juga merupakan sahabat dari Mohammad Amin al-Husseini, dan kemudian melarikan diri ke Mesir tahun 1955. Tak lama, dia sudah menganut agama Islam dan mempunyai nama baru Omar Amin von Leers. Meskipun dia menjadi anggota dari Kementerian Informasi-nya Gamal Abdel Nasser, tapi dia kemudian tercatat sebagai simpatisan gerakan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) bentukan Hasan al-Banna. Leers melanjutkan perjuangannya melawan Zionisme dari negara barunya. Di bawah akan saya sertakan beberapa ucapan dia yang terkenal tentang Islam, karena mereka mewakili perasaan orang-orang lain sepertinya:

Dalam "Der Kardinal und die Germanen", Leers secara terang-terangan mengkritik tindakan kejam pasukan Eropa dalam Perang Salib dan membandingkan toleransi Islam terhadap agama lainnya dengan penaklukan berdarah-darah bangsa Kristen atas orang-orang Barbar Jerman (halaman 23, 48, 52, 68). Dalam "Blut und Rasse in der Gesetzgebung", Leers mencatat persamaan paralel antara Islam dengan tradisi kuno Jerman, seakan-akan "hukum Tuhan dan hukum manusia bersatu" dan hak manusia adalah "fragmen dari keteraturan semesta yang berasal dari Tuhan" (halaman 6).

Pertengahan Desember 1942, penerbitan Die Judenfrange mengandung sebuah artikel tentang "program pasca-perang Zionisme" yang mendemonstrasikan bagaimana Zionisme bermaksud untuk "menguasai Palestina untuk dirinya sendiri, dan dengannya menyiapkan posisi sebagai penguasa dunia di masa mendatang". Leers juga menyumbangkan artikel hasil karyanya yang berjudul "Yudaisme dan Islam sebagai kebalikannya".

Selain mendiskusikan masalah-masalah strategis dalam kampanye Jerman di Afrika Utara, Leers juga merancang fondasi moral dan intelektual untuk persekutuan antara Third Reich dengan orang-orang Arab dan Muslim. Dia memuji sikap anti-Zionis Arab yang kental: "Bila seluruh dunia kompak mengusung kebijakan yang sama, maka kita tidak akan lagi dipusingkan oleh masalah Yahudi seperti yang kita alami saat ini." (Jeffrey Herf, The Jewish Enemy: Nazi Propaganda During World War II and the Holocaust, Boston: The Belknap Press, halaman 178-182).

Leers juga tercatat merupakan pengagum kebudayaan Arab dan mempunyai pemahaman mendalam akan bahasanya. Selama masa tinggalnya di Kairo dia telah membantu penterjemahan teks-teks dan peraturan Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir ke dalam bahasa Jerman. Di antara teks-teks yang dia terjemahkan, di antaranya berasal dari Syaikh Muhammad Abu Zahra tentang konsep Islam mengenai perang dan peraturan berjihad (Begriff des Krieges in Islam) dan teks dari Ibrahim Muhammad Ismail tentang doktrin ekonomi Islam (Der Islam und die heutigen Wirtschaftstheorien).

Dalam sebuah surat kepada H. Keith Thompson, seorang pebisnis asal New York yang terkenal akan sikap anti-Zionisme dan pernah bertugas sebagai sekretaris al-Husseini di Beirut, Leers menulis sebagai berikut (suratnya ditulis dalam bahasa Inggris, dan Leers sendiri terkenal menguasai banyak bahasa) :

"Islam saat ini menjadi satu-satunya kekuatan spiritual di dunia yang berjuang untuk agama yang sebenarnya dan nilai-nilai manusia serta kemerdekaannya. Satu hal yang pasti - lebih banyak lagi para patriot Jerman yang bergabung dalam gerakan revolusi Arab melawan imperialisme. Di Aljazair beberapa prajurit Jerman menyeret dua orang perwira Prancis beserta perwira rendahannya. Mereka lalu memotong leher tawanan mereka dengan disaksikan oleh para revolusioner Aljazair, bergabung dengan milisi lokal dan memeluk Islam. Hal itu bagus sekali!

"Tempat kita sebagai bangsa yang ditekan kekuatan luar seharusnya tidak di sisi pemerintahan Bonn bentukan kolonialis Barat, melainkan beserta para nasionalis Arab yang berjuang memerdekakan dirinya dari kungkungan Imperialisme. Biarlah (Konrad) Adenauer murka ketika mengetahui bahwa para patriot Jerman yang jujur tidak diekstradisi oleh negara-negara Arab pencinta kemerdekaan kepada dirinya atau kepada bos-bos Amerika/Inggrisnya. Biarlah para babi Inggris itu menjuluki kita sebagai "Pengusik/Orang-orang yang usil", karena tak lama lagi mereka pun akan terusir dari Timur Tengah, seperti halnya yang telah terjadi di Irak dimana para pelayan Imperialisme Inggris telah terbantai oleh para pejuang Arab"

"Alhamdulillah! Dukungan yang diberikan oleh Amerika dan antek-anteknya kepada tirani Yahudi di Jerman akan membuat bangsa Jerman bangkit berjuang. Sebenarnyalah, untuk bangsa kita hanya ada satu harapan - untuk menyingkirkan imperialisme Barat dengan bergabung bersama grup anti-imperialis yang digalang oleh negara-negara Arab dan Muslim." (Coogan, op. cit., halaman 382-383)

Read More..

Kamis, 26 Mei 2011

Legalisasi Ganja Tak Mampu Tingkatkan Ekonomi AS

CALIFORNIA (Berita SuaraMedia) - Hanya sedikit orang yang menganggap disahkannya ganja sebagai cara untuk meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, menurut sebuah jajak pendapat Associated Press-CNBC.

Sekitar seperempat dari responden mengatakan disahkan marijuana akan menyebabkan lebih banyak pekerjaan dalam komunitas mereka; 57 persen mengatakan tidak akan berpengaruh. Sekitar sepertiga berpikir akan memperbaiki ekonomi, sementara 46 persen memperkirakan tidak ada dampak.

"Saya kira itu bisa menghasilkan uang, tetapi juga akan memakan biaya untuk mengadili orang-orang yang mendapat masalah, seperti mengemudi di bawah pengaruh," kata Amanda Leonard, 37, St Augustine, Florida.

Ann Broadus, 58, dari Petros, Tennesse, sangat menentang legalisasi dan penggunaan obat, tapi bahkan dia melihat hari ketika undang-undang akan berubah.

"Mungkin di suatu tempat itu akan disahkan, tapi saya harap tidak," katanya. "Saya pikir jika itu menjadi legal, pengedar obat bius ini akan lebih buruk."

Orang-orang di bawah 30, kelompok yang paling cenderung mendukung legalisasi, yang paling mungkin untuk melihat marijuana sebagai cara untuk membantu perekonomian.

"Saya pikir dengan disahkannya kita akan memiliki pendapatan yang lebih besar," kata Roy Hernandez, 20, dari Santa Monica, California "Saya pikir itu adalah bijaksana dan bermanfaat bagi masyarakat karena saya pikir hal itu akan membuat angka kejahatan menjadi lebih rendah. "

Jika ganja itu dilegalkan, Amerika lebih menguntungkan bisnis swasta dengan menjualnya (54 persen) daripada pemerintah (36 persen). Tapi hanya 24 persen mengatakan mereka akan tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang menjual ganja.

Dan sementara 62 persen menyatakan setuju berat obat, dengan orang-orang dari Barat yang paling mungkin untuk mendukung gagasan itu, hanya sepertiga yang merasakan itu akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap anggaran negara.

Namun, Scott Callahan, 50, dari Alton, Illinois, setiap merasa sedikit apapun itu akan membantu.

"Ini bukan penyembuh segala, tapi pendapatan adalah pendapatan," katanya.

Penggunaan Marijuana secara medis dan untuk bersenang-senang - mendapatkan perhatian lebih dalam arena politik. Pemilih California akan memutuskan pada November apakah akan melegalkan obat-obatan itu, dan South Dakota musim gugur ini akan memilih apakah akan mengizinkan menggunakannya dalam medis. California dan 13 negara-negara lain sudah mengizinkan penggunaan tersebut.

California adalah negara bagian pertama untuk menyetujui ganja medis, pada tahun 1996, dan telah menjadi pusat dari apa yang disebut "Green Rush" untuk melegalkan ganja. Tapi tambal sulam hukum lokal di negara bagian itu telah menciptakan kebingsungan tentang hukum dan pengawasan lemah menyebabkan ledakan apotik ganja medis di beberapa tempat. Di Los Angeles, sejumlah apotik meledak dari empat hingga ke lebih dari 1.000 dalam lima tahun terakhir.

Polisi percaya bahwa sebagian ada tidak lain berfungsi sebagai front bagi pengedar narkoba untuk menjual ganja kepada orang yang tidak memiliki kebutuhan medis, dan kota saat ini menerapkan peraturan untuk mengurangi jumlahnya hingga ke 70 di bulan mendatang.

Dengan pemerintah negara bagian dan lokal sangat membutuhkan uang tunai, beberapa pendukung yang mendorong legalisasi ganja menganggapnya sebagai aliran pendapatan yang potensial. Tapi hanya 14 persen dari responden yang menentang legalisasi akan merubah pikiran mereka jika negara bagian menarik pajak dari itu.

John Lovell, juru bicara dengan California Narcotics Officers' Association, mengatakan ia tidak terkejut dengan hasil jajak pendapat karena orang sudah menyadari penyalahgunaan resep obat legal dan alkohol.

"Mengingat bahwa pada kenyataannya, kita tidak perlu menambahkan zat yang bisa mengubah pikiran lain yang membentuk lima indra orang," kata Lovell.

Allen St Pierre, direktur eksekutif Organisasi Nasional untuk National Organization for the Reform of Marijuana Laws, mengatakan bahwa, sejak organisasi itu dibentuk pada 1970, telah terjadi erosi lambat tapi stabil dari oposisi terhadap ganja.

"Setiap satu metrik mendorong menuju Zeitgeist dalam reformasi ganja," katanya.

Pemungutan suara itu datang dengan latar belakang administrasi Obama mengatakan bahwa itu tidak akan menargetkan apotik marijuana jika mereka mematuhi undang-undang negara yang berusaha untuk lebih ketat menegakkan larangan federal mengenai penggunaan ganja untuk tujuan apapun

Poll AP-CNBC dilakukan April 7-12 oleh GfK Roper Public Affairs and Media. Melibatkan wawancara dengan 1.001 orang dewasa nasional di darat dan telepon selular. Memiliki margin sampling error plus atau minus 4,3 poin persentase. (iw/ap/msnbc) www.suaramedia.com

Read More..

Bima Sakti Ternyata 50 Persen Lebih Besar

Konsep galaksi Bima Sakti yang dibuat oleh ilustrator mengesankan bahwa astronom memiliki pengetahuan persis seperti apa rupa galaksi kita. Ternyata tidak demikian. Dari penelitian terbaru, diindikasikan bahwa galaksi tempat tinggal kita jauh lebih besar dari perkiraan.

Selama bertahun-tahun, kita mengira bahwa Bima Sakti jauh lebih kecil dibanding galaksi tetangga terdekat kita yakni Andromeda. Menggunakan metode pengukuran terbaru, dari bagaimana cara galaksi kita berotasi, sekelompok peneliti astrofisika dari Harvard menyimpulkan bahwa Bima Sakti 50 persen lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya.


“Kini jangan lagi memandang Bima Sakti sebagai adik kecil di kelompoknya,” kata Mark Reid, peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, seperti dikutip dari Wired, 25 Mei 2011. “Kita boleh berpendapat bahwa Bima Sakti dan Andromeda merupakan saudara kembar,” ucapnya.

Sayangnya, kata Reid, kita berada di dalam galaksi, jadi kita tidak bisa melihat lebih jelas seperti apa rupa rumah kita. “Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur berapa cepat galaksi kita berotasi dan jumlah massa yang harus hadir di dalam struktur untuk menghasilkan kecepatan tersebut,” ucapnya.

Menggunakan teleskop radio Very Large Baseline, Reid dan timnya menemukan bahwa Bima Sakti berotasi pada kecepatan sekitar 600 ribu mil per jam atau 100 ribu mil per jam lebih cepat dibanding perkiraan.

“Jika dikalkulasikan, itu berarti bahwa ada peningkatan massa sebesar 50 persen dibanding perkiraan sebelumnya,” ucap Reid. “Salah satu konsekuensi dari Bima Sakti yang lebih besar, kita kemungkinan akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda lebih cepat,” ucapnya.

Satu pertanyaan yang belum terpecahkan, kata Reid, adalah bagaimana rupa Bima Sakti kita sebenarnya.
• VIVAnews

Read More..

Rabu, 25 Mei 2011

“Menjernihkan Kembali Tafsir Pancasila”

Dr. Adian Husaini

HARIAN Republika, Rabu (11/5) menurunkan berita berjudul: “Kembalikan Pancasila dalam Kurikulum”. Berita itu mengungkap pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang mempertanyakan mengapa Pendidikan Pancasila hilang di kurikulum pendidikan. Kata Aburizal, Pancasila tidak boleh dikerdilkan dengan hanya menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan.

“Sikap Partai Golkar jelas, kembalikan materi pendidikan Pancasila menjadi bagian dari kurikulum pendidikan secara khusus, karena materinya harus diajarkan secara tersendiri,” kata Aburizal Bakrie.

Menurut Aburizal Bakrie, penghapusan pendidikan Pancasila adalah sebuah upaya memotong anak bangsa ini dari akar budayanya sendiri. Pancasila adalah pintu gerbang masuk pelajaran tentang semangat nasionalisme, gotong royong, budi pekerti, nilai-nilai kemanusiaan, kerukunan, dan toleransi beragama.

Demikian seruan Partai Golkar tentang Pancasila sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umumnya. Akhir-akhir ini kita sering mendengar seruan berbagai pihak tentang Pancasila. Tentu saja, ini bukan hal baru. Berbagai seminar, diskusi, dan konferensi telah digelar untuk mengangkat kembali “nasib Pancasila” yang terpuruk, bersama dengan berakhirnya rezim Orde Baru, yang sangat rajin mengucapkan Pancasila.

Partai Golkar atau siapa pun yang menginginkan diterapkannya di Pancasila, seyogyanya bersedia belajar dari sejarah; bagaimana Pancasila dijadikan sebagai slogan di masa Orde Lama dan Orde Baru, dan kemudian berakhir dengan tragis. Sejak tahun 1945, Pancasila telah diletakkan dalam perspektif sekular, yang lepas dari perspektif pandangan alam Islam (Islamic worldview). Padahal, sejak kelahirannya, Pancasila – yang merupakan bagian dari Pembukaan UUD 1945 – sangat kental dengan nuansa Islamic worldview.

Contoh terkenal dari tafsir sekular Pancasila, misalnya, dilakukan oleh konsep Ali Moertopo, ketua kehormatan CSIS yang sempat berpengaruh besar dalam penataan kebijakan politik dan ideologi di masa-masa awal Orde Baru. Mayjen TNI (Purn) Ali Moertopo yang pernah menjadi asisten khusus Presiden Soeharto merumuskan Pancasila sebagai “Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Tentang Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, Ali Moertopo merumuskan, bahwa diantara makna sila pertama Pancasila adalah hak untuk pindah agama. “Bagi para warganegara hak untuk memilih, memeluk atau pindah agama adalah hak yang paling asasi, dan hak ini tidak diberikan oleh negara, maka dari itu negara RI tidak mewajibkan atau memaksakan atau melarang siapa saja untuk memilih, memeluk atau pindah agama apa saja.”

Tokoh Katolik di era Orde Lama dan Orde Baru, Pater Beek S.J., juga merumuskan makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai konsep yang netral agama, dan tidak condong pada satu agama. Ia menggariskan tentang masalah ini:

“Barang siapa beranggapan Sila Ketuhanan ini juga meliputi anggapan bahwa Tuhan itu tidak ada, atheisme (materialisme); atau bahwa Tuhan berjumlah banyak (politeisme), maka ia tidak lagi berdiri di atas Pancasila. Pun pula jika orang beranggapan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa itu hanya tepat bagi kepercayaan Islam atau Yahudi saja, misalnya, maka orang semacam itu pada hakikatnya juga tidak lagi berdiri di atas Pancasila.” (J.B. Soedarmanta, Pater Beek S.J., Larut tetapi Tidak Hanyut).

Tetapi, sebagian kalangan ada juga yang memahami, bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjamin orang untuk tidak beragama. Drs. R.M. S.S. Mardanus S.Hn., dalam bukunya, "Pendidikan—Pembinaan Djiwa Pantja Sila", (1968), menulis: “Begitu pula kita harus mengetahui, bahwa orang yang ber-Tuhan tidak sekaligus harus menganut suatu agama. Bisa saja orang itu ber-Tuhan, yaitu percaya dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak memeluk suatu agama, karena ia merasa tidak cocok dengan ajaran-ajaran dan dogma-dogma agama tertentu. Orang yang ber-Tuhan tetapi tidak beragama bukanlah seorang ateis. Pengertian ini sebaiknya jangan dikaburkan.”

Pastor J.O.H. Padmaseputra, dalam bukunya, "Ketuhanan di Indonesia" (Semarang, 1968), menulis: “Apakah orang yang tidak beragama harus dipandang ateis? Tidak. Karena amat mungkin dan memang ada orang tidak sedikit yang percaya akan Tuhan, tetapi tidak menganut agama yang tertentu.” (Dikutip dari buku Pantjasila dan Agama Konfusius karya RimbaDjohar, (Semarang: Indonezia Esperanto-Instituto, MCMLXIX), hal. 34-35).

Padahal, jika dicermati dengan jujur, rumusan sila Ketuhanan Yang Maha Esa ada kaitannya dengan pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Bung Hatta yang aktif melobi tokoh-tokoh Islam agar rela menerima pencoretan tujuh kata itu, menjelaskan, bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Allah, tidak lain kecuali Allah. Sebagai saksi sejarah, Prof. Kasman Singodimedjo, menegaskan: “Dan segala tafsiran dari Ketuhanan Yang Maha Esa itu, baik tafsiran menurut historisnya maupun menurut artinya dan pengertiannya sesuai betul dengan tafsiran yang diberikan oleh Islam.” (Lihat, Hidup Itu Berjuang, Kasman Singodimedjo 75 Tahun (Jakarta: Bulan Bintang, 1982), hal. 123-125.)

Lebih jelas lagi adalah keterangan Ki Bagus Hadikusuma, ketua Muhammadiyah, yang akhirnya bersedia menerima penghapusan “tujuh kata” setelah diyakinkan bahwa makna Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Tauhid. Dan itu juga dibenarkan oleh Teuku Mohammad Hasan, anggota PPKI yang diminta jasanya oleh Hatta untuk melunakkan hati Ki Bagus. (Siswanto Masruri, Ki Bagus Hadikusuma, (Yogyakarta: Pilar Media, 2005).

Sebenarnya, sebagaimana dituturkan Kasman Singodimedjo, Ki Bagus sangat alot dalam mempertahankan rumusan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Sebab, rumusan itu dihasilkan dengan susah payah. Dalam sidang-sidang BPUPK, Ki Bagus dan sejumlah tokoh Islam lainnya juga masih menyimpan ketidakpuasan terhadap rumusan itu. Ia, misalnya, setuju agar kata “bagi pemeluk-pemeluknya” dihapuskan. Tapi, karena dalam sidang PPKI tersebut, sampai dua kali dilakukan lobi, dan Soekarno juga menjanjikan, bahwa semua itu masih bersifat sementara. Di dalam sidang MPR berikutnya, umat Islam bisa memperjuangkan kembali masuknya tujuh kata tersebut. Di samping itu, Ki Bagus juga mau menerima rumusan tersebut, dengan catatan, kata Ketuhanan ditambahkan dengan Yang Maha Esa, bukan sekedar “Ketuhanan”, sebagaimana diusulkan Soekarno pada pidato tanggal 1 Juni 1945 di BPUPK. Pengertian inilah yang sebenarnya lebih masuk akal dibandingkan dengan pengertian yang diajukan berbagai kalangan. (Ibid).

Dalam bukunya, "Islam dan Politik, Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin" (1959-1965), (Jakarta: Gema Insani Press, 1996), Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif juga mencatat, bahwa pada 18 Agustus 1945, Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi Ki Bagus. Akhirnya melalui Hatta yang menggunakan jasa Teuku Mohammad Hasan, Ki Bagus dapat dilunakkan sikapnya, dan setuju mengganti “tujuh kata” dengan “Yang Maha Esa”. Syafii Maarif selanjutnya menulis: “Dengan fakta ini, tidak diragukan lagi bahwa atribut Yang Maha Esa bagi sila Ketuhanan adalah sebagai ganti dari tujuh kata atau delapan perkataan yang dicoret, disamping juga melambangkan ajaran tauhid (monoteisme), pusat seluruh sistem kepercayaan dalam Islam.” Namun tidak berarti bahwa pemeluk agama lain tidak punya kebebasan dalam menafsirkan sila pertama menurut agama mereka masing-masing. (hal. 31).

Tentang makna Ketuhanan Yang Maha Esa identik dengan Tauhid, juga ditegaskan oleh tokoh NU KH Achmad Siddiq. Dalam satu makalahnya yang berjudul “Hubungan Agama dan Pancasila” yang dimuat dalam buku Peranan Agama dalam Pemantapan Ideologi Pancasila, terbitan Badan Litbang Agama, Jakarta 1984/1985, Rais Aam NU, KH Achmad Siddiq, menyatakan:

“Kata “Yang Maha Esa” pada sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) merupakan imbangan tujuh kata yang dihapus dari sila pertama menurut rumusan semula. Pergantian ini dapat diterima dengan pengertian bahwa kata “Yang Maha Esa” merupakan penegasan dari sila Ketuhanan, sehingga rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” itu mencerminkan pengertian tauhid (monoteisme murni) menurut akidah Islamiyah (surat al-Ikhlas). Kalau para pemeluk agama lain dapat menerimanya, maka kita bersyukur dan berdoa.” (Dikutip dari buku Kajian Agama dan Masyarakat, 15 Tahun Badan Penelitian dan Pengembangan Agama 1975-1990, disunting oleh Sudjangi (Jakarta: Balitbang Departemen Agama, 1991-1992).

Jika para tokoh Islam di Indonesia memahami makna sila pertama dengan Tauhid, tentu ada baiknya para politisi Muslim seperti Aburizal Bakrie dan sebagainya berani menegaskan, bahwa tafsir Ketuhanan Yang Maha Esa yang tepat adalah bermakna Tauhid. Itu artinya, di Indonesia, haram hukumnya disebarkan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Tauhid. Tauhid maknanya, men-SATU-kan Allah. Yang SATU itu harus Allah, nama dan sifat-sifat-Nya. Allah dalam makna yang dijelaskan dalam konsepsi Islam, yakni Allah yang satu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan; bukan Allah seperti dalam konsep kaum Musyrik Arab, atau dalam konsep lainnya.

Kata “Allah” juga muncul di alinea ketiga Pembukaan UUD 1945: “Atas berkat rahmat Allah….”. Sulit dibayangkan, bahwa konsepsi Allah di situ bukan konsep Allah seperti yang dijelaskan dalam al-Quran. Karena itu, tidak salah sama sekali jika para cendekiawan dan politisi Muslim berani menyatakan, bahwa sila pertama Pancasila bermakna Tauhid sebagaimana dalam konsepsi Islam. Rumusan dan penafsiran sila pertama Pancasila jelas tidak bisa dipisahkan dari konteks sejarah munculnya rumusan tersebut.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Situbondo, Jawa Timur, 16 Rabiulawwal 1404 H/21 Desember 1983 memutuskan sebuah "Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam", yang antara lain menegaskan: (1) Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama. (2) Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang-undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. (3) Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. (4) Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dan upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya. (5) Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak. (Lihat, pengantar K.H. A. Mustofa Bisri berjudul “Pancasila Kembali” untuk buku As’ad Said Ali, Negara Pancasila, Jalan Kemaslahatan Berbangsa, (Jakarta: LP3ES, 2009).

Kaum Muslim perlu mencermati kemungkinan adanya upaya sebagian kalangan untuk menjadikan Pancasila sebagai alat penindas hak konsotistusional umat Islam, sehingga setiap upaya penerapan ajaran Islam di bumi Indonesia dianggap sebagai usaha untuk menghancurkan NKRI. Dalam ceramahnya saat Peringatan Nuzulul Quran, Mei 1954, Natsir sudah mengingatkan agar tidak terburu-buru memberikan vonis kepada umat Islam, seolah-olah umat Islam akan menghapuskan Pancasila. Atau seolah-olah umat Islam tidak setia pada Proklamasi. ”Yang demikian itu sudah berada dalam lapangan agitasi yang sama sekali tidak beralasan logika dan kejujuran lagi,” kata Natsir. Lebih jauh Natsir menyampaikan, ”Setia kepada Proklamasi itu bukan berarti bahwa harus menindas dan menahan perkembangan dan terciptanya cita-cita dan kaidah Islam dalam kehidupan bangsa dan negara kita”

Natsir juga meminta agar Pancasila dalam perjalannya tidak diisi dengan ajaran-ajaran yang menentang al-Quran, wahyu Ilahi yang semenjak berabad-abad telah menjadi darah daging bagi sebagian terbesar bangsa Indonesia. (M. Natsir, Capita Selecta 2).

Contoh penyimpangan penafsiran Pancasila pernah dilakukan dengan proyek indoktrinasi melalui Program P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Pancasila bukan hanya dijadikan sebagai dasar Negara. Tetapi, lebih dari itu, Pancasila dijadikan landasan moral yang seharusnya menjadi wilayah agama. Penempatan Pancasila semacam ini sudah berlebihan. Di Majalah Panji Masyarakat edisi 328/1981, mantan anggota DPR dari PPP, Ridwan Saidi pernah menulis kolom berjudul ”Gejala Perongrongan Agama”. Sejarawan dan budayawan Betawi ini mengupas dengan tajam pemikiran Prof. Dardji Darmodiharjo, salah satu konseptor P-4.

”Saya memandang sosok tubuhnya pertama kali adalah pada kwartal terakhir tahun 1977 pada Sidang Paripurna Badan Pekerja MPR, waktu itu Prof. Dardji menyampaikan pidato pemandangan umumnya mewakili Fraksi Utusan Daerah. Pidatonya menguraikan tentang falsafah Pancasila. Sudah barang tentu uraiannya itu bertitik tolak dari pandangan diri pribadinya belaka. Dan sempat pula pada kesempatan itu Prof. Dardji menyampaikan kejengkelannya ketika katanya pada suatu kesempatan dia selesai ceramah tentang sikap hidup Pancasila, seorang hadirin bertanya padanya bagaimana cara gosok gigi Pancasila.”

Kuatnya pengaruh Islamic worldview dalam penyusunan Pembukaan UUD 1945 – termasuk Pancasila – terlihat jelas dalam sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Manusia Indonesia harus bersikap adil dan beradab. Adil dan adab merupakan dua kosa kata pokok dalam Islam yang memiliki makna penting. Salah satu makna adab adalah pengakuan terhadap Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad saw sebagai Nabi, utusan Allah. Menserikatkan Allah dengan makhluk – dalam pandangan Muslim – bukanlah tindakan yang beradab.

Meletakkan manusia biasa lebih tinggi kedudukannya dibandingkan utusan Allah SWT tentu juga tidak beradab. Menempatkan pezina dan penjahat lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan orang yang bertaqwa, jelas sangat tidak beradab.

Jadi, jika Golkar atau siapa pun bersungguh-sungguh menegakkan Pancasila di Indonesia, siapkah Golkar menegakkan Tauhid dan adab di bumi Indonesia? Wallahu a’lam bil-sahawab.*

Paparan lebih lengkap tentang Pancasila bisa dilihat dalam buku: Adian Husaini, "Pancasila bukan untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam" (Jakarta: GIP, 2010).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini bekerjasama dengan Radio Dakta 107 FM

Read More..