Selasa, 24 Juli 2012

Susuk - Amalan Tahyul Masyarakat Kita

Pengamalan tahyul di kalangan orang Melayu telah diwarisi sejak turun temurun malah ia sinonim dengan amalan sesetengah masyarakat di Indonesia. Meski jelas bertentangan dengan hukum syarak kerana ia menyekutukan Allah namun perbuatan ini berakar umbi dalam jiwa pengamalnya. Tujuan ilmu pengasih yang diamalkan oleh lelaki mahupun wanita adalah untuk menampilkan wajah cantik atau menundukkan orang lain. Maknanya apabila bertentangan mata dengan si pengamal tidak semena-mena jatuh kasih ataupun lemah hati. Dalam sesetengah kes ia diamalkan untuk menguasai seseorang di mana perkataan yang terucap keluar akan menimbulkan belas atau kekaguman si pendengar. Ilmu pengasih yang diamalkan oleh isteri supaya suami bertambah kasih dinamakan tilawah. Masyarakat Melayu mengenalinya sebagai nasi tangas. Akibatnya suami seperti orang bodoh dan menurut apa sahaja kehendak isteri.Lazim perkara ini dilakukan oleh isteri yang cetek agama dan jahil tentang hukum haram mengenai perbuatan kufurnya itu.Susuk, antara ilmu sihir untuk menampilkan wajah awet muda, cantik menawan dan kebal. Menurut pakar perbidanan tradisional, Oomi Jannah, susuk cukup terkenal di kalangan wanita yang enggan menerima hakikat kejadian manusia itu cukup indah di mata pencipta-Nya. ``Memang ada wanita moden yang masih mengamalkan pemakaian susuk walaupun tahu kesan yang akan dialami,'' katanya. Kumpulan ini sebenarnya malas berusaha mengekalkan kecantikan sebaliknya inginkan serba menawan dalam sekelip mata. Susuk dikategorikan dalam amalan sihir berupa bahan-bahan logam seperti jarum, serbuk emas, jarum tembaga, intan atau berlian dimasukkan ke dalam wajah atau tubuh yang disertai dengan jampi mantera tanpa mencederakan si pemakai. ``Selalunya untuk mencantikkan wajah, susuk ditanam di bahagian pipi, dagu ataupun bibir. ``Ada juga yang dimasukkan ke bahagian payu dara dan alat sulit atas tujuan mengikat nafsu suami daripada `makan luar','' katanya. Susuk menaikkan seri lazim diamalkan oleh golongan bangsawan dan artis wanita. Lelaki pula memilih susuk untuk kebal, berani, tahan dipukul atau mampu mengalahkan lawan dengan mudah. ``Susuk diikat pantang larang, andai melanggarnya si pemakai akan mendapat wajah yang lebih hodoh daripada asal. ``Saya pernah menyaksikan azabnya seorang wanita yang memakai susuk untuk mengawal suami. Nazaknya ketika menghampiri maut terlalu seksa dan pedih,'' ceritanya. Ia lebih mengharukan dan suasana kelam-kabut kerana bomoh yang memakaikan susuk telah pun meninggal dunia. ``Perkara aib begini seharusnya tidak berlaku di kalangan orang Islam,'' tegasnya kesal. Oomi Jannah tidak menafikan, di kalangan artis paling popular untuk mendapatkan perkhidmatan susuk. Namun ilmu susuk tidak dipelajarinya dan selalunya beliau menyarankan wanita mandi bunga. ``Jangan sesekali menjadikan penyebab mandi bunga seseorang itu akan kelihatan cantik atau akan bertemu jodoh. ``Tujuan mandi bunga adalah untuk mengeluarkan aroma yang terdapat di dalam bunga dan sekali gus menyegarkan tubuh.'' Apabila segar, katanya, penampilan lebih meyakinkan dan ceria apabila berkomunikasi atau bertemu dengan orang. Setiap bunga mempunyai keistimewaan aroma tersendiri. Seperti bunga melur tambahnya, mempunyai semangat pengantin baru dan mengeluarkan haruman semerbak. ``Wangian melur dapat menaikkan nafsu syhawat pengantin. Begitu juga cempaka dan tanjung, aromanya begitu memikat. Kita bukan percaya kepada bunga kerana ia syirik tetapi ambil baunya untuk haruman tubuh,'' pesannya. Beliau menasihatkan untuk mengekalkan kecantikan, tadah air embun malam Jumaat dan sapukan ke wajah, dibuat air mandi ataupun minuman. ``Kalau mahukan wajah sentiasa cantik amalkan surah Yusuf setiap malam. ``Sebagai pendinding pula bacalah sebelum dan bangun tidur selawat 21 kali ke atas nabi, Al-Fatihah, surah al-Ikhlash, An-Naas dan al-Falaq. Insya-Allah jika terkilas pun ilmu sihir mampu ditepis,'' sarannya. myadha

Read More..

Kamis, 19 Juli 2012

KEJAHATAN KRISTENISASI

Ketika Orde Baru berjaya, banyak para pejabat yang tidak percaya adanya kristenisasi besar-besaran yang telah terjadi di Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data tentang kristenisasi di Indonesia” oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus. Pada Orde Reformasi mereka semakin berani melakukan kristenisasi secara terbuka bahkan keji. Mereka menggunakan Al-Qur`an dan Hadits dengan diputarbalikkan untuk membenarkan ajaran sesat mereka, dan untuk mengelabui umat Islam. Gerakan kristenisasi bergerilya dengan kedok dakwah ukhuwwah dan shirathal mustaqim secara gencar dan tersembunyi, gerakan itu dikoordinasi oleh Yayasan NEHEMIA yang dipelopori Dr. Suadi Ben Abraham, Kholil Dinata dan Drs. Poernama Winangun alias H. Amos. Mereka telah mengeluarkan beberapa buku di antaranya: Upacara Ibadah Haji Ayat-ayat yang menyelamatkan Isa Alaihis salam dalam pandangan Islam Riwayat singkat pusaka peninggalan Nabi Muhammad saw Membina kerukunan umat beragama Rahasia jalan ke surga Siapakah yang bernama Allah itu? Isi buku-buku dan brosur tersebut di atas diantaranya: Upacara Ibadah Haji adalah penyembahan berhala tertutup Islam agama khusus untuk orang Arab, Al-Qur`an kitab suci orang Arab dan Nabi Muhammad saw adalah nabi untuk orang Arab yang mengajarkan penyembahan berhala dan tidak akan selamat di akhirat Tuhan orang Islam adalah batu hitam (hajar aswad) Waktu sholat sangat kacau dan Al-Qur`an tidak relevan Nabi Muhammad saw memperkosa gadis dibawah umur Al-Qur`an untuk Iblis, Injil petunjuk bagi umat Islam yang taqwa Bapaknya Yesus adalah Allah subhanahu wa ta`ala Semua umat masuk Neraka kecuali umat Kristen Nabi Muhammad saw wafat mewariskan kitab Injil Khadijah, istri Nabi Muhammad saw beragama Kristen. Sanggahan terhadap tuduhan-tuduhan keji tersebut: 1. Ibadah Haji dituduh sebagai penyembahan berhala tertutup, itu tuduhan keji. Tidak bolehnya orang non muslim ke Mekkah bukan untuk menutupi upacara ibadah haji. Dan ibadah haji itu tidak ada penyembahan berhala seperti dituduhkan H. Amos orang Kristen. Namun itu perintah langsung dari Allah swt yang artinya:Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.(Q.S. At-Taubah: 28). Tuduhan itu juga bertentangan dengan kenyataan, karena upacara ibadah haji ditayangkan pula ke berbagai negara di dunia lewat televisi. Terbukti tak ada penyembahan berhala dalam upacara ibadah haji dan tidak tertutup. 2. Nabi Muhammad saw dituduh hanya rasul untuk bangsa Arab, dan tidak akan selamat di akhirat. Tuduhan itu sangat jahat, karena Allah swt telah menegaskan dalam Al-Qur`an yang artinya: Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya:107). Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S.Saba`:28). Al-Qur`an adalah suatu peringatan untuk semesta alam. (Q.S. At-Takwir 27 dan Al-Qalam 52). Dan Kami turunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) supaya engkau jelaskan umat manusia, apa-apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berpikir. (Q.S. An-Nahl 44). Muhammad bukanlah bapak salah seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahzab 40). 3· Tuduhan tentang Nabi Muhammad saw tidak selamat di akhirat, maka harus dibacakan sholawat, itu tuduhan keji pula. Bisa diperbandingkan dengan keadaan bahwa bayi yang meninggal dunia pasti selamat akan masuk surga. Namun bayi yang meninggal itu tetap disholati dan didoakan. Orang yang mensholati, mendoakan dan menguburkan mayit bayi ini akan mendapat pahala. Terhadap bayi yang belum berjasa saja harus didoakan, apalagi terhadap seorang Nabi saw, yang telah sangat berjasa bagi umat manusia. Ini sudah pas dari segi ajaran agama maupun akal yang mau menerimanya. 4. Tuduhan bahwa Islam mengajarkan penyembahan berhala batu hitam bernama Hajar Aswad, itu tuduhan yang amat keji dan licik. H. Amos memutarbalikkan fakta, Hajar Aswad dianggap sebagai berhala yang disisakan setelah 359 berhala dihancurkan, dengan mengutip hadits Bukhori tanpa disertai teksnya. Ternyata H. Amos sebagai orang Kristen bohong, karena Hajar Aswad bukan termasuk berhala. Teksnya Hadits Bukhari nomor 832, terjemahnya: Dari Ibnu `Abbas ra katanya: Ketika Rasulullah saw mula-mula tiba di Makkah, beliau enggan hendak masuk Ka`bah karena di dalamnya banyak patung. Beliau memerintahkan supaya mengeluarkan patung-patung itu, maka dikeluarkan mereka semuanya termasuk patung Nabi Ibrahim dan Isma`il yang sedang memegang Azlam (alat untuk mengundi). Melihat itu Rasulullah saw bersabda: Terkutuklah orang yang membuat patung itu!, Demi Allah sesungguhnya mereka tahu bahwa keduanya tidak pernah melakukan undian dengan Azlam, sekali-kali tidak. Kemudian beliau masuk ke dalam Ka`bah, lalu takbir di setiap pojok dan beliau saw sholat di dalamnya. (Shahih Bukhari No. 832). 5. Tuduhan tentang waktu sholat sangat kacau, itu tuduhan yang sangat mengada-ada. Penuduh membentrokkan ayat-ayat dengan hadits Bukhari tanpa mau memahami Q.S. Al-Isra 78 dan Q.S. Hud 114, dibentrokkan dengan hadits Bukhari nomor 211, lalu dikomentari bahwa yang dipakai hadits, bukan Al-Qur`an. Maka dituduh kacau. Padahal kalau mau memahami, ayat-ayat maupun hadits tersebut semuanya bermakna bahwa sholat wajib adalah 5 waktu sehari semalam, yaitu Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan `Isya. 6. Nabi Muhammad saw dituduh memperkosa gadis dibawah umur, itu tuduhan yang sangat menghina. Tuduhan itu hanya menunjukkan kebencian yang amat sangat, dan tidak bisa mengemukakan bukti-bukti larangan tentang menikahi gadis dalam batasan umur. Padahal umur 9 tahun seperti `Aisyah yang mulai diajak berumah tangga oleh Nabi saw setelah dinikahi pada umur 6 tahun, itu tidak ada larangan. Sedangkan gadis-gadis Arab-pun dalam usia 9 tahu sudah mungkin sekali haid, berarti dewasa. Jadi tuduhan itu hanyalah kebencian yang membabi buta. Tuduhan-tuduhan lain yang mereka lontarkan terhadap Islam sifatnya sama; hanyalah kebencian dan kebohongan belaka. Orang-orang yang mau berpikir pasti paham bahwa tuduhan-tuduhan mereka itu menunjukkan betapa rendahnya moral mereka. Orang-orang Kristen telah lama melancarkan program Kristenisasi dengan berbagai cara. Apa upaya kita dalam menghadapi kejahatan kristenisasi? [Dikutip dari brosur “Kristenisasi dan Kejahatan-Kejahatannya” terbitan Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta] Lembaga Penelitian Dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta
Read More..

Kiamat Suku Maya Miliki Arti Lain

Dailymail.co.uk
Para arkeolog baru saja menemukan referensi baru mengenai 'tanggal kiamat' suku Maya pada 21 Desember 2012. Ternyata tanggal itu miliki arti lain. Menurut laporan terbaru, referensi terbaru menunjukkan bahwa suku Maya tak pernah meramalkan akhir dunia. Ilmuwan dari Tulane University dan Universidad de Valle de Guatemala mengatakan, temuan hieroglyph Maya di batu di reruntuhan La Corona menunjukkan hal tersebut. Demikian dikutip dari DailyMail. Berlawan keyakinan yang dipegang para antisipator kiamat, naskah abad ke-7 dari suku Maya ini tak memuat ramalan seputar akhir dari dunia. Referensi itu ternyata mengisahkan aksi dari penguasa Maya kuat saat itu, Yuknoom Yich’aak K’ahk’ dari Calakmul. Penguasa yang juga dijuluki Cakar Jaguar itu mengunjungi La Corona setelah kekalahan telak saat melawan Kerajaan Tikal pada 695. [ikh] TI
Read More..

Surga dan Nerakanya Ad-Dajjal

Ketika fitnah Al-Masih Ad-Dajjal keluar ke tengah ummat manusia di Akhir Zaman ia akan membawa surga dan nerakanya sendiri. Surganya adalah neraka sedangkan nerakanya adalah surga. Nabi Muhammad (SAW) memberitahu kita agar selamat menghadapi neraka Ad-Dajjal, maka seorang muslim mesti menghafal dan membaca sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi. “Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat-ayat di awal surah Al Kahfi. (HR Ibnu Majah – Shahih) Nabi Muhammad (SAW) bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al-Kahfi, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Ad-Dajjal." (HR Muslim – Shahih) Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم berpesan; “Di antara fitnah-fitnah (Ad-Dajjal) adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Padahal sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” Berarti Ad-Dajjal sanggup membolak-balik realita. Apa yang sesungguhnya bakal mengantarkan seseorang menuju neraka malah terlihat seperti surga. Sedangkan apa-apa yang bisa mengantarkan seseorang ke surga malah dibuat seperti neraka. Apa yang benar dibuat terlihat salah. Apa yang salah dibuat menjadi seperti benar. Jangankan sesudah Dajjal keluar ke tengah-tengah manusia, sedangkan saat sekarang saja dimana Dajjal belum keluar sudah banyak manusia yang berhasil tertipu melihat realitas. Benar-benar terasa bahwa dunia modern dikelola oleh para pendukung dan penyambut Dajjal. Mereka berusaha membangun opini umum yang terbalik-balik. Dunia modern telah membentuk diri menjadi sebuah Sistem Dajjal menanti dan menyambut keluarnya Dajjal untuk segera dinobatkan menjadi pemimpin globalnya. Inilah hakikat the New World Order (Tatanan Dunia Baru) alias Novus Ordo Seclorum. Ia merupakan sebuah Sistem Dajjal..! Mereka berusaha memperlihatkan bagaimana para selebritis yang gemar bermaksiat menjadi figur-figur idaman yang dielu-elukan oleh masyarakat. Berbagai tayangan di televisi dan media lainnya berlomba menggosipkan kehidupan pribadi para artis dan selebritis sehingga mereka dikagumi. Padahal apa yang diberitakan tentang mereka pada hakikatnya adalah kehidupan yang sungguh tidak bernilai bahkan penuh kerusakan moral dan perilaku. Tidak ada nilai keteladanan yang bisa dibanggakan dari kehidupan para selebritis ahli maksiat itu. Kehidupan diwarnai gonta-ganti pacar. Kawin-cerai lalu kawin-cerai lagi. Berpakaian mengumbar aurat ke sana kemari. Keterlibatan mengkonsumsi narkoba. Kehidupan malam dunia gemerlap. Tetapi semua itu diopinikan sebagai kehidupan modern yang keren dan penuh kebahagiaan. Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda: “Hampir saja orang hina putra orang hina mengalahkan dunia.” (HR Ahmad – Shahih) Hadits di atas menerangkan bahwa sudah dekat waktunya dimana yang meraih kesuksesan di dunia adalah orang hina putra orang hina. Itulah mereka para selebritis dan para artis yang diopinikan oleh media-massa dunia modern sebagai orang-orang yang bergelimang dengan kesenangan dan kemewahan dunia. Mereka berusaha menyebarluaskan nilai-nilai LG (lesbian dan gay) ke tengah masyarakat luas. Nilai-nilai sexual menyimpang tersebut digambarkan sebagai perkara biasa dan lumrah. Malah mereka membangun opini di tengah masyarakat luas bahwa menjadi lesbi atau gay adalah sebuah pilihan hidup yang sah-sah saja. Alasan mereka adalah HAM (hak asasi manusia). Hendaknya setiap orang diberikan kebebasan untuk mencintai siapa saja dan jenis kelamin apa saja yang dia sukai. Jika seorang lelaki menyukai lawan jenisnya yaitu perempuan, maka seorang lelaki hendaknya diperbolehkan juga menyukai sesama lelaki dan bahkan menikahinya. Demikian pula seorang perempuan. Bila perempuan suka dengan dengan lawan jenisnya yaitu lelaki, maka hendaknya ia dimaklumi dan diberi kebebasan juga untuk menyukai sesama jenis kelamin perempuan bahkan menikahinya. Padahal Islam memberikan ketentuan yang sangat tegas dalam persoalan ini. Nabi Muhammad (SAW) bersabda: "Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan pasangannya." (HR Abu Dawud – Shahih) Mereka berusaha menggambarkan bahwa suatu transaksi yang melibatkan praktek riba adalah hal biasa. Bahkan itulah salah satu bentuk normal berjual-beli. Sehingga banyak orang memandang ringan menerima atau memberi bunga di dalam suatu transaksi. Padahal jelas-tegas Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al-Baqarah 275) Mereka ingin menggambarkan bahwa mengikuti suara rakyat sama dengan mengikuti suara Tuhan. Padahal sudah jelas sangat berbeda antara tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat dengan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah SWT...! Bila tunduk dan mengakui kedaulatan rakyat maka berakibat harus siap mentaati hukum dan aturan produk manusia. Sedangkan tunduk dan mengakui kedaulatan Allah SWT berakibat hanya mau mentaati hukum dan aturan Allah SWT semata dan menolak untuk mentaati hukum produk manusia. Sehingga Allah SWT berfirman: “... dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (yaitu hukum Allah), dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 49-50) Semua contoh kasus di atas merupakan realitas yang dibolak-balik oleh para pengelola dan pendukung Tatanan Dunia Baru alias Sistem Dajjal. Mereka kemudian berusaha meyakinkan bahwa inilah surga yang mereka tawarkan kepada manusia. Menjadi artis dan selebritis yang hidupnya bergelimang maksiat. Menjadi lesbi atau gay yang merdeka sepenuhnya untuk mencintai dan berhubungan intim dengan sesama jenis kelamin. Menikmati riba sebagai jalan pintas untuk sukses dalam bidang keuangan, bisnis dan ekonomi. Menjadi seorang penganjur bahkan pejuang demokrasi yang dengan ringannya mencampakkan keadilan hukum Allah SWT seraya berkhayal akan hadirnya keadilan hukum (jahiliyah) produk manusia..! Semua itu merupakan surga dunia yang mereka tawarkan kepada umat manusia. Surga dunia yang bila diikuti berarti memastikan diri bakal masuk ke dalam neraka akhirat..! Jika kita tinggalkan itu semua justeru berarti kita memilih surga akhirat walau terasa seolah memasuki neraka dunia. Hidup bebas maksiat, menikah secara normal, bebas riba dan hanya menjunjung tinggi kedaualatan Allah SWT bukan selainnya, maka itu semua justeru memastikan seseorang sedang menempuh perjalanan menuju surga akhirat, yaitu surga Allah SWT dan meninggalkan surga Dajjal dan Sistem Dajjal. Itulah jalan untuk memastikan bebasnya seseorang dari neraka Allah SWT walau harus kehilangan peluang menikmati surga Dajjal, bahkan harus bersabar di dalam neraka Dajjal. Pilihan ada pada setiap individu. Silahkan anda pilih, tidak ada paksaan di dalam beragama. Sungguh telah jelas jalan yang lurus dari jalan yang bengkok. Masing-masing orang harus berdiri sendiri-sendiri di hadapan Allah SWT di Hari Pengadilan kelak mempertanggungjawabkan pilihan hidupnya sewaktu di dunia. “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (QS Al-Kahfi 29) Ustadz Ihsan Tanjung,
Read More..

Sosok Imam Mahdi as Dalam Al-Quran

Konsep Imam Mahdi as sebagai juru penyelamat adalah sebuah konsep yang sudah diterima oleh semua agama samawi, bahkan oleh semua umat manusia meskipun nama yang ditentukan untuk menyebutnya berbeda-beda. Kesepakatan konsep ini dapat kita bahas pada kesempatan yang lain. Oleh karena itu, dalam al-Quran terdapat beberapa ayat yang ditafsirkan dengan keberadaan Imam Mahdi as sebagai seorang juru penyelamat. Ayat-ayat tersebut adalah sebagai berikut: a. Surah al-Qashash (28) : 5 وَ نُرِيْدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا فِي الْأَرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِيْنَ “Dan Kami ingin memberikan anugrah kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi ini, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka sebagai para pewaris.” Secara lahiriah, ayat ini menggunakan kata kerja mudhâri’ dalam menjelaskan maksud Allah. Secara realita, janji-janji yang termaktub dalam ayat tersebut belum terealisasikan hingga sekarang. Dengan pemerintahan yang telah dibentuk oleh Rasulullah saw di Madinah yang berjalan kurang lebih selama sepuluh tahun, kami kira hal itu belum terwujudkan secara sempurna mengingat masih banyak pojok dunia yang belum pernah mencicipi lezatnya hukumnya Islam. Menurut beberapa hadis, ayat ini mengindikasikan tentang Imam Mahdi as, bahwa semua janji Allah itu akan terwujud pada saat beliau turun ke bumi dan membentangkan sayap keadilan di atasnya. Dalam Nahjul Balâghah, Imam Ali as berkata: لَتَعْطُفَنَّ الدُّنْيَا عَلَيْنَا بَعْدَ شِمَاسِهَا عَطْفَ الضَّرُوْسِ عَلَى وَلَدِهَا “(Pada waktu itu), dunia akan menganugrahkan kelembutannya kepada kami setelah ia membangkang sebagaimana unta betina yang membangkang (baca: enggan memberi air susu kepada anaknya) menyayangi anaknya.” Ibnu Abil Hadid berkata: “Para sahabat (baca: ulama) kita berpendapat bahwa beliau menjanjikan (kemunculan) seorang imam yang akan menguasai bumi dan menaklukkan seluruh kerajaan dunia.” Dalam sebuah hadis yang lain beliau berkata: “Orang-orang tertindas di muka bumi yang termaktub di dalam al-Quran dan akan dijadikan para pewaris oleh Allah adalah kami, Ahlulbait. Allah akan membangkitkan Mahdi mereka yang akan memuliakan mereka dan menghinakan para musuh mereka.” [1] b. Surah an-Nûr (24) : 56 وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِيْ لاَ يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْئًا وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih untuk menjadikan mereka sebagai khalifah di muka bumi ini sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai khalifah, menyebarkan bagi mereka agama yang telah diridhainya untuk mereka secara merata dan menggantikan ketakutan mereka dengan rasa keamanan (sehingga) mereka dapat menyembah-Ku dan tidak menyekutukan-Ku. Barangsiapa ingkar setelah itu, merekalah orang-orang yang fasiq.” Secara lahiriah, kita dapat menagkap tiga janji dari ayat tersebut: Pertama, menjadikan mereka sebagai khalifah di atas bumi ini. Kedua, menyebarkan agama mereka (Islam) di atas bumi secara merata sehingga dapat dinikmati oleh seluruh penduduk dunia. Ketiga, menggantikan rasa takut mereka dengan rasa aman sehingga mereka dapat menyembah Allah dengan penuh keleluasaan dan tidak menyekutukan-Nya. Yang jelas, semua janji itu belum pernah terwujudkan hingga sekarang. Kapankah kita pernah merasakan Islam dijalankan secara sempurna? Oleh karena itu, dalam beberapa hadis Ahlulbait as, kita akan menemukan takwil dari ayat tersebut bahwa semua janji itu akan terealisasikan pada masa kemunculan Imam Mahdi as. Dalam tafsir Majma’ al-Bayân disebutkan bahwa Imam Ali bin Husain as pernah membaca ayat tersebut. Setelah itu beliau berkata: “Demi Allah, mereka adalah para pengikut kami Ahlulbait as. Allah akan mewujudkan semua itu dengan tangan salah seorang dari kami. Ia Adalah Mahdi umat ini, dan ia adalah orang yang disabdakan oleh Rasulullah saw: “Jika tidak tersisa dari usia dunia ini kecuali satu hari, niscaya Allah akan memanjangkannya hingga seorang dari ‘Itrahku muncul. Namanya sama dengan namaku. Ia Akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.”[2] Tanpa diragukan lagi pembahasan tentang mahdi as telah tertera di pelbagai sumber dan kitab-kitab Islami. Rasul saw sendiri yang mengajarkan hal tersebut. Imam Ali as dan para imam yang lain juga tidak ketinggalan, mereka senantiasa menyinggung pembahasan yang satu ini dan mengulang-ulangnya. Para ulama dan pemuka sekte-sekte islam sepanjang sejarah juga satu demi satu di segenap penjuru Negara Islam telah menulis dan menyusun buku yang tidak sedikit jumlahnya. Dengan pelbagai hal tersebut apakah dapat dibayangkan topik dan pembahasan yang begitu populer dan urgen ini tidak tertera dalam kitab suci al-Quran? Jawaban tentu tidak. Pasti pembahasan semacam ini benih-benihnya telah terdapat di dalamnya. Al-Quran sebatas singgungan atau secara gamblang telah menjelaskan peristiwa dan kejadian yang nantinya akan terjadi di akhir zaman seperti kemenangan kaum mukmin terhadap kaum non-mukmin. Ayat-ayat semacam ini, telah ditafsirkan oleh para mufasir-dengan mengacu pada riwayat dan poin-poin tafisiri-berkaitan dengan pemerintahan Imam Mahdi as di akhir zaman. Al-hasil para mufasir mutaakhir menghitung dan mentahqiq jumlah ayat-ayat yang berkaitan dengan beliau as, jumlah sensaionalpun mereka dapatkan yaitu sekitar 350 ayat. Tahqiq ini dilakukan oleh Yayasan Intidhare Nur. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa metode mereka dalam pencarian tersebut adalah umum mencakup ayat-ayat yang secara gamblang menjelaskan permasalahan Mahdawiyah dan yang lain, atau ayat yang para mufasir dengan suatu hal dalam tafsiran ayat tersebut membawakan riwayat atau pembahasan Mahdawiyah. Pada kesempatan ini, kita akan membawakan 10 ayat saja yang memiliki indikasi yang jelas terhadap permasalahan Mahdawiyah. Ayat pertama وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba yang saleh” (QS 21: Anbiya : 105). Imam Muhammad Baqir as bersabda:”hamba-hamba tuhan yang akan menjadi pewaris bumi-yang tersebut dalam ayat-adalah para sahabat Mahdi as yang akan muncul di akhir zaman.” Syekh Thabarsi setelah menukil riwayat ini mengatakan: sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Syi’ah dan Ahlusunnah menjelaskan dan menguatkan riwayat dari Imam baqir as di atas, hadis tersebut mengatakan ‘jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali tinggal sehari, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sehingga seorang saleh dari Ahlul-baitku bangkit, dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman”’. Imam Abu bakar Ahmad bin Husain Baihaqi dalam buku “al-Ba’tsu wa Nutsur” telah membawakan riwayat yang banyak tentang hal ini [3] . Dalam kitab Tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan: Kami telah menulis di Zabur setelah zikr … semua kitab-kitab yang berasal dari langit disebut dengan Zikr. Dan maksud dari bahwa dunia akan diwarisi oleh para hamba-hamba yang saleh adalah (Mahdi) Qaim as dan para pengikutnya [4] . Ayat kedua وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَْرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِينَ “Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas, dan akan Kami jadikan para pemimpin dan pewaris dunia.” (QS 28. al-Qashash: 5) Ayat ini sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali as di dalam Nahjul balagah serta sabda para imam yang lain berkaitan dengan Mahdawiyah, dan sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut konvoi kebenaran yang terzalimi yang akhirnya akan jatuh ke tangan mereka. Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman. Sebagaimana Syekh Shaduq dalam kitab Amali menukil sabda Imam Ali as yang berkata:”ayat ini berkaitan dengan kita”. Ayat Ketiga يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَ لا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ “Wahai orang-orang yang beriman barangsiapa dari kalian berpaling (murtad) dari agamanya maka Allah SWT akan memunculkan sekelompok kaum yang Dia cinta mereka dan mereka juga mencintaiNya,” (QS. Madinah: 54) Dalam tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan:”ayat ini turun berkaitan dengan Qaim dan para penguikutnya merekalah yang berjuang di jalan Allah SWT dan sama sekalim tidak takut akan apapun”. Ayat Keempat وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَْرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan. (QS. Nuur: 54) Syekh Thabarsi mengatakan:”dari para Imam Ahlul bait diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad saw. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari imam Ali Zainal Abidin as bahwa beliau membaca ayat tersebut setelah itu beliau bersabda:”sumpah demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita. Dia adalah Mahdi (pembimbing) umat ini. Dialah yang rasul saw bersabda tentangnya:”jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad), riwayat semacam ini juga dapat ditemukan melalui jalur yang lain seperti dari imam Muhammad Baqir as dan imam Ja’far Shadiq as”. Aminul Islam Syekh Thabarsi mengakhiri ucapan dan penjelasannya tentan ayat ini dengan penjelasan berikut ini:”mengingat penyebarluasan agama ke seluruh penjuru dunia dan belum betul-betul global, maka pastilah janji ini akan terwujud dalam masa yang akan datang, di mana hal tersebut-globalitas agama- tidak dapat dielakan dan dipungkiri lagi”. Dan kita ketahui bahwa janji Allah tidak akan pernah hanya janji semata. Ayat Kelima هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدى وَ دِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ Dialah Zat yang yang telah mengutus rasulNya dengan hidayah dan agama yang benar untuk sehingga Ia menangkan agama tersebut terhadap agama-agama yang lain, kendati para musyrik tidak menginginkannya. Dalam kitab tafsir Kasyful Asyrar, disebutkan: Rasul dalam ayt tersebut adalah baginda nabi Muhammad saw, sedang hidayah yang dimaksud dari ayat tersebut adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar itu adalah agama Islam. Allah SWT akan memangkan agama (Islam)ini, atas agama-agama yang lain, artinya tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Dan hal ini sampai sekarang belum terwujud. Kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Abu Said al-Khudri menukil, bahwa Rasul saw pad suatu kesempatan menyebutkan bala dan ujian yang akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga beliau mengatakan bahwa setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Ketika hal ini telah terjadi, Allah SWT akan memunculkan seseorang dari keluargaku yang nantinya dunia akan dipenuhi oleh keadilan. Seluruh penduduk langit dan bumi rela dan bangga dengannya. Di masanya hujan tidak akan bergelantungan di atas langit kecuali akan turun untuk menyirami bumi, dan tiada tumbuh-tumbuhan yang ada di dasar bumi kecuali bersemi dan tumbuh. Begitu indah dan makmurnya kehidupan di masa itu sehinga setiap orang berandai-andai jika sesepuh dan sanak keluaerganya yang telah meninggal dunia kembali lagi dan merasakan kehidupan yang sedang mereka rasakan. Referensi [1] Al-Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jilid 51, hal. 63, bab ayat-ayat yang ditakwilkan dengan Imam Mahdi as. [2] At-Thabarsi, Majma’ al-Bayân, jilid 7, hal. 152. [3] Tafsir Majma’ul bayan, jild 7, hal 66-67. [4] Tafsir Nur Tsaqalain, jild 3, hal 464. nurmadinah

Read More..

Fitnah Dajjal telah Hadir diantara Kita

Hidup di era penuh fitnah yang kita jalani dewasa ini menuntut kewaspadaan dan antisipasi menghadapi puncak fitnah, yaitu keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal. Semua Nabi utusan Allah memperingatkan kaumnya masing-masing akan munculnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Tetapi hanya Nabi Akhir Zaman, yakni Muhammad SAW yang memberikan gambaran paling rinci mengenai Ad-Dajjal. Hal ini wajar karena umatnya-lah yang akan Allah taqdirkan berhadapan langsung dengan puncak fitnah tersebut.  "Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalama pernah berkhutbah: Sungguh, semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Ad-Dajjal, dan tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan memperingatkan umatnya mengenai fitnah Ad-Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang terakhir dan kamu juga ummat yang terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Ad-Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian. (IBNUMAJAH - 4067 Shahih) Dan telah terbukti bahwa sejak manusia dihadirkan ke muka bumi hingga hari ini Ad-Dajjal belum keluar. Tetapi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menegaskan bahwa kita sebagai ummat terakhir alias ummat Akhir Zaman pasti akan berhadapan langsung dengan Ad-Dajjal. Nabi bersabda: “Sedangkan Aku adalah Nabi yang terakhir dan kamu juga ummat yang terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Ad-Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian.” Dalam hadits lainnya Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menjelaskan bahwa ummat terakhir ini akan mengalami lima babak perjalanan sejarahnya. Dan ternyata kita yang hidup di era modern dewasa ini sedang berada di babak keempat dari lima babak perjalanan sejarah tersebut. Selama babak pertama, kedua maupun ketiga Ad-Dajjal belum Allah taqdirkan keluar ke tengah-tengah ummat manusia untuk menebar fitnah dahsyatnya. Sementara itu, di babak keempat yang masih berlangsung ini, ummat Islam meraskan sangat banyaknya fitnah yang kian menyebar dan kian memuncak. Bayangkan...! Selama tigabelas abad perjalanan ummat Islam dunia merasakan rahmat dienullah Al-Islam sebagai aturan yang diterapkan oleh para pemimpin Islam, baik di babak pertama, kedua maupun ketiga. Kita tidak menutup mata adanya pasang-surut kebaikan dan keburukan sosok-sosok pemimpin Islam di masa-masa itu, terutama selama babak ketiga yaitu babak kepemimpinan Mulkan ‘Aadhdhan (raja-raja yang menggigit). Tetapi secara umum kebaikan ajaran Islam masih dinikmati masyarakat luas karena para pemimpin di masa itu masih berusaha memenuhi kriteria dirinya sebagai ulil amri minkum (para pemimpin di antara orang-orang beriman) sebab mereka masih memenuhi keharusan yang Allah sebutkan:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa 59)

 Baik itu babak kenabian, babak khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah (khulafa ar-rasyidin) maupun babak mulkan ‘aadhdhon, para pemimpin Islam masih berusaha untuk setia memenuhi kriteria “... jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya)...” Berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat dan bernegara diselesaikan berdasarkan dan merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kehidupan bermasyarakat dan bernegara dilandasi oleh dienullah Al-Islam. Namun begitu memasuki babak keempat, yang ditandai dengan runtuhnya secara formal tatanan bermasyarakat dan bernegara berlandaskan Islam (baca: al-khilafah al-Islamiyyah), maka Allah taqdirkan terjadinya perpindahan kepemimpinan dunia dari tangan para pemimpin Islam kepada masyarakat di luar ummat Islam. Allah menguji ummat Islam dengan diserahkannya kepemimpinan dunia kepada kaum kafir barat, Eropa kemudian Amerika, yang tidak lain adalah kaum yahudi dan nasrani. Akhirnya dunia tidak lagi menikmati rahmat diterapkannya dienullah Al-Islam. Dunia mulai mengalami ketidakjelasan tuntunan, arah dan tujuan. Dunia tidak di-manage oleh para pemimpin yang memberlakukan Islam sebagai solusi menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Kaum yahudi dan nasrani jelas tidak menjadikan hidayah/petunjuk Allah sebagai tuntunan di dalam memimpin dunia modern. Bagaimana mereka dapat menuntun ummat manusia ke jalan yang benar jika mereka sendiri tersesat? Sejak limabelas abad yang lalu Nabi صلى الله عليه و سلم telah memprediksi bahwa Allah bakal taqdirkan kaum Yahudi dan Nasrani memegang kepemimpinan global dunia sehingga sebagian ummat Islam bakal mengekor kepada mereka dalam segenap aspek kehidupan sampai masuk ke lubang biawak alias kebinasaan..!

 "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekalipun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu kaum Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (HR Muslim -Shahih)  

Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menyebut babak keempat perjalanan sejarah ummat Islam sebagai babak kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para raja/penguasa yang memaksakan kehendaknya). Dan kita saat ini jelas membukitkan kebenaran prediksi Nabi tersebut..! Para pemimpin dunia modern –baik skala lokal apalagi global- memimpin manusia berlandaskan kehendaknya sendiri, bukan kehendak Allah dan Rasul-Nya. Ada yang memaksakan kehendaknya secara individual (para diktator) dan ada juga yang memaksakan kehendaknya secara kolektif (kerjasama badan eksekutif, legislatif dan yudikatif). Bagaimanapun bentuknya, semua tidak memimpin berdasarkan kehendak/petunjuk Allah dan Rasul-Nya..! Inilah babak paling kelam dalam sejarah ummat Islam..! Pantas bilamana ummat Islam yang faham dan cinta Islam sangat merasakan keprihatinan yang begitu mendalam hidup di era penuh fitnah ini. 

 “Babak(1) kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang babak (2)Kekhalifahan mengikuti pola (Manhaj) Kenabian, selama beberapa masa hingga Allah mengangkatnya, kemudian datang babak (3)Raja-raja yang Menggigit selama beberapa masa, selanjutnya datang babak (4) Para penguasa yang memaksakan kehendak (diktator) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah, setelah itu akan terulang kembali babak (5)Kekhalifahan mengikuti pola (Manhaj) Kenabian. Kemudian Rasul صلى الله عليه و سلم terdiam.” (HR Ahmad Shahih)  Mengingat bahwa ini merupakan babak paling kelam dalam sejarah ummat Islam, maka sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri menghadapi keluarnya puncak fitnah di babak ini. Sungguh kita patut menduga bahwa keluarnya Ad-Dajjal untuk menebar fitnah bakal berlangsung di babak keempat ini, babak dimana kita sedang hidup dewasa ini..! Dan tahukah kita apa yang akan dinyatakan oleh Ad-Dajjal saat ia keluar ke tengah ummat manusia? Fitnah besar apakah yang akan ditampilkan olehnya? Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits berikut: 

“Wahai hamba Allah, wahai para manusia, teguhkanlah diri kalian, karena aku akan menerangkan sifat-sifatnya (Ad-Dajjal) yang belum pernah diterangkan oleh seorang Nabi pun sebelumku. Ia (Ad-Dajjal) akan berkata: 'Aku adalah Rabb kalian.' Sedangkan kalian tidak akan bisa melihat Allah kecuali setelah kalian meninggal.” (IBNUMAJAH - 4067 Shahih) 

Inilah fitnah besar yang akan terjadi saat Ad-Dajjal keluar. Ia akan mengaku dirinya sebagai Rabb...! Persis sebagaimana dahulu kala Fir’aun meng-claim dirinya sebagai Rabb di hadapan masyarakat Mesir yang dipimpinnya. 

“Maka dia (Fir’aun) mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: "Akulah Rabb-mu yang paling tinggi". (QS An-Naazi’at 23-24) Keluarnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal menjadi seperti pengulangan sejarah Fir’aun. Sungguh Ad-Dajjal dan Fir’aun memang memiliki kesamaan yaitu dalam hal kedua-duanya sama-sama merupakan penguasa zalim alias thaghut. Bahkan semua thaghut sepanjang zaman pada hakikatnya memiliki kesombongan yang mirip antara satu sama lainnya. Hanya saja ada yang sampai ke derajat mengaku secara terbuka bahwa dirinya adalah Rabb tandingan Allah dan ada yang tidak menyatakannya secara lisan, tetapi sikap dan perilakunya kurang lebih sama, yaitu bertingkah seolah dirinya merupakan tandingan bagi Allah. Thaghut menuntut masyarakat untuk mentaati dirinya sebagaimana manusia semestinya mentaati Allah. Thaghut menuntut dirinya dicintai sebagaimana manusia semestinya mencintai Allah. Tetapi claim diri sebagai Rabb yang bakal dilakukan oleh puncak thaghut –yakni Ad-Dajjal- akan sangat berbeda dari yang pernah dilakukan oleh thaghut manapun sepanjang zaman. Mengapa? Karena Ad-Dajjal tidak saja bermodalkan kesombongan dan kekuasaan, tetapi ia bakal diizinkan Allah menampilkan sihir tingkat tinggi untuk meyakinkan manusia seakan bahwa dirinya memang benar-benar Rabb tandingan Allah SWT!! Na'uzubillah... Rujukan: ditulis oleh Ustadz Ihsan Tandjung, kutipan Ermus

Read More..

Rabu, 18 Juli 2012

Produk Instan Yahudi untuk Menghancurkan Dunia

Oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc. Pada tahun 1897 M, kota Basel (Swiss) menjadi tuan rumah pertemuan akbar Yahudi Dunia. Lebih dari 300 tokoh Yahudi hadir dalam pertemuan yang dipimpin oleh Theodore Hertzl, seorang wartawan Yahudi kelahiran Hongaria. Mereka datang sebagai duta dari 50 organisasi Yahudi dunia, untuk menggodok trik-trik Yahudi dalam menyikapi perseteruan dunia, dengan mengacu kepada ajaran-ajaran yang terdapat pada kitab Talmud yang mereka agungkan. Targetnya, untuk menghancurkan seluruh kekuasaan di dunia ini dan mendirikan kembali kerajaan dunia Dawud Raya. Pertemuan akbar ini berhasil menelurkan 24 butir keputusan penting, yang kemudian hari dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan ‘Protokolat Hukama Shuhyun’. 

Di antara isinya adalah sebagai berikut:
  1. Kita harus menjerumuskan umamiyyin (orang-orang non Yahudi) ke dalam kehinaan dengan skenario dari kita. Para aktor lapangannya adalah kader-kader dari kalangan guru, pembantu, babysitter, dan wanita-wanita penghibur (artis). 
  2. Demi teraihnya sebuah tujuan, kita harus menggunakan cara-cara suap, penipuan, dan khianat, tanpa keraguan sedikitpun. 
  3. Kita kelabui umat manusia dengan mendengungkan slogan-slogan: ‘kebebasan, persamaan, dan persaudaraan’, dan menjadikan mereka terikat dengan slogan-slogan tersebut, agar mudah bagi kita untuk melakukan segala sesuatu yang kita inginkan. 
  4. Kita akan memilihkan untuk kaum non Yahudi para pemimpin yang bermental budak dan tidak berpengalaman dalam memimpin. 
  5. Kita akan kuasai media massa, karena ia merupakan senjata ampuh untuk mempropagandakan segala keinginan. 
  6. Kita harus menebar permusuhan antara penguasa dengan rakyatnya sehingga penguasa itu seperti seorang buta yang kehilangan tongkatnya, dan mau tidak mau meminta bantuan kita untuk melanggengkan kedudukannya. 
  7. Kita tampilkan di hadapan rakyat yang terzhalimi sebagai pembela mereka, dengan target agar mereka menjadi bagian dari kita dan menjadi para pendukung di kemudian hari. 
  8. Kita akan ciptakan krisis ekonomi global dengan segala cara yang memungkinkan. 
  9. Kita akan terus tebarkan slogan hak asasi, karena ia dapat mencetak masyarakat yang berani melanggar hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan segala aturan-Nya. 
  10. Kita harus hancurkan keimanan yang ada dalam sanubari umat manusia dan kita kosongkan dari benak mereka adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian kita gantikan dengan berbagai-macam kegiatan yang bersifat duniawi (seperti cabang- cabang olahraga), dan mempersiapkannya dalam skala internasional dengan segala macam promosinya, agar umat manusia tidak berkesempatan lagi untuk kembali kepada ajaran agamanya dan tidak menyadari keberadaan musuhnya dalam pertempuran global ini. 
  11. Kamilah yang menciptakan sistem pemilu dan hukum mayoritas (demokrasi), agar kami leluasa dalam memilih pemimpin yang kami kehendaki. 
  12. Kami akan menggunakan cara-cara kudeta dan pemberontakan, bila itu yang terbaik. (Untuk lebih rincinya, lihat Al-Yahudiyyah wal Masihiyyah, karya Dr. Muhammad Dhiya`ur-rahman Al-A’zhami, hal. 217-225, dan Al-Mausu’ah Al-Muyassarah fil Adyan wal Madzahib Al-Mu’ashirah, terbitan WAMY, hal. 332-337)[Dari majalah Asy Syariah Hari Aji Aljatimi

Read More..

Selasa, 17 Juli 2012

Ini Kata NOAA Soal Misteri Segitiga Bermuda

Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor. Lembaga pemerintah Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang mengurus persoalan lingkungan, di antaranya badai dan tsunami, mengeluarkan pernyataan tak biasa: membantah eksistensi putri duyung. Sebelumnya, NOAA dalam situsnya juga menanggapi soal segitiga Bermuda, wilayah laut dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah: Bermuda, Puerto Riko, dan Miami. Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. "Selama beberapa dekade, dongeng tentang Segitiga Bermuda di Lautan Atlantik telah memukau imajinasi, tentang misteri hilangnya sejumlah kapal, pesawat, juga manusia," demikian ditulis dalam situs NOAA. Sejumlah spekulasi berseliweran, tentang kekuatan yang tak diketahui dan misterius yang dianggap punya andil terhadap kehilangan itu. "Seperti mahluk ekstraterresterial yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, pengaruh Atlantis Yang Hilang, pusaran yang menyedot benda ke dimensi lain, dan ide-ide lain yang tak kalah anehnya." Termasuk, soal rumah iblis atau keberadaan piramida di sana. Beberapa dugaan didasarkan pada sains, meski tanpa didasari bukti. "Di antaranya, gas metana yang meletus di sedimen laut, dan gangguan di jalur geomagnetik yang terjadi terus-menerus." Sementara, pertimbangan soal lingkungan juga dapat dipakai untuk menjelaskannya. Yakni, bahwa sebagian badai tropis Atlantik dan topan mayoritas melewati Segitiga Bermuda. "Badai berbahaya ini bisa membuat kapal jadi korban." Juga arus teluk (gulf stream) yang bisa membuat perubahan cuaca secara cepat dan kadang ekstrem. "Ditambah lagi, banyaknya pulau-pulau besar di Laut karibia menciptakan banyak perairan dangkal yang berbahaya bagi pelayaran," ungkap NOAA. Ada lagi sejumlah bukti yang menunjukkan Segitiga Bermuda adalah lokasi di mana magnet kompas bekerja kacau. Namun yang jelas, "Angkatan Laut AS (US Navy) dan penjaga pantai (US Coast Guard) berpendapat bahwa tidak ada penjelasan supernatural untuk berbagai bencana di laut. Pengalaman mereka menunjukkan, kombinasi dari alam dan kesalahan manusia, mengalahkan penjelasan fiksi ilmiah paling terpercaya sekali pun." Dua lembaga AS penguasa laut juga menambahkan, tak ada peta resmi yang menyebut sebuah lokasi bernama Segitiga Bermuda. Badan Geografi AS (US Board of Geographic) juga tidak mengakui Segitiga Bermuda sebagai nama resmi. "Laut selalu menjadi tempat misterius untuk manusia, saat cuaca buruk terjadi dan adanya kesalahan manusia, ia bisa menjadi tempat yang sangat mematikan. Ini adalah kenyataan yang terjadi di seluruh dunia. Tak ada bukti bahwa kehilangan misterius terjadi dengan frekuensi lebih besar di Segitiga Bermuda dibanding lokasi lain di lautan dunia," NOAA menyimpulkan. Pertanyaan yang sama juga pernah ditujukan ke Badan Survei Geologi AS (USGS). Soal Segitiga Bermuda. Meski mengakui keberadaan gas hidrat di sedimen dalam laut di tenggara AS atau wilayah barat Segitiga Bermuda, dan bahwa gas bisa berkaitan dengan fenomena tenggelamnya kapal, geolog USGS, Bill Dillon membantah hipotesa itu sebagai penyebab tenggelamnya kapal di Segitiga Bermuda. Sebab, pelepasan gas hidrat hanya terjadi di akhir zaman es, sekitar 15.000 tahun lalu atau lebih. Di mana saat itu kapal yang paling maju yang mungkin bisa dibuat manusia saat itu, tak lebih dari kayu berongga. Apalagi, terbukti lebih banyak kapal yang tenggelam di lokasi lain. "Misteri Segitiga Bermuda tak lebih dari dongeng. Maaf," kata Dillon, di laman USGS. (umi)VN

Read More..

Umar bin Khattab dan Urgensi Kritik

Sejarah merupakan cakrawala yang membawa kita berpikir tentang masa lalu, hari ini dan waktu yang akan datang. Dengan sejarah pula kita bisa memaknai apa itu perjuangan dan pengorbanan. Intinya, sejarah adalah ibrah (pelajaran) yang sangat penting bagi gerak sebuah perubahan. Sehingga tidak heran kalau Bung Karno selalu menggemakan pekik ‘jangan pernah melupakan sejarah” (JASMERAH). Membaca sejarah Rassulullah saw dan para sahabat beliau, selalu membuat kita berdecak kagum. Betapa tidak, kisah-kisah Rasulullah dan para sahabatnya tersebut penuh dengan makna dan sarat dengan kearifan dan kebajikan. Bahkan kita pun seolah “terbius” untuk hidup dalam zaman tersebut. Salah satu kisah para sahabat Nabi Muhammad saw yang sarat dengan refleksi dan nilai-nilai kebajikan adalah kisah kenegarawanan Khalifah Umar bin Khattab dalam mengapresiasi kritik. Alkisah, dalam suatu kesempatan, seorang sahabat, Khudzaifah bin Al Yaman mendatangi Khalifah, Ia mendapati Umar dengan raut muka yang muram, penuh kesedihan. Ia bertanya, “Apa yang sedang engkau pikirkan wahai Amirul Mukminin?” jawaban Umar sama sekali tak terduga oleh Khudzaifah. 

Kesedihan dan kegalauan hatinya, bukan karena banyaknya masalah rakyat yang sudah pasti membuatnya letih. Kali ini Umar justru tengah khawatir memikirkan kondisi dirinya sendiri. “Aku sedang dihinggapi ketakutan, jika sekiranya aku melakukan kemungkaran, lalu tidak ada orang yang mengingatkan dan melarangku melakukanya, karena segan dan rasa hormatnya padaku,” ujar Umar pelan. Sahabat Khudzaifah segera menjawab, “Demi Allah, jika aku melihatmu keluar dari kebenaran, aku pasti akan mencegahmu.” Seketika itu, Wajah Umar bin Khattab langsung berubah ceria. Keluhuran dan kenegarawanan laku kepemimpinan Khalifah Umar ini patut di teladani oleh pemimpin kita hari ini. Bahwa kritik itu bukan menjadi problema, tapi kritik adalah penjaga atau pengontrol agar kekuasaan tidak bakal bertumbuh mencakar langit. Untuk itu pemimpin harus bersahabat dengan kritik. Yang menjadi problema justru ketika rakyat tidak berani melancarkan kritik terhadap kekuasaan. 

Karena ketika terjadi sumbatan komunikasi sebagai dampak dari tunakuasa yang dialami oleh rakyat, maka bisa berakibat fatal (terjadi kekacuan sosial). Sebagaimana yang terjadi pada rezim despostis orde baru. Tapi bandingkan dengan pemimpin kita—kini dan disini—dimana ruang kritik bagi publik disumbat dengan pelbagai cara. Bahkan kritik cendrung diposisikan sebagai wujud pembangkangan terhadap kekuasaan. Penguasa lebih nyaman dengan sanjungan dan pujian, walaupun ia sadar bahwa sanjungan dan pujian tersebut jauh dari nilai kemaslahatan. Untuk itu, sudah seyogianya kita semua terutama para pemimpin untuk secara sadar dan sungguh-sungguh belajar memetik kearifan dan kebajikan dari kisah penuh makna Khalifah Umar bin Khattab ini. Semoga. Muhammad Hamka

Read More..

Senin, 16 Juli 2012

Misteri Mumi Firaun Sneferu Di Piramida Merah

Sejarah mumi Firaun dalam Piramida Merah dimulai sejak 4,600 tahun yang lalu, sebuah dinasti ketiga bernama Firaun Sneferu meluncurkan salah satu proyek konstruksi terbesar dalam sejarah manusia. Snefru memutuskan pembangunan empat Piramida Mesir dengan alasan yang tidak diketahui. Dua diantaranya berada di Dashur, Piramida Merah dan Piramida Bent(Piramida Bengkok), satu di Meidum dan satu lagi di sebuah tempat bernama Seila. Piramida Bent, yang terletak di pekuburan kerajaan Dahshur, sekitar 40 kilometer selatan Kairo, dari Kerajaan lama Firaun Sneferu, adalah contoh yang unik dari pembangunan piramida di Mesir awal, sekitar 2600 SM. Ini adalah piramida kedua yang dibangun oleh Sneferu. Piramida Merah di Dashur memiliki pondasi terbesar kedua dari piramida yang ada di Mesir, bisa dikatakan sedikit lebih kecil dari Piramida Besar Khufu di Giza. Piramida Merah merupakan piramid keempat tertinggi yang pernah dibangun di Mesir dengan sekitar 160 lapisan batu. Sebagian besar inti Piramida kemungkinan dibangun dengan batu pasir kemerahan. Masalah struktural yang parah dihadapi pada bangunan sejarah Piramida Bent di Dashur Selatan yang dipimpin Snofru (Sneferu). Piramida Bengkok (Timur) menyisakan sebuah kamar mayat, serta batu penjuru pertama (Pyramidion) yang pernah ditemukan dalam bagian Piramida Lama. Hal itu ditemukan fragmen yang kemudian direkonstruksi. Candi kamar mayat tidak banyak tersisa, Snefru merintis keselarasan piramida Barat dan Timur agar sesuai dengan jalur matahari. Piramida Merah Dipercaya Menyimpan Mumi Firaun
Dari prasasti yang ditemukan memberikan petunjuk seberapa lama waktu yang dibutuhkan membangun Piramida Merah dan juga mengungkapkan urutan kerja. Sebuah prasasti yang ditemukan di dasar piramida telah menunjukkan bahwa Piramida Merah mulai dibangun pada tahun ke 15 masa pemerintahan Snofru. Jumlah Cattle tidak teratur antara tahun ke 15 dan ke 30. Hal ini mungkin terjadi karena pembangunan piramida mempunyai masalah struktural dan memaksa pembangunan dihentikan untuk sementara. Piramida Merah, piramid Piramida Merah Snofrus, Dahshur / Photo: CC Wikipedia, Ivrienen Menariknya di prasasti (piramida) terdapat 30 batu yang lebih tinggi setelah 2 hingga 4 tahun kemudian, sebuah gambaran tentang kecepatan orang Mesir yang mampu membangun sebuah monumen batu. Dalam waktu empat tahun, 30 persen bangunan piramida telah selesai dan selesai dalam waktu sekitar tujuh belas tahun. Ada keraguan mendasar tentang makam Sneferu di Piramida Merah, meskipun fragmen tulang belulang manusia yang ditemukan di dalam ruang pemakaman tidak menjadi bukti kuat adanya mumi Firaun. Piramida Merah dibangun dengan kemiringan 43º22′. Diatas tanah seluas 220 meter dengan tinggi 104 meter yang memiliki ruang penguburan seluas 4.18 x 8.55 meter, tinggi ruangan 14,67 meter. Dasar yang lebih luas dan kemiringan yang lebih rendah dimaksudkan untuk lebih menyebarkan massa piramida, dan dengan demikian akan menghindari masalah struktural seperti pembangunan Piramida Bent. Pintu masuk terletak bagian utara piramida. Sebuah jalan yang menurun bersudut 27 derajat sepanjang 62,63 meter dengan koridor pendek horisontal memanjang. Ruang pemakaman hanya bisa dicapai melalui suatu bagian ruangan pendek dinding ruang depan kedua. Ruang pemakaman mumi Firaun berukuran 4,18 meter x 8,55 meter dengan ketinggian 14,67 meter. Ruang ini terletak jauh di atas permukaan tanah, di inti Piramida Merah. Chapel (Kapel, ruang suci) dibangun dibagian timur piramida, mungkin buru-buru diselesaikan setelah kematian Snofru. Hal ini lebih rumit daripada Kapel timur Piramida Merah atau piramida di Meidum yang memiliki sebuah ruangan didalamnya, diapit oleh dua Kapel kecil. Tidak ada jejak jalan lintas menuju ke Kuil Valley, menyisakan sedikit penemuan pada akhir abad 19. Ketiga ruangan dalam Piramida Merah memiliki langit-langit Corbelled antara sebelas dan empat belas lapisan. Sekitar dua juta ton batu tersusun diatasnya, desain langit-langit begitu kuat dan tidak ada retak atau masalah struktural hingga hari ini. Sebuah bagian pendek di sisi selatan dari ruang pertama mengarah ke ruang kedua. Dua pertama adalah ruang di permukaan tanah, sedangkan ruang ketiga adalah lebih tinggi, dibangun dalam batu piramida itu sendiri. Ruang kedua sangat tidak lazim karena terletak tepat di bawah puncak piramida, atau titik pusat piramida. Ini merupakan satu-satunya piramida Mesir yang memiliki tata letak desain berbeda. Ruang terakhir, dengan lorong pintu masuk sekitar 25 meter di atas lantai ruang kedua, dapat diakses dengan tangga yang sudah berkonstruksi modern. Peneliti Mesir Kuno percaya bahwa ruang akhir ini dimaksudkan untuk menjadi ruang pemakaman mumi Firaun sebenarnya. Benarkah Mumi Firaun Didalam Piramida Merah? Beberapa pengamat membuat bentuk desain Piramida Merah berdasarkan sudut kemiringan 43º22′ yang akhirnya menghasilkan segmen sisi berbebeda, Pentagon (segi lima). Setiap segmen pentagon memiliki 72° pada titik pusat (360°/5=72°). Piramida Merah menggunakan 4 dari 5 segitiga yang merupakan bagian sisi pentagon. Desain piramid merah, pentagon, segi lima
Pentagon, dasar pembangunan Piramid Merah Ini membuktikan bahwa Piramida Merah dibangun berdasarkan perhitungan tepat yang menghasilkan bangunan sangat kokoh dan belum memiliki keretakan hingga saat ini, walaupun menyanggah dua juta ton batu sebagai atap ruangan. Beberapa arkeolog masih belum mengetahui secara pasti tentang mumi Firaun di Piramida Merah, bukti belum cukup kuat tentang adanya peninggalan disana. Tim peneliti Profesor Kerry Muhlestein mencoba menguraikan melibatkan sebuah pemakaman lain, tidak jauh dari Piramida Seila. “Kami memperkirakan lebih dari satu juta mayat di kuburan ini, tempat ini penuh dengan mumi”. (Apakah mumi Firaun Snofru ada disana, atau ini sebuah makam pembantaian?) Lalu, apa tujuan pembangunan Piramida Merah yang begitu besar? Padahal Piramida Merah dibangun diatas struktural yang tidak memungkinkan pada waktu itu, begitu pula dengan bentuk ruangan yang berbeda dengan piramida Mesir yang lain. Rumor kuno mengatakan bahwa, Piramida Merah merupakan pintu ke alam lain yang menyebabkan mumi Raja Snofru masuk kedalamnya. Mumi Firaun Sneferu didalam Piramida Merah masih menjadi misteri hingga kini.

Read More..

Sabtu, 14 Juli 2012

Kode Matematik Angka 19 Dalam Al- Qur’an Penjaga Keotentikan Al Qur’an

Tanbihun.com- Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci di dunia ini yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Qur’an tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.

Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti bahwa surat-surat/ayat-ayat di dalam Qur’an serba berkelipatan angka19.


Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat: 30-31, yang artinya sbb:“Yang atasnya ada sembilan belas. …., dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19). melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”
Hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London. Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut:

Kita mengetahui bahwa setiap surat di dalam Qur’an selalu diawali dengan bacaan ‘Basmallah’ sebagai statemen pembuka, yaitu “Bismillaahir-rahmaanir-rahiim”(yang artinya: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Ternyata bacaan ‘Basmalah’ tersebut (dalam bahasa Arabnya) terdiri dari 19 huruf (atau 19×1):
Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata: Ismi – Allah – Arrahman – Arrahim. Penelitian menunjukkan jumlah dari masing-masing kata tersebut di dalam Qur’an ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19. Yakni:

Jumlah kata Ismi di dalam Qur’an ditemukan sebanyak 19 buah (atau 19×1)
Jumlah kata Allah di dalam Qur’an ditemukan sebanyak 2.698 buah (atau 19×142)
Jumlah kata Arrahman di dalam Qur’an ditemukan sebanyak 57 buah (atau 19×3)
Jumlah kata Arrahim di dalam Qur’an ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19×6)

Bahkan, apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga akan merupakan kelipatan 19, yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19×8).

Jumlah total keseluruhan surat-surat di dalam Qur’an sebanyak 114 surat (atau 19×6).

Angka 114 bila dibagi 6 bagian (masing- masing 19 Surat), yakni 1-19,.. 20-38,.. 39-57,.. 58-76,.. 77-95,.. 96-114 lalu masing-masing dijumlahkan, kemudian hasilnya dibagi dengan 19, maka hasilnya adalah kelipatan 19.

1+2+3+ … +19 = 190 (19x10)
20+21+22+ … +38 = 551 (19x29)
39+40+41+ … +57 = 912 (19x48)
58+59+60+ … +76 = 1273 (19x67)
77+78+79+ … +95 = 1634 (19x86)
96+97+98+ … +114 = 1995 (19x105)

Bacaan Basmallah di dalam Qur’an ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19×6), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9 (Surat At- Taubah tanpa Bismillah), sedangkan sebuah lagi ditemukan di surat ke-27 ayat 30.yakni pada Surat An- Naml.

Berikut terjemahan surat ke-9 (At- Taubah) ayat 3:
“Dan suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin, kemudian jika kamu bertobat maka bertobat itu lebih baik bagimu, dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir bahwa bagi mereka siksa yang pedih.”

Berikut terjemahan surat ke-27 (An- Naml) ayat 29-31:
“Ia (Balqis) berkata, Hai pembesar-pembesarku, telah dikirim kepadaku sebuah surat yang berharga. Surat itu dari Sulaiman yang isinya berbunyi : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku dengan berserah diri.”

Pada surat ke-27 ayat 30 tempat ditemukannya bacaan Basmallah apabila bilangan surat dan ayatnya dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu 27+30=57 (atau 19x3).
Dari point 4 di atas ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9.

========= surat ke-: 9, 10, 11, 12, . . . , 25, 26, 27
==== urutan surat ke-: 1, 2, 3, 4, . . . , 17, 18, 19

Bahkan,apabila bilangan surat-suratnya dijumlahkan mulai dari surat ke-9 s.d. ke-27 maka hasilnya pun adalah kelipatan 19, yaitu:

(9+10+11+12+ … +24+25+26+27 = 342 (atau 19x18).

Wahyu pertama (surat ke-96 ayat 1-5) terdiri atas 19 kata (atau 19x1) dan 76 huruf (atau 19x4).
Wahyu kedua (surat ke-68 ayat 1-9) terdiri atas 38 kata (atau 19x2).
Wahyu ketiga (surat ke-73 ayat 1-10) terdiri atas 57 kata (atau 19x3).
Wahyu terakhir (surat ke-110) terdiri atas 19 kata (atau 19x1).
Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (surat ke-112).
Surat ke-96, tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri atas 19 ayat (atau 19×1) dan 304 huruf (atau 19×16). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/dihitung mundur dari belakang Qur’an.

========= surat ke-: 114, 113, 112, 111, . . . , 98, 97, 96
==== urutan surat ke-: 1, 2, 3, 4, . . . , 17, 18, 19

Bukti ini menunjukkan bahwa Qur’an tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat 20, yang artinya : “Allah telah mengunci mereka dari belakang”.

Bahkan, apabila bilangan surat-suratnya dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s.d. ke-96 maka hasilnya pun adalah kelipatan 19, yaitu 114+113+112+111+…+98+97+96 = 1995 (atau 19x105).

Bagian tengah-tengah Qur’an jatuh pada Surat ke-18 (Surat Al- Kahfi) ayat 19 (atau 19×1).
Juga ditemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak di dalam Qur’an, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu sbb:

Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan: 8+11 = 19 (atau 19x1).

surat ke-: 103, 108, 110 masing-masing terdiri atas 3 ayat
surat ke-: 97, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri atas 8 ayat.
surat ke-: 82, 87, 96 masing-masing terdiri atas 19 ayat
surat ke-: 48, 57, 81 masing-masing terdiri atas 29 ayat
surat ke-: 32, 67, 89 masing-masing terdiri atas 30 ayat
surat ke-: 14, 68, 69 masing-masing terdiri atas 52 ayat

Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan: 3+19+29+30+52 = 133 (atau 19x7).

Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-’aat” yang artinya “kata singkatan”. Di dalam Qur’an terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf Fawatihus Suwar “Muqatta-’aat”.

14 huruf itu adalah: alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, ya’, ‘ain, shad, tha’, sin, qaf, nun, dan kha’.

14 macam kombinasi huruf-huruf tersebut adalah: 1) alif, lam, mim, 2) ha’, mim, 3) alif, lam, ra’, 4) alif, lam, mim, ra’, 5) tha’, sin, 6) tha’, sin, mim, 7) ya’, sin, 8) nun, 9) kaf, ha’, ya’, ‘ain, shad, 10) alif, lam, mim, shad, 110 shad, 12) qaf, 13), ‘ain, sin, qaf, dan 14) tha’, ha’.

29 surat adalah surat ke-: 2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 19, 20, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 36, 38, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 50, dan 68.

Maka apabila bilangan dari banyaknya huruf, banyaknya kombinasi, dan banyaknya surat dijumlahkan maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 14+14+29 = 57 (atau 19×3).

Terhadap tanda-tanda dengan kata singkatan ini, para ahli tafsir berbeda-beda pendapat. Ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, ada pula yang berpendapat huruf-huruf abjad itu berfungsi untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan bacaan-bacaan di dalam Qur’an.

Namun berkat penemuan angka 19 kini terbukalah maksud sesungguhnya dari adanya huruf-huruf “Muqatta-’aat” tersebut, yaitu berfungsi sebagai penjaga keaslian/keotentikan Qur’an karena berhubungan dengan angka 19.
Perhatikanlah demonstrasi-demonstrasi berikut!!!

Surat ke-68 diawali huruf Nun. Setelah diteliti jumlah huruf Nun yang terdapat pada surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Q.S.
68


Nun
133


Kelipatan 19
19 x 7

Berikut terjemahan surat ke-68 ayat 2-6: “Nun. Berkat kemuliaan Tuhanmu, engkau (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila, dan sesungguhnya bagimu pahala yang besar, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.”
Surat ke-42 dan surat ke-50 diawali huruf Qof. Setelah diteliti huruf Qof yang terdapat pada kedua surat tersebut sebanyak 114 huruf (atau 19×6). Ada yang berpendapat bahwa huruf Qof ini singkatan dari kata ‘Qur’an’ karena Qur’an terdiri dari 114 surat.

Q.S.
42
50


Qof
57
57
—- +
114


Kelipatan 19

=19 x 3

Hal lain yang mencengangkan adalah Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan kalimat “Qaumu Luuth” yang ditemukan sebanyak 12 kali dalam Qur’an, namun pada surat ke-50 ayat 13, sebutan tersebut berganti menjadi “Ikhwanu Luuth” yang artinya ” saudara-saudaranya Nabi Luuth”.
Tampaknya Allah sengaja menghilangkan unsur Qof dalam kalimat tersebut agar jumlah huruf ‘Qaf’ dalam Qur’an tetap berkelipatan 19, sebab jika tidak diganti maka jumlahnya akan bertambah menjadi 115.
Berikut terjemahan surat ke-50 ayat 1-2: “Qaaf, demi Al Qur’an yang sangat mulia, mereka tercengang lantaran datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir, “Ini sesuatu perkara yang amat aneh.”"
Surat ke-42 diawali huruf ‘Ain, Sin, dan Qof. Setelah diteliti jumlah total ketiga huruf tersebut pada surat ke-42 merupakan kelipatan 19.

Q.S.
42


‘Ain Sin Qaf
98+54+57


Kelipatan 19
19 x 11

Surat ke-36 diawali huruf Ya’, dan Sin. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat ke-36 merupakan kelipatan 19.

Q.S.
36


Ya’ Sin
237+48


Total
= 285


Kelipatan 19
19 x 15

Surat ke-13 diawali huruf Alif, Lam, Mim, dan Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat ke-13 merupakan kelipatan 19.

Q.S.
13


Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad
137+175+343+117+26


Total
= 798


Kelipatan 19
19 x 42

Di awal (ayat pertama) surat ke-7, 19, dan 38 terdapat huruf Shod. Total jumlah huruf Shod dalam ketiga surat tersebut ternyata merupakan kelipatan 19.

Q.S.
7
19
38


Shod
97
26
29
—- +
152


Kelipatan 19

= 19 x 8

Ada hal yang menarik, yakni pada surat ke-7 ayat 69 ditemukan kata bashthatan yang artinya “melebihkan” (jika dieja terdiri dari huruf ba’, shod, tho’, ta’). Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba’, sin, tho’, ta’ (contohnya pada surat ke-2 ayat 247). Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 tersebut Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata “basthatan” dengan huruf shod, namun unsur huruf shod itu tetap harus dibaca sebagai huruf sin, dan hal ini ditandai dengan huruf sin tersebut ditempatkan sebagai huruf kecil di atas huruf shod.
Tampak sekali bahwa Allah memberi tambahan (“melebihkan”) huruf shod agar jumlahnya di dalam Qur’an menjadi berkelipatan 19, sebab jika tidak maka jumlahnya berkurang menjadi 151.
Berikut terjemahan surat ke-7 ayat 69: “Apakah kamu (tidak percaya) dan heran ketika datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah ketika Allah menjadikan kamu sebagai angkatan pengganti sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu.”
Surat ke-40 s.d. ke-46 diawali huruf Ha’ dan Mim. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Q.S.
40
41
42
43
44
45
46


Ha’ Mim
64 380
48 276
53 300
44 324
16 150
31 200
36 225
————– +
292+1855


Total

= 2147


Kelipatan 19

= 19 x 113

Surat ke-10, 11, 12, 14, dan 15 diawali huruf Alif, Lam, dan Ro’. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Q.S.
10
11
12
14
15


Alif
1319
1370
1306
585
493


+
+
+
+
+


Lam
913
794
812
452
323


+
+
+
+
+


Ro’
257
325
257
160
96


Total
= 2489
= 2489
= 2375
= 1197
= 912


Kelipatan 19
= 19 x 131
= 19 x 131
= 19 x 125
= 19 x 63
= 19 x 48

Surat ke-2, 3, 29, 30, 31, dan 32 diawali huruf Alif, Lam, dan Mim. Jumlah total huruf-huruf tersebut pada surat-surat tersebut merupakan kelipatan 19.

Q.S.
2
3
29
30
31
32


Alif
4502
2521
774
544
347
257


+
+
+
+
+
+


Lam
3202
1892
554
393
297
155


+
+
+
+
+
+


Mim
2195
1249
344
317
173
158


Total
= 9899
= 5662
= 1672
= 1254
= 817
= 570


Kelipatan 19
= 19 x 521
= 19 x 298
= 19 x 88
= 19 x 66
= 19 x 43
= 19 x 30

Surat ke-19 diawali huruf Kaf, Ha’, Ya’, Sin, dan Shod
Surat ke-20 diawali huruf Tho’ dan Ha’
Surat ke-26 diawali huruf Tho’, Sin, dan Mim
Surat ke-27 diawali huruf Tho’ dan Sin
Surat ke-28 diawali huruf Tho’, Sin dan Mim

Maka perhatikanlah hubungan yang sangat menarik berikut ini:

Q.S.
19
20
26
27
28


Ha’
175
251







Tho’

28
33
27
19




Sin


94
94
102




Mim


484

460




Total


Kelipatan 19



————————- +






426


+


107


+


290


+


944


=


1767


= 19 x 93

Data di atas dapat dijelaskan dalam ilmu Matematika (Aljabar). Kumpulan huruf-huruf yang memulai kelima surat di atas adalah himpunan yang anggota-anggotanya adalah huruf-huruf yang bersangkutan. Pada kolom pertama adalah irisan himpunan 1 dan 2 yang adalah huruf Ha’ pada surat ke-19 dan ke-20, yaitu 175+251=426. Pada kolom kedua adalah 28+33+27+19 yang merupakan irisan empat himpunan,yaitu himpunan 1 iris, himpunan 2 iris, himpunan 3 iris, himpunan 4 iris, himpunan 5 iris; yang adalah himpunan dengan anggotanya huruf Tho’. Lebih lanjut himpunan ketiga adalah irisan himpunan 3 dan 5 dikurangi himpunan 4, yaitu himpunan dengan anggotanya huruf Mim.

Hal ini merupakan suatu kenyataan bahwa Qur’an perlu dilihat dengan kacamata orang-orang eksak, karena tak mungkin bisa diungkap hanya oleh seorang sastrawan.
Lebih jauh tentang keistimewaan angka 19

Dalam khazanah Islam

Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematika dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan satu dan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (surat ke-112 ayat 3).
Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9 di mana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah, yakni “Maha Awal” dan “Maha Akhir” (surat ke-57 ayat 3).
Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang “Maha Esa” (surat ke-112 ayat 1) sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifat-Nya yang ke-38 (=19x2) yaitu “Maha Besar”.
Dalam kalender tahun Hijriyah (sistem peredaran bulan), tahun kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.
Raka’at dalam sholat wajib 5 waktu: Subuh 2, Zuhur 4, ‘Asar 4, Magrib 3, Isya’ 4, kalau diurut menjadi 24434. Bagilah dengan 19 hasilnya 24434 : 19 = 1286 tanpa sisa. Anehnya angka 1286 kalau dibalik menjadi 6821, kalau dibagi 19 hasilnya 359, juga tanpa sisa. Artinya, perintah sholat itu dari ALLAH SWT; wajib untuk dilaksanakan.

Dalam khazanah ilmu pengetahuan

Dalam buku “Atlas Anatomi” yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia, yaitu: tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena di dalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan syaraf-syaraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatannya.

Juga ditemukan hal yang menarik; anggota tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-masing tapak tangan/kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan). Dan tahukah Anda bahwa bentuk tapak tangan/kaki kita menyerupai bentuk kata “Allah” (dalam bahasa Arab)?

Di alam terdapat 81 unsur kimia stabil. Ada dua unsur di alam yang tidak stabil, yaitu Thorium dan Uranium. Keduanya bernomor atom 90 dan 92 dalam sistem periodik. Proton-proton dalam inti atom yang saling tolak karena bermuatan sama, “direkat” oleh gaya kuat. Sedangkan gaya lemah menyebabkan inti atom Thorium dan Uranium tidak stabil menjadi “lapuk” terbelah dengan mengeluarkan sinar radioaktif, sehingga Thorium dan Uranium disebut pula zat radioaktif. Karena terbelah itu keduanya memperanakkan zat-zat radioaktif pula, yaitu dalam sistem periodik bernomor atom 84, 85, 86, 87, 88, 89 dan 91. Hingga hari ini sudah dikenal 106 unsur dalam sistem periodik. Patut dicatat, bahwa dua di antaranya Technetium bernomor atom 43 dan Promethiu bernomor atom 61 dalam sistem periodik, keduanya adalah unsur “siluman”. Keduanya, jika tersusun, akan hilang dalam sekejap sehingga sesungguhnya bukan 106 unsur yang aktual, melainkan hanya 104 unsur dalam sistem periodik. Maka di antara 106 unsur kimia dalam sistem periodik ada 81 unsur stabil, 2 unsur siluman, dan nomor atom 84 ke atas unsur tidak stabil/radioaktif, yang intinya terbelah.

Dalam penelusuran angka 19 di dalam sistem periodik yang dihubungkan dengan Al Qur’an, diperoleh hasil sebagai berikut:

Unsur kimia dalam sistem perodik intinya TERBELAH mulai nomor atom 84.
Kita lihat di dalam Al-Qur’an surah 84, yaitu surah al-Insyiqaq, artinya: TERBELAH.
Unsur siluman Technetium dengan nomor atom 43 dan Promethiu dengan nomor atom 61.

Apabila disusun deret 43 + 44 + 45 + 46 + ..+ 61 = 986 = 52 x 19.

Apabila kita jumlahkan nomor atom dari unsur stabil dalam sistem periodik, kemudian dikuarangi dengan jumlah nomor atom dari kedua unsur siluman itu, akan kita peroleh: (1+2+3+..+83) – (43 + 61) = 3382 = 178 x 19.

Kita lihat dalam Al Qur’an Surah 43 dan Surah 61. Surah 43 terdiri atas 89 ayat dan Surah 61 terdiri atas 14 ayat. Di atas telah disebutkan bahwa jumlah Basmalah 114 walaupun Surah 9 tidak di mulai dengan Basmalah, namun pada Surah 27 ada 2 Basmalah. Itu mengisyaratkan bahwa Basmalah adalah bagian dari surah-surah, kecuali Surah 9 (karena memang tidak dimulai dengan Basmalah). Maka lihatlah hasilnya, jika nomor Surat dijumlahkan dengan jumlah ayat dijumlahkan dengan Basmalah:

43 + 89 +1 =133 = 7 x 19
61 + 14 +1 = 76 = 4 x 19

Yang terakhir, angka 43 dan 61 adalah sejenis dengan angka 19, yaitu ketiga-tiganya merupakan bilangan prima.

Bahwa angka 19 adalah kode matematika yang melatarbelakangi komposisi literer Qur’an, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Qur’an adalah benar-benar wahyu Illahi, bukan hasil otak-atik manusia atau jin. Otak manusia tidak akan mampu mencipta “karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik, namun sekaligus membawa tema utamanya yang tak terbantahkan”. Apalagi bila mengingat turunnya Qur’an secara berangsur-angsur, dengan bagian-bagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatar-belakanginya.

Selanjutnya angka 19 dapat berfungsi sebagai pemelihara keotentikan Qur’an. Angka 19 dapat digunakan untuk mengecek apakah di dalam sebuah kitab Qur’an terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Qur’an multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan. Angka 19 pada Al-Qur’an seperti cyclic redundancy check (CRC) pada sistem komputer, bila CRC dari sumber tidak sesuai dengan tujuan berarti ada kesalahan dalam pengiriman/penyimpanan data. Angka 19 pada Al-Qur’an sebagai angka penguji apakah ada penambahan atau pengurangan jumlah surah, ayat, basmallah bahkan jumlah huruf pada Al-Qur’an, bila hasil baginya bulat tanpa sisa berarti benar, bila bersisa berarti ada kesalahan. Demikianlah, seluruh isi Qur’an seutuhnya akan tetap asli hingga di akhir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya. Wallahu a’lam bissawab.

Memang, banyak kalangan yang anti-Islam merespon dengan sangat negatif akan hal-ihwal keajaiban angka 19 ini. Namun kalau kita telusuri lebih jauh itu hanya wujud dari rasa frustasi karena pengingkaran mereka terhadap kebenaran yang hakiki. Mereka bahkan menggunakan angka 19 sebagai bahan untuk memperolok-olokan Islam dengan segala tipu-daya, trik dan segala bentuk hinaan. Sama sekali tidak mencerminkan pribadi umat beragama yang penuh kasih sayang sesama manusia. Tapi itulah mereka, dari dulu hingga sekarang hanya bisa menghina dan mengejek, tidak lebih. Sementara apabila ditantang apakah mereka dapat membuktikan kebenaran keyakinan mereka dan kitab yang mereka agul-agulkan itu, hasilnya nihil. Diputar-putar dari A sampai Z pun tidak pernah berhasil. Hasilnya justru banyak dari kalangan ahli pikir dan elit mereka yang beralih ke Islam karena semakin dalam mereka meneliti Islam semakin banyak bukti-bukti kebenaran yang mereka dapati. Sebaliknya, dari kalangan yang anti-Islam, mereka begitu bangganya menghitung-hitung jumlah statistik orang-orang Islam yang beralih ke agama mereka, yang notabene adalah BUKAN dari kalangan pemikir dan elit Islam, justru dari kalangan masyarakat kelas bawah yang sangat tidak faham atau awam akan Islam; dan yang menyedihkan, sebagian besar hanyalah karena alasan ekonomi atau lainnya; BUKAN karena hasil penelitian, olah pikir, dan perenungan tingkat tinggi.

Sebagai bahan renungan, perhatikanlah beberapa ayat di bawah ini:

Surat ke-15 ayat 9: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Qur’an dan Kami pulalah yang tetap menjaganya.”

Surat ke-41 ayat 42: “Yang tidak datang kepadanya (Qur’an) kesalahan/kekeliruan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”

Surat ke-86 ayat 13: “Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman-Nya yang membedakan antara yang benar dan yang salah.”

Surat ke-18 ayat 27: “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Qur’an). Tidak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.”

Read More..

Jumat, 13 Juli 2012

Takwa, Ciri Muslim Cerdas dan Berakal

MODERNITAS selalu mengidentikkan akal dengan anti Tuhan. Tidak disebut orang berakal jika masih menyembah Tuhan, itulah kesimpulan Auguste Comte dengan konstruk logika positivisme-nya. Bahkan, menurut Comte, orang atau masyarakat yang masih meyakini Tuhan, termasuk manusia primitif. Manusia yang paling maju adalah manusia modern yang meninggalkan Tuhan.

Jika ditinjau dari aspek historis, pernyataan Comte itu relevan untuk diri dan orang sezamannya. Namun logika Comte itu sama sekali tidak berguna dan tak laku bagi umat Islam, kapan dan di manapun di seluruh dunia ini. Sayangnya, logika rusak ini justru menjadi materi pelajaran sosiologi dan filsafat ilmu di kalangan siswa dan mahasiswa, maka tidak sedikit Muslim modern yang juga salah pandang terhadap arti kemajuan dan modernitas.


Dunia hari ini memandang kemajuan itu dari aspek materi, berupa teknologi dan materi. Sering kita mendengar bahwa orang yang belum tahu gadget terbaru, game terbaru, pakaian terbaru, atau mobil baru, disebut sebagai ketinggalan zaman. Padahal, perkembangan teknologi itu tidak akan pernah berhenti. Akan selalu ada produk terbaru setiap tahun, bahkan mungkin pertriwulan. Jangankan hand phone, produk mobil saja setahun bisa muncul lebih dari tiga jenis mobil varian terbaru.

Konsekuensi dari banyaknya produk baru, meniscayakan iklan besar-besaran. Akhirnya, tidak bisa kita pungkiri, banyak umat Islam yang mau tidak mau harus mengkonsumsi iklan produk-produk baru, hampir setiap kali mereka melihat komputer, tablet, koran, bahkan SMS. Akibatnya jelas, cepat atau lambat, pola berpikir konsumtif pun merajalela. Sering orang bekerja mati-matian untuk membeli hp keluaran terbaru. Bahkan, ada seorang gadis yang rela menjual tubuhnya untuk bisa membeli hp tercanggih di negeri ini.

Bagi Muslim yang berkecukupan bahkan berlebih, sebagian sudah melupakan saudaranya yang membutuhkan. Mereka sibuk mengoleksi benda-benda, mulai dari baju, sepatu, hp, bahkan sampai peralatan mewah yang super mahal. Semua itu menjadi kebanggaan, pemelihara gengsi, dan pengangkat derajat dalam pergaulan. Akhirnya, orang berlomba-lomba mencari kekayaan dan menumpuk-numpuk harta.

Mereka masih tetap Muslim, tetapi pola pikir mereka sudah keliru. Seorang Muslim, mestinya mencari akhirat tanpa lupa dunia (QS. 28: 77). Sekarang, situasinya berbeda, orang mengejar dunia dengan tidak lupa akhirat, bahkan ada yang melupakan akhirat demi dunia. Jelas ini pola pikir yang salah.

Mungkin karena pemikiran Comte yang disuapin pada generasi bangsa melalui pendidikan sosiologi atau mungkin karena kajian filsafat ilmu di perkuliahan. Atau bisa jadi, karena sebagian besar umat Islam sendiri belum sungguh-sungguh mengkaji, menggali, dan memaknai Al-Qur’an secara serius, sehingga mayoritas umat Islam hari ini banyak meninggalkan ajaran agama, karena begitu cintanya terhadap kehidupan dunia.

Allah Subhanahu Wata’ala jauh-jauh hari telah menegaskan kepada kita bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, menipu, dan senda gurau belaka. Artinya, umat Islam dalam menjalani kehidupan dunia ini harus menghiasi dirinya dengan sifat mulia, yakni sifat takwa.

Takwa, Cerdas

Tetapi manusia sering lalai dan cenderung tidak mau merenung. Bahkan manusia sering mementingkan hal-hal remeh dan mengabaikan hal utama, sehingga hati tidak bekerja dengan sempurna, akal terbuai, dan akhirnya sangat cinta pada kehidupan dunia. Bahkan rela menanggalkan ajaran-ajaran agama, meskipun hati nurani sangat mengerti.

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللّهِ يَجْحَدُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?.” (QS. Al Maidah [6]: 32).

Pada ayat sebelumnya (QS. 6 : 31) Allah tegaskan secara gamblang perihal orang kafir yang sangat menyesali diri mereka karena telah mendustakan Allah karena sangat cinta dunia. Qatadah sebagaimana termaktub dalam tafsir Ibn Katsir menyatakan bahwa sangatlah rugi dan menyesal manusia yang mendustakan Allah karena begitu cintanya kepada kehidupan dunia, mereka itulah orang kafir.

Lebih lanjut, Ibn Abi Hatim mengatakan dari Abu Marzuq, “Ketika keluar dari kuburnya, orang kafir atau orang jahat itu disambut oleh sosok dalam wujud yang paling buruk lagi bau busuk. Si kafir bertanya; ‘Siapa kamu ini?’ ‘Apakah kamu tidak mengenaliku?’ tanya sosok itu. ‘Tidak, kecuali bahwa Allah telah menjadikan wajahmu buruk dan menjadikan baumu busuk,’ papar si kafir itu.

Sosok itu pun menjawab, ‘Aku adalah amal keburukanmu, seperti inilah kamu dahulu ketika di dunia beramal yang buruk lagi busuk. Selama di dunia engkau telah menunggangiku. Maka marilah sekarang aku menunggangimu!’

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa, Muslim yang mementingkan hal-hal tidak penting, dan memprioritaskan hal-hal yang tidak dibutuhkan untuk kehidupan akhiratnya, bisa termasuk manusia yang merugi dan menyesal atas segala perbuatannya selama di dunia. Dan, hanya Muslim yang bertakwa yang akan selamat dari tipu daya kehidupan dunia.

Mari kita simak kembali firman-Nya;

وَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah ke- nikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. al-Qashah [28]: 60).

Secara umum dapat dipahami bahwa hanya Muslim yang bertakwa yang dapat menggunakan akal sehatnya dengan benar, sehingga tidak silau oleh kehidupan dunia. Ayat tersebut sekaligus menjadi peringatan keras bagi Muslim yang belum bertakwa untuk benar-benar memaksimalkan fungsi akalnya, sehingga terbebas dari penyesalan tiada arti di akhirat kelak.

Jadi, takwa itu tidak identik dengan ibadah semata, takwa itu adalah buah dari (QS. 3 : 190-191). Oleh karena itu, mari kita senantiasa tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Dan, mulai sekarang kita harus memahami seruan khotib setiap Jum’at untuk meningkatkan ketakwaan dengan cara meningkatkan ilmu, iman, dan amal kepada Allah SWT. Sebab takwa itu adalah akumulasi dari iman yang teguh, ilmu yang dalam, dan amal yang kuat.

Lebih eksplisit takwa itu adalah seperti yang disabdakan Nabi tentang manusia yang cerdas. Yakni manusia yang paling banyak mengingat mati, dan paling sungguh-sungguh mempersiapkan untuk menghadapinya. Jadi, takwa itu adalah kecerdasan utama. Sayangnya, belum banyak di antara kita yang benar-benar memahaminya.

Dengan demikian, manusia yang paling maju bukanlah manusia modern yang menganut paham positivisme seperti ungkapan Auguste Comte. Tetapi, manusia paling maju, paling bejo, dan paling bahagia adalah manusia yang memahami Al-Qur’an dengan baik, sehingga mampu menjadi seorang Muslim yang bertakwa.

Perlu dicatat, bahwa tidak akan ada ketakwaan tanpa Al-Qur’an. Maka sudah seharusnya setiap Muslim memahami dan antusias mempelajari Al-Qur’an. Jika demikian, masihkah kita akan meninggalkan Al-Qur’an dan meyakini pendapat manusia yang tidak beriman?

لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَاباً فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” (QS. Al Anbiyaa' [21]: 10).

Dalam ayat yang lain Allah tegaskan bahwa manusia yang paling mulia itu adalah Muslim yang paling bertakwa (QS. 49: 13). Berarti, manusia yang paling bertakwa di antara kita adalah manusia yang paling berakal (cerdas).*/Imam Nawawi

Red: Cholis Akbar

Read More..

Kamis, 12 Juli 2012

9 Cara Membuat Otak Anak Anda Lebih Jenius

Setiap orang tua selalu mengharapkan anaknya cerdik, pandai dan arif melebihi anak lain. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan. Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan 
 
Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.
 9 Rahasia Membuat Anak menjadi Pandai/Jenius
 Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.
 

1. Belajar Musik
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.
 

2. Beri minum Air Susu Ibu
 Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan
Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.
 

4. Permainan
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.
 

5. Menolak junk food
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.
 

7. Membaca
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak

8. Makan pagi
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain
permainan pengasah otak Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah. Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient. Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.” (http://eksplorasi-dunia.blogspot.com)


Read More..