Kamis, 30 Maret 2017

AHOK BISA LEPAS DARI JERAT HUKUM, ASAL...?

Melihat perkembangan yang terjadi di kasus penistaan agama dengan tersangka Ahok alias Basuki Cahaya Purnama, belakangan ini semakin jauh dan melebar ke mana-mana, tidak terkendali lagi. Kita semua merasa khawatir karena nampaknya hingga sidang ke 15 belum terlihat adanya titik terang yang akan menunjukkan hasil. Karena semakin banyak saksi ahli yang dihadirkan semakin luas dan semakin banyak pihak yang terseret-seret kasus ini.

Dari awal, semua orang punya pandangan yang sama dengan apa yang disangkakan orang bahwa ahok telah menghina islam, termasuk saya pribadi, tapi setelah dicerna lagi dengan seksama, setelah diteliti lagi dengan tidak menggunakan kaca mata kuda, melainkan dengan menggunakan kaca pembesar atau mikroskop, ternyata tuduhan itu salah besar. Justru sebenarnya ahok sedang melindungi umat islam dalam pidatonya di pulau seribu itu. kenapa begitu?

Sebelum membahasnya, mari Perhatikan Isi cuplikan salah satu pidato AHok berikut;
"Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohin, begitu, oh nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak Ibu," kata ahok.

Dan perhatikan juga isi klarifikasi Ahok setelah video di pulau Seribu mencuat ke permukaan;



Apa maksudhnya? Kala itu Ahok sebenernya sedang menunjukkan bahwa ada oknum pejabat yang sering menggunakan surat Al Maidah untuk kepentingan pilkada. Orang yang harusnya diadili dan dijatuhi hukuman itu adalah si oknum pejabat itu, karena ia telah menjadikan al quran sebagai kendaraan politiknya untuk memenangkan pilkada atas lawan politiknya yg non muslim. Faktanya kebanyakan dari kita memang sangat doyan sekali dengan isu agama, maka dari itu, di pertemuan ahok kala itu, ia menyampaikan pesan agar berhati-hati dengan orang2 tersebut. Karena mereka akan menggunakan isu agama diantaranya surat al maidah untuk memenangkan pilkada, apalagi ini adalah pilkada DKI yang sangat kuat unsur politiknya. Dalam hal ini ahok hanya sedang bersikap memperingatkan dan meminta berhati-hati warganya agar tidak terkelabui oleh aksi oknum yang ingin memenangkan pilkada dengan cara menggunakan isu agama. Kekhawatiran Ahok ini akhirnya terbukti, karena seketika isu penistaan itu menjadi besar dan masuk kategori darurat nasional.

Kronologinya kurang lebih begini;

Dalam acara kunjungan ke pulau seribu, di dalam salah satu bagian pidatonya ahok menyampaikan sebuah informasi (FYI=for your information) kepada audiennya (nelayan ikan kerapu) bahwa dimasa lalu ahok pernah mendapati ada pejabat yang sengaja menggunakan surat Al maidah 51 untuk memenangkan pilkada atas dirinya yang beragama non muslim. Ahok menyampaikan bahwa ia akan bersikap legowo jika penduduk pulau seribu juga kelak akan mendapati hal serupa ketika memasuki masa pilkada. Dan atas kondisi ini ia juga akan memberikan kebebasan kepada pemilihnya untuk menentukan sendiri, tapi sebaiknya jangan hanya terpaku pada aturan yang di tetapkan oleh agama, tetapi lihatlah pada hasil kerja, dan program yang ditawarkan lihatlah dari sisi lain. Dalam hal ini ahok justru sama sekali tidak menghina islam, ia justru memahami konsekuensi yang akan ia tanggung karena ia bukan muslim sebagaimana kemudahan yang akan diterima lawan-lawannya. Ia memahami bahwa orang islam akan tunduk dengan perintah agamanya, tetapi harus disadari bahwa atas perintah itu semua orang juga harus bisa berpikir rasional terhadap situasi dan kondisi yang ada.

Dengan kata lain, dalam ulasan diatas, tidak terpenuhi adanya unsure niat ingin menghina agama islam. Sasaran utama yang dimaksud Ahok adalah oknum pejabat yang sering menggunakan isu agama tersebut, oknum pejabat itu yang selalu membawa surat al maidah 51 untuk kepentingan kampanye mereka, dan oknum inilah sang pelaku yang melakukan “kebohongan” bahwa mereka ingin mendulang suara dengan cara tidak fear yaitu menggunakan ayat al maidah 51 untuk kepentingan politiknya, itu yg dimaksud ahok dengan kata “dibohongi”, bukan merujuk pada isi surat al maidah atau ulama seperti yg dituduhkan banyak pihak.

Kata dibohongi itu merujuk pada perilaku oknum pejabat yang selalu menggunakan ayat al quran untuk kendaraan politiknya, yang mana artinya orang2 ini mengerti ajaran agama tetapi mereka memperalat agamanya untuk tujuan kepentingan politik duniawiannya. Justru oknum2 pejabat ini yang telah menistakan agama islam, mereka tahu bahwa lawan politiknya non muslim, akan sangat mudah digiring pada isu agama, dengan sengaja menghembuskan isu agama agar bisa menang. ini adalah perilaku pelecehan terhadap agama, tidak seharusnya agama dijadikan alat politik.

Dalam islam, apapaun alasannya, seseorang yang dengan sengaja menggunakan ayat-ayat dan dalil-dalil suci untuk kekpentingan dunianya, untuk kepentingan golongannya, maka ia akan masuk dalam golongan orang munafik. Orang yang menjadikan agama sebagai alat untuk mendulang suara, agar ia kelak terpilih menjadi pemimpin. Sementara setelah ia menjadi pemimpin yang dilakukannya adalah memanfaatkan jabatannya itu untuk memperkaya diri, menindasa rakyat kecil dan merampok uang negara. Tentu saja semua ulama pun tidak akan membenarkan tindakan dan perilaku oknum tersebut, karena ia sudah jelas-jelas menghina ajaran agamanya sendiri. Agama dijadikan modal untuk merebut kekuasan.

Dalam konteks ini Justru ahok sedang berusaha melindungi kesucian al quran dan ajarannya dari tangan2 keji yang suka memperalat ayat2 suci untuk politik. Ahok memperingatkan kepada warganya agar berhati-hati dan tidak kaget dengan usaha gencar rivalnya kelak menggunakan isu agama sebagai kendaraan politik, dan ia juga tidak mempermasalahkan kalau pada akhirnya warganya tidak memilih dirinya karena alasan tersebut. Itulah sebabnya mengapa penduduk pulau Seribu tidak permasalahkan adanya unsur penghinaan dalam pidato Ahok tersebut dan tidak ada dari mereka yang melaporkan hal ini ke Bawaslu. Inilah isi pesan yang ingin disampaikan ahok pada saat itu, tetapi karena umat membacanyas sepenggal-sepenggeal, semua pihak sudah tersulut emosi, hanya ditekankan pada kata "dibohongi/dibodohi" maka terjadilah efek bola salju yang menggiring semua opini pada pemakzulan dirinya.

Tindakan yang Harus diambil

Nah yang jadi tantangan buat ahok saat ini adalah bagaimana caranya agar pihak kuasa hukum bisa menghadirkan saksi ataupun oknum pejabat yang sudah menggunakan isu agama untuk kepentingan politiknya tersebut. Bisa gak ahok menangkap biang kerok dari semua permasalahan ini, hadirkan saksi kunci yang melihat secara langsung adanya paslon yang sudah menggunakan ayat al Quran untuk memenangkan pilkada. Utarakan apa motif dan tujuan penggunaan ayat al quran tersebut ke muka sidang. Kalo ahok bisa menghadirkan saksi kunci ini, dan membongkar semua kebusukan oknum pejabat yang suka mempermainkan kitab suci, maka ahok bisa lepas dari dakwaan tuduhan penistaan agama dan dia bisa dinyatakan tidak bersalah. Karena yang menistakan agama sudah mengakui perbuatannya di muka sidang.

Tetapi jika ahok tidak bisa menghadirkan saksi kunci yang dimaksud, maka majelis hakim bisa berasumsi bahwa ahok kala itu sedang berhaluasinasi/berandai-andai tentang akan adanya perlawanan dari rivalnya yang menggunakan isu agama untuk menjatuhkan dirinya. atau dengan kata lain, ahok dinyatakan bersalah dan akan dijatuhi hukuman atas tindakannya mempengaruhi orang lain mempercayai perkataannya dengan menggunakan ayat suci agama lain sebagai alat untuk memenangkan pilkada. Ahok adalah actor tunggal atas tindakannya sendiri. Buat apa pengacara menghadirkan 100 saksi ahli, ngomong berbusa2 semua disetiap sidang, atau bawa2 orang MUI segala, itu tidak akan merubah pendirian hakim karena tidak ada bukti kuat landasan perkataan itu mengacu ke mana. Lebih baik pengacara ahok mulai mencari saksi kunci yg dimaksud, apakah itu bekas rivalnya di Bangka Belitung atau siapa saja yang merasa pernah berhubungan dengan hal itu, untuk menggugurkan semua dakwaan jaksa. Atau ahok hanya akan jadi kenangan warga Jakarta.

Hal yang sama juga pernah terjadi di masa pemilihan Presiden Joko widodo tahun 2014 lalu, kampanye hitam ditebarkan ke media sosial dengan mengatakan bahwa Jokowi memiliki garis keturunan dengan Tionghoa, Jokowi disebutkan sebagai antek Aseng dan akan mendukung keturunan China dalam pemerintahannya kelak. Hal-hal bersifat sara seperti ini sudah bukan hal baru lagi, bahkan seperti sudah mendarah daging untuk bukan sekedar menjatuhkan lawan politik tetapi juga membunuh karakter seseorang. Tindakan keji seperti ini harusnya sudah tidak boleh lagi dilakukan di masa keterbukaan seperti saat ini, sudah tidak jamannya lagi orang menggunakan isu Sara untuk mencari dukungan. Tradisi politik seperti ini harus sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan tradisi menjual program unggulan dan visi misi maju ke depan.

Dan inilah pesan berharga bagi semua pihak, baik bagi kaum minoritas (terutama Ahok) agar selalu mau menjaga kerukunan dan untuk mayoritas umat islam jangan mudah terpancing pihak yang memprovokasi. Dari peristiwa ini, sangatlah terlihat jelas bahwa bangsa kita kini telah menjadi bangsa yang sangat rentan dan rapuh, mudah diprovokasi dan diadu domba dengan berbagai isu. Tidak mau menggali nilai kebenaran dengan cara arif dan bijaksana. Bangsa kita terlalu mudah ditunggangi oleh berbagai kepentingan. Ini akan menjadi catatan paling penting bagi negeri, sekali lagi persatuan itu harus diuji.

Karena sesungguhnya bangsa yang besar dan maju tidaklah didapatkan dengan mudah, diperlukan usaha ekstra dan kerja keras semua pihak untuk menjaganya, karena jalan yang harus dilaluipun penuh dengan hambatan dan jurang terjal, jika semua pihak tidak mampu menahan diri dan lebih suka main hakim sendiri tanpa mau meneliti dengan seksama, maka kita semua akan berakhir menjadi bangsa yang gagal. Ujian ini adalah cobaan bagi kita semua, mampukah kita menghadapi dan melewatinya?

Read More..

Selasa, 21 Maret 2017

PENEMUAN MAKAN KUNO BERBENTUK PIRAMID DI TIONGKOK

Liputan6.com, Henan - Sekelompok arkeolog berhasil menemukan sebuah makam berbentuk piramida di bawah situs konstruksi di Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok. Situs pemakaman kuno tersebut tak biasa ditemukan sehingga disebut sebagai penemuan yang 'ajaib.'

Analisis lebih lanjut akan segera dilakukan untuk mengidentifikasi berapa usia makam itu, siapa pemiliknya, dan mengapa makam itu dibangun dalam bentuk tertentu. Media Tiongkok pun telah menjuluki makam tersebut sebagai 'piramida dari Zhengzhou' meski strukturnya lebih kecil ketimbang piramida di Mesir. Menurut Huanqiu seperti dilaporkan oleh People's Daily Online, makam itu ditemukan di dekat sebuah jalan tol yang terletak sekitar satu kilometer di sebelah barat Sngai Kuning. Daerah itu awalnya sebuah desa tapi telah dipindahkan untuk membuat jalan bagi sebuah kompleks perumahan baru.


Makam berbentuk piramida merupakan salah satu dari dua makam yang ditemukan di dalam ruang peti mati oleh staf dari Biro Kebudayaan Relicks Zhenhzhou, sementara makam lainnya berbentuk seperti setengah silinder.

Seorang pekerja yang menjaga lokasi penggalian mengatakan bahwa makam ini bisa saja berusia lebih dari 2.000 tahun dan penggalian telah berlangsung selama lebih dari sebulan. Menurut Biro Relik Budaya Hena, makam tersebut muncul setelah dinasti Han (206 SM-220 M) dan dibangun dengan batu bata.

Read More..

Kamis, 16 Maret 2017

APA ITU ISLAM MODERAT?

Baca Juga:
Pasukan Panji Hitam akan datang Jika kita Bersatu
Mari Kenali Ruh dan Jiwa Kita
Anak Indigo: Agen Perubahan Akhir Zaman
Terungkap: Misteri Buah Khuldi
Sosok Harry Poter di Kehidupan Nyata

Ada istilah baru di kalangan umat islam saat ini, yang ramai diperbincangkan banyak orang. Tapi sudah tahukah anda mengenai istilah baru yang satu ini? Apa bedanya dengan konsep islam yang sudah ada saat ini;, Islam garis keras, Ahlus Sunnah wal jamah, Islam Liberal, Islam Khilafah, Islam Nusantara dan islam-islam lainnya. Orang yang memeluk islam saja belum tentu memahami perbedaan diantara kesemua istilah itu, terutama dalam pelaksaannya. Lalu baru-baru ini muncul lagi istilah baru, Islam Moderat. Apa itu Islam Moderat? Kenapa istilah ini seakan-akan memiliki tingkatan paling tinggi jika dibanding aliran Wahabi yang dipeluk Arab Saudi sebagai Induk dari semua ajaran Islam yang dibawa rasulullah Muhammad saw. Apa benar aliran islam moderat ini adalah salah satu wujud islam yang rahmatan lil alamin? Apakah benar islam moderat hanya ada di Indonesia, hingga banyak orang diberbagai negara datang dan ingin mempelajarinya. Sesi ini akan mengupas tuntas, apa itu islam moderat, asal mula kelahirannya dan perkembangan di masa depan.

Belakangan ini banyak negara-negara lain berbondong-bondong datang untuk mencontoh Indonesia mengenai kemampuan untuk membangun suatu sistem solidaritas antar agama dan suatu sistem perlindungan terhadap minoritas sehingga bisa duduk bersama dan bisa berdialog. Itu jarang terjadi," ungkap Dr Adnan Anwar, mantan Wakil Sekjen PBNU dan Pengembang Organisasi NU di Kawasan Timur Tengah di Jakarta, Kamis (9/3).

Adnan mencontohkan, belakangan ini dalam setiap forum pertemuan internasional ulama, baik yang diselenggarakan NU atau lembaga lain, hampir seluruh perwakilan negara Timur Tengah dan Eropa selalu hadir. Itu menunjukkan bahwa Indonesia ini unik. Ada Sesuatu yang menurut mereka menarik untuk dipelajari, bagaimana kita bisa membangun konstruksi antar agama dalam perpektif NKRI bukan negara islam, meski 80 persen penduduk Indonesia beragama islam.

ASAL MUASAL ISLAM MODERAT


Bahwa sebenarnya Islam moderat ini sudah ada sejak lama, sejak masa kemerdekaan tahun 1945. Benar sekali, konsep dasar islam moderat ini sudah ditanamkan sangat kuat oleh para ulama besar saat itu dalam dasar negara yaitu Pancasila. Sejarah memberitakan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para cendikiawan muslim paling berpengaruh yang didalamnya banyak mengadopsi ajaran dan hukum islam.

Jika kita menoleh lagi pada sejarah perumusan Pancasila, didalamnya ada banyak tokoh-tokoh islam yang berperan dan memberikan konsep dasar keislaman, terutama pada sila pertama Pancasila. Dalam Piagam Jakarta, proses perumusan sila pertama ini memakan waktu yang amat panjang dan sengit karena kala itu bukan hanya tokoh islam yang ikut serta didalamnya ada juga tokoh kristiani-sekuler dan budha dan hindu yang mana mereka juga memiliki kepentingan atas sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" tersebut.

Awalnya bunyi sila pertama ini adalah; "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya." Bung Hatta selaku perumus akhirnya memutuskan menggantinya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa", karena pertimbangan dan banyaknya penolakan/tekanan atas bunyi sila pertama oleh kaum sekuler, Akhirnya Bung Hatta merumuskannya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Awalnya perubahan kalimat sila pertama ini mendapat perlawanan oleh KH. Wachid Hasjim dan tokoh NU, H. Agus Salim, karena hilangnya kalimat kewajiban menjalankan syariat islam didalamnya akan merugikan umat muslim, namun Akhirnya Bung Hatta menjelaskan bahwa jika ditelusuri isi dan makna dari kandungan kata tersebut adalah mengacu kalimat Tauhid yaitu Ketuhanan yang merujuk kepada Tuhan yang satu yaitu Allah swt (Tuhannya umat islam).

Dan akhirnya demi tercapainya kesepakatan, adapun para tokoh islam yang menjadi tonggak dirumuskan Pancasila ini adalah KH. Wachid Hasjim dan tokoh NU, H. Agus Salim, KI Bagus Hadikusuna (Tokoh Muhammadiyah), M. Natsir dan sebagainya menerima hasil perumusan tersebut. Karena sesungguhnya konsep dasar negara kita ini dibuat oleh tokoh islam dan ulama besar paling berpengaruh kala itu. Mereka adalah para pahlawan yang sudah bekerja keras menanamkan ideologi berlandaskan islam ke dalam dasar negara kita Pancasila. Panitia sembilan ini sendiri dianggotai oleh Haji Soekarno, Haji Achmad Soebardjo, Haji Abdul Kahar Muzakkir, Alex Andries Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Haji Mohammad Hatta, Haji Abudul Wahid Hasyim, Haji Agus Salim, dan HajiMohammad Yamin.

Walau memang ketika akhirnya perumusan sila pertama berubah menjadi berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa", semua tokoh islam merasa kecewa dengan keputusan tersebut, karena walau definisi kalimat itu merujuk pada Kalimat Tauhid, namun secara keseluruhan masyarakat Indonesia kala itu bukanlah mayoritas masyarakat terpelajar yang bisa mengetahui secara eksplisit makna kalimat itu, sehingga bisa menjadi rancu dalam penerapannya. Meski akhirnya para ulama islam menerima perubahan sila pertama itu, namun dalam pelaksanaan dan isinya banyak melandaskan pelaksanaan pada semangat gotong royong, saling mengasihi, persaudaraan, musyawarah dan persatuan (yang isinya banyak diambil dari ajaran islam). Diharapkan, meski bunyi sila pertama itu tidak bernafaskan islam, setidaknya isi dan kandungannya adalah semua inti dari ajaran islam. Itulah usaha yang dilakukan para tokoh islam kala itu dengan tetap berusaha menanamkan ajaran islam dalam lambang negara kita Pancasila.

Wajar sekali bila kita teliti ternyata KH.Agus Salim dan KH.Wachid Hasyim berusaha sekuat, tenaga di tengah perdebatan hebat dengan kelompok sekuler, memasukkan nilai-nilai Islam dalam Pancasila. Setelah gagal menjadikan Islam sebagai dasar negara, maka jalan satu-satunya bagi Agus Salim dan Wachid Hasyim adalah mengemas Pancasila dengan kemasan yang bermuatan nilai-nilai Islam.

MENANAM NILAI ISLAM YANG LUHUR

Kenyataannya memang, hanya Islam yang bisa menafsir Pancasila dengan baik. Sila satu misalnya yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Untuk mengetahui Tuhan yang mana dalam sila satu tersebut, dapat dirujuk pada pembukaan UUD '45 yang berbunyi "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.....". Maka Tuhan yang dimaksud dalam sila satu tersebut adalah Allah swt.

Begitu pula sila-sila selanjutnya, jika diteliti terdapat kalimat/kata yang berasal dari konsep Islam. Contoh "adil dan beradab" (sila ke-2), kata adab adalah konsep Islam. Dalam agama-agama lain tidak mempunyai konsep adab.
Kemudian di sila ke-3, persatuan bisa dianalogikan dengan Ukhuah Islamiah (tali persaudaraan) yang mengutamakan nilai kebersamaan dalam kesatuan.
Contoh lain sila ke-4 terdapat kata musyawarah. Bila diamati sila ke-4 ini tampak bertolak belakang dengan demokrasi. Sebab jelas-jelas sila tersebut menyebut musyawarah (dalam Islam disebut syuro) bukan demokrasi.

Tentang makna Ketuhanan Yang Maha Esa identik dengan Tauhid, juga ditegaskan oleh tokoh NU KH Achmad Siddiq. Dalam satu makalahnya yang berjudul “Hubungan Agama dan Pancasila” yang dimuat dalam buku Peranan Agama dalam Pemantapan Ideologi Pancasila, terbitan Badan Litbang Agama, Jakarta 1984/1985, Rais Aam NU, KH Achmad Siddiq, menyatakan:

“Kata “Yang Maha Esa” pada sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) merupakan imbangan tujuh kata yang dihapus dari sila pertama menurut rumusan semula. Pergantian ini dapat diterima dengan pengertian bahwa kata “Yang Maha Esa” merupakan penegasan dari sila Ketuhanan, sehingga rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” itu mencerminkan pengertian tauhid (monoteisme murni) menurut akidah Islamiyah (surat al-Ikhlas). Kalau para pemeluk agama lain dapat menerimanya, maka kita bersyukur dan berdoa.” (Dikutip dari buku Kajian Agama dan Masyarakat, 15 Tahun Badan Penelitian dan Pengembangan Agama 1975-1990, disunting oleh Sudjangi (Jakarta: Balitbang Departemen Agama, 1991-1992).

Kata “Allah” juga muncul di alinea ketiga Pembukaan UUD 1945: “Atas berkat rahmat Allah….”. Sulit dibayangkan, bahwa konsepsi Allah di situ bukan konsep Allah seperti yang dijelaskan dalam al-Quran. Karena itu, tidak salah sama sekali jika para cendekiawan dan politisi Muslim berani menyatakan, bahwa sila pertama Pancasila bermakna Tauhid sebagaimana dalam konsepsi Islam. Rumusan dan penafsiran sila pertama Pancasila jelas tidak bisa dipisahkan dari konteks sejarah munculnya rumusan tersebut.

Kuatnya pengaruh Islamic worldview dalam penyusunan Pembukaan UUD 1945 – termasuk Pancasila – juga terlihat jelas dalam sila kedua: "Kemanusiaan yang adil dan beradab." Manusia Indonesia harus bersikap adil dan beradab. Adil dan adab merupakan dua kosa kata pokok dalam Islam yang memiliki makna penting. Salah satu makna adab adalah pengakuan terhadap Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad saw sebagai Nabi, utusan Allah. Menserikatkan Allah dengan makhluk – dalam pandangan Muslim – bukanlah tindakan yang beradab.

GEJOLAK DUNIA DI MATA ISLAM

Jadi sebenarnya konsep islam moderat sudah ada sejak jaman perintis kemerdekaan di masa lalu, konsep islam moderat bukan barang baru, ia adalah hadiah terbesar bagi bangsa ini. Yaitu ketika para alim ulama besar saat itu bekerja keras menanamkan nilai-nilai keislaman dalam landasan dan dasar negara, yaitu Pancasila dan UUD 45 sehingga akhirnya bisa diterima oleh semua kalangan, tanpa kecuali. Sesungguhnya itulah inti dari semua ajaran Islam moderat, semua sudah tertanam dalam jiwa dan sanubari rakyat indonesia yaitu nilai-nilai islam yang mengutamakan gotong royong, toleransi, kebersamaa, persatuan, kekeluargaan, kesejukan, dan kedamaian. Apapun yang terjadi, Indonesia hanya akan tetap menjadi satu bangsa dan negara kesatuan.

Dikala semua negara kewalahan menghadapi besarnya desakan dari masyarakat internasional mengenai berkembangnya nilai-nilai kemanusiaan yang penuh gejolak. Terjadi banyak gesekan dan benturan yang mengatasnamakan ideologi. Indonesia yang sudah sejak awal menanamkan nilai-nilai dan budi pekerti luhur berlasadaskan nafas islam yang damai, dalam lambang dasar negaranya tidak merasa terkejut ataupun panik, karena semua itu sudah dipersiapkan sejak awal oleh para pendiri negeri ini, bahwa semua perbedaan yang melekat pada diri bangsa ini sudah diberi formula yang paling ampuh yaitu Pancasila dan turunannya.

Hanya Indonesia yang menerapkan sistem pemerintahannya dengan sistem pengaman paling ampuh menangkal berbagai tekanan dan gangguan radikalisme dan terorisme. Maka dari itu, negeri ini masih tegak berdiri hingga saat ini, ditengah kecamuk ancaman perang dingin berbagai negara bertikai yang meributkan asas dasar negara yang melandaskan pada sistem kapitalis, sosialis, liberalis dan sebagainya semuanya runtuh. Mereka semua kacau ketika menghadapi ancaman disintegrasi akibat semakin beragamnya agama, budaya dan kepercayaan yang dianut warga negaranya. Mereka tidak mampu bertahan ditengah kekacauan perkembangan ideologi, karena dianggap bertentangan dan tidak sesuai lagi dengan kebutuhan zaman.

Ketika dunia ini sudah menjadi rata dan tidak ada dinding pembatas. Masyarakat menginginkan ketenangan dan kedamaian di tengah keberagaman budaya/etnik, mereka tidak menemukan jawabannya, kecuali apa yang mereka lihat di Indonesia, terdiri dari berbagai agama, suku dan budaya tetapi tidak pernah terjadi konflik, semua bisa hidup rukun, lalu mereka mencari tahu apa formulanya. Maka jawabannya ada di dalam Pancasila dan UUD 45. Nilai-nilai pancasila sudah mendarah daging dalam diri manusia indonesia, sehingga mereka sudah tidak melihat perbedaan sebagai ancaman melainkan sebuah potensi kebersamaan. Orang Indoensia sudah tidak mudah terpancing dengan perbedaan, semua bisa diterima dengan lapang dada. Inilah hasil nyata yang dihasilkan dari pelaksaan nilai-nilai pancasila selama 70-an tahun belakangan ini, Pancasila telah menjadi perekat dan pemersatu bangsa, Pancasila juga yang mampu menghalangi masuknya faham radikalisme, karena Pancasila tidak mengenal arti kekerasan, memaksakan kehendak dan main hakim sendiri. Pancasila mengajarkan musyawarah dan mufakat, mengambil jalan tengah untuk mencapai tujuan bersama.

Faham radikalismen dan terorisme sudah pasti tidak akan mampu merasuki jiwa masyarakat indonesia, karena warga indonesia sudah menyerap nilai-nilai luhur keislaman yang difahami bahwa tali pengikatnya adalah Pancasila, bukan kekerasan dan teror. Nilai Pancasila sudah sejalan dengan nilai Islam yang terus berkembang, yaitu tidak pernah mempermasalahkan perbedaan, tidak mengajarkan kekerasan, tidak membenarkan tindakan mengancam/teror, islam yang difahami kebanyakan umat adalah islam yang rahmatan lil alamin, yaitu islam yang membawa keberkahan bagi semua.

PERTENTANGAN DAN PERBEDAAN SUSUT PANDANG



Dalam perjalanannya, Pancasila memang selalu mendapat perlawanan dan bantahan dari pihak-pihak yang menganggap bahwa kandungan dalam Pancasila bukanlah berasal dari nilai islam, ia juga mengandung nilai sekuler dan liberal, pihak-pihak ini tidak mau dianggap telah meleburkan diri dalam nafas islam karena mereka bukan berasal dari golongan muslim. Atau ada juga sekelompok lain yang ingin merubah landasan negara Pancasila menjadi hukum Syariah Islam, bahkan mereka ingin mendirikan negara islam. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya pemahaman mereka tentang esensi dasar penyusunan Pancasila, atau bisa juga disebabkan karena adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya persatuan di negeri ini dan mereka juga menginginkan adanya perpecahan dan pergolakan di masyarakat.

Hal ini bisa kita maklumi, karena sesungguhnya Pancasila yang lahir ditengah keadaan darurat dan digodok oleh berbagai pemuka agama ini, sesungguhnya bisa dilihat dari berbagai dimensi dan sisi. Ya karena Pacasila lahir dari hasil kolaborasi berbagai pihak (Islam, Hindu, Kristen, Budha dan lain-lain) hingga akhirnya bisa bertemu di satu titik yang semua orang bisa melihatnya dari sisi perspektif berbeda. Tidak ada yang salah dengan perbedaan sudut pandang itu, semua bisa membacanya dengan caranya masing-masing melihat keutuhan bangsa ini dari sisi mana. Yaitu ketika terjadi tekanan yang berkaitan dengan perkembangan islam radikal di berbagai negara, maka Pancasila bisa menampilkan dirinya dari sisi Islam yang humanis. Demikian juga ketika dunia tertekan dengan isu komunis di tahun 1970-an, Indonesia masih menampilkan rasa persatuan. Atau ketika maraknya faham pluralisme, bangsa ini masih menampakkan identitas keberagaman yang menjunjung tinggi nilai kebebasan beragama. Semua itu berkat jasa para pahlawan kita yang telah meletakkan dasar pondasi negara yang kokoh dalam diri dan sanubari bangsa ini.

Bisakah anda bayangkan, apa yang terjadi dengan Indonesia hari ini, jika pada saat itu para tokoh tidak menanamkan nilai-nilai luhur islam dalam Pancasila, tapi yang ditanamkan adalah islam garis keras atau islam fundamental. Seperti apa wajah indoensia kini adalah tidak akan ada bedanya dengan yang ada di timur tengah sana, penuh dengan konflik dan perpecahan. Inilah bukti bahwa Pancasila akan tetap bisa menjadi formula paling ampuh menangkal berbagai ancaman radikalismen, sampai kapanpun negara ini tidak akan runtuh karena perpecahan selama masih berpegang teguh pada nilai Pancasila. Pancasila adalah perisai dan ujung tombak berdirinya peradaban manusia diakhir jaman, dan masyarakatnya akan menjadi manusia penutup babak akhir kehidupan manusia di dunia ini. Dan itulah apa yang dimaksud dengan Islam Moderat, islam yang akan tetap hadir hingga datangnya hari akherat.


Read More..

Selasa, 07 Maret 2017

MISI LAIN DIBALIK KUNJUNGAN RAJA SALMAN DI ASIA

Hal yang tidak Nampak dan tidak banyak diketahui public (dibalik segala kemewahan yang ditampilkan rombongan kerajaan) mengenai alasan kedatangan sang raja Arab Saudi, Yang mulia Salman Bin Abdul Aziz al Saud ke Negara-negara Asia (Malaysia, Indonesia, Brunei dsb) adalah bahwa Arab Saudi kini sudah memasuki masa krisis, sedang mengalami ekonomi sulit. Diperkirakan, dengan harga minyak yang terus berada di kisaran US$ 50 per barel sejak beberapa tahun lalu, IMF memperkirakan dalam waktu lima tahun ke depan Arab Saudi akan menjadi Negara miskin. Kondisi ekonomi arab Saudi saat ini mulai memprihatinkan, diambang kebangkrutan, disamping karena gaya keluarga kerajaan sudah terlanjur tinggi, biaya belanja publik juga besar, konflik dengan Iran, lemahnya daya beli, dan iklim investasi Amerika serikat yang dipimpin Donald Trump juga makin memperburuk kondisi.

Hingga saat ini Saudi arabia sedang berupaya melakukan penghematan dan pemangkasan anggaran untuk menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari memangkas gaji para menteri, memberlakukan penarikan pajak penghasilan dan pengurangan subsidi juga dilakukan secara besar-besaran pada sektor air, listrik dan gas. Dibalik kemeriahan dan kemewahan yang ditampilkan dalam setiap lawatannya, sSiapa yang menyangka bahwa ternyata Saudi sedang mengalami banyak masalah. Dan berikut ini ulasan lengkapnya untuk anda ketahui lebih banyak lagi.

MASA KEEMASAN


Kondisi Arab Saudi saat ini sudah tidak sama lagi dengan masa keemasannya di saat harga minyak melebih US$ 100 per barrel. Disaat semua Negara menggantungkan kebutuhan energinya kepada minyak dan hanya negara-negara teluk yang mampu menyediakan minyak dalam jumlah besar, bahkan Negara-negara barat sekelas Amerika serikat pun membeli minyak dari OPEC. Keadaan ekonomi mereka saat itu, masa kejayaan emas yang ditunjukkan dengan sangat mewahnya gaya hidup masyarakat dan keluarga kerajaan, sudah menjadi pemandangn umum kala itu.


Salah satu pemandangan biasa terjadi disana saat itu, ada banyak orang dengan sengaja membuang mobil sport mewah di pinggir-pinggir jalan. Masa-masa itu banyak pangeran yang kerap menampakkan gemerlap hidup penuh pesta mewah dan hura-hura bersama selebritis dunia disebuah club malam. Atau kebiasaan sebagian bangsawannya memelihara binatang buas sejenis harimau dan macan tutul di kediamannya, masa itu menunjukkan gaya hidup yang sangat wah.


Masa itu arab Saudi sedang mencapai puncak kejayaan, bergelimang harta, penuh kemewahan, sementara kondisi Indonesia saat itupun sedang dalam masa sulit, terjadi krisis ekonomi diawal tahun 2000-an, karena tingginya harga minyak dunia kala itu mengakibatkan kenaikan harga BBM naik bertubi-tubi dalam kurun waktu singkat dan itu sangat memukul ekonomi masyarakat. Pemerintahnya juga baru saja melakukan reformasi besar-besaran dan masih terkontaminasi sistem pemerintahan yang korup setelah peralihan dari rezim orde baru. Yang mana ketimpangan ekonomi ini sangat terasa tetapi tidak membuat raja saudi peduli bahkan sama sekali tidak mengenal siapa itu Indonesia.

Tapi sejak harga minyak dunia turun drastic, maka seluruh kejayaan itupun mulai sirna. Kondisi ekonomi arab Saudi saat ini juga mulai terganggu dan mulai mencari pinjaman dari bank internasional senilai Rp 131 triliun atau US$ 10 milliar di tahun 2016 lalu. Arab Saudi kini sudah bukan Negara super kaya yang gaya hidupnya glamor dan mewah lagi. Saat ini mereka sedang berusaha bertahan dengan sumber dana tersisa dan sebagian bertumpu pada sumber pendapatan biro perjalanan haji dan umroh. Dimana alasan kedatangan sang raja ke Indonesia adalah dalam rangka ingin menjaga hubungan erat dalam hal biro perjalanan dan bidang lain. Meningkatkan lagi tingkat kunjungan Umroh ke Negara tersebut dengan cara membuka 3 jalur penerbangan langsung baru menuju Madinah. Tiga bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara El Tari Kupang, resmi menambah jumlah penerbangan.

SUMBER DEVISA TERBESAR

Data terakhir menunjukkan dalam setahun sebanyak 1,2 juta orang indonesia pergi ke tanah suci untuk umroh. Atau dengan kata lain, Indonesia kini menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Saudi. Disamping Indonesia juga menjadi importir minyak terbesar serta pengirim tenaga kerja murah. Indonesia saat ini bukan hanya telah menjadi sumber keuangan terbesar Arab Saudi, tetapi juga menjadi sumber keuangan Negara yang paling penting di jaga hubungan baiknya, terutama dimasa-masa sulit seperti ini. Dalam kondisi seperti ini posisi Indonesia justru sebenarnya yang lebih baik jika dibanding Arab Saudi. Tertact di tahun lalu posisi Saudi dengan angka pertumbuhan 1%, posisi Indonesia berada jauh di atas Arab Saudi yaitu 5% per tahun.

PANDANGAN SALAH KAPRAH

Sebuah kondisi yang justru selama ini terbalik telah terungkap, adalah selama ini arab Saudi selalu beranggapan bahwa Indonesia adalah Negara miskin dan terbelakang, karena menjadi salah satu Negara penyalur tenaga kerja (TKI) terbesar, atau posisi Indonesia dimata mereka setara dengan Negara muslim miskin lainnya seperti Somalia, Sudan dan Afganistan. Bahkan sebagian warganya tida mengetahui di mana letak negara bernama Indonesia yang notabene masih memaliki hubungan suadara sesama muslim.

Kondisi ini membuat mereka takjub ketika melihat langsung kenyataan dilapangan bahwa anggapan itu salah besar karena Indonesia tidaklah seburuk yang mereka sangkakan selama ini. Indonesia adalah Negara berkembang dengan seribu macam potensi keunggulan bersatu padu dalam keberagaman. Indonesia bukan Negara konflik walau diisi dengan berbagai macam etnik dan budaya, sebaliknya Indonesia adalah pusat seni dan kebudayaan yang terus mendobrak pintu-pintu modernisasi tanpa menimbulkan gesekan ataupun benturan. Orang arab selama ini salah kaprah menilai Indonesia, karena faktanya data-data diatas menunjukkan Indonesia adalah salah satu Negara terkuat ekonominya ditengah kelesuan global yang merontokkan perekonomian banyak Negara-negara maju.

Atas dasar kesadaran mengenai kondisi ekonomi mereka yang mulai melambat bahkan cenderung menurun inilah pihak kerajaan Arab Saudi mengambil inisiatif mencari cara menggali dan mencari sumber pemasukan dari sector selain minyak. Saatnya mulai melakukan ekspansi besar-besaran dalam banyak bidang, menggunakan pengaruh kedekatan emosional berlandaskan primordial masyarakat yang sama-sama memeluk agama islam. Dengan susah payah, sang raja yang sudah berusia 81 tahun mendatangi satu persatu kepala Negara Asia, bukan sekedar ingin membuka jalan tetapi untuk lebih memantapkan lagi hubungan kerjasama antar Negara menjadi lebih erat.

Walau kenyataannya saat ini kondisi sang raja pun sedang sakit-sakitan, menurut beberapa sumber sang raja mengindap penyakit demensia, yaitu sejenis penurunan daya ingat, yang mana sang raja hanya mampu berkonsentrasi beberapa jam saja dalam sehari dan beliau tidak bisa melakukan banyak kegiatan berat sekaligus. Keputusan dan berbagai kebijakan banyak diserahkan kepada putra mahkota yaitu pangeran Muhmamamad bin Salman dan para menterinya.

KEHORMATAN RAJA JADI TARUHAN


Walau sebelumnya pihak arab Saudi lebih memilih berteman dan berkongsi dengan orang-orang di dunia barat (amerika dan sekutunya), mereka selama ini banyak menanamkan modalnya disana, karena diangagap lebih menguntungkan. Tapi kali ini, Raja sendiri yang datang dan menampakkan diri ke public dan disaksikan oleh khalayak ramai (dunia maya) bahwa kali ini rajanya sendiri yang melakukan diplomasi langsung dengan Negara-negara yang mereka kategorikan miskin selama ini. (Walau sebenarnya ini bisa saja dilakukan oleh para menteri) tapi Raja Salman sendiri yang dengan susah payah membangun kepercayaan dengan Asia, mungkin karena ada perasaan kurang yakin akan mendapat sambutan hangat, karena sadar selama ini kurang memberikan perhatian pada indonesia (setelah 47 tahun) Arab tidak pernah berkunjung.

Atau karena merasa perlu ijin penguasa setempat, karena sebenarnya kunjungan ini dalam rangka liburan ke Bali semata, ini bisa dilihat dari (masa kunjungan ke ke Bali 8 hari sementara masa berdiplomasi di Jakarta hanya 3 hari). Disertai dengan para pangeran dan kerabat mendampingi beliau dalam jumlah jumbo (1500 orang) bertandang dan melayani semua permintaan berbagai macam orang. Padahal sebelumnya pihak kerajaan tidak pernah memberi kesempatan ini kepada sembarang orang, tapi lihatlah apa yang terjadi.

Semua ini dilakukan oleh seorang raja agung yang salama ini sangat dihormati warga dunia, ini bukanlah hal mudah, dan ini bukanlah sesuatu yang seharusnya dilakukan, kecuali sang raja juga memiliki kepentingan. Mana ada, yang namanya seorang raja agung mau melayani permintaan berselfie ria dengan rakyat jelata, kecuali sang raja memiliki keinginan tertentu yang harusnya bisa dibaca oleh banyak orang bahwa dibalik semua ini tentulah raja memiliki pesan yang ingin ia sampaikan dan ingin diberikan perhatian khusus.

Lalu, hal apa yang menjadi keinginan terdalam sang raja? Atas segala upayanya mendekati dan meladeni rakyat jelata? Pesan apa yang ingin beliau sampaikan dibalik kesahajaannya itu?

MISI DIBALIK MISI


Pesan tidak tersirat yang tergambarkan mulai dari rencana kedatangan yang tidak diketahui dengan pasti kunjungannya dalam konteks apa, hingga beredarnya berbagai isu dan berita bahwa sebenarnya kedatangan raja dan rombongan adalah dalam rangka ingin menawarkan saham Saudi Aramco, sebesar 5% yang segera akan mereka rilis ditahun 2018 kepada pengusaha dan pemerintahan Negara Asia. Kedatangan mereka sebenarnya adalah dalam rangka mencari investor kaya yang akan mampu membayar nilai saham Saudi Aramco sebesar $ 100 miliar (Rp. 1335 triliun). NIlai saham paling tinggi di dunia ini akan segera dilepas perdana tahun 2018 untuk mengatasi defisit anggaran, ditengah anjloknya harga minyak dunia, nampaknya ini membutuhkan upaya besar untuk mewujudkannya.

Disamping rencana promosi saham tersebut, raja dan rombongan juga ingin melakukan liburan murah meriah di pulau Bali, karena sebagaimana kita semua ketahui, dimasa lalu, keluarga kerajaan selalu memilih daerah sekitaran Eropa dan Amerika sebagai lokasi liburan favorit, dengan menggunakan kapal pesiar mewah (yatch). Tetapi dengan kondisi ekonomi krisis seperti ini, mereka memilih Bali sebagai destinasi wisata, menghitung nilai kursnya sangat terjangkau, berbanding jauh jika harus membelanjakan uang dalam kurs Euro, nilainya bisa berlipat-lipat (kurs rupiah terhadap riyal Rp. 3.500 dan terhadap Euro Rp. 16.000), maka dari itu masa liburan diperpanjang menjadi 8 hari dari yang sebelumnya hanya 5 hari dan berakhir tanggal 12 maret. Mungkin ini adalah versi liburan keluarga kerajaan yang konroversial di mata dunia internasional, ramainya pemberitaan di media mengenai perjalanan mewah sang raja diberbagai negara Asia menjadi perbincangan, karena ini menjadi sesuatu yang mengkhawatrikan banyak pihak.

Ditengah kondisi kesulitan ekonomi, perjalanan mewah masih tetap dilakukan dalam rangka untuk meyakinkan calon investornya (walaupun sebenarnya itu dianggap tidak perlu). Karena rakyat Arab Saudi yang mengetahui persis keadaan dalam negeri sedang tidak stabil, pihak kerajaan masih saja bergaya hidup mewah untuk di hormati, akibatnya banyak kalangan masyarakat yang menentang kebiasaan keluarga kerajaan yang dianggap masih menghambur-hamburkan uang ditengah kondisi krisis.

REALISASI INVESTASI "MASIH JAUH"

Melihat kondisi ini, maka tidak heran jika pada akhirnya banyak pihak yang merasa pesimis dengan rencana investasi yang ditawarkan sang raja kepada pemerintahan Indonesia. Sebab apa? Dosamping karena Indonesia bukan anggota negara koalisi bentukan Arab Saudi dalam memerangi ISIS. Sebagaimana halnya Malaysia, yang selama ini selalu mendapat perhatian khusus dari kerajaan Saudi. Alasan lain, karena tidak ada kejelasan dan kepastian mengenai keseriusan kerjasama itu (total nilai dan jangka waktu), sama seperti yang pernah terjadi di waktu-waktu sebelumnya. Sudah banyak MoU yang ditanda tangani, tetapi hingga kini belum ada yang terealisasi dan adanya hasil nyata yang pernah terwujud. Di masa lalu dalam hal investasi, Indonesia masih dianggap miris dan hanya diberikan janji-janji surga, namun tidak pernah terealisasi. Dan dari ulasan diatas pun, nampaknya perihal yang sama akan terulang kembali, karena ternyata sang raja datang dalam rangka mempromosikan saham Aramco dan berlibur ke Bali bukan dalam rangka menanamkan modal sebagaimana yang disangkakan banyak pihak.

Saudi sendiri sedang dalam keadaaan kesulitan keuangan, jadi tidak mungkin mereka akan mengeluarkan banyak uang. Mungkin pihak arab Saudi memang memiliki planning jangka panjang terhadap indonesia, tetapi bisa jadi itu akan membutuhkan waktu panjang, sebab apa? Arab Saudi tidak hanya datang ke Indonesia, mereka juga akan datang ke Jepang dan Tiongkok. Jadi masih ada banyak kemungkinan dalam pelaksanaan 11 Mou yang sudah ditanda tangani. Karena sebagaimana kita semua juga tahu bahwa selama ini Arab Saudi sudah menjadi mitra kerja yang baik dengan Jepang, Tiongkok, dan Negara-negara non muslim lainnya. Jadi misi utama mereka dalam kerjasama bukan sekedar memandang kesamaan akidah umat, tetapi murni bicara uang dan keuntungan materi jangka pendek atau panjang. Lalu dalam rangka apa raja saudi datang ke Jepang dan Tiongkok?

Peran ARAMCO sangat penting dalam perkembangan produk-produk lokal, memperluas ekspor negara dan hasil produksi. ARAMCO memiliki perusahaan anak cabang, proyek-proyek venture, kantor-kantor, perusahaan-perusahaan di Cina. Mesir, Jepang, Yunani, Belanda, Philipina, Korea Barat, Sigapura, Emirat Arab, UK dan Amerika. Telah ditandatangani kesepakatan antara ARAMCO Saudi dengan perusahaan Sumitomo Chemical Jepang untuk kerjasama dengan proyek raksasa untuk pengembangan lembaga terpadu pada sektor penyulingan dengan bahan petrokimia di kota Rabigh yang terletak pada pantai bagian Barat Saudi Arabia, Awal November 2009 lalu, Aramco melakukan pendekatan pada China Petroleum & Chemical Corp atau lebih dikenal dengan nama Sinopec untuk membeli saham ladang minyak Qingdao.Kedua, perusahaan kemungkinan akan melakukan kerjasama, meliputi proses produksi dan penjualan minyak mentah. Negara importir seperti Cina membutuhkan sumber daya energi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Lalu Dimana posisi Indonesia? Belum bisa dipastikan.

Atau bisa saja kebijakan yang diterapkan Saudi adalah baru akan menanamkan modal dalam jumlah besar jika Indonesia mau membeli 5% saham Saudi Aramco. Dari mana indonesia punya dana sebesar itu, bahkan belakangan ini saja Indonesia baru mengambil hutang dan melepas surat hutang negara (SUN) baru. Target penerimaan program Amnesti pajak saja tidak sampai segitu. Disamping Indonesia sendiri sedang berusaha keras mempertahankan tambang emas PT. Freeport yang kini sedang bermasalah dan berharap kedatangan Saudi ini bisa menjadi jalan keluar dengan dibelinya saham Freeport oleh Saudi. Tapi apa mau dikata, ternyata keduanya punya kepentingan berbeda dan belum bisa dikatakan satu faham yang sama dalam hal kepentingan investasi. Keduanya sama-sama punya kepentingan atas asset yang sedang berusaha mereka pertahankan saat ini. Maka bisa dikatakan belum satu arah satu tujuan, masih bersifat wacana dan masih banyak memungkinkan.

Kesimpulannya;
Atas apa yang terjadi belakangan ini, kita semua harus mau berpikir realistis dan logis. Jika tersebar kabar bahwa raja Saudi datang dalam rangka bagi-bagi uang dalam jumlah besar, maka itu adalah berita Hoax yang menyesatkan, karena ternyata kedatangan sang raja adalah dalam rangka menawarkan saham tambang minyaknya dan mereka sedang dalam masalah keuangan besar serta sedang menjajaki kemungkinan diversifikasi investasi di luar minyak. Arab saudi justru ogah jika ditawari untuk memperbanyak lagi kilang minyak baru di negara baru, cadangan minyak yang mereka miliki saat ini saja sudah tidak bisa ditampung lagi. Menambah kilang minyak baru justru itu akan makin mengancam eksistensi mereka. Harga minyak akan semakin jatuh dan ekonomi mereka makin terpuruk. Saudi juga sedang berupaya menjaga hubungan bilateral yang baik dengan indonesia, karena indonesia adalah sumber devisa terbesar dari perjalanan haji dan umroh. Tujuan tambahan lainnya adalah tujuan liburan di Bali sebagai destinasi terkenal eksotis di kalangan mancanegara. Beberapa agenda lain yang tidak disebutkan dan nampak jelas dipermukaan adalah adanya upaya menyebarkan faham wahabi untuk dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi. Jika benar maka isu itu harus diwaspadai oleh semua kalangan.

Arab saudi saat ini sedang berusaha bertahan dan mereka sedang berusaha memanfaatkan asset yang ada untuk membiayai beragai kebutuhan, walaupun itu harus dengan cara merogoh kantong sangat dalam, karena kebiasaan dan gaya hidup mewah yang salama ini mereka geluti masih sulit ditinggalkan. Mereka terbiasa mendapat pujian dan gelaran karpet merah dalam setiap kunjungannya, semata-mata untuk menarik minat dan meyakinkan investor bahwa mereka masih memiliki segalanya. Tetapi kenyataannya saat ini mereka sedang sekarat.

Dibalik semua itu, semoga saja kondisi ini bisa membuka mata mereka untuk banyak berubah dan memperbaiki diri. Jalinan silahturahmi ini memang dilandasi atas dasar rasa kesamaan dan kebutuhan untuk saling tolong menolong, bukan karena uang semata.

Baca Juga:
Pasukan Panji Hitam akan datang Jika kita Bersatu
Mari Kenali Ruh dan Jiwa Kita
Anak Indigo: Agen Perubahan Akhir Zaman
Terungkap: Misteri Buah Khuldi
Sosok Harry Poter di Kehidupan Nyata


Read More..

Jumat, 03 Maret 2017

EMPAT SRIKANDI INI MEMUKAU RAJA SALMAN BIN ABDUL AZIZ

Pada saat penandatangan MOU antara Indonesia dan Arab Saudi, ada suatu pemandangan khusus yang tidak biasa terjadi disana, sang Raja memandang dengan penuh perhatian dan khusuk pada saat dipanggilkan nama-nama menteri yang melakukan penandatangan 11 Mou di berbagai bidang berbeda, empat orang diantara sebelas nama yang disebutkan terdiri dari empat orang perempuan. Ke empat perempuan tangguh tersebut adalah; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayati, Menteri Luar Negeri Retno Mashudi, Menteri Kesehatan Nina F. Moloek, dan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Ke empat perempuan super ini membidangi posisi-posisi penting dan vital banyak berhubungan dengan masyarakat luas. Dan mereka adalah perempuan pilihan yang dipercaya presiden Jokowi untuk menjalankan tugasnya sebagai pengambil kebijakan penting di bidangnya untuk masa bakti tiga tahun kedepan. Mereka hanya sedikit contoh dari sekian banyak perempuan yang mampu memegang posisi tinggi dan penting di negeri ini.

Apa yang menarik disini adalah bahwa di Negara Arab sana, belum ada posisi strategis dan penting setingkat menteri dipangku oleh seorang perempuan. Posisi perempuan di sana sangat ekslusif dan terbatas, mereka tidak bisa berperan banyak dalam bidang pemerintahan dan managerial suatu institusi. Hak perempuan dalam masyarakat Arab Saudi adalah berlandaskan hukum Islam dan budaya kesukuan, dimana pembatasan gerak perempuan serta kehormatan perempuan dianggap sesuatu yang amat penting oleh masayarakat. Walau beberapa waktu belakangan ini sudah mulai terjadi perubahan di kalangan masyarakat agar perempuan diberikan ruang gerak, tetapi ini tentu saja masih membutuhan proses yang panjang.

Sementara di Indonesia, gerakan emansipasi perempuan sudah dimulai sejak masa RA. Kartini dan masih terus diperjuangkan hingga kini. Maka dari itu hal-hal seperti ini sudah dianggap biasa dan tidak menjadi pertentangan lagi, karena kini nilai kesetaraan gender sudah bisa diterima masyarakat dan orang sudah mengukur keberhasilan seorang adalah dari kecakapan dan kepintarannya, bukan dari jenis kelaminnya.

Mungkin raja salman juga sudah terbiasa melihat di negara lain, posisi menteri dipangku oleh satu dua perempuan, tetapi yang menarik disini adalah jumlah menteri perempuan yang akan mengelola investasi sang raja terbilang banyak, terdiri dari empat orang dari sebelas posisi yang disepakati. Atau bahkan adalah mereka adalah setengah dari total menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi-JK yang masuk dalam jajaran penting yang akan mengelola asset Arab Saudi di Indonesia. Ini yang membuat sang raja terpukau dan terkesima dengan kepemimpinan presiden Jokowi, mampu memberikan mandate kepada seorang wanita yang dinegara mereka masih dianggap tabu untuk menjabat.

Yang membuat tema ini menjadi penting lagi adalah Sang raja Salman memberi perhatian khusus pada ke empat menteri perempuan ini karena melalui tangan perempuan-perempuan inilah nilai jutaan dolar niali investasi akan disalurkan. Berada dibawah kendali ke empat perempuan inilah segala bentuk kepercayaan akan diberikan, dan walau mungkin ada sedikit keraguan, maka sang raja harus memberikan kesempatan kepada keempatnya untuk menunjukkan keberhasilan kinerja dalam mengelola investasi mereka.

Dampak dibangunnya kepercayaan ini adalah akan memberikan banyak masukan kepada kerajaan Saudi Arabia, dimana kondisi ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat arab Saudi bahwa ternyata perempuan juga bisa diberikan tanggung jawab besar dalam bidang pemerintahan dan posisi penting lainnya. Bahwa perempuan juga boleh berkontribusi dalam berbagai bidang selama mereka benar-benar konsisten dan mumpuni di bidangnya.

Dan bagi keberlangsungan hubungan kedua belah pihak, semoga saja dengan dijalinnya hubungan baik ini juga bisa membuka mata kebanyakan Negara-negara muslim di timur tengah sana, bahwa sesungguhnya tidak ada yang salah dengan peran serta perempuan dalam pembangunan. Bahkan agama islampun mengajarkan agar laki-laki dan perempuan bisa saling bekerja sama dan saling bahu-membahu dalam berkehidupan. Memang benar ajaran inti dalam islam adalah agar memuliakan perempuan terutama ibu (orang tua), bahwa perempuan adalah mahluk berharga yang harus diistimewakan dan di jaga kehormatannya. Tetapi dalam kondisi ekonomi global yang penuh tekanan, di era keterbukaan dan dalam rangka menekan tingginya tingkat kejahatan dan kekerasan terutama terhadap anak, maka dalam kondisi ini sesungguhnya akan lebih banyak diperlukan sentuhan kelembutan tangan perempuan yang akan mampu meredakan ketegangan melalui kelembutan hati. Tidak bisa kita pungkiri bahwa di jaman serba cepat dan dinamis seperti ini, peran seorang perempuan juga akan sangat dibutuhkan dan banyak memberi pengaruh pada kehidupan secara keseluruhan.

Sebagai masukan bagi pemerintahan Jokowi-JK, sisi ini akan menjadi titik ukur keberhasilan Kabinet Kerja Jokowi dalam mengelola dana investasi arab saudi. Meski ke empat posisi menteri diisi oleh perempuan, tetapi harus mampu menunjukkan kemampuan dan kecakapan dan bekerja. Buktikan bahwa pilihan Jokowi adalah yang terbaik, terutama dalam rangka menumbuhkan rasa percaya pada para investor yang akan menanamkan modalnya, bahwa menteri yang dijabat seorang perempuan tidak akan ada perlakukan berbeda atau bahkan tingkat keberhasilannya juga sama besar dengan posisi menteri yang di kendalikan seorang laki-laki. Jika presiden Jokowi bisa membuktikan keseriusannya berbisnis dengan bangsa Arab Saudi, maka ini akan menjadi puncak kejayaan bagi rezim JOkowi karena mampu membangun trust (kepercayaan) bukan hanya kepada timur tengah tetapi juga kepada dunia.


Read More..

Kamis, 02 Maret 2017

INVETASI ARAB SAUDI BUKAN UNTUK JOKOWI, MELAINKAN UNTUK….

Sampai dengan saat ini ada banyak pihak yang mempertanyakan berapa total nilai investasi yang ditanamkan pihak Saudi Arabia setelah penandatanganan 11 MOU? Karena tidak disebutkan secara eksplisit sebagaimana yang terjadi di Malaysia, Pihak arab Saudi menandatangi MOU senilai $ 7 Miliar untuk investasi perusahaan tambang minyaknya Aramco. Sedangkan di Indonesia belum terjabarkan berapa perkiraan nilai investasi yang akan ditanamkan dari hasil penandatanganan 11 nota kesepahaman di 11 bidang berbeda. Ada beberapa pihak yang meragukan keseriusan pihak arab Saudi ini, ada juga yang masih optimis dan berharap nilainya cukup fantastis dan menggiurkan bahkan membuat iri kebanyakan Negara lain yang ada di kiri kanan Indonesia. Untuk mengetahuinya jelasnya mari kita bahas bersama.

Sebagaimana kita semua tahu kondisi ekonomi arab Saudi saat ini sebenarnya dalam kondisi yang kurang baik, sejak kejatuhan harga minyak dunia ke level $50 per barel, kini ekonomi arab saudi mulai melambat bahkan mengalami penurunan. Sejak kepemimpinan Donald Trump, iklim usaha di Negara Paman Sam itu juga kini sudah berubah karena lebih bersifat konservatif dan sangat melindungi kepentingan dalam negeri. Demikian juga kondisi ekonomi Eropa yang saat ini kurang memungkinkan karena ada banyak gejolak yang tidak bisa diprediksi. Kondisi ini nampaknya membawa banyak kerugian bagi bangsa penghasil minyak terbesar dunia ini, untuk mengkaji ulang kebijakan investasinya ke daerah lain yang dirasa memiliki keadaan ekonomi yang stabil dan tidak akan memberikan dampak buruk bagi nilai investasi yang akan mereka tanamkan dalam beberapa tahun ke depan.

Maka dari itu Asia kini menjadi pilihan terbaik saat ini, disamping mayoritas penduduknya adalah muslim, Asia juga dikenal dengan suhu politik dan ekonominya relative stabil dan sumber daya alam cukup melimpah. Kemungkinan resiko kerugian yang akan ditanggung tidak akan besar, mengingat Negara-negara asia ini tidak terlalu banyak didikte oleh kepentingan Negara Adikuasa dan relative independen dalam mengelola investasinya. Maka dari itu Arab Saudi kini memilih Asia yang dianggap mampu menjadi jalan keluar bagi permasalahan ekonomi arab Saudi saat ini. DImana mereka mengharapkan dengan adanya kesamaan visi dalam hal pembangunan berkelanjutan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, Asia dianggap masih bisa memberikan masa depan bagi arab Saudi saat ini.

Nilai investasi Arab yang ditandatangai dengan adanya 11 MOU dan dengan perbandingan jumlah rombongan yang sangat besar diboyong sang raja ini ingin menunjukkan bahwa, pada dasarnya pemerintah Saudi saat ini ingin memberikan signal bahwa pemerintah Saudi sendiri tidak akan menanamkan nilai uang dalam jumlah besar kepada Indonesia, karena sebenarnya Kondisi ekonomi Arab Saudi sendiri kurang memungkinkan melakukan banyak pengeluaran, melainkan bahwa pemerintah arab Saudi sedang menggiring seluruh anggota rombongan yang datang bersama raja saat ini, yaitu; para pangeran, bangsawan, pengusaha, pebisnis, konglomerat, kolega yang semua orang ini adalah para pemilik modal dan uang mereka masih relative banyak untuk berinvestasi.

Para pengusaha ini yang diajak sang raja untuk menanamkan modalnya di Indonesia dalam berbagai bidang terutama di 11 bidang yang di agendakan tersebut. Bahwa tujuan kedatangan raja Arab dengan 1500 rombongannya ke Indonesia adalah dalam rangka mengajak para konglomerat itu menanamkan modalnya di Indonesia untuk ke 11 bidang yang ditanda tangani bersama. Maka jika ada 1000 orang saja yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia dengan kisaran angka jutaan dolar amerika, maka diperkiraan total nilai investasinya sangat besar, bisa bernilai ratusan miliar dolar.

Para pengusaha dan konglomerat ini mau datang ke Indonesia dan masuk dalam rombongan raja bukan karena mereka sekedar ingin plesiran, tetapi ini adalah bagian dari strategi kerajaan arab Saudi untuk membukakan jalan bagi warganya yang ingin menanamkan modalnya dengan aman maka mereka bisa menjadikan Indonesia sebagai pilihan. Pihak kerajaan arab Saudi hanya membukakan akses bagi kolega dan kerabatnya agar bisa masuk ke dalam Indonesia sehingga ini bisa memberikan kemudahan bagi keduanya.


Raja Salman membawa seluruh pangeran dan keluarganya yang memiliki uang dalam jumlah besar dan banyak parkir di luar negeri, mereka kebingungan kemana harus menanamkan modalnya, maka dalam hal ini raja Salman memberikan alternative solusi bagi pangerannya (7000 pangeran) untuk berinvestasi di wilayah asia yang dianggap relative aman dan kondusif jika dibandingkan Negara-negara Eropa ataupun Amerika. Ini adalah salah satu dampak pergantian Presiden Amerika Serikat, dari Barack Obama menjadi Donald Trump yang konservatif, membuat banyak pengusaha mengalihkan investasinya ke Negara lain yang dinilai lebih aman dan stabil.

Lalu bagaimana pendapat para Negara-negara Asia yang ada di kiri kanan Indonesia (Australia, Singapura, malaysia) melihat fenomena ini? Yang pasti mereka merasa sangat iri, karena dengan begitu banyaknya MOU yang disepakati kedua belah pihak. Bisa menjadi tambahan modal masuk ke dalam Indonesia dalam jumlah besar dalam dalam cakupan yang luas bisa membawa dampak yang besar terutama bagi warganya. Karena para pengusaha arab itu akan menanamkan modalnya di lantai bursa efek, atau pasar saham dan sukuk ritel syariah, atau bersentuhan langsung dengan para pengusaha UMKM misalnya, mereka terjun langsung ke lapangan.

Negara-negara tetangga sudah pasti sangat iri dan juga sedikit ada rasa ketakutan, bahwa penggabungan dua kekuatan timur ini akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih besar lagi. Karena Indonesia dengan sumber daya alamnya yang melimpah digabungkan dengan Pengusaha arab Saudi yang kaya sumber keuangannya, akan mendatangkan modal dalam jumlah besar dan bergerak di berbagai bidang maka Indonesia akan bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maju ke depannya. Indonesia akan menjadi salah satu negara yang disegani kedepan.

Inilah kondisi yang sebenarnya sedang terjadi, jadi jangan selalu menilai kedatangan sang raja dengan nilai nominal investasi besar kerajaan, nilailah dari kekuatan ekonomi yang akan di dorong oleh keluarga kerajaan dan para pengusahanya, bahwa yang saat ini sedang memiliki uang besar adalah para anggota kerajaan, dan yang akan berperan memajukan pertumbuhan ekonomi nantinya adalah bangsa Indonesia dan keluarga kerajaan arab Saudi. Hubungan bilateral ini dijalin bukan sekedar karena kesamaan visi, tetapi lebih lagi karena adanya kesamaan kebutuhan dan keinginan untuk bergerak maju bersama dalam hubungan saling menguntungkan.

Maka dari itu sesungguhnya tujuan kedatangan raja arab Saudi ini sebenarnya dalam rangka investasi yang bukan ditujuan untuk kenpentingan rezim Joko WIdodo secara langsung, melainkan untuk seluruh warga Indonesia secara keseluruhan dan tanpa kecuali. Raja Salman dan Presiden Jokowi adalah mediator yang mempertemukan kepentingan warga dua negara dalam satu wadah.

Dan itu juga sebabnya di hari kedua kunjungan sang raja menyempatkan diri bertemu dengan anggota parlemen di DPR/MPR, pemuka agama dan tokoh lintas agama (Budha, Hindu, Katolik dsb), yang ingin menyampaikan kepada semua lapisan masyarakat agar saling mengaja keamanan, menjaga stabilitas dan persatuan antar sesama umat beragama, jangan ada permusuhan, jangan ada pertikaian yang bisa mengganggu iklim investasi dalam dan luar negeri.

Itu lah mungkin tujuan dan agenda besar kedatangan sang Raja Salman ke negeri Indonesia ini. Kita sudah sepatutnya bersyukur diberikan kesempatan baik untuk menunjukkan diri kita sebagai bangsa yang satu dan bangsa yang besar kepada dunia. Indonesia adalah Negara yang aman untuk investasi dan Negara yang punya masa depan cerah bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas investasinya di masa depan.

Inilah bentuk kasih sayang Allah swt kepada masyarakat muslim di indonesia, atas kesabaran dan ketakwaannya menghadapi berbegai cobaan dan masalah yang menimpa selama ini. Allah datangkan langsung investor muslim yang akan menolong ekonomi masyarakat dengan cara-Nya dan atas kehendak-Nya.




Read More..