Senin, 30 September 2013

Indonesia tak Butuh Pemimpin Gagah, tapi yang Mensejahterakan

Oleh: Musyafaur Rahman

TERKAPARNYA nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika yang sangat ditentukan dengan kebijakan The Fed terkait dengan subsidi di Amerika, ditambah kesulitan yang dialami rakyat membuktikan bangsa Indonesia butuh pemimpin yang mensejahterakan.

Namun fakta yang sebenarnya cukup menyakitkan tersebut seolah hanya mendapat porsi yang sewajarnya saja dalam benak para pengambil kebijakan di negeri ini. Buat mereka Pemilu yang akan berlangsung pada 2014 mendatang jelas mendapat porsi yang lebih penting dibandingkan kesulitan rakyat kecil di negeri ini.

Mulai dari Presiden hingga para pembantunya (baca : Menteri) seolah menempatkan tugas dan tanggung jawab mereka atas negeri ini di posisi yang kesekian setelah kepentingan pribadi mereka atas kursi, jabatan dan posisi politik pada Pemilu nanti.

Konvensi Partai Demokrat misalnya yang diikuti oleh 2 Menteri aktif di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, lebih menyita perhatian dibanding pemadaman listrik yang masih sangat sering terjadi, yang sangat tidak imbang dibanding penetapan kenaikan tarif listrik (kembali) pada Oktober mendatang.

Juga krisis bahan pangan yang seolah hanya menjadi peristiwa rutin bagi rakyat negeri ini yang ujung-ujungnya justru “menguntungkan” bagi para pencari rente dengan kebijakan yang juga biasa diambil oleh para menteri dan pemimpin di negeri ini, yaitu impor dan impor lagi dari luar negeri.

Mungkin jika peristiwa ini baru sekali terjadi, maka impor adalah cara cepat untuk mengatasi masalah dan kemudian membangun konsep baru agar masalah ini tidak kembali berulang.

Namun kenyataan yang dihadapi adalah kebijakan para pemimpin tak ubahnya langkah pemadam kebakaran, masalah selesai, maka persoalan utama dilupakan. Ketahanan pangan, swasembada di berbagai lini, kecintaan terhadap produk dalam negeri dan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan, mereka yang menjadi ujung tombak bagi produksi pangan dan kebutuhan industri di Republik ini, semua luput dari perhatian.

Politik Pencitraan

Siapa yang patut disalahkan dalam situasi genting tersebut, Menteri kah?

Atau justru sang pemimpin utama, Presiden RI yang mendapat mandat khusus dari seluruh rakyat negeri ini untuk membawa Indonesia menuju cita-cita bersama, sesuai amanah yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 sebagai berikut :

“…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia …”

Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dua tugas yang tidak sederhana, namun kali ini faktanya gagal diemban dengan baik dan bahkan terkesan diabaikan dengan catatan panjang hampir dua periode memerintah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata gagal dalam menciptakan Indonesia yang mandiri dan berdaulat secara ekonomi.

Berbagai kalkulasi yang berulangkali disampaikan mengenai pertumbuhan ekonomi negeri ini tahun demi tahun terbukti langsung termentahkan ketika kebijakan stimulus nun jauh di Amerika Serikat akan dihentikan oleh The Fed, rupiah terpuruk, neraca bergejolak dan imbasnya suku bunga kredit harus dinaikkan demi mempertahankan nilai tukar.

Bukan Sekedar Gagah

Saya masih ingat, ketika pemilu capres 2004 lalu, kaum perempuan khususnya ibu-ibu sangat mengidolakan sosok SBY. Pamor SBY saat itu seperti imbas dari puber kedua kalangan perempuan baya. Ganteng, begitu penilaian sebagian besar kaum ibu tentang SBY. Ini pula sepertinya yang mendasari pemilih perempuan memberikan suaranya kepada suami dari Kristiani Yudhoyono ini.

Setiap nama SBY disebut dalam penghitungan suara, sorak-sorai kaum perempuan di lingkungan saya sangat membahana. Suasana ini tidak ubahnya sebuah konser rock, dimana SBY adalah rockstar-nya, sementara mereka hanya groupies yang tidak memusingkan karya pujaannnya, melainkan sekedar memandang fisiknya bak sebuah poster artis yang dipajang di kamar remaja putri belasan tahun.

Belakangan, kondisi berakhir ironis. Kebanyakan para ‘groupies’ yang dulu bersemangat meneriakan nama ‘rockstar’ kesayangannya justru terlihat berdesak-desakan dan saling tarik-menarik dalam sebuah antrian. Mereka begitu bukan karena dalam suasana konser melainkan sebuah dagelan bernama BLT, sebuah kebijakan yang menurut saya semakin meneguhkan bahwa pemerintah lebih senang melihat rakyatnya bermental pengemis dibandingkan produktif.

Padahal, wacana yang digulirkan sebagai antitesi dari BLT adalah pemberian modal usaha jangka panjang, bukan sebuah dana yang sifatnya hanya memanjangkan nafas sekian hari saja.

“Groupies” ini pula yang belakangan harus bersusah payah menghadapi kenaikan berbagai bahan pangan kebutuhan rumah tangga meski mereka juga mungkin tidak peduli ketika persoalan tersebut diatasi dengan membuka keran impor seluas-luasnya dan bahkan membebaskan pajak impor untuk bahan tertentu atas nama rakyat.

Hal yang belakangan ini disadari rakyat sebagai sebuah pencitraan politik semata, memperbanyak janji manis namun kurang berani mengambil aksi nyata yang tidak populis namun berakhir manis untuk rakyat. Hal yang parahnya ditiru oleh sebagian pembantunya, seperti yang saya baca di media pagi ini, di mana sang Menteri yang rajin impor itu mendadak tampil di acara Inbox SCTV di hari kerja, Jumat 27 September 2013.

Saya kira cukup, Indonesia tidak butuh yang hanya mengandalkan paras ganteng dan kemampuan memperdaya kaum hawa dengan pamor dan keluwesannya saja. Tapi Pemimpin yang tangguh, berani membangun pondasi berbangsa dan bernegara dengan sebuah konsep yang matang yang membawa negeri ini bisa berdaulat dan tidak bergantung pada pihak lain di semua sektor.

Adakah pemimpin seperti itu di 2014?

Penulis adalah peneliti Indonesia Economic Develpment Institute

Rep: -
Hidayatullah.com
Editor: Cholis Akbar

Read More..

Minggu, 29 September 2013

Kisah Syaikh Wahid Abdussalam Setan Mencintai Perceraian

Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.’” (HR. Muslim).

Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dengan perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, peluang besar bagi manusia untuk terjerumus ke dalam zina, yang merupakan dosa yang sangat besar kerusakannya dan menjadi skandal terbanyak.” (Faidhul Qadir, 2:408)


Kali ini akan kami suguhkan cerita menarik tentang masuk islamnya Shaqwan, salah satu jin penyebab perceraian yang kami terjemahkan dari salah satu kitab Syaikh Wahid Abdussalam Bali (ulama ahlus sunnah di mesir), selamat menyimak…

Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkisah:

Ada seorang wanita yang sangat membenci suaminya. Ia selalu merasa tidak nyaman bersama suaminya baik ketika di rumah maupun di kantor. Selain itu ia melihat wajah suaminya layaknya binatang binatang buas. Dari tanda-tanda tersebut saya yakin bahwa dia berada di bawah pengaruh sihir.

Suaminya telah membawa istrinya ke peruqyah, dan melalui tubuh istrinya jin tersebut berkata bahwa ia dikirim melalui sihir kepada istrinya. Peruqyah itu pun menyerang jin itu bertubi-tubi, namun tak ada respon berarti dari jin itu. Suaminya berkata bahwa istrinya telah dibawa berobat selama satu bulan, sampai jin dalam tubuh wanita itu memerintahkan sang suami untuk menceraikan istrinya. Sayangnya suaminya pun memenuhi permintaan jin itu dengan melakukan talak satu. Setelah itu sang suami membawa istrinya pulang, dan istrinya pun sembuh selama satu minggu. Namun tidak lama kemudian jin itu kembali menyerang istrinya. Oleh karena itu akhirnya sang suami membawa istrinya kepadaku. Aku membacakan beberapa ayat al quran pada wanita itu, lalu wanita itu akhirnya kesurupan dan berikut isi percakapan antara aku dan jin tersebut.

Aku : Siapa kamu?
Jin : Aku Shaqwan
Aku : Apa agamamu?
Jin : Nashrani
Aku : Kenapa kau mengganggu wanita ini ?
Jin : Untuk memisahkan ( menceraikan ) dia dengan suaminya.
Aku : Aku punya permintaan padamu, apabila kau menyetujuinya Alhamdulillah.
Jin : Gak usah repot, aku gak bakalan keluar dari tubuh wanita ini, suaminya pun sudah kubuat pontang-panting membawa wanita ini berobat.
Aku : Aku gak memintamu keluar dari tubuh ini…
Jin : Jadi apa maumu?
Aku : Aku ingin kau memeluk islam, jika kau mau Alhamdulillah, namun jika tidak, sungguh tidak ada paksaaan dalam beragama.
( Setelah dialog panjang akhirnya jin itu mau masuk islam)
Aku : Apakah kau telah benar-benar menjadi seorang muslim atau kau hanya menipuku?
Jin : Kau tidak dapat memaksaku menjadi seorang muslim, namun sungguh aku masuk islam memang benar-benar dari lubuk hatiku. Tapi…
Aku : Tapi apa?
Jin : Sekarang aku melihat di depanku sekelompok jin nasrani yang sedang mengancamku, dan aku takut mereka akan membunuhku.
Aku : Oooh… Gak usah khawatir, aku akan memberikanmu senjata yang akan mencegah mereka mendekatimu.
Jin : Tunggu apa lagi, berikan sekarang senjata itu padaku..!
Aku : Eiits…tunggu dulu sampai diskusi kita selesai…
Jin : Apa lagi yang kau mau?
Aku : Untuk membuktikan bahwa kau telah menjadi seorang muslim, kau harus keluar dari tubuh wanita ini.
Jin : Ia, aku sudah menjadi seorang muslim, namun bagaimana caraku kabur dari penyihir yang mengirimku jika aku keluar dari tubuh wanita ini?
Aku : Mudah, jika kau setuju untuk keluar.
Jin : Baiklah.
Aku : Dimana letak benda sihir yang dibuat penyihir itu?
Jin : Terkubur di halaman belakang rumah wanita ini. Namun aku tidak bisa menentukan letak pastinya, karena disana ada jin yang bertugas menjaga dan memindahkan benda itu tatkala letak benda itu ada yang mengetahui.
Aku : Udah berapa lama kau bekerja untuk tukang sihir itu..?
Jin : Sekitar 10 atau 20 tahun ( syaikh lupa berapa tahun pastinya, 10 atau 20 tahun), dan sebelum wanita ini, tiga wanita lainnya telah menjadi korbanku.
( Jin tersebut bercerita tentang tiga wanita yang menjadi korbannya, dan setelah jelas bagiku bahwa ia berkata jujur, maka kukatakan padanya…)
Aku : Ambillah senjata yang telah kujanjikan padamu!
Jin : Apa itu?
Aku : Ayatul Kursi, Setiap kali jin kafir dating ingin menyerangmu, maka bacakanlah ayat kursi, niscaya mereka akan lari darimu. Apakah kau hafal ayat kursi?
Jin : Iya . Aku menghafalnya dari wanita ini, sebab dia sering membaca ayat kursi. Tapi bagaimana caraku lari dari penyihir itu?
Aku : Keluarlah sekarang dan tinggallah di mekah, diantara jin-jin muslim yang beriman pada Allah.
Jin : Tapi apakah Allah akan mengampuni dosa- dosaku?
Aku : Iya.. sebagaimana firman Allah, ” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ ( Surat Az Zumar ayat 53)

Jin itu pun menangis dan berkata,
Jin : Ketika aku pergi, sampaikanlah permohonan maafku pada wanita ini.

Akhirnya jin itu pun pergi, lalu aku membacakan ayat al quran pada air dan menyuruh suaminya untuk menyiramkan air itu ke halaman belakang rumahnya.
Setelah beberapa lama kemudian, aku mendapat kabar dari suaminya bahwa istrinya telah pulih. Sungguh kesembuhan itu bukan dari ku namun semata-mata dari Allah.

=====

Demikianlah kisahnya, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Buat para suami sayangilah istrimu, berikanlah perhatian padanya dan bersabarlah terhadap kelakuannya yang sekiranya tidak kau sukai. Dan buat para istri, sungguh suami mu adalah pemimpin bagimu dan anak-anak mu. Patuhilah perintahnya, dan sayangilah ia, sungguh suami itu adalah anak kecil yang berbadan besar, dengan sedikit perhatian dan senyuman darimu hatinya akan gembira dan bersuka cita. Dan buat para “jomblowers”, janganlah terjebak melalui hubungan “aneh” bernama pacaran. Kalau engkau memang suka terhadap seorang gadis, bicaralah pada orang tua mu, utarakan niatmu, dan berdoalah pada Allah, niscaya kau akan temukan Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Akhirul kalam, Alhamdulillahi rabil `alamin….
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Ditulis ulang oleh :
Perdana Akhmad, S.Psi
http://quranic-healing.blogspot.com/2013/09/masuk-islamnya-shaqwan-sang-jin.html

Read More..

Rabu, 25 September 2013

Kecepatan Langkah Kaki Dan Pengaruhnya

Sebuah studi di Boston Medical Centre yang dikutip website huffingtonpost, menemukan hubungan antara kecepatan berjalan dan risiko demensia. Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak. Mereka yang memiliki gaya berjalan lambat berisiko mengalami penurunan daya ingat lebih buruk di masa depan, dibanding dengan mereka yang terbiasa berjalan dengan ritme yang lebih cepat.

Langkah kaki sebenarnya bisa memberi petunjuk visual yang berhubungan dengan kondisi kesehatan kognitif. Pikun merupakan gejala umum yang mungkin terjadi dan menunjukkan adanya demensia. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berfikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh karena itu mereka lambat laun kehilangankemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, dan sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.


Kesimpulan tersebut muncul melalui serangkaian tes terhadap 2.400 pria dan wanita berusia sekitar 62 tahun. Dengan periode analisis selama 11 tahun, tes mencakup kecepatan berjalan, kekuatan pegangan tangan, dan kualitas fungsi kognitif.

Berjalan memerlukan energy, pengendalian gerak, dan dukungan serta menempatkan tuntutan pada banyak sistem organ, termasuk jantung, paru-paru, sirkulasi darah, urat saraf dan sistem otot dan tulang. Sedangkan gaya berjalan yang lambat mungkin mencerminkan sistem yang rusak dan tingginya energi yang dikeluarkan saat berjalan.

Dan ini bukan satu-satunya penelitian yang mengaitkan kecepatan berjalan dengan kondisi kesehatan. Pada tahun 2009, sebuah penelitian mengungkapkan hubungan kuat antara kecepatan berjalan dan risiko penyakit jantung. Penelitian lain yang dipublikasikan oleh Journal of the American Medical Association, juga memperlihatkan hubungan antara kecepatan berjalan dan tingkat harapan hidup.

Untuk menjaga kesehatan, berjalan selama 30 menit setiap hari dengan kecepatan sedang hingga jalan cepat dapta menghilangkan rasa nyeri dan sakit, serta meningkatkan mood atau suasana hati kita.

Untuk menyusutkan bobot tubuh. Yang kita perlukan olahraga yang mampu melakukan pembakaran kalori, oleh sebab itu kuncinya adalah intensitas.


Sumber : Ar-Risalah, Edisi 131
- See more at: http://www.lp3ui.com/2013/08/kecepatan-langkah-kaki-dan-pengaruhnya.html#sthash.E290vfWP.dpuf

Read More..

Intuisi; Sumber Kebenaran dan Ilmu



Intuisi—pada tingkat kebenaran yang lebih tinggi—tidak datang pada sembarang orang. Ia adalah nur (cahaya) yang Allah Subhanahu Wata’ala pancarkan pada sebagian hambanya

Oleh: Amin Hasan

SELAMA ini, proses pengetahuan dalam memperoleh kebenaran dan ilmu diakui telah terhegemoni oleh epistemologi Barat modern. Standar rasio dan empiris yang bersifat positivistik, dalam artian harus dapat dirasionalkan dan dibuktikan (verification) secara empiris melalui panca indera menjadi ukuran ilmiah bagi mereka. Mereka menyangkal dan bahkan menolak intuisi sebagai sumber dan metode ilmu yang sah hanya karena, proses pengetahuan melalui intuisi ini tidak dapat dibuktikan secara empiris melalui panca indera dan tidak melalui proses penalaran berpikir tertentu. Akibatnya, sumber kebenaran melalui intuisi inipun kemudian dianggap tidak ilmiah. Tegasnya, Barat selama ini telah membatasi sumber ilmu dan kebenaran hanya pada rasio dan empiris saja. Berdasarkan hal tersebut, maka tulisan ini bermaksud untuk melihat secara lebih dekat mengenai intuisi di atas.

Makna Intuisi

Intuisi, atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan dalil dan susunan kata, serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu. (baca: Mausu’ah Mushthalahat al-Imam al-Ghazali) Ia semata-mata diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala sebagai karunia-Nya kepada manusia. Artinya, ilmu ini diperoleh dari peng-ilham-an yang disebut dengan ilmu ladunni, yakni ilmu yang di dalam memperolehnya, tidak ada perantara—yang menghubungkan—antara jiwa dan Pencipta. Ia adalah aliran cahaya ilham yang terjadi setelah jiwa mengalami penyempurnaan (taswiyyah). Oleh sebab itu, seseorang yang sampai pada martabat ilmu ladunni ini tidak memerlukan banyak belajar dan menderita kelelahan dalam proses pembelajaran. (baca: Al-Risalah Al-Laduniyyah). Ia diterima melalui pandangan batinnya atau rasa ruhaninya, yakni dzauq (ذوق), yang dialaminya secara langsung akibat penyingkapan hijab yang menyelubungi alam hakiki kandungan ilmu, yakni kasyf (كشف). Dengan kata lain, dzauq-lah yang menerima ilham dari Tuhan. Ia berperan sebagai daya tangkap yang sekaligus merasakan kehadiran yang ditangkap. Ia berhubungan dengan qalb, sebab qalb selain sebagai esensi, juga sebagai salah satu alat dalam jiwa manusia yang berfungsi untuk memperoleh ilmu.

Selain itu, intuisi atau hads juga merupakan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan. Bahkan dalam tingkatannya yang lebih tinggi, intuisi adalah intuisi terhadap eksistensi itu sendiri. Dengan kata lain, ketika dengan intuisi yang lebih tinggi orang menemukan wujudnya suatu realitas, “penemuan” eksistensi realitas inilah yang disebut wijdan (‘irfan), yang sebelumnya telah dikatakan mengacu kepada intuisi eksistensi. (baca; Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam)

Berkenaan dengan intuisi pada tingkat-tingkat kebenaran yang lebih tinggi, intuisi tidak datang pada sembarang orang, tetapi datang pada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Ia datang pada orang yang merenungkan secara terus menerus hakekat realitas ini.

Pemahaman langsung dan seketika yang disebutkan di atas terjadi ketika ia berada dalam keadaan baka dalam Tuhan, yaitu ketika ia memperoleh kediriannya yang lebih tinggi. Artinya, sebagai pengenalan yang merujuk kepada diri manusia khususnya dan kepada alam hakiki dan Tuhan Yang Hak, maka ilmu ini hanyalah dapat mungkin diterima oleh manusia dengan daya usaha amal-ibadah serta kesucian hidupnya—yakni dengan ke-ihsan-annya.

Makna dan Pengalaman Intuisi

Dalam kajian epistemologi Islam, intuisi menjadi salah satu sumber ilmu dan kebenaran sebagaimana halnya rasio dan empiris. Bahkan intuisi ini lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu yang notabene diperoleh melalui proses penalaran dan penginderaan. Kebenaran yang dicapai melalui intuisi metodenya memang tidak bisa dibuktikan secara rasional maupun empiris. Akan tetapi, hasil dari kebenaran intuisi tersebut dapat dibuktikan secara rasional sekaligus empiris. Artinya, banyak orang yang memperoleh pengetahuan yang mendalam secara intuitif yang kemudian terbukti benar. Oleh karena itu, Bergson mengatakan bahwa intuisi sebenarnya bersifat intelektual dan sekaligus supra-intelektual, dimana pengetahuan supra-intelektual tersebut akan dapat mencapai pengetahuan dan kesadaran diri pada hal-hal yang paling vital, elan vital. Sementara bagi Nietzsche intuisi merupakan inteligensi yang paling tinggi, dan bagi Maslow intuisi merupakan pengalaman puncak (peak experience).

Mengenai makna dan pengalaman intuisi itu sendiri, perjalanan intelektual dan spiritual Al-Ghazali—barangkali—dalam hal ini bisa kita jadikan sebagai studi kasus. Sebab, di tangan Al-Ghazali-lah proses pengetahuan dalam mencapai kebenaran melalui jalan intuisi sebagai bagian dari kerja intelekual dalam dunia tasawuf dapat dijelaskan dengan baik. Al-Ghazali mampu membuka cakrawala dengan memadukan antara intuisi, teks/wahyu, dan akal sekaligus.

Ringkasnya, melalui intuisi Al-Ghazali menunjukkan sumber ilmu dan kebenaran yang alternatif bagi kemanusiaan dan kehidupan.

Sebagaimana diketahui—dalam Al-Munqidz min al-Dlalal—Al-Ghazali hidup pada masa di mana masyarakat sedang mengalami krisis akidah telah membawanya kepada satu keyakinan penuh akan kebenaran yang sesungguhnya. Sebelumnya, ia sempat menderita penyakit syak (keragu-raguan) terhadap alam fisika dan ilmu-ilmu pasti. Namun, Allah Subhanahu Wata’ala menyembuhkannya dari penyakit syak-nya itu di bawah cahaya (nur) petunjuk-Nya, yang Allah pancarkan ke dalam dada hingga jiwanya pun kembali sehat dan stabil. Cahaya itu terpancar dari kemurahan Tuhan pada sebagian makhluk hidup sehingga harus dinanti-nantikan. Cahaya tersebut tidak dapat ditangkap secara inderawi, namun dari cahaya itulah hendaknya dicari kasyf, karena ia adalah kunci sebagian besar pengetahuan (ma’rifah). Oleh karenanya, barangsiapa yang mengira bahwa kasyf (tersingkapnya pengetahuan tentang hakikat kebenaran) hanya bergantung pada dalil-dalil an sich, maka berarti ia telah mempersempit rahmat Allah Subhanahu Wata’ala yang maha luas.

Cahaya (nur) yang dimaksud di sini adalah penyingkapan jiwa dengan hads dari berbagai kepastian dan hakekat yang utama. Dengan jelas Al-Ghazali mengatakan bahwa hads inilah yang merupakan kunci sebagian besar pengetahuan, sebab, prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang tidak dapat dipahami lewat rentetan dalil dan susunan kata, dapat dipahami lewat hads, yakni hadir di dalam hati; hadir di sini sebagaimana dikatakan olehnya, apabila dicari ia hilang dan bersembunyi. Ia semata-mata seperti pancaran cahaya dari lampu kegaiban yang diarahkan pada kalbu yang jernih, kosong, dan lembut (baca: Al-Risalah Al-Laduniyyah). Ia hanya bisa diperoleh melalui dzauq (wijdan atau ‘irfan). (Misykat al-Anwar)

Al-Ghazali mengumpamakan dzauq adalah seperti melihat dan mengambil dengan tangan dan tidak didapat kecuali pada jalan tasawuf (sufisme). Barangsiapa yang tidak dikaruniai dzauq sedikitpun, maka dia tidak akan memahami hakikat nubuwwah (kenabian), yakni satu tahap yang dengannya terbentuk mata yang mempunyai cahaya (nur) yang mampu menembus hal gaib dan perkara-perkara yang tidak terjangkau akal.

Oleh karena itu—dalam hal intuisi—datang pada orang yang telah siap dan mempersiapkan diri untuk itu. Tentu, di sini memerlukan proses ‘khusus’ yang tidak sebentar, dan proses ‘khusus’ ini tidak bisa ditempuh kecuali hanya pada jalan tasawuf, yakni dengan mangamalkan sebagaimana seorang sufi amalkan. Seperti halnya yang dilakukan Al-Ghazali, yakni ketika berada di jalan sufisme, ia terus berusaha untuk melakukan segala pekerjaannya semata-mata hanya karena Allah Subhanahu Wata’ala, bukan atas dasar motivasi demi mencari kedudukan dan menyebarkan nama baik. Ia pun tidak menyibukkan diri kecuali hanya untuk uzlah dan khalwat serta mujahadah, yaitu dengan kesibukan menyucikan diri, memperbaiki akhlak, dan menjernihkan hati untuk mengingat Allah Subhanahu Wata’ala.

Al-Ghazali melakukan uzlah juga karena untuk ber-khalwat dan menjernihkan hati untuk berzikir kepada Allah. Al-Ghazali melakukan ini semua karena ia mengetahui secara yakin bahwa kaum sufi-lah para penempuh jalan Allah, perjalanan mereka adalah perjalanan terbaik, metode mereka sangat benar, dan akhlak mereka pun merupakan akhlak paling terpuji. Ia benar-benar belum pernah kagum melebihi kekagumannya terhadap tarekat sufisme.

Menurutnya, seluruh gerak dan diam mereka (para sufi), pada zahir maupun batin mereka, adalah diambil dari cahaya pelita nubuwwah (kenabian), dan tidak ada sesudah cahaya kenabian di muka bumi ini cahaya yang dapat dijadikan petunjuk. Melalui sarana ar-ruh al-qudsy al-nabawy inilah maka tersebarlah cahaya-cahaya ilmu pengetahuan ke dunia ciptaan ini. Al-Ghazali mengatakan, bahwa tersingkaplah—di tengah-tengah khalwat yang ia lakukan—berbagai perkara yang tidak bisa dihitung dan tidak bisa diselami kedalamannya.

Tentu, dalam hal ini intuisi datang pada orang yang telah menjalani hidupnya dengan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan, melalui praktik pengabdian kepada Tuhan secara ikhlas. Inilah yang dimaksud dengan intuisi dengan pemerolehan ilmu diperingkat yang tinggi, yaitu diperingkat istimewa yang hanya dialami oleh orang-orang tertentu (khawwas atau khawwas al-khawwas), di mana sampainya ilmu merupakan proses yang cepat dan langsung tanpa batas-batas subjek-objek, partikular-partikular, dan keberagaman pada aspek eksternal manusia. Intuisi ini merupakan kondisi ihsan bagi kalangan Sufi. Mengenai hakekat intuisi ini, Al-Attas mengatakan bahwa ilmu itu adalah “the arrival of meaning in the soul as well as the soul’s arrival at meaning”, yakni “sampainya makna ke dalam diri’, atau “sampainya diri ke dalam makna”. (baca: Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam)

Oleh Karena itu, pengetahuan intuitif diyakini sebagai pengetahuan bathin terutama tentang Tuhan. Istilah ini sebenarnya digunakan tidak lain hanya untuk membedakannya dengan pengetahuan yang diperoleh melalui akal dan indera (sense, al-hissi). Artinya, pengetahuan tentang Tuhan (hakekat Tuhan) tidak dapat diketahui melalui bukti-bukti empiris-rasional, tetapi harus melalui pengalaman langsung. Dan satu-satunya sarana yang dapat digunakan untuk mengetahui hakekat Tuhan adalah jiwa (nafs), sebab ia merupakan bagian dari Tuhan yang terpancar dari alam keabadian dan terpasung ke alam dunia. Ia akan kembali kepada-Nya jika sudah bersih dan terbebas dari keterkungkungan alam dunia. Yang dimaksudkan dengan jiwa di sini adalah esensi yang sempurna dan tunggal yang tidak muncul selain dengan cara mengingat, menghapal, berpikir, membedakan, dan mempertimbangkan. Esensi ini adalah inti ruh dan kekuatan, dan jiwa-lah yang menjadi tempat ilmu sekaligus yang menerima seluruh ilmu. (baca: Al-Risalah al-Laduniyyah dan Mausu’ah Mushthalahat al-Imam al-Ghazali)

Demikianlah, bahwa intuisi—pada tingkat kebenaran yang lebih tinggi—tidak datang pada sembarang orang. Ia adalah nur (cahaya) yang Allah Subhanahu Wata’ala pancarkan pada sebagian hambanya. Sehingga ia datang kepada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Oleh karenanya, intuisi tidak terjadi begitu saja secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang disebut dengan mujahadah dan riyadlah serta tafakur dan tadabbur. Semua proses tersebut merupakan upaya menuju ke arah proses pencerahan hati nurani agar bisa menangkap cahaya kebenaran (mukasyafah).*

Penulis adalah Alumni PKU-IV dan Sekarang Sedang Menempuh Program Magister
Pada Program Pasca Sarjana ISID-Gontor

Read More..

Selasa, 24 September 2013

Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang

Pemberian susu formula pada bayi baru lahir ternyata memberi risiko yang tak ringan. Otak bayi berpotensi tidak berkembang akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula.

”Risiko sistem jaringan otak tidak terbangun sebesar 20 persen,” kata Penasihat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sri Purwanti Hubertin, Senin (23/8).

Hubertin mengatakan bahwa kandungan susu formula tidak sebaik kandungan nutirisi yang terdapat di dalam air susu ibu (ASI). Dia mencontohkan taurin, asam amino ini memiliki rantai panjang, untuk proses maturasi otak banyak terdapat di ASI dan hanya sedikit terkandung pada susu sapi. Protein whey yang mudah diserap oleh usus bayi dan digunakan 100 persen oleh tubuh ada pada ASI. 65 Persen protein ASI berjenis whey sedangkan pada susu formula kandungan protein whey maksimal hanya 20 persen dan sisanya protein casein. Whey protein diketahui mengandung enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan, dan pembawa zat gizi.
.
Dalam sebuah artikel Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan susu formula lebih banyak mengandung protein casein hingga 80 persen yang sulit dicerna usus bayi yang pada akhirnya dibuang oleh bayi. Pembuangan protein casein tersebut lewat ginjal. Sehingga ginjal bayi sudah dipaksa untuk membuang casein.

Ginjal bayi yang sudah bekerja membuang protein casein, dikatakan Hubertin, menjadi salah satu pemicu banyak kasus gagal ginjal terjadi pada anak. Ia mencontohkan saat ini anak usia 14-15 tahun ada yang sudah menderita gagal ginjal.

”Risiko lain dari konsumsi susu formula adalah mudahnya terjadi pengapuran pada pembuluh darah,” kata Hubertin. Karena lemak di dalam ASI selain sebagai nutrisi juga membentuk enzim penghancur lemak yang tidak diperlukan tubuh. Pada susu formula enzim penhancur tidak terbentuk sehingga lemak berdiam di dalam tubuh yang menyebabkan pengapuran pada pembuluh darah. ”Yang terlihat saat ini banyak orang stroke muda. Salah satu penyebabnya adalah pengapuran yang terjadi pada pembuluh darah,” tutur dia.

Beberapa risiko tersebut menyebabkan pemberian ASI sangat penting bagi bayi baru lahir. Ibu harus paham betapa pentingnya ASI bagi bayi. Namun Hubertin menyayangkan masih banyak petugas kesehatan maupun fasilias kesehatan yang belum menyadari pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sehingga mereka kurang mendorong pemberian ASI pada bayi baru lahir.

Sumber : Republika

Nah, sekarang sudah tau kan bahwa Allah mewajibkan menyusui bayi selama 2 tahun lamanya dengan alasan yang logis dan sesuai uji ilmiah.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”
Qur’an surah Al-Baqarah (2) : 233

Adapun jika ASI tidak keluar, maka boleh diwakilkan penyusuannya oleh Ibu susuan.

“…dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.”
Qur’an surah Ath-Thalaaq (65) : 6

Bagaimana? Betapa mudahnya menjalani perintah Allah. :D

Toh ASI itu sendiri adalah untuk kebaikan si Bayi itu sendiri. Dengan menyusuinya selama 2 tahun penuh, maka sang bayi akan tumbuh dengan sehat dan cerdas.

Read More..

Bill Gates dan Misi Pengurangan Populasi Dunia dengan Vaksin dan KB

Siapa yang tak kenal Bill Gates, pendiri Microsoft, yaitu salah satu perusahaan komputer raksasa di dunia. Karena Microsoft lah teknologi komputer rumahan berkembang pesat dan saya pribadi berterima kasih untuk itu.


Bill gates saat presentasi pada acara TED2010 di Long Beach, California

Namun ucapan terima kasih saya kepada Bill Gates agaknya akan luntur mulai saat ini. Mengapa?

Mari kita simak kata-kata Bill Gates berikut ini :

“First we´ve got population. Now, the world today has 6.8 billion people. That´s headed up to about nine billion. Now, if we do a really great job on new vaccines, health care, reproductive health services, we could lower that by, perhaps, 10 or 15 percent, but there we see an increase of about 1.3.”

Artinya kurang lebih begini :

“Pertama, kita dapatkan populasi. Saat ini dunia kita (bumi) memiliki (populasi) 6,8 milyar manusia. Kemudian (populasi) akan bertambah menjadi sembilan milyar manusia. Sekarang, jika kita bisa benar-benar berhasil untuk (membuat) vaksin-vaksin baru, pelayanan kesehatan, pelayanan KB; kita dapat menurunkannya menjadi, mungkin, 10 atau 15 persen, tapi sekarang kita melihat ada peningkatan 1,3 (persen).”

Apa yang dapat kita tangkap dari ucapan Mr. Gates?

Jadi dia berbicara tentang menurunkan populasi dunia sebanyak 0,9 milyar dengan menggalakkan vaksinasi, pelayanan kesehatan, dan program KB kepada banyak manusia.

Ucapan tersebut dilontarkan Bill Gates saat presentasinya yang berjudul “Innovating to Zero!” pada acara TED2010 di Long Beach, California. Dan banyak pendengarnya yang merasa bingung dengan ucapannya yang satu itu.


Bertanya-tanyakah anda tentang ucapan Bill Gates tersebut?


Ya, tentu saja. Sangat aneh bagi anda mungkin saat Bill Gates berbicara tentang menurunkan populasi dunia dengan cara menggalakkan vaksinasi, pelayanan kesehatan, dan program KB.


Apakah masuk akal bagi anda mengurangi penduduk dunia dengan cara-cara tersebut?

Bagi sebagian dari anda mungkin tidak percaya, tapi kenyataan harus dikabarkan.

Proyek pengurangan penduduk dunia adalah agenda terselubung dari Zionisme Internasional demi mewujudkan cita-cita mereka menguasai dunia dan membentuk “New World Order” atau atau “Tatanan Dunia baru” dibawah penguasaan Zionisme Yahudi Internasional. Salah satu agenda pengurangan penduduk dunia mereka diantaranya adalah Program Codex Alimentarius.

Seperti sudah saya jelaskan pada artikel Bahaya Vaksinasi bahwa mereka menciptakan vaksin untuk membuat tubuh manusia kehilangan sifat imunitas alaminya sejak bayi. Sedangkan pelayanan kesehatan yang dimaksud Mr. Gates adalah penggunaan obat-obatan kimiawi buatan berbahaya dengan dosis yang rendah hingga terakumulasi dan meracuni tubuh manusia. Racun-racun tersebut dapat merusak berbagai organ tubuh kita dan menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya yang sukar untuk disembuhkan.

Rata-rata negara tujuan Bill Gates untuk menyebarkan vaksinasi adalah negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dan kemudian selanjutnya negara dunia ke-3

Dr. Kardinal Moechtar pernah berkata, bahwa seluruh obat-obatan yang diciptakan di dunia medis modern adalah racun yang memiliki efek jangka panjang. Sering sekali kita dengar banyak orang yang mati karena komplikasi penyakit. Tanpa mereka sadari bahwa merekalah yang sebenarnya membuat tubuh mereka sakit dengan obat-obatan tersebut.

Obat-obatan kimiawi akan terakumulasi dalam tubuh

Kemudian apa maksud Mr. Gates tentang menurunkan populasi dunia melalui KB atau Keluarga Berencana? Secara logika bahwa KB akan membatasi seseorang memiliki banyak anak dengan berbagai macam programnya. Selain itu alat-alat KB disinyalir memiliki imbas negatif bagi tubuh pemakainya, yang salah satunya adalah menurunkan tingkat kesuburan. Tapi untuk hal ini saya memerlukan banyak sumber untuk pembuktiannya.

“…dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi,…” (QS Al-An’am: 151)

Siapakah 0,9 milyar atau sembilan ratus juta orang yang dimaksud?


Bisa jadi anda salah satunya, atau mungkin juga bayi-bayi anda.

Jika kita pernah mendengar penderita autisme pada anak meningkat 200% semenjak beberapa tahun belakangan ini, maka itu artinya vaksinasi mereka telah sukses.



“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”

~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

Selain itu saat ini muncul berbagai penyakit aneh lainnya semenjak anak-anak diberikan vaksinasi, dan salah satu korbannya adalah adik saya sendiri.

Siapa “kita” yang Mr. Gates bicarakan yang bertujuan untuk menurunkan populasi dunia?

Ingin tahukah anda siapa mereka?

Seperti yang sudah saya bilang tadi, mereka adalah kelompok Zionisme Internasional. Mereka adalah musuh setiap bangsa di dunia ini!

Read More..

Pornografi Pengaruhi Otak Seperti Alkohol dan Narkoba


REPUBLIKA.CO.ID, CAMBRIDGE -- Studi baru menyatakan otak orang yang kecanduan pornografi memiliki perilaku yang sama dengan pecandu alkohol dan narkoba. Akademisi dari Universitas Cambridge mempelajari orang yang mengatakan memiliki masalah dengan pornografi.

Dalam laporan yang dilansir Huffingtonpost, ilmuwan menemukan bagian otak tertentu menyala saat ditunjukkan materi eksplisit. Hal yang sama terjadi dalam otak dari pecandu lain. Sebanyak 19 pecandu pornografi dites bersama orang yang mengatakan mereka tidak memiliki masalah.
"Kami menemukan aktivitas di wilayah di otak yang disebut ventral striatum yang merupakan pusat penghargaan, terlibat dalam memberi penghargaan, motivasi, dan kesenangan," ujar peneliti Valerie Voon.

Sementara itu, aktivis hak perempuan memprotes konferensi industri dewasa yang berencana menantang proposal penyensoran pornografi online. Anggota dari jaringan Feminist London dan kelompok OBJECT marah dengan konferensi tersebut. Agenda konferensi tersebut termasuk membahas rencana David Cameron, perdana menteri Inggris yang ingin membatasi sejumlah akses pornografi.

Read More..

Senin, 23 September 2013

Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin (1)

Semalam ada seorang bidan muda menelepon saya. Dia menanyakan kepada saya tentang mengapa saya sangat melarang Imunisasi bagi anak-anak (terutama sekali keponakan-keponakan saya). Apakah alasan saya melarangnya? Berikut tulisan singkat saya (bahannya terlalu banyak jadi saya persingkat).

Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :

The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis. :shock:

Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”


Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.


Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?

Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.

Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.

Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?

DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.

Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.

Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?

Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.

Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin.


Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3

Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :

“Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”

Imamat 11 : 7-8

Read More..

Minggu, 22 September 2013

Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin (2)

Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?

1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.

Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda

Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.

“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan IPB

Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.

Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.

2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :

Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.

Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”

Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.

3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.

Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.

4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi

Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.

5. Sifat aneh babi lainnya.


“Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.

Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.

Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).

Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”

~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.

-Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
-Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
-Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
-Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
-Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
-Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
-Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
-Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
-Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
Dan masih banyak lagi.

Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.

Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.

Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.

Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.

Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.

Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?

Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr

Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.

Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.


Penutup

Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6

Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.

Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua. :)

Penulis : Tio Alexander

Read More..

Kamis, 19 September 2013

Misteri "Pasukan Putih" yang Membantu Perjuangan di Palestina

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.


Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, "Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!"

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya "pasukan lain" yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan."

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?" Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. "Saya tidak tahu," jawaban satu-satunya yang ia miliki.

Cerita tentang "serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

"Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta," kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan "hantu". Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, "Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati."

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

"Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau," kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara "Utsbut, tsabatkallah" yang maknanya kurang lebih, "tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu." Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

"Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya," ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang "ajaib" terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. "Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat," kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

"Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir."

Cerita mengenai "pasukan tidak dikenal" juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. "Kenapa kalian menangis?" tanyanya.

"Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang," jawabnya.

sumber

Read More..

Asal Muasal Emas dari Meteorit Luar Angkasa?

CALIFORNIA - Material emas diduga berasal dari luar angkasa. Penulis sains John Emsley mengungkapkan, emas berasal dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi melalui meteorit.

Dilansir BBC, Kamis (19/9/2013), emas dianggap sebagai logam lembut yang tidak biasa. Penduduk asli Amerika berpikir bahwa elemen berharga ini dipercaya berasal dari dunia lain atau ekstraterestrial.

"Kenapa Anda menemukan nugget emas di permukaan Bumi? Jawaban untuk itu adalah bahwa mereka telah tiba di sini dari luar angkasa dalam bentuk meteorit," tutur John.

Teori ini datang beberapa dekade terakhir yang dipegang oleh mayoritas ilmuwan sebagai cara untuk menjelaskan kelimpahan emas di Bumi. Para ahli menduga bahwa hanya ada 1,3 gram emas per 1.000 ton dari material lain di kerak Bumi. Namun, dugaan 1,3 gram tersebut dianggap lebih banyak bila disesuaikan dengan model mengenai formasi planet.


lmuwan menjelaskan, setelah kelahiran Bumi 4,5 miliar tahun lalu, permukaan planet ini dipenuhi dengan vulkanik serta batuan cair. Kemudian, selama puluhan juta tahun, sebagian besar besi tenggelam ke bawah melalui lapisan luar Bumi, yang dikenal sebagai mantel.

Nah, emas bercampur dengan besi dan tenggelam ke bagian bawah lapisan luar Bumi. Matthias Willbold dari Imperial College London memperlihatkan proses terpendamnya emas melalui simulasi tetesan cuka di bagian bawah hidangan minyak zaitun.

"Teorinya adalah bahwa setelah inti terbentuk, ada hujan meteorit yang menghantam Bum. Meteorit ini berisi sejumlah emas dan mengisi mantel bumi dan kerak benua dengan emas," jelas Willbold.

Lebih lanjut ia mengatakan, peristiwa hujan meteor hebat pernah terjadi lebih dari 3,8 miliar tahun lalu. Meteorit ini memukul permukaan planet dan menciptakan kawah, seperti yang terlihat di permukaan Bulan. (ahl)

Read More..

Rabu, 18 September 2013

Kisah 3 Penghuni Pertama Neraka

Tiga orang menanti sidang dengan kepercayan diri yang sangat. Ketiganya yakin betul akan diputuskan menjadi penghuni surga.

Namun pengadilan Allah jauh berbeda dengan pendadilan manusia. Allah Maha Tahu segala hal meski ukurannya seberat dzarrah. Allah pun memiliki sifat Maha adil yang memutuskan setiap perkara tanpa dzalim.

Tiga orang yang merasa menjadi calon penghuni surga ini pun tergelak. Mereka yang terdiri dari orang-orang shalih itu justru berakhir di neraka. Mereka diseret dengan kasar ke dalam api yang membara. Apa gerangan yang terjadi? Rupanya mereka hanyalah shalih di pandangan manusia, namun tak mentauhidkan Allah dalam niat amal mereka.

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikat yang diberikan Allah padanya. Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?”

Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya.

Allah ta’ala pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian,” firmanNya. Mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahannam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran pada manusia. Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?”

Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari dan mengajarkannya Alquran karena Engkau,” ujarnya.

Namun Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Alquran agar kamu disebut sebagai seorang qari,” Allah, mengadili. Sang alim ulama pun menyusul si mujahid, masuk ke neraka yang apinya menjilat-jilat.

Orang ketiga pun dipanggil. Kali ini ia merupakan seorang yang sangat dermawan. Sang dermawan dianugerahi Allah harta yang melimpah. Allah pun menanyakan tangung jawabnya atas nikmat itu, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmatKu” firmanNya.

Sang dermawan menjawab, “Saya tidak pernah meninggalkan sedeqah dan infaq di jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau,” jawabnya.

Dia pun tak jauh beda dengan dua orang sebelumnya. “Kau berdusta,” firman Allah. “Kau melakukannya karena ingin disebut sebagai seorang dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu,” firmanNya.

Sang dermawan yang riya ini pun diseret dan dilempar ke neraka, bergabung denan dua temannya yang juga menyimpan sifat riya di hati.

Di mata manusia, ketiganya merupakan seorang yang taat beribadah dan diyakini akan menjadi penduduk surga. Namun hanya Allah yang mengetahui segala isi hati hambaNya. Ketiganya tak pernah mengikhlaskan amalan untuk Allah, melainkan agar diakui manusia. Mereka pun berakhir di neraka dan menjadi penghuni pertama neraka.

Kisah pengadilan akhirat tersebut terdapat dalam hadits Rasulullah dari Abu Hurairah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i, Imam Ahmad dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim.

Di akhir hadits, Abu Hurairah bahkan membaca firman Allah yang menjadi hikmah pelajaran atas kisah tersebut. “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan,” (QS Hud: ayat 15-16).
Afriza Hanifa
Redaktur : Heri Ruslan

Read More..

Senin, 16 September 2013

Semakin Terkuak, Ahmad Dhani Agen Syiah Yahudi di Indonesia

Musisi Ahmad Dhani kembali mengeluarkan statemen kontroversial berbau SARA. Pemilik Republik Cinta Management (RCM) itu menyebut Imam Khomeini shohih keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Imam Khomeini jelas shohih keturunan Nabi Muhammad SAW, yang lain gak jelas, dan gak shohih,” tegas Ahmad Dhani melalui akun Twitter Dhani Ahmad Prasetyo ‏@AHMADDHANIPRAST.

Pernyataan Dhani itu menanggapi kicauan akun ‏@yudahafiyansyah: “Dalam Kitab Al-Thaharah karya Khomeini Al-Khabits, juz 3 hal 457. Dia menjudge Aisyah lebih najis dari anjing dan babi.”

Mantan suami penyanyi Maia Estianty itu selama ini dikenal sebagai pendukung Syiah. Bahkan, Ahmad Dhani menggunakan gambar Imam Khomeini sebagai avatar akun Twitter ‏@AHMADDHANIPRAST.



Ahmad Dhani Lecehkan Fatwa Depag Soal Syiah

Friday, 31 May 2013 14:34 F. Hadiatmodjo

itoday - Diskusi terkait film “Sang Kiai”, telah melebar dan mengarah ke pelecehan pada pihak tertentu. Saat membahas film yang mengisahkan perjalanan hidup Hadratus Syekh, KH Hasyim Asy’ari itu, musisi Ahmad Dhani menyatakan bahwa Surat Edaran Departemen Agama tahun 1983 soal Syiah sudah diganti dengan fatwa ala Ahmad Dhani.

“Fatwa Depag 83 sudah saya ganti dengan fatwa saya,” tegas Ahmad Dhani melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST, menjawab kicauan þ@rabkabarista.

Sebelumnya, þ@AHMADDHANIPRAST menulis: “Di film ‘Sang Kiai’ digambarkan bagaimana Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari adalah dianut oleh orang-orang Islam Imamiyah.” @rabkabarista menimpali: “Berarti bertentangan dengan agama Islam dong mas Dhani, Depag juga sudah mengeluarkan surat edaran tanggal 5 Desember 1983. Wah”.

Dhani juga menyatakan, HadratusSyekh KH M. Hasyim Asy’ari adalah mentor semua Kyai di Indonesia. Demikian juga, Nadlatul Ulama (NU) adalah mentor wajib ormas Islam.

Sebagaimana diketahui, salah satu isi Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983, tanggal: 5 Desember 1983 itu menyatakan bahwa: “Adapun Umat Islam Indonesia adalah termasuk golongan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang mempunyai pandangan yang berbeda dengan golongan Syi’ah……”

Itoday.Co.Id
- See more at: http://www.nahimunkar.com/semakin-terkuak-ahmad-dhani-agen-syiah-yahudi-di-indonesia/#sthash.KTXNLODE.dpuf

Read More..

Senin, 09 September 2013

Cara Orang Mesir Kuno Bersatu dengan Dewa Setelah Mati

KOMPAS.com - Kaum elit bangsa Mesir ternyata melakukan penguburan dengan berlapis-lapis peti mati, tepatnya delapan peti mati. Di mana satu peti mati ditempatkan di dalam peti mati yang lain.

Penggambarannya mirip dengan boneka khas Rusia, Matryoshka, di mana terdapat boneka lebih kecil setiap kali Anda membukanya. Hanya saja orang Mesir menerapkan praktik peti mati berlapis dengan tujuan memastikan adanya transformasi dari si jenazah menuju alam dewa.

Demikian disampaikan ahli ilmu mengenai Mesir, Anders Bettum, seperti dilansir Senin (26/8). "Semua orang sudah tahu mengenai praktik mumifikasi orang Mesir pada mereka yang mati. Tapi yang tidak diketahui banyak pihak adalah mereka menempatkan mumi itu dalam lapis demi lapis peti mati," kata Bettum dari Department of Culture Studies and Oriental Languages, University of Oslo, Norwegia.

Anak dari Raja Tutankhamun (1334-24 SM) misalnya, yang dikubur ke dalam delapan peti mati. Sementara bagi pria dan wanita yang masuk ke jajaran elit juga adalah hal biasa mengubur mereka dalam tiga atau empat peti mati.

Peti mati berlapis ini, tambah Bettum, memegang peran penting dalam proses jenazah menuju dewa leluhurnya: pada Osiris (Dewa Kematian) dan Amun-Ra (Dewa Matahari dan pencipta para dewa). Komponen pembentuk tiap peti mati ini, mulai dari pelapis mumi hingga bagian dalam dan luar, mencerminkan cara pandang bangsa Mesir pada dunia.

Dekorasinya, bentuk dan pemilihan bahan, menandakan dua mitos mengenai Osiris dan Amun-Ra. Pada peti bagian luar, jenazah digambarkan sebagai Osiris dengan tubuh yang dimumikan, wig bergaris biru, dan wajah khidmat.

Peti kemudian dicat kuning dan dipernis, musti berkilau layaknya emas. "Bangsa Mesir yang sangat kaya menggunakan daun emas pada peti matinya," kata Bettum.

Ditemukan juga bahwa pada bagian peti terdalam, jenazah dikenakan pakaian terbaik layaknya masih hidup. Tujuannya agar saat jenazah bersatu secara mistik dengan dewa-dewanya, ia juga bisa kembali ke dirinya yang dulu saat masih berjiwa. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Read More..

Minggu, 08 September 2013

Konsep Kurban dalam Islam

"Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Oleh: Henri Shalahuddin, MA

SETIAP tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam memperingati Hari Raya Kurban. Dzulhijjah adalah di antara bulan-bulan yang memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah Shallallahu a’alaihi Wassalam bersabda: "Tidak ada hari-hari, di mana amalan shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada (amalan shaleh) di 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah). Para Sahabat bertanya: Apakah termasuk jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: Ya, termasuk jihad (yang dilakukan di luar 10 hari tsb), kecuali orang yang pergi (berjihad) dengan nyawa dan hartanya, dan dia tidak kembali lagi." [HR. Bukhari]

Di antara amalan shaleh terpenting di bulan Dzulhijjah, selain ibadah haji adalah ibadah kurban. Berkenaan dengan fadilah kurban ini dapat kita simak Hadits berikut ini: Wahai Rasulullah Shallallahu a’alaihi Wassalam, apakah kurban itu?

Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Para Sahabat bertanya: “Apa keutamaan yang akan kami peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Bbn Majah).

Di samping itu, Rasulullah Shallallahu a’alaihi Wassalam juga bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai kelapangan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami." (HR Sunan Ibn Majah, 3123)

Makna Kurban

Kurban dalam bahasa arab berakar kata dari qaruba. Akar kata ini membentuk kata: qurb (dekat), taqarrub (mendekatkan diri) aqriba' (kerabat) dsb.

Menurut para pakar bahasa Arab, kurban bermakna suatu sarana untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah (lihat: Ma'ani l-Qur'an).

Al-Mawardi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kurban adalah amal kebajikan yang ditujukan menggapai Rahmat Allah. Sedangkan dalam Mu'jam Wasith kurban berarti segala bentuk amalan untuk bertaqarrub kepada Allah, baik berupa penyembelihan maupun lainnya.

Fakhruddin al-Razi dalam tafsirnya mengutip Sabda Nabi kepada Ka'b: "Wahai Ka'b! Puasa itu adalah perisai dan shalat itu adalah kurban". Lebih lanjut dalam kitab Hilyatul Auliya' dijelaskan sebagai berikut:

"Shalat adalah kurban dari setiap orang yang bertakwa.”
Haji itu adalah bentuk jihad dari setiap orang yang lemah
Zakat badan adalah puasa
Pendakwah tanpa amalan bagai pemanah tanpa busur.
Pancinglah turunnya rizki dengan bersedekah
Bentengilah hartamu dengan zakat".
Qurb (dekat) yang menjadi derivasi kata Qurban mempunyai arti sebagai kondisi istiqamah yang sejalan dengan perintah Allah, ketaatan dan memaksimalkan waktu untuk beribadah kepada-Nya (Lathaif al-I'lam).

Dalam hal ini, Abul Qasim al-Junaid (w.297H) memberi contoh makna qurb sebagai berikut: Ketahuilah! Sesungguhnya Allah mendekati hati hamba-hambaNya sesuai apa yang Dia ketahuhi dari kedekatan hati hamba-hambaNya kepadaNya. Maka perhatikanlah, perihal apakah yang mendekati pada hatimu?

Takwa dan Kurban

Allah berfirman:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِي

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa." (QS: al-Maidah: 27)

Al-Mawardi dalam tafsirnya menukil pendapat Abdullah bin 'Umar tentang sebab diterimanya kurban Habil, dikarenakan beliau mempersembahkan harta terbaiknya yang berupa tanaman sebagai kurbannya. Sedangkan ditolaknya kurban Qabil ditolak karena dia bersifat minimalis dalam mempersembahkan hartanya.

Maka keikhlasan sebagai ruh takwa adalah kualifikasi diterimanya sebuah kurban. Sebab takwa memiliki makna lahir dan batin. Makna lahiriyah takwa diukur dari sejauhmana seorang hamba memperhatikan batasan-batasan (hudud) yang telah ditetapkan Allah. Sedangkan makna batinnya ditentukan oleh keikhlasan dalam setiap amalannya. (lihat: al-Risalah al-Qusyairiyyah, I/308)

Allah berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِي

"Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS: al-Hajj: 37)

Al-Zamakhsyari dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa Ridha Allah tidak akan sampai pada pemilik daging-daging yang disedekahkan dan darah-darah yang mengalir dari hewan yang dikurbankan kecuali jika dia melandasi amalannya dengan niat ikhlas dan memperhatikan syarat-syarat taqwa saat berkurban.

Secara kebahasaan, takwa berarti menjaga jiwa dari sesuatu yang ditakuti (ja'lun nafs fi wiqayatin mimma yakhaf). Makna takwa ini dapat kita ketahui dari penjelasan hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam; "Hindarilah (ittaqu, dari kata taqwa) api neraka walau dengan sebutir kurma, jika tidak punya sebutir kurma, maka gunakan kata yang baik." (HR. Bukhari)

Sedangkan secara syar'i, takwa berarti menjaga jiwa dari segala yang mengotorinya, yaitu dengan meninggalkan semua yang dilarang. Orang yang bertaqwa adalah yang menjadikan ketaatannya hanya untuk Allah dan mematuhi perintah-Nya sebagai pelindung dari azab-Nya. Kesemuanya ini berjalan sempurna dengan meninggalkan hal-hal dibolehkan (mubah) tapi mengandung syubhat, sehingga dia tidak terperosok kedalam hal yang diharamkan.

Oleh karena itu, Ibn ‘Umar berkata: "Seorang hamba tidak akan mencapai takwa yang hakiki sehingga dia meninggalkan gejolak (niatan buruk) dalam dadanya." (HR Shahih Bukhari, kitabul iman)

Dalam pandangan Sufi yang lurus, takwa menempati maqam tertinggi, karena takwa menghindari hal-hal yang tidak disukai (makruh). Taqwa mendindingi seseorang dari segala yang dicintai dan dicarinya; seperti menjauhi kekufuran dengan keimanan, kesyirikan dengan tauhid, riya’ dengan ikhlas, dusta dengan jujur, curang dengan nasehat, maksiat dengan taat, bid’ah dengan ittiba’, syubhat dengan wara’, dunia dengan zuhud, lalai dengan zikir, setan dengan ta’awudz, neraka dengan menjauhi amalan buruk, dan menghindari semua kejahatan dengan kebaikan yang menjadi penyelamatnya.

Maka menurut kaum sufi, takwa itu mencakup empat hal:

Pertama, sangat takut dari dosa-dosa di masa silam, di mana kenikmatannya telah sirna tetapi balasan dosanya masih menghantuinya.
Kedua, sangat khawatir terperosok kedalam dosa-dosa di masa mendatang
Ketiga, sangat takut bila mendapatkan su’ul khatimah.
Keempat, sering bermuhasabah (introspeksi diri)

Mengenai penyebutan daging dan darah dalam QS. Al-Hajj 37, Ibnu Katsir menjelaskan hal ini karena kebiasaan masyarakat jahiliyah ketika berkurban mereka menggantungkan daging kurban pada patung tuhan-tuhannya dan melumuri “tuhan”nya dengan darah kurban. Lalu para Sahabat berkata: "Kami lebih berhak melakukan hal itu dari mereka". Maka turunlah ayat: "Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya".

Lalu beliau menyitir Hadits Nabi: "Sesungguhnya amalan sedekah itu telah sampai kepada Allah sebelum sampai ke tangan penerimanya, dan sungguh (pahala) dari darah (kurban) itu telah sampai kepada Allah sebelum membasahi bumi." (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dengan demikian hal terpenting dari ibadah kurban adalah sarana sebagai penggemblengan jiwa untuk lebih bertaqarrub kepada Allah dan memperbaiki kualitas takwa kita. Wallahu a'lam bissawab.*

Penulis adalah peneliti INSISTS

Read More..

Minggu, 01 September 2013

Lenyapnya Keberkahan Ilmu

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

Seorang penuntut ilmu, tentu tidak menginginkan ilmunya hilang begitu saja tanpa bekas. Terlebih lagi, jika yang hilang itu adalah keberkahan ilmunya. Alias ilmu yang dipelajarinya tidak menambah dekat dengan Allah ta’ala, namun justru sebaliknya, wal ‘iyadzu billah…

Tidak sedikit, kita jumpai para penuntut ilmu syar’i yang berusaha untuk mengkaji kitab para ulama, bahkan bermajelis dengan para ulama dalam rangka menyerap ilmu dan arahan mereka. Tentu saja, perkara ini adalah sesuatu yang sangat-sangat harus kita syukuri. Karena dengan kokohnya ilmu dalam diri setiap pribadi muslim, niscaya agamanya akan tertopang landasan yang kuat. Sering kita dengar, ucapan yang sangat populer dari seorang Imam, Amirul Mukminin dalam bidang hadits, Muhammad bin Isma’il al-Bukhari rahimahullah di dalam Kitab Shahihnya yang menegaskan, “Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan.”

Begitu pula, perkataan Imam Ahlus Sunnah di masanya Ahmad bin Hanbal rahimahullahyang sangat terkenal, “Umat manusia sangat membutuhkan ilmu jauh lebih banyak daripada kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman dibutuhkan dalam sehari cukup sekali atau dua kali. Adapun ilmu, maka ia dibutuhkan sebanyak hembusan nafas.” (lihat al-’Ilmu, fadhluhu wa syarafuhu, tahqiq Syaikh Ali al-Halabi hafizhahullah).

Akan tetapi, tatkala ilmu yang dikaji, dihafalkan, dan didalami itu tidak sampai meresap serta tertancap kuat ke dalam lubuk hati, maka justru musibah dan bencana yang ditemui. Tidakkah kita ingat ungkapan emas para ulama salaf yang menyatakan, “Orang-orang yang rusak di antara ahli ilmu kita, maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan Yahudi. Dan orang-orang yang rusak di antara ahli ibadah kita, maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan Nasrani.” (lihat Syarh Ba’dhu Fawa’id min Surah al-Fatihaholeh Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah). Apa yang mereka katakan adalah kenyataan yang amat sering kita jumpai. Itu bukanlah dongeng atau cerita fiksi.

Saudaraku, semoga Allah menjaga diriku dan dirimu… Masih tersimpan dalam ingatan kita, doa yang sepanjang hari kita panjatkan kepada Allah, “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka, dan bukan jalannya orang-orang yang dimurkai (Yahudi) dan bukan pula orang-orang yang sesat (Nasrani).” Inilah doa yang sangat ringkas namun penuh dengan arti. Bahkan, Syaikhul Islam Abul Abbas al-Harrani rahimahullah pun menyebutnya sebagai doa yang paling bermanfaat, mengingat kandungannya yang sangat dalam dan berguna bagi setiap pribadi. Kaum Yahudi dimurkai karena mereka berilmu namun tidak beramal. Adapun kaum Nasrani tersesat karena mereka beramal tanpa landasan ilmu. Maka, orang yang berada di atas jalan yang lurus adalah yang memadukan antara ilmu dan amalan.

Dari sinilah, kita mengetahui, bahwa hakekat keilmuan seseorang tidak diukur dengan banyaknya hafalan yang dia miliki, banyaknya buku yang telah dia beli, banyaknya kaset ceramah yang telah dia koleksi, banyaknya ustadz atau bahkan ulama yang telah dia kenali, tidak juga deretan titel akademis yang dibanggakan kesana-kemari. Kita masih ingat, ucapan sahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu, “Bukanlah ilmu itu diukur dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi pokok dari ilmu adalah khas-yah/rasa takut -kepada Allah-.” (lihat al-Fawa’id karya Ibnul Qayyimrahimahullah).

Oleh sebab itulah, kita dapati para ulama salaf sangat keras dalam berjuang menggapai keikhlasan dan menaklukkan hawa nafsu serta ambisi-ambisi duniawi. Diriwayatkan dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullah, beliau berkata, “Tidaklah aku menyembuhkan sesuatu yang lebih berat daripada niatku.” (lihat Hilyah Thalib al-’Ilm oleh Syaikh Bakr Abu Zaidrahimahullahu rahmatan wasi’ah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu dinilai berdasarkan niatnya. Dan setiap orang hanya akan meraih balasan sebatas apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya [tulus] karena Allah dan Rasul-Nya niscaya hijrahnya itu akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena [perkara] dunia yang ingin dia gapai atau perempuan yang ingin dia nikahi, itu artinya hijrahnya akan dibalas sebatas apa yang dia inginkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ikhlas, bukanlah ucapan yang terlontar di lidah, huruf yang tertulis dalam catatan, banyaknya harta yang telah kita sumbangkan untuk kebaikan, lamanya waktu kita berdakwah, atau penampilan fisik yang tampak oleh mata. Ikhlas adalah ‘permata’ yang tersimpan di dalam hati seorang mukmin yang merendahkan hati dan jiwa-raganya kepada Rabb penguasa alam semesta. Inilah kunci keselamatan dan keberhasilan yang akan menjadi sebab terbukanya gerbang ketentraman dan hidayah dari Allah ta’ala. Allahta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik), maka mereka itulah orang-orang yang akan memperoleh keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan hidayah.” (QS. al-An’am: 82). Allah berfirman (yang artinya), “Pada hari [kiamat] tidak lagi berguna harta dan keturunan, kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’ara’: 88-89). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, tidak juga harta kalian. Akan tetapi yang dipandang adalah hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Sementara kita semua mengetahui, bahwa tanpa keikhlasan tak ada amal yang akan diterima, Allahul musta’an.

Kita juga masih ingat, nasehat emas Ahli Hadits kontemporer yang sangat terkenal Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam kitab-kitabnya supaya kita tidak menjadi orang yang memburu popularitas. Beliau mengutip ungkapan para ulama kita terdahulu, Hubbuzh zhuhur yaqtha’uzh zhuhur, “Menyukai ‘ketinggian’ akan mematahkan punggung.”Maknanya, gila popularitas akan menyebabkan kebinasaan, kurang lebih demikian… Allah berfirman (yang artinya), “Berikanlah peringatan, sesungguhnya peringatan itu akan berguna bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55).

Ikhlas -wahai saudaraku- … adalah rahasia kesuksesan dakwah nabi dan rasul serta para pendahulu kita yang salih. Berapapun jumlah orang yang tunduk mengikuti seruan mereka, mereka tetap dinilai berhasil dan telah menunaikan tugasnya dengan baik. Mereka tidak dikatakan gagal, meskipun ayahnya sendiri produsen berhala, meskipun anaknya sendiri menolak perintah Rabbnya, meskipun pamannya sendiri tidak mau masuk Islam yang diserukannya, meskipun tidak ada pengikutnya kecuali satu atau dua saja, bahkan ada nabi yang tidak punya pengikut sama sekali…! Mereka, adalah suatu kaum yang mendapatkan pujian dan keutamaan dari Allah karena keikhlasan dan ketaatan mereka kepada Rabbnya, karena ilmu dan amalan yang mereka miliki. Allah ta’alaberfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul, maka mereka itulah yang akan bersama dengan kaum yang mendapatkan kenikmatan dari Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan orang-orang salih. Mereka itulah sebaik-baik teman.” (QS. an-Nisaa’: 69)

Kalau kita memang ikhlas -wahai saudaraku- niscaya kita akan merasa senang apabila saudara kita mendapatkan hidayah, entah itu melalui tangan kita atau tangan orang lain… Kalau kita memang ikhlas -wahai saudaraku- maka amalan sekecil apapun tidak akan pernah kita sepelekan! Ibnu Mubarak rahimahullah mengingatkan, “Betapa banyak amalan kecil yang menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil gara-gara niat.” (Jami’ al-’Ulum wal Hikam oleh Ibnu Rajab). Semoga Allah memberikan karunia keikhlasan kepada kita...



Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel Muslim.Or.Id

Read More..