Minggu, 27 November 2016

#ISRAELBURNING# JADI TRENDING TOPIC DI ARAB SAUDI


Sebuah video menggambarkan bagaimana dahsyatnya terjangan kobaran api menghantam kota Haifa israel, dalam sekejap seluruh wajah kota berubah menjadi merah menyala. Empat hari ISrael kewalahan mengatasi kebakaran masif yang terjadi di wilayahnya dengan berbagai cara. Bahkan negara yang selama ini selalu pongah dan merasa paling super di dunia ini terpaksa harus meminta bantuan pada wilayah tetangganya seperti turki, siprus, rusia dan sebagainya. Setelah sebuah pertanda teguran datang langsung, segerombol api menyala menghanguskan banyak wilayah kota, lalu menyambar dan membakar apa saja yang ada di hadapannya, hutan, perumahan, berbagai fasilitas perkantoran dan sebagainya.

Kebakaran besar yang melanda Israel turut memanaskan jagat dunia maya. Tanda pagar (tagar) #Israelisburning menjadi trending topic di kawasan Arab, Kamis pagi, 24 November 2016. Umumnya, pengguna hashtag ini merayakan bencana yang menimpa Israel. "Sangat bahagia melihat negara teroris Israel terbakar," cuit @feras_shaat.

"Lihatlah murka Tuhan. Berharap melihat api menyebar ke Tel Aviv. Senang melihat Israel terbakar," tulis @maurish24. Umumnya, pengguna hashtag ini merayakan bencana yang menimpa Israel. "Sangat bahagia melihat negara teroris Israel terbakar," cuit @feras_shaat.

Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk media-media Arab sampai menyebut orang-orang yang senang melihat Israel terbakar sebagai kebencian fanatik yang hina. "Arab & Palestina di media sosial bersukacita atas kebakaran hutan yang telah meletus di seluruh Israel. kebencian fanatik tercela. #Israelisburning," katanya.

Dalam sekejap Israel lumpuh dan hangus oleh api kebencian yang selalu mereka tebarkan selama ini. Darimana asal datangnya api ini? dan benarkah api ini dikirim memang untuk menghukum israel yang selama ini sudah sedemikian serakah dan sombong pada negara disekitarnya, serta sudah bertindak semena-mena pada penduduk palestina karena daerah yang luluh lantak termakan si jago merah adalah daerah yang selama ini mereka rebut dari warga palestina? apa reaksi warga palestina dan muslim dunia dengan peristiwa mengerikan ini? Apa hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian ini?

Sejarah sudah mencatat, siapa yang tidak tahu bahwa tentara israel kerap membakar hidup-hidup anak kecil di palestina, siapa yang tidak tahu mereka juga tidak segan-segan membakar rumah penduduk palestina dengan sekali jentik jari. Kekejaman orang israel tidak ada yang menampik dan menyangsikan, dan kita semua sadar betul tidak ada pihak manapun yang mampu mencegah dan melarang tindakan kejam israel tersebut. Tidak ada satupun bangsa merdeka di dunia ini yang mampu melawan arogansi israel, karena tahu betul seperti apa perilaku dan sikap mereka yanng akan memberikan sanksi keras bagi siapa saja yang ikut campur urusan dalam negerinya.

Tapi, Empat hari setelah pengumuman pelarangan suara Adzan dikeluarkan pemerintahan israel terhadap warga muslim di sekitaran masjid Al Aqsa. Ketika hak Allah pun merela langgar, mereka larang bergemanya suara Adzan dan panggilan shalat bagi umat muslim di wilayahnya, maka Allah pun marah dan tidak terima, Israel berusaha ingin membungkam suara Allah juga, yang kita semua tahu bahwa suara Adzan adalah satu kesatuan suara dan gema alam semesta (sound of universe), suara dan energi orang mendirikan shalat ini yang menghasilkan energi yang mampu membuat bumi ini berputar pada rotasinya.

Jika ada satu wilayah hilang dari radar gema adzan, maka bisa dipastikan perputaran bumi ini akan terganggu, lalu terjadilah apa yang menimpa Israel saat ini, energi itu berhenti di di wilayah yang hampa energi dan terbentuklah percikan-percikan api yang menyasar wilayah tersebut, sehingga dengan terbentuknya energi baru di wilayah tersebut dalam bentuk panas bumi dari kobaran api yang menyala-nyala, maka rotasi bumi bisa kembali terbentuk sebagaimana mestinya.

Jika pihak Israel menuding bahwa ini adalah akibat kesengajaan tangan manusia, maka itu sama sekali tidak bisa dibuktikan, jika kita melihat pada kondisi kebakaran yang intensitas apinya sangat besar dan merata, Api datang dari berbagai arah, angin kencang pun berhembus kencang seakan-akan mengipasi kobaran api agar semakin membesar dan membara. Api merambat dalam waktu singkat dan menghantam apa saja yang ada dihadapannya, titik-titik api baru bertebaran dimana-mana. Bagaimanapun usaha manusia memadamkannya (bantuan dari berbagai negara datang), kobaran api itu tidak bisa dipadamkan. Maka ini bukan jenis kebakaran biasa yang disebabkan kejahilan tangan manusia, dalam kebakaran ini ada campur tangan Allah didalamnya. Angin adalah faktor utama yang membuat percikan api semakin membesar dan cakupannya makin luas. Allah mendatangkan angin yang kuat sehingga api makin membesar dan merata, sebagaimana datangnya bencana angin topan dan tornado yang kerap menghantam Amerika Serikat.

“Dan Allah, Dialah yang mengirim angin; lalu dengan angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati..."(QS. Fatir:9)


BOLA API DARI NERAKA


Diberbagai media menyebutkan bahwa ini karena Allah telah melemparkan bola api yang berasal dari neraka sebagaimana yang pernah terjadi di jaman Nabi Luth yang telah melakukan dosa besar. Sesungguhnya tidak, bukan karena bola api, tetapi karena faktor kuasa Allah atas apa yang ada di langit dan di bumi. Jika bangsa israel ditimpakan bola api sebagaimana pengikut nabi Luth, maka bisa dipastikan semua warganya akan binasa, tidak bersisa. Karena malaikat akan membalikkan seluruh wilayah dan membenamkan mereka ke dasar bumi. Tidak ada satu manusia pun yang akan sanggup menanggung azab yang didatangkan dari alam akhirat, termasuk segumpal batu bara api dari neraka. Sebagaimana yang sudah terjadi dengan bangsanya nabi Luth, kisah mereka pun hanya dapat kita temui dalam Al Quran nul Karim, belum ada yang menemukan posisi persis keberadaan bangsa luth di muka bumi hingga saat ini.

TEGURAN DAN PERINGATAN

Apa yang diterima bangsa Israel ini adalah sebuah teguran dan peringatan untuk kita semua bahwa siapapun dilarang bersikap sombong dan tamak, apalagi sesuatu yang berkaitan dengan hak Allah swt. Tidak akan ada yang sanggup menanggung akibatnya jika orang ingin berbuat aniaya terhadap hukum Allah swt.

"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya."
Ar-Ra'd:41)

Mungkin saja semua ini berkaitan dengan apa yang sedang dialami kebanyakan umat muslim di dunia saat ini, banyak umat muslim yang ditindas dan dianiaya oleh bangsa zalim; mulai dari muslim Rohingya yang kembali dibantai oleh rezim berkuasa Myanmar, kembali bangkitnya Firaun Modern di Amerika Serikat alias DOnald Trump yang sangat membenci umat muslim dan berencana akan mengusir mereka dalam waktu dekat, atau meluapnya kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok terhadap umat muslim indonesia sehingga membuat banyak umat muslim memilih bersabar dan tawakal dengan tidak kembali turun ke jalan di tanggal 25 November, hanya karena takut dengan turunnya hukum Allah yang lebih dahsyat. Di eropa pun warga muslim sedang mengalami diskriminasi sosial. Ditambah lagi sikap arogan pemerintah Israel yang melarang digemakannya Adzan dimasjid-masjid, mungkin semua peristiwa besar yang terjadi belakangan ini membuat Allah swt pun berkehendak. Umat islam tidak ada satupun yang membuat kerusakan di muka bumi karena takut kepada Allah, tetapi apa yang dilakukan bangsa kafir dan Israel ini sudah melampaui batas, maka tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk menolak menerima azab ini. Inilah bentuk kekuasaan Allah atas seluruh yang terjadi saat ini. Maka atas semua hal yang sedang terjadi disekeliling kita, marilah kita merapatkan barisan dan terus menggemakan Asma Allah dalam berbagai bidang kehidupan. Jaga terus Ukhuah dan jalinan keimanan dengan terus saling menasehati dan mengingatkan, Jaga terus Ukhuah dan jalinan keimanan dengan terus saling menasehati dan mengingatkan, Karena setelah kejadian ini, Israel tidak akan pernah mau mengambil pelajaran sebaliknya tindakan mereka akan semakin menjadi-jadi dan semakin brutal membabi buta menghancurkan umat muslim. salam












Read More..

Jumat, 25 November 2016

DENGAN IJIN ALLAH SWT, ATLANTIS AKAN KEMBALI MUNCUL KE PERMUKAAN

Kita semua pasti pernah mendengar kisah dongeng negeri Atlantis, ada sebagian yang menganggap itu hanya khayalan namun ada juga yang meyakini bahwa negeri itu memang pernah ada. Sebagian orang tidak meyakini adanya negeri Atlantis karena kurangnya bukti yang kuat dan memadai untuk mendukung kebenaran keberadaannya. Lalu apa kata Al Quran mengenai hal ini? Sebuah ramalan menyebutkan bahwa negeri Atlantis akan kembali muncul ke permukaan di akhir jaman kelak, di dalamnya terdapat manusia-manusia cerdas dengan kemampuan iptek mumpuni dan kadar iman islam yang tinggi. Manusia ini akan berjuang di jalan Allah swt dan sebagaimana ramalan banyak ahli bahwa akan datang pasukan panji hitam dari arah timur, yang disinyalir itu berasal dari semenanjung Asia. Dengan ijin-Nya, sekali lagi Allah swt akan mengijinkan bangsa ini Berjaya untuk menutup akhir jaman.


Ada sebagian berpendapat bahwa orang-orang (kaum kafir) telah mengetahui kebenaran fakta ini bahwa Asia adalah negeri Atlantis yang hilang, namun mereka dengan sengaja menutup kebenaran tersebut, dengan tujuan agar orang Asia tidak berbalik arah menentang kepentingan mereka. Karena bagi mereka (kaum kafir) orang-orang Asia adalah salah satu penghalang terbesar bagi misi-misi besar mereka kelak di akhir jaman. Mereka dengan sengaja menutupi fakta tersebut, agar orang Asia masih tetap setia menjadi tanah jajahan mereka, dan tidak ada satupun yang menjadi pemberontak atas segala asset berharga yang mereka tanam. Sebuah fakta terbesar yang sudah banyak di tutup-tutupi oleh mereka adalah, bahwa bangsa pembukan awal peradaban adalah para pendiri negeri Atlantis yang gagah perkasa dan di penghujung jaman kelak juga akan diakhiri dengan kejayaan keturunan bangsa Atlantis sekali lagi dengan ijin Allah swt.


1001 KISAH KEJAYAAN NEGERI ATLANTIS

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), seorang filsuf Yunani, yang mencatat cerita soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM. Dikisahkan di kedua karya itu, Atlantis adalah kota dengan peradaban tinggi dan teknologi sangat maju.

Atlantis, kata Plato, punya kekuatan maritim dahsyat, dan berada di depan “Pilar-pilar Hercules.” Tanahnya subur, rakyatnya makmur. Dia semacam surga di bumi, yang wilayahnya meliputi barat Eropa hingga Afrika. Plato mengatakan, Atlantis hadir sekitar 9.000 tahun sebelum mazhab Solon, atau 9.600 tahun sebelum zaman Plato hidup.

KLAIM BERBAGAI AHLI GEOLOGI; MENUNJUK INDONESIA TEPATNYA

Meski sudah menjadi bahan kontroversi diberbagai media, topic kebenaran negeri Atlantis ini selalu saja menarik untuk diselidiki. Sejumlah karya lahir, dan menunjukkan daerah tertentu diduga bagian dari ‘Kejayaan yang Tenggelam’ itu ada di Indonesia, yang juga masuk dalam daftar spekulasi para peneliti dan peminat mitologi Atlantis. Misalnya, Profesor Arysio Santos dari Brazil. Dia geolog dan fisikawan nuklir. Lalu, ada ahli genetika dari Oxford, Inggris, Profesor Stephen Oppenheimer. Keduanya menduga wilayah Indonesia memendam sisa-sisa ‘Surga Yang Hilang’ itu. Santos menampilkan peta wilayah Indonesia dalam bukunya yang terbit pada 2005, “Atlantis: The Lost Continent Finally Found.” Benua hilang itu kemungkinan berada di sebagian Indonesia dan Laut China Selatan, demikian keyakinan Santos. Dalam karya itu, dia mengklaim telah melakukan riset perbandingan, seperti kondisi wilayah, cuaca, potensi sumber daya alam, gunung berapi, dan pola hidup masyarakat setempat.

Dalam buku itu, dia berhipotesis, wilayah Nusantara dulunya adalah Atlantis. Bagi Santos, indikasi itu antara lain soal luas wilayah. Seperti dikatakan Plato, Atlantis “lebih besar dari gabungan Libya (Afrika Utara) dan Asia (Minor)”. Indonesia, oleh Santos, dianggap cocok dengan karakter geografi itu. Video wawancara Santos di laman YouTube, menampilkan dia tak ragu bahwa Atlantis benar-benar ada, dan bukan sekedar mitos. Santos menjelaskan mengapa selama ini para ilmuwan gagal menemukan Atlantis, dan ragu akan keberadaan kota yang hilang itu. “Karena mereka mencarinya di tempat yang salah. Mereka mencarinya di Laut Atlantis,” kata dia dalam wawancara di YouTube, seperti dimuat laman Hubpages.

Adanya anggapan Atlantis berada di Samudera Atlantis, memang logis. Namun, itu bukan lokasi yang tepat. “Atlantis berada di Lautan Hindia [Indonesia], di belahan lain bumi,” kata dia. Di belahan bumi timur itulah, peradaban bermula. Namun, kata dia, Samudera Hindia atau Laut China Selatan sebagai lokasi Atlantis hanya batasan. “Lebih pastinya di Indonesia,” lanjut Santos. Sebelum zaman es berakhir 30.000 sampai 11.000 tahun lalu, di Indonesia terdapat daratan besar. Saat itu permukaan laut 150 meter lebih rendah dari yang ada saat ini. Di lokasi itulah tempat bermulanya peradaban manusia. Sementara, sisa bumi dari Asia Utara, Eropa, dan Amerika Utara masih diselimuti es.

Pulau-pulau yang tersebar di Indonesia dianggap sebagai puncak gunung, dan dataran tinggi dari suatu benua yang tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, dan amblesnya dataran rendah di akhir Masa Es Pleistocene. Itu terjadi sekitar 11.600 tahun lampau. “Itu adalah rentang waktu sama dengan dipaparkan Plato dalam dialog ciptaannya saat menyinggung Atlantis,” tulis Santos pada bagian pendahuluan di bukunya. Berbeda dengan keyakinan para peneliti sebelum atau pada generasi Santos, dia pun optimistis bahwa Indonesia, yang disebut sebagai bekas peninggalan Atlantis, menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah peradaban kuno. Para penghuni wilayah yang selamat dari naiknya permukaan air laut dan letusan gunung berapi akhirnya berpencar mencari tempat-tempat baru. Mereka “pindah ke wilayah-wilayah yang kini disebut India, Asia Tenggara, China, Polynesia, Amerika, dan Timur Dekat,” tulis Santos.

Penjelasan serupa juga dikemukakan penulis asal Inggris, Stephen Oppenheimer, dalam buku “Eden in The East: The Drowned Continent of Southeast Asia” (1998). Dia menulis suatu benua yang tenggelam akibat banjir bandang, dan naiknya permukaan air laut sekitar 7.000 hingga 14.000 tahun yang lampau. Wilayah yang tenggelam itu berada di wilayah yang kini disebut sebagai Asia Tenggara. Oppenheimer menyebut benua tenggelam itu sebagai Sundaland. Para penghuni yang selamat saat itu lalu menyebar ke berbagai tempat hingga ke Eropa, membawa budaya dan pola hidup mereka. Itu sebabnya Oppenheimer berasumsi asal-usul ras Euroasia di Eropa bisa ditelusuri di Asia. Oppenheimer pun yakin bahwa para penghuni Sundaland saat itu punya peradaban maju dari wilayah-wilayah lain. “Mereka sudah mengembangkan pola menyambung hidup, dari sekadar berburu binatang menjadi bertani, berkebun, mencari ikan, bahkan perdagangan melintas laut. Semua itu sudah dilakukan sebelum 5.000 tahun yang lampau,” demikian penggalan asumsi dari Oppenheimer. Sejarah selama ini mencatat induk peradaban manusia modern berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia. Tetapi, menurut dia, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern berasal dari tanah Melayu yang sering disebut Sundaland, atau Indonesia. Apa buktinya?

“Peradaban agrikultur Indonesia lebih dulu ada dari peradaban agrikultur lain di dunia,” kata Oppenheimer dalam diskusi bedah bukunya di Jakarta, Oktober 2010. Tentu, pendapat ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford itu, memberi paradigma berbeda dari yang ada selama ini bahwa peradaban paling awal berasal dari Barat. Berbeda dengan Santos, Oppenheimer tak langsung menyimpulkan Sundaland adalah Atlantis. Dia sendiri mengakui butuh penelitian lebih lanjut, dan berharap ada kerjasama dengan peneliti di Indonesia, untuk menjelaskan Sundaland adalah Surga yang Tenggelam itu. Tapi, Oppenheimer meyakini Sundaland di wilayah Nusantara itu punya peradaban sangat maju di masanya. Ilmu semu? Pendapat Santos dan Oppenheimer mengenai jejak Atlantis dan Indonesia sebagai bekas pusat peradaban itu di satu sisi mengundang pesona.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Langka, dan Indonesia bagian Barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa dan terus ke arah timur. Wilayah Indonesia bagian barat sekarang sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan samudera Pasifik. Argumen Santos tersebut didukung banyak arkeolog Amerika Serikat bahkan mereka meyakini bahwa benua Atlantis adalah sebuah pulau besar bernama Sundaland, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es. Wilayah Sundaland (Indonesia bagian Barat dalam buku Santos (2005) Menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus dan mencairnya Lapisan Es yang pada masa itu sebagian besar benua masih diliputi oleh Lapisan-lapisan Es. Maka sebagian benua tersebut tenggelam. Santos berpendapat bahwa meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan tergambarkan pada wilayah Indonesia (dulu).


ATLANTIS DALAM PERDEBATAN PANJANG

Namun disisi lain, ada banyak ahli yang meragukan kebenaran lokasi Atlantis ada di Indonesia, mereka meyakini lokasi tepatnya adalah di samudera Atlantis dan beberapa lokasi lain yang dianggap sesuai, Pakar geologi dari Universitas Padjajaran, Oki Oktariadi, mengingatkan dugaan lokasi Atlantis bukan hanya ada di Indonesia. Ada banyak wilayah seperti Andalusia, Pulau Kreta, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, dan lain-lain. “ Bahkan hasil penelitian terbaru oleh Kimura’s (2007) menemukan beberapa monumen batu di bawah perairan Yonaguni, Jepang yang diduga sisa-sisa dari peradaban Atlantis atau Lemuria,” demikian paparan Oktariadi dalam makalahnya yang berjudul “Benarkah Sundaland itu Atlantis yang Hilang?”

KISAH DAN FAKTA DALAM AL QURAN

Membaca penjabaran di atas memang tidak sepenuhnya salah, karena apa yang di sebutkan dalam Al Quran adalah benar adanya, bahwa di jaman dahulu ada beberapa wilayah dengan karakteristik serupa memiliki kemajuan dan peradaban yang tinggi tersebar di beberapa tempat, diantaranya adalah kaum Aad yang ada di di sebelah utara Hadramaut, antara Yaman dan Oman, kaum Tsamud di sebelah selatan Arabia yaitu Gunung Athlab, Madain Shaleh., Kaumnya Nabi Ibrahim, Kaum Nabi Nuh, Penduduk Madyan, dan Kaum Ras-ras adalah negeri-negeri indah yang pernah Berjaya di muka bumi yang lokasi tersebar dibeberapa lokasi berbeda. dan memang benar mereka pernah membangun peradaban yang tinggi, namun semua telah dimusnahkan dengan bencana yang dahsyat mulai dari datangnya jaman es, air bah, gunung meletus dan angin panas sebagaimana firman-Nya berkata:

“Dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Aad yang pertama.” (QS. An Najm:50

Kaum Aad pertama yang pernah hidup dimuka bumi adalah kaumnya para dewa (Hercules), mereka mendirikan bangun-bangunan tinggi dan megah, diantara mereka memiliki kekuatan dan mampu mencapai langit. Ini adalah kaum pertama yang mampu mencapai peradaban tertinggi di masanya namun disamping itu juga mereka menyebah matahari dan berbuat dosa. Ketamakan dan keserakahan menguasai hati mereka sehingga mereka bersekutu dengan syaitan untuk melakukan makar dan memurtadan massal, meski pada mereka juga Allah sudah menganugerahi kemampuan penglihatan yang tajam (untuk menerima petunjuk dan hidayah) namun mereka tetap berjalan di sisi yang buruk, maka sebelum sampai ke sana Allah sudah terlanjur menimpakan azab-nya kepada mereka. Sebagaimana Al Quran berfirman:

“Dan (juga) kaum Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka, Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.” (QS. Al Ankabut:38)

Ditahun-tahun berikutnya, pada setiap kaum-kaum ini terjadi beberapa kali regenerasi keturunan setelahnya, yang mana Allah swt juga memusnahkan mereka karena mereka masih melakukan pengingkaran terhadap firman-firman Allah swt yang dibawa rasul-rasul yang datang memberitakan kebenaran kepada mereka.

“dan (Kami binasakan) kaum Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi berikutnya diantara kaum-kaum tersebut. (QS. Al Furqan:38)

Seperti yang terjadi pada Nabi Musa dengan kaum firaun, dan nabi Ibrahim dengan kaum Tsamud. Al quran menceritakan bahwa memang ada banyak generasi-generasi ini dikala itu, namun diantara yang paling mencolok adalah kaum-kaum yang membuat kerusakan di muka bumi adalah kaum Aad dan Tsamud, sisanya mungkin tidak terhitung. Lalu Siapa yang dimaksud kaum Aad, Tsamud, dan kaum Firaun dalam al Quran?

Berikut rangkuman cerita para kaum menurut Al quran: (QS. Al Fajr: 7-13)

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Aad?

“(yaitu) penduduk iram yang memiliki bangunan-bangunan yang tinggi.

“yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,”

“dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,”

“dan kaum Firaun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak)

“yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka banyak membuat kerusakan.”

“karen itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab.”

Al quran menceritakan bahwa mereka adalah golongan manusia super yang mampu melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka adalah golongan manusia berkekuatan dahsyat yang pernah menguasai bumi. Namun mereka bersekutu dengan syaitan dan ingin menandingi kekuasaan Allah, maka seketika mereka pun dihancurkan.

Kaum Aad Adalah Leluhur Bangsa Ad-lantis (Atlantis)

Beberapa referensi yang mengungkapkan bahwa kaum Aad ini adalah keturunan pertama yang menempati Nusantara (Indonesia) atau di jaman itu lokasi nusantara di beri nama timur laut, mereka adalah golongan bangsa terkuat dan superior di jamannya. Dahulu kala, hampir seluruh daratan adalah satu kesatuan, pulau sumatera, kalimantan dan Malaysia adalah satu daratan yang sama, lalu ketika datang bencana air bah maka daratan menjadi terpisah-pisah sesuai ketinggian gunung dan lembah membentuk pulau-pulau dan daratan baru.

Pemimpin kaum Aad adalah seorang raja besar yang membawa pengaruh besar terhadap peradaban terdahulu, dia disebut 'Shedd Ad Ben Ad' atau 'Shed Ad bin Ad'. Dia penduduk pertama negara Arab yang dikenal dengan sebutan 'Adites' berasal dari nenek moyang mereka yang disebut kaum Ad, cucu Ham.

Adites diperkirakan adalah manusia Atlantis atau 'Ad-lantis'. Menurut Lenormant dan Chevallier dalam bukunya 'Ancient History of the East' disebutkan bahwa mereka telah dipimpin oleh seorang raja dan mereka menjalani kehidupan selama beberapa abad lamanya. Raja Shedad menikahi seribu wanita, memiliki empat ribu anak dan hidup selama 1200 tahun. Setelah kematiannya, anaknya Shadid dan Shedad memerintah berturut-turut di kerajaan Adites di berbagai wilayah dengan system pemerintahan yang mirip dan sama.

MASA KEEMASAN RAJA SHEDAD

Shedad telah membangun sebuah istana yang dihiasi dengan kolam yang luar biasa dan dikelilingi oleh taman yang megah, sebuah istana yang disebut Irem. Istana itu dibangun Shedad dan disebutkan telah meniru keindahan surga di langit. Dengan kata lain, seorang Raja besar dan kuat di zaman kuno, memuja matahari, menaklukkan ras dan sebagai bangsa yang pertama kali menyerbu Arab. Mereka adalah bangsa Ad-lantis, dimana Raja-nya mencoba untuk membuat sebuah istana dan taman Eden dan menandingin keindahan taman surge-Nya. 

Adites diingat orang Arab sebagai ras besar dan beradab, digambarkan sebagai laki-laki bertubuh raksasa, kekuatan ras-nya mampu memindahkan blok-blok besar batu. Ras mereka merupakan arsitek dan pembangun yang handal, mengangkat monumen kekuasaan, sehingga orang-orang Arab saat ini masih ada yang menyebut sisa reruntuhan situs sebagai 'Bangunan Adites'. 

Besar kekuasaan raja shedad amatlah luas, meliputi hampir seluruh daratan, disamping banyaknya anak keturunannya yang berkuasa di hampir seluruh wilayah, mereka tersebar hampir di seluruh wilayah daratan.

Lalu apa yang menjadi penyebab sehingga mereka dihancurkan oleh Allah sekali pukulan? Ada banyak dosa besar yang mereka lakukan selama pemerintahannya dan itu mengundang amarah Allah atas mereka. Al quran menceritakan bahwa salah satunya adalah karena mereka bersikap sombong dan angkuh dimuka bumi.

“Adapun kaum Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alas an yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami? Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda kekuatan Kami. (QS. Fussilat :15)

“Kaum Tsamud dan Aad telah mendustakan hari kiamat. (QS. Al Haqqah :4)

“Adapun kaum Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan amat kencang.” (QS. Al Haqqah :6)

“Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (QS. Al Haaqqah : 7)

Bangsa Adites pertama akhirnya punah akibat datangnya jaman es dan mereka mati membeku kemudian pemerintahan diteruskan oleh ras Adite kedua. Adites digambarkan pada monumen Mesir sebagai ras merah, kuil besar mereka adalah piramida Mesir. Bangunan mereka memiliki serambi bertiang dengan kolom berselubung berhiaskan emas atau perak. Pada ornamen dan kerangka pintu diletakkan piring emas dengan batu mulia. Generasi kedua inipun punah, karena disaat itu telah datang Nabi Nuh yang menyerukan agar mereka kembali ke jalan Allah swt, namun mereka menolak bertobat dan akhirnya ditenggelamkan oleh Allah swt ke dasar laut. Sebagian mereka ada yang lolos dari banjir besar Nuh, dimana kemudian pusat kekuasaan selanjutnya berada di Sheba dan bertahan selama seribu tahun.

“Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai setinggi gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera. (QS. Al Haqqah:11)

“agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperlihatkan oleh telinga yang mau mendengar.” (QS. Al Haqqah:12)

Setelah air bah mengering dan menyisakan sisa-sisa puing dimasa kejayaan para pendahulunya, dan yang tersisa dari adalah anak-anak keturunan selanjutnya menyebar ke berbagai wilayah. Terjadi migrasi manusia besar-besaran atau riak-riak difusi budaya dari pusat-pusat peradaban lain, baik yang berpusat di Mesir, eropa, Cina, Afrika maupun India. Dalam kurun empat ribu tahun itu, manusia telah bergerak dari kampung halamannya di padang rumput Afrika Timur ke utara, menyusuri padang rumput purba yang kini dikenal sebagai Afrasia. Padang rumput purba ini membentang dari pegunungan Kenya di selatan, menyusuri Arabia, dan berakhir di pegunungan Ural di utara. Jaman Es tidak mempengaruhi mereka karena kebekuan itu hanya terjadi di bagian paling utara bumi sehingga iklim di daerah tropik-subtropik justru menjadi sangat nyaman. Adanya api membuat banyak masyarakat manusia betah berada di padang rumput Afrasia ini.
Di pusat pemerintahan pada masa pemerintahan generasi ketiga ini datanglah nabi Hud yang juga menyerukan kepada kaum Add untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah swt, namun mereka menolak dan tetap pada pendiriannya, maka pada mereka Allah menghukum mereka dengan mendatangkan angin yang didalamnya mengandung api lalu menghembuskan ke pada kaum Aas selama tujuh hari dan tujuh malam, maka akhirnya merekapun mati bergelimpangan bagaikan ulat.

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Aad saudara mereka, Nabi Hud, ia berkata: “Hai Kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS. Al-Araf:65)

“Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang beriman.” (QS. Al Araf:72)

Sampai disini dapatlah kita memahami bahwa sangat panjang proses perkembangan bangsa Atlantis, sangat besarnya pengaruh kerajaan Aad Lantis kala itu membuat datangnya murka Allah kepada keum Aad karena mereka masih terus saja mewariskan kesesatan pada keturunan-keturunan selanjutnya. Dan ini juga yang menjadi penyebab adanya sekian banyak kerajaan di muka bumi pada saat itu yang menyembab berhala dan mendirikan bangunan megah, itu karena mereka memang masih merupakan satu keturunan dengan raja shedad.

Sebuah fakta menyebutkan adalah bahwa lokasi tempat Raja Shedad membangun Taman Surga atau Surga Eden adalah di wilayah timur atau tepatnya Indonesia. Karena Wilayah Asia inilah awal mula kehidupan dimulai, karena hanya Asia adalah wilayah yang ada di garis edar matahari dengan suhu hangat sementara wilayah lainnya kala itu masih berupa es beku yang tidak bisa ditinggali mahluk apapun.

Dan hingga kini hanya wilayah timur ini yang memiliki keindahan alam paling sempurna dengan ribuan vegetasi alam yang sangat kaya. Kandungan tanah yang subur karena dikelilingin barisan gunung berapi, paparan sinar matahari yang panjang dan curah hujan sedang. Di tanah sunda ini terdapat ribuan jenis buah yang beraneka rasa dan warna, ini adalah salah satu factor yang menyebabnya wilayah di jadikan taman surga yang mampu menandingi keindahan surga-Nya. 

Sebagian besar peneliti percaya bahwa Taman surge itu pernah berdiri di atas tanah Sunda dan dilokasi ini memang terdapat banyak tumbuhan dan hewan yang indah, namun lokasi taman surga ini juga ikut luluh lantak berkali-kali oleh berbagai bencana alam diantaranya rangkaian gunung meletus. Meski pada akhirnya taman surga itu ikut hancur dan tenggelam bersama berbagai bangunan megah di atasnya, maka pada sisa daratan yang masih bisa ditinggali manusia Allah masih memberikan kehidupan di atasnye melalui perantara awan dan angin yang menyiramkan air kehidupan diatasnya dengan ijin-Nya sehingga wilayah itu kembali tumbuh dan bisa ditempati oleh manusia.

“Dan Allah, Dialah yang mengirim angin; lalu dengan angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati (altantis yang sudah punah oleh bencana) lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya (diatas tanah yang pernah ditempati bangsa yang punah oleh azab Allah) dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan. (QS. Fatir :9)

Dengan hujan-Nya allah menghidupkan kembali apa saja yang pernah hidup dan tumbuh diatasnya, kepada tanaman, buah-buahan, hewan ternak dan mahluk lainnya. Dengan kekuasaan-Nya maka hal ini tidaklah mustahil karena Allah swt adalah sang pemberi kehidupan, dengan cara demikianlah Allah swt membuat .

Demikianlah sepenggal kisah Negeri Atlantis yang pernah Berjaya dimasanya, mereka memiliki rekam jejak yang amat panjang dan meliputi wilayah yang amat luas sehingga sekian banyak peristiwa itu dituliskan dalam Al quran semata-mata agar manusia berikutnya mau mengambil pelajaran dan hikmah. Agar manusia bisa terhidar dari berbagai bala bencana yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Bahwa tidak ada yang lebih berkuasa atas sekalian mahluk di muka bumi ini selain Allah swt semata. Pada setiap titik kesombongan dalam hati manusia maka akan menimbulkan murka-Nya jika kita tidak segera bertobat dan berserah diri.

Firman Allah lainnya : “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami  hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Al-Isro’ : 16.

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi (kekayaan alam, kecerdasan dan kekuatan berlimpah), yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesuadah mereka generasi yang baru. (QS. Al An-am :6)

PINTU GERBANG SUDAH DIBUKA

Seiring berjalannya waktu kelompok keturunan Aad ini masih terus berupaya terus melanjutkan ritual keagamaan mereka yaitu menyembah matahari secara sembunyi-sembunyi, sebagaimana kepercayaan orang mesir kuno yang menganggap bahwa Tuhan mereka adalah sosok manusia yang bersembunyi dibalik pantulan matahari yang ada di pucuk piramida tidak berpucuk. Atau yang dalam al quran disebut dengan Dajjal. Maka akhir jaman kelak, memang Allah membenarkan akan kedatangan pasukan dajjal dan itu juga diiringi dengan kedatangan pasukan panji hitam yang ditengarai akan berasal dari wilayah timur jauh. Jika hal itu memang benar, maka itu adalah wilayah Asia yang sebagaimana diketahui bahwa Sundaland adalah tempat bersemayamnya para dewa ketika masa keemasan Atlantis. Sundaland adalah taman surga yang pernah ada dimuka bumi, dan disanalah tempat dimulainya peradaban manusia, dan maka di sana pula lah akan di akhirinya peradaban manusia.
Jika Allah mengijinkan, maka ini adalah momentum paling tepat untuk berbenah diri menghadapi suatu masa yang sudah menjadi takdir umat islam di Asia untuk menjadi suatu kaum yang sudah dinanti banyak orang untuk berbuat lebih besar. Menjelang hari akhir kelak, maka allah akan memberikan petunjuk untuk meneguhkan keyakinan iman dan taqwa menghadapi serangan berbagai bentuk fitnah yang akan ditujukan kepada kita karena golongan ini (kaum Add) tidak pernah berhenti menjatuhkan harga diri kita . Mereka ingin memfitnah kita sebagai bangsa teroris yang sangat mengancam ketenangan mereka, tragedy ini adalah konspirasi besar mereka demi menjatuhkan harga diri bangsa di mata dunia. Dan mereka juga ingin menumbuhkan rasa permusuhan diantara umat muslim yang ada di Asia ini.

Lihatlah, sekali lagi kita tidak berdaya melawan tirani di negeri kita sendiri, mengapa bangsa kita saat ini menjadi bangsa yang lemah? Tidak serupa dengan leluhurnya yang memiliki kecerdasan dan kekuatan berlimpah. Mungkin ini adalah akibat dari sekian banyaknya degradasi mental dampak berbagai bencana alam yang melunturkan berbagai sifat terbaik kemanusiaan dari pendahulunya. Itu juga yang menjadi penyebab struktur tubuh manusia di nusantara lebih kecil jika dibanding manusia di benua lainnya, karena manusia di jawa adalah manusia yang pertama kali hidup di muka bumi dan mereka yang paling banyak merasakan bencana alam berkali-kali diatasnya, sehingga postur tubuh mereka mengalami penyusutan beberapa inchi dari ada pada umumnya.

Tapi bagi Allah swt sekali lagi ini bukanlah halangan dan tantangan berarti, jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka apapun penghambat dan halangannya pasti itu tidak akan ada artinya. Bahkan diatas tanah yang sudah berkali-kali mengalami kehancuranpun Allah mampu mendatangkan kehidupan kembali, demikian halnya dengan hasil ciptaannya manusia. Jika Allah menghendaki maka pada hati setiap anak manusia Allah bisa menanamkan iman yang kuat dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan. Kemampuan penglihatan yang tajam sebelumnya pernah diberikan kepada bangsa Atlantis, dimana dengan kemampuannya ini mereka bisa menembus langit. Dan lihatlah pada anak-anak kita, generasi millennium yang lahir di awal tahun 2000, umumnya mereka adalah anak-anak cerdas dengan tingkat IQ diatas rata-rata. 

Mereka adalah generasi-generasi pilihan yang sengaja dihadirkan di akhir jaman untuk menjadi penutup peradaban dunia. Mereka memiliki kemampuan ekstra yang tidak dimiliki manusia pada umumnya dan mereka juga ditakdirkan akan menjadi pemimpin-pemimpin umat islam yang sudah terlalu jauh menyimpang dan ditangan mereka nasib kita ditentukan. Saat ini anak-anak itu masih berusia belasan tahun, dan jika mereka sudah mencapai kedewasaan dan kematangan dalam berpikir, maka itu menjadi awal pembuka datangnya berbagai perang akhir jaman yang berhadapan dua kekuatan yang memiliki kekuatan yang seimbang. Dua kekuatan yang berasal dari Allah swt di pihak mereka maka Allah swt akan selalu mendatangkan kemenangan, di sisi kekuatan jahat maka mereka akan senantiasa menerima kerugian

Lalu seperti apa keadaan Atlantis yang akan dimaksud akan kembali muncul ke permukaan?
Beberapa waktu belakangan ini anda mungkin sudah mendengar kuliah umum yang disampaikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, bahwa kelak di akhir jaman seluruh sumber daya alam bumi ini akan habisa dan makin menipis serta makin banyak orang yang berkelahi demi mendapatkan berbagai sumber daya alam Negara-negara  yang masih memilikinya. Dan salah satu Negara dengan sumber daya alam paling besar ada di garis khatulistiwa adalah Indonesia, Indonesia memiliki segudang sumber daya alam melimpah yang mana Indonesia sama sekali tidak punya ketergantungan pada Negara lain, karena Indonesia bisa menghasilkan sendiri berbagai sumber daya yang dibutuhkan masyarakatnya. 

Sementara Negara-negara yang berada jauh dari garis khatulistiwa, benua afrika, amerika dan eropa akan mulai kesulitan mencari sumber daya dan mereka harus membayar dengan harga yang sangat tinggi. Disaat semakin banyak Negara maju yang kelaparan dan berubah menjadi negara miskin, Indonesia tampil dengan kekayaan alam melimpah dan rakyat yang sejahtera dan pertumbuhan ekonominya terus maju. Inilah wujud negeri Atlantis yang akan dihadirkan Allah di akhir jaman, seperti inilah wujud Negeri dongeng yang pernah Berjaya di awal kehadirannya, kembali akan mengulang sejarah muncul ke permukaan menjadi Negara paling disegani di masa akan datang. Karena sebuah fakta bahwa Indonesia adalah Negara yang dimasa lalunya pernah Berjaya dan memiliki sumber daya melimpah dan memiliki teknologi paling maju di masa itu. Kembali Indonesia akan menjadi negeri penutup akhir jaman yang akan menjadi primadona dan sumber kehidupan seluruh mahluk di muka bumi. wallahu alam








Read More..

Kamis, 24 November 2016

ISU MAKAR DAN FATAMORGANA HOAX


Belakangan ini semua media mengangkat isu makar yang datang dan awal mula tercetusnya entah dari mana. Isu makar ini dimulai ketika Imam besar FPI Habib Rizieq mengatakan akan kembali turun ke jalan dan menggelar aksi damai III pada 2 desember besok. SOntak saja beredar isu penggulingan pemerintah karena aksi damai kali ini disinyalir kembali akan ditunggangi sekelompok orang yang ingin memecah belah bangsa. Sebagaiman reaksi masyarakat pada umumnya, kebanyakan mereka menjadi khawatir dan takut dengan beredarnya isu itu dan kondisi ini membuat suasana semakin mencekam, karena kini orang sudah tidak merasa nyaman lagi beraktivitas sebagaimana biasanya. Dampak isu makar ini sudah terasa bahkan didetik ini anda baca postingan ini, bukankah sebuah isu yang menyebabkan orang takut juga merupakan sebuah aksi makar? makar dalam pembentukan opini publik dan perbuatan menakut-nakuti cara berpikir.

Lalu apa sebenarnya yang sedang ditakuti bangsa ini, jika sebenarnya berita itu hanya Hoax yang ingin membuat resah banyak orang? bahkan termasuk orang nomor satu di negeri ni dan semua jajarannya. Inilah bentuk manipulasi media terhadap perilaku masyarakat yang saat ini lebih percaya berita hoax daripada berita fakta. Banyak orang saat ini menggunakan media sebagai sumber berita dan pengetahuannya dan mereka menyerap apa saja yang disampaikan bahkan lalu menyebarkan ulang ke banyak orang dan bahkan menambah dan mengurangi infomasi tersebut sehingga terciptalah efek bola saju yang semakin hari semakin besar dan siap menelan siapa saja. Inilah era kebebasan media yang kebablasan, semua pihak bisa menulis apa saja dan sesuai dengan motif apa yang ada dibelakangnya, dan parahnya semua orang mau menelan bulat-bulat apa saja yang disampaikan tersebut, tanpa mau menyaring dan memilah-milah terlebih dahulu.

Lalu apakah isu Makar itu adalah berita HOAX besar? yang sengaja disebarkan sebagai bagian dari ujicoba sosial? Apakah berita ini akan dimakan mentah-mentah oleh publik atau akan tidak akan digubris. Dan ternyata sudah jadi konsumsi publik, jadi sebenarnya beredarnya isu makar itu sendiri yang menjadi makar, karena sebenarnya berita itu hanyalah HOAX bagi yang ingin mengambil keuntungan, yaitu pengalihan isu utama yang sebenarnya sedang diangkat publik yaitu kasus penistaan Agama oleh tersangka Ahok beralih pada isu makar. Kita semua telah teralihkan perhatian kepada isu lain yang dianggap lebih besar daripada isu ahok.

Lalu seperti apa sebenarnya bentuk makar yang punya kemungkinan besar terjadi pada saat demo 2 desember? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makar punya beberapa arti: 1 akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya; 3 perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah. Makar bisa dalam bentuk penggulingan pemerintahan dengan cara mengambil alih dan menduduki berbagai fasilitas negara sebagaimana yang terjadi di turki beberapa waktu lalu. Kudeta di Turki terjadi karena adanya kerjarjasama militer didalamnya dan didukung oleh berbagai elemen bangsa. Ribuan orang terlibat didalamnya dan bahu-membahu mendorong jatuhnya pemerintah yang sah dengan melakukan aksi serangan senjata di pagi hari. Untuk mencapai proses makar seperti itu dibutuhkan waktu panjang dan rencana matang dan terkoordinasi, lalu jika demo 2 desember disandingkan dengan isu makar, maka itu dianggap berlebihan, tidak punya dasar, karena hingga saat ini tidak ada aksi yang menjurus pada upaya makar.

Demo bisa berujung pada aksi makar, jika ada orang yang naik panggung lalu berorasi dengan penuh semangat dan membakar amarah peserta demo untuk melakukan perlawanan terhadap aparat yang berjaga lalu menghantam apa saja yang ada didepannya agar tuntutannya terpenuhi. Sepuluh orang yang berorasi dengan motif tertentu bisa membuat demo jauh lebih berbahaya dibanding kehadiran 10 ribu orang datang dengan damai. Karena sebuah orasi bisa disusupi dengan berbagai macam faham dan kepentingan tergantung siapa yang punya kepentingan saat itu. Orasi pada saat ribuan orang berkumpul bisa berefek pada upaya pencucian otak dan pengendalian alam bawah sadar manusia. Ketika seorang peserta datang ke arena demostrasi, ia mungkin memiliki niat mulia dan baik dalam dirinya, tetapi ketika mendengar orasi yang menggebu-gebu dan membakar amarahnya, maka seketika orang tersebut akan berputar arah menjadi anarkis, lalu berperan aktif mengikuti ajakan orang yang berorasi tadi.

Nah hal-hal seperti inilah yang harus diwaspadai oleh aparat. Periksa dengan seksama siapa saja yang akan mengisi materi orasi dan juga periksa apa saja isi orasi yang akan disampaikan. Apakah ada unsur mengajak orang pada aksi anarkis atau tidak, apakah ada upaya membangun kebencian antar umat, apakah ada materi mengajak distrust pada pemerintah dan sebagainya. Sebagaimana yang sudah terjadi di tanggal 4 nopember lalu, ternyata ada banyak aktor yang berorasi dan isi materi orasinya mengandung penghinaan lambang dan simbol negara, ada juga yang berusaha mengajak berbuat anarkis dan sebagainya. Dan pada akhirnya aksi ini ditutup dengan aksi anarkis sekelompok orang. Jangan sampai demostrasi yang tadinya damai berubah jadi lautan api karena ada ribuan orang tidak bisa mengendalikan diri lalu terjadilah aksi makar kecil-kecilan, yaitu mengajak orang tidak percaya pada pemerintah terpilih. Maka disanalah akan menjadi potensi terjadinya makar secara berkelanjutan. Jangan sampai itu terjadi.

Dalam hal ini kami sama sekali tidak menyarankan adanya aksi damai 2 desember esok, sebagaiman juga yang diserukan berbagai ormas islam seperti PBNU, PP Muhammadyah, dan MUI pusat. Tidak ada satupun ormas islam ini yang menyarankan umat turun ke jalan pada 2 desember kelak, tetapi jika aksi tetap dilaksanakan karena ada yang memaksakan kehendak maka tidak ada pilihan lain kecuali para peserta demo harus berhati-hati dengan isi materi orasi yang disampaikan. Jangan sampai terprovokasi dan hanyut terbawa emosi. Bagi aparat juga diberikan peran agar mengatur jadwal acara sesuai batas waktu yang ditentukan, sebagaimana sebuah acara helatan masal yang memiliki susunan acara yang jelas. Tidak melebar dan mengulur-ulur waktu, sehingga tujuan aksi tercapai dan keamanan juga tetap terjaga. Kepada kapolri dan jajarannya, daripada membuat polemik tentang isu makar dan membuat masyarakat resah, lebih baik kapolri menjaga stabilitas keamanan dengan menenangkan masyarakat bahwa isu itu hanya Hoax belaka.








Read More..

INI ALASAN AHOK TIDAK DITAHAN

Sudah jadi tersangka tapi kok Ahok gak ditangkap dan dimasukkan dalam penjara? Sebagian orang menganggap ini ada permainan politik, sebagian lagi menganggap AHok kebal hukum dan sebagainya. Dan dari kondisi ini ada sebagian yang merasa geram dan marah hingga berupaya kembali ke jalan untuk menuntut agar AHok di tahan. Jika saja semua pihak mau untuk tidak mengutamakan egonya dan emosinya, kita semua akan tidak akan dibuat resah seperti ini karena yang beredar sekarang ini bukan hanya isu demo rusuh tetapi juga isu makar dan penggulingan pemerintahan.

Lalu apa yang sebenarnya menjadi alasan aparat hukum untuk tidak menangkap ahok dan atau mengumumkan kepada publik apa sebenarnya alasan mereka untuk bersikeras tidak menangkap Ahok. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik, mungkin ini bisa sedikit membuat kita mengerti mengapa hal itu tidak dilakukan.

Mungkin sederhananya sepert ini, saat ini Ahok sudah terdaftar di KPU dan semua bakal calon yang sudah terdaftar maka seluruh alat perlengkapan pemilu namanya sudah tercantum dan biaya percetakan berbagai alat peraga kampanye itu tidak murah, miliaran karena sifatnya nasional, jika ahok ditangkap dan masuk penjara maka akan dianggap mengundurkan diri yang mana ia harus mengganti denda sebesar 50 mililar, walaupun ia didukung oleh partai besar, tapi mana ada partai yang mau menanggung biaya sebesar itu sementara pencalonan dirinya gagal. Dan otomatis juga proses penjaringan calon akan dianulir dan diulang lagi dari awal, sementara, ini adalah pilkada serentak perdana di 110 provinsi dan kota, dan DKI berada di pusat, apakah semua pilkada di daerah juga harus diulang dari awal, maka berapa biaya yang harus ditanggung pemerintah akibat perubahan ini, pemerintah menganggarkan 4,1 triliun rupiah, apakah masyarakat mau menanggung beban biaya itu jika Ahok ditahan?

Itulah sebabnya dalam berbagai kesempatan tim kuasa hukum Ahok selalu bicara bahwa ahok tidak akan bisa dipenjara karena ia dilindungi undang-undang Pilkada, itulah faknya sebenarnya, makanya demi mengurangi beban biaya ini penahanan ahok ditangguhkan sementara sambil berjalan proses hukum dilakukan ahok masih tetap berkampenye dan menyelesaikan tugasnya, walau dia tahu akhirnya ia tidak akan bisa jadi gubernur jikapun ia menang pilkada DKI, karena jika terbukti bersaalah maka posisinya akan digantikan oleh wakilnya yaitu Djarot Saiful Hidayat, lalu ia masuk penjara, kasian kan...kita cuma diminta sabar n tawakal, itu aja, kemenangan sdh dipastikan milik islam, selama umat islam bisa menahan diri dan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Berserah dirilah kita kepada Allah sebenar-benarnya pasrah, hanya itu yang akan menyelamatkan kita dari kehancuran.

firman Allah Azza wa Jalla:
"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak akan mendatangkan kemudharatan kepadamu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan."
(QS.[3:120])

Inilah tujuannya kenapa kita semua harus menjaga nama baik islam dengan cara yang baik dan benar, tidak dengan kekuatan fisik tapi dengan kekuatan iman, Allah sudah berfirman bahwa Ia tidak suka dengan orang yang suka berlebih2an, terlalu memaksakan diri adalah sifat berlebihan yang dibenci Allah, karena bisa jadi ia ditunggngi syetan. Bersikaplah sederhana dan baik sangka, insya Allah didalamnya ada petunjuk dari-Nya.


Read More..

Minggu, 20 November 2016

AKSI DAMAI 3, MASIH PERLUKAH?

Ditengah suasana kebathinan masyarakat yang sudah merasa lega karena akhirnya Ahok menjadi tersangka atas kasus yang membelit dirinya. Sudah saling bertemunya para alim ulama, tokoh politik dan para pemimpin bangsa ini. Beredar kabar resmi dari GNPF-MUI akan mengadakan demontrasi susulan di tanggal 2 desember, dalam rangka untuk mendesak polisi segera menangkap AHok. Setelah kita semua melalui masa sulit dan ketegangan, mengharapkan semua pihak agar dapat menahan diri dari berbagai polemic dan keresahan, semua umat beragama agar dapat mengedepankan persatuan dan persaudaraan. Beredarnya berita umat islam akan turun kembali ke jalan, Apakah benar tindakan ini akan menegakkan agama Islam ataukah justru memperburuk citra Islam?

Beberapa pihak masih merasa belum puas dengan kerja polisi, karena meski sudah menjadi tersangka tapi ternyata AHok tidak ditahan sebagaimana yang umumnya terjadi. Pihak-pihak ini masih ingin terus mendesak agar polisi menangkap dan menahan AHok, dengan sejumlah alasan. Dalam kaca mata islam perlukah umat muslim melakukan intervensi atas kasus hokum Ahok ini dengan alas an bela islam? Masih perlukah muslim turun ke jalan? Melihat kondisi yang berkembang saat ini dan mempertimbangkan langkah hokum yang sudah diambil para aparat? Dalam hal ini kita ingin mencari tahu jawabannya berdasarkan keterangan dari Allah dan Rasulullah.

Ternyata Jawabannya sederhana, yaitu tidak perlu, masih belum perlu untuk saat ini, kenapa? Berikut ini ada 3 alas an yang perlu anda fahami;

1. Bahwa islam diturunkan ke dunia ini bukan dalam pertentangan, bukan dengan pertumpahan darah melainkan karena Allah telah ikhlas dan ridho menjadikan islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Agama yang membawa umat pada kedamaian dan kesejukan sebagaimana Allah berfirman dalam kalam-Nya;

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

Islam diturunkah bukan hanya untuk umat nya nabi Muhammad saw, tetapi untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali hingga datangnya hari kiamat. ‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, “Maksudnya adalah Islam. Allah telah mengabarkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman bahwa Allah telah menyempurnakan keimanan kepada mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan penambahan sama sekali. Dan Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan Islam sehingga Alla h tidak akan pernah menguranginya, bahkan Allah telah meridhainya, sehingga Allah tidak akan memurkainya, selamanya.

Bentuk nyata keridhaan Allah atas islam adalah Allah ridha dengan apa yang akan menimpa islam dan agamanya serta pemeluknya, Allah ridha dengan apa yang berlaku bahwa semua hal itu tidak akan mencederai Islam selama para pemeluknya tidak melakukan tindak kekerasan, permusuhan dan pemaksaan kehendak, dan sebagainya. Semua peristiwa itu sudah dijamin oleh allah tidak akan mencederai, mengurangi dan merusak ajaran islam selama umatnya bisa menahan diri dan bertawakal kepada-Nya. Selama umatnya selalu mengedepankan asas kebersamaan, musyawarah dan mufakat untuk mencapai kemuslahatan bersama maka Allah sudah menjamin islam tidak akan tergoyahkan oleh apapun.

2. Ajaran Rasulullah; Berbuat baik kepada musuh

Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin yang terbaik di muka bumi, beliau adalah khalifah, hal ini bukan hanya diakui oleh umat muslim semata tapi juga oleh non-muslim. Bahkan di masa hidup beliau, kaum kafir Quraisy yang senantiasa memusuhi beliaupun mengakui akan kepemimpinan beliau. Sikap rendah hati, sopan santun, lemah lembut dan adil serta sabar bisa kita temukan dalam hidup sehari-hari beliau.

Ketika Rosulullah SAW tinggal di Makkah, orang-orang kafir Quraisy senantiasa mencaci maki dan menghina bahkan perlakuan kasar terhadap fisik, embargo dan bahkan rencana pembunuhan pun sering dilakukan kaum kafir Quraisy. Diceritakan bahkan malaikat Jibril pun tidak sabar dan ingin menimpakan gunung Uhud kepada mereka. Akan tetapi beliau tetap sabar dan tawakkal kepada Allah SWT. Di samping itu sikap beliau dalam menyampaikan risalah kepada mereka pun dengan bijaksana dan tutur kata yang baik, tidak ada kebencian, permusuhan. Seperti itulah akhlak mulia yang diajarkan sang nabi saw pada masa itu.

Seperti itulah inti ajaran islam dalam memperlakukan orang-orang yang memusuhi dan berbeda pandangan dengan kita, tidak ada alasan bagi muslim untuk membenci orang yang berbeda keyakinan meski mereka sudah melakukan suatu hal yang tidak kita sukai maka kita tetap dianjurkan berperilaku baik dan santun sebagaimana yang dicontohkah Rasulullah saw.

Adapun sikap sekelompok orang yang mempermasalahkan tindak penahanan AHok, sementara ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang di proses hukum, ini dianggap berlebihan, karena jika itu dilandasi alasan karena ahok telah mencela islam sebab ia tidak dapat mengendalikan diri dan ucapannya, serupa dengan apa yang dilakukan umat, sama saja, tidak bisa mengendalikan diri untuk mempercayakan proses hokum kepada aparat. Dua orang yang sama-sama tidak bisa mengendalikan diri jika dibiarkan, tidak akan menemukan jalan keluar kecuali kehancuran.

Karena seandainya saja Rasulullah masih ada diantara kita saat ini, mungkin rasulullah juga tidak akan mempermasalahkan atau bahkan beliau akan merangkul dan mengajak seluruh umat untuk memaafkan dan melupakan peristiwa tersebut. Sikap orang yang tidak mempercayai proses hokum lalu mengintervensi dan mengancam akan kembli turun ke jalan, lalu membuat gaduh dan resah maka harusnya kita malu dengan sikap seperti itu. Bukan seperti itu sikap dan akhlak yang diajarkan nabi saw. Dalam firman-Ny;

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl: 125)

3. Sarana Dakwah dan Syiar islam


Karena bagaimanapun kita semua harus peka bahwa di Negara ini ada juga agama lain yang ingin diperlakukan sama, tidak ingin dikucilkan dan diterima dengan tangan terbuka. Adanya isu demo susulan ini menimbulkan stigma bahwa orang islam itu arogan, suka menghakimi orang lain, suka main hakim sendiri dan selalu ingin diprioritaskan. Janganlah sampai tercipta stigma seperti itu, itu akan merugikan kita semua. Orang islam sebagai warga mayoritas harus menujukkan diri mereka bisa mengayomi dan melindungi yang minoritas, mau bersikap mengalah dan mengutamakan kebersamaan. Sebagai kaum mayoritas kita harus menunjukkan diri kita ini bisa memberikan contoh akhak yang baik, menunjukkan sikap santun dan bersabar, memberikan contoh dan tauladan yang menyejukkan dan bersikap saling menghormati pada pilihan masing-masing.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.“(QS Al-Imran: 159)

Itulah alasannya allah menjamin kesucian islam, jika kita semua bisa menahan diri dan memilih berserah kepada Allah swt, maka semoga saja atas kesabaran kita ini bisa membuahkan berkah dan Allah swt juga menjadi ridho pada kita dan kemenangan ada di sisi umat islam.

Kemenangan akan tetap ada di tangan umat muslim, pada akhirnya Ahok akan tetap di masukkan penjara, ini hanya masalah waktu saja, GNPF-MUI ingin agar ahok di penjara sekarang, tapi jika menurut aturan hukum ahok akan di penjara setelah proses pengadilan.

Jadi jika saat ini Ahok memang belum dipenjara, anggaplah itu sebagai salah satu bentuk rasa iba umat muslim, anggaplah itu sebagai bentuk pengabulan maaf yang mana umat islam sudah memaafkan Ahok karena Ahok sudah mau mengakui kesalahan dan mau menerima sanksi hukum atas dirinya dan tidak berusaha melawan proses hukum. Umat muslim sudah memaafkan dan Ahok pun bersedia diadili. Dalam hal ini posisi umat masih tetap menang, tapi harus sedikit mau bersabar. Jika ada upaya pemaksaan kehendak untuk mempercepat proses penahanan Ahok, jangan sampai nanti ketika aksi damai 3 terjadi ceos kembali yang bisa mengakibatkan terpuruknya citra islam, maka itu akan merugikan umat islam. Maka dari itu ada baiknya kita lebih memilih mempercayakan proses hukum berjalan sambil terus mengawasi dan mengawal proses hukum ini hingga selesai, jika selama perjalanan diangap ada tahapan yang tidak sesuai atau ada upaya intervensi pihak-pihak tertentu, maka barulah aksi damai kembali di gelar dalam jumlah besar. Seperti itulah hakikatnya ajaran islam yang sesuai akidah ukhuah islamiah.








Read More..

Selasa, 15 November 2016

AHOK TERSANGKA, UMAT MENERIMA

Melihat skenario gelar perkara yang di adakah polri hari ini (15/11), siapa yang bisa berspekulasi apa putusan yang akan di terima AHok? mempertimbangkan dan melihat apa yang dilakukan Presiden Jokowi belakangan ini, bersafari dan berkunjung ke banyak ormas, adakah keputusan yang dihasilkan bisa memuaskan banyak pihak? terutama para pendemo yang sudah turun ke jalan tanggal 4/11 lalu. Apakah sesuai janjinya presiden benar-benar akan memberikan hasil akhir yang sudah ditunggu-tunggu jutaan umat yang mengikuti kasus ini. Walau sulit nampaknya hasilnya akan berujung pada kekecewaan karena nampaknya AHok akan bebas dari jerat hukum. Kenapa? KArena aparat hukum akan menggunakan sudut pandang yang berbeda, kaca mata yang dipakai bukan kaca mata agama tetapi kaca mata hukum. Bagaimana maksudnya?


Ada banyak alasan dan kepentingan yang bermain dalam kasus ini, penuh intrik dan kepalsuan. Ada unsur dendam masa lalu dan ada upaya penggulingan pemerintahan. Aroma politik di kasus ini tercium kental sekali dan semakin lama baunya semakin menyengat menusuk hidung. Apa sajakah itu?

Sebagaimana kita semua tahu Saat beberapa waktu lalu Jokowi sedang sibuk-sibuknya memberantas berbagai kasus korupsi dimasa lalu yang dianggapnya merugikan negara dan ada beberapa kasus bernilai politik juga sedang berusaha diungkap ke permukaan, apa sajakah itu;
1. Kasus Munir, kini berkasnya dinyatakan hilang dn belum ditemukan
2. Kasus 34 Proyek mega listrik mangkrak, sebagian proyek dinyatakan bermasalah
3. Kasus Proyek Hambalang, Pejabat terkait; Nasarudin
4. Kasus Mega Proyek E-KTP, pejabat terkait; Gamawan Fauzi
5. Pembebasan bersyarat Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar,
6. Kasus pengadaan Alat kesehatan oleh Menteri kesehatan; Siti Fadilah Supari

Semua-kasus-kasus ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah di jaman SBY, dan semuanya kasus tersebut dikendalikan oleh kebanyakan para pejabat yang berafiliasi langsung dengan partai yang dipimpin sang jenderal Yaitu Partai Demokrat. Setelah dua tahun pemerintahan Jokowi berjalan, nampaknya kegagalan proyek ini mengganggu jalannya pemerintahan Jokowi karena terkait sumber pendanaan yang terbatas dan kewajiban membayar pokok hutang yang dihasilkan ketika jaman SBY membuat pemerintahan Jokowi mengambil tindakan tegas terhadap kasus-kasus ini.

Tujuan pengungkapan kasus-kasus besar ini memang ada bagusnya juga, yaitu untuk mengendalikan dan mengembalikan kerugian negara yang telah di salah gunakan. Namun dalam perjalanannya, nampaknya ada yang tidak suka dengan semangat membangun pemerintahan Jokowi ini. Karena menjadi sangat krusial dan menyangkut kelangsungan partai.

Merasa terganggu dan terusik, maka ketika Ahok melemparkan kesalahan dan kecerobohannya dalam berbicara di depan publik lalu terucap kalimat yang bermakna penistaan, yang pada akhirnya mengusik ketenangan umat beragama, maka moment ini adalah kesempatan baik untuk beraksi. Apa Indikasinya? tersebar isu penggantian Panglima TNI di media sosial, ada pihak yang membiayai aksi damai hingga 100 miliar rupiah dan jika anda masih ingat pidato SBY sebelum demo 4/11 yang mana ia menyinggung kalimat "Sampai Lebaran Kuda, kasus ini tidak akan selesai." Disanalah kita bisa melihat jelas bagaimana perseteruan ini dimulai.

Keluarnya pidato SBY yang dianggap beberapa kalangan terkesan sinis ini disampaikan setelah Jokowi mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum partai gerindera Prabowo. Menganggap bahwa Jokowi sedang bermain mata dengan sang jenderal, nampaknya membuat SBY panas dingin lalu mengeluarkan statement itu. Dan ketika aksi damai 4/11 berlangsung, menjelang akhir batas waktu demo, pecahlah kerusuhan yang tidak diinginkan banyak pihak, rusuh itu akhirnya terjadi dan Polisi akhirnya menangkap dalang penyebab kerusuhan itu yaitu 5 orang anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dijadikan tersangka. Dalam perjalanannya, anggota HMi menolak dijadikan dalam kerusuhan karena menganggap hal itu dilakukan karena terhasut oleh pidato yang disampaikan SBY kala itu. Dan akhirnya kedua belah pihak saling lapor dan saling menyangkal di media.

Tak lama waktu berselang, Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan pasukan Kopasus lalu membuat statement bahwa presiden bisa menggunakan pasukan ini sewaktu-waktu jika diperlukan. Dan beberapa waktu sebelumnya Presiden juga sudah bertemu dengan banyak ormas dan organisasi islam di istana lalu meminta para ulama untuk bisa menanangkan massa dan mencegah terjadinya aksi kembali turun ke jalan tanggal 25/11 nanti. Semua tindakan presiden ini pastilah bukan tidak ada alasannya, tetapi sangat jelas sikap ini ditunjukkan untuk memperingatkan pihak-pihak tertentu agar tidak bertindak yang dapat memancing kekacuan.

Dan faktanya, inilah ujian terberat bagi pemerintahan Jokowi di masa pemerintahan dua tahun ini dalam bidang hukum adalah kasus Ahok ini, mengapa? karena jika Jokowi ingin menerapkan penegakan hukum yang adil dan tranparan di masyarakat, maka hal pertama yang harus dibuktikan oleh Jokowi adalah penegakan hukum terhadap kasus AHok. Jokowi harus membuktikan perkataannya bahwa ia bisa menjadi panglima penegak hukum yang adil bagi rakyatnya, yang tidak pandang bulu.

Dan bagi umat muslim; memandang kasus penistaan agama ini harus murni penistaan agama dan tidak ada ikut campur politik didalamnya, maka harus bersikap arif dan bijaksana. Jangan terprovokasi kedua pihak bersiteru ini, walau pemerintah sudah menjamin pelakunya akan akan diproses lewat jalur hukum, maka umat muslim harus terus berjuang hingga hukum benar-benar di tegakkan, bukan karena mendukung salah satu pihak namun itu karena dalam rangka membela agama Allah swt.

Jadi kesimpulan dari uraian ini adalah Ahok akan di putuskan tidak bersalah dan masyarakat diminta untuk menerima hasil ini. Kenapa Ahok bisa bebas? terlepas dari apa yang digelar dalam acara gelar perkara tersebut, hasilnya tetap tidak akan menguntungkan bagi umat islam. Karena sebagaimana yang sudah diupayakan presiden bahwa dalam kasus ini ia tidak melakukan intervensi, murni dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku dengan transparan dan hal ini sudah dikomunikasikan kepada para alim ulama agar tidak membuat masyarakat kembali turun ke jalan. Inilah skenario utuhnya.

Tapi mengapa Ahok bisa bebas dari jerat hukum? Karena Ahok adalah calon pemimpin DKI Jakarta yang mana kelak Presiden Jokowi tidak akan mau bekerja sama dengan lawan politiknya, seandainya kelak pasangan Agus-Sylvie yang memenangkan Pilkada DKI karena Ahok sudah dinyatakan bersalah dan menjadi tersangka, maka otomatis kepesertaan Ahok bisa dibatalkan oleh KPU. Sekarang coba saja anda bayangkan, bagaimana mungkin dua kekuatan bisa bekerja dalam satu meja sementara keduanya terus bersiteru. Maka solusinya Ahok harus diselamatkan dari berbagai jerat hukum yang menimpanya, bagaimanapun tindakan hukum yang akan dijatuhkan padanya itu tidak akan berpengaruh sedikitpun pada pencalonannya dalam Pilgub DKI 2017-2022. Itulah alasan sederhana yang harus anda mengerti bahwa kepentingan politik para penguasa tidak akan bisa dikalahkan oleh kekuatan apapun, termasuk umat beragama. Walaupun besok 25/11 kembali turun ke jalan, maka Ahok tidak akan dihukum karena ia adalah tumbal yang harus di pertahankan hingga titik darah penghabisan.

Berkaca pada apa yang terjadi di awal pemerintahan Jokowi-JK, anda pasti masih ingat bagaimana gigihnya Kubu Joko widodo di parlemen membuat perpecahan dalam partai berlambang beringin yaitu Golkar yang kini sudah lumpuh dan akhirnya bisa mereka kuasai dan menjadi partai pendukung Joko Widodo di parlemen, senasib juga dengan partai PPP yang kini juga terbelah menjadi dua kubu Djan Faridz dan kubu....Inilah realita kondisi politik negara kita, penuh dengan dendam politik dan kebencian antar kelompok, dan kini rakyat yang menjadi korban. Pemerintah Jokowi sedemikian ambisius membangun infrastsruktur dengan nilai proyek jutaan triliun dan semua sumber pendanaan di bawa kabur ke luar negeri karena belanja infrastsruktur itu lalu dampak kepada masyarakat adalah minimnya uang yang beredar di masyarakat membuat semakin sulitnya lapangan pekerjaan karena roda perekonomian tidak tumbuh. Sekali lagi rakyat yang menerima dampak buruknya. Kita kini sedang memperjuangkan akidah, satu-satunya harta berharga yang dimiliki umat mayoritas negeri ini dan itupun tidak akan bisa semudah membalikkan telapak tangan karena sekali lagi kita harus berhadapan dengan kekuasaan.














Read More..