Sabtu, 30 Juli 2016

PAHALA BUKAN SATU-SATUNYA SEBAB MASUK SYURGA

Pernahkah anda bertanya mengapa Allah menawarkan konsep imbalan kebaikan berupa Pahala? Apa itu pahala? Seperti apa bentuknya? Untuk apa dan kepada siapa sebenarnya pahala itu ditujukan? Bukankah konsep pahala ini hanya akan membuat setiap orang berorientasi berhitung (berbuat sesuatu karena mengharap imbalan) dan tidak menjadikan pribadi yang ikhlas dan tanpa pamrih? Bukankah konsep pahala ini hanya akan membuat seseorang berubah menjadi muslim yang pamrih=melakukan sesuatu karena alasan tertentu. Lalu bagaimana dengan dosa? seperti apa wujud dosa?

Karena sesungguhnya, konsep pemberian imbalan pahala itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja atau orang yang baru mengenal atau belajar islam, bukan diperuntukkan bagi umat muslim yang sudah mengerti ajaran islam dan menjalaninya bertahun-tahun. Bukan bagi orang dewasa yang sudah mengerti dan mempelajari islam sejak lama. Konsep pahala sebenarnya ditujukan bagi siapa saja yang baru belajar dan ingin mengenal islam (mualaf). Konsep pahala ini dibuat hanya untuk merangsang semangat setiap orang agar mereka mengerti bahwa setiap perbuatan baik akan menghasilkan kebaikan dan keuntungan, agar mereka terpacu dan bersemangat untuk banyak berbuat baik dengan alasan imbalan pahala yang akan diterima kelak.

Dan sesungguhnya pahala bukanlah satu-satunya alasan seseorang bisa masuk syurga-Nya. Semua umat muslim akan diputuskan masuk syurga bukanlah sekedar karena banyaknya pahala yang sudah mereka kumpulkan selama hidup, dan bukan sekedar karena ia lolos dari hisab/timbangan amal, melainkan itu adalah semata-mata karena karunia Allah swt kepada dirinya. Sebagaimana hadist rasulullah berikut ini:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَلاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Mengapa demikian? Ini disebabkan, karena selama ini hidup di dunia, kita terlalu berorientasi pada materi, yaitu sesuatu yang berwujud, dan berbentuk nyata. Kita baru percaya sesuatu itu ada jika kita sudah melihat wujudnya. Sementara, apa-apa balasan kebaikan yang ditawarkan Allah tidak ada wujudnya, tidak bisa dilihat dengan mata namun bisa diterima oleh akal dan bisa dirasakan oleh hati. Ide pahala ini diterapkan sesungguhnya adalah dalam rangka proses peralihan dari materi berwujud (benda) menuju ketenangan yang hakiki, bahwa jika seseorang sudah berada pada tahap derajat iman yang baik dan pemahaman yang sempurna mengenai keimanan dan keislamannya, maka ia sudah tidak lagi menghitung berapa banyak jumlah pahala yang sudah dikumpulkan, sudah berapa banyak kebaikan yang dia perbuat, selain ia hanya akan memilih bersikap ikhlas, sabar dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt, percaya dan yakin bahwa Allah akan membalas semua perbuatannya dengan kebaikan pula.

"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula."
(QS. Ar Rahman:60)

Seseorang yang sudah tidak merasa berat menjalankan kewajibannya sebagai muslim (shalat, puasa, zakat dan sebagainya), sudah tidak mempertanyakan alasannya melakukan semua ketentuan itu, ia sudah tidak menghitung berapa banyak kebaikan yang sudah diperbuat, dan ia sudah tidak lagi mempermasalahkan berapa banyak pengorbanan yang sudah dia lakukan di jalan Allah selain ia sudah sepenuhnya menyerahkan semua usahanya itu kepada Allah swt. Itulah tujuan akhir bagi siapa saja yang mengerti bahwa pahala bukanlah satu-satunya alasan seseorang masuk syurga-Nya. Melainkan keikhlasan dan kepasrahannya kepada Sang Khaliklah yang membuat dirinya berharga di mata Allah swt. Sebagimana disebutkan dalan Ayat-Nya yang berbunyi:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21).

Seandainya saja setiap orang berbuat baik karena mengharapkan imbalan pahala bagi dirinya agar bisa masuk syurga, pertanyaannya adalah apakah semua kenikmatan yang ada di syurga memang sepadan dengan jumlah pahala yang dikumpulkan manusia semasa hidupnya? Jawabannya adalah tidak, semua kenikmatan syurga tidak ada pembanding yang sepadan dengannya termasuk pahala seorang anak manusia, walau ia sudah berbuat baik sejak dalam masa kandungan, kecuali Allah Ridho kepadanya.

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut; katakanlah ada seorang (fulan) yang berusaha ingin mendapatkan syurganya dengan secara terus menerus membaca Al Quran dan sedekah, apakah orang ini akan masuk syurga kelak? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari perhatikan dulu apa niat si fulan ini? apakah ia melakukannya semata-mata karena imbalan pahala atau karena kecintaannya kepada Allah swt? Jika ia melakukannya hanya karena ingin mengumpulkan pahala, maka kelak di hari akhir ia akan mendapatkan buah perbuatannya itu namun ia harus melewati tahap hisab (perhitungan tibangan amal) dan akhirnya diputuskan bahwa ia bisa masuk syurga karena amalannya tersebut.

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)

Namun jika ia melakukannya karena alasan kecintaannya kepada Allah tanpa mempehitungkan pahalanya, dan buah dari kecintaannya itu menghasilkan perbuatan positif lain yang bisa meningkatkan keimanannya misalnya ia bisa menjadi penolong agama Allah, memberikan pencerahan kepada sesamanya dan membantu sesama dan ia ikhlas melakukannya tidak mengharap imbalan (pahala/uang/pujian). Atas upaya dan jerih payahnya tersebut, bisa membuat banyak orang tertolong iman dan akidahnya serta menyelamatkan agama Allah dari kehancuran, maka atas usahanya tersebut Allah menjadi ridho kepadanya, lalu di hari akhir ia tidak melewati tahap hisab (perhitungan amal) karena jika dihitung secara kasat mata, semua usahanya tersebut amatlah besar nilainya dimata Allah dan tidak bisa dibandingkan dengan seluruh kenikmatan yang ada di syurga, bahkan melebihi rasa Cinta Allah kepada si fulan ini.

Jadi, ada proses dimana seseorang yang diberi rangsangan ganjaran pahala diharapkan bagi mereka agar bisa mencapai tahap "Ikhlas tanpa pamrih". Jika seseorang ingin mendapatkan ganjaran syurga tanpa hisab, maka mereka harus meningkatkan kualitas ibadah dan niat ibadahnya tersebut sudah bukan lagi menjadi kewajiban atau karena alasan pahala, melainkan sudah berubah menjadi bagian kebutuhan dan kecintaan kepada-Nya. Ia melakukan kebaikan atas dasar kebutuhannya kepada Allah dan atas rasa cintanya kepada Allah yang melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri, sehingga ia rela melakukan apapun untuk menegakkan agama Allah, tanpa mempedulikan besarnya pengorbanan dan banyaknya penghalang. Dalam kekhusukannya itu Allah melihat hatinya hanya tertuju kepada-Nya, dan semua daya dan upayanya dikerahkan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dalam keadaan seperti ini semoga Allah Ridho kepadanya.

"Allah Ridho kepada mereka, dan mereka ridho kepada-Nya." (QS. Al Bayyinah :8)

Pada sebagian yang sudah mencapai tahap ikhlas, orang ini sudah tidak mengira dirinya akan masuk syurga atau neraka. Malah bahkan dirinya merasa tidak layak untuk memasuki Syurga-Nya, karena ia bisa merasakan banyaknya kesalahan dan dosa yang diperbuat, ia merasa tidak layak menempati Syurga-Nya, lalu berusaha melakukan banyak kebaikan tanpa memperhitungkan imbalan selain terus berusaha menjaga keikhlasannya, ditahap ini orang sudah berada pada tingkatan taqwa yang sempurna, ia sudah berhasil melihat kedalam dirinya, yaitu tidak mengharapkan imbalan pahala melainkan hanya mengharap keridhoaan-Nya, mengharap karunia-Nya semata. Tidak ada hal lain yang paling diharapkannya yaitu hanyalah Ridho Illahi Robbi.

Dan kebaikan tingkat tinggi ialah Ridho Allah terhadap hamba-Nya, Dia memperoleh pahala keridhoan Allah swt buat Hamba-hamba-Nya di syurga Aden. Allah Ta'ala berfirman:

"Dan ada beberapa tempat yang indah di Syurga Aden dan Keridhoan Allah adalah yang amat besar...." (QS. At Taubah:72)

Maka Ridhonya Allah yang memiliki surga adalah lebih tinggi dari Ridho itu sendiri. Jika selama hidup ini anda sudah bisa menjadi manusia yang Ridho kepada-Nya, berbahagialah, karena Ridho merupakan tujuan akhir para penghuni-penghuni syurga.



Read More..

Selasa, 19 Juli 2016

TIDAK APA JIKA ORANG MEMANDANGMU SEBELAH MATA

Mengomentari bentuk tubuh yang tidak proposional; gemuk/kurus/besar
Mengomentari wajahmu yang tidak sempurna; jelek/buruk rupa/ugly
Mengomentari hartamu yang serba kekurangan: miskin/melarat/fakir
Meremehkan kemampuanmu dan sebagainya

Percayalah, semua itu tidaklah ada artinya dimata Allah selain yang lebih dicintai-Nya adalah HATIMU yang BERSIH. Bahwa Allah hanya peduli pada Kondisi Hatimu yang:
Bersih dari Noda-noda; syirik/musyrik dan munafik
Bersih dari Penyakit; ujub, hasud/hasad, iri/dengki, kikir/bakhil
Bersih dari kotoran dunia; berbangga diri/sombong/riya/angkuh

Karena Allah hanya mencintai Hati umatnya yang; sabar, ikhlas, sederhana, menerima, tekun, berbaik sangka dan bersyukur. Karena bagi-Nya, Hati seorang mukmin yang bersih, jauh lebih berharga jika dibanding seluruh harta di dunia.

Karena Faktanya, di alam akhirat kelak Malaikat tidak akan mengajukan pertanyaan; Kenapa wajahmu jelek? atau kenapa badanmu gendut? atau kenapa hidupmu susah/miskin? Melainkan malaikat akan menanyakan; mengapa hatimu busuk? kenapa kamu penuh dengan kebencian? Kenapa kamu tidak mau mendengarkan dan mengikuti perintah Allah (keras hati)? Semua hal yang berkaitan dengan keimanan adalah yang pokok menjadi bentu pertanggung jawaban kita hidup di dunia ini.

Bukan materi yang membuat derajat seseorang mulia di sisi-Nya, melainkan Kesucian Hati dan Jiwa yang selalu terjaga dari keburukan dan kerusakan duniawi.
Maka dari itu, tidak akan pernah bisa kita mencapai kemuliaan di sisi manusia, namun bersegerlah kita memburu kemuliaan di sisi Allah swt, karena itu jauh lebih berharga dari apapun.

Read More..

SEBERAPA BESAR "BAHAYA" GAME POKEMON GO?


Gemparnya berita ketenaran game online Pokemon Go membuat penasaran semua orang dan bahkan menjadi viral dibanyak media. Ini bagaikan virus yang menyerang semua orang dalam kurun waktu singkat menarik perhatian banyak orang untuk meliput dan memprediksi apa yang sebenarnya sedang terjadi di masyarakat anak muda kita saat ini. Ada semacam usaha sengaja dari beberapa pihak untuk menyebarkan luaskan virus ini, dimana sebagian orang menganggap ini hanya bagian dari taktik dagang biasa dan ada sebagian lagi menganggap ini akan berbahaya bagi system keamanan intelegen Negara. Benarkah seperti itu?
Dalam sesi ini kita akan mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Bahwa suka atau tidak kita harus menerima ini adalah bagian dari salah satu pengembangan teknologi informasi yang berbasis game online, yang pada kenyataannya memang banyak dikonsumsi oleh anak muda dan generasi gadget. Tidak ada paksaan, semua bisa didapatkan atas kehendak pribadi dan kebebasan setiap orang atas kesadaran sendiri. Jika disebutkan bahwa geme ini ada turut campur intelegen didalamnya (sekelas CIA), maka hal itu memanglah benar adanya.

Tetapi dalam hal ini bukan digunakan dalam rangka untuk mencuri data keamanan/data intelegen suatu Negara, analisa itu terlalu jauh, game ini dikembangkan dalam rangka upaya pegendalian bawah sadar orang yang memainkan game tersebut atau dalam istilah ini adalah salah satu bentuk game berbasis Mind Control (pengendalian bawah sadar seseorang) dari jarak jauh.

Game ini bertujuan untuk mengendalikan keinginan bawah seseorang untuk mengikuti apa saja yang diperintahkan operator permainan, agar para penggunanya seolah merasakan sensasi asik namun mereka lupa akan kondisi bahaya yang ada disekelilingnya. Jika sudah seperti ini maka orang tersebut sudah berada diluar kendali sadarnya, lalu apa yang terjadi? berbagai kecelakan tidak akan bisa dihindari.

Misalnya jika seseorang bermain sembari berjalan kaki, maka ia tidak sadar akan berjalan ke tengah ramainya lalu lalang jalan dan akhirnya tertabrak mobil dan akhirnya meninggal dunia.
Atau jika seseorang memainkannya sambil berkendaraan, tanpa sadar mereka juga tidak bisa mengendalikan laju mobil yang dikendarainya lalu akhirnya akibat keasikannya bermain ia menabrak para pejalan kaki.
Atau jika orang tersebut asik bermain di atas gedung bertingkat, saking asinknya mereka tidak memperhatikan tempat berdiri dan akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Atau jika anak-anak asik bermain dipinggir pantai atau sungai dan akibat tidak memperhatikan lokasi lalu akhirnya mereka terseret arus laut atau terjatuh ke dalam sungai, maka akhirnya terjadi kecelakaan dan mengakibatkan si penggunanya wafat.

Maka seperti itulah tujuan dikembangkannya game online ini, yaitu membuat banyak orang tidak bisa mengendalikan kesadarannya dan akhirnya mengalami kecelakaan lalu meninggal dunia. Ada berapa banyak data dari seluruh Negara yang sudah melaporkan terjadinya kecelakaan akibat permainan Pokemon Go ini, ada banyak sekali dan berbagai ragam kasus. Semua data ini akan dikumpulkan dan diolah oleh intelegen untuk mempelajari pola dan tingkah laku setiap pemain untuk dijadikan salah satu metode pengembangan Senjata Pemusnah Massal yang paling efektif di kemudian hari.

Ya benar sekali, senjata pemusnah massal berbasis android yang menggunakan metode Mind Control dari jarak jauh tanpa perlu susah-susah mengirimkan pasukan ke medan perang, tetapi cukup anda sendiri yang memencet tombolnya lalu terjadilah kecelakaan dan kematian tidak disengaja dalam jumlah besar secara bersamaan di berbagai Negara, sasarannya adalah anak-anak muda.

Virus ini akan merasuki siapa saja yang sukarela bergabung dan menyatakan diri mereka siap dengan segala resiko. Siap mengambil resiko, termasuk kematian, kenapa? karena sesuai dengan konsep pokok game ini adalah kemampuan lihai menangkap monster. Sementara definisi monster sebenarnya adalah hantu/syetan, atau dalam artian harfiahnya orang yang bermain game ini sedang berusaha keras mencari hantu, yang mana kita tahu hantu itu hanya ada dalam dunia ghaib, dan juga berarti ia sukarela bergabung dalam kematian.

Lalu darimana mereka bisa mendapatkan semua data tersebut, ya dari semua pengguna/pemain game yang mendaftarkan diri mereka secara online, semua data diserap dari akun google yang mereka daftarkan ke operator.

Lalu data tersebut disimpan oleh pasukan intelegen yang mana data ini akan mempelajari berbagai tingkah dan pola pikir setiap orang dalam mengendalikan diri dan mengendalikan gadget yang mereka gunakan. Seberapa sering dan seberapa efektif game ini bisa mengendalikan bawah sadar si pengguna dan seberapa banyak korban yang bisa dihasilkan dari penggunaan game ini.

Ya inilah tujuan disertakannya intelegen dalam game ini, bukan sekedar untuk mengendalikan alam bawah sadar, mereka juga ingin mengakses data lokasi pengguna melalui GPS, mereka ingin mengakses seluruh data pribadi pengguna (data sidik jari), mengakses seluruh sumber keuangan, mengakses seluruh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, mengakses seluruh informasi yang mereka perlukan dalam rangka mengembangkan senjata pemusnah massal yang efektif mengakibatkan banyaknya jatuh korban nyawa dikemudian hari.

Game ini hanya alat, tujuan sesungguhnya dibuatnya game ini adalah untuk kepentingan memusnahkan banyak orang melalui jaringan sosial. Dalam rangka mengendalikan tingginya pertumbuhan penduduk bumi yang mereka anggap bisa menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Dan inilah sesungguhnya alas an dikembangkannya teknologi informasi digital dan komunikasi, bukan sekedar untuk memudahkan orang dalam berinteraksi, namun diperlukan dalam rangka mengakses berbagai data dan informasi penting yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan besar di masa depan. Maka dari itu diperlukan sikap bijak kita dalam menggunakan media-media ini. salam

Read More..

Senin, 11 Juli 2016

SEPENGGAL KISAH SANG LIANG KUBUR

Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah ra. wafat, jenazahnya diletakkan di tepi kubur, Abu Zar Al Ghifari ra. berkata kepada Kubur, *"Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepadamu? Jenazah yang kami bawa ini adalah Fatimah Az-Zahra, anak Rasulullah saw:
Kubur pun berkata, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berderajat atau orang-orang bernasab. Aku adalah tempatnya amal shaleh, orang yang banyak amalnya maka ia akan selamat dariku. Namun jika dia bukan orang yang beramal shaleh, maka dia tidak akan bisa lepas dariku (akan kusiksa dia dengan seburuk-buruknya)."*

Inti pesan; Bahwa Liang Kubur bukan diperuntukkan bagi orang-orang yang tinggi derajatnya disisi Allah, bukan juga bagi orang yang punya hubungan kekerabatan dengan rasulullah dan para sahabat. (Menurut beberapa hadist disebutkan bahwa arwah para tamu istimewa Allah ini langsung dibawa malaikat ke Arsy-Nya dan mendapat tempat yang istimewa).

Liang kubur hanya diperuntukkan bagi orang yang telah beramal sholeh, mereka akan mendapat nikmat kubur. Sementara, Siksa kubur disediakan bagi yang tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, tidak percaya Allah swt adalah Tuhan yang satu, tidak mau mengakui Nabi Besar Muhammad adalah utusan-Nya dan tidak menerima Al Quran adalah petunjuk-Nya. Meski sebagian dari mereka mengetahui namun mereka memilih menjauh atau menghindar dan ada sebagian lagi memilih menolak, maka mereka akan disiksa dengan siksaan yang berat.

Liang kubur adalah pintu pertama yang mana jika seseorang bisa lolos darinya maka tidak akan ada kesulitan sesudahnya, namun jika dipintu ini ia tidak selamat maka jangan harapkan bisa lolos dari siksa yang lebih keras dari sebelumnya.

Sesungguhnya di antara hal yang membuat jiwa melantur dan mendorongnya kepada berbagai pertarungan yang merugikan dengan syahwat yang tercela adalah panjang angan-angan dan lupa akan kematian. Oleh karena itu di antara hal yang dapat mengobati jiwa adalah mengingat kematian, mengingat mati dapat melembutkan hati dan memutus angan-angan.

Read More..