Selasa, 19 Juli 2016

SEBERAPA BESAR "BAHAYA" GAME POKEMON GO?


Gemparnya berita ketenaran game online Pokemon Go membuat penasaran semua orang dan bahkan menjadi viral dibanyak media. Ini bagaikan virus yang menyerang semua orang dalam kurun waktu singkat menarik perhatian banyak orang untuk meliput dan memprediksi apa yang sebenarnya sedang terjadi di masyarakat anak muda kita saat ini. Ada semacam usaha sengaja dari beberapa pihak untuk menyebarkan luaskan virus ini, dimana sebagian orang menganggap ini hanya bagian dari taktik dagang biasa dan ada sebagian lagi menganggap ini akan berbahaya bagi system keamanan intelegen Negara. Benarkah seperti itu?
Dalam sesi ini kita akan mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Bahwa suka atau tidak kita harus menerima ini adalah bagian dari salah satu pengembangan teknologi informasi yang berbasis game online, yang pada kenyataannya memang banyak dikonsumsi oleh anak muda dan generasi gadget. Tidak ada paksaan, semua bisa didapatkan atas kehendak pribadi dan kebebasan setiap orang atas kesadaran sendiri. Jika disebutkan bahwa geme ini ada turut campur intelegen didalamnya (sekelas CIA), maka hal itu memanglah benar adanya.

Tetapi dalam hal ini bukan digunakan dalam rangka untuk mencuri data keamanan/data intelegen suatu Negara, analisa itu terlalu jauh, game ini dikembangkan dalam rangka upaya pegendalian bawah sadar orang yang memainkan game tersebut atau dalam istilah ini adalah salah satu bentuk game berbasis Mind Control (pengendalian bawah sadar seseorang) dari jarak jauh.

Game ini bertujuan untuk mengendalikan keinginan bawah seseorang untuk mengikuti apa saja yang diperintahkan operator permainan, agar para penggunanya seolah merasakan sensasi asik namun mereka lupa akan kondisi bahaya yang ada disekelilingnya. Jika sudah seperti ini maka orang tersebut sudah berada diluar kendali sadarnya, lalu apa yang terjadi? berbagai kecelakan tidak akan bisa dihindari.

Misalnya jika seseorang bermain sembari berjalan kaki, maka ia tidak sadar akan berjalan ke tengah ramainya lalu lalang jalan dan akhirnya tertabrak mobil dan akhirnya meninggal dunia.
Atau jika seseorang memainkannya sambil berkendaraan, tanpa sadar mereka juga tidak bisa mengendalikan laju mobil yang dikendarainya lalu akhirnya akibat keasikannya bermain ia menabrak para pejalan kaki.
Atau jika orang tersebut asik bermain di atas gedung bertingkat, saking asinknya mereka tidak memperhatikan tempat berdiri dan akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Atau jika anak-anak asik bermain dipinggir pantai atau sungai dan akibat tidak memperhatikan lokasi lalu akhirnya mereka terseret arus laut atau terjatuh ke dalam sungai, maka akhirnya terjadi kecelakaan dan mengakibatkan si penggunanya wafat.

Maka seperti itulah tujuan dikembangkannya game online ini, yaitu membuat banyak orang tidak bisa mengendalikan kesadarannya dan akhirnya mengalami kecelakaan lalu meninggal dunia. Ada berapa banyak data dari seluruh Negara yang sudah melaporkan terjadinya kecelakaan akibat permainan Pokemon Go ini, ada banyak sekali dan berbagai ragam kasus. Semua data ini akan dikumpulkan dan diolah oleh intelegen untuk mempelajari pola dan tingkah laku setiap pemain untuk dijadikan salah satu metode pengembangan Senjata Pemusnah Massal yang paling efektif di kemudian hari.

Ya benar sekali, senjata pemusnah massal berbasis android yang menggunakan metode Mind Control dari jarak jauh tanpa perlu susah-susah mengirimkan pasukan ke medan perang, tetapi cukup anda sendiri yang memencet tombolnya lalu terjadilah kecelakaan dan kematian tidak disengaja dalam jumlah besar secara bersamaan di berbagai Negara, sasarannya adalah anak-anak muda.

Virus ini akan merasuki siapa saja yang sukarela bergabung dan menyatakan diri mereka siap dengan segala resiko. Siap mengambil resiko, termasuk kematian, kenapa? karena sesuai dengan konsep pokok game ini adalah kemampuan lihai menangkap monster. Sementara definisi monster sebenarnya adalah hantu/syetan, atau dalam artian harfiahnya orang yang bermain game ini sedang berusaha keras mencari hantu, yang mana kita tahu hantu itu hanya ada dalam dunia ghaib, dan juga berarti ia sukarela bergabung dalam kematian.

Lalu darimana mereka bisa mendapatkan semua data tersebut, ya dari semua pengguna/pemain game yang mendaftarkan diri mereka secara online, semua data diserap dari akun google yang mereka daftarkan ke operator.

Lalu data tersebut disimpan oleh pasukan intelegen yang mana data ini akan mempelajari berbagai tingkah dan pola pikir setiap orang dalam mengendalikan diri dan mengendalikan gadget yang mereka gunakan. Seberapa sering dan seberapa efektif game ini bisa mengendalikan bawah sadar si pengguna dan seberapa banyak korban yang bisa dihasilkan dari penggunaan game ini.

Ya inilah tujuan disertakannya intelegen dalam game ini, bukan sekedar untuk mengendalikan alam bawah sadar, mereka juga ingin mengakses data lokasi pengguna melalui GPS, mereka ingin mengakses seluruh data pribadi pengguna (data sidik jari), mengakses seluruh sumber keuangan, mengakses seluruh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, mengakses seluruh informasi yang mereka perlukan dalam rangka mengembangkan senjata pemusnah massal yang efektif mengakibatkan banyaknya jatuh korban nyawa dikemudian hari.

Game ini hanya alat, tujuan sesungguhnya dibuatnya game ini adalah untuk kepentingan memusnahkan banyak orang melalui jaringan sosial. Dalam rangka mengendalikan tingginya pertumbuhan penduduk bumi yang mereka anggap bisa menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Dan inilah sesungguhnya alas an dikembangkannya teknologi informasi digital dan komunikasi, bukan sekedar untuk memudahkan orang dalam berinteraksi, namun diperlukan dalam rangka mengakses berbagai data dan informasi penting yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan besar di masa depan. Maka dari itu diperlukan sikap bijak kita dalam menggunakan media-media ini. salam

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar