Rabu, 18 Oktober 2017

3 TAHUN JOKOWI-JK RAKYAT DAPAT ZONK

Ada sebuah paradoks yang tidak bisa diterima masyarakat tentang kinerja kabinet kerja Jokowi-JK, bahwa apa yang disebutkan dalam janji kampanye tidaklah sepenuhnya bisa dibuktikan. Semacam ada missing link yang terjadi disini. Dimasa kampanye Jokowi memang menjanjikan akan membangun banyak infrastruktur untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja dan daya saing ekonomi. Adanya penyerapan tenaga kerja ini akan menghasilkan perputaran uang dimasyarakat, karena timbulnya implikasi pembayaran upah pekerja dan tenaga kerja. Tapi pada kenyataannya, selama pembangunan infrastruktur berjalan dan banyak jalan tol dibangun, katanya ada ribuan kilometer jalan tol sudah dibangun, nyatanya jumlah pengangguran makin banyak dan jumlah penduduk miskin juga melonjak. Ini berarti ada kesalahan dalam perjalanan pembangunan Infrastruktur. Kenapa pembukaan lapangan kerja diberbagai daerah yang disampaikan Jokowi program pembangunan infrastruktur tidak mengakibatkan peningkatan penyerapan tenaga kerja, justru sebaliknya makin banyak pengangguran. Kenapa program pembangunan ini tidak menghasilkan mulltiplayer effect yang akan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat miskin, justru masyarakat bawah yang paling terpukul terkena dampaknya.

Ditambah lagi jumlah hutang negara terus meningkat tajam, tetapi tidak membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. Hutang Luar negeri yang hingga saat ini jumlahnya sudah mencapai Rp. 1.300 triliun itu kemana perginya, katakanlah pembangunan infrastruktur ini memang membutuhkan dana besar, tetapi setidaknya ada multiplyer efect yang ditimbulkan dari mengucurnya dana ribuan triliunan itu. Tapi faktanya itu tidak terjadi, pertumbuhan ekonomi justru semakin merosot ke angka 5 persen dari sebelumnya 5,2 persen. Belum lagi dana hasil tax amnesty, peningkatan pajak-pajak, penggunaan dana abadi umat/dana haji Rp 99 triliun, kenaikan tarif listrik dan sebagainya. Lalu kemana dana-dana jumbo itu mengalir? Siapa yang menikmati uang-uang itu? Apa yang dilakukan pemerintah Jokowi dengan uang-uang itu? Sampai sekarang tidak ada bentuk dan wujudnya.


Sekarang Coba saja kita bandingkan dengan pemerintahan masa era SBY, dimasa pemerintahan SBY yang tidak terlalu menekankan pembangunan infrastruktur, SBY juga berhutang tetapi tidak dengan jumlah fantastis seperti Jokowi, tetapi pertumbuhan ekonomi di masa SBY bisa dibilang cukup stabil diangka 6 persen. Rakyat masih bisa menikmati BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan dana tunai dan non tunai. Lapangan pekerjaan juga cukup banyak, isu kemiskinan walaupun ada juga tetapi tidak terlalu signifikan, bahkan SBY bisa menjabat hingga dua periode. Walaupun menjelang akhir dimasa pemerintahan SBY kroni SBY juga terkenal sangat korup, banyak pejabat dan petugas partai yang terjaring KPK, tetapi walaupun korup sedemikian rupa, kondisi ekonomi makro masih termasuk baik. SBY masih termasuk presiden dengan masa jabatan paling lama berkuasa setelah kejatuhan Orde Baru dibawah Soeharto. SBY bisa dibilang sukses waktu itu dilihat dari kepiawaiannya berpolitik melanggengkan kekuasaan hingga dua periode. Dan diakhir masa jabatannya pun ia tetap bisa menjaga nama baik dengan cara lengser dengan cara yang terhormat, tidak ada gesekan dan kegaduhan.

Nah ini masa pemerintahan Jokowi baru berjalan tiga tahun saja, semua orang sudah ribut dan gaduh serta kegerahan pengin segera melengserkannya dan bertekad tidak akan memilih lagi tahun periode kedua. Banyak pihak yang mengeluh dan mengganggap Jokowi-JK gagal. Para pengusaha banyak yang mengeluh lemahnya daya beli dan ekonomi makin lesu tapi oleh Jokowi sama sekali tidak dipedulikan. Masih terus menganggap pembangunan fisik lebih penting dari pada pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan kegagalan politik Jokowi menunjukkan kemampuannya memimpin negeri ini, Jokowi dinilai tidak bisa menjaga stabilitas ekonomi makro sesuai janji yang diucapkannya selama masa kampanye sehingga mendorong orang melakukan perlawanan dan penolakan. Yang dipertanyakan kebanyakan orang selama ini sebenarnya adalah kemana uang ribuan trilunan itu di salurkan? Mengapa uang sebanyak itu sama sekali tidak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi makro, menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan. Tetapi sebaliknya malah menciptakan kesenjangan dan kemiskinan baru.

Semua ini tidak masuk dalam nalar berpikir sederhana kita, tidak bisa diterima dengan akal sehat manusia. Uang ribuan triunan raib entah kemana dan tidak bisa ditunjukkan penggunaannya. Katakannya digunakan untuk bangun jalan tetapi tidak adanya efek dari pembangunan itu saja sudah salah besar. Berita terakhir beredar malah berbagai berbagai fasilitas yang sudah dibangun seperti bandara dan armada itu akan di jual kepada swasta asing. Bukankah ini sebuah ironi yang menakutkan. Makanya jangan heran kenapa KPK dilemahkan, siapa yang akan bertanggung jawab dengan uang triliunan rupiah jika nanti ditemukan banyak kejanggalan. Nah, melihat kondisi ini, mungkin ada baiknya Jokowi mengubur mimpinya dalam-dalam jika ingin memimpin dua periode, belum satu periode saja seperti ini.

Maka selama tidak ada penjelasan mengenai hal itu, maka orang akan terus menggiring opini Jokowi diambang kegagalan. Jokowi akan terus dicap rezim yang korup dan gagal. Karena tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran sebesar itu dengan transparan dan akuntabel kepada rakyatnya. Era Jokowi dianggap sebagai era kegelapan dan masa suram Indonesia terparah, karena tidak bisa menghadirkan rasa keadilan. Inilah puncaknya kegagalan sebuah pemerintahan.

Read More..

TIGA TAHUN JOKOWI-JK "GAGAL TOTAL"

RMOL. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa DKI Jakarta menggelar jumpa pers terkait evaluasi dan refleksi tiga tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin (17/10). Pada tanggal 20 Oktober 2017 nanti usia pemerintahan di bawah rezim Jokowi-JK resmi menginjak tiga tahun. Sebanyak 15 Aliansi Pemuda dan Mahasiswa DKI Jakarta menyoroti janji kampanye Jokowi-JK seperti yang termuat dalam Nawa Cita. Kesimpulan mereka, rezim Jokowi-JK gagal selama tiga tahun ini. "Tidak ada yang berhasil atau bisa dikatakan gagal total," isi pernyataan sikap mereka dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (17/10). Oleh sebab itu, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa DKI Jakarta sesuai dengan fungsi dan peran akan membuat suatu rangkaian kegiatan diskusi serta kajian strategis terkait tiga tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK. "Serta memberikan rekomendasi pemuda dan mahasiswa untuk perombakan kepemimpinan di Indonesia agar Indonesia aman, sejahtera, adil dan sentosa dalam Aksi Akbar pada 20 Oktober 2017 di depan gedung MPR/DPR/DPD RI dan Istana Negara dengan tema 'Rezim Jokowi-JK Gagal'," seru mereka.

Berikut 15 nama organisasi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa DKI Jakarta. LMND DKI; GMKI DKI Jakarta; Perisai DKI; GMNI Jakpus; HMI Jakarta Pusat-Utara; GPII Jakpus; PMKRI Jakpus; Hikmahbudhi Jakut; KMHDI DKI Jakarta; Forum Pemuda Madura; BEM UNYD; BEM UIJ; BEM Borobudur; Hima persis Jakpus; dan UHAMKA.

Inilah sembilan program Nawa Cita Jokowi-JK yang digagas untuk mewujudkan Trisakti: berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. 1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

9. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. [rus]

Walaudpun diawal kepemimpinannya, Jokowi-JK dianggap mampu menghadirkan perbaikan dan ketegasan, namun seiring berjalannya waktu, sang presiden dan seluruh kru-nya tidak bisa menutupi kesenjangan dan kesemrawutan sisi pengelolaan sumber daya negara. Diawali dengan gencarnya isu masuknya tenaga kerja ilegal dari China yang membanjiri lapangan kerja di berbagai daerah, hingga semakin melonjaknya hutang luar negeri, pembiaran kegiatan gerakan mantan komunis serta makin gencarnya upaya penghadangan aktivitas keagamaan terutama umat islam dengan alasan demokrasi, terus mewarnai perjalanan sang presiden akhir-akhir ini. Tiga tahun bukan hanya sudah banyak melukai elemen bangsa, tetapi juga sudah menunjukkan tingkat kegagalan itu mulai terasa hingga ke pelosok. Indikator utama yang menunjukkan tingkat kegagalan sang presiden adalah semakin banyaknya pihak yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah karena dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Semua janji kampanye tidak bisa menujukkan rasa keberpihakan pemerintah pada rakyat, melainkan terus menggiring rakyat pada kebangkrutan ekonomi.

Read More..

Sabtu, 14 Oktober 2017

KENAPA PERPU ORMAS HARUS DI TOLAK? INI ALASANNYA..MUSLIM WAJIB SADAR

Berikut ini kami sampaikan sebuah fakta yang digali dari buku karya seorang ahli sejarah Prof. Salim Said mengenai tragedi 1998 yang mengerikan. Apa yang terjadi ditahun-tahun itu, siapa yang terlibat, apa motifnya, semua akan dikupas habis di sini, orang islam harus tau kenapa perpu ormas harus ditolak, alasannya karena sejak tahun 1998 penguasa sudah merencanakan deislamisasi alias menghapus islam dari negeri ini, dan salah satu caranya adalah dengan penerbitan perpu ormas yang sedang dibahas. Jika anda peduli dengan nasib bangsa ini atau paling tidak ada peduli dengan nasib anak cucu anda kelak, luangkan waktu 5 menit saja untuk memahami isi artikel ini, hanya dengan 5 menit saja anda sudah bisa menyelamatkan masa depan anak dan cucu anda).


Beny Moerdani Aktor Kerusuhan 1998

Pembicaraan di rumah Fahmi Idris, tokoh senior Golkar yang kemarin menyeberang ke kubu Jokowi-JK demi melawan Prabowo adalah bukti paling kuat yang menghubungkan Benny Moerdani dengan berbagai kerusuhan massa yang sangat marak menjelang akhir Orde Baru karena terbukti terbukanya niat Benny menjatuhkan Soeharto melalui gerakan massa yang berpotensi mengejar orang Cina dan orang Kristen. Kesaksian Salim Said ini merupakan titik tolak paling penting guna membongkar berbagai kerusuhan yang tidak terungkap seperti Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang akan saya bongkar di bawah ini.


“Bersama Presiden Soeharto, Benny adalah Penasihat YPPI yang didirikan oleh para mantan tokoh demonstrasi 1966 dengan dukungan Ali Moertopo. Hadir di rumah Fahmi [Idris] pada malam itu para pemimpin demonstrasi 1966 seperti Cosmas Batubara, dr. Abdul Ghafur, Firdaus Wajdi, Suryadi [Ketua PDI yang menyerang Kubu Pro Mega tanggal 27 Juli 1996]; Sofjan Wanandi; Husni Thamrin dan sejumlah tokoh. Topik pembicaraan, situasi politik waktu itu…

Moerdani berbicara mengenai Soeharto yang menurut Menhankam itu, ‘Sudah tua, bahkan sudah pikun, sehingga tidak bisa lagi mengambil keputusan yang baik. Karena itu sudah waktunya diganti’…Benny kemudian berbicara mengenai gerakan massa sebagai jalan untuk menurunkan Soeharto. Firdaus menanggapi, ‘Kalau menggunakan massa, yang pertama dikejar adalah orang Cina dan kemudian kemudian gereja.‘ “

- Prof. Salim Said, Dari Gestapu Ke Reformasi, serangkaian kesaksian, Penerbit Mizan, halaman 316 A. Peristiwa 27 Juli 1996 Adalah Politik Dizalimi Paling Keji Sepanjang Sejarah Indonesia Selanjutnya bila kita hubungkan kesaksian Salim Said di atas dengan kesaksian RO Tambunan bahwa dua hari sebelum kejadian Megawati sudah mengetahui dari Benny akan terjadi serangan terhadap kantor PDI dan Catatan Rachmawati Soekarnoputri, Membongkar Hubungan Mega dan Orba sebagaimana dimuat Harian Rakyat Merdeka Rabu, 31 Juli 2002 dan Kamis, 1 Agustus 2002.

Maka kita menemukan bukti adanya persekongkolan antara Benny Moerdani yang sakit hati kepada Soeharto karena dicopot dari Pangab (kemudian menjadi menhankam, jabatan tanpa fungsi) dan Megawati untuk menaikkan seseorang dari keluarga Soekarno sebagai lawan tanding Soeharto, kebetulan saat itu hanya Megawati yang mau jadi boneka Benny Moerdani. Sedikit kutipan dari Catatan Rachmawati Soekarnoputri:

“Sebelum mendekati Mega, kelompok Benny Moerdani mendekati saya [Rachmawati] terlebih dahulu. Mereka membujuk dan meminta saya tampil memimpin PDI. Permintaan orang dekat dan tangan kanan Soeharto itu jelas saya tolak, bagi saya, PDI itu cuma alat hegemoni Orde Baru yang dibentuk sendiri oleh Soeharto tahun 1973. Coba renungkan untuk apa jadi pemimpin boneka? Orang-orang PDI yang dekat dengan Benny Moerdani, seperti Soerjadi dan Aberson Marie Sihaloho pun ikut mengajak saya gabung ke PDI. Tetapi tetap saya tolak.”

Dari ketiga catatan di atas kita menemukan nama-nama yang saling terkait dalam Peristiwa 27 Juli 1996, antara lain: Benny Moerdani; Megawati Soekarnoputri; Dr. Soerjadi; Sofjan Wanandi; dan Aberson Marie Sihaloho, dan ini adalah “eureka moment” yang membongkar persekongkolan jahat karena Aberson Marie adalah orang yang pertama kali menyebar pamflet untuk regenerasi kepemimpinan Indonesia dan diganti Megawati, sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak Mabes ABRI.

Dr. Soerjadi adalah orang yang menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDI di Kongres Medan (kongres dibiayai Sofjan Wanandi dari CSIS) yang mengumpulkan massa menyerbu kantor PDI dan selama ini dianggap perpanjangan tangan Soeharto ternyata agen ganda bawahan Benny Moerdani, dan tentu saja saat itu Agum Gumelar dan AM Hendropriyono, dua murid Benny Moerdani berada di sisi Megawati atas perintah Benny Moerdani sebagaimana disaksikan Jusuf Wanandi dari CSIS dalam Memoirnya, A Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru.

Semua fakta ini juga membuktikan bahwa dokumen yang ditemukan pasca ledakan di Tanah Tinggi tanggal 18 Januari 1998 yang mana menyebutkan rencana revolusi dari Benny Moerdani; Megawati; CSIS dan Sofjan-Jusuf Wanandi yang membiayai gerakan PRD adalah dokumen asli dan otentik serta bukan dokumen buatan intelijen untuk mendiskriditkan PRD sebagaimana diklaim oleh Budiman Sejatmiko selama ini.

Ini menjelaskan mengapa Megawati menolak menyelidiki Peristiwa 27 Juli 1996 sekalipun harus mengeluarkan kalimat pahit kepada anak buahnya seperti “siapa suruh kalian mau ikut saya?” dan justru memberi jabatan sangat tinggi kepada masing-masing: SBY yang memimpin rapat penyerbuan Operasi Naga Merah; Sutiyoso yang komando lapangan penyerbuan Operasi Naga Merah; Agum Gumelar dan Hendropriyono yang pura-pura melawan koleganya.

Megawati melakukan bunuh diri bila menyelidiki kejahatannya sendiri! Bila dihubungkan dengan grup yang berkumpul di sisi Jokowi, maka sudah jelas bahwa CSIS; PDIP; Budiman Sejatmiko, Agum Gumelar; Hendropriyono; Fahmi Idris; Megawati; Sutiyoso ada di pihak Poros JK mendukung Jokowi-JK demi menghalangi upaya Prabowo naik ke kursi presiden.

B. Kerusuhan Mei 1998, Gerakan Benny Moerdani Menggulung Soeharto; Prabowo; dan Menaikkan Megawati Soekarnoputri ke Kursi Presiden. Pernahkah anda mendengar kisah Kapten Prabowo melawan usaha kelompok Benny Moerdani dan CSIS mendeislamisasi Indonesia? Ini fakta dan bukan bualan. Banyak buku sejarah yang sudah membahas hal ini, dan salah satunya cerita dari Kopassus di masa kepanglimaan Benny.


Saat Benny menginspeksi ruang kerja perwira bawahan, dia melihat sajadah di kursi dan bertanya “Apa ini?”. Jawab sang perwira, “Sajadah untuk shalat, Komandan.” Benny membentak, “TNI tidak mengenal ini.” Benny juga sering mengadakan rapat staf pada saat menjelang ibadah Jumat, sehingga menyulitkan perwira yang mau sholat Jumat. Hartono Mardjono sebagaimana dikutip Republika tanggal 3 Januari 1997 mengatakan bahwa rekrutan perwira Kopassus sangat diskriminatif terhadap yang beragama Islam, misalnya kalau direkrut 20 orang, 18 di antaranya adalah perwira beragama non Islam dan dua dari Islam.

Penelitian Salim Said juga menemukan hal yang sama bahwa para perwira yang menonjol keislamannya, misalnya mengirim anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian, diperlakukan diskriminatif dan tidak akan mendapat kesempatan sekolah karena sang perwira dianggap fanatik, sehingga sejak saat itu karir militernya suram.


Silakan perhatikan siapa para perwira tinggi beken yang diangkat dan menduduki pos penting pada masa Benny Moerdani menjadi Pangad atau Menhankam seperti Sintong Panjaitan; Try Sutrisno; Wiranto; Rudolf Warouw; Albert Paruntu; AM Hendropriyono; Agum Gumelar; Sutiyoso; Susilo Bambang Yudhoyono; Luhut Panjaitan; Ryamizard Ryacudu; Johny Lumintang; Albert Inkiriwang; Herman Mantiri; Adolf Rajagukguk; Theo Syafei dan lain sebagainya akan terlihat sebuah pola tidak terbantahkan bahwa perwira yang diangkat pada masa Benny Moerdani berkuasa adalah non Islam atau Islam abangan (yang tidak dianggap “fanatik” atau berada dalam golongan “islam santri” menurut versi Benny).

Inilah yang dilawan Prabowo antara lain dengan membentuk ICMI yang sempat dilawan habis-habisan oleh kelompok Benny Moerdani namun tidak berhasil. Tidak heran kelompok status quo dari kalangan perwira Benny Moerdani membenci Prabowo karena Prabowo yang menghancurkan cita-cita mendeislamisasi Indonesia itu.

Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia? Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis, namun setelah komunis kalah, dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, “Hijau ABRI” dan “Hijau Islam”.

Lalu, Peter Beek menyimpulkan, ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul : Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi ; mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).

Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, “Hijau ABRI” dan “Hijau Islam” Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo?

Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat). Ada Agum Gumelar-Hendropriyono (dua « malaikat » pelindung/bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani); ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani); ada Luhut Panjaitan; ada Sutiyoso; ada Wiranto dan masih banyak lagi yang lain.


Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:

“Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu.“ (Salim Said, halaman 320) Tentu saja Wiranto membantah dia memiliki hubungan dekat dengan Benny Moerdani, namun kita memiliki cara membuktikan kebohongannya. Pertama, dalam Memoirnya, Jusuf Wanandi menceritakan bahwa pasca jatuhnya Soeharto, Wiranto menerima dari Benny Moerdani daftar nama beberapa perwira yang dinilai sebagai “ABRI Hijau”, dan dalam sebulan semua orang dalam daftar nama tersebut sudah disingkirkan Wiranto. Ketika dikonfrontir mengenai hal ini, Wiranto mengatakan cerita “daftar nama” adalah bohong.

Namun bila kita melihat catatan penting masa setelah Soeharto jatuh maka kita bisa melihat bahwa memang terjadi banyak perwira “hijau” di masa Wiranto yang waktu itu dimutasi dan hal ini sempat menuai protes. Fakta bahwa Wiranto adalah satu-satunya orang Benny Moerdani yang masih tersisa di sekitar Soeharto menjawab sekali untuk selamanya mengapa Wiranto menjatuhkan semua kesalahan terkait Operasi Setan Gundul kepada Prabowo; mengatakan kepada BJ Habibie bahwa Prabowo mau melakukan kudeta sehingga Prabowo dicopot; dan menceritakan kepada mertua Prabowo, Soeharto bahwa Prabowo dan BJ Habibie bekerja sama menjatuhkan Soeharto, sehingga Prabowo diusir dan dipaksa bercerai dengan Titiek Soeharto. Hal ini sebab Wiranto adalah eksekutor dari rencana Benny Moerdani menjatuhkan karir dan menistakan Prabowo.


Membicarakan “kebejatan” Prabowo tentu tidak lengkap tanpa mengungkit Kerusuhan Mei 1998 yang ditudingkan pada dirinya padahal saat itu jelas-jelas Wiranto sebagai Panglima ABRI pergi ke Malang membawa semua kepala staf angkatan darat, laut dan udara serta menolak permintaan Prabowo untuk mengerahkan pasukan demi mengusir perusuh.

Berdasarkan temuan fakta di atas, bahwa Benny Moerdani mau menjatuhkan Soeharto melalui kerusuhan rasial, dan Wiranto adalah satu-satunya orang Benny di lingkar dalam Soeharto, maka sangat patut diduga Wiranto memang sengaja melarang pasukan keluar dari barak menghalangi kerusuhan sampai marinir berinisiatif keluar kandang. Selain itu tiga fakta yang menguatkan kesimpulan kelompok Benny Moerdani ada di belakang Kerusuhan Mei 98 adalah sebagai berikut:

1. Menjatuhkan lawan menggunakan “gerakan massa” adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan).

2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia). Lagipula saat kejadian terbukti Benny Moerdani sedang rapat di Bogor dan ada laporan intelijen bahwa orang lapangan saat kerusuhan 27 Juli 1996 dan Mei 98 dilatih di Bogor!!!

3. Alasan Megawati setuju menjadi alat Benny Moerdani padahal saat itu keluarga Soekarno sudah sepakat tidak terjun ke politik dan alasan Benny Moerdani begitu menyayangi Megawati mungkin adalah karena mereka sebenarnya pernah menjadi calon suami istri dan Soekarno sendiri pernah melamar Benny, pahlawan Palangan Irian Jaya itu untuk Megawati, namun kemudian Benny memilih Hartini wanita yang menjadi istrinya sampai Benny meninggal (Salim Said, halaman 329).

Berdasarkan semua fakta dan uraian di atas maka kiranya sudah tidak bisa dibantah bahwa alasan Kelompok Benny Moerdani, dalang Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 ada di belakang Jokowi-JK dengan mengorbankan keutuhan partai masing-masing (PDIP, Hanura, Golkar) untuk melawan Prabowo adalah dendam kesumat yang belum terpuaskan sebab Prabowo menjadi penghalang utama mereka ketika mencoba mendeislamisasi Indonesia. [hudzaifah/Berric Dondarrion/voa-islam.com]

Semua data aslinya bisa anda temukan di dalam buku karangan Prof. Salim Said dan beberapa rujukan lain yang bersangkutan. Tulisan ini bukan hasil rekayasa dan tetapi hasil investigasi langsung kepada pelaku di masa lalu. Jika masih kurang puas, anda bisa bertanya langsung kepada sang penulis bukunya. source asli: http://pedulifakta.blogspot.co.id/2014/06/innalillahi-terbongkar-di-belakang.html

Kesimpulan: Jadi kita sekarang faham kenapa mereka hingga saat ini masih terus menggempur islam dan ingin menghilangkan islam dari negeri ini, membiarkan komunis bangkit lagi, lalu menerbitkan perpu ormas untuk mengendalikan islam. Karena para jenderal yang masih ingin berkuasa ini ingin menguasai negeri ini secara utuh, Indonesia ternyata belum sepenuhnya merdeka, dari penjajahan para pendiri negerinya sendiri. Walaupun para jenderal ini sudah banyak yang wafat, tetapi masih ada penerusnya dan ideologina masih tetap dilanjutkan. Indonesia masih berada di bawah kekuasaan militer yang tidak menghendaki islam mendominasi politik dan sosial.

DItangan mereka, islam akan dibumi hanguskan melalui berbagai aturan hukum dan perundangan, maka dari itu sebagai orang islam kita harus menolak upaya apapun yang ingin menghilangkan islam dari negeri ini. Hal itu hanya akan terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran untuk membawa negeri ini kepada kebenaran. Bahwa negeri ini masih bisa diselamatkan oleh generasi masa depan yang memegang teguh nilai-nilai islam. Tidak ada kata terlambat, perjuangan masih panjang teman dan semoga ALlah swt mengirimkan pertolongan-Nya.

Read More..

DIAM-DIAM DANA HAJI RP.99 TRILIUN SUDAH DIPINDAHKAN KE BPKH

Eramuslim.com -Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sudah resmi terbentuk. Lengkap dengan jajaran dewan pengawasnya. Pertanyaan berikutnya adalah, kapan dana haji yang hampir Rp100 triliun itu berpindah pengelolaannya. Dari selama ini di Kemenag ke BPKH. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan seluruh dana haji yang ada di Kemenag akan diserahkan ke BPKH. ’’Seratus persen. Bahkan ditambah dengan dana abadi umat yang selama ini tidak disentuh sama sekali,’’ katanya di Jakarta (5/8).

Data Kemenag per 30 Juni 2016 menyebutkan total dana haji yang terkumpul mencapai Rp96,29 triliun. Sementara dana abadi umat tercatat berjumlah Rp3,05 triliun. Sehingga total dana yang akan bermigrasi dari Kemenag ke BPKH mencapai Rp99,34 triliun. Lukman menjelaskan migrasi atau perpindahan dana haji diharapkan mulai berjalan akhir agustus ini. Namun secara total, dia perkirakan seluruh dana haji ditambah dana abadi umat bisa dipindahkan pada akhir Oktober nanti. ’’Sambil menunggu selesainya pelaksanaan haji 2017 dan seluruh proses pertangungjawabannya,’’ tutur Lukman.

Read More..

Jumat, 13 Oktober 2017

DAHSYATNYA ISTIGFAR

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pintu rahmat Allah SWT bahkan terbuka kapan saja. Tak seperti halnya pejabat yang menutup rapat pintu mereka kala malam. Pintu-pintu penguasa juga tak terbuka kala hari-hari libur dengan alasan tak mau melayani rakyat jelata.

Tidak demikian dengan Allah SWT yang mengurus alam semesta ini. Pintu rahmat dan ampunan-Nya selalu terbuka. Tinggal kembali kepada kita. Sudikah kita menggerakkan langkah untuk mengetuk pintu-Nya dan menghaturkan penyesalan.

Allah SWT berfirman, "Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (QS an-Nisaa [4]: 110).

Betapa dahsyatnya istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Fadilah dua amalan ini amat besar. Ada dua jaminan keamanan untuk umat manusia dari bencana dan azab selagi ada dua perkara. Pertama ada Nabi SAW di tengah-tengah mereka atau ada orang yang memohon ampun diantara mereka.

Allah SWT berfirman, "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (QS al-Anfaal [8]: 33)

Memohon ampun dengan tulus ternyata bisa menjadi fadilah dicabutnya bencana di tengah manusia. Bayangkan jika setiap kesalahan yang kita perbuat lalu kita berbondong-bondong memohon ampun kepada Allah SWT. Tentu akan tercipta sebuah keberkahan dalam masyarakat.

Seseorang yang gemar beristighfar tentu akan membuat kepekaan dirinya meningkat. Jika pada masa lalu ia telah berbuat salah lantas bertobat, maka ia menjadi amat hati-hati dalam berbuat. Ia tak ingin mendekati lagi perbuatan-perbuatan kelamnya. Sensivitasnya terhadap sebuah dosa menjadi terdongkrak.

Dosa memang membuat seseorang tak akan nyaman. Kita berbohong saja, pasti ada di dalam lubuk hati paling dalam seberkas ketakutan. Takut jika kebohongan kita ini terbongkar.

Rasulullah SAW bersabda, "Kebajikan adalah budi pekerti yang baik, sedang dosa adalah sesuatu yang merisaukan hatimu dan engkau tidak senang jika hal itu diketahui orang lain." (HR Muslim).

Begitulah fitrah manusia. Ia tidak tenang jika berbuat dosa. Ia harap-harap cemas jika perbuatan buruknya diketahui orang lain. Sekecil apapun perbuatan dosa itu. Maka untuk menghilangkan gundah gulananya hati karena dosa, istighfar adalah jawabannya. Allah SWT berfirman, "... Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS ar-Ra'du [13]: 28).

Mari lihat bagaimana orang paling mulia di muka bumi ini mengamalkan zikir istighfar setiap harinya. Rasulullah SAW tak kurang dalam sehari membaca istighfar 70 kali. Dalam riwayat Imam Muslim tak kurang 100 kali. Rasulullah SAW yang maksum, terjaga dari dosa saja mengamalkan zikir istighfar dengan jumlah sampai 100 kali.

Lalu bagaimanakah dengan kita yang pasti berlumur maksiat ini? Semoga Allah menguatkan kita untuk terus kembali kepada-Nya dan menerima segala pertobatan kita.

Read More..

Kamis, 12 Oktober 2017

DAFTAR 10 ORANG KUAT DIBELAKANG JOKOWI-JK

Jika diumpamakan, saat ini posisi pemerintahan Jokowi sedang berada di sudut/pojok. Dia sedang diserang dari berbagai sisi dan dari berbagai arah dengan berbagai isu dan pemberitaan. Posisi Jokowi yang terpojok ini sangat memprihatinkan dan akan terus tersungkur menjelang kontestasi pemilu 2018-2019. Karena pembentukan opini kegagalan Jokowi sudah terpampang sangat jelas dan nyata menggiring opini publik bahwa pemerintahan Jokowi sudah gagal menjalankan amanahnya sebagai pusat pemerintahan yang diberi mandat oleh rakyat. Goncangan demi goncangan terus berlanjut, serangan demi serangan terus dibombarir dan tidak ada kata lelah semua bidang ditelanjangi untuk menunjuk ketidak amanan posisi sang presiden kini sedang di luar batas kemampuannya menahan turbulensi politik. Tapi jangan khawatair, presiden dalam kondisi seperti ini tidak sendiri, ada banyak orang kuat yang senantiasa menjaga posisi kursi presiden agar tidak berpindah tempat apalagi sampai berpindah posisi. Sampai dengan saat ini ada beberapa sosok orang kuat yang selalu siap sedia menjaga kestabilan posisi presiden hingga akhir masa jabatannya. Kenapa disebut orang kuat, karena mereka yang mengendalikan semua dan mereka tidak akan bisa disentuh hukum, Siapakah mereka?
Siapa saja yang selalu menghalangi manufer politisi yang ingin menyerang dan menjatuhkan sang presiden. Orang-orang yang pasang badan dengan berbagai opini berusaha meluruskan tuduhan dan isu miring, misalnya tentang infrastruktur, masalah penuruan daya beli, pembelian senjata oleh Polri, isu pelemahan KPK dan sebagainya. Sederet pejabat publik ini ramai-ramai tampil di hadapan publik dan media mainstream mengungkapkan keadaan dan berusaha menengahi keadaan, walaupun tidak memiliki dampak signifikan, tapi setidaknya masyarakat jadi tahu siapa saja yang berdiri di belakang sang presiden. Daftar orang kuat dan berpengaruh dibelakang presiden inilah yang selama ini selain menjaga posisi aman presiden mereka juga menjalankan pemerintahan. Merekalah yang mengendalikan berbagai kebijakan dan mengambil keputusan penting berkaitan dengan kelangsungan hidup bangsa ini. Maka dari itu bagaimanapun kerasnya hantaman dan terjangan badai, upaya berbagai pihak ingin menggoyang kursi presiden, tidak akan dengan mudah diguncang. Itu semua berkat kerja keras orang-orang dibelakang presiden ini. Lalu siapa sajakah orang-orang kuat yang berada di belakang presiden dan sering muncul dimedia dan berperan menghalau manufer serangan politik pihak lawan:
1. Menkopolhukam, Wiranto; Ketum Partai Hanura dan Jenderal yang sudah malang melintang di dunia politik dari masa pemerintahan Soeharto ini memiliki peran yang sangat vital terkait keamanan dan stabilitas politik ekonomi. Ia bertugas mengendalikan instansi-instansi dibawahnya seperti Polri dan TNI. Ia adalah jenderal yang selalu mampu menampilkan wajah tanpa dosa dan penuh kewibawaan menunjukkan diri berada di posisi tengah dan tidak mau menampilkan diri sebagai orang oportunis walau pada kenyataannya iya. Wiranto ini sangat pandai memainkan perannya sebagai pendukung penuh presiden tetapi dengan gayanya yang polos dan penuh kepercayaan diri berusaha meyakinkan publik bahwa apa yang dilakukan presiden adalah yang terbaik bagi bangsa. Wiranto adalah ahli diplomasi handal dan cekatan.
2. Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, jenderal cool dan orang yang tidak banyak bicara dan murah senyum ini bertugas untuk memastikan keamanan privasi dan investasi para investor, dengan cara luwes dan manis sang jenderal ini memainkan peran sebagai posisi orang yang taat aturan dan hukum. Luhut dikenal sebagai orang yang tegas, cermat dan teliti, dan ia memiliki banyak tugas yang dipercayakan presiden kepadanya untuk memastikan seluruh rencana berjalan lancar. Luhut juga dipercaya menangani berbagai proyek besar dan mengendalikan berbagai proyek bermasalah. Jika dalam istilah politik yang diutarakan Wakil Ketum Gerindera Arief Puyuono, Luhut berperan jadi posisi STER dalam pemerintahan Joko Widodo Kalau dalam catur, siapa dia yaitu Luhut Binsar Panjaitan satu-satunya tokoh yang bisa berganti posisi di tiga tempat, dalam pemerintahan mulai dari Kepala KSP, Menkopolkam, Menko Maritim dan Caretaker Menteri ESDM.
3. Mendagri, Cahyo Kumolo, Sang menteri Dalam negeri yang berasal dari partai PDIP ini terkenal sangat ketat dan keras dalam berbicara. Ia tidak sungkan-sungkan mengeluarkan pernyataan telak kepada lawan politiknya di media. Cahyo Kumolo sejak lama memang dikenal sebagai politisi yang tegas, dan tugasnya kali ini adalah mengawal dan memastikan seluruh peraturan daerah memberikan kemudahan bagi para investor dalam hal perijinan terutama bidang tanah dan lahan. Ia bertugas untuk membuat peraturan daerah menjadi lebih sederhana serta memberikan kemudahan dalam perijinan dengan memangkas berbagai aturan yang menyulitkan investor, dibuat menjadi lebih cepat. DIsamping ia juga bertugas menangkis berbagai serangan dan tuduhan lawan politiknya lalu memberikan arahan agar partai yang berseberangan dengan garis haluan agar diberi sangksi atau dikeluarkan dari koalisi atau dirangkul dengan berbagai cara.
4. Menkumham, Yasona Laoly, Sang menteri yang satu ini ditugaskan untuk memastikan semua peraturan hukum disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah berkuasa, mulai dari ketentuan ambang batas, undang-undang pemilu serta penegakan HAM masa lalu dan sebagainya. Serta memastikan tidak tumbuhnya kekuatan kelompok islam di masyarakat yang bisa menghambat kebijakan pemerintah. Menkumham juga sering tampil ke publik dengan gayanya yang cuek dan santai menanggapi berbagai isu miring, ia dikenal sebagai politisi yang sangat berani melawan arus dan tidak peduli dengan tuduhan banyak orang dengan santainya ia hanya membiarkan publik membuat asumsi-asumsi sendiri tanpa pernah mau ia tanggapi. Dan buktinya semua hasil kerjanya saat sudah mulai terasa mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara, ada banyak peraturan yang terkesan dipaksakan dan sengaja menunjukkan sikap antipati pada islam. Dan ia memilih bersikap masa bodoh dengan penolakan massa.
5. Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, Perannya adalah memastikan hubungan erat antara pemerintah dengan berbagai partai pendukung pemerintah berjalan baik. Ia yang mengawasi berbagai isu berkembang dimasyarakat dan mengendalikan berbagai isu yang merugikan presiden dan partainya, berdiri di tengah dan mengklarifikasi lalu mengeluarkan bantahan dan penegasan. Pramono dikenal sebagai pakar komunikasi handal dan ia mampu merangkul berbagai pihak agar tidak beseberangan dengan kelompoknya, agar mengurangi intensitas tekanan politik dengan berbagai cara. Tugas utamanya adalah mengurangi tekanan politik pihak lawan dan berusaha merangkul berbagai pihak agar berdiri dan sejalan dengan pihaknya.
6. Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto. Siapa yang tidak kenal dengan Hasto, orang kepercayaan terbaik Megawati Soekarnoputri ini sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia politik bersama Partai PDIP. Tugas pokok Hasto dalam struktur partai adalah ia bertanggung jawab dalam bidang kaderisasi partai. Ia adalah orang yang mencetak kader partai dan mendoktrin ideologi partai dan menyelenggarakan berbagai pelatihan kaderisasi diberbagai daerah. Walau dalam beberapa kesempatan Hasto juga kerap tampil ke publik menjadi tameng penahan badai bagi pimpinan partai atau presiden. Gaya bicaranya lugas dan tanpa basa basi, merujuk pokok masalah dan tujuan. Orang ini termasuk kuat dan handal dibidangnya karena ia sangat berani dan tidak pandang bulu dalam menghadapi lawannya.
7. Anggota DPR dari partai PDIP yang Vokal dan Kritis Ada Beberapa anggota DRP dari partai PDIP di berbagai fraksi, menguasai berbagai bidang dan bahkan mereka juga mengendalikan berbagai kebijakan publik. Total jumlahnya 109 orang, diantara yang sangat kritis dan berani kita Sebut saja; Eva Sundari, Maruara Sirait, Masinton Pasaribu, Effendi MS Simbolon, Rieke Diah Pitaloka, Arteria Dahlan dan sebagainya. Walaupun mereka dipilih dari berbagai daerah berbeda tetapi faktanya mereka tidak mewakili daerah yang memilihnya. Para wakil rakyat di DPR ini memiliki agenda sendiri terutama berkaitan dengan dasar ideologi partai yang diusungnya, PDIP. Jadi tidak heran kini mereka berlomba-lomba terus menggempur kepentingan umat muslim, sebab ini adalah kesempatan langka, di masa lalu mereka selalu berperan sebagai oposisi, kini ketika menjadi pendukung pemerintah, berbagai kebijakan dimasa lalu yang selalu mereka tentang justru menjadi yang paling mereka perjuangkan, misalnya pelemahan KPK, swastanisasi BUMN, mempreteli berbagai peraturan dan perundangan, yang ujung-ujungnya adalaha mereka juga ingin melemahkan sikap politik umat islam, contohnya, dalam sebuah kesempatan presiden pernah berpesan agar kalangan agama jangan berpolitik. Atau berita terhangat, politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, saat mengisi diskusi bertema "Nasib Penambahan Kursi Pimpinan DPR dan MPR dalam Revisi UU MD3" yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Gedung DPR, PDI Perjuangan membenarkan bahwa Ketua DPR RI, Setya Novanto, dan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), pernah berjanji kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk merevisi UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3). Ini semua dilakukan dalam rangka apa. http://politik.rmol.co/read/2017/10/12/310799/PDIP:-Novanto-Dan-Zulhas-Ingkar-Janji,-Kami-Bisa-Pakai-Cara-Ekstrem-
8. Menteri Kabinet Kerja Beberapa orang yang berada di kemeneterian Kabinet kerja juga menunjukkan loyalitas tinggi dan kinerja maksimal mewujudkan cita-cita sang presiden. Kita sebut saja Menkeu Sri Mulyani yang kerja mati-matian untuk mengendalikan perekonomian, berbagai manufer dilancarkan untuk menangkal berbagai terpaan badai. Menteri BUMN, menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan sebagainya semua instansi yang berhubungan langsung dengan kepentingan program kerja juga tidak surut semangat membela kepentingan sang presiden. Menteri ini yang mengendalikan berbagai kebijakannya banyak memihak swasta dibanding memperhatikan kesejahteraan rakyat.
9. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno putri Memiliki peran menjadi tokoh sentral bidang politik kebangsaan yang bertugas sebagai payung yang melindungi semua unsur di atas tadi. Ia menjaga kestabilan suhu politik dengan mengusung Pancasila sebagai perisai persatuan. Megawati juga berperan sebagai ibu bangsa, mengayomi dan mengamankan berbagai isu yang berkembang. 10. Wakil Presiden Jusuf Kalla; Jusuf Kala yang penampilannya kerap santai dan bersahaja juga memiliki kesamaan ideologi dengan PDIP, Jusuf Kalla kerap melontarkan pernyataan dan sikap mendukung penuh pemerintahan Jokowi, walau ia juga tidak mau meninggalkan kewibawaan sebagai wakil sang presiden, pernyataannya juga tidak jarang melukai umat islam dan bertentangan dengan kebutuhan masyarakat. JK adalah salah satu suporter Jokowi yang setia dan selalu menunjukkan sikap mendukung pemeritahan. Orang kuat lain yang memanfaatkan posisi Presiden sebagai kekuatan mutlak di negeri ini adalah ketua DPR Setya Novanto. Setelah dijerat oleh KPK terkait skandal korupsi e-KTP, Novanto melanggeng bebas dan bisa kembali menjabat sebagai ketua DPR. Sakti sekali bukan. Jadi jika sudah sedemikian solid dan kuatnya para pendukung utama sang presiden diatas sana, apapun kondisi dan terpaan yang menghampiri, tidak akan mampu membuat goyah kursi kepresidenan. Yang terjadi justru mereka semakin kuat. Walau juga tidak dipungkiri, lama kelamaan mereka juga akan makin kewalahan dan terpojok.
Lalu dimana posisii orang islam saat ini? Jika melihat kondisi di atas maka posisi orang islam saat ini sudah berada di pinggiran jurang. Seperti gerombolan kambing yang siap disembelih menunggu giliran atau nasib mereka akan terjungkal masuk jurang. Tapi walau bagaimana, Allah swt masih memberikan petunjuk-Nya kepada siapa saja yang masih berkeinginan menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran, maka mereka harus bersatu melawan hegemoni kekuatan lawan dengan cara terus menggempur benteng pertahanan mereka dari segala arah. Yang penting pantang menyerah dan jangan berbalik arah, yakinlah bahwa Allah swt saja tidak menginginkan kehancuran terjadi pada diri kita, maka sekarang upaya kita yang sungguh-sungguhlah yang sangat diperlukan. Yakinlah bahwa pertolongan ALlah sangat cepat.
Karena jika dianalogikan dalam bentuk nubuah sang nabi saw, kondisi yang terjadi saat ini bisa diumpamakan kita sedang berada dalam genggaman ad dajjal. Karena sebagaimana disampaikan rasul saw, dajjal yang akan hadir di tengah kita kelak bukanlah orang yang berwujud raksasa atau butho ijo, melainkan ia adalah sebagaimana layaknya manusia biasa, bahkan perilakunya lebih mulia dari seorang nabi, tetapi sesungguhnya semua yang ditawarkannya mengandung celaka, surganya adalah neraka. Sementara orang yang ada di belakangnya adalah para pendukung dajjal dan umat islam adalah orang-orang yang sedang diperdaya. Sudah sadarkah kita saat ini sedang berada di tengah medan perang, perang akidah antara muslim dan anti muslim? DImana posisi anda?




Read More..

Selasa, 10 Oktober 2017

14 BUKTI KEBIJAKAN "ANTI ISLAM" ERA JOKOWI-JK

Anda masih tidak percaya bahwa Kebijakan Pemerintah Jokowii sangat anti islam, mereka berusaha semaksimal mungkin menghalau dan menghadang apapun hal yang berkaitan dengan islam di negeri ini, seakan tidak ada hari tanpa berupaya memojokkan islam dari berbagai sudut. Berikut ini kami sampaikan

 1. Pertama adalah perpecahan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jokowi dituding memecah belah PPP yang merupakan salah satu partai Islam yang ideologis yang sangat berbahaya. Perpecahan PPP ini terjadi di awal tahun 2015.

2. Penutupan sepihak situs-situs islam, pemblokiran terhadap 19 media di awal tahun 2015 yang dituduh mengkampanyekan gagasan radikalisme dan terorisme ini mengundang pertanyaan banyak pihak.

 3. Penangkapan Ustad dan Penceramah di daerah, ustad alfian Tanjung, Al Khatatath, Haryono,Novel Bamukmin dengan tuduhan makar dan ujaran kebencian mewarnai laman berita di berbagai media online.

4. penangkapan para pengkritik seperti Asma Dewi dengan tuduhan keterlibatan dengan mahluk bernama Saracen yang hingga belum terungkap. Penangkapan terhadap pengkritik pegiat media sosial Jonru Ginting juga masih diproses polisi. Dan berbagai penangkapan lain, sang pengacara FPI Egi Sudjana, sementara pegiat media sosial yang banyak menghina islam Ade Armando malah diundang makan ke istana.

5. Pemberlakukan full day school yang membuat kontroversi di kalangan masyarakat, walau akhirnya dibatalkan, rencana penerbitan kebijakan ini hampir saja benar-benar diterapkan dan membuat gelisah banyak pihak.

6. Pelarangan pengeras suara di rumah ibadah di tahun 2016, Menurut pria yang akrab disapa JK itu, pemutaran kaset pengajian menjelang waktu salat melahirkan “polusi suara”.

7. penerbitan perpu ormas yang akhirnya membekukan kegiatan HTI (Hizbut Thahir Indonesia) dengan tuduhan anti pancasila dan ideologi garis keras ini dianggap mengada-ada dan berlebihan, sebab tidak ada bukti nyata atas tuduhan itu.

8. Kriminalisasi terhadap ulama dan habib, pemimpin umat islam, utamanya yang terjadi pada Pimpinan FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab dengan tuduhan tidak mendasar. Atau tindakan semena-mena terhadap tahanan Habib Abu Bakar Ba'asyir yang tidak ditanggapi permohonan pengobatan di luar rutan, terpaksa menahan sakit dalam penjara.

9. Mengintervensi kasus penistaan agama dengan memberikan banyak kelonggaran kepada pelaku dan memberikan banyak keleluasaan, memberikan fasilitas dan mengakomodasi semua kepentingannya. Sementara umat yang melakukan aksi bela islam di cap radikal dan anti demokrasi.

10. Memanfaatkan dana umat yang terhimpun dalam bentuk tabungan Haji calon jemaah haji dengan tujuan untuk investasi bidang infrastruktur, dianggap sangat melecehkan umat.

11. Mengampanyekan FILM berjudul 'Kau Adalah Aku yang Lain' menambah polemik baru di masyarakat khususnya sebagian umat Islam. Film yang memenangkan Festival Film Polisi 2017 ini, dianggap menambah pesan adanya disharmoni antara instansi kepolisian dengan beberapa kalangan umat Islam.


12. Saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara hari Jumat (24/3/17), Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar memisahkan persoalan agama dari politik, atau politik dari agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antar umat. Menanggapi hal ini Ketua MUI Ma'ruf Amin menyanggah dan berpendapat justru agama dan politik itu saling menguatkan.

13. Pemerintah tidak bisa bertindak tegas terhadap tindak kekerasan yang dialami muslim Rohingya atas nama kemanusiaan dan atas nama sesama negara muslim, reaksi pemerintah sangat lamban dan tidak pro islam.

14. Membiarkan cikal bakal dan bibit ideologi komunisme berkembang dan hidup lagi ditengah masyarakat awam. Istilah "gebuk" pki hanya wacana dan tidak ada tindak lanjutnya. Melecehkan panglima TNI yang mengajak nonton bareng film G.30S/PKI dianggap sedang berpolitik menggunakan islam. Bahkan ada upaya penyelundupan senjata berat oleh Polri tidak di usut tuntas, malah dibiarkan bagai bola liar.

Mungkin masih ada lagi selain ke 14 point di atas, salah satunya ide membentuk kementerian pesanteren dalam rangka mengawasi perijinan pesanteren yang akan diperketat. Serta mulai diperkecilnya peran MUI dalam hal pelebelah sertifikat halal yang kini diambil alih oleh pemerintah. Yang mana inti dari semua itu adalah dalam rangka membatasi ruang gerak umat muslim. Mereka tidak suka mendapati orang islam bersentuhan langsung dengan agamanya, pemerintah ingin ikut campur dan mengawasi setiap pergerakan muslim. Maka Dapatlah kita simpulkan bahwa pemerintahan Jokowi nampaknya memang tidak menginginkan islam terlalu dominan di negeri ini. Para pengkritik Jokowi juga menilai bahwa ini bukti nyata Presiden Jokowi benar-benar punya agenda menghancurkan Islam selama masa pemerintahannya. Mereka terus berupaya menggusur islam dari banyak sisi. Sudah sadarkah anda?

Read More..

Rabu, 04 Oktober 2017

DAFTAR BUKTI DAN SAKSI PKI BANGKIT LAGI

Berikut ini kami sampaikan berbagai bukti dan saksi adanya gerakan kebangkitan faham komunis di Indonesia atau PKI, siapa saja yang terlibat, dimana dilangsungkan acara, apa maksud dan tujuan acara dan kronologi serta sumber bisa diakses langsung bukti kebenarannya. Berikut ini daftar bukti dalam bentuk acara seminar dan simposium di berbagai lembaga pendidikan di kota besar; 

1Acara Belok Kiri Festival yang sedianya diselenggarakan di Galeri Cipta II di Taman Ismail Marzuki. Belok Kiri Festival, yang terdiri dari diskusi, pameran, peluncuran buku, terkait gerakan dan paham kiri, sedianya berlangsung 27 Februari hingga 5 Maret 2016 di Galeri Cipta II, TIM. Namun sehari sebelum penyelenggaraan, Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) TIM, Imam Hadi Purnomo mencabut kesepakatan penggunaan Galeri Cipta II sebagai lokasi acara. Festival tetap diselenggarakan, dengan dipindahkan ke Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

sumber: http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37935165 

2. Diskusi bertajuk “Ekonomi Politik Indonesia Pasca Peristiwa Gestok 65” ini digelar di kampus Fisipol Unit 2, Sekip; nampaknya agak berbeda dari biasanya. Karena selain menghadirkan Budiawan (Dosen Kajian Budaya dan Media), juga mengundang seorang penyintas bernama Badri (71 th) yang aktif bergabung di Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-’66 (YPKP ’65) Yogyakarta. MAP Corner-Klub MKP UGM. Sebuah klub diskusi yang rutin menggelar tradisi ilmiah yang biasa terbuka untuk kalangan umum. Acara yang diadakan dibulan Oktober 2016 ini dibubarkan Elemen yang mengklaim merupakan gabungan 25 ormas di Yogyakarta.
http://jateng.metrotvnews.com/peristiwa/Rb17JOXK-diskusi-gestok-1965-di-ugm-diawasi-ormas

 3. Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Malang harus berdebat panjang dengan pihak rektorat Unisma (Universitas Islam Malang) untuk dapat menggelar diskusi ilmiah bertema “Marxisme dan Kekerasan 1965” di kampus (29 september 2016) itu. Pasalnya, pihak rektorat kampus secara sepihak melarang diskusi ini yang didalihkan sebagai dapat “mencoreng nama baik” kampus islam. Acara ini dibatalkan sepihak.
http://ypkp1965.org/blog/2016/09/29/lagi-diskusi-bertema-1965-dibubarkan-polisi-malang/ 

4.Jakarta, 27 Agustus 2015. Diskusi Publik merupakan salah satu program dari rangkaian acara yang diadakan oleh ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival, 2015. Diskusi yang berlangsung di Auditorium Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini membahas mengenai sejarah peristiwa 1965 dalam konteks media, yaitu bagaimana peran media (sinema) dalam melihat sebelum dan sesudah tragedi 1965. Acara ini berlangsung pada pukul 16:00 WIB, dihadiri oleh dua narasumber, yaitu Budi Irwanto dan Hilmar Farid. Acara menyinggung sebagian sejarah Indonesia, yakni era Orde Baru, yang menggunakan media sebagai kunci utama untuk membangun perspektif publik mengenai apa itu komunisme, bagaimana tragedi 1965. acara ini tetap berlangsung.
http://arkipel.org/public-discussion-1965-history-in-the-media/

 5. Acara berupa seminar dan pemutaran film ini dihelat pada 30 September hingga 2 Oktober 2015. Acara ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI) bekerja sama dengan sejumlah departemen dan program studi. Pada 1 Oktober akan digelar diskusi bertema "50 Tahun Hantu Komunisme". Diskusi ini akan membahas soal pemahaman mengenai komunisme. Hadir dalam diskusi itu Muhammad Iskandar (dosen sejarah UI), Saleh Asrojamhari (sejarawan militer UI), Berto Tukan (perwakilan redaktur Indo Progres) dan Perdana Putri (perwakilan alumni).Kesaksian para korban pembantaian akan digelar pada 2 Oktober. Acara yang akan digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI ini akan mengungkap fakta sejarah yang selama tersembunyi. Acara ini tetap berlangsung.https://nasional.sindonews.com/read/1049396/12/negara-perlu-usut-genosida-1965-1443624465

6. Ubud Writers and Readers Festival (UWRF)merupakan salah satu festival sastra terbesar di Asia Tenggara, yang diselenggarakan di Ubud, Bali pada 28 Oktober dan 1 November 2015. Untuk tahun ini, UWRF hendak menandai 50 tahun peristiwa 1965 di Indonesia, dengan mempersiapkan beberapa acara membahas topik tersebut, termasuk pemutaran film Senyap (The Art of Silence) karya Joshua Openheimer. Namun, baru-baru rangkaian acara tersebut resmi dibatalkan demi kelangsungan festival secara keseluruhan.
https://hot.detik.com/art/d-3051865/diskusi-isu-1965-dibatalkan-di-ubud-writers-and-readers-festival-2015

7. Diskusi Publik dan FDG, 50 tahun Tragedi 1965, Menggagas Rekonsiliasi dalam pendidikan, menghapus Pewarisan Kebencian. Selasa, 15 September 2015. Di Gedung C7. lantai 3 Fisip Universitas Negeri Semarang. Narasumber Nursyahbani Katjasungkana.
http://www.simpulsemarang.org/2015/09/diskusi-dan-fgd-50-tahun-tragedi-1965-di-fis-unnes.html

8.Acara seminar 'Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66' di LBH Jakarta Sabtu (16/9/2017) batal digelar karena blokade polisi. Polisi menutup pintu masuk sehingga peserta tak bisa masuk. Bahkan Sabtu sore, polisi memaksa masuk ke lantai 4 kantor LBH. Polisi sempat mengambil laptop yang ada di ruang seminar untuk dibawa sebagai alat bukti. Tapi digagalkan panitia karena dianggap pengambilan itu tanpa alasan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, seminar tersebut dilarang karena tak mempunyai izin.
https://beritagar.id/artikel/berita/pembubaran-seminar-1965-alergi-dan-standar-ganda-pemerintah

Dan masih banyak lagi acara-acara diskusi, seminar dan simposium seperti ini digelar diberbagai lembaga pendidikan tinggi diberbagai daerah. Hal paling menarik diatas adalah hampir sudah semua kota besar sudah pernah diselenggarakan acara seperti ini, tenggat waktu pelaksanaannya juga di antara bulan september dan oktober, dan kebanyakan acara mulai gencar dilaksanakan di tahun 2015 hingga 2016. Mereka menyelenggarakan berbagai acara bertajuk sama, hanya saja ada beberapa yang diselimuti acara bertema lain. Bukankah ini merupakan upaya membangkitkan kembali romansa masa lalu dan mencari celah kelengahan kita. Tujuan utama dilaksanakan acara seperti ini adalah untuk mengajak para generasi muda yang tidak faham kejadian tragedi itu untuk melihat dari sudut pandang berbeda yaitu dari sisi Hak asasi manusia. Dan hasil akhir yang ingin dicapai adalah agar pada akhirnya pemerintah mau mencabut TAP MPRS no.25/1966 tentang pelarangan PKI.

LOGO PALU ARIT MEMBAHANA



1. seorang pemuda yang memparodikan logo palu arit Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam kaos bersablon “Pecinta Kopi Indonesia” juga ikut diciduk (Tempo.co, 2016).

2. Logo Palu artit tercantum dalam Uang Kertas keluaran terbaru, pernah digugat Habib Rizieq Shihab
3. Logo Palu Arit tercantum dalam Logo Bawaslu yang baru, Logo Pancasilanya hilang



4. Logo Palu arit tercantum di Kartu Jakarta Pinta (KJP)

Dan Masih banyak lagi Apakah anda mengharap hal ini hanya kebetulan atau tidak ada unsur kesengajaan? Penyebaran yang masif dan terencana seperti ini, apa mungkin tidak ada maksud dan tujuannya.

GERAKAN BAWAH TANAH PDIP


 1. Karena Indonesia skrg anut demokrasi liberal dimana kekuasaan harus diraih melalui partai politik, aktifis2 komunis rame2 masuk partai. 

   2. Partai yang paling mengakomodir para tokoh2 komunis ini adalah PDIP. Karena romantisme sejarah atau pun karena pertimbangan praktis

    3. Tokoh2 eks PRD, FORKOT dan ormas2 lain berpaham kiri, sosialis utopis, komunis, ramai2 masuk PDIP. Skrg mereka mau kuasai PDIP

    4. Faksi komunis di PDIP semakin menguat ketika PDIP bekerjasama dgn Partai Komunis China (PKC). PDIP mengirim kader2nya belajar ke PKC

    5. Sedikitnya tiga kali atau 3 gelombang pengiriman kader2 PDIP belajar PKC China. Disana mereka belajar dan merevitalisasi ideologi komunis

    6. Ini delegasi ketiga >> 15 Kader PDIP studi di Partai Komunis China | http://t.co/ANM5lrOxHd http://t.co/QcIRr3YZ2X lewat @merdekadotcom

    7. Sebentar lagi PDIP akan dirikan sekolah Partai. Sebagai follow up hasil studi di Partai Komunis China. Waspadalah http://t.co/YoSy63UsKw

    8. Kerjasama PDIP dan Partai Komunis China ini sdh terjalin serius sejak 2011 lalu http://t.co/ptjuaEwN4y

    9. Kebangkitan Komunisme Indonesia dapat dicermati dari statement politisi senior PDIP alumnus P Komunis China Eva K Sundari akhir2 ini

 10. Budiman Sudjatmiko minggu lalu terbang ke Timor Leste temui tokoh partai komunis Fretilin Mari Alkatiri minta dukungan utk capres Jokowi 2019

    11. Ribuan warga Giriroto Ngemplak Boyolali, Napak Tilas beri dukungan capres Jokowi. Giriroto Boyolali Basis PKI http://t.c/1iv6TNGWSa

    12. Boyolali adalah Basis Terbesar dan Terkuat PKI tahun 60an. Disanalah Pemuda Rakyat, Gerwani, BTI, Girwis, dan ormas2 sayap PKI dilatih

    13. Boyolali pusat pengasingan Pasukan Tentara Rakyat dari Batalion Pasopati, yg berontak dan perangi TNI - Pemerintah pasca rasionalisasi

    14. Segitiga Klaten - Solo - Boyolali adalah daerah Basis PKI terkuat dan terbesar di Indonesia. Pusat gerakan komunis. Kini bangkit kembali

    15. Tokoh sesepuh komunis Boyolali, bernama Mbah Pardi pensiunan polisi, kini aktif kembali membina kader2 muda PKI

    16. Celakanya, para satgas PDIP Solo dibentuk dan diberi pembekalan pemantapan ideologi oleh Mbah Pardi cs ini. Waspadalah

    18. Bahkan tanpa diketahui rakyat dan aparat, Partai Komunis Indonesia (PKI) Boyolali pun sdh dirikan dan dilantik http://t.co/1pcmcH68Dx

19. Salah satu Anggota DPR dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning yang merasa bangga dan sempat menulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" yang sempat menjadi kontroversi. 


Berita terbaru menemukan adanya gerakan komunisme di Mataram NTB. 
Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf Farid Makruf, menemukan pergerakan komunis di Mataram. Ideologi yang dilarang pemerintah itu sudah lama tersebar di Mataram.

"Berdasarkan data intelijen kami, gerakan itu (komunis) ada," kata Farid dilansir Antara, Senin 2 Oktober 2017.

Farid mengatakan, keberadaan pergerakan berlambang palu arit itu sudah masuk catatan TNI. Bahkan dalam dua tahun terakhir, ada belasan kasus yang ditemukan intelijenTNI.

"Pada 2016 ada 11 kasus yang muncul, begitu masuk 2017 hingga september, kami temukan ada delapan kasus," ujarnya.
Farid menegaskan, keberadaan komunis di wilayah NTB masih dalam bentuk aplikasi berupa selebaran, stiker, bendera, atau menggunakan sarana baju kaos yang bergambar palu arit. "Artinya apa, gerakan itu ada. Tapi mereka sampai sekarang belum ada yang berani terang-terangan," ucapnya.
 
Farid menegaskan, TNI akan menjadi yang terdepan mengadang ideologi komunis. Sebab, secara nasional pergerakan komunis sudah terlihat.
"Ada seminar, ada buku yang ditulis oleh seseorang, ada talk show yang dengan bangganya mengatakan `saya anaknya PKI," kata Farid.
 
Menurutnya, kasus paling parah adalah ada yang datang ke Mahkamah Internasional, memaksa pemerintah Indonesia meminta maaf kepada PKI. "Yang korban siapa, yang harus meminta maaf siapa. Coba kita pelajari dari tahun 1948, apakah kita yang melakukan kekejaman," katanya.

Farid mengaskan, TNI terus memperkuat benteng keamanan negara, salah satunya dengan memutar film pengkhianatan G30S/PKI bersama masyarakat.
 
"Ini salah satu bentuk kewaspadaan agar komunis gaya baru tidak bisa mengganti Pancasila. Jangan sampai (komunis) berkembang," ujarnya.


Jadi masih butuh bukti apa lagi bagi kita untuk meyakini bahwa gerakan PKI ini tidak akan bangkit lagi, bahwa mereka katanya sudah mati tetapi fakta dilapangan mereka sudah menyusun begitu banyak rencana dan siasat. Belum dinyatakan akan dimaafkan saja tindakan nya seperti ini, apalagi nanti jika ternyata PKI benar-benar dimaafkan oleh Pemerintahan Jokowi, apa yang akan terjadi dengan negeri ini. Lautan darah akan menutupi bumi, Islam akan masuk keranda dan dikebumikan. Itulah pentingnya kita memahami bahwa ideologi ini sangat berbahaya dan harus dicegah dengan segala daya upaya.

Read More..

Senin, 02 Oktober 2017

TEKANAN EKONOMI TERBERAT: MASA REZIM JOKOWI-JK

RMOL. Media Survei Nasional (Median) mengeluarkan hasil survei terbaru, Senin (2/10). Dalam temuannya, publik paling merasakan tekanan ekonomi yang kian menghimpit di rezim Presiden Joko Widodo. Median memberikan dua pertanyaan kepada reaponden, yakni apakah permasalahan utama yang dirasakan oleh publik saat ini, dan hal apakah yang dirasakan menjadi hal utama pemicu stres. Hasilnya, sebanyak 83 persen publik menjawab agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan penting yang harus diprioritaskan, dan hampir separuhnya yakni 43 persen merupakan tekanan ekonomi. Ada 25 masalah yang mendapat respon publik. Persoalan penting yang harus diprioritaskan di urutan pertama adalah, ekonomi susah (kemiskinan) 16.6 persen. "Lalu ada, harga kebutuhan pokok serta biaya listrik mahal 16.0 persen, lowongan pekerjaan susah 9.8 persen, dan persoalan korupsi yang semakin merajalela 9.1 persen," jelas Direktur Eksekutif Median, Rico marbun di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Dari 83 persen itu menunjukan tingginya kesulitan keuangan serta biaya hidup yang kian mencekik, sehingga menjadi pemicu stres. "Sebesar 64,5 persen publik mengaku stres dengan kondisi saat ini di saat mahalnya harga kebutuhan pokok serta tingginya harga listrik," jelasnya. Median melakukan survei pada 14-22 September 2017 terhadap 1.000 responden di seluruh Indonesia yang masuk ke dalam kategori pemilih. Survei menggunakan metode sampling dipilih secara random dengan multistage random sampling, dengan margin of eror sebesar kurang lebih 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. [rus] http://politik.rmol.co/read/2017/10/02/309429/Tekanan-Ekonomi-Paling-Dirasakan-Di-Rezim-Jokowi-

Read More..