Minggu, 04 Juni 2017

TERORISME DAN KERANGKA AGAMA AD DAJJAL

Jika dicermati, fenemena bom bunuh diri belakangan ini mengalami banyak perubahan dan pergeseran, tidak lagi sesuai dengan inti dan tujuan jihad umumnya, melainkan sudah menuju pada suatu tujuan tertentu yang ingin digapai; berikut ini kami sampaikan beberapa fakta yang mungkin tidak anda ketahui tentang kebenaran dibalik aksi terror bom bunuh diri yang mendunia belakangan inidalam kaitannya dengan upaya mewujudkan perang dunia ketiga oleh para konspirator dunia.

Berdasarkan sebuah dokumen rahasia yang bocor ke ruang publik, Dokumen rahasia dengan klarisifikasi not for distrube hasil kajian strategis sebuah tim dibawah pimpinan mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, William Cohen yang merupakan Gembong Zionis, bocor dokumen yang dibuat pada tahun 2000 dikaji 15 ahli disipin politik. Hasil kajian tersebut diberi judul “Asia tahun 2025 dan pengaruhnya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat abad 21″ menskenariokan bahwa Indonesia dan Pakistan harus dilenyapkan selambat-lambatnya antara tahun 2010 – 2025.

Salah satu maklumat point dalam dokumen itu adalah Penghancuran Dunia Abad 21(51-57) ● Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo) ● Hapuskan Indonesia 2025 ● Hapuskan Pakistan 2025 ● Hapuskan beberapa Negara Afrika 2025 ● Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya) ● The New Crusade ● Membunuh 3 Miliyar penduduk yang tidak disukai dengan kelaparan & penyakit th 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).

Para Yahudi Zionis Israel akan mempropagandakan sekularisme berpedoman pada hasil rapat “ Pinisepuh Zion “ di Basel ( Swiss ) tahun 1897 yang bernama “ The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion “, yang ingin mendirikan Negara Israel → Israel Raya dan menguasai Dunia baru lewat tipu daya Demokratisasi, HAM, Privatization, Free Trade, Globalization, dan lain-lain.

Israel Raya, dalam waktu dekat Israel akan mendirikan Negara Super power yang akan dibekingi Negara-negara boneka lainnya seperti Amerika, China, Inggris, perancis, Kanada dll dan sekarang mereka sedang melebarkan sayapnya dengan cara menjadi musuh yang nyata bagi dunia islam, karena hanya islamlah yang secara terang-terangan menjadi penghalang. Maka tahap pertama yang harus dilakukan adalah menggerakkan orang-orang yang tidak sepaham dengan islam untuk menebarkan terror dan ketakutan sehingga semua mata akan memandang islam sebagai masalah dan harus segera di basmi dan harus diperangi oleh semua Negara.

Lalu apa kaitannya antara teroris, zionis, perang dunia ketiga dan Israel Raya, berikut ini kami sampaikan hubungan keterkaitannya;

1. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Freemasonry dan Illuminati ditengarai sebagai dalang dari setidaknya 50% pertumpahan darah dan peristiwa besar dalam sejarah manusia sejak abad pertengahan. Mulai dari Perang Salib, Revolusi Perancis, Revolusi Industri di Inggris, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Holocaust, krisis ekonomi dunia, peristiwa WTC, terorisme dan bahkan berdasarkan dokumen-dokumen dan teks-teks yang valid gerakan mereka memiliki agenda untuk menceburkan negara-negara tersebut kedalam Perang Dunia III.

2. Tujuan utama disebarkannya virus ketakutan ini adalah untuk membendung pertumbuhan penduduk muslim yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan karena kini islam sudah menjadi agama yang moderat dan ajarannya bisa diterima sebagian masyarakat amerika dan eropa yang selama ini sudah memeluk agama selain islam. Virus terror ini bertujuan untuk menghalangi niat orang non muslim menerima islam secara masif. Disamping itu, pertumbuhan jumlah penduduk islam juga terus meningkat dihampir seluruh belahan bumi, hal ini sangat mengkawatirkan karena jika jumlah peduduk islam tidak dibendung sedini mungkin, itu akan berujung pada tidak terwujudnya Negara Israel raya. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah metode penghancuran kharakter islam secara massif di mata dunia, yaitu melalui teror2 bom sehingga pergerakan islam akan terhambat.

3. Bahwa para pelaku bom ini sudah tidak lagi mengutamakan ayat-ayat jihad dalam serangannya, sebab yang menjadi sasarannya tidak lagi memandang ikatan persaudaraan muslim, karena faktanya aparat juga orang islam, saudara mereka yang seiman tetap menjadi sasaran. Maka paradigm teroris kini sudah bergeser, mulai dari menyasar rumah-rumah ibadah seperti gereja, lalu bergeser ke fasilitas publik, kini mereka tidak ragu menyasar aparat keamanan, yang dianggap tidak akan memberikan kesempatan kepada mereka mewujudkan tujuan mendirikan Negara Khilafah. Aparat (walau seiman) dipandang sebagai pihak yang akan menghalangi tujuan mereka mendirikan Negara khilafah sebagaimana para pemimpin mereka sudah mendoktrin mereka untuk berjuang menyerahkan nyawanya atas dasar rasa solidaritas sesame pejuang untuk mendirikan Negara Khilafah.

4. Para pelaku bom mau meledakkan diri bukan lagi sekedar mengharap imbalan surga dan bidadari, tetapi sudah tumbuh menjadi semangat kebencian karena aparat dan pemerintah yang akan menghalangi niat mereka mendirikan Negara khilafah dan tujuan mereka meledakkan bom bunuh diri adalah karena eratnya rasa persaudaraan sesame pejuang. Mereka merasa kagum dengan keberanian saudaranya yang sudah rela menyerahkan nyawanya demi sebuah semangat perjuangan menegakkan Negara islam. Mereka merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama dan membuktikan bahwa mereka juga bisa berbuat sama dengan yang dilakukan saudaranya di medan pengeboman.

5. Virus semangat ingin mendirikan Negara (baru) khilafah ini yang ingin dikembangkan di masa depan, yaitu bahwa setiap orang yang merasa sudah tidak nyaman dengan pemimpinnya ataupun agamanya bisa mencari solusi dengan cara menebar terror dan ketakutan. Saat ini orang sedang dibiasakan dengan upaya pemaksaan segelintir orang yang menginginkan berdirinya sebuah Negara sesuai hokum kehendak mereka sendiri. Dengan pemandangan biasa dan sudah terbiasa ini, akan memudahkan semua pihak melakukan hal yang sama di kemudian hari. Dan seperti ini jugalah cara para pemimpin illuminati mendirikan Negara Israel Raya di atas tanah kelahiran warga Palestina, dengan cara mengusir penduduknya dan mengambil paksa tanah kelahirannya dengan kekerasaan dan teror. Sadar atau tidak, sebenarnya sekarang kita sedang diajak berpikir menganggap hal seperti itu adalah sesuatu yang biasa/lumrah dan pada akhirnya orang akan melakukan hal yang sama.

6. Motivasi sang pengebom semakin terbentuk, ketika semakin banyak saudaranya yang mati di medan karena bom bunuh diri, maka semakin semangat mereka ingin menujukkan eksistensinya. Jadi saat ini sudah terjadi perubahan doktrin dari para petinggi ISIS di suriah, bahwa siapa saja yang bisa meledakkan diri maka itu adalah bentuk loyalitas dan bakti yang nyata kepada pimpinan ISIS. Saat ini para pelaku bom ini sedang diberi tantangan, mampukah mereka membuktikan diri mereka setia dan taat kepada para pendiri Negara khilafah dengan cara melakukan serangan bom? Jika mampu maka mereka akan mendapatkan gelar tertinggi dan terhormat di sisipetinggi ISIS, jika tidak maka mereka akan dianggap sebagai pengecut. Fenomena terbaru dimasyarakat saat ini adalah timbulnya kecenderungan masyarakat mengkultuskan pemimpin yang dianggapnya terhormat dan sesuai ideologinya, sehingga timbul kerelaan untuk berbuat apapun demi sang pemimpin tanpa mempertimbangkan masukan dari pihak lain. Akibat sikap mengkultuskan ini timbul semangat membela dan membenarkan apapun yang disampaikan sang pemimpin. (ini adalah bagian dari efek berkembangnya teknologi informasi, berbagai macam berita bertebaran bebas bisa dimanfaatkan dan akhirnya membentuk karakter masyarakat yang suka mengelompokkan diri, dalam sebuah forum2 tertutup dan membangun opini makin mengerucut pada sebuah motif ideologi).

7. Maka dari itu pengebom sudah tidak peduli lagi dengan nyawanya, keluarganya, kehidupan sesudahnya, dan hokum-hukum yang ada di dalam keyakinannya, sepenuhnya mereka serahkan pada pemimpin yang menaungi diri mereka, dan yang dipedulikan hanyalah rasa solidaritas sesama pejuang dan kebanggaan di sisi petinggi ISIS. Dikalangan mereka, setiap ada saudaranya yang berhasil meledakkan diri dan membuat banyak rekor berapa banyak jumlah orang yang meninggal akibat serangan tersebut, maka disitulah tingkat prestasi/kemuliaan akan didapat. Semakin banyak jatuh korban maka semakin mulia dan terhormat mereka dimata para pejuang dan petinggi. Semakin ramai berita dan besar kekacauan yang terjadi, maka semakin membakar semangat pengikut lainnya ingin melakukan tindakan yang sama. (disarankan agar pihak aparat tidak mempublikasikan hasil penyelidikannya kepada media, karena itu bisa dimanfaatkan untuk mencari kesalahan dan kelemahan polisi serta mengembangkan metode baru oleh pelaku bom).

8. Lalu apa kaitannya dengan pembentukan Negara Israel Raya? Jawabannya adalah, sampai kapanpun kita tidak akan pernah tahu siapa yang berdiri dibalik gerakan ISIS ini. Karena faktanya bahkan Negara paling berkuasa dan canggih teknologi perangnya sekelas Amerika dan Perancis pun belum mampu menangkap dan menghentikan aksi sadis ini. Malah semakin banyak Negara islam yang jadi korban dan makin buruk stigma islam di mata dunia. Penyebaran terror bom semakin merata ke semua wilayah, bagaikan jamur di musim hujan. Setiap hari ada saja serangan bom bunuh diri dengan berbagai bentuk dan motif, tetapi sama sekali tidak bisa dihentikan karena mereka mengembangkan diri di daerahnya masing-masing atau bermutasi menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih lincah pergerakan dan sulit dideteksi keberadaannya tetapi ajarannya terus disebarkan melalui jejaring forum2 media social dan dikembangkan sesuai keinginan masyarakat lokal yang memiliki cara berpikir kritis/garis keras.

Dalam hal ini kita melihat banyak negara maju (Amerika, Perancis dan Inggris) sudah menggempur habis-habisan pusat pertahanan ISIS di Suriah, tapi yang terjadi adalah para pengikut ISIS ini justru bisa melarikan diri dan keluar dari wilayah konflik menuju daerah lain disekitarnya yang dianggap lebih aman untuk mengembangkan aksinya. Bisa jadi usaha penggempuran negara-negara maju itu bukan dalam rangka memusnahkan sarang dan pusat kendali ISIS di Suriah tetapi dalam rangka menghalau mereka keluar untuk menyebar dan melebarkan sayap ke daerah lain (Data terakhir menunjukkan ada 1200 Anggggota ISis di Philifina). Para negara koalisi ini justru sengaja membiarkan embrio ISIS keluar dari Suriah dan berkembang biak sehingga ISIS bisa menyebarkan virus ketakutannya ke seluruh dunia tanpa hambatan. Hal seperti ini sudah sama-sama kita saksikan, dibelahan dunia manapun terjadi serangan bom, dalam waktu tak lama kantor Pusat ISIS langsung mengklaim bahwa mereka lah yang bertanggung jawab dengan serang bom tersebut.

9. Walau dalam aksi sebelumnya gerakan teroris Al Qaida sudah selesai dengan berhasil ditangkapnya sang pimpinan Osama Bin Laden. Lalu tiba-tiba terbentuk ISIS dengan sumber pendanaan jauh lebih besar, dan semangat rekrut yang lebih luas lagi, siapa yang menyangka akan ada edisi baru teroris pasca Al qaeda. Mungkin saja karena metode yang diterapkan Al Qaida saat itu kurang efektif menebar terror dan kurang memberikan dampak maka dibentuklah organisasi baru yang lebih terorganisir dan jelas platformnya, tetapi organisasi ini tidak akan bisa disentuh sampai dengan terror benar-benar membuat takut seluruh manusia. Atau sampai dengan terror itu benar-benar membuat semua orang muak dan akhirnya meneriakkan perang terhadap islam. Atau sampai dengan negara-negara Arab di timur tengah saling serang dan berkonflik satu sama lain (baru-baru ini Qatar dinyatakan bermusuhan dengan Arab), lalu menyerahkan kekuasaannya kepada negara koalisi untuk memerangi teroris, barulah nanti akan pecah perang, diawali dengan dibentuknya institusi anti teroris yang terdiri dari banyak Negara koalisi (Amerika, Inggris, Kanada, Perancis). Mereka akan datang memerangi semua Negara islam, dengan alasan Negara islam adalah sarang berkembangnya teroris, atau dengan alasan Negara islam yang tidak bisa mengatasi masalah teroris akan membahayakan keamanan dunia, lalu mereka ingin ikut campur mengatasi sector keamanan dengan cara memasuki wilayah konflik sebagaimana yang baru ini terjadi di Philifina. Terjadi pertempuran besar antar simpatisan ISIS dengan aparat keamanan Philipina di Marawi yang menewaskan banyak korban, jika philifina tidak mampu mengatasi masalah ini, maka Philifina juga akan masuk dalam negara konflik yang harus digempur habis oleh negara koalisi.
10. Akhir dari semua ini, bahwa semua itu dilakukan bukan sekedar karena adanya rencana ingin mendirikan Israel raya, pemerintahan berdasarkan system tatanan baru (New world order), tetapi mereka juga ingin menyebarkan paham keyakinan baru yang mereka beri nama agama Ad Dajjal/Lucifer yang sama sekali tidak mengenal keberadaan Tuhan yang esa. Agama baru itu tidak membenarkan keberadaan agama Monotheis yang sudah ada sebelumnya di muka bumi, seperti islam, kristiani dsb. Justru islam dianggap sebagai agama yang akan menjadi penghalang tegaknya agama Ad dajjal/Lucifer. Apa itu agama Ad dajjal/Lucifer, yaitu agama yang akan dipeluk oleh manusia menjelang turunnya Ad dajjal. Dajjal hanya akan turun ke bumi, mana kala sebuah system pemerintahan dan agama Ad dajjal sudah terbentuk.

11. Bahwa sampai dengan orang islam mau mengganti keyakinannya dengan hukum agama baru, berlari meninggalkan islam atau sampai dengan jumlah orang islam sangat sedikit, barulah para pengikut dajjal ini akan mudah berkuasa dan mengatur isi dunia ini (itulah yang ingin mereka capai dalam waktu dekat ini). karena faktanya saat ini sebagian umat kristiani amerika sudah berhasil di belokkan keyakinannya dalam ajarannya dan ada banyak dari mereka yang akhirnya memilih menjadi Atheis (tidak memeluk agama apapun tapi bertuhan pada ilmu pengetahuan/sciens) dan jumlah merekapun semakin sedikit, karena perubahan gaya hidup lebih memilih LGBT, hal ini mengakibatkan semakin menurunnya jumlah penduduk kristiani di amerika karena tidak ada dari mereka yang menghasilkan keturunan dan generasi baru di kalangan mereka sendiri. Masalah demografi juga sedang mengancam Jepang karena jumlah penduduknya semakin lama semakin mengecil, akibat masyarakatnya yang tidak mau menikah dan memilih hidup sendiri/melajang. Sebaliknya yang terjadi dengan islam, jumlah penduduk semakin besar dan meluas ke segala penjuru bumi, merangsek ke semua arah dan tidak ada faham apapun yang bisa menghentikannya.

12. Permasalahan pertumbuhan penduduk yang semakin timpang seperti ini semakin membuat takut dan ngeri banyak pihak, terutama orang-orang diluar islam, mereka takut bahwa kelak dunia akan dikuasai oleh orang islam dan kepemimpinan dunia akan berada di bawah kendali umat islam. Maka dari itu segala macam upaya dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya hal tersebut termasuk menebar terror dan kebencian terhadap islam. Dengan harapan penduduk islam akan berkurang dari segi jumlah dan keyakinan juga berkurang dan menganggap islam agama yang sadis/suka membunuh, agama yang sarat konflik dan kebencian, stigma itu yang sedang ditanam dalam benak manusia. Lalu kebanyakan manusia akan berusaha mencari agama baru selain agama yang sudah ada. Sayangnya upaya tersebut bukannya makin mematikan islam sebaliknya justru semakin membuat islam semakin dikenal, berkibar. Terror ini adalah bagian dari cara musuh islam ingin menghentikan keyakinan kebanyakan muslim tentang kebenaran yang dikandung didalamnya, ada banyaknya pertentangan dan kerancuan dalam penerapan hokum-hukum islam dijadikan alasan untuk menimbulkan kekacauan dan akhirnya timbul rasa tidak percaya, lalu meninggalkan islam sebagai agama yang HAq.

13. Tapi sayangnya islam adalah satu-satunya agama yang tidak bisa dikendalikan dan dikuasai. Karena Allah sendiri yang menjaganya dan merawatnya dengan baik melalui wali-walinya yang taat dan berpegang teguh pada AL Quran dan sunnah. Allah swt sendiri menjaganya dengan segala upaya pihak-pihak dari serangan fitnah Ad dajjal. Ini adalah bukti dan jaminan dari Allah swt bahwa islam akan tetap ada hingga datangnya hari kiamat, dan akan terus mengawal peradaban manusia hingga datangnya asap halus yang akan menidurkan seluruh umat muslim dalam ketenganan. Berikut firman ALlah tentang pemeliharaan-Nya;

Artinya: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9)

14. Jadi kesimpulannya, selama islam masih berkumandang, maka teroris akan terus bertranformasi mengikuti kebutuhan pemiliknya, para teroris akan terus dimanfaatkan sebagai media menyebar terror dan ketakutan ke seluruhan belahan dunia. Pesan-pesan ketakutan itu mengatasnamakan islam, dengan tujuan untuk mendirikan Negara Israel Raya dan agama Ad Dajjal/Lucifer yang sekarang ini sedang dipersiapkan dan sedang dikembangkan oleh para pengikutnya. ISIS adalah wadah bagi para pemberontak yang tidak puas, mereka yang tidak bisa menerima perbedaan dan tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, bahkan mereka keras terhadap dirinya. Idealism kebablasan yang bersikeras ingin mendirikan sebuah system pemerintahan Khilafah tetapi sesungguhnya itu dalam rangka mendirikan Negara Ad dajjal berikut keyakinannya. Dajjal baru benar-benar akan turun ketika semua perlengkapan dan system pendukungnya sudah terbentuk, tidak ada lagi agama samawi yang dianut penduduk bumi.

Karena sesungguhnya isu terorisme ini adalah suatu bentuk pengalihan perhatian dunia, dimana para pendukung Dajjal/Luciferianisme sekarang sedang sibuk membangun system pendukung kedatangan dajjal dan mereka membutuhkan upaya pengalihan perhatian agar dunia tidak mencurigai kegiatan mereka menyiapkan serangkaian serangan nuklir yang kelak akan memusnahkan sebagian besar penduduk bumi dengan senjata kimia mematikan. Senjata kimia yang dimaksud itu adalah gas beracun mematikan yang beberapa waktu pernah diujicobakan di Suriah dan berhasil menewaskan 200 orang dalam setengah jam, ketika mereka terlelap. Atau senjata biologis berupa wabah penyakit kolera yang sudah banyak menewaskan penduduk Yaman. Dan senjata pembunuh massal kini sedang dikembangkan terus agar bisa menjangkau lebih banyak manusia dalam waktu singkat, untuk kemudian diluncurkan ke Negara-negara bermasalah.

15. Jadi sudah sadarkah kita akan pentingnya kita menjaga iman dengan baik dan benar, bahwa saudara-saudara kita yang saat ini menjadi pelaku bom itu adalah korban dari sebuah konspirasi, mereka menjadi boneka dan kaki tangan para pengikut dajjal untuk melancarkan serangan atas nama islam tetapi sesungguhnya itu dilakukan dalam rangka untuk memudahkan kedatangan Ad dajjal. Para pelaku bom ini menyerahkan diri mereka kepada sebuah ideology yang sedang menunggangi islam, untuk kepentingan mendirikan system pemerintahan Ad dajjal serta keyakinannya. Ketahuilah bahwa Dajjal tidak akan turun sampai dengan semua perangkatnya benar-benar siap dan manusia menyambut kedatangannya dengan suka cita, dan para pelaku bom ini adalah para pasukan berani mati yang memudahkan turunnya Dajjal. Inilah wujud nyata nubuah yang disampaikan Rasulullah, bahwa masa itu sudah datang dan kita diminta untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Dengan semua uraian diatas, maka sudah jelaskan bagi kita bahwa tanda-tanda kiamat sudah didepan mata. Segala upaya sedang dilakukan untuk mewujudkan mimpi mereka mendirikan Negara Israel Raya dan menyambut kedatangan Ad Dajjal ke muka bumi sudah semakin dekat. Lalu dimanakah seharusnya umat muslim berdiri, apa yang harus dilakukannya? Maka sebaik-baiknya muslim adalah mempersiapkan diri dengan iman dan taqwa, karena inilah fitnah Ad dajjal paling besar di akhir jaman, yaitu dajjal akan datang dan menawarkan hal yang baru yaitu agama Ad dajjal, agama yang akan dilaknat Allah dan menjadi pembuka datangnya Hari Kiamat.

Read More..

Senin, 22 Mei 2017

SETELAH SUARA AHOK DAN RIZIEK TAK TERDENGAR LAGI

Setelah berbulan-bulan lamanya, polemik kasus penistaan agama oleh Ahok berakhir dengan vonis 2 tahun penjara di pengadilan, diikuti dengan menghilangnya pemimpin besar FPI sang Habib Riziek Shihab ke luar negeri. Bangsa ini kini menemukan kesejukan dan kedamaian dari hingar bingar media sosial yang selama ini sibuk memberitakan kontroversi keduanya. Ditambah lagi kini sudah memasuki bulan suci, bulannya bersih-bersih diri, suasana kebathinan bangsa ini berangsur mereda dan tensi mulai menurun stabil. Ada sisi baik dari kejadian itu, bahwa semua orang jadi bisa mengambil hikmah dan melihat sisi positif dari semua ini bisa menjadi pelajaran mahal bagi iklim politik negeri ini. Apa saja sisi positifnya, berikut ulasannya.

Tidak ada lagi gejolak dan sentimen negatif yang bisa merusak suasana kebathinan bangsa ini. Semua pihak sudah diminta kesediaannya menjaga perdamaian baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Jangan lagi ada kegaduhan dan ribut-ribut gonjang-ganjing yang tidak ada kesudahannya.
Ada baiknya juga ketika dua tokoh ini tiba-tiba hilang dari pembahasan banyak media yang bolak-balik memberitakan mereka, semua orang jadi lebih terkendali dan mudah mempersiapkan diri menghadapi bulan ramadhan. Kita bisa menjalankan ibadah puasa lebih khusuk. Bahkan sebuah lembaga pemeringkat investasi memberikan apresiasi pada situasi politik kita dengan memasukkan Indonesia dalam daftar negara layak investasi jangka panjang. Kini kita sedikit bisa bernafas lega setelah huru-hara politik pilkada, semua bisa kembali kepada berjalan normal dan ekonomi bisa kembali bangkit.

Coba saja anda bayangkan jika dua tokoh ini masih berkeliaran bebas, bagaimana caranya bangsa ini keluar dari kegaduhan dan kesemrawutan opini yang saling serang dan menjatuhkan antara pendukung keduanya. Inilah sisi baiknya, akhir yang indah bisa dirasakan oleh kebanyakan masyarakat yang bisa kembali hidup normal dan bisa kembali menata kehidupannya tanpa harus bertarung bathin terpecah menjadi dua kubu yang saling beseberangan. Cukup sudah, konflik ini sudah cukup menguras energi kita dan kembali lagi kita menjadi warga negara yang waras.

Walau diawal banyak pihak yang tidak setuju dengan vonis yang dijatuhkan terhadap Ahok, terjadi perlawan massa pendukung AHok, tetapi akhirnya semua itu bisa diredakan. Ditambah lagi kini tersiar berita sang Habib tidak akan kembali ke negeri ini dalam waktu dekat, dan pihak keluarga Ahok juga sudah membatalkan tuntutan banding atas vonisnya. Ini akan menjadi berita baik bagi semua, karena atas keinginan keduanya juga mereka lebih memilih menahan diri untuk tidak melanjutkan konflik di meja pengadilan, atau tidak akan memperpanjang kasusnya di meja hijau karena sudah pasti energi bangsa ini akan kembalii tersedot pada sepak terjang keduanya. Kembali lagi pendukung dua tokoh ini akan saling berhadap-hadapan di depan halaman pengadilan, saling hujat dan caci maki menyulut kemarahan publik kembali tersulut.

Untuk apalagi semua itu dilakukan, jika ternyata itu hanya akan makin membuat luka lama terkoyak kembali. Hukum sudah ditegakkan dan kini adalah waktunya bagi masyarakat untuk memfokuskan diri beribadah dan memohon ampunan-Nya. Bulan baik dan bulan penuh berkah jangan lagi dikotori dengan semangat saling hujat dan saling fitnah, menumbuhkan perpecahan dan kebencian antara umat. Bulan baik dipakai untuk ibadah dan mendekaatkan diri kepada Sang Pencipta. Proses hukum Sang Habib bisa diproses setelah bulan ramadhan atau setelah beliau kembali ke tanah air. Jangan merusak kekhusukan orang beribadah di bulan suci, tunggu hingga bulan suci selesai barulah kita kembali berjibaku dengan berbagai persolan bangsa ini. Tahan diri semua pihak sangat diperlukan. Semoga kedua tokoh ini bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu, dan masyarakat bisa kembali bersatu lagi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Read More..

PESAN DIBALIK "AGAMA WARISAN" AFI

Jika kita ingin memahami apa sebenarnya yang ingin disampaikan Afi dalam tulisan singkatnya bertajuk "agama warisan" yang belakangan ini viral di media sosial. Afi hanyalah satu dari ribuan orang yang bisa merasakan kegelisan masyarakat lain ketika belakangan ini didengungkan semangat persatuan dalam perbedaan. Afi hanyalah satu dari ribuan orang yang hanya bisa menuliskan kegelisahannya itu dilaman pribadinya, tanpa mengeharap imbalan/pujian ia mencurahkan apa yang dirasakannya sekedar untuk menumpahkan isi pikiran dan hatinya yang kalut dengan carut-marut kondisi bangsa saat ini.

Inilh fenomena kecerdasan anak milenial, mereka adalah anak-anak yang punya indera sangat tajam dan peka dengan kondisi sosial, mereka bisa mengeluarkan isi hatinya tanpa perlu menodongkan senjata dan tanpa perlu turun ke jalan tetapi berani menujukkan fakta yang menohok beberapa pihak tentang sudut pandangnya, yang mana tidak semua orang setuju dengannya. Tujuan Afi sangat mulia, yaitu ingin menyadarkan kita akan besarnya arti persatuan dan keberagaman, tidak sebatas apa yang ditulis dikitab suci, tetapi itu adalah stempel yang melekat pada diri kita jika kita masih tetap ingin hidup di negeri ini. Lalu apa inti pesan Afi dalam tulisannya tersebut...

Adapun pesan besar yang ingin di sampaikan Afi adalah Bahwa akan menjadi elok jika penduduk muslim masyortas di negeri ini mau merubah cara pandang dan pola pikirnya tentang perbedaan. Diantaranya;
1. Meski menjadi penduduk muslim terbesar, bukan berarti harus memaksakan keyakinan kepada kaum minoritas dengan dalih persatuan.
2. Menghormati perbedaan bukan berarti dengan cara menunjukkan kekuatan massa dan mengendalikan kekuasaan agar tujuan tercapai.
3. Orang islam yang ada di akhir jaman ini kini diberikan tantangan terbesar, yaitu mampukah mereka mengedepankan moral dan akhlakul kharimah, bahwa muslim juga bisa menerima perbedaan tanpa syarat, mengedepankan ukhuah demi perdamaian dunia.
4. Bahwa muslim bisa menghargai keputusan orang lain yang ingin memeluk agama berbeda karena apa yang dipercaya dan di yakininya memang sejak lahir sudah berbeda.
5. Bahwa bagi siapa saja yang tetap berpegang teguh pada keyakinannya yang berbeda dari pendudukan kebanyakan, mereka tidak akan pernah merasakan adanya tekanan dalam menjalankan ibadah ataupun paksaan dalam bentuk apapun.
6. Bahwa pribadi muslim yang paling dibutuhkan saat ini, adalah muslim yang lebih banyak merefleksikan perbaikan diri (intropeksi) dibanding sibuk mencari perbedaan (kekurangan) orang lain, mengutamakan mencari jalan keluar denga musyawarah untuk kepentingan bersama.

Bagaimana caranya agar seorang muslim bisa bertindak dan berperilaku seperti diatas? maka ia harusnya mengamalkan betul apa yang disampaikan sang Khalik dalam firman-Nya;


"Lakum Diinukum wa Liya Diin yang artinya; Untukmu agamamu dan untukku agamaku."
(QS. AL Kafirun:6)"


Rasululah saw pun sudah mengajarkan kita untuk menghormati apapun pilihan setiap orang, tanpa perlu kita ikut campur mempengaruhi ideologi mereka, kita sudah diajarkan untuk bisa menerima perbedaan dengan cara sepenuhnya berserah dan berpasrah diri bahwa satu-satunya dzat yang berhak atas hidayah-Nya hanyalah Allah swt semata. Manusia sama sekali tidak boleh ikut campur dalam hal itu, dan kita selalu saja diingatkan untuk lebih banyak memperbaiki diri (intropeksi) dan meningkatkan iman, bukan mengurusi iman orang lain. Segala bentuk perbedaan dipandang sebagai sebuah khasanah keindahan dan keberagaman yang bisa saling melengkapi.

Satu hal yang harus sama-sama kita cam kan dalam-dalam, bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan pemimpin adalah pemberi peringatan, hanya sebatas pemberi peringatan menuju kebaikan. Semenatra jika dalam kehidupan nyata ada sekelompok orang yang sudah diberikan pemahaman tentang kebenaran dan pilihannya tetap pada pendiriannya berseberangan dengan kebenaran (keyakinan berbeda), maka kita harus kembalikan semua itu kepada Sang pemilik hidup. Apapapun keputusan yang mereka diambil, maka itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing jiwa. Karena Ia pastinya sadar betul dengan segala konsekuensi dari keputusannya itu. Biarkanlah kebenaran hukum di alam akhir itu menjadi milik Tuhan semata. Tugas kita adalah menjalankan saja apa yang diperintahkan dan dilarang sesuai ketentuan-Nya.

Bagi siapa saja yang mengecam tulisan Afi tersebut, maka sebenarnya mereka inilah sekelompok orang yang suka memaksakan kehendak dan tidak mau menghormati perbedaan. Bahwa setiap manusia diciptakan berbeda (warna kulit, ukuran dan bentuk), bahwa setiap orang punya cara pandang yang berbeda, dan bahwa setiap orang berhak menentukan pilihan. Kelompok ini adalah orang yang merasa diri mereka paling benar dan paling suci dibanding yang lain, dan orang-orang seperti inilah yang pikirannya sempit. Memandang kebenaran hanya dari disisi mereka sendiri, padahal kebenaran hanya datang dari Sang Maha Pencipta. Sang pemilik kebenaranlah yang berhak menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Hanya Tuhan yang Maha mengetahui apa yang ada dalam hati dan jiwa setiap insan. Sementara kebenaran disisi manusia bukan dijadikan alat untuk membenarkan tindakan kekerasan dan kesewenangan terhadap umat lain.

Maka dari itu, dimasa depan, jadilah kita manusia yang lapang dan luas pandangan. Melihat dengan kacamata dunia, bukan dengan kacamata kuda. Lihatlah bahwa dunia ini semakin tua dan semakin membutuhkan sentuhan kelembutan untuk tetap menjaganya stabil dan bukan menggunakan sentuhan kekerasan dan kebencian. Dunia ini akan makin cepat punah jika diisi oleh orang-orang yang kecil pikirannya, semakin sempit cara berpikir, maka semakin sempit dunia ini. Tetapi jika kita berpikir semakin luas, maka meskipun dunia ini sempit, hidup kita akan semakin luas dan berwarna.

Berikut cuplikan tulisan bertajuk "Agama Warisan" Afi Paradisa:

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.

Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.

Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.

Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.

Ternyata, Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.

Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.

Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."

Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman". Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.

Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya". Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?

Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa. Tapi tidak, kan? Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!

Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama. Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.

Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.

Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain.

Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan. Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial.

Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan. Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.



Read More..

Senin, 15 Mei 2017

MALAIKAT TAK BERSAYAP DI BUMI ITU DI PANGGIL "IBU"


Benar sekali, malaikat yang di utus Tuhan kebumi untuk melindungi kita selama di dunia itu tidak lain adalah ibu/mama. Mereka adalah wujud nyata keberadaan malaikat yang suci hatinya dan mulia jiwanya di dunia ini, tak perlu anda susah payah mencari, karena mereka akan selalu ada di sisi kita.

Sebagian orang kadang tidak mengerti, mengapa Allah swt memerintahkan untuk menghormati kedua orang tua. Mengapa peran orang tua sangat penting dan perintah kepada semua umat manusia untuk selalu menyayangi keduanya, tanpa kecuali dan tidak peduli apapun alasannya. Hubungan antara anak dan orang tua ini memang unik dan terpendam sebuah khasanah bahwa hubungan anak dan orang tua sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tidak pernah mengenal kata lelah. Seorang ibu akan tetap menyayangi anak-anaknya apapun dan bagaimanapun keadaan anaknya. Seorang ibu tidak akan meninggalkan anaknya walau bagaimanapun kondisi sulit yang harus hadapi. Kondisi ini mengundang Tanya, mengapa bisa seperti itu dan apa sebenarnya yang terkandung dari ikatan itu.

Al-Qur'an sendiri telah memerintahkan, "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dengan dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu,"
(QS. Luqman: 14).

Kondisi yang marak terjadi belakangan ini, dimana ada banyak anak yang menggugat orang tuanya ke pengadilan, karena alasan materi, anak yang membunuh orang tuanya, mengapa hal seperti itu bisa terjadi dan fenomena macam apa yang mendasari tindakan anak seperti itu. Sudah hilangkah nilai-nilai keluarga dimasyarakat atau sebatas fenomena sesaat. Tapi sekali lagi, apapun kesalahan yang dilakukan orang tua dan dianggap salah dimata sang anak, maka kesalahan itu semata-mata berlandaskan rasa kasih sayang orang tua kepada anak. Orang tua punya alasan yang dilandasi kasih sayang yang amat besar kepada anaknya, rasa khawatir dan cemas utamanya menjadi alasan mereka. Dan memang, cara pandang orang tua terhadap anak pasti berbeda, apalagi jika orang tua tersebut sangat mencintai anaknya, maka anak tidak akan memahami nilai kasih sayang yang ingin disampaikan orang tua.

Padahal, Allah sendiri telah menjadikan jiwa seorang ibu mengilhami sifat-sifat malaikat ketika mereka memiliki anak dan keturunan. Bagaimanapun keras kehidupan yang dijalani seorang wanita dimasa lalu, ketika mereka mengandung dan berjuang demi melahirkan anak dari rahimnya, kedalam jiwa sang ibu Allah merahmatinya cinta dan kasih sayang yang amat besar. Dirasukinya jiwa sang ibu menerima kekuatan rasa belas kasih, cinta dan sayang yang amat kuat kedalam hatinya sehingga kelak ia akan bisa menerima dan mau berkorban segala jiwa dan raga untuk kelangsungan hidup anak-anaknya, sebagaimana yang dilakukan para malaikat, setiap jerih upayanya dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Seorang ibu akan bertindak layaknya malaikat yang akan rela mengorbankan segalanya untuk menjaga dan memastikan sang anak tumbuh kembang menjadi anak yang baik, sehat, cerdas, sholeh dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari rahmat dan kasih sayang Allah kepada mahluk yang dinamakan Ibu. Allah swt menginlhamkan rasa kasih sayang sangat besar kepada seorang ibu sebagai bentuk cerminan rasa kasih sayang Allah swt kepada mahluk kecil yang sedang dikandungnya. Berikut ini cuplikan pembicaraan Tuhan kepada calon janin di dalam perut sang ibu, anda mungkin sudah pernah mendengar kisah ini;

Suatu hari sang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Namun, sebelum ditiupkan kerahim ibu, roh bayi tersebut bertanya kepada Allah SWT:
Bayi: "Ya Allah, malaikat bilang bahwa Engkau besok akan mengirim aku ke dunia ya? Apa itu benar?”
Allah SWT: "Iya benar"
Bayi: "Tapi Allah, aku tidak tahu bagaimana cara hidup di sana? aku begitu kecil dan lemah?”
Allah SWT: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia yang akan menjaga dan mengasihimu"
Bayi: "Tetapi di Surga ini aku sudah bahagia, apa yang kulakukan bernyanyi dan tertawa ini cukup bagiku untuk merasa bahagia.”
Picture Allah SWT: "Kamu tenang saja, Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatatan cintanya dan lebih berbahagia.”
Bayi: "Lalu apa yang dapat kulakukan saat aku ingin berbicara kepadamu?''
Allah SWT: "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a."
Bayi: "Aku mendengar kalau di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"
Allah SWT: “Malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwanya sekalipun."
Bayi: " Tapi aku kan bersedih karena tak dapat melihat Engkau lagi?"
Allah SWT: "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku dan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku walaupun sesungguhnya aku selalu berada disisimu."
Saat itu Surga begitu tenangnya dan suara bumit dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya Bayi: “Ya Allah jika aku harus pergi sekarang bisakah engkau memberitahuku siapakah nama malaikat dirumah baruku nanti?”
Allah SWT: "Kamu dapat memanggil nama malaikat itu…IBU


Begitulah kenyataan yang sebenarnya, bahwa seorang wanita akan berubah menjadi malaikat tak bersayap yang bahkan kebaikannya bisa mengalahkan malaikat sekalipun, demi mencapai tingkat tertinggi peradaban manusia.

IBU CERMINAN KASIH SAYANG ILLAHI


Dan sesungguhnya sifat dan sikap seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya inilah juga tercermin dari bagaimana cara Allah swt menyayangi umat-Nya. Allah swt juga akan mencintai umatnya sebagaimana layaknya seorang ibu menyayangi anaknya. Hubungan antara Tuhan dengan umat-nya tidak perlu dikaitkan dengan adanya hubungan darah dan genetika, karena sesungguhnya tidak ada jarak antara sang Pencipta dengan mahluk ciptaan-Nya. Allah swt juga bisa mencintai dan menunjukkan rasa sayang kepada mahluk-Nya sebagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anak-Nya. Allah swt juga akan bersikap sebagaimana yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya. Allah swt juga akan berusaha melindungi mahluk-Nya dengan cara-Nya; melindunginya dari kejahatan, menjaganya dari gangguan, menjauhkannya dari ancaman, dan membimbingnya kepada kebaikan. Semua itu dilandaskan pada keridhoaan orang tua yang menginginkan hal baik berlaku kepada anaknya.

KASIH SAYANG TANPA BATAS

Ketika Allah sudah menyayangi mahluk-nya; maka apapun akan dilakukan untuk membuat mahluk kecintaannya itu tidak terluka, tidak tersakiti, tidak merasakan gangguan dan tekanan melalui pancaran kasih sayang orang tua. Sebagaimana ungkapan cinta seorang ibu kepada anaknya, Allah swt juga memiliki rasa cinta dan sayang yang sama dengan yang dimiliki seorang ibu. Allah swt juga akan memberikan apapun yang diinginkan mahluk-Nya, akan mengabulkan segala permintaannya, akan memenuhi semua kebutuhannya, semua itu semata-mata karena rasa sayang Allah swt yang amat sangat kepada mahluk-Nya yang mau menjaga kedua orang tuanya.

Sebagian orang mungkin tidak mengerti bahwa allah swt juga suka diperlakukan istimewa oleh mahluk-Nya. Ketika seorang anak manusia memiliki rasa ketergantungan yang amat kuat kepada Tuhannya, si fulan tidak pernah meninggalkan Tuhannya, menjalankan perintah dan menjauhi larangannya dengan tulus iklas, segala urusan diserahkan kepada illahi, selalu bersyukur dengan pemberian yang sedikit, tidak pernah mengeluh, tidak suka menuntut, menjaga kedua orang tuanya dengan baik, dan tidak pernah mencari penolong lain selain-Nya, selalu berusaha sekuat tenaga dalam hidup dan pasrah kepada ketentuan-Nya. Ketika seorang hamba menunjukkan sikap yang selalu sabar dan tawakal kepada-Nya, maka semakin Allah swt mencintainya. Allah juga akan memberikan banyak signal dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang dapat dimaknai bahwa peringatan itu adalah sebagai bagian dari pertanda Allah yang selalu ada di dekatnya. Bahwa Allah swt sangat mencintai dan menyayanginya, maka Allah akan memberikan signal-signal khusus agar hamba-Nya tidak terlalu larut dalam kesedihan dan terlalu jauh dari jangkauan-Nya. Dengan menghadirkan berbagai peristiwa menakjubkan dan diluar nalar dan kemampuan manusia. Allah selalu menunjukkan kebesaran kuasa-Nya kepada hamba-Nya dengan cara membuat hamba-Nya semakin yakin bahwa Allah swt adalah dekat dan akan selalu bersamanya. Itulah gambaran kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Maukah kalian aku tunjukkan dosa yang paling besar di antara dosa - dosa besar?" Beliau mengulang pertanyaan ini hingga tiga kali. Para sahabat menjawab, "Ya, kami mau wahai Rasulullah." Rasulullah berkata, "Jangan kalian sekutukan Allah dan janganlah berbuat durhaka terhadap orang tua kalian."

ANAK GUGAT ORANG TUA KE PENGADILAN


Adapun banyaknya kasus anak yang mengugat orang tuanya di pengadilan, atau anak yang membunuh orang tua, maka itu adalah salah satu bentuk telah hilangnya rasa percaya anak kepada orang tua mereka, yang disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya adalah keserakahan terhadap dunia, si anak sudah digelapkan mata hatinya oleh keindahan dunia, sehingga apa yang dilihatnya tidaklah pernah cukup dan apapun usaha yang dilakukannya tidak pernah bisa memuaskannya, maka ia menganggap orang tuanya yang lemah bisa dijadikan sasaran pelampiasan, karena tahu orang tuanya tidak akan menolak, orang tua pasti akan menuruti apa saja yang diinginkannya.

Pola asuh yang terlalu memanjakan anak semasa kecil, membuat anak merasa besar kepala dan bisa meminta apa saja yang diinginkan, karena sang ibu sangat menyayanginya dan pasti akan memberikan apapun keinginannya. Pola asuh ini terbawa terus hingga dewasa, dan tetap dengan pola yang sama seakan mereka sedang merengek dibelikan sesuatu, tetapi karena orang tua yang sudah renta dan tidak bisa lagi memenuhi permintaannya, maka si anak menganggap orang tua mereka sudah tidak sayang lagi kepada mereka, maka dengan cara melayangkan sebuah gugatan dianggap akan bisa menyedot perhatian public dan membuat opini bahwa orang tuanya telah berlaku tidak adil kepada mereka. Ini adalah salah satu bentuk upaya mencari perhatian dan simpati public untuk membenarkan tindakan mereka.

Padahal apa yang dilakukannya itu sesungguhnya akan segera mendatangkan murka Allah swt, ketika orang tua sudah merasa hatinya terguncang dan terpojok, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, lalu mereka memilih mengadukannya kepada Allah swt, maka seketika doa itu akan didengar oleh Sang Khalik, dan akhirnya dikabulkan Allah swt tanpa menunggu tenggat waktu.

Peristiwa ini pernah sama-sama kita saksikan terjadi dalam sejarah yaitu legenda Malin Kundang, peristiwa sejarah di Sumatera Barat itu menjadi saksi nyata telah terjadinya tindak durhaka anak kepada orang tua, dimana ketika orang tua sudah tidak merasa ikhlas telah mengandung 9 bulan dan telah menyusui anaknya dari air susunya, air mata telah jatuh ke bumi, maka seketika langit terbelah lalu kilat menyambar si anak Malin Kundang, seketika ia berubah menjadi sebongkah batu dalam keadaan sedang membungkukkan badan sebagai bentuk permintaan maaf anak kepada ibunya namun semua itu sudah terlambat. Permohonan maaf itu tidak sempat menghalangi kemarahan langit dan bumi, Sumpah telah terucap dan langit telah runtuh. Ini bukan sekedar legenda penghantar tidur, karena bukti keberadaan batu Malin Kundang itu memang ada.


Inilah sebabnya mengapa dalam banyak firman-Nya Allah selalu berpesan bahwa murkanya Allah adalah murkanya orang tua. Ridho-Nya Allah swt adalah ridhonya orang tua (HR al-Hakim). Ketika orang tua merasakan dirinya tersakiti, terpojok dan terguncang jiwanya, akibat ulah anak yang selama ini disayanginya membuat hatinya hancur berkeping-keping, bersedih dan terluka, akhirnya ia merasa telah menyesal melahirkan anak yang sudah dibesarkannya. Lalu dalam hatinya ia mengucapkan kalimat amarah dengan sangat kerasnya sudah tidak bisa dibendung lagi. Karena bagaimanapun, semarah-marahnya orang tua, maka itu tidak akan sampai ia masukkan kedalam lubuk hati terdalam, tetapi jika kemarahan itu sudah sampai merasuk kedalam jiwanya, maka segala ungkapan jiwa dan perasaannya itu langsung terhubung dengan Sang Khalik sebagai pemberi rahmat dan kasih sayang. Dan cerminan kemarahan sang ibu juga bisa menjadi awal kemarahan Tuhan.

Allah swt sebagai sang pemberi cinta dan kasih sayangpun, tidak akan tega melihat kesedihan yang diderita sang ibu, melihat sang ibu meratap dan menangis tersedu-sedu menghadapi tingkah laku anaknya yang tega ingin menjebloskan dirinya ke penjara. Padahal selama hidupnya, seluruh jiwa dan raganya dikorbankan untuk kelangsungan hidup anaknya. Tetapi apa yang diterimanya sungguh amat menyakitkan. Dalam hal ini, siapapun yang mendengar keluh kesah dan tangisan si ibu, pasti tidak akan kuasa ingin segera menurunkan balasan bagi sang anak durhaka itu. Dan bagi Allah bukan hal sulit untuk segera menimpakan petaka pada anak yang telah mengakibatkan hati seorang ibu tersakiti. Seorang ibu yang terluka hatinya, ini sama artinya ia telah menyerahkan kembali segala kuasa kasih sayang yang pernah dititipkan Sang Khalik.

Seorang ibu sudah tidak sanggup lagi memikul beban tanggung jawab sebagai perantara pemberi kasih sayang kepada mahluk-Nya, beban itu dikembalikan lagi kepada sang pemberi kasih, yaitu Allah swt. Dan ketika seorang ibu meminta ditegakkannya keadilan atas segala hal yang telah dideritanya, tidak ada hal lain selain Allah swt akan mensegerakan turunnya azab. Karena si anak dianggap tidak bisa memahami ada kuasa Allah atas dirinya di tangan ibunya. Bertindak semena-mena kepada ibunya, maka sang anak dianggap telah melampui batas kesanggupan ibu menahan sakit dan penderitaan, yang seharusnya hal itu sama sekali tidak terjadi. Rasa sakit itu tidak sanggup lagi ditahan sebagai mahluk biasa, maka kesakitannya itu seketika akan menggetarkan langit dan bumi. Atau tindakan itu sama saja manusia telah menyakiti mahluk-Nya yang paling mulia di hadapan Allah yaitu malaikat-Nya.

Dan itulah sebabnya ada pepatah lama mengatakan, bahwa Syurga itu ada di telapak kaki ibu. Dimana nasib seorang anak dihari akhir akan ditentukan dari pengabdian anak kepada orang yang bernama ibu. Jika seorang ibu merasa ridho dengan anak, maka ini akan menjadi pertanda baik dimana ia akan bisa mencium baunya syurga. Tetapi jika sang anak telah melukai hati ibunya dan sang ibu tidak merasa ikhlas dengan apa yang sudah diperbuat anak terhadap dirinya, maka jangan mengharap syurga akan menjadi miliknya.

Dalam salah satu hadist menyebutkan, "Keridhaan Allah terkait dengan keridhaan kedua orang tua dan murka Allah terkait pada murka kedua orang tua." (HR al-Hakim).

Maka dari itu, jika anda masih berada di dekat sang ibu, jadikanlah ia sebagai jalan untuk menggapai surga-Nya. Baik surge di dunia dan surge di akhirat. Jadikanlah beliau bagian hidup anda yang tidak akan pernah bisa tergantikan keutamaannya. Karena walau anda mencuci kaki ibu setiap hari, atau memberikannya harta berlimpah selama hidupnya, tetapi jika sekali saja anda pernah membuat ibu anda menangis, bisa jadi tangisannya itu belum bisa menghapus kesedihannya dan si hari akhir kelak itu akan menjadi penghalang anda memasuki syurga-Nya. Pastikan betul selama hidupnya bahwa ia tidak pernah menaruh kesal kepada anda, selesaikan semua masalah sekecil apapun, kita semua hanya manusia biasa yang kadang suka menyakiti orang yang kita anggap lemah. Kita kadang suka mencari pembenaran atas kehendak pribadi dengan cara mencari kambing hitam atas hal buruk yang sedang menimpa diri kita, dan itu sangat mudah dilampiaskan kepada orang yang paling dekat dengan kita yaitu ibu.

Kadang tidak sadar timbul rasa marah tetapi tidak bisa diungkapkan karena ada rasa bersalah dan menganggap sebuah masalah hubungan antara anak dan orang tua bersifat sepele atau menganggap konflik antara anak dan orang tua bisa selesai semudah membalikkan telapak tangan, padahal justru konflik antara kedua pihak ini yang paling sulit dan rumit diurai di pengadilan akhirat kelak. Sedikit saja ada perasaan kecewa terbesit di hati ibu, bisa menjadi batu ganjalan seorang anak masuk syurga walaupun selama hidupnya ia rajin beribadah dan selalu berbuat baik dengan sesama. Nasib seorang anak benar-benar ada di tangan ibunya dalam hal keikhlasan ibu memberikan kasih sayang dan dalam hal anak mengabdi kepada orang tua.

Cobalah sekali waktu anda pandangi wajah orang tua anda dengan penuh kasih, tataplah matanya dengan kelembutan, rasakan pancaran kasihnya yang mengelilingi jiwanya, dapatkah anda merasakan getaran kasih dan sayang yang amat dalam dari dalam lubuk hatinya. Untuk mengetahui seberapa besar rasa sayang orang tua anda, maka tataplah bola mata anak-anak anda dengan kesejukan, apa yang anda rasakan maka seperti itulah rasa sayang orang tua anda kepada anda. Rasa apapun yang timbul dari orang yang bernama orang tua kepada anaknya maka seperti itulah wujud sayang Allah kepada kita. karena itulah cermin kehidupan. Apa-apa yang terjadi pada diri anda maka itu juga yang dirasakan oleh orang tua dan akan dirasakan oleh anak-anak anda kelak. Bagaimana anda memperlakukan orang tua anda hari ini, maka itulah juga yang akan anda rasakan manakala anak anda dewasa nanti. Anak anda yang akan mencontoh setiap tindak tanduk anda dan sebagaimana yang dirasakan orang tua anda saat ini, anda juga akan menerima perlakukan yang sama dari anak-anak anda.

"Ya Rasulullah! Siapakah yang paling berhak menerima baktiku?" Nabi SAW pun menjawab, "Ibumu." Sahabat Rasul bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi Menjawab, "Ibumu." "Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Ibumu." Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka dari itu jika memang kita ingin diperlakukan baik oleh anak-anak kita kelak, mulailah dengan diri sendiri berbuat baik kepada orang tua saat ini. Anak anda adalah pantulan cermin kehidupan anda yang juga akan melakukan hal sama kepada anda kelak. Itulah hikmah sebenarnya mengapa Allah meminta kita untuk mencintai orang tua terutama ibu, karena ditangan ibulah kita dicetak menjadi manusia yang lebih baik dari dirinya sendiri dan ditangan seorang ibulah Allah swt meletakkan kuasa kasih sayang-Nya agar ikatan anak dan orang tua selalu harmonis dan abadi.


Read More..

Kamis, 11 Mei 2017

PENDUKUNG AHOK HANYA "GEROMBOLAN LEBAY", DICUEKIN AJA PA HAKIM!

Hampir semua media mainstream (pendukung Ahok) memberitakan bagaimana sedihnya para pendukung AHok yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa Hakim memutuskan AHok bersalah dan wajib di ganjar hukuman penjara 2 tahun. Para pendukung ini datang dari berbagai kalangan yang menganggap hukuman itu tidak pantas diberikan kepada ahok yang selama ini yang sudah banyak berkontribusi terhadap kota jakarta. Tanpa memperhatikan akibat kegaduhan yang ditimbulkan kasus ahok ini, para pendukung ini hanya memandang kebenaran secara sepihak, lalu bertingkah melampaui batas alias berlebihan. Dan lihatlah apa yang dilakukan para pendukung ahok ini, mereka bersikap seolah-olah korban dan memohon belas kasihan dengan berbagai aksi menarik perhatian publik; karangan bunga, lilin, tangkai bunga dsb.

Tidak bisa menjadi manusia yang siap menerima kenyataan bahwa di muka hukum AHok memang terbukti bersalah dan harus diberikan sanksi dan hukuman yang setimpal sesuai kegaduhan yang ditimbulkannya sudah membuat bangsa ini kehilangan banyak energi, berbulan-bulan kita hanya sibuk memperhatikan kasus satu orang ini, padahal ini hanya permasalahan satu orang dan sengaja dibesar-besarkan, seakan-akan bangsa ini tidak ada permasalahan lain selain masalah AHok ini. Orang tidak lagi memperhatikan mega kasus E-KTP, pembubaran HTI, kasus penyiraman Air keras penyidik KPK NOvel BAswedan dan sebagainya. Semua itu adalah kasus-kasus besar yang harusnya bisa kita kawal hingga tuntas. Tapi faktanya kita di buat lupa bahwa bangsa ini sangat besar dan masih ada banyak masalah lain yang harusnya bisa menjadi pusat perhatian kita, semua itu tenggelam karena kasus satu orang ini.

Dalam situasi ini kami menyebut perilaku pendukung AHok ini "LEBAY", kenapa lebay, karena itu sesuai dengan cerminan tingkah laku pendukung yang berlebihan dan melampaui batas. Menurut kamus wikipedia, Definisi Lebay adalah...Lebay/Alay merupakan sekelompok minoritas yang mempunyai karakterisitik unik di mana penampilan dan bahasa yang mereka gunakan terkadang menyilaukan mata dan menyakitkan telinga bagi mayoritas yang tidak terbiasa bersosialisasi dengannya. "Alay" merupakan singkatan dari "anak layangan"atau "anak lebay".[1] Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan.[2] Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan (lebay) dan selalu berusaha menarik perhatian.

Sikap para pendukung yang berlebihan sengaja dilakukan dalam rangka menarik perhatian orang banyak agar timbul simpati dan keraguan terhadap sistem peradilan dan hukum negara. Kondisi ini amat sangat disayangkan, jika kita kembali lagi harus mengkounter kasus ini dari awal. Bahwa segala macam tuntutan pendukung untuk membebaskan Ahok justru akan menimbulkan masalah baru dimasyarakat. Sudah pasti akan ada lebih banyak orang yang akan menolak keinginan tersebut dan akan menjegal berbagai upaya itu, lalu terjadilah benturan besar. Apakah hal seperti itu yang kita inginkan. Jangan hanya karena "nila setitik rusak susu sebelanga", harusnya semua orang ingat dengan pepatah tua ini. Atau ada juga pepatah barat berkata, "jika tidak ada keadaan darurat, sebaiknya jangan pernah sengaja diciptakan."

Maka dari itu berpikirlah dahulu sebelum bertindak, jangan hanya karena kesalahan satu orang satu negara harus berhadap-hadapan. Ikuti saja aturan hukumnya, toh tim kuasa AHok juga sudah mengajukan banding. Nanti jika disetujui hakim, kemungkinan hukuman AHok akan berkurang menjadi satu tahun, dan jika selama setahun ia berkelakuan baik, bisa saja ia sudah keluar dari penjaran dalam waktu enam bulan. Apa salahnya bagi AHok menerima hukuman hanya setengah tahun dari yang seharusnya 5 tahun, itukan sama sekali tidak akan membunuh AHok. Hukuman itu diberikan untuk memberikan efek jera, agar Ahok tidak mengulangi kesalahannya lagi dan ini untuk memberinya pelajaran berharga dimasa-masa berikutnya. Setelah masa hukumannya, siapa tahu nanti ia akan kembali menjabat dan bekerja kembali. Sebagaimana kasus yang pernah menimpa Ariel Peterpan kala itu, di saat itu juga para pendukung Ariel melakukan hal yang sama, tetapi Ariel tetap harus melalui masa tahanannya selama 4 tahun, tidak ada masalah, dan justru karir Ariel makin cemerlang dan Ariel kembali dengan pribadi yang matang. Disitukan ada hikmah yang bisa diambil oleh semua orang, membawa kebaikan bagi semua.

Hal-hal seperti itu kan harusnya bisa mengerti dan tidak perlu dibesar-besarkan oleh gerombolan lebay, yang dalam orasinya selalu membawa-bawa masalah disintegrasi bangsa. Seakan-akan tindakan hakim ini akan mengancam perpecahan di masyarakat. Dangkal sekali cara berpikir masyarakat seperti itu, justru orang-orang ini yang sebenarnya tidak punya rasa cinta tanah air, hanya karena kesalahan seorang, buru-buru membunyikan genderang perang. Orang-orang seperti ini yang justru berbahaya bagi bangsa, mereka mengatasnamakan kepentingan bangsa untuk menyelamatkan satu orang dengan cara memecah belah. Lah, apakah ahok ini bisa mempersatukan bangsa ini lagi, jika geromblan lebay itu sudah berhasil memecah belah bangsa ini?

Tolonglah jangan gegabah dalam berbicara dan bertindak, kita sebagai warga yang baik harusnya memberikan dukungan kepada pemerintahan, bukannya malah ingin mengadudomba antar masyarakat. Sudah cukup semua masalah ini diselesaikan dengan cara hukum sebagaimana yang diinginkan semua pihak di awal. Kan kita semua sudah sepakat bahwa ini akan diselesaikan secara hukum/pengadilan dan sudah diputuskan hasilnya, maka semua pihak harusnya berbesar hati apapun hasilnya. Maka disitulah tegaknya panglima hukum, jika hasil ini masih tidak puas kan masih bisa ditempuh jalur banding, semua sudah ada mekanismenya. Bukan dengan cara menghujat rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY dsb, tindakan itu sama dengan menginjak-injak sistem hukum negara ini.

Dan sesungguhnya moment2 krusial seperti ini yang paling ditunggu dunia internasional untuk masuk dan mengobrak-abrik bangsa ini. Inilah pintu masuk paling cepat menghancurkan bangsa ini, perpecahan antar masyarakat. Tidak membutuhkan senjata dan pasukan tentara, dalam sekejap bangsa ini akan membakar dirinya sendiri dengan kebencian dan perpecahan, sudah ada banyak contohnya bung. Indonesia ini bukan Jakarta, tetapi Jakarta ini hanya salah satu kota dari puluhan kota lain yang juga punya masalah dan harus segera diselesaikan. Jangan bersikap berlebihan dan suka mengadu domba, jika kita tidak mau berakhir sebagai bangsa yang hancur di tanah sendiri.


Read More..

Rabu, 03 Mei 2017

"MEMBERI MAAF" LEBIH MULIA DI SISI ALLAH SWT

JIKA MASIH ADA...
Jika masih bisa kita memberi maaf, maka berikanlah maaf itu kepada siapa saja yang sudah mengaku melakukan kesalahan dan kekhilafan, karena sesungguhnya manusia memang tidak pernah luput dari salah. Bahkan kita sendiripun kadang melakukan kesalahan baik sengaja ataupun tidak sengaja kepada Allah swt, tetapi ALlah swt selalu membukakan pintu maaf-Nya sebagai bentuk kasih sayang-Nya dan memberi peringatan kepada kita agar tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Sebagaimana firman_nya berikut ini:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” - (QS. Al-Imran: 133-134)

Maka dari itu, kedudukan orang yang mau memberi maaf kepada orang lain adalah mulia di hadapan ALlah swt, karena Allah swt yang Maha Tinggi saja mau memaafkan hamba-Nya, apalah lagi kita yang hanya manusia biasa. Ambilah pelajaran berharga itu untuk dijadikan bekal bagi kita untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa, janganlah kita menuruti kehendak hawa nafsu dan mengikuti langkah-langkah syetan karena itu adalah bagian dari pertanda orang yang bodoh dan tersesat. Berikut seruan firman-Nya:

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” - (QS. Al-A'raf : 199)

Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.” - (QS. An-Nisa : 149)


UJIAN KESABARAN


Semua peristiwa ini adalah bagian dari cobaan kita, dengan adanya kejadian ini bisa membuat mata kita terbuka dan kita jadi lebih mengerti bahwa semua ini merupakan bagian dari cobaan atas kesabaran kita. Tidak ada satupun umat yang tidak diberikan cobaan terkait keimanannya, cobaan kemampuan memberi maaf juga bagian dari perintah Allah swt agar manusia mau mengambil hikmah, walaupun itu mungkin sangat sulit dilakukan, tetapi seperti itulah cara Allah ingin menaikkan derajat manusia, dimana manusia tidak pernah sama dengan binatang yang suka membalas dendam, dan melampias kan amarahnya sesuka hati, melainkan manusia beriman dan berakhlak mulia adalah mahluk yang bisa memberi maaf kepada sesama.

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” - (QS. Al-Baqarah : 263)

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” - (QS. Asy-Syura : 43)

HADIAH KELULUSAN UJIAN

Atas usaha kita ini semoga Allah juga membukakan pintu maaf-Nya kepada kita semua, dengan memberikan rahmat dan karunia yang tidak putus-putus dan tidak ada habisnya. Ujian dan cobaan diberikan untuk membuat kita semakin dewasa dan kuat menghadapi berbagai tantangan ke depan. Masih ada banyak persoalan yang akan datang nanti dan kita harus selalu siap menghadapinya dengan penuh kesabaran.

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” - (QS. Hud : 3)

Maka cukuplah sudah semua ini, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ada baiknya kita bersegera membersihkan diri dari berbagai penyakit hati; iri, dengki hasud dan amarah.

Bersegeralah mensucikan diri, membersihkan hati dari perasaan dendam dan amarah, jika tidak, semua itu akan menghalangi kita dari nikmat dan rahmat-Nya. Jangan kita menghabiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang bisa menghalangi kita dari nikmatnya ibadah kepada-Nya. Lets Move on wan... kepada yang lebih diridhoi. Mari kita mulai mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang suci, dan berharaplah datang-Nya rahmat-Nya dengan segenap hati. Semoga Allah mengampuni semua dosa dan kesalahan kita.

Pepatah lama pernah berkata: "Ada banyak pemberani di suatu negeri, tetapi tidak ada banyak pemberi maaf di saat ini." Maksudnya, Jumlah orang yang berani dan berjiwa kesatria mungkin ada banyak, tetapi tidak banyak di antara mereka adalah orang yang mudah memberi maaf dan mau mengampuni lawannya. Padahal orang yang mau memberi maaf kedudukannya jauh lebih tinggi dan mulia, karena kerelan dan kepasrahannya diserahkan seutuhnya kepada sang Khalik, bukan kepada kekuatan fisik manusia.

"Hanya orang-orang yang berhati besar dan sudah menggapai derajat tinggi yang bisa melakukan hal ini, yaitu memberi maaf kepada musuhnya. Sementara yang belum adalah orang-orang yang masih dalam tahap mencari jati diri dan hanya rasulullah saw yang paling mulia akhlaknya."

Read More..

Kamis, 20 April 2017

DUA SEBAB AHOK-DJAROT KALAH PILGUB DKI

Ada banyak spekuliasi mengenai alasan kekalahan Ahok dalam Pilkada 2017 ini, beberapa pakar bicara bahwa ini karena alasan agama, karena perpindahan suara dari Kubu Agus-SIlvi, karena alas an bagi-bagi sembako, alas an-alasan lain yang jika kita cermati alasan itu kebanyakan berasal dari kubu Ahok sendiri, bukan disebabkan karena orang tertarik dengan program yang di tawarkan Kubu Anies-Sandi. Apakah benar, warga Jakarta sebenarnya tidak tertarik dengan program Anies-sandi, dan memilih Anies karena tidak ada pilihan lain, alias mengamini slogan “asal bukan Ahok”? atau mereka menolak Ahok karena alasan lain yang tidak kita ketahui? lalu apa sebenarnya alasan mendasar warga Jakarta tidak memilih Ahok dipilkada kali ini? Apakah kinerja Ahok selama ini ternyata tidak berhasil di mata warganya, atau mungkinkah kinerja ini hanya menyentuh segolongan orang saja, padahal hasil berbagai survey menunjukkan bahwa sebagian besar warga Jakarta merasa puas dengan hasil kinerja Petahana, jika hasil akhir pemungutan suara seperti ini, artinya hasil pooling sama sekali tidak menunjukkan fakta dilapangan, bahwa sebenarnya sebagian besar warga tidak puas dengan kinerja petahana? Sehingga merasa perlu melakukan perubahan kepemimpinan di wilayahnya.

Kita semua dibuat bingung dengan perilaku masyarakat Jakarta saat ini, disatu sisi mereka menerima disisi lain mereka juga menolak. Ada apa dengan masyarakat Jakarta saat ini, padahal, segala upaya telah dilakukan kubu Ahok untuk memenangkan pertarungan ini. LIhatlah bagaimana gigihnya para gerilyawan dan relawan Ahok mendukung dan mengkampanyekan dirinya melalui media social dan media mainstream. Segala cara dilakukan untuk memenangkan Ahok agar warga Jakarta mau memilih dirinya. tapi sayangnya ada dua factor yang tidak boleh dipandang sebelah mata oleh para pendukung ahok, dan dua sebab inilah yang menjadi sebab AHok kalah telak di putaran kedua Pilkada DKI saat ini. Menghadapi lawannya yang mereka anggap masih “anak ingusan”. Disamping beberapa factor yang sudah disebutkan diatas. Apa sajakah dua factor itu?

Pertama, Ahok tidak mau menyentuh kelompok ekonomi bawah, bahwa kenyataan AHok tidak mau bersikap sama seperti apa yang dilakukan Jokowi ketika sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI, yaitu mendekati atau bahasa yang biasa dipakai Jokowi adalah Blusukan. Dimana Blusukan sangat rajin dilakukan Jokowi saat mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI melawan Faudi Bowo saat itu, Jokowi rajin menjenguk rakyat kecil dan berinteraksi langsung dengan mereka, hal itu tidak pernah dilakukan Ahok, baik selama masa kampanye apalagi ketika sudah menjabat sebagai Gubernur menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden. Kebijakan Ahok juga dipandang terlalu mementingkan kepentingan rakyat menengah dan atas, menggunakan cara represif dalam menyelesaikan persoalan pembangunan dengan cara gusur dan rusun. Rakyat menganggap pemimpinnya ini kurang manusiawi dalam menerapkan kebijakannya, bertangan besi dan bersikap layaknya pisau; tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Inilah kesan mendalam yang tertanam dalam hati kebanyakan warga Jakarta, berbeda 180 derajat dengan Jokowi yang ketika memimpin Jakarta tidak pernah menggunakan pendekatan kekerasan. Makanya Jokowi dengan mudah bisa memenangkan pertarungan melawan Prabowo Subiyanto ketika Pilpres 2014 silam. Dengan mudah Jokowi bisa merangkul masyarakat walau ia harus berhadapan seorang Jenderal yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan, dan Jokowi hanyalan orang biasa yang mencoba peruntungannya di Pilpres kala itu. Itu yang tidak dimiliki Ahok, sehingga AHok tidak dipilih bukan karena semata-mata alasan perbedaan agama, melainkan karena Ahok tidak bisa memikat hati rakyatnya.

Kedua, karena Rakyat melihat keberpihakan Pemerintah yang Nyata. Dalam kasus Surat Al Maidah, warga tidak memilih ahok bukan semata-mata karena AHok dianggap telah menodai agama islam, melainkan karena rakyat melihat adalah upaya keberpihakan pemerintah dalam kasus Ahok, misalnya dalam perlakuan istimewa yang diterima Ahok, mulai dari status tersangka yang tidak di tahan, mengaktifkan kembali AHok menjadi Gubernur setelah habis masa kampanye, dalam hal sidang juga tidak ditayangkan langsung (live), penundaan pembacaan tuntutan jaksa menunggu hasil pilkada, pengamanan maksimal menjelang pilkada DKI (64 ribu pasukan) yang dinilai berlebihan dan sebagainya. Dan berbagai perlakukan istimewa yang diterima Ahok selama menjabat, Ahok seakan mendapatkan perlakukan khusus terkait jabatannya ini dan ia sangat dilindungi banyak pihak, baik di pemerintahan juga di kalangan elite, dan intelektual. Rakyat membaca ini sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata, dimana penguasa sangat melindungi kepentingan golongan kaya daripada rakyat miskin, padahal suara terbanyak berasal dari golongan menengah bawah ini. Dan kondisi ini dinilai kelak akan banyak merugikan rakyat.

Kedua point ini dibenarkan oleh Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno, beliau mengatakan bahwa salah satu faktor kekalahan Ahok adalah karena adalah masalah birokrasi. Salah satunya "curhatan" dari warga. Hendrawan menceritakan sejumlah keluhan yang diterimanya terhadap Ahok yang diungkapkan oleh birokrat hingga pengusaha.

"Birokrat yang saya temui mengatakan 'haduh, kalau Ahok menang lagi, penderitaan kami semakin panjang, enggak bisa main-main anggaran'. Pengusaha yang saya temui 'apa sih untungnya Ahok sebagai gubernur. Pajak dinaikkan'," ungkap Hendrawan.

"Beberapa orang lainnya, 'duh nanti kami kemaraunya lebih panjang lagi'," sambung dia.

TUMBUHNYA "PEOPLE POWER"

Inilah salah satu bentuk telah tumbuhnya “people power” dimana masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi pentingnya menolak berbagai bentuk penindasan yang mengatasnamakan pembangunan modern. Fakta ini bisa dibuktikan berdasarkan perolehan suara, dimana Ahok-Djarot memperoleh 40% suara, yang mana itu merefleksikan jumlah penduduk Jakarta yang mapan dan berkecukupan, mereka pasti akan memilih AHok sebagai pejabat yang banyak memberikan kenyamanan bagi warga mampu. Sementara Anis-sandi memperoleh hampir 60%, yang ini merefleksikan jumlah mayoritas penduduk menengah dan miskin yang berada dibawah garis kemiskinan dan mereka masih berharap terjadinya perubahan dan perbaikan.

Ketika rakyat sudah bisa mengendus situasi ini, pendukung Ahok tetap berjalan dengan pongah dan sombongnya, bahwa kekuasan dan uang bisa membeli apapun (buktinya ada sumbangan sembako buat warga). Anggapan mereka ini ternyata salah besar. Dan ketika mereka juga berusaha keras mengendalikan jalur saluran informasi di media social dan media mainstream, mengendalikan opini public untuk mempercayai semua perkataan mereka, semua itu sama sekali tidak menghasilkan apa-apa selain kecewa. Segala upaya yang dilakukan pendukung dan relawan AHok kini hanya sia-sia ketika mereka harus berhadapan dengan opini public yang sama sekali tidak berubah.

Lihatlah angka perolehan yang didapat Ahok, jumlahnya masih tetap sama dengan yang diperoleh di putaran pertama, itu artinya opini public sama sekali tidak bisa diganggu gugat, ketika mereka sudah melihat dan merasakan sendiri bagaimaan cara kerja AHok selama berkuasa dan juga besarnya campur tangan pemerintah didalamnya, serta berbagai kondisi yang tidak berpihak pada kepentingan muslim. Keputusan warga tidak berubah sejak putaran satu hingga putaran dua, angka itu tetap sama dan hanya menujukkan migrasi total suara dukungan Agus-Silvi kepada kubu ANies-Sandi, jika ditotal jumlahnya tetap sama. Inilah fakta sesungguhnya yang diluar prediksi semua orang, bahwa seandainya Ahok dikala itu tidak menyinggung surat Al Maidah pun, warga Jakarta tetap tidak akan memilih Ahok sebagai pemimpinnya, karena warga Jakarta menilai dari kinerja.

Dan lihatlah apa yang terjadi, Tidak ada satu orangpun yang menyangka akhirnya hasil akhir menujukkan angka seperti ini. (Bahkan umat muslimpun tidak menyangka angkanya akan terpaut jauh seperti ini, mengingat ketatnya penjagaan aparat). Ini menunjukkan bahwa warga Jakarta tidak memilih Ahok bukan semata-mata karena Ahok telah membuat gaduh, tetapi karena pertama AHok tidak bisa merangkul hati rakyat dalam program kerjanya dan kedua karena keberpihakan pemerintah yang mengistimewakan AHok ini dipandang banyak merugikan muslim. Seandainya saja Ahok bisa bersikap santun dan lemah lembut kepada rakyatnya yang miskin, dan seandainya saja pemerintah tidak terlalu mengistimewakan Ahok, mungkin simpati kepada Ahok masih bisa diperjuangkan. Orang jakarta bukanlah orang yang tidak bisa menerima perbedaan, mereka mau menerima Ahok walaupun berbeda keyakinan, tetapi ketika perbedaan itu dijadikan alat politik, maka penilaian akan beralih pada kinerja. Kinerja Ahok memang dinilai baik oleh pendukugnya, bersifat transparan dan juga akuntabel, tetapi sayang ahok dinilai tidak pandai memanfaatkan posisinya untuk menarik simpati publik. Sebagaimana yang pernah dilakukan Jokowi di masa kepemimpinannya, Jokowi adalah satu-satunya orang yang bisa mengelola potensi daerah dan masyarakatnya dalam satu wadah sehingga semuanya bisa bersinergi, nah hal itu yang tidak dimiliki Ahok.

Dalam hal ini, suara terbesar yang paling menentukan adalah kaum miskin kota dan kaum marjinal, nasib mereka kurang diperhatikan dan bahwa mereka merasa terancam jika Ahok memipin Jakarta kembali. Sebab akan ada banyak wilayah yang akan segera di pugar dan revitalisasi, dan disanalah tempat mata pencaharian mereka. Jadi alasan mereka tidak memilih ahok juga bukan karena mereka tertarik dengan program Anies-sandi, mereka juga bisa mengukur bahwa semua janji kampanye itu bisa bersifat fatamorgana, tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa jika Ahok memimpin kembali, bisa dipastikan nasib dan hidup mereka tidak akan berlangsung lama. Ahok bisa kembali bersikap kejam dan tidak pandang bulu karena sudah nyata penguasa memberikan keleluasaan dan kekuasaan penuh kepadanya untuk melakukan apa saja di Jakarta ini. Ahok bukan hanya akan menggunakan tangan besi, tetapi juga akan bersikap lebih keras karena tahu ia didukung penuh oleh seluruh aparat ini untuk memerangi rakyat kecil.

Tapi untunglah, atas kesabaran dan ketakwaan warga muslim DKI kepada Sang Pencipta tidak pernah putus dan tidak pernah habis, atas ketenangannya menghadapi kehendak penguasa arogan ini, Allah memberikan kemudahan dan kemenangan di sisi umat muslim, akhirnya Allah swt menjawab doa orang teraniaya dengan caranya memberikan 60% warga Jakarta pemimpin dari golongannya yang sesame muslim, subhanallah, kemenangan itu telah datang kepada orang-orang yang sabar dan tawakal. Bagaimanapun sulitnya dan kerasnya upaya musuh ingin membinasakan umat muslim dengan cara mengolok-olok ayat suci-Nya, inilah moment dimana Allah swt ingin menujukkan bahwa surat Al Maidah itu mengandung kebenaran. Atas upaya warga menolak arogansi penguasa dan terus berdiri teguh dalam iman dan kesabaran, Allah menjawab doa umat muslim di tanggal 19 april ini dengan tegas, bahwa ayat suci Al maidah itu memang harus diperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga. Dan lihatlah hasilnya, sepenuhnya ini adalah kemenangan yang datangnya dari Allah swt, tuhan semesta Alam. Hanya atas kuasa-Nya semua kemenangan ini bisa dicapai, sebagaimana isi firman-firman-Nya berikut ini:
--------------------------------------------

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. ( Ibrahim : 47 )

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).( Al-Fath : 1-3 )

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.( Ar-R'ad : 42 )

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.( As-Shaff:8 )

Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.( Az-Zumar : 61 )

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.(As-shaff:9)
---------------------------------------------

Inilah pelajaran paling mahal yang harus dilalui bangsa ini, hasil pilkada ini menunjukkan bahwa warga jakarta adalah orang yang paling rasional dan realistis menghadapi pilihan hidup. mereka sudah terbiasa dan terlatih dengan berbagai tekanan dan ancaman, tetapi masih tetap bisa bersikap tenang dan damai menghadapi cobaan. Seandainya saja ketika dalam aksi yang terjadi pada 212 atau 411 masyarakat mudah tersulut emosi lalu terjadilah bentrokan, atau paling buruk pecahlah perang, bisa dipastikan hari kemenangan itu tidak akan pernah datang, melainkan semakin berkuasanya para musuh islam dan merajalelanya kekufuran.

Tapi ketika kemenangan itu datang dengan cara damai, islam benar-benar bisa berdiri tegak di bumi pertiwi ini dan ditakuti oleh musuh. Selamat buat seluruh warga jakarta, anda semua telah memenangkan pertarungan ini dengan cara yang baik dan bermartabat. Membuat islam semakin harum di berbagai negara islam lainnya dan membuat nyali musuh semakin ciut/kecil dan takut menghadapi kalian ke depannya. Inilah kemenangan islam yang nyata, dan inilah kemenangan yang sangat dekat, dekat dengan kuasa Illahi Robbi.

Read More..

Senin, 10 April 2017

ISLAM DAN MASA DEPAN DUNIA

DISITEGRASI DAN ANCAMAN KEHANCURAN ISLAM

Dalam lawatannya ke Indonesia, Raja Salman Bin Abdul Azis berpesan ingin mengembangkan ajaran islam moderat yang ada di Indonesia untuk di pelajari di negaranya. Yaitu ajaran Islam yang rahamatan lil alamin. Hal ini membuat terkejut banyak pihak. Karena sebagaimana kita semua tahu bahwa Arab Saudi adalah pusatnya ajaran islam dan disanalah awal mula tumbuhnya islam. Tetapi mengapa raja Saudi sendiri menginginkan dipelajarinya Islam nusantara yang mungkin bagi sebagian orang masih memiliki banyak kekurangan disana-sini. Sementara penguasa Arab Saudi di Negara itu sebagian besar masyarakatnya berpendidikan tinggi dan mereka kebanyakan lulusan perguruan tinggi eropa dan amerika yang ternama (Oxford, Harvard dll), apakah pola pikir mereka dianggap masih belum cukup moderat jika dibanding Islam yang dianut kebanyakan orang Indonesia. Sekilas saja jika kita bandingkan dalam hal ilmu pengetahuan, sudah pasti bangsa arab ini memiliki cara pandang yang sangat modern jika dibanding kebanyakan orang Indonesia. Tetapi pastilah disini adalah hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara matematis dan hitungan angka, pastilah ada sesuatu yang unik dari keberadaan Islam Indonesia yang tidak dimiliki orang islam pada umumnya.


ISLAM MODERAT YANG RAHAMATAN LIL ALAMIN

Apa yang terjadi di belahan dunia sana, ketika Islam berkembang pesat dan ada sekelompok orang yang merasa khawatir dengan lonjakan jumlah penduduk islam ini, mereka berupaya mencari cara untuk menghambat pertumbuhannya dengan cara menyebarkan isu sesat dan menyimpang tentang Islam, hingga membentuk gerombolan orang siap mati yang berjuang atas nama Islam. Upaya-upaya in terus dilakukan, tetapi sayangnya jumlah penduduk muslim bukan berkurang, sebaliknya malah semakin besar. Upaya lain pun gencar dilakukan, yaitu dengan memecah belah elemen suatu bangsa hingga mereka bertikai satu sama lain hanya karena perbedaan mazhab dan aliran, dan nampaknya upaya ini membuahkan hasil signifikan, yaitu kini banyak Negara-negara islam di timur tengah berkonflik dan saling berhadapan. Mereka terpecah belah dan tercerai berai mengatasnamakan islam di dalamnya. Disatu sisi keberadaan islam diterima di kalangan barat dan banyak yang masuk islam, disisi lain umat islam sendiri bertikai dan mengakibatkan banyak jatuh korban dan kehilangan nyawa. Jumlah penduduk muslim dalam satu waktu terjadi penambahan sekaligus pengurangan signifikan.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan Islam yang ada di Timur Tengah sana? Mengapa mereka tidak bisa bersatu dan mempertahankan identitas dirinya sebagai satu kesatuan, padahal ajaran yang mereka anut adalah murni syariat islam. Mengapa mereka menjadi manusia yang mudah dipecah belah dan di kotak-kotak lalu tercerai berai dalam lingkungan mereka sendiri. Negara-negara islam yang ada di timur tengah sana kini sedang mengalami banyak pertikaian dan konflik; antara Arab Saudi dengan Iran, antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab, antara Turki dengan Belanda, antara Turki dengan Rusia. Semua Negara mayoritas muslim ini sedang memperebutkan identitas diri yang tidak bisa mereka tegakkan diatas lahan mereka sendiri, karena persoalan terbesar yang datang berasal dari dalam diri mereka sendiri, yaitu pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak disertai dengan kesadaran rasa bersatu (nasionalis).

SEJARAH PANJANG PROPAGANDA DI INDONESIA


Bangsa Indonesia ini memiliki sejarah panjang mengenai upaya berbagai pihak ingin memecah belah bangsa ini yaitu ketika masa penjajahan portugis dan belanda. Bagaimana hebatnya upaya colonial melakukan politik devide et empera, yaitu memecah belah bangsa ini menjadi beberapa kelompok-kelompok kecil untuk kemudian dikuasi, dikendalikan lalu di jajah dan diambil sumber kekayaan alamnya. Pelajaran sejarah ini ternyata mampu membuat bangsa ini mengambil pelajaran berharga, betapa bahayanya politik memecah belah ini bagi kelangsungan hidup bangsa. Jika tidak dilakukan pencegahan sedari awal terutama dalam hal landasan dasar Negara, pada bagian paling mendasar kehidupan berbangsa ini harus diletakkan pondasi kuat dan kokoh sehingga upaya memecah belah tidak akan terulang kembali, dan itulah sebabnya pentingnya semua pihak memahami hakikatnya pancasila, disanalah semua awal mula berdiri bangsa ini. Pancasila lah yang telah mempersatukan bangsa ini dalam satu ikatan satu nusa, satu bahasa, dan satu bangsa.

TIMUR TENGAH DAN KEKACAUAN AKHIR ZAMAN


Negara timur yang saat ini sudah terkotak-kotak dan menuju kehancuran sudah diambang mata, apa yang tidak mereka miliki adalah apa yang kita punya saat ini, yaitu rasa persatuan dan kesatuan. Mereka mungkin bisa menghasilkan income per kapita paling tinggi di dunia dengan sumber minyak mentahnya, mereka bisa mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, tetapi ketika berhadapan dengan isu disintegrasi bangsa (perpecahan), ketika berhadapan dengan upaya memecah belah, mereka tidak punya formula selain berupaya meningkatkan terus-menerus pendapatannya, yang mana ketika ekonomi globalpun sedang lesu (mengalami penurunan), mereka tidak akan bisa terus berpura-pura tenang, padahal sesungguhnya seluruh rakyatnya gelisah dan sedang berada dibawah ancaman besar yaitu disintegrasi. Dalam tekanan ekonomi global, kebanyakan rakyat tidak mampu bertahan karena mereka sudah sepenuhnya bergantung pada kebijakan penguasa yang diharapkan mampu memberikan jalan keluar. Tetapi jika landasan utama Negara tersebut hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan tidak memiliki modal pentingnya rasa persatuan, maka tekanan itu akan dirasakan semakin berat dan tidak bisa membendung berbagai ketidakpuasan dan ketegangan antar umat.

Ketika ancaman perpecahan ini sudah menggurita dan merasuki alam bawah sadar kebanyakan orang, maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan penguasa selain menerapkan system pemerintahan tangan besi yaitu pemerintahan dictator dan otoriter untuk mengendalikan pergerakan massa agar tidak keluar jalur dan tidak membahayakan eksistensi pemerintahan. Dihadapkan pada situasi aspirasi masyarakat yang tidak bisa dibendung dengan kekuatan milier, maka lama kelamaan kondisi ini akan memperburuk situasi keamanan dan mengancam stabilitas Negara. Negara dan pemimpin berkuasa akan mudah digoyang dengan berbagai isu dan ancaman, dalam keadaan tidak menentu ini sangat mudah menggulingkan pemerintahan berkuasa dan inilah yang sedang berkecamuk di Negara-negara penuh konflik ini, mereka tidak bisa lagi mengendalikan jumah penduduk yang makin banyak, ditambah lagi campur tangan asing yang ingin mengambil keuntungan situasi gawat ini semakin memperburuk otoritas keamanan suatu bangsa.

HUKUM SYARIAT ISLAM DAN ISU PERPECAHAN

Apa yang tidak dimengerti tentang inti ajaran islam sebagian umat muslim di berbagai belahan dunia mayoritas Negara muslim adalah adalah bahwa sesungguhnya Allah swt mengemas hukum syariat yang tertera dalam Al Quran, bersifat luas dan fleksibel, bisa mengikuti berbagai perubahan zaman. Ajaran islam bisa digunakan pada berbagai situasi dan kondisi, sesuai apa kebutuhan umat pada masa itu. Ajaran islam bisa di pakai untuk kepentingan keadaan darurat perang, kondisi damai dan ada juga yang bisa digunakan untuk kepentingan menjaga perdamaian. Semua tertera dengan sangat jelas di Al quran.

Yang dilakukan oleh kebanyakan Negara muslim di timur tengah adalah, mereka menggunakan semua hokum syariat dan ketentuan Allah itu pada semua kondisi. Mulai dari hokum rajam, cambuk, gantung, jihad, riba, poligami dan sebagainya. Semua itu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak peduli apakah kondisi saat itu sedang dalam keadaan damai atau perang. Semua hokum syariat diterapkan dalam berbagai keadaan, tidak ada yang tidak dipakai, semua diterapkan sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Al Quran. Sebagaimana yang terjadi di Arab Saudi, mereka menegakkan hokum islam dengan sangat keras di wilayahnya, dalam perjalannnya memang arab Saudi bisa menjadi Negara yang kaya dan makmur, tetapi ketika berhadapan dengan upaya musuh islam memecah belah, mereka kini dalam kondisi terancam disintegrasi bangsa. Hokum dengan aliran Whabi disana kini tengah diperdebatkan karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman.

Misalnya mengenai hokum hak perempuan, kebanyakan perempuan di arab Saudi terkekang oleh hukum yang melarang mereka melakukan banyak aktivitas, seperti misalnya perempuan tidak memiliki hak konstitusi di muka hukum, mereka tidak memiliki hak dalam pemilu. Penerapan hokum islam yang terlalu tegas dianggap sebagai wujud lain pemerintahan yang otoriter dan suka membelenggu hak warganya. Ketika tidak bisa dicarikan solusi dan jalan keluarnya, maka tumbuhlah bibit-bibit kebencian dan permusuhan di masyarakat yang akan berujung pada perpecahan.

Sebagai contoh, penerapan hokum poligami, hokum poligami sesungguhnya cocok digunakan ketika dalam keadaan perang, yaitu ketika ada kebanyakan janda-janda dan yatim yang harus kehilangan imam dalam keluarganya, adanya poligami di maksudkan agar para janda ini mendapatkan perlindungan dan menjamin hak-hak kehidupan mereka. Dan ketika hokum poligami digunakan di masa damai atau bukan keadaan perang, lihatlah apa yang terjadi, para laki-laki berduit banyak menggunakan dalih hokum poligami ini untuk menikahi anak dibawah umur, alias ABG usia 15 tahun. Memiliki istri lebih dari satu hanya karena alas an mencari kesenangan dunia belaka, bukan karena ingin mendekatkan diri kepada Allah swt. Poligami dijadikan alasan untuk memuaskan hawa nafsu birahi para pemilik uang dan kekuasaan.

Atau contoh lainnya, hokum jihad, hokum ini juga sangat cocok digunakan ketika Negara dalam keadaan perang, yaitu perang melawan thagut (musuh islam), dengan tujuan agar umat muslim tidak merasa gentar menghadapi musuh di medan perang. Jihad yang sebenar-benarnya menyerahkan jiwa dan raga demi mempertahankan akidah. Ketika hokum jihad dipakai dalam keadaan damai dan tidak perang, lihatlah apa yang terjadi, mengatasnamakan islam mereka membunuh saudaranya sendiri yang berbeda faham dan aliran. Bukannya mengharumkan kebesaran islam, sebaliknya malah mencoreng islam.

Kondisi inilah yang dimanfaatkan musuh-musuh islam, bahwa dengan menerapkan semua inti ajaran islam dalam situasi apapun, islam akan sangat mudah dihancurkan. Islam akan mudah di provokasi, dengan dasar ajarannya sendiri. Islam akan mudah dipecah belah dan diadu domba antar sesama, karena menerapkan seluruh syariat islam dalam berbagai kondisi bisa menciptakan konflik dan menyulut kebencian antar sesama. Padahal tidak seperti itu tujuan Allah menurunkan AL quran, manusia yang mengimani Al quran harusnya bisa membedakan dan memilah-milah, tidak mengadopsi semua hokum-hukum itu pada semua situasi, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi dan keadaan yang sedang berlaku. Mementingkan keberlangsungan tumbuh kembang nilai islam disesuaikan dengan kebutuhan jaman, sehingga umat islam bisa terus berkembang dan menggali terus nilai-nilai kehidupan di masa depan.

HUKUM ISLAM YANG SEJUK DAN DAMAI


Harusnya dalam keadaan perdamaian dan tidak ada peperangan, hokum yang di gunakan adalah hokum islam yang damai dan menyejukkan. Al quran sudah menyebutkan ada 200 ayat yang bicara kedamaian dan kondisi aman, ayat-ayat ini bisa digunakan untuk mencari jalan keluar sebuah permasalahan, tidak semua harus diakhiri dengan kematian dan pembunuhan. Berikut ini adalah salah satu contoh ayat yang bicara kedamaian dan mengajak semua pihak untuk mengutamakan damai daripada peperangan.

"Sesungguhnya Allah swt. menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat ; dan melarang dari perbuatan keji, dan hal yang tidak disenangi, dan memberontak. Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran."
(Q.S. 16:91)

"Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah swt. beserta orang- orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. 29:70)

"Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Tolaklah keburukan itu dengan cara yang sebaik-baiknya, maka tiba-tiba ia, yang di antara engkau dan dirinya ada permusuhan, akan menjadi seperti seorang sahabat yang setia. Dan, tiada yang dianugerahi taufik itu selain orang-orang yang sabar, dan tiada yang dianugerahi taufik itu selain orang yang mempunyai bagian besar dalam kebaikan. (Q.S. 41: 35-36)

Dan jika Negara dalam keadaan peperangan, maka gunakanlah hokum syariat islam yang keras (islam garis keras) di terapkan dengan sekuat-kuatnya terhadap musuh-musuh islam. Orang islam harus menggigit kuat-kuat apa yang diperintahkan Al Quran dan berusaha sekuat tenaga mempertahankan iman dengan sekuat-kuatnya iman. Terapkan hokum islam yang mengedepankan akidah islam tanpa merasa ragu apalagi takut, hokum Allah sudah pasti tegak dan islam bisa dipastikan menang melawan musuh.

Dimasa pemerintahan rasulullah dan sahabat, situasi peperangan ini pernah banyak dimenangkan oleh kaum muslim, karena umat berhasil menegakkan islam dengan keyakinan penuh dalam dada mereka bagaikan harimau lapar di medan perang. Tidak ada umat islam yang mudah tertipu oleh tipu daya musuh, karena sedemikian kuatnya keyakinan dan iman mereka sehingga tidak mudah digoyahkan oleh godaan apapun.

Nah ketika di masa kemerdekaan dan perdamaian era modern ini, nampaknya mulai banyak orang muslim yang lengah dan terbuai kenikmatan dunia. Walau mereka sudah menegakkan hokum syariat dalam kehidupan sehari-harinya tetapi mereka tidak mampu menahan godaan dunia yang datang. Kenikmatan dunia membuat mereka lupa dan terlena dalam kesenangan memabukkan, sikap seperti ini lama kelamaan makin melunturkan nilai-nilai islam itu sendiri dan akhirnya mereka juga menolak apa yang ditetapkan dan memilih jalan lain untuk mempertahankan kenikmatan dunia. Contohnya, Hokum poligami diterapkan di masa modern bukannya memperindah islam sebaliknya menjadikan islam difitnah karena dianggap suka mengekspoitasi kaum hawa. Disisi lain, hukum larangan memakan riba tidak diterapkan di masa damai, yang terjadi banyak umat yang terjebak dalam uang haram dan korupsi menghalalkan berbagai cara. Padahal dimasa damai justru hokum larangan memakan riba yang harus diutamakan, agar tidak membiarkan meluasnya penyebaran uang haram yang bisa merusak iman dan akidah umat islam.

Perlu juga sama-sama kita ingat, bahwa hokum syariat yang tertera di dalam AL quran, seluruhnya dihasilkan di masa pemerintahan rasulullah nabi kita Muhammad saw. Semua isinya mencakup kondisi dan keadaan pada masa itu yaitu keadaan damai ataupun perang. Bahwa dimasa pemerintahan rasulullah, sang Nabi saw telah mengalami dua periode jaman secara bersamaan, yaitu keadaan damai dan keadaan peperangan. Maka dari itu semua isi kandungan AL quran bisa dipelajari dan diamalkan dalam berbagai situasi dan kondisi, tetapi bukan berarti semua hokum tersebut harus diterapkan sekaligus tidak memperhatikan masa yang berlaku. Umat harus bisa membedakan mana hokum yang harus digunakan di masa perang atau di masa damai, keduanya memiliki konteks berbeda tetapi memiliki satu tujuan yaitu memakmurkan islam dari berbagai sisi kehidupan. Mendahulukan kepentingan umat dan mensyiarkan islam disesuaikan dengan perkembangan jaman.

PERANG DI ERA PERDAMAIAN YANG FATAMORGANA

Menurut anda, apa alasan musuh-musuh islam membiarkan umat muslim saat ini berada dalam situasi damai? Membiarkan islam tumbuh berkembang dalam ketenanngan, dan tidak menyatakan perang secara terang-terangan, padahal di masa lalu, mereka tahu persis bahwa mereka pernah dihancurkan oleh dinasti kekaisaran islam, dalam perang Badar, perang Uhud, perang salib, perang di masa Dinasti Ottoman misalnya, mereka pernah hancur karena dominasi kekuatan islam di masa peperangan. Tidak ada yang meragukan kehandalan pasukan islam, mereka tahu persis bahwa islam sangat kuat dan keras menerapkan hukumnya hingga tidak akan mengalami kekalahan sedikitpun atas peristiwa besar yang pernah mereka alami. Kondisi perang sama sekali tidak menguntungkan bagi kaum kafir, melainkan mereka akan makin terpojok dan lemah.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah momentum mereka kembali ingin menghancurkan islam, yaitu dengan memanfaatkan kondisi damai dan ketenangan. Kondisi damai ini adalah bagian dari upaya mereka menciptakan perang yang tidak terlihat kasat mata yaitu dengan cara menghancurkan nilai-nilai keislaman itu sendiri dengan cara memecah belah mashab dan aliran yang berasal dari dalam diri umat sendiri. Mulai dari menyebarkan virus-virus tumbuh suburnya berbagai macam aliran, misalnya syiah, wahabi, takfiri, islam sekuler dan sebagainya. Disamping juga menumbuh suburkan faham feminism, LGBT, narkoba, seks bebas dikalangan muda dan sebagainya.

Itu adalah bagian dari taktik berperang kaum kafir dalam mengahancurkan islam. Musuh-musuh islam ingin membuat orang islam itu sendiri yang merusak agamanya dengan tangannya sendiri, dengan dipicu oleh berbagai provokasi pihak asing. Dan faktanya cara ini dinilai cukup sukses dan membuahkan hasil, lihatlah apa yang terjadi di Suriah, Mesir, Bosnia, palestina, iran, irak, dan Negara-negara timur mayoritas islam di sana saat ini sudah memasuki tahap peleburan dan pemusnahan secara massal. Mereka bukan hanya sudah terkotak-kotak bahkan saat ini sudah memasuki tahap pemusnahan massal alias akan dibumi hanguskan dengan cara keji.

Bagaimana kejamnya cara mereka memusnahkan umat islam dengan senjata kimia dan biologis dengan alasan yang tidak masuk akal. Tanah kelahirannya di ambil paksa, sumber energinya dikuasai dan penduduknya diungsikan ke Negara lain, bukan sekedar untuk ditampung, mereka juga disana akan dihinakan oleh penguasa setempat. Dijadikan alat untuk memfitnah islam dengan serangkaian terror. Bukankan ini sebuah fakta yang mengerikan, bagaimana islam hingga saat ini sudah digunakan sebagai alat untuk menghancurkan islam itu sendiri dengan cara dan taktik musuh, memanfaatkan keadaan tenang sebagai alasan dilancarkannya sebuah serangan terhadap warga sipil tidak berdosa. Inilah yang diinginkan para musuh islam sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, islam akan membunuh dirinya sendiri dengan tangannya sendiri. Musuh islam tidak perlu susah payah menghadapi mereka di medan perang, cukup menyulutkan isu kebencian dan permusuhan maka terjadilah apa bisa menghancurkan islam dengan mudah yaitu perang saudara.

HUKUM SYARIAT ISLAM YANG WARNA-WARNI

Kondisi ini juga tidak berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, ada saja pihak yang ingin mendirikan Negara islam dengan penerapan hokum syariat islam garis keras didalamnya dengan alasan pemerintah yang berkuasa terlalu korup. Mulai dari DII/TII, hingga jaringan teroris internasional yang diekspor oleh Negara tetangga kita Malaysia dan Filipina, mereka ingin memposisikan islam di negeri kita ini sebagai islam garis keras. Karena penduduk mayoritas di negeri ini adalah islam, islam yang warna-warni, jadi dianggap jauh lebih mudah memecah belah bangsa ini karena sudah bercampur baur dengan berbagai etnis, budaya dan tradisi setempat. Islam di nusantara ini dianggap juga mudah dikendalikan dan ditaklukkan karena umatnya tidak melaksanakan ajaran islam dengan keras sebagaimana yang ada di Negara timur sana. Kondisi ini dianggap akan jauh memudahkan upaya musuh islam dalam menghancurkan akidah islam nusantara, karena pemerintahannya pun tidak membenarkan penerapan hokum islam dalam kehidupan berbangsa. Pemerintahnya pun menerapkan system peradilannya banyak mengadopsi hokum Negara Belanda, yaitu hokum yang ditinggalkan penjajahan colonial atau hokum yang menyesuaikan dengan kebutuhan umum.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika yang kita lihat adalah pemerintahan dan rakyatnya berjalan masing-masing. Islam nusantara dipaksa menerapkan hokum colonial dalam kehidupannya karena tidak ada pilihan lain, sebab penguasanya tidak membenarkan hokum islam dijadikan landasan hokum Negara. Dalam hal ini Allah swt mengetahui betul bagaimana sulitnya pergerakan islam di Indonesia, karena secara akidah mereka bebas menjalankan kewajiban beribadah tetapi dalam penerapan hokum islam, mereka dipaksa menggunakan system ad dajjal seperti system keuangan riba. Yang sama sekali tidak menguntungkan umat islam secara keseluruhan. Orang islam di Indonesia boleh bebas beribadah tetapi mereka juga memakan uang riba dalam kehidupan kesehariannya. Padahal dampak penerapan riba bisa merusak moral dan mental bangsa ini. Riba bisa mencuci otak bangsa menjadi bangsa yang bengis dan tega membunuh saudaranya sendiri demi kesenangan dunia, melalui korupsi. Riba bisa menggiring penggunanya untuk menghalalkan segala cara dalam mencari rizki. Tidak mau tunduk kepada perintah dan larangan Allah swt. riba bisa membuat penggunanya memiliki jiwa yang keras dan sulit menerima hikmah, jiwanya terhalang oleh kotoran dunia.

SKENARIO MEMECAH BELAH UMAT

Ini adalah salah satu scenario musuh islam untuk memecah belah umat di tengah perbedaan dan keragaman suku dan etnis, islam terus diganggu dengan berbagai macam provokasi dan intimidasi, walau jumlah penduduk muslim tergolong banyak, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan melawan dan menolak tiran yang ditujukan kepada umat kebanyakan. Walau islam adalah warga mayoritas tetapi tidak selamanya hokum berpihak pada kepentingan orang islam, pada beberapa kasus umat terpaksa harus menerima kekalahan dengan cara mengedepankan ukhuah islamiah daripada terjadi perpecahan. Walau pada banyak kasus, musuh islam kerap menyulut kegaduhan, dan ketika umat menuntut keadilan, mereka tidak mendapatkannya melainkan harus bersikap mengalah dan menahan diri agar tidak terjadi bentrokan. Nilai-nilai toleransi beragama yang dianut bangsa ini masih banyak ketimpangan, sebagai kelompok mayoritas, islam yang kerap di hina oleh segelintir minoritas, tidak bisa berbuat banyak untuk membela agamanya, karena sekali lagi dalih bahwa Negara ini bukan Negara agama kembali dimunculkan ke public, sehingga kondisi umat islam pada umumnya selalu berada di bawah tekanan. Baik itu tekanan dari public maupun tekanan internasional.

DIBALIK PUJIAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA

Masyarakat Islam di Indonesia yang dipandang oleh dunia internasional sangat menjunjung tinggi nilai toleransi, dipuji dan disanjung-sanjung sesungguhnya itu adalah bagian dari proses pembantukan jati diri yang lebih mengedepankan nilai persatuan bangsa. Tidak ada alasan lain, bagi seorang muslim dinegeri ini untuk menuntut banyak pada setiap peristiwa besar yang mencabik-cabik ajaran islam selain umat harus banyak menahan diri dan bersabar. Ketika agama di jadikan komoditas politik, diperdebatkan di ruang public, dipertentangkan dan sebagainya, dimana sebenarnya dibalik semua itu adalah kenyataan bahwa sebenarnya masyarakat kita tidaklah mengerti hakikatnya ilmu agama itu sendiri. Masyarakat hanya mengadopsi nilai-nilai islam hanya secara garis besar, mereka tidak memahami isi dan maksud dari semua perintah dan petunjuk agama yang paling esensial.

Ujung dari semua ini adalah masyarakat jadi mudah diadu domba dan digiring pada sebuah kepentingan yang mengatasnamakan agama. Mereka membenarkan semua dalil yang digunakan penguasa yang tanpa sadar ingin mengambil keuntungan dari ketidak tahuan orang awam, bahwa sebenarnya mereka telah menjadi sapi perah dan alat untuk memudahkan terwujudnya kepentingan segelintir orang. Kondisi ini yang sering menjadi dilemma di masyarakat, disatu sisi harus mempertahankan akidah disisi lain harus mengedepankan persatuan.

ISLAM MODERAT YANG RAHMATAN LIL ALAMIN

Atas dasar keadaan ini, maka dari itu, umat muslim Indonesia tidak bisa menampakkan diri mereka terlalu kasat mata di hadapan public, mereka memilih menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas keagamaan yang bersifat spiritual movement. Sebuah kegiatan keagamaan yang bersifat perbaikan ke dalam diri, memperbaiki kualitas ibadah, memberikan pencerahan kepada sesame, membantu kekurangan orang lain, mendonasikan berbagai keperluan umat dan sebagainya yang mana kegiatan keagamaan ini lebih bersifat intern atau berorientasi ke dalam perbaikan iman dan taqwa bagi umat. Atas kesabaran dan ketekunaannya ini, kini umat islam di Indonesia bertransformasi menjadi umat yang bisa menjaga tolerasi antar umat beragama, bisa menjaga kerukunan antar sesame, bisa menunjukkan diri sebagai jiwa-jiwa damai yang cinta ketenangan dan perdamaian dibanding permusuhan dan konflik. Umat islam Indonesia kini mendapat julukan manusia beriman yang sangat berjiwa besar dan mengutamakan persatuan walau sebenarnya semua itu bukanlah perkara mudah. Inilah bagian dari proses pencarian jati diri yang mana dalam keadaan damai seperti ini, kebanyakan umatpun lebih banyak mengamalkan hokum syariat islam yang damai. Hokum islam yang lebih mengedepankan kebaikan, kedamaian, ukhuah islamiah, dan kerukunan. Dan inilah yang dinamakan Islam yang rahmatan lil alamin, islam yang menjadi rahmat bagi semua.

Tidak ada lagi sifat iri, dengki, hasut dan amarah, semua permasalahan bisa diselesaikan dengan meminta petunjuk dari orang yang mengerti agama. Orang islam dalam hal ini benar-benar dituntut kemampuannya menahan diri dan sepenuhnya menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta Alam Semesta, Allah Swt. Bagi umat, hanya Allah swt sajalah tempat bersandar paling utama, tempat sebaik-baiknya semua perkara dikembalikan, bukan pemimpin apalagi penguasa. Dan atas dasar kesadaran inilah Allah swt meridhoi dan merahmati perjuangan islam nusantara dalam menjaga nama baik islam. Umat telah dengan segala daya upaya memperjuangkan ajaran islam tetapi dalam perjalanannya islam di Indonesia ditakdirkan untuk menjadi islam yang modern atau islam moderat, yang bisa menerima perbedaan dan menerima kekurangan bukan karena islam lebih rendah/lemah tetapi karena menatap bahwa islam adalah agama yang cinta damai dan islam adalah agama yang sejuk. Islam nusantara bukan islam garis keras yang selalu harus menghunus pedang jika terjadi perbedaan, islam nusantara adalah islam yang bisa bicara atas dasar kepentingan banyak orang.

Kondisi iman umat muslim di Indonesia ini lebih banyak kepada upaya mendidik diri menjadi pribadi yang kuat dan tangguh menghadapi berbagai guncangan dan cobaan. Tidak semua orang bisa menerima keadaan ketika harus berhadapan dengan situasai yang sama sekali tidak memberikan peluang membela kebenaran. Orang islam walaupun terbiasa dengan keadaan tekanan dan penderitaan, tetapi bukanlah pribadi yang lemah dan mudah menyerah pada keadaan. Musuh-musuh islampun bingung dengan keadaan muslim nusantara saat ini, mengapa bisa berbagai kondisi miskin dan melarat seperti ini masih bisa menyebut dan menggemakan asma Allah swt dalam tidurnya. Sesuatu yang menurut mereka tidak habis pikir, mengapa kondisi umat islam nusantara ini bukannya semakin terpuruk sebaliknya semakin bersinar dan menyilaukan mata dunia internasional. Ternyata kemiskinan sama sekalii tidak bisa mematikan iman, justru sebaliknya kemiskinan membuat iman semakin bersinar terang. Semakin besar keyakinan dan ketaqwaan umat kepada hokum Allah swt, semakin dekat dengan rahmat-Nya.

INDONESIA DAN MASA DEPAN DUNIA

Adapun bentuk pujian bangsa-bangsa barat (inggris, belanda) terhadap toleransi umat beragama di negeri ini ketika mereka berkunjung adalah salah satu bentuk tanda Tanya besar, mengapa islam di Indonesia ini dalam keadaan miskin justru bisa berkembang bagaikan jamur di musim hujan. Mereka mempertanyakan apa yang menjadi rahasia semua ini dan bagaimana cara agar bisa membendung pertumbuhannya. Jika memang ada cara yang bisa dipakai untuk membatasi pertumbuhan penduduk muslim, maka lakukanlah apa saja untuk menahan laju pertumbuhan penduduk muslim yang tidak bisa dibatasi ini. Musuh islam memandang suatu hari nanti Indonesia akan menjadi ancaman besar, karena mayoritas penduduknya adalah muslim dan terbesar di dunia. Suatu hari nanti Indonesia akan menjadi salah satu Negara islam terkuat yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Jika saat ini mereka bisa mengurangi populasi muslim di timur tengah, maka di masa depan mereka pasti tidak akan mampu mengurangi populasi penduduk muslim nusantara karena jumlahnya sudah berlipat=lipat jika disbanding jumlah penduduk muslim timur tengah.

Dimasa depan, hanya akan tersisa beberapa Negara besar dengan tingkat integritas tinggi yang akan bertahan ditengah semakin langkanya bahan baku mineral dan energi. Hanya tersisa beberapa Negara dengan tingkat kemandirian energi terbaik yang bisa menjalani masa-masa akhir menjelang akhir jaman. Kelangkaan sumber daya energi, jumlah populasi penduduk yang harus terus disuplay, ancaman disintegrasi, ancaman perubahan iklim global, ancaman perang nuklir dan berbagai ancaman lain yang siap menelan sebuah bangsa dalam sekejap. Dan Negara-negara dengan tingkat kemandirian energi dan kesiapan menghadapi ancaman masa depan adalah; Amerika Serikat, Korea Utara dan Korea Selatan, China, Rusia, Israel, Jepang, Australia dan beberapa Negara besar lain semoga saja Indonesia bisa masuk dalam hitungan. Hanya Negara-negara yang saat ini bisa melalui beratnya masa sulit akibat pelemahan ekonomi global yang akan bisa memasuki babak akhir percaturan ekonomi dunia.

Salah satu contoh benua yang sudah hilang dan lenyap dari bumi ini dan sudah tidak pernah disebutkan lagi di kancah internasional adalah Afrika, benua afrika bagaikan belahan dunia yang sudah lenyap dari permukaan bumi. Tidak ada lagi pihak yang memperebutkan dan memperbincangkan benua ini (Somalia dan Uganda), karena dimasa lalu ia pernah menjadi salah satu benua yang paling sibuk dengan konflik dan kecamuk perang saudara. Jika yang terjadi di saat ini adalah konflik sedang berkecamuk di timur tengah, maka bisa jadi kelak timur tengah juga akan menjadi salah satu benua yang hilang dari permukaan bumi. Ia akan dilupakan masyarakat dunia karena pernah menjadi sentra kekacauan dan perebutan kekuasaan, pusat perang saudara dan perebutan energi, dan kini afrika hanya tinggal padang rumput tandus dan gersang dan dihuni oleh penduduk kelaparan karena tidak ada sumber kehidupan di sana.

Indonesia di masa depan akan menjadi pusat perebutan kekuasaan dan energi masa depan, karena kekayaan alamnya dan dan posisi strategisnya di lintasi garis katulistiwa yang menjadikannya sumber kehidupan hayati, di masa depan indonesia akan menjadi salah satu sentra perebutan oleh bangsa-bangsa besar berkuasa. Maka dari itu, sudahkah kita sadar bahwa setelah usai konflik perang di timur tengah, pusat konflik berikutnya akan pindah ke Negara kita? The next area konflik yang akan dimulai dari perebutan batas laut china selatan, akan memulai babak awal ketegangan di negeri tercinta ini. Saat ini garis batas Laut China selatan sudah diklaim oleh beberapa negara karena disana ada Blok Natuna yang kaya sumber energi. Pulau Natuna saat ini dijaga ketat oleh aparat keamanan, karena jika kondisi negara dalam keadaan gawat, atau terjadi huru-hara, maka pulau ini yang akan menjadi gerbang pintu masuk pihak asing menguasai negara.

Inilah gambaran masa depan dunia, indonesialah yang akan menjadi babak penutup dimulainya perang dunia ketiga yang berbasis nulklir. Indonesialah bangsa terakhir yang akan menjaga benteng pertahanan islam, sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi pusat perebutan kekuatan ekonomi dunia ditengah kecamuk ancaman perang senjata pemusnah masal berbasis nuklir dan kimia. sudah siapkah kita semua? Menyiapkan generasi akan datang yang kuat dan tangguh mampu berhadapan dengan musuh islam yang paling nyata yaitu keganasan perang?

Read More..