Kamis, 26 Januari 2017

DIBALIK KEBESARAN DAN KEAGUNGAN, MANUSIA HANYA SETITIK DEBU

Seorang imam besar yang terkenal ke seluruh penjuru negeri, karya-karyanya mendunia hingga saat ini, pernahkah anda mendengar salah satu diantara mereka memiliki sifat yang keras. Pernahkah anda mendengar imam besar Al Gazali memiliki sifat keras dan suka menyerang lawan, atau Abu Hurairah yang pemarah dan pendendam, atau Imam Bukhari yang suka mencela dan menghujat orang lain. Tidak, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki sifat seperti ini, semuanya memberi contoh teladan yang baik, rendah hati dan berhati lembut. Semua imam besar itu dikenal sangat bijak, bahasanya santun, tutur katanya lembut dan gaya bicaranya lemah lembut. Bahkan semua pokok ilmu yang mereka wariskan pada dunia ini adalah tata cara menjalankan hidup penuh kebaikan dengan kesejukan.

Para imam besar itu masih dimanfaatkan ilmunya karena kebesaran jiwa dan kemampuannya mengembangkan alam pikiran dan jiwanya untuk menyelamatkan akidah umat yang mudah terombang ambing hingga akhir jaman. Ilmunya bukan semata-mata untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi juga untuk membesarkan nilai-nilai luhur yang dibawa islam sehingga dapat diterapkan dengan benar kepada masyarakat muslim di era modernisasi. Sangat besar jasa-jasa mereka sehingga kita tidak akan mampu menghapus jejak ilmu yang telah mereka ajarkan.

Lalu melihat apa yang terjadi belakangan ini, ada seorang pemuka agama yang bersikap sangat keras dalam menyuarakan nilai keislaman, dalam usaha menegakkan nilai keagamaan, dalam menegakkan kebenaran. Sang Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, sikap kerasnya ini ditampakkan dengan keberaniannya menentang penguasa dengan jargon-jargon nyeleneh yang menyudutkan dan memberi kesan adanya unsure penghasutan untuk menumbuhkan kebencian. Baik itu Kebencian antar sesame ataupun kebencian kepada pemerintah berkuasa. Sikap menentangnya ini diutarakan dengan kata-katanya yang kasar dan tidak pantas diucapkan oleh seorang yang menamakan diri ulama. Seorang pemuka agama yang seharusnya memberikan contoh yang baik dan tauladan bagi umat.


Sang Habib ini sudah berulang kali masuk penjara, tidak jera dengan upayanya tersebut, hingga saat ini beliau masih terus saja melakukan apa yang dianggapnya kebenaran tersebut. Apa yang dianggapnya tidak sesuai dengan akidah islam, sebagai contoh yang sedang ramai dibicarakan adalah apa yang dilakukannya belakangan ini. Beliau bermaksud ingin mengkritik logo yang tercantum dalam uang pecahan baru Rp 100 ribu yang baru saja dikeluarkan Bank Indonesia (BI), tetapi dengan cara berargumen dari sudut pandangnya sendiri (tanpa meminta klarifikasi terlebih dahulu) bahwa dalam logo yang dimaksud itu mengandung unsure komunisme (PKI) yaitu lambang “Palu Arit”. yang artinya logo ini mengisyaratkan bahwa ada upaya menyusupkan kebangkitan PKI dalam mata uang.

Padahal logo yang dimaksud itu secara kebetulan menyerupai lambang palu arit, tetapi sebenarnya itu adalah bagian dari teknik rectoverso, yaitu teknik pencahayaan bayangan tiga dimensi yang digunakan sebagai pengamanan uang sehingga jika diterawang logo aslinya akan muncul dan merujuk pada symbol BI yang tidak bisa dipalsukan dengan alat sederhana. Pemerintah merasa isu itu tidak benar dan akhirnya kasus ini masuk dalam ranah hukum untuk dibuktikan kebenarannya dipengadilan. Akibatnya kontroversi ini, kini benar-benar terjadi kekisruhan dimasyarakat, ada yang membenarkan dan banyak juga masyarakat yang tidak setuju. Dalam hal ini, jika sampai masuk ranah hukum dan pembuktian, maka bisa jadi ini memang ada unsure ketidaksengajaan atau kekeliruan semata dan tidak perlu diperpanjang atau mungkin bisa juga nanti Habib dijebloskan ke dalam penjara karena upaya penyebaran kebencian.

Jadi jika yang dipermasalahkan itu tidak terbukti, maka sia-sia apa yang sudah dilakukan, sang habib kembali masuk penjara, sementara masyarakat kita sudah terlanjur terbentuk pola pikir yang salah dan sudah terkotak-kotak dan terpecah belah. Apakah tindakan seperti ini perlu dibesar-besarkan, sementara kasus lebih besar yang seharusnya menjadi perhatian kita tentang kasus penodaan agama yang dilakukan Ir. Basuki Cahaya Purnama luput dari perhatian kita karena timbulnya kasus ini. Kita semua jadi tidak berkonsentrasi pada kasus Al Maidah 51, karena sidang yang digelar sebagaimana yang dijanjikan terbuka ternyata tidak bisa disaksikan langsung oleh masyarakat karena sidangnya tertutup dan kita tidak bisa mengawasi langsung. Jadi masih perlukan kita terus-terusan dibawa dalam polemic yang tidak perlu, sementara ada kasus lain yang seharusnya menjadi pusat perhatian kita jadi tersamarkan.

Jadi sebenarnya apa yang dilakukan sang Habib ini sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan, energi kita habis dengan hal-hal seperti ini. DImana kita harusnya bisa membedakan mana yang lebih utama dan penting. Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa melihat ini, semua larut dalam kesimpangsiuran. Ditambah lagi beberapa kasus lain yang membelit sang Habib, mulai dari kasus penghinaan terhadap Pancasila, kasus pornografi dengan tersangka Firza Husein,kasus penyerobotan Lahan di Sukabuumi dan sebagainya. Ada banyak kasus yang menyedot perhatian kita sebagai umat yang memandang habib ini suka membuat kontroversi serta selalu membawa banyak masalah dalam setiap aksinya. Perhatikan juga isi ceramah dan tausiah yang dikumandangkannya dalam berbagai kesempatan, banyak yang berbau kekerasan dan ajakan membangun kebencian (cenderung pada ajaran islam garis keras). Dan atas tindakannya saat ini, ada banyak daerah yang menolak kehadiran sang Habib untuk berceramah.

Dan buruknya lagi. Tidak peduli bagaimana cara pandang dan masukan orang lain, Habib tetap melakukan tindakan yang dianggapnya paling benar tersebut. Tidak ada satu orangpun termasuk para ulama yang berani membendung sikap sang habib, karena beliau memiliki kemampuan berdebat yang baik dan mampu membolak-balikkan kalimat. Dan sayangnya apapun yang dilakukan sang Habib, selalu ada yang mendukung dan membenarkan tindakannya. Mereka mengikuti dan mengiyakan apa saja yang diutarakan sang Habib, terlepas apakah itu benar atau tidak di sisi pandang lain.

Lalu sudah benarkah apa yang dilakukan sang Habib, perlukah kita mencari tahu darimana datangnya sifat-sifat seperti ini? ditengah dinamika masyarakat yang memandang bahwa islam tidak seharusnya diterapkan dengan cara kekerasan. Bahwa ada sebagian masyarakat juga tidak bisa menerima cara-cara yang dilakukan sang Habib karena dianggap bisa merusak persatuan bahkan dalam kalangan umat islam sendiri. Bagaimana Islam memandang perilaku sang Habib dan para pengikutnya yang belakangan hari ini dianggap kurang sesuai dengan nilai islam.

BERKACA PADA CERMIN KEBENARAN

Dalam Islam, Allah membagi manusia menjadi beberapa golongan, salah satunya adalah golongan manusia yang menjadi teman dan pendukung iblis. Yaitu orang-orang yang hidup dan perjuangannya tanpa sadar menjadi jalan kemudahan bagi iblis untuk menguasai manusia. Yang pertama, golongan orang yang sombong dan kedua golongan buta/bodoh.

Pertama, pada sebagian orang, Allah menamai mereka adalah Mutakabbirin, yaitu orang-orang yang sombong. Orang yang merasa dirinya lebih tinggi derajatnya, orang yang lebih baik, lebih mulia, lebih banyak ilmunya, dan lebih segala-galanya dari yang lain. Ketika seseorang memiliki perasaan ini, maka tanpa sadar perasaan ini meresap ke dalam hatinya, ia tidak bisa mengenali mana yang benar dan mana yang salah, karena sifat sombong sudah menguasainya, sehingga ia terus mengokohkan dirinya sebagai orang yang hebat, lalu diaktualisasikan melalui anggota tubuhnya semisal dengan kata-kalimat cemoohan atau hinaan kepada orang yang dipandangnya rendah untuk menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih baik dari orang tersebut. Menurut Rasulullah SAW, ketakaburannya didefinisikan sebagai bentuk penolakan atas kebenaran dan menghinakan mahluk (HR. Muslim)

Pintu-pintu kesombongan ini ada banyak dan kesemua pintu kesombongan ini adalah jalan utama masuknya syetan. Diantaranya sesuatu yang menyangkut keutamaan dan kelebihan yang dimiliki seseorang, seperti harta benda, kekuasaan, nama besar, kekuatan, status social, ilmu pengetahuan, atau keturunan. Pada pintu-pintu tersebut rentan disusupi bisikan/hasutan syetan. Yang mana bila seorang muslim tidak memiliki rasa tawadhu (rendah hati), maka ia akan memiliki kecenderungan untuk bersifat takabur. Sombong/ujub adalah salah satu sifat Iblis Azazil yang dilaknati Allah swt karena terang-terangan menolak perintah Allah swt untuk bersujud kepada Adam as. Maka siapa saja yang dalam hatinya telah terjangkit penyakit hati (sombong), bisa dipastikan ia memiliki sifat-sifat syetan/iblis dalam dirinya. Dalam Al Quran Allah swt berfirman:

“Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan disisi orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewewenang-wenang.” (QS. Al Mukminun :35)

Kala itu iblis merasa enggan sujud kepada Adam karena ia terbuat dari api sementara Adam dari tanah. Seketika sifat sombong menguasai iblis dan ia tidak bisa mengontrol kesalahan tindakannya tersebut. Sifat sombong yang timbul, hanya karena ia melihat dirinya lebih baik dari yang lain, padahal sebenarnya selama ribuan tahun ia sudah beribadah menyembah Allah tanpa cela, dan menjadi pemimpin para malaikat tetapi nampaknya nilai ibadah yang dilakukannya itu tidak bisa membuatnya makin tunduk kepada perintah Allah, melainkan menjadikan ia pembangkang, akhirnya iblis menjadi mahluk paling rendah dan hina dihadapan Allah, hanya karena perasaan sombong yang menyelimuti dirinya dan ia tidak bisa menolak perasaan itu.

Dan itulah yang sangat disesali iblis selama ribuan tahun dan itu juga yang menjadi penyebab timbulnya dendam iblis kepada bangsa manusia, akan menjatuhkan martabat setiap manusia dalam sifat sombong dan takabur sebagaimana yang pernah dilakukannya. Sifat yang pernah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran. Karena iblis berkeyakinan, bahkan iblis saja yang memiliki kekuatan tidak mampu mengendalikan rasa sombong, apalagi manusia biasa. Iblis akan berusaha keras menjatuhkan setiap manusia yang berada dipuncak kejayaan dengan sifat sombong yang terus menggerogoti dirinya. Karena sifat sombong jugalah yang telah menjatuhkannya dan sifat sombong juga yang akan menghancurkan manusia dihadapan Allah.

Dalam hal ini, Imam Al Gazali berpendapat bahwa tidak ada satupun budi pekerti buruk yang tidak dimiliki orang-orang sombong. Ia tidak bisa meninggalkan sifat angkuh, iri, dengki, dendam, amarah, buruk sangka, gemar mengumpat, menghasut dan menghina. Dalam kitabnya yang terkenal "Ihya ulumudin" Imam Al Gazali juga berpendapat; "Jika dalam hatimu terdapat sangkaan buruk, maka sesungguhnya hal itu berasal dari syetan, yang sengaja ditancapkan dalam hatimu."

Kesombongan adalah penyakit hati yang amat berat, karena menjadi hijab yang akan menutup mata hatinya terhadap kebenaran. Orang yang sudah terjangkit sifat sombong, tidak akan bisa menerima kebenaran, karena Allah telah mengunci mati mata hatinya.

Nabi Isa as. Pun pernah berwasiat:
“Tanaman tidak tumbuh di tanah yang keras dan berbatu, tanaman hanya tumbuh di tanah yang gembur dan empuk. Sama halnya kebajikan akan tumbuh di hati yang lembut dan lunak, bukan di hati yang keras dan sombong.”

Dan kondisi seperti inilah yang sekarang sedang kita hadapi, banyak orang yang sedang berada di atas awan tidak bisa mengendalikan diri dan merasa senang diagung-agungkan manusia yang tidak punya ilmu. Ada banyak orang tidak bisa mengenali dirinya sendiri dalam bayang-bayang kesenangan dunia. Mereka menganggap dirinya sudah ditinggikan derajatnya dan merasa dirinya sudah menjadi pembawa kebenaran dan merasa dirinya sangat sempurna. Padahal sesunguhnya itu adalah bagian dari bisikan dan bujukan iblis untuk mengelabui manusia yang sedang mabuk dan terlena. Iblis sedang menggiringnya kedalam kehancuran.

Ketika berada diatas mimbar yang tinggi dan menatap ke bawah ada banyak orang yang memberinya punggung sebagai pijakan, mereka merasa inilah saat dimana mereka telah mencapai puncak kejayaan. Dan disaat seperti inilah syetan bekerja keras membangun pondasi kesombongan dalam diri orang itu untuk terus menampakkan diri sebagai orang yang paling kuat, ditakuti dan disegani dengan berbagai argument kebenaran yang ada dalam dirinya. Syetan akan terus membangun imeg orang ini sebagai orang yang perkasa dan harus menjadi yang paling di takuti, hingga akhirnya orang ini akan membangun jati dirinya menjadi orang yang harus ditakuti bahkan melebihi rasa takutnya manusia kepada Tuhan-Nya.

Padahal, hanya Allah lah sang pemilik sifat sombong itu. Hanya Allah yang berhak, manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya tidak punya hak atas sifat itu, bahkan terbesitpun tidak pantas, merasa lebih tinggi dan lebih besar sehingga ingin menyamakan dirinya dengan Tuhan. Maka sesungguhnya orang itu sudah benar-benar terjerumus dalam kehancuran yang nyata. Dalam hadist Qudsi dijelaskan:

Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman: “Sombong itu selendang-Ku dan kebesaran itu sarung-Ku, barangsiapa yang melawan-Ku dalam salah satunya maka ia Aku lempar ke dalam neraka.” (Hadist ditakrij oleh Abu Dawud).

Dan Allah pun mengancam siapa saja yang berani bersikap sombong selama di dunia dengan ancaman keras yang tertera di banyak firman-Nya, salah satunya berikut ini:
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam legam. Bukankah neraka itu menjadi tempat bagi orang yang menyombongkan diri.”
(QS. Az Zumar:60)

Sejatinya sifat sombong harus dilawan dengan rendah hati, artinya siapa saja yang merasakan dirinya diberikan kemudahan dalam hal keduniaan dan ibadahnya, maka harusnya manusia mampu menggiring kedua kelebihannya itu menuju sifat tawadhu dan rendah hati. Manusia harus mampu menampik keinginan yang timbul untuk berbangga diri dan ujub yang timbul dalam dirinya untuk dikendalikan menjadi jalan ketaatan dan kepatuhan pada perintah Allah swt.

Karena Inti utama tujuan ditetapkanya kewajiban beribadah bagi seluruh mahluk adalah agar manusia bisa menundukkan berbagai bentuk sifat buruk yang ada dalam dirinya, terutama kesombongan. Agar ia tidak tergelincir dalam hasutan dan bujukan syetan yang akan menjerumuskannya dalam kehancuran. Lihatlah apa yang terjadi pada bangsa iblis, walau ribuan tahun sudah mengabdi kepada Allah tetapi ketika diuji oleh Allah tentang ketaatannya, iblis gagal dan hancur.

Begitu juga dengan manusia, ujian mereka pun sama, bukan soal berapa banyak ibadah yang telah mereka dirikan dan berapa banyak ilmu yang mereka kuasai, tetapi tentang berapa besar ketundukan dan ketaatan mereka kepada perintah Allah swt. Mampukah mereka menundukkan sifat sombong dan berbangga diri yang ada dalam dirinya ketika berada dipuncak kejayaan, dikala Allah memintanya mematuhi perintah merendah dari diri dihadapan Allah, mampukah ia menerima cobaan itu. Bangsa iblis sudah terbukti gagal, seharusnya manusia bisa lebih mampu karena ia sudah diberikan banyak kelebihan dan keutamaan. Dan itulah sebabnya Allah menciptakan mahluk berbeda yang bernama manusia dan iblis, diantara mereka terdapat perbedaan yang nyata, yaitu kemampuan mengendalikan diri.

GOLONGAN BUTA (TAKLID)

Golongan kedua adalah golongan manusia yang buta, yaitu orang-orang yang tidak mau menggunakan akalnya untuk mengambil pelajaran. Golongan ini berada di belakang golongan mutakabirin, yaitu para pengikut orang-orang yang sombong. Golongan taklid atau orang buta ini memberikan dukungan terhadap orang sombong semata-mata karena rasa simpati, bukan karena mereka sudah meneliti atau membuat analisa kritis terhadap paham (ajaran) yang diikutinya. Orang-orang seperti ini biasanya sangat patuh terhadap guru-gurunya, sehingga apapun yang diperintahkan dan dicontohkan oleh guru-gurunya walaupun salah menurut syariat mereka akan dengan senang hati menjalaninya karena dangkalnya pengetahuan mereka.

Ketaklidan mudah terjadi pada setiap orang (terutama kalangan awam) karena mereka berpendidikan rendah, tidak memiliki pendidikan dan wawasan yang memadai, pandangannya (saklek/harga mati) pada orang-orang yang dijadikannya panutan. Memandang berlebihan orang yang dianggapnya memiliki ilmu lebih tinggi darinya. Kesalahan terbesar golongan ini adalah mereka menganggap dengan mengikuti ajaran dari gurunya, mereka sudah dijamin masuk syurga. Padahal sesungguhnya itu adalah pandangan yang salah, keputusan tentang siapa yang layak masuk syurga bukan disebabkan karena kepada siapa ia berguru, tetapi bagaimana ia memanfaatkan ilmu itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi mahluk yang tunduk dan pada kebenaran yang hanya datang dari ALlah swt.
Dalam firman-Nya Allah telah menunjukkan, seperti apa perilaku golongan ini;

“Dan apabila dinasihatkan kepada orang-orang kafir, ikutilah segala apa yang Allah turunkan (kepada mereka),” maka mereka menjawab, “Kami hanya dapat mengikuti apa yang diwariskan dari leluhur kami, meskipun orang-orang tua mereka itu sama sekali tidak mengerti apapun (yang dijalaninya) dan mereka bukan orang yang mendapat petunjuk. “
(QS. Al Baqarah :17)

Inilah yang sedang menjangkiti masyarakat kita saat ini, banyak yang mengagungkan dan memberikan dukungan kepada sang Habib sementara mereka sendiri tidak memiliki ilmu. Mereka membenarkan saja apa yang dilakukan habib karena merasa diri mereka tidak cukup ilmu dan sang habib dipandangnya sangat kritis dan cerdas, maka mereka berduyun-duyun memberikan panggung sementara sang habib ternyata juga tidak memilik cukup kemampuan mengendalikan diri.

Lalu apa yang terjadi? Kini masyarakat kita terkotak-kotak dan terpecah belah menjadi beberapa golongan, ada yang merasa paling benar dan paling sakti, dan ada juga yang tidak sepaham dan tidak membenarkan dan ada juga yang tidak memilih satu diantara keduanya. Bibit-bibit perpecahan seperti inilah yang akan terus tumbuh di masyarakat kita jika kita membiarkan saja apa yang sedang berlangsung sekarang ini. Bibit-bibit ini akan tumbuh dan mengakar ke dalam sanubari lalu juga akan diwariskan kepada generasi selanjutnya yang kita bisa sebutkan bahwa ini adalah satu bibit kehancuran umat muslim di Negara mayoritas muslim dunia saat ini. Cegahlah jika memang masih bisa kita mencegahnya. Bagimana cara mencegahnya?

Dari Anas ra. Rasulullah bersabda: "Hendaklah kamu menolong saudaramu yang menganiaya dan di aniaya,"
Sabahat bertanya; "Wahai rasulullah, aku menolong jika ia dianiaya, maka bagaimana cara menolongnya jika ia yang melakukan aniaya?"
Rasulullah bersabda; "Engkau cegah ia dari penganiayaan, maka demikian itu berarti telah menolongnya." (HR. Bukhari)

Cegahlah dan ajaklah saudara kita yang masih kurang ilmunya untuk lebih banyak memfokuskan diri pada hal-hal penting untuk kemaslahatan umat. Ada banyak kasus yang membutuhkan perhatian kita dan dinilai lebih urgent. Ketaklidan atau kebodohan sebenarnya bisa diatasi dengan cara mencari guru-guru yang berahlak mulia dan qonaah, carilah guru-guru yang baik tutur katanya, santun, jiwanya tenang, banyak ilmunya dan bisa mengajak pada kebenaran dengan cara yang benar. Di negeri ini ada banyak alim ulama yang mendapat petunjuk Allah swt, lihatlah dari sikap dan tabiatnya dalam bersyiar, mengutamakan perbaikan dalam diri (mengutamakan intropeksi) daripada sibuk mengurusi kesalahan orang lain.

Yang perlu ditekankan disini adalah bukan soal berapa banyak ilmu yang akan dikuasai, bukan soal berapa banyak ibadah yang ditegakkan tapi yang lebih penting lagi adalah seberapa besar kemampuan kita mengelola ilmu dan ibadahnya itu untuk bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu atas perintah dan petunjuk Allah swt. Ada banyak orang yang memiliki ilmu dan mereka juga berkuasa, tetapi ketika didatangkan cobaan kepada dirinya, mereka tidak mampu menerima cobaan itu dan menguasai dirinya untuk bersikap patuh pada perintah Allah swt. Banyak orang tidak mampu mengendalikan diri ketika berada dipuncak kejayaan, mereka banyak yang jatuh bergelimpangan dalam kehinaan, lalu menyesal tiada akhir. Semua itu diakibatkan ilmu dan ibadahnya tidak bisa menjadi pendorong tumbuhnya iman dalam dirinya melainkan semakin sombong.

Oleh sebab itu yakinlah bahwa satu-satunya sumber kebenaran datang hanya dari Allah swt berikut firman-Nya:

“Kebenaran itu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al Baqarah: 147)


Read More..

Jumat, 20 Januari 2017

TRUMP VS EKONOMI INDONESIA 2017, GAK NGARUH

INDONESIA, satu negara maritim yang berada di timur asia ini adalah salah satu negara yang sedang berbenah diri menghadapi banyak perubahan, mulai dari perubahan iklim dan perubahan pengaruh kebijakan pemimpin negara adikuasa Amerika Serikat yang kini berada di bawah kendali Donald Trump. Sebagian pengamat merespon dengan nada negatif dan sebagian lagi positif. Apakah benar kebijakan Trump kelak tidak akan membawa dampak negatif bagi bangsa yang sedang sibuk nberes-beres ini? Perlukah kita bersikap optimis, mengingat Trump sendiri menunjukkan sikap yang kurang bersahabat dalam setiap pidatonya. Mengisaratkan rasa kurang bersahabat dan terkesan sangat ingin memproteksi terhadap kepentingan dalam negari. Apakah indonesia akan mendapatkan tempat dalam kebijakan investasi amerika? Inilah kenyataannya

Berkaca pada pemerintahan amerika sebelumnya dibawah Barack Obama, ketika dilantik menjadi presiden semua pengamat bersorak kegirangan karena menganggap Obama kelak selama pemerintahannya akan memperhatikan ekonomi indonesia, tapi faktanya satu tahun terakhir ternyata Amerika adalah negara yang menanamkan investasinya paling rendah jika dibanding negara-negara maju lainnya yaitu Singapura dan Jepang. Lalu apa yang terjadi adalah, kita mengatasi sendiri semua masalah rendahnya nilai investasi amerika dengan berjalan sendiri terseok-seok dan sedikit limbung, lalu mengandalkan konsumsi masyarakat sebagai faktor pertumbuhan ekonomi, karena apa yang diharapkan dari pemerintahan Obama tidak terjadi.


Lalu melihat apa yang akan dihadapi indonesia dari Amerika satu tahun ke depan di 2017 ini, maka marilah kita sama-sama tidak terlalu banyak berharap dan kembali memfokuskan diri mengembangkan kemampuan dan menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang paling realistis disamping terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang akan menanamkan modal besar di negeri ini. Karena penyataan sikap yang ditunjukkan Trump sudah cukup untuk membuat kita kembali menerima kenyataan pahit bahwa nilai investasi yang akan ditanamkan amerika di negara ini tidak akan jauh berbeda dari kebijakan sebelumnya. Atau bahkan mungkin akan lebih rendah.

Kenapa kemungkinan akan lebih rendah? Sebuah berita mengejutkan datang dari badan intelegen amerika serikat CIA, beberapa waktu sebelum pelantikan Donald Trump CIA telah merilis dokumen rahasia tentang ekonomi RI, Soekarno dan Soeharto. Didalamnya banyak dijabarkan peristiwa sejarah yang belum terungkap kepada publik mengenai banyak polemik yang berkaitan dengan kiprah kedua pemimpin Indonesia di tahun 1960-an. Dokumen berjumlah dua belas juta halaman yang sebelumnya bersifat rahasia kini sudah tidak lagi bersifat rahasia, alias kini sudah dibuka dan diakses publik secara bebas. Berikut tautan linknya;

Klik tautan https://www.cia.gov/library/readingroom/ untuk mengaksesnya.

Sikap amerika ini pertanda apa? sama halnya ingin membuka luka lama dan duka di masa lalu, bukankah sikap ini bisa kita artikan amerika ingin mempertegas hubungan bilateralnya dengan Indonesia terutama jika itu dikaitkan dengan kelangsungan kontrak Perusahaan tambang mereka di Papua yaitu PT. Freeport Indonesia yang kini sedang mendapat banyak sorotan, karena pemerintahan dibawah partai PDI-P yang diketuai anak sang proklamator Soekarno kini sedang berkuasa dan ingin memberdayakan sumber daya dan nampaknya Amerika pun kini sedang mengambil posisi tawar untuk mempertegas status investasinya jika Indonesia ingin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan Donand Trump. Mengingat kontrak karya PT. Freeport tidak lama lagi harus diperpanjang (2021), faktanya pemerintahpun kini tanpa sadar sedang mengalami tekanan untuk memperlunak hubungan bilateralnya dengan amerika. Dan seharusnya pemerintah indonesia melakukan protes dengan apa yang dilakukan CIA ini dan meminta penjelasan dan klarifikasi tujuan releas dokumen rahasia ini secara sepihak kepada pemerintahan amerika, apakah sikap ini memang mengandung tujuan provokatif atau apa? Karena itulah yang akan dilakukan kebanyakan negara, tapi kenapa pemerintah kita diam.

KONDISI 2017, 5 ANCAMAN GLOBAL MENGINTAI

Disamping makin beratnya tekanan ekonomi dunia, terutama dari amerika serikat yang akan mempertegas kedudukannya di Indonesia, tahun 2017 ini akan menjadi tahun-tahun yang berat, dimana menurut perkiraan para ahli lingkungan, tahun 2017 akan terjadi lima macam ancaman besar yang akan mengguncang perekonomian dunia, salah satu yang terbesar adalah perubahan iklim.

World Economic Forum (WEF) mengungkap hasil sebuah studi komprehensif soal ancaman global yang dihadapi dunia pada 2017.
Menurut studi tersebut, cuaca ekstrem menimbulkan ancaman terbesar bagi umat manusia pada tahun ini. Banjir bandang, gelombang panas, dan kekeringan disebut berpotensi menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban jiwa. Dua hal lain yang dinilai sebagai risiko besar dalam 2017 adalah migrasi dalam jumlah besar dan serangan teroris mematikan.

Sementara itu, bencana alam mematikan seperti gempa bumi atau badai, dan pencurian data besar-besaran, juga turut masuk dalam lima ancaman global terbesar pada 2017.

The Global Risks Report yang didasarkan menurut pandangan 750 ahli bencana, menyebut bahwa bencana akibat cuaca serta migrasi massal dinilai sebagai ancaman yang paling mungkin terjadi.

Apa yang terjadi di awal tahun 2017 di negeri ini saja sudah cukup memberikan bukti bahwa dampak perubahan iklim bisa membuat pemerintah kewalahan menangani langkanya tanaman cabai di pasaran. Akibat hujan yang turun terus menerus, tanaman cabai rontok di banyak daerah yang mengakibatkan lonjakan harga berlipat-lipat dalam kurun waktu yang cukup lama (dua minggu lebih) mencapai harga tertinggi 150 ribu rupiah. Harga cabai sudah mengalahkan harga daging sapi dan beras, bukankah ini tidak masuk akal. Tanaman Cabai yang tidak masuk kelompok saja bahan pokok bisa menggemparkan dunia perdagangan.

Maka dari itu, marilah kita bangun dari mimpi dan kembali pada dunia nyata bahwa tahun ini kita kembali harus membajak sendiri ladang kita untuk mendapatkan hasil yang cukup, tidak hanya mengharapkan masuknya investasi dari negara lain, menjaga pasokan bahan makanan karena tahun ini musuh terbesar yang harus dihadapi semua negara adalah sama yaitu perubahan iklim dan tekanan ekonomi global makin besar, dan ini akan berpengaruh besar pada jumlah pasokan bahan pokok, konsumsi masyarakat dan daya beli. Memilih sikap yang sama dengan apa yang dilakukan amerika serikat yaitu melakukan proteksi besar-besaran terhadap kepentingan dalam negeri mungkin kebijakan itu juga akan bisa menyelamatkan kita dari kisruh kelangkaan bahan pokok nantinya. Semoga saja bangsa kita bertahan dan bisa tetap memberikan cukup makan untuk rakyatnya di tengah kondiis iklim yang tidak menentu ini dan kita bisa keluar dari tahun 2017 ini dengan selamat. amin









Read More..

Rabu, 18 Januari 2017

ORMAS DAN PERANG ATAS NAMA AGAMA

Belakangan ini media massa disibukkan dengan berbagai berita saling lapor antar ormas dengan lembaga kepolisian, antar ulama dengan petinggi di kepolisian, antar ketua partai dengan ketua ormas dan sebagainya. Semua pihak saling tuduh dan saling mengangkat kepala, pihak ormas bicara telah mengalami penganiayaan, polisi bicara ini dan itu semua gak ada satupun yang memberikan contoh dan panutan yang benar di hadapan publik.

Lagi-lagi agama dibawa masuk dalam pusaran kepentingan orang-orang yang merasa dirinya paling benar. Agama yang selama ini berperan untuk menyejukkan dan menentramkan masyarakat dalam keadaan sedih dan duka, kini seolah-olah telah menjelma menjadi momok yang mengerikan dan membabi buta melabrak siapa saja yang tidak sependapat. Siapa saja yang tidak satu visi maka mereka akan jadi sasaran kemarahan massa dan harus siap diadili untuk mempertanggungjawabkan perbedaan visi tersebut. Apakah agama mengajarkan hal-hal seperti itu? Apakah agama boleh dijadikan modal untuk membenarkan tindakan membangun kebencian dan permusuhan antar sesama? Ini sangat mengkhawatirkan kita tentunya, lalu apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini?

Meski belakangan ini pemerintah memang sedang gencar-gencarnya menegakkan hukum di masyarakat, namun nampaknya ada pihak yang sengaja membuat moment ini untuk mengambil keuntungan dengan cara menguji kesungguhan pemerintah itu dengan cara saling lapor dan saling tuding dan seolah ingin meminta pembuktian bahwa apakah benar hukum sudah benar-benar ditegakkan, atau ini hanya kiasan belaka.

Sekali lagi kini agama yang mereka bawa-bawa itu sudah menjadi korban keganasan dan keangkuhan para pemilik massa dan para pemilik modal. Agama yang tidak tahu menahu tentang konflik dan kepentingan apa yang dibawa masing-masing orang kini terpaku dan hanya bisa terdiam di sudut sambil menahan diri tidak berdaya, hendak dibawa ke mana dirinya terombang ambing tak tentu arah. Dijinjing dan diagungkan di satu tempat, tetapi juga diperalat di tempat lain. Inilah nasib mahluk yang bernama agama tersebut saat ini.

Padahal Allah menciptakan agama Islam dengan segala daya upaya dan butuh waktu ribuan tahun untuk menegakkannya sampai hari ini, dan meski Allah juga sudah menjamin bahwa agama islam tidak akan rusak/teraniaya, bahwa agama islam tidak akan ternoda, tetapi ketika penganutnya sendiri tidak mampu membawa dan menahan beban tanggung jawab apa yang harus mereka tanggung, lalu akhirnya mereka membawa beban tersebut sekehendak dan sesuka hati mereka, maka inilah awal mula terjadinya kehancuran dan kerusakan agama.

Kerusakan dan kehancuran agama disebagian negara timur tengah (suriah, sudan, irak, mesir dll) dan hingga terjadilah berbagai perang saudara disana, terjadi diawali dengan sikap arogansi mengatasnamakan agama dan merasa paling benar dan paling pongah memandang orang lain yang tidak mengerti agama. Orang-orang ini hanya mengikuti kehendak hawa nafsunya dan hingga apa yang terjadi selanjutnya adalah dengan mudah permusuhan itu dikobarkan dan kebencian itu diterbarkan. Kesenangan hawa nafsu menghantam apa saja yang ada disekeliling mereka, sehingga akhirnya mereka jadi terpecah belah dan terkotak-kotak lalu tercetuslah perang saudara, masuklah pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dan semakin diperluaslah permusuhan antar sesama, lalu terciptalah perang yang disebabkan perbedaan mashab dan aliran.

Perang yang semuanya diawali dari perbedaan dan sebenarnya bisa diselesaikan dengan kata mufakat. Cara mudah itu urung dilakukan dan lebih mengedepankan kekerasan dan lihatlah apa yang terjadi pada mereka saat ini, bertekuk lutut dibawah kekuasaan negara penjajah yang berhasil memecah belah lalu membagi rata hasil rampasan perang. Inilah yang sedang terjadi di negara ini belakangan ini, perpecahan, permusuhan dan kebencian sedang marak diberbagai tempat, salah bicara sedikit saja langsung masuk dalam laporan polisi dan dibuatkan berita acara dan seterusnya. Haruskah kita menjalani kekisruhan ini dalam jangka waktu yang lama.

Satu hal yang harus kita mengerti bersama adalah bahwa datangnya masalah besar di suatu negara bukan disemata-mata disebabkan oleh masalah besar itu datang tiba-tiba, melainkan karena polarisasi berbagai masalah kecil yang tidak kunjung diselesaikan dan tidak kunjung mendapat penyelesaian, semua masalah-maslah kecil yang dibiarkan meradang dan membusuk sekian tahun lamanya, lama-kelamaan akan membesar dan menumpuk lalu pecahlah konflik itu sewaktu-waktu. Jadi jika kita sepakat betapa pentingnya rasa persatuan ditengah masyarakat yang kian heterogen seperti ini, masih bersediakah kita mengenyampingkan ego demi keutuhan bersama.

Segelintir orang dengan tingkat ideologi yang tinggi dan cara pandang yang sedikit berbeda dengan kebanyakan orang, mereka tidak salah karena mereka memang memegang teguh kebenaran, hanya saja mereka memiliki cara yang berbeda dalam mengaplikasikan dan mengapresiasikan diri. Itulah yang menyebabkan kini banyak konflik antar ormas dimasyarakat. Dan sebaiknya pendekatan yang diterapkan para ormas seperti ini sebaiknya yang bersifat saling menasehati dan saling mengingatkan dengan cara yang baik dan santun. Ingatkan mereka betapa besarnya kerugian mengedepankan sikap intoleran. Bukan hanya umat yang akan hancur, bahkan seluruh sendi kehidupan juga akan musnah.

Satu yang yang sangat dikhawatirkan jika aksi para ormas intoleran ini dibiarkan dan tidak diambil tindakan tegas, adalah masuknya faham ideologi garis keras yang dianut organisasi jaringan internasional ISIS. Contoh sederhananya, anda bisa mengamati dari isi dan pesan yang disampaikan petinggi ormas dalam banyak ceramah yang disampaikan, menjurus pada upaya membangun karakter umat yang keras dan cenderung memberontak. Isi Ceramah petinggi ormas yang banyak menekankan pentingnya upaya membangun negara khilafah misalnya, disertai dengan mendeskriditkan peran pemerintah yang terlalu liberal dan sekuler dianggap sebagai penyebab rusaknya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan jika memang sudah berhasil disusupi oleh kepentingan ISIS, ormas-ormas ini akan menjadi kaki tangan ISIS untuk melancarkan misinya di negeri ini.

Maka dari itu, jika negara kita tidak ingin berakhir sebagaimana yang sedang dan sudah terjadi di timur tengah sana, mari kita hentikan semua keburukan ini, mari kita selesaikan dengan cara yang baik dan bermartabat. Jangan lagi jadikan agama alat untuk menohok dan alat untuk menunjukkan diri paling benar. Tempatkan agama pada posisi yang benar dan tinggi, bahwa tidak perlu ada perang kebencian untuk mengangungkan agama. Agama tidak membutuhkan jatuhnya perang saudara jika sekedar untuk menampakkkan sisi kebenaran dan kemurniannya. Agama hanya membutuhkan semua orang memahami peran dan fungsinya masing-masing untuk menjaga diri dari sikap sombong dan angkuh memandang diri masing-masing tidak lebih dari sekedar penerima amanat. Jalankan dan patuhi apa yang diperintahkan, jauhi laranganya dan berserah dirilah kepada-Nya. Semoga Allah swt selalu merahmati kita semua.











Read More..

Selasa, 17 Januari 2017

INDONESIA AKAN KAYA JIKA GALI 640 TITIK INI

Awal tahun masyarakat dikejutkan dengan berbagai upaya Pemerintah yang sibuk menaikkan berbagai bahan pokok masyarakat (BBM, STNK dan listrik bersubsidi) dan ini disebabkan karena pemerintah tidak punya anggaran dari pajak dan bukan pajak untuk pembangunan. Entah masih kurang apa lagi negeri ini diwariskan kepada kita dengan sejuta satu manfaat, tetapi pemerintah masih saja merasa kekurangan dana dan pemerintah masih saja terus-terusan mengakali sumber dana masyarakat. Pemeritah hanya sibuk mengorek-ngorek uang receh yang ada di kantong masyarakat, padahal daya beli masyarakatpun sudah setengah nafas (sekarat), masih juga dicekik dengan berbagai macam alasan ini dan itu. Padahal negara kita dengan ribuan pulau dan sebagian besar laut jalur perdagangan ini mengandung harta karun yang tidak ternilai harganya. Ada ratusan titik berpotensi harta karun yang ditaksir nilainya jutaan dollar bisa menjadi sumber pemasukan negara belum dioptimalkan.

Hal ini diterangkanDirektorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) menyatakan ada 640 titik kapal tenggelam di perairan Indonesia. Lokasi ini menyimpan harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dengan potensi nilai menggiurkan. Masih kurang apa coba Indonesia ini?

Sebanyak 322 titik sudah dinyatakan berpotensi besar. Lokasi dengan harta karun tersebut bukan hanya diketahui oleh pemerintah Indonesia, tapi juga negara lain. "Kapal-kapal tenggelam ini sebetulnya milik Dinasti Ming, mulai abad 9 Dinasti Tang dari China, atau negara lain seperti Belanda, Australia, saudi arabia dan lainnya. Daerah dengan jumlah titik BMKT paling banyak ada di Kepulauan Natuna, Pulau Anambas, Pantai Timur Sumatera, dan Pantai Utara Jawa.


Potensi harta karun dengan nilai tinggi seperti ini selama ini tidak penah dikelola dengan baik dan tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Katakanlah jika harta karun ini dijadikan barang bernilai sejarah yang dipamerkan di museum-museum bersejarah, maka ia dapat menjadi pusat kedatangan wisatawan mancanegara dan bisa menambah pemasukan devisa negara. Atau jika ditawarkan ke balai lelang mancanegara, nilai jualnya juga bisa jadi pemasukan devisa negara. Yang intinya ada sejuta manfaat jika pemerintah serius ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari selain menaikkan harga sembako dipasar, semua itu bisa dilakukan.

Kembali lagi, pemerintah berdalih semua upaya pengangkatan harta karun itu membutuhkan biaya besar dan sumber daya manusia (arkeolog) yang banyak. Faktanya memang tidak mudah dan membutuhkan banyak sumberdaya untuk mengelolanya. Tapi jalan ini bukanlah tidak mungkin jika pemerintah serius dan sungguh-sungguh, karena faktanya Indonesia memanglah satu-satunya negara yang dikaruniai berjuta kebaikan dan kemudahan jika dibanding negara-negara lain. Di jaman dahulu, Indonesia masuk dalan jalur perdagangan dunia yang paling sibuk dan paling berpengaruh, maka dari itu sudah selayaknya masyarakat bisa ikut menikmati kekayaan yang diwariskan kepada bangsa ini. Bukan sebaliknya masyarakat malah menjadi sapi perah pemerintah untuk memenuhi berbagai kekurangan dana anggaran pembangunan. Pemerintah membuat banyak aturan yang mempersulit dan makin membuat orang susah berusaha di negeri sendiri. Dan justru membuat kebijakan memasukkan banyak tenaga kerja asing dengan alasan tambahan devisa dari kunjungan wisata bangsa Tiongkok yang belakangan ini ramai diperbincangkan media massa.

Semuanya hanya akan berujung pada upaya serius pemerintah yang ingin mendapatkan sumber dana pembangunan dengan cara cepat dan jumlah besar maka pemerintah harus mau mengeluarkan modal untuk mengangkat seluruh atau setidaknya sebagian titik harta karun yang sudah dipetakan tersebut. Jika diasumsikan satu titik pemerintah membutuhkan dana Rp 4 Miliar, maka dikalikan 320 titik sama dengan Rp 1,28 Triliun. Nilai ini pastinya akan berlipat-lipat jika pemerintah mau serius mengelola kekayaan yang satu ini.

Jika kegiatan penggalian ini diserahkan kepada pihak asing, estimasi biaya yang dibutuhkan untuk setiap titik adalah US$ 4 juta. Biaya ini dinilai sangat mahal dan jauh lebih murah jika dilakukan penggalian sendiri oleh pemerintah. Tapi tahukah kita bahwa estimasi biaya ini sudah diperhitungkan dengan sangat teliti oleh pihak swasta, dimana jika harta karun itu benar-benar bisa diangkat kepermukaan, maka bisa dipastikan seluruh biaya yang dikeluarkan pemerintah akan tertutup, karena estimasi nilai harta karun yang mereka gali nilainya bisa berlipat-lipat dan pemerintah tidak akan rugi sebaliknya akan meraup untung besar. Dan Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu negara kaya dengan sumber pendapatan yang dihasilkan dari kunjungan pariwisata dan usaha pengangkatan harta karun dengan nilai jutaan dollar setiap titiknya. Coba saja bayangkan, negara mana yang punya ratusan titik sumber harta karun selain indonesia? ya hanya indonesia jawabannya. Tapi sayangnya pemerintah kurang serius menggarap sumber yang satu ini.

Faktanya hingga saat ini memang belum ada pemerintah yang serius mengelola sumber daya kekayaan dari harta karun terpendam ini, semuanya memilih jalan pintas menerapkan kebijakan paling tidak populer yaitu menaikkan berbagai kebutuhan rakyat dan memangkas subsidi orang miskin, padahal negeri ini kaya sumber daya, tapi rakyatnya masih tetap miskin dan terus dimiskinkan. Dan sepertinya harta karun ini tidak akan terus menunggu pemiliknya datang menggali hingga akhir jaman atau hingga datangnya hari kiamat, karena maraknya upaya penjarahan yang dilakukan pihak asing terhadap harta karun ini semakin agresif, dan jika dibiarkan lama kelamaan jumlahnya akan menipis dan kembali lagi kita tidak akan bisa mengambil manfaat dari harta terpendam ini.


Tingginya tingkat penjarahan menunjukkan besarnya minat negara asing terhadap akses ilmu pengetahuan yang ingin mereka gali mengenai asal usul nenek moyang dan sistem kepemerintahan yang dijalankan masa kepemimpinan di masa lalu. Negara asing memiliki kepentingan dalam rangka menggali kehidupan masa lalu dan sayangnya kita yang memiliki sumber kepentingan itu tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Inilah moment berharga dan paling ditunggu semua pihak, kemauan dari pemerintah untuk mengangkat semua potensi yang ada di negeri kaya ini.

Jadi apa salahnya kali ini pemerintah kalii ini memberi perhatian khusus untuk sumber yang satu ini, tidak ada salahnya kan dicoba. Toh itu juga untuk kemaslahatan bersama.


Read More..

SOSOK HARRY POTTER DI KEHIDUPAN NYATA

Banyak orang mungkin masih bertanya-tanya, seperti apa dan siapa sesungguhnya sosok asli sang penyihir cilik yang diciptakan JK. Rowlling yang terkenal dalam karyanya bertajuk Harry Potter the series, sang penyihir jenius. Seorang anak yang hidup sederhana tanpa dua orang tua kandung, dibesarkan di keluarga angkat yang mendidiknya dengan keras dan ia bersekolah di sekolah paling ternama dan bergengsi dengan prestasi luar biasa. Harry Poter yang diceritakan dalam buku dan filmnya berhasil menggambarkan bagaimana seorang anak memiliki kemampuan lebih dan dianggap spesial oleh sekolah dan teman-temannya karena ia memiliki kemampuan luar biasa mampu mengendalikan dan mengarahkan perhatian banyak orang kepada dirinya dan terutama kepada benda ciptaan yang disihirnya. Ia berhasil menciptakan mantra super yang bisa mengendalikan alam bawah sadar orang lain sehingga mau mengikuti setiap perintah dan keinginan sang penyihir, sehingga orang tersebut kehilangan kendali atas kesadaran alam bawah sadarnya secara tidak langsung. Harry potter di film JK. Rowling memang terlihat misterius, mengagumkan dan briliant, kita mungkin menganggap sosok ini fiktif, tetapi ternyata sosok ini ada di dunia nyata dan ia eksis seantero jagat dan terkenal di kalangan anak muda, siapakah ia? berikut ulasannya.


Lalu siapakah sosok asli tokoh Harry Potter ini dalam kehidupan Nyata? Jika anda adalah salah satu pecinta jejaring sosial Facebook, maka anda pasti mengenal siapa itu Mark Zuckerberg, sang pencetus dan pendiri perusahaan basis terknologi Facebook yang terkenal jenius di bidang teknologi informasi. Di usianya yang masih belia ia sudah berhasil menciptakan mahakarya sistem jejaring sosial yang bisa diakses seluruh umat manusia di dunia ini dan ia bisa menyatukan semua orang dalam satu wadah yang diciptakan berdasarkan mantra dan ramuan kejeniusannya menjadikan facebook salah satu perusahaan raksasa yang memiliki penghasilan ratusan juta dollar setiap tahunnya. Mark Zuckerberg bersekolah di sekolah ternama di dunia yaitu Harvard university, dan di sekolah inilah ia memulai karier bisnisnya menjadi enterpreuner sukses dan disegani di dunia sains dan teknologi. Melihat bagaimana kiprahnya mengendalikan alam bawah sadar banyak orang agar terus menerus mengakses situs yang diciptakannya sehingga banyak orang memiliki ketergantungan yang tinggi dan merasa tidak bisa hidup tanpa facebook di tangannya, itu adalah salah satu hasil kerja keras sang penyihir yang digambarkan dalam sosok Harry Potter, memiliki latar pendidikan dan motivasi yang besar dalam kemampuannya memfasilitas keinginan banyak orang untuk terus berhubungan dengan sesamanya tanpa penghalang elevasi ruang dan waktu. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk dapat terus berhubungan dengan orang yang ada di tempat dan lokasi berbeda, berapapun jauhnya ia, mereka tetap terhubung.

Mengenai pesan apa yang ingin disampaikan dalam film Harry Potter yang kini digemari hampir jutaan anak-anak di dunia ini, kita semua tahu bahwa apapun karya berbiaya besar yang digelontorkan pembuat film Holywood itu semata-mata karena ada pesan tertentu yang ingin mereka sampaikan kepada dunia, yaitu bahwa jika anak-anak ingin tumbuh menjadi seorang yang hebat, terkenal, banyak duit dan disegani maka mereka harus bekerja sama dengan dunia sihir yaitu bangsa ghaib dari dunia kegelapan alias jin/syetan. Seseorang yang ingin hidup mapan dan kaya raya di dunia ini tidak akan bisa tercapai kecuali mereka mau menggunakan kemampuan dari sisi gelapnya untuk mencari kekuatan ghaib yang ada di sekelilingnya untuk menunjangnya dan memohon datangnya kekuatan super yang mampu mewujudkan semua keinginannya. Tidak ada yang gratis di dunia ini kenyataan bahwa, setiap transaksi akan membutuhkan modal, dan modal yang bisa ditawarkan manusia kepada bangsa ghaib yang ingin mengambil keuntungan dan ambisi manusia tersebut adalah jiwanya (soul). Bangsa ghaib hanya membutuhkan jaminan bahwa manusia akan memberikan jiwanya dengan sukarela agar semua keinginannya terwujud. Sudah ada banyak orang besar dan terkenal didunia ini dengan berbagai ketenaran dan kemewahan hidup, tapi diakhir hidupnya ia tewas bunuh diri, over dosis atau bahkan mati dengan tidak wajar. Sudah selesai masa ketenaran dan kemewahan yang mereka dapatkan di dunia, diujung hidupnya bangsa ghaib akan menagih janji membawa jiwanya untuk dijadikan teman mereka di neraka kelak, itulah inti dari semua ambisi manusia yang bekerja sama dengan dunia kegelapan dan itulah yang ingin dunia barat sampaikan kepada dunia, bahwa semua orang bisa sukses dan terkenal tapi mereka harus bekerjasama dengan dunia kegelapan.

Di dunia barat, stigma dan paradigma seperti ini sudah biasa, karena memang gaya hidup mereka tidak mengenal tuhan dan tidak mengenal sosok Sang Pencipta Jagat Raya sebagai sumber Kehidupan. Orang barat memang sudah terbiasa hidup atheis, alias mereka tidak percaya adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari bahwa tuhan tidak pernah ada dalam keseharian mereka dan mereka sangat percaya bahwa hanya kekuatan ghaib (magic) yang bisa membantu mewujudkan keinginan mereka. Sebagian besar mereka hanya percaya bahwa Tuhan ada ketika telah datang kematian. Selama mereka hidup, Tuhan tidak pernah ada. Jadi tidak heran jika para produser besar mau mendanai film-film berbasis dunia ghaib seperti ini untuk dapat dipertontonkan kepada anak-anak dan orang dewasa yang memang secara ideologi mereka tidak memiliki landasan kepercayaan agama yang baik, misalnya film ini terkenal di benua eropa, china, amerika dan masyarakat disana dengan mudah menerima konsep yang ditawarkan film tersebut bahwa mereka makin percaya dengan eksistensi dunia ghaib dari film-film Harry Potter ini karena terdapat kesamaan konsep berpikir rasional dalam film tersebut, bahwa jika ingin sukses harus mengikutsertakan kekuatan ghaib di dalamnya. Menurut mereka hal itu lumrah saja, karena misi yang ingin dicapai dari film ini adalah semakin banyak anak yang terinspirasi dengan film ini berarti semakin banyak yang akan mengikuti jejak dan cara pandang tokoh di film ini. Dengan demikian akan semakin banyak orang yang akan mengandalkan kekuatan ghaib dalam kehidupannya.

Lalu apakah Mark Zuckerberg merupakan salah satu orang yang melakukan persembahan jiwa kepada dunia gelap? Jawabannya adalah tidak, sebab, sebagaimana kita semua ketahui Marck Zuckerberg adalah seorang yahudi, dimana hukum surga dan neraka tidak berlaku bagi mereka, karena dalam islam bagi orang yang selain islam maka mereka sudah dipastikan akan masuk neraka. Lalu bagaimana Mark bisa sukses? Itu semata-mata disebabkan karena kepintaran dan kejeniusannya bisa dimanfaatkan oleh dunia kegelapan, dimana seorang yahudi yang pintar sudah dipastikan akan masuk neraka bersama bangsa iblis, selama di dunia manusia pintar yang ada disisi mereka akan mendapatkan seluruh fasilitas dan kemudahan mencapai keinginannya, tanpa perlu melakukan persembahan jiwa. selama misi kepintarannya itu bisa digunakan untuk menghancurkan akidah semakin banyak orang terutama muslim, mereka akan mendapatkan semua yang mereka butuhkan untuk mengembangkan misinya tersebut. Dalam silsilah kerajaan kegelapan, manusia yang memiliki kemampuan seperti ini memiliki posisi yang terhormat dan sangat disegani. Manusia seperti ini sudah masuk dalam jajaran pasukan khusus pendukung dajjal yang paling penting. Manusia-manusia seperti ini yang ingin mereka kembangkan dimasa depan, yaitu manusia yang bisa memberikan kemudahan kedatangan dajjal di masa depan.

Lalu apakah konsep yang ditawarkan dilm Harry Potter yaitu persembahan jiwa ini bisa diterima di negara-negara mayoritas muslim? mungkin pada sebagian anak-anak kita yang pemahaman keilmuannya masih kurang, mereka bisa saja mengerti maksud yang disampaikan film tersebut (ada anak pintar dan ada campur tangan dunia gelap), tetapi tentu saja mereka tidak akan dengan mudah mengaplikasikannya dalam dunia nyata karena nilai-nilainya tidak sesuai dengan apa yang dianut kebanyakan umat muslim pada umumnya. Film-film bergenre magic seperti ini hanya cukup dijadikan bahan pengetahuan dan bagian dari dunia hiburan, tidak lebih. Cukup untuk diketahui saja bahwa ternyata sedemikian dominannya pengaruh kekuatan ghaib dalam kehidupan kebanyakan orang-orang barat, dan itu tidak perlu menjadi alasan untuk mengubah cara pandang kebanyakan umat muslim.

Jadi jika anda sudah mengenal siapa sosok nyata tokoh Harry Potter dalam kehidupan nyata dan apa implikasinya pengaruh sebuah bahan tayangan kepada anak-anak anda, menjadi sangat jelas betapa orang tua harus melindungi anak-anaknya dari pengaruh pesan yang disampaikan dalam sebuah film yang kelihatannya sederhana tetapi sesungguhnya didalamnya mengandung trik dan intrik untuk menjerumuskan anak-anak kita ke dalam jurang kehancuran. Bekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan tentang agama yang baik dan berbobot sehingga kelak bisa menghindari mereka dari kesalahan dalam menentukan jalan hidupnya. Semua keputusan ada di tangan anda, apakah anda ingin menjadikan anak anda sang pasukan pendukung dajjal atau menjadi pasukan pencegah kemunculan dajjal. Semua itu ada ditangan orang tua yang memberikan warna pada anak-anaknya, terutama pendidikan dan nilai-nilai kehidupan.





Read More..

Senin, 16 Januari 2017

10 FAKTA GILA KOREA UTARA YANG MENCENGANGKAN

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara adalah negara paling menutup diri di muka Bumi. Tak mudah untuk memasukinya, dan nyaris mustahil bagi rakyatnya untuk keluar dan membaur dengan warga dunia.

Bocoran tentang kondisi negara yang dikuasai rezim Kim Jong-un itu terutama didapat dari penuturan sejumlah pembelot, juga lewat sejumlah orang yang pernah berkunjung ke sana atau menetap -- biasanya para diplomat.

Di sisi lain, meski bukan menjadi tujuan wisata populer, Korut kian membuka diri untuk dikunjungi turis, demi meraup devisa.

Tercatat ada pertambahan jumlah kunjungan. Sekitar 10 ribu orang berkunjung pada 2014 dan negeri itu membidik 2 juta kunjungan pada 2020.

Berikut ini adalah sejumlah fakta menarik tentang Korea Utara, negara yang dianggap lebih mementingkan memiliki senjata nuklir daripada peningkatan kesejahteraan rakyatnya, seperti dikutip dari Wonderslist.com pada Jumat (17/3/2017):
Menurut perhitungan kalender Masehi, saat ini adalah tahun 2017. Namun, Korea Utara memiliki perhitungan sendiri.

1. PENANGGALAN BEDA
Menurut rezim Pyongyang, sekarang masih tahun 106. Penanggalan Korut dihitung sejak kelahiran sang pendiri negara Kim Il-sung pada 1912.

Kim Il-sung adalah ayah Kim Jong-il sekaligus kakek dari penguasa saat ini, Kim Jong-un.
Pembedaan dari kalender Gregorian yang lebih awam itu baru diterapkan pada 9 September 1997.
Dengan demikian, warga yang lahir pada tanggal itu kurang beruntung karena dilarang merayakan hari kelahirannya.

2. DILARANG MERAYAKAN ULANG TAHUN

Presiden Abadi' Kim Il-sung, meninggal pada 17 Desember. Sedangkan Dear Leader, Kim Jong-il, meninggal pada 8 Juli.

3. TAK BEBAS MENGAKSES INTERNET

Internet sekarang ini sudah berisi jutan domain, tapi hanya ada 28 situs web yang boleh diakses oleh warga Korea Utara.

Itupun berkisar pada situs web yang biasa saja, misalnya tentang asuransi, pendidikan, perawatan manula, berita, dan tips memasak.

Selain itu, tidak mudah masuk ke internet di rumah karena komputer bukan barang terjangkau dan harus dibeli dengan izin.

Jumlah penduduk Korea Utara sekitar 25 juta, tapi hanya beberapa ribu orang saja yang menggunakan internet di rumah.

4. GAYA RAMBUT MENIRU KIM JONG UN

[Pemerintah Korut mengatur kehidupan warganya dengan ketat, bahkan sampai urusan cukur rambut.

Beberapa tahun lalu, pemerintah Korut meluncurkan kampanye patriotik melawan kejahatan rambut panjang. Dengan judul, "Mari memangkas rambut kita sesuai dengan gaya hidup sosialis".

kunjungan ke salon diawasi ketat para polisi rahasia. Siapapun harus taat dan patuh mengikuti gaya rambut yang ditetapkan negara, 10 untuk pria, 18 untuk perempuan.

Tapi belakangan, khusus mahasiswa pria, mereka harus semirip mungkin dengan pemimpin tertinggi Kim Jong-un.

Gaya rambut Kim Jong-un -- dua sisi dipangkas tipis, dengan bagian tengah lebih tebal lebih militeristik daripada ayahnya, Kim Jong-il.

5. DESA PROPAGANDA


Tak jauh dari zona demiliterisasi, perbatasan antara Korea Utara dan Selatan, ada sebuah kota kecil yang tampak menyenangkan.

Dari jauh, kota itu punya fasilitas lengkap: sekolah, rumah sakit, dan toko-toko di antara rumah-rumah dari beton yang kokoh.

Tapi, tidak ada seorangpun yang tinggal di sana. Area yang oleh pihak Korut disebut "Desa Perdamaian" berselimut misteri.

Sejumlah laporan menduga bahwa desa itu hanya untuk pamer kepada Korea Selatan tentang betapa hebatnya kehidupan di Korea Utara.

Dunia menyebutnya "Desa Propaganda."

6. SUPORTER BOLA SEWAAN
Mendapatkan cuti bukanlah hal yang mudah di Korea Utara, apalagi untuk keperluan liburan.

Bahkan, untuk keluar dari negara tersebut membutuhkan proses pemeriksaan yang ketat. Tak semua orang bisa bermimpi ke luar negeri.

Jadi, cukup mengherankan melihat ribuan warga Korea Utara hadir mendukung kesebelasan mereka dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Seperti diduga, ada penjelasan tertentu untuk itu.

Ada laporan bahwa para pendukung itu sebebarnya adalah orang-orang sewaan, warga China yang dibayar oleh Korea Utara agar tampil sepatriotik mungkin dalam laga Piala Dunia.

7. TAK SEMUA JALAN BERASPAL

Korea Utara boleh saja berbangga memiliki gelanggang olah raga terbesar sedunia dengan daya tampung 150 ribu orang.

Tapi, di sisi lain, hanya kurang dari 3 persen jalan-jalan raya di kota itu yang rata dilapis aspal.

8. PEMILU ABAL-ABAL

Negara yang dikenal luas berada di bawah pemerintahan totaliter ternyata rutin menggelar pemilu.

Pemilihan umum dilangsungkan setiap 5 tahun.

Bedanya, pemberi suara hanya punya satu calon untuk dipilih -- dan jangan coba-coba tidak memilih. Bisa dibilang, Kim Jong-un tidak memiliki oposisi.

9. MEMBUAT FILM PROPAGANDA DENGAN MENCULIK SUTRADARA


Pada 2014, muncul sebuah film "The Interview", komedi tentang upaya 2 jurnalis Amerika Serikat untuk membunuh Kim Jong-un.

Film itu tak bakal bisa masuk ke Korut. Namun, negara yang dipimpin Dinasti Kim itu ternyata memproduksi tayangannya sendiri.

Khususnya di masa pemerintahan Kim Jong-il. Sang Dear Leader dikenal sebagai penggemar film dan ia ingin membuat banyak tayangan yang berkualitas -- yang menunjukan kehebatan Korut untuk propaganda.

Untuk tujuan itu, pada 1968, Kim Jong-il menculik Shin Sang-ok, seorang sutradara Korea Selatan, dan istrinya, seorang aktris bernama Chui Eun-hee.

Selama 2 tahun, sang sutradara membuat 20 film, kebanyakan isinya propaganda. Salah satunya 'Pulgasari', film tentang Godzilla, lengkap dengan pesan propaganda. Sementara istrinya dikurung dalam kamar besar di rumah musim panas 'Dear Leader'.

Namun, Shin sempat ditahan di penjara pria, selama 5 tahun, dipaksa makan rumput nasi dan garam sebagai hukuman karena mencoba kabur.

Akhirnya pada tahun 1986, pasangan tersebut diizinkan ke luar negeri untuk menghadiri festival film di Wina. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk kabur. Shin dan istrinya meminta suaka ke Kedubes AS di Austria.

10. VONIS UNTUK TIGA GENERASI


Sistem hukum di Korea Utara menerapkan hukuman pada tiga generasi -- bukan hanya mereka yang melanggar aturan.

Jika seseorang melanggar hukum dan divonis penjara, maka seluruh kerabat terkait bisa mengalami nasib serupa.

Menurut pandangan penguasa Pyongyang, jika ada orang yang melanggar hukum --terutama tahanan politik -- maka seluruh keluarganya -- termasuk kakek-nenek, orangtua, dan anak-anak orang itu bakal ditahan atau dikirim ke kamp kerja paksa.

Aturan 'hukuman 3 generasi' itu dimulai oleh Kim Il-sung pada 1950-an.

10 Fakta Unik lainnya tentang Korea Utara, tidak banyak orang yang tahu mengenai Korea Utara. Negara yang tertutup dan di embargo oleh Amerika Serikat ini memang selalu bikin penasaran. Kabarnya, hidup di sana berasa kayak hidup di dunia lain. Berikut 10 Fakta akan membuat Anda terbelalak dan geleng-geleng kepala:
1. Kim Il Sung Menganggap Dirinya Tuhan
2. Hobi Unik Kim Jong Il dan Media yang Berlebihan
3. Mobil dan Motor Hanya Untuk Pejabat dan Militer
4. Model Rambut Ditetapkan Pemerintah, Hanya ada 28 Model
5. Tidak Ada Internet dan Berita Luar Negeri
6. Pembuat Rudal Paling Besar di Dunia
7. Laki-Laki Wajib Militer 2 Tahun, dan Perbatasan Terketat di Dunia
8. 200.000 Rakyat Dipenjara Karena Tidak mau Kerja Rodi
9. Kekuatan Militer terbesar ke-4 dunia
10 . Korea Utara mempunyai tiang bendera terbesar di dunia

Read More..

Senin, 09 Januari 2017

BERITA: SMAKIN HOAX SMAKIN HOT

JAMAN canggih seperti ini, siapa yang tidak suka berita Hoax? jangan bilang anda adalah salah satu orang yang benci berita hoax, karena itu tandanya anda tidak realistis. Hari gini mana ada berita yang tidak diberi bumbu dan kecap asin biar tambah gurih. Hampir semua portal berita menambahkan bumbu penyedap agar portainya dikunjungi banyak orang, mendapat tombol like dijadikan halaman berlangganan dan sebagainya, semua itu perlu dilakukan untuk menjaga eksistensi mereka. Lalu jika semua portal menerapkan porsi berita tanpa hoax, kira-kita siapa yang akan datang berkunjung dan memberikan jempol atau siapa yang akan berkenan memasang iklan di portal tersebut. Ya seperti itulah pola konsumsi masyarakat kita, suka dengan segala sesuatu yang dilebih-lebihkan, itu memang sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita. Semakin hoax sebuah berita maka semakin laku keras berita itu dikunjungi pencari berita, apalagi jika itu menyangkut public figure, semakin hoax semakin digemari massa. Apa ini sebuah kesalahan atau sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari? Anda punya jawabannya

Baru-baru ini digelar acara pengukuhan penolakan penyebaran berita hoax alias berita palsu diberbagai media terutama media sosial, deklarasi di gelar untuk menarik minat publik akan kebutuhan kualitas berita yang tidak mengandung unsur bohong dan berita palsu. Kelihatan dan terasa sangat seriusnya pemerintah mengurusi urusan berita hoax yang banyak beredar saat ini, seperti sedang mencari pembenaran atas berbagai peristiwa dan kejadian yang sedang berlaku di masyarakat yang kian kritis saat ini, pemerintah merasa perlu mencari cara agar dapat menggiring opini massa di media sosial sehingga tidak akan menjadi bumerang suatu saat nanti. Tapi perlukah pemerintah ikut serta dalam tindak dan tanduk masyarakat dalam menentukan berita yang mereka ingin konsumsi? Apakah masyarakat kita masih termasuk dalam kategori "bodoh" dalam memilih berita dan dianggap tidak mampu menyaring dan mengkounter sumber berita mana yang baik untuk dikonsumsi?

Bukankah setiap orang membutuhkan prosess belajar yang panjang untuk mencapai tahap pemahaman yang baik mengenai keakuratan sebuah berita? Memangnya dengan cara mengendalikan pertumbuhan media online yang dianggap menyesatkan, akan membuat masyarakat semakin pandai dalam memilih berita? Belakangan ini kominfo merasa resah dengan 11 itus media online lalu memblokir sepihak. Apakah itu perlu dilakukan? Apakah dengan menutup 11 situs tidak akan membuat jumlah situs hoax tumbuh lebih banyak?

Semua pertanyaan ini sebenarnya ada jawaban sederhana dan tidak perlu ditanggapi dengan menganggap semua berita di media online berbobot Hoax semua, kita juga jangan seolah-olah ingin mengajari masyarakat bahwa hanya media yang terdaftar di kominfo saja yang yang paling jujur dan tidak mengandung unsur kepalsuan, sehingga semua masyarakat dipaksa untuk hanya mengakses media-media resmi yang diberi label oleh pemerintah. Padahal sesungguhnya tidak semua media online bermuatan hoax dan tidak semua media resmi bermuatan jujur, kadang juga mereka suka berlebihan dalam menulis berita. Kita jangan sampai masuk dalam stigma bahwa berita hoax itu tidak akan memberitkan pelajaran apappun kepada kita, setidaknya dengan adanya berita hoax maka masyarakat juga bisa mengambil pelajaran bahwa dengan adanya berita hoax sebuah kebenaran akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu ditambahan-tambah dan di bumbui dengan berbagai dramatisasi cerita.

Ada sisi positif yang dihasilkan dari sebuah berita bohong yang beredar, bahwa berita hoax itu akan mendukung sebuah kebenaran sebuah berita secara alami ia akan menunjukkan sisi kebenaran yang tersembunyi. Sebagai contoh, pihak yang paling sering terkena isu berita hoax yaitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berbagai berita hoax beredar di media sosial, misalnya ketika ia diberitakan sangat berambisi ingin menjadi presiden, masyarakat yang sudah mengenal pribadi sang jenderal sudah tidak merasa heran dengan berita tersebut, dan ketika sang jenderal sendiri memberikan klarifikasi, terungkaplah kebenaran bahwa berita itu bohong dan sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan dan terungkaplah siapa yang ingin mengambil keuntungan dan siapa yang bermain di belakang itu semua.

Jadi sesungguhnya berita hoax tidaklah selamanya buruk bagi masyarakat, ia juga mengandung unsur pembelajaran dan pengetahuan menjadi makin luas sebab orang akan menelusuri asal mula berita dan menjabarkan secara gamblang mengapa berita bohong itu beredar. karena sesungguhnya tujuan seseorang menyebarkan berita palsu adalah dalam rangka memberita petunjuk tentang suatu peristiwa yang mungkin akan terjadi di kemudian hari, tetap saja walaupun ia bernilai bohong tetapi juga memiliki nilai berita, karena bagaikan untaian benang merah yang terus dirajut pelakunya, kebohongan-demi kebohongan yang mereka tebarkan ketika disusun maka akan membentuk nilai kebenaran.

Bahkan Tuhan yang Maha Besar dan Maha Berkuasa di alam semesta ini sudah menciptakan alam ini dengan sangat lengkap ini saja masih juga disertai dengan diciptakan manusia yang memiliki kekurangan dan kelemahan. Manusia adalah mahluk tuhan yang paling baik dibanding mahluk ciptaan lain pun masih diberi ujian untuk bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya. Manusia bahkan masih diberi kesempatan untuk menentukan sendiri atas kehendak pribadi menentukan pilihan, bagaimana pemerintah yang baru berjalan dua tahun ini tidak bisa menerima perbedaan dan keberadaan orang-orang yang suka membuat berita hoax, sementara Tuhan saja tidak bertindak seperti itu.

Jadi harusnya pemerintah jangan terlalu parno dengan berita palsu atau hoax yang beredar di masyarakat, biarkan masyarakat sendiri yang menilai dan membedakan mana sumber berita yang baik untuk mereka konsumsi mana yang tidak baik, selagi masih bernada kritik membangun dan memberi masukan kepada pemerintah pastinya itu untuk kebaikan pemerintah sendiri. MAsyarakat kita ini bukan masyarakat bodoh yang tidak bisa membedakan mana berita bohong dan asli kok, mereka sudah pandai dan cerdas dalam menyerap informasi mana yang bermutu mana yang sampah. Lagi pula, dimana seninya jika semua berita mengedepankan aspek kebenaan, masyarakat akan mudah jenuh dan malas membaca berita, karena dianggap terlalu serius dan membosankan. Dan lagi berita hoax ini masih dibutuhkan dalam rangka kebutuhan variasi berita yang sifatnya hiburan semata, berita hoax yang sifatnya ringan dan hiburan sesaat. agar masyaraat juga tidak stress disuguhi berita-berita bertema kekerasan dan serius terus-terusan, justru akan membentuk karakter masyarakat yang mudah stress dan depresi.








Read More..