Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Selasa, 17 Januari 2017

INDONESIA AKAN KAYA JIKA GALI 640 TITIK INI

Awal tahun masyarakat dikejutkan dengan berbagai upaya Pemerintah yang sibuk menaikkan berbagai bahan pokok masyarakat (BBM, STNK dan listrik bersubsidi) dan ini disebabkan karena pemerintah tidak punya anggaran dari pajak dan bukan pajak untuk pembangunan. Entah masih kurang apa lagi negeri ini diwariskan kepada kita dengan sejuta satu manfaat, tetapi pemerintah masih saja merasa kekurangan dana dan pemerintah masih saja terus-terusan mengakali sumber dana masyarakat. Pemeritah hanya sibuk mengorek-ngorek uang receh yang ada di kantong masyarakat, padahal daya beli masyarakatpun sudah setengah nafas (sekarat), masih juga dicekik dengan berbagai macam alasan ini dan itu. Padahal negara kita dengan ribuan pulau dan sebagian besar laut jalur perdagangan ini mengandung harta karun yang tidak ternilai harganya. Ada ratusan titik berpotensi harta karun yang ditaksir nilainya jutaan dollar bisa menjadi sumber pemasukan negara belum dioptimalkan.

Hal ini diterangkanDirektorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) menyatakan ada 640 titik kapal tenggelam di perairan Indonesia. Lokasi ini menyimpan harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dengan potensi nilai menggiurkan. Masih kurang apa coba Indonesia ini?

Sebanyak 322 titik sudah dinyatakan berpotensi besar. Lokasi dengan harta karun tersebut bukan hanya diketahui oleh pemerintah Indonesia, tapi juga negara lain. "Kapal-kapal tenggelam ini sebetulnya milik Dinasti Ming, mulai abad 9 Dinasti Tang dari China, atau negara lain seperti Belanda, Australia, saudi arabia dan lainnya. Daerah dengan jumlah titik BMKT paling banyak ada di Kepulauan Natuna, Pulau Anambas, Pantai Timur Sumatera, dan Pantai Utara Jawa.


Potensi harta karun dengan nilai tinggi seperti ini selama ini tidak penah dikelola dengan baik dan tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Katakanlah jika harta karun ini dijadikan barang bernilai sejarah yang dipamerkan di museum-museum bersejarah, maka ia dapat menjadi pusat kedatangan wisatawan mancanegara dan bisa menambah pemasukan devisa negara. Atau jika ditawarkan ke balai lelang mancanegara, nilai jualnya juga bisa jadi pemasukan devisa negara. Yang intinya ada sejuta manfaat jika pemerintah serius ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari selain menaikkan harga sembako dipasar, semua itu bisa dilakukan.

Kembali lagi, pemerintah berdalih semua upaya pengangkatan harta karun itu membutuhkan biaya besar dan sumber daya manusia (arkeolog) yang banyak. Faktanya memang tidak mudah dan membutuhkan banyak sumberdaya untuk mengelolanya. Tapi jalan ini bukanlah tidak mungkin jika pemerintah serius dan sungguh-sungguh, karena faktanya Indonesia memanglah satu-satunya negara yang dikaruniai berjuta kebaikan dan kemudahan jika dibanding negara-negara lain. Di jaman dahulu, Indonesia masuk dalan jalur perdagangan dunia yang paling sibuk dan paling berpengaruh, maka dari itu sudah selayaknya masyarakat bisa ikut menikmati kekayaan yang diwariskan kepada bangsa ini. Bukan sebaliknya masyarakat malah menjadi sapi perah pemerintah untuk memenuhi berbagai kekurangan dana anggaran pembangunan. Pemerintah membuat banyak aturan yang mempersulit dan makin membuat orang susah berusaha di negeri sendiri. Dan justru membuat kebijakan memasukkan banyak tenaga kerja asing dengan alasan tambahan devisa dari kunjungan wisata bangsa Tiongkok yang belakangan ini ramai diperbincangkan media massa.

Semuanya hanya akan berujung pada upaya serius pemerintah yang ingin mendapatkan sumber dana pembangunan dengan cara cepat dan jumlah besar maka pemerintah harus mau mengeluarkan modal untuk mengangkat seluruh atau setidaknya sebagian titik harta karun yang sudah dipetakan tersebut. Jika diasumsikan satu titik pemerintah membutuhkan dana Rp 4 Miliar, maka dikalikan 320 titik sama dengan Rp 1,28 Triliun. Nilai ini pastinya akan berlipat-lipat jika pemerintah mau serius mengelola kekayaan yang satu ini.

Jika kegiatan penggalian ini diserahkan kepada pihak asing, estimasi biaya yang dibutuhkan untuk setiap titik adalah US$ 4 juta. Biaya ini dinilai sangat mahal dan jauh lebih murah jika dilakukan penggalian sendiri oleh pemerintah. Tapi tahukah kita bahwa estimasi biaya ini sudah diperhitungkan dengan sangat teliti oleh pihak swasta, dimana jika harta karun itu benar-benar bisa diangkat kepermukaan, maka bisa dipastikan seluruh biaya yang dikeluarkan pemerintah akan tertutup, karena estimasi nilai harta karun yang mereka gali nilainya bisa berlipat-lipat dan pemerintah tidak akan rugi sebaliknya akan meraup untung besar. Dan Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu negara kaya dengan sumber pendapatan yang dihasilkan dari kunjungan pariwisata dan usaha pengangkatan harta karun dengan nilai jutaan dollar setiap titiknya. Coba saja bayangkan, negara mana yang punya ratusan titik sumber harta karun selain indonesia? ya hanya indonesia jawabannya. Tapi sayangnya pemerintah kurang serius menggarap sumber yang satu ini.

Faktanya hingga saat ini memang belum ada pemerintah yang serius mengelola sumber daya kekayaan dari harta karun terpendam ini, semuanya memilih jalan pintas menerapkan kebijakan paling tidak populer yaitu menaikkan berbagai kebutuhan rakyat dan memangkas subsidi orang miskin, padahal negeri ini kaya sumber daya, tapi rakyatnya masih tetap miskin dan terus dimiskinkan. Dan sepertinya harta karun ini tidak akan terus menunggu pemiliknya datang menggali hingga akhir jaman atau hingga datangnya hari kiamat, karena maraknya upaya penjarahan yang dilakukan pihak asing terhadap harta karun ini semakin agresif, dan jika dibiarkan lama kelamaan jumlahnya akan menipis dan kembali lagi kita tidak akan bisa mengambil manfaat dari harta terpendam ini.


Tingginya tingkat penjarahan menunjukkan besarnya minat negara asing terhadap akses ilmu pengetahuan yang ingin mereka gali mengenai asal usul nenek moyang dan sistem kepemerintahan yang dijalankan masa kepemimpinan di masa lalu. Negara asing memiliki kepentingan dalam rangka menggali kehidupan masa lalu dan sayangnya kita yang memiliki sumber kepentingan itu tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Inilah moment berharga dan paling ditunggu semua pihak, kemauan dari pemerintah untuk mengangkat semua potensi yang ada di negeri kaya ini.

Jadi apa salahnya kali ini pemerintah kalii ini memberi perhatian khusus untuk sumber yang satu ini, tidak ada salahnya kan dicoba. Toh itu juga untuk kemaslahatan bersama.

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post