Jumat, 20 Januari 2017

TRUMP VS EKONOMI INDONESIA 2017, GAK NGARUH

INDONESIA, satu negara maritim yang berada di timur asia ini adalah salah satu negara yang sedang berbenah diri menghadapi banyak perubahan, mulai dari perubahan iklim dan perubahan pengaruh kebijakan pemimpin negara adikuasa Amerika Serikat yang kini berada di bawah kendali Donald Trump. Sebagian pengamat merespon dengan nada negatif dan sebagian lagi positif. Apakah benar kebijakan Trump kelak tidak akan membawa dampak negatif bagi bangsa yang sedang sibuk nberes-beres ini? Perlukah kita bersikap optimis, mengingat Trump sendiri menunjukkan sikap yang kurang bersahabat dalam setiap pidatonya. Mengisaratkan rasa kurang bersahabat dan terkesan sangat ingin memproteksi terhadap kepentingan dalam negari. Apakah indonesia akan mendapatkan tempat dalam kebijakan investasi amerika? Inilah kenyataannya

Berkaca pada pemerintahan amerika sebelumnya dibawah Barack Obama, ketika dilantik menjadi presiden semua pengamat bersorak kegirangan karena menganggap Obama kelak selama pemerintahannya akan memperhatikan ekonomi indonesia, tapi faktanya satu tahun terakhir ternyata Amerika adalah negara yang menanamkan investasinya paling rendah jika dibanding negara-negara maju lainnya yaitu Singapura dan Jepang. Lalu apa yang terjadi adalah, kita mengatasi sendiri semua masalah rendahnya nilai investasi amerika dengan berjalan sendiri terseok-seok dan sedikit limbung, lalu mengandalkan konsumsi masyarakat sebagai faktor pertumbuhan ekonomi, karena apa yang diharapkan dari pemerintahan Obama tidak terjadi.


Lalu melihat apa yang akan dihadapi indonesia dari Amerika satu tahun ke depan di 2017 ini, maka marilah kita sama-sama tidak terlalu banyak berharap dan kembali memfokuskan diri mengembangkan kemampuan dan menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang paling realistis disamping terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang akan menanamkan modal besar di negeri ini. Karena penyataan sikap yang ditunjukkan Trump sudah cukup untuk membuat kita kembali menerima kenyataan pahit bahwa nilai investasi yang akan ditanamkan amerika di negara ini tidak akan jauh berbeda dari kebijakan sebelumnya. Atau bahkan mungkin akan lebih rendah.

Kenapa kemungkinan akan lebih rendah? Sebuah berita mengejutkan datang dari badan intelegen amerika serikat CIA, beberapa waktu sebelum pelantikan Donald Trump CIA telah merilis dokumen rahasia tentang ekonomi RI, Soekarno dan Soeharto. Didalamnya banyak dijabarkan peristiwa sejarah yang belum terungkap kepada publik mengenai banyak polemik yang berkaitan dengan kiprah kedua pemimpin Indonesia di tahun 1960-an. Dokumen berjumlah dua belas juta halaman yang sebelumnya bersifat rahasia kini sudah tidak lagi bersifat rahasia, alias kini sudah dibuka dan diakses publik secara bebas. Berikut tautan linknya;

Klik tautan https://www.cia.gov/library/readingroom/ untuk mengaksesnya.

Sikap amerika ini pertanda apa? sama halnya ingin membuka luka lama dan duka di masa lalu, bukankah sikap ini bisa kita artikan amerika ingin mempertegas hubungan bilateralnya dengan Indonesia terutama jika itu dikaitkan dengan kelangsungan kontrak Perusahaan tambang mereka di Papua yaitu PT. Freeport Indonesia yang kini sedang mendapat banyak sorotan, karena pemerintahan dibawah partai PDI-P yang diketuai anak sang proklamator Soekarno kini sedang berkuasa dan ingin memberdayakan sumber daya dan nampaknya Amerika pun kini sedang mengambil posisi tawar untuk mempertegas status investasinya jika Indonesia ingin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan Donand Trump. Mengingat kontrak karya PT. Freeport tidak lama lagi harus diperpanjang (2021), faktanya pemerintahpun kini tanpa sadar sedang mengalami tekanan untuk memperlunak hubungan bilateralnya dengan amerika. Dan seharusnya pemerintah indonesia melakukan protes dengan apa yang dilakukan CIA ini dan meminta penjelasan dan klarifikasi tujuan releas dokumen rahasia ini secara sepihak kepada pemerintahan amerika, apakah sikap ini memang mengandung tujuan provokatif atau apa? Karena itulah yang akan dilakukan kebanyakan negara, tapi kenapa pemerintah kita diam.

KONDISI 2017, 5 ANCAMAN GLOBAL MENGINTAI

Disamping makin beratnya tekanan ekonomi dunia, terutama dari amerika serikat yang akan mempertegas kedudukannya di Indonesia, tahun 2017 ini akan menjadi tahun-tahun yang berat, dimana menurut perkiraan para ahli lingkungan, tahun 2017 akan terjadi lima macam ancaman besar yang akan mengguncang perekonomian dunia, salah satu yang terbesar adalah perubahan iklim.

World Economic Forum (WEF) mengungkap hasil sebuah studi komprehensif soal ancaman global yang dihadapi dunia pada 2017.
Menurut studi tersebut, cuaca ekstrem menimbulkan ancaman terbesar bagi umat manusia pada tahun ini. Banjir bandang, gelombang panas, dan kekeringan disebut berpotensi menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban jiwa. Dua hal lain yang dinilai sebagai risiko besar dalam 2017 adalah migrasi dalam jumlah besar dan serangan teroris mematikan.

Sementara itu, bencana alam mematikan seperti gempa bumi atau badai, dan pencurian data besar-besaran, juga turut masuk dalam lima ancaman global terbesar pada 2017.

The Global Risks Report yang didasarkan menurut pandangan 750 ahli bencana, menyebut bahwa bencana akibat cuaca serta migrasi massal dinilai sebagai ancaman yang paling mungkin terjadi.

Apa yang terjadi di awal tahun 2017 di negeri ini saja sudah cukup memberikan bukti bahwa dampak perubahan iklim bisa membuat pemerintah kewalahan menangani langkanya tanaman cabai di pasaran. Akibat hujan yang turun terus menerus, tanaman cabai rontok di banyak daerah yang mengakibatkan lonjakan harga berlipat-lipat dalam kurun waktu yang cukup lama (dua minggu lebih) mencapai harga tertinggi 150 ribu rupiah. Harga cabai sudah mengalahkan harga daging sapi dan beras, bukankah ini tidak masuk akal. Tanaman Cabai yang tidak masuk kelompok saja bahan pokok bisa menggemparkan dunia perdagangan.

Maka dari itu, marilah kita bangun dari mimpi dan kembali pada dunia nyata bahwa tahun ini kita kembali harus membajak sendiri ladang kita untuk mendapatkan hasil yang cukup, tidak hanya mengharapkan masuknya investasi dari negara lain, menjaga pasokan bahan makanan karena tahun ini musuh terbesar yang harus dihadapi semua negara adalah sama yaitu perubahan iklim dan tekanan ekonomi global makin besar, dan ini akan berpengaruh besar pada jumlah pasokan bahan pokok, konsumsi masyarakat dan daya beli. Memilih sikap yang sama dengan apa yang dilakukan amerika serikat yaitu melakukan proteksi besar-besaran terhadap kepentingan dalam negeri mungkin kebijakan itu juga akan bisa menyelamatkan kita dari kisruh kelangkaan bahan pokok nantinya. Semoga saja bangsa kita bertahan dan bisa tetap memberikan cukup makan untuk rakyatnya di tengah kondiis iklim yang tidak menentu ini dan kita bisa keluar dari tahun 2017 ini dengan selamat. amin









Artikel Terkait: