Selasa, 17 Januari 2017

SOSOK HARRY POTTER DI KEHIDUPAN NYATA

Banyak orang mungkin masih bertanya-tanya, seperti apa dan siapa sesungguhnya sosok asli sang penyihir cilik yang diciptakan JK. Rowlling yang terkenal dalam karyanya bertajuk Harry Potter the series, sang penyihir jenius. Seorang anak yang hidup sederhana tanpa dua orang tua kandung, dibesarkan di keluarga angkat yang mendidiknya dengan keras dan ia bersekolah di sekolah paling ternama dan bergengsi dengan prestasi luar biasa. Harry Poter yang diceritakan dalam buku dan filmnya berhasil menggambarkan bagaimana seorang anak memiliki kemampuan lebih dan dianggap spesial oleh sekolah dan teman-temannya karena ia memiliki kemampuan luar biasa mampu mengendalikan dan mengarahkan perhatian banyak orang kepada dirinya dan terutama kepada benda ciptaan yang disihirnya. Ia berhasil menciptakan mantra super yang bisa mengendalikan alam bawah sadar orang lain sehingga mau mengikuti setiap perintah dan keinginan sang penyihir, sehingga orang tersebut kehilangan kendali atas kesadaran alam bawah sadarnya secara tidak langsung. Harry potter di film JK. Rowling memang terlihat misterius, mengagumkan dan briliant, kita mungkin menganggap sosok ini fiktif, tetapi ternyata sosok ini ada di dunia nyata dan ia eksis seantero jagat dan terkenal di kalangan anak muda, siapakah ia? berikut ulasannya.


Lalu siapakah sosok asli tokoh Harry Potter ini dalam kehidupan Nyata? Jika anda adalah salah satu pecinta jejaring sosial Facebook, maka anda pasti mengenal siapa itu Mark Zuckerberg, sang pencetus dan pendiri perusahaan basis terknologi Facebook yang terkenal jenius di bidang teknologi informasi. Di usianya yang masih belia ia sudah berhasil menciptakan mahakarya sistem jejaring sosial yang bisa diakses seluruh umat manusia di dunia ini dan ia bisa menyatukan semua orang dalam satu wadah yang diciptakan berdasarkan mantra dan ramuan kejeniusannya menjadikan facebook salah satu perusahaan raksasa yang memiliki penghasilan ratusan juta dollar setiap tahunnya. Mark Zuckerberg bersekolah di sekolah ternama di dunia yaitu Harvard university, dan di sekolah inilah ia memulai karier bisnisnya menjadi enterpreuner sukses dan disegani di dunia sains dan teknologi. Melihat bagaimana kiprahnya mengendalikan alam bawah sadar banyak orang agar terus menerus mengakses situs yang diciptakannya sehingga banyak orang memiliki ketergantungan yang tinggi dan merasa tidak bisa hidup tanpa facebook di tangannya, itu adalah salah satu hasil kerja keras sang penyihir yang digambarkan dalam sosok Harry Potter, memiliki latar pendidikan dan motivasi yang besar dalam kemampuannya memfasilitas keinginan banyak orang untuk terus berhubungan dengan sesamanya tanpa penghalang elevasi ruang dan waktu. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk dapat terus berhubungan dengan orang yang ada di tempat dan lokasi berbeda, berapapun jauhnya ia, mereka tetap terhubung.

Mengenai pesan apa yang ingin disampaikan dalam film Harry Potter yang kini digemari hampir jutaan anak-anak di dunia ini, kita semua tahu bahwa apapun karya berbiaya besar yang digelontorkan pembuat film Holywood itu semata-mata karena ada pesan tertentu yang ingin mereka sampaikan kepada dunia, yaitu bahwa jika anak-anak ingin tumbuh menjadi seorang yang hebat, terkenal, banyak duit dan disegani maka mereka harus bekerja sama dengan dunia sihir yaitu bangsa ghaib dari dunia kegelapan alias jin/syetan. Seseorang yang ingin hidup mapan dan kaya raya di dunia ini tidak akan bisa tercapai kecuali mereka mau menggunakan kemampuan dari sisi gelapnya untuk mencari kekuatan ghaib yang ada di sekelilingnya untuk menunjangnya dan memohon datangnya kekuatan super yang mampu mewujudkan semua keinginannya. Tidak ada yang gratis di dunia ini kenyataan bahwa, setiap transaksi akan membutuhkan modal, dan modal yang bisa ditawarkan manusia kepada bangsa ghaib yang ingin mengambil keuntungan dan ambisi manusia tersebut adalah jiwanya (soul). Bangsa ghaib hanya membutuhkan jaminan bahwa manusia akan memberikan jiwanya dengan sukarela agar semua keinginannya terwujud. Sudah ada banyak orang besar dan terkenal didunia ini dengan berbagai ketenaran dan kemewahan hidup, tapi diakhir hidupnya ia tewas bunuh diri, over dosis atau bahkan mati dengan tidak wajar. Sudah selesai masa ketenaran dan kemewahan yang mereka dapatkan di dunia, diujung hidupnya bangsa ghaib akan menagih janji membawa jiwanya untuk dijadikan teman mereka di neraka kelak, itulah inti dari semua ambisi manusia yang bekerja sama dengan dunia kegelapan dan itulah yang ingin dunia barat sampaikan kepada dunia, bahwa semua orang bisa sukses dan terkenal tapi mereka harus bekerjasama dengan dunia kegelapan.

Di dunia barat, stigma dan paradigma seperti ini sudah biasa, karena memang gaya hidup mereka tidak mengenal tuhan dan tidak mengenal sosok Sang Pencipta Jagat Raya sebagai sumber Kehidupan. Orang barat memang sudah terbiasa hidup atheis, alias mereka tidak percaya adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari bahwa tuhan tidak pernah ada dalam keseharian mereka dan mereka sangat percaya bahwa hanya kekuatan ghaib (magic) yang bisa membantu mewujudkan keinginan mereka. Sebagian besar mereka hanya percaya bahwa Tuhan ada ketika telah datang kematian. Selama mereka hidup, Tuhan tidak pernah ada. Jadi tidak heran jika para produser besar mau mendanai film-film berbasis dunia ghaib seperti ini untuk dapat dipertontonkan kepada anak-anak dan orang dewasa yang memang secara ideologi mereka tidak memiliki landasan kepercayaan agama yang baik, misalnya film ini terkenal di benua eropa, china, amerika dan masyarakat disana dengan mudah menerima konsep yang ditawarkan film tersebut bahwa mereka makin percaya dengan eksistensi dunia ghaib dari film-film Harry Potter ini karena terdapat kesamaan konsep berpikir rasional dalam film tersebut, bahwa jika ingin sukses harus mengikutsertakan kekuatan ghaib di dalamnya. Menurut mereka hal itu lumrah saja, karena misi yang ingin dicapai dari film ini adalah semakin banyak anak yang terinspirasi dengan film ini berarti semakin banyak yang akan mengikuti jejak dan cara pandang tokoh di film ini. Dengan demikian akan semakin banyak orang yang akan mengandalkan kekuatan ghaib dalam kehidupannya.

Lalu apakah Mark Zuckerberg merupakan salah satu orang yang melakukan persembahan jiwa kepada dunia gelap? Jawabannya adalah tidak, sebab, sebagaimana kita semua ketahui Marck Zuckerberg adalah seorang yahudi, dimana hukum surga dan neraka tidak berlaku bagi mereka, karena dalam islam bagi orang yang selain islam maka mereka sudah dipastikan akan masuk neraka. Lalu bagaimana Mark bisa sukses? Itu semata-mata disebabkan karena kepintaran dan kejeniusannya bisa dimanfaatkan oleh dunia kegelapan, dimana seorang yahudi yang pintar sudah dipastikan akan masuk neraka bersama bangsa iblis, selama di dunia manusia pintar yang ada disisi mereka akan mendapatkan seluruh fasilitas dan kemudahan mencapai keinginannya, tanpa perlu melakukan persembahan jiwa. selama misi kepintarannya itu bisa digunakan untuk menghancurkan akidah semakin banyak orang terutama muslim, mereka akan mendapatkan semua yang mereka butuhkan untuk mengembangkan misinya tersebut. Dalam silsilah kerajaan kegelapan, manusia yang memiliki kemampuan seperti ini memiliki posisi yang terhormat dan sangat disegani. Manusia seperti ini sudah masuk dalam jajaran pasukan khusus pendukung dajjal yang paling penting. Manusia-manusia seperti ini yang ingin mereka kembangkan dimasa depan, yaitu manusia yang bisa memberikan kemudahan kedatangan dajjal di masa depan.

Lalu apakah konsep yang ditawarkan dilm Harry Potter yaitu persembahan jiwa ini bisa diterima di negara-negara mayoritas muslim? mungkin pada sebagian anak-anak kita yang pemahaman keilmuannya masih kurang, mereka bisa saja mengerti maksud yang disampaikan film tersebut (ada anak pintar dan ada campur tangan dunia gelap), tetapi tentu saja mereka tidak akan dengan mudah mengaplikasikannya dalam dunia nyata karena nilai-nilainya tidak sesuai dengan apa yang dianut kebanyakan umat muslim pada umumnya. Film-film bergenre magic seperti ini hanya cukup dijadikan bahan pengetahuan dan bagian dari dunia hiburan, tidak lebih. Cukup untuk diketahui saja bahwa ternyata sedemikian dominannya pengaruh kekuatan ghaib dalam kehidupan kebanyakan orang-orang barat, dan itu tidak perlu menjadi alasan untuk mengubah cara pandang kebanyakan umat muslim.

Jadi jika anda sudah mengenal siapa sosok nyata tokoh Harry Potter dalam kehidupan nyata dan apa implikasinya pengaruh sebuah bahan tayangan kepada anak-anak anda, menjadi sangat jelas betapa orang tua harus melindungi anak-anaknya dari pengaruh pesan yang disampaikan dalam sebuah film yang kelihatannya sederhana tetapi sesungguhnya didalamnya mengandung trik dan intrik untuk menjerumuskan anak-anak kita ke dalam jurang kehancuran. Bekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan tentang agama yang baik dan berbobot sehingga kelak bisa menghindari mereka dari kesalahan dalam menentukan jalan hidupnya. Semua keputusan ada di tangan anda, apakah anda ingin menjadikan anak anda sang pasukan pendukung dajjal atau menjadi pasukan pencegah kemunculan dajjal. Semua itu ada ditangan orang tua yang memberikan warna pada anak-anaknya, terutama pendidikan dan nilai-nilai kehidupan.





Artikel Terkait: