Kamis, 21 Mei 2015

VATIKAN TELAH AKUI PALETINA SEBAGAI NEGARA

Roma, NU Online
Vatikan telah merampungkan dokumen perjanjian yang berisi pengakuan terhadap Negara Palestina. Wakil Menteri Luar Negeri Vatikan, Antoine Camilleri, menjelaskan diharapkan perjanjian tersebut akan membantu mewujudkan apa yang disebut sebagai "solusi dua negara" guna mengakhiri konflik dengan Israel. Demikian dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Pemerintah Israel mengatakan kecewa dengan langkah Vatikan dengan mengatakan keputusan tersebut akan mengganggu perundingan bilateral.


Wartawan BBC di Roma mengatakan Paus Fransiskus berupaya memperkuat kehadiran Kristen di Timur Tengah di saat ratusan ribu pemeluk agama ini menyelamatkan diri dari tindakan agresif kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Dengan rencana pengakuan tersebut, Vatikan menambah panjang daftar negara Eropa yang mengakui Palestina.

Tahun lalu, Parlemen Eropa, Inggris, Republik Irlandia, Spanyol, dan Prancis menyetui mosi mendukung Negara Palestina.

Swedia sementara itu mengambil langkah lebih tegas dengan secara formal mengakui Palestina sebagai negara. (mukafi niam) foto NBC.

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,59500-lang,id-c,internasional-t,Vatikan+Akui+Palestina+sebagai+Negara-.phpx

Read More..

Rabu, 20 Mei 2015

ULAMA YAMAN: SAYA SANGAT BERSYUKUR DI INDONESIA ADA NU (Nahdatul Ulama)

Malang, NU Online
Ulama asal Yaman DR (HC) Syekh Al-Habib Abu Bakar Al-Adni memuji model perjuangan Islam di Indonesia dan utamanya dalam mendidik kedewasaan masyarakat dalam pemahaman agama. Menurutnya, Islam di Indonesia secara umum sudah berada di jalur yang benar.

Ia juga memuji strategi dakwah organisasi semacam Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia. Baginya, Islam sebagaimana yang berkembang di Indonesia inilah yang sebenarnya dibutuhkan di berbagai belahan dunia ini.

“Saya telah mendengar adanya organisasi Nahdlatul Ulama ini, karena gaungnya telah terdengar ke seantero dunia ini. Dan saya sangat bersyukur bahwa di Indonesia ini ada organisasi semacam NU ini yang senantiasa berkomitmen untuk berjihad mendakwahkan Islam yang moderat,” katanya.

Abu Bakar Al-Adni menyampaikan hal itu pada acara Kuliah Tamu yang diselenggarakan Pascasarjana Pendidikan Islam dan Hukum Islam Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu (13/5).

Dalam pandangannya, posisi NU yang merdeka dari pengaruh pemerintah sangat strategis. Karena hal itu akan membuatnya lebih mampu dalam mengawal kinerja pemerintah dan mengayomi masyarakat.

Mandiri Pendidikan

Lebih jauh ia juga memuji realitas pendidikan Islam di Indonesia yang mana masyarakat diperkenankan untuk berperan dalam penyelenggaraan pendidikan. Ia mengaku kagum bahwa kenyataan di Indonesia NU telah menyelenggarakan dunia pendidikan yang dikelolanya sendiri. Hal ini, menurutnya, adalah nilai lebih Islam Indonesia dibandingkan dengan Timur tengah.

“Di Timur Tengah tidak ada pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh swasta seperti di Indonesia ini. Semuanya diselenggarakan pemerintah. Sehingga setiap tindakan dan pergerakannya diawasi dan dipengaruhi oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah nilai lebih Indonesia daripada timur tengah.” Katanya di hadapan sekitar 50 peserta kuliah tamu ini.

Abu Bakar Al-Adni menilai, campur tangan bernuansa kepentingan politik pemerintah dalam urusan penddikan berbahaya karena menghilangkan kemerdekaan dalam hal keilmuan. “Seperti mereduksi makna jihad dan sebagainya. Munculnya gerakan-gerakan Islam ekstrem di Timur Tengah di satu sisi, dan Islam liberal di sisi lain adalah dampak dari hal ini,” urainya.

“Demikian juga berbagai pergolakan di berbagai negara di Timur Tengah termasuk negara kami Yaman juga adalah termasuk dampak dari campur tangan pemerintah dalam dunia pendidikan.” tambahnya. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,59604-lang,id-c,nasional-t,Ulama+Yaman++Saya+Sangat+Bersyukur+di+Indonesia+Ada+NU-.phpx

Read More..

Senin, 18 Mei 2015

GEMPA SUSULAN, TIM ACT KEMBALI KE NEPAL, ADA APA?

Beberapa waktu Nepal kembali mendapatkan serangan gempa susulan, dengan skala 5,7 SR terjadi di tanggal 12 Mei 2015 yang menewaskan 66 orang, ini adalah kali kedua gempa terjadi setelah hampir 17 hari sebelumnya gempa hebat berkekuatan 7,8 SR yang menewaskan 8000 orang. Episentrum atau pusat gempa hari Selasa itu berasal dari sekitar 100 kilometer dari pusat gempa skala 7,8 yang menerpa pada tanggal 25 April lalu, dengan kedalaman 18,5 kilometer. Gempa susulan ini terjadi di Barat Nepal. Tepatnya di kota Namche Bazar. Besarnya kekuatan gempa, membuat guncangan terasa hingga ke Ibukota India, New Delhi, dan Ibukota Bangladesh, Dhaka. Kebanyakan korban tewas meregang nyawa di beberapa bagian di Timur Kota Kathmandu. Terutama di sejumlah daerah terpencil dan pedesaan.

US Geological Survey telah melaporkan kira-kira 20 gempa susulan sejak hari Selasa. Gempa itu juga terasa di India, di mana sedikitnya empat orang tewas, dan di Tibet yang melaporkan adanya satu korban tewas. Melihat kondisi ini, nampaknya gerakan dalam tanah ini terus meluas penyebarannya ke daerah-daerah lain dengan rentang waktu yang tidak jauh dari sebelumnya. Adakah ini pertanda datangnya sebuah peringatan dari Allah swt untuk seluruh umat manusia? mengapa gempa ini tidak bisa diprediksi kedatanganya oleh manusia atau bahkan oleh alat paling canggih, hanya Allah saja yang tahu kemana dan kapan pergerakan gempa ini akan terjadi. Mampukah kita sebagai manusia membaca peringatan apa yang ada dibalik peristiwa ini. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.

Faktanya pemerintah Nepal hanya mau menerima bantuan yang dikirimkan dari Tim ACT dari Indonesia, Nepal tidak mau menerima tim penyelamat dari negara lain dan diketahui bahwa tim penyelamat ini adalah satu-satunya tim pertama yang datang ke Nepal dan memberikan bantuan pada saat Nepal di guncang Gempa dahsyat akhir April lalu. Pemerintah Nepal merasa sangat terbantu dengan kehadiran tim ACT dari indonesia ini, karena mereka terbukti sangat tanggap dan cepat memberikan bantuan kemanusiaan. Keberhasilan tim ACT menolong korban gempa dirasakan sangat bermanfaat, sehingga pemerintah Nepal meminta agar tim ACT ini kembali mengirimkan bantuannya ke Nepal dalam bentuk pertolongan pasca trauma kepada korban gempa. Coba saja anda bayangkan, bahkan PBB yang katanya sangat peduli dengan penanganan bencana saja tidak mampu memberikan bantuan yang dibutuhkan korban seperti halnya ACT. Padahal dari sekian banyak korban, ada banyak warga negara asing yang menjadi turis juga menjadi korban tewas disana, termasuk salah satu petinggi google. Bahkan PBB hingga saat ini belum memberikan apresiasi kepada tim relawan ini.


Aksi Tanggap Cepat (ACT) Setelah memberangkatkan Tim 2 yang terdiri yang terdiri dari 2 dokter dan 1 orang paramedis dua pekan lalu, ACT memberangkatkan kembali Tim 3, Minggu (17/5) siang. Tim ketiga yang merupakan tim khusus trauma healing akan menggantikan tim medis yang akan kembali ke Indonesia mulai Selasa. Tim 3 diberangkatkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah untuk melengkapi kiprah dua tim sebelumnya yang telah memberikan bantuan relief, baik dalam bentuk logistk maupun layanan kesehatan. Tim 3 selain akan turun langsung ke lokasi-lokasi pengungsi dan sejumlah titik diluar Kathmandu, juga akan menularkan skill seputar trauma dan melakukan ‎assessment,” papar N. Imam Akbari, Senior Vice President ACT sekaligus Direktur GPN, Minggu pagi.

Pertanyaan berikutnya muncul, jenis peringatan apa yang sedang berlangsung di negeri seribu kuil ini? Apakah ini merupakan peringatan yang datang dari Sang Ilahi untuk mengajak manusia yang sudah jauh dari agama Allah untuk kembali? Lalu mengapa Indonesia yang terpilih menjadi tim relawan untuk membantu korban gempa? Mengapa bukan Negara lain? Apakah mungkin akan terjadi gempa susulan kembali, jika kebanyakan warga Nepal tidak mau mengindahkan peringatan untuk kembali? Atau mungkinkah gempa ini juga ditujukan untuk Negara-negara disekitarnya yang mayoritas budha/hindu untuk bertobat? Indonesia adalah Negara mayoritas muslim yang saat ini termasuk Negara muslim paling aman di dunia jika dibandingkan Negara mayoritas muslim lainnya. Adakah ini merupakan bagian dari tugas Mayoritas Muslim Indonesia untuk menjadi penolong dan penyelamat akidah umat Islam di Nepal, di Negara mayoritas pemeluk agama budha/hindu?

Dan jika anggota tim penyelamat ini bisa menjalankan misinya, tidak hanya sekedar membantu mengobati orang sakit jasmani, tetapi juga bisa menyelamatkan korban dari trauma dan kesesatan dalam beragama, mengajak korban untuk kembali pada akidah islam yang benar. Maka seperti inilah sesungguhnya peringatan yang ingin disampaikan Allah pada segenap umat muslim dunia, bahwa Nepal bukan sekedar membutuhkan bahan makanan untuk jasmani, namun mereka juga membutuhkan bahan makanan untuk jiwa, yaitu rasa ketuhanan yang sesungguhnya. Warga Nepal selama ini sudah terlalu jauh keluar dari jalur ketuhanan, mereka sudah terlalu jauh menyimpang. Maka dari itu, sudah menjadi tugas kaum muslim untuk datang memberikan pemahaman dan pengertian yang benar tentang agama yang dirahmati, yaitu agama Islam. Perintah memberi peringatan ini amat jelas tertera dalam ayat suci al quran berikut ini.

[35:23] "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

[35:24] "Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."

Dalam hal ini Tim ACT juga harusnya tidak hanya mengirimkan tim medis, tetapi juga tim non medis seperti pemulih anti trauma, dan tim ulama dan pemuka agama. Dalam rangka menenangkan dan memberikan pemahaman jelas tentang bencana dan peristiwa alam lainnya. Bahwa dibalik semua ini ada kekuasaan Amat Besar yang sangat berkuasa atas setiap jiwa anak manusia.

Read More..

Minggu, 17 Mei 2015

GEGER, WASHINGTON KEKERINGAN

Sebuah berita menggemparkan datang dari negeri adikuasa sana, sebuah negara maju yang diklaim tidak akan pernah mengalami kelumpuhan, maka kali ini mereka harus menanggung derita sama halnya yang terjadi di negeri-negeri berkembang, kekeringan atau kekurangan pasokan air bersih. Sungguh sebuah ironi, jika kekeringan sudah menjadi hal biasa di negeri kita, bagi mereka ini adalah bencana besar. Sebuah fakta menunjukkan bahwa di Washington, tempat Obama saat ini menetap hanya mengandalkan salju sebagai sumber air bersihnya, negara ini tidak punya sumber air tanah? Berikut cuplikannya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE -- Gubernur negara bagian Washington Jay Inslee menetapkan status darurat kekeringan. Dalam pernyataan yang disampaikan di Olympia, Ibu Kota Provinsi tersebut, Inslee mengatakan bahwa kekeringan semakin parah dalam beberapa pekan belakangan.

"Diperkirakan akan semakin memburuk pada musim panas yang akan tiba," katanya.

Pernyataan darurat itu akan diikuti oleh pencairan dana serta penyaluran air ke tempat-tempat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan penyebab utama kekeringan di Washington karena timbunan salju di musim dingin tak terlalu banyak. Biasanya, sisa timbunan salju akan mencair dan mengaliri sungai dan danau. Air itu pada akhirnya akan menjadi bahan baku air bersih. Namun, untuk tahun ini timbunan hanya 16 persen dari jumlah rata-rata timbunan salju.

"Kita kekurangan salju. Kami menyebutnya kekeringan salju," katanya.

Washington, yang dikenal sebagai negara Lestari karena hutan-hutan yang terjaga karena hujan salju yang lebat, adalah salah satu negara bagian di barat yang berjuang melawan kekeringan.

California juga mengalami kekeringan terburuk karena timbunan salju di gunung yang biasanya memasok sepertiga kebutuhan air setempat, saat ini berada di titik paling rendah. Darurat kekeringan juga dinyatakan di beberapa bagian Oregon dan Nevada.

Read More..

Jumat, 15 Mei 2015

PENGENDARA MOTOR MENYEMPATKAN DIRI BACA QURAN SAAT MENUNGGU LAMPU MERAH

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah akun Facebook milik Meirna Nurdini Thomas mengunggah foto unik pengendara sepeda motor masih menyempatkan membaca Alquran ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Meski kejadiannya hampir sebulan lalu, namun foto yang diunggahnya masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak akun yang memuji tindakan pengendara yang berhenti di persimpangan Samsat-Kiaracondong, Bandung, tersebut yang mau meluangkan waktu untuk membuka kitab suci tersebut di sela-sela waktu berhenti. Bahkan, tidak sedikit komentator yang merasa malu, lantaran merasa selama ini tak pernah membaca Alquran di waktu senggang mereka. Coba saja kita hitung dalam sehari, ada berapa banyak waktu senggang yang kita lewatkan hanya dengan menonton televisi dan sinetron atau sekedar melamun gak jelas. Haruskah kita merasa malu dengan si pengendara motor ini?


Berikut isi status Meirna Nurdini Thomas yang disertai dua foto pengendara motor saat sedang membaca salah satu surat dalam Alquran:

Pagi ini dalam perjalanan menuju kantor... di persimpangan Samsat - Kiaracondong...
kalau saja tadi suami enggak ngebut, mungkin gak akan mendapati pemandangan ini...

Speechless...
Ternyata masih ada orang yang mau memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan...

Brp lama sih lampu merah menyala paling lama...? Gak sampai 5 menit sepertinya (lampu merahnya udah gak pake timer)...

Dan bapak di sebelah kiriku masih sempat membuka Al Qur'an kecilnya...

Mungkin membaca, atau menghafal juz 'amma... karena yang dibuka bagian halaman akhir...
(kali ini sempet mengcapture...)

Dan selalu banyak cara Allaah mengingatkan aku...

Read More..

Kamis, 14 Mei 2015

UNTUK APA ALLAH MENGGANTI KULIT PENGHUNI NERAKA BERKALI-KALI? ILMU DERMOTOLOGI PUNYA JAWABANNYA

Di dalam Surat An Nisa ayat 56, Allah berfrman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآَيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

Siapapun yang mentadaburi ayat di atas pastilah bertanya-tanya, mengapa Allah Yang Maha Kuasa mengganti kulit yang hangus karena luka bakar akibat panasnya api neraka lalu diganti lagi dengan kulit yang baru?

Dalam ilmu dermatologi diketahui bahwa pusat rasa sakit adalah di ujung-ujung persyarafan kulit kita, sehingga kalau ada seseorang yang terluka bakar yang sangat luas, maka dia akan kehilangan rasa sakitnya juga akan terjadi syock karena kehilangan cairannya.

Tapi perhatikan ayat yang diturunkan 1400 tahun yang lalu menunjukkan andaikata kulit yang terbakar oleh api neraka tidak diganti oleh kulit yang baru, maka pasti penghuni neraka tidak akan merasakan nyeri lagi. Tapi ternyata tidak, oleh Allah Yang Maha Berkuasa akan diganti dengan kulit yang baru, terus menerus, maka setiap saat mereka akan merasakan siksaan api neraka, sampai Allah berkehendak menghentikan siksaanNya.
.

Ini yang membuat seorang profesor di bidang anatomi di universitas Chiang May Thailand percaya bahwa Al Qur’an ini benar dan yakin bahwa Al Qur ‘an bukan buatan manusia, karena 1400 tahun yang lalu ilmu kedokteran pasti belum membahas teori tentang ini. Tapi dari mana sumber pengetahuan Al Qur’an ini didapat? Ketika dikatakan bahwa sumbernya dari Allah Yang Kuasa, sang profesor semakin penasaran untuk mempelajarinya.

Maka mudah bagi Allah untuk membukakan hati manusia lalu memberinya hidayah tentang kebenaran Islam ini. Seperti dalam surat Fushilat ayat 53:
سَنُرِيهِمْ آَيَاتِنَا فِي الْآَفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di setiap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu, bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”

Sumber : Cyber Dakwah

Read More..

Jumat, 08 Mei 2015

INILAH AYAT AL QURAN YANG DIKAGUMI KAUM YAHUDI


Tanbihun.com- Bagi kaum Muslim, mengagumi Al Qur’an barangkali menjadi hal yang biasa. Apalagi dengan penemuan-penemuan terakhir dari para ilmuwan yang kian mengokohkan kebenaran Al Qur’an. Di antaranya, bulan yang pernah terbelah, adanya sungai bawah laut hingga penemuan jejak arkeologi kaum-kaum terdahul. Kode Matematik Angka 19 Dalam Al- Qur’an Penjaga Keotentikan Al Qur’an. Memang semua tidak disebutkan, karena Al Quran menerangkan hanya sebagian dari kisah kaum terdahulu yang akan ditampakkan bekas-bekasnya.


“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (QS. Huud, 11: 100)


Ternyata, bukan hanya kaum Muslimin dan ilmuwan berakal saja yang mengagumi Al Quran, sebagai kitab yang tetap terjaga keshahihannya. Bahkan sejak dulu kaum Yahudi juga mengagumi Al Quran. Dalam sebuah riwayat dikisahkan perbincangan antara ‘Umar bin Khattab dan Yahudi.

Dari Thariq bin Syihab, ia mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Umar bin Khattab:

“Kalian membaca sebuah ayat dalam Kitab (al-Qur’an) kalian. Sungguh apabila ayat itu turun kepada kami bangsa Yahudi, tentu hari turunnya ayat itu akan kami jadikan sebagai hari raya.”

Umar bertanya: “Ayat yang mana?”

Mereka menjawab, “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku untukmu.” (Al-Maidah: 3)

Umar berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku betul-betul mengetahui hari apa ayat itu turun kepada Rasulullah dan saat apa ayat itu turun. Ayat itu turun kepada Rasulullah pada sore hari Arafah, hari Jum’at.”

Percakapan di atas juga menegaskan, semestinya seorang muslim, bangga dengan keislamannya, sebab Allah telah menjamin kesempurnaan Islam. Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, seorang muslim tidak perlu lagi bingung mencari sistem yang lebih baik ketimbang Islam.

Imam Thabrani telah mengeluarkan riwayat hadits dari Abu Dzar al-Ghifari yang menyatakan, “Rasulullah telah meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan ilmu kepada kami setiap kali kepakan sayap burung itu.”

Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, dunia pernah merasakan buahnya kurang lebih seribu tahun, sejak Rasulullah hingga kekhilafahan Turki Utsmani pecah pada tahun 1924 masehi.

Jika orang Yahudi saja bisa berkata seperti itu, apakah sebagai muslim kita tidak bangga dengan Islam?

Read More..

BISNIS YANG TIDAK PERNAH MERUGI, BERBISNIS DENGAN ALLAH

SEBAGAI orang beriman tentu kita tahu dan sadar bahwa diri kita dan apapun yang ada di dunia ini milik Allah. Apalagi Allah telah menegaskan hal ini dalam kitab sucinya:

"Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(Al-Baqarah [2]: 284)


Karena itu, sesungguhnya Allah memiliki kuasa penuh atas semua yang dimilikinya, termasuk terhadap diri kita. Apakah Allah mau menghidupkan, mematikan, melapangkan rizki atau menyempitkannya, memberi nikmat atau mengazab; semuanya terserah Dia.

Dengan demikian sesungguhnya manusia sangat tergantung kepada kehendak Allah. Seandainya ada banyak orang hendak membunuh si fulan, tapi kalau Allah berkehendak menghidupkan dia, maka dia akan tetap hidup, sebagaimana Allah telah menyelamatkan dan membiarkan Nabi Ibrahim tetap hidup meskipun dia dihukum bakar oleh rezim Raja Namruz.

Begitu pula sebaliknya, meskipun si fulan dijaga kesehatannya oleh sebuah tim yang terdiri dari puluhan dokter yang sangat ahli, namun kalau Allah berkehendak mematikannya, maka tak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan nyawanya.

Karena begitu mutlaknya kekuasaan Allah terhadap manusia, maka sepatutnya manusia takluk dan menyerah kepada Allah. Seharusnya dia tunduk dan patuh atas apa saja yang Allah perintahkan kepada-Nya. Kalau ada sepasukan tentara yang menyerah kalah kepada lawannya lalu menjadi tawanannya, maka di bawah todongan senjata, tentara itu akan mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh musuhnya. Begitu pula para budak kerajaan, akan selalu mematuhi apa saja perintah raja, meskipun raja tidak memberikan upah sepeser pun kepada mereka.

Kita sadari, Allah jauh lebih berkuasa daripada raja ataupun musuh tentara itu. Allah tidak hanya dapat mematikan sepasukan tentara manusia, tetapi Dia dapat mematikan semua tentara yang ada di muka bumi secara serentak. Semua itu mudah bagi Allah. Karena itu seharusnya perintah Allah lebih dipatuhi daripada perintah siapapun yang ada di bumi ini.

Menariknya, meskipun kekuasaannya begitu mutlak, meski kita semua adalah ciptaan-Nya dan budak-Nya, namun karena Allah memiliki sifat asy-Syakur (Maha Balas Jasa) dan al-Haliim (Maha Penyantun), Dia tidak memerintahkan sesuatu kecuali Dia akan memberikan balas jasa kepada hamba yang Dia perintahkan. Perintah-Nya tidak gratis, tapi ada bayaran-Nya.

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah, kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).”
(QS Al-Baqarah [2]: 281)

Yang lebih menarik lagi, bayaran yang Allah tawarkan bukan dalam kerangka kesepakatan kerja majikan-buruh, karena biasanya buruh digaji lebih kecil daripada jerih payahnya. Yang Allah tawarkan dalam al-Qur`an adalah kerangka kesepakatan bisnis, berupa pinjam-meminjam dengan bunga pinjaman yang berlipat ganda serta jual-beli dengan nilai tukar yang sangat tidak sebanding; ibarat meminjam seekor nyamuk lalu mengembalikan dalam bentuk seekor kuda atau membeli seekor lalat dengan bayaran seekor unta.

Berikut ini transaksi pinjam meminjam yang Allah tawarkan:

إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.“
(QS: At-Taghabun [64]:17).


Adapun transaksi kedua yang Allah tawarkan adalah transaksi jual-beli atau perdagangan:


إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah [9]: 111)

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
(QS Faathir [35]: 29)

Jadi setiap orang yang sudah baligh (mencapai usia kesempurnaan akal) adalah pebisnis yang bertransaksi dengan Allah.

Semua modal bisnisnya (kehidupannya, kesempurnaan tubuhnya, kesempurnaan akalnya, kesehatannya, kepandaiannya, perasaannya, intuisinya, hatinya dan lain-lain) berasal dari Allah. Dia tinggal memutar roda usahanya dengan modal tersebut.

Transaksi bisnisnya adalah semua perbuatan dirinya sejak dia baligh sampai malaikat maut datang menjemputnya. Dan semua transaksi itu tercatat rapi serta detil. Tak ada secuil pun, bahkan tak ada sebesar dzarrah (atom) pun yang terluput oleh malaikat sang juru catat.

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ
وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS Al-Qamar [54]: 52-53)

Begitu detilnya buku catatan itu, sehingga kelak para pendosa terperanjat kaget ketika menerima rapor mereka yang kebakaran itu.

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun". (Al-Kahfi [18]:49)

Setelah itu seluruh manusia dikumpulkan pada sebuah forum pengadilan yang dipimpin oleh Sang Pemilik Modal sendiri selaku Ahkamil Hakimin (Sang Hakim Yang Maha Adil) di suatu hari yang dinamakan Yaumul Hisab (Hari Penghitungan rugi/laba).

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)-nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS Al-Anbiya [21]: 47)


Berapa banyak manusia yang berhasil membukukan laba? Lebih dari 1400 tahun yang lalu, Sang Pemilik Modal Yang Maha Kaya—sekaligus Sang Hakim Maha Adil—itu telah menyebarkan bocoran informasi bahwa hampir semua “mitra bisnisnya” gagal membukukan laba. Hasil auditing terhadap terhadap neraca keuangannya menunjukkan hasil bahwa bisnis mereka membukukan kerugian.

Tapi ada juga yang membukukan keuntungan dalam berbisnis dengan Allah. Siapa mereka? Simak saja bocoran di bawah ini:

وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian (gagal membukukan laba dalam bertransaksi dengan Allah), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr [103]: 1-3).

Selamat bertransaksi dengan Allah. Semoga transaksi kita membukukan laba.*/Saiful Hamiwanto/2013

Read More..