Kamis, 23 Oktober 2014

KEPADA RUH-NYA KITA KEMBALI

CIRI MAHLUK YANG MENGENAL DIRI

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pastilah ingin mengetahui hakikat kehidupannya, apa alas an ia dilahirkan, bagaimana ia bisa ada di dunia ini, siapa yang menciptakannya, untuk apa dan dalam rangka apa, serta berbagai pertanyaan dasar yang berupaya untuk mengetahui lebih dalam dan lebih banyak lagi pengetahuan dan pemahaman tentang identitas diri. Hal ini adalah wajar karena manusia memiliki rasa keingintahuan yang besar tentang apapun yang berkaitan dengan dirinya. Dan dari keingin tahuan yang besar ini juga terdapat rahmat allah, dimana ini adalah satu bagian instrument pemahaman yang dibekali Tuhan kepada ciptaannya agar manusia bukan hanya bisa mengenal dirinya namun juga bisa mengenal Tuhan-Nya. Lalu hingga saat ini sudahkah anda mengenal diri anda secara utuh, atau apakah juga kita sudah mengenal dzat yang menciptakan kita? Tentunya kita masih amat asing bahkan dengan diri kita sendiri, maka dengan ini semoga kita bisa diberi pemahaman, walau hanya sedikit tapi semoga saja tetap bermanfaat.


LATAR BELAKANG

Meski saat ini manusia sudah mendapat sebutan manusia modern, mahluk yang berperadaban maju, namun banyak sekali diantara mereka yang masih mempercayai hal-hal ghaib, sesuatu yang berbau mistis dan bersifat halus. Kepercayaan pada hal-hal ghaib ini memang sudah ada sejak jaman purba atau yang biasa disebut animism dan dinamisme. Tapi bagaimana mungkin manusia yang menyebut diri mereka jauh lebih baik peradabannya daripada manusia batu, manusia gua dan manusia jahiliah itu masih mempercayai dan meyakini keberadaan mahluk halus/ghaib, seharusnya kepercayaan itu sudah ditinggalkan dan sudah beranjak pada pola pikir manusia yang jauh lebih bermartabat dan tinggi derajatnya. Mengapa hal seperti masih masih saja berlangsung dimasyarakat. Sebuah ironi yang tidak masuk akal dan menyedihkan.
Mengenai keberadaan dan kenyataan kehadiran mahluk ghaib di alam semesta ini dengan tegas Allah sudah menggaris bawahi bahwa manusia tidak boleh mendekatinya dan apalagi menjadikannya sekutu, berikut firman allah swt;

Artinya: “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” [An-Naml : 65]

Allah tidak memperkenankan manusia mendekati hal-hal ghaib yang bersifat mistis dalam rangka menjaga kemurnian iman dan akidah. Serta dalam rangka menjauhkan umat dari kesalahan pemahaman akibat sedikitnya ilmu yang bisa mengakibatkan mereka terjerumus dalam perbuatan bid’ah, syirik dan musrik. Karena memang benar allah tidak menurunkan ilmu ghaib melainkan hanya sedikit dan itupun hanya diberikan pemahaman kepada para utusannya yaitu rasul dan nabi yang diridhai-Nya, tidak semua nabi mengetahui hal ghaib hanya orang tertentu saja.
Berikut Firman allah swt:

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melinkan sedikit.” [17:85
Serta Allah berfirman:

Artinya: “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya.” [Al-Jin : 26-27]

Ilmu Allah amatlah luas dan tak terbatas, manusia boleh mempelajari semua ilmu, namun hanya satu saja yang dilarang oleh-Nya untuk didekati yaitu ilmu ghaib, karena berbagai hal yang berkaitan dengan hal ghaib jika manusia salah mengartikannya maka ia akan mudah diselewengkan dan digelincirkan oleh syetan dan iblis, ya memang kedua jenis mahluk ini termasuk golongan ghaib. Dalam firman-Nya Allah sudah menegaskan bahwa hanya pada para rasul yang di ridhainya saja ilmu tentang ghaib itu bisa difahami, hanya pada orang-orang tertentu yang di ridhai Allah dan diberikan pemahaman saja ilmu itu bisa difahami dengan baik, hanya kepada orang yang terjaga iman islamnya saja ilmu itu bisa dipelajari sehingga ia tidak mengandung unsure bidah dan unsure lain nya yang bisa membuat rancu akidah umat islam. Allah akan memberikan ilmunya kepada orang-orang yang dianggap mampu tetap menjaga kemurnian akidah. Bukan kepada orang-orang fasik dan tidak mendapat petunjuk allah swt.

Dengan membaca bismillah, marilah kita berdoa, semoga kita termasuk orang-orang pilihan yang diberi kemampuan memahami dan mendalami ilmu allah yang satu ini. Hanya dengan Rahmat dan hidayah-Nya saja kita bisa memahami makna dibalik misteri ilmu ghaib ini, tidak ada yang mampu memberi hikmah kecuali atas ijin allah swt semata, dan dengan modal keterbatasan ilmu manusia yang bodoh ini semoga allah berkenan membukakan jalan agar kita bisa memperbaikai akhlak kita. Sebagiamana firman Allah dalam surah (Ali Imran:164) yang bermaksud:

“Sesunggunya Allah telah memberi kurnia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihakan jiwa mereka dan mengajarakan mereka al kitab dan al hikmah.
Pada surah al-A’la ayat 14 Allah berfirman: “Beruntunglah orang-orang yang mensucikan hatinya”. Pada ayat ini Allah memuji orang-orang yang mensucikan hatinya, sebab hanya orang-orang yang mensucikan hatinyalah yang dapat mengenal Allah dan merekalah yang dinyatakan Allah sebagai orang-orang yang beruntung.

Memang ada baiknya manusia mengenal sedikit mengenai ilmu ghaib, hal itu semata-mata agar bisa membedakan mana sifat ghaib yang menuju Rahmat allah mana yang menuju jalan kekufuran. Karena pemahaman setiap orang berbeda-beda, dan tidak semua orang memiliki bekal ilmu yang sama, maka marilah kita sama-sama belajar. Kita semua sepakat bahwa selama hidup di dunia ini sebagian unsure dalam jiwa manusia akan selalu berkaitan dengan 4 hal ghaib berikut ini:

1. Salah satu rukun iman adalah percaya pada hal ghaib
2. sebagian unsure manusia terdiri unsure ghaib yaitu ruh.
3. Sebagian masyarakat masih mempercayakan diri mereka pada hal-hal ghaib
4. Manusia diwajibkan menjalan ibadah menghadap sang khalik yang mana hal itu berkaitan dengan keimanan kepada hal yang ghaib.

Apakah kita bisa menutup mata dengan fakta-fakta diatas dimana urusan kepercayaan pada yang ghaib ini sudah banyak disalahartikan dan disalah gunakan oleh beberapa kelompok orang yang berkepetingan ingin menghancurkan akidah umat islam. Banyak penyimpangan akidah secara terang-terangan di dengung-dengungkan dan di gembor-gemborkan diberbagai media dan itu bersifat sangat massif, terstruktur dan dibiarkan saja.Salah pemahaman dan kurangnya ilmu mengenai hal yang bersifat ghaib inilah yang menjadi biang keladi hancurnya iman umat muslim mulai dari jaman batu hinga jaman modern sekarang ini, sehingga banyak dari mereka dengan mudah mengambil jalan pintas demi mendapatkan kehormatan dunia, misalnya pergi ke orang pintar alais dukun, bertapa berbulan-bulan ke gunung A demi belajar ilmu bathin. Atau membeli pengasih, agar disayang atasan dan ada banyak lagi yang dengan penuh kesadaran menjual akidahnya kepada yang selain Allah swt dengan alas an yang tidak jelas. Ini artinya manusia itu dengan sangat sadar sedang belajar ilmu ghaib pada yang bukan ahlinya, ini juga artinya orang tersebut membutuhkan kekuatan ghaib dalam menjalani hidupnya, lalu kenapa ia tidak minta kepada allah sebagai sang penguasa alam ghaib? Ya itu karena mereka tidak punya ilmu dan pemahaman yang benar tentang dunia ghaib. Mana hal-hal ghaib yang boleh dipelajari mana yang tidak. Akhirnya mereka terjerumus dalam kekufuran dan kesesatan yang nyata.

Untuk lebih menambah rasa iman dalam dada kita, berikut ini akan dibahas tentang eksistensi ruh manusia. Yang mana salah satu unsure untuk mengenal diri kita sendiri secara utuh adalah kita mengenal siapa ruh yang dimaksud, dimana ia menempatkan diri dalam tubuh kita, apa saja yang ruh lakukan ketika kita tertidur lelap, seberapa besar perannya dalam kehidupan kita dan seberapa besar perannya di kehidupan kita kelak. Berkaitan dengan hal tersebut, sabda Rasulullah yang berbunyi:

Barang siapa yang mengenal dirinya , maka ia mengenal Tuhannya.
Hadis ini menyatakan syarat untuk mengenal Allah adalah mengenal diri. Dengan pengetahuan yang sedikit dan minim ini maka materi artikel ini dibahas dalam rangka untuk lebih mengenal diri dan pada akhirnya mengenal Sang pencipta.

Pentingnya Ilmu Tarekat (Mengenal Diri)

Sangat perlu kita mempelajari ilmu allah yang serba sedikit ini. Tahukah anda bahwa banyak musuh-musuh orang muslim sangat khawatir dengan ini, mereka takut seandainya ada sebagian umat muslim yang bisa mengungkapkan jati diri mereka sebagai umatnya nabi Muhammad, maka ia akan mengancam keberadaan mereka. Para musuh islam sangat takut dengan terungkapnya ilmu ini karena itu berarti akan semakin kuat dan mantaplah imannya umat muslim, makin tidak tergoyahkan dan haqul yakin sepenuhnya dengan qodo dan qodr Allah. Mereka sangat mengkhawatirkan hal tersebut, karena jika itu terjadi maka hancurlah semua usaha mereka selama ini menyesatkan akidah kita. Mengapa sangat penting seorang muslim memahami hakikat dirinya;

1. Semakin tinggi pemahaman kita mengenai nilai sebuah eksistensi membuat tidak akan ada satupun yang mampu menggoyahkan akidahnya, bagaimanapun caranya.
2. Cara pandang kita tentang dunia akan berubah 180 derajat, tidak lagi silau dengan kemewahan, kesenangan, dan kekayaan dunia, tidak ada lagi rasa takut pada tekanan materi, karen rasa takut ini hanya layak untuk allah semata.
3. Semakin banyak ilmu pengetahuan yang akan terkuak, dan ini berkaitan dengan masa depan umat manusia, diantaranya ilmu kedokteran dan teknologi. Sebagian ilmu sudah diungkap kepermukaan oleh para ilmuwan muslim di masa kejayaan yaitu ibnu sina dan ibnu majjah, tapi masih ada banyak lagi bidang keilmuan yang belum diangkat ke permukaan.

Ilmu allah ini memang sedikit yang kita ketahui, tetapi jika kita bersungguh-sungguh dan tekun mempelajarinya dengan seksama dan dengan niat untuk kemaslahatan yang lebih besar, insya allah, allah akan memberi jalan dan menunjukkan kebenaran yang hakiki. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang terbuka hatinya dengan cahaya hidayah illahi.

Hakikat Manusia

Bagaimana manusia bisa mengenal pencipta-Nya jika ia sendiri tidak mengenal dirinya secara utuh. Sebuah ilmu dibutuhkan untuk mencapai pengetahuan sejati sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya. Ilmu itu diberi nama ilmu tarekat, yaitu imu pengenalan diri. Berikut definisi masing-masing unsur pada manusia:
- Jasad/fisik adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau susuk yang tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam iaitu min sulaatin min thiin (ekstrak alam), Penglihatan ( mata ), Pendengaran (telinga), Perasa (lidah), Peraba, Penciuman (hidung).
- Jiwa (nafs) adalah wujud halus yang hidup dan memiliki pemahaman, Pikiran, Perasaan, Intuisi, Emosi, dan Akal.
- Roh/ruh adalah satu kejadian uap atau gas yang keluar dari dalam hati kasar atau jantung. Uap atau gas itu berjalan ke seluruh bagian urat saraf di dalam tubuh manusia.
- Sedangkan qolbu adalah sifatnya jiwa yang selalu berubah-ubah (bolak-balik), tidak tetap.

Asal kejadian roh inilah yang perlu kita ikut dan asal kejadian roh inilah yang perlu kita kembali. Dan Alquran sudah meng-isyaratkan bahwa unsur kejadian manusia terdiri atas tiga, yaitu unsur badan atau jasad (jasad), unsur Jiwa (nafs), dan unsur roh (ruh). Berikut tahapan pembentukan diri manusia menurut firman dan hadist:

1. Jiwa/nafs dan Ruh


Sebagai tahap awal, allah mengambil sumpah jiwa yang masih berada di alam ghaib. Para jiwa ini belum dipasangkan ke dalam ruh, karenanya ia masih bebas beterbangan dan menunggu dipanggil untuk melaksanakan tugas. Allah berfirma dalam surah (Al Araaf:172) yang bermaksud:
Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman :
”Bukakankan Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap keesaaaan Mu.

Kondisi jiwa yang sudah disumpah ini mengakui Allah sebagai dzat yang menciptakannya, dan jiwa juga mau menjadi saksi atas segala perbuatan jasad selama di dunia pada hari akhir nanti. Setelah proses pengambilan sumpah, tahap berikutnya allah memasangkan jiwa ke dalam ruh yang sudah dipersiapkan di alam ruh lalu menjelaskan tentang tugas pokok jiwa dalam kehidupan di dunia kelak, bahwa ia akan mengembang dua tugas pokok yang mencakup jalan ketaqwaan dan jalan kefasikan. Surah Asy Syams (91:7-10) Firmannya yang bermaksud:

“Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.

Ini menunjukan bahwa sebelum jasad manusia di susun, allah terlebih dahulu mempersiapkan unsure pendukung yang paling utama bagi sosok manusia yaitu Ruh yang sudah dipasangkan jiwa/nafs ke dalamnya dengan sempurna. Ruh jenis ini ini telah mengaku dan mengenal keesaan, keagungan dan kebesaran Allah s.w.t dengan sepenuh‐penuh Haqqul Yaqin. Selain sudah mengerti fungsi dan tugas keruhaniahan ia juga memiliki kemampuan pemahaman yang mendalam tentang ilmu allah yang luas, yaitu jiwa/nafs ini bertugas untuk memberikan pemahaman kepada di pemilik jiwa yaitu jasad manusianya untuk memilih jalan yang akan ditempuh, apakah jalan itu menuju ketaqwaan atau menuju jalan kefasikan. Dan jika manusia memiih pada jalan ketaqwaan, maka ia akan termasuk dalam golongan manusia beruntung, jika sebaliknya maka ia akan menjadi manusia yang rugi. Karena setiap jiwa sudah dibekali pemahaman dan kesadaran yang pada setiap hal yang dilakukannya. Sebagaimana firman allah dalam Surat at-Takwir ayat 1 berikut ini:

“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yag telah dikerjakannya.”

Dan setiap jiwa juga sudah dilengkapi dengan system kesadaran atas apa-apa yang dikerjakannya, apa yang dilalaikannya, dan apa yang di pilihnya. Sebuah keyakinan yang melekat pada jiwa ini adalah bahwa jiwa ini bersifat hidup dan mampu membuat keputusan sendiri. Surat Al-Infitar ayat 1.
‘Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”

Sampai disini maka selesailah tahap pembentukan unsure ruhaniah untuk kemudian dipasangkan pada wujud jasad manusia. Unsure ruhaniah ini kini sudah berwujud ruh yang sudah dilengkapi dengan jiwa/nafs yang berperan sebagai pusat pengendali utama diri manusia.

2. Jasad/fisik


Tahap kedua adalah proses penyusunan jasad/fisik/jasmani manusia. Unsur jasad atau jisim terdiri dari seluruh angggota tubuh manusia yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki yang terbuat dari salah satu unsure sari pati tanah liat yang didalamnya mengandung unsure protein. Ia dijadikan dari tanah liat yang sangat halus dan mempunyai bentuk dan wujud nyata. Keadaan dan sifatnya; kasat mata, dapat raba/sentuh, dapat berubah bentuk, dapat rusak dan dapat dimusnahkan. Diciptakannya jasad ini dalam rangka sebagai media/sarana diletakkannya unsur sebelumnya, yaitu ruhaniah. Allah menciptakan raga dan fisik manusia yang terbuat dari tanah liat kemudian diberi bentuk yang terdiri dari darah, tulang dan daging lalu disempurnakan wujudnya hingga ia menjadi mahluk Allah yang paling baik rupanya. Seperti yang dijelaskan dalam ayat al quran berikut ini:

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik". (QS al-Mu'min [23]: 12-14).

Setelah selesai tahap pembentukan jasad lalu allah lebih mengukuhkan jasad itu dengan sebuah titik keseimbangan yang melekat pada dirinya, agar ia tidak mudah jatuh dan bisa mengimbangi berputarnya bumi pada porosnya. Karena selama hidupnya ruh harus menopang berat jasad yang volumenya mencapai puluhan kilogram, dan dengan ini allah menjaganya agar manusia tidak mudah jatuh tersungkur akibat gerakan bumi, dan ia tidak merasa kelelahan menjaga keseimbangan tubuh/jasad selama berjalan dan beraktifitas.

“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (QS. Surat Al-Infitar :7)

3. Proses Penyatuan Ruh dan Jasad/jasmani


Setelah selesai seluruh prosesi penyusunan lapisan materil manusia, maka kemudian allah mulai proses penyatuan unsure ruhanian dengan jasad/fisik manusia yang sudah dilengkapi berbagai unsure penunjang lain. Setelah mempersatukan kedua unsure tersebut barulah allah membangkitkan dan menghidupkan jasad tersebut.

Lalu setelah Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan ruh Nya untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s. Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah:

"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".

Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah.
Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah :
"Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).

Allah meniupkan ruh-Nya kedalam jasad tersebut. Dan didalamnya juga diberikan suatu kelebihan tambahan mengenai kemampuan melihat, mendengar dan memahami. Bagian tambahan ini yang menjadi bagian dari kesempurnaan manusia, mengapa? Karena tiga kemampuan ini yang membuat mahluk lain (malaikat dan iblis) harus bersimpuh dan bersujud di hadapan Nabi Adam as? Mengapa?

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad nya ruh Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.”

Jadi setelah seluruh rangkaian pembentukan jasad selesai, mulailah masuk unsure ruh kedalam jasad. Sampai tahap ini, proses penyusunan jasad manusia sudah selesai dan dianggap sudah sempurna kejadiaannya, lalu allah memerintahkan mahluk lain untuk bersujud kepada Adam as. Mengapa?

Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.[2]

Ketika Allah sudah menyempurnakan proses kejadian penyatuan jasad dan ruh, maka perhatikan sepenggal kalimat yang menyiratnya kata-kata ‘meniupkan ruh-Ku’ yang artinya bahwa didalam unsure ruh ini ada unsure suci, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk. Jadi roh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri, melaikan sesosok mahluk suci yang sudah dibekali pemahaman tentang penciptanya. Roh itu kepunyaan Allah, yang ditiup masuk oleh Allah ke dalam Jasad manusia.

“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)
"(QS 75:14).

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".

Dengan demikian, kesucian yang dimaksudkan disini adalah bahwa allah atau Dia menghembuskan dua unsur suci yang ada pada 99 nama dan sifat terpuji Allah swt (asmanul husnah), yaitu Al – Samii’ (Maha Mendengar) dan Al – Bashiir (Maha Melihat) serta Hati yang berguna untuk merasa (mudah tersentuh, bergetar hatinya, bergejolak jiwanya, dan lain sebagainya.
 

Dalam hal ini ketiga unsure ini adalah unsure yang sangat suci dan memiliki tingkatan derajat yang tinggi, karena hanya manusia yang dilengkapi dengan sifat terpujilah allah swt, dengan tujuan agar manusia dapat memiliki kemampuan penglihatan dan pendengaran yang mendalam tentang hakikat keilmuan dan ketuhanan. Allah tidak menganugerahkan ini pada mahluk lainnya dan inilah alasannya mengapa allah memerintahkan mahluk lain untuk bersujud kepada Nabi Adam as kala itu serta inilah juga alasannya mengapa allah hendak menjadikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Dan ini juga sebabnya mengapa dalam berbagai firman-Nya allah selalu mengisaratkan bahwa ALlah mengetahui apa-pun yang dikerjakan manusia, yang besar atau kecil bahkan yang nampak ataupun yang tidak nampak. 
Ketiga unsure ini yang menjadikan manusia sangat istimewa dan sempurna jika dibandingkan mahluk allah lainnya. Apa saja keistimewaan ketiga sifat allah yang melekat pada manusia tersebut.

26. Al – Samii’ (Maha Mendengar)
Keistimewaan sifat maha mendengar ini adalah diharapkan manusia akan mampu menjadi apapun yang diinginkan Allah terjadi atas dirinya, subhanallah, semoga allah memberkati.
Allah berfirman dalam salah satu hadis qudsi,
“Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya maka Aku menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya dia menggenggam.”)
Diharapkan juga manusia bisa mendengarkan dengan khusu’ alunan ayat-ayat al quran yang didalamnya mengandung arti dan makna yang mendalam tentang seluruh tanda-tanda kekuasaan dan keesaan allah swt di alam semesta ini.

27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)

Orang yang membaca Yaa Bashiir sebanyak 100 kali setelah sholat jumat secara istiqamah, Allah WT akan mengaruniakan kepadanya penglihatan (mata) yang tajam dan cahaya dalam hatinya. Insya Allah. Keistimewaan penglihatan yang dianugerah allah kepada hambanya ini adalah kemampuan mata hati untuk melihat hal – hal yang lebih mendalam daripada yang dapat ditangkap oleh penglihatan bola mata biasa, mata batin untuk melihat batin manusia. Anda mungkin pernah merasakannya, dimana suatu saat seolah-olah anda bisa membaca pikiran orang lain dan sesungguhnya jiwa anda sedang melihat hati orang tersebut. Mata itu disebut al bashiirah (yang maha melihat). Disamping juga bertujuan agar manusia bisa menyaksikan tanda-tanda kebesaran allah di alam semesta ini. Meski kita tidak akan dapat melihat Allah secara langsung, karena hanya Dia yang dapat melihat diri-Nya, tetapi dengan bashiirah kita dapat melihat diri kita sendiri, kita dapat mengenal diri kita sendiri.

HATI
Allah menga nugerahkan hati yang halus dan lembut ke dalam jiwa manusia, tentu saja ini ada maksud dan tujuannya. Diantaranya adalah hati yang dapat merasa dan berpikir. Sifat hati ini adalah selalu mengajak manusia pada jalan yang lurus, mencari kebenaran sejati, mengajak pada kebajikan. Hati ini yang dimana ketika disebut nama allah maka ia akan bergetar, getarannya ini membuat segenap tubuh merinding. Hati ini sangat lembut sehingga ia sangat mudah tersentuh pada hal-hal yang bersifat sensitive, mudah terkesima pada kebesaran ciptaan allah, mudah bergejolak jika ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia Allah swt. Dari sifat hati yang penuh kemuliaan ini yang akan membuat kita bisa merasakan sifat-sifat mulia allah yang ada pada diri kita, sifat yang tenang, sabar, tawadhu dan istiqomah. itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke dalam diri (introspeksi diri) sebagimana firman Allah dalam surat az-Zariat ayat 21:
وَفِى اَنْفُسِكُمْ اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ
Artinya : "Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya."
Disamping mampu merasa, hati yang dimaksud disini juga memiliki kemampuan berpikir dengan sangat tajam. Mampu membuka berbagai khasanah keilmuan. Hati ini yang menjadi pusat kecerdasan manusia, ia mampu berinteraksi bolak-balik dan naik turun sesuai dengan tingkat kebutuhan manusia menggali pengetahuan.

ILMU MENGENAL ALLAH

Inilah makna sesungguhnya dari sebuah hadist nabi saw; jika manusia mampu mengenal diri, maka ia akan mampu mengenal Tuhannya. Karena sesungguhnya salah satu sifat dan kemuliaan allah ada dan bersemayam dalam diri manusia. Manusia harus bisa merasakan dan menjadikannya salah satu potensi untuk meraih kemuliaan sebagai salah satu mahluk yang diciptakan sempurna. Jika kita ingin lebih bisa mengenal dan bahkan bisa melihat cahaya allah, maka itu diperlukan usaha dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Pertama harus mensucikan diri dari segala penyakit hati yang merusak jiwa, lalu melalui upaya terus menerus melakukan kebaikan tanpa mengharap imbalan, kemudian lakukan banyak ibadah yang bisa lebih lagi mendorong semangat sehingga semakin focus .mengapa manusia diharuskan mengenal Tuhannya? Karena Allah adalah zat yang wajib al-wujud yaitu zat yang wajib adanya, tentulah Allah dapat dikenal, dan kewajiban pertama bagi setiap muslim adalah terlebih dahulu mengenal kepada yang disembahnya, barulah ia berbuat ibadah sebagimana sabda Nabi :
أَوَلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ
Artinya: “Pertama sekali di dalam agama ialah mengenal Allah
Kenallah dirimu, sebagaimana sabda Nabi SAW
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.
Makna kenal yang dimaksud diatas adalah ketika seseorang dengan sungguh-sungguh ingin melaihat wujud allah dengan kasat mata, maka manusia itu tidak akan sanggup dan mampu memandang Allah dengan mata telanjang karena Maha Besar Allah dengan segala dzatnya yang agung bola mata manusia tidak pernah sanggup, karena jika ia tetap memaksakan kehendaknya, maka kemungkinan ia akan binasa dan hancur akibat sangat besarnya pancaran cahaya dan tenaga yang dipancarkan. Hal ini sudah pernah terjadi di jaman nabi Musa.
Dan tatkala Nabi Musa datang pada waktu yang kami telah tentukan itu, dan Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan) berkata:” Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku (Dzat-Mu Yang Maha Suci) supaya aku dapat melihat-Mu.” Allah berfirman: ”Kamu sekali-kali tidak dapat melihat-Ku, tetapi pandanglah ke gunung itu.” (Pada saat Nabi Musa memandang gunung itu, begitu juga Allah Taala berpisah sementara daripada jiwa Nabi Musa, maka Nabi Musa pengsan, bukannya mendengar akan letusan gunung tersebut) jika ia tetap berada di tempatnya (sebagaimana sediakala) nescaya kamu dapat melihat-Ku.
(” Engkau adalah aku, aku adalah engkau “, apa yang disaksikan Nabi Musa adalah menyaksikan dirinya di luar dirinya untuk sementara waktu, setelah Allah bertajalli (menzahirkan kebesaran-Nya) kepada gunung itu, (maka) tajalinya itu menjadikan gunung itu hancur lebur dan nabi Musa pun jatuh pengsan.)
Setelah Nabi Musa sadar dan berkata: ” Maha Suci Engkau (wahai Tuhanku), aku bertaubat kepada Engkau dan akulah orang yang pertama beriman (pada zamanku)”
Demikian sedikit paparan Nabi Musa melihat Tuhannya melalui wujud gunung. Dan jelaslah Allah dapat dilihat tetapi bukannya dengan mata kasar, yang dilihat dengan mata kasar itu adalah hijab, oleh itu jangan salah, hati-hati, kalau salah bisa menjadi syirik dan kufur.
Maha Suci Allah Yang Maha Berkuasa, tiada daya sekalian makhluk melainkan Allah.
Maka dari itu cukuplah bagi manusia mengenal Tuhannya dengan cara mengenal dirinya terlebih dahulu, memahami sifat-sifat mulia yang melekat pada dirinya, banyak-banyak mohon ampun dan bertobat, dan perbanyak istigfar, dzikir dan bertasbih. Rasulullah SAW sendiri menjanjikan hal ini dan baginda pernah menyebut bahawa umatnya dapat melihat Allah SWT di saat fana maupun jaga (sadar). KezahiraNya sangat nampak pada hamba. Hadis qudsi Al insanu syirri wa ana syirrohu (Adapun insan itu Rahasiaku Dan Aku pun Rahasianya).
Firman Allah: Kuciptakan Adam dan anak cucunya seperti rupaku (Khalakal insanu ala surati Rahman).
Masing-masing hamba sudah mutkak (esa dengan Tuhannya), satu persatu (esa) diberi sesembahan (Allah di dalam diri), kenapa berpaling mencari Tuhan yang jauh, ini sungguh melampaui batas (tidak makrifat).

Dalilnya, QS Al Hadid 57:4: "Aku beserta hambaku di mana saja dia berada. Oleh itu, janganlah risau dan takut Allah sentiasa bersama kita ke mana saja kita pergi.



NB:
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, jika ada kesalahan dan kekurangan maka itu berasal dari si penulis, dan hanya kepada allah swt semata kebenaran itu kembali. Dan jika anda merasa artikel ini memiliki kesamaan sudut pandang, sebarkanlah kepada saudara seiman, semoga allah memberkati kita semua. amin

Read More..

Selasa, 21 Oktober 2014

Profil Abu Bakar Ba'asyir



Nama Lengkap : Abu Bakar Ba'asyir

Profesi : -

Agama : Islam

Tempat Lahir : Jombang, Jawa Timur

Tanggal Lahir : Rabu, 17 Agustus 1938

Zodiac : Leo

Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI

Nama Abu Bakar Ba'asyir tentu tak asing bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia Islam, politik, dan hukum. Besarnya pengaruh beliau di negara ini tidak bisa dipungkiri lagi, banyak yang pro dan kontra. Berbagai badan intelijen serta PBB yang mengklaim bahwa beliau adalah pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), suatu aliran agama Islam yang sangat liberal dan memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, yang disinyalir merupakan penanggung jawab berbagai aksi terorisme berbasis agama Islam.

Menerima tuduhan,diadili, dan menjadi buronan sepertinya bukan hal yang aneh bagi pria keturunan Arab ini. Tahun 1983, Abu Bakar Ba'asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar oleh pemerintah Orde Baru karena asas tunggal Pancasila dan melarang santrinya melakukan hormat bendera karena hal itu termasuk perbuatan syirik. Keduanya pun divonis 9 tahun penjara. Namun pada tahun 1985, kedua tokoh itu melarikan diri ke Malaysia saat mereka dikenai tahanan rumah. Di Malaysia, pada tahun 1985 sampai 1999 aktivitas beliau hanya berdakwah menurut ajaran Al Quran dan Hadits setiap sebulan sekali dalam sebuah forum tanpa organisasi. Tetapi pemerintah Amerika Serikat memasukkan nama Ba'asyir sebagai salah satu teroris karena keterkaitannya dengan jaringan Al-Qaeda.

Sekembalinya dari Malaysia, Ba'asyir langsung aktif di Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang merupakan salah satu dari Organisasi Islam baru yang bergaris keras dengan tujuan menegakkan Syariah Islam di Indonesia. Pada bulan Februari 2002, Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew, menyatakan bahwa Indonesia, terutama kota Solo sebagai sarang teroris dengan salah satu pentolannya adalah Abu Bakar Ba'asyir.

Pada tanggal 19 April 2002, Abu Bakar Ba'asyir menolak eksekusi atas putusan Mahkamah Agung (MA) untuk menjalani hukuman pidana selama 9 tahun atas dirinya dalam kasus penolakannya terhadap Pancasila sebagai asas tunggal pada tahun 1982 karena menganggap Amerika Serikat mendalangi eksekusi yang sudah kadaluwarsa itu. Kemudian pada bulan April 2002, beliau meminta perlindungan hukum kepada pemerintah atas dasar putusan kasasi MA tahun 1985, sebab dasar hukum untuk penghukuman Ba'asyir, yaitu UU Nomor 11/PNPS/1963 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Subversi sudah tidak berlaku lagi dan pemerintah pun sudah memberi amnesti serta abolisi kepada tahanan dan narapidana politik dari masa itu. 8 Mei 2002, Kejaksaan Agung membatalkan rencana eksekusi terhadap Abu Bakar Ba'asyir. Sebaliknya, Kejagung menyarankan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo (Jawa Tengah) untuk meminta amnesti bagi Ba'asyir kepada Presiden Megawati Soekarnoputri.

8 Agustus 2002, Majelis Mujahidin Indonesia mengadakan kongres I di Yogyakarta untuk membentuk struktur kepemimpinan di mana Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dipilih sebagai ketua Mujahidin sementara. Setelah sekian lama, pada akhir tahun 2002 akhirnya beliau kembali ke pesantren Ngruki untuk mengajar. Tapi kabar kontroversial kembali menyeruak kala pada bulan September 2002 Majalah TIME menulis berita dengan judul "Confessions of an Al Qaeda Terrorist" di mana ditulis bahwa Abu Bakar Ba'asyir disebut-sebut sebagai perencana pemboman di Mesjid Istiqlal. TIME mendasarkan tulisan pada dokumen CIA, dan pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Juni 2002. Seluruh isi artikel tersebut disangkal oleh Abu Bakar Ba'asyir. Oktober 2002, Abu Bakar Ba'asyir mengadukan Majalah TIME, menurutnya berita itu masuk dalam trial by the press dan berakibat pada pencemaran nama baiknya. Proses hukum dan usaha penjelasan pada masyarakat mengenai kasus ini berlangsung sepanjang tahun 2002.

18 Oktober 2002, Ba'asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian RI sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali. Kemudian tanggal 3 Maret 2005 Ba'asyir dinyatakan bersalah dan dihukum 2,5 tahun penjara atas konspirasi serangan bom Bali 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003.

17 Agustus 2005, masa tahanannya dikurangi 4 bulan 15 hari hingga akhirnya bebas pada 14 Juni 2006. Tapi pada tanggal 9 Agustus 2010 Abu Bakar Ba'asyir kembali ditahan oleh Kepolisian RI di Banjar Patroman atas tuduhan membentuk satu cabang Al-Qaeda di Aceh.

Ba'asyir akhirnya dijatuhi hukuman penjara 15 tahun pada 16 Juni 2011 oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.



Riset dan analisis oleh Swasti Prawidya Mukti
PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (1959)
Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad, Solo, Jawa Tengah (1963)

KARIR

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo
Selanjutnya adalah menjabat Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Solo
Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (1961)
Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam
memimpin Pondok Pesantren Al Mu’min (1972)
Ketua Organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tahun 2002.
Mendirikan Pesantren Al-Mu’min di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, bersama dengan Abdullah Sungkar (1972)


Read More..

Minggu, 12 Oktober 2014

OTAK BUKAN SUMBER KECERDASAN UMAT MUSLIM

Tahukah anda bahwa pusat kecerdasan manusia ternyata tidaklah terpusat di otak. Memang benar otak adalah tempat berfikir dan belajar tetapi ia bukanlah satu-satunya penyebab seseorang memiliki kemampuan intelegensi atau kecerdasan, ada sebab lain. Otak memang berperan besar dalam kehidupan manusia, namun ia juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Dan dari setiap kelemahannya ini ada unsur lain yang sangat berperan sehingga otak ini bisa berfungsi sebagaimana seharusnya. Berikut dikisahkan bagaimana proses penciptaa akal ketika masa Nabi Adam as. Diawal penciptaan manusia, Nabi Adam sudah menjabarkan bahwa manusia sangat membutuhkan akal untuk menunjang eksistensi kehidupannya. Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju.

Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:
“ ...dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70) ”
Dan dalam rangka meyakinkan para pendahulunya yaitu para malaikat untuk percaya bahwa manusia adalah mahluk Allah yang pantas menjadi khalifah di muka bumi, maka Allah memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda langit. Para malaikat tidak sanggup menjawab firman Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahwa hanya Allah lah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.

Dengan demikian, jelaslah bahwa bagaimanapun manusia membutuhkan peran akal dalam menjalankan kehidupannya di dunia, karena dengan akal manusia bisa mengenal dan memahami seluruh ciptaan-Nya.

Lalu mengapa sebagian orang beranggapan bahwa ukuran kecerdasan hanya dilihat dari intelektualnya saja. Cerdas disini harusnya kita maknai dengan seseorang yang memiliki kemampuan mengelola sumber intelektual, emosional dan spiritual dalam dirinya. Karena pada masa lalu ada banyak sekali manusia yang mengagungkan kecerdasan akal lalu hidupnya berakhir dengan kehancuran akibat ulah akalnya yang sombong, misalnya firaun dan korun yang ditenggelamkan oleh Allah ke dasar laut.
Atau jika sebagian orang setuju menyebut Albert Einstein dan Aristoteles seorang jenius, lalu bagaimana anda melihat seorang Ibnu Sina atau Imam Al Gazali? Mana diantara kedua tokoh ini yang memimiliki kecerdasan sejati? Itulah sebabnya, artikel ini akan membuktikan kepada kita semua, bahwa otak bukanlah satu-satunya sumber utama kecerdasan manusia terutama umat muslim. Ada sumber kecerdasan lain yang jauh lebih besar perannya dibanding otak/akal. Apa itu? mari kita simak sama-sama.



KECERDASAN HAKIKI UMAT MUSLIM


Sumber kecerdasan yang sebenarnya adanya di Hati, ia adalah sang BIG BOSS yang memberi perintah kepada otak untuk melakukan apapun yang diinginkan. Ketika hati memberi perintah, maka otak sama sekali tidak bisa menolak dan menghindar, perintah itu harus segera dilaksanakan.Ada satu hadist yang menunjuk dengan jelas besarnya peran hati manusia yaitu Hadist Nabi Muhammad saw junjungan kita:
...اَلاَوَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُدْغَةً اِذَاصَلُحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ آلآوَهِيَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, bila ia telah baik maka baiklah sekalian badan. Dan bila ia rusak, maka rusaklah sekalian badan. Dan bila ia rusak maka binasalah sekalian badan, itulah yang dikatakan hati”.
Ini artinya segumpal darah inilah yang menentukan nilai hidup seseorang, bahkan termasuk otak/akalnya/tingkat kecerdasannya. Apakah seseorang itu memiliki akal yang baik atau tidak itu sangat ditentukan oleh kualitas hatinya. Semakin baik kualitas hati, maka semakin baik pula tingkat kecerdasan yang dimiliki.

Sebelum para ilmuwan barat mempublikasikan temuan mereka tentang kelebihan akal, ribuan tahun lalu Al Quran juga sudah mengabarkan tentang sumber utama kecerdasan manusia. Kitab suci ini sudah menjelaskan bahwa setelah lapis demi lapis mineral tubuh kasar manusia terbentuk dan tersusun rapih lalu sampailah kepada unsur ketiga yaitu roh (unsur Lahut/Malakut) yang di-install Allah SWT ke dalam hati termasuk didalamnya adalah kemampuan penglihatan, pendengaran, dan pemahaman sebagaimana ditegaskan lagi di dalam Alquran Surat Ali Imran berikut ini:

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuh/jasad nya ruh Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.”

Jadi disamping telah menyiapkan unsure material, Allah juga melengkapinya dengan unsure ruh ke dalam hati yang memiliki kemampuan merasa, mendengar, melihat dan memahami. Inilah yang disebut kecerdasan sejati seseorang. Seorang manusia bisa melakukan proses belajar dan mengambil hikmah, itu karena ia memiliki hati yang bisa merasa dan memahami dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Adapun kemampuan penglihatan yang di maksud disini adalah sangat tajamnya mata hati, bukan bola mata yang ada di pelupuk, mata hati ini adalah salah satu unsure halus yang mana ia bisa menembus alam malakut, mampu membaca tanda kebesaran allah, mampu melihat cahaya illahi, mampu memberi arti, mampu memahami dan mau menerima. Lalu kemampuan pendengaran yang dimaksud diatas adalah, kemampuan mendengarkan kepada ajakan menuju kebaikan, mampu mendengar panggilan suara mata hati yang berbisik pada kebajikan, mampu membedakan ajakan pada kebaikan dan keburukan (bisikan iblis), mau mendengarkan merdunya lantunan ayat suci al quran dengan khusuk, dan mau mendengarkan nasihat, semua ini adalah anugerah kecerdasan sejati yang dikaruniakan allah kepada hambanya. Jangankan kemampuan intelektual diatas kertas berupa berbagai sandangan gelar, jika seorang muslim mampu mengoptimalkan kecerdasan ini maka ia akan di naikkan derajatnya beberapa tingkatan, mampu melihat dan menembus alam malakut dan pada akhirnya sesuai janji allah maka seluruh mahluk akan berlutut dan menyembah dirinya dan mengakui bahwa ia adalah mahluk allah yang sempurna. Itulah kecerdasan hakiki seorang muslim, seandainya ia mengetahui.

HAKIKAT AKAL/OTAK MANUSIA


Sangat besarnya peran hati, namun bukan berarti otak tidak memiliki keistimewaan dan tidak dibutuhkan oleh seorang muslim. Peran akal sangat dibutuhkan manusia, hanya saja manusia juga harus mau mengajak akal kepada kebaikan dan keimanan, karena Akal/otak ini tidak bisa berdiri sendiri ia masih membutuhkan bimbingan dan tempaan. Hanya hati yang bisa menuntun akal kepada jalan yang lurus, yaitu di dalam hati yang bersih dan penuh rahmat dan hidayah ALlah swt. Didalam hati yang sabar dan tulus ikhlas maka akal akan tunduk kepada hati.

Para peneliti sudah membuktikan bahwa selama ini peran otak bagi manusia masih sedikit, seperti yang sudah mereka jabarkan baru mencapai 10 persen dari total keseluruhan fungsi yang ada, yaitu mencakup penyimpanan data. System kerja otak dalam kaitannya dengan fungsi hati adalah; otak bertugas untuk mengenal semua benda dan materi yang ada dihadapannya melalui visualisasikan organ mata untuk mengetahui spesifikasi benda meliputi nama, bau, suara, warna, ukuran, tempat dan waktu. Semua data yang bersifat tampilan benda itu bisa disebut foto spek untuk sementara disimpan dalam memori otak. Otak menyimpan semua data detail benda yang dilihatnya tadi, lalu disimpan dalam sebuah lemari khusus dimana sewaktu-waktu ketika hati membutuhkan sesuatu yang berkaitan dengan benda tersebut, maka otak akan menampilkan kembali data yang dimaksud dan kadang juga otak memiliki beberapa data pembanding lain yang bisa dijadikan acuan bagi hati untuk menentukan mana yang akan menjadi pilihan.

Kita ambil contoh saja seperti ini, suatu waktu kita ingin membeli sebuah tas, dengan spesifikasi tertentu, maka seketika otak akan berusaha mengingat-ingat dimana ia pernah menemukan tas dengan spek yang dimaksud tersebut, lalu muncullah beberapa alternative tas dalam benak kita, dimana pada suatu momen kita pernah melihat benda tersebut tergantung di etalase, lalu otak kembali mencari jejak pada momen apa saat itu, misalnya pada saat hari raya, lalu dikaitkan lagi pada waktu itu sedang berpergian dengan siapa, menggunakan pakaian warna apa dan seterusnya hingga akhirnya otak bisa menunjukkan kepada hati bahwa ia pernah melihat tas yang dimasud di lokasi A. lalu hati akan lebih memastikan lagi dengan menggunakan intuisinya mengenai kesesuaian spek yang di berikan otak dengan spek yang diinginkan (hati adalah sumber keinginan), jika sesuai maka hati akan memberikan perhatian khusus dengan cara meminta otak untuk lebih banyak lagi memberikan akurasi data, jika memang sudah dipastikan maka hati akan memutuskan untuk melakukan perjalan ke lokasi yang dimaksud dan meminta otak untuk mengatur jadwal keberangkatan. Itulah bentuk pembagian fungsi dan peran kedua organ tersebut.

Dalam hal kapasitas memori, hati mampu menyimpan semua memori dari sejak lahir hingga jasad terkubur dalam tanah. Ibarat server yang besar, mampu menyimpan data dalam jumlah besar pula. Tidak ada yang luput satu pun, semua tersimpan dengan baik, mulai dari data kejahatan maupun kebaikan. Berbeda dengan otak/akal, kapasitas memori otak memang terbatas, itulah sebabnya manusia kadang mudah lupa dan khilaf. Dan itu juga sebabnya, di alam barzah nanti, bagian tubuh yang akan menjadi saksi atas setiap amal perbuatan kita adalah hati, bagian ini yang akan dimintakan pertanggung jawaban kelak, bukan akal. Akal sudah hancur bersama leburnya jasad di dalam kubur.

Semua proses belajar dan berpikir memang dilakukan di otak, tetapi hatilah yang mengjadi pusat pengambilan keputusan. Ketika hati melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan, maka hati yang akan menanggung akibatnya, diantaranya ia akan merasa gelisah, takut, marah, dan kecewa. Anda lihat sendiri kan, sedikit kesalahan yang dilakukan hati maka akan membuat kacau suasana hati, bukan membuat kacau kerja otak. Otak masih tetap melakukan pekerjaannya tanpa terganggu pada suasana hati, masih tetap beraktifitas, tetapi jika hati sudah merasakan sakit, hanya sedikit yang bisa dilakukan otak, yaitu mencari jalan keluar yang bersifat sementara, misalnya minum obat. Sakit hati akan kembali muncul ketika pengaruh obat hilang, dan pada akhirnya suasana harus ditata kembali pada kondisi normal agar bisa segera mencari pemecahan masalah melalui kerja otak, sehingga permasalahan bisa dipecahkan dalam keadaan tenang.

Disamping itu, kitab suci Al quran dan hadist juga tidak pernah merujuk kehebatan akal/otak adalah sumber kebahagian dan ketenangan. Namun, banyak sekali ayat yang merujuk kepada kemampuan mengelola hati/jiwa. Hampir semua ayat menekankan manusia untuk banyak-banyak menjaga hati, banyak-banyak berdzikir dan bertasbih dengan hati, bukan dengan mengembangkan otak/akal. Hampir semua ayat mengajak manusia untuk menjauhkan hati dari sifat tercela, banyak-banyak mengamalkan amalan hati dan lain sebagainya dianjurkan bagi muslimin untuk banyak mengembangkan dan bertindak dengan hati, bukan dengan akal. Ini artinya apa? Ini artinya hati adalah raja bagi diri manusia, ia adalah sang pemimpin yang seharusnya menjadi bagian yang paling banyak kita perhatikan dan kita jaga, akal hanyalah salah satu bagian pendukung fungsi hati. Sesuai amanah yang sudah ditetapkan dalam kitab suci kaum muslim, harusnya seorang muslim banyak mengamalkan ilmu hati, bukan otak. Tidak ada amalan yang dianjurkan untuk bisa memuliakan otak, tetapi ada banyak amalan yang bisa dilaksanakan untuk memuliakan hati. Berikut berbagai firman terkait dengan hati:
قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ اللهُ MENURUT para sufi:

“Hati seorang mukmin itu adalah rumah Allah”.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّ
“Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan mengingat Tuhan-Nya, maka didirikannya shalat”. (Q.S. 87 Al-A’la: 14-15)

مَاكَذَبَ الْفُؤَادُ مَارَآى
“Tidak dusta apa yang telah dilihat oleh mata hati”. (Q.S. An-Najm: 11)

لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَلَةٌ وَصَقَلَةُ الْقَلْبُ ذِكْرُاللهُ
“Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَا
“Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”. (Q.S. 91 As-Syamsi: 9-10)

Lalu mengapa ilmuwan barat terlalu banyak mengekspos kehebatan otak? Dan bahkan banyak muslim yang mengamini dan mengikuti jejak mereka untuk ikut mengagung-agungkan kemampuan otak?
Karena ilmuwan barat tidak punya pedoman hidup se detail dan sesempurna Al quran dan hadist, maka mereka tentunya sangat menyembah kemampuan akal/otak sebagai salah satu sumber kemampuan dasar manusia yang paling utama. Mereka tidak percaya kepada hati, karena didalam hati mereka tidak ada cahaya iman yang dipancarkan Allah ke dalam lubuk sanubarinya, kebanyakan hati mereka adalah kosong dan hampa. Berbeda dengan hati seorang muslim, sekecil apapun itu pasti selalu ada lilin yang menerangi hatinya dan tidak pernah kegelapan. Dan ketika seorang muslim mau mengikuti jejak berpikir ilmuwan barat, itu sebagai sebab dari kurangnya ia mengamalkan hati, bagian dari kurangnya iman. Satu hal penting yang harus kita ingat adalah bahwa kebanyakan para ilmuwan barat menganut faham atheism, yaitu sebuah faham yang menolak keberadaan Tuhan Sang Maha Pencipta. Jadi wajar mereka menyembah akal, karena diri mereka pribadi tidak bertuhan.

IMAN PARA SAHABAT NABI

Sesungguhnya perjuangan yang bisa mengantarkan generasi pendahulu umat ini menuju kejayaan bukan akibat kekarnya tubuh mereka, lengkapnya persenjataan mereka, atau harta mereka yang melimpah ruah di mana-mana. Akan tetapi karena Allah ta’ala melihat hati-hati mereka dan Allah menemukan bahwa hati mereka adalah hati-hati yang bersih dari syirik dan ketergantungan hati kepada selain-Nya, itulah hati sebaik-baik golongan manusia yang pernah hidup di jagat raya ini. Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba. Dan Allah dapati hati Muhammad adalah sebaik-baik hati manusia maka Allah pun memilihnya untuk diri-Nya dan Allah bangkitkan dia sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati hamba-hamba yang lain setelah hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Allah dapati bahwa hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati manusia. Maka Allah pun menjadikan mereka sebagai pembantu nabi-Nya dan berperang bersama beliau untuk membela agama-Nya…” (HR. Ahmad di dalam Musnadnya)

Apakah yang membedakan tubuh kita dengan tubuh para sahabat? Mereka punya kaki, tangan dan indera sebagaimana yang kita miliki. Mereka mengeluarkan harta untuk berinfak dan kita pun mengeluarkannya. Mereka mengerjakan shalat, dan kita pun mengerjakannya seperti mereka. Mereka makan dan minum sebagaimana kita juga butuh makan dan minum. Namun, ketahuilah saudaraku, ternyata apa yang tertancap di dalam dada kita tidak sehebat dan sekokoh yang tertancap di dalam dada para sahabat. Mereka memiliki keimanan laksana gunung. Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu mengatakan, “Seandainya iman yang dimiliki Abu Bakar ditimbang dengan iman segenap penduduk bumi (selain para nabi, pen), niscaya timbangannya lebih berat daripada timbangan iman mereka.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman). Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan, “Barangsiapa di antara kalian yang ingin meniti sebuah jalan maka ikutilah jalan yang ditempuh oleh para ulama yang sudah meninggal itu yaitu para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah manusia-manusia terbaik dari umat ini. Hati mereka lebih baik, dan ilmu mereka lebih dalam, serta paling sedikit membeban-bebani diri. Suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentransfer agama-Nya, maka tirulah akhlak dan jalan hidup mereka. Sebab mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (HR. Al Baghawi dalam Syarh As Sunnah)




Berikut ini adalah salah satu bukti bahwa otak bukanlah sumber kecerdasan manusia, kisah nyata ini terjadi di salah satu negara bagian di afrika yaitu Tanzania, seorang bayi ajaib lahir ditengah keluarga katolik yang taat, dimana bayi tersebut memiliki kemampuan tidak lazim pada kebanyakan bayi pada umumnya. Pada usia 2 bulan tanpa ada yang memberi pengajaran, pengetahuan dan pemahaman, karena seluruh anggota keluarganya bukan muslim, bayi ini bisa melafazkan berbagai ayat al quran dengan sangat fasih dan jelas. Pada usai lima tahun ia sudah mampu menguasai lima bahasa sekaligus. Menurut anda apakah anak ini tergolong cerdas? Lalu kecerdasan anak ini berasal dari otak atau hati? Ya, allah memberi hidayah melalui hati, bukan otak, dan nyatanya walau dalam usia sangat muda ia bisa menerima hidayah dengan sempurna dan bisa menyampaikannya kembali kepada khalayak umum bahwa allah telah membuka lebar mata hati si anak ini dan ternyata otaknya pun bisa membaca perintah yang disampaikan hati untuk diungkapkan secara jelas melalui lidah dan anggota tubuh lainnya, apakah menurut anda hal ini mustahil? Tentu saja tidak ada yang tidak mungkin, dan semua itu memang bagian dari rahasia ilahi.


3 Januari 2013

Assalaamu Alaikum Warakhmatullaahi Wabarakaatuh
Kisah ini adalah kisah nyata tentang seorang bocah ajaib , yang lahir ke dunia sebagai pertanda kebesaran Tuhan. Arusha adalah nama sebuah kota di Tanzania Afrika, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Kristiani di sana terbagi menjadi dua sekte, yaitu Kristen Anglikan dan Kristen Katolik. Di kota Arusha inilah lahir seorang anak ajaib dari pasangan suami isteri Domisia Kimaro dan Francis Fundinkira yang beragama KRISTEN KATOLIK .
Sebagai Kristiani yang taat beribadat, sudah barang tentu mereka menginginkan anak yang taat , dekat dengan gereja dan rajin melakukan kebaktian sebagaimana yg mereka lakukan selama ini. Maka beberapa minggu setelah anak laki-lakinya lahir , mereka berniat membawa bayi tersebut ke gereja untuk dibaptis.

Dengan berpakaian rapi dan wajah berseri merekapun bergegas menuju gereja . Namun kira2 20 langkah sebelum memasuki altar gereja, mereka seakan mendengar suara sayup yang mengagetkan . Tidak jelas di telinga mereka dari mana sumber suara itu berasal. Suara deru angin gurun dan juga lalu lalang kendaraan membuat pendengaran mereka tidak begitu fokus. Namun ketika mereka berhenti, ternyata suara itu adalah suara anak mereka sendiri. Bayi kecil itu telah mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak mereka percayai mampu berbicara dengan kalimat sebagai berikut : “Mama usinibibaptize, naamini kwa ALLAH na jumbe wake Muhammad Saw !” yg dalam bahasa Indonesianya “Ibu tolong jangan baptis saya, saya adalah orang yang beriman kepada ALLAH dan Rasul-Nya Muhammad Saw” .
Mendengar ini, maka dengan gemetar kedua orang tua tsb membawa pulang bayi tersebut , dan tidak jadi membaptisnya.

Dengan penuh tanda tanya, Domisia Kimaro dan Francis Fundinkira merawat bayinya , dan pada awal Bulan Maret 1994, saat bayi tersebut berumur dua bulan, bayi tersebut tidak mau lagi menyusu kepada ibunya, setelah dibawa ke dokter, maka dokter menyatakan tidak ada yg aneh dengan bayinya, mungkin hanya perlu merubah style menyusui, namun setelah saran itu dicoba, tetap saja bayi tersebut tidak mau menyusu , dan tidak diketahui apa penyebabnya. Maka hari demi hari dilalui dengan tanpa ASI dari sang Ibu.
Dan pada umur 4 bulan terjadilah satu hal yg aneh . Pagi itu sesudah anak Domisia dimandikan dan dipakaikan baju dengan rapih, tiba2 mulut mungil anak itu melantunkan sesuatu berulang-ulang dalam bahasa yang tidak dimengerti suami isteri ini apa maksudnya. Maka bergegas Francis menuju gereja menyampaikan hal ini kepada pastur agar menangani anaknya yang ia duga kerasukan "pastur , tolong anak saya kerasukan . Doakan anak saya pastur , tolong !" . setelah berdialog dengan francis sebentar, maka sang pasturpun bergegas menuju rumah domisia beriringan dengan Francis .
Sesampainya di sana lalu sang pastur berusaha mengobati dengan menghadapkan tanda salib ke wajah anak tsb sambil berdoa, namun tetap saja anak tersebut melantunkan suara tsb berulang-ulang. Maka pulanglah sang pastur tanpa hasil, dan suami isteri tersebut termenung dengan pikiran kalut penuh tanda tanya . Dan selama berhari-hari anak itu tetap melantunkan nyanyiannya pada saat - saat tertentu.
Peristiwa tersebut akhirnya menjadi bahan pembicaraan tetangga di sekitar rumah mereka dan akhirnya peristiwa ini sampai ke tetangga (seorang muslim bernama Abu Ayub) yg rumahnya berjarak beberapa rumah dari keluarga suami isteri ini, bahwa anak tetangga kesurupan setan.
Dan sebagai tetangga maka si muslim ini bermaksud menjenguk suami isteri, dengan harapan ingin menawarkan bantuan untuk mengobati. Maka berkunjunglah si muslim ini ke sana. Dan atas ijin keluarga Francis Fundinkira, maka ia mendatangi anak tersebut , dan lamat2 ia dengarkan suara yang keluar dari mulut anak tersebut, namun masih kurang jelas, maka didekatkannya telinganya ke mulut anak tersebut.
Serentak ia kaget dan undur ke belakang, namun kemudian ia dekatkan lagi untuk lebih meyakinkan tentang apa yang didengarnya. Maka ia pun yakin, dan dengan wajah masih diliputi keheranan, ia dekati kedua orang tua anak tsb , dan menjelaskan “Bapak Ibu, percaya atau tidak percaya, anak ibu tidak kerasukan setan, suara yang keluar dari mulut anak Bapak Ibu adalah bacaan AL-QUR’AN” . Mendengar ini kontan saja suami isteri itu saling pandang ter heran-heran. Dan apakah yang di baca anak tsb ? , ayat inilah yang dilantunkan mulut kecilnya secara berulang-ulang :

“........maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS AL BAQARAH : 54)

Ayat yang dibaca oleh anak itu adalah penggalan dari Surat AL BAQARAH ayat 54
Maha besar ALLAH , apabila DIA berkehendak sesuatu, maka sesuatu itu pasti akan terjadi. Rupanya keluarga suami isteri tsb mendapat rakhmat dan hidayah dari ALLAH melalui anaknya sendiri. Yang akhirnya suami isteri tersebut mulai belajar tentang Islam dari Abu Ayub tetangganya, dan akhirnya berpindah agama dari kristen katolik masuk ke Islam.
Peristiwa ini mengingatkan kita pada Nabi Isa yang berbicara semasa masih bayi . Dan anak dari suami isteri tsb terus melantunkan bacaan yang berbeda dari hari kehari, tanpa diajari siapapun !!, hingga umurnya 1,5 tahun dia sudah hafal AL QUR'AN dengan bacaan yg fasih dan baik , serta memahami isi ajarannya .Bahkan bukan hanya AL QUR'AN , dia juga hafal Injil tanpa ada yg mengajari, sungguh luar biasa. Dan sholat 5 (lima) waktu pun sudah mampu ia tunaikan. Hingga kurang lebih pada umur 5 tahun , dia fasih berbicara dalam 5 bahasa, Inggris , Perancis, Itali , Arab dan Swahili tanpa ada yang mengajarnya . Anak tersebut diberi nama Syarifuddin Khalifah, sampai sekarang berceramah mengajarkan Islam , hingga ribuan orang berhasil diajak masuk Islam, ALLAAHU AKBAR . Lalu siapakah yang mengilhamkan semua ini , tak lain adalah ALLAH . Ilmu yang didapat seseorang atas ilham ALLAH tanpa melalui proses belajar , ataupun diajar oleh manusia lain biasa disebut Ilmu Laduni. Hal ini mengingatkan kita pada hamba ALLAH , yang mana nabi Musa AS disuruh belajar padanya, yaitu Nabi Khidlir yang diberi Ilmu oleh ALLAH , sehingga dapat mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi.

UMUR 5 (LIMA) TAHUN SYEKH SYARIFUDDIN TELAH MENGISLAMKAN RIBUAN ORANG

Peristiwa ini terjadi pada saat umur Syarifuddin kurang lebih 5 (lima) tahun. Hari itu matahari sedang terik di hamparan gurun pasir yang luas. Seribuan orang lebih telah memadati Pumwani, suatu distrik yang berada di Kenya. Di tengah masa menunggu dimulainya acara, mata orang-orang yang hadir di situ sibuk mencari-cari sosok Syarifuddin Khalifah, anak yang belakangan ini menjadi buruan para pencari berita, baik cetak maupun elektronik dalam dan luar negeri. Dialah anak kecil yang oleh umat Islam di Afrika dikenal dengan sebutan Syekh Syarifuddin Khalifah atau Miracle Kid Of East Africa . Dia akan datang atas undangan Kenya Moslem's League.
Maka tampaklah sebuah mobil GMC hitam memasuki tempat dimana ribuan orang berkumpul. Ketika jendela terbuka , tampaklah seorang bocah melambai - lambaikan tangannya , dialah Syekh Syarifuddin Khalifah. di kanan kiri mobil puluhan aparat militer berseragam resmi berlari-lari mengikuti laju pelan mobil itu. Kemudian Syekh turun diikuti orang-orang terdekatnya. Maka riuhlah para hadirin menyapanya.
Orang - orang yang berbondong - bondong hadir , bukan hanya orang Islam, tetapi di setiap ceramahnya selalu banyak dihadiri umat Kristiani . Kemampuan yg luar biasa ini telah menarik perhatian umat Kristiani , apalagi mereka mendengar bahwa Syekh Syarifuddin terlahir dari keluarga Kristen Katolik, sehingga mereka berspekulasi bahwa dia adalah Yesus yang dibangkitkan kembali ke dunia.
Namun banyak juga yang menganggap bahwa kisah Syarifuddin di Youtube cuma Hoax belaka. Memang ini adalah satu hal yang luar biasa, sehingga sulit bagi orang untuk percaya, kecuali dia melihat dengan mata kepala sendiri. Kelompok yg tidak percaya ini menganggap bahwa Syarifuddin menghafal sebelumnya semua yang akan dikatakannya dalam ceramah .
Dalam ceramahnya Syekh sering menyinggung masalah yang berkaitan dengan agama kristen, tentang siapa sebenarnya Isa al-Masih putera Maryam atau Yesus dan juga menjelaskan mengenai Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir . Hujjah yang kuat yang dimiliki Syekh Syarifuddin , disamping hafalannya terhadap AL QUR'AN, Injil dan juga hadits - hadits Rasulullah membuat audiensnya terkesima, sehingga sering dalam acara tanya jawab dalam ceramahnya, Syekh Syarifuddin ditanya oleh orang - orang kristen " Are you Yesus ? " . Maka seperti biasa dengan tenang Syekh Syarifuddin menjawab, "No...., I'm not Jesus , I'm created by God, the same God who created Jesus.". " Aku bukan Yesus, aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama yang menciptakan Yesus." . Syekh Syarifuddin kemudian menjelaskan bahwa Yesus hanyalah seorang Nabi dan rasul ALLAH, seperti nabi Musa . Mukjizat yang dimilikinya seperti menghidupkan orang mati , menyembuhkan penyakit , itu semua adalah karunia ALLAH. Semua dapat terjadi dengan ijin ALLAH. Syekh juga menjelaskan bahwa agama yang diridhoi di sisi ALLAH hanyalah Islam. Dan biasanya setelah ceramahnya, banyak umat kristiani yang kemudian bersyahadat masuk Islam .
Itulah kisah yang luar biasa dari seorang hamba ALLAH yang bernama Syekh Syarifuddin Khalifah. Saat ini (saat artikel ini ditulis) bulan Januari tahun 2013 umur Syekh kurang lebih 19 tahun.

BERIKUT INI LINK VIDEO CERAMAH DARI SYEKH SYARIFUDDIN KHALIFAH :

http://www.youtube.com/watch?v=IN695peGAx8
http://www.youtube.com/watch?v=fOrPr_GiJRY
Kisah ini dikutip dari buku yang ditulis oleh Mujahidin Nur, berjudul "BOCAH YANG MENGISLAMKAN RIBUAN ORANG" yang bisa didapat di toko-toko buku . Semoga ini bisa menjadi kisah yang dapat menambah kekuatan iman kita. Dan mari kita berdoa bersama semoga keinginan beberapa muslim untuk menghadirkan Syekh Syarifuddin ke Indonesia dapat terwujud

Read More..

Senin, 06 Oktober 2014

BIOGRAFI IBNU SINA

Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.



Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.


Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;

“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakan orang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya... Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.” Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya.



Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, tak menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.



Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.



Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.



Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi,
kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.



Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.



Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”



Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.



Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.



Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.



Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.



Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Biografi Imam Bukhari

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi. Akan tetapi beliau lebih terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, karena beliau lahir di kota Bukhara, Turkistan.

Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.

Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam.
Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, Abdullah bin Raja’, Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya.

Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.
Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”.

Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq, “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari, pent.)?” Beliau menjawab, ”Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”.
Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang hidup sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) terhadap beliau. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud:

Muhammad bin Abi Hatim berkata, “Saya mendengar Ibrahim bin Khalid Al Marwazi berkata, “Saya melihat Abu Ammar Al Husein bin Harits memuji Abu Abdillah Al Bukhari, lalu beliau berkata, “Saya tidak pernah melihat orang seperti dia. Seolah-olah dia diciptakan oleh Allah hanya untuk hadits”.
Abu Bakar Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah berkata, “Saya tidak pernah meliahat di kolong langit seseorang yang lebih mengetahui dan lebih kuat hafalannya tentang hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dari pada Muhammad bin Ismail (Al Bukhari).”Muhammad bin Abi Hatim berkata, “ Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al
Bukhari) berkata, “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Saya katakan kepada mereka, “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku, dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. ‘Amr berkata kepada mereka, “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”.

Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran.
Hubungannya dengan kitab tersebut, ada seorang ulama besar ahli fikih, yaitu Abu Zaid Al Marwazi menuturkan, “Suatu ketika saya tertidur pada sebuah tempat (dekat Ka’bah –ed) di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim. Di dalam tidur saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau berkata kepada saya, “Hai Abu Zaid, sampai kapan engaku mempelajari kitab Asy-Syafi’i, sementara engkau tidak mempelajari kitabku? Saya berkata, “Wahai Baginda Rasulullah, kitab apa yang Baginda maksud?” Rasulullah menjawab, “ Kitab Jami’ karya Muhammad bin Ismail”. Karya Al Imam Al Bukhari yang lain yang terkenal adalah kita At-Tarikh yang berisi tentang hal-ihwal para sahabat dan tabi’in serta ucapan-ucapan (pendapat-pendapat) mereka. Di bidang akhlak belau menyusun kitab Al Adab Al Mufrad. Dan di bidang akidah beliau menyusun kitab Khalqu Af’aal Al Ibaad.

Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan.
Abu Bakar bin Munir berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata, “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah, saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain).”
Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata, “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan, “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”.
Sulaim berkata, “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam, leblih wara’ (takwa), dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail.”

Al Firabri berkata, “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya, “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab, “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Sampaikan salamku kepadanya!”
Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.

Sumber:
Siyar A’laam An-Nubala’ karya Al Imam Adz-Dzahabi dll

Read More..

Rabu, 24 September 2014

PROFIL LENGKAP ISIS

Kelompok pejuang Negara Islam Irak Suriah (ISIS) belakangan menjadi pembicaraan di seluruh dunia, mereka sukses merebut beberapa wilayah Irak, mengambil alih ladang minyak dan menguasai perbatasan Irak Suriah.

Beberapa hari lalu pemimpin utama ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi untuk pertamakali muncul ke publik melalui sebuah Video dan mengajaka umat Islam dunia untuk bersatu bersamanya.
Banyak masyarakat dunia bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Abu Bakr Al-Baghdadi. Berikut beberapa fakta pemimpin Isis yang bersumber dari BusinesInsider.


1) Abu Bakr al-Baghdadi bukan lah nama Asli nya.
Beberapa sumber menyatakan nama sebenarnya Abu Bakr al-baghdadi adalah Ibrahim Awwad Ibrahim Ali al-Badri al-Samarrai in Samarra, lahir di Irak pada tahun 1971.

2) Sosok yang cerdas
Baghdadi memperoleh gelar master PhD studi Islam di Universitas Baghdad sekitar tahun 2000. Ia pernah tinggal di sebuah masjid di kota Baghdad.

3) Dapatkan Beasiswa
Saat Amerika menginvasi Irak tahun 2003, Baghdadi pernah menerima beasiswa untuk melanjutkan studinya.

4) Foto berikut merupakan foto asli dari wajah Baghdadi (sumber kementrian dalam negeri irak)

5) Informasi dari seorang Baghdadi di hargai 10 Juta Dollar
Sejak oktober 2011, Baghdadi telah menjadi buronan Amerika dan menawarkan hadiah 10 Juta Dollar bagi siapapun yang dapat memberikan informasi nya. Selain Baghdadi, pimpinan global Al-Qaeda Ayman al-Zahwahiri di hargai 25 Juta Dollar.

6) Pernah di Tahan oleh Amerika
Baghdadi pernah menghabiskan waktu sebagai tahanan Amerika Serikat di Camp Bucca dekat perbatasan Kuwait - Irak. The Daily Beast melaporkan Baghdadi menghabiskan 4 tahun di Bucca sebelum di bebaskan pada tahun 2009 lalu.



Kuasai 11 Ladang Minyak, ISIS di "Nobatkan" Sebagai Kelompok Terkaya di Dunia
Kelompok ISIS semakin memperlihatkan kekuatannya, kali ini mereka menjadi sebuah kekuatan besar dengan menjadikan beberapa ladang minyak sebagai pemasukan untuk biaya perang. Dengan adanya ladang minyak, ISIS menjadi satu-satunya kelompok terkaya di dunia dengan penghasilan melebihi $3 Juta Perhari.

Sumber daya militan ISIS melebihi kelompok lain yang telah terlebih dahulu eksis "kata seorang pejabat intelijen AS", dengan kekayaan mereka bahkan pihak Amerika sendiri telah waspada, dengan kekayaan luar biasa, Amerika semakin menanggapi serius terhadap ancaman ISIS yang akan segera melakukan serangan terhadap AS.

Kelompok IS sejauh ini sudah menguasai sebagian besar dari Suriah dan Irak dan telah mengambil alih 11 ladang minyak sebagai pemasukan utama.

"ada banyak uang yang akan (mereka) buat" kata Denise Natali, yang berkerja di Kurdistan dan sekarang sebagai seorang peneliti di Universitas Pertahanan Amerika.

Menurut sumber Businessinsider, Untuk penjualan minyak, IS memberikan diskon dimulai 25 - 60 persen per barel yang biasa dijual $100, karena bisnis minyak itu mereka (IS) mendapati pemasukan mencapai 3 juta dollar perhari bahkan lebih.



AS Khawatir Bangkrut Jika Perang Melawan ISIS

Ron Paul, mantan anggota Kongres, memperingatkan Presiden Barrack Obama akan kemungkinan AS bangkrut akibat memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Perang dengan ISIS hanya akan menyakitkan dan berakhir dengan kebangkrutan AS," ujar Paul dalam wawancara dengan US News. "Terlebih jika tidak ada satu pun militan ISIS terbunuh."

Sebelumnya Obama mengatakan AS akan memperluas kampanye pemboman sampai ke luar Irak dan Suriah, untuk menghancurkan ISIS. Obama mengesampingkan pengiriman pasukan karena berbiaya tinggi.

Namun Jenderal Martin Dempsey, Kastaf Gabungan, mengatakan kemungkinan akan mengirim pasukan darat untuk menghadapi ISIS.

Sejauh ini AS telah melancarkan 160 kali serangan udara di Irak dan Suriah. Entah berapa kali lagi AS akan melakukannya.

Paul yakin AS akan dilanda kesulitan keuangan setelah beberapa pekan terlibat pertempuran.

Read More..

Selasa, 23 September 2014

KISAH NYATA: HIDUP SETELAH MATI ITU ADA

Kisah nyata ini benar benar terjadi pada Muhammad Herman B yang pernah meninggal tetapi kemudian ia dihidupkan lagi atau biasa disebut mati suri. Kejadian ini terjadi pada tahun 2009. Ia menceritakan beberapa hal tentang kehidupan setelah kematian datang. Muhammad Herman B berujar "Saat Sakaratul Maut Itu Adalah Puncak Siksa Awal Dari Perjalanan Maut. Semua Urat Tubuh Serasa Akan Meledak,perih Panas Dan Seperti Sedang Berada Di Kabel Voltase Paling Tinggi, utamanya Urat Menuju Ke ginjal juga yang menuju jantung seperti terbakar. Anehnya memori tetap bekerja dengan baik, sepertinya sengaja dibuat demikian agar dapat merasakan dan menyaksikan semua peristiwa yg dialami tubuh. Nah Ketika Fase Kematian Itu Sudah Mulai Memuncak..Rasa Takut Mengguncang Tetapi Sudah Tidak Ada Daya Menghindari,disaat Itu Pula Semua Kenangan Kita Dapat Kita Lihat,dari Terlahir,tumbuh ,dewasa Dsb.

Nah Yang Paling Menakutkan Adalah Mendengar Suara Siksa Kubur Dari Makam Tempat Kita Akan Di Kubur. Setelah Itu Melihat Semua keadaan kubur. Dan Pada Saat Itu Pula Ruh Kita Akan Melihat Semua Sanak Keluarga,teman,sahabat Kita Di Mana Saja Mereka Berada.kemudian ruh di bawa keatas arsy-NYA..Baru kemudian dicabutlah nyawa.Saat Nyawa Di Cabut Itupun Memori Otak Tetap Merekam" ujarnya. Ia menambahkan lagi "Ketika Ruh Melewati Langit, malaikat Akan Memberi Tahu Kita Memasuki Langit Yg Ke Berapa. Di Tiap Langit Ada Malaikat Yg Menjaga.Di Saat Saya Memasuki Langit Ke 3 Itulah Ada Suara Mengatakan, " Ini Belum Waktunya,kembalikan Sekarang ". Nah Setelah Itu Saya Terbangun Dalam Keadaan Yang Rasanya Sudah Berbeda.Bahkan Merasa Asing Dgn Tubuh Sendiri, Perasaan Itu Semakin Tidak Nyaman Ketika Saya Merasakan Berada Di Tempat Lain. Apalagi Dosa Perbuatan Tetap Menghantui.,bahkan Semua Makhluk Menceritakan Perbuatan Diri. Ada Satu Hal Yang Membuat Saya Takut Ketika Mendengar Burung,ayam,angin Bicara Laksana Manusia. Asal Tahu Aja Ruh Kita Lebih Besar Dari Luasnya Bumi. Kita Dapat Melihat Apa Saja Saat Kita Dalam Perjalanan Maut. Saya Memang Di Hidupkan Lagi Krn Belum Waktunya. Yang membawa Ruh Ibu Anda Itulah Malaikat. Wajah Mereka Hanya Cahaya Tetapi Kalau Orang Jahat Maka Akan Terlihat Hitam" ujarnya. Kejadian setelah kematian : 1. Rasa sakit yang luar biasa saat sakaratul maut (tergantung amal ibadah) 2. Mendengar siksa kubur di sekeliling dimana tempat kita di kubur 3. Ruh akan mendatangi sanak saudara yang ada di muka bumi ini 4. Lalu ruh akan dibawa ke 'Arsy dikawal oleh malaikat 5. Amalan anda di dunia akan menentukan kehidupan anda di akhirat Jika anda dapat hidup lagi setelah kematian maka diberi kelebihan oleh Allah, menurut pengakuan MHB dia bisa membaca Alqur'an tanpa baris (makhraj), dapat mendengarkan pembicaraan orang dari jarak manapun, selalu didatangi ruh yang akan meninggalkan jasadnya khusus yang pernah dekat dan kenal dengannya dan dapat mendengarkan nafas manusia seperti mengucapkan kata dua kalimat syahadat. Sungguh besar kekuasaan Yang Maha Kuasa. Wallahualam.

Read More..

Senin, 22 September 2014

Ebola Semakin Ganas, Sierra Leone dijadikan "Kota Mati"

Sierra Leone saat ini sudah memulai peraturan 3 hari tanpa keluar rumah, hal ini dilakukan untuk menghentikan wabah Ebola yang telah merenggut ribuan nyawa di wilayah tersebut, akibatnya beberapa jalanan menjadi layaknya kota mati dan tidak ada satupun yang berada diluar rumah.

Berdasarkan program tersebut, berarti masyarakat Sierra Leone tidak diperkenan kan untuk keluar rumah selama tiga hari dan kemungkinan bisa ditambah, tegantung kondisi.

Melansir laman CNN, Pada saat mereka dirumah, pemerintah akan meluncurkan beberapa perawat yang akan berkunjung kerumah setiap warga untuk memeriksa keadaan mereka masing-masing serta memberikan pengetahuan tentang bahayanya Ebola.
"Muslim harus berdo'a dirumah masing-masing, begitu juga degan umat kristen mereka juga harus dirumah, tidak ada yang boleh keluar" kata pejabat setempat kepada CNN.
"Kami percaya ini adalah jalan terbaik saat ini untuk mengidentifikasi orang yang sakit serta manghapusnya dari orang-orang yang tidak bersalah" ucap Alhaji Alpha Kanu,mentri informasi.
Badan Bantuan Medecins Sans Frontieres mengatakan walaupun peraturan mereka tidak boleh keluar rumah, bukan hal yang mudah untuk mengentikan penyebaran virus mematikan tersebut.

IMAGE: MICHAEL DUFF/ASSOCIATED PRESS

Read More..

(Misteri) Alasan Dibalik Munculnya Salju Hitam di Greenland

Seorang peneliti bernama Jason Box menceritakan pengalaman nya saat melakukan perjalanan ke Greenland, ia sangat terkejut melihat kejadian aneh yaitu muncul nya salju hitam.

Box terkejut melihat aktiftas alam tersebut, ia bahkan mengatakan salju hitam tersebut sangat pekat dan bisa saja menjadi rekor tergelap.




Box mengakui selama hidupnya belum pernah melihat salju seperti yang ia lihat di Greenland,

"Aku hanya tertegun, " kata Box.

Box mengatakan salju hitam itu menjadi panas pada saat musim panas, hal itulah menjadi unik jika di bandingkan salju putih sekalipun saat musim panas, es disekitarnya bahkan mencari lebih cepat.

Sebagai anggota dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, Box melakukan perjlanan ke Greenland untuk melakukan penelitian.

Box menjelaskan ada beberapa alasan kenapa bisa muncul salju hitam, yang paling mungkin adalah beberapa kombinasi dari badai salju yang semakin jarang pada musim panas, kumpulan debu yang tertiup angin serta campur tangan mikroba dan juga turut andil adalah akibat kebakaran hutan yang menyebabkan salju Greenland menjadi gelap.

Ini Kondisi Greenland sebelum datangnya salju hitam.




Read More..