Selasa, 19 Juli 2016

TIDAK APA JIKA ORANG MEMANDANGMU SEBELAH MATA

Mengomentari bentuk tubuh yang tidak proposional; gemuk/kurus/besar
Mengomentari wajahmu yang tidak sempurna; jelek/buruk rupa/ugly
Mengomentari hartamu yang serba kekurangan: miskin/melarat/fakir
Meremehkan kemampuanmu dan sebagainya

Percayalah, semua itu tidaklah ada artinya dimata Allah selain yang lebih dicintai-Nya adalah HATIMU yang BERSIH. Bahwa Allah hanya peduli pada Kondisi Hatimu yang:
Bersih dari Noda-noda; syirik/musyrik dan munafik
Bersih dari Penyakit; ujub, hasud/hasad, iri/dengki, kikir/bakhil
Bersih dari kotoran dunia; berbangga diri/sombong/riya/angkuh

Karena Allah hanya mencintai Hati umatnya yang; sabar, ikhlas, sederhana, menerima, tekun, berbaik sangka dan bersyukur. Karena bagi-Nya, Hati seorang mukmin yang bersih, jauh lebih berharga jika dibanding seluruh harta di dunia.

Karena Faktanya, di alam akhirat kelak Malaikat tidak akan mengajukan pertanyaan; Kenapa wajahmu jelek? atau kenapa badanmu gendut? atau kenapa hidupmu susah/miskin? Melainkan malaikat akan menanyakan; mengapa hatimu busuk? kenapa kamu penuh dengan kebencian? Kenapa kamu tidak mau mendengarkan dan mengikuti perintah Allah (keras hati)? Semua hal yang berkaitan dengan keimanan adalah yang pokok menjadi bentu pertanggung jawaban kita hidup di dunia ini.

Bukan materi yang membuat derajat seseorang mulia di sisi-Nya, melainkan Kesucian Hati dan Jiwa yang selalu terjaga dari keburukan dan kerusakan duniawi.
Maka dari itu, tidak akan pernah bisa kita mencapai kemuliaan di sisi manusia, namun bersegerlah kita memburu kemuliaan di sisi Allah swt, karena itu jauh lebih berharga dari apapun.

Read More..

SEBERAPA BESAR "BAHAYA" GAME POKEMON GO?


Gemparnya berita ketenaran game online Pokemon Go membuat penasaran semua orang dan bahkan menjadi viral dibanyak media. Ini bagaikan virus yang menyerang semua orang dalam kurun waktu singkat menarik perhatian banyak orang untuk meliput dan memprediksi apa yang sebenarnya sedang terjadi di masyarakat anak muda kita saat ini. Ada semacam usaha sengaja dari beberapa pihak untuk menyebarkan luaskan virus ini, dimana sebagian orang menganggap ini hanya bagian dari taktik dagang biasa dan ada sebagian lagi menganggap ini akan berbahaya bagi system keamanan intelegen Negara. Benarkah seperti itu?
Dalam sesi ini kita akan mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Bahwa suka atau tidak kita harus menerima ini adalah bagian dari salah satu pengembangan teknologi informasi yang berbasis game online, yang pada kenyataannya memang banyak dikonsumsi oleh anak muda dan generasi gadget. Tidak ada paksaan, semua bisa didapatkan atas kehendak pribadi dan kebebasan setiap orang atas kesadaran sendiri. Jika disebutkan bahwa geme ini ada turut campur intelegen didalamnya (sekelas CIA), maka hal itu memanglah benar adanya.

Tetapi dalam hal ini bukan digunakan dalam rangka untuk mencuri data keamanan/data intelegen suatu Negara, analisa itu terlalu jauh, game ini dikembangkan dalam rangka upaya pegendalian bawah sadar orang yang memainkan game tersebut atau dalam istilah ini adalah salah satu bentuk game berbasis Mind Control (pengendalian bawah sadar seseorang) dari jarak jauh.

Game ini bertujuan untuk mengendalikan keinginan bawah seseorang untuk mengikuti apa saja yang diperintahkan operator permainan, agar para penggunanya seolah merasakan sensasi asik namun mereka lupa akan kondisi bahaya yang ada disekelilingnya. Jika sudah seperti ini maka orang tersebut sudah berada diluar kendali sadarnya, lalu apa yang terjadi? berbagai kecelakan tidak akan bisa dihindari.

Misalnya jika seseorang bermain sembari berjalan kaki, maka ia tidak sadar akan berjalan ke tengah ramainya lalu lalang jalan dan akhirnya tertabrak mobil dan akhirnya meninggal dunia.
Atau jika seseorang memainkannya sambil berkendaraan, tanpa sadar mereka juga tidak bisa mengendalikan laju mobil yang dikendarainya lalu akhirnya akibat keasikannya bermain ia menabrak para pejalan kaki.
Atau jika orang tersebut asik bermain di atas gedung bertingkat, saking asinknya mereka tidak memperhatikan tempat berdiri dan akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Atau jika anak-anak asik bermain dipinggir pantai atau sungai dan akibat tidak memperhatikan lokasi lalu akhirnya mereka terseret arus laut atau terjatuh ke dalam sungai, maka akhirnya terjadi kecelakaan dan mengakibatkan si penggunanya wafat.

Maka seperti itulah tujuan dikembangkannya game online ini, yaitu membuat banyak orang tidak bisa mengendalikan kesadarannya dan akhirnya mengalami kecelakaan lalu meninggal dunia. Ada berapa banyak data dari seluruh Negara yang sudah melaporkan terjadinya kecelakaan akibat permainan Pokemon Go ini, ada banyak sekali dan berbagai ragam kasus. Semua data ini akan dikumpulkan dan diolah oleh intelegen untuk mempelajari pola dan tingkah laku setiap pemain untuk dijadikan salah satu metode pengembangan Senjata Pemusnah Massal yang paling efektif di kemudian hari.

Ya benar sekali, senjata pemusnah massal berbasis android yang menggunakan metode Mind Control dari jarak jauh tanpa perlu susah-susah mengirimkan pasukan ke medan perang, tetapi cukup anda sendiri yang memencet tombolnya lalu terjadilah kecelakaan dan kematian tidak disengaja dalam jumlah besar secara bersamaan di berbagai Negara, sasarannya adalah anak-anak muda.

Virus ini akan merasuki siapa saja yang sukarela bergabung dan menyatakan diri mereka siap dengan segala resiko. Siap mengambil resiko, termasuk kematian, kenapa? karena sesuai dengan konsep pokok game ini adalah kemampuan lihai menangkap monster. Sementara definisi monster sebenarnya adalah hantu/syetan, atau dalam artian harfiahnya orang yang bermain game ini sedang berusaha keras mencari hantu, yang mana kita tahu hantu itu hanya ada dalam dunia ghaib, dan juga berarti ia sukarela bergabung dalam kematian.

Lalu darimana mereka bisa mendapatkan semua data tersebut, ya dari semua pengguna/pemain game yang mendaftarkan diri mereka secara online, semua data diserap dari akun google yang mereka daftarkan ke operator.

Lalu data tersebut disimpan oleh pasukan intelegen yang mana data ini akan mempelajari berbagai tingkah dan pola pikir setiap orang dalam mengendalikan diri dan mengendalikan gadget yang mereka gunakan. Seberapa sering dan seberapa efektif game ini bisa mengendalikan bawah sadar si pengguna dan seberapa banyak korban yang bisa dihasilkan dari penggunaan game ini.

Ya inilah tujuan disertakannya intelegen dalam game ini, bukan sekedar untuk mengendalikan alam bawah sadar, mereka juga ingin mengakses data lokasi pengguna melalui GPS, mereka ingin mengakses seluruh data pribadi pengguna (data sidik jari), mengakses seluruh sumber keuangan, mengakses seluruh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, mengakses seluruh informasi yang mereka perlukan dalam rangka mengembangkan senjata pemusnah massal yang efektif mengakibatkan banyaknya jatuh korban nyawa dikemudian hari.

Game ini hanya alat, tujuan sesungguhnya dibuatnya game ini adalah untuk kepentingan memusnahkan banyak orang melalui jaringan sosial. Dalam rangka mengendalikan tingginya pertumbuhan penduduk bumi yang mereka anggap bisa menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Dan inilah sesungguhnya alas an dikembangkannya teknologi informasi digital dan komunikasi, bukan sekedar untuk memudahkan orang dalam berinteraksi, namun diperlukan dalam rangka mengakses berbagai data dan informasi penting yang bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan besar di masa depan. Maka dari itu diperlukan sikap bijak kita dalam menggunakan media-media ini. salam

Read More..

Senin, 11 Juli 2016

SEPENGGAL KISAH SANG LIANG KUBUR

Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah ra. wafat, jenazahnya diletakkan di tepi kubur, Abu Zar Al Ghifari ra. berkata kepada Kubur, *"Wahai kubur, tahukah kamu jenazah siapakah yang kami bawakan kepadamu? Jenazah yang kami bawa ini adalah Fatimah Az-Zahra, anak Rasulullah saw:
Kubur pun berkata, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berderajat atau orang-orang bernasab. Aku adalah tempatnya amal shaleh, orang yang banyak amalnya maka ia akan selamat dariku. Namun jika dia bukan orang yang beramal shaleh, maka dia tidak akan bisa lepas dariku (akan kusiksa dia dengan seburuk-buruknya)."*

Inti pesan; Bahwa Liang Kubur bukan diperuntukkan bagi orang-orang yang tinggi derajatnya disisi Allah, bukan juga bagi orang yang punya hubungan kekerabatan dengan rasulullah dan para sahabat. (Menurut beberapa hadist disebutkan bahwa arwah para tamu istimewa Allah ini langsung dibawa malaikat ke Arsy-Nya dan mendapat tempat yang istimewa).

Liang kubur hanya diperuntukkan bagi orang yang telah beramal sholeh, mereka akan mendapat nikmat kubur. Sementara, Siksa kubur disediakan bagi yang tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, tidak percaya Allah swt adalah Tuhan yang satu, tidak mau mengakui Nabi Besar Muhammad adalah utusan-Nya dan tidak menerima Al Quran adalah petunjuk-Nya. Meski sebagian dari mereka mengetahui namun mereka memilih menjauh atau menghindar dan ada sebagian lagi memilih menolak, maka mereka akan disiksa dengan siksaan yang berat.

Liang kubur adalah pintu pertama yang mana jika seseorang bisa lolos darinya maka tidak akan ada kesulitan sesudahnya, namun jika dipintu ini ia tidak selamat maka jangan harapkan bisa lolos dari siksa yang lebih keras dari sebelumnya.

Sesungguhnya di antara hal yang membuat jiwa melantur dan mendorongnya kepada berbagai pertarungan yang merugikan dengan syahwat yang tercela adalah panjang angan-angan dan lupa akan kematian. Oleh karena itu di antara hal yang dapat mengobati jiwa adalah mengingat kematian, mengingat mati dapat melembutkan hati dan memutus angan-angan.

Read More..

Sabtu, 25 Juni 2016

KENAPA KAUM NON MUSLIM SULIT MENERIMA ISLAM?

Dibulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, bisa merasakan kenikmatan dan kekhusukan beribadah tanpa adanya gangguan di tengah masyarakat adalah suatu anugerah yang amat besar. Bersyukur sekali tahun ini kita bisa melaksanakan ibadah puasa tanpa adanya gangguan baik dari dalam maupun dari luar yang bisa berpengaruh pada ketaqwaan kita kepada Allah swt. Seperti misalnya waktu puasa yang tidak terlalu panjang, tidak ada bencana alama seperti banjir dan badai atau cuaca panas ektrim dan sebagainya. Semua itu adalah karunia yang besar dari sang Khalik.

Tapi sayang, sungguh amat disayangkan, tidak semua orang di negeri ini bisa ikut merasakan kenikmatan ibadah ini karena ada sebagian saudara kita yang tidak ikut melaksanakan puasa karena perberbedaan keyakinan/akidah. Ada banyak kaum non muslim yang bahkan mereka harus merasakan ibadahnya orang muslim menjadi siksaan, karena mereka terpaksa harus ikut melaksanakan puasa (walau tidak sah) dalam rangka untuk menghormati yang sedang berpuasa. Ritual ini sudah menjadi semacam kewajiban untuk menjaga kerukunan beragama. Namun walau mereka tidak ikut berpuasa, mereka tetap bisa ikut merasakan kenikmatan ketenangan dan kekhusukan orang-orang yang sedang berpuasa disekitarnya.

Yang menjadi pertanyaan kali ini adalah, didalam keadaan tenang seperti ini, dimana ada banyak kaum non muslim yang menyadari keindahan ajaran islam, namun hingga kini mengapa mereka belum membuka hatinya untuk menerima Islam sebagai agamanya. Mengapa mereka masih tetap dalam agama lamanya (kristiani, tionghoa, budha, hindu dll), dimana kita juga melihat kebanyakan kaum non muslim di negeri ini sulit diajak berhijrah menuju islam? Mereka sama sekali tidak tertarik ingin mempelajari islam secara sukarela. Meskipun mereka tahu bahwa agama yang mereka anut bukan bersumber dari kebenaran, walaupun mereka tahu didalam ajaran agamanya terdapat banyak kesimpangsiuran. Dan walau mereka tahu bahwa ajaran islam adalah agama yang benar, lalu mengapa mereka sama sekali tidak berminat untuk mengerti islam. Mengapa mereka masih menolak islam dalam dirinya? Sebagai satu-satunya sumber kebenaran sejati?

Berbeda halnya dengan yang terjadi di benua eropa, meski islam sudah sangat keras tumbuh disana disertai hujat dan fitnah secara terang-terangan (tragedi Charlie Hedbo), namun jumlah orang yang berhijrah menuju islam tidak bisa dibendung, jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Jumlah penduduk non muslim yang antusias belajar islam membludak di mana-mana. Padahal di sana jumlah orang muslim hanya minoritas dari sekelompok besar mayoritas non muslim. Mengapa di negeri yang mayoritas muslim ini justru minoritas orang non muslimnya tidak mau menerima islam yang mana mereka sendiri sudah memahami kebenaran ada di sisi umat islam. Ada apa gerangan? Ada apa dengan islam di negeri ini? Apa yang salah dengan islam di negeri ini? Bukan hanya terjadi di Indonesia, ini juga terjadi di Malaysia dan negara mayoritas muslim lainnya. Kondisi ini sangat memprihatinkan kita tentunya, pasti ada yang salah dengan ini semua.

Untuk membuka tabir ini, maka disini kami meminta anda untuk menyimak dengan seksama dan mari kita koreksi sama-sama apa saja titik kelemahan dan kekurangan yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan sulitnya umat non muslim menerima islam di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia ini. Ada empat alasan yang menjadi pertimbangan utama mengapa kaum non muslim ini sulit menerima islam, yaitu kesemuanya berkaitan dengan sikap dan perilaku pemeluk islam itu sendiri.

1. Mayoritas Superior

Penyakit umum di negara manapun dengan jumlah pemeluk agama terbesar akan memiliki sifat ini, yaitu merasa paling benar sendiri dan paling suci sendiri, orang yang lainnya adalah kafir. Inilah yang terjadi dimasyarakat kita, selama ini kita terlalu berada di atas angin, merasa paling besar jumlah dan merasa menjadi golongan yang harus dipuja dan puji. Selama ini kita sudah bersikap bagaikan raja yang berkuasa dan boleh menindas rakyatnya jelata, kita suka memojokkan dan bahkan memaksa mereka mengganti agamanya semudah orang mengganti pakaian. Sikap superior kita yg merasa paling harus mendapat pengakuan ini yang tidak disukai oleh kaum non muslim, karena ini bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam itu sendiri, yang tertera dalam surat Al Kafirun (1-6), yang berisi keutamaan saling menghormati agama yang berbeda (untukmu agamamu dan untukku agamaku). Bagaimana mungkin non muslim bisa bersikap menerima islam sementara perilaku kita sombong dan pongah seperti itu. Allah saja tidak membenaran sikap seperti itu, yang harus diutamakan adalah hargailah sikap mereka memilih kepercayaan yang ingin mereka anut, tetaplah berbuat baik dan jangan merasa sombong, lalu berserah dirilah kepada-Nya semoga Allah memberikan Hidayah kepada mereka yang belum mau menerima islam dengan cara-Nya.

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(QS. Luqman:18)

2. Intoleransi dan Diskriminasi

Selain bersikap sombong, banyak dari kita yang tanpa sadar masih suka bersikap diskriminatif terhadap non muslim, misalnya dalam hal ekonomi dan perdagangan, kadang kita lebih memilih berbelanja kepada penjual yang beragama muslim jika dibanding non muslim (chinese/tionghoa). Padahal, Sikap kita ini justru membuat mereka jadi makin memperburuk stigma bahwa islam suka membeda-bedakan etnis. Atau misalnya dalam hal jual beli makanan, masih banyak diantara kita yang suka berburuk sangka tentang barang dagangan yang di jajakan para etnis thionghoa misalnya dikhawatirkan jika makan di rumah makan chinese ada beberapa yang mengandung babi, lalu tanpa sadar masyarakat kita mencap bahwa semua rumah makan chinese identik dengan babi. Sebenarnya perlukah kita mencurigai seseorang sampai sedemikian detailnya, jika di papan depannya mereka sudah mencantumkan bahwa mereka menjual makanan halal. Sikap antipati ini yang menyebabkan ada jurang pemisah yang lebar antara keduanya.


3. Radikal dan Brutal


Walau saat ini perilaku radikal seperti mensweeping tempat-tempat hiburan; diskotik dan club malam sudah tidak dilakukan lagi. Yang mana walaupun ini pernah dilakukan dalam rangka menghormati bulan ramadhan, sikap yang pernah dilakukan anggota FPI (Front Pembela Islam) ini mencerminkan perilaku umat muslim pada umumnya. Karena mereka membawa bendera islam dan mengatasnamakan islam dalam tindakan brutalnya. Lalu bagaimana non muslim bisa menilai bahwa islam itu agama yang damai dan mendamaikan, sementara sikap dan perilakunya suka merusak seperti itu. Ditambah lagi sikap para pemimpin muslim kita yang suka mengambil yang bukan haknya atau mereka melakukan tindakan korupsi di berbagai bidang, lalu ditangkap penegak hukum karena sudah berkongsi dengan banyak pihak dalam rangka memperkaya diri. Lalu berbagai sikap para teroris di suriah yang bernama ISIS dan membawa bendera islam dalam setiap aksinya dan mengatasnamakan islam didalamnya sudah berhasil menghancurkan total imeg islam secara masif.

4. Pemaksaan dan Melampaui Batas


Yang sangat amat wajib kita fahami tentang kerelaan seseorang mau menerima islam di dalam hatinya itu adalah semata-mata karena datangnya Hidayah Allah swt, bukan karena kerasnya usaha sebagain orang menginginkan ditegakkannya syariat islam dalam kehidupan bernegara dengan cara pemaksaan kehendak. Satu-satunya jalan halal yang diridhoi Allah ketika seorang non muslim beralih kepada Islam itu adalah karena adanya campur tangan Allah didalamnya. Allah yang Maha Mengehendaki dan Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia, serahkan urusan hidayah itu hanya kepada-Nya.
Banyak sekali diantara kita yang kadang suka memaksakan kehendak dan melampaui batas dalam mengajak atau mendorong seseorang untuk memahami islam dengan sedikit pemaksaan. Dalam hal ini, orang tersebut tentu merasa kesal dan akhirnya timbul rasa benci. Ditambah lagi kadang kita suka merespon secara berlebihan tindakan kaum non muslim yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan. Tanpa disadari di masyarakat kita ada semacam aturan tidak tertulis yang berbunyi bahwa orang non muslim dilarang berbuat sembrono dan kesalahan, karena pasti akan timbul reaksi berlebihan dari sebagian besar umat muslim yang akan memperburuk situasi. Seharusnya kita tidak perlu super reaktif menanggapi berbagai persoalan itu, utamakan musyawarah akan jauh jauh lebih baik.

Dalam hal pemilihan agama, sudah tercantum dalam firman-Nya berikut ini;
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (islam), sesungguhnya sudah sangat jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dan jalan yang sesat....(QS. Al Baqarah, 2:256)

Faktor penyebab lain adalah, di masa lalu kita memang punya sejarah panjang terkait etika berkomunikasi antar umat beragama yang semuanya dimulai dengan berbagai konflik antar agama yang diciptakan penguasa (orde baru)kala itu, sehingga itu membuat jurang pemisah yang besar antara dua kelompok mayoritas dan minoritas hingga saat ini. Dan nampaknya konflik itu teramat sulit dipulihkan, keduanya sudah terbangun tembok pemisah yang amat tebal, sehingga tidak memungkinkan bagi keduanya untuk bisa saling menjalin hubungan harmonis. Tapi untuk apa lagi kita membangun masa depan dengan berkaca pada masa lalu, sudah saatnya kini kita saling memaafkan dan membangun kebersamaan tanpa rasa curiga dan sebagainya.

Sekarang bisa kita fahami, alasan mereka secara terang-terangan menolak islam bukan karena kandungan ajaran kebenaran yang disampaikan rasulullah, namun karena sikap dan perilaku kita sendiri yang tidak mencerminkan inti ajaran kebaikan dan kebenaran antar umat beragama. Salah kaprah di masyarakat kita ini yang membuat kaum minoritas memilih diam dan menjauh dari kebenaran. Bagi mereka memilih menempatkan diri sebagai kaum terpencil jauh lebih baik jika dibanding harus berhadapan dengan umat muslim. Padahal seharusnya sebagai satu negara kesatuan sudah seharusnya kita bisa saling menyelamatkan dalam hal akidah, setidaknya upaya kita berbuat baik kepada sesama akan menumbuhkan rasa cinta antar sesama untuk bisa saling menuntun menuju cahaya kebenaran.

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap, inilah yang perlu menjadi pelajaran bagi kita semua. Yaitu janganlah lagi kita bersikap sombong dan pongah kepada mereka yang belum mendapatkan petunjuk dari-Nya, janganlah lagi kita bersikap diskriminasi kepada mereka dalam kehidupan bermasyarakat, janganlah lagi kita mengatasnamakan agama dalam bergaul dan bertindak sesuai kehendak pribadi. Apa yang terjadi di eropa itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa meskipun jumlah mereka hanya sedikit tetapi mereka bisa menjaga adab dan perilaku, mereka bersikap sabar dan toleran, hal ini yang membuat kagum para kaum non muslim untuk ingin mengenal dan mempelajari islam dengan lebih baik. Dalam kesabaran dan ketenangan, islam bisa tumbuh pesat di sana, mengapa itu tidak bisa terjadi di negara mayortas muslim sendiri. Atau bisa jadi alasan sulitnya kebanyakan non muslim mau menerima islam adalah karena Allah belum menurunkan cahaya hidayah2-Nya karena sikap dan perilaku kita yang belum santun dan ramah kepada sesama. Karena kita masih sombong dan keras sehingga sikap itu menutupi cahaya rahmat dan hidaya-Nya.

Dan sesungguhnya dengan pendekatan lemah lembut kita akan mampu merangkul mereka, karena hakikatnya jiwa mereka terkekang dan terbelenggu. Hakikatnya hati mereka keras dan marah/kecewa, tetapi ada baiknya kita menggapai tangan mereka dengan keindahan dan keramahan atas nama islam. Karena dalam hati yang keras dan marah itu tersembunyi kelembutan, tersembunyi kebutuhan ingin disayangi dan dilindungi. Kita selaku penganut mayoritas harusnya melindungi mereka dan memberikan pelayanan terbaik kepada mereka dalam banyak hal di kehidupan ini. Bersikap toleransi dan menghormati apapun pilihan yang ingin mereka jalani, kita tetap saja dianjurkan untuk menjaga sikap dan perilaku santun dan sabar dalam berkehidupan. Jangan lagi meremehkan, merendahkan apalagi mencemooh, perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya umat pada umumnya. Karena itu akan bisa mendatangkan kebaikan baik kita semua, yaitu turunya rahmat Allah atas hati umatnya yaitu Islam Rahmatan Lil alamin.

Semoga saja dengan timbulnya kesadaran ini, di tahun-tahun akan datang, akan ada lebih banyak kaum non muslim yang sudah mendapatkan cahaya hidayah dan mau menerima islam dengan penuh kesadaran, kita bisa beribadah puasa bersama-sama dan bisa merasakan indahnya kebersamaan.

Read More..

Selasa, 21 Juni 2016

MAKNA SETAN DI BELENGGU DI BULAN RAMADHAN

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1899. Muslim, no. 1079, dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.


Apa makna 3 kata diatas, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan diborgol. Apa maksud dan inti kalimat hadist diatas.

1. Pintu surga dibuka

"Dibulan puasa pintu-pintu surga dibuka; pada sebagian orang mengartikannya dengan membayangkan bahwa pintu dan gerbang surga dibuka selebar-lebarnya sehingga siapa saja yang ingin masuk surga maka mereka bisa masuk. Sehingga ada anggapan banyak orang ingin wafat di bulan ramadhan.

Padahal sesungguhnya;

Makna dari kata pintu-pintu disurga adalah Allah memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menjadi penghuni surga kelak, maka di bulan ramdhan inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amal sholeh, karena setiap perbuatan baik di bulan puasa akan mendapat imbalan pahala berlipat ganda. Bagi siapa saja yang merasa hidupnya selama ini masih jauh dari kemungkinan masuk dalam surga, inilah kesempatan baik untuk menambah banyak-banyak amalan sholeh, sehingga kelak ia bisa masuk surga.

2. Pintu-pintu neraka ditutup;

Mengandung makna bahwa Allah tidak akan mentolelir siapa saja yang berbuat kejahatan di bulan ramaahdan karena kelak ia sudah dipastikan akan masuk neraka. Karena pada orang yang membaca hadist ini harusnya memahami bahwa di bulan ramadhan Allah hanya membuka satu pintu terbaiknya, yaitu bahwa pintu surge. Jika ada yang nekat melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka sudah menjadi jaminan orang tersebut kelak akan masuk neraka. Pada sebagian orang yang kurang pemahamannya justru mengartikan bahwa meskipun mereka melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka mereka akan tetap masuk surge karena pintu satu-satunya yang terbuka adalah pintu surge.

3. Syaitan dibelenggu

Apa makna kata-kata dibelenggu diatas? apakah benar semua setan tangannya di borgol, atau apa? Ada anggapan di masyarakat bahwa pada saat bulan puasa, maka semua setan akan dibelenggu dan di kurung oleh malaikat dalam sebuah sel dan penjara, sehingga mereka tidak bisa lagi mengganggu orang-orang yang sedang berpuasa. Benarkah anggapan seperti itu? Tapi faktanya, di saat bulan puasa masih saja ada orang yang berbuat jahat dan dosa, bagaimana penjelasan hal tersebut? bukankah seharusnya jika para setan dikurung maka mereka tidak bisa laggi mengajak manusia dalam dosa? logika sederhananya memang begitu, tapi anggapan masyarakat seperti itu adalah salah besar. Di alam ini memang ada banyak setan yang bertebaran, namun satu-satunya setan yang paling berperan penting adalah yang ada dalam diri manusia itu sendiri yaitu setan yang menghuni hawa nafsu.

Dalam diri setiap manusia itu kan ada hawa nafsu, nah yang mengendarai nafsu kita itu adalah setan. pada saat kita puasa, maka kita akan menekan hawa nafsu untuk berbuat macam-macam, terutama makan. pangkal utama titik lemah manusia adalah pada nafsu terhadap makanan, maka dari itu seorang muslim di wajibkan berpuasa di bulan ramadhan, dalam rangka untuk mengendalikan perilaku setan yang menghuni hawa nafsu.

Maka dari itu, pada orang puasa, setan itu gak bisa membujuk orang untuk makan, karena niat mereka puasa jauh lebih kuat daripada hawa nafsunya. Maka saat itulah si setan ini bagaikan orang yg dipasung dan dibelenggu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa dan terkurung dalam ke-khusuk-kan orang puasa. Dalam setiap kesempatan, setan itu akan tetap membujuk manusia untuk menghentikan puasanya dengan cara membisikkan kelezaatan makanan dan minuman, namun itu sekali lagi tergantung pada si fulan, mau terbujuk atau tidak. Jika si fulan termakan bujuk rayu setan, maka batal lah puasa si fulan dan menanglah si setan ini, langkah berikutnya setan akan membujuk di fulan untuk melakukan dosa lainnya, yaitu berbohong pada orang-orang disekitarnya. dan seterusnya.

Namun apabila disaat orang puasa itu membaca ayat-ayat suci al quran, maka si setan itu bagaikan terbakar api yang amat panas, dia meronta-ronta kesakitan, karena alunan ayat suci dari mulut orang puasa itu berubah menjadi api yang menghanguskan bangsa setan yg menghuni hawa nafsu manusia. Maka dari itu, pada saat berpuasa disarankan untuk banyak-banyak bertadarus al quran dan berdzikir, sesunguhnya itu adalah untuk melemahkan bujuk rayu setan yang ingin mempengaruhi pikiran orang berpuasa agar dia menghentikan puasanya. Semakin kuat kita bertahan dari bujuk rayu iblis, maka semakin keras siksa yang setan terima.

Jangan di kira pada bulan ramadhan setan tidak akan melakukan pekerjaan utamanya menggoda manusia di bulan ramdhan, justru sebaliknya usaha setan sangat kuat untuk menggoda manusia. Namun bedanya dengan bulan ramadhan, umat muslim sudah mengunci hatinya dengan niat puasa di kala sahur. Orang yang makan sahur dan membaca niat puasa hanya untuk/kepada Allah, maka kepadanya Allah berikan kelebihan kekuatan, jika dibanding orang yang tidak bersahur. Dan jika si orang berpuasa bisa menyelesaikan puasanya hingga azdan magriib menggema, maka si setan ini akan lari tunggang-langgang mencari tempat menenangkan diri, akibat dia telah menerima siksaan api yang amat panas selama seharian penuh si fulan mengekang gerak setan.

Jadi kita jgn membayangkan ketika bulan ramadhan; setan2 itu sedang di borgol sama malaikat agar tidak mengganggu orang puasa, bukan seperti maksudnya, tetapi manusia yg sedang puasa itu sendiri yg memborgol setan yg ada dalam dirinya dengan cara menghindari berbagai perbuatan buruk, maksudhnya setan yg ada pada diri masing2 orang...

Maka dari itu jika ingin terhindari dari godaan setan, usahakan untuk tidak terlalu sering ke luar rumah, terutama ke tempat-tempat berkumpulnya setan seperti di pasar dan supermarket. Disana ada banyak setan yang berkeliaran dan mencari mangsa untuk dilemahkan niat puasanya dengan berbagai macam godaan misalnya haus dan lapar. Jika ingin keluar maka pergilah ke masjid atau majlis-majlis ilmu untuk mengaji dan tadarus, Insya Allah tidak akan diganggu setan, justru mereka akan lari ketakutan karena panasnya api.

Read More..