Rabu, 17 Desember 2014

INDIGO: CALON PENDUKUNG PASUKAN IMAM MAHDI DI AKHIR JAMAN (bag.1)

Anak Indigo, menjelang akhir jaman kelak mereka akan direkrut untuk bergabung dengan pasukan pendukung Imam Mahdi. Benarkah itu? Sebuah pasukan elit yang memiliki kemampuan sipranatural dan berperang melawan pengikut Dajjal yang juga bersifat ghaib. Pasukan ini akan bergerak invisible dan tidak terlihat kasat mata oleh manusia pada umumnya, karena peperangan ini mereka sebut perang dingin. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa merasakan pergerakan-pergerakan halus di bawah permukaan yang menunjukkan adanya aktivitas peperangan antara dua kubu yang saling berseberangan.

Sebelum membahasnya lebih dalam mengenai peperangan antara manusia indigo dengan mahluk halus, maka makalah ini tidak akan membahas berbagai hal umum mengenai cirri-ciri anak indigo yang sudah banyak dijelaskan di web lain, tetapi pada hal yang lebih besar dan lebih jauh lagi berkaitan kebenaran berita apakah ada hubungan antara banyaknya fenomena kelahiran anak indigo dengan fenomena dibentuknya pasukan elit pendukung Imam Mahdi di akhir jaman kelak. Siapa sebenarnya pasukan elit itu? Namun sebelum menuju ke sana, maka ada baiknya kita simak terlebih dahulu makna hadist-hadist berikut ini;


Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin. Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.

Siapakah gerangan kelompok yang dimaksud? Menurut berbagai riwayat, kelompok ini sudah ada sejak jaman nabi hingga saat ini bahkan sampai datangnya hari kiamat kelak. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu Rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada, jelas tidak mungkin muncul dalam sekejap, membutuhkan waktu. Tapi keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – kita tidak akan sanggup menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dingin dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.
 

Jika anda adalah termasuk orang tua yang memiliki anak indigo maka anda harus bersyukur, karena anda mendapat amanah yang amat berharga dari Allah swt. Jangan berkecil hati apalagi bersedih, karena sesunguhnya itu adalah nikmat yang tidak terhingga. mengapa demikian? Karena jangan-jangan anak anda adalah salah satu dari thaifah manshurah yang sedang dipersiapkan kedatangannya di akhir jaman kelak. Jangan-jangan anak anda adalah manusia pilihan yang akan diberi tugas besar mengawal Al Mahdi dan berperang di jalan Allah swt. Sungguh tidak akan ada yang bisa menolak anugerah ini, karena bagaimanapun caranya anda berusaha menutup dan menghilangkan kemampuan supranatural yang di miliki anak, maka bakat itu akan tetap ada dalam dirinya sampai kapanpun.
 

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka akan tetap seperti itu .”

Ya karena anak-anak yang baru dilahirkan di awal era millennium ini memang memiliki kelebihan supranatural yang tidak dimiliki anak-anak lain pada umumnya. Kelebihan ini adalah anugerah yang sangat besar dan ia memiliki makna yang bersifat jangka panjang di masa depannya kelak. Berbagai media sudah banyak membahas tentang keunggulan anak-anak berbakat ini. Karena sesungguhnya jenis anak-anak ini bukan baru muncul sekarang-sekarang ini saja, ini sudah ada sejak jaman nabi. hanya saja baru belakangan ini para ahli mengangkatnya ke permukaan dan memberikan sebutan unik yang menarik perhatian orang, yaitu anak-anak indigo. Anak-anak ini lahir meluas di selurun penjuru bumi, entah itu yang berada di benua afrika, benua eropa, dan asia. Tidak bersifat kelompok atau golongan tertentu. Diantara 1000 kelahiran anak, mungkin hanya ada satu atau dua anak yang memiliki kemampuan supranatural tersebut. Jumlahnya tidaklah banyak tetapi mereka terus tumbuh dan meluas penyebarannya.
 

Bedanya dulu dengan zaman sekarang, para ahli sudah memberikan sebutan nama yang sesuai warna pancaran aura yang dominan yang memancar yaitu warna indigo atau nila, perpaduan antara warna cakra biru dan cakra ungu. Warna cakra ungu berasal dari pancaran cakra mahkota di atas kepala yang yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk panca indera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat. Cakra mahkota merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Sedangkan cakra warna biru berhubungan dengan organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, merangkai nada dan menulis.
 

Apa artinya ini? Orang dengan dominasi warna indigo ini adalah orang yang mampu menyelaraskan antara kekuatan pikir (akal/otak) dengan kekuatan dzikir (rongga leher) sehingga menghasilkan pancaran warna indigo mendominasi dirinya jika dibandingkan warna lain. Ciri utama orang indigo yang dikaruniakan kelebihan sejak lahir sudah terlihat dari pancaran warna cakra yang menyelimuti mereka adalah warna cakra nila. Sementara ada sebagian lagi yang lain, mereka berusaha menggapai kehidupan akhirat dengan usaha dan kemampuan mereka sendiri, banyak melakukan meditasi, berdzikir dan berpikir, maka kelompok ini juga akan masuk dalam jajaran pasukan pendukung Imam Mahdi Kelak. Maka kelak akan ada dua golongan yang akan bergabung, pertama adalah orang-orang yang sejak lahir mereka sudah dianugerahi aura indigo dan kedua adalah orang-orang yang selama hidupnya sudah terbiasa melatih diri dengan dzikir dan pikir. Dua golongan orang ini akan memiliki warna aura yang sama yaitu warna indigo atau nila di keningnya.
 

Warna indigo ini memancar di tengah kening atau dahi atau di depan otak. Yang artinya ini adalah tanda atau label yang menunjukkan bahwa orang ini adalah pasukan pendukung Imam Mahdi. Mengapa allah memberi tanda di kening mereka berupa warna yang tidak sama dengan manusia pada umumnya? Untuk membedakan mana yang termasuk kelompok Imam Mahdi mana yang bukan. Karena jika bukan maka yang tertera di kening mereka akan bertulis ‘Kafir’ yaitu mereka adalah para pengikut Dajjal yang salah satu matanya buta. Perang di akhir jaman kelak adalah peperangan ghaib yang dilakukan oleh dua kekuatan supranatural berasal dari alam yang berbeda tetapi mereka bisa saling serang dan menjatuhkan dalam satu ruang dan waktu yang sama. Kelompok yang berasal dari golongan mahluk ghaib seperti bangsa jin dan iblis, dan kedua adalah dari kelompok manusia yang memiliki kekuatan supranatural sebanding dengan kekuatan lawan yang bersifat ghaib.
 

Lalu apa yang mendasari bahwa manusia indido memiliki kesamaan dengan ciri-ciri pasukan khusus yang Allah siapkan dan diberi nama pasukan panji-panji hitam untuk menghadapi perang melawan pasukan dajjal kelak. Mereka adalah orang-orang istimewa yang ketika diawal kelahirannya sudah memiliki karakter khusus yang menunjukkan keseriusan dan kekuatan mata bathin dominan. Cirri umumnya mereka adalah anak-anak yang berwajah serius dan berkarakter serta cara berpikir layaknya orang dewasa. Tidak suka disepelekan dan tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun. Cirri-ciri lain yang menonjol lainnya diantaranya:
1. Memiliki daya tangkap yang tinggi mengenai ilmu pengetahuan
2. Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi tentang nilai-nilai kebenaran
3. Memahami dan mengenal identitas diri dengan baik
4. Mengerti maksud dan tujuan kehadirannya dalam kehidupan ini
5. Tidak suka dengan aturan dan tata tertib yang umumnya dibuat oleh kaum kafir, ia hanya mematuhi aturan yang berdasarkan hokum kebenaran dan islam
6. Bisa berinteraksi dengan dunia ghaib melalui dominasi panca indera yang melekat pada dirinya.
7. Tidak mudah tergoyahkan dengan pengaruh dan intimidasi jenis apapun, jenis orang-orang yang kuat pendirian dan keyakinannya
8. Tidak suka dengan gaya hidup manusia pada umumnya, yang suka berfoya-foya dan tidak jelas tujuannya, memilih lebih suka menyendiri, meditasi dan bertafakur.
9. Susah diterima oleh masyarakat karena mereka memang sadar kehadirannya bukan dalam rangka ingin diterima atau disanjung-sanjung manusia, bahkan lebih dari itu, orang indigo selalu ingin menjadi pemimpin dan mengajak masyarakat ke jalan yang benar
10. Selalu ingin menolong sesama dan membantu sesame dalam segala hal, terutama yang berkaitan dengan keahlian dan bakatnya
11. Selalu berpikir kritis tentang masa depan dan selalu menginginkan perubahan signifikan terjadi pada lingkungan dan alam sekitar.
 

Salah satu hal yang mengkhawatirkan sebagian orang tua adalah anak-anak mereka tidak bisa konsentrasi dan focus. Sebenarnya ini bukan sifat asli bawaan orang indigo, sifat asli orang indigo adalah tenang dan khusuk. Ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab; pertama akibat pola konsumsi makanan yang banyak mengandung senyawa kimia bernama salisilat, ditemukan terutama di zat tambahan makanan, ternyata ini yang membuat anak-anak jadi lebih hiperaktif. Atau kedua, ini adalah bagian dari ganguan jin yang menempati tubuh si anak. Adakalanya tubuh ini pernah kotor oleh dosa dan kesalahan, maka bangsa syaitan akan menempati setiap aliran darah si anak makanya anak jadi hiperaktif dan tidak bisa focus dan duduk diam. Jika memang demikian, maka ada baiknya dilakukan ritual ruqyah untuk mengusir para jin dalam tubuh si anak. Jika anak masih kecil maka sebaiknya ruqyah dilakukan oleh orang tuanya sendiri, karena ini untuk lebih memperkuat lagi kadar jalinan iman anak dan orang tua. Orang tua yang diberi amanah anak indigo harus super sabar dan kuat iman islamnya, karena jika tidak bisa salah jalur dan masuk ke jalan kesesatan. Jika anak sudah dewasa maka ajak ia ke tempat ruqyah untuk di obati pada yang ahli, karena biasanya jin yang bersemayam sudah sangat kuat bersarang di dalam dirinya. Lalu bermunajatlah kepada Allah agar selalu dilindungi dan terus perkuat iman dan taqwa. Insya allah akan dimudahkan jalan.
 

Jika anda memiliki anak indigo seperti cirri-ciri yang dimaksudkan diatas maka anda wajib menjaganya dari gangguan apapun. Jauhkan dari gangguan jin dan jauhkan juga mereka dari sentuhan dunia luar yang bagi mereka amat sangat menyakitkan karena mereka bukan dilahirkan untuk menambah lebih banyak lagi pendosa, melainkan diciptakan untuk meluruskan akidah yang sudah banyak keluar dari jalur. Mereka memang ditampilkan ke muka bumi ini untuk menjaga sendi-sendi dan nilai-nilai kebenaran tetap terjaga dan berada pada tempatnya. Atau bisa kita sebut jenis manusia ini adalah manusia setengah malaikat, karena layaknya malaikat yang sama sekali tidak mengenal istilah keburukan dalam dirinya, manusia indigo ini lebih menyukai hal-hal yang bersifat ketenangan, kedamaian serta jauh dari hiruk pikuk duniawi yang memabukkan. Orang indigo selalu ingin dalam keadaan suci dan bersih dari apapun, selalu ingin berdiam diri, berdzikir dan bertafakur ya seperti itulah juga sifat para malaikat. Mereka adalah orang-orang pilihan dijamannya.
 

Dan sesungguhnya anugerah ini tidak terjadi pada setiap orang. Karena sesungguhnya pada setiap jiwa anak yang terlahir ke dunia ini ia adalah suci tanpa noda, ia bersih dari segala kotoran dan kutukan sekalipun. Maka itu adalah bagian dari hak prerogative allah akan memberikan rahmatnya kepada siapa yang ia kehendaki. Ketika mereka lahir maka secara otomatis mata bathinya sudah terbuka dan mereka menjadi sadar dengan kehadiran dan tujuan kehidupannya.
 

“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” QS. AL Isra:21.
 

“Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." QS. AL ISra:20.
 

Dan itu juga sebabnya tidaklah mungkin seorang anak mendapat keahlian ghaib ketika mereka dalam kandungan. Atau mereka dilatih sangat keras ketika sedang berusia 2 hingga 3 tahun, pada usia itu tidak memungkinkan bagi seorang anak untuk membuka mata bathin sendiri dan pemahaman ilmu laduni seperti itu, sangat tidak mungkin. Itu hanya mungkin dilakukan atas adanya ijin allah swt, jika allah menghendaki seseorang mendapatkan petunjuk lebih cepat dari yang seharusnya, maka allah akan bisa mewujudkannya.
 

PETUNJUK BAGI PARA NABI 
Di jaman dulu, Allah swt telah memberikan keistimewaan kepada para nabi beberapa derajat ilmu dan kebijaksanaan yang lebih tinggi daripada kaummnya dalam rangka untuk menghadapi kaumnya yang sudah terlanjur rusak parah. Para nabi diutus perorangan, dipilih dari latar belakang orang-orang yang baik akal dan budinya, lalu melalui malaikat Jibril Allah membimbing mereka. Dalam Al quran telah banyak menceritakan kisah para nabi yang diberi mukjizat untuk mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar. 

“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka:”Kami tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kamu, akan tetapi allah memberi karunia kepada siapa yang dikehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal." QS. Ibrahim:11
 

Nabi Sulaiman adalah salah satu nabi yang bisa berbicara dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan, beliau adalah salah satu nabi yang diberi banyak kelebihan mengenai kemampuan ghaib yang tidak umum di khalayak ramai kala itu. Bisa berbicara dengan jin dan mengajak bahkan memberi perintah kepada bangsa jin dan lain sebagainya.
 

“Dan Sulaiman telah mewariskan Daud, dan dia berkata: Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata dari Allah." QS. An Naml:16.
 

“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari bangsa jin, manusia dan burung-burung lalu mereka diatur dengan tertib (dalam barisan).” An Naml:17.
 

Masih banyak lagi mukjizat yang dilimpahkan pada para nabi lainnya, tergantung situasi dan kondisi yang mempengaruhi saat itu. Salah satu nabi yang juga memiliki kemampuan ghaib adalah Nabi Isa as. Beberapa mukzijat nabi Isa semasa hidupnya adalah ia sudah dapat berbicara ketika masih dalam buaian untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel, dapat membaca dan menulis, sudah mengerti kitab-kitab yang ada sebelumnya Taurat dan Zabur, dan ia dapat menyembuhkan orang sakit sopak, dapat menyembuh orang yang buta, dan diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung. Dan beberapa mukjizat lain yang berkaitan dengan kemampuannya menghidupkan orang mati dimana ini hanya bisa dilakukan jika Allah swt mengijinkan.
 

Salah seorang anak yang juga memiliki kemampuan yang mirip dengan Nabi Isa adalah Syekh Syarifuddin Khalifa yang belakangan ini menggemparkan pengguna dunia maya. Seketika orang terkesima dengan kemampuannya berdakwah di tengah kaumnya yang bukan muslim, diantara kelebihan yang dimiliki adalah Ia sudah bisa berbicara ketika masih dalam buaian, sudah menguasai 5 macam bahasa asing tanpa ada yang mengajarkan, sudah mengenal diri dan Pencipta-Nya, sudah mengenal ayat-ayat suci Al Quran dan hingga saat ini ia berkeliling dunia menyebarkan kebenaran Islam.

Bersambung........ke halaman berikut: Indigo, Calon Pendukung Pasukan Imam Mahdi Akhir Zaman (2)

Read More..

Selasa, 16 Desember 2014

INDIGO: CALON PENDUKUNG PASUKAN IMAM MAHDI DI AKHIR ZAMAN (bag.2)

KELAHIRAN PARA PENYERU

Dan Al quran juga sudah menjelaskan bahwa pada setiap generasi maka akan ada penyeru yang sudah diberi petunjuk oleh allah untuk memberi peringatan kepada sekalian umat untuk kembali ke jalan yang lurus. Para penyeru itu berasal dari orang-orang terdahulu yang juga pernah menjadi wali-nya Allah di muka bumi dan mereka pernah menjalankan tugas sebagai penyeru kebenaran. Atau dengan kata lain anak-anak istimewa ini memilik hubungan kekerabatan atau masih satu garis keturunan dengan para nabi atau orang-orang suci. Sebagaimana dijelaskan firman Allah berikut ini:

“Dan kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.” QS As-Saffat:77

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka akan tersungkur dengan bersujud dan menangis.” QS. Maryam:58.

Serta beberapa ayat lain yang juga menegaskan bahwa para nabi adalah orang-orang pilihan yang diberi petunjuk untuk menjalankan amanat kenabian. Iman mereka diperkuat dengan kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini terteras dalam surat Al An-am 82-87 serta surat Al Isra:20-21.
 

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS. Al an-am 82.
 

“Dan itulah hujjah kami yang kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." QS. AL An am :83 

ASAL MULA KEKUATAN
 

Lalu dari mana asal kekuatan ghaib yang muncul pada anak-anak indigo saat ini. Ingatkah kita pada salah satu ayat al quran yang mengungkapkan bahwa pada setiap diri manusia Allah sudah melangkapinya dengan kemampuan melihat, mendengar dan hati yang sama. Kemampuan lebih ini disematkan didalam ruh-Nya yang maha suci yang kala itu masih bersifat murni bersemayam di dalam diri para nabi, kemudian itu diturunkan kepada generasi penerusnya yang beranak pinak dan terjadi degradasi kadar, namun tetap saja karunia itu tetap bersemayam dan melanjutkan kepada generasi berikutnya.
 

 QS. As Sjadah (32) : 9
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya Ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, ….”
 

Dari berbagai sumber menyatakan bahwa anak indigo memiliki banyak kemampuan, namun jika mengacu pada ayat di atas maka anak indigo hanya akan memiliki tiga macam kemampuan dominan pada dirinya, yaitu melihat, mendengar dan merasa. Walau sudah tidak bersifat murni dan sedikit berkurang dari pada generasi sebelumnya namun itu tetap tumbuh, tergantung bagaimana orang tuanya membimbing anak tersebut. Lalu bagaimana jika ada anak yang merasa bisa meramal masa depan? Sebenarnya itu bukan kekuatan asli anak indigo karena bisa jadi itu adalah unsure yang dihidupkan oleh bangsa jin dan syaitan untuk mengelabui manusia lain yang tidak memahami potensi anak indigo ini. Bangsa jin sangat mengkhawatirkan hal ini, mereka tidak menginginkan manusia menyadari kemampuan lebih yang dianugerahkan Allah padanya, karena itu akan melemahkan mereka dalam situasi apapun. 
Dan maka dari itu mereka berupaya keras mempengaruhi orang tuanya untuk menutup atau menghilangkan kemampuan ghaib sang anak untuk membuat anak mereka menjadi manusia normal. Padahal di awal sudah dijelaskan bahwa anugerah itu tidak akan bisa dihilangkan dengan cara apapun, meski berupaya ditutup, suatu saat kelak maka ia akan muncul kembali dan itu akan kembali mempengaruhi cara berpikir anak.
 

Dan itulah sebabnya pada banyak kasus, banyak anak indigo baru menyadari kemampuan gaibnya ketika mereka sudah dewasa. Dan salah kaprahnya lagi, pada sebagian orang yang tidak tahu bagaimana cara menangani anak indigo ini, ketika potensi itu diarahkan pada pihak-pihak yang salah maka mereka akan menempuh jalan yang sesat. Misalnya mereka mengembangkan sendiri kemampuannya dengan belajar otodidak dari berbagai literature. Dan jika literature yang mereka baca bukanlah AL quran, tetapi literature yang berbau mistis, maka pada akhirnya mereka akan menempuh jalan menjadi paranormal, dukun, perantara, peramal dan sebagainya yang mana seharusnya mereka menempuh jalan ketaqwaan tapi akhirnya berbalik menjadi para pengikut bangsa syaitan dan iblis. Pada akhirnya mereka akan terjebak dalam jerat syaitan dan berdiri menjadi pelayan syaitan. Sungguh amat disayangkan. Atau al quran menyebut mereka adalah golongan manusia yang tersesat. Karena sesungguhnya pada hari pembalasan kelak, semua karunia yang dimiliki anak berbakat ini akan dimintakan pertanggung jawabannya dalam penggunaannya. Jika mereka memilih jalan menjadi para pengikut iblis maka amat keras siksa Allah terhadap mereka, sudah dipastikan neraka Jahanam akan menjadi tempat singgah terakhir. Tapi jika mereka memanfaatkannya untuk memberi peringatan kepada sesame umat dan menegakkan hokum-hukum Allah di muka bumi, maka ia masuk ke dalam surge Aadn.
 

KEMAMPUAN GHAIB ANAK-ANAK INDIGO 
Lalu apa saja definisi kemapuan ghaib yang melekat pada anak indigo.
Pertama, tajamnya penglihatan, umumnya anak dengan kemampuan melihat alam ghaib ini memiliki ketajaman penglihatan pada hal-hal yang bersifat halus. Mata hati yang tajam yang dimiliki oleh para nabi dijamannya adalah banyak mereka gunakan untuk berinteraksi dengan penghuni alam ghaib dan para nabi menyerukan kepada bangsa syaitan dan jin untuk segera bertobat dan meminta ampun kepada Allah swt. Para penghuni alam ghaib ini memang kerap datang dan menghampiri para nabi dalam berbagai kesempatan dan dalam berbagai bentuk dan rupa, tetapi nabi selalu menyambut mereka dengan baik dan diajak berdialog mengenai berbagai hal. Dari hasil komunikasi ini maka ada banyak bangsa syaitan yang menyatakan diri mereka insyaf dan akhirnya berhenti mengganggu anak Adam.
 

Kedua, pendengaran yang tajam. Para nabi yang dianugerahi kemampuan pendengaran yang tajam ini banyak melakukan dakwah kepada mahluk-mahluk Allah di alam semesta, misalnya nabi Sulaiman yang berkomunikasi dengan binatang, tumbuhan, gunung-gunung, burung dan sebagainya. Allah menciptakan pendengaran adalah dalam rangka untuk menjadi saluran komunikasi yang bersifat WIFI tingkat tinggi bagi manusia untuk saling bertukar informasi dan saling mengingatkan. Disamping pendengaran itu adalah media untuk melembutkan hati, karena dengan pendengaran yang mau menerima dan mendengarkan nasehat serta mendengarkan peringatan maka akan membuat hati menjadi lunak.
 

Ketiga, ketajaman mata hati seorang nabi banyak digunakan untuk menggali ilmu, hikmah dan mencari berkah. Mata hati seorang nabi banyak diamalkan dalam bentuk berdakwah, memberi peringatan dan memperbaiki tatanan system kemasyarakatan yang berantakan dan mengajak manusia kembali pada jalan kebenaran. Nilai-nilai kebenaran sangat melekat pada diri mereka maka itulah sebabnya mereka dianggap sebagai orang yang selalu ingin diperlakukan istimewa. Padahal itu adalah bagian dari kuatnya iman dan taqwa, rasa takut yang amat sangat pada siksa-Nya Allah swt.
 

Diatas semua itu, satu hal yang harus dicamkan dalam-dalam bahwa kesemua kemampuan ini tidak selalu harus dimiliki oleh orang-orang yang sudah dibukakan mata hatinya sejak lahir, kemampuan ini bisa dipelajari dan bisa dilatih pada manusia biasa dan tidak punya bakat. Kelebihan yang didapat orang indigo adalah sebuah anugerah yang sangat memudahkan mereka mendekatkan diri kepada sang Khalik, tidak perlu usaha super untuk mencapai level manusia sempurna karena mereka tinggal melanjutkan dan mempertajam kemampuan itu untuk menjadi jalan mereka menggapai kualitas manusia mulia di sisi Allah swt. Dan pada manusia biasa yang umumnya tidak memiliki bakat bawaan, maka mereka harus berusaha ekstra keras menggapai cahaya rahmat, membuka tiap pintu hingga Allah swt menggapai tangan mereka dan meneguhkan imannya lalu mensejajarkan posisi mereka dengan para manusia berbakat tadi.
 

Tapi hikmah utama dibalik pemanfaatan sumber penglihatan, pendengaran dan perasaan adalah bahwa pada setiap penglihatan mata yang terdapat iman, maka pada apapun yang dilihatnya itu akan menambah keimanan dalam dada. Apapun suara yang mereka dengarkan di sekelilingnya, maka itu akan juga menambah nilai keimanan si pendengar, serta apapun rasa yang tertatanam dalam dada maka itu akan membuat mereka makin tunduk kepada Sang Pencipta. Tidak ada lain tujuan utama diciptakannya panca indera ini selain untuk menambah keimanan kita.
 

ISI DUNIA YANG SUDAH SETENGAH HANCUR 
Mana diantara ketiga fungsi ini yang mendominasi anak tersebut, maka itulah bakat alam yang melekat pada dirinya dan ia harus menggunakan kelebihan itu dengan sebaik-baiknya. Mereka harus berperan aktif ditengah lautan manusia sesat yang sudah menyia-nyiakan shalat dan menuruti hawa nafsu. Ditengah pusaran manusia yang sudah terlalu jauh dari rahmat Allah swt. Isi dunia saat itu paling banyak diisi oleh sebagian besar orang beriman yang murtad, mengaku beriman kepada allah tetap ia juga melakukan sesembahan dengan selain Allah. Ada banyak orang yang mengaku islam tetapi tingkah lakunya mencerminkan umat kafir. Di tengah kekacauan inilah diharapkan para penerima karunia allah ini bisa menggunakan keahliannya.
 

Dalam kondisi seperti inilah allah membangunkan sebagian umatnya dari tidur pulas yang melenakan. Sudah terlalu banyak orang yang lalai dan sudah saatnya ada anak muda yang membangunkan dan memberi peringatan akan bahayanya selalu dalam kondisi lalai. Maka dari itu, dalam salah satu ayat allah mengancam pada sebagian besar umat muslim yang sudah banyak lalai, bahwa Allah akan mengganti kaum yang rusak dengan kaum yang baru yang jauh lebih taat kepada Allah swt jika kebanyakan manusia tidak mau segera bertobat. Berikut firman allah QS. Al Maidah : 54.
 

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya …..  
“Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia akan memusnahkanmu dan menggantimu dengan siapa yang Dia kehendaki….” QS. Al An-am 133.
 

MENJELANG AKHIR JAMAN 
Lalu kapan dan bagaimana proses perekrutan akan dimulai, sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa anak-anak dengan bakat supranatural ini akan direkrut menjadi para pendukung pasukan Imam Mahdi melawan tentara dajjal. Siapa sesungguhnya pasukan elit ini? Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir. Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. 

Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.
 

Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban : “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Lalu terjadilah banyak huuru-hara. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: 

“Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi. 

Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya kekuasaan Kabah hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.
 

Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah. Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita karena melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater[5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman. Dari ketiga penguasa ini maka akan terjadi lagi perebutan kekuasaan di Saudi. Jika ini kelak terjadi, akankah ia akan menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud?
 

Dalam hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut diatas, ada hal lain yang jauh lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan pernyataan diatas, maka sudahlah saatnya seorang muslim siapapun dia segera mempersiapkan diri dan kembali beriman kepada sang Khalik. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini Raja Fadh sudah dalam keadaan sakit-sakitan dan jika ajalnya sudah dekat, maka terpecah-pecahlah pusat pemerintahanya di Saudi Arabia dan setelah itu tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Hanya Allah yang Maha Tahu dan Maha Berkuasa atas setiap jiwa anak manusia.

Read More..

Sabtu, 13 Desember 2014

TELESKOP SUPER CANGGIH INI MENYERAH

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (51:7).

Sebuah usaha yang gigih sedang dilakukan oleh para peneliti antariksa, mereka sudah mengembangkan sebuah alat peneropong bintang yang sangat canggih bahkan menurut mereka alat itu akan mampu melihat seluruh isi alam semesta. Benarkah hal itu bisa dilakukan? benarkan kelak manusia akan mampu melihat alam semesta ini dengan mata telanjang. Lalu apa kata Quran mengenai hal ini. Sebagai satu-satunya Kitab suci yang juga banyak menjelaskan tentang fenomena alam semesta, apa pendapat ahli kitab mengenai hal ini? Berikut Cuplikan berita yang disarikan oleh inilah.com

Teknologi teleskop beberapa generasi ke depan akan memiliki kemampuan yang semakin handal. Bahkan Profesor Tamara Davis, astrofisikawan dari University of Queensland, Australia, percaya jika kelak teleskop dapat melihat segala sesuatu yang ada di jagad raya.

"Teleskop masa depan mampu mensurvei apa saja yang ada di langit dan di atasnya, dari berbagai arah pandangan, dan bisa memprediksi sejak dimulainya suatu kehidupan," ujar Profesor Davis, seperti dilansir PhysOrg.

Namun menurutnya, penglihatan teleskop akan sedikit terhalang oleh lebarnya langit kosmik, sebuah batasan fisik terhadap apa yang bisa kita lihat. Ini akan menjadi penghalang, bukan dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki.

"Untuk pertama kalinya, pengetahuan kita akan dibatasi oleh fisik dari semesta itu sendiri, ketimbang kemampuan perangkat yang kita punya," ujarnya.

Namun begitu, lanjutnya, meski para astronom mampu melihat apa saja yang terjadi, itu tidak berarti mereka telah memahami apa yang telah mereka temukan.

"Contohnya, kita bisa melihat pembentukan galaksi tapi belum bisa dipahami apa hukum fisika yang sampai bisa membuat itu terjadi," paparnya.

Profesor Davis saat ini sedang memegang dua proyek besar alam semesta. Pertama adalah penelitian tentang materi gelap (sesuatu yang membuat galaksi bisa terikat satu sama lain), dan energi gelap (sesuatu yang membuat ekspansi semesta menjadi lebih cepat).

Ia adalah ilmuwan yang cukup aktif. Ia pun masuk dalam jajaran teratas ilmuwan aktif yang hanya sekitar satu persen dari total ilmuwan yang ada di dunia.

Saat ini, Profesor Davis memiliki 60 publikasi dan dua paper yang telah dipublikasi di jurnal Nature, berikut 10 paper lainnya. [ikh]


Sebelum membahasnya lebih jauh, anda tahu berapa total biaya yang harus mereka keluarkan untuk bisa mewujudkan semua ini? Jutaan dollar bahkan puluhan juta dollar digelontorkan untuk bisa membuat penelitian ini sukses. Tapi apakah seorang islam juga harus mengeluarkan jumlah uang yang sama dengan yang mereka keluarkan? jawabannya tidak sepeserpun. Mengapa? karena di Al Quran Allah sudah menjelaskan dengan sangat gamblang mengenai Alam semesta ini. Ada banyak yang ayat jika seorang islam ingin menjawab apa dan mengapa segala sesuatu yang berhubungan dengan alam ini. Alasannya? karena alam semesta ini adalah kerajaan-Nya Allah swt, milik-Nya Allah swt. Hanya Allah yang tahu setiap titik yang ada di langit sana. Manusia tidak akan mampu menjangkau alam kekuasaan-Nya. Secerdas dan secanggih apapun teknologi yang mereka miliki.

"Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiadalah bagimu seorang pelindung dan penolong selain Allah semata."
Quran Al Baqarah:107.

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu." Quran Al Imran:189

Mengapa orang islam sangat kuat keyakinannya mengenai besarnya kekuasaan Allah di alam ini? Perhatikan, kalimat pertama yang dilafadzkan umat islam pada saat ia membaca Al Quran atau melakukan aktivitas apapun yaitu sebuah kalimat pujian yang ditujukan kepada satu-satunya Dzat pemilik alam semesta yang pantas disembah yaitu Hanya Allah swt. Lalu kemudian di susul dengan pengakuan bahwa hanya Allah yang akan menjadi penguasa hari pembalasan (Al Fatihah Ayat 2) dan seterusnya. Dan surat AL Fatihah adalah inti sari nya seluruh isi Al Quran. Dan setiap saat seorang muslim memahami betul esensi dari setiap ayat tersebut. Itulah sebabnya tidak ada keraguan sedikitpun. Berikut Firman-Nya:

"Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam." (QS. Al Fatihah 1)

"Sesungguhnya Tuhan kami adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (Diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing0 tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, Maha Suci ALlah Tuhan Semesta ALam. ( QS. AL A'Raf:5)

Manusia boleh mempelajarinya alam semesta ini, terserah mau sampai sejauh mana ia menjangkaunya tapi satu-satunya niat mulia dibalik usaha belajar itu adalah pertama, pada akhirnya itu akan makin menambah nilai keimanan, membuat kita makin bertekuk lutut menyembah Sang Pemiliki Alam ini. Mengakui bahwa tidak ada satupun zat yang maha berkuasa kecuali Allah swt semata. 

Kedua, membuat kita makin percaya bahwa hari pembalasan itu memang ada. Kaitan pemahaman tentang alam semesta dengan kenyataan hari pembalasan itu bagaimana? Ya, jika kita sudah pada tahap mengetahui bahwa jarak antara satu bintang dengan bintang lain sedemikian jauhnya ribuan atu bahan jutaan kilometer, demikian juga jarak yang membentang antara satu pintu neraka dengan pintu neraka lainnya, jika ditempuh dengan berjalan kaki, maka itu akan memakan waktu puluhan atau ratusan tahun lamanya. Imam Al Gazali menuturkan bahwa jarak pundak malaikat dari ujung leher hingga ke pangkal tangan adalah 70 tahun perjalanan dibumi. Bisa anda bayangkan, itu baru jarak pundak malaikat penjaga nerakanya saja, bagaimana dengan jarak antar pintunya. Ya akan sama sulitnya dengan kita membayangkan bisa berjalan menempuh perjalanan kaki dari bumi ke bintang yang lain. Perhatikan ayat berikut ini:

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (51:7).

Ini artinya bahwa di setiap lapis langit memang ada jalan-jalan yang menghubungkan satu bintang dengan bintang lainnya dan ini membuktikan bahwa dihari akhir kelak, perjalanan manusia menuju neraka akan ditempuh dengan perjalanan kaki karena memang sudah ada track dan jalur-track jurusannya. Manusia jangan menganggap remeh hal ini, karena ini memang benar-benar ada. Maha benar allah dengan segala firman-Nya.

"Dan Maha Suci Tuhan yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."
Quran Az Zukhruf:85.

Tapi, sayangnya penelitian ini dilakukan oleh kebanyak orang non muslim, yang mereka tidak tahu apapun mengenai luasnya kekuasaan Allah di atas sana. Mereka menganggap dengan alat paling canggih mereka bisa menerobos wilayah kekuasaan Allah, maka mereka salah besar. Dan lebih sangat disayangkan lagi tujuan dan misi terselubung dibalik riset itu kadang membuat penelitian itu hanya menjadi sampah atau sia-sia. Karena mereka meneliti bukan dalam rangka ingin mengagungkan Allah, tetapi ingin membuat teori-teori baru yang lebih menyesatkan dan menipu lebih banyak orang beriman. Ayat berikut membenarkan semua tindakan yang mereka lakukan adalah dalam rangka ingin menipu:

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, sedang mereka tidak sadar." Quran Al Baqarah :9.






PENGHALANG DI LANGIT KOSMIK



Ketika mereka ingin mencari keuntungan dari orang mukmin, maka dengan itu Allah swt ciptakan penghalang bagi mereka. Menurut mereka, penglihatan teleskop akan sedikit terhalang oleh lebarnya langit kosmik, sebuah batasan fisik terhadap apa yang bisa dilihat. Ini akan menjadi penghalang, bukan dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki.

"Untuk pertama kalinya, pengetahuan kita akan dibatasi oleh fisik dari semesta itu sendiri, ketimbang kemampuan perangkat yang kita punya," ujar Prof Davis.

Penjelasan Al Quran mengenai  fenomena ini adalah:


"Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi dilangit dan tidak (pula) di bumi." Quran Al Imran:5.

"Dan jika mereka bermaksud ingin menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin." Quran Al Anfal:62.

Jadi bisa difahami jika Allah berkehendak untuk melindungi umat muslim, maka ia akan menolong dan menjadikannya terhalang segala niat buruk orang yang ingin mencelakakan umat mukmin.



"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal." Quran AL Imran:190. Maka jagalah diri kita dari siksa api neraka.



Read More..

Rabu, 10 Desember 2014

MANUSIA SUPER GENERASI-X

GENERASI MASA DEPAN

Pernahkah anda membaca sepenggal artikel yang berisi tentang akan datangnya suatu generasi baru dimasa depan. Mulai dari yang disebut generasi x, y dan z. atau generasi masa depan nibiru, generasi millennium dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa generasi ini berasal dari planet tertentu, memiliki perbedaan struktur genetika, memiliki level kecerdasan lebih tinggi dari manusia umumnya, memiliki peradaban maju dan lain sebagainya. Seperti yang sering kita lihat di film-film holywood bergenre ilmiah futuristik. Terdengar sangat fantastik dan mengundang decak kagum bukan. Tapi benarkah berita ini? Adakah ini sebuah fakta yang benar-benar akan terjadi. Lalu bagaimana dengan nasib manusia yang ada saat ini? Dan bagaimana seorang muslim harus menanggapinya? Kita sebagai seorang beriman yang memiliki penglihatan, pendengaran dan hati serta kitab suci yang maha benar maka sudah seharusnya sikap kita adalah mencari tahu kebenaran itu untuk menjadi pembelajaran berharga dengan melakukan croscek pada kitab suci dan hadist nabis saw yang pernah ada. Bagaimana sesungguhnya keadaan pengikut umat nabi di masa depan menurut sudut pandang seorang nabi kala itu? benarkah akan lahir manusia baru sekelas malaikat atau bahkan melebihi.

Misalnya Generasi Y, sebagian ahli memaparkan bahwa di dunia kerja generasi ini adalah
kelompok generasi yang cerdas dan handal, memiliki karakter kemampuan menghasilkan ide-ide brilian dan dinamis. Mereka memiliki ketergantungan pada teknologi yang tinggi dan suka mengekspresikan diri dalam berbagai situasi. Sikapnya lebih banyak dipengaruhi oleh mood atau suasana hati. Orientasinya adalah kemapanan dan masa depan cerah tanpa batas. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, maka pada kelompok ini membutuhkan banyak perhatian dan diperlukan kepekaan yang tinggi untuk memahami perilakunya yang kadan spontan dan tak berarah.

Sebelum lebih jauh, maka ada baiknya juga kita melihat pada buku panduan umat kitabullah dan hadist. Jika mengacu pada kitab suci Allah Al Quran, maka tidak ada satupun kalimat yang sesuai dengan fenomena diatas. Al Quran tidak pernah menyebutkan bahwa kelak akan ada manusia Ras baru dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan diatas. Kelak manusia akan disingkirkan dan diganti dengan jenis manusia baru yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini, karena alasan tertentu. Kecuali ada beberapa ayat yang memiliki kesamaan visi tentang pergantian pengikut nabi, diantaranya:

“Maka datanglah sesudah mereka (zaman nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS: Maryam :59)

Al quran mengatakan bahwa akan datang suatu generasi yang keadaannya jauh lebih buruk dari yang pernah ada di muka bumi, golongan manusia yang lebih buruk perilakunya dari yang ada di jaman nabi, yaitu orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dan menurutkan hawa nafsu. Kepada mereka allah menimpakan kesesatan yang nyata. Bahka Orang-orang ini melakukan kerusakan jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan kaum yang ada sebelum datangnya para rasul. Kerusakan yang jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan firaun dan pengikutnya. Firman Allah mengatakan:

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)

Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan banyak sabda Rasulullah saw, salah satu yang paling mendekati:

"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar menjadi agama mereka. Kehormatan terletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. "Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta semena-mena dalam pengambil keputusan." Sebagaimana sabda rasulullah berikut ini:

1. Tidak akan menimpa kalian, kecuali kemungkaran sudah jelas-jelas ditampakkan, yakni akan tersebar penyakit yang belum pernah ditemui di jaman sebelumnya.

2. Tidak mengurangi takaran kecuali akan ditimpakan bencana kelaparan, biaya hidup yang amat berat, dan para penguasa yang sewenang-wenang.

3. Mereka tidak mau mengeluarkan zakat, kecuali allah tidak akan menurunkan hujan dari langit.

4. Mereka tidak memungkiri perjanjian dengan allah dan utusan-Nya, kecuali mereka dikuasai musuh dari jenis lain yang mengkudeta sesuatu yang ditangan mereka.

5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak memutuskan sesuatu berdasarkan Kitab allah, maka allah akan menciptakan kesulitan buat mereka.

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"

Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."

Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah: Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Berikut beberapa hadist nabi saw tentang keadaan pengikut nabi di masa depan menurut sudut pandang beliau di masa itu:

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata,

“ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

2. Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda,
‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih buruk/jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian.’

3. Abu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian. Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca al-Quran tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca al-Quran, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman)” (HR:Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim).

4. Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah bersabda, Abu Umamah al Bahiliy bahwa Rasulullah bersabda;
“Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat. (HR: Ahmad)


5. Melalui Hudzaifah ra. Nabi swa pernah bersabda;"Akan datang suatu jaman menimpa pada manusia, dimana bangkai keledai yang busuk lebih mereka sukai daripada orang mukmin yang ber-amar ma'ruf Nahi Mungkar.

6. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”
(Sunan Ibnu Majah)

7. Sabda Nabi saw. Diriwayatkan oleh Ma’qobal bin Yasar ra. :

” Akan datang zaman dimana menimpa umat manusia, dimasa itu Al-quran amat kering di hati para lelaki (Umat) laksana pakaian using di tubuh. Mereka hanya mengutamakan ketamakan yang disertai kekhawatiran. Jika mereka berbuat baik, mereka berkata: “Amalku akan di terima….’Dan kalau mereka berbuat dosa, maka mereka akan berkata:” Aku pasti diampuni.”

8. Dari Ali kw. Katanya: “Aku pernah mendengar rasulullah swa. bersabda:
” Akan datang suatu kaum pada akhir zaman; yang lidah mereka pandai bicara sementara akalnya lemah. Mereka mengucapkan sabda Nabi swa, namun sabda itu tidak sampai melintasi tengggorokan mereka sendiri. Mereka bisa keluar dari agamanya seperti anak panah melesat dari busurnya.”

9. "Maka sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).

Lalu mana diantara dua ramalan itu yang anda percayai sebagai seorang muslim beriman. Apakah ramalan yang berasal dari peneliti barat atau yang berasal dari al Quran dan hadist nabi saw junjungan kita. Harus banyak-banyak kita memperhatikan setiap perkataan orang yang bukan islam adalah menjerumuskan iman kita kedalam kesesatan. Harus kita kaji terlebih dahulu setiap kalimat yang mereka sodorkan apakah mengandung unsure bidah atau bersifat menyimpang dari aturan. Karena sesungguhnya pada setiap berita yang mereka buat selalu mengandung misi terselubung, seperti kita semua tahu untuk membuat kita ragu dengan keyakinan kita sendiri. Jadi Berhati-hatilah.

Apabila kita merasakan bahwa apa yang diramalkan nabi saw adalah sebagian besar kesesuaian keadaan dengan yang kita rasakan saat ini, bukankah ini artinya ramalan nabi saw itu benar. Bahwa akan menimpa banyak kemalangan para pengikut nabi di masa depan akibat kelalaiannya sendiri. Bukankah kita juga sama-sama setuju dan melihat bahwa sebagian besar ramalan hadist itu merujuk pada buruknya perilaku umat dari yang ada saat ini. Bahwa Nabi swa juga pernah bersabda akan kedatangan zaman dimana sebagian umatnya banyak menyimpang dan melampaui batas. Dan adapun umat yang dimaksud tersebut ternyata banyak merujuk pada sebagian dari keadaan kita saat ini. Maka sudah saatnya kita kembali kepada jalan kebenaran Sang Khalik.

Lalu apa makna dari kedatangan suatu kaum baru yang dimaksud hadist-hadist nabi saw diatas, itu adalah bagian dari peringatan keras bagi kita semua untuk memperhatikan ajaran islam lebih baik lagi. Karena sesungguhnya satu-satunya umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini adalah umat yang hidup dijaman rasulullah. Mereka adalah orang-orang terbaik yang membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan ridho. Mereka yang membuat ikatan-ikatan antara umat muslim hingga terjalin ukhuah islamiah hingga saat ini. Dan seburuk-buruknya umat adalah manusia yang ada saat ini, karena isi ramalan nabi saw itu merujuk pada keadaan umat islam saat ini.

Menyangkut sekelompok orang yang pernah mendapat keistimewaan dari Allah, itu memang pernah terjadi di masa lalu, yaitu di jaman nabi musa dengan pengikutnya Bani Israil. Golongan ini
mendapat keistimewaan dari Allah yaitu kemampuan akal yang melebihi manusia pada umumnya. Hal ini dilakukan karena kaum Bani Israil pada saat itu adalah golongan yang paling keras dan paling sulit di ajak kepada kebenaran dan diajak menyembah Allah. Mereka kerap bertanya dan meminta bukti nyata keberadaan Tuhan-nya Nabi Musa. Maka Allah menganugerahkan mereka kecerdasan lebih, sesungguhnya agar mereka dapat melihat kebenaran lebih besar dan lebih bisa diterima oleh akal mereka. Tetapi yang terjadi adalah penolakan kaum Bani Israil yang semakin menjadi-jadi dan semakin mereka tidak percaya pada kebenaran yang di bawa Nabi Musa. Sudah berbagai mukjizat ditampakkan tetapi itu tidak pernah cukup bagi mereka, sebaliknya mereka makin membangkang dan berbalik menyembah berhala Sapi Betina dan penolakan itupun masih terjadi hingga hari ini. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

"Hai Bani israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segela umat." QS. A; Baqarah:47.

Itulah sebabnya hingga kini kita tidak akan pernah lagi menemukan ada umat yang diberi kelebihan akal seperti yang pernah terjadi di jaman nabi musa as. Dan dengan demikian berita yang bersebaran di dunia maya itu bukanlah sesuatu yang harus kita yakini adanya. Karena sesungguhnya Allah hanya mau membukakan hidayahnya kepada orang yang bersungguh-sungguh saja ingin mencari kebenaran. Allah hanya akan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berniat berdiri tegak di jalan-Nya. Hanya pada orang-orang tertentu saja yang didalam lubuk hatinya berserah diri penuh kepada ketentuan Allah swt. amin.

Allah berfirman," Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37). Hidayah Allah tidak diberikan tanpa alasan.

Allah membuka rahasia hidayah ini dengan firman-Nya,"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).




Read More..

Selasa, 09 Desember 2014

PANEN NYAWA Ala PESTA MIRAS OPLOSAN

Belakangan ini ramai diperbincangkan maraknya fenomena miras oplosan di masyarakat. Tahukah anda bahwa itu adalah akibat ulah bangsa saitan dan turunannya. Iblis telah berhasil melakukan panen nyawa (soul harvest) melalui miras oplosan, mereka banyak menggiring anak muda kita ke neraka dalam keadaan belum sempat bertobat. Ibaratnya padi yang selama ini susah payah mereka pelihara di tanam dan pupuk, akhirnya berbuah manis, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil hasil panen, yaitu menggiring jiwa-jiwa kosong untuk dijerumuskan dalam kesesatan dan kehancuran iman. Layaknya baru mendapat harta jarahan yang amat besar mereka merayakan keberhasilan ini dengan berpesta. Ya benar, Iblis berhasil menggiring jiwa-jiwa tersesat ini masuk ke dalam kelompok mereka dimana di alam barzah kelak mereka akan diadili dan di tentukan nasibnya berdasarkan

amal ibadah dan amal buruk apa yang paling banyak mereka lakukan hingga diakhir hayat. Sebagaimana disebutkan bahwa allah akan menerima amalnya anak adam jika diakhir hayatnya ia sudah bertobat.
 

Mengapa iblis gemar membuat jebakan pada jenis miras oplosan ini? Sedemikian menggiurkannya kah miras ini, hingga mereka menjadikan sebagai alat pancingan dan pengait yang amat ampuh untuk menjerat jiwa manusia? Atau memang sudah sangat mudah menjebak manusia dengan iming-iming kenikmatan yang ditawarkan. Ternyata jenis kejahatan melalui miras ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi bangsa iblis, karena miras ini bukan membawa orang pada kemabukan tetapi bisa membuka pintu kematian, keistimewaan lain adalah bahwa siapapun yang sudah melewati ambang batang meneguk cairan itu, maka dengan sangat mudah iblis membawa jiwanya keluar dari jasad, karena ia sudah sepenuhnya berada di bawah kekuasaan iblis. Jiwa yang sudah tidak sadarkan diri ini akan terus digiring iblis kepada kenikmatan ghaib sehingga jiwa tersebut lupa menyebut asma allah dan terlepaslah dia dari pertolongan Allah.

Dalam Surat Al An’am ayat 119 Allah menerangkan:
"….Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

Orang yang dalam kematiannya belum sempat bertobat kepada Allah, maka allah tidak akan memberinya ampunan di hari akhir kelak dan mereka tidak akan mencium baunya surga. Inilah yang membuat iblis dan syetan amat menyukai aksinya menjerat manusia dengan cara ini. Karena upaya mereka tidak akan sia-sia bekerja sekuat tenaga selama di dunia menjerat anak cucu adam ke dalam kemaksiatan. Iblis amat bangga dengan anak buahnya yang berhasil membuat jatuh banyak korban akibat miras ini.

Sebagaiman berikut QS. Shaad :26) yang bermaksud:

"..... dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

Orang-orang yang menjadi korban tewas ini mungkin tidak pernah berpikir mereka ingin mengakhiri hidup mereka dengan cara seperti itu. mereka mungkin hanya sekedar ingin bersenang-senang dengan sesama teman atau apapun alasannya, tetapi apa yang mereka hadapi tidak pernah mereka perhitungkan sebelumnya, karena akibat ke-polosan dan ketidakpengetahuan mereka akhirnya mereka meregang nyawa di ujung botol miras yang bukan hanya memabukkan tetapi juga mematikan. Ada apa dengan kaum muda kita? Adakah mereka sudah sedemikian lemah imannya, sehingga tidak bisa membedakan lagi mana yang diharamkan dan mana yang tidak?

Puluhan orang tergeletak tak bernyawa dan puluhan lagi sedang meregang nyawa akibat keracunan knonis yang diderita akibat kerasnya komposisi miras yang ditenggak ke dalam kerongkongan mengakibatkan mereka kehilangan kesadaran. Mengapa fenomena ini banyak terjadi di daerah pegunungan seperti bogor, sukabumi, garut, dan sebagainya. Di daerah yang berhawa dingin. Apakah mereka sudah kehilangan kendali atas pemahaman agama yang sudah jelas banyak melarang untuk mendekati apalagi meminum jenis minuman keras ini. Kita semua pasti amat menyayangkan peristiwa ini, karena sesungguhnya jika terjadi banyak korban seperti ini, sesungguhnya kita juga ikut bertanggung jawab secara moral. Mengapa kita tidak bisa mencegah dan mengawal iman mereka sehingga mereka terjerumus dalam lembah dosa seperti ini. Kita juga sebagai saudara seiman tentu juga harus ikut bertanggung jawab pada peristiwa ini, karena kita sudah lalai membiarkan saudara kita tersesat dalam minuman memabukkan.

Peristiwa ini bukan hal biasa, di masa depan kelak akan ada korban jatuh lebih banyak lagi jika kita tidak cepat-cepat turun tangan meluruskan iman orang-orang tersebut. Karena peristiwa ini tidak cukup hanya dengan cara membakar warung remang-remang dan pabrik pembuat miras oplosan, dan menangkap pelaku pengedarny saja. Ini harus dimulai dari pola pikir si penduduknya yang harus terlebih dahulu dibenahi dan di luruskan. Lebih dikuatkan lagi imannya, diberi pengetahuan yang banyak tentang iman. Pengetahuan tentang buruknya dampak miras oplosan saja belum cukup, harus bisa menyentuh ke dalam lubuk hati terdalam. Dan ini harusnya jadi pekerjaan Kementerian Agama untuk lebih banyak mengirimkan tenaga ahlinya memberi bekal yang cukup kepada mereka untuk memahami nilai keislaman yang benar, jangan setengah-setengah. Kirimkan banyak ustad dan ustazah ke sana untuk berdakwah. Sementara materi fisik mirasnya memang jadi urusannya kepolisian, untuk mencegah peredaran makin meluas.

Read More..

Minggu, 07 Desember 2014

JADILAH MANUSIA YANG BERUNTUNG

Tidak akan hidup hati seorang Muslim, kecuali dipelihara dengan baik oleh sang pemilik. Cara memelihara hati agar terus hidup hingga kita menghadap keharibaan-Nya, tiada lain dengan senantiasa menggunakan akalnya untuk berfikir dan hati untuk berdzikir. Perpaduan dari kedua amalan tersebut akan menjadikan seorang Muslim menjadi insan ulul albab. Yaitu insan yang apabila melihat, mendengar, atau merasa dia berfikir. Pada saat bersamaan, saat ia berdiri, duduk, berbaring, dia terus berdzikir. Inilah manusia yang memahami hakikat kehidupan, sehingga tidak ada fokus utama baginya melainkan berlindung kepada Allah dari panasnya api neraka, karena kelalaian dan kesombongan (QS. 3 : 190, 191).

Orang demikian adalah orang yang hidup hatinya. Hanya ulul albab yang akan bisa melihat dan meyakini sepenuh hati tentang kebesaran Allah. Dan, karena itu ia akan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Jadi, hatinya dikuasai dan dikendalikan oleh ilmu (hidayah), bukan ambisi atau pretensi dan obsesi, sehingga kelak ia akan meraih kesempunaan nikmat di dalam surga-Nya.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. 79 : 40, 41).

Jadi, untuk menghidupkan hati, setiap Muslim harus membangun tradisi dzikir dan fikir yang berkualitas. Yaitu berdzikir dan berfikir yang setiap saat menjadikan kita semakin siap menjadi Muslim kaffah, semakin bergairah dalam menegakkan kebenaran, semakin percaya diri menjadi seorang Muslim, semakin antusias mempersiapkan kematian, dan semakin rindu bertemu dengan Allah. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. 13 : 28).

Tanpa dzikir dan fikir yang berkualitas, seorang Muslim rawan dalam badai gelombang kehidupan, sehingga goyah keimanan dan keislamannya. Jika hal itu benar terjadi, khawatir hatinya akan mengeras seperti batu dan mendapat kemurkaan Allah.

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 39 : 22).

Orang itu bertanya, apa yang dimaksud dengan dibukakan hati itu? Nabi pun bersabda, “Yaitu kelapangan. Sesungguhnya jika cahaya telah dipancarkan ke dalam hati, maka dada menjadi lapang dan terbuka dari menerima rahmat-Nya”. Jadi, mari kita pelihara hati kita agar tetap hidup dalam naungan cahaya Ilahi. Sungguh, keimanan yang ada sekarang pada kita semua adalah nikmat tiada tara. Maka, janganlah disia-siakan. Perbanyaklah berpikir, bahwa dengan iman dalam hati, sebenarnya Allah telah janjikan surga kepada kita. Tetapi jika tidak, kita bisa salah dan tersesat.

Betapa ruginya kita jika sudah diberi nikmat iman kemudian kita tidak syukuri dengan membiasakan dzikir dan fikir. Sementara, Allah telah memberikan peluang sangat besar bagi kita untuk meraih kebahagiaan dan keuntungan berlipat-lipat diakhirat kelak. Cara berpikir yang seharusnya dilakukan orang yang memiliki akal adalah menobati dosa-dosanya dimasa lampau, menyedikitkan lamunan dan panjang angan-angan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, dan sabar mengekang hawa nafsu.

“Apakah kamu tidak berpikir,” demikian sindir Allah di beberapa penghujung ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lalu apa saja keuntungan yang didapat bagi orang yang berpikir dan berdzikir?

KEUNTUNGAN BAGI YANG BERDZIKIR

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَ

“Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”. (Q.S. 91 As-Syamsi: 9-10)

Itulah sebabnya pada ayat di atas Allah memuji orang-orang yang telah mensucikan hatinya dengan cara berdzikir, sebab hanya orang-orang yang telah mensucikan hatinya yang dapat mengenal Allah. Adapun orang-orang yang mengotorinya tidak akan pernah dapat mengenal Tuhannya.


KEUNTUNGN BAGI YANG BERFIKIR

“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS. 10 : 100).

Suatu hari seorang sahabat Nabi SAW, Miqdad Ibnu Al-Aswad berjumpa dengan Abu Hurairah r. a, lalu beliau mengkhabarkan kepada Miqdad:

“ Aku mendengar Rasulullah memberitahu kepadaku, sesiapa yang berfikir satu saat maka itu terlebih baik daripada beribadah setahun”


Miqdad berlalu dan berjumpa pula dengan Ibnu Abbas, lalu dikhabarkan kepada Miqdad
“ Aku mendengar bahawa Rasulullah SAW memberitahu kepadaku, barang siapa yang berfikir satu saat maka ia terlebih baik daripada beribadat tujuh puluh tahun.”


Miqdad keliru dengan perkhabaran dua sahabat tadi, karena apa yang disampaikan oleh kedua-duanya berbeda. Lantas beliau mengadukan hal ini kepada baginda Nabi SAW. Baginda mengarahkan supaya memanggil Abu Hurairah dan Ibnu Abbas berjumpa dengannya, baginda bertanya kepada Abu Hurairah: “ Bagaimana cara engkau berfikir?” Jawab Abu Hurairah:

“ Aku memikirkan tentang tujuh lapis langit dan bumi (mendatangkan rasa keagungan kepada Allah dalam diri)”.

Maka jawab baginda: “ Benar, engkau mendapat berfikir sesaat lebih baik daripada beribadat setahun.” Sabdanya lagi, “ Telah turun al-Quran kepadaku, rugilah bagi mereka yang membaca al-Quran tapi tidak memikirkannya.”


Lalu baginda bertanya pula kepadan Ibnu Abbas tentng apa yang difikirkannya. Jawab Ibnu Abbas:
“ Aku memikirkan tentang kematian dan huru-haranya saat itu.”

Lalu baginda menjawab: “Benar, berfikir begitu maka engkau mendapat kelebihan sesaat berfikir maka terlebih baik daripada beribadat 70 tahun.”

Berdasarkan sirah dan hadis-hadis di atas dapatlah di simpulkan bahawa memikirkan sesat adalah mempunyai dua kebaikan iaitu :

Pertama : Memikirkan penciptaan tujuh lapis langit dan bumi oleh Allah SWT akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama setahun.
Kedua : Memikirkan tentang kematain dan seksa kubur dan kehidupan di alam barzakh akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama 70 tahun.

Uraiannya :

Pertama : Memikirkan sesaat penciptaan tujuh lapis langit dan bumi oleh Allah SWT akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama setahun.
Firman Allah SWT maksudnya : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari seksa neraka'.'' (Ali 'Imran: 190-191).

Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada isterinya, Aisyah, untuk solat malam. Dalam solatnya, baginda menangis. Air matanya mengalir deras. Baginda terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Baginda masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ''Mengapa tuan menangis?'' tanya Bilal. ''Buankah Allah telah mengampuni dosa-dosa tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?''

Nabi SAW menjawab, "Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini, 'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.'' (Ali 'Imran: 190-191).

Selanjutnya Rasullullah bersabda : "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya"

Alam semesta, merunjuk pada dua ayat di atas, ia adalah ayat, yaitu tanda kekuasaan Allah SWT. Sebagai ayat, alam semesta ini harus dibaca dan dipelajari hingga menimbulkan iman dan kekaguman (khasy-yah) yang makin besar kepada al-Khaliq. Nabi pernah memberikan arahan agar manusia tidak memikirkan Zat Allah, tetapi cukup merenungkan alam ciptaan-Nya.

Kata baginda, ''Fikirkanlah ciptaan Allah, dan jangan memikirkan Zat Allah.''
Jadi, ayat-ayat Allah itu ada dua maksud. Pertama, ayat-ayat berupa Kitab Suci (qauliyah). Kedua, ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah). Menurut ahli falsafah muslim, Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama.

Dikatakan demikian, kerana sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan al-Quran, Allah telah menciptakan alam semesta ini. Kerana alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat.

Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Kerana itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam istilah al-Quran dinamakan takdir dan sunatullah.

Kedua : Memikirkan tentang kematian dan seksa kubur dan kehidupan di alam barzakh akan mendapat kebaikan (pahala) seolah-olah beribadah selama 70 tahun.
Siapa pun tidak dapat menduga kapan saat kematian mereka tiba. Karena itu ramai yang masih lalai dan tidak punya bekal 'menanti' saat kematian mereka.
Allah berfirman yang bermaksud:
"Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali."
(Surah al-Anbiyak ayat 35)

Memikirkan kematian adalah satu cara untuk membersihkan hati yang berkarat yang cinta kepada dunia.
Daripada Ibnu Umar r.a berkat, Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Katanya dengan banyak mengingati mati dan membaca Al-Quran.” (Hadis Riwayat Baihaqi)

Saidina Uthman bin Affan pernah mengiringi jenazah ke kubur. Tiba-tiba apabila sampai ke kubur, dia pingsan dan diusung balik ke rumah pula. Lalu, sahabatnya bertanya apakah yang menyebabkan beliau pingsan. Jawab Uthman, aku teringat yang Rasulullah SAW pernah bersabda “Sesungguhnya kubur itu adalah penginapan yang pertama antara penginapan akhirat, sekiranya seseorang itu terlepas dari siksaannya maka apa yang akan datang kemudiannya adalah lebih mudah lagi. Seandainya seseorang itu tidak terlepas daripada siksaannya, maka yang akan mendatang adalah lebih sukar lagi”.
Terdapat lagi satu hadis riwayat Tirmizi yang berbunyi, Rasulullah ada bersabda maksudnya : "Kubur itu sama dengan satu taman daripada taman-taman syurga atau satu lubang daripada lubang-lubang neraka. (Hadis Riwayat Tirmizi).”



Read More..

Selasa, 02 Desember 2014

JANGAN JADI MANUSIA RUGI DAN BANGKRUT

Tahukah anda bahwa Orang yang taat dan khusuk ibadahnya saja belum tentu bisa masuk surga, bisa jadi ia juga termasuk manusia yang mengalami kerugian. Meski ia sudah sekuat tenaga melakukan kebaikan dan menolong sesama, namun itupun belum menjamin bahwa ia akan mendapat surga sebagai imbalannya. Anda pasti penasaran sekali bukan? lalu bagaimana dengan orang yang jarang beribadah dan melakukan kebaikan, apakah nasib mereka jauh lebih buruk dari yang taat tadi. Maka dari itu simak penjelasan berikut ini agar kita tidak dimasukkan dalam golongan orang yang rugi bahkan bangkrut dihari akhir kelak.

Secara harfiyah, Al-Qur’an menggunakan kata khusr untuk menyebut kerugian, khusr itu sendiri artinya berkurang, rugi, sesat, celaka, lemah, tipuan, dll, semuanya dengan makna negatif. Jika dalam istilah perdagangan, rugi bisa diartikan bangrut atau mengalami kekurangan modal sehingga usahanya gulung tikar. Yang menjadi persoalan kita kemudian adalah, apa saja faktor-faktor yang membuat manusia menjadi rugi seperti yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, inilah sesuatu yang amat penting untuk kita telaah.

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.' (QS: 103:1-3)

Dalam proses penciptaannya, manusia seharusnya sadar bahwa dalam dirinya allah sudah menganugerahkan kemampuan lebih yang tidak dimiliki mahluk lainnya; melihat dengan mata hati, mendengar dan memahami dengan baik kedalaman ilmu. Karena ketiga unsure ini adalah salah satu sifat terpuji dan terbaik dari dzat allah yang dikaruniakan kepada manusia dalam bentuk ruh yang halus yang ditiupkan ke dalam jasad manusia. Ini yang menjadikan manusia berbeda dari mahluk lainnya. Ketiga indera ini yang membuat derajat manusia lebih tinggi dibanding bangsa jin/iblis, bangsa malaikat dan bangsa lainnya. Al Quran banyak membahas materi ini dalam beberapa surat, untuk menekankan kepada manusia pentingnya memperhatikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya QS. As Sajadah (32) : 9.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya Ruh- Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”

Derajat manusia ditentukan kemampuan sejauh mana manusia pandai mengoptimalkan ketiga indera ini, dan sejauh mana manusia sudah mengamalkan dan menjadikannya sebagai sarana untuk memuliakan jiwa, mensucikan hati dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri. Karena masing-masing indera ini memiliki fungsi yang berbeda namun merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan bertujuan pada satu tujuan mulia.

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."
QS. An-Nahl:78.

Sebelum lebih jauh, perlu kita ketahui juga bahwa sesungguhnya allah telah menganugerahkan ruh-Nya yang suci itu kepada manusia agar kita dapat senantiasa beribadah kepadanya. Sama halnya dengan hakikat penciptaan mahluk lain di alam semesta ini, berikut firman-Nya:

“Dan tidak aku menciptakan manusia selain untuk beribadah kepada-KU

Tapi disamping untuk tujuan beribadah, masih ada tujuan lain yang jauh lebih besar daripada itu. Adapun allah mensematkan ruh yang suci kedalam diri setiap manusia adalah dalam rangka untuk menyelamatkannya dari siksa api neraka. Dengan cara apa allah ingin menyelamatkan manusia dari semua azabnya yang pedih di hari akhir kelak. Hati ruhaniah adalah tempat bersemayamnya iman, tempat datangnya hidayah, tempat masuknya hikmah. Sementara ketajaman mata hati dan pendengaran adalah sarana yang allah siapkan bagi manusia agar dapat membaca fenomena yang ada di alam semesta, mengetahui hakikat kebenaran dan lebih mengenal diri, penciptanya dan seluruh hasil ciptaan-Nya.

Jika ia sudah mengetahui semua hakikat kemanusiaan dan ketuhanannya, maka bertebaranlah kita semua di muka bumi ini untuk menyebarkan kebenaran, meluruskan akidah, saling tolong menolong dan saling nasehat-menasehati. Agar makin banyak lagi orang yang sudah terlanjur sesat bisa diselamatkan ke jalan yang lurus. Agar kita bisa menularkan hakikat kebenaran kepada saudara-saudara kita yang kurang pemahamannya tentang ilmu agama. Disinilah allah akan melihat kualitas derajat manusia yang sebenarnya.

"Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, ...." QS. Al Ahqaaf:26.

Disamping juga sebagai sarana agar kita bisa mengenal siapa yang menciptakan kita dan hasil dari pemahaman itu adalah untuk membuat kita berubah menjadi mahluk-Nya yang mulia di sisi-Nya. Diakhir hayat kelak di alam barzah, maka ruh yang pernah bersemayang dalam diri kita akan dikembalikan lagi ke pangkuan-Nya dalam keadaan bersih dan suci, sementara tubuh kita sudah hancur dimakan ulat dalam tanah, dan tinggal lah jiwa kita yang akan menjadi saksi, menyangkal atau mengiyakan semua perbuatan kita ketika di dunia.

Jiwa ini yang akan menanggung semua hasil perbuatan semasa di dunia. Karena sebagaimana sudah diketahui bahwa diawal penciptaannya, jiwa sudah bersedia menjadi saksi kelak, dibekali pemahaman tentang hakikat penciptanya, sudah diberi pemahaman tentang nilai kebaikan dan keburukan serta di berikan kebebasan menentukan pilihan. Jadi sudah cukup bagi jiwa itu untuk mempertanggung jawabkan semua tindakan atas dirinya.

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya penglihatan, pendengaran dan hati, semuanya itu akan dimintakan pertanggungjawabannya." QS. Al Isra ayat 36.

Tapi lihatlah apa yang banyak dilakukan manusia dengan ketiga unsure ini pada kehidupan sehari-harinya, mereka urung memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, sebaliknya mata hanya digunakan untuk melihat materi yang indah-indah dan melenakan, telinga banyak digunakan untuk mendengarkan music, gosip, dan bergunjing dibanding mendengar ayat-ayat al quran dan hati dibiarkan mengikuti ambisi hawa nafsu kemana saja ia pergi. Mereka urung memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya maka jadilah mereka manusia yang lalai.

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari bangsa jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi ) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al A’raf:179)

Faktanya sebagian mereka memang ada yang melakukan ketaatan, namun semua itu hanya ditujukan untuk kepentingan diri sendiri dan mendapat penghargaan dari orang lain. Melakukan kebaikan dengan mengharap imbalan, melakukan ibadah agar mendapat pujian dan pengakuan, menimba ilmu agar mendapat gelar, dan seterusnya berbagai niat yang bukan ditujukan untuk memuliakan diri dan menolong agama allah, semata-mata untuk eksistensi diri. Maka begitulah allah menyebut mereka golongan yang berada dalam kerugian yang amat besar. Kenapa mereka dimasukkan dalam golongan rugi di akhirat kelak?

"....tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu mereka selalu memperolok-oloknya. QS. Al Ahqaaf:26.

Lalu mengapa orang yang lalai dalam memanfaatkan indera ini digolongkan dalam kelompok manusia rugi? Ini ada kaitannya dengan saat proses penimbangan amal, pada saat penghitungan di timbangan ternyata banyak amalan terbuang sia-sia, padahal ia sudah melaksanakan semua kewajiban sesuai tuntunan. Tetapi ketika di perlihatkan ternyata amalan itu tidak ditujukan untuk mensucikan hatinya, tidak ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah melainkan untuk niat lain. Jiwa yang menjadi saksi pada saat itupun membenarkan bahwa semua amal ibadahnya dilakukan dalam rangka untuk sekedar menjalankan kewajiban, bukan karena mengharap ridho-Nya, atau ada juga yang niat agar bisa dinaikkan pangkatnya, atau agar diberikan rizki yang banyak, dan agar-agar lain.

"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dna kulit mereka ikut menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan." QS. Fussilat ayat 20.

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan,” (QS Hud: ayat 15-16).

Sungguh manusia pada saat itu sudah berada dalam kerugian yang besar, karena pada akhirnya semua amal solehnya itu tidak ditimbang sedikitpun melainkan dicaci maki dan dilemparkan begitu saja. Maka bangkrutlah orang itu seketika di depan Allah sebagaimana hadist berikut ini: Kata Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi saw pernah bersabda;”Apakah kalian tahu orang yang bangkrut!” Para sahabat menjawab;”Ya Rasulullah, orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan kenikmatan.”

Sabda Nai saw:"Orang yang bangkrut di kalangan umatku kelak ialah orang yang pada hari kiamat didatangkan amal shalatnya, puasanya dan zakatnya, justru amal itu akan dicaci-caci dan dilemparkan begini…”

Berikut kisah pengadilan akhirat yang terdapat dalam hadits Rasulullah dari Abu Hurairah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i, Imam Ahmad dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim.

Ada tiga orang yang sedang menanti sidang dengan kepercayan diri amat senang. Ketiganya yakin betul akan diputuskan menjadi penghuni surga. Namun pengadilan Allah jauh berbeda dengan pengadilan manusia. Allah Maha Tahu segala hal meski ukurannya seberat dzarrah. Allah pun memiliki sifat Maha adil yang memutuskan setiap perkara tanpa dzalim. Tiga orang yang merasa menjadi calon penghuni surga ini pun terbelalak. Mereka yang terdiri dari orang-orang shalih itu justru berakhir di neraka. Mereka diseret dengan kasar ke dalam api yang membara. Apa gerangan yang terjadi? Rupanya mereka hanyalah shalih di pandangan manusia, namun tak mentauhidkan Allah dalam niat amal mereka.

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikmat yang diberikan Allah padanya. Allah pun bertanya, “Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?” Mujahid itu menjawab, “Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid,” ujarnya. Allah ta’ala pun menyangkalnya, “Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian,” firmanNya. Mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahannam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran pada manusia. Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, “Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?” Sang ulama menjawab, “Saya telah membaca, mempelajari dan mengajarkannya Alquran karena Engkau,” ujarnya. Namun Allah berfirman, “Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Alquran agar kamu disebut sebagai seorang qari,” Allah, mengadili. Sang alim ulama pun menyusul si mujahid, masuk ke neraka yang apinya menjilat-jilat.

Orang ketiga pun dipanggil. Kali ini ia merupakan seorang yang sangat dermawan. Sang dermawan dianugerahi Allah harta yang melimpah. Allah pun menanyakan tangung jawabnya atas nikmat itu, “Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmatKu” firmanNya. Sang dermawan menjawab, “Saya tidak pernah meninggalkan sedeqah dan infaq di jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau,” jawabnya. Dia pun tak jauh beda dengan dua orang sebelumnya. “Kau berdusta,” firman Allah. “Kau melakukannya karena ingin disebut sebagai seorang dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu,” firmanNya. Sang dermawan yang riya ini pun diseret dan dilempar ke neraka, bergabung dengan dua temannya yang juga menyimpan sifat riya di hati. Di mata manusia, ketiganya merupakan seorang yang taat beribadah dan diyakini akan menjadi penduduk surga. Namun hanya Allah yang mengetahui segala isi hati hambaNya. Ketiganya tak pernah mengikhlaskan amalan untuk Allah, melainkan agar diakui manusia. Mereka pun berakhir di neraka dan menjadi penghuni pertama neraka. Nauzubilah minjalik
http://nuurislami.blogspot.com/2014/12/jangan-jadi-manusia-rugi-dan-bangkrut.html

Read More..

Senin, 01 Desember 2014

SEBAB TURUNNYA PENYAKIT DEGENARATIF

Belakangan ini ada banyak orang yang mengeluh sakit, mulai dari sakit ringan hingga penyakit berat. Mereka mengeluhkan rasa sakit yang datang tiba-tiba tanpa mereka sadari penyakit itu sudah berkembang biak dalam dirinya sejak lama. Penyakit-penyakit kelas berat yang dimaksud disini adalah kangker, tumor, stroke, darah tinggi, jantung, lupus, ginjal, dibetes mellitus, prostat dan lain sebagainya. Para ahli menyebutnya ini penyakit degenerative, yaitu penyakit yang menyerang orang-orang yang memasuki usia senja atau tua. Penyakit yang diakibatkan penurunnya berbagai fungsi organ tubuh. Kenyataannya di lapangan ternyata penyakit ini tidak hanya menjangkit pada orang dewasa bahkan juga menyerang generasi muda dan bahkan anak-anak. Banyak anak-anak yang berusia belia harus melaksanakan kemoterapi, cuci darah dan terapi-terapi lainnya akibat mereka mengidap penyakit ini.

Dan parahnya lagi kategori penyakit ini belum ada obatnya, artinya belum bisa menyembuhkan total penyakit tersebut dalam kurun waktu tertentu. Jika tidak segera diobati, maka penyakit ini akan menyebar ke organ lain dan merenggut nyawa si penderita. Pada beberapa kasus ada beberapa orang yang bisa lolos dari cengkraman maut penyakit ini, tetapi itupun harus dilakukan dengan pengobatan medis yang serius dan perubahan total gaya hidup dan pola makan dan pola pikir secara berkelanjutan.

Lalu mengapa allah memberikan cobaan berupa penyakit mengerikan ini. Mengapa allah menimpakan suatu penyakit kepada suatu kaum? Apa yang menjadi factor pendorong dan penyebab sehingga penyakit ini bisa menghampiri siapa saja dan kapan saja?


 D
    
     
     
     
     

Tapi dibalik semua itu ada satu hal yang menjadi penyebab mengapa allah menurunkan penyakit-penyakit tersebut. Salah satunya adalah karena adanya ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani.
Sebelum membahas kedua jenis kebutuhan tersebut maka berikut akan dijelaskan kebutuhan jasmani dan rohani yang dimaksud disini adalah kebutuhan makanan untuk memenuhi kebutuhan badan, dan kebutuhan ruhani yang berbentuk amalan-amalan sholeh untuk menambah keimanan.

Menurut Imam Ghazali dalam bukunya “Ajaibul Qalbi al-Awwal min Rubu’ al-Mukhlikat” hati memiliki dua pengertian.

Pertama, segumpal daging yang berbentuk bulat panjang yang terletak di dada sebelah kiri, yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Di dalamnya terdapat rongga yang berisi darah hitam. Ini adalah sumber ruh atau nyawa.

Kedua, yaitu sesuatu yang halus (lathifah), bersifat ketuhanan (rabbaniyyah) dan ruhaniyah, yang berkaitan dengan hati secara fisik tadi Lathifah (yang halus) itu adalah hakikat diri manusia. Ia mampu menangkap pengetahuan tentang Allah dan hal-hal spiritual lainnya, yang tidak mungkin dicapai dengan akal pikiran semata. Hati ruhaniah merupakan satu-satunya perangkat yang jika ia hidup pasti akan menjadikan indera fisik lainnya, benar dalam melihat makna realitas dan kebenaran, sehingga akan muncul sifat sholeh, santun, ramah, pemaaf, dan suka membantu orang lain.



QS. Al Hijr (15) : 29
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
Maksud dari ketidak seimbangan disini adalah bahwa manusia terlalu banyak memperhatikan kebutuhan hati jasmaniah jika dibanding kebutuhan hati ruhaniah. Manusia selalu membuat perutnya kenyang dengan berbagai bahan makanan yang membuat kerja hati jasmaniah menjadi berat dan semakin lama makin sulit mencerna bahan makanan yang masuk sehingga terjadi kerusakan. Sementara kebutuhan hati rohaniahnya terbengkalai atau dengan kata lain kebanyakan orang kurang memperhatikan kebutuhan hati rohaniah, karena ketika perut sudah penuh maka ia menjadi berat dan malas untuk beribadah.  Hati ruhaniah adalah rumahnya Allah. Hati yang halus, yang merasa, mengerti, mengetahui.
Hati Ruhaniah ini merupakan tempat tumbuhnya iman dan tempat mengenal diri.

Itulah sebabnya para sufi berkata:

قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ اللهُ
 “Hati orang mukmin itu adalah rumah Allah”.
 
ASAL MULA PENYAKIT




Banyak pakar kesehatan juga membenarkan bahwa salah satu penyebab timbulnya penyakit berbahaya ini adalah akibat buruknya pola makan. Orang cenderung makan apa saja yang disukai dan dikehendaki dimana saja dan kapan saja. Padahal tubuh fisik manusia yang tersusun dari unsure metarial duniawi yaitu tanah air, api dan angin merupakan unsure alam yang bersifat rentan dan mudah rusak, terkontaminasi dengan unsure lain yang sifatnya keras dan tajam. Jika tubuh fisik ini ditambah lagi dengan unsure tercemar zat polutif, zak kimia atau zat radikal bebas kedalamnya dalam jumlah berlebih maka ia akan sangat mudah menjadi sakit akibat hati jasmaniah nya tidak mampu lagi mengolah makanan menjadi energi. Hati jasmani yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya pada akhirnya akan mempengaruhi system kerja hati ruhaniah.


Akibat banyak makan bisa mengakibatkan kerasnya hati ruhaniah dan sirna nya cahaya hikmah, sementara kenyang hanya membuat hati makin jauh dari allah. Banyak makan bisa mengakibatkan hati ruhaniah menjadi kotor dan lemah. Apa penyebabnya? Definisi hati ruhaniah yang kotor disini adalah, ketika seseorang mengkonsumsi makanan dalam jumlah berlebih maka perut akan menghasilkan banyak uap. Perut letaknya dibawah hati ruhaniah, ibarat belanga/panci yang penuh dengan air mendidih, yang mana asapnya naik dan mengotori hati. Semakin banyak asap yang keluar, maka hati akan semakin hitam. Disamping hati sudah menjadi kotor, maka hati ini juga akan menjadi lemah, menjadi malas berpikir, malas melakukan kebaikan, masalah beribadah dan malas mendekatkan diri. Semakin dibiarkan kebiasaan mengikuti hawa nafsu ini maka mulailah hati menjadi keras, tidak mau mendengarkan nasehat, hati menjadi sulit dikendalikan, dan hati menjadi mudah tersesat dan pada akhirnya hati menjadi semakin sulit menerima cahaya hikmah allah. 

Dalam keadaan hati yang sudah rusak inilah menjadi media utama bagi masuknya syetan. Ketika hati sudah menjadi kotor, keras dan lemah imannya maka syetan akan dengan sangat mudah mengacaukan dan membelokkannya. Syetan akan sekuat tenaga menutupi hati manusia dari menerima nuur illahi. Dengan tujuan agar manusia tidak mudah kembali lagi ke jalan yang benar. Cara syetan menutupi hati manusia adalah dengan menghidupkan hawa nafsu tercela dan membawa ke arah maksiat. Membenarkan semua tindakan buruk dan menjanjikan angan-angan serta sebuah kesenangan yang bersifat jangka pendek.

Perut yang kenyang dapat mendorong kekuatan nafsu, padahal nafsu pedangnya syetan. Diriwayatkan: Sesungguhnya iblis muncul di di hadapan Yahya as dan Iblis membawa berbagai alat pengait. Yahya as pun bertanya, "Wahai iblis, ini pengait untuk apa!" Semua ini adalah kesenangan hawa nafsu, dan aku bisa menguasai anak cucu Adam dengan cara itu". "Apakah disana termasuk aku!" tanya yahya as. Kata Iblis, "Kadang-kadang kamu terlalu kenyang, sehingga aku rasuki rasa berat untuk shalat dan dzikir." Demi Allah, aku wajib tidak lagi memenuhi perutku dengan makanan selama-lamanya, kata Yahya as.

Sebuah contoh amat nyata tentang buruknya perilaku menuruti hawa nafsu memang pernah terjadi pada nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa ketika mereka berada di surga. Keduanya dengan sadar memakan buah terlarang akibat telah termakan bujuk rayu syetan yang menipu dan melenakan. Padahal allah telah dengan jelas memberi perintah larangan memakan buah tersebut. Tetapi nabi Adam memilih mengikuti langkah-langkah syetan dan menuruti hawa nafsunya, maka nabi Adam dalam kesesatan. Pesan utama yang ingin disampaikan dari peristiwa itu adalah sangat besarnya kerugian manusia yang selalu mengikuti hawa nafsu, buah terlarang yang disebutkan itu sebenarnya hanyalah symbol. Sebuah symbol pembatas yang amat jelas, bahwa manusia tidak boleh melewati batas yang sudah ditetapkan, dan jika ia melewatinya maka allah sudah tidak berkuasa lagi atas dirinya, yang berkuasa atas orang itu adalah syetan dan bangsanya. Itulah sebabnya setiap manusia dilarang melampaui batas, apalagi itu yang berkaitan dengan hawa nafsu. Sebagaimana firman allah firman allah surat al Baqaarah:190

….dan janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Atau Surat Al An’am ayat 119
….Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. atau berikut surah (Shaad :26) yang bermaksud:

..... dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”

Imam Al Gazali juga pernah berpesan, ketahuilah bahwa semua manusia memiliki nafsu (keinginan sebagai tabiat) untuk berbuat jahat. Dan ia merupakan musuhmu yang pertama dari tentara iblis. Karena kekuatan syetan terletak pada hawa nafsumu. Ciri khas nafsu adalah ketika ia merasa senang, lalai, malas dan santai. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andaikan engkau mau menuruti perintahnya, lambat laun engkau akan menjadi rusak, engkau pasti hanyut ke sana dan sulit untuk menolak keinginannya. Dan tidak ada Dzat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan-Nya sendiri. Maka bertaqwalah kepada allah.


PENYAKIT DALAM PENYAKIT

Demikianlah pentingnya untuk menjaga kesucian hati dari bujukan hawa nafsu. Disamping adanya fakta bahwa yang menjadi penyebab kotornya hati manusia itu adalah disebabkan sudah bersarangnya berbagai penyakit yang ada padanya, sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah:

فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ
“Di dalam hati mereka ada penyakit”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10)

Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin terdapat 6666 ayat Al-Qur’an dan 6666 urat di dalam tubuh manusia, demikian halnya dengan hati manusia, ada 6666 penyakit di dalam hati manusia. Dan jika manusia tidak pandai menjaga hatinya, maka syetan akan menghidupkan hawa nafsu tercela maka timbulah penyakit hati yang amat berbahaya, diantaranya cinta dunia, loba, tamak, rakus, pemarah, dengki, dendam, hasad, munafiq, ria, ujub, takabbur dan lain sebagainya. Dan jika manusia sudah masuk dalam perangkapnya tersebut namun masih tidak mau mensucikan hatinya dari penyakit-penyakit berbahaya ini, maka allah menambahkan lagi penyakitnya.

فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا
“Lalu ditambah Allah penyakitnya”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10)

Maka dari itu timbullah berbagai penyakit baru yang belum pernah dikenal di jaman sebelumnya, yaitu penyakit-penyakit yang sulit diobati kecuali dengan ijin allah. Penyakit-penyakit ini sulit dideteksi kehadirannya, sulit dideteksi penjalarannya dan sulit disembuhkan dengan obat-obatan medis yang ada. Mengapa demikian? Karena semua ini bermula dari hati, hati yang rusak dan kotor seharusnya sudah dibersihkan dari sejak waktu lampau, tapi dibiarkan mengeras dan membatu, maka penanganannya pun menjadi sulit. Ibaratnya hati itu sudah menjadi kerak yang menempel dan sulit dibersihkan.

Kaitan penyakit keras hati dengan timbulnya penyakit degenerative contohnya sebagai berikut. Seseorang yang terjangkit penyakit darah tinggi misalnya, ia ialah orang mempunyai sifat yang mudah marah, emosian, sakit hati, mudah tersinggung, suka balas dendam dan suka membenci orang lain tanpa sebab. Penyakit hati seperti ini ditumbuhkan oleh syetan dengan cara membuat orang tersebut menggemari makan-makanan berkolesterol tinggi, misalnya yang daging merah, daging kambing, jeroan, ikan asin dan segala jenis makanan yang dapat membuat seseorang mudah naik tekanan darahnya, mudah memicu kerja jantung dan akhirnya membuat ia kehilangan kendali. Kondisi ini tidak disadari sudah menjadi kebiasaan yang pada akhirnya juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikendalikan dan hingga pada akhirnya ketika sudah pada tahap berlebihan, maka timbullah penyakit yang sudah tidak bisa diatasi lagi, meski orang itu sudah menghilangkan kebiasaan tersebut. Allah sudah menetapkan penyakit itu bersarang dalam tubuhnya, dan hanya allah saja yang dapat menyembuhkannya. Hati ini sudah hitam dan gelap dari menerima rahmat allah, karena ia sudah dikendalikan emosi dan hawa nafsunya. Maka dari itu satu-satunya pembersih yang paling ampuh adalah alat pembersih milik allah. Apa itu pembersih yang paling mujarab untuk membersIhkan hati yang sudah kotor seperti ini?

Dan mengingat Allah merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan hati sebagaimana Hadis Nabi:

لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَلَةٌ وَصَقَلَةُ الْقَلْبُ ذِكْرُاللهُ
“Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”.
Berikut cara mensucikan hati sebagaimana firman Allah:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّ
“Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan mengingat Tuhan-Nya, maka didirikannya sembanhyang”. (Q.S. 87 Al-A’la: 14-15)



Shalat yang dapat mensucikan hati itu yang seperti apa? Yaitu shalat yang khusuk. Berkomunikasilah dengan allah dalam hati ketika mendirikan shalat. Sambungkan kembali hubungan dengan allah yang pernah rusak, akibat shalat yang tidak khusuk dimasa lalu. Hati yang sudah terjangkit penyakit keras hati amat sulit membuatnya khusuk. Memang dimasa lalu sering mendirikan shalat, hanya saja shalatnya kurang khusuk atau tergesa-gesa.

Didalam shalatnya tidak pernah menghadirkan allah, didalam shalatnya yang hadir adalah urusan-urusan dunia dan sikap panjang angan-angan. Shalat yang tidak khusuk bisa mengakibatkan tidak masukkan nur illahi ke dalam hati, karena hatinya tertutup kotoran. Tubuhnya memang melakukan gerakan shalat dan bibirnya melafadzkan alunan ayat-ayat tetapi hatinya tidak ada di dalam jasad, melainkan melayang-layang di udara. Ini yang disebut shalat tidak khusuk, jiwa dan raga tidak bersatu ketika menghadap sang Ilahi. Maka dari itu, hati dan jiwanya menjadi hampa setelah mendirikan shalat, hatinya tidak mendapat ketenangan dan sikap keras hatinya masih saja bersarang dalam dirinya dan membuat ia masih saja mudah marah, emosi tanpa sebab mengejar-ngejar dunia dengan tidak pikir panjang. Meski ia mendirikan shalat, tetapi pikirannya masih saja hanya tertuju pada kesenangan dunia, tertuju pada angan-angan kosong. Tidak ada sikap ikhlas, pasrah, menerima kenentuan-Nya dan tawadhu. Ia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dalam situasi shalat sekalipun. Ini yang dimaksud tidak khusuk.

Lalu bagaimana agar mencapai shalat khusuk yang terhubunga langsung dengan Allah swt? Lakukan gerakan shalat seperti biasa, namun lafazdkan bacaan shalat dalam hati dengan iklas dan khidmat.

Diriwayatkan: Sesungguhnya Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa AS. katakanlah kepada umatmu yang durhaka:
"Janganlah kalian mengingat AKU. Sesungguhnya AKU mengikuti bagaimana ingatanmu kepada-KU, maka dzikirlah kepada-KU sampai anggota badanmu bergetar. Ciptakan kekhusukan dan ketenangan dalam dzikirmu kepada-KU. Ketika engkau dzikir, letakkan lidahmu dibelakang hatimu, dan bila engkau berdiri menghadap-KU, maka berdirilah seperti berdirinya hamba yang hina dan berbisiklah dengan hati yang takut dan lisan yang benar".

Artinya apa? Artinya jika ingin khusuk maka sebaiknya bacaan shalat dilafadzkan dalam hati, dengan demikian maka mata akan menjadi buta akibat fungsi penglihatan akan berpusat pada mata hati yang menyaksikan tulisan ayat-ayat suci al quran, lalu telinga akan menjadi tuli karena fungsi pendengaran akan berpusat pada merdunya alunan ayat-ayat suci dan hati akan menjadi tenang karena fungsi penglihatan dan penglihatan telah bersatu melafazdkan ayat-ayat allah. Ketika hati mendefinisikan ayat-ayat itu, misalnya ketika menyebut kata bismillah, yang artinya “dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,” hati yang mampu merasa akan memahami maksud dari kalimat itu maka ia akan menjadi tenang, dampak dari ketenangannya itu adalah seketika cahaya illahi akan masuk ke dalam relung-relung hatinya, maka ia akan langsung tersambung dengan allah kala itu. Nuur illahi yang masuk inilah yang mengakibatkan tidak bisa masuknya bisikan-bisikan syetan ketika shalat. Nuur illahi ini yang mengakibatkan datangnya pertolongan allah dari segala macam penyakit dan membuat hatinya lunak den lembut. Coba saja anda peragakan sendiri, mampukah anda merasakan perbedaan yang didapat dengan ketika melafadzkan dibibir.

Jika dilafazdkan di bibir, maka syetan akan sibuk membuat mata kita mengingat-ingat urusan dunia, mengingat pekerjaan yang belum diselesaikan, mengingat ini dan itu. Telinga kita sibuk mendengarkan suara kaki berjalan, suara berisik yang ada disekeliling, suara bisikan-bisikan halus yang membuat kita ingin mensegerakan shalat karena harus melakukan sesuatu. Sementara hati kita entah berada dimana, melayang-layang dan mondar-mandir memperhatikan gerakan shalat dengan sedikit keterpaksaan dan rasa was-was tidak diterima. Disinilah tempat kerugian terbesar umat muslim kelak di hari akhir, menyia-nyiakan shalat. Allah mengecam keras orang-orang yang tidak khusuk dalam shalatnya, dan ganjaran berat yang sepadang adalah neraka jahanam. Sesuai firman-Nya berikut ini:

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari bangsa jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi ) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf:179)

Dan itulah sebabnya pada sebagian orang yang sudah kotor hatinya allah menimpakan penyakit-penyakit berat tersebut, mengapa? Dalam rangka mensegerakan tobat dan segera mensucikan hati. Orang yang menderita penyakit-penyakit ini sebelum menemui ajalnya, maka mereka diwajibkan untuk mensucikan hatinya terlebih dahulu dan menyatakan diri bertobat dari segala kesalahan. Dengan kerendahan hati mengakui dirinya telah berdosa dan melakukan kesalahan di masa lalu, dan jika orang tersebut sudah mampu mensucikan hatinya, membuat hatinya bersih kembali barulah kemudian allah akan menerima tobatnya dan memerima ia di akhirat kelak dalam keadaan suci. Karena hakikatnya hati ruhaniah yang merupakah kepunyaan Allah ini adalah suci dari hadast kecil sekalipun dan ketika ia berpulang ke pangkuan-Nya maka harus sudah dalam keadaan suci kembali. Sesuai firman dan hadist berikut ini.

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat 2 raka'at dengan menghadapkan hati dan badannya kepada Allah, maka keluarlah dosa-dosanya sebagaimana (bersihnya) hari dimana ia dilahirkan oleh ibunya".

Selain dengan mendirikan shalat yang khusuk, maka disarankan juga untuk banyak-banyak berdzikir menggemakan asma allah, lalu mengurangi makan dan banyak berpuasa. Perut yang lapar dapat membuat hati terbuka dan masuk cahaya allah dengan sempurna.

Dengan melakukan berbagai ibadah khusuk, maka ini akan berdampak pada sistem imun. Beberapa riset sudah membuktikan bahwa pada sebagian orang yang rutin melakukan ibadah dan meditasi dengan fokus, maka serta merta sistem imun nya akan kembali tumbuh dan bekerja melawan rasa sakit dan mengusir berbagai sumber penyakit dalam tubuh, mengusir kuman, bakteri dan virus yang bersarang didalamnya. Ketika seseorang mengikhlaskan diri mereka terhadap pencipta, maka tubuh juga berusaha memperbaiki diri dan menjauh dari sifat negatif sehingga timbul ion-ion positif yang mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dan bekerja membasmi penyakit.

Itulah sebabnya ada baiknya mengatasi penyakit ini juga disertai dengan mengubah gaya hidup. karena dengan niat hati yang tulus meminta pertolongan kepada Allah swt agar menyebuhkan hati yang sudah terlanjur rusak dan kotor sangat penting. Sesungguhnya penyakit ini datangnya akibat kesalahan kita membiarkan hati kotor tidak ada cara lain selain banyak-banyak mendekatkan diri, memohon pertolongannya agar diampuni dan mendapat ridho allah di akhir hayat kelak. Semoga allah memberkati. amin.



Read More..