Sabtu, 25 Juni 2016

KENAPA KAUM NON MUSLIM SULIT MENERIMA ISLAM SEBAGAI CAHAYA KEBENARAN?

Dibulan yang penuh rahmat dan ampunan ini, bisa merasakan kenikmatan dan kekhusukan beribadah tanpa adanya gangguan di tengah masyarakat adalah suatu anugerah yang amat besar. Bersyukur sekali tahun ini kita bisa melaksanakan ibadah puasa ini tanpa adanya gangguan baik dari dalam maupun dari luar yang bisa berpengaruh pada ketaqwaan kita kepada Allah swt. Tapi sayang, sungguh amat disayangkan, tidak semua orang di negeri ini bisa ikut merasakan kenikmatan ibadah ini karena ada sebagian saudara kita yang tidak ikut melaksanakan ibadah puasa karena mereka berbeda akidah dan golongan non muslim. Namun walau mereka tidak ikut berupasa, mereka tetap bisa ikut merasakan kenikmatan ketenangan dan kekhusukan orang-orang yang sedang berpuasa disekitarnya. Mereka juga ikut menjaga suasana damai dan tertib bermasyarakat dengan cara menghormati orang yang sedang berpuasa.

Yang menjadi pertanyaan kali ini adalah, didalam keadaan damai seperti ini, dimana ada banyak kaum non muslim yang menyadari keindahan ajaran islam, namun hingga kini mengapa mereka belum membuka hatinya untuk menerima islam sebagai agamanya. Mengapa mereka masih tetap dalam agama lamanya (kkristiani, budha, hindu dll), dimana kita juga melihat kebanyakan kaum non muslim di negeri ini sulit diajak berhijrah menuju islam? Mereka sama sekali tidak tertarik ingin mempelajari islam. Meskipun mereka tahu bahwa agama yang mereka anut bukan bersumber dari kebenaran, walaupun mereka tahu didalan ajaran agamanya terdapat banyak kesimpangsiuran dan mengandung unsur konspirasi. Dan walau mereka tahu bahwa ajaran islam adalah agama yang benar, lalu mengapa mereka sama sekali tidak berminat untuk mengerti islam. Mengapa mereka masih menolak islam dalam dirinya? Sebagai satu-satunya sumber kebenaran sejati?

Berbeda halnya dengan yang terjadi di benua eropa, meski islam sudah sangat keras tumbuh disana disertai hujat dan fitnah secara terang-terangan (tragedi Charlie Hedbo), namun jumlah orang yang berhijrah menuju islam tidak bisa dibendung, jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Jumlah penduduk non muslim yang antusias belajar islam membludak di mana-mana. Padahal di sana jumlah orang muslim hanya minoritas dari sekelompok besar mayoritas non muslim. Mengapa di negeri yang mayoritas muslim ini justru minoritas orang non muslimnya tidak mau menerima islam yang mana mereka sendiri sudah memahami kebenaran ada di sisi umat islam. Ada apa gerangan? Ada apa dengan islam di negeri ini? Apa yang salah dengan islam di negeri ini?

Baiklah jika kita ingin mengetahui apa saja alasannya, maka disini kami meminta anda untuk menyimak dengan seksama dan mari kita koreksi sama-sama apa saja titik kelemahan dan kekurangan yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan sulitnya umat non muslim menerima islam di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia ini. Ada empat alasan dasar yang menjadi pertimbangan utama mengapa kaum non muslim ini sulit menerima islam, yaitu kesemuanya berkaitan dengan sikap dan perilaku pemeluk islam itu sendiri.

1. Mayoritas Superior

Penyakit umum di negara manapun dengan jumlah pemeluk agama terbesar akan memiliki sifat ini, yaitu merasa paling benar sendiri dan paling suci sendiri, orang yang lainnya adalah kafir penghuni neraka. Inilah yang terjadi dimasyarakat kita, selama ini kita terlalu berada di atas angin, merasa paling besar jumlah dan merasa menjadi golongan yang harus dipuja dan puji. Selama ini kita sudah bersikap bagaikan raja yang berkuasa dan boleh menindas rakyatnya jelata, kita suka memojokkan dan bahkan memaksa mereka mengganti agamanya semudah orang mengganti pakaian. Sikap superior kita yg merasa paling harus mendapat pengakuan ini yang tidak disukai oleh kaum non muslim, karena ini bertentangan dengan nilai-nilai ajaran islam itu sendiri, yang tertera dalam surat Al Kafirun (1-6), yang berisi keutamaan saling menghormati agama yang berbeda (untukmu agamamu dan untukku agamaku). Bagaimana mungkin non muslim bisa bersikap menerima islam sementara perilaku kita sombong dan pongah seperti itu. Allah saja tidak membenaran sikap seperti itu, yang harus diutamakan adalah hargailah sikap mereka memilih kepercayaan yang ingin mereka anut, tetaplah berbuat baik dan jangan merasa sombong, lalu berserah dirilah kepada-Nya semoga Allah memberikan Hidayah kepada mereka yang belum mau menerima islam dalam kehidupannya.

2. Intoleransi dan Diskriminasi

Selain bersikap sombong, banyak dari kita yang tanpa sadar masih suka bersikap diskriminatif terhadap non muslim, misalnya dalam hal ekonomi dan perdagangan, kadang kita lebih memilih berbelanja kepada penjual yang beragama muslim jika dibanding non muslim (chinese). Padahal, Sikap kita ini justru membuat mereka jadi makin memperburuk stigma bahwa islam suka membeda-bedakan etnis. Atau misalnya dalam hal jual beli makanan, masih banyak diantara kita yang suka berburuk sangka tentang barang dagangan yang di jajakan para etnis chines misalnya dikhawatirkan jika makan di rumah makan chinese ada beberapa yang mengandung babi, lalu tanpa sadar masyarakat kita mencap bahwa semua rumah makan chinese identik dengan babi, karena kekhawatiran atas alat-alat masak yang digunankan. Sebenarnya perlukah kita mencurigai seseorang sampai sedemikian detailnya, jika di papan depannya mereka sudah mencantumkan bahwa mereka menjual makanan halal. Sikap antipati ini yang menyebabkan ada jurang pemisah yang lebar antra keduanya.

3. Radikal dan Brutal


Walau saat ini perilaku radikal seperti mensweeping tempat-tempat hiburan seperti diskotik dan club malam sudah tidak dilakukan lagi. Yang mana walaupun ini pernah dilakukan dalam rangka menghormati bulan ramadhan, sikap yang pernah dilakukan anggota FPI (Front Pembela Islam) ini mencerminkan perilaku umat muslim pada umumnya. Karena mereka membawa bendera islam dan mengatasnamakan islam dalam tindakan brutalnya. Lalu bagaimana non muslim bisa menilai bahwa islam itu agama yang damai dan mendamaikan, sementara sikap dan perilakunya suka merusak seperti itu. Ditambah lagi berbagai sikap para teroris di suriah yang bernama ISIS dan membawa bendera islam dalam setiap aksinya dan mengatasnamakan islam didalamnya sudah berhasil menghancurkan total imeg islam secara masif.

4. Pemaksaan dan Melampaui Batas


Yang sangat amat wajib kita fahami tentang kerelaan seseorang mau menerima islam di dalam hatinya itu adalah semata-mata karena datangnya Hidayah Allah swt, bukan karena kerasnya usaha sebagain orang menginginkan ditegakkannya syariat islam dalam kehidupan bernegara dengan cara pemaksaan kehendak. Satu-satunya jalan halal yang diridhoi Allah ketika seorang non muslim beralih kepada Islam itu adalah karena adanya campur tangan Allah didalamnya. Allah yang Maha Mengehendaki dan Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia, serahkan urusan hidayah itu hanya kepada-Nya. Banyak sekali diantara kita yang kadang suka memaksakan kehendak dan melampaui batas dalam mengajak atau mendorong seseorang untuk memahami islam dengan sedikit pemaksaan. Dalam hal ini, orang tersebut tentu merasa kesal dan akhirnya yang timbul adalah rasa benci. Ditambah lagi kadang kita suka merespon secara berlebihan tindakan kaum non muslim yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan. Tanpa disadari di masyarakat kita ada semacam aturan tidak tertulis yang berbunyi bahwa orang non muslim dilarang berbuat sembrono dan kesalahan, karena pasti akan timbul reaksi berlebihan dari sebagian besar umat muslim yang akan memperburuk situasi. Seharusnya kita tidak perlu super reaktif menanggapi berbagai persoalan itu, utamakan musyawarah akan jauh jauh lebih baik.

Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya berikut ini;
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (islam), sesungguhnya sudah sangat jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dan jalan yang sesat....(QS. Al Baqarah, 2:256)

Sekarang bisa kita fahami, alasan mereka secara terang-terangan menolak islam bukan karena kandungan ajaran kebenaran yang disampaikan rasulullah, namun karena sikap dan perilaku kita sendiri yang tidak mencerminkan inti ajaran kebaikan dan kebenaran antar umat beragama. Salah kaprah di masyarakat kita ini yang membuat kaum minoritas memilih diam dan menjauh dari kebenaran. Bagi mereka memilih menempatkan diri sebagai kaum terpencil jauh lebih baik jika dibanding harus berhadapan dengan umat muslim.

Faktor penyebab lain adalah, di masa lalu kita memang punya sejarah panjang terkait etika berkomunikasi antar umat beragama yang semuanya dimulai dengan berbagai konflik antar agama yang diciptakan penguasa (orde baru)kala itu, sehingga itu membuat jurang pemisah yang besar antara dua kelompok mayoritas dan minoritas hingga saat ini. Dan nampaknya konflik itu teramat sulit dipulihkan dengan cara apapun, keduanya sudah terbangun tembok pemisah yang amat tebal, sehingga tidak memungkinkan bagi keduanya untuk bisa saling menjalin hubungan lagi. Tapi untuk apa lagi kita membangun masa depan dengan berkaca pada masa lalu, sudah saatnya kini kita saling memaafkan dan membangun kebersamaan tanpa rasa curiga dan sebagainya.

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap, inilah yang perlu menjadi pelajaran bagi kita semua. Yaitu janganlah lagi kita bersikap sombong dan pongah kepada mereka yang belum mendapatkan petunjuk dari-Nya, janganlah lagi kita bersikap diskriminasi kepada mereka dalam kehidupan bermasyarakat, janganlah lagi kita mengatasnamakan agama dalam bergaul dan bertindak sesuai kehendak pribadi. Apa yang terjadi di eropa itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa meskipun jumlah mereka hanya sedikit tetapi mereka bisa menjaga adab dan perilaku, mereka bersikap sabar dan toleran, hal ini yang membuat kagum para kaum non muslim untuk ingin mengenal dan mempelajari islam dengan lebih baik. Dalam kesabaran dan ketenangan, islam bisa tumbuh pesat di sana, mengapa itu tidak bisa terjadi di negara mayortas muslim sendiri. Atau bisa jadi alasan sulitnya kebanyakan non muslim mau menerima islam adalah karena Allah belum menurunkan cahaya hidayah2-Nya karena sikap dan perilaku kita yang belum santun dan ramah kepada mereka. Karena kita masih sombong dan keras terhadap mereka.

Dan sesungguhnya dengan pendekatan lemah lembut kita akan mampu merangkul mereka, karena hakikatnya jiwa mereka terkekang dan terbelenggu. Hakikatnya hati mereka keras dan marah/kecewa, tetapi ada baiknya kita menggapai tangan mereka dengan keindahan dan keramahan atas nama islam. Karena dalam hati yang keras dan marah itu tersembunyi kelembutan, tersembunyi kebutuhan ingin disayangi dan dilindungi. Kita selaku penganut mayoritas harusnya melindungi mereka dan memberikan pelayanan terbaik kepada mereka dalam banyak hal di kehidupan ini. Bersikap toleransi dan menghormati apapun pilihan yang ingin mereka jalani, kita tetap saja dianjurkan untuk menjaga sikap dan perilaku santun dan sabar dalam berkehidupan. Jangan lagi meremehkan, merendahkan apalagi mencemooh, perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya umat pada umumnya. Karena itu akan bisa mendatangkan kebaikan baik kita semua, yaitu turunya rahmat Allah atas hati umatnya yang khusuk menjalankan perintah dan larangan-Nya. amin












Read More..

Selasa, 21 Juni 2016

MAKNA SETAN DI BELENGGU DI BULAN RAMADHAN

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1899. Muslim, no. 1079, dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.


Apa makna 3 kata diatas, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan diborgol. Apa maksud dan inti kalimat hadist diatas.

1. Pintu surga dibuka

"Dibulan puasa pintu-pintu surga dibuka; pada sebagian orang mengartikannya dengan membayangkan bahwa pintu dan gerbang surga dibuka selebar-lebarnya sehingga siapa saja yang ingin masuk surga maka mereka bisa masuk. Sehingga ada anggapan banyak orang ingin wafat di bulan ramadhan.

Padahal sesungguhnya;

Makna dari kata pintu-pintu disurga adalah Allah memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menjadi penghuni surga kelak, maka di bulan ramdhan inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amal sholeh, karena setiap perbuatan baik di bulan puasa akan mendapat imbalan pahala berlipat ganda. Bagi siapa saja yang merasa hidupnya selama ini masih jauh dari kemungkinan masuk dalam surga, inilah kesempatan baik untuk menambah banyak-banyak amalan sholeh, sehingga kelak ia bisa masuk surga.

2. Pintu-pintu neraka ditutup;

Mengandung makna bahwa Allah tidak akan mentolelir siapa saja yang berbuat kejahatan di bulan ramaahdan karena kelak ia sudah dipastikan akan masuk neraka. Karena pada orang yang membaca hadist ini harusnya memahami bahwa di bulan ramadhan Allah hanya membuka satu pintu terbaiknya, yaitu bahwa pintu surge. Jika ada yang nekat melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka sudah menjadi jaminan orang tersebut kelak akan masuk neraka. Pada sebagian orang yang kurang pemahamannya justru mengartikan bahwa meskipun mereka melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka mereka akan tetap masuk surge karena pintu satu-satunya yang terbuka adalah pintu surge.

3. Syaitan dibelenggu

Apa makna kata-kata dibelenggu diatas? apakah benar semua setan tangannya di borgol, atau apa? Ada anggapan di masyarakat bahwa pada saat bulan puasa, maka semua setan akan dibelenggu dan di kurung oleh malaikat dalam sebuah sel dan penjara, sehingga mereka tidak bisa lagi mengganggu orang-orang yang sedang berpuasa. Benarkah anggapan seperti itu? Tapi faktanya, di saat bulan puasa masih saja ada orang yang berbuat jahat dan dosa, bagaimana penjelasan hal tersebut? bukankah seharusnya jika para setan dikurung maka mereka tidak bisa laggi mengajak manusia dalam dosa? logika sederhananya memang begitu, tapi anggapan masyarakat seperti itu adalah salah besar. Di alam ini memang ada banyak setan yang bertebaran, namun satu-satunya setan yang paling berperan penting adalah yang ada dalam diri manusia itu sendiri yaitu setan yang menghuni hawa nafsu.

Dalam diri setiap manusia itu kan ada hawa nafsu, nah yang mengendarai nafsu kita itu adalah setan. pada saat kita puasa, maka kita akan menekan hawa nafsu untuk berbuat macam-macam, terutama makan. pangkal utama titik lemah manusia adalah pada nafsu terhadap makanan, maka dari itu seorang muslim di wajibkan berpuasa di bulan ramadhan, dalam rangka untuk mengendalikan perilaku setan yang menghuni hawa nafsu.

Maka dari itu, pada orang puasa, setan itu gak bisa membujuk orang untuk makan, karena niat mereka puasa jauh lebih kuat daripada hawa nafsunya. Maka saat itulah si setan ini bagaikan orang yg dipasung dan dibelenggu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa dan terkurung dalam ke-khusuk-kan orang puasa. Dalam setiap kesempatan, setan itu akan tetap membujuk manusia untuk menghentikan puasanya dengan cara membisikkan kelezaatan makanan dan minuman, namun itu sekali lagi tergantung pada si fulan, mau terbujuk atau tidak. Jika si fulan termakan bujuk rayu setan, maka batal lah puasa si fulan dan menanglah si setan ini, langkah berikutnya setan akan membujuk di fulan untuk melakukan dosa lainnya, yaitu berbohong pada orang-orang disekitarnya. dan seterusnya.

Namun apabila disaat orang puasa itu membaca ayat-ayat suci al quran, maka si setan itu bagaikan terbakar api yang amat panas, dia meronta-ronta kesakitan, karena alunan ayat suci dari mulut orang puasa itu berubah menjadi api yang menghanguskan bangsa setan yg menghuni hawa nafsu manusia. Maka dari itu, pada saat berpuasa disarankan untuk banyak-banyak bertadarus al quran dan berdzikir, sesunguhnya itu adalah untuk melemahkan bujuk rayu setan yang ingin mempengaruhi pikiran orang berpuasa agar dia menghentikan puasanya. Semakin kuat kita bertahan dari bujuk rayu iblis, maka semakin keras siksa yang setan terima.

Jangan di kira pada bulan ramadhan setan tidak akan melakukan pekerjaan utamanya menggoda manusia di bulan ramdhan, justru sebaliknya usaha setan sangat kuat untuk menggoda manusia. Namun bedanya dengan bulan ramadhan, umat muslim sudah mengunci hatinya dengan niat puasa di kala sahur. Orang yang makan sahur dan membaca niat puasa hanya untuk/kepada Allah, maka kepadanya Allah berikan kelebihan kekuatan, jika dibanding orang yang tidak bersahur. Dan jika si orang berpuasa bisa menyelesaikan puasanya hingga azdan magriib menggema, maka si setan ini akan lari tunggang-langgang mencari tempat menenangkan diri, akibat dia telah menerima siksaan api yang amat panas selama seharian penuh si fulan mengekang gerak setan.

Jadi kita jgn membayangkan ketika bulan ramadhan; setan2 itu sedang di borgol sama malaikat agar tidak mengganggu orang puasa, bukan seperti maksudnya, tetapi manusia yg sedang puasa itu sendiri yg memborgol setan yg ada dalam dirinya dengan cara menghindari berbagai perbuatan buruk, maksudhnya setan yg ada pada diri masing2 orang...

Maka dari itu jika ingin terhindari dari godaan setan, usahakan untuk tidak terlalu sering ke luar rumah, terutama ke tempat-tempat berkumpulnya setan seperti di pasar dan supermarket. Disana ada banyak setan yang berkeliaran dan mencari mangsa untuk dilemahkan niat puasanya dengan berbagai macam godaan misalnya haus dan lapar. Jika ingin keluar maka pergilah ke masjid atau majlis-majlis ilmu untuk mengaji dan tadarus, Insya Allah tidak akan diganggu setan, justru mereka akan lari ketakutan karena panasnya api.

Read More..

Minggu, 12 Juni 2016

ORANG DENGAN GANGGUAN JIN/SYETAN TIDAK BISA MELAKSANAKAN IBADAH PUASA DGN SEMPURNA

Sadarkah kita bahwa setiap orang bisa terkena gangguan jin tanpa disadari. Dan setiap orang yang terkena gangguan jin tidak dapat mendeteksi keberadaan jin dalam dirinya, karena jin ini bersembunyi dalam hati dan ia berusaha menghasut dan menggoyahkan hati orang yang berpuasa. Tapi tidak usah khawatir, di bulan ramadhan ini kita bisa mengetahui apakah diri kita terkena gangguan jin atau tidak, yaitu ketika kita menjalankan ibadah puasa. Seberapa kuat niat ibadah kita tidak diganggu oleh mahluk ghaib, kita bisa mengetahuinya seketika.

CARA MUDAH MENGETAHUI ADANYA GANGGUNG JIN SAAT IBADAH PUASA:

1. Pancing indera penglihatan (mata) anda dengan berbagai makanan dan minuman kesukan diatas meja, jika anda tergoda untuk membatalkan puasa, karena tak kuasa melihat makanan lezat menggoda selera, ini menunjukkan ada gangguan jin dalam diri anda. Mata adalah salah satu pedang syetan yang paling ampuh dalam melemahkan iman seseorang terutama yang sedang berpuasa. Jika memang niat puasa anda sepenuhnya karena Allah, makanan selezat apapun didepan mata tidak mampu menggoyahkan iman seseorang.

2. Pancing indera penciuman (hidung) anda dengan berbagai bau masakan menggoda selera, jika anda mendengar bisikan halus dalam diri anda yang menyarankan anda untuk segera membatalkan puasa, karena rangsangan bau makanan membuat perut anda jadi keroncongan, maka anda juga terkena gangguan jin. Karena mahluk ini merasa tersiksa di dalam tubuh orang yang berpuasa, makanya mereka menggunakan kelemahan indera penciuman untuk melemahkan niat orang berpuasa agar membatalkan puasanya. Penciuman juga merupakan indera yang peka terhadap rangsangan terutama makanan, dan mestinya seharum apapun hidangan tercium tidak akan mampu menggoyahkan iman seseorang.

3. Perhatian kondisi indera pencernaan anda, jika anda kerap merasakan sakit magh yang menyiksa dan tanpa sebab yang jelas ketika anda sedang berpuasa, tiba-tiba perut terasa begah dan perih meski sudah memakan obat anti nyeri lambung, maka sesungguhnya anda sedang mengalami gangguan jin. Mahluk ini berwujud gas/uap yang terjebak didalam saluran cerna dan tidak bisa keluar karena ia tidak menginginkan si pemilik badannya mensucikan diri dengan berpuasa. Jin ini memaksa ingin keluar, namun dengan cara mengaduk-aduk perut sehingga si fulan merasakan sakit dan akhirnya menghentikan puasanya. jika anda kerap merasakan sakit magh yang menyiksa dan tanpa sebab yang jelas ketika anda sedang berpuasa, tiba-tiba perut terasa begah dan perih meski sudah memakan obat anti nyeri lambung, maka sesungguhnya anda sedang mengalami gangguan jin. Mahluk ini berwujud gas/uap yang terjebak didalam saluran cerna dan tidak bisa keluar karena ia tidak menginginkan si pemilik badannya mensucikan diri dengan berpuasa. Jin ini memaksa ingin keluar, namun dengan cara mengaduk-aduk perut sehingga si fulan merasakan sakit dan akhirnya menghentikan puasanya.

Mungkin masih ada banyak lagi gangguan yang disebabkan oleh aktivitas jin dalam diri manusia selama berpuasa, namun yang paling banyak merusak iman kita adalah ketiga hal ini. Di bulan puasa ini kita diminta untuk berperang secara terang-terangan terhadap hawa nafsu ragawi kita, perseteruan sengit antara ruh suci kepunyaan Allah dengan jisim ghaib penghuni hawa nafsu yang digerakkan oleh jin/syetan dan bangsanya sedang berlangsung didalam tubuh kita. Dalam hal ini kita diminta untuk berusaha sekuat tenaga mengalahkan bisikan hawa nafsu dan memohon perlindungan-Nya.

Bukan sekedar hal-hal yang dapat membatalkan puasa saja syetan bekerja menggoda manusia, bahkan mereka dapat membuat kita tetap menjalankan puasa, namun hanya mendapat lapar dan haus karena pikiran anda disibukkan dengan berbagai hal tidak berguna, misalnya seharian hanya bermalas-malasan, bergunjing, membayangkan makanan dan minuman, menghayalkan hal-hal kotor dan sebagainya.

Jika anda sudah merasakan adanya suatu bentuk gangguan jin seperti ini maka segeralah ambil wudhu lalu istigfar dan membaca surat An-Naas (1-6) berulang-ulang kali, karena surat ini memang diturunkan Allah untuk menjaga hati manusia dari berbagai bisikan syetan yang bersembunyi.

Berikut ini adalah surat annas yang di tulis beserta terjemahanya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Terjemahan Surat An Naas

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Baca terus hingga gangguan itu mereda dan hati kita menjadi tenang. Insya Allah jin itu akan kabur dan lari terbirit-birit dan kita bisa melanjutkan ibadah puasa tanpa gangguan.



Read More..

Jumat, 10 Juni 2016

SEPINTAS GAMBARAN SYURGA AADN

SEPERTI INILAH GAMBARAN SYURGA YANG DIJANJIKAN ALLAH SWT;

Nabi saw. pernah ditanya mengenai gambaran syurga yang tercantum dalam Firman Allah swt; "Dan tempat tinggal yang indah di syurga Adn." (QS. 9:72).

Maka berikut sabda Rasulullah saw mengenai hal tersebut;

"Ia adalah beberapa gedung terbuat dari mutiara Lu'lu.
Setiap gedungnya ada 70 rumah dari Yaqut merah (yaqut=permata).
Setiap rumahnya ada 70 buah kamar dari Zamrud Hijau.
Disetiap kamarnya ada tempat tidur dari Sutra.
Di setiap tempat tidurnya ada 70 hamparan Permadani beraneka warna.
Dan disetiap tempat tidur juga ada seroang Bidadari yang bermata jeli.
Di dalam setiap kamar ada 70 menu makanan, dan di setiap menu ada 70 macam makanan.
Tiap-tiap kamar juga ada 70 pelayan putri yang masih remaja, dan setiap mukmin akan diberikan kekuatan nikmat ini setiap pagi. Maksudnya diberi kekuatan untuk merasakan kenikmatan-kenikmatan itu setiap hari.

Renungkanlah bahwa wajah-wajah mereka amat berseri-seri penuh kenikmatan; diberi minum khmar murni, duduk-duduk diatas mimbar mutiara merah, dalam kemah-kemah yang terbuat dari mutiara putih dengan hamparan permadani hijau....(dst, dimana penjelasan surga ini tidak akan mampu manusia bayangkan atau bahkan tidak akan mampu menandingi atau bahkan mensifati mendekati kebenarannya.

Kenikmatannya tidak terukur oleh akal dan tidak terasakan oleh hati, sebab akal dan hati tidak mampu menangkap kenikmatan surgawi.
Penjelasan ini hanya bersifat harfiah akliah sementara. Namun sejauh ini, sifat-sifat surga masih mampu diwakili dengan kata-kata sebagai perangsang untuk mengangkat greget iman muslim. Dan semua itu terkumpul dalam makna Ridho dan Rahmat Allah semata melalui sabda-sabda Nabi Muhammad saw.
Subhanallah, sudahkah anda siap menerima ini semua.


Read More..

Rabu, 18 Mei 2016

HIDUPLAH ALA PHILOSOFI POHON

Jika anda pernah melihat dengan seksama sebatang pohon yang tumbuh di sekitaran anda, apa yang anda kagumi dari wujud pohon itu. Ternyata ada hikmah besar mengapa Allah menciptakan mahluk yang satu ini, yaitu adanya unsur keindahan, ketenangan, keikhlasan, kemanfaatan dan kesabaran.

Pohon ini hanya bisa diam didalam sepi, walau ramai hiruk pikuk disekelilingnya ia tidak bergeming dan bahkan semakin menjulang ke atas. Hakikatnya jika manusia bisa mengambil hikmah dari penciptaan Pohon, maka manusia akan mampu mencapai keutamaan.

Nilai hidup ala Philosofi Pohon;

- Walau tak bisa bergerak (diam dan khusuk) tetapi ia bisa mencapai langit (puncak).

- Walau tidak bisa berlari (menghindar) dari terpaan badai (masalah), tetapi ia bisa tetap bertahan dan memberi perlindungan kepada yang membutuhkan.

- Walau punya keterbatasan, ia tetap bisa memberi manfaat kepada semua Mahluk-Nya; daun, batang, buah, kayu bahkan akar semua bermanfaat.


Jika manusia bisa mengilhami keindahan dari sebatang pohon, maka ia akan mampu mencapai puncak keutamaan hidup yaitu puncak kemuliaan di sisi-Nya. Pohon adalah salah satu contoh nyata keabadian, ia sudah ada sejak pertama kali alam ini diciptakan hingga datangnya hari Akhir, mereka adalah mahluk keabadian.

Read More..