Kamis, 28 Januari 2016

7 CIRI FOLLOWER NABI SAW DI AKHIR JAMAN

Jika saat ini anda suka menjadi follower seorang artis ternama, apakah anda juga sudah menjadi follower sejati nabi saw junjungan kita? Bukanah seharusnya kita juga menjadi follower Sang Idola seluruh umat muslim dunia ini dan menjadikannya tauladan yang wajid ditiru dan diikuti gaya hidupnya. Walau Beliau kini sudah tiada, namun bukankan setiap ajaran dan ajakan jauh lebih bermanfaat jika dibandingkan artis idola yang anda ikuti saat ini. Lalu sejauh mana anda sudah menjadi follower nabi saw hingga saat ini? Atau jangan-jangan anda tidak termasuk dalam kategori orang yang mengikuti nabi saw, maka dari itu, berikut ini cirri orang yang sudah mengikuti nabi saw dan mereka adalah golongan orang yang sudah dipastikan akan menemani beliau di syurga nanti.

Menurut beberapa sumber, ada beberapa versi yang diikemukakan mengenai cirri pengikut nabi saw. diantaranya adalah :

1. Asyidda-u 'alal-kuffar (keras terhadap orang-orang “kafir”), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu adalah orang orang yang senantiasa keras pendirian dan tegas kebijakannya terhadap orang-orang kafir.

2. Ruhama-u bainahum (Berkasih sayang bersama mereka), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu saling mengasihi.

3. Tara-hum rukka'an sujjada (Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud), maksudnya bahwa pengikut Muhammad itu senantiasa ruku’ dan sujud dalam artian tunduk dan taat terhadap aturan Allah Swt.

4. Siima-hum fi-wuju-hihim min atsaris-sujuud( tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud),

Sifat dan perilaku diatas adalan cirri pengikut nabi saw yang terpuji di jamannya, lalu seperti apakah perilaku para pengikut nabi saw di akhir jaman kelak. Mengingat sudah semakin terbukanya berbagai bidang keilmuan, semakin derasnya arus informasi dan sudah banyaknya manusia yang terjangkit penyakit Wahan (penyakit cinta dunia). Seperti apa perilaku para pengikut nabi saw di ahir jaman yang serba sulit dimasa ini menyebaran nilai-nilai kebenaran dan sulit sekali mengajak mereka berbuat baik, sementara mereka sangat mencintai dunia. Kata Ali ra. Menjelaskan bahwa diantara umatnya Nabi saw; “Barang siapa yang mengumpulan enam hal, maka dia akan memperoleh harapan masu surge dan meninggalkan neraka;
1) Orang yang mengenal Allah dan berbakti kepadanya;
2) Mengenal syetan dan berusaha menentangnya;
3) Mengenal kebenaran lalu mengikutinya
4) Mengenal kebathilan lalu menjauhinya
5) Mengenal dunia lalu melemparnya, dan
6) Mengingat akherat lalu mencarinya.

1. MENGENAL ALLAH SWT

Allah adalah zat yang wajib al-wujud yaitu zat yang wajib adanya, tentulah Allah dapat dikenal, dan kewajiban pertama bagi setiap muslim adalah terlebih dahulu mengenal kepada yang disembahnya, barulah ia berbuat ibadah sebagimana sabda Nabi :

أَوَلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ

Artinya: “Pertama sekali di dalam agama ialah mengenal Allah"

Ia mengenal sifat Dzat Tuhannya dari berbagai ciptaan-Nya yang ada di alam ini.

2. MENGENAL HAKIKAT DIRI

Ciri yang kedua adalah adalah seseorang itu sudah mengenal dirinya sendiri, memahami hakikat jalan kebenaran dan kefasikan, mengetahui hakikat sifat kemanusiaan dan kemahlukannya sebagai insane yang diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan, memahami potensi dan kemampuan diri, mengetahui kelemahan dalam dirinya. Ia adalah sosok yang mau menerima ilmu dan pemahaman jauh lebih dalam dan jauh lebih luas dari hakikat ilmu itu sendiri.
Kenallah dirimu, sebagaimana sabda Nabi SAW;

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.

3. MEMAHAMI TUJUAN HIDUP

Setelah mengenal diri dan Tuhan-Nya, lalu ia juga mengetahui tujuan kehadirannya dalam kehidupan ini, ia mengetahui dalam rangka apa ia diciptakan, ia tahu ke mana ia akan membawa hidupnya dan dengan segenap jiwa dan raga maka ia mau melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai tingkatan mahluk yang lebih baik dan lebih mulia. Ia mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjalankan misi kehidupannya sesuai dengan kemampuan dan tugas yang sudah digariskan Tuhan kepadanya. Secara keseluruhan ia mengetahui apa saja yang hendak ia lakukan di dunia ini atau dengan kata lain, orang ini sudah mendapat petunjuk.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al an-am 82.)

4. MENGENAL MUSUH DAN LAWAN

Ia juga adalah sosok yang mengetahui siapa saja yang layak dijadikan teman dan siapa saja yang seharusnya di jauhi. Sosok musuh terbesar yang harus dikalahkan pertama kali adalah hawa nafsu melalui sifat-sifat syetan yang menghuni sisi negative dalam dirinya. Ia bisa melawan godaan hawa nafsu yang ingin mengajaknya berbuat dosa, dan memilih berlindung kepada Allah swt sebagai sahabat yang akan selalu menolongnya dari jebakan dan hasutan hawa nafsu.

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungg"uhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
QS. Fatir [35] : 6.

5. SABAR MENGEKANG HAWA NAFSU

Berlawanan makna sabar yang dimaksud dengan point 1 diatas (Asyidda-u 'alal-kuffar (keras terhadap orang-orang “kafir), makna sabar menahan hawa nafsu disini adalah sabar dalam menegakan kebenaran dengan cara damai, tenang dan ikhlas, bukan dengan jalan peperangan dan permusuhan. Sabar berdakwah kepada kaum non muslim dengan keihlasan dan ketenangan, tidak memaksakan kehendak dan tidak memojokkan siapapun. Sabar tetap berdakwah walau mungkin memang sudah semakin sulit mengajak orang pada kebenaran, tetapi tetap utamakan sabar menahan hawa nafsu untuk tidak bertindak kasar dan memaksa.

“Dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu, maka sungguh surga adalah tempat tinggalnya.”
(QS. An Nazia ; 40-41)

Cakupan sabar ini juga sabar dalam berdakwah, sama halnya rasulullah berjuang melalui dakwah di jamannya yang selalu mendapat hinaan dan cercaan, umatnya nabi saw juga bisa bersabar dalam berdakwah dengan mengekang hawa nafsu untuk tidak melakukan tindak pemaksaan atau memaksakan kehendak pribadi untuk segera mencapai tujuan.

6. SEDIKIT MAKAN, SEDIKIT TIDUR DAN SEDIKIT ANGAN


Sedikit tidur bisa memperbaiki hati, sedikit bicara bisa selamat diri dari fitnah, sabar dari bencana bisa meninggikan derajat. Sedikit makan bisa mengurangi kesenangan hawa nafsu. Banyak makan bisa menimbulkan kerasnya hati dan sirnanya cahaya hikmah, semenatara terlalu kenyang membuat semakin jauh dari Allah swt. Ia sadar juga bahwa dengan sedikit lapar akan bisa menekan hawa nafsu dan membuat hati menjadi lembut. Inilah cirri pengikut nabi saw yang istiqomah.

Nabi bersabda: “Tiga macam perkara menyebabkan kekerasan hati: yaitu terlalu banyak tidur, terlalu banyak angant dan terlalu banyak makan.”

7. SIBUK DAN FOKUS PADA TUJUAN AKHIR@

Ciri terakhir adalah orang yang selalu sibuk melakukan introperksi diri, mencari kesalahan dan kekurangan pada dirinya bukan pada diri orang lain. Ia sibuk memperbaiki diri dan mencari tahu kemampuan apa yang bisa ia kembangkan dalam rangka berkontribusi dalam berdakwah mengajak umat muslim pada jalan kebenaran. Ia juga sibuk mengembangkan eksistensi dirinya dalam beribahdah untuk terus dan terus memperdalam ilmu agama dan belajar pada banyak ulama untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Orang ini tidak pernah punya waktu untuk sejenak santai memikirkan kesenangan dunia, yang ada di pikirannya hanyalah memperbaiki akhlak umat dan menyelamatkan ajaran islam hingga akhir hayatnya.

"hai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi di ridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaku, masuklah ke dalam syurgaku"
QS Al Fajr; 27-30.

Jika meliaht 7 ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, maka jika kita mengacu pada keadaan masyarakat sekarang ada beberapa public figure yang sudah mengarah pada perilaku mengikuti Nabi saw dan mereka sudah membiasakan diri untuk banyak belajar dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat, diantaranya adalah;


Public Figure Pria; Teuku Wisnu, Syarul Gunawan, Tommy Kurniawan, Irwan Syah, Dude Herlino, Baim Wong, Saiful Jamil, Hamas Syahid (Aktor pendatang baru), anggota Group Band Wali dan lain-lain.

Public Figure Wanita; Zaskia Sungkar, Laudya Cintya Bella, Dewi Sandra, Zaskia Adya Meca, Sheren Sungkar, Oki Setyana Dewi, Nuri Maulida, Zee zee Shahab, Sandrina Malakiano dan lain-lain.

Dalam sikap dan tingkah laku mereka terlihat biasa-biasa namun lihatlah dalam bertutur kata, terlihat santun, lugas dan sederhana. Terutama selebriti pria yang alim dan kharismatik; tatapan matanya sejuk, gaya bicaranya santun, gerak tubuhnya ringan, cara berpikirnya sederhana, murah senyum pada semua orang, dan tampilan wajahnya putih bersih dan segar karena selalu terkena air wudhu. Beberapa orang diantara mereka saat ini sedang mendalami ilmu agama dengan baik dan mereka konsisten menjadi muslim dijalan yang benar tanpa merasa malu. Semoga mereka selalu diteguhkan iman islamnya.

Bukan hanya dalam peran di layar kaca, mereka berpenampilan agamis, dalam kehidupan sehari-haripun mereka berpenampilan sebagai umat muslim yang taat (menutup aurat dan menjuhi yang bukan muhrim). Mereka tidak malu-malu menampakkan identitas spiritualnya di muka umum, walau mereka adalah public figure yang selalu jadi perhatian orang. Dan faktanya dengan jumlah penduduk ratusan juta seperti Indonesia ini masih membutuhkan lebih banyak lagi public figure yang punya karakter seperti ini, dalam rangka membendung sikap dan perilaku radikal di masyarakat yang menginginkan hadirnya tokoh panutan yang patut dicontoh.

Dan faktanya diantara mereka adalah pasangan suami istri yang memegang teguh akidah islam, makanya pasangan-pasangan itu terlihat harmonis dan langgeng berumah tangga. Keduanya saling menunjang dan melengkapi karier masing-masing. Maka dari itu contohlah orang-orang itu jika kita ingin menjadi salah satu pengikut nabi saw yang diberkahi di akhir jaman kelak, mereka adalah salah satu contoh pengikut nabi saw yang mendapat petunjuk. amin

Read More..

Senin, 25 Januari 2016

SISI PSIKOLOGIS PELAKU TEROR DAN RADIKALISME


Melihat sepak terjang sang pelaku bom bunuh diri atau teror, yang tidak punya rasa takut sama sekali menghadapi kematian, anda pasti bertanya-tanya apa yang melandasi niat mereka sehingga mau sukarela mengorbankan diri. Alasan ini harusnya juga diketahui publik, alasan apa yang menjadi landasan mereka, sehingga publik bisa mencegah dan menghindari seandainya mereka ditawarkan motif serupa. Sebagian orang beranggapan bahwa itu karena doktrin sesat yang ditanamkan para eksekutor dan isinya mampu mencuci otak siapa saja. Benarkah seperti itu? ada juga yang beranggapan bahwa ini karena mereka sudah dihipnotis sedemikian rupa sehingga mereka kehilangan kontrol atas dirinya? benarkah? Jika benar, maka kita jadi penasaran apa saja isi doktrin tersebut. Yang membuat seseorang sedemikian nekadnya mau melakukan tindakan sengaja menghilangnya nyawanya sendiri demi kepentingan sekelompok orang. Berikut ulasannya.


TARGET UTAMA POTENSIAL

Anak-anak muda yang idealis, nasionalis dan berpikir logis adalah sasaran empuk para perekrut perkumpulan islam garis keras sekelas ISIS, mengapa? karena dalam diri mereka sudah ada bibit semangat juang dan memberontak, sangat suka diajak berdebat dan banyak pertanyaan kritis yang membuat mereka mudah di hasut, semangat mereka layaknya sang super hero sang pembela kebenaran yang siap membantu siapa saja. Namun sebelum akhirnya mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, diawal mereka juga sama seperti pada umumnya, tidak tahu apa-apa, ilmu tentang agama sedikit atau bisa juga ilmu mereka terlalu dalam, pemahaman berbangsa juga rendah dan hanya karena di dorong rasa penasarannya tinggi, lalu dipancing juga rasa nasionalisnya yang menggebu-gebu, ketika dimasukkan ideologi yang masuk akal menurut logika mereka yaitu bahwa ada banyak kesenjangan ekonomi yang harusnya tidak terjadi, bahwa ada kesalahan pemahaman ajaran agama di masyarakat yang menyimpang dan ada kecurangan sistem pemerintah korup yang tidak bersikap adil dan sebagainya, maka berhasilah doktrin membela agama dan negara ditanamkan.

Bahwa dengan mereka bergabung dalam komunitas ini maka kelak mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Bahwa kelak mereka akan dimasukkan dalam golongan jihadis yang istimewa karena sudah mengorbankan jiwanya untuk agama dan bangsanya, bahwa kelompok ini juga sangat memperhatikan kesejahteraan anggotanya, akan ada imbalan atas kerja keras dan pengorbanannya, dan sebagainya hingga akhirnya mereka dalam keadaan sadar menyatakan diri bergabung karena menganggap tujuan kehidupan dunia dan akhiratnya sudah tercapai, mereka mau berjuang menegakkan keadilan bersama saudara-sudaranya yang satu tujuan menegakkan hukum islam yang sesuai syariat versi mereka.

ISI DOKTRIN DAN FAHAM RADIKAL NASIONALIS


Kata siapa mereka tidak punya rasa cinta tanah air, justru sebaliknya rasa bela negara mereka sangat tinggi, cuma karena sudah di isi doktrin bahwa penguasa yang berkuasa itu korup dan zalim atau sudah dikendalikan asing, kesenjangan ekonomi yang sangat tajam tidak pernah di benahi, bahwa negara ini dibangun dengan sistem kapitalis ad dajjal dan sebagainya, makanya mereka jadi terpanggil untuk membenahi kesemrawutan negara...berperan sebagai pembela kebenaran, katanya...jika anda tanyakan seberapa besar rasa cinta mereka kepada bangsa ini, jawabannya sangat besar sekali, justru pelajaran cinta negara yang paling kuat ditanamkan di komunitas ini jika kita bandingkan dengan yang di tanamkan di bangku sekolah. Sebatas mana anak sekolah menyatakan diri mereka mencintai negaranya, yaitu sebatas pengetahuannya tentang Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 saja. Berbeda dengan rasa cinta negara yang di ajarkan komunitas ini, bahkan seseorang rela nyawanya dan keluarganya melayang demi membela dan memperbaiki bangsa ini. Itulah bentuk kecintaan pada negara yang nyata menurut mereka, bukan sekedar simbol-simbol negara saja.

Berbagai aksi yang mereka lakukan justru berlandaskan rasa cinta tanah air yang sangat tinggi, mereka sedemikian rupa merasakan betapa menderitanya kebanyakan orang berada dalam tangan kezaliman penguasa yang hedonis, tapi rakyat jelata tidak bisa berbuat apa-apa, menerima begitu saja. Maka mereka ingin tampil ke depan untuk memberikan kontribusi yang nyata bahwa mereka bisa membuat negara tunduk dengan aksi mereka. Mereka ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa mereka mau mengorbankan diri mereka demi kedamaian orang lain. Mereka sudah tidak tahu bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah kesalahan, karena sisi positif kemanusian mereka sudah ditutupi hawa nafsu, yaitu tidak bisa menahan hawa nafsu untuk sabar menegakkan kebenaran menurut syariat islam yang rahmatan lil alamin. Mereka sudah berada dalam amarah yang memuncak, melihat hanya dari sisi mereka saja dan awan gelap sudah menutupi hati mereka dari rahmat Allah swt.

JIHAD ADALAH JALAN KELUAR


Bagi mereka bentuk nyata melaksanakan tugas kemanusiaan yang benar adalah dengan jalan jihad, karena mereka menganggap semua penguasa di negeri ini sudah masuk dalam golongan karif yang harus diperangi. Mereka menganggap semua aparat adalah kacung-kacung tidak bermoral yang harus dibinasakan, karena sudah melanggengkan sistem pemerintahan yang murtad dan kafir serta berbagai cara pandang mereka melihat semua hal adalah keburukan yang harus segera dibenahi. Mereka tidak lagi bisa melihat bahwa Allah swt pun sudah merahmati semua umat muslim tanpa kecuali. Bagaimanapun keadaan yang terjadi saat ini juga ada campur Allah swt didalamnya, dan Allah juga sudah banyak memberikan karunia-Nya pada negeri ini.

Coba saja anda pikirkan itu, pernahkah anda bayangkan sedemikian besarnya semangat juang mereka dilapangan. Dan inilah yang dijadikan landasan mereka melakukan serangkaian aksi dan serangan di berbagai tempat. Mereka melihat penguasa sudah melampaui batasan dan menganggap sudah saatnya diberantas dengan cara yang mereka sebut berperang melawan Thagut (penguasa zalim). Inilah alasannya mengapa mereka sangat bersemangat melakukan serangkaian teror, karena api amarah yang di bakar dalam dada mereka sehingga sudah tidak bisa melihat sisi lain. Dan inilah yang sangat ditakutkan penguasa, jika faham ini menyebar sedemikian masif di masyarakat maka pemerintah sendiri yang akan kerepotan menangani banyak makar di masyarakat. Seandainya saja selama ini pemerintah tidak bertindak korup dan zalim pada rakyatnya, mungkin bibit pemberontakan ini tidak akan berkembang pesat. Karena pada dasarnya masyarakat indonesia sangatlah toleran dan menghormati asas negara yaitu Pancasila, warga negara Indonesia sangat memahami bahwa walau berbeda mereka harus menganggap semuanya adalah saudara yang bersatu, maka dari itu ketika mereka dihadapkan pada fakta bahwa apa yang dilakukan pemerintah ini justru sudah melukai rasa persatuan dan kesatuan, mereka langsung berubah menjadi musuh pemerintah sendiri.

KORBAN BERJATUHAN DAN HAM DIABAIKAN

Anak muda dengan pola pikir seperti ini sangat banyak sekali jumlahnya, di negeri ini terdiri dari 250 juta manusia, jika ada 10 persennya saja anak muda yang punya sifat nasional tinggi seperti ini, berarti ada berapa banyak orang yang tiap tahun bisa direkrut dan menjadi korban. Kenapa jadi korban? Karena jika mereka melakukan aksi berbahaya atau baru sekedar bergerombol, lalu tiba-tiba datang pasukan Densus 88 menggerebek rumah mereka dengan alasan sedang menyusun rencana teror lalu ditembaki dan dibunuh ditempat. Coba saja anda bayangkan, ada berapa banyak anak-anak muda yang mati di tangan aparat setiap tahunnya akibat tuduhan makar tersebut. Padahal mungkin mereka masih bisa disadarkan dari kesalahannya, atau mungkin mereka tidak perlu menjadi sasaran peluru aparat atas tuduhan yang belum terbukti kebenarannya. Dan bukankah ini juga sudah menyalahi Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah menghilangkan nyawa seseorang tanpa alasan yang jelas. Undang-undang tentang Teroris saat ini sedang di godok ulang di DPR dan berencana akan direvisi mengikuti kebutuhan Kepolisian untuk lebih memudahkan lagi proses pencegahan, dengan demikian akan jatuh lebih banyak lagi korban anak muda di kemudian hari, lalu atas kepentingan siapakah Undang-undang itu dibutuhkan?

MOTIF DAN ALASAN IKUT SERTA

Di amerika dan eropa sendiri mereka juga kewalahan dengan banyaknya anak muda yang berangkat bergabung dengan ISIS dan menyatakan perang kepada pemerintahan berkuasa. Anak muda berpendidikan tinggi dan terpelajar, mau bergabung bukan sekedar karena alasan ekonomi tapi karena alasan lain. Anak-anak muda ini biasanya baru saja mengenal islam dan mereka sedang mencari identitas diri. Makanya ketika browsing di internet mereka melihat islam dari sisi lain ternyata mau melakukan tindakan menantang, mereka jadi terpacu ingin melakukan hal baru yang menurut mereka keren. Alasan bergabung juga disebabkan adanya iming-iming kesenangan bisa melakukan hubungan seks bebas juga menjadi faktor pendorong lainnya. Lalu alasan para pe ingin bergabung adalah karena mereka sudah dijanjikan akan mendirikan negara islam berlandaskan sistem khilafiah yang murni. Tapi sayangnya itu hanyalah bagian dari trik rekrutmen saja, cita-cita itu tidak akan pernah terwujud. Jadi secara keseluruhan motif tiap orang berbeda-beda ketika menyatakan diri mereka bergabung, tergantung situasi dan kondisi masing-masing, tidak semua bermotif ekonomi, ada juga karena rasa nasionalis, rasa persaudaraan, alasan balasan di akhirat, mencari kesenangan sesaat, dan sebagainya.

SIKAP HEROIK DAN NASIONALIS INDIVIDUALIS


Lalu dari mana sikap heroik ini tumbuh dan mengakar di jiwa anak muda? ya dari berbagai tontonan asal barat yang semuanya bertema jagoan single membela kebenaran. Semua tontonan box office dari negara asalnya amerika sana yang tidak kita sadari sudah berhasil mencuci otak anak-anak kita untuk mau berbuat hal serupa, mau menantang maut. Kita semua tidak sadar bahwa dari tontonan itu sudah melahirkan ideologi rasa nasionalis tinggi yang mengarah individualis, sementara pengetahuan ilmu agama sedikit, fakta kondisi ekonomi yang carut-marut lalu ketika itu diterapkan dalam kehidupan nyata yang mereka temukan adalah konsep juang Jihad. Bahwa apa yang diajarkan dalam agama sama dengan apa yang mereka lihat di layar kaca, maka terbentuklah pola pikir radikalism yang mengarah pada pemahaman berjuang di jalan jihad adalah yang terbaik. Maka inilah yang terjadi.

Dalam merangkul pengikut-pengikutnya yang masih awam, hal yang diutamakan di dalam komunitas ini justru hal-hal yang bersifat sangat logis dan taktis, semua ada hitung-hitungannya, dan sangat sistematis, cara berpikir mereka justru sangat sederhana namun tepat sasaran....itu yang membuat mereka kuat pendiriannya, belum lagi ditambah iming-iming surga, bahwa dalam satu nyawa orang kafir maka akan di beri imbalan 72 bidadari syurga...wah makin menggebu-gebu semangat bela negaranya, seakan-akan mereka sudah siap mati kapan saja...jika anda berdiskusi dengan mereka, maka dalam waktu kurang 24 jam anda juga bisa terhipnotis dengan ajakannya, karena mereka sudah sedemikian bulat tekadnya dan yakin dengan tindakannya, ya itu karena yg dikendalikan adalah pola berpikir logisnya yang matang, kuat dan tidak terbantahkan.

METODE PENANGKAL DAN MENOLAK FAHAM RADIKAL

Lalu bagaimana cara menangkal doktrin yang di sebarkan para penganut paham radikal agar tidak semakin banyak orang bergabung dengan kelompok ini, sesuai inti doktrin yang dikemukakan di atas, maka setip orang harus memahami hal-hal berikut ini;

1. jika berkaitan dengan sistem kenegaraan; perlu kita ingat bahwa negeri ini sangatlah besar, dalam segi luasan dan kependudukan, Indonesia adalah negara yang diawal pemerintahannya berdiri sudah banyak campur tangan asing didalamnya, maka wajarlah jika hingga saat ini hal tersebut masih terasa kental pengaruhnya. Indonesia juga pernah dipimpin oleh pemerintahan diktator selama 32 tahun, dan faktanya memang tidak mudah memerintah negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor lima di dunia dengan heterogen nya budaya dan agama yang dipeluk serta berbagai keberagaman budaya, setidaknya pemerintah yang ada saat ini juga sudah berusaha memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah. Bersikaplah sabar dan percaya bahwa negeri ini masih membutuhkan proses yang panjang dalam perjalanannya mencapai negeri yang aman dan makmur, sembari kita juga ikut berkontribusi dalam pembangunan.

2. Jika beraitan dengan Ajaran Jihad dalam agama; Islam memang mewajibkan seorang muslim untuk berperang dan angkat senjata, tentunya jika negara itu sedang dalam keadaan perang atau sedang dijajah dan ditindas. Faktanya Indonesia ini kan sedang tidak dalam kondisi perang sebaliknya menjadi salah satu negara muslim paling aman di dunia. Artinya tidak ada alasan seorang muslim menyatakan dirinya berperang dan jihad lalu menganggap usaha jihadnya dalam rangka memerangi pemerintahan kafir dapat dibenarkan. Jalan jihad yang benar di tengah kondisi kondusif seperti ini adalah jihad memerangi hawa nafsu diri sendiri dalam sabar dan tawadhu kepada Allah swt.

3. Jika berkaitan dengan imbalan syurga; dalam hal ini pastilah hanya ALlah saja yang tahu apa yang akan diterima setiap hamba-Nya kelak, terkait amal perbuatannya, tidak ada yang bisa memastikan. Jika memang niat sepenuhnya untuk mencari syurga, maka seharusnya jalan paling cepat mencapai surga adalah dengan berbuat baik pada sesama dan menebaran keindahan ukhuah islamiah dengan jalan damai, bukan sebaliknya malah menjadikan saudaranya korban keganasan bom bunuh diri atau teror, tentu saja itu tidak dibenarkan dalam agama.

4. Jika berkaitan dengan Pemimpin korup dan zalim; maka serahkanlah urusan itu kepada ALlah swt saja, setiap pemimpin akan dimintakan pertanggung jawabannya atas setiap tindak tanduknya, sangat berat siksa bagi mereka yang tidak menjalankan amanah, dan hanya ALlah saja yang berhak menilai apakah ia seorang pemimpin Thagut atau bukan. Kita sebagai masyarakat biasa ditugaskan untuk menjaga keharmonisan nilai-nilai kehidupan, karena bagaimanapun asal mula terpilihnya pemimpin bagi segolongan manusia itu didasarkan pada tindakan dan perilaku masyarakatnya, jika masyarakat bertindak baik dan sabar dalam menjaga kehidupan, maka ALlah akan memilihkan seorang pemimpin yang baik juga amanah, sebaliknya jika masyarakatnya bersikap merusak dan menghancurkan nilai-nilai kehidupan maka Allah akan memilihkan pemimpin yang keras lagi kejam.

5. Jika itu berkaitan dengan mashab aliran keras yang menghalalkan Jihad; maka ada baiknya kita berbaik sangka saja kepada Allah swt, bahwa atas apa saja yang sudah terjadi di negeri ini maka itu adalah atas campur tangan dari-Nya, Ia Maha Mengetahui dan tidak ada satupun kejadian selain itu ada campur tangan dari-Nya. Disamping penderitaan yang diterima kebanyakan orang di negeri ini bukankah ALlah juga selalu melimpahkan karunia dan berkah-Nya kepada kita semua, sebaiknya kita tidak menafikan itu.

Maka dari itu janganlah kita bersikap mudah dihasut dan di ajak berbuat dosa, karena semua itu akhirnya akan kembali lagi pada diri kita, membinasakan satu generasi akibat pola pikir yang salah. Bagaimanapun sikap memberontak dan menganggap tindakan melakukan teror adalah salah besar. Kita harus bisa membentengi diri kita dengan mengedepankan sikap sabar dan tawadhu kepada ALlah swt. Tidak ada pilihan lain, semua orang hidup di belahan dunia manapun pasti punya permasalahan, tergantung bagaimana cara kita mensikapinya saja.




Read More..

Rabu, 20 Januari 2016

ISIS : SOSOK "MONSTER TERORIS" YANG MENDUNIA

Siapa yang tidak tahu berasal dari mana ISIS itu sebenarnya, ISIS itu memang bikinan amerika bersama kongsinya Israel untuk memfitnah Orang Islam diseluruh dunia. Pihak berwenang di Arab Saudi juga sudah merilis pemberitaan bahwa ISIS adalah hasil bentukan Inggris, Amerika dan Israel. Lalu apa motif utama amerika dan israel ini?

Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) dan agen Central Intelligence Agency (CIA), Edward Snowden mengungkapkan bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan Amerika, Israel dan Inggris. Menurut media-media di Iran, sepeti dikutip Moroccantimes, pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghadadi dilatih secara khusus oleh badan intelijen Israel, Mossad. Badan intelijen tiga negara tersebut sengaja membentuk kelompok teroris untuk menarik kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia dalam satu tempat. Mereka menyebut strategi ini "sarang lebah".

Dengan strategi ini, kelompok-kelompok yang merupakan musuh Israel dan sekutunya itu jadi lebih mudah terdeteksi. Tujuan lainnya, untuk merawat instabilitas di negara-negara Arab.

Selain itu, untuk kita ketahui bersama bahwa beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan pemeluk agama islam meningkat drastis diberbagai negara, dan bahkan sama sekali tidak bisa dibendung walau sebelumnya pun sudah dilakukan propaganda melalui aliran islam garis keras yang di usung Osama Bin Laden dengan berbagai aksi terornya. Penduduk islam semakin hari semakin meluas dan amerika melihat ini adalah ancaman besar, karena amerika adalah pengusung agama kristiani dan israel adalah pengusung agama yahudi diseluruh negara. Keduanya menganggap perlu melakukan terobosan dalam rangka membendung derasnya arus perpindahan agama dari non muslim menjadi muslim dengan cara memecah belah islam itu sendiri, maka dari itu dibentuklah turunan Al Qaeda yang memiliki konsep yang sama namun secara kekuasan mereka jauh lebih powerfull dibanding sebelumnya, yaitu negara ISIS berbasis di Suriah.

Lalu apa motif yang mereka gunakan? sasaran utamanya adalah mereka mentargetkan pada diri insan pribadi perorangan anak-anak muda yang masih dalam tahap belajar, mereka belum memahami makna dan konsep pokok ajaran islam yang benar, sedang mencari jati diri dan sebagainya. Cara ini dianggap efektif karena pada kondisi labil seperti ini orang-orang yang pengetahuan ilmu agamanya sedikit dan dangkal akan sangat mudah di doktrin dan di murtadkan dengan berbagai ajaran menyimpang yang tidak sesuai dengan akidah islam. Karena mereka tidak tahu mana yang benar dan salah, maka mereka mengikuti saja apa yang perintahkan pendahulunya. Maka dari itu banyak sekali para pemuda yang tergiur oleh bujuk rayu kelompok ini, karena selain menjanjikan surga mereka juga dijanjikan akan mendapatkan penghidupan yang layak dan sebagainya.

Dengan cara agresif seperti ini, makin hari makin banyak anak muda yang punya jiwa nasionalis tinggi ikut bergabung dengan ISIS dan mereka bersusah payah mencapai tanah yang dijanjikan dengan alasan berjihad dan sebagainya. Maka jadilah mereka bagian dari kelompok teroris yang dimaksudkan itu. Lalu seperti apa profil para pejuang ISIS ini dimata penguasa Barat? Konsep pemurtadan yang dilakukan oleh orang islam sendiri telah dikemas sangat rapih dan orang tidak akan bisa mengetahui dari mana ia berasal pemikiran ini.

Ilustrasi sederhananya mudah, jika anda pernah nonton film holywood yang didalamnya ada peperangan akhir jaman antara manusia dengan Zombie, misalnya di film Will Smith yg berjudul "I'm Legend" atau film "Resident Evil" atau film "Underwold" dan berbagai genre film yang sama, disitu digambarkan oleh mereka bahwa kelak manusia akan berperang dengan manusia setengah monster yang sudah terkontaminasi racun berbahaya. Manusia monster yang mereka sebut zombie itu akan menguasai dunia dan membuat hidup manusia porak-poranda dengan berbagai teror yang mereka tebarkan. Film-film seperti ini sangat banyak beredar di masyarakat, hanya saja kita tidak memahami bahwa konsep manusia zombie ini sebenarnya adalah konsep manusia monster yang sedang mereka kembangkan bersama ISIS.

Zombie-zombie di film-film itu digambarkan dengan wujud manusia yang sudah tertular semacam penyakit mematikan, disana ada pemimpinnya, ada pasukannya, ia sudah tidak lagi bisa disembuhkan, penyakitnya sudah menahun, dan ia bisa menulari orang-orang yang sehat hanya dengan sekali gigit, zombi ini tidak bisa dibunuh, bahkan ia akan kembali bangkit dengan jumlah yang lebih banyak dan perilakunya tidak bisa diprediksi, ia hidup hanya untuk memangsa manusia di sekelilingnya atau bahkan memangsa teman dan saudaranya sendiri, ia hadir untuk membuat takut manusia yang masih hidup, dan membuat orang yang terkontaminasi itu menjadi pengikutnya, kemanapun dia pergi maka setiap orang akan merasa terancam.


Inilah gambaran orang yang masuk dalam kelompok ISIS seperti sekarang ini, mereka seperti terhipnotis dengan berbagai ajaran yang ditawarkan melalui doktrin radikalism, sudah tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, bertindak hanya sesuai emosi dan hawa nafsu berontak, melakukan pembunuhan dengan penuh kesadaran dan tidak peduli apapun konsekuensi yg ditimbulkan, membunuh manusia lain dengan membabi buta, mereka sudah menjadi zombie seperti gambaran manusia yang sudah tidak punya kesadaran jiwa lagi, hanya memikirkan kepentingan kelompok dan tujuan menguasai dunia dengan cara mereka sendiri.

Amerika sudah melakukan banyak kajian ilmiah tentang ini dan mereka sudah berhasil menerapkan doktrin ini karena kebetulan Islam pun punya konsep tersebut, cocoklah sudah tujuan dan sasarannya membuat kelompok ini menjadi zombie yang ditakuti seluruh negara manapun di dunia ini berhasil menjadi sosok mengerikan dan paling dibenci. Pesan yang disampaikan dalam film-film bertema zombie tersebut diterima saja oleh masyarakat dunia sebagai unsur hiburan, padahal sesungguhnya itu adalah bagian dari rencana busuk mereka ingin mengendalikan mind set kita bahwa kita sedang dibawa ke arah peperangan seperti apa yang mereka inginkan di film tersebut.

Kesimpulannya, yang membedakan sosok manusia teroris dengan manusia zombie adalah keduanya sama-sama memiliki badan, hanya bedanya manusia zombie kondisi badannya yang sudah hancur termasuk juga jiwanya, sementara manusia teroris kondisi badannya masih utuh tapi jiwanya yang sudah hancur. Maka dari itu kita akan sulit membedakan mereka dengan manusia normal lainnya karena secara tampilan mereka sama tetapi secara ideologi mereka berbeda.

Maka dari sini kita kini bisa mengetahui bahwa sangat pentingnya peran ilmu agama dalam kehidupan kita ke depan, terutama bagi anak-anak kita, karena ada banyak orang yang berkepentingan ingin menghancurkannya dengan berbagai cara, jangan lagi kita mempelajari ilmu agama hanya setengah-setengah atau tidak pada ahlinya, itu sangat berbahaya. Lalu mengapa Allah swt memberikan ujian ini kepada umat islam di dunia, jawabannya karena ini adalah sebagai pembeda atau untuk membuat batasan yang jelas antara islam yang benar dan islam yang menyimpang. Agar orang islam sudah bisa membedakan mana saudara dan mana bukan.

Dengan demikian di masa depan Islam akan tumbuh dengan sempurna. Dengan adanya peristiwa ini kembali lagi kita harus belajar memahami islam lebih dalam dan lebih kuat dari sebelumnya. Tidak ada yang jauh lebih berharga dibanding ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Mudah-mudahan ini bisa membantu kita memahami siapa yg dimaksud dengan teroris di sini, kita menjadi lebih mawas dan berhati-hati lagi dalam bergaul dan berkomunitas. Lebih pandai lagi memilih teman dan mana lawan. konsep manusia setengah monster ini didesign agar tidak ada lagi orang yang berpikir untuk berpindah agama kepada islam, akibat islam sudah dituduh sebagai biang keladi berbagai kekacauan dunia belakangan ini, padahal sebenarnya dibaliknya mereka memiliki misi tersembunyi yaitu mengendalikan jumlah penduduk muslim. Jadi jangan lagi bawa-bawa islam dalam pembahasan teroris, karena itu sama sekali tidak ada hubungannya ...

Read More..

Jumat, 15 Januari 2016

11 HAL GANJIL DILOKASI LEDAKAN BOM SARINAH


Mengulas kembali isu terorisme terkait insiden yang terjadi di Pusat Kota Jakarta, wilayah Sarinah yaitu Sudirman-Thamrin hari ini, berikut kami jabarkan beberapa hal aneh, ganjil dan tidak masuk akal yang terjadi selama tragei itu berlangsung. Ada banyak hal tidak bisa dimengerti mengapa polanya sangat amat berbeda dengan yang terjadi di tahun-tahun yang lalu. Walau memang jumlah korbannya tidak terlalu banyak, beberapa pihak berbicara bahwa ini adalah salah satu kegagalan aksi teror yang pernah ada. Benarkah asumsi itu? atau jangan-jangan justru sebenarnya masyarakat yang sudah berhasil di perdaya, karena banyak fakta yang jika kita cerna kembali hal ini justru menujukkan bagian dari kegagalan pihak yang ingin memperdaya. Tapi sebelum kami ungapkan satu per satu, maka satu hal yang harus kita camkan sama-sama bahwa ini baru asumsi dasar, bukan merupakan hasil analisa ahli dan pakar. Jadi disini juga anda boleh berpendapat dan menyanggah jika hal ini memang tidak sesuai dengan opini anda. Baiklah mari kita tinjau satu persatu;

1. Jenis bahan peledak, nampaknya jenis bahan peledak yang digunakan bukan jenis high explosive melainkan low explosive , buktinya ketika 6 kali ledakan berbunyi memang mengeluarkan suara yang keras dan asap, tapi kaca-kaca gedung di sekitar lokasi tidak ada yang pecah sebagaimana yang pernah terjadi di depan kedutaan besar Australia beberapa tahun lalu, sebuah bom mobil meledak di tengah jalan dan semua kaca jendela di gedung-gedung di sekitaran kuningan hancur dan menelan banyak korban luka. Ini artinya tujuan teroris bukan untuk membuat banyak jatuh korban, melainkan sekedar untuk menakut-nakuti saja.

2. Lokasi ledakan, jika tujuannya bukan untuk mencari banyak korban dan hanya ingin menakut-nakuti sjaa, mengapa teroris memilih lokasi di pusat kota yang merupakan pusat kegiatan orang, titik ledakan juga menujukan teroris seakan-akan sedang ingin mencari perhatian publik, karena ia hanya mengincar pos polisi dan sebuah kafe tidak terlalu ramai pengunjung dan akhirnya bom hanya diledakkan di luar kafe. Seharusnya jika tujuannya adalah ingin meneror orang asing maka si teroris ini akan masuk ke dalam kafe lalu meledakkan diri di sana atau mengeluarkan senjata api dan menembaki semua orang yang ada di sana, ini yang terjadi di Paris prancis beberapa waktu lalu dan memang benar ISIS berada di balik semua ini, semua orang tahu, dalam melakukan aksinya ISIS terkenal sadis dan kejam tanpa ampun, so kesimpulannya, terosis tidak bersungguh-sungguh ingin menyasar orang asing, sekali lagi ia hanya gertak sambal.


3. Waktu ledakan, kenapa bom diledakkan di waktu menjelang makan siang, dimana saat ini ada banyak orang berseliweran di lokasi untuk mencari makan (Sarinah dan Sabang adalah pusat kuliner ibukota), seharusnya jika tujuan bom ini besar, maka waktu peledakan yang paling sesuai adalah malam hari atau menjelang pagi hari, dan semua orang juga tahu bahwa siapapun orang yang berniat ingin berbuat jahat, pastilah ia tidak ingin diketahui orang lain, ia akan berusaha sebisa menungkin untuk menyembunyikan niat tersebut dari penglihatan orang, tapi yang terjadi di sarinah ini justru sebaliknya ia seakan akan ingin menujukkan diri bahwa ia sedang melakukan tindakan teror, untuk membuktikan sesuatu kepada pihak tertentu. Kesimpulannya teror ini sengaja dilakukan untuk mencari perhatian publik.

4. Moment Ledakan, selama proses ledakan dan baku tembak, kenapa di lokasi sudah bertebaran banyak perwira polisi dan wartawan dilokasi seakan-akan mereka sudah mengetahui akan adanya tindakan teror, bahkan moment ledakan dan baku tembak ini disiarkan secara live oleh banyak stasiun televisi (7 stasiun tv sudah di tegur KPAI), masyarakat bisa menyaksikan secara langsung dan menjadi saksi mata atas kebenaran peristiwa ledakan bom tersebut yang berlangsung sangat dramatis. Seakan-akan peristiwa ini ingin ditujukan banyak khalayak ramai bahwa ia adalah sungguh-sungguh terjadi dan bisa dibuktikan dengan rekaman yang ada. Kesimpulannya, moment ledakan ini ingin dijadikan barang bukti dan ada banyak saksi yang sudah menyaksikan secara langsung, lalu membuat timbul rasa takut pada masyarakat dan ingatan itu akan membekas dalam waktu yang panjang.

5. Aksi Aparat Polisi, selama proses ledakan dan baku tembak, anda pasti juga menyaksikan bagaimana aksi seorang perwira polisi yang berjalan bagaikan model di atas cat walk (netizen menyebutnya "polisi ganteng"), tanpa mengenakan jas anti peluru di badannya (seakan-akan ia pahlawan), lalu ia berjalan segagah-gagahnya menghadap ke kamera wartawan sambil berpose jantan, seakan-akan ia ingin bicara bahwa kondisi di sini sudah aman dan tidak perlu takut, disisi jalan lain, ada segerombolan polisi berjalan mengendap-endap dibalik mobil ketakutan di tembak, mereka menggenggam senjata api tapi tidak kelihatan siap melakukan baku tembak dengan lawan. Kenapa polisi ganteng ini bersikap sangat tenang dan sama sekali tidak takut ditembak berdiri santai di tengah jalan, sementara teman-teman lainnya bersembunyi ketakutan. Ini nampak seperti sandiwara, seperti ada yang sudah merencanakan, atau mungkin mengetahui sesuatu tapi akhirnya rencana itu kacau karena berbeda tindakan di lapangan.

6. Aksi Teroris, ada juga aksi seorang teroris yang semula membaur dengan masyarakat dan bersikap tenang, tak ada gerak-gerik ia ingin melakukan serangan tapi tiba-tiba ia berdiri dan berjalan menuju ke tengah kerumunan massa lalu mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya dan melakukan tembakan ke segala arah (atas) tetapi untung tidak mengenai warga. Dengan situasi ini sebenarnya teroris punya peluang untuk melepaskan tembakannya ke segala arah dan mengenai warga yang ada disekelilingnya, ternyata ini tidak dilakukan. Ini jadi pertanyaan, seharusnya jika ia adalah anggota ISIS sejati maka ia akan melakukan hal yang sama dengan yang terjadi di PAris, dan nampaknya ia hanya ingin menakut-nakuti orang-orang yang ada di sekelilingnya saja.

7. Ada Rekayasa, sebagian pihak beranggapan moment tragedi ini mirip dengan adegan di film-film action holywood, ada gerombolan penjahat yang mati dilumpuhkan oleh polisi jagoan yang gagah di lokasi kejadian, seperti sudah direncanakan dan di setting (ada sutradaranya) dengan sangat matang setiap adegan dibuat sedramatisir mungkin, sama persis dengan yang ada di film-film barat. Karena ending ceritanya juga sama, semua penjahat akhirnya mati terkapar di tembaki polisi dan rakyat menjadi senang nyawanya telah diselamatkan sang polisi jagoan. Diperkirakan aksi ini berlangsung dalam 30 menit, penjahat sudah bisa dilumpuhkan oleh polisi dan tidak ada banyak korban berjatuhan.

8. Bom Bunuh Diri, pada saat teroris sedang baku tembak dengan polisi di lokasi, ada dua pelaku yang posisinya sudah terpojok, lalu mereka bersembunyi di balik mobil pengunjung, (gerak-gerik keduanyya tertangkap kamera orang yang ada di gedung atas seberang jalan), terlihat keduanya nampak kebingungan dan sedang mempersiapkan sesuatu, namun sebelum mereka sempat membalas dan bertindak, bom yang ada di dekat mereka langsung meledak dan keduanya langsung terkapar di tempat. Entah kedua pelaku itu tidak tahu bahwa bungkusan depannya itu adalah bom atau bukan, yang pasti keduanya nampak bukan sedang berusaha meledakkan diri, tapi akhirnya bom itu meledak dengan sendirinya. Beberapa pihak berkata bahwa bom meledak sendiri karena sudah dikendalikan dengan remote kontrol dari jarak jauh.

9. Pos Polisi, Kenapa teroris ini menyasar pos polisi yang diisi oleh segelintir orang saja, karena ternyata jika memang tujuannya ingin membunuh orang asing dalam jumlah banyak harusnya bukan itu sasarannya. Dan pada akhirnya yang mati meledak di pos polisi ini adalah hanya pelaku saja sebanyak tiga orang bukan polisi yang sedang bejaga. Well, jika kelompok ISIS ini memang berniat ingin mencari korban sebanyak-banyaknya dan menginginkan perhatian dunia, maka tempat yang disasar adalah gedung perbelanjaan Sarinah, karena gedung ini adalah salah satu gedung tua yang rapuh dan sangat banyak pengunjungnya, dipastika disana akan jatuh banyak korban akibat bangunan menjadi runtuh karena ledakan.

10. Korban Mayoritas Pelaku, sangat disayangkan kesemua pelaku mati tertembak. Bagaimana caranya polisi bisa mencari fakta dan motif mereka jika semua pelakunya ditembak mati. Lalu bagaimana polisi bisa menyimpulkan bahwa ini ada kaitannya dengan ISIS dan kelompok Bahrun NAim, sementara tidak ada keterangan yang bisa diambil dari para pelaku. Dalam hal jumlah pelaku, jika kita hitung yang bertindak sebagai pelaku di TKP jumlahnya ada 7 orang, 3 orang mati di pos polisi, 2 orang mati bom bunuh diri dan 2 orang lagi yang melakukan serangan brutal di tengah kerumunan massa. Tapi menurut keterangan polisi hanya da 4 orang yang menjadi pelaku utama teror, lalu siapa 3 orang korban yang tidak termasuk tersebut, apakah mereka adalah warga sipil. Harusnya polisi bertanggung jawab moral kepada korban salah tembak ini, ternyata mereka bukan anggota teroris yang di maksud.

11. Berita Himbauan dari kedutaan Amerika kepada warganya di Indonesia, pagi hari sebelum kejadian, sebuah laman memberitakan tersebarnya surat himbauan dari Kedutaan Besar AS kepada para warganya di Indonesia untuk menghindari diri beraktifitas di wilayah sekitaran Sudirman dan Thamrin, tidak dijelaskan alasannya, namun surat elektronik ini menyebar ke berbagai pihak bukan hanya warga negara amerika saja.

11 kondisi diatas adalah fakta dilapangan, anda bisa cek di link videonya, dan pastikan lagi apa saja yang belum kami sebutkan di sini. Lalu Apa motif dibalik peristiwa ini, mungkin anda akan bisa menemukan jawabannya? Kesimpulan sementara dari kejadian ini adalah bermotif ingin menakut-nakuti masyarakat saja, dan nampaknya masyarakat sedang digiring pada opini bahwa peritiwa ini sepenuhnya adalah hasil kerja para teroris. Sungguh? Tapi menoleh pada 11 uraian di atas ada yang beranggapan dibalik semua ini ada rancangan besar untuk memudahkan aparat mengajukan rancangan draft revisi UU Teroris no.15 tahun 2013. Apa sebabnya?

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan mengatakan, selama ini kepolisian tidak bisa melakukan penahanan terhadap seseorang yang ‎telah mendeklarasikan diri sebagai teroris atau pendukung Islamic State of Iraq and Syiria atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut dia, hal itu terkendala Undang-undang tentang Terorisme."Kalau tidak melakukan kegiatan gerakan radikal, maka tidak bisa tidak diapa-apakan," kata Anton di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Minggu (17/1/2016).

‎"Undang-undang Terorisme yang ada di Indonesia belum bisa menindak ketika belum ada bukti awal," ucapnya. Jadi harus ada bukti permulaan dulu baru bisa ditindak. Ya seperti apa yang terjadi di Sarinah iitu, menunggu terjadi ledakan bom dulu baru Undnag-undang itu dirasa mendesak untuk direvisi. Mana yang duluan nih?



Read More..

Kamis, 14 Januari 2016

AGNEZ MO, BUSANA TEMBUS PANDANG, KALIGRAFI ARAB DAN KONSPIRASI ILLUMINATY

Agnez Mo kembali menuai sensasi, dalam sebuah acara pagelaran musik yang diadakan sebuah acara ulang tahun ke 21 Stasiun televisi swasta Nasional Indosiar 11 Januari lalu, seorang aktris bernama Agnez Mo membuat mata penonton terbelalak dengan pakaian yang dikenakannya. Dibagian bawah pakaian transparan, terselip sebuah kata berbahasa arab yang semua orang tidak mengetahui arti dan maknanya, dan juga tidak memahami apa maksud disematkannya kata tersebut di tengah acara hiburan bernuansa musik tersebut. Apa benar Agnez sedang ingin mencari sensasi dengan pakaiannya ini? Apakah memang seperti ini artis biasa menuai kontroversi untuk mencari perhatian publik dan membuat dirinya terkenal? Rasanya kita semua kenal siapa seorang Agnez, ia adalah sasaran empuk para haters yang selalu setia menghujatnya di media sosial kapan saja. Ia adalah artis yang juga dibesarkan namanya oleh para haters karena berbagai tindakannya. Dan ia juga merupakan artis yang sangat tidak suka dengan berbagai tindakan haters dan ia adalah artis yang memilih jalan damai untuk menanggapi berbagai tudingan miring atas dirinya. Lalu, apakah tindakannya kali ini juga dilakukan atas kemauannya sendiri? Apakah Agnez tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkan atas tindakannya ini. Ia tentu saja sudah memperhitungkan sangat besar resiko yang akan di terimanya dengan tindakannya ini. Tapi mengapa ia berani mengambil resiko tersebut? Apakah benar ini memang dilakukan untuk kepentingan promo, atau ada pihak lain yang menginginkan ia tampil di hadapan publik dengan tujuan tertentu? Maka dari itu, sesi ini akan mengupas sisi lain konfli ini, agar kita mengerti apa yang sedang terjadi.

Beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat?

Tulisan berbahasa arab di busana yang dikenakan Agnez mo di atas panggung adalah Al Muttahidah atau United dan yang dalam Indonesia itu adalah bersatu. Benarkah tujuan di sematkan kata itu dalam rangka persatuan? bersatu antara unsur apa dan apa? lalu kenapa harus dalam bahasa arab bukan bahasa mandarin misalnya? Dan jika pada akhirnya imbas yang dihasilkan adalah hujan bully di media sosial? apakah tujuan bersatu itu sudah tercapai? karena pada akhirnya yang terjadi adalah perpecahan?

Lalu, apakah benar, Jauh-jauh Agnez terbang dari Amerika hanya sekedar untuk menuai kecaman dari pada haters? Dengan segala konsekuensi busana kontroversi yang dikenakan, ia akan bisa menggubris semua anggapan itu dan menganggap tindakannya sama sekali tidak melanggar aturan dan tidak akan mengecewakan orang lain. Karena kata yang diusungnya bermakna persatuan. Lalu bagaimana dengan busana transparan yang dikenakan? bukankah itu juga berarti tidak menghormati simbol makna persatuan itu sendiri. Makna kata bersatu disini menjadi blur dan tidak menunjukkan itikad ingin adanya persatuan.

Apakah sesederhana itu tujuannya? Pasti ada makna terselubung dibalik ini semua. Mari kita cerna sama-sama. Kata berbahasa arab sepertinya merujuk kepada sekalian muslim, dan media yang di gunakan untuk menulisan kata tersebut adalah bahan tipis menerawang seluruh tubuh yang merujuk pada nilai kebebasan hidup, jika disatukan maka mengandung arti "umat muslim bersatu dalam Kebebasan." Atau ingin mengajak muslim untuk menjalani hidup lebih bebas, bebas berbusana minim misalnya seperti yang ditunjukkan di panggung kala itu.

Ketika MUI angkat bicara bahwa apa yang dilakukan Agnez ini tidak melanggar kaidah agama, hal itu memang benar adanya, karena tidak mengandung unsur penistaan secara mashab dan akidah. Itu hanya simbol tulisan kaligrafi biasa. Disini maka masyarakat semakin lagi dibingungkan dengan statement itu, karena itu artinya MUI sudah membenarkan apa yang dilakukan Agnez co. Dan Agnez di anggap tidak bersalah. Jika demikian, lalu siapa yang harus disalahkan?

Ya inilah tujuan utamanya, membuat kekacauan opini di masyarakat, dan opini itu akhirnya dibenturkan pada agama. Lalu terjadi kesimpang siuran yang semuanya akhirnya bermuara pada opini bahwa Agnez adalah korban.

Sebagaimana kita tahu, Agnez ini adalah artis yang katanya multitalenta yang sedang getol-getolnya go internasional, sekarang pun ia sudah menetap di Amerika dalam rangka mempromosikan dirinya seorang bintang yang ingin disejajarkan dengan Artis Hollywood seperti Taylor Swift, Ariana Grande dan Adele. Usahanya sudah melanglang buana dan beberapa tahun ini belum membuahkan hasil, bahkan sekaraang membuat bingung masyarakat indonesia sendiri bahwa Agnez ini lebih banyak sisi kontroversinya dibanding karya-karyanya yang mendunia. Mulai dari tampilannya di atas panggung yang suka nyeleneh, juga sisi kepribadiannya yang kelam dan berita suka gonta ganti pasangan yang di blow up ke media secara berlebihan. Dimasa lalu Agnez juga pernah berbenturan dengan masyarakat Aceh terkait penggunaan Tarian Saman dalan koreografinya. Semakin lama masyarakat tidak lagi melihat Agnez ini artis berbakat yang punya karya bertaraf internasional, sebagaimana yang sudah dihasilkan artis hollywood lainnya, sebaliknya ia hanya sekelas artis yang kaya sensasi.

Lalu apa benar saat ini Agnez memang sedang kesulitan mencari sponsor kelas jet zet yang bisa lebih melambungkan lagi namanya ke permukaan sehingga ia akan bisa diterima oleh publik internasional. Sponsor kuat yang biasa melambungkan nama besar seorang Agnez mo yang di rangkul sekarang ini nampaknya lebih suka memilih jalan pintas, yaitu dengan cara membuat aksi kontroversi. Memang benar dengan cara seperti ini, ia akan mendapatkan perhatian publik, dan dikupas habis-habisa oleh media. Tetapi sayangnya, jenis publikasi seperti ini justru menghancurkan reputasinya di mata penggemarnya sendiri. Harusnya Agnez berkonsentrasi membuat karya-karya super berskala Internasional yang bisa di nikmati orang banyak, bukan berusaha tampil dengan sejuta tanda tanya.

Kita sudah melihat contoh lain yang sudah ada saat ini, Anggun C Sasmi, ia juga artis internasional yang sudah menetap di Prancis, memang dalam aksi panggungnya tidak pernah nyelenah, cuma kadang memang di rasa busananya kekurangan bahan. Tapi lihatlah perkataan yang dilontarkannya di media sosial, walau di KTP ia mencantumkan agama Islam tetapi perkataannya selalu saja menghina orang islam, bahkan pernah menghujat dan menghakimi orang islam. Dan apa yang terjadi dengan karier musiknya di Indonesia saat ini, adalah orang tidak lagi menghargainya sebagai musisi, tapi tidak lebih dari seorang penghibur biasa. Ya seperti inilah konsekuensi jadi artis internasinal yang harus mau merusak islam jika ia ingin di terima masyarakat inetrnasonal. Tidak mudah jika ingin menjadi artis skala dunia, disamping harus punya karya yang bagus juga harus mau banyak berkorban, termasuk berkorban jiwa.

Yang dilakukan Agnez mo saat ini juga sama, ia sedang bermain di air keruh, memang sejenak akan membuatnya bulan-bulanan, tapi akhirnya ia tampil ke permukaan sebagai ikan yang bersih. Lihatlah apa yang terjadi setelah aksi panggungnya beberapa waktu lalu, perang dingin dan gaduh di berbaga media sosial mempertontonkan bahwa Misi Agnez dalam membuat kacau opini publik ini sudah berhasil mengangkat dirinya sebagai pihak yang tidak perlu di salahkan, salahkan saja orang-orang yang berpikir negatif, salahkan saja orang-orang yang ortodoks dan salahkan saja penyelenggara, salahkan saja sponsor dan sebagainya. Kegaduhan ini akan berakhir pada pembenaran tindakan Agnez dan publik mempertanyakan independensi fatwa MUI. Ya memang ini tujuan misi tersebut, kegaduhan dan ketidak percayaan pada institusi publik yang menaungi bidang keagamaan. Sadarkah anda bahwa kita sudah berhasil dibawa ke dalam pusaran masalah yang dengan sengaja dibuat oleh pihak Agnez mo untuk membuat kacau dan semakin rendahnya kepercayaan pada MUI.

Lalu apa misi utama dibalik kekacauan ini? Makna kata Al Muttahid yang artinya bersatu ini sebenarnya bermakna sebaliknya yang tujuannya adalah memecah belah dan membuat kekacauan. Apa buktinya, ya seperti yang terjadi sekarang ini, gara-gara kata-kata bersatu itu, justru yang terjadi adalah saling bertentangan, saling hujat, saling hina dan saling bully. Tujuan utamanya adalah lawan kata dari persatuan itu sendiri, dan misi ini sudah dianggap berhasil oleh sebagian orang, karena banyak pertentangan diantara para pendukung bahkan sudah membawa isntitusi keagamaan juga.

Jadi Berhati-hatilah saudaraku, ada Tangan Tuhan (Illuminati hand) yang sedang bermain di belakang semua ini. Bukan sekedar sensasi yang ingin di capai tetapi juga kekacauan opini dan merendahkan nilai keagamaan. Jangan terpengaruh dan membuat keadaan semakin kacau, jika anda tidak ingin masuk dalam lingkaran setan yang sedang mereka buat, maka sebaiknya anda diam saja dan menahan diri. Sekarang kita sudah tahu bahwa Agnez Mo adalah agen Illuminati yang sedang membuat rencana konspirasi mengacaukan cara berpikir kita. Tidak ada tujuan lain selain mereka akan mendapatkan keuntungan dari kekacauan yang kita rasakan saat ini. Semakin kacau opini publik, maka semakin berhasil ia menjadi pemenang. Maka dari itu, tahan diri anda untuk berkata apalagi menghujat, biarkan saja dan abaikan saja semua berita dan tindakannya. Tidak ada yang perlu di tanggapi dan di beritakan.

Read More..

Jumat, 25 Desember 2015

EVI DA2 DISENGGOL, KARENA TIDAK MENYANYI LAGU MELAYU...? LAGI

Kekecewaan kembali terjadi di ajang pencarian penyanyi dangdut tingkat Asia yang disiarkan stasiun televisi Indosiar tadi malam, Evi Masamba atau Evi DA 2 yang sudah dikenal publik memiliki suara emas nan merdu, terpaksa harus merelakan tersenggol dan keluar dari 5 besar, karena alasan sepele yang dikemukakan salah satu juri dari Malaysia yaitu Pak Ngah bahwa itu karena Evi tidak pernah membawakan lagu bergenre melayu. Untuk kedua kalinya, atas alasannya ini Pak Ngah selaku juri hanya memberikan nilai 80, sementara nilai yang diberikan juri lainnya rata-rata 90, dan semua juri pun mengakui keindahan suara evi tidak diragukan lagi. lalu ada apa gerangan? apakah sudah pantas evi keluar disebabkan alasan tersebut? apakah penilaian ini layak dipertanggung jawabkan? mengingat kepiauaian evi selama ini membawakan lagu-lagu dangdut dengan sangat baik? hanya karena alasan evi tidak menyanyikan lagu melayu apakah sudah sepantasnya evi keluar dari ajang ini?

Dan juga apa yang dikemukakan Pak Ngah bahwa seorang Evi memang hanya layak untuk menjadi penyanyi berskala Indonesia bukan Asia? kalimat ini sungguh benar-benar sangat disayangkan, mengapa? karena sepertinya Pak Ngah ini kurang memahami tujuan utama diselenggarakannya acara ini, bahwa Tajuk Utama acara ini adalah DANGDUT AKADEMI ASIA, yang mana ini artinya bahwa yang dicari adalah penyanyi Dangdut untuk mempromosikan musik dangdut kepada semua masyarakat di negara-negara Asia, bukan bagian dari promosi lagu melayu. Memang kalau peserta ingin membawa lagu melayu, maka tentu saja itu tidak masalah, tetapi porsi lagu melayu bukan poin yang menentukan tentunya. Dan jika Pak NGah ingin mempromosikan lagu Melayu, maka Malaysia harus membuat acara sendiri yang tujuannya untuk mengangkat lagu-lagu melayu di kancah Asia semisal Akademi Melayu Asia.


Maka barulah di sana jurinya wajib menilai kemampuan menyanyikan lagu melayu. Disitu barulah boleh pak Ngah menuntut penyanyi membawakan lagu melayu, yang porsi penilaiannya lebih besar. Nah ini kan ajang pencarian penyanyi dangdut, kenapa pak Ngah ngotot Evi harus bisa bawa lagu melayu, yang akhirnya nilai Evi jatuh terjun bebas. Dan seakan-akan sengaja ingin mengangkat nilai pesertanya, si Fitri yang anak baru kemaren belajar dangdut nilainya sama tinggi dengan Danang yang sudah profesional. Orang bodoh aja tahu, penilaian ini cma omong kosong.


Dan yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini adalah, apakah dalam point penilaian penyanyi memang diwajibkan untuk membawakan lagu melayu atau genre lainnya, sehingga jika tidak, maka ini akan mengakibatkan dia di diskualiifikasi. Harusnya ketentuan itu jelas bagi peserta, jadi jangan sampai peserta seperti masuk dalam perangkap tak bertuan. Sementara di setiap penampilan, peserta diminta untuk memperhatikan teknik vokal, improvisasi dan penghayatan pada lagu saja, tetapi setelah masuk sesi penilaian ternyata ada lagu wajib yang harus dikuasai. Ya...seharusnya kalau memang yang dicari penyanyi berbakat, pastilah yang dinilai paling utama adalah kualitas suaranya, dan ciri khas dari suara si penyanyi, yang mana kepada siapapun suara itu berbunyi, maka orang dapat mengenali siapa penyanyinya tanpa harus melihat wajah si penyanyi.

Rasanya Pak Ngah ini memang dia entah punya kepentingan apa dibalik ini, tapi sungguh amat sangat disayangnya cara ia memberi nilai kepada Evi sungguh sangat menyecewakan. Kenapa? Karena sebagaimana diawal sudah disebutkan bahwa acara yang diselenggerakan di Jakarta alias di Indonesia ini adalah untuk membawa harum musik dangdut (lagu khasnya Indonesia) ke kancah internasional skala Asia, sementara itu para peserta yang mengikuti acara ini dari negara lain selain Indonesia masih berada dalam taraf belajar (pemula), bahkan mereka sama sekali tidak memamahi apa itu teknik dan irama dangdut. Mereka cuma mengetahui sedikit tentang musik dangdut, dan akhirnya setelah mengikuti ajang ini barulah mereka memahami apa itu cengkok dan nada-nada khusus yang ada dalam musik dangdut dan mulai sedikit-sedikit bisa membawakannya dengan benar.

Dalam hal ini, perilaku ini Pak Ngah ini sungguh sangat menyakitkan bangsa Indonesia, karena dia sudah mencederai tujuan utama kompetisi ini, yaitu mencari penyanyi dangdut berbakat skala asia agar bisa diterima masyarakat Asia, dengan mengatakan bahwa Evi tidak bisa menyanyi lagu melayu. Lho kok bisa? Sementara Evi adalah pemenang Dangdut Akademi 2 yang seluruh masyarakat Indonesia tahu betul ia menguasai musik dangdut termasuk lagu melayu tentunya.

Saya bicara ini, bukan ingin berkata bahwa Evi harus menjadi pemenang, disini kita bicara sedang mencari penyanyi dengan kualitas terbaik dengan cara sportif (tidak menggunakan kekuatas sms pemirsa) tetapi penilaian juri yang objektif. Jika kriteria penyanyi terbaik seperti itu yang dicari, apakah menurut anda, Evi tidak layak masuk kriteria penyanyi dangdut berbakat? Dalam hal penilaian, kita semua mengandalkan nilai sportifitas juri dalam menilai kriteria baik dan bagus. Maka dari itu, jangan lagi kita mencederai nilai kompetisi sportif yang baru dibangun ini di masyarakat ini. Hargailah juga usaha masyarakat yang ingin ikut serta menjadi saksi lahirnya seorang Diva skala Asia untuk tampil menjadi penyanyi Dangdut berkemampuan internasional. Semangat sportifitas ini harusnya dijaga dengan baik oleh semua pihak.

Jika tidak maka publik akan kecewa. Mengapa publik kecewa? masyarakat berharap adalah ajang kompetisi paling jujur dan murni dilahirkan karena betul-betul sipenyanyi memiliki kemampuan maksimal, bukan Diva yang lahir karena jumlah SMS (text) atau juga bukan karena tindak kecurangan yang dilakukan secara sengaja dan terang-terangan di depan mata.

Jika maksud tindakan culas tersebut adalah dengan tujuan untuk membuat Malaysia menjadi salah satu pemenang, sekaligus mengangkat musik melayu melalui pesertanya, maka pihak penyelenggara yang akan dirugikan.

Penyelenggara acara ini dipermalukan, karena dianggap tidak bisa mencari penyanyi dangdut untuk skala Asia sesuai ekspektasi masyarakat Asia? Apa opini dan pendapat anda? Saya pribadi menganggap hasil keputusan dewan juri sangat tidak sportif. Karena itu berarti sudah membuat tujuan pencarian penyanyi dangdut berbakat ini menjadi gagal total. Bukan penyanyi dangdut lagi yang dicari ini ajang ini, tetapi penyanyi yang bisa menyanyi banyak genre musik. Hal ini sangat amat disayangkan, dan sebaiknya kompetisi ini tidak dilanjutkan lagi jika masih tidak punya flatform yang jelas tentang jenis penyanyi apa yang hendak di cari. Dan sebaiknya juga pihak penyelenggara tidak kembali menggunakan juri Pak Ngah sebagai pihak penilai. Akibat tindakannya tersebut sudah membuat kacau seluruh acara (karena terjadi banyak fitnah dan pencemaran nama baik).

Pihak Indosiar juga harusnya tegas memberikan arahan kepada para juri, bahwa ini adalah kontes penyanyi dangdut, bukan penyanyi melayu, POP atau R n B. Dan pihak pemberi sponsor juga harusnya bisa menghitung kerugian nama baik yang di pasangnya di acara ini, pada akhirnya acara ini meninggalkan kesan buruk di mata masyarakat saja. Nilai investasi sponsor juga akan cedera dengan kasus ini karena dianggap tidak mampu menghasilkan pemenang dengan tingkat spotifitas tinggi.

Dan para penyanyi dangdut senior Indonesia/komentator juga harusnya keberatan dengan keputusan ini, ini bukan hasil akhir yang diharapkan. Bagaimana mungkin masyarakat dipaksa untuk menerima saja hasil pilihan juri sementara pada akhirnya yang akan menjadi penikmat musik mereka adalah masyarakat Asia pada umumnya masih menganggap ajang ini penuh dengan aksi manipulasi dan kecurangan.

Disamping itu, kita semua tahu bahwa genre musik melayu tidak terlalu populer di telinga masyarakat Indonesia yang notabene penduduknya dua ratusan juta orang, jauh dengan jumlah penduduk Asia secara keseluruhan. Hanya beberapa lagu melayu saja yang bisa diterima di sini, selebihnya tidak ada yang kenal. Sementara di malaysia, hampir semua artisnya mengetahui lagu dangdut dan mereka hafal, ini artinya musik dangdut lebih bisa diterima daripada musik melayu itu sendiri.

Well...sekali lagi kita harus menghadapi sikap Malaysia yang mengecewakan, dan nampaknya dalam berbagai hal, kita selalu harus mengingatkan kepada mereka bahwa genre musik dangdut berbeda dengan musik melayu. Bahwa Batik Jawa tidak sama dengan Batik Melayu dan sebagainya. Bahwa kita pun pernah punya sejarah buruk tentang kompetisi sepak bola dengan Malaysia dan sebagainya. Apakah kali ini kita kembali lagi akan mengalah dengan sikap dan tindakan mereka yang semena-mena di negeri orang? Kita kembali lagi harus membiarkan mereka menginjak-injak harga diri kita di negeri kita sendiri seperti ini. Lalu apa pendapat anda, sudah sepantasnya Pak Ngah itu meminta maaf atas tindakan cerobohnya itu, lihat lah beberapa waktu belakangan ini, pendukung setiap peserta baku hantam di sosial media tanpa bisa didamaikan dan di tengahi, lalu apa yang akan kita hasilkan nantinya? Tidak ada, karena Akhir ajang kompetisi ini hanya menghasilkan kekecewaan dan sakit hati semata.






















Read More..