Selasa, 09 September 2014

NIKMAT BAGI PARA PENYELAMAT AGAMA ALLAH SWT

Saat ini ada banyak sekali media online yang menyajikan kumpulan artikel bernuansa islami, pada umumnya berupa blog dan situs sederhana yang di isi dan dikembangkan oleh penulis mandiri atau biasa disebut penulis lepas. Penulis lepas yang mengabdikan diri dan waktunya untuk banyak menerbitkan artikel-artikel tentang islam, mereka sebagian besar bekerja sendiri dan melakukan penulisan sendiri atau bahkan menjadi penerbit sekaligus. Penulisan blog dimungkinkan untuk melakukan penerbitan melalui media online tanpa harus melewati jajaran meja editor. Mereka menggunakan banyak fasilitas penunjang yang memungkinkan bagi mereka untuk melakukan penerbitan sebuah artikel sederhana yang bernada menebarkan kebaikan dan keislaman.

Dengan makin berkembangnya kecanggihan teknologi ini membuat banyak orang dengan sukarela mengabdikan waktu dan tenaganya untuk menyuarakan tentang kebenaran islam, mereka bekerja secara sukarela menjadi penyambung dan media perantara antara pencari berita dengan berbagai ilmu dan pengetahuan. Perilaku mereka ini sangatlah terpuji, karena tidak mengharapkan imbalan dan hanya mengandalkan rasa persaudaraan dan perjuangan seiman. Mereka mau melakukan pekerjaan sukarela ini semata-mata hanya karena ingin menyelamatkan tauhid dan akidah Allah. motifasi lain yang mendasari kegiatan mereka adalah karena adanya kesadaran dari dalam diri masing-masing tentang makin sekulernya berbagai media massa memberitakan islam, berbagai media massa seperti koran dan elektronik sudah menjadi media bagi sekelompok orang yang tidak suka dengan islam menjadikan islam bahan tertawaan mereka dan selalu menyudutkan dari berbagai sisi kehidupan.

Tidak ada motovasi materi, walau memang ada beberapa blog yang mengkomersilkan situsnya dengan memasang beberapa iklan, tapi itu jumlahnya tidaklah banyak, hasilnya sama sekali tidak komersil. Lalu apa motif yang mendasari perilaku mereka ini? Mengapa mereka mau melakukan hal tersebut. Pada umumnya penulis lepas ini memiliki kepekaan yang tinggi mengenai persoalan yang dialami saudara-saudaranya, ya susah mencari media penyeimbang. Ini juga disebabkan karena sebagian orang ini mau melakukannya karena ada panggilan dalam dirinya yang membuat mereka merasa dihargai ketika mereka mampu memberikan penengah atau bahkan jalan keluar bagi sebagian orang yang membutuhkan pencerahan dalam hidupnya. Disamping memiliki kemampuan menulis yang baik, penulis lepas ini juga ternyata sudah mendapat petunjuk Allah swt dalam hatinya untuk mau banyak menolong sesama. Allah swt senantiasa menjaga dan menerangi hatinya dengan hidayah yang membuat ia selalu ingin menjadi perantara dan penolong agama Allah.

Ayat tentang datangnya hidayah…..

"Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus" (QS. Al-Baqarah: 213).

Orang dengan kategori ini menjadi sangat istimewa dimata Allah, karena tidak semua orang memiliki kemampuan ini dan tidak semua orang di beri petunjuk oleh Allah untuk mau menjadi penolong agama Allah (hidayah). Tidak semua orang mau menerima petunjuk dan melaksanakan petunjuk (hidayah) itu dengan sukarela. Jadi orang tertentu dengan kriteria memiliki kemampuan dan orang yang mau menerima hidayah Allah saja yang akan diberikan petunjuk untuk menjadi penolong-penolong agama Allah seperti ditegaskan dalam ayat berikut ini….

1) "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).

2) " Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37).


Para penolong agama Allah ini tidak bisa terlihat kasat mata dan Allah sama sekali tidak memberi tanda khusus dimana kita bisa menemukan mereka. Itu karena keberadaan mereka sangatlah istimewa, maka Allah akan senantiasa menjaga mereka dari segala keburukan dan kejahatan niat buruk orang-orang yang ada disekitarnya. Umumnya kehidupan mereka jauh dari hiruk pikuk dan hingar binger gemerlap duniawi, mereka hidup sederhana dan bersahaja. Mengapa demikian, karena seorang penolong agama Allah haruslah seorang yang bisa menjaga diri dan imannya agar sentiasa lurus dan murni. Jika allah memilih seorang penolong adalah seseorang selalu ingin eksis, mencolok disegala suasana, selalu membanggakan diri mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki, maka pesan dan hidayah Allah tidak akan masuk ke dalam relung hati mereka. Cahaya hidayah itu akan tertutup kabut dan orang yang diberi amanah itu sama sekali tidak akan mampu menjadi penolong bagi sesamanya, karena ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.

Lalu apa saja ciri-ciri dari orang yang mendapatkan hidayah dari Allah swt:

1. Merasa mudah dalam beramal saleh.
Orang yang telah mendapatkan hidayah taufiq akan merasa mudah atau ringan dalam melakukan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.
Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat.
Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 6: 125)

Maksud ayat Dia melapangkan dadanya untuk Islam adalah orang yang mendapat hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban. Dan yang dimaksud niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit adalah orang yang tidak mendapat hidayah, akan merasa malas dalam beramal saleh karena dadanya merasa sesak saat melaksanakan aturan-aturan Allah SWT.

2. Konsisten.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :
Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada ditengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran 3: 101)
Maksud ayat Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus ialah orang-orang yang mendapat petunjuk atau hidayah akan berpegang teguh alias konsisten pada ajaran-ajaran Allah SWT.

3. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus dipahami, bukan sekedar diyakini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama”.
Yang dimaksud Dia faqihkan orang tersebut dalam agama adalah orang tersebut bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.
(Sumber: Aam Amiruddin, Tafsir Al Qur’an Kontemporer jilid II)

Adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi seorang penulis, jika tulisan artikel yang dibuatnya banyak dibaca orang, apalagi diserpon positif. Tentulah si penulis akan mendapatkan kepuasan ketika artikelnya mendapat penilaian baik, nilai kepuasan itu bisa melampaui kenikmatan materi. Karena itu menandakan bahwa si penulis berhasil menyampaikan pesan positif kepada pemirsanya sehingga di pembaca merasa tertolong dan bisa mengatasi permasalahn yang sedang di hadapi.


Tapi dibalik semua itu, menjadi penulis lepaspun tidak jauh dari pasang surut mood. Menjadi penulis juga bukan pekerjaan mudah, diperlukan ketekunan dan tekad kuat dalam menjalaninya. Ini adalah tugas mulia yang membutuhkan banyak pengorbanan, mulai dari waktu, tenaga, biaya dan semangat tiada henti. Ada satu lagi syarat bagi penulis ini agar tidak surut semangat dan jangan selalu mengharap banyak orang yang datang dan merespon positif. Tidak selalu dan akan baik terus komentarnya, itu karena cara pandang setiap orang berbeda-beda. Dan karena sesungguhnya semua itu harus dikembalikan lagi kepada Allah, hanya Allah yang maha menggerakkan hati setiap manusia. Hanya allah yang berhak memberikan pencerahan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan tidak ia kehendaki. Jadi tugas mulia satu-satunya penulis ini adalah merangkaikan kata dan kalimat sehingga rangkaian kata itu bisa di laksanakan oleh seluruh anggota tubuh manusia. Rangkaian kalimat itu berisi ajakan melakukan kebaikan dan upaya makin mempertebal keimanan. Selama kalimat baik yang dituangkan penulis bisa dimengerti pembaca, maka semoga itu bisa dilaksanakan oleh anggota tubuh si pembaca dan si penulispun mendapatkan pahala berlimpah. Itu pemikiran sederhana yang harus ditanamkan dalam-dalam oleh penulis, tidak ada yang lain.

Tidak ada bayaran uang yang mereka terima ketika melakukan penulisan artikel ini, karena ini didasari atas landasan keimanan semata maka dengan kemampuan mereka sendiri mampu menjadi jembatan penyelamat, maka disanalah letak nilai kenikmatan yang mereka terima. Dengan banyaknya pengunjung yang datang ke situsnya dan membaca beberapa artikel saja sudah membuat si penulis ini merasa bahagia. Perasaan bisa diterima oleh sebagian pengunjung adalah sebuah penghargaan yang sangat berarti bagi sang penulis, tidak selalu harus diukur dengan materi dan uang.

Lalu bagaimanakah pandangan islam melihat maraknya fenomena ini di kalangan masyarakat muda umumnya. Apa saja nikmat yang akan mereka dapatkan terkait perjuangan mereka memberi pencerahan kepada saudara seimannya. Nikmat dunia apa saja yang akan mereka terima selama mereka hidup. Dan apakah mereka termasuk golongan manusia yang untungkah di akhirat nanti.

Pada beberapa orang yang sudah melakukan tugas mulia ini, mereka mengakui telah merasakan berbagai nikmat ALlah baik secara langsung maupun tidak langsung. Nikmat paling nyata yang pernah mereka rasakan adalah banyaknya kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bisa terhindar dari masalah keuangan, mendapatkan keutamaan dalam berbagai keperluan mendesak dan lain sebagainya yang tidak terduga. ya pada intinya orang dengan ketegori para penolong agama Allah akan dimudahkan dalam segala urusan dunia, dihindarkan dari permasalahan berat dan dijauhkan dari keburukan dunia. Semua ini dibutuhkan dalam rangka menjaga eksistensinya menjadi perantara. Apakah anda sudah mengabdikan hidup anda di jalan Allah, semoga saja anda segera mendapat hidayah-Nya.

Disamping itu, Allah swt juga sudah menjanjikan surga bagi siapa saja yang sungguh-sungguh berjuang atas nama islam di jalan Allah, tentu saja dengan cara yang benar menurut kaidah tuntunan islam. Nilai kesungguhan ini jangan dihitung dengan uang dan materi, tetapi lihatlah tekad dan kesungguhannya menyebarkan nilai-nilai keisalaman dengan tulus iklas. Surga yang dimaksudkan Allah amatlah sepadan dengan nilai perjuangan muslim tersebut selama di dunia. 


Nikmat yang dijanjikan di dunia di antaranya:

1. Keberuntungan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS. Al-Mukminun:1)


2. Petunjuk, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’alaadalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj:54)


3. Pertolongan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: .Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. Ar-Ruum:47)

4. Kemuliaan/kekuatan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, (QS. Al-Munafiqun: 8)


5. Khilafah dan keteguhan di muka bumi, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. (QS. An-Nuur: 55)


6. Membela mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membela orang-orang yang telah beriman. (QS. Al-Hajj:38)


7. Rasa aman, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-An’aam:82)


8. Keselamatan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Yunus:103)


9. Kehidupan yang baik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97)


10. Orang-orang kafir tidak bisa menguasai mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisaa`:141)


11. Mendapat berkah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf:96)


12. Kebersamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang khusus, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala beserta orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anfaal:19)

B. Adapun yang dijanjikan di akhirat

Di antaranya adalah:

1. Masuknya orang-orang beriman ke dalam surga, kekal di dalamnya, dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah:72)
2. Melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah :22-23)









Read More..

Minggu, 07 September 2014

Nasib Makanan dalam Perut Kita

Oleh: dr zaidul Akbar

SEPERTI kita ketahui, makanan yang masuk dalam tubuh kita tentunya mengalami proses, mulai dari mulut hingga sampai ke pembuangan akhir.

Dengan tubuh yang sangat sempurna yang diberikan Allah, maka sebenarnya proses ini tiada masalah, dan berlangsung dengan normal normal saja, namun saat bermasalah yang terjadi makanan makanan yang masuk tersebut begitu sulit dicerna dan akhirnya menumpuk dalam tubuhnya, tepatnya perutnya.

Pertanyaannnya, bagaimana itu bisa terjadi? Sederhana sebenarnya, jadi saat tubuh kekurangan mineral, vitamin, nutrisi mikro lainnya termasuk enzim maka yang terjadi makananan tersebut mengalami pembusukan dan menumpuk dalam tubuh dan akhirnya menjadi penyakit.

Bagaimana mineral, vitamin dan berbagai nutsi lainnya tersebut menghilang? Ya karena proses yang terjadi dan akhirnya makanan tersebut tidak mampu dikeluarkan karena tubuh sudah keletihan akibat juga tidak ada bantuan dari nutrisi mikro tersebut tadi.

Di sinilah kita sebenarya memerlukan bantuan prebiotik atau probiotik. Prebiotik adalah “makanan” dari probiotik, sedang probiotik adalah “kuman baik” yang memang ada dalam tubuh namun bisa berubah menjadi kuman jahat karena makanan yang diberikan padanya malah justru membuat kuman tadi berubah sifat.

Pertanyaannya bagaimana mensuplai perut agar prebiotik tadi dapat membantu pencernaan dalam perut kita?Mudah sekali, kita dapat memulainya dengan mengkonsumsi buah-buahan yang kita campur dengan madu, lumuri dengan madu, dan kunyahlah dengan baik atau bisa juga kita merendam buah yang tinggi gula alaminya seperti kurma, anggur.

Direndam semalamam lalu esok paginya diminum airnya, buahnya boleh juga dimakan, Insya Allah kita mulai mensuplai prebiotik tadi dalam perut kita, hal ini dikenal juga dengan infused water.*

Selamat mencoba ya.*

Penulis pengasuh Rubrik Konsultasi Syifa’ majalah Hidayatullah, twitter @zaidulakbar

Read More..

Selasa, 02 September 2014

HIDAYAH MENSYUKURI NIKMAT ALLAH

Dalam islam ada banyak anjuran untuk banyak-banyak bersyukur, tapi sayangnya banyak kaum muslim tidak mengerti definisi dari kata syukur itu sendiri. Kata syukur secara harfiyyah/etimologi artinya adalah "berterimakasih" lafad syukur dalam berbagai bentuk terulang sebanyak 74 kali dalam Al-Quran. Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat dengan menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan kehendak pemberiannya. Sedangkan kufur adalah menyembunyikan dan melupakan nikmat. Banyak umat muslim menganggap remeh kata syukur ini, padahal di sana terdapat pertolongan Allah. ''Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'.'' (QS 14: 7).
Apakah benar manusia adalah satu-satunya mahluk yang tidak pandai mensyukuri nikmat? Lalu nikmat Allah yang seperti apa saja yang tidak disyukuri oleh manusia?

Mungkin dalam kenyatannya manusia bukan tidak mensyukuri hanya saja manusia tidak menyadari nikmat yang mana saja yang harus ia syukuri. Akibat sibuknya mereka dengan berbagai urusan hidup sehari-hari sehingga mereka menjadi gamang dan rentan atas apa saja yang menghampiri. Lalu mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang datang dan pergi adalah sebuah bagian dari rutinitas semata, bukan bagian dari karunia dan nimat yang ALLAH limpahkan kepadanya. Sebagian mungkin karena manusia selalu mensejajarkan sebuah nikmat dengan uang, sehingga mereka selalu berpikiran bahwa sebuah nikmat adalah sesuatu yang bisa dinikmati secara langsung yang senilai dengan uang atau materi. Apakah benar seperti itu?
Memang secara keseluruhan manusia adalah mahluk yang penuh dengan banyak kemudahan dan disempurnakan keberadaannya jika dibandingkan mahluk lain. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki adalah bagian dari ciptaan Allah yang tidak ada cela dan kekurangannya. Maka sudah sepatutnyalah manusia bersyukur dengan nikmat jasmani tersebut dengan cara menjaga dan merawat seluruh aseet yang manusia miliki tersebut. Nikmat manusia lainnya adalah berbagai kemudahan penjunjang hidup sehari-hari, materi atau bahan baku apa yang tidak tersedia untuk mempermudah kehidupan manusia, semua disediakan dengan sangat lengkap dan rapih. Tidak seharusnya kita mengingakari dan menganggap bahwa itu bukan bagian dari nikmat Allah. Tentu saja manusia tidak akan mampu menciptakan segala bahkan kebutuhannya sendiri jika bukan karena karunia Allah.
Lalu mengapa Allah menganggap bahwa manusia adalah salah satu mahluk yang tidak bersyukur. Seperti dalam firmanya berikut ini.
“Sesungguhnya Alloh benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas umat manusia, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya.” [QS Yunus: 60]
Nikmat Allah yang mana yang dalam firman ini yang menunjukkan bahwa seharusnya manusia amat sangat banyak bersyukur dan mau dengan segenap jiwa dan raga menerima dan menjaganya hingga akhir hayat. Nikmat allah yang seperti apa selain semua kenikmatan materi dan duniawi yang sudah disebutkan diatas yang harus diakui dan dijadikan pegangan hidup. Yaitu adalah nikmat hidayah. Ya…, benar, kita sebagai manusia materialis memang selalu menganggap bahwa manusia harus berjalan berdasarkan perhitungan matematika yang pasti, padahal dibalik semua itu ada lagi perhitungan Allah yang lebih pasti dan lebih terencana. Perhitungan allah memang (kita semua mengakui) tidak bersifat matematik, seperti misalnya perkalian 1 x 1 = 1. Maka dalam perhitungan Allah bisa saja menjadi 1 x 1 = 10, atau bisa saja menjadi 100, 200, atau bahkan tidak terbatas. Hidayah disini yang dimaksud bukanlah sekedar cahaya kesadaran yang ditunjukkan kepada manusia tentang suatu nilai kebenaran hakiki, namun cahaya hidayah itu bersifat permanen dan continue dalam segala aspek kehidupan manusia. Cahaya itu akan selalu menerangi hati manusia setiap saat. Cahaya hidayah itu yang akan selalu mendampingi dalam susah dan senang, cahaya itu akan mengalahkan kekuatan jahat yang ingin mengganggu kehidupan seseorang, cahaya itu yang akan menuntun manusia menuju cahaya illahi sejati di yaumil akhir nanti. Itulah nikmat Allah yang selama ini banyak diabaikan manusia dan Allah sangat amat menyayangkan sikap manusia yang tidak bersyukur pada nikmat yang satu ini. Berikut penjelasan lengkap tentang sifat dan wujud nikmat hidayah.

Tahukan anda bahwa dalam kehidupan sehari-hari, Allah selelu ikut campur dalam kehidupan setiap manusia, bagaimanapun situasi yang dihadapi, maka di sana selalu ada ikut campur Allah. Mulai dari bangun di pagi hari, maka semua skedul kegatan hari itu sudah Allah siapkan dengan amat matang, hingga menjelang ditutupnya malam, maka allah selalu siap dan stand by ada di sisi kita. Pada saat itu allah ada dimana? Ya…ia ada dalam hati kita mengawasi dan menjaga setiap tingkah laku kita.
Manusia kadang tidak mamahami makna atau signal yang dikirimkan Allah kedalam relung hati manusia untuk mengambil suatu keputusan misalnya A, tapi karena pertimbangan ini dan itu lalu memutuskan mangambil keputusan B, dan pada akhirnya ia harus menanggung kecewa. Ya itulah salah satu bentuk ikut campur Allah dalam kehidupan kita. Kita kadang selalu mengabaikan kata hati kita sendiri, yang mana disana sebenarnya Allah juga selalu memberi petunjuk kebenaran yang bersifat jangka panjang. Manusia memang selalu mementingkan kepentingan jangka pendek, karena memang benar setan/iblis juga selalu bisa mempengaruhi pikiran manusia dengan perhitungan matematik.
Disinilah letak pertarungan sebenarnya, mungkin anda pernah merasakannya, ketika harus mengambil keputusan cepat, maka dua komponen utama akan bekerja keras saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu kekuatan mata hati (hidayah) dan pikiran (otak). Kekuatan mata hati sangat dipengaruhi oleh unsur nur Allah yang banyak mengajak kita ke jalan kebaikan dan bersifat jangka panjang, ketika hati seseorang dalam keadaan bersih karena selalu berdzikir dan menggemakan asma Allah, maka keadaan hati itu akan bercahaya dan kekuatannya tidak akan mampu dikalahkan oleh kecerdasan otak sekalipun. Sementara kekuatan pikiran atau otak yang dimiliki manusia sangat tergantung pada kekuatan kalkulasi dan perhitungan matematika di masa lalu. Biasanya setan sangat suka mempermaikan logika manusia untuk kepentingan mereka mengalahkan kekuatan hidayah yang muncul dari dalam hati seseorang. Setan akan berupaya menampilkan data-data dan kalkulasi matematis untuk menyakinkan manusia bahwa keputusan yang diambil berdasarkan perhitungan matematika sangatlah akurat dan bersifat pasti. Jika pada akhirnya keputusan diambil berdasarkan kekuatan logika, maka disanalah bangsa setan dan jin bersorak kegirangan, karena mereka bisa memenangkan pertarungan. Tapi jika sebaliknya, maka bangsa jin/setan akan merasa kesakitan dan menerima kekalahan.
Tahukah anda bahwa nikmat hidayah ini hanya dimiliki oleh kaum muslimin, dan tidak ada pada kaum non muslim. Pada kenyataannya memang kaum non muslim lebih banyak menggunakan kekuatan pikiran dan otaknya, itu karena mata hati mereka kosong (karena cahaya hidayah tidak masuk pada orang yang tidak pernah mengenal asma Allah). Dan segala keputusan hidupnya memang banyak dipengaruhi oleh nafsu yang dikendalikan bangsa setan/jin, mereka selalu menggunakan kemampuan otaknya untuk membangun kehidupannya. Itulah sebabnya mereka bisa hidup mewah tanpa gangguan dan bisa mendapatkan kenikmatan duniawi (tidak kenikmatan akhirat). Itulah sebabnya mereka bisa membangun Negara mereka menjadi Negara maju dan beradab. Karena memang orientasi mereka hanya untuk kehidupan duniawi semata.
Sebaliknya dengan kaum muslim, mereka harus berusaha keras mempertahankan keyakinannya, karena sudah pasti akan selalu diganggu oleh bangsa jin dalam setiap kondisi. Meski demikian, sebagian besar Negara mayoritas muslim adalah Negara dengan kekayaan alam berlimpah, misalnya Brunai, Saudi Arabia, Qatar, Indonesia dan lain sebagainya adalah Negara mayoritas muslim dengan sumber daya alam terbesar. Jadi, meski setiap saat warganya harus bertarung melawan kekuatan jahat dalam dirinya, dalam hal kebutuhan dan kelangsungan hidup sudah Allah penuhi sehingga kaum muslim tidak perlu merasa khawatir dan takut kekurangan bahan makanan. Di situlah letak kebesaran nikmat Allah, sungguh hanya Allah SWT yang maha mengetahui.
Begitulah bentuk kasih sayang allah kepada kaum muslim, meski ada banyak gangguan dan akhirnya menerima kekecewaan akibat kesalahan dalam pengambilan keputusan, allah selalu melipat gandakan nikmatnya kepada siapa saja yang berpendirian teguh. Tugas kaum muslim terutama saat ini adalah menjaga iman dan taqwa dari segala pengaruh jahat dan buruk bangsa jin. Tidaklah perlu merasa takut dan merasa dirugikan, selagi masih ada iman di hati maka nikmat Allah tidak perlu diragukan lagi.

Read More..

Sabtu, 02 Agustus 2014

PENGENALAN RUH SEBAGAI TAHAP AWAL PENGENALAN DIRI

Acuan dalam pengamalan tarekat bertumpu kepada tradisi dan akhlak nubuwah (kenabian), dan mencakup secara esensial tentang jalan sufi dalam melewati maqomat dan ahwal tertentu. Setelah ia tersucikan jasmaniahnya, kemudian melangkah kepada aktivitas aktivitas, yang meliputi:


Pertama, tazkiyah an nafs atau pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan malakuti.

Kedua, tashfiyah al qalb, pensucian kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata.

Ketiga, takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah.

Keempat, tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora cintanya.

Qasrun = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh manusia.
Sadrun = (Latifah al-nafs) sebagai unsur jiwa
Qalbun = (Latifah al-qalb) sebagai unsur rohaniah
Fuadun = (Latifah al-ruh) Unsur rohaniah
Syagafun = (Latifah al-sirr) unsur rohaniah
Lubbun = (Latifah al-khafi) unsur rohaniah
Sirrun = (Latifah al-akhfa) unsur rohaniah

Hal ini relevan dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi:

"Aku jadikan pada tubuh anak Adam (manusia) itu qasrun (istana), di situ ada sadrun (dada), di dalam dada itu ada qalbu (tempat bolak balik ingatan), di dalamnya ada lagi fu'ad (jujur ingatannya), di dalamnya pula ada syagaf (kerinduan), di dalamnya lagi ada lubbun (merasa terialu rindu), dan di dalam lubbun ada sirrun (mesra), sedangkan di dalam sirrun ada "Aku".

Ahmad al-Shirhindi dalam Kharisudin memaknai hadist qudsi di atas melalui sistem interiorisasi dalam diri manusia yang strukturnya yang dapat diperhatikan dalam gambaran di atas.

Pada dasarnya lathifah-lathifah tersebut berasal dari alam amri (perintah) Allah : "Kun fayakun", yang artinya, "jadi maka jadilah" (QS : 36: 82) merupakan al-ruh yang bersifat immaterial. Semua yang berasal dari alam al-khalqi (alam ciptaan) bersifat material. Karena qudrat dan iradat Allah ketika Allah telah menjadikan badan jasmaniah manusia, selanjutnya Allah menitipkan kelima lathifah tersebut ke
dalam badan jasmani manusia dengan keterikatan yang sangat kuat.

Lathifah-lathifah itulah yang mengendalikan kehidupan batiniah seseorang, maka tempatnya ada di dalam badan manusia. Lathifah ini pada tahapan selanjutnya merupakan istilah praktis yang berkonotasi tempat.

Umpamanya :

Lathifah al-nafsi sebagai tempatnya al-nafsu al-amarah.
Lathifah al-qalbi sebagai tempatnya nafsu al-lawamah.
Lathifah al-Ruhi sebagai tempatnya al-nafsu al-mulhimmah, dan seterusnya.

Dengan kata lain bertempatnya lathifah yang bersifat immaterial ke dalam badan jasmani manusia adalah sepenuhnya karena kuasa Allah.

Lathifah sebagai kendaraan media bagi ruh bereksistensi dalam diri manusia yang bersifat barzakhiyah (keadaan antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah).

Pada hakekatnya penciptaan ruh manusia (lima lathifah), tidak melalui sistem evolusi. Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan ruh Nya untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s.

Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah:

"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".

Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah. Dari proses inilah muncul
sejarah mistis tentang karakter manusia, sejarah salat (takbir, ruku dan sujud), dan tentang struktur ruhaniah manusia (ruh, jiwa dan raga).

Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah : "Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).

Pada proses penciptaan anak Adam pun juga demikian, proses bersatunya ruh ke dalam badan melalui tahapan. Ketika sperma berhasil bersatu dengan ovum dalam rahim seorang ibu, maka terjadilah zygot (sel calon janin yang diploid ). Ketika itulah Allah meniupkan sebagian ruhnya (QS : 23 : 9), yaitu ruh al-hayat. Pada tahapan selanjutnya Allah
menambahkan ruhnya, yaitu ruh al-hayawan, maka jadilah ia potensi untuk bergerak dan berkembang, serta tumbuh yang memang sudah ada bersama dengan masuknya ruh al-hayat.

Sedangkan tahapan selanjutnya adalah peniupan ruh yang terakhir, yaitu ketika proses penciptaan fisik manusia telah sempurna (bahkan mungkin setelah lahir). Allah meniupkan ruh al-insan (haqiqat Muhammadiyah).

Maka dengan ini, manusia dapat merasa dan berpikir. Sehingga layak menerima taklif syari' (kewajiban syari'at) dari Allah dan menjadi khalifah Nya.

Itulah tiga jenis ruh dan nafs yang ada dalam diri manusia, sebagai potensi yang menjadi sudut pandang dari fokus pembahasan lathifah (kesadaran).

Lima lathifah yang ada di dalam diri manusia itu adalah tingkatan kelembutan kesadaran manusia.

Sehingga yang dibahas bukan hakikatnya, karena hakikat adalah urusan Tuhan (QS : 17 : 85), tetapi aktivitas dan karakteristiknya.

Lathifah al-qalb, bukan qalb (jantung) jasmaniah itu sendiri, tetapi suatu lathifah (kelembutan), atau kesadaran yang bersifat rubbaniyah (ketuhanan) dan ruhaniah.

Walaupun demikian, ia berada dalam qalb (jantung) manusia sebagai media bereksistensi. Menurut Al Ghazall, di dalam jantung itulah memancarnya ruh manusia itu. Lathifah inilah hakikatnya manusia. Ialah yang mengetahui, dia yang bertanggung jawab, dia yang akan disiksa dan diberi pahala. Lathifah ini pula yang dimaksudkan sabda Nabi "Sesungguhnya Allah tidak akan memandang rupa dan hartamu, tetapi ia memandang hatimu".

Lathifah al-qalb bereksistensi di dalam jantung jasmani manusia, maka jantung fisik manusia ibaratnya sebagai pusat gelombang, sedangkan letak di bawah susu kiri jarak dua jari (yang dinyatakan sebagai letaknya lathifah al-qalb) adalah ibarat "channelnya". Jika seseorang ingin berhubungan dengan lathifah ini, maka ia harus berkonsentrasi pada tempat ini. Lathifah ini memiliki nur berwarna kuning yang tak terhinggakan (di luar kemampuan indera fisik).

Demikian juga dengan Lathifah al-ruh, dia bukan ruh atau hakikat ruh itu sendiri. Tetapi lathifah al-ruh adalah suatu identitas yang lebih dalam dari lathifah al-qalb. Dia tidak dapat diketahui hakikatnya, tetapi dapat dirasakan adanya, dan diketahui gejala dan karakteristiknya. Lathifah ini terletak di bawah susu kanan jarak dua jari dan condong ke arah kanan. Warna cahayanya merah yang tak terhinggakan. Selain tempatnya sifat-sifat yang baik, dalam lathifah
ini bersemayam sifat bahimiyah atau sifat binatang jinak. Dengan lathifah ini pula seorang salik akan merasakan fana al-sifat (hanya sifat Allah saja yang kekal), dan tampak pada pandangan batiniah.

Lathifah al-sirri merupakan lathifah yang paling dalam, terutama bagi para sufi besar terdahulu yang kebanyakan hanya menginformasikan tentang tiga lathifah manusia, yaitu qalb, ruh dan sirr. Sufi yang pertama kali mengungkap sistem interiorisasi lathifah manusia adalah Amir Ibn Usman Al Makki (w. 904 M), yang menurutnya manusia terdiri dari empat lapisan kesadaran, yaitu raga, qalbu, ruh dan sirr.

Dalam temuan Imam al Robbani al Mujaddid, lathifah ini belum merupakan latifiah yang terdalam. Ia masih berada di tengah tengah lathifah al ruhaniyat manusia. Tampaknya inilah sebabnya sehingga al Mujaddid dapat merasakan pengalaman spiritual yang lebih tinggi dari para sufi sebelumnya, seperti Abu Yazid al Bustami, al-Hallaj (309
H), dan Ibnu Arabi (637 H). Setelah ia mengalami "ittihad" dengan Tuhan, ia masih mengalami berbagai pengalaman ruhaniah, sehingga pada tataran tertinggi manusia ia merasakan sepenuhnya, bahwa abid dan ma'bud adalah berbeda, manusia adalah hamba, sedangkan Allah adalah Tuhan.

Hal yang diketahui dari lathifah ini adalah, ia memiliki nur yang berwarna putih berkilauan. Terletak di atas susu kiri jarak sekitar dua jari, berhubungan dengan hati jasmaniah (hepar). Selain lathifah ini merupakan manifestasi sifat-sifat yang baik, ia juga merupakan
sarangnya sifat sabbu'iyyah atau sifat binatang buas. Dengan lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan fana' fi al-dzat, dzat Allah saja yang tampak dalam pandangan batinnya.

Lathifah al-khafi adalah lathifah al-robbaniah al-ruhaniah yang terletak lebih dalam dari lathifah al-sirri. Penggunaan istilah ini mengacu kepada hadis Nabi : "Sebaik-baik dzikir adalah khafi dan sebaik baik rizki adalah yang mencukupi". Hakikatnya merupakan rahasia Ilahiyah. Tetapi bagi para sufi, keberadaanya merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Cahayanya berwarna hitam, letaknya berada di atas susu sebelah kanan jarak dua jari condong ke
kanan, berhubungan dengan limpa jasmani. Selain sebagai realitas dari nafsu yang baik, dalam lathifah ini bersemayam sifat syaithoniyyah seperti hasad, kibir (takabbur, sombong), khianat dan serakah.

Lathifah yang paling lembut dan paling dalam adalah Lathifah al-akhfa. Tempatnya berada di tengah-tengah dada dan berhubungan dengan empedu jasmaniah manusia. Lathifah ini memiliki nur cahaya berwarna hijau yang tak terhinggakan. Dalam lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan'isyq (kerinduan) yang mendalam kepada Nabi Muhammad s.a.w. sehingga sering sering ruhaniah Nabi datang mengunjungi.

Relevan dengan pendapat al-Qusyairi yang menegaskan tentang tiga alat dalam tubuh manusia dalam upaya kontemplasi, yaitu:

Pertama, qalb yang berfungsi untuk mengetahui sifat-sifat Allah.Kedua, ruh berfungsi untuk mencintai Allah, dan
Ketiga, sirr berfungsi untuk melihat Allah.

Dengan demikian proses ma'rifat kepada Allah menurut al Qusyairi dapat digambarkan sebagai berikut dibawah ini.

Aktivitas spiritual itu mengalir di dalam kerangka makna dan fungsi rahmatan lil 'alamin; Tradisi kenabian pada hakekatnya tidak lepas dari mission sacred, misi yang suci tentang kemanusiaan dan kealam semestaan untuk merefleksikan asma Allah.

http://hardaniharta-mediadakwah.blogspot.com/

Read More..

Jumat, 01 Agustus 2014

Manusia, Ruh dan Al-Quran

Manusia, Ruh dan Al-Quran
Oleh: Abdullah Nasri
Ruh Menurut Al-Quran

Sebuah pertanyaan yang sampai saat ini jawabannya belum mampu memuaskan manusia adalah, apakah hakikat wujud manusia? Apakah wujud manusia hanya sebongkah badan materiel, atau juga membawa hakikat selain materi? Dengan kata lain, apakah al-Quran mengakui bahwa manusia adalah hakikat selain materi yang disebut dengan ruh atau menolaknya? Bila mengakui demikian, lalu bagaimana kitab suci ini menjelaskan hubungan ruh dengan badan? Apakah ruh ada setelah kejadian badan atau sebelumnya? Apakah al-Quran mengakui bahwa setelah kehancuran badan, ruh tetap ada atau tidak?

Sebenarnya al-Quran telah menyebutkan adanya dimensi selain materi pada manusia yang disebut dengan ruh. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh ayat berikut ini: Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ruh-Nya ke dalamnya dan Dia menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kalian bersyukur.[1] Kalimat “meniupkan ruh-Nya ke dalamnya” dalam ayat di atas menunjukkan adanya dimensi yang bernama ruh pada manusia. Setelah menjelaskan tentang ruh, ayat tersebut mengatakan bahwa Allah menciptakan untuk kalian telinga, mata dan hati, menurut pandangan sebagian para penafsir, meskipun membicarakan tentang anggota badan akan tetapi maksudnya adalah penggunaan dari anggota tersebut yaitu mendengar dan melihat.

Mungkin bisa juga diambil kesimpulan secara detil dari ayat di atas bahwa setelah menyebutkan tentang peniupan ruh kemudian menyebutkan tentang telinga, mata dan hati sebabnya adalah karena sumber asli perbuatan anggota tersebut adalah ruh. Yakni bila ruh tidak ada maka anggota tersebut tidak ada gunanya karena anggota tersebut hanya berperan sebagai perantara bagi ruh, tanpa ruh dengan sendirinya anggota tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam filsafat Islam telah terbukti bahwa badan berperan sebagai perantara bagi aktivitas ruh. Aktivitas yang dilakukan oleh anggota badan pada hakikatnya sumbernya adalah ruh. Yakni melihat, mendengar, mencium dan berbicara semuanya terkait dengan ruh. Mata, telinga, hidung dan lidah hanya sekedar perantara untuk mengetahui masalah-masalah ini. Misalnya sebuah kacamata. Orang yang penglihatannya lemah, ia menggunakan kacamata, lantas apakah kacamata itu sendiri yang melihat atau kacamata hanya sekedar perantara bagi mata? Jelas kacamata dengan sendirinya tidak bisa melihat akan tetapi ia harus diletakkan di depan mata sehingga mata yang kerjanya adalah melihat dengan menggunakan kacamata ia bisa melihat sesuatu. Pada hakikatnya mata dalam contoh tersebut sama seperti ruh, dan telinga, mata dan lidah seperti kacamata sebagai perantara. Ruh dengan perantara anggota badan bisa melakukan aktivitasnya.

Ayat lain yang mengisyaratkan adanya ruh pada manusia adalah ayat berikut ini:

Dan apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan ruh-Ku ke dalamnya maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.[2] Dua poin penting yang ada dalam dua ayat di atas adalah Allah mengatakan, “Aku meniupkan ruh-Ku”, apa maksud dari kalimat tersebut? Apakah maksudnya adalah Allah meniupkan sebagian ruh-Nya kepada manusia. Yakni sebagian ruh-Nya masuk ke dalam tubuh manusia atau ada maksud yang lain lagi?

Jelas Allah bukan ruh sehingga harus memasukkan sebagian ruh-Nya ke dalam tubuh manusia, akan tetapi yang dimaksud oleh al-Quran dengan penjelasan ini adalah kemuliaan dan ketinggian ruh itu sendiri. Yakni ruh begitu bernilai sehingga Allah menghubungkannya dengan diri-Nya dan mengatakan, “Aku meniupkan kepadanya ruh-Ku”. Bisa kita jelaskan dengan contoh lain seperti masjid adalah rumah Allah. Kita tahu bahwa masjid bukan rumah Allah, karena Dia bukan materi sehingga harus membutuhkan tempat tinggal, akan tetapi maksudnya adalah nilai dan pentingnya masjid sehingga disebut dengan rumah Allah. Contoh lain seperti majelis rakyat juga disebut sebagai rumah rakyat.

Ada ayat lain yang mengisyaratkan tentang wujudnya ruh:Demi nafs (ruh, jiwa) dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan jalan kefasikan dan jalan ketakwaannya.[3] Ayat di atas menceritakan tentang realitas ruh yang memiliki pemahaman. Ayat di atas mengatakan bahwa Allah telah mengilhamkan pemahaman baik dan buruk. Mengingat bahwa pada manusia tidak terdapat anggota badan pun yang bisa memahami sesuatu, maka yang layak memiliki pemahaman adalah kekuatan selain materi yang disebut oleh al-Quran dengan ruh atau nafs.

Di sini kita mengajukan dua argumentasi untuk membuktikan keberadaan ruh yang nonmateri:

1. Salah satu pembuktian ruh ialah cara manusia memperoleh konsep-konsep universal (intiza’-e mafahim-e kulli). Maksud dari universal di sini ialah bahwa konsep-konsep itu bisa bisa diaplikasikan pada banyak objek. Misalnya, manusia sebagai konsep universal. konsep manusia ini bisa diaplikasikan pada semua objek individualnya seperti Ali, Husein, Husein dan selain mereka. Kita juga tahu bahwa konsep-konsep universal ini tidak ada secara konkret di luar, karena segala yang ada di luar memiliki keadaan, kualitas dan kuantitas tertentu. Pertanyaannya, di manakah tempat konsep-konsep universal ini? Jelasnya, tempat mereka nonmateri, karena materi melazimkan bentuk tertentu, keadaan tertentu, batas ruang dan waktu tertentu, sementara konsep-konsep universal tidak memiliki satupun dari ciri-ciri ini. Dengan demikian, maka mesti ada suatu sisi selain materi dalam wujud manusia, sehingga konsep-konsep universal -yang tidak memiliki ciri-ciri materiel sedikit pun- itu bisa berada di dalamnya.

2. Salah satu dari ciri-ciri materi ialah adanya hubungan khas antara tempat dan penempat (yang menempati). Yakni, penempat tidak pernah lebih besar dari tempatnya; sesuatu yang lebih besar tidak bisa menempati ruang yang kecil. Manusia banyak menyaksikan benda-benda besar dan ia bisa menempatkan gambaran (konsep) benda-benda besar tersebut dalam pikirannya sesuai dengan ukurannya. Misalnya, ia bisa membayangkan gedung bertingkat dua puluh dalam pikirannya atau menggambarkan ratusan meter persegi gunung dalam pikirannya. Pertanyaannya, kalau benar bahwa penggambaran gedung bertingkat dua puluh ini bisa dilakukan oleh otak sebagai benda yang memiliki ukuran kecil, lantas bagaimana benda yang besar itu bisa menempati tempat yang kecil ini? Jelas, berdasarkan kaidah di atas (yakni hubungan khas antara tempat dan penempatnya) pasti ada satu hakikat nonmateri dalam diri manusia, sehingga ia bisa menempatkan sesuatu yang besar itu dalam dirinya sesuai dengan ukuran sebenarnya. Dan hakikat tempat tersebut ialah ruh (nafs). Karena ruh bukan materi, ia bisa ditempati oleh sesuatu yang besar.
Hubungan Ruh dengan Badan

Dalam pembahasan ruh (nafs) ada pertanyaan, “apa hubungan badan dengan ruh? Apa pendapat al-Quran dalam masalah ini? Apakah al-Quran mengakui bahwa ruh dan badan adalah dua hakikat yang berpisah di mana antara keduanya terdapat dualisme, atau al-Quran mengakui pendapat yang lainnya lagi?”

Dalam sejarah filsafat, Descartes dan pendukungnya memaparkan teorinya bahwa ruh dan badan adalah dua substansi yang berbeda. Yakni jasmani adalah sesuatu dan ruh adalah sesuatu yang lain lagi. Dan manusia adalah hakikat yang tersusun dari dua paduan yang berbeda. Decart mengatakan bahwa sifat aslinya badan adalah perpanjangan, perluasan. Dan sifat aslinya ruh adalah berpikir. Tentunya, Descartes mengakui bahwa antara badan dan ruh, terdapat suatu hubungan, dan yang menghubungkan keduanya adalah kelenjar (pineal gland) yang ada dalam otak.

Teori lain mengatakan bahwa hakikat wujud manusia adalah ruh itu sendiri. Wujud manusia bukan komposisi dari badan dan ruh. Yakni, wujud manusia adalah ruhnya itu sendiri, bukan ruh sebagai satu bagian dari wujud manusia. Oleh karenanya, berdasarkan teori ini, antara ruh dan badan ada sejenis hubungan yang disebut dengan hubungan taktis (ertebat-e tadbiri), yang di dalamnya badan sebagai alat dan ruh sebagai pengelola.

Ayat di bawah ini menunjukkan bahwa al-Quran mengakui bahwa wujud manusia sebagai ruh itu sendiri. Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi mencabut nyawamu akan mematikan kalian (yatawaffakum: mengambil kalian secara keseluruhan) kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.[4] Kata “tawaffa” artinya adalah mengambil, dan mengambil secara penuh. Ayat di atas mengatakan bahwa malaikat pencabut nyawa akan mengambil dasar wujud manusia. Kalau memang ruh adalah satu bagian dari wujud manusia, al-Quran tidak mengatakan: “yatawaffakum”, tetapi ia akan mengatakan: “yatawaffa ba’dhakum”. Mengambil sebagian dari kalian berbeda dengan mengambil kalian secara keseluruhan.

Maka dari itu, mengingat bahwa malaikat maut akan mengambil ruh manusia; bukan mengambil badannya. Dan ayat tersebut juga mengatakan bahwa malaikat akan mengambil kalian secara keseluruhan. maka itu jelas bahwa hakikat wujud manusia adalah ruh, bukan badan. Dengan melihat ayat berikut ini, akan kita dapatkan bahwa wujud manusia adalah ruh, bukan badan. Jika kamu melihat orang-orang yang zalim berada dalam tekanan-tekanan maut dan para Malaikat merentangkan tangan-tangannya seraya berkata ‘keluarkanlah ruh kalian!’ di hari ini kalian akan dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.[5]

Dua poin penting dalam ayat tersebut adalah kalimat “keluarkanlah ruh kalian” dan kalimat “hari ini kalian akan dibalas” (tujzauna), yang menunjukkan masa sekarang dan masa yang akan datang. Artinya, dan pembalasan siksa itu berlanjut, maka yang disiksa adalah ruh, karena badan manusia akan rusak dan binasa dengan kematian, ketika itu ia tidak menanggung siksa di alam barzakh.
Bagaimana Kejadian Ruh?

Terdapat banyak teori berkaitan dengan cara kejadian ruh. Hanya saja, di sini kami akan membahas dua teori yang penting.

1. Teori Ruhaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Pendukung teori ini menyatakan bahwa hakikat ruh terkait dengan alam malakut (metafisik). Yakni, sebelum kejadian badan, ruh berada di alam malakut. Setelah kejadian badan, ruh menjadi tawanan badan dalam jangka waktu tertentu. Dan setelah manusia mati, ruh kembali lagi ke asalnya, yaitu ke alam malakut.

2. Teori Jismaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Penggagas teori ini adalah Mulla Shadra. Ia mengatakan bahwa ruh bukan materi, juga tidak turun dari alam malakut ke alam natural. Akan tetapi, ruh terjadi dari evolusi substansial materi (takamul-e jauhari-ye madeh). Dengan penjelasan lain, ruh manusia muncul dari gerak substansial yang disebut dengan nafs natiqah (ruh yang berakal) dan ia abadi dan tidak musnah sepeninggal badan. Oleh karenanya, ruh adalah hasil dari evolusi natural. Oleh karena itu, kejadian ruh demikian ini disebut dengan jismaniyatul hudus.

Di sini kita ingin mengetahui; mana dari dua teori ini yang diterima oleh al-Quran? Apakah dalam masalah ini ayat-ayat al-Quran juga memaparkan pendapatnya? Dengan mengkaji ayat di bawah ini, bisa dikatakan bahwa al-Quran menerima teori ‘Jismaniyatul hudus ruhaniyatul baqa’. Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.[6]

Al-Quran melanjutkannya demikian:

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.[7] Pada tahapan penciptaan dalam ayat di atas digunakan lafazh ‘Fa’ dan ‘Tsumma’ yang artinya ‘kemudian’, di mana jika kita teliti maka akan memahami maksudnya dengan baik.

Penjelasannya adalah dua lafaz ini memiliki selisih yang sangat dekat sekali. Artinya, jika selisih antara tahapan hanya dari segi sifat atau selisih substansinya dekat sekali, seperti selisih antara tahapan gumpalan darah dengan gumpalan daging, dan gumpalan daging dengan tulang belulang maka yang digunakan adalah lafazd ‘Fa’.

Sedangkan selisih antara saripati tanah sampai mani dan mani sampai gumpalan darah maka selisih substansinya jauh.

Kalau al-Quran mengatakan ‘Tsumma Ansya’nahu Khalkan Akhar’, yaitu kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain, sebagai penguat makna tersebut di mana selisih tahapan ini dengan tahapan sebelumnya adalah jauh yaitu daging bercampur tulang belulang.

Kata ‘Ansya’ dalam sastra Arab artinya adalah menciptakan sesuatu yang belum terjadi sebelumnya.

Dalam tahapan penciptaan manusia yakni dari tanah sampai daging bercampur tulang belulang, al-Quran menggunakan kata ‘Khalaqa’ dan ‘Ja’ala’. Namun di akhir menggunakan kata ‘Ansya’ dan ‘Khalqan Akhar’ untuk menunjukkan bahwa pada tahapan akhir muncul sesuatu yang baru bagi manusia. Dengan kata lain setelah manusia menjalani tahapan materi ia sampai pada satu tahapan di mana Allah mewujudkan untuknya ciptaan yang lain.

Oleh karenanya, dengan melihat empat poin di bawah ini maka penyimpulan teori ‘Jismaniyatul hudus-nya ruh bisa disandarkan pada ayat-ayat di atas:

1. Sekaitan dengan lafazd ‘Tsumma’ dan ‘Fa’. Lafazd Tsumma digunakan untuk tahapan penciptaan sebelum munculnya ruh. Sedangkan lafazd ‘Fa’ (menunjukkan selisih antara tahapan wujud) digunakan pada tahapan terakhir penciptaan manusia ketika ruh sudah bergabung dengan badan.

2. Penggunaan kata ‘Ansya’, menunjukkan penciptaan sesuatu yang belum terjadi sebelumnya.

3. Dalam penciptaan ruh menggunakan istilah ‘Khalkan Akhar’ artinya penciptaan lain.

4. Pada kata ‘Ansya’nahu’, zamir ‘Hu’ kembali kepada makhluk yang melewati beberapa tahapan dari gumpalan darah sampai daging yang menutupi tulang.[EMS]
[1]. QS, As-Sajdah: 9.
[2] . QS, Al-Hijr: 29.
[3] . QS, As-Syams: 7-8.
[4] . QS, AS-Sajdah: 11.
[5] . QS, Al-An’am: 93.
[6] . QS, Al-Mukminun: 12-14.
[7] . QS, Al-Mukminun: 14.

Read More..

Jumat, 18 Juli 2014

Tragedi MH 017, Bentuk Lain Pengalihan Perhatian Yahudi Israel

Pesawat jatuh lagi, adakah ini merupakan salah satu bentuk pengalihan perhatian publik, dari yang sebelumnya media intens memberitakan kekejaman penyerangan pasukan israel ke Gaza, kini perhatian publik harus beralih kepada masalah tekanan internasional antara dua negara yang sedang berseteru dan menjadikan pesawat komersil yang berpenumpang hampir 300 orang jatuh menjadi tumbal keserakahan negara berkuasa. Sekali lagi negara muslim (warga malaysia) harus tercederai oleh kekejaman kelompok yahudi yang dengan atau pun tanpa sengaja mengorbankan warga muslim sebagai sasaran empuknya. Atau jangan-jangan kecelakaan sebelumnya yang menimpa pesawat malaysia MH 370 juga merupakan hasil rekayasa mereka, hanya saja kebetulan tidak bisa menunjuk siapa biang keladi pelakunya. ya bagaimana mungkin sebuah pesawat sebesar itu bisa tiba-tiba hilang kendali dan tidak bisa diketahui keberadaannya. Disamping pabrikan pesawat itu sendiri juga adalah produk buatan Amerika, apakah mereka juga ikut terlibat di dalamnya? berikut ulasannya

Ini mengerikan ya, perang dan pembantaian sudah dilakukan secara terang-terangan oleh kaum yahudi-israel atau apapun nama kelompok mereka, kita semua belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait hal tersebut. jika di waktu-waktu sebelumnya mereka kerap melakukan serangan tersembunyi dan terselubung dengna menggunakan berbagai kedok sains, teknologi, dan global warming, tapi kini nampaknya mereka sudah merasa cukup percaya diri untuk menunjukkan kekuatan mereka di mata dunia. ada apa ini? apakah mereka sedang berusaha memberikan sinyal bahwa perang dunia ke tiga akan segera di mulai atau apa? adakah anda mampu membaca dan mengungkapkannya kepada kita semua. Dan parahnya lagi tidak ada suatu kekuatan apapun (termasuk PBB) mampu menghentikan peristiwa berdarah yang banyak melukai hati bangsa muslim yang belakangan ini kebanyakan hanya mampu menjadi penonton (layaknya menonton pertandingan bola). Kita sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa melihat saudara kita dibombardir dengan berbagai peluru dan senjata pemusnah masal, kita hanya bisa mengirimkan doa kepada mereka. Subhanallah, benar-benar sudah dekat hari kiamat barang kali.

Adakah kita semau menyadari, bahwa hasil dari berdiam dirinya kita sebagai umat muslim saat ini adalah salah satu bentuk ketidak berdayaan kita dimata dunia. Dan tahukan kita bahwa, ketika bangsa israrel sudah mampu menguasai wilayah palestina secara penuh dan mereka sudah mendeklarasikan diri mereka sebagai negara adidaya, maka hal berikutnya yang akan terjadi adalah bangsa israle akan menjajah seluruh negara muslim, dengan kekuatan militer tentunya. Jangan menganggap bangsa israel akan diam saja dan membiarkan bangsa muslim beribadah dan menjadi muslim taat, mereka akan melakukan serangan secara terbuka kepada umat muslim dengan cara mengadu domba dua negara konflik, sehingga terjadi perpecahan di mana-mana. Seperti peristiwa jatuhnya pesawat MH 017 ini, ini adalah salah satu bentuk propaganda mereka kepada dunia, bahwa mereka bisa melakukan apa saja tanpa diketahui sedikitpun identitas pelakunya. Jika sudah terjadi perpecahan dan perang dimana-mana, maka akan semakin mudah bagi mereka untuk masuk dan makin menyalakan api permusuhan dan peperangan sehingga dengan demikian akan banyak korban berjatuhan.

Semakin banyak korban berjatuhan itu artinya apa? ya itu yang mereka sebut dengan "Panen Jiwa", mereka menginginkan sebanyak-banyaknya jumlah warga muslim berkurang di muka bumi, agar mereka dapat menguasai sebagain besar lagi kekayaan dunia. Dan di sinilah perang dunia ketiga akan di mulai. Lihat beberapa negara maju dengan kekuatan militer mereka yang serba canggih dan mumpuni, pastilah mereka semua sudah mempersiapkan itu semua demi menghindari terjadinya peperangan besar. Bukan sekedar untuk koleksi negara, pastilah mereka sudah mengetahui bahwa di masa depan akan ada perang besar yang mengharuskan setiap negara membangun kekuatan militer masing-masing agar tidak mendapat serangan tiba-tiba dari negara musuh. Kekuatan militer disuatu negara harus kuat bukan hanya untuk menghindari serangan lawan, tetapi juga banyak hal lain yang berkaitan dengan kesatuan dan persatuan dsb.


Indonesia dengan penduduk muslim terbesar dan kekuatan militer rendah adalah sasaran empuk bagi mereka. Anda pasti sudah tahu bahwa sebagain besar negara maju sudah mengembangkan teknologi pengendali cuaca. Jika israel sudah berkuasa secara penuh di negara Palestina dan mereka sudah tidak lagi mendapat gangguan dari kelompok HAMMAS, maka sasaran empuk berikutnya adalah mungkin indonesia. Sebagai negara maritim yang sebagian besar kepulauan dikelilingi air, dengan teknologi pengendali cuaca, maka bukanlah hal besar bagi mereka untuk menyapu rata negara kita dengan air. Teknologi ini bisa dikendalikan dengan satelit dengan cara membuat gerhana bulan sehingga permukaan lain naik lalu merendam seluruh kepulauan kita.

Jika israel mampu mendirikan negara diatas tanah palestina, maka beriap-siaplah kaum muslim menuju kehancurannya. mengapa demikian? anda bayangkan saja, bangsa israel yang sebelumnya hanya di beri sepetak tanah oleh bangsa palestina untuk ditempati, kini berbalik, bak anjing liar yang menerkam habis majikannya dan melahap semua yang dimiliki majikannya. Apalah lagi terhadap bangsa lain, pastinya mereka akan melakukan segala upaya untuk menghancurkan islam dari segala sisi.oleh sebab itu, wahai umat muslim, jika masih ada tenaga kita untuk bisa menghalangi negara isral berdiri di tanah palestina, maka bangun dan berdirilah kita lalu melakukan perlawanan kepada bangsa israel dengan cara apapun. Lakukan apa saja yang dibutuhkan agar negara israel tidak menjadi negara berdaulat di muka bumi ini. Kita jangan hanya diam saja dan membicarakan kekejaman mereka, kita jangan hanya melihat ini sebagai bagian dari tragedi kemanusiaan yang mana kita hanya bisa membantu memberikan bantuan pangan dan obat-obatan. Tidak, ini sudah bukan lagi soal kemanusiaan, ini sudah menajdi soal kelangsungan masa depan kita semua. Jangan melihat ini sebagai bagian tragedi kemanusiaan yang harus diterima warga palestina, lihatlah ini secara glogal bahwa ini akan menjadi masalah kita semua di masa akan datang.













Read More..

Rabu, 25 Juni 2014

6 Alasan TIDAK pilih JOKOWI

Ada banyak alas an setiap orang mengapa tidak mau pilih JOKO WIDODO sebagai calon presiden 5 tahun ke depan. Anda juga mungkin punya alas an tertentu, tapi demi jelasnya berikut beberapa alas an masuk akal yang tidak bisa terima akal sehat untuk memilih Jokowi-JK.

1. Masih menjabat sebagai Gubernur DKI, ya Jokowi memang kelihatannya lebih cocok jadi Gubernur dibandingkan jadi Presiden, karena ia mengerti pekerjaan teknis yang cakupan lebih kecil dan ngejelimet di kota metropolitan ini, jadi biarkanlah dia tetap jadi gubernur DKI hingga akhir periode.



2. Tidak kompeten, Jokowi sama sekali tidak pernah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang presiden (baru intens 1 bulan selama masa kampanye), beda jauh dengan lawannya Prabowo yang sudah mempersiapkan diri lebih dari 10 tahun (2 periode), jadi secara kemampuan Jokowi sama sekali tidak akan mampu memimpin Negara kita, karena pengetahuannya sangat sedikit tentang masalah bangsa ini. (Emangnya kita mau beli kucing dalam karung?)

3. Tidak tahu terima kasih, siapapun tahu bahwa kiprah Jokowi menjadi gubernur DKI itu atas jasa besar Prabowo yang mensponsorinya. Jokowi berlagak bak bangsawan ketika berhadapan dengan Prabowo, bukannya bersikap santun dan ramah, sebaliknya menunjukkan keangkuhan dan sombong. Seharusnya Jokowi menolak ketika diminta mencalonkan diri menjadi presiden, karena menimbang rasa terima kasih kepada prabowo, tapi ternyata ia memilih mengikuti perintah sang “mama” yang lihat saja sekarang ini ia sudah jadi bulan-bulanan social media.

4. Tidak tahu malu, lihatlah cara ia menyampaikan visi misi dihadapan Prabowo. Gak punya rasa malu sama sekali, bahwa harusnya Jokowi sadar diri bahwa dia tidak sepadan jika dibandingkan dengan Prabowo, bener2 calon presiden muka tembok. Memangnya Jokowi itu siapa kalo tidak ada Prabowo.

5. Gila Pencitraan, rasanya masih segara di ingatan kita 10 tahun terakhir kita sudah salah pilih pemimpin gara-gara orang yang kita pilih sangat menggilai pencitraan. Sedikit-sedikit pencitraan, dimana saja yang penting citra baik di mata internasional bukan urusan rakyat yang di utamakan. Benar-benar lelah rasanya punya pemimpin yang gila pencitraan. Jokowi dengan gayanya blusukan juga merupakan salah satu penggila pencitraan lho.

6. Ambisius, demi mencapai puncak tertinggi , Jokowi mau melakukan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuannya. Meski hampir semua jabatan pekerjaan tidak ia selesaikan sampai tuntas (di Solo dan Jakarta), ia kelihatan santai-santai saja menanggapi pertanyaan wartawan. Dianggap itu adalah hal biasa. Kelihatan sekali ia bukan pekerjaan oriented, tetapi jabatan oriented. Jadi jangan tertipu dengan slogan Jokowi, bahwa dia merakyat dan jujur, itu Cuma kamuflase dan topeng saja demi tercapai nya cita-cita.

Apa tipe presiden seperti ini yang disebut “SEDERHANA” , sangat jelas Jokowi tipe orang yang mau menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Walau dengan cara paling kotor sekali pun. Lihat saja berbagai manufer mereka lakukan mulai dari pencitraan ala blusukan Jokowi ke pasar-pasar, kampanye hitam yang mereka serang ke kubu lawan, semuanya malah berbalik menyerang kubu jokowi sendiri. Mulai dari mantan Pangab Wiranto, Ibu Megawati, Bus Trans Jakarta, Kasus-kasus pelanggaran HAM dan lain-lain. Cara-cara kotor mereka lakukan untuk menarik simpati public, tapi pada akhirnya menjerumuskan mereka sendiri dalam kehancuran di mata public. Inilah alas an mengapa saya pribadi tidak mau memilih Jokowi yang Muka Tembok itu jadi presiden. Bukan seperti ini perilaku Pemimpin yang cocok buat bangsa kita.

Ingat satu hal, jangan beli kucing dalam karung! seperti kata wakil Jokowi sendiri kepada media, Bapak Jusuf Kalla pernah bertutur, jangan sembarangan pilih pemimpin negeri ini, bisa hancur negara kita kalo dipimpin Jokowi....! saya pribadi setuju dengan pernyataan beliau, bagaimana dengan anda?


Read More..

Senin, 23 Juni 2014

MARI KITA CERMATI RIZKI CICAK

Jika anda memiliki kemampuan menjadi pengamat ataupun peneliti, maka anda akan sangat terkagum-kagum dengan salah satu binatang bertubuh kecil yang bernama cicak ini. Apa ya…? Benar-benar diluar nalar akal sehat manusia mungkin, bagaimana bisa seekor binatang kecil merayap bisa mendapatkan makanannya sementara sang buruan bertebangan di udara dengan kecepatan yang amat tinggi. Binatang sekelas nyamuk adalah bitanang terbang yang jarang sekali hinggap, kecuali ia memiliki sasaran empuk untuk disantap. Lalu bagaimana caranya cicak memperoleh rizki bagi kehidupannya, jika mangsanya saja sulit dikejar. Dan tahukah anda bahwa ternyata manusia juga memiliki pola pikir yang sama dengan cicak dalam mencari rizki. Mampukah anda membaca makna dibalik fenomena ini, berikut kami uraikan salah satu keajaiban pada cicak.

Cicak, binatang bertubuh mungil ini memang kerap dianggap binatang menjijikkan bagi sebagian orang yang pernah menyentuh dan tanpa sengaja bersentuhan langsung dengan mereka. Karena memang tekstur tubuh cicak yang sangat kenyal dan rapuh, membuat sebagian orang merasa geli jika menemukan mereka dalam keadaan mati sekalipun. Tapi perhatikanlah cara mereka mencari rizki alias makanan sehari-hari. Mereka harus bekerja susah payah berkeliling mencari hewan mangsaannya untuk dilahap, terutama ketika ada nyamuk ataupun binatang terbang lain yang melintas di hadapannya. Mereka harus selalu siap dan siaga tanpa lelah hanya untuk mendapatkan seekor nyamuk kecil demi mengisi perutnya. Disinilah nilai keteladanan yang ingin ditunjukkan sang cicak, bahwa meski Allah sudah menentukan rizki setiap mahluknya, namun seekor cicak pun diharuskan untuk berusaha sekuat tenaga untuk mencari nafkahnya. Cicak pun harus sama-sama berkeringat mencari nafkah sama halnya manusia. Tentu dengan jalan yang baik dan sesuai aturan yang ada. Ini artinya bahwa meski seekor cicakpun sudah disiapkan rizkinya namun ia harus berupaya sendiri untuk mendapatkannya.
Coba perhatikan lagi, pada hewan sekecil inipun Allah tetap menyiapkan seluruh keperluan yang dibutuhkan seekor cicak agar ia tetap bisa hidup dan menjadi predator bagi mahluk kecil lainnya. Ya…walau ukuran tubuhnya kecil, tapi lihatlah kemampuan lebih yang dimiliki cicak tidaklah dimiliki mahluk lain, yaitu menempel di dinding. Apakah anda tahu jenis perekat apa yang ada di telapak tangan dan kaki cicak sehingga ia tidak jatuh ketika berjalan di dinding? Bahkan sang tokoh super hero Spiderman pun belum tentu tahu, cairan apa yang digunakan. Ya Allah sudah sedemikian telitinya sehingga mengetahui dengan pasti bahwa satu satunya predator yang mampu memangsa nyamuk (hewan terbang) adalah hewan yang bisa mencapai ketinggian tanpa menggunakan sayap. Maka diciptakanlah sanga CICAK, seekor binatang yang bisa berjalan dan berdiri tegak di atas dinding. Dengan posisi berdiri tegaklah maka cicak bisa dengan tepat menembak sasarannya dengan menggunakan lidah panjangnya yang juga memiliki kemampuan menjulur dengan kecepatan tinggi. Dengan dua kemampuannya inilah maka cicak bisa bertahan hidup dan bahkan menjaga rantai makanan tetap terjaga. Bagaimana? Apakah anda sudah terkesima dengan kehebatan si cicak ini.
Pesan tersurat dari sini adalah, bahwa setiap mahluk hidup memang sudah disediakan nafkahnya masing-masing, namun mereka harus berupaya sendiri dengan kemampuan dan kelebihan yang mereka miliki masing-masing. Disini kita melihat bahwa pada dasarnya setiap mahluk memiliki kemampuan lebih pada diri mereka masing-masing yang tidak dipunyai orang lain. Kemapuan setiap bitanang merayap saja tidak sama, apalagi kemapuan lebih yang ada pada setiap manusia, tentulah amat banyak dan bisa dikembangkan. Allah sudah amat sangat teliti menciptakan cicak yang kecil ini, apalagi pada manusia, tentulah amat sangat besar anugerah yang diberikan pada manusia. Hanya saja banyak manusia malas mengembangkan kemampuang lebih yang dimiliki, karena alas an malas dan tidak punya waktu.
Bersikap malu lah kita kepada cicak, karena bagaimanapun keterbatasan dan kekurangan yang ada pada diri mereka, mereka tidak pernah menganggap remeh keberadaan mereka. Karena mereka selalu mampu menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Namun ada jutaan manusia yang menamakan diri mereka lebih baik dari mahluk lain, tapi tindak tanduknya bahkan lebih rendah melebihi mahluk lain. Tidak ada gunanya sombong dan angkuh di dunia ini, sama sekali tidak akan menghasilkan keuntungan. Justru merugi terus-terusan.

Read More..

Kamis, 19 Juni 2014

Ini Isi Percakapan Mega-Jaksa Agung soal Bus Trans Jakarta dan Jokowi?

Soal TransJakarta Versi Progres 98

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengaku mendapatkan transkrip rekaman yang diduga antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jaksa Agung Basyrief Arief.

Faizal mengatakan, transkrip itu membicarakan permintaan Megawati agar kasus korupsi TransJakarta, tidak menyeret Jokowi. Dalam kasus ini, mantan Kepala Dishub DKI Udar Pristono, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut dia, pembicaraan dua orang itu yang diduga antara Megawati dengan Basrief berlangsung tanggal 3 Mei 2014 pukul 23.09 WIB, dan durasinya selama 3 menit 12 detik.

Lalu, seperti apa isi transkrip itu? Berikut yang diperoleh dari Faizal, saat memberikan keterangan pers di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/6/2014):

Basrief Arief: ... Terima kasih bu, arahannya sudah saya terima, langsung saya rapatkan dengan teman-teman..."

Megawati: "... Itu anu, sampean jangan khawatir, soal media saya serahkan ke Pak Surya, nanti beliau yang berusaha meredam..."

Basrief Arief: "... Makasih bu, eskalasi pemberitaan beberapa hari agak naik, tapi alhamdulillah trendnya mulai menurun. Tim kami sudah menghadap Pak Jokowi meminta yang bersangkutan agar tidak terlalu reaktif ke media massa..."

Megawati: "... Syukurlah kalau begitu, intinya jangan sampai masalah ini (kasus TransJakarta) melemahkan kita, bisa blunder hadapi Pilpres, tolong diberi kepastian, soal teknis bicarakan langsung dengan Pak Trimedia dan mas Todung, aku percaya sama sampaean..."

Basrief Arief: "... Tadi sore kami sudah berkoordinasi, insyallah semuanya berjalan lancar, mohon dukungan dan doanya Bu, saya akan berusaha maksimal, Pak Trimedia juga sudah menjamin data-datanya..."

Megawati: "... Amien, semua ini ujian, semoga tidak berlarut-larut, apa sih yang ga dipolitisir, apalagi situasi kini makin dinamis, tapi saya percaya sampean dan kawan-kawan bisa meyakinkan ke media, saya percaya bisa diatasi, jangan kasus ini Pak Jokowi jadi terseret dan membuat agenda kita semua berantakan..."

Basyrief Arief: "... Insyallah saya usahakan, sekali lagi terima kasih kepercayaan ibu kepada saya dan teman-teman, kita komit kok Bu, untuk urusan ini (kasus TransJakarta) saya pasang badan..."

[gus]

Read More..