Rabu, 18 Januari 2017

ORMAS DAN PERANG ATAS NAMA AGAMA

Belakangan ini media massa disibukkan dengan berbagai berita saling lapor antar ormas dengan lembaga kepolisian, antar ulama dengan petinggi di kepolisian, antar ketua partai dengan ketua ormas dan sebagainya. Semua pihak saling tuduh dan saling mengangkat kepala, pihak ormas bicara telah mengalami penganiayaan, polisi bicara ini dan itu semua gak ada satupun yang memberikan contoh dan panutan yang benar di hadapan publik.

Lagi-lagi agama dibawa masuk dalam pusaran kepentingan orang-orang yang merasa dirinya paling benar. Agama yang selama ini berperan untuk menyejukkan dan menentramkan masyarakat dalam keadaan sedih dan duka, kini seolah-olah telah menjelma menjadi momok yang mengerikan dan membabi buta melabrak siapa saja yang tidak sependapat. Siapa saja yang tidak satu visi maka mereka akan jadi sasaran kemarahan massa dan harus siap diadili untuk mempertanggungjawabkan perbedaan visi tersebut. Apakah agama mengajarkan hal seperti itu? Apakah agama boleh dijadikan modal untuk membenarkan tindakan membangun kebencian dan permusuhan antar sesama? Ini sangat mengkhawatirkan kita tentunya, lalu apa yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini?

Meski belakangan ini pemerintah memang sedang gencar-gencarnya menegakkan hukum di masyarakat, namun nampaknya ada pihak yang sengaja membuat moment ini untuk mengambil keuntungan dengan cara menguji kesungguhan pemerintah itu dengan cara saling lapor dan saling tuding dan seolah ingin meminta pembuktian bahwa apakah benar hukum sudah benar-benar ditegakkan, atau ini hanya kiasan belaka.

Sekali lagi kini agama yang mereka bawa-bawa itu sudah menjadi korban keganasan dan keangkuhan para pemilik massa dan para pemilik modal. Agama yang tidak tahu menahu tentang konflik dan kepentingan apa yang dibawa masing-masing orang kini terpaku dan hanya bisa terdiam di sudut sambil menahan diri tidak berdaya, hendak dibawa ke mana dirinya terombang ambing tak tentu arah. Dijinjing dan diagungkan di satu tempat, tetapi juga diperalat di tempat lain. Inilah nasib mahluk yang bernama agama tersebut saat ini.

Padahal Allah menciptakan agama Islam dengan segala daya upaya dan butuh waktu ribuan tahun untuk menegakkannya sampai hari ini, dan meski Allah juga sudah menjamin bahwa agama islam tidak akan rusak/teraniaya, bahwa agama islam tidak akan ternoda, tetapi ketika penganutnya sendiri tidak mampu membawa dan menahan beban tanggung jawab apa yang harus mereka tanggung, lalu akhirnya mereka membawa beban tersebut sekehendak dan sesuka hati mereka, maka inilah awal mula terjadinya kehancuran dan kerusakan agama.

Kerusakan dan kehancuran agama disebagian negara timur tengah (suriah, sudan, irak, mesir dll) dan hingga terjadilah berbagai perang saudara disana, terjadi diawali dengan sikap arogansi mengatasnamakan agama dan merasa paling benar dan paling pongah memandang orang lain yang tidak mengerti agama. Orang-orang ini hanya mengikuti kehendak hawa nafsunya dan hingga apa yang terjadi selanjutnya adalah dengan mudah permusuhan itu dikobarkan dan kebencian itu diterbarkan. Kesenangan hawa nafsu menghantam apa saja yang ada disekeliling mereka, sehingga akhirnya mereka jadi terpecah belah dan terkotak-kotak lalu tercetuslah perang saudara, masuklah pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dan semakin diperluaslah permusuhan antar sesama, lalu terciptalah perang yang disebabkan perbedaan mashab dan aliran. Perang yang semuanya diawali dari perbedaan dan sebenarnya bisa diselesaikan dengan musyawarah. Cara mudah itu urung dilakukan dan lebih mengedepankan kekerasan dan lihatlah apa yang terjadi pada mereka saat ini, bertekuk lutut dibawah kekuasaan negara penjajah yang berhasil memecah belah. Inilah yang sedang terjadi di negara ini belakangan ini, perpecahan, permusuhan dan kebencian sedang marak diberbagai tempat, salah bicara sedikit saja langsung masuk dalam laporan polisi dan seterusnya. Haruskah kita menjalani kekisruhan ini dalam jangka waktu yang lama.

Maka dari itu, jika negara kita tidak ingin berakhir sebagaimana yang sedang dan sudah terjadi di timur tengah sana, mari kita hentikan semua keburukan ini, mari kita selesaikan dengan cara yang baik dan bermartabat. Jangan lagi jadikan agama alat untuk menohok dan alat untuk menunjukkan diri paling benar. Tempatkan agama pada posisi yang benar dan tinggi, bahwa tidak perlu ada perang kebencian untuk mengangungkan agama. Agama tidak membutuhkan jatuhnya perang saudara jika sekedar untuk menampakkkan sisi kebenaran dan kemurniannya. Agama hanya membutuhkan semua orang memahami peran dan fungsinya masing-masing untuk menjaga diri dari sikap sombong dan angkuh memandang diri masing-masing tidak lebih dari sekedar penerima amanat, tidak lebih. Jalankan dan patuhi apa yang diperintahkan, jauhi laranganya dan berserah dirilah kepada-Nya. Semoga Allah swt selalu merahmati kita semua.











Read More..

Selasa, 17 Januari 2017

INDONESIA AKAN KAYA JIKA GALI 640 TITIK INI

Awal tahun masyarakat dikejutkan dengan berbagai upaya Pemerintah yang sibuk menaikkan berbagai bahan pokok masyarakat (BBM, STNK dan listrik bersubsidi) dan ini disebabkan karena pemerintah tidak punya anggaran dari pajak dan bukan pajak untuk pembangunan. Entah masih kurang apa lagi negeri ini diwariskan kepada kita dengan sejuta satu manfaat, tetapi pemerintah masih saja merasa kekurangan dana dan pemerintah masih saja terus-terusan mengakali sumber dana masyarakat. Pemeritah hanya sibuk mengorek-ngorek uang receh yang ada di kantong masyarakat, padahal daya beli masyarakatpun sudah setengah nafas (sekarat), masih juga dicekik dengan berbagai macam alasan ini dan itu. Padahal negara kita dengan ribuan pulau dan sebagian besar laut jalur perdagangan ini mengandung harta karun yang tidak ternilai harganya. Ada ratusan titik berpotensi harta karun yang ditaksir nilainya jutaan dollar bisa menjadi sumber pemasukan negara belum dioptimalkan.

Hal ini diterangkanDirektorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP) menyatakan ada 640 titik kapal tenggelam di perairan Indonesia. Lokasi ini menyimpan harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dengan potensi nilai menggiurkan. Masih kurang apa coba Indonesia ini?

Sebanyak 322 titik sudah dinyatakan berpotensi besar. Lokasi dengan harta karun tersebut bukan hanya diketahui oleh pemerintah Indonesia, tapi juga negara lain. "Kapal-kapal tenggelam ini sebetulnya milik Dinasti Ming, mulai abad 9 Dinasti Tang dari China, atau negara lain seperti Belanda, Australia, saudi arabia dan lainnya. Daerah dengan jumlah titik BMKT paling banyak ada di Kepulauan Natuna, Pulau Anambas, Pantai Timur Sumatera, dan Pantai Utara Jawa.


Potensi harta karun dengan nilai tinggi seperti ini selama ini tidak penah dikelola dengan baik dan tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Katakanlah jika harta karun ini dijadikan barang bernilai sejarah yang dipamerkan di museum-museum bersejarah, maka ia dapat menjadi pusat kedatangan wisatawan mancanegara dan bisa menambah pemasukan devisa negara. Atau jika ditawarkan ke balai lelang mancanegara, nilai jualnya juga bisa jadi pemasukan devisa negara. Yang intinya ada sejuta manfaat jika pemerintah serius ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari selain menaikkan harga sembako dipasar, semua itu bisa dilakukan.

Kembali lagi, pemerintah berdalih semua upaya pengangkatan harta karun itu membutuhkan biaya besar dan sumber daya manusia (arkeolog) yang banyak. Faktanya memang tidak mudah dan membutuhkan banyak sumberdaya untuk mengelolanya. Tapi jalan ini bukanlah tidak mungkin jika pemerintah serius dan sungguh-sungguh, karena faktanya Indonesia memanglah satu-satunya negara yang dikaruniai berjuta kebaikan dan kemudahan jika dibanding negara-negara lain. Di jaman dahulu, Indonesia masuk dalan jalur perdagangan dunia yang paling sibuk dan paling berpengaruh, maka dari itu sudah selayaknya masyarakat bisa ikut menikmati kekayaan yang diwariskan kepada bangsa ini. Bukan sebaliknya masyarakat malah menjadi sapi perah pemerintah untuk memenuhi berbagai kekurangan dana anggaran pembangunan. Pemerintah membuat banyak aturan yang mempersulit dan makin membuat orang susah berusaha di negeri sendiri. Dan justru membuat kebijakan memasukkan banyak tenaga kerja asing dengan alasan tambahan devisa dari kunjungan wisata bangsa Tiongkok yang belakangan ini ramai diperbincangkan media massa.

Semuanya hanya akan berujung pada upaya serius pemerintah yang ingin mendapatkan sumber dana pembangunan dengan cara cepat dan jumlah besar maka pemerintah harus mau mengeluarkan modal untuk mengangkat seluruh atau setidaknya sebagian titik harta karun yang sudah dipetakan tersebut. Jika diasumsikan satu titik pemerintah membutuhkan dana Rp 4 Miliar, maka dikalikan 320 titik sama dengan Rp 1,28 Triliun. Nilai ini pastinya akan berlipat-lipat jika pemerintah mau serius mengelola kekayaan yang satu ini. Dan Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu negara kaya dengan sumber pendapatan yang dihasilkan dari kunjungan pariwisata dan usaha pengangkatan harta karun dengan nilai jutaan dollar setiap titiknya.

Faktanya hingga saat ini memang belum ada pemerintah yang serius mengelola sumber daya kekayaan dari harta karun terpendam ini, semuanya memilih jalan pintas menerapkan kebijakan paling tidak populer yaitu menaikkan berbagai kebutuhan rakyat dan memangkas subsidi orang miskin, padahal negeri ini kaya sumber daya, tapi rakyatnya masih tetap miskin dan terus dimiskinkan. Dan sepertinya harta karun ini tidak akan terus menunggu pemiliknya datang menggali hingga akhir jaman, karena maraknya upaya penjarahan yang dilakukan pihak asing terhadap harta karun ini semakin agresif, dan jika dibiarkan lama kelamaan jumlahnya akan menipis dan kembali lagi kita tidak akan bisa mengambil manfaat dari harta terpendam ini.


Tingginya tingkat penjarahan menunjukkan besarnya minat negara asing terhadap akses ilmu pengetahuan yang ingin mereka gali mengenai asal usul nenek moyang dan sistem kepemerintahan yang dijalankan masa kepemimpinan di masa lalu. Negara asing memiliki kepentingan dalam rangka menggali kehidupan masa lalu dan sayangnya kita yang memiliki sumber kepentingan itu tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Inilah moment berharga dan paling ditunggu semua pihak, kemauan dari pemerintah untuk mengangkat semua potensi yang ada di negeri kaya ini.

Jadi apa salahnya kali ini pemerintah kalii ini memberi perhatian khusus untuk sumber yang satu ini, tidak ada salahnya kan dicoba. Toh itu juga untuk kemaslahatan bersama.


Read More..

SOSOK HARRY POTTER DI KEHIDUPAN NYATA

Banyak orang mungkin masih bertanya-tanya, seperti apa dan siapa sesungguhnya sosok asli sang penyihir cilik yang diciptakan JK. Rowlling yang terkenal dalam karyanya bertajuk Harry Potter the series, sang penyihir jenius. Seorang anak yang hidup sederhana tanpa dua orang tua kandung, dibesarkan di keluarga angkat yang mendidiknya dengan keras dan ia bersekolah di sekolah paling ternama dan bergengsi dengan prestasi luar biasa. Harry Poter yang diceritakan dalam buku dan filmnya berhasil menggambarkan bagaimana seorang anak memiliki kemampuan lebih dan dianggap spesial oleh sekolah dan teman-temannya karena ia memiliki kemampuan luar biasa mampu mengendalikan dan mengarahkan perhatian banyak orang kepada dirinya dan terutama kepada benda ciptaan yang disihirnya. Ia berhasil menciptakan mantra super yang bisa mengendalikan alam bawah sadar orang lain sehingga mau mengikuti setiap perintah dan keinginan sang penyihir, sehingga orang tersebut kehilangan kendali atas kesadaran alam bawah sadarnya secara tidak langsung. Harry potter di film JK. Rowling memang terlihat misterius, mengagumkan dan briliant, kita mungkin menganggap sosok ini fiktif, tetapi ternyata sosok ini ada di dunia nyata dan ia eksis seantero jagat dan terkenal di kalangan anak muda, siapakah ia? berikut ulasannya.


Lalu siapakah sosok asli tokoh Harry Potter ini dalam kehidupan Nyata? Jika anda adalah salah satu pecinta jejaring sosial Facebook, maka anda pasti mengenal siapa itu Mark Zuckerberg, sang pencetus dan pendiri perusahaan basis terknologi Facebook yang terkenal jenius di bidang teknologi informasi. Di usianya yang masih belia ia sudah berhasil menciptakan mahakarya sistem jejaring sosial yang bisa diakses seluruh umat manusia di dunia ini dan ia bisa menyatukan semua orang dalam satu wadah yang diciptakan berdasarkan mantra dan ramuan kejeniusannya menjadikan facebook salah satu perusahaan raksasa yang memiliki penghasilan ratusan juta dollar setiap tahunnya. Mark Zuckerberg bersekolah di sekolah ternama di dunia yaitu Harvard university, dan di sekolah inilah ia memulai karier bisnisnya menjadi enterpreuner sukses dan disegani di dunia sains dan teknologi. Melihat bagaimana kiprahnya mengendalikan alam bawah sadar banyak orang agar terus menerus mengakses situs yang diciptakannya sehingga banyak orang memiliki ketergantungan yang tinggi dan merasa tidak bisa hidup tanpa facebook di tangannya, itu adalah salah satu hasil kerja keras sang penyihir yang digambarkan dalam sosok Harry Potter, memiliki latar pendidikan dan motivasi yang besar dalam kemampuannya memfasilitas keinginan banyak orang untuk terus berhubungan dengan sesamanya tanpa penghalang elevasi ruang dan waktu. Tidak membutuhkan banyak biaya untuk dapat terus berhubungan dengan orang yang ada di tempat dan lokasi berbeda, berapapun jauhnya ia, mereka tetap terhubung.

Mengenai pesan apa yang ingin disampaikan dalam film Harry Potter yang kini digemari hampir jutaan anak-anak di dunia ini, kita semua tahu bahwa apapun karya berbiaya besar yang digelontorkan pembuat film Holywood itu semata-mata karena ada pesan tertentu yang ingin mereka sampaikan kepada dunia, yaitu bahwa jika anak-anak ingin tumbuh menjadi seorang yang hebat, terkenal, banyak duit dan disegani maka mereka harus bekerja sama dengan dunia sihir yaitu bangsa ghaib dari dunia kegelapan alias jin/syetan. Seseorang yang ingin hidup mapan dan kaya raya di dunia ini tidak akan bisa tercapai kecuali mereka mau menggunakan kemampuan dari sisi gelapnya untuk mencari kekuatan ghaib yang ada di sekelilingnya untuk menunjangnya dan memohon datangnya kekuatan super yang mampu mewujudkan semua keinginannya. Tidak ada yang gratis di dunia ini kenyataan bahwa, setiap transaksi akan membutuhkan modal, dan modal yang bisa ditawarkan manusia kepada bangsa ghaib yang ingin mengambil keuntungan dan ambisi manusia tersebut adalah jiwanya (soul). Bangsa ghaib hanya membutuhkan jaminan bahwa manusia akan memberikan jiwanya dengan sukarela agar semua keinginannya terwujud. Sudah ada banyak orang besar dan terkenal didunia ini dengan berbagai ketenaran dan kemewahan hidup, tapi diakhir hidupnya ia tewas bunuh diri, over dosis atau bahkan mati dengan tidak wajar. Sudah selesai masa ketenaran dan kemewahan yang mereka dapatkan di dunia, diujung hidupnya bangsa ghaib akan menagih janji membawa jiwanya untuk dijadikan teman mereka di neraka kelak, itulah inti dari semua ambisi manusia yang bekerja sama dengan dunia kegelapan dan itulah yang ingin dunia barat sampaikan kepada dunia, bahwa semua orang bisa sukses dan terkenal tapi mereka harus bekerjasama dengan dunia kegelapan.

Di dunia barat, stigma dan paradigma seperti ini sudah biasa, karena memang gaya hidup mereka tidak mengenal tuhan dan tidak mengenal sosok Sang Pencipta Jagat Raya sebagai sumber Kehidupan. Orang barat memang sudah terbiasa hidup atheis, alias mereka tidak percaya adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari bahwa tuhan tidak pernah ada dalam keseharian mereka dan mereka sangat percaya bahwa hanya kekuatan ghaib (magic) yang bisa membantu mewujudkan keinginan mereka. Sebagian besar mereka hanya percaya bahwa Tuhan ada ketika telah datang kematian. Selama mereka hidup, Tuhan tidak pernah ada. Jadi tidak heran jika para produser besar mau mendanai film-film berbasis dunia ghaib seperti ini untuk dapat dipertontonkan kepada anak-anak dan orang dewasa yang memang secara ideologi mereka tidak memiliki landasan kepercayaan agama yang baik, misalnya film ini terkenal di benua eropa, china, amerika dan masyarakat disana dengan mudah menerima konsep yang ditawarkan film tersebut bahwa mereka makin percaya dengan eksistensi dunia ghaib dari film-film Harry Potter ini karena terdapat kesamaan konsep berpikir rasional dalam film tersebut, bahwa jika ingin sukses harus mengikutsertakan kekuatan ghaib di dalamnya. Menurut mereka hal itu lumrah saja, karena misi yang ingin dicapai dari film ini adalah semakin banyak anak yang terinspirasi dengan film ini berarti semakin banyak yang akan mengikuti jejak dan cara pandang tokoh di film ini. Dengan demikian akan semakin banyak orang yang akan mengandalkan kekuatan ghaib dalam kehidupannya.

Tapi apakah konsep seperti itu bisa diterima di negara-negara mayoritas muslim seperti indonesia? mungkin pada sebagian anak-anak kita yang pemahaman keilmuannya masih kurang, mereka bisa saja mengerti maksud yang disampaikan film tersebut, tetapi tentu saja mereka tidak akan dengan mudah mengaplikasikannya dalam dunia nyata karena nilai-nilainya tidak sesuai dengan apa yang dianut kebanyakan umat muslim pada umumnya. Film-film bergenre magic seperti ini hanya cukup dijadikan bahan pengetahuan dan bagian dari dunia hiburan, tidak lebih. Cukup untuk diketahui saja bahwa ternyata sedemikian dominannya pengaruh kekuatan ghaib dalam kehidupan kebanyakan orang-orang barat, dan itu tidak perlu menjadi alasan untuk mengubah cara pandang kebanyakan umat muslim.

Jadi jika anda sudah mengenal siapa sosok nyata tokoh Harry Potter dalam kehidupan nyata dan apa implikasinya pengaruh sebuah bahan tayangan kepada anak-anak anda, menjadi sangat jelas betapa orang tua harus melindungi anak-anaknya dari pengaruh pesan yang disampaikan dalam sebuah film yang kelihatannya sederhana tetapi sesungguhnya didalamnya mengandung trik dan intrik untuk menjerumuskan anak-anak kita ke dalam jurang kehancuran. Bekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan tentang agama yang baik dan berbobot sehingga kelak bisa menghindari mereka dari kesalahan dalam menentukan jalan hidupnya.





Read More..

Senin, 09 Januari 2017

BERITA: SMAKIN HOAX SMAKIN HOT

JAMAN canggih seperti ini, siapa yang tidak suka berita Hoax? jangan bilang anda adalah salah satu orang yang benci berita hoax, karena itu tandanya anda tidak realistis. Hari gini mana ada berita yang tidak diberi bumbu dan kecap asin biar tambah gurih. Hampir semua portal berita menambahkan bumbu penyedap agar portainya dikunjungi banyak orang, mendapat tombol like dijadikan halaman berlangganan dan sebagainya, semua itu perlu dilakukan untuk menjaga eksistensi mereka. Lalu jika semua portal menerapkan porsi berita tanpa hoax, kira-kita siapa yang akan datang berkunjung dan memberikan jempol atau siapa yang akan berkenan memasang iklan di portal tersebut. Ya seperti itulah pola konsumsi masyarakat kita, suka dengan segala sesuatu yang dilebih-lebihkan, itu memang sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat kita. Semakin hoax sebuah berita maka semakin laku keras berita itu dikunjungi pencari berita, apalagi jika itu menyangkut public figure, semakin hoax semakin digemari massa. Apa ini sebuah kesalahan atau sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari? Anda punya jawabannya

Baru-baru ini digelar acara pengukuhan penolakan penyebaran berita hoax alias berita palsu diberbagai media terutama media sosial, deklarasi di gelar untuk menarik minat publik akan kebutuhan kualitas berita yang tidak mengandung unsur bohong dan berita palsu. Kelihatan dan terasa sangat seriusnya pemerintah mengurusi urusan berita hoax yang banyak beredar saat ini, seperti sedang mencari pembenaran atas berbagai peristiwa dan kejadian yang sedang berlaku di masyarakat yang kian kritis saat ini, pemerintah merasa perlu mencari cara agar dapat menggiring opini massa di media sosial sehingga tidak akan menjadi bumerang suatu saat nanti. Tapi perlukah pemerintah ikut serta dalam tindak dan tanduk masyarakat dalam menentukan berita yang mereka ingin konsumsi? Apakah masyarakat kita masih termasuk dalam kategori "bodoh" dalam memilih berita dan dianggap tidak mampu menyaring dan mengkounter sumber berita mana yang baik untuk dikonsumsi?

Bukankah setiap orang membutuhkan prosess belajar yang panjang untuk mencapai tahap pemahaman yang baik mengenai keakuratan sebuah berita? Memangnya dengan cara mengendalikan pertumbuhan media online yang dianggap menyesatkan, akan membuat masyarakat semakin pandai dalam memilih berita? Belakangan ini kominfo merasa resah dengan 11 itus media online lalu memblokir sepihak. Apakah itu perlu dilakukan? Apakah dengan menutup 11 situs tidak akan membuat jumlah situs hoax tumbuh lebih banyak?

Semua pertanyaan ini sebenarnya ada jawaban sederhana dan tidak perlu ditanggapi dengan menganggap semua berita di media online berbobot Hoax semua, kita juga jangan seolah-olah ingin mengajari masyarakat bahwa hanya media yang terdaftar di kominfo saja yang yang paling jujur dan tidak mengandung unsur kepalsuan, sehingga semua masyarakat dipaksa untuk hanya mengakses media-media resmi yang diberi label oleh pemerintah. Padahal sesungguhnya tidak semua media online bermuatan hoax dan tidak semua media resmi bermuatan jujur, kadang juga mereka suka berlebihan dalam menulis berita. Kita jangan sampai masuk dalam stigma bahwa berita hoax itu tidak akan memberitkan pelajaran apappun kepada kita, setidaknya dengan adanya berita hoax maka masyarakat juga bisa mengambil pelajaran bahwa dengan adanya berita hoax sebuah kebenaran akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu ditambahan-tambah dan di bumbui dengan berbagai dramatisasi cerita.

Ada sisi positif yang dihasilkan dari sebuah berita bohong yang beredar, bahwa berita hoax itu akan mendukung sebuah kebenaran sebuah berita secara alami ia akan menunjukkan sisi kebenaran yang tersembunyi. Sebagai contoh, pihak yang paling sering terkena isu berita hoax yaitu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berbagai berita hoax beredar di media sosial, misalnya ketika ia diberitakan sangat berambisi ingin menjadi presiden, masyarakat yang sudah mengenal pribadi sang jenderal sudah tidak merasa heran dengan berita tersebut, dan ketika sang jenderal sendiri memberikan klarifikasi, terungkaplah kebenaran bahwa berita itu bohong dan sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan dan terungkaplah siapa yang ingin mengambil keuntungan dan siapa yang bermain di belakang itu semua.

Jadi sesungguhnya berita hoax tidaklah selamanya buruk bagi masyarakat, ia juga mengandung unsur pembelajaran dan pengetahuan menjadi makin luas sebab orang akan menelusuri asal mula berita dan menjabarkan secara gamblang mengapa berita bohong itu beredar. karena sesungguhnya tujuan seseorang menyebarkan berita palsu adalah dalam rangka memberita petunjuk tentang suatu peristiwa yang mungkin akan terjadi di kemudian hari, tetap saja walaupun ia bernilai bohong tetapi juga memiliki nilai berita, karena bagaikan untaian benang merah yang terus dirajut pelakunya, kebohongan-demi kebohongan yang mereka tebarkan ketika disusun maka akan membentuk nilai kebenaran.

Bahkan Tuhan yang Maha Besar dan Maha Berkuasa di alam semesta ini sudah menciptakan alam ini dengan sangat lengkap ini saja masih juga disertai dengan diciptakan manusia yang memiliki kekurangan dan kelemahan. Manusia adalah mahluk tuhan yang paling baik dibanding mahluk ciptaan lain pun masih diberi ujian untuk bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya. Manusia bahkan masih diberi kesempatan untuk menentukan sendiri atas kehendak pribadi menentukan pilihan, bagaimana pemerintah yang baru berjalan dua tahun ini tidak bisa menerima perbedaan dan keberadaan orang-orang yang suka membuat berita hoax, sementara Tuhan saja tidak bertindak seperti itu.

Jadi harusnya pemerintah jangan terlalu parno dengan berita palsu atau hoax yang beredar di masyarakat, biarkan masyarakat sendiri yang menilai dan membedakan mana sumber berita yang baik untuk mereka konsumsi mana yang tidak baik, selagi masih bernada kritik membangun dan memberi masukan kepada pemerintah pastinya itu untuk kebaikan pemerintah sendiri. MAsyarakat kita ini bukan masyarakat bodoh yang tidak bisa membedakan mana berita bohong dan asli kok, mereka sudah pandai dan cerdas dalam menyerap informasi mana yang bermutu mana yang sampah. Lagi pula, dimana seninya jika semua berita mengedepankan aspek kebenaan, masyarakat akan mudah jenuh dan malas membaca berita, karena dianggap terlalu serius dan membosankan. Dan lagi berita hoax ini masih dibutuhkan dalam rangka kebutuhan variasi berita yang sifatnya hiburan semata, berita hoax yang sifatnya ringan dan hiburan sesaat. agar masyaraat juga tidak stress disuguhi berita-berita bertema kekerasan dan serius terus-terusan, justru akan membentuk karakter masyarakat yang mudah stress dan depresi.








Read More..

Sabtu, 31 Desember 2016

PULOMAS, KEJAHATAN LUAR BIASA SADIS

Melihat cara kerja polisi menangani kasus pembunuhan dan perampokan di rumah Dodi Triyono Pulomas, kami jadi pesimis dan khawatir kasus ini tidak terungkap secara jelas, sebab apa?

1. Bagaimana polisi bisa berkesimpulan kasus pulomas ini murni perampokan, sementara di dalamnya ada 6 korban wafat dari target 11 orang yang dikurung di kamar mandi sempit. Sedangkan di rumah itu berhamburan barang berharga dan kendaraan mewah, tapi hanya uang receh saja yang diambil, termasuk rekaman cctv dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Ini bukan cara kerja rampok kelas kakap pada umumnya, jika dari pengalama mereka sebelumya mereka pernah merampok 600 juta, maka jika di rumah Ir. Dodi Triyono angkanya bisa berlipat-lipat.

2. Rampok masuk rumah pukul 15.00, pemilik rumah (Dody Triyono) masuk rumah pukul 18.00, sementara menurut keterangan saksi, 10 orang lainnya sudah disekap didalam kamar mandi sejak pukul 15.30 dan tuan rumah dimasukkan ke kamar mandi terakhir pukul 18.30. Ini artinya si perampok ini tahu bahwa dari semua orang yang ada di rumah itu, ada satu orang lagi yang belum di masukkan ke dalam ruang sekap yaitu pak dodi sang pemilik rumah. Ini artinya perampok sudah punya tujuan utama perampokan ini adalah pak dodi, mereka tidak akan pergi sampai dengan pak dodi datang ke rumah itu. Karena jika perampokan biasa, maka setelah mereka menyekap 10 orang tadi, lalu mengambil seluruh harta yang ada di rumah itu lalu pergi, untuk apa lg menunggu tuan rumah datang? Jadi disini memang jelas ada motif pembunuhan, bukan sekedar perampokan biasa.

3. Dari 4 orang yang terlibat perampokan, 3 orang sudah dilumpuhkan, 2 sudah terkapar menuju ajal, 1 lagi buron, satu lagi selamat luka-luka. Dalam kondisi ini polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mengungkap kasus ini, karena otak penjahatnya sudah tidak ada, dan jika orang di tangkap hidup pun tidak bisa memberi keterangan banyak karena mereka hanya berperan sebagai supporter saja. orang yang berhubungan langsung dengan yang berkepentingan sudah tewas. Bagaimana polisi bisa menemukan motif dari pembunuhan ini jika semua orang yang jadi pelaku utama sudah ada di alam baka. Sekarang polisi harus betul-betul kerja keras mengejer satu orang yang belum mereka tangkap, karena bisa saja ada keterangan baru untuk mengungkap kasus ini. Intinya harus bisa diungkap siapa yang jadi dalang semua prilaku keji ini.

4. Ini adalah kejahatan luar biasa yang pernah terjadi di negeri ini, kenapa? Sebab selama ini polisi sangat cepat mengejar para teroris di berbagai pelosok, tapi kenapa tidak bisa melakukan hal yang sama dengan para perampok yang sudah puluhan kali merampok rumah warga dan tidak kunjung di tangkap tapi dibiarkan bebas berkeliaran, hingga akhirnya kasus pulomas ini harus menelan 6 nyawa melayang baru polisi bertindak. Bukankah ini artinya polisi sudah membuat kesimpulan terlalu cepat (bilang bahwa ini motif perampokan) dan polisi bergerak mengejar pelaku terlalu lambat (kalah cepat dgn mengejar teroris) dan jika pada akhir kesimpulan polisi hanya bisa mengatakan bahwa ini hanya kasus pembunuhan dan perampokan biasa, apakah masyarakat bisa menerimanya? Masyarakat akan mengawal kasus ini hingga akhir, dan Polisi sekali lagi harus membuktikan bahwa mereka bekerja untuk mengayomi masyarakat.



Read More..