Selasa, 25 Maret 2014

KESAKSIAN "MANTAN PEMIMPIN KERAJAAN SETAN"

Nama saya sebenarnya adalah Doreen Irvine, tetapi ketika saya bergabung dengan kerajaan setan, saya disebut Diana. Biarlah kesaksian ini mengajarkan kita bagaimana cara kerja setan.

Tempat kerjaku
Dua gadis sedang berdiri di ruang klub penari yang remang-remang. Mereka berbisik-bisik. Apa gerangan yang membuat dua gadis ini sangat berbeda dari pengunjung yang lain? Aku memperhatikan mereka sebelumnya. Mereka selalu bersama, tidak pernah berteman dengan orang lain. Suatu ikatan yang aneh membuat mereka selalu bersama. Kenyataannya aku tidak pernah melihat mereka berpisah. Tidak ada orang yang tahu banyak tentang mereka.

Ya, ada sesuatu yang berbeda dengan mereka dan aneh. Keingintahuan adalah sifatku yang mendasar dan memutuskan untuk meyelidikinya. Karena klub ini selalu remang-remang, tidaklah sulit untuk meyelinab diam-diam dibelakang mereka dan menguping. Berdiri di jalan masuk ruang ganti yang gelap, aku mendengarkan mereka dengan hati-hati.

Meski aku tidak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka, aku mendengar sesuatu tentang kuil pemuja setan. Aku menahan nafasku. Tidak muking mendengar lebih lanjut. Jika aku ingin mengetahi pembicaraan mereka, aku harus membuka kehadiranku.
Aku melangkah keluar dan berkata dengan jelas,
“Ada apa dengan kuil pemuja setan?”
Kedua gadis itu tampak terkejut.
“Kami tidak bisa mengatakan apa-apa kepadamu. Itu sebuah rahasiah.”
“Aku mengerti,” dengusku, “tetapi aku ingin tahu.”
Kedua gadis itu muking mengira aku telah mendengar seluruh percakapan mereka. Mereka saling berpandangan, lalu aku seorang diri mereka berani berkata, “Jika kau berjanji tidak akan menceritakannya apa pun kepada orang lain ini...” Aku setuju untuk tidak mengatakan sepata katapun. “Kami adalah pemuja setan dan beribadah di kuil.” Dapatkah aku ikut juga?” Mereka lagi-lagi bertukar pandang dan akhirnya menyetujui. "Bersiaplah di luar klub ini besok pukul enam, kami akan membawamu ke sana."

Pergi ke tempat ibadah pemuja setan
Pada malam berikutnya aku berdiri menahan napas di tempat yang dijanjikan. Pada pukul enam, sebuah mobil hitam besar muncul. Kedua gadis itu duduk di belakang. Pengemudi itu menyuruhku masuk. "Kau harus memakai penutup mata karena ini pertama kalinya bagimu. Tidak ada seorang pun yang boleh tahu di mana kuil itu berada." Aku tidak keberatan. Sesungguhnya penutup mata hanya akan menambah rasa petualangan. Jantungku berdetak sangat kencang. Perjalanan itu segera berakhir. Aku dituntun berjalan beberapa saat, lalu penutup mata itu dilepaskan. Yang aku lihat sangatlah mengherankan dan sangat misterius.

Aku berdiri di bagian belakang aula yang sangat besar, berisi sekitar lima ratus orang. Sebuah podium di bagian depan diselubungi kain hitam. Di atas singgasana - semacam tempat duduk seseorang duduk dengan jubah dan tudung kepala. Pakaiannya penuh sulaman bermotif ular, naga, dan nyala api. Di sekitarnya, berdiri membentuk setengah lingkaran, tiga belas sosok, juga berjubah hitam.

Reaksi pertamaku saat melihat mereka adalah ingin tertawa, tetapi karena ekspresi yang serius dari orang-orang itu, aku menahan diri. Hal itu baik, karena aku telah membawa diriku dalam situasi yang berbahaya. Orang-orang di sekitar podium adalah imam laki-laki dan perempuan dari para pemuja setan.

Upacara dimulai

Reaksiku berikutnya adalah ingin berlari pergi sejauh mungkin, tetapi aku seperti dilem di tempat itu. Upacara dimulai. Para imam laki-laki dan perempuan itu bernyanyi dalam suatu nyanyian dengan ritme aneh yang semakin bertambah keras, saat sosok berjubah di tengah melangkah turun dari podium. Dua dari imam itu membuka tudungnya dan semua orang berlutut dan menyembahnya hingga jatuh tersungkur ke tanah. Aku hanyalah seorang pengamat, tentu saja, dan tetap berdiri. "Itu adalah pemimpin para pemuja setan," kata salah seorang gadis yang bersamaku menjelaskan.

"Dia harus dipatuhi setiap saat." Tidak mampu berbicara, aku hanya mengangguk dan terus menyaksikan dengan takjub. "Dia mewakili setan di bumi," kata gadis itu, suaranya bergetar takut. Aku tidak menyadari bahwa aku telah memasuki golongan pemuja setan yang paling tua di dunia. "Lihat dan dengarkan baik-baik," kata gadis itu lagi. "Aku akan menjelaskan jalannya upacara."

Seluruh jemaat kini menyanyikan doa-doa kepada pemimpin pemuja setan dengan ritme aneh yang sama. Mata semua orang tertuju kepadanya. Imam laki-laki dan perempuan menanti saat sang pemimpin menciumi bejana, pisau, dan lambang pemuja setan yang diambil dari altar pemujaan.

"Ia mempersembahkan kuil dan bejana-bejana itu kepada Lucifer." Tiba-tiba lampu remang-remang itu padam dan oborobor dinyalakan. Untuk pertama kalinya aku memperhatikan patung-patung setan di dinding sekeliling ruangan. Tampak hidup sementara upacara itu berlanjut.

Seekor ayam jantan muda berbulu putih dibawa masuk dan lehernya dipijit tepat pada undak-undakan menuju singgasana dan altar. Darah berceceran di mana-mana. Kemudian, binatang itu dipersembahkan kepada setan dalam pengorbanan dengan nyanyian dan doa-doa yang lebih banyak. Semuanya dilakukan dalam nama setan, dan setiap orang tampak gembira dan ada dalam kesungguhan yang mematikan.

Pemimpin pemuja setan ketemu aku
Aku terkejut menemukan pemimpin pemuja setan itu melihat langsung ke arahku. Seolah-olah pandangannya menembusku. Aku menggigil ketakutan. Seluruh upacara itu berlangsung sekitar dua jam. Suatu pengalaman yang menakjubkan dan jahat. Pemimpin para pemuja setan itu muncul di belakang aula. Dengan pakaian biasa dan ia datang menghampiriku.
"Apa kau mau bergabung dengan kami?" tanyanya.
"Aku tidak tahu. Aku agak takut dengan semua itu."
"Tidak ada yang perlu ditakutkan," ia tersenyum.
Aku tidak dapat menghindari pandangan kagum yang dilemparnya ke arahku.
"Aku berharap dapat melihatmu lagi pada pertemuan berikutnya," katanya, lalu menghilang.
"Dia tertarik kepadamu, Doreen," kata salah seorang gadis.
"Ya, dan aku heran mengapa."
Aku bingung. Ia dapat melihatku dari antara lima ratus orang yang hadir. Mengapa?

Aku mengerti alasannya di kemudian hari. Para pemuja setan mencari anggota-anggota yang berbakat dan potensial dengan penuh semangat bahkan dengan cara yang lebih baik daripada gereja-gereja Kristen. Di samping itu, sekali seseorang telah hadir sebagai pengamat dalam suatu upacara, ada bahaya bila proses itu akan diceritakan ke luar. Kuil sangat sering dipindahkan ke tempat lain jika dipandang orang luar mengetahuinya. Kerahasiaan adalah keharusan.

Aku tidak yakin dapat pergi lagi, tetapi suatu kuasa yang tidak kumengerti menarikku kembali ke pertemuan berikutnya. Aku harus dijemput lagi karena aku tidak tahu lokasi kuil itu sebenarnya. Aku menjadi saksi seluruh pemandangan Iblis itu, lebih buruk dari yang sebelumnya. Aku terheran-heran dengan keseriusan dari mereka yang hadir. Tampaknya mereka sungguh-sungguh percaya dengan apa yang mereka lakukan. Cukup aneh, saat pertemuan tersembunyi itu berakhir, aku tidak lagi merasa takut.

Aku diajak makan oleh pemimpin pemuja setan
Aku agak tersanjung saat pemimpiri pemuja setan itu mengajakku pergi makan. Aku merasa agak gugup dan is mencoba menenangkan diriku. Tidak butuh waktu lama sebelum aku menemukan diriku menceritakan kepadanya kisah kehidupanku. Dia tidak tampak terkejut saat aku memberitahunya bahwa aku adalah seorang pecandu narkotik dan pelacur. Ia seolah-olah tahu segala hal tentang diriku. Mungkin salah seorang gadis yang kulihat di klub memberinya gambaran tentang aku.

"Semua orang adalah pemuja setan," katanya. "Mulai dari yang paling atas hingga bawah, bankir, penjaga toko, guru, perawat, pelacur, pecandu narkoba. Tidak ada perbedaan di antara kita. Kita di sini untuk mempromosikan setan di dunia, kapan pun dan dengan cara apa pun yang kita bisa."

Orang itu mempunyai kepribadian kuat dan tidak sulit membujukku untuk menjadi salah seorang pemuja setan. Aku diajari bahwa kejahatan - seperti yang dipikirkan kebanyakan orang sebagai suatu kejahatan - tidaldah salah, tetapi benar dan baik. Kedengaran bodoh di telingaku dan sebenarnya memang bodoh, tetapi aku mulai mempercayainya.

Para pemuja setan memutarbalikkan segala sesuatu. Aku diberi tahu bahwa sebuah kebohongan sebenarnya adalah kebenaran. Semua sangat membingungkan, tetapi banyak yang mempercayainya, bahkan orang-orang yang terpelajar. Ini seperti suatu proses cuci otak. Anda diberi tahu hal yang sama berulang kali dan Anda akhirnya mulai mempercayainya, tidak peduli sebodoh apa pun kedengarannya.

Persahabatanku dengan pemimpin pemuja setan itu bertumbuh. Aku menghadiri seluruh pertemuan di kuil tanpa penutup mata atau kerahasiaan. Aku berkeinginan untuk menjadi seorang pemuja setan yang sungguh-sungguh baik.

Peraturan-peraturan pemuja setan
Mengambil langkah tersebut tidaklah sederhana. Seseorang harus mempelajari peraturan-peraturan pemuja setan dan mempercayai setiap aturan itu dengan sepenuh hati. Berikut adalah contoh-contoh aturan yang harus aku terima dan pelajari.
1. Kerahasiaan adalah hal yang pokok bagi seluruh pemuja setan. Mereka tidak boleh membocorkan lokasi kuil kepada orang luar ataupun hal-hal yang berlangsung di dalam kuil.
2. Semua harus mencintai, menghormati, dan mematuhi tanpa pertanyaan, pemimpin pemuja setan adalah perwakilan Lucifer di bumi. Para pemuja setan harus mengikuti setan sepanjang kehidupan mereka dan tidak melayani siapa pun selain setan.
3. Pemuja setan tidak pernah boleh memasuki gereja Kristen kecuali bila dikirim oleh pemimpin untuk memata-matai. Semua gagasan baru dan kabar baru yang terjadi harus dilaporkan kembali secara penuh kepada pemimpin di kuil pemuja setan.
4. Pemuja setan tidak pernah boleh membaca Alkitab untuk manfaat kerohanian mereka.
5. Alkitab-Alkitab adalah untuk dihina dan dibakar di kuil pemuja setan. Juga buku-buku doa dan pujian semua literatur Kristen harus dihancurkan. (Perintah ini telah lama berlangsung. Sebaliknya, beragam tulisan kuno dari para pemimpin zaman dulu dengan hati-hati dipelihara. Ramalan-ramalan Hades, lblis, dan berhala sering dibacakan dalam ritual penyembahan di kuil pemuja setan).
6. Tidak ada yang boleti datang terlambat ke kuil. Pemimpin pemuja setan akan memberikan hukuman dengan cemeti bila mereka datang terlambat di depan seluruh jemaat.
7. Lucifer harus dijunjung tinggi di segala situasi, bahkan saat bekerja, atau saat sendiri. Lucifer melihat, karena ia selalu bersama-sama para pemujanya senantiasa, dan ia harus dipatuhi. Berbohong, menipu, menyumpahi, seks bebas - bahkan membunuh - diampuni
8. Doa kepada Lucifer harus dinaikkan setiap hari.
Ada banyak lagi peraturan, dan semua yang gagal untuk mematuhinya akan dihukum dera di depan seluruh pemuja setan di kuil. Hukuman dera itu dilakukan oleh pemimpin pemuja setan sendiri.

Aku segera mempelajari aturan-aturan itu. Lebih jauh lagi, aku sepenuhnya mempercayainya. Pemimpin pemuja setan saat itu menjadi pengunjung setia di klub penari telanjang di mana aku masih bekerja. Sekarang aku adalah kekasihnya. Dia akan membawakanku heroin dan tidak menerima pembayaran apa pun. "lni adalah hadiah," katanya. Sedikit hadiah.

Ketergantunganku pada narkoba hanyalah satu tambahan tiket sekali jalan ke neraka, namun ketergantungan obat dan tampak tidak begitu berarti dibanding penyembahan kepada setan. Aku tidak bertanya tentang sumber narkoba itu. Meski aku kini sekarang kekasihnya, pemimpin pemuja setan tidak peduli dengan pelacuranku. Dia percaya semakin banyak kejahatan yang diampuni atau dicapai di dunia, pahalanya akan lebih besar. Jika dan saat ia mati, ia percaya akan memimpin banyak sekali pasukan. Iblis. Jadi semakin hebat kejahatan, semakin hebat upahnya.

Aku di angkat menjadi anak Lucifer
Suatu hari ia memberitahuku, "Kau sekarang siap untuk menjadi anak angkat Lucifer." Upacara itu begitu rumit dan panjang. Banyak pemuja setan yang hadir, para pemuja setan dari kuil-kuil lain di Inggris. Saat waktunya tiba, sekitar delapan ratus atau lebih pemuja yang hadir, semua tepat pada waktunya, karena tidak ada yang boleh terlambat untuk setiap acara.

Aku mengenakan jubah hitam longgar, sementara nyanyian dan doa-doa dinaikkan kepada penguasa kegelapan, kematian, dan misteri. Nyala obor-obor mengirimkan bayangan-bayangan aneh yang berlomba mengitari dinding dan langit-langit. Bejana-bejana di altar pemujaan, dipersembahkan satu demi satu dan pisau perak dicium.

Pemimpin pemuja setan bangkit dari singgasananya dan mengangkat tangannya, di mana semua, termasuk aku bersujud dan menyembahnya. Dua imam menghilang di belakang tirai hitam di belakang podium dan kembali dengan ayam jantan putih muda yang dikeramatkan. Lehernya dipatahkan dan disembelih, lalu darahnya ditampung di mangkuk perak. Lebih banyak nyanyian dan doa kepada setan mengiringinya. Udara dipenuhi suasana jahat.

Pemimpin pemuja setan mendekatiku dan menyayat lengan kiriku, lalu darahku ditampung di mangkuk yang berisi darah unggas yang telah disembelih. Pisau kembali dicium dan darah dicampur. Lalu, aku minum sebagian darah itu dan membuat sumpahku kepada setan.

Selanjutnya, aku mencelupkan jemariku ke dalam campuran darah dan menandatangani sebuah perkamen. Dengan cara demikian, aku menjual jiwaku kepada setan dan menjadi budaknya selama-lamanya. Sekarang, aku benar-benar menjadi pemuja setan dan semua orang bergembira karena satu lagi anak setan dilahirkan.

Orang-orang itu mulai menjadi gila dan segala macam pemandangan jahat mengikuti. Banyak kejahatan dilakukan malam itu. Aku terkejut bahwa aku ternyata diangkat sumpah sebagai imam besar wanita, suatu kehormatan yang besar dalam lingkungan pemuja setan. Saat aku memprotes bahwa aku tidak siap untuk tempat kehormatan seperti itu, pemimpin pemuja setan mengatakan bahwa itu adalah permintaan Lucifer sendiri dan is harus dipatuhi.

Imam agung Diana
Dalam posisi ini, aku dapat melayani tuanku dengan lebih baik. Aku dapat menangani bejana-bejana keramat dan berdiri di atas altar pemujaan. Aku dikenal sebagai imam agung Diana. Aku merasa menjadi orang penting.

Dan sepenggal percakapan yang terdengar di klub penari, aku telah menjadi seorang pemimpin ajaran setan dan setan adalah tuanku. Aku bahkan mendengar suaranya dan melihat wujudnya di depanku. Lebih dari sekali waktu, Lucifer menampakkan wujudnya dalam bentuk bayangan hitam di hadapan seluruh pemuja setan di kuil. Tidak ada yang tidak percaya bahwa itu betul-betul setan. Kami mendengar suaranya berbicara kepada kami sebagai seluruh jemaat.

Kami tahu apa yang dikatakannya: "Aku Lucifer, tuanmu. Aku berbicara kepadamu dan bibirku. Turuti suaraku, Anak-anakku. Lakukan segala kejahatan yang kauinginkan. Jangan takut - aku akan melindungimu setiap waktu. Bersukarialah dalam kebebasan hawa nafsumu malam ini. Itu menyenangkan di mataku." Kami semua patuh tanpa pertanyaan.

Kuasa ilmu hitam
Pada zaman dulu, satu atau dua pemimpin memiliki kuasa dan Lucifer untuk melakukan operasi pada diri mereka sendiri dan orang lain. Tidak ada obat yang digunakan dalam operasi-operasi ini. Lebih jauh lagi, tidak ada bekas yang tampak pada tempat di mana operasi dilakukan.

Kuasa untuk masuk dalam keadaan kerasukan masih dipraktekkan hingga saat ini. Aku juga dapat masuk dalam keadaan itu dan melihat aktivitas luar biasa dalam lingkungan setan. ESP (Extra Sensori Perception) atau daya tangkap ekstra adalah salah satu kemampuanku. Aku dapat dengan mudah membaca pikiran orang-orang dan tahu apa yang mereka akan katakan atau lakukan.
http://kesaksian-life.blogspot.com

Read More..

Senin, 24 Maret 2014

Tahukah Anda Apakah itu Fenomena "Tumbal" Politik

Perilaku sebagian orang yang masih percaya pada hal-hal mistis dan magis amat sangat memprihtinkan ditengah-tengah pesatnya kemajuan teknologi dan jaman sekarang ini. Meski sebagian orang sudah sadar dengan semua kemajuan tersebut, namun masih saja banyak yang menganggap bahwa menggunakan cara-cara instan juga termasuk dalam perilaku orang modern saat ini. Bukan hanya menggunakan kendaraan beroda empat agar cepat tiba di tujuan, namun juga menggunakan tenaga ghaib dan meminta bantuan mahluk halus pun dianggap merupakan bagian dari penerapan pencapaian kecepatan yang paling efektif dan efisien. Orang di jaman sekarang ini cara berpikirnya sangat praktis dan riel, yaitu ingin cepat dan butuh bukti nyata yang kongkrit. Apa-apa maunya serba cepat dan segera membuahan hasil, tidak peduli dengan cara salah dan hasil akhir yang pada akhirnya membuahkan bencana. Tahukah anda bahwa fenomena tumbal itu amatlah sangat keji dan buruk akibatnya. Bukan hanya akan menghantarkan si pelakunya ke neraka, tetapi juga akan menjadikannya budak iblis di dalam neraka.


Dalam hal ini, definisi cepat yang dimaknakan oleh orang-orang seperti ini menjadi salah kaprah dalam penerapannya. karena mereka menganggap bahwa menggunakan kemampuan tenaga magis adalah salah satu jawaban atas kedua pola pikir cepat dan nyata tersebut.  Misalnya banyak calon anggota legislative yang rela mengeluarkan uang ratusan juta untuk dibugetkan bagi usaha pemenangan dengan cara menyewa jasa paranormal dan orang pintar. Dalam hal ini si caleg ingin agar banyak orang yang memilih dirinya di saat pemilihan, dengan menggunakan jasa paranormal maka sang paranormal akan bekerjasama dengan bangsa jin untuk menggerakkan hati calon pemilih di saat hari pemilihan agar memilih dirinya. Coba saja anda bayangkan, akan ada berapa banyak jin yang bertebaran di langit pada saat masa pemilihan dan bisakah anda bayangkan ada ribuan orang yang memilih di hari itu, sementara itu juga ada puluhan orang caleg yang menggunakan jasa paranormal, betapa gaduhnya saat itu. Jika memang kita diberikan kemampuan melihat alam ghaib dan peristiwa disaat itu, wah bisa dibayangkan sangat hiruk pikuknya disaat bersamaan ada ribuan bangsa jin sibuk menggoda manusia di sisi lain ada juga bangsa jin yang saling berkelahi memperebutkan hati satu orang pemilih, sunguh sebuah pemandangan yang ......? aneh tapi nyata. 

Ya...barangkali anda juga pernah merasakan betapa kentalnya hawa mistis di lokasi tempat pencoblosan, suasananya terlihat santai tapi tegang dan membingungkan, seolah-olah sebagian orang disana dalam keadaan kosong dan sangat khawatir dengan pilihan masing-masing. Yang pasti ketika masuk kedalam bilik suara, sebagian dari kita pasti pernah merasakan demam bingung yang amat sangat, karena ketika sudah didepan tempat pencoblosan kita ditambah dibuat bingung lagi dengan panjangnya nama daftar pemilih, berwarna-warni dan jika bisa di gambarkan ekspesikan orang yang ketika keluar rumah berniat untuk mencoblos, sampai di tempat pencoblosan maka akan menjadi kelimpungan dan malah salah mencoblos atau bahkan memilih golput, pertama akibat banyanya bisikan ghaib di telinga, kedua suasananya yang bikin bulu kuduk merinding, ketiga karena umunya panitia tidak menjelaskan tata cara mencoblos sebelum melakukan pencoblosan, dan keempat sangat banyaknya partai dan nama calon yang sehingga harus memakan waktu mencari dahulu satu per satu dan pada ahirnya si calon pemilih melakukan kesalahan.

Ya seperti itulah kurang lebih gambaran bentuk kerjasama jin dan manusia dalam mencari rizki yang tidak berkah, seorang caleg membayar jasa paranormal bukan jaminan 100 persen ia akan mutlak menjadi pemenang. Jasa paranormal saat ini juga sudah seperti jajanan pasar, banyak sekali orang yang menggeluti bidang ini, tapi itu juga sangat tergantung fee dan kompromi apa yang dibuat antara di paranormal dengan bangsa jin tersbeut, karena pada dasarnya bangsa jin tidak mau diperalat manusia jika mereka tidak mendapatkan imbalan yang sepadan. Bangsa jin juga memiliki kepentingan politik atas dirinnya dan masa depannya di akhirat kelak, mereka juga tidak mau menjadi kambing hitam nantinya sebagai bagian dari usahanya membantu si caleg menjadi pemenang selama di dunia. Itulah sebabnya biasanya mereka meminta tumbal nyawa jika si caleg benar-benar ingin menang, mengapa tumbal nyawa seorang anak manusia? Ya karena mereka menginginkan teman di neraka nanti. Jangan anda membayangkan bahwa di neraka nanti si pelaku persembahan tumbal dan setan sekongkolannya akan disiksa bersama-sama dalam satu wadah, dalam kasus ini kondisinya adalah terjadi pertukaran posisi.  Ketika di dunia di setan bangsa jin yang diperalat manusia bekerja keras memenuhi keinginan si manusia, di akhirat nanti bangsa jin dan iblis itu yang akan menjadi tuan dan menyiksa si manusia pelaku tumbal.  Di neraka nanti adalah waktu pembalasan bagi bangsa jin untuk menyiksa orang yang sudah memanfaatkannya di dunia. Dan bentuk siksaannya itu tidaklah ringan, jangan anda bayangkan panasnya api di dunia ini layaknya api membakar kulit, tulang dan daging yang akhiranya gosong, di akhirat nanti yang akan disiksa adalah ruh yang sifatnya amat lembut, halus dan 1000 kali lebih peka dari kulit kita saat ini. Jadi bisa anda bayangkan amat sangat panasnya.


Lalu mengapa orang lain yang menjadi tumbal, bukan sang caleg sendiri yang menyerahkan nyawanya kepada si bangsa jin? Ya ini sebenarnya prosedur teknis saja, di dunia kan si caleg masih harus dimenjalankan misinya sebagai bagian dari perjanjian perolehan kemenangan, sementara nanti jika sudah masuk alam barzah dan neraka, maka posisi di si tumbal itu akan digantikan oleh si caleg yang sudah membuat perjanjian di dunia dengan bangsa jin. Jika si caleg mempersembahkan anaknya sebagai tumbal, maka kelak posisi anaknya akan digantikan oleh orang tua yang membuat perjanjian. Dan kelak akan menjadi penghuni neraka yang kekal. Itu adalah perjanjian mutlak yang sudah disepakati di dunia, dengan alas an apapun, maka itu harus dilaksanakan di akherat nanti. Sebagian orang yang menggunakan jasa paranormal dengan metode tumbal ini sekarang sudah semakin marak, dan parahnya lagi mereka tidak mengetahui SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku di kemudian hari, mereka menganggap metode tumbal adalah jenis ritual magis biasa, padahal itu adalah salah satu bentuk persembahan ruh sebagai jaminan di hari akhir kelak. Dan bahkan Allah sama sekali tidak akan mengampuni orang yang melakukan metode tumbal ini, karena ini merupakan persekongkolan murni antara manusia dan bangsa jin/setan.
Berikut salah satu kisah yang berkaitan dengan niatan seseorang ketika ingin menggunakan media tumbal.


Kesaksian Dada Suhada
Kehidupan di keluarga saya sangat memprihantikan, sampai-sampai saya tidak dianggap sebagai keluarga di tengah-tengah, keluarga istriku. Hal ini membuat saya sangat sakit hati kepada keluarga.
Karena kehidupan saya sering mabuk membuat saya tidak disukai di tengah keluarga. Suatu ketika seorang teman saya, datang ke tempat kerja saya, dan saya katakan kepada dia, kenapa saya harus menjadi orang miskin, lalu teman saya memberikan suatu jimat, katanya kalau saya gunakan jimat ini maka usaha saya akan berhasil, tanpa pikir panjang, saya menggunakannya.
Ketika saya menggunakan jimat-jimat, maka usaha saya mulai berjalan lancar, hal ini membuat saya makin yakin, bahwa jimat-jimat tersebut yang dapat membuat usaha saya bisa lancar. Suatu waktu teman saya yang sama datan kepada saya, lalu menawarkan kepada saya, kamu mau lebih kaya ga, saya katakan mau, kalau kamu mau lebih kaya, kamu harus memiliki modal yang banyak, lalu kita ke dukun.


Dari cerita teman saya, maka saya mulai mengumpulkan uang dan mengambil perhiasan istri saya, sampai-sampai saya harus meminjam uang dari ibu mertua saya. Pikir istri saya, kalau yang dilakukan adalah suatu usaha, jadi dia tidak berpikir aneh-aneh, kemana uang tersebut saya gunakan.
Uang yang saya kumpulkan tersebut, saya gunakan untuk membeli sesaji, karena kalau tidak menggunakan sesajian, maka tidak dapat berhubungan dengan arwah-arwah tersebut. Pikiran saya, hanya kekayaan, saya tidak perduli berapa yang harus saya bayar. Ketika dukun ini katakan, tetapi harus ada tumbalnya, saya mulai katakan saya siap kalau nyawa saya sebagai tumbalnya. Saya selama tujuh hari, tujuh malam tidur di makam tersebut, tiba-tiba saya mendapat suatu mimpi, di mimpi tersebut saya ketemu sama seorang wanita, lalu wanita ini katakan, dia akan memberikan saya kekayaan, tetapi anak petamanya harus menjadi tumbal. Saya katakan tidak, lalu saya bangun, karena kekayaan itu sebagai anak, bukan kepada saya.
Dari kejadian tersebut menjadi berangtakan, uang saya habis, banyak utang, usaha saya mulai tidak berjalan. Hal ini membuat hidup saya kembali mabuk-mabukan. Sampai-sampai anak saya sendiri berbicara kalau dia sering di sebut anak seorang pemabuk, bapak yang tidak benar. Hal ini membuat saya merasa sedih.


Read More..

Minggu, 23 Maret 2014

Fakta Tarian Harlem Shake “Berbahaya”...?

Tarian ini sedang menjadi tren berikutnya setelah video Gangnam Style yang dipopulerkan oleh Psy, Korea Selatan. Ada agenda dan umpan Iblis dari tren-tren media & entertainment semacam ini.

Fakta mengenai Harlem Shake:
1. Diciptakan pertama kali pada tahun 1981 oleh orang bernama "Al B" (baca: albee), seorang warga di pemukiman Harlem, New York.

2. Pepatah yang pernah diucapkan Al B (albee) mengenai tarian ini, "a drunken shake anyway, it's an alcoholic shake, but it's fantastic, everybody appreciates it." (Sebuah goyangan mabuk, sebuah goyangan alkoholik, namun fantastis, setiap orang menghargainya.)


3. Al B (albee) menceritakan bahwa tarian ini berasal dari Mesir kuno, dan mendeskripsikan apa yang para mumi lakukan karena tubuh mereka terbungkus kain kafan yang melilit mereka. Karena mereka tidak bisa bergerak bebas, maka mereka bergoyang (shake).

4. Baru-baru ini ada tren dalam bentuk internet meme berkenaan dengan tarian tersebut, yakni sebuah pertunjukan video sepanjang 30-32 detik yang menayangkan Harlem Shake dalam kesan yang jenaka atau komedi dan video ini bersifat viral, sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk membuat video yang serupa di Youtube demi mendapatkan hit sebanyak mungkin.

5. Tren video Harlem Shake via internet meme ini terjadi karena sebuah lagu yang diciptakan seorang DJ bernama Harrison Bauer Rodrigues (lahir 30 April 1989) dan memiliki nama panggung DJ Baauer.

6. Lagu tersebut terbagi: 15 detik pertama untuk musik yang mengiringi seorang dengan topeng atau helm yang menari sendirian di tengah kerumunan orang yang tidak menyadari keberadaannya, sampai bunyi bass menurun; kemudian 15 detik berikutnya seluruh kerumunan orang tiba-tiba menari secara acak (shaking) dengan dandanan & cara berpakaian yang kacau, minim dan "gila" seperti orang yang kerasukan atau mabuk (trance). Dan di detik terakhir ditutup dengan suara geraman singa.

Kesimpulan:
Selalu ada orang yang tidak diketahui identitasnya dengan menggunakan topeng atau helm yang menari di awal, saya menyebutnya sebagai man without soul (manusia tanpa jiwa) atau lebih jauh lagi itu sebagai kehadiran roh (jahat) yang tak dikenal. Roh tersebut mendekat dan hinggap pada kerumunan manusia yang sedang jenuh dan tidak berjaga-jaga, mereka tidak menyadari kehadiran roh jahat tersebut. Karena tidak berjaga-jaga, diceritakan maka manusia tersebut seperti kerasukan dan bertingkah aneh-aneh, atau lebih dikenal dengan istilah bermanifestasi.

Jadi tarian ini adalah ekspresi jiwa yang kosong atau lelah dan seperti hendak berkata, "Ayo datang, ayo masuk, rasuklah kami, ini jiwa kami, rasuklah!" Dan terus seperti itu. Memang kelihatan fun, lucu dan kreatif, namun ini tetap BUKAN tanpa maksud. Ingat yang dikatakan oleh penciptanya tadi, bahwa ini tarian datang dari perasaan mabuk, alkoholik dan tidak ada kendali serta kesadaran yang normal, persis seperti orang yang trance atau bahkan kerasukan. Tidakkah geraman singa itu menegaskan adanya pemangsaan Iblis yang sedang terjadi?

Read More..

Jumat, 14 Maret 2014

Delima, si Buah dari Negeri Surga

Delima (punica granatum) atau ar-rumman atau Pommegrade Buah dengan kulit berkilat dan apabila dikupas susunan didalamnya akan terlihat biji-biji merah segar, manis masam rasanya.

Merupakan buah yang tersebut dalam Al-Quran selain Buah Tin, Zaitun, Anggur, dan Kurma. Dalam surah Al-An’am disebut kan :

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi orang-orang yang beriman” (QS Al An’aam:99)

Selayang Pandang

Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua.

Dalam banyak budaya, Delima melambangkan kesuburan dan Panjang usia. Orang Cina misalnya menyajikannya sewaktu upacara perkawinan karena ia dianggap lambang Kesuburan, Kemakmuran dan Keturunan besar.

Jika ditinjau, Delima yang berasal dari negara Iran dikenali sebagai Pinica granatum dalam istilah botani juga didapati di India, Afghanistan dan Syria.

Pada zaman Nabi Musa as, buah Delima yang bermutu sudah ditanam di Palestina, Syiria, Lebanon dan Rimmon, kota masa lalu yang saat ini bernama bandar Hebron, terkenal karena perkebunan Delima. Buah delima menjadi simbol kesuburan bagi perkahwinan masyarakat di Timur Tengah.

Dalam agama Kristen, buah Delima menjadi simbol kebangkitan dan Kehidupan yang kekal dalam agama Buddha, buah Delima dikatakan buah yang Berkah selain dari buah Limau.

Di China pula, buah delima menjadi satu simbol Kesuburan, Rezeki yang melimpah ruah, Keturunan yang banyak dan masa depan yang membawa Berkah.

Namun, dalam Islam, buah Delima merupakan salah satu buah yang terdapat di dalam syurga yang dikurniakan Allah sebagai rezeki yang boleh dinikmati oleh umat manusia yang menunjukkan tanda- tanda kekuasaanNya sebagaimana yang termaktub dalam firmanNya di dalam surah al An’am ayat 99 dan ayat 141.

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan“ (QS Al An’aam:141)

|
Kandungan dan Nutrisi


Delima, sejenis buah lain yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, mengandung potassium yang besar volumenya, protein dan lemak hanya sedikit yang terkandung. selain dari mineral-mineral lain seperti :

Fosfor,
Kalsium,
Besi,
Sodium,
dan vitaman-vitamin A, B1, B2, B3, dan C.

Bereaksi bersama sodium, potassium mengatur ekuilibrium air tubuh dan menjaga detak jantung agar tetap normal. Dengan memelihara keseimbangan kadar potassium-sodium, buah ini juga menunjang kepekaan saraf dan otot agar berfungsi secara teratur, mencegah edema.

Delima mengurangi kadar gula yang beredar di dalam darah dan menghilangkan rasa letih otot dan memungkinkannya bergerak dengan mudah dan juga menguatkan jantung.

|
Manfa’at dan Khasiat


Manfaat delima tersebut bisa diperoleh dengan berbagai cara, seperti dalam bentuk sari buah atau bisa juga memakan bijinya, sirup, pasta atau konsentrat delima. Secara tradisional, buah delima biasa digunakan untuk membersihkan kulit dan mengurangi peradangan pada kulit.

Sari buah delima juga tinggi kandungan Flavonoid nya, suatu jenis antioksidan kuat yang penting perannya untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta mampu dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit, dan kanker prostat.

Antioksidan yang terkandung didalamnya membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol.

Jus buah delima juga bisa mengurangi derita radang tenggorokan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah Delima yang kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.

Di Irak dan Iran, Jus Delima yang dibuat kumur terlebih dahulu sebelum diminum membantu membersihkan mulut dan gigi, serta mencegah Infeksi sehingga membantu menghilangkan bau mulut yang tidak sedap.

Memakan dengan perlahan-lahan buah Delima dan mengeluarkan bijinya dapat menjernihkan suara yang serak dan menghindari kekeringan tenggorokan.

Manfaat lainnya, kandungan zat tannin dalam buah delima dapat membius cacing gelang, cacing kremi dan cacing pita dalam usus sehingga mereka dapat dikeluarkan melalui air besar. Cara ini sudah biasa digunakan oleh penduduk Mesir dan Vietnam.

|
Mahasiswa Pengkaji Virus Lewat Alquran Menjuarai Lomba

Mahasiswa Unsyiah melakukan kajian, Analisis potensi pemanfaatan buah delima (punica granatum sebagai pembunuh virus (virusid) dan anti HIV I yang resisten nucleotida dan non nucleotide berdasarkan tinjauan ilmiah dan Al-Quran

BANDA ACEH — Harapan T (23), mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang menganalisis virus anti HIV dari tinjauan Alquran, menjuarai lomba karya tulis ilmiah Islam nasional yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Karya ilmiahnya berjudul “Analisis potensi pemanfatan buah delima (punica granatum sebagai pembunuh virus (virusid) dan anti HIV I yang resisten nucleotida dan non nucleotide berdasarkan tinjauan ilmiah dan Al-Quran,” dipilih sebagai makalah terbaik oleh dewan juri lomba.

“Kami dari unsur akademi Fakultas Kedokteran Unsyiah menyatakan bangga dan terharu atas prestasi yang diraih Harapan T,” kata dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah Darussalam dr. HM Andalas SPoG di Banda Aceh, Minggu.

Lomba karya tulis yang diselenggarakan forum ukhuwah lembaga dakwah Fakultas Kedokteran SeIndonesia ini diikuti oleh seluruh Fakultas Kedokteran di Indonesia, dengan dewan juri antara lain :

Prof DR Marsetyawan,
DR Muhammad Tarqib, SpBS
Dan DR Jamal A.Aziz MAg.

Dewan Juri sangat tertarik dengan penyajian dari mahasiswa Harapan T. Apalagi, sampai saat ini belum ada jawaban pasti untuk obat penyakit AIDS,” terang Andalas.

Sejauh ini buah Delima memang sering digunakan untuk mengobati penyakit Demam Berdarah, namun belum ada pihak yang melakukan penelitian ilmiah dengan jumlah sample besar terhadap buah ini.

“Kita berharap kedepan Harapan mau melakukan riset lanjutan tentang peran buah delima untuk mengobati seseorang yang terkena HIV/AIDS,” ujar Andalas.

Read More..

Rabu, 12 Maret 2014

YASIN – KEUTAMAAN DAN KHASIATNYA

Surah Yasin adalah surah yang menempati urutan ke 36 dalam mushaf Al-Qur’an. Nama ini diambil dari ayat permulaan surah ini yang terdiri dari huruf singkatan (muqaththa’ah) ya dan sin.

Ya adalah huruf untuk memanggil (nidaa) artinya wahai dan sin adalah singkatan dari kata insan artinya manusia, maksudnya adalah manusia sempurna.

Manusia sempurna yang dituju oleh huruf muqaththa’ah ini adalah Sayyidina Nabi Muhammad saw. Karena beliaulah seorang nabi yang telah menerirma wahyu Al-Qur’an, kitab suci Allah yang sempurna, sehingga seluruh kehidupan beliau berada di atas jalan yang lurus benar (QS.36: 5)

Dan kedudukan beliau berada di atas semua nabi dan rasul Allah swt., sampai-sampai nama beliau saw. diletakkan berdampingan dengan nama Allah swt yang senantiasa diucapkan oleh setiap orang yang memasuki Agama Islam dalam kalimah syahadat.

Berkat keteladanan beliau saw. (QS.33:22) dalam mengikuti hidayah Al-Qur’an, bangsa Arab yang jahil, buta huruf dan sesat, dalam setiap aspek kehidupan berubah menjadi bangsa yang pandai, berakhlak mulia, dan terpimpin dalam mencurahkan hidupnya untuk berbakti kepada Allah swt. dan kemanusiaan dalam tempo kurang dari 23 tahun.

Bahkan mereka mendapat pujian Allah swt. sebagai umat terbaik (QS.3:3) dan paling unggul diantara umat yang ada di dunia saat ini.

Surah ini juga memberikan kabar suka tentang datangnya pengikut setia Sayyidina Nabi Muhammad saw di zaman akhir Umat Islam (Qs.36:21) di saat mereka meninggalkan petunjuk Al-Qur’an dan mereka hidup dalam kegelapan ruhani yang mendorong mereka mengikuti kemauan hawa nafsunya dan mengikuti kemauan orang-orang yang mereka anggap sebagai ulama.

Pengikut setia beliau saw. di zaman akhir itu dalam beberapa hadits beliau beri gelar lmam Mahdi. Berkat kepemimpinannya secara berangsur-angsur Umat Islam akan memperoleh pencerahan Al-Qur’an kembali sehingga pada suatu saat mereka akan menjadi sarana Al-Qur’an dan Islam untuk menerangi penjuru jagad raya yang dirundung kegelapan dan kemenangan Islam atas semua agama secara sempurna akan terwujud (QS. 61:10).

Oleh karena itu surah ini dalam hadits disebut Jantung Al-Qur’an, sebab dengan surah ini Al-Qur’an menjadi hidup dengan memancarkan cahaya ruhani yang terang benderang untuk membimbing umat manusia berjalan di jalan yang benar. Agar mereka mati dalam keadaan berserah diri kepada kehendak Tuhannya (QS.2:133; 3:103) dan kembali kepada-Nya dengan tenang dan senang (QS.89:28-29).

Firman Allah :

تَنزِيلَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

“[sebagai wahyu] yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang“
(QS.36 Ya-Seen :5)

وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُواْ هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ‌ۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَـٰنً۬ا وَتَسۡلِيمً۬ا

“Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:“Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan“
(QS.33 Al-Ahzab :22)

نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS.3 Al-E-Imran :3)

ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرً۬ا وَهُم مُّهۡتَدُونَ

“Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk“
(QS.36 Ya-Seen :21)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَـٰرَةٍ۬ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٍ۬

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih“
(QS.61 As-Saff :10)

أَمۡ كُنتُمۡ شُہَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِى قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآٮِٕكَ إِبۡرَٲهِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِيلَ وَإِسۡحَـٰقَ إِلَـٰهً۬ا وَٲحِدً۬ا وَنَحۡنُ لَهُ ۥ مُسۡلِمُونَ

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan [tanda-tanda] maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il dan Ishaq, [yaitu] Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya“
(QS.2 Al-Baqara :133)

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk“
(QS.3 Al-E-Imran :103)

ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬

فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى

“Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” “Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku“
(QS.89 Al-Fajr :28-29)

.
Isi kandungan surah yasin :

Kandungan Keimanan.
Keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan sifat-sifatnya, Keimanan akan Alqur’an yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari akhir.
Kisah-Kisah, Kisah utusan-utusan nabi isa a.s dengan penduduk anthakiyah.
Salah satu ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan Astronomi: semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya.

Ini dapat kita ketahui dari hadits Rasulullah saw. berikut ini:

“Segala sesuatu mempunyai jantung (hati), sedang jantung Al-Qur’an adalah surah Yasin, dan siapa saja yang membaca surah Yasin Allah swt. mencatat bacaannya seperti bacaan Al-Qur’an sepuluh kali”
(Ad-Darimiy, At-Turmudzi dan Anas ra. dan Kanzul-Umal, Juz 112624)

“Siapa membaca surah Yasin setiap malam ia diampuni”
(Al-Baihaqy dalam Syi’abil Iman dan Abu Hurairah ra. dan Kanzul-Umai, Juz 1/2625)

“Siapa membaca surah Yasin di waktu malam, maka di waktu shubuh ia menjadi orang yang mendapatkan ampunan”
(Abu Nu’aim dalam Al-Chilyab dan lbnu Ma’ud ra. dan Kanzul-Umal, Jua 112626)

“Siapa saja membaca surah Yasin untuk mencari ridha Allah swt., maka Allah swt. mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu, maka bacalah itu oleh kalian di sisi orang-orang mati kalian”
(Al-Baihaqy dalam Syi’abil Iman dan Mu’qil bin Yasar ra. dan Kanzul Umal, Juz 112629)

“Tiada seorang akan mati, lalu dibacakan surah Yasin di sisinya, kecuali AIIah swt. memudahkan kematiannya”
(Abu Nu’aim dan Abu Danda’ dan Abu Dzar ra. dan Kanzul-Umal, Juz XV/42 186)

Dengan memperhatikan hadits Rasulullah saw. di atas, maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran tentang keutamaan surah Yasin, di antaranya:
1. Sebagai jantung Al-Qur’an,


Surah Yasin mampu menggerakkan seluruh ayat Al-Qur’an menjadi hidup menyala memancarkan cahayanya yang amat terang bagi ruhani manusia ibarat generator yang mampu menggerakkan kawat-kawat listrik untuk menerangi ruangan yang gelap.

Inti surah Yasin adalah, wujud Yang Mulia Rasulullah Muhammad saw. yang telah menerangi hati umat dengan cahaya Al-Qur’an dan di akhir zaman bayangan beliau akan bangkit kembali dalam wujud Imam Mahdi as., karena itu kebenaran dan keindahan Islam di akhir zaman akan tampak cemerlang kembali setelah tertutup khurafat dan bid’ah selama 13 abad.

2. Apabila orang membaca surah Yasin setiap malam dgn bimbingan Imam Mahdi as.

Atau Khalifah penggantinya di akhir zaman ini dia akan mengerti dan menyadari kedudukannya sebagai hamba Allah swt. dan senantiasa bertobat, sehingga ia menjadi hamba yang terampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan terlindungi dari dosa di masa depannya.

3. Salah satu bukti yang telah diberikan Umat Islam dari generasi ke generasi.

Adalah jika ada orang sakit keras menuju kematiannya jika di sisinya dibacakan surah Yasin Allah swt. akan memudahkan proses kematiannya.

4. Dianjurkan membaca surah Yasin pada malam Jum’at.

Mengandung makna agar manusia senantiasa ingat tentang kesuksesan dan kebahagian orang yang ruhaninya sempurna dan amat celaka dan menderitanya orang yang durhaka kepada Allah swt. dan rasul-Nya.

Di samping itu agar ia senantiasa siap menyambut kebangkitan Imam Mahdi as. sebagai imam Umat Islam di akhir zaman untuk menyelamatkan mereka dari berbagai azab, bencana dan berbagal fitnah, khususnya fitnah Al-Masihid-Dajjal.

5. Surah Yasin dan hari Jum’at mempunyai kaitan yang sangat erat.

Sehingga Rasulullah saw. mengajarkan secara istimewa kepada Hadhrat Ali bin Abi Thalib ra. agar di malam Jum’at bangun sepértiga malam untuk shalat dan membaca surah Yasin.

.

Barang siapa membaca Surat Yassin dengan khusyuk,
Niscaya Allah SWT akan menulis pahala kepadanya seperti pahalanya orang yang membaca Al Qur’an 10x.

Pada masa 1000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi para malaikat sering mendengar Allah SWT membaca Surat Yassin dan Surat Thoha.

Berarti 1000 tahun sebelum kejadian penciptaan langit dan bumi Allah SWT telah menciptakan kedua surat tersebut dan sering dibaca olehNya.

Para malaikat berkata :

“Bagus benar susunan ayat demi ayat itu, Ya Allah kepada siapa akan diturunkan kedua surat itu..?“

Allah berfirman :

“Untuk umat Nabi akhir zaman (yakni umat Nabi Muhamad SAW)“

Yassin lamaa quri’at lahu, artinya Yassin itu menurut tujuan hajat pembacanya
(surat yassin itu dibaca menurut tujuan hajat) orang yang membacanya.

Jadi kalau ada hajat yang ingin diraih dengan baca surat ini sebanyak-banyaknya insya Allah dengan izin Allah SWT akan terkabul. Sebagai bukti sudah sering terjadi, contoh sesorang menyatakan pernah membaca surat yassin sebanyak 47x pas malam hari Subhanallah segala hajatnya terkabul dan segala kesusahan hilang.
Fadhilah Surah Yasin :

Dibacakan pada orang sakaratul maut maka akan memepermudah keluarnya ruh.
Membaca Surah Yasin = Membaca Alqur’an 10 kali.
Dapat memberi syafaat bagi pembacanya.
Dimudahkan hajatnya.
Meringankan siksa kubur.
Menolak kejahatan.
Di baca pada malam jum’at mendapatkan ampunan.
Jika belum menikah akan dapat jodoh.
Jika ketakutan, Allah akan menghilangkan rasa takutnya itu.
Jika dipenjara, Niscaya akan bebas.
Orang tersesat akan mendapat jalan lagi.
Orang haus akan hilang hausnya.
Orang sakit akan hilang sakitnya.

.

Beberapa manfaat surah Yaasiin (Yasin),

Menurut sabda Nabi Muhammad saw, siapa membaca surah Yaasiin(Yasin) satu kali, sama dengan membaca Alqur’an sampai khatam (selesai) sepuluh kali, siapa membiasakan membaca surah Yaasiin setiap malam sampai mati, maka termasuk mati syahid.

Jika dibaca pada waktu pagi, maka memperoleh kegembiraan sampai sore, dan jika dibaca disore hari maka dapat gembira sampai pagi.

Jika anda ada maksud kepada pembesar supaya berhasil, maka bacalah surah yaasiin dari rumah sebanyak 25 kali, maka insya Allah berhasil.

Jika dibacakan untuk orang yang akan meninggal dunia, maka tidak akan dicabut nyawanya selagi ia belum didatangi malaikat Ridwan dengan maksud memberi kegembiraan kepada orang yang akan meninggal tersebut.

Jika dibacakan pada mayat di dalam kubur maka diringankan siksanya.

Jika ditulis dan dilebur air, lalu diminum, sama dengan meminum seribu obat.

Khasiatnya lagi adalah dapat dipergunakan sebagai obat sakit panas, caranya dibaca sekali, setiap sampai pada lafadz “MUBIIN” dengan mengikat benang sekali sampai tujuh, kemudian diikatkan pada bahu kanannya orang yang sakit panas, maka insya Allah sehat kembali.

Read More..

Selasa, 11 Maret 2014

MENGENAL 20 SIFAT ALLAH SWT

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah), Wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah (dan saya bersaksi Muhammad SAW adalah Utusan Allah).

Kalimat diatas menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, seorang muslim hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Allah.

Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.

Para malaikat dan orang- orang yang berilmu [juga menyatakan yang demikian itu].

Tak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.2 Al-Baqara :18)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok [akhirat],

dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.59. Al-Hasr :18)


Sebagai Umat islam meyakini adanya Allah SWT dan mengetahui sifat-sifatnya, agar menjadi mukmin sejati. Dengan modal iman inilah kita akan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
A. Pengertian Iman kepada Allah SWT

Iman menurut bahasa artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Iman menurut istilah adalah pengakuan di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan anggota badan.

Hal ini sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :

“Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan.”
(HR Thabrani)

Dari penjelasan Hadits di atas dapat disimpulkan bahwa iman kepada Allah SWT membutuhkan tiga unsur anggota badan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, yaitu hati, lisan dan anggota badan.

Iman kepada Allah merupakan suatu keyakinan yang sangat mendasar. Tanpa adanya iman kepada Allah SWT, seorang tidak akan beriman kepada yang lain, seperti beriman kepada malaikat, kitab-kitab, rasul-rasul Allah dan hari kiamat.

Firman Allah SWT :

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab Allah yang diturunkan sebelumnya, Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”
(QS.An Nisa : 136)

B. Sifat-Sifat Allah SWT

Allah SWT adalah zat Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas seluruh alam beserta isinya. Allah SWT memiliki sifat wajib, mustahil dan jaiz sebagai sifat kesempurnaan bagi-Nya.

Sebagai muslim yang beriman, wajib mengetahui sifat-sifat tersebut.

Sifat wajib, artinya sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT – Sifat wajib Allah berjumlah 13.
Sifat mustahil, artinya sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada pada Allah SWT – Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnyapun sama dengan jumlah sifat wajib bagi Allah SWT.
Sifat jaiz, artinya sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. – Artinya Allah berbuat sesuatu tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang melarang.

Sifat jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu “Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu.”



C. Dalil Naqli tentang Sifat-Sifat Allah SWT

Sifat-sifat Allah yang wajib kita imani ada 20, diantaranya :

|
1. Wujud ( Ada )

Adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.

Sifat mustahil-Nya adalah : Adam yang berarti tidak ada.

Untuk itulah kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaanNya.
Keimanan seseorang akan membuatnya dapat berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta isinya ada karna Allah yang menciptakannya.

“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy.

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam“ … (QS. Al-A’raf :54)

Kepercayaan ada dan tidak adanya Allah SWT bergantung pada manusia itu sendiri yang bisa menggunakan akal sehatnya, sebagai bukti dengan adanya alam beserta isinya.

Jika kita perhatikan, maka dari mana alam semesta itu berasal ?
Siapakah Dia Yang Maha Kuasa dan Maha Agung itu ?
Dialah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
Dialah yang mengadakan segala sesuatu di alam ini, termasuk diri kita.

Selain melihat alam semesta, kita juga dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti manusia dengan segala perlengkapan hidupnya di dunia ini. Tentu kita bisa berfikir bahwa semua yang ada pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT).

Terkait dengan hal ini Allah SWT berfirman :

“Dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Da Dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpun. Dan Dialah yang menghidupkn dan mematikan dan Dialah yang mengatur pertukaran malam da siang. Maka apakah kamu tidak berfikir?” … (QS.Al Muminun :78-80)

|
2. Qidam ( Dahulu atau Awal )

Sifat Allah ini menandakan bahwa Allah swt sebagai Pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam dan isinya yang Ia ciptakan.

Sifat mustahil-Nya adalah : Hudus yang artinya baru.

Allah SWT tidak berpermulaan sebab sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya mahluk (yang diciptakan). Allah SWT bukan mahluk melainkan Khalik (Maha Pencipta). Oleh karena itu Allah SWT wajib bersifat qidam.

Firman Allah SWT :

“Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu“ … (QS. Al-Hadid :3)

Adanya Allah itu pasti lebih awal daripada mahluk ciptaan-Nya. Seandainya keberadaan Allah didahului oleh mahluk-Nya, maka semua ciptaan Allah ini akan hancur berantakan. Hal ini tentu mustahil bagi Allah karena Allah Maha pencipta, tidak mungkin ciptaannya lebih dahulu daripada yang menciptakan..

|
3. Baqa’ ( Kekal )

Kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan.

Sifat mustahilnya adalah : Fana’ artinya rusak atau binasa.

Semua mahluk yang ada di alam semesta seperti manusia, binatang, tumbuhan, planet dan bintang akan rusak atau binasa sehingga disebut baru sebab ada awal dan ada akhirnya.

Manusia betapapun gagah perkasa dirinya, wajah elok nan rupawan, suatu saat akan menjadi tua dan mati. Demikian halnya dengan tumbuhan yang semula tumbuh subur maka lama kelamaan akan layu dan mati. Sungguh betapa hina dan lemahnya kita berbangga diri di hadapan Allah SWT.

Betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan yang kita miliki karena segala kehebatan itu hanyalah bersifat sementara. Hanya Allah SWT Sang Pencipta yang bersifat kekal.

Firman Allah SWT :

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan“ … (QS. Ar-Rahman :26-27)

|
4. Mukhalafatu lil hawadits ( berbeda dengan Ciptaannya )

Berbeda dengan semua yang baru (mahluk).

Sifat mustahil-Nya adalah : Mumasalatu lil hawadisi
Artinya serupa dengan semua yang baru(mahluk).

Sifat ini menunjukkan bahwa Allah SWT berbeda dengan hasil ciptaan-Nya. Coba kita perhatikan tukang jahit hasil baju yang dijahit sendiri tidak mungkin sama dengan baju yang dibuat orang lain.

Begitu juga dengan tukang pembuat sepatu tidak mungkin sama dengan sepatu yang dibuatnya, bahkan robot yang paling canggih dan mirip manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia yang membuatnya.

Firman Allah SWT :

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat“ … (QS. Asy-Syura :11)

Senada dengan ayat tersebut Allah SWT juga berfirman dalam ayat yang lain yang berbunyi :

“……….Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia(Allah).” … (QS Al Ikhlas :4)

Dari dua ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa yang dimaksud dengan tidak setara itu adalah tentang keagungan, kebesaran, kekuasaan dan ketinggian sifat-Nya. Tidak satupun dari mahluk-Nya yang menyerupai-Nya..

|
5. Qiyamuhu binafsihi ( Allah berdiri sendiri )

Qiyamuhu Binafsihi berarti Allah SWT itu berdiri dengan zat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.

Contohnya,
Allah SWT menciptakan alam semesta ini karena kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.

Sifat mustahil-Nya adalah : Ihtiyaju lighairihi,
artinya membutuhkan bantuan yang lain. Berbeda sekali dengan manusia, manusia hidup di dunia ini tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Mereka pasti saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya karena mereka mahluk (yang diciptakan), sedangkan Allah SWT adalah Maha Pencipta.

Firman Allah SWT :

“Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Yang hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.”
(QS Ali Imran:2)

Sadarlah ternyata kita ini mahluk yang sangat lemah karena tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga harus memiliki sifat mandiri supaa tidak bergantung pada orang lain.

|
6. Wahdaniyyah ( Esa atau Tunggal )

allah-1Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa., baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya.

Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya.

Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong.

Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.

Sifat mustahil-Nya adalah : Ta’adud
Artinya berbilang atau lebih dari satu. Allah SWT mustahil (tidak mungkin) lebih dari satu. Seandainya lebih dari satu pasti terjadi saling bersaing dalam menentukan segala sesuatunya, kalau terjadi demikian pasti alam semesta tidak akan terwujud.

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :

”Katakanlah (Muhammad ). Dialah Tuhan Yang Maha Esa . Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada_Nya segala sesuatu . dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” … (QS Al Ikhlas :1-4)

Meyakini ke-Esa-an Allah SWT merupakan hal yang paling prinsip. Seseorang dianggap muslim atau tidak , bergantung pada pengakuan tentang ke-Esa-an Allah SWT. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara bersaksi terhadap Allah SWT, yaiut dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi : “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah.”

|
7. Qudrat ( Berkuasa )

Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan manusia ada batasnya dan ada yang membatasi.

Sifat mustahil-Nya adalah : ‘Ajzu,
artinya lemah. Allah SWT tidak mungkin bersifat lemah. Bagi Allah SWT, jika sudah berkehendak melakukan atau melakukan sesuatu, maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangin-Nya. Dengan demikian, Allah SWT tetap bersifat kudrat (kuasa) dan mustahil bersifat ‘ajzu (lemah).

Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu“ … (QS. Al-Baqarah :20)

Sungguh idak patut manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki karena sebesar apapun Allah SWT. Pasti lebih kuasa. Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah yang hidup di muka bumi harus berkarya, berkreasi, dan berinovasi.

|
8. Iradat ( Berkehendak )

Allah SWT menciptakan alam beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak lain atau campur tangan dari siapa pun Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti terjadi, begitu juga setiap setiap Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi.

Berbeda dengan kehendak atau kemauan manusia, tidak sedikit manusia mempunyai keinginan, tetapi keinginan itu kandas di tengah jalan. Apabila manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah SWT. Pasti keinginan itu tidak terwujud. Hal ini menunjukan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT memiliki kehendak yang tidak terbatas.

Sifat mustahil-Nya adalah : Karahah,
Artinya terpaksa. Jika Allah SWT bersifat karahah (terpaksa) pasti alam jagat raya yang kita tempai ini tidak terwujud sebab karahah itu adalah sifat kekurangan, sedangkan Allah SWT, wajib bersifat kesempurnaan. Dengan demikian, Allah SWT. Wajib bersifat iradah (berkehendak) mustahil bersifat karahah (terpaksa).

Untuk menguatkan keyakinan kita, Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah”maka terjadilah” …. (QS. Yasin : 82)

Sebagai manusia kita harus mempunyai kemauan, keinginan, dan cita-cita yang bertujuan membangun hari esok yang lebih baik karena kita hidup di muka bumi ini hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, apapun yang kita cita-citakan dengan tujuan mengharap rida Allah SWT.

|
9. Ilmu ( Mengetahui )

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak terlihat.

Sifat mustahil-Nya adalah : Jahlun yang artinya bodoh.

Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib.

Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati manusia sekali pun. Bukti kesempurnaan ilmu Allah SWT, ibarat air laut menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah SWT, tidak akan habis kalimat-kalimat tersebut meskipun mendatangkan tambahan air yang banyak seperti semula.

Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita juga takjub akan indahnya karya dan canggihnya tekhnologi yang diciptakan manusia. Sadarkah kita bahwa ilmu tersebut hanyalah sebagian kecil saja yang diberikan Allah SWT kepada kita ?.

Firman Allah SWT :

”…..Allah SWT mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” … (QS Al Hujurat:16)

Oleh karena itu, sebagai hamba Allah SWT, seharusnya terdorong untuk terus menimba ilmu. Kita sadar bahwa sebanyak apapun ilmu yang telah kita ketahui, masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita ketahui.

|
10. Hayat ( Hidup )

Hidupnya Allah tidak ada yang menhidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri karena Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.

Sifat mustahil-Nya adalah : Mautun yang artinya mati.

Contohnya,
Manusia ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mmebutuhkan makanan, minuman, istirahat, tidur, dan sebagainya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian bahkan mengantuk pun tidak.

Firman Allah SWT :

”Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur” … (QS Al Baqarah: 255)

Allah SWT selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan karena gerak gerik kita akan di awasi dicatat Allah SWT. Kelak di akhirat seluruh amalan tersebut akan kita pertanggung jawabkan.

|
11. Sam’un ( Mendengar )

Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini. Yidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT walaupun suara itu lemah dan pelan., seperti suara bisikan hati dan jiwa manusia.

Pendengaran Allah SWT berbeda dengan pendengaran mahluk –Nya karena tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan pendengaran mahluk-Nya dibatasi ruang dan waktu.

Sifat mustahil-Nnya adalah : Summun artinya tuli (tidak mendengar).

Allah SWT mustahil bersifat tuli (tidak mendengar) sebab sekiranya Allah SWT tidak mendengar pasti segala permohonan dan pernyataa syukur hamba-Nya tidak akan diterima-Nya.

Selain itu penghiaan orang kafir, orang musrik, orang munafiq, dan lain sebagainya tidak dihiraukan-Nya. Oleh karena itu Allah SWT tetap bersifat sama’ mustahil bersifat summun .

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah berikut.

”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” … (QS Al Maidah :76)

Sebagai seorang muslim seharusnya kita senantiasa bertingkah laku, bersikap, dan berbicara dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Karena Allah SWT pasti mendengar segala perkataan m,anusia, baik terucap maupun di dalam hati.

|
12. Basar ( Melihat )

Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini . penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak( jauh atau dekat) dan tidak dapat dihalangi oleh dinding (tipis atau tebal). Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, kecil maupun besar, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya terlihat oleh Allah SWT.

Sifat mustahil-Nya adalah : ‘Umyun, artinya buta.
Allah SWT wajib bersifat kesempurnaan. Seandainya Allah SWT itu buta pasti alam semesta ini tidak akan ada karena Allah SWT tidak dapat melihat apa yang diciptakan-Nya.

Firman Allah SWT sebagai berikut.

”………Dan Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” … (al-Baqarah: 265)

Dengan memahami sifat besar Allah SWT hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbuat. Mungkin kita bisa berbohong kepada manusia, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi kita tidak akan bisa berbohong kepada Allah SWT.

Oleh karena itu , berbuat baiklah supaya kita tidak perlu cemas jika kita harus mempertanggung jawabkannya kelak di akhirat.

|
13. Kalam ( Berbicara / Berfirman )

Allah SWT bersifat kalam artinya Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan manusia karena Allah SWT tidak berorgan (panca indra), seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia.

Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah SWT sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.

Sifat mustahi-Nya adalah : Bukmun, artinya Bisu.

Allah SWT mustahil bersifat bisu. Seandainya Allah SWT bersifat bisu mana mungkin para utusan-Nya bisa mengerti maksud wahyu yang diturunkan kepada tersebut, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.

Padahal kenyataannya semua itu tidak mungkin terjadi. Firman Allah SWT

”……. Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas”
(QS AnNisa’ :164)

Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya membiasakan diri mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.

Apabila kita menerima nikmat, maka segeralah mengucapkan hamdalah. Selain itu, kita juga harus membiasakan diri bertutur kata yang lemah lembut dan sopan santun dengan sesama manusia.

|
14. Kaunuhu Qadirun

Esm-Allah-00Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Qudrat.Sifat Allah ini berarti Allah adalah Dzat yang Maha Berkuasa.

Allah tidak lemah, Ia berkuasa penuh atas seluruh makhluk dan ciptaanNya.

“Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu“

(QS. Al Baqarah :20).

|
15. Kaunuhu Muridun

Allah-5Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan menentukan tiap-tiap sesuatu.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala ,
tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada
sifat Iradat.Allah memiliki sifat Muridun, yaitu sebagai Dzat Yang Maha Berkehendak.

.

Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki“ … (QS. Hud :107)

|
16. Kaunuhu ‘Alimun

Allah-6Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala , tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Al-Ilmu.

Sifat Allah ‘Alimun, yaitu Dzat Yang Maha Mengetahui. Allah mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi.

Allah pun dapat mengetahui isi hati dan pikiran manusia.

“Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu“ … (QS. An Nisa’ :176)

.

|
17. Kaunuhu Hayyun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Hayat.

Allah adalah Dzat Yang Hidup.

Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati“
(QS. Al Furqon :58)

|
18. Kaunuhu Sami’un

allah-14Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar akan tiap-tiap yang Maujud.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum, iaitu lain daripada sifat Sama’.

Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar.

Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hambaNya.

“Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui“ … (QS. Al Baqoroh :256).

|
19. Kaunuhu Basirun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Bashar.

Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat. Sifat Allah ini tidak terbatas seperti halnya penglihatan manusia.

Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.

“Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“ … (QS. Al Hujurat :18)

|
20. Kaunuhu Mutakallimun

Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata.

Hakikatnya iaitu sifat yang berdiri dengan zat Allah Ta’ala, tiada ia maujud dan tiada ia ma’adum , iaitu lain daripada sifat Qudrat.

Sifat Allah ini berarti Yang Berbicara. Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran.

Bila Al Quran menjadi pedoman hidup kita, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah swt.

|.
D. Hikmah Beriman kepada Allah SWT

Meyakini kepada Allah SWT dengan sifat-sifat-Nya akan memberikan banyak hikmah diantaranya :

Meyakini kebesaran Allah SWT
Meningkatkan rasa syukur
Selalu menjalankan perinyah-Nya.
Selalu berusaha menjauhi dan meninggalkan larangan-Nya.
Tidak takut menghadapi kematian

Read More..

Senin, 24 Februari 2014

JUJUR DAN AMANAH DALAM ISLAM

Jujur adalah sifat penting bagi Islam. Salah satu pilar Aqidah Islam adalah Jujur. Jujur adalah berkata terus terang dan tidak bohong. Orang yang bohong atau pendusta tidak ada nilainya dalam Islam.

Bahkan bisa jadi orang pendusta ini digolongkan sebagai orang yang munafik. Orang-orang munafik tergolong orang kafir. Nauzubillah. Allah berfirman :

Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. [QS.2 Al-Baqarah :8-10]


Kalau seandainya ummat Islam seorang pendusta, tidak jujur, tentunya ketika ia menyatakan beriman, maka imannya sangat rapuh untuk dipercaya, karena orangnya tidak amanah atau dapat dipercaya karena telah dianggap pendusta.

|

Memang kita diciptakan manusia ini dua jalan.

Jalan kejahatan dan
Jalan kebaikan.

Firman Allah ta’ala:

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [QS. As-syam :8]

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. [QS. Al-Balad :10-11]

Yang dimaksud dengan “Dua jalan” ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Jalan kejahatan adalah jalan yang mudah dan enak dikerjakan, tetapi jalan kebaikan dan kebajikan adalah jalan yang sulit, mendaki lagi sukar.

Kalau kita memilih jalan kebaikan, kebajikan. Inilah jalan yang diridhoi Allah subhanahu wata’ala, dan orang yang berada dijalan ini akan mendapat ganjaran dari allah subhanahu wata’ala. Tetapi jalan kebaikan ini tidak mudah, sulit lagi sukar.

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. [QS. Al-Balad :12-16]

Demikianlah jalan kebaikan yang harus orang-orang mu’min tempuh dan selalu bersabar berada dijalannya sama seperti kita puasa dibulan ramadhan ini tetap sabar dalam menjalankan ibadah dan segala kebaikan dan kebajikan yang kita amalkan selama dalam bulan Ramadhan.

Perbuatan baik dijalan yang baik tersebut diantaranya juga bersikap jujur. Jujur dalam segala perbuatan dan perbuatan kita. Karena orang yang terbiasa tidak jujur akan selalu menjadi serentetan kebohongan berikutnya yang lambat laun menjadi kebiasaan, dan dicaplah sebagai pembohong atau pendusta, nauzubillah.

Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga.

Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]

Oleh sebab itu hendaklah kita akan senantiasa jujur. Dan dikatakan kita sebagai orang yang jujur. Orang jujur ada kemungkinan akan teguh dalam memegang amanah. Sedangkan orang yang pendusta atau tidak jujur sama sekali tidak bisa memegang amanah.

Jujur dan amanah adalah serangkaian sifat yang perlu kita sikapi. Sebagaimana rasulullah adalah seorang yang mempunyai sifat jujur, terpercaya [Amanah]. Oleh sebab itu kita patut menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik.

Sebagaimana Firman allah ta’ala:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[QS. Al-Ahzab :21]

|
Pengertian Amanah Dalam Islam

Amanah adalah segala sesuatu yang dibebankan Allah kepada manusia untuk dilaksanakan yang tercakup di dalamnya

Khilafah ilahiyah (khalifat allah, ibad allah),
Khilafah takwiniah (al-taklif al-syar’iah) dalam kaitannya dengan hablun min allah dan hablun min al-nas.

Dalam ajaran Al-Qur’an manusia adalah makhluk yang memikul beban (mukallaf). Pembebanan (taklif) meliputi hak dan kewajiban. Setiap beban yang diterima manusia harus dilaksanakan sebagai amanah.

Amanah mempunyai akar kata yang sama dengan kata iman dan aman, sehingga mu’min berarti yang beriman, yang mendatangkan keamanan, juga yang memberi dan menerima amanah. Orang yang beriman disebut juga al-mu’min, karena orang yang beriman menerima rasa aman, iman dan amanah.

Bila orang tidak menjalankan amanah berarti tidak beriman dan tidak akan memberikan rasa aman baik untuk dirinya dan sesama masyarakat lingkungan sosialnya. Dalam sebuah hadis dinyatakan “Tidak ada iman bagi orang yang tidak berlaku amanah”.

Dalam kontek hablun min allah, amanah yang dibebankan Allah kepada manusia adalah Tauhid artinya pengakuan bahwa hanya Allah yang harus disembah, hanya Allah yang berhak mengatur kehidupan manusia dan hanya Allah yang harus menjadi akhir tujuan hidup manusia, sehingga pelanggaran terhadap tauhid adalah syirik dan orang musyrik adalah orang khianat kepada Allah.

Termasuk dalam kontek ini pula adalah mengimani seluruh aspek yang termuat dalam rukun iman dan melaksanakan ubudiyah yang termaktub dalam rukun islam.

Manusia diperintah Allah untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya (QS. 4 : 58), hal ini berkaitan dengan tatanan berinteraksi sosial (muamalah) atau hablun min al-nas.

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan [menyuruh kamu] apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa :58)

Sifat dan sikap amanah harus menjadi kepribadian atau sikap mental setiap individu dalam komunitas masyarakat agar tercipta harmonisasi hubungan dalam setiap gerak langkah kehidupan.

Dengan memiliki sikap mental yang amanah akan terjalin sikap saling percaya, positif thinking, jujur dan transparan dalam seluruh aktifitas kehidupan yang pada akhirnya akan terbentuk model masyarakat yang ideal yaitu masyarakat aman, damai dan sejahtera.

Pengertian Amanah

Amanah secara etimologis (pendekatan kebahasaan/lughawi) dari bahasa Arab dalam bentuk mashdar dari (amina- amanatan) yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia amanah berarti pesan, perintah, keterangan atau wejangan.

Amanah menurut pengertian terminologi (istilah) terdapat beberapa pendapat, diantaranya menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Amanah adalah sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya.

Sedangkan menurut Ibn Al-Araby, amanah adalah segala sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya atau sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya untuk diambil manfaatnya.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil suatu pengertian bahwa amanah adalah menyampaikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa harga maupun jasa.

Amanah merupakan hak bagi mukallaf yang berkaitan dengan hak orang lain untuk menunaikan nya karena menyampaikan amanah kepada orang yang berhak memilikinya adalah suatu kewajiban.

Ahmad Musthafa Al-Maraghi membagi amanah kepada 3 macam, yaitu :

1.

Amanah manusia terhadap Tuhan, yaitu semua ketentuan Tuhan yang harus dipelihara berupa melaksankan semua perintah Tuhan dan meninggalkan semua laranganNya.

Termasuk di dalamnya menggunakan semua potensi dan anggota tubuh untuk hal-hal yang bermanfaat serta mengakui bahwa semua itu berasal dari Tuhan.

Sesungguhnya seluruh maksiat adalah perbuatan khianat kepada Allah Azza wa Jalla.

2.

Amanah manusia kepada orang lain, diantaranya mengembalikan titipan kepada yang mempunyainya, tidak menipu dan berlaku curang, menjaga rahasia dan semisalnya yang merupakan kewajiban terhadap keluarga, kerabat dan manusia secara keseluruhan.

Termasuk pada jenis amanah ini adalah

Pemimpin berlaku adil terhadap masyarakatnya,
Ulama berlaku adil terhadap orang-orang awam dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk memiliki i’tikad yang benar,
Memberi motivasi untuk beramal yang memberi manfaat kepada mereka di dunia dan akhirat,
Memberikan pendidikan yang baik, menyuruh berusaha yang halal serta memberikan nasihat-nasihat yang dapat memperkokoh keimanan agar terhindar dari segala kejelekan dan dosa serta mencintai kebenaran dan kebaikan.

Amanah dalam katagori ini juga adalah seorang suami berlaku adil terhadap istrinya berupa salah satu pihak pasangan suami-istri tidak menyebarkan rahasia pasangannya, terutama rahasia yang bersifat khusus yaitu hubungan suami istri.

3.

Amanah manusia terhadap dirinya sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya baik dalam urusan agama maupun dunia, tidak pernah melakukan yang membahayakan dirinya di dunia dan akhirat.

Amanah merupakan faktor utama terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa, sebab dengan sikap amanah semua komponen bangsa akan berlaku jujur, tanggung jawab dan disiplin dalam setiap aktifitas kehidupan.

Mewabahnya korupsi, monopoli dan oligapoli dalam berbagai lapangan kerja dan sektor ekonomi baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, hilangnya saling percaya, tumbuhnya saling mencurigai (negative thinking), menjamurnya mental hipokrit, apriori terhadap tugas dan kewajiban dan sifat-sifat tercela lainnya sebagai akibat dari hilangnya amanah.

|
Pentingnya Amanah dalam Kehidupan


Berbicara tentang orang-orang yang akan menentukan masa depan bangsa ini, tak lepas dari membicarakan masalah amanah. Di tengah berbagai konflik yang ada, mampukah mereka menjalankan amanah itu?

Kata “amanah” adalah suatu kata yang besar dalam Islam. Bila dilihat berdasarkan syariat, amanah ini pengertiannya sangat luas dan mendalam. Mulai dari “Menyimpan rahasia hingga “menjalankah sesuatu yang menjadi perjanjian atau tugas”.

Amanah adalah akhlak dari para Nabi dan Rasul. Mereka adalah orang-orang yang paling baik dalam menjaga amanah. Tidak heran bila Rasulullah dikenal sebagi orang yang paling terpercaya, terutama dalam menjalankan amanah.

Ada empat elemen penting dalam konsep amanah, yaitu:

Menjaga hak Allah SWT
Menjaga hak sesama manusia
Menjauhkan dari sifat abai dan berlebihan, artinya amanah memang harus disampaikan dalam kondisi tepat, tidak ditambahi atau dikurangi
Mengandung sebuah pertanggung jawaban

Perlu dicatat, amanah sangat berkaitan dengan akhlak yang lain, seperti kejujuran, kesabaran, atau keberanian. Karena untuk menjalankan amanah, perlu keberanian yang tegas. Amanah sebagai salah satu unsur dalam Islam, membuktikan bawah salah satu fungsi agama adalah memberikan nilai pada kehidupan. Apalagi, amanah dititipkan pada hal-hal kecil, bukan hanya hal-hal besar saja.

Islam mengajarkan bahwa tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah dan tak ada agama bagi orang yang tak berjanji. Ini berarti amanah adalah bagian dari iman. Sehingga mereka yang tidak menjaga amanah, termasuk pada golongan orang-orang yang tidak beriman. Selain itu, agama juga mengajarkan kita untuk berjanji dan menepatinya karena itu bagian dari kehidupan.

Lebih lanjut, berbicara amanah juga merujuk pada golongan manusia yang termasuk para pemimpin. Bagaimanapun juga, kita semua merupakan pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri dan keluarga. Sehingga, nanti kita pasti akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban tentang kepempinan kita. Hal ini tercantum dalam Alquran surat Al Anfaal ayat 27:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Dari ayat di atas, kita bisa lihat bahwa Allah benar-benar dengan tegas melarang sifat khianat. Rasulullah pun dengan tegas mendidik orang untuk menjalankan amanah, bahkan sedari kecil.

Misalnya, ada satu kisah tentang seorang anak kecil bernama Abdullah. Pada suatu hari, dia disuruh ibunya menyampaikan setandan anggur kepda Rasulullah. Tapi di jalan, mungkin karena kehausan, beberapa anggur dimakan oleh Abdullah.

Ketika anggur itu diberikan, Rasulullah mengetahui hal itu dan seketika itu juga Rasulullah menjewer telinga Abdullah sambil mengucapkan kalimat, “Hai pengkhianat” sebanyak tiga kali.

Dalam hal ini, kita bisa lihat, bahwa menjaga amanah itu sangat penting dan memiliki konsekuensi yang besar untuk orang-orang yang mengabaikan amanah. Begitu besarnya, hingga bumi, langit, dan gunung pun takut melanggarnya. Hal ini tercantum dalam Alquran surat Al Ahzab ayat 72:

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

|

Bila mereka saja takut, bukankah kita seharusnya lebih takut? Karena kitalah yang akhirnya dititipi amanah itu dan nantinya akan ditanya tentang pertanggungjawabannya.

Disarikan dari ceramah Jumat 4 Desember 2009 oleh Dr. TA Sanny

Demikian yang dapat saya sampaikan lebih dan kurang saya mohon ma’af wabilahi taufiq wal hidayah wasalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Read More..

Minggu, 02 Februari 2014

Makar kepada Al Islam dari Semua Penjuru

HM Aru Syeif Assadullah
Pemred Tabloid Suara Islam


Yang hendak dikemukakan dalam artikel ringkas ini sebuah fakta yang kini mengisi kehidupan manusia sejagat raya, yakni munculnya pertentangan bahkan perang antarpuak, bangsa-negara, ideologi-agama. Fakta ini muncul dalam kehidupan manusia sepanjang bisa dicatat oleh sejarah.

Fenomena paling mengemuka --sejak kehadiran Islam-- semua puak, ideologi-agama yang satu sama lain selalu bertikai, namun tatkala berhadapan dengan Islam, semua puak, ideologi-agama akan bersatu-padu melawan Islam. Dan Islam pun menghadapi makar dari segala penjuru.


Catatan sejarah, sejak Islam lahir abad ke-7, pemeluk Islam segera meluas di seantero jagat, dengan dominan menguasai sebagian benua Eropa, dan Afrika, serta kawasan Hindhustan, Asia Tengah, bahkan China, juga dianut puak Melayu di Nusantara termasuk Indonesia.

Islam diketahui memberi pencerahan pemikiran di tiap-tiap dominasi suatu wilayah. Bangsa Frank (sebutan orang Islam terhadap bangsa-bangsa Eropa) tidak terkecuali mendapat inspirasi pencerahan pemikiran karena sentuhan dan kehadiran Islam. Diyakini lahirnya revolusi Prancis, Renaissance justru didorong oleh kehadiran Islam. Doktrin Kristiani yang dijalankan gereja menolak penemuan-penemuan para ilmuwan Yunani dalam berbagai bidang, sebaliknya justru mendapat apresiasi di dalam ajaran Islam. Orang Frank mendapat pencerahan dari Islam namun mereka tidak mau mengikuti ajaran Islam, kecuali yang tinggal di Spanyol, tapi kemudian dibasmi setelah Islam dikalahkan. Beberapa puak di kawasan Balkan juga menjadi kecuali dan menjadi penganut Islam sampai hari ini.

Kepeloporan Islam di benua Eropah justru dibalas oleh perasaan dendam orang-orang Frank terhadap Islam, sehingga mengobarkan Perang Salib pada tahun 1100-an yang diprakarsai tokoh-tokoh gereja, diantaranya Paus Urbanus yang bertahta di Vatikan. Syndrom Perang Salib sampai hari ini masih menguasai orang Barat, termasuk orang Frank yang kini bermukim dan bernama Amerika Serikat (AS). Adalah George Walker Bush Presiden AS yang kembali menyebut-nyebut Perang Salib (Crusade) tatkala membalas serangan-- yang dia umumkan-- dilakukan Osamah Bin Laden dengan menghancurkan Menara Kembar WTC September 2001, lalu AS segera menyerbu Afghanistan dan Saddam Husein (Irak).

Permusuhan terhadap Islam dan pengikutnya bukan hanya dilakukan orang Frank yang identik dengan Kristen itu. Tapi permusuhan juga dilancarkan pengikut agama dan ideologi lain, seperti Hindhu yang tercermin apa yang dilakukan di India dengan menindas umat Islam, peperangan tak henti-henti di Kashmir, juga penghancuran masjid Babri dengan dalih menjadi lokasi Kuil Dewa Rama; Orang Budha, tercermin penindasan orang Islam Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh, juga di Thailand Selatan. Hampir semua agama, ideologi dan semua “isme” dalam semua aliran, niscaya selalu bertabrakan melawan Islam. Namun seperti disebut di muka, walau berbagai aliran itu saling konfrontasi di antara mereka, namun tatkala berhadapan dengan Islam, mereka bersatu-padu melawan Islam. Mengapa demikian?

Inilah yang diyakini umat Islam, fenomena seperti itu sebuah keniscayaan belaka, karena Al Islam membawa missi Al Haq, sehingga dengan sendirinya dilawan anasir kebatilan dalam bentuk dan wadah apapun.

Catatan faktual bisa dibentangkan dalam skala mondial. Betapa amat sangat sengit permusuhan internal antar pemeluk Kristen, yakni pemeluk Katholik dan Protestan di Daratan Inggris Raya, sehingga memisahkan Inggris dan Irlandia, dan saling teror sepanjang abad, dengan korban jiwa ratusan ribu bahkan jutaan jiwa. Namun, tatkala menghadapi Islam dalam berbagai kepentingan, maka pemeluk Katholik dan Protestan pun--termasuk di Indonesia--bersatu-padu menghadapi Islam. Orang Frank di seluruh Eropa menutup mata ketika orang Serbia (sesama Kristen) membantai sangat kejam ratusan ribu jiwa rakyat Muslim Bosnia. Orang Amerika Serikat yang konon mengagungkan Hak Asasi Manusia (HAM) pun membiarkan saja pembantaian Muslim Bosnia pada 1992-1993, sampai terungkap adanya ladang pembantaian di Srebrenika, yang terdeteksi dari satellite, sedikitnya 50.000 Muslim Bosnia dibantai dan dikubur secara massal. AS pun dengan malu-malu ikut campur menghentikan kebiadaban Serbia itu.

Berlaku di Indonesia

Fenomena konspirasi semua golongan yang selalu menentang bahkan makar kepada Islam, berlaku di Indonesia dan tercermin di dalam tata kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan sekalipun. Mengapa bisa terjadi, bukankan jumlah rakyat Indonesia--kini 250-an juta jiwa--mayoritas mutlak 88% beragama Islam ? Barangkali fenomena di Indonesia ini sekadar mengekspresikan perasaan minority complex yang merasa terancam dari mayoritas. Karena itu sikap perlawanan gabungan itu selalu dilancarkan para penganut Kristen khususnya Protestan dan Katholik yang bergabung melawan Islam. Belakangan golongan lain ikut berkonspirasi menentang aspirasi Islam, misalnya golongan Aliran Kepercayaan atau Kebatinan. Di era reformasi sejak 1998, golongan dan agama lain pun berani unjuk gigi menentang, aspirasi Islam, misalnya Hindhu Bali khususnya setelah peristiwa peledakan Bom Bali I. Ethnis China yang minoritas--Khong Hu Cu-- pun mulai berani menentang kepentingan aspirasi Islam.

Perhatikan dengan cermat dalam berbagai kasus pembahasan Rancangan Undang-Undang di DPR yang berbau atau berkaitan dengan aspirasi Islam, maka gabungan berbagai aliran dan agama serta keyakinan itu pun memvorsir kekuatan menjadi satu melawan aspirasi Islam. Anehnya gabungan kekuatan melawan aspirasi Islam itu, kendatipun ihwalnya tidak mencederai atau merugikan kelompok bersangkutan. Pokoknya jika sesuatu itu sedang diperjuangkan oleh kelompok Islam maka harus dilawan habis-habisan. Apalagi jika sesuatu hal itu menyangkut dan mencederai bahkan merugikan kelompok yang bersangkutan, maka tindakan perlawan all-out pun segera dilancarkan.

Contohnya ketika RUU Pendidikan pertamakali dibahas di DPR pada 1989, fraksi PDI yang dimotori orang Kristen (Nico Haryanto), Katolik (Suko Waluyo) dengan gigih menolak RUU Pendidikan itu karena mencantumkan pasal yang mewajibkan bagi setiap sekolah umum harus menyediakan guru agama sesuai dengan agama peserta didik (siswa). Mereka menjerit menolaknya, karena sekolah-sekolah Kristen-Katholik--walau sekolah umum SD-SMP-SMA--tetapi mereka tidak menyediakan guru agama Islam sebaliknya walau murid-murid sekolah itu kebanyakan beragama Islam, tetap saja malah diajarkan pelajaran agama Nasrani. Itulah missi Kristenisasi mereka. Perdebatan di DPR itu dimenangkan kalangan Islam. Namun, di tingkat PP (Peraturan Pelaksanaan) di Kementerian Depdiknas, praktik sekolah-sekolah Kristen tidak mengajarkan pelajaran agama sesuai agama peserta didik itu tidak pernah dilarang apalagi mendapat sanksi.

Media massa cetak maupun elektronika TV ikut memenangkan opini yang tengah diperjuangkan gabungan golongan yang melawan aspirasi Islam itu. Hal ini bisa dimengerti, karena media massa itu dimiliki golongan-golongan anti Islam itu. Umat Islam tengah memperjuangkan pembubaran aliran sesat Ahmadiyah, juga Syiah, maka gabungan golongan anti Al Islam itu pun ramai-ramai menyokong Ahmadiyah dan Syiah.

Umat Islam di Bogor menentang pembangunan Gereja Yasmin, yang terang-terangan melanggar hukum positif, namun gabungan golongan itu pun ramai-ramai mendukung Gereja Yasmin bahkan menjadi propaganda anti Islam ke seluruh dunia. Yang paling mencolok niscaya aspirasi Islam tentang kewajiban Muslimah mengenakan jilbab--yang tidak merugikan golongan lain-- dan marak dikenakan para pelajar putri sejak 1980, maka gabungan menentang jilbab pun marak di negeri ini sejak 1980 hingga hari ini.

Penolakan jilbab dalam berbagai ekspresi dilakukan kendati dengan cara-cara yang sangat irrasional. Kasus terakhir kini berlaku di Bali, yang diketahui sebagai propinsi mayoritas memeluk Hindhu Bali. Jika Pemda di Bali belakangan pasca Bom Bali I+II menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap pemeluk Islam saat beribadah di dalam masjid, misalnya tidak diizinkan memakai pengeras suara, hal ini, bisa dicari dalihnya sebagai mengganggu masyarakat di sekitar. Tapi menolak jilbab ? Sulit dipungkiri hal itu hakikatnya sebagai kebijakan anti aspirasi Islam.

Hal serupa pengumuman berbau politis oleh Kapolri Jendral (Pol) Sutarman sesaat setelah pelantikannya menjadi Kapolri, ia mengumumkan anggota Polwan ia ijinkan mengenakan jilbab. Esok harinya di layar TV terpampang sejumlah anggota Polwan dengan antusias memperkenalkan jilbabnya yang segera disambut simpati umat Islam secara meluas. Kapolri pun dipuji-puji sebagai aspiratif dan didukung umat Islam. Namun selang beberapa hari, Wakapolri Jendral (Pol) Oegroseno mengumumkan pembatalan pengumuman Kapolri, jilbab dilarang di lingkungnan Polwan karena belum ada Juklaknya. Betapa mudahnya mempermainkan aspirasi Islam dalam berbagai kepentingan.

Pemakaian jilbab bagi seorang Muslimah, hakikatnya merupakan jantung pelaksanaan ajaran Islam bagi seorang wanita. Keberadaan jilbab tentu saja vital, karena itu orang-orang anti Islam melecehkannya dengan tujuan “menyerang” Islam secara terang-terangan dan agresif. Inilah yang dilakukan orang-orang Barat di Jerman, Prancis dan sejumlah Negara di Eropa, termasuk di Amerika Serikat. Kenapa orang Hindhu Bali juga melakukan pelecehan vital ini ? Barangkali mereka sudah memperhitungkan “gangguan” mereka terhadap Islam paska Bom Bali I+II, dengan seenaknya bisa dilancarkan tanpa respons perlawanan dari orang Islam. Apakah orang Islam akan diam saja, hak-haknya diinjak-injak golongan lain ? Saatnya bertindak. Jika tidak perilaku anti Islam ini makin merajalela. Sesuatu yang sangat ironis di negeri Muslim : Indonesia![]

Read More..