Rabu, 02 Agustus 2017

MAKNA SLOGAN 'REVOLUSI MENTAL' YG SESUNGGUHNYA

VISI TERSELUBUNG SLOGAN"REVOLUSI MENTAL

Beberapa waktu lalu, dimasa kampanye presiden tahun 2014, kita masih ingat sering mendengar istilah revolusi mental, istilah itu seakan menunjukkan ingin melakukan perubahan besar-besaran dalam hal cara pandang dan berpikir kebanyakan orang yang dianggap sudah menyimpang, tidak taat aturan dan berkonotasi negatif, tapi tahukah anda apa sesungguhnya inti utama dari simbol revolusi mental itu? berikut ini kami sampaikan sejarah tercetusnya ide itu dan asal muasal keluarnya nilai revolusi mental ke hadapan publik. Ada hal-hal yang tidak kita ketahui bahwa sesungguhnya itu bukan sekedar definisi mental secara harfiah, tetapi merujuk pada suatu ritual/ajaran kepercayaan tertentu yang ingin mengubah dunia secara keseluruhan.

Sejarah Asal "Revoluasi Mental"

Para bankir Kabalis telah mensubversi lembaga-lembaga politik dan sosial kita serta menggunakan pemerintah untuk memperbudak kita sesuai dengan cetak biru dari The Protocols of the Elders of Zion. Manusia seluruhnya di dunia dan pemerintahannya harus ”seperti anak-anak di bawah umur,” demikian kata Protokol.(15)

Selalu ada dua jenis orang Yahudi: mereka yang mengikuti Pemberi Hukum, Musa, di satu sisi, dan Jamaah Baal di sisi lain. Sayangnya, yang terakhir telah menang sambil tetap mempertahankan sebagian kecil prestise Hukum Musa (yang menguntungkan tujuan mereka seperti mengenai Palestina). Dan mereka bergabung dengan para pengkhianat dari setiap latar belakang, (pendidikan, bangsa dan agama) yang tanpa ragu-ragu mengkhianati sesama mereka untuk keuntungan pribadi.

Sepanjang sejarah, para penyembah Lucifer ini telah mengobarkan semangat perang melawan Tuhan, Sang pencipta spiritual yang secara alami melekat kepada diri manusia. Mereka telah berusaha untuk meniadakan Tuhan dan memperbudak manusia, dan keberhasilan mereka sudah semakin sangat dekat. Inilah makna esoteris sebenarnya dari kata “revolusi.”

Sebagian besar dari keberhasilan yang telah mereka capai ini menyebabkan penghancuran empat sumber identitas manusia dan maknanya : ras, agama (Tuhan), bangsa dan keluarga (gender.) Mereka melakukannya untuk menciptakan satu ras, satu agama, satu gender dan satu Pemerintahan Dunia (New World Order). Pada saat yang sama, kulture kita semakin tak menentu, bejat dan tak berarti.

Bahkan bakteri pun memiliki budaya. Budaya sejati adalah pencarian untuk mengekspresikan dan mewujudkan cita-cita spiritual yang universal seperti Kebenaran, Keadilan dan Keindahan, yaitu Tuhan. Ketika Tuhan ditolak, manusia pergi ke arah lain : kerusakan moral, yaitu apa yang diterima sebagai budaya hari ini. perubahan besar-besaran baik mental dan spiritual. Semuanya ditujukan untuk menjadikan manusia yang bersikap menolak Tuhan, menolak kebenaran, keadilan dan keindahan.



Artikel Terkait: