Kamis, 03 Agustus 2017

"MASA KEGELAPAN" ITU TELAH MENUTUPI BUMI

Gelap, lawan kata dari terang. Terang mewakili kata cahaya, sementara gelap mewakili hitam dan kelam. Adapun kondisi yang sedang terjadi saat ini adalah kita sudah dimasa kegelapan, apa itu definisi kegelapan? Yaitu kondisi umat yang tidak lagi diterangi cahaya, cahaya kebenaran dan iman. Siapa yang mewakili cahaya, mereka adalah alim ulama, Kyai, cerdik pandai dan para pemimpin umat yang senantiasa menerangi manusia dari kegelapan dunia dan senantiasa menjadi petunjuk menuju jalan yang lurus dengan ilmu dan amalannya. Selama ini dunia terang benderang dengan cahaya ilmu dan ma'rifat para wali, tetapi ketika dunia barat mengembangkan sayapnya, maka tertutuplah cahaya islam oleh asap tebal kehitaman. Tak nampak lagi cahaya kebesaran islam di muka bumi, sebagaimana sabda dan Firman-Nya berikut ini:

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah[2]:257)

DI MASA LALU, ada banyak kyai, ulama, buya, sultan, dato, dan sebagainya yang selalu bisa memberikan cahaya terang kepada umat, dikala umat merasakan kegelapan hidup dan dikala ada banyak yang tersesat. Para tokoh ini yang memberikan mereka cahaya iman ke dalam jiwanya, sehingga ada banyak yang selamat dari berbagai fitnah dan kesesatan. Tapi kini cahaya itu satu persatu hilang dan yang tersisa adalah cahaya-cahaya semu dan cahaya palsu. Mereka memang layaknya cahaya, tetapi cahaya mereka sudah tidak berkilauan, cahaya mereka sudah mulai redup akibat terlalu dekat dengan kegelapan. Cahaya ini tidak bisa menerangi lagi, karena cahayanya hanya sebatas patulan dari kejauhan yang remang-remang. Sinarnya tidak mampu menerangi umat, karena sudah digadaikan kepada penguasa. Peristiwa besar yang mengawali peristiwa ini adalah ketika diterbitkannya perpu ormas yang mengatur tentang keberadaan ormas islam di masyarakat. Orang islam dilarang berserikat dan berkumpul menggemakan agamanya. Seketika langit menjadi hitam dan awan gelap menutupi cakrawala, itulah puncak dari segala kegelapan yang terjadi saat ini.

Sisi gelap dunia saat ini sudah semakin pekat, menutupi setiap titik-titik cahaya yang akan muncul ke permukaan. Siapa itu titik-titik cahaya yang dimaksud? mereka adalah kaum yang menggigit kuat-kuat ajaran Quran dan Hadist, para pemilik kegelapan berusaha menghalangi cahaya yang dipancarkan dengan memasung dan mengawasi setiap langkah mereka ketika ingin memancarkan sinarnya. Walau ada jutaan orang yang ingin melihat langsung dan merasakan sendiri pancarannya, hal itu tidak akan terjadi karena kelompok kegelapan ini terus mengintai dan menutupi jalannya.

Lalu siapa itu para pemilik kegelapan?

“ Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” ( QS Al-Baqarah : 17 – 18 ) Mereka adalah para pemilik dunia, penyembah berhala/syetan, pemilik kesesatan, pemilik media sekuler, merekalah yang sekarang sedang berkuasa. Menebarkan sisi kegelapan dunia ini dengan berbagai simbol, doktrin, faham dan gaya hidup kesesatan. Salah satu wujud nyatanya adalah penyebaran narkoba, itulah salah satu bentuk kegelapan yang sedang di suntikkan ke masyarakat ini secara luas dan masif, sehingga mereka kelak akan masuk ke dalam dunia yang sangat gelap dan sangat jauh dari cahaya. Orang yang masuk dalam dunia kegelapan, tidak akan bisa keluar dengan selamat dan mereka akan berakhir dalam kesesatan.

Kedua, pemanfaatan teknologi informasi yang saat ini sudah berhasil mengalihkan perhatian umat ke pada dunia diluar sana yang semua isinya penuh kepalsuan dan kebohongan. Jiwa-jiwa ini semakin jauh dan menjauhkan diri dari dzikir, shalawat, mengingat kematian, saling bertegur sapa, saling mengingatkan, semua sudah berhasil dijauhkan dari ketaatan dari mengingat dan mengagungkan sang Khalik Pemilik Cahaya, pada akhirnya mereka hanya menjadi jiwa-jiwa kosong dan penuh tipuan.

Dalam perjalanannya, siapa saja yang berhasil diselewengkan perhatiannya, maka mereka akan masuk dalam perangkap syetan. Walau disekelilingnya ada cahaya datang menghampiri, mereka tidak bergeming dan tidak mempedulikan, mereka terus terlena dalam kesibukan dunia. Itulah wujud kegelapan yang sudah berhasil menyelimuti orang dengan balutan selimut sutra nan lembut, tapi sesungguhnya itu adalah dalam rangka memadamkan cahaya iman di dalam hati mereka. Semakin hanyut semakin redup cahaya hingga akhirnya mereka akan menanggalkan imannya demi harta dunia.

Allah swt memberikan setitik cahaya ke dalam hati setiap orang yang beriman, cahaya itu akan semakin terang ketika si fulan mengasahnya dengan mengamalkan dan mengimani ajaran AL Quran, hadist dan sunnah. Karena AL Quran juga adalah salah satu sumber cahaya disamping amalan lain seperti dzikir dan shalawat. Orang yang rutin beramal sholeh, maka ia sesungguhnya sedang menjaga agar cahaya dalam dirinya tetap menyala, tetap memberinya kekuatan iman. Sementara orang yang tidak pernah menjaga cahaya imannya, mereka akan mudah tergelincir dan tersesat dalam kegelapan.

Lalu bagaimana kondisi umat yang ada saat ini?


Ada banyak orang yang mulai menyadari bahwa semua kesenangan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau. Cahaya iman merekapun sudah mulai redup dan mulai pudar, ketika dimasa lalu telah berbuat lalai kepada Allah swt. Jika diibaratkan, saat ini mereka sedang menggenggam sebatang lilin kecil, jika lilin sudah mau habis maka mereka harus segera menyiapkan lilin baru yang sudah mereka siapkan selama perjalanan, lalu mereka memasuki ruangan gelap tanpa cahaya, dan mereka berusaha mencari sumber cahaya lain yang ada disekitarnya, dan ketika dia melihat ada setitik cahaya di kejauhan, lalu ia segera mendekati sumber cahaya itu, dan didapatinya ternyata itu ada kumpulan dari banyak orang yang juga sedang mengerumuni asal cahaya obor paling terang disitu (kita sebut saja salah satu ustad yg sedang viral saat ini di medsos yaitu Ustad Abd. Somad Lc.MA) dan mereka semua satu sama lain saling menerangi dalam kegelapan).

Semakin lama semakin banyak yang ikut bergabung, tapi apa yang terjadi, ada seseorang yang datang ingin meredupkan cahaya sang ustad dengan memberinya peringatan agar cahaya yang dipancarkannya jangan terlalu menyilaukan mata dan menarik perhatian. Dan itulah yang sedang terjadi saat ini, ada seorang ustad viral di medsos, banyak yang simpati padanya tapi ada saja yang terganggu, terakhir tersiar berita ustad ini mendapat intimidasi karena ceramahanya dianggap mengganggu telinga tetangga sebelah. Maka dari itu sang ustad akhirnya, belakangan ini menurunkan gema lantangnya suara. Atau kasus seorang guru agama dipenjara karena memaksa muridnya mendirikan shalat berjamaah di kelas. Tapi apakah itu bisa memadamkan cahaya islam? Allah swt maha mengetahui apa yang baik bagi umat-Nya.

Lalu apa yang terjadi dengan golongan yang selain islam (non mulim)?


Dalam keadaan kegelapan seperti ini, mereka kaum non islam sama sekali tidak punya cahaya dalam dirinya, bahkan lilinpun tidak. Dalam ruangan gelap gulita mereka berjalan dengan meraba-rba dan mengendus dengan semua panca inderanya untuk menemukan seberkas cahaya, tapi tidak mereka temukan, dan yang akhirnya mereka lakukan adalah mereka menabrak apa saja yang ada dihadapannya, menginjak dan menendang apa saja yang tidak bisa mereka lihat. Perilaku mereka bagaikan orang buta yang tidak tentu arah, hingga akhirnya mereka menyerah pada keadaan.

Jika dalam perjalanan mereka menemukan setitik cahaya yang dipegang umat muslim, maka mereka segera menghampiri cahaya tersebut dan berharap bisa diberikan sedikit cahaya, tapi apa boleh buat, mereka tidak memegang lilin sama sekali, tangan kosong, maka mau tidak mau mereka akan mengikuti kemana saja si muslim yang memegang cahaya tadi. Di ikutinya si muslim ke arah mana saja ia berjalan, atau jika mereka tidak sanggup mengikutinya lagi, maka iapun akhirnya menyatakan diri mereka mau beriman kepada islam, semata-mata agar bisa mendapatkan sebatang lilin untuk berjalan bersama dalam kegelapan. Orang non muslim yang melihat dengan hati mereka akan bisa merasakan bahwa cahaya itu memang menuju kebenaran, bukan sekedar cahaya. Cahaya itu akan membawa mereka kepada Keabadian.

Pada beberapa kasus, mereka ada yang mencari jalan pintas dengan cara membeli sumber-sumber cahaya kepada para peramal, dukun, dan sihir, memang seketika mereka mendapatkan cahaya, tetapi cahaya itu membawa mereka kepada jalan kesesatan, dan sifatnya hanya sementara. Ada juga yang akhirnya yang putus asa dengan upayanya bertahan di tengah keadaan gelap gulita ini, ada sebagian yang berakhir dengan bunuh diri, minum racun serangga, hilang ingatan, depresi berat, saling bunuh dan sebagainya. Berapa lama orang bisa bertahan dalam kegelapan cahaya, maka seperti itulah kondisi yang umat alami saat ini, jika mereka punya cukup iman, semoga saja Allah swt memberikan mereka kekuatan.


Lalu Apa yang jadi penyebab semua ini?


Beberapa sumber menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari sebab; sudah banyak orang yang lalai, lupa, dan terlena pada dunia. Mereka menganggap pemimpin mereka dapat menggantikan peran ulama, sesungguhnya tidak. Pemimpin yang tidak mengerti apa-apa tentang agama, mereka sedang membuat banyak jebakan untuk umat yang jumlahnya makin banyak tiap tahun ini (istilah mereka bonus demografi). APakah kalian menyangka, pemimpin ini akan memberikan akan hadiah dan memberikan anda rumah yang indah. Padahal sesungguhnya mereka sendiri pun tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri dari siksa neraka, dan faktanya saat ini ada banyak ulama yanag justru memberikan kursi yang tinggi kepada penguasa, karena menganggap penguasa juga akan memberikan mereka tempat istimewa.

Berikut ini kami lampirkan ceramah ustad Abdul Somad, Lc.MA tentang perilaku ulama jahat atau Ulama Suu, ulama yang tidak mampu memegang amanah dan akhirnya ikut bersama penguasa menyesatkan umat.



Lalu apa yang sedang terjadi di masyarakat saat ini?

Timbul sebuah fenomena sebagai lanjutan kekecewaan yang sudah dituangkan dalam gerakan Aksi 212 tahun lalu, ketika kasus penistaan agama oleh Ahok mengecewakan banyak orang. Timbul sebuah gerakan anak muda yang menamakan diri mereka muslimcyberarmy, mereka terdiri dari kumpulan anak muda yang peduli dengan kondisi keterpurukan umat. Mereka bergerak di dunia maya, membuat situs dan website yang bisa diakses banyak orang mengenai sepak terjang dan kiprah mereka menebarkan berita tidak imbang sebagaimana yang selalu disiarkan media mainstream yang sangat memihak penguasa. Para anak muda ini menguasai media informasi berusaha mengendalikan berbagai isu dan berita yang tidak menguntungkan umat muslim, pengikut mereka juga sangat banyak dan setia terus mengikuti perkembangan kabar berita. Terhubung dengan berbagai perangkat mereka masuk ke berbagai komunitas dan mendebat siapa saja yang ingin memojokkan umat. Dan belakangan kelompok ini diberitakan sudah banyak dihadang keberadaannya di media sosial, aksesnya di intai dan diawasi intelegen, tetapi semoga saja Allah selalu memberi mereka kemudahan. Inilah dampak dari berbagai bentuk ketidakadilan dan kekacauan belakangan ini.

Lalu apa yang harus dilakukan umat?

Jika masih bisa kita mengajak ulama kita untuk bisa melihat jernih kondisi umat saat ini, maka rangkullah ulama itu untuk jangan lagi menjadi penjilat penguasa, penyembah kekuasaan, ajaklah mereka berdialog dan merapatkan barisan, karena kepada siapa lagi umat ini meminta perlindungan kecuali kepada para alim ulama yang takut kepada ALlah swt bukan yang takut kepada penguasa. Bagaimana nanti mereka mempertanggung jawabkan kondisi ini di hari akhir kelak, sadarkanlah mereka bahwa semua itu hanya fatamorgana. Jangan lagi mau dijadikan alas kaki para penguasa yang siap di injak-injak, tapi jadilah pemimpin umat yang bisa menerangi dan memberi petunjuk jalan menuju kebenaran dengan kesabaran. Agar cahaya kembali menerangi bumi Allah swt ini, agar jangan lagi umat berlama-lama dalam kegelapan, sehingga kita semua bisa selamat di dunia dan akhirat.


Artikel Terkait: