Minggu, 29 September 2013

Kisah Syaikh Wahid Abdussalam Setan Mencintai Perceraian

Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.’” (HR. Muslim).

Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dengan perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, peluang besar bagi manusia untuk terjerumus ke dalam zina, yang merupakan dosa yang sangat besar kerusakannya dan menjadi skandal terbanyak.” (Faidhul Qadir, 2:408)


Kali ini akan kami suguhkan cerita menarik tentang masuk islamnya Shaqwan, salah satu jin penyebab perceraian yang kami terjemahkan dari salah satu kitab Syaikh Wahid Abdussalam Bali (ulama ahlus sunnah di mesir), selamat menyimak…

Syaikh Wahid Abdussalam Bali berkisah:

Ada seorang wanita yang sangat membenci suaminya. Ia selalu merasa tidak nyaman bersama suaminya baik ketika di rumah maupun di kantor. Selain itu ia melihat wajah suaminya layaknya binatang binatang buas. Dari tanda-tanda tersebut saya yakin bahwa dia berada di bawah pengaruh sihir.

Suaminya telah membawa istrinya ke peruqyah, dan melalui tubuh istrinya jin tersebut berkata bahwa ia dikirim melalui sihir kepada istrinya. Peruqyah itu pun menyerang jin itu bertubi-tubi, namun tak ada respon berarti dari jin itu. Suaminya berkata bahwa istrinya telah dibawa berobat selama satu bulan, sampai jin dalam tubuh wanita itu memerintahkan sang suami untuk menceraikan istrinya. Sayangnya suaminya pun memenuhi permintaan jin itu dengan melakukan talak satu. Setelah itu sang suami membawa istrinya pulang, dan istrinya pun sembuh selama satu minggu. Namun tidak lama kemudian jin itu kembali menyerang istrinya. Oleh karena itu akhirnya sang suami membawa istrinya kepadaku. Aku membacakan beberapa ayat al quran pada wanita itu, lalu wanita itu akhirnya kesurupan dan berikut isi percakapan antara aku dan jin tersebut.

Aku : Siapa kamu?
Jin : Aku Shaqwan
Aku : Apa agamamu?
Jin : Nashrani
Aku : Kenapa kau mengganggu wanita ini ?
Jin : Untuk memisahkan ( menceraikan ) dia dengan suaminya.
Aku : Aku punya permintaan padamu, apabila kau menyetujuinya Alhamdulillah.
Jin : Gak usah repot, aku gak bakalan keluar dari tubuh wanita ini, suaminya pun sudah kubuat pontang-panting membawa wanita ini berobat.
Aku : Aku gak memintamu keluar dari tubuh ini…
Jin : Jadi apa maumu?
Aku : Aku ingin kau memeluk islam, jika kau mau Alhamdulillah, namun jika tidak, sungguh tidak ada paksaaan dalam beragama.
( Setelah dialog panjang akhirnya jin itu mau masuk islam)
Aku : Apakah kau telah benar-benar menjadi seorang muslim atau kau hanya menipuku?
Jin : Kau tidak dapat memaksaku menjadi seorang muslim, namun sungguh aku masuk islam memang benar-benar dari lubuk hatiku. Tapi…
Aku : Tapi apa?
Jin : Sekarang aku melihat di depanku sekelompok jin nasrani yang sedang mengancamku, dan aku takut mereka akan membunuhku.
Aku : Oooh… Gak usah khawatir, aku akan memberikanmu senjata yang akan mencegah mereka mendekatimu.
Jin : Tunggu apa lagi, berikan sekarang senjata itu padaku..!
Aku : Eiits…tunggu dulu sampai diskusi kita selesai…
Jin : Apa lagi yang kau mau?
Aku : Untuk membuktikan bahwa kau telah menjadi seorang muslim, kau harus keluar dari tubuh wanita ini.
Jin : Ia, aku sudah menjadi seorang muslim, namun bagaimana caraku kabur dari penyihir yang mengirimku jika aku keluar dari tubuh wanita ini?
Aku : Mudah, jika kau setuju untuk keluar.
Jin : Baiklah.
Aku : Dimana letak benda sihir yang dibuat penyihir itu?
Jin : Terkubur di halaman belakang rumah wanita ini. Namun aku tidak bisa menentukan letak pastinya, karena disana ada jin yang bertugas menjaga dan memindahkan benda itu tatkala letak benda itu ada yang mengetahui.
Aku : Udah berapa lama kau bekerja untuk tukang sihir itu..?
Jin : Sekitar 10 atau 20 tahun ( syaikh lupa berapa tahun pastinya, 10 atau 20 tahun), dan sebelum wanita ini, tiga wanita lainnya telah menjadi korbanku.
( Jin tersebut bercerita tentang tiga wanita yang menjadi korbannya, dan setelah jelas bagiku bahwa ia berkata jujur, maka kukatakan padanya…)
Aku : Ambillah senjata yang telah kujanjikan padamu!
Jin : Apa itu?
Aku : Ayatul Kursi, Setiap kali jin kafir dating ingin menyerangmu, maka bacakanlah ayat kursi, niscaya mereka akan lari darimu. Apakah kau hafal ayat kursi?
Jin : Iya . Aku menghafalnya dari wanita ini, sebab dia sering membaca ayat kursi. Tapi bagaimana caraku lari dari penyihir itu?
Aku : Keluarlah sekarang dan tinggallah di mekah, diantara jin-jin muslim yang beriman pada Allah.
Jin : Tapi apakah Allah akan mengampuni dosa- dosaku?
Aku : Iya.. sebagaimana firman Allah, ” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“ ( Surat Az Zumar ayat 53)

Jin itu pun menangis dan berkata,
Jin : Ketika aku pergi, sampaikanlah permohonan maafku pada wanita ini.

Akhirnya jin itu pun pergi, lalu aku membacakan ayat al quran pada air dan menyuruh suaminya untuk menyiramkan air itu ke halaman belakang rumahnya.
Setelah beberapa lama kemudian, aku mendapat kabar dari suaminya bahwa istrinya telah pulih. Sungguh kesembuhan itu bukan dari ku namun semata-mata dari Allah.

=====

Demikianlah kisahnya, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Buat para suami sayangilah istrimu, berikanlah perhatian padanya dan bersabarlah terhadap kelakuannya yang sekiranya tidak kau sukai. Dan buat para istri, sungguh suami mu adalah pemimpin bagimu dan anak-anak mu. Patuhilah perintahnya, dan sayangilah ia, sungguh suami itu adalah anak kecil yang berbadan besar, dengan sedikit perhatian dan senyuman darimu hatinya akan gembira dan bersuka cita. Dan buat para “jomblowers”, janganlah terjebak melalui hubungan “aneh” bernama pacaran. Kalau engkau memang suka terhadap seorang gadis, bicaralah pada orang tua mu, utarakan niatmu, dan berdoalah pada Allah, niscaya kau akan temukan Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Akhirul kalam, Alhamdulillahi rabil `alamin….
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Ditulis ulang oleh :
Perdana Akhmad, S.Psi
http://quranic-healing.blogspot.com/2013/09/masuk-islamnya-shaqwan-sang-jin.html

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar