Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Rabu, 15 Maret 2017

KENAPA NON MUSLIM SULIT MENERIMA ISLAM?

Di jaman modern dan semua informasi bisa diakses dengan mudah. Di jaman ketika tidak ada lagi penolakan terhadap sebuah keyakinan dan agama. Dimasa yang serba cepat ini, didalam keadaan serta terbuka seperti saat ini, dimana ada banyak kaum non muslim yang menyadari keindahan ajaran islam, mereka setuju dengan cara pandang muslim, namun hingga kini mengapa mereka belum mau membuka hatinya untuk menerima Islam sebagai agamanya. Mengapa mereka masih tetap dalam agama lamanya (kristiani, tionghoa, budha, hindu dll), dimana kita juga melihat kebanyakan kaum non muslim di negeri ini sulit diajak berhijrah menuju islam? Mereka sama sekali tidak tertarik ingin mempelajari islam secara sukarela. Meskipun mereka tahu bahwa agama yang mereka anut bukan bersumber dari kebenaran, walaupun mereka tahu didalam ajaran agamanya terdapat banyak kesimpangsiuran. Dan walau mereka tahu bahwa ajaran islam adalah agama yang benar, serta mereka sudah menyaksikan dengan mata kepala sendiri sudah banyak pastur di kalangan mereka yang berhijrah menerima islam. Tapi mengapa mereka tidak berminat untuk menerima islam. Mengapa mereka masih menolak islam dalam dirinya? Sebagai satu-satunya sumber kebenaran sejati? Apakah fenomena ini terjadi karena mereka benar-benar menolak, atau sebenarnya mereka mau menerima tetapi ada banyak faktor yang menghalangi niat baik mereka? Maka hal itu akan menjadi kajian kita bersama, bagaimana sebenarnya kondisi yang terjadi di lapangan.

Mengacu pada data yang ada, menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan minat dan ketertarikan warga non muslim kepada islam. Data ini bisa dilihat dari hasil observasi yang dilakukan komunitas Mualaf Center Indonesia. Ada banyak non muslim yang ingin berpindah keyakinan tetapi sayangnya tidak ada media yang mau memfasilitasi dan memberikan ruang. Para non muslim ini terkendala fasilitas dan media yang mampu memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin belajar banyak tentang islam. Para calon mualaf ini akhirnya mencari jalan dengan cara browsing internet dan mempelajari agama islam secara otodidak di media sosial. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan harusnya bisa menggungah hati kita untuk bisa membantu saudara kita yang ingin mengenal islam dengan baik.

Berikut ini kami uraikan ada beberapa sebab mengapa para calon mualaf ini kesulitan mendapatkan informasi lengap tetang islam. DAlam hal ini kita beranggapan bahwa kebanyakan dari mereka sudah mengenal islam secara garis besar, tetapi untuk mempelajari lebih mendalam mereka mengalami banyak kesulitan. Beberapa kesulitan yang pada akhirnya menghambat niat mereka untuk bisa memeluk islam adalah:

1. Kurang Informasi dan Referensi

Kalau diluar negeri ada banyak lembaga independen yang menyediakan berbagai informasi mengenai tata cara berpindah keyaninan. DI negeri mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini sangat minim perpustakaan atau pusat kajian islam. Tidak ada lembaga yang khusus menangangi urusan perpindahan agama, mereka biasanya mencari tahu dari mulut ke mulut atau di internet. Akhirnya informasi yang mereka dapat simpang siur dan tidak banyak membantu mereka mendapatkan informasi lengkap, tapi yang didapat sepoton-spotong dan tidak membantu proses mereka ingin menjadi mualaf. Pada akhirnya, mereka mengurungkan niat lalu kemali lagi pada keyakinan semula.

2. Masyarakat Belum Siap

Alasan kedua ini lebih disebabkan karena stigma masyarakat yang masih belum terbiasa dengan keinginan seorang non muslim berpindah agama menjadi muslim. Masyarakat kita kerap kali dibenturkan dengan sikap apatis niat seseorang yang ingin berpindah agama dianggap sebagai bahan perbincangan. Masyarakat kita secara mental belum siap dengan sikap keterbukaan non muslim yang menyatakan diri mereka ingin menerima islam. Sebagai contoh sederhana saja, seorang calon mualaf menyatakan dirinya ingin pindah agama lalu mengungkapkan kepada seorang teman, pasti reaksi si teman yang muslim ini akan menunjukkan keanehan. Dianggap niat tersebut hanya candaan dan gurauan saja, bukan sesuatu yang dianggap serius. Seperti itulah reaksi kebanyaka muslim, masih dianggap sebagai wacana karena jika hal itu sampai terjadi, dianggap bisa menimbulkan konflik antara agama asal si mualaf dengan agama baru. Hal seperti in yang akibatnya membuat timbul keraguan niat si calon mualaf akan diterima oleh orang muslim kebanyakan.


3. Tekanan dari keluarga Non Muslim


Suka atau tidak, sebenarnya ada banyak non muslim yang tertarik dengan islam, mereka sudah berusaha mencari tahu tentang islam dari banyak sumber. Tapi sayangnya, ada satu hambatan yang tidak bisa mereka hindari, yaitu sulitnya anggota keluarga menerima kenyataan. Karena di negara manapun hal ini terjadi, dan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seorang calon mualaf yang ingin berpindah keyakinan, masalah terbesarnya adalah takut dikucilkan oleh keluarga. Dibuang hingga ada juga yang akan dibunuh, akibat sikap ini akan mencoreng nama baik keluarga besar si mualaf.

Sekarang bisa kita fahami, alasan mereka islam ternyata bukan karena kandungan ajaran kebenaran yang disampaikan rasulullah, namun diantaranya karena kurangnya nara sumber dan institusi yang menaungi niat para mualaf berpindah agama, sikap dan perilaku mayoritas muslim yang tidak siap dengan perubahan dan Adanya tekanan dari anggota keluarga. Alasan ini menjadi sebab ada banyak non muslim yang diawal merasa tertarik dengan islam tapi ditengah perjalanan, ketika mereka akhirnya mengurungkan niatnya karena faktor-faktor diatas. Berbagai tekanan dan cercaan dari kerabat dan keluargalah yang paling akan membuat mereka hancur.

Sekali lagi bukan karena islam tidak menarik perhatian mereka, tetapi karena berbagai ancaman penolakan dari orang terdekatlah yang paling mereka khawatirkan. Seakan dunia ini akan kiamat dan berakhir seketika jika mereka menyatakan diri mereka seorang muslim. Walau pada kenyataannya, pada beberapa kasus ada juga keluarga yan bisa menerima kenyataan ini dan mereka tidak mempermasalahkan salah satu anggota keluarganya seorang muslim. Kita ambil contoh; Ustad Felix Siauw. Datang dari keluarga kristiani yang taat, Felix akhirnya memilih islam dan keluarganya tetap memberi dukungan penuh kepadanya. Tidak ada yang berubah dari sisi keluarga mereka dan mereka tetap bisa saling menyayangi. Untuk memahami lebih jelas ada banyak link video yang bisa dijadikan referensi, salah satunya video Mantan PAstur Khatolik, Steven Indera Wibowo.

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap, inilah yang perlu menjadi pelajaran bagi kita semua. Apa yang terjadi bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa sebenarnya ada banyak non muslim diluar sana yang tertarik dengan keindahan islam, tapi sayangnya mereka kini terbentur banyak masalah, terutama yaitu kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah serta keluarga terdekat. Hal yang paling utama bagi mereka yang ingin mendapatkan kebenaran, harus menyimpan rapat-rapat pintu dialog dengan siapapun, karena jika diungkapkan maka seakan nyawanya menjadi terancam.

Dan harusnya dengan pendekatan lemah lembut kita akan mampu merangkul mereka, karena hakikatnya jiwa mereka terkekang dan terbelenggu. Hakikatnya hati mereka keras dan marah/kecewa, tetapi ada baiknya kita menggapai tangan mereka dengan keindahan dan keramahan atas nama islam. Karena dalam hati yang keras dan marah itu tersembunyi kelembutan, tersembunyi kebutuhan ingin disayangi dan dilindungi. Kita selaku penganut mayoritas harusnya melindungi mereka dan memberikan pelayanan terbaik dalam banyak hal di kehidupan ini. Bersikap toleransi dan menghormati apapun pilihan yang ingin mereka jalani, kita tetap saja dianjurkan untuk menjaga sikap dan perilaku santun dan sabar. Jangan lagi meremehkan, merendahkan apalagi mencemooh, perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya umat pada umumnya. Karena itu akan bisa mendatangkan kebaikan baik kita semua, yaitu turunya rahmat Allah atas hati umatnya yaitu Islam Rahmatan Lil alamin.

Semoga saja dengan timbulnya kesadaran ini, di tahun-tahun akan datang, akan ada lebih banyak kaum non muslim yang sudah mendapatkan cahaya hidayah dan mau menerima islam dengan penuh kemudahan, mereka pada akhirnya bisa menjadi muslim sebagaimana muslim kebanyakan.

Entri yang Diunggulkan

KENAPA PERPU ORMAS HARUS DI TOLAK? INI ALASANNYA..MUSLIM WAJIB SADAR

Berikut ini kami sampaikan sebuah fakta yang digali dari buku karya seorang ahli sejarah Prof. Salim Said mengenai tragedi 1998 yang men...