Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Jumat, 03 Maret 2017

EMPAT SRIKANDI INI MEMUKAU RAJA SALMAN BIN ABDUL AZIZ

Pada saat penandatangan MOU antara Indonesia dan Arab Saudi, ada suatu pemandangan khusus yang tidak biasa terjadi disana, sang Raja memandang dengan penuh perhatian dan khusuk pada saat dipanggilkan nama-nama menteri yang melakukan penandatangan 11 Mou di berbagai bidang berbeda, empat orang diantara sebelas nama yang disebutkan terdiri dari empat orang perempuan. Ke empat perempuan tangguh tersebut adalah; Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayati, Menteri Luar Negeri Retno Mashudi, Menteri Kesehatan Nina F. Moloek, dan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Ke empat perempuan super ini membidangi posisi-posisi penting dan vital banyak berhubungan dengan masyarakat luas. Dan mereka adalah perempuan pilihan yang dipercaya presiden Jokowi untuk menjalankan tugasnya sebagai pengambil kebijakan penting di bidangnya untuk masa bakti tiga tahun kedepan. Mereka hanya sedikit contoh dari sekian banyak perempuan yang mampu memegang posisi tinggi dan penting di negeri ini.

Apa yang menarik disini adalah bahwa di Negara Arab sana, belum ada posisi strategis dan penting setingkat menteri dipangku oleh seorang perempuan. Posisi perempuan di sana sangat ekslusif dan terbatas, mereka tidak bisa berperan banyak dalam bidang pemerintahan dan managerial suatu institusi. Hak perempuan dalam masyarakat Arab Saudi adalah berlandaskan hukum Islam dan budaya kesukuan, dimana pembatasan gerak perempuan serta kehormatan perempuan dianggap sesuatu yang amat penting oleh masayarakat. Walau beberapa waktu belakangan ini sudah mulai terjadi perubahan di kalangan masyarakat agar perempuan diberikan ruang gerak, tetapi ini tentu saja masih membutuhan proses yang panjang.

Sementara di Indonesia, gerakan emansipasi perempuan sudah dimulai sejak masa RA. Kartini dan masih terus diperjuangkan hingga kini. Maka dari itu hal-hal seperti ini sudah dianggap biasa dan tidak menjadi pertentangan lagi, karena kini nilai kesetaraan gender sudah bisa diterima masyarakat dan orang sudah mengukur keberhasilan seorang adalah dari kecakapan dan kepintarannya, bukan dari jenis kelaminnya.

Mungkin raja salman juga sudah terbiasa melihat di negara lain, posisi menteri dipangku oleh satu dua perempuan, tetapi yang menarik disini adalah jumlah menteri perempuan yang akan mengelola investasi sang raja terbilang banyak, terdiri dari empat orang dari sebelas posisi yang disepakati. Atau bahkan adalah mereka adalah setengah dari total menteri perempuan di Kabinet Kerja Jokowi-JK yang masuk dalam jajaran penting yang akan mengelola asset Arab Saudi di Indonesia. Ini yang membuat sang raja terpukau dan terkesima dengan kepemimpinan presiden Jokowi, mampu memberikan mandate kepada seorang wanita yang dinegara mereka masih dianggap tabu untuk menjabat.

Yang membuat tema ini menjadi penting lagi adalah Sang raja Salman memberi perhatian khusus pada ke empat menteri perempuan ini karena melalui tangan perempuan-perempuan inilah nilai jutaan dolar niali investasi akan disalurkan. Berada dibawah kendali ke empat perempuan inilah segala bentuk kepercayaan akan diberikan, dan walau mungkin ada sedikit keraguan, maka sang raja harus memberikan kesempatan kepada keempatnya untuk menunjukkan keberhasilan kinerja dalam mengelola investasi mereka.

Dampak dibangunnya kepercayaan ini adalah akan memberikan banyak masukan kepada kerajaan Saudi Arabia, dimana kondisi ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat arab Saudi bahwa ternyata perempuan juga bisa diberikan tanggung jawab besar dalam bidang pemerintahan dan posisi penting lainnya. Bahwa perempuan juga boleh berkontribusi dalam berbagai bidang selama mereka benar-benar konsisten dan mumpuni di bidangnya.

Dan bagi keberlangsungan hubungan kedua belah pihak, semoga saja dengan dijalinnya hubungan baik ini juga bisa membuka mata kebanyakan Negara-negara muslim di timur tengah sana, bahwa sesungguhnya tidak ada yang salah dengan peran serta perempuan dalam pembangunan. Bahkan agama islampun mengajarkan agar laki-laki dan perempuan bisa saling bekerja sama dan saling bahu-membahu dalam berkehidupan. Memang benar ajaran inti dalam islam adalah agar memuliakan perempuan terutama ibu (orang tua), bahwa perempuan adalah mahluk berharga yang harus diistimewakan dan di jaga kehormatannya. Tetapi dalam kondisi ekonomi global yang penuh tekanan, di era keterbukaan dan dalam rangka menekan tingginya tingkat kejahatan dan kekerasan terutama terhadap anak, maka dalam kondisi ini sesungguhnya akan lebih banyak diperlukan sentuhan kelembutan tangan perempuan yang akan mampu meredakan ketegangan melalui kelembutan hati. Tidak bisa kita pungkiri bahwa di jaman serba cepat dan dinamis seperti ini, peran seorang perempuan juga akan sangat dibutuhkan dan banyak memberi pengaruh pada kehidupan secara keseluruhan.

Sebagai masukan bagi pemerintahan Jokowi-JK, sisi ini akan menjadi titik ukur keberhasilan Kabinet Kerja Jokowi dalam mengelola dana investasi arab saudi. Meski ke empat posisi menteri diisi oleh perempuan, tetapi harus mampu menunjukkan kemampuan dan kecakapan dan bekerja. Buktikan bahwa pilihan Jokowi adalah yang terbaik, terutama dalam rangka menumbuhkan rasa percaya pada para investor yang akan menanamkan modalnya, bahwa menteri yang dijabat seorang perempuan tidak akan ada perlakukan berbeda atau bahkan tingkat keberhasilannya juga sama besar dengan posisi menteri yang di kendalikan seorang laki-laki. Jika presiden Jokowi bisa membuktikan keseriusannya berbisnis dengan bangsa Arab Saudi, maka ini akan menjadi puncak kejayaan bagi rezim JOkowi karena mampu membangun trust (kepercayaan) bukan hanya kepada timur tengah tetapi juga kepada dunia.

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post