Kamis, 02 Maret 2017

INVETASI ARAB SAUDI BUKAN UNTUK JOKOWI, MELAINKAN UNTUK….

Sampai dengan saat ini ada banyak pihak yang mempertanyakan berapa total nilai investasi yang ditanamkan pihak Saudi Arabia setelah penandatanganan 11 MOU? Karena tidak disebutkan secara eksplisit sebagaimana yang terjadi di Malaysia, Pihak arab Saudi menandatangi MOU senilai $ 7 Miliar untuk investasi perusahaan tambang minyaknya Aramco. Sedangkan di Indonesia belum terjabarkan berapa perkiraan nilai investasi yang akan ditanamkan dari hasil penandatanganan 11 nota kesepahaman di 11 bidang berbeda. Ada beberapa pihak yang meragukan keseriusan pihak arab Saudi ini, ada juga yang masih optimis dan berharap nilainya cukup fantastis dan menggiurkan bahkan membuat iri kebanyakan Negara lain yang ada di kiri kanan Indonesia. Untuk mengetahuinya jelasnya mari kita bahas bersama.

Sebagaimana kita semua tahu kondisi ekonomi arab Saudi saat ini sebenarnya dalam kondisi yang kurang baik, sejak kejatuhan harga minyak dunia ke level $50 per barel, kini ekonomi arab saudi mulai melambat bahkan mengalami penurunan. Sejak kepemimpinan Donald Trump, iklim usaha di Negara Paman Sam itu juga kini sudah berubah karena lebih bersifat konservatif dan sangat melindungi kepentingan dalam negeri. Demikian juga kondisi ekonomi Eropa yang saat ini kurang memungkinkan karena ada banyak gejolak yang tidak bisa diprediksi. Kondisi ini nampaknya membawa banyak kerugian bagi bangsa penghasil minyak terbesar dunia ini, untuk mengkaji ulang kebijakan investasinya ke daerah lain yang dirasa memiliki keadaan ekonomi yang stabil dan tidak akan memberikan dampak buruk bagi nilai investasi yang akan mereka tanamkan dalam beberapa tahun ke depan.

Maka dari itu Asia kini menjadi pilihan terbaik saat ini, disamping mayoritas penduduknya adalah muslim, Asia juga dikenal dengan suhu politik dan ekonominya relative stabil dan sumber daya alam cukup melimpah. Kemungkinan resiko kerugian yang akan ditanggung tidak akan besar, mengingat Negara-negara asia ini tidak terlalu banyak didikte oleh kepentingan Negara Adikuasa dan relative independen dalam mengelola investasinya. Maka dari itu Arab Saudi kini memilih Asia yang dianggap mampu menjadi jalan keluar bagi permasalahan ekonomi arab Saudi saat ini. DImana mereka mengharapkan dengan adanya kesamaan visi dalam hal pembangunan berkelanjutan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, Asia dianggap masih bisa memberikan masa depan bagi arab Saudi saat ini.

Nilai investasi Arab yang ditandatangai dengan adanya 11 MOU dan dengan perbandingan jumlah rombongan yang sangat besar diboyong sang raja ini ingin menunjukkan bahwa, pada dasarnya pemerintah Saudi saat ini ingin memberikan signal bahwa pemerintah Saudi sendiri tidak akan menanamkan nilai uang dalam jumlah besar kepada Indonesia, karena sebenarnya Kondisi ekonomi Arab Saudi sendiri kurang memungkinkan melakukan banyak pengeluaran, melainkan bahwa pemerintah arab Saudi sedang menggiring seluruh anggota rombongan yang datang bersama raja saat ini, yaitu; para pangeran, bangsawan, pengusaha, pebisnis, konglomerat, kolega yang semua orang ini adalah para pemilik modal dan uang mereka masih relative banyak untuk berinvestasi.

Para pengusaha ini yang diajak sang raja untuk menanamkan modalnya di Indonesia dalam berbagai bidang terutama di 11 bidang yang di agendakan tersebut. Bahwa tujuan kedatangan raja Arab dengan 1500 rombongannya ke Indonesia adalah dalam rangka mengajak para konglomerat itu menanamkan modalnya di Indonesia untuk ke 11 bidang yang ditanda tangani bersama. Maka jika ada 1000 orang saja yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia dengan kisaran angka jutaan dolar amerika, maka diperkiraan total nilai investasinya sangat besar, bisa bernilai ratusan miliar dolar.

Para pengusaha dan konglomerat ini mau datang ke Indonesia dan masuk dalam rombongan raja bukan karena mereka sekedar ingin plesiran, tetapi ini adalah bagian dari strategi kerajaan arab Saudi untuk membukakan jalan bagi warganya yang ingin menanamkan modalnya dengan aman maka mereka bisa menjadikan Indonesia sebagai pilihan. Pihak kerajaan arab Saudi hanya membukakan akses bagi kolega dan kerabatnya agar bisa masuk ke dalam Indonesia sehingga ini bisa memberikan kemudahan bagi keduanya.


Raja Salman membawa seluruh pangeran dan keluarganya yang memiliki uang dalam jumlah besar dan banyak parkir di luar negeri, mereka kebingungan kemana harus menanamkan modalnya, maka dalam hal ini raja Salman memberikan alternative solusi bagi pangerannya (7000 pangeran) untuk berinvestasi di wilayah asia yang dianggap relative aman dan kondusif jika dibandingkan Negara-negara Eropa ataupun Amerika. Ini adalah salah satu dampak pergantian Presiden Amerika Serikat, dari Barack Obama menjadi Donald Trump yang konservatif, membuat banyak pengusaha mengalihkan investasinya ke Negara lain yang dinilai lebih aman dan stabil.

Lalu bagaimana pendapat para Negara-negara Asia yang ada di kiri kanan Indonesia (Australia, Singapura, malaysia) melihat fenomena ini? Yang pasti mereka merasa sangat iri, karena dengan begitu banyaknya MOU yang disepakati kedua belah pihak. Bisa menjadi tambahan modal masuk ke dalam Indonesia dalam jumlah besar dalam dalam cakupan yang luas bisa membawa dampak yang besar terutama bagi warganya. Karena para pengusaha arab itu akan menanamkan modalnya di lantai bursa efek, atau pasar saham dan sukuk ritel syariah, atau bersentuhan langsung dengan para pengusaha UMKM misalnya, mereka terjun langsung ke lapangan.

Negara-negara tetangga sudah pasti sangat iri dan juga sedikit ada rasa ketakutan, bahwa penggabungan dua kekuatan timur ini akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih besar lagi. Karena Indonesia dengan sumber daya alamnya yang melimpah digabungkan dengan Pengusaha arab Saudi yang kaya sumber keuangannya, akan mendatangkan modal dalam jumlah besar dan bergerak di berbagai bidang maka Indonesia akan bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maju ke depannya. Indonesia akan menjadi salah satu negara yang disegani kedepan.

Inilah kondisi yang sebenarnya sedang terjadi, jadi jangan selalu menilai kedatangan sang raja dengan nilai nominal investasi besar kerajaan, nilailah dari kekuatan ekonomi yang akan di dorong oleh keluarga kerajaan dan para pengusahanya, bahwa yang saat ini sedang memiliki uang besar adalah para anggota kerajaan, dan yang akan berperan memajukan pertumbuhan ekonomi nantinya adalah bangsa Indonesia dan keluarga kerajaan arab Saudi. Hubungan bilateral ini dijalin bukan sekedar karena kesamaan visi, tetapi lebih lagi karena adanya kesamaan kebutuhan dan keinginan untuk bergerak maju bersama dalam hubungan saling menguntungkan.

Maka dari itu sesungguhnya tujuan kedatangan raja arab Saudi ini sebenarnya dalam rangka investasi yang bukan ditujuan untuk kenpentingan rezim Joko WIdodo secara langsung, melainkan untuk seluruh warga Indonesia secara keseluruhan dan tanpa kecuali. Raja Salman dan Presiden Jokowi adalah mediator yang mempertemukan kepentingan warga dua negara dalam satu wadah.

Dan itu juga sebabnya di hari kedua kunjungan sang raja menyempatkan diri bertemu dengan anggota parlemen di DPR/MPR, pemuka agama dan tokoh lintas agama (Budha, Hindu, Katolik dsb), yang ingin menyampaikan kepada semua lapisan masyarakat agar saling mengaja keamanan, menjaga stabilitas dan persatuan antar sesama umat beragama, jangan ada permusuhan, jangan ada pertikaian yang bisa mengganggu iklim investasi dalam dan luar negeri.

Itu lah mungkin tujuan dan agenda besar kedatangan sang Raja Salman ke negeri Indonesia ini. Kita sudah sepatutnya bersyukur diberikan kesempatan baik untuk menunjukkan diri kita sebagai bangsa yang satu dan bangsa yang besar kepada dunia. Indonesia adalah Negara yang aman untuk investasi dan Negara yang punya masa depan cerah bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas investasinya di masa depan.

Inilah bentuk kasih sayang Allah swt kepada masyarakat muslim di indonesia, atas kesabaran dan ketakwaannya menghadapi berbegai cobaan dan masalah yang menimpa selama ini. Allah datangkan langsung investor muslim yang akan menolong ekonomi masyarakat dengan cara-Nya dan atas kehendak-Nya.




Artikel Terkait: