Hadits Nabi saw tentang kondisi manusia; "Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu." (HR. Tirmidzi).

Rabu, 18 Mei 2011

Bahaya Segitiga Bermuda, Obama Lanjutkan Warisan Bush

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Sebuah surat kabar Inggris mengatakan bahwa penjara rahasia yang dipelihara oleh pemerintahan Presiden Barack Obama di Afghanistan telah membahayakan dunia Barat.

Penyiksaan terhadap Binyam Mohamed, yang ditangkap dengan tudingan "terorisme" dan disiksa di Pakistan tampaknya merupakan sisa-sisa penyiksaan era pemerintahan George W. Bush.

Dalam sebuah artikel The Independent yang ditulis oleh Johann Hari, disebutkan: "Salah satu alasan yang membuat Obama terpilih sebagai presiden adalah keyakinan bahwa Obama akan mampu mengeluarkan kita dari perangkap ini, tapi yang terjadi justru sebaliknya, kita semakin terbenam dalam hal ini. Pemerintah Obama semakin memperluas perang Afghanistan dan menghadirkan pertempuran di negara Muslim lainnya."

Hari menambahkan bahwa CIA dan tentara bayaran kini beroperasi di Pakistan atas perintah Obama. Dimana CIA menirimkan pesawat tanpa awak dan menjatuhkan bom dan mengirimkan agen rahasia untuk menculik para tersangka. Sebagian besar korban jiwa yang ditimbulkan adalah warga sipil. "Kita mungkin tidak menyadari hal itu, tapi dunia Muslim tahu benar hal itu, tonton saja Al Jazeera setiap malam," tulis Hari.

Menurut Hari, Obama pernah berjanji akan menghapuskan jaringan penjara rahasia dan penculikan yang dioperasikan Bush. Hari menuliskan: "Saya tidak ingin mendengar perynataan yang menyebutkan bahwa ini adalah dunia baru, dan kita menghadapi musuh baru. Saya tahu itu, tapi sebagai orangtua, saya juga bisa membayangkan bagaimana rasanya jika ada anggota keluarga saya yang diculik tengah malam dan dikirimkan ke Guantanamo tanpa diberi kesempatan bertanya dimana lokasi penahanan mereka."

Sejumlah laporan yang dirilis baru-baru ini menyebutkan bahwa Obama memiliki sejumlah penjara rahasia, dimana para tahanan ditangkap dan dikurung tanpa tuntutan hukum dan tanpa batasan waktu. Obama bahkan mengembangkan penjara-penjara tersebut.

Seorang jurnalis yang berada di Kabul, Anand Gopal, mengungkapkan hal baru dalam tulisannya untuk majalah The Nation. Cerita Gopal dimulai di Zaiwalat, sebuah desa di Afghanistan, pada pukul 3.15 dini hari, tanggal 19 November 2009. Sebuah peleton pasukan AS menyerbu sebuah rumah untuk mencari Habub ur-Rahman, seorang programmer komputer muda sekaligus seorang karyawan pemerintah yang disebut sebagai seorang pendukung Taliban. Mendengar ribut-ribut, dua orang sepupu Habib datang dan mencari tahu, namun keduanya ditembak mati tentara AS. Habib kemudian digelandang ke dalam sebuah helikopter dan dibawa pergi, seiring dengan jerit tangis anak-anak di dalam rumah. Keluarga Habib tidak pernah tahu apakah Habib masih hidup atau tidak.

"Hal itu bukan peristiwa aneh di Afghanistan pada jaman sekarang. Di sebuah desa kecil yang penduduknya berjumlah 300 jiwa., ahda seumlah orang yang "menghilang" karena diculik AS."

Sepupu Habib, Qarar, yang merupakan pegawai pemerintahan Afghanistan, mengatakan: "Biasanya saya menonton televisi dan mengatakan bahwa orang-orang harus mendukung pemerintah dan pasukan asing. Tapi saya salah, orang-orang tidak perlu melakukan itu."

"Kemana menghilangnya orang-orang tersebut? Obama memerintahkan penutupan penjara rahasia CIA, namun Obama tidak memerintahkan penutupan penjara yang dioperasikan pasukan khusus. AS tetap memelihara Segitiga Bermuda penjara, dimana pangkalan udara Bagram yang tersohor itu menjadi pusatnya."

Stuart Couch, seorang jaksa militer, adalah satu dari sedikit orang yang pernah memasuki bekas hanggar Uni Soviet tersebut. Couch mengatakan: "Menurut pandangan saya, setelah beberapa kali berkunjung ke Guantanamo, penjara Guantanamo bagaikan sebuah hotel yang bagus jika dibandingkan dengan Bagram."

"Kami tahu bahwa setidaknya ada dua orang pria tidak bersalah yang disiksa sampai mati di Bagram. Penyiksaan seharusnya tidak lagi terjadi setelah masa pemerintahan Bush, dan Obama seharusnya melarang pernyiksaan. Kita semua tahu bahwa Obama mengizinkan penggunaan tahanan terpisah selama bertahun-tahun – sebuah proses yang seringkali membuat gila tahanan."

"Palang Merah internasional memang diperbolehkan mengunjungi sebagaian diantara mereka, namun dalam keadaan yang amat dibatasi, dan laporan mereka harus tetap dirahasiakan. Dengan keadaan semacam itu, tidak heran jika penyiksaan semakin sering terjadi."

Dalam tulisannya, Hari menyebutkan bahwa pemerintah Obama mengajukan banding menentang peraturan pengadilan yang menyebutkan bahwa para tahanan memiliki hak untuk melakukan proses hukum terhadap penangkapan diri mereka. Dan Gedung Putih tetap bersikeras bahwa mereka dapat terus menculik siapapun yang mereka anggap mencurigakan, dimanapun dia berada. Tanpa melalui proses hukum dan dijebloskan dalam penjara rahasia.

"Ya, Obama tengah memperjuangkan prinsip-prinsip yang melandasi penjara Teluk Guantanamo. Perdebatan panas mengenai penutupan kamp penahanan di Kuba tersebut hanyalah pengalih perhatian. Karena Obama sejatinya hanya ingin memindahkan penjara tersebut ke lokasi dengan iklim yang lebih suram," tulis Hari.

"Jika sudah terjerumus dalam sistem ini, maka tidak ada jalan keluar. Seorang pengacara asal New York, Tina Foster, membela tiga orang tahanan yang diculik pasukan AS di Thailand, Pakistan dan Dubai, lalu dijebloskan di Bagram, dimana mereka ditahan selama tujuh tahun tanpa tuntutan hukum. Dia (Foster) mengatakan kepada saya bahwa pemerintahan Obama – secara mengejutkan – hanya memiliki sedikit perkembangan dibandingkan Bush."

"Pemerintahan Bush melakukannya dengan kasar, sementara Obama melakukannya dengan lebih halus. Nyatanya, masih ada penahanan tanpa batasan waktu terhadap orang-orang yang ditangkap karena hubungan. Hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip yang kita tegakkan sebagai sebuah negara," kata Foster.

"Berdasarkan pengalaman pribadi, saya tahu bahwa ada anak-anak di dalam penjara itu. Saya telah mewawancarai puluhan anal-anak yang ditahan di Bagram. Sebagian diantaranya bahkan masih berusia 10 tahun," kata Foster kepada Hari. (dn/im/id) www.suaramedia.com

Entri yang Diunggulkan

MENJUAL AGAMA PADA PENGUASA DISIFATI ANJING DALAM AL QURAN

Pemimpin/Ulama adalah cermin dari umat atau rakyat yang dipimpinnya. Definisi Ulama (wikipedia) adalah pemuka agama atau pemimpin agama ...

Popular Post