Sabtu, 28 Mei 2011

WikiLeaks: Perwira Pakistan Mendapatkan Pelajaran Anti-AS

Instruktur di lembaga pertahanan bergengsi Pakistan memberikan pelajaran anti-Amerika untuk perwira senior yang mengikuti kursus di lembaga pertahanan tersebut, menurut kabel diplomatik AS yang bocor, laporan ini menunjukkan adanya bias yang mendalam terhadap Washington di tingkat petinggi militer Pakistan.

Kabel diplomatik bertahun 2008 itu, menjadikan tantangan bagi Amerika Serikat pada saat mencoba untuk mengatasi kecurigaan mendalam mereka di negara yang merupakan mitra penting tersebut.

Serangan Amerika secara sepihak terhadap Usamah bin Ladin pada tanggal 2 Mei telah membuat permusuhan baru terhadap militer Amerika. Bahwa bin Ladin tertangkap di sebuah kota yang di sana ada akademi militer telah menambah kecurigaan Washington bahwa Pakistan tidak dapat dipercaya. Beberapa anggota legislatif sekarang mengatakan Amerika harus memotong bantuan ke Pakistan meskipun geostrategis negara bersenjata nuklir itu sangat penting.

Laporan didasarkan pada pengalaman seorang perwira Amerika yang mengikuti kursus di Universitas Pertahanan Nasional Pakistan pada tahun 2008. Petugas mengatakan bahwa dosen sering mengajarkan informasi kepada murid-murid mereka dengan sangat bias terhadap Amerika Serikat.

Dia mengatakan satu instruktur, seorang brigadir jenderal, mengklaim bahwa National Security Agency (NSA) melatih para wartawan Amerika. Mahasiswa lembaga - biasanya perwira senior berusia di atas 50-an - percaya pada teori konspirasi anti-Amerika seperti keterlibatan Yahudi di serangan 11 September 2001 walaupun mereka memiliki anak yang belajar di Amerika Serikat, kata perwira AS tersebut.

Teori konspirasi dan pernyataan anti-Amerika dan anti-Yahudi biasanya ditayangkan di Pakistan di antara semua kelas masyarakat. Amerika belum dilihat sebagai mitra jangka panjang yang dapat diandalkan selama bertahun-tahun, dan invasi atas Irak dan Afghanistan pasca-2001 hanya membuat kecurigaan yang meningkat di kalangan warga Pakistan.

Kabel diplomatik yang bocor tersebut mengatakan bahwa sekitar sepertiga dari mahasiswa di lembaga pertahanan itu adalah muslim taat, dengan kurang dari sepertiganya terang-terangan mengaku sekuler.(fq/ap)

Artikel Terkait: