Senin, 23 Mei 2011

Iran: Barat Berusaha Manipulasi Cuaca Guna Ciptakan Kekeringan

Negara-negara Barat berencana memanipulasi cuaca dan menciptakan kekeringan di sejumlah wilayah dunia termasuk di Iran. Hal itu dikemukakan Presiden Iran Ahmadinejad hari ini (19/5) pada acara peresmian bendungan Kamal Saleh di Propinsi Markazi.

Kantor berita IRNA melaporkan, Ahmadiejad yang berkunjung ke Arak untuk meresmikan bendungan Kamal Saleh itu menyinggung sebuah artikel yang ditulis oleh seorang politisi Barat yang memaparkan masalah krisis air dalam 30 tahun mendatang. Dalam krisis tersebut, banyak wilayah di berbagai belahan dunia dari Turki dan Iran hingga ke arah timur yang akan mengalami kekeringan. Ditambahkan Ahmadinejad, “Kawasan yang telah ditetapkan dalam artikel itu, menurut politisi tersebut adalah kawasan yang oleh Barat dinilai ancaman karena berpotensi membangun peradaman dan budaya dunia.”

Menyinggung kondisi hujan dan cuaca di wilayah Asia dan Eropa dalam setahun terakhir, Ahmadinejad mengatakan, “Berdasarkan laporan yang terpercaya, negara-negara Eropa menggunakan perlengkapan khusus yang mampu mencegah awan yang berpotensi menimulkan hujan bergerak menuju kawasan termasuk Iran.”

Ditegaskan Ahmadinejad bahwa masalah ini akan ditindaklanjuti melalui prosedur hukum internasional agar aksi bengis ini tidak terulang kembali.

Menurutnya, tujuan Eropa dalam hal ini adalah menciptakan permusuhan dan peperangan atas masalah air.

“Saya yakin bahwa seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, perang di masa mendatang adalah perang memperebutkan air,” ungkap Ahmadinejad.

Di bagian lain pernyataannya, Ahmadinejad menjelaskan, “Mengingat Iran termasuk negara kering dan dengan tingkat curah hujan rendah, maka manajemen pengelolaan air harus lebih ditingkatkan.”

Presiden Iran mengatakan, “Tingkat curah hujan di banyak negara mencapai 750 milimeter sementara di Iran hanya 250 milimeter. Jumlah itu pun telah menurun drastis dalam 10 tahun terakhir.”

Seraya menekankan bahwa nilai air lebih tinggi dari nilai energi Ahmadinejad memaparkan, “Tanpa energi kita masih dapat hidup, namun tanpa air kehidupan tidak akan mungkin berlanjut.” (irib)

Artikel Terkait: