Selasa, 24 Mei 2011

Facebook Disibukkan Kemunculan Zawahiri

LONDON – Seorang pemimpin gerakan al-Qaeda kembali muncul di situs jejaring sosial Facebook untuk menyebarkan pesan-pesannya. Kepala Ayman al-Zawahiri dihargai £16,5 juta, sama dengan Osama bin Laden yang halaman Facebooknya diungkapkan oleh harian Inggris The Sun awal bulan ini.

Kini, Facebook juga menutup akun Zawahiri, dan dua orang lagi yang berhubungan dengan Taliban, setelah kantor berita The Sun melakukan pengamatan di situs jejaring sosial.

Halaman Facebook Zawahiri yang berkewarganegaraan Mesir memasang foto Zawahiri dengan latar belakang senapan semi otomatis.

Ada juga beberapa rekaman video yang menampakkan pengeboman dengan truk di Afghanistan. Halaman tersebut dapat ditemukan melalui situs Voice of Jihad, yang memasang klip-klip video yang menyerukan perlawanan terhadap AS dan Inggris.

Para pakar mengatakan bahwa kelompok-kelompok militan berusaha keras dalam beberapa minggu terakhir untuk dapat muncul di situs seperti Facebook, Twitter dan YouTube.

Ketika dimintai keterangan, Facebook mengatakan: “Halaman-halaman tersebut telah dihapus.”

Tahun 208 lalu, terungkap bahwa al-Qaeda menggunakan beberapa “brigade” untuk menyebarkan rekaman video para pengebom dan kesaksian tertulis para martir.

Panduan pelatihan militer dan video langkah demi langkah juga dupersiapkan dengan aplikasi khusus Facebook yang dapat menerjemahkannya dari bahasa Arab ke dalam bahasa Inggris.

Seorang pengguna di message board al-Faloja menuliskan: “Facebook sempurna untuk merangkul generasi muda dan melawan media.”

“Kami bisa memberitakan mengenai kekalahan pada prajurit salib yang sering tidak diberitakan pada orang-orang.”

“Kami berhasil melakukannya di YouTube, target berikutnya adalah menginvasi Facebook.”

Facebook sebelumnya menyatakan pihaknya telah menghapus akun bernama Osama Bin Laden di layanan jejaring sosialnya.

Alasannya, akun tersebut dianggap penuh dengan pesan ekstrem dan menyebarkan konten permusuhan yang dinilai palsu.

“Banyak orang sering berusaha mendaftarkan akun palsu dengan nama orang terkenal maupun bukan dan kami punya cara penilaian tersendiri yang didesain untuk menangkal kebiasaan buruk ini,” ujar juru bicara Facebook, Andrew Noyes, seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (19/4/2010).

Ia menduga, beberapa akun yang sebelumnya terdaftar dengan embel-embel Bin Laden adalah palsu. “Puluhan orang telah mencoba untuk menampilkan diri sebagai Osama Bin Laden memiliki hubungan dengan teroris,” katanya.

Akun yang telah menarik lebih dari 1000 fans itu ditutup sejak hari Jumat, menyusul sebuah posting pidato dan rekaman audio berisi pesan ekstrem yang dihasilkan oleh Al-Sahab, media Al Kaidah yang berafiliasi dengan kelompok itu.

Halaman yang menjuluki Bin Laden sebagai “Pemimpin Mujahidin” dan beralamat di “pegunungan di dunia”, kata ABC News, memang berisi pesan-pesan keras.

Seperti diberitakan sebelumnya,bahwa, Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dilaporkan membuat profil Facebook.

Meski tak jelas apakah benar-benar Osama atau orang lain yang membuat profil itu, tetap saja muncul kehebohan karena dicurigai ini adalah upaya Osama menarik pengikut baru. Halaman yang menarik ribuan orang itu menampilkan video dan pidato militan.

Sementara itu, sebuah kelompok front al-Qaeda di Irak pada hari Minggu membenarkan tewasnya dua pemimpin tinggi gerakan tersebut. Namun, kelompok itu berjanji akan tetap bertempur meski AS dan Irak mengklaim bahwa kematian keduanya merupakan hantaman berat bagi al-Qaeda.

Hal itu muncul dalam sebuah pernyataan yang dirilis minggu lalu, setelah pemimpin kelompok tersebut – Abu Omar al-Bahdadi dan Abu Ayyub al-Masri – tewas dalam serangan udara AS dan Irak di Tikrit.

“Setelah melakukan perjalanan panjang dengan banyak pengorbanan dan memerangi pemerintah palsu dan para perwakilan mereka, dua orang ksatria telah bergabung dengan para martir,” bunyi pernyataan tersebut.

“Kami mengumumkan bahwa negara Muslim telah kehilangan dua orang pemimpin jihad, dan dua orang pria ini akan dikenal sebagai pahlawan di jalur jihad.”

Pernyataan empat halaman dari kelompok Negara Islam Irak tersebut diunggah ke sebuah situs internet militan pada hari Minggu.

Negara Islam Irak adalah pecahan kelompok al-Qaeda di Irak. Al-Baghdadi adalah pemimpin kelompok tesebut.

Al-Masri, seorang pakar senjata yang dilatih di kamp-kamp al-Qaeda di Afghanistan pada akhir dekade 1990-an, merupakan pimpinan bayangan al-Qaeda di Irak. (SuaraMedia)

Artikel Terkait: