Kamis, 09 Januari 2014

Sepasang Asteroid Kembar nan Langka Ditemukan di Tata Surya

KOMPAS.com - Sekelompok mahasiswa yang sebenarnya tidak belajar di jurusan astronomi membuat temuan langka, sepasang asteroid yang mengorbit satu sama lain, bisa disebut asteroid kembar atau ganda.

"Ini penemuan yang fantastis," kata profesor astronomi dari University of Maryland yang tak terlibat dalam penemuan.

"Asteroid ini memberikan kesempatan langka untuk mempelajari karakteristik fisik dan evolusi orbit obyek macam ini," imbuhnya seperti dikutib Red Orbit, Selasa (7/1/2014).

KOMPAS.com - Sekelompok mahasiswa yang sebenarnya tidak belajar di jurusan astronomi membuat temuan langka, sepasang asteroid yang mengorbit satu sama lain, bisa disebut asteroid kembar atau ganda.

"Ini penemuan yang fantastis," kata profesor astronomi dari University of Maryland yang tak terlibat dalam penemuan.

"Asteroid ini memberikan kesempatan langka untuk mempelajari karakteristik fisik dan evolusi orbit obyek macam ini," imbuhnya seperti dikutib Red Orbit, Selasa (7/1/2014).

Disebut 3905 Doppler, asteroid itu sebenarnya pernah terdeteksi pada tahun 1984 namun baru pada September 2013 lalu, identitasnya sebagai asteroid ganda terkuak.

Asteroid ganda masih tergolonng langka. Dari seluruh asteroid di Tata Surya, jumlah asteroid ganda yang diketahui masih kurang dari 100.

Temuan dimulai ketika Melissa Hayes Gehrke, dosen astronomi, dan mahasiswa yang tergabung dalam kelas astronominya memilih satu asteroid untuk diobservasi.

Selama Oktober 2013, empat mahasiswa melacak dan mencitrakan asteroid dengan memanfaatkan teleskop di Nerpio, Spanyol. Kontrol dilakukan lewat bantuan internet.

Saat itu, tujuan pengamatan adalah untuk menangkap perubahan kecerlangan kala asteroid memantulkan cahaya.

Dari pengamatan, mereka membuat grafik cahaya terhadap waktu. Dari sana, bisa ditentukan bentuk obyeknya. Obyek yang simetris memiliki intensitas cahaya yang konstan, dan sebaliknya.

Ketika menemukan intensitas cahaya maksimum, bisa ditentukan juga kecepatan rotasi, bila obyek yang diamati asimetris.

Ketika mengamati asteroid itu, tim menemukan bahwa cahaya asteroid kadang meredup hingga hilang sama sekali.

"Itu sangat membuat frustasi. Untuk beberapa alasan, kurva cahaya kami tidak terlihat benar," papar Alec Bartek, mahasiswa fisika dari Brookeville yang menjadi anggota tim.

Hayes Gehrke menganggap bahwa 3905 Doppler adalah asteroid ganda. Cahaya kadang meredup dan hilang karena satu asteroid melintasi muka asteroid lainnya.

Lorenzo Franco, astronom amatir dari Italia, mengonfirmasi analisis Gehrke dan tim mahasiswanya serta menyatakan bahwa 3905 Doppler benar merupakan asteroid ganda.

Kelas astronomi yang berbuah penemuan asteroid ganda ini tidak diikuti oleh mahasiswa astronomi. Anggotanya antara lain adalah mahasiswa fisika, biologi dan bahkan ekonomi.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar