Senin, 24 Maret 2014

Tahukah Anda Apakah itu Fenomena "Tumbal" Politik

Perilaku sebagian orang yang masih percaya pada hal-hal mistis dan magis amat sangat memprihtinkan ditengah-tengah pesatnya kemajuan teknologi dan jaman sekarang ini. Meski sebagian orang sudah sadar dengan semua kemajuan tersebut, namun masih saja banyak yang menganggap bahwa menggunakan cara-cara instan juga termasuk dalam perilaku orang modern saat ini. Bukan hanya menggunakan kendaraan beroda empat agar cepat tiba di tujuan, namun juga menggunakan tenaga ghaib dan meminta bantuan mahluk halus pun dianggap merupakan bagian dari penerapan pencapaian kecepatan yang paling efektif dan efisien. Orang di jaman sekarang ini cara berpikirnya sangat praktis dan riel, yaitu ingin cepat dan butuh bukti nyata yang kongkrit. Apa-apa maunya serba cepat dan segera membuahan hasil, tidak peduli dengan cara salah dan hasil akhir yang pada akhirnya membuahkan bencana. Tahukah anda bahwa fenomena tumbal itu amatlah sangat keji dan buruk akibatnya. Bukan hanya akan menghantarkan si pelakunya ke neraka, tetapi juga akan menjadikannya budak iblis di dalam neraka.


Dalam hal ini, definisi cepat yang dimaknakan oleh orang-orang seperti ini menjadi salah kaprah dalam penerapannya. karena mereka menganggap bahwa menggunakan kemampuan tenaga magis adalah salah satu jawaban atas kedua pola pikir cepat dan nyata tersebut.  Misalnya banyak calon anggota legislative yang rela mengeluarkan uang ratusan juta untuk dibugetkan bagi usaha pemenangan dengan cara menyewa jasa paranormal dan orang pintar. Dalam hal ini si caleg ingin agar banyak orang yang memilih dirinya di saat pemilihan, dengan menggunakan jasa paranormal maka sang paranormal akan bekerjasama dengan bangsa jin untuk menggerakkan hati calon pemilih di saat hari pemilihan agar memilih dirinya. Coba saja anda bayangkan, akan ada berapa banyak jin yang bertebaran di langit pada saat masa pemilihan dan bisakah anda bayangkan ada ribuan orang yang memilih di hari itu, sementara itu juga ada puluhan orang caleg yang menggunakan jasa paranormal, betapa gaduhnya saat itu. Jika memang kita diberikan kemampuan melihat alam ghaib dan peristiwa disaat itu, wah bisa dibayangkan sangat hiruk pikuknya disaat bersamaan ada ribuan bangsa jin sibuk menggoda manusia di sisi lain ada juga bangsa jin yang saling berkelahi memperebutkan hati satu orang pemilih, sunguh sebuah pemandangan yang ......? aneh tapi nyata. 

Ya...barangkali anda juga pernah merasakan betapa kentalnya hawa mistis di lokasi tempat pencoblosan, suasananya terlihat santai tapi tegang dan membingungkan, seolah-olah sebagian orang disana dalam keadaan kosong dan sangat khawatir dengan pilihan masing-masing. Yang pasti ketika masuk kedalam bilik suara, sebagian dari kita pasti pernah merasakan demam bingung yang amat sangat, karena ketika sudah didepan tempat pencoblosan kita ditambah dibuat bingung lagi dengan panjangnya nama daftar pemilih, berwarna-warni dan jika bisa di gambarkan ekspesikan orang yang ketika keluar rumah berniat untuk mencoblos, sampai di tempat pencoblosan maka akan menjadi kelimpungan dan malah salah mencoblos atau bahkan memilih golput, pertama akibat banyanya bisikan ghaib di telinga, kedua suasananya yang bikin bulu kuduk merinding, ketiga karena umunya panitia tidak menjelaskan tata cara mencoblos sebelum melakukan pencoblosan, dan keempat sangat banyaknya partai dan nama calon yang sehingga harus memakan waktu mencari dahulu satu per satu dan pada ahirnya si calon pemilih melakukan kesalahan.

Ya seperti itulah kurang lebih gambaran bentuk kerjasama jin dan manusia dalam mencari rizki yang tidak berkah, seorang caleg membayar jasa paranormal bukan jaminan 100 persen ia akan mutlak menjadi pemenang. Jasa paranormal saat ini juga sudah seperti jajanan pasar, banyak sekali orang yang menggeluti bidang ini, tapi itu juga sangat tergantung fee dan kompromi apa yang dibuat antara di paranormal dengan bangsa jin tersbeut, karena pada dasarnya bangsa jin tidak mau diperalat manusia jika mereka tidak mendapatkan imbalan yang sepadan. Bangsa jin juga memiliki kepentingan politik atas dirinnya dan masa depannya di akhirat kelak, mereka juga tidak mau menjadi kambing hitam nantinya sebagai bagian dari usahanya membantu si caleg menjadi pemenang selama di dunia. Itulah sebabnya biasanya mereka meminta tumbal nyawa jika si caleg benar-benar ingin menang, mengapa tumbal nyawa seorang anak manusia? Ya karena mereka menginginkan teman di neraka nanti. Jangan anda membayangkan bahwa di neraka nanti si pelaku persembahan tumbal dan setan sekongkolannya akan disiksa bersama-sama dalam satu wadah, dalam kasus ini kondisinya adalah terjadi pertukaran posisi.  Ketika di dunia di setan bangsa jin yang diperalat manusia bekerja keras memenuhi keinginan si manusia, di akhirat nanti bangsa jin dan iblis itu yang akan menjadi tuan dan menyiksa si manusia pelaku tumbal.  Di neraka nanti adalah waktu pembalasan bagi bangsa jin untuk menyiksa orang yang sudah memanfaatkannya di dunia. Dan bentuk siksaannya itu tidaklah ringan, jangan anda bayangkan panasnya api di dunia ini layaknya api membakar kulit, tulang dan daging yang akhiranya gosong, di akhirat nanti yang akan disiksa adalah ruh yang sifatnya amat lembut, halus dan 1000 kali lebih peka dari kulit kita saat ini. Jadi bisa anda bayangkan amat sangat panasnya.


Lalu mengapa orang lain yang menjadi tumbal, bukan sang caleg sendiri yang menyerahkan nyawanya kepada si bangsa jin? Ya ini sebenarnya prosedur teknis saja, di dunia kan si caleg masih harus dimenjalankan misinya sebagai bagian dari perjanjian perolehan kemenangan, sementara nanti jika sudah masuk alam barzah dan neraka, maka posisi di si tumbal itu akan digantikan oleh si caleg yang sudah membuat perjanjian di dunia dengan bangsa jin. Jika si caleg mempersembahkan anaknya sebagai tumbal, maka kelak posisi anaknya akan digantikan oleh orang tua yang membuat perjanjian. Dan kelak akan menjadi penghuni neraka yang kekal. Itu adalah perjanjian mutlak yang sudah disepakati di dunia, dengan alas an apapun, maka itu harus dilaksanakan di akherat nanti. Sebagian orang yang menggunakan jasa paranormal dengan metode tumbal ini sekarang sudah semakin marak, dan parahnya lagi mereka tidak mengetahui SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku di kemudian hari, mereka menganggap metode tumbal adalah jenis ritual magis biasa, padahal itu adalah salah satu bentuk persembahan ruh sebagai jaminan di hari akhir kelak. Dan bahkan Allah sama sekali tidak akan mengampuni orang yang melakukan metode tumbal ini, karena ini merupakan persekongkolan murni antara manusia dan bangsa jin/setan.
Berikut salah satu kisah yang berkaitan dengan niatan seseorang ketika ingin menggunakan media tumbal.


Kesaksian Dada Suhada
Kehidupan di keluarga saya sangat memprihantikan, sampai-sampai saya tidak dianggap sebagai keluarga di tengah-tengah, keluarga istriku. Hal ini membuat saya sangat sakit hati kepada keluarga.
Karena kehidupan saya sering mabuk membuat saya tidak disukai di tengah keluarga. Suatu ketika seorang teman saya, datang ke tempat kerja saya, dan saya katakan kepada dia, kenapa saya harus menjadi orang miskin, lalu teman saya memberikan suatu jimat, katanya kalau saya gunakan jimat ini maka usaha saya akan berhasil, tanpa pikir panjang, saya menggunakannya.
Ketika saya menggunakan jimat-jimat, maka usaha saya mulai berjalan lancar, hal ini membuat saya makin yakin, bahwa jimat-jimat tersebut yang dapat membuat usaha saya bisa lancar. Suatu waktu teman saya yang sama datan kepada saya, lalu menawarkan kepada saya, kamu mau lebih kaya ga, saya katakan mau, kalau kamu mau lebih kaya, kamu harus memiliki modal yang banyak, lalu kita ke dukun.


Dari cerita teman saya, maka saya mulai mengumpulkan uang dan mengambil perhiasan istri saya, sampai-sampai saya harus meminjam uang dari ibu mertua saya. Pikir istri saya, kalau yang dilakukan adalah suatu usaha, jadi dia tidak berpikir aneh-aneh, kemana uang tersebut saya gunakan.
Uang yang saya kumpulkan tersebut, saya gunakan untuk membeli sesaji, karena kalau tidak menggunakan sesajian, maka tidak dapat berhubungan dengan arwah-arwah tersebut. Pikiran saya, hanya kekayaan, saya tidak perduli berapa yang harus saya bayar. Ketika dukun ini katakan, tetapi harus ada tumbalnya, saya mulai katakan saya siap kalau nyawa saya sebagai tumbalnya. Saya selama tujuh hari, tujuh malam tidur di makam tersebut, tiba-tiba saya mendapat suatu mimpi, di mimpi tersebut saya ketemu sama seorang wanita, lalu wanita ini katakan, dia akan memberikan saya kekayaan, tetapi anak petamanya harus menjadi tumbal. Saya katakan tidak, lalu saya bangun, karena kekayaan itu sebagai anak, bukan kepada saya.
Dari kejadian tersebut menjadi berangtakan, uang saya habis, banyak utang, usaha saya mulai tidak berjalan. Hal ini membuat hidup saya kembali mabuk-mabukan. Sampai-sampai anak saya sendiri berbicara kalau dia sering di sebut anak seorang pemabuk, bapak yang tidak benar. Hal ini membuat saya merasa sedih.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar