Jumat, 16 September 2016

PERSETERUAN RIDWAN KAMIL DAN KPAI DI MEDSOS, ARIEL NOAH JADI KORBAN?

Menanggapi viral yang terjadi belakangan ini, antara Ariel Noah Band dan KPAI, sementara Sang walikota Bandung yang mengunggah foto di akun instagramnya memilih diam, jadi perbincangan hangat belakangan ini, ada apa gerangan? Mari kita simak dan bahas bersama. Berikut ini sudut pandang masing-masing pihak yang berseteru.

KPAI
KPAI mempermasalahkan Ridwan Kamil ang tidak memiliki rasa sensitiftas pada persoalan masa lalu Ariel yang pernah tersangkut masalah porografi, KPAI beranggapan bahwa seharusnya seorang pejabat public tidak mempertontonkan rasa intimnya di media social dan seolah-olah memberikan pengarahan kepada masarakatnya untuk mengidolakan seorang yang pernah bermasalah dengan hokum, terutama berkaitan dengan masalah social. Hal ini bisa menimbulkan kerancuan tentang status hokum yang pernah menyandang oknum tersangka menjadi blur atau bahkan hilang dimasyarakat, Tapi apakah benar masyarakat masih mempersoalkan status hokum Ariel hingga saat ini?


ARIEL BAND NOAH
Ariel Noah Band, mempermasalahkan KPAI yang tidak transparan dan detail menjabarkan dimana letak kesalahan pribadi Ariel Noah yang kala itu ia pun tidak meminta sang Bupati untuk mengunggah video tersebut ke akun Ridwan Kamil, dan posisi kesalahan itu kini ditanggung oleh Ariel pribadi. Hal ini sangat merugikan dirinya, karena seperti pedang bermata dua ia juga merasa ini ada unsure pencemaran nama baik dan upaya pembunuhan karakter. Karena sebagaimana kita semua tahu walau memang benar masyarakat sudah menghukumnya dengan sanksi social yang amat berat kala itu, ia juga sudah menjalani masa tahanan selama beberapa tahun, namun kini mengapa hal itu masih menjadi menjadi batu sandungan dan menjadi topic pembicaraan hanya karena ketidaksengajaan fansnya mengupload gambar dirinya sedang berduet, lalu orang itu berteriak hal itu tidak pantas. Apakah Ariel seumur hidup harus terus menerima sanksi social seperti ini?

RIDWAN KAMIL
Sisi Ridwan Kamil, sebagai seorang pejabat yang berjiiwa muda, ia juga mungkin memiliki rasa kagum kepada sosok Ariel yang dinilainya memiliki potensi dan bakat berkarya meski sudah mendapat banyak masalah dalam hidupnya, namun dalam keterpurukannya itu ia tidak menganggap itu adalah penghalang sebaliknya menjadi penyemangat baginya untuk berkarya. Dalam Akunnya mungkin Ridwan Kamil sebenarnya ingin menyampaikan kepada warganya bahwa ia secara pribadi mengagumi sosok ini karana kemampuannya bertahan di tengah badai dan kemampuannya menciptakan karya-karya music bermutu yang diakui dunia. Itu tidak mudah dilakukan oleh siapapun dan semangat berjuangnya itu yang harusnya dicontoh oleh kebanyakan anak muda, bukan hal-hal buruk yang pernah melekat pada dirinya. Jadikanlah itu pelajaran berharga untuk membangun lebih baik, lagi pula siapasih manusia di dunia ini lahir sudah penuh dengan kesempurnaan? Semua orang memiliki proses hidup masing-masing, tinggal bagaimana bagaimana kita mengambil pelajaran.

Sanksi social adalah hukuman yang diberikan orang atau public figure yang secara hokum terbukti melanggar aturan dan tata karma yang ditetapkan di masyarakat, telah melukai kepercayaan public dan hukuman itu bisa berbagai macam bentuknya, mulai dari mencibir, menghina, memojokkan, menyudutkan hingga pada pengasingan dan dikeluarkan dari lingkungan masyarakat. Sanksi social diberikan kepada orang tersebut pada saat kejadian dan peristiwa itu berlangsung, berapa lama masa hukuman bisa berlangsung panjang dan bisa juga pendek, tergantung kondisi masyarakat yang menilai seberapa besar efek jera yang ditimbulkan membuat perubahan perilaku, apakah dapat diambil pelajaran oleh pelaku atau tidak, apakah ia masih mengulangi kesalahannya lagi atau tidak. Dalam hal ini masyarakat yang menilai, seiring berjalannya waktu.

Dalam kasus Ariel versus KPAi ini yang memberikan sanksi social di sini bukannya masarakat yang melihat gambar tersebut (follower Ridwan Kamil), yang memberikan stigma buruk itu adalah KPAI. Apakah KPAI mewakili rasa di masyarakat? Dalam hal ini masyarakat dibuat bingung bersikap, karena faktanya di gambar tersebut tidak ada norma yang dilanggar dan sama sekali tidak ada unsure pornografi. Lalu apa maksud diangkatnya topic ini di masyarakat?

Perlu kita sama-sama sadari bahwa gambar dan foto yang ditampilkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan skandal masa lalu Ariel, gambar itu hanya menunjukkan kedekatan antara pemimpin dengan warga masyarakat biasa, lalu apakah perlu kita mengaitkannya dengan rasa empati dan simpati pemimpin? Tentunya tidak perlu, karena kenyataannya kini Ariel sudah berubah, ia sudah mengambil pelajaran dari masa lalunya, ia sudah move on dan ia sudah kembali mengharumkan nama bangsa di berbagai Negara dengan keindahan hasil karyanya, apakah masyarakat masih mencap dirinya manusia super mesum seperti dulu? Rasanya masyarakat kita bukanlah masyarakat primitive yang di cekoki apa saja langsung mereka lahap. Masyarakat kita sudah dewasa, dan mereka sudah memafkan, dan memberikan kesempatan kepada Ariel untuk membuktikan dirinya lebih dari yang pernah ada, maka semua sanksi social di masyarakat sudah tidak berlaku lagi. Ariel sudah bebas dari hukuman sosial yang pernah disandangnya, maka ia memilih mempertanyakan sikap KPAI yang berujung negatif ini. Maka dari itu, Jangan lagi kita selalu bersikap menghakimi seseorang karena sampulnya. KPAI juga mungkin seharusnya tidak bersikap terlalu ekstrim seperti ini, kasian masyarakat dibawa dalam opini buntu seperti ini. Sekarang kita sama-sama berpikir membangun negeri ini dengan semangat saling berprasangka baik saja, ya semoga saja kita semua berhasil.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar