Senin, 05 Maret 2012

Tugas Ulama Dihadapan Para Calon Pemimpin

Tanbihun.com- Wahai para ulama, Anda di tengah-tengah umat adalah lentera yang harus menerangi jalan mereka, penentu di tengah kebingungan mereka, seteguk air disaat dahaga mereka dan penyejuk hati dikala mereka gundah. Andapun tidak boleh membuat mereka bingung, tak menentu arah, sesak dada dan saling bermusuhan. Dihadapan Anda adalah para calon pemimpin yang siap beradu dan bersaing mencari pendukung demi kemenangan mereka. Tidak semua yang mereka lakukan adalah benar dan tidak semua yang mereka lakukan adalah salah.

Disaat para calon pemimpin itu berbuat benar dalam meraih kemenangan tidaklah ada suatu kekhawatiran terhadap umat ini. Akan tetapi, disaat mereka melakukan kesalahan maka korbannya adalah ummat. Maka disini fungsi ulama harus jelas sebagai guru umat dan guru semua para calon pemimpin tanpa terkecuali. Anda bertanggung jawab dihadapan Allah SWT jika teledor kepada langkah mereka. Anda harus tampil sebagai guru yang sesungguhnya. Nilai Anda sangat mahal, fungsi Anda tidak bisa di tukar dengan rupiah, bangunan atau janji-janji para calon pemimpin.


Semestinyalah Anda menjadi pembimbing mereka semua menuju kepemimpinan yang baik! Anda harus dekat kepada semuanya! Sebab mereka semua adalah hamba-hamba Allah SWT yang juga rindu surga Allah SWT akan tetapi kadang buta jalan menujunya. Anda jangan menjadikan mereka semakin jauh dari ulama, karena fungsi Anda tertutup oleh sikap dukung mendukung Anda. Apalagi jika dukungan yang Anda berikan adalah imbalan dari sebuah materi. Anda tidak boleh membuat dinding pemisah dengan peran memihak. Apalagi jika memihaknya Anda karena kepentingan pribadi atau pesantren dan yayasan Anda bukan karena kebaikan yang Anda lihat demi umat dan calon pemimpin. Ajarilah mereka kejujuran ketulusan kepada Allah SWT.

Sayangilah mereka, sebab jalan mereka amat terjal dan penuh godaan. Jika mereka atau siapapun dari mereka yang menjadi pemimpin jauh dari Anda, maka sungguh dikhawatikan mereka benar-benar terjerumus dalam ketersesatan. Ulama dan pemimpin harus dekat. Dekat dalam irama rindu kepada Allah SWT. Ulama dekat dengan pemimpin karena ingin membimbing mereka dam bukan karena tamak pemberian dari mereka. Dan para pemimpin harus dekat dengan ulama dalam irama mencari bimbingan menuju ridho Allah SWT dan bukan karena membeli ulama demi rencana yang tidak baik.

Marilah kita bersama mengahadap kepada Allah SWT, dengan memohon dengan sungguh-sungguh dan penuh kekhusyuan agar kita diberi pemimpin yang cinta kebaikaan. Dan semoga Allah SWT menjaga kita semua dari terjerumus dalam pengkhianatan. Khianat dari para pemimpin, khianat dari ummat yang memilih pemimpin dan khianat dari ulama yang tidak tulus membimbing umat dan para pemimpin.
Wallahu a’lam bissawab.

Oleh: Buya Yahya Majlis Ta’lim Al-Bahjah Cirebon

Artikel Terkait: