Rabu, 29 Juli 2015

"CHARLIE HADBO" TIDAK AKAN BERHENTI MENGHINA NABI MUHAMMAD SAW

Beberapa waktu belakangan ini tersiar kabar bahwa laman majalah satire Charlie Hadbo, Luz, yang merancang halaman muka majalah tersebut, mengatakan, dia tidak akan lagi menggambar Nabi Muhammad. Ini adalah sebuah berita gembira bagi seluruh umat muslim dunia, bahwa majalah ini tidak akan lagi mengundang amarah umat muslim dengan sengaja menggambar tokoh paling berpengaruh bagi umat muslim dengan alasan seni atau lebebasan berbicara.

Namun di balik berita bahagia ini janganlah kita langsung senang, karena tentu saja hal ini tidak dilakukan dengan tanpa alasan jelas, apakah benar majalah ini benar-benar kapok atau jera dengan segala tindakannya tersebut, atau ada maksud dan tujuan tertentu, lebih dari itu sebenarnya ia juga mengandung arti tersendiri yang harus kita fahami bersama mengandung fitnah terselubung dalam kalimat.

Luz, yang memiliki nama asli Renald Luzier, mengatakan kepada majalah Perancis, Inrocks, bahwa dia sudah tidak tertarik lagi membuat karikatur Nabi Muhammad. "Saya bosan (menggambar Nabi Muhammad) sama seperti saya bosan menggambar Sarkozy. Saya tidak menghabiskan hidup saya dengan menggambar mereka," kata Luz saat menjawab pertanyaan tentang edisi bulan Januari yang terkenal itu.

Dapatkah anda memahami makna penting yang ingin disampaikan Luz diatas? bahwa alasan utama ia berhenti menggambar Nabi Muhammad karena ia menganggap Seorang Nabi yang diagungkan kaum muslimin dunia ini tidak ada bedanya dengan Nicolas Sarkozy, yaitu seorang mantan presiden prancis ke 23 yang sangat menentang islam dan mendukung berbagai kebijakan Israel di negaranya. Sebuah sumber zionis menyebutkan bahwa Presiden Perancis Nicolas Sarkozy adalah pemimpin negara yang terbaik bagi Israel di benua Eropa, dan merupakan pendukung terbesar Israel sepanjang sejarah presiden Perancis. Bukankah ini sebuah pembanding penghinaan terhadap umat muslim....bagaimana mungkin seorang pemimpin anti islam di samakan perannya dengan Nabi Besar Muhammad saw.

Situs “Gan Naim”, mengutip pernyataan Hymer yang merupakan pakar urusan internasional Israel, menyatakan bahwa kebijakan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy untuk Israel adalah yang terbaik dibandingkan dengan mantan-mantan kepala negara Perancis sebelumnya.

Menandai 40 tahun imigrasi Yahudi yang tinggal di Perancis menuju Israel, semenjak Sarkozy terpilih menjadi presiden Perancis pada tahun 2007, hubungan antara Paris dan Tel Aviv mengalami perbaikan berbeda dengan para pendahulunya (presiden Perancis sebelum Sarkozy), yang dicirikan oleh situs Gan Naim sebagai kebijakan-kebijakan Perancis yang “dingin” terhadap Israel.

Bagaimana mungkin alasan tidak masuk akal seperti ini dikemukakan Luz, sementara umat muslim tidak menyadari bahwa Nabi Besar Junjungannya di samakan posisinya dengan Seorang loyalis Israel yang kejam terhadap umat muslim. Luz menyatakan hal ini dengan penuh kesadaran bahwa ia merasa bosan menggambarkan tokoh muhammad, sama halnya ia memandang sosok Sarkozi yang sangat benci terhadap islam. Kalimatnya itu secara eksplisit ingin menyampaikan bahwa Nabi Muhammad tidak ada beda buruknya dengan Nicolas Sarkozy. Keburukan yang dimaksudkan Luz adalah bahwa seorang Sarkozy dapat membunuh banyak umat muslim dengan tangan dingin, sama halnya umat muslim yang dapat membunuh kaum lain sebagaimana insiden berdarah yang menewaskan rekan-rekannya beberapa waktu lalu (Dua belas orang terbunuh ketika dua pria bersenjata menggerebek kantor Charlie Hebdo pada tanggal 7 Januari lalu). Dapatkah anda menangkap makna kalimat Luz tersebut? Haruskah kita hanya melihat tindakan itu hanya dari satu sisi saja, sementara sisi lainnya kita abaikan...?

Pimpinan Charlie Hadbo memang tidak akan melukiskan lagi sosok Nabi Muhammad dalam laman majalahnya, namun ucapan kalimat yang dilontarkannya itu, bukankah seharusnya umat muslim marah dan tersinggung? Luz menyakan tindakan para pengikut nabi Muhammad tidak ada bedanya dengan para pengikut Sarkozy, yang mau melakukan apa saja demi idealisme, loyalitas dan alasan lainnya. Nampaknya, ini bukan lah pertanda baik bagi kaum muslimin dunia, justru sebaliknya ini adalah sebuah signal baru yang ingin mereka sampaikan bahwa perang belumlah selesai, justru sebaliknya perang ini baru akan dimulai. Pihak Charlie Hadbo sedang membuat perhitungan dengan kaum muslimin dunia, itu maksudnya.

Ya..bahwa pimpinan Charilie Hadbo memang akan berhenti melukis, tetapi mereka tidak akan berhenti menghina, memfitnah, memojokkan dan menghancurkan umat islam dengan cara mereka yang kita tidak tahu apa dan bagaimana. Charlie Hadbo masih belum menganggap insiden ini adalah sebuah akhir perjalanan mereka melukis dan menggambar, justru sebaliknya ini adalah permulaan bagi mereka untuk berbuat yang jauh lebih besar lagi dari sebelumnya.

wahai saudaraku, janganlah kita terlena dengan perkataan mereka, karena sesungguhnya semua itu dilakukan dalam rangka propaganda dan upaya lebih besar untuk menghancurkan umat islam lebih dari sebelumnya. Jadi Berhati-hatilah dengan apa saja yang mereka katakan, analisa dan kajilah setiap ucapannya. Sesungguhnya semua itu akan menjadi bias dan merugikan kita semua jika kita lalai.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar