Rabu, 20 Januari 2016

ISIS : SOSOK "MONSTER TERORIS" YANG MENDUNIA

Siapa yang tidak tahu berasal dari mana ISIS itu sebenarnya, ISIS itu memang bikinan amerika bersama kongsinya Israel untuk memfitnah Orang Islam diseluruh dunia. Pihak berwenang di Arab Saudi juga sudah merilis pemberitaan bahwa ISIS adalah hasil bentukan Inggris, Amerika dan Israel. Lalu apa motif utama amerika dan israel ini?

Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) dan agen Central Intelligence Agency (CIA), Edward Snowden mengungkapkan bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan Amerika, Israel dan Inggris. Menurut media-media di Iran, sepeti dikutip Moroccantimes, pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghadadi dilatih secara khusus oleh badan intelijen Israel, Mossad. Badan intelijen tiga negara tersebut sengaja membentuk kelompok teroris untuk menarik kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia dalam satu tempat. Mereka menyebut strategi ini "sarang lebah".

Dengan strategi ini, kelompok-kelompok yang merupakan musuh Israel dan sekutunya itu jadi lebih mudah terdeteksi. Tujuan lainnya, untuk merawat instabilitas di negara-negara Arab.

Selain itu, untuk kita ketahui bersama bahwa beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan pemeluk agama islam meningkat drastis diberbagai negara, dan bahkan sama sekali tidak bisa dibendung walau sebelumnya pun sudah dilakukan propaganda melalui aliran islam garis keras yang di usung Osama Bin Laden dengan berbagai aksi terornya. Penduduk islam semakin hari semakin meluas dan amerika melihat ini adalah ancaman besar, karena amerika adalah pengusung agama kristiani dan israel adalah pengusung agama yahudi diseluruh negara. Keduanya menganggap perlu melakukan terobosan dalam rangka membendung derasnya arus perpindahan agama dari non muslim menjadi muslim dengan cara memecah belah islam itu sendiri, maka dari itu dibentuklah turunan Al Qaeda yang memiliki konsep yang sama namun secara kekuasan mereka jauh lebih powerfull dibanding sebelumnya, yaitu negara ISIS berbasis di Suriah.

Lalu apa motif yang mereka gunakan? sasaran utamanya adalah mereka mentargetkan pada diri insan pribadi perorangan anak-anak muda yang masih dalam tahap belajar, mereka belum memahami makna dan konsep pokok ajaran islam yang benar, sedang mencari jati diri dan sebagainya. Cara ini dianggap efektif karena pada kondisi labil seperti ini orang-orang yang pengetahuan ilmu agamanya sedikit dan dangkal akan sangat mudah di doktrin dan di murtadkan dengan berbagai ajaran menyimpang yang tidak sesuai dengan akidah islam. Karena mereka tidak tahu mana yang benar dan salah, maka mereka mengikuti saja apa yang perintahkan pendahulunya. Maka dari itu banyak sekali para pemuda yang tergiur oleh bujuk rayu kelompok ini, karena selain menjanjikan surga mereka juga dijanjikan akan mendapatkan penghidupan yang layak dan sebagainya.

Dengan cara agresif seperti ini, makin hari makin banyak anak muda yang punya jiwa nasionalis tinggi ikut bergabung dengan ISIS dan mereka bersusah payah mencapai tanah yang dijanjikan dengan alasan berjihad dan sebagainya. Maka jadilah mereka bagian dari kelompok teroris yang dimaksudkan itu. Lalu seperti apa profil para pejuang ISIS ini dimata penguasa Barat? Konsep pemurtadan yang dilakukan oleh orang islam sendiri telah dikemas sangat rapih dan orang tidak akan bisa mengetahui dari mana ia berasal pemikiran ini.

Ilustrasi sederhananya mudah, jika anda pernah nonton film holywood yang didalamnya ada peperangan akhir jaman antara manusia dengan Zombie, misalnya di film Will Smith yg berjudul "I'm Legend" atau film "Resident Evil" atau film "Underwold" dan berbagai genre film yang sama, disitu digambarkan oleh mereka bahwa kelak manusia akan berperang dengan manusia setengah monster yang sudah terkontaminasi racun berbahaya. Manusia monster yang mereka sebut zombie itu akan menguasai dunia dan membuat hidup manusia porak-poranda dengan berbagai teror yang mereka tebarkan. Film-film seperti ini sangat banyak beredar di masyarakat, hanya saja kita tidak memahami bahwa konsep manusia zombie ini sebenarnya adalah konsep manusia monster yang sedang mereka kembangkan bersama ISIS.

Zombie-zombie di film-film itu digambarkan dengan wujud manusia yang sudah tertular semacam penyakit mematikan, disana ada pemimpinnya, ada pasukannya, ia sudah tidak lagi bisa disembuhkan, penyakitnya sudah menahun, dan ia bisa menulari orang-orang yang sehat hanya dengan sekali gigit, zombi ini tidak bisa dibunuh, bahkan ia akan kembali bangkit dengan jumlah yang lebih banyak dan perilakunya tidak bisa diprediksi, ia hidup hanya untuk memangsa manusia di sekelilingnya atau bahkan memangsa teman dan saudaranya sendiri, ia hadir untuk membuat takut manusia yang masih hidup, dan membuat orang yang terkontaminasi itu menjadi pengikutnya, kemanapun dia pergi maka setiap orang akan merasa terancam.


Inilah gambaran orang yang masuk dalam kelompok ISIS seperti sekarang ini, mereka seperti terhipnotis dengan berbagai ajaran yang ditawarkan melalui doktrin radikalism, sudah tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, bertindak hanya sesuai emosi dan hawa nafsu berontak, melakukan pembunuhan dengan penuh kesadaran dan tidak peduli apapun konsekuensi yg ditimbulkan, membunuh manusia lain dengan membabi buta, mereka sudah menjadi zombie seperti gambaran manusia yang sudah tidak punya kesadaran jiwa lagi, hanya memikirkan kepentingan kelompok dan tujuan menguasai dunia dengan cara mereka sendiri.

Amerika sudah melakukan banyak kajian ilmiah tentang ini dan mereka sudah berhasil menerapkan doktrin ini karena kebetulan Islam pun punya konsep tersebut, cocoklah sudah tujuan dan sasarannya membuat kelompok ini menjadi zombie yang ditakuti seluruh negara manapun di dunia ini berhasil menjadi sosok mengerikan dan paling dibenci. Pesan yang disampaikan dalam film-film bertema zombie tersebut diterima saja oleh masyarakat dunia sebagai unsur hiburan, padahal sesungguhnya itu adalah bagian dari rencana busuk mereka ingin mengendalikan mind set kita bahwa kita sedang dibawa ke arah peperangan seperti apa yang mereka inginkan di film tersebut.

Kesimpulannya, yang membedakan sosok manusia teroris dengan manusia zombie adalah keduanya sama-sama memiliki badan, hanya bedanya manusia zombie kondisi badannya yang sudah hancur termasuk juga jiwanya, sementara manusia teroris kondisi badannya masih utuh tapi jiwanya yang sudah hancur. Maka dari itu kita akan sulit membedakan mereka dengan manusia normal lainnya karena secara tampilan mereka sama tetapi secara ideologi mereka berbeda.

Maka dari sini kita kini bisa mengetahui bahwa sangat pentingnya peran ilmu agama dalam kehidupan kita ke depan, terutama bagi anak-anak kita, karena ada banyak orang yang berkepentingan ingin menghancurkannya dengan berbagai cara, jangan lagi kita mempelajari ilmu agama hanya setengah-setengah atau tidak pada ahlinya, itu sangat berbahaya. Lalu mengapa Allah swt memberikan ujian ini kepada umat islam di dunia, jawabannya karena ini adalah sebagai pembeda atau untuk membuat batasan yang jelas antara islam yang benar dan islam yang menyimpang. Agar orang islam sudah bisa membedakan mana saudara dan mana bukan.

Dengan demikian di masa depan Islam akan tumbuh dengan sempurna. Dengan adanya peristiwa ini kembali lagi kita harus belajar memahami islam lebih dalam dan lebih kuat dari sebelumnya. Tidak ada yang jauh lebih berharga dibanding ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Mudah-mudahan ini bisa membantu kita memahami siapa yg dimaksud dengan teroris di sini, kita menjadi lebih mawas dan berhati-hati lagi dalam bergaul dan berkomunitas. Lebih pandai lagi memilih teman dan mana lawan. konsep manusia setengah monster ini didesign agar tidak ada lagi orang yang berpikir untuk berpindah agama kepada islam, akibat islam sudah dituduh sebagai biang keladi berbagai kekacauan dunia belakangan ini, padahal sebenarnya dibaliknya mereka memiliki misi tersembunyi yaitu mengendalikan jumlah penduduk muslim. Jadi jangan lagi bawa-bawa islam dalam pembahasan teroris, karena itu sama sekali tidak ada hubungannya ...

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar