Senin, 25 Januari 2016

SISI PSIKOLOGIS PELAKU TEROR DAN RADIKALISME


Melihat sepak terjang sang pelaku bom bunuh diri atau teror, yang tidak punya rasa takut sama sekali menghadapi kematian, anda pasti bertanya-tanya apa yang melandasi niat mereka sehingga mau sukarela mengorbankan diri. Alasan ini harusnya juga diketahui publik, alasan apa yang menjadi landasan mereka, sehingga publik bisa mencegah dan menghindari seandainya mereka ditawarkan motif serupa. Sebagian orang beranggapan bahwa itu karena doktrin sesat yang ditanamkan para eksekutor dan isinya mampu mencuci otak siapa saja. Benarkah seperti itu? ada juga yang beranggapan bahwa ini karena mereka sudah dihipnotis sedemikian rupa sehingga mereka kehilangan kontrol atas dirinya? benarkah? Jika benar, maka kita jadi penasaran apa saja isi doktrin tersebut. Yang membuat seseorang sedemikian nekadnya mau melakukan tindakan sengaja menghilangnya nyawanya sendiri demi kepentingan sekelompok orang. Berikut ulasannya.


TARGET UTAMA POTENSIAL

Anak-anak muda yang idealis, nasionalis dan berpikir logis adalah sasaran empuk para perekrut perkumpulan islam garis keras sekelas ISIS, mengapa? karena dalam diri mereka sudah ada bibit semangat juang dan memberontak, sangat suka diajak berdebat dan banyak pertanyaan kritis yang membuat mereka mudah di hasut, semangat mereka layaknya sang super hero sang pembela kebenaran yang siap membantu siapa saja. Namun sebelum akhirnya mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, diawal mereka juga sama seperti pada umumnya, tidak tahu apa-apa, ilmu tentang agama sedikit atau bisa juga ilmu mereka terlalu dalam, pemahaman berbangsa juga rendah dan hanya karena di dorong rasa penasarannya tinggi, lalu dipancing juga rasa nasionalisnya yang menggebu-gebu, ketika dimasukkan ideologi yang masuk akal menurut logika mereka yaitu bahwa ada banyak kesenjangan ekonomi yang harusnya tidak terjadi, bahwa ada kesalahan pemahaman ajaran agama di masyarakat yang menyimpang dan ada kecurangan sistem pemerintah korup yang tidak bersikap adil dan sebagainya, maka berhasilah doktrin membela agama dan negara ditanamkan.

Bahwa dengan mereka bergabung dalam komunitas ini maka kelak mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Bahwa kelak mereka akan dimasukkan dalam golongan jihadis yang istimewa karena sudah mengorbankan jiwanya untuk agama dan bangsanya, bahwa kelompok ini juga sangat memperhatikan kesejahteraan anggotanya, akan ada imbalan atas kerja keras dan pengorbanannya, dan sebagainya hingga akhirnya mereka dalam keadaan sadar menyatakan diri bergabung karena menganggap tujuan kehidupan dunia dan akhiratnya sudah tercapai, mereka mau berjuang menegakkan keadilan bersama saudara-sudaranya yang satu tujuan menegakkan hukum islam yang sesuai syariat versi mereka.

ISI DOKTRIN DAN FAHAM RADIKAL NASIONALIS


Kata siapa mereka tidak punya rasa cinta tanah air, justru sebaliknya rasa bela negara mereka sangat tinggi, cuma karena sudah di isi doktrin bahwa penguasa yang berkuasa itu korup dan zalim atau sudah dikendalikan asing, kesenjangan ekonomi yang sangat tajam tidak pernah di benahi, bahwa negara ini dibangun dengan sistem kapitalis ad dajjal dan sebagainya, makanya mereka jadi terpanggil untuk membenahi kesemrawutan negara...berperan sebagai pembela kebenaran, katanya...jika anda tanyakan seberapa besar rasa cinta mereka kepada bangsa ini, jawabannya sangat besar sekali, justru pelajaran cinta negara yang paling kuat ditanamkan di komunitas ini jika kita bandingkan dengan yang di tanamkan di bangku sekolah. Sebatas mana anak sekolah menyatakan diri mereka mencintai negaranya, yaitu sebatas pengetahuannya tentang Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 saja. Berbeda dengan rasa cinta negara yang di ajarkan komunitas ini, bahkan seseorang rela nyawanya dan keluarganya melayang demi membela dan memperbaiki bangsa ini. Itulah bentuk kecintaan pada negara yang nyata menurut mereka, bukan sekedar simbol-simbol negara saja.

Berbagai aksi yang mereka lakukan justru berlandaskan rasa cinta tanah air yang sangat tinggi, mereka sedemikian rupa merasakan betapa menderitanya kebanyakan orang berada dalam tangan kezaliman penguasa yang hedonis, tapi rakyat jelata tidak bisa berbuat apa-apa, menerima begitu saja. Maka mereka ingin tampil ke depan untuk memberikan kontribusi yang nyata bahwa mereka bisa membuat negara tunduk dengan aksi mereka. Mereka ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa mereka mau mengorbankan diri mereka demi kedamaian orang lain. Mereka sudah tidak tahu bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah kesalahan, karena sisi positif kemanusian mereka sudah ditutupi hawa nafsu, yaitu tidak bisa menahan hawa nafsu untuk sabar menegakkan kebenaran menurut syariat islam yang rahmatan lil alamin. Mereka sudah berada dalam amarah yang memuncak, melihat hanya dari sisi mereka saja dan awan gelap sudah menutupi hati mereka dari rahmat Allah swt.

JIHAD ADALAH JALAN KELUAR


Bagi mereka bentuk nyata melaksanakan tugas kemanusiaan yang benar adalah dengan jalan jihad, karena mereka menganggap semua penguasa di negeri ini sudah masuk dalam golongan karif yang harus diperangi. Mereka menganggap semua aparat adalah kacung-kacung tidak bermoral yang harus dibinasakan, karena sudah melanggengkan sistem pemerintahan yang murtad dan kafir serta berbagai cara pandang mereka melihat semua hal adalah keburukan yang harus segera dibenahi. Mereka tidak lagi bisa melihat bahwa Allah swt pun sudah merahmati semua umat muslim tanpa kecuali. Bagaimanapun keadaan yang terjadi saat ini juga ada campur Allah swt didalamnya, dan Allah juga sudah banyak memberikan karunia-Nya pada negeri ini.

Coba saja anda pikirkan itu, pernahkah anda bayangkan sedemikian besarnya semangat juang mereka dilapangan. Dan inilah yang dijadikan landasan mereka melakukan serangkaian aksi dan serangan di berbagai tempat. Mereka melihat penguasa sudah melampaui batasan dan menganggap sudah saatnya diberantas dengan cara yang mereka sebut berperang melawan Thagut (penguasa zalim). Inilah alasannya mengapa mereka sangat bersemangat melakukan serangkaian teror, karena api amarah yang di bakar dalam dada mereka sehingga sudah tidak bisa melihat sisi lain. Dan inilah yang sangat ditakutkan penguasa, jika faham ini menyebar sedemikian masif di masyarakat maka pemerintah sendiri yang akan kerepotan menangani banyak makar di masyarakat. Seandainya saja selama ini pemerintah tidak bertindak korup dan zalim pada rakyatnya, mungkin bibit pemberontakan ini tidak akan berkembang pesat. Karena pada dasarnya masyarakat indonesia sangatlah toleran dan menghormati asas negara yaitu Pancasila, warga negara Indonesia sangat memahami bahwa walau berbeda mereka harus menganggap semuanya adalah saudara yang bersatu, maka dari itu ketika mereka dihadapkan pada fakta bahwa apa yang dilakukan pemerintah ini justru sudah melukai rasa persatuan dan kesatuan, mereka langsung berubah menjadi musuh pemerintah sendiri.

KORBAN BERJATUHAN DAN HAM DIABAIKAN

Anak muda dengan pola pikir seperti ini sangat banyak sekali jumlahnya, di negeri ini terdiri dari 250 juta manusia, jika ada 10 persennya saja anak muda yang punya sifat nasional tinggi seperti ini, berarti ada berapa banyak orang yang tiap tahun bisa direkrut dan menjadi korban. Kenapa jadi korban? Karena jika mereka melakukan aksi berbahaya atau baru sekedar bergerombol, lalu tiba-tiba datang pasukan Densus 88 menggerebek rumah mereka dengan alasan sedang menyusun rencana teror lalu ditembaki dan dibunuh ditempat. Coba saja anda bayangkan, ada berapa banyak anak-anak muda yang mati di tangan aparat setiap tahunnya akibat tuduhan makar tersebut. Padahal mungkin mereka masih bisa disadarkan dari kesalahannya, atau mungkin mereka tidak perlu menjadi sasaran peluru aparat atas tuduhan yang belum terbukti kebenarannya. Dan bukankah ini juga sudah menyalahi Undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah menghilangkan nyawa seseorang tanpa alasan yang jelas. Undang-undang tentang Teroris saat ini sedang di godok ulang di DPR dan berencana akan direvisi mengikuti kebutuhan Kepolisian untuk lebih memudahkan lagi proses pencegahan, dengan demikian akan jatuh lebih banyak lagi korban anak muda di kemudian hari, lalu atas kepentingan siapakah Undang-undang itu dibutuhkan?

MOTIF DAN ALASAN IKUT SERTA

Di amerika dan eropa sendiri mereka juga kewalahan dengan banyaknya anak muda yang berangkat bergabung dengan ISIS dan menyatakan perang kepada pemerintahan berkuasa. Anak muda berpendidikan tinggi dan terpelajar, mau bergabung bukan sekedar karena alasan ekonomi tapi karena alasan lain. Anak-anak muda ini biasanya baru saja mengenal islam dan mereka sedang mencari identitas diri. Makanya ketika browsing di internet mereka melihat islam dari sisi lain ternyata mau melakukan tindakan menantang, mereka jadi terpacu ingin melakukan hal baru yang menurut mereka keren. Alasan bergabung juga disebabkan adanya iming-iming kesenangan bisa melakukan hubungan seks bebas juga menjadi faktor pendorong lainnya. Lalu alasan para pe ingin bergabung adalah karena mereka sudah dijanjikan akan mendirikan negara islam berlandaskan sistem khilafiah yang murni. Tapi sayangnya itu hanyalah bagian dari trik rekrutmen saja, cita-cita itu tidak akan pernah terwujud. Jadi secara keseluruhan motif tiap orang berbeda-beda ketika menyatakan diri mereka bergabung, tergantung situasi dan kondisi masing-masing, tidak semua bermotif ekonomi, ada juga karena rasa nasionalis, rasa persaudaraan, alasan balasan di akhirat, mencari kesenangan sesaat, dan sebagainya.

SIKAP HEROIK DAN NASIONALIS INDIVIDUALIS


Lalu dari mana sikap heroik ini tumbuh dan mengakar di jiwa anak muda? ya dari berbagai tontonan asal barat yang semuanya bertema jagoan single membela kebenaran. Semua tontonan box office dari negara asalnya amerika sana yang tidak kita sadari sudah berhasil mencuci otak anak-anak kita untuk mau berbuat hal serupa, mau menantang maut. Kita semua tidak sadar bahwa dari tontonan itu sudah melahirkan ideologi rasa nasionalis tinggi yang mengarah individualis, sementara pengetahuan ilmu agama sedikit, fakta kondisi ekonomi yang carut-marut lalu ketika itu diterapkan dalam kehidupan nyata yang mereka temukan adalah konsep juang Jihad. Bahwa apa yang diajarkan dalam agama sama dengan apa yang mereka lihat di layar kaca, maka terbentuklah pola pikir radikalism yang mengarah pada pemahaman berjuang di jalan jihad adalah yang terbaik. Maka inilah yang terjadi.

Dalam merangkul pengikut-pengikutnya yang masih awam, hal yang diutamakan di dalam komunitas ini justru hal-hal yang bersifat sangat logis dan taktis, semua ada hitung-hitungannya, dan sangat sistematis, cara berpikir mereka justru sangat sederhana namun tepat sasaran....itu yang membuat mereka kuat pendiriannya, belum lagi ditambah iming-iming surga, bahwa dalam satu nyawa orang kafir maka akan di beri imbalan 72 bidadari syurga...wah makin menggebu-gebu semangat bela negaranya, seakan-akan mereka sudah siap mati kapan saja...jika anda berdiskusi dengan mereka, maka dalam waktu kurang 24 jam anda juga bisa terhipnotis dengan ajakannya, karena mereka sudah sedemikian bulat tekadnya dan yakin dengan tindakannya, ya itu karena yg dikendalikan adalah pola berpikir logisnya yang matang, kuat dan tidak terbantahkan.

METODE PENANGKAL DAN MENOLAK FAHAM RADIKAL

Lalu bagaimana cara menangkal doktrin yang di sebarkan para penganut paham radikal agar tidak semakin banyak orang bergabung dengan kelompok ini, sesuai inti doktrin yang dikemukakan di atas, maka setip orang harus memahami hal-hal berikut ini;

1. jika berkaitan dengan sistem kenegaraan; perlu kita ingat bahwa negeri ini sangatlah besar, dalam segi luasan dan kependudukan, Indonesia adalah negara yang diawal pemerintahannya berdiri sudah banyak campur tangan asing didalamnya, maka wajarlah jika hingga saat ini hal tersebut masih terasa kental pengaruhnya. Indonesia juga pernah dipimpin oleh pemerintahan diktator selama 32 tahun, dan faktanya memang tidak mudah memerintah negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor lima di dunia dengan heterogen nya budaya dan agama yang dipeluk serta berbagai keberagaman budaya, setidaknya pemerintah yang ada saat ini juga sudah berusaha memperbaiki berbagai kesalahan dan kekurangan di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah. Bersikaplah sabar dan percaya bahwa negeri ini masih membutuhkan proses yang panjang dalam perjalanannya mencapai negeri yang aman dan makmur, sembari kita juga ikut berkontribusi dalam pembangunan.

2. Jika beraitan dengan Ajaran Jihad dalam agama; Islam memang mewajibkan seorang muslim untuk berperang dan angkat senjata, tentunya jika negara itu sedang dalam keadaan perang atau sedang dijajah dan ditindas. Faktanya Indonesia ini kan sedang tidak dalam kondisi perang sebaliknya menjadi salah satu negara muslim paling aman di dunia. Artinya tidak ada alasan seorang muslim menyatakan dirinya berperang dan jihad lalu menganggap usaha jihadnya dalam rangka memerangi pemerintahan kafir dapat dibenarkan. Jalan jihad yang benar di tengah kondisi kondusif seperti ini adalah jihad memerangi hawa nafsu diri sendiri dalam sabar dan tawadhu kepada Allah swt.

3. Jika berkaitan dengan imbalan syurga; dalam hal ini pastilah hanya ALlah saja yang tahu apa yang akan diterima setiap hamba-Nya kelak, terkait amal perbuatannya, tidak ada yang bisa memastikan. Jika memang niat sepenuhnya untuk mencari syurga, maka seharusnya jalan paling cepat mencapai surga adalah dengan berbuat baik pada sesama dan menebaran keindahan ukhuah islamiah dengan jalan damai, bukan sebaliknya malah menjadikan saudaranya korban keganasan bom bunuh diri atau teror, tentu saja itu tidak dibenarkan dalam agama.

4. Jika berkaitan dengan Pemimpin korup dan zalim; maka serahkanlah urusan itu kepada ALlah swt saja, setiap pemimpin akan dimintakan pertanggung jawabannya atas setiap tindak tanduknya, sangat berat siksa bagi mereka yang tidak menjalankan amanah, dan hanya ALlah saja yang berhak menilai apakah ia seorang pemimpin Thagut atau bukan. Kita sebagai masyarakat biasa ditugaskan untuk menjaga keharmonisan nilai-nilai kehidupan, karena bagaimanapun asal mula terpilihnya pemimpin bagi segolongan manusia itu didasarkan pada tindakan dan perilaku masyarakatnya, jika masyarakat bertindak baik dan sabar dalam menjaga kehidupan, maka ALlah akan memilihkan seorang pemimpin yang baik juga amanah, sebaliknya jika masyarakatnya bersikap merusak dan menghancurkan nilai-nilai kehidupan maka Allah akan memilihkan pemimpin yang keras lagi kejam.

5. Jika itu berkaitan dengan mashab aliran keras yang menghalalkan Jihad; maka ada baiknya kita berbaik sangka saja kepada Allah swt, bahwa atas apa saja yang sudah terjadi di negeri ini maka itu adalah atas campur tangan dari-Nya, Ia Maha Mengetahui dan tidak ada satupun kejadian selain itu ada campur tangan dari-Nya. Disamping penderitaan yang diterima kebanyakan orang di negeri ini bukankah ALlah juga selalu melimpahkan karunia dan berkah-Nya kepada kita semua, sebaiknya kita tidak menafikan itu.

Maka dari itu janganlah kita bersikap mudah dihasut dan di ajak berbuat dosa, karena semua itu akhirnya akan kembali lagi pada diri kita, membinasakan satu generasi akibat pola pikir yang salah. Bagaimanapun sikap memberontak dan menganggap tindakan melakukan teror adalah salah besar. Kita harus bisa membentengi diri kita dengan mengedepankan sikap sabar dan tawadhu kepada ALlah swt. Tidak ada pilihan lain, semua orang hidup di belahan dunia manapun pasti punya permasalahan, tergantung bagaimana cara kita mensikapinya saja.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar