Senin, 04 April 2016

LAKNAT HARTA DUNIA DAN PENGIKUTNYA

KISAH DIBALIK HINANYA HARTA DUNIA


Banyak ayat-ayat Al Quran menerengkan tentang tercelanya isi dunia dan jenis macamnya. Sungguh Al Quran sudah memuat ayat tentang tercelanya dunia dan seruan agar manusia berpaling dari dunia dan menuju akherat. Bahkan hanya inilah tujuan para Nabi menyampaikan misi, dimana mereka diutus hanya untuk urusan ini. Jadi tidak lagi butuh ayat-ayat Al Quran sebab semuanya sudah sangat jelas dan nyata.

Nabi saw. pernah bersabda: "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."

Nabis saw. juga bersabda: "Dunia dan isinya sangat dilaknati kecuali sesuatau yang dipergunakan dijalan Allah swt."

Abu Musa Al Asy'ari berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang mencintai dunia tentu akan menyingkirkan akheratnya, dan barang siapa mencintai akherat tentu akan mengesampingkan dunianya. Maka utamakanlah urusan akherat (abadi) daripada yang binasa (dunia).

Nabi Isa as. berkata: "Di hati seorang mukmin tidak akan pernah bisa bersatu antara cinta dunia dan akherat sebagaimana sulitnya berkumpul air dan api dalam tabung.


Zaid Bin Arqom berkata:"Kami bersama sahabat Abu Bakar ra. dia memanggil dan minta minum, dan diambilkan segelas air dan madu. Tatkala ia mendekatkan minuman itu ke mulutnya, ia menangis, para sahabat pun ikut menangis, dia terus menangis sampai tidak ada yang mampu menanyainya. Sesaat kemudian dia mengusap matanya,
lalu sahabat berkata; "Wahai Khalifah Rasul, apa yang menyebabkan kamu menangis seperti itu!"
Dia menjawab: "Pernah aku bersama rasulullah, beliau sedang mendorong-dorong sesuatu dari dirinya, padahal aku tidak dapat melihat apapun ada padanya.
Akupun bertanya pada beliau; "Ya rasulullah, apakah yang tuan dorong dari diri tuan!"
Beliau saw menjawab: "Dia adalah dunia, dia diwujudkan dihadapanku, akupun berkata kepadanya; menyingkirlah engkau dari hadapanku.

Dia (dunia) kemudian berkata: "Sekarang engkau bisa lepas dariku, maka kelak sesudahmu ada yang tidak bisa lepas dariku.

Musa bin Yasar berkata bahwa Nabi saw pernah bersabda; "Sesungguhnya tidak menciptakan mahluk yang paling dibenci kecuali dunia. Bahkan sejak diciptakan, Allah tidak pernah memandangnya." Nabi saw. bersabda: "Posisi dunia tergantung antara langit dan bumi, dan sejak diciptakan Allah tidak pernah memandangnya."

(Definisi dunia yg dimaksud adalah segala keindahan dan kemewahan yang dihasilkan dari upaya manusia menggali nilai tertinggi didalamnya misalnya adalah emas, perhiasan, makanan lezat, mobil mewah dan mahluk-mahluk ciptaan Allah; tumbuhan, hewan, bulan, bintang, matahari dan sebagainya.

KUTUKAN NIKMAT DUNIA


Daud bin Hilal berkata: Dalam Mashaf Ibrahim bertuliskan:"Hai dunia, amat hina dirimu dipandangan orang-orang yang berbuat baik (sholeh), kamu berpura-pura dan terus berhias. Dan sesungguhnya AKU telah menancapkan rasa benci kepadamu serta menolaknya. Tak pernah aku menciptakan yang lebih hina daripada kamu, dimana setiap urusanmu menuju kehancuran. AKU telah memutuskan pada hari aku menciptakan kamu bahwa kamu tidak akan langgeng untuk seseorang, dan merekapun tidak akan langgeng untuk kamu sekalipun mereka pelit dan tamak terhadapmu."

Dan Dunia akan berkata pada hari kiamat;"Wahai Tuhanku, hari ini jadikanlah aku serendah-rendahnya mahluk diantara kekasih-kekasih-Mu."

Lalu Allah berfirman: "Diamlah wahai barang yang tidak memiliki apa-apa. Sungguh Aku tidak merelakan mereka (menusia) menempatimu, lalu adakah aku merelakan kamu hari ini untuk mereka!"

Diriwayatkan; sesungguhnya Nabi saw pernah berdiri di dekat tempat sampah, beliau saw lalu bersabda: "Mari kita lihat dunia." Kemudian mengambil pakaian usang dan rusak di dalam bak sampah itu, dan beberapa tulang yang hancur.
Beliau saw. bersabda: "Inilah dunia, sebagai lambang bahwa perhiasan dunia akan hancur seperti pakaian ini, dan tubuh-tubuh yang engkau lihat akan hancur seperti tulang-tulang ini.

Dalam haidst lain Abu Hurairah ra. berkata bahwa rasulullan saw bersabda: "Hai Abu Hurairah, maukah engkau aku perlihatkan dunia dan isinya!"
AKu menjawab, "Mau ya rasulullah."
Maka beliau mengajak tanganku berjalan ke pinggir jurang, semua jurang-jurang yang ada di kota Madinah. Dan salah satu jurang dijadikan tempat sampah kepala-kepala manusia, kotoran, pakaian usang dan tulang-tulang.

Kemudian beliau bersabda: "Wahai Abu Hurairah, kepala-kepala ini pernah rakus sama halnya kerakusanmu, berandai-andai seperti angan-anganmu, namun pada suatu hari ia akan menjadi tulang tanpa kulit dan menjadi abu. Yang ini adalah kotoran dari berbagai makanan lezat, darimana dia tidak pernah dipertimbangkan unsur halal dan haramnya, makanan itu dimasukkan ke dalam perut lalu saling berdesakan. Demikian juga pakaian-pakaian mereka, akan dihempaskan ke tempat kotor ini. Juga tulang ini, berasal dari bintang-binatang yang mereka tumpangi untuk mengelilingi kota. Maka barang siapa yang menangisi dunia, maka sebaiknya ia menangis."

Lanjut Abu Hurairah ra. : "Kamipun terpaku sampai tangisan kami semakin keras."

Nabi saw bersabda: "Kelak engkau akan lalai dengan memperbanyak harta dunia."

Anak cucu Nabi Adam as berkata: "Hartaku!, hartaku!, hartaku!" Tiada bagian hartamu kecuali apa yang engkau makan; apa yang engkau gunakan yang sesungguhnya akan rusak, atau yang engkau sedekahkan untuk engkau abadikan.

Nabi saw. bersabda; "Sungguh dunia adalah sesuatu yang manis dan hijau dan Allah menciptakan manusia adalah agar kamu dapat menguasainya dan menaklukkannya, dan DIA selalu memicing (memejamkan mata) bagaimana kamu memperlakukan dunia. Sesungguhnya Bani Israil adalah bangsa yang telah diberhasilkan urusan dunianya, dan mereka berhamburan dengan gemerlap perhiasan, wanita, wangi-wangian dan kemewahan.

Dan sesungguhnya Allah menciptakan keindahan dunia adalah agar manusia dapat menguasai dan mengendalikannya untuk kebaikan agama Allah di muka bumi dan untuk dijadikan bekal menuju perkampungan akherat, bukan sebaliknya yang kita dapati kebanyakan manusia dikendalikan hawa nafsunya sehingga dapat dikuasai dunia untuk berbuat keji dan mungkar kepada-Nya. Sungguh manusia sudah berada di jalan yang sesat dan dimurkai.

Nabi saw bersabda:"Sungguh mengherankan bagi mereka yang percaya akan adanya perkampungan abadi (akherat), tetapi dia sendiri mengusahakan (bekerja) demi perkampungan yang penuh tipu daya (dunia)."

(Disarikan dari kitab monumental Ihya` Ulumiddin, karya Imam al-Ghazali)



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar