Selasa, 21 Juni 2016

MAKNA SETAN DI BELENGGU DI BULAN RAMADHAN

Diriwayatkan oleh Bukhari, no. 1899. Muslim, no. 1079, dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu”.


Apa makna 3 kata diatas, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan diborgol. Apa maksud dan inti kalimat hadist diatas.

1. Pintu surga dibuka

"Dibulan puasa pintu-pintu surga dibuka; pada sebagian orang mengartikannya dengan membayangkan bahwa pintu dan gerbang surga dibuka selebar-lebarnya sehingga siapa saja yang ingin masuk surga maka mereka bisa masuk. Sehingga ada anggapan banyak orang ingin wafat di bulan ramadhan.

Padahal sesungguhnya;

Makna dari kata pintu-pintu disurga adalah Allah memberikan kesempatan kepada siapa saja yang ingin menjadi penghuni surga kelak, maka di bulan ramdhan inilah kesempatan emas untuk memperbanyak amal sholeh, karena setiap perbuatan baik di bulan puasa akan mendapat imbalan pahala berlipat ganda. Bagi siapa saja yang merasa hidupnya selama ini masih jauh dari kemungkinan masuk dalam surga, inilah kesempatan baik untuk menambah banyak-banyak amalan sholeh, sehingga kelak ia bisa masuk surga.

2. Pintu-pintu neraka ditutup;

Mengandung makna bahwa Allah tidak akan mentolelir siapa saja yang berbuat kejahatan di bulan ramaahdan karena kelak ia sudah dipastikan akan masuk neraka. Karena pada orang yang membaca hadist ini harusnya memahami bahwa di bulan ramadhan Allah hanya membuka satu pintu terbaiknya, yaitu bahwa pintu surge. Jika ada yang nekat melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka sudah menjadi jaminan orang tersebut kelak akan masuk neraka. Pada sebagian orang yang kurang pemahamannya justru mengartikan bahwa meskipun mereka melakukan kejahatan di bulan ramadhan, maka mereka akan tetap masuk surge karena pintu satu-satunya yang terbuka adalah pintu surge.

3. Syaitan dibelenggu

Apa makna kata-kata dibelenggu diatas? apakah benar semua setan tangannya di borgol, atau apa? Ada anggapan di masyarakat bahwa pada saat bulan puasa, maka semua setan akan dibelenggu dan di kurung oleh malaikat dalam sebuah sel dan penjara, sehingga mereka tidak bisa lagi mengganggu orang-orang yang sedang berpuasa. Benarkah anggapan seperti itu? Tapi faktanya, di saat bulan puasa masih saja ada orang yang berbuat jahat dan dosa, bagaimana penjelasan hal tersebut? bukankah seharusnya jika para setan dikurung maka mereka tidak bisa laggi mengajak manusia dalam dosa? logika sederhananya memang begitu, tapi anggapan masyarakat seperti itu adalah salah besar. Di alam ini memang ada banyak setan yang bertebaran, namun satu-satunya setan yang paling berperan penting adalah yang ada dalam diri manusia itu sendiri yaitu setan yang menghuni hawa nafsu.

Dalam diri setiap manusia itu kan ada hawa nafsu, nah yang mengendarai nafsu kita itu adalah setan. pada saat kita puasa, maka kita akan menekan hawa nafsu untuk berbuat macam-macam, terutama makan. pangkal utama titik lemah manusia adalah pada nafsu terhadap makanan, maka dari itu seorang muslim di wajibkan berpuasa di bulan ramadhan, dalam rangka untuk mengendalikan perilaku setan yang menghuni hawa nafsu.

Maka dari itu, pada orang puasa, setan itu gak bisa membujuk orang untuk makan, karena niat mereka puasa jauh lebih kuat daripada hawa nafsunya. Maka saat itulah si setan ini bagaikan orang yg dipasung dan dibelenggu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa dan terkurung dalam ke-khusuk-kan orang puasa. Dalam setiap kesempatan, setan itu akan tetap membujuk manusia untuk menghentikan puasanya dengan cara membisikkan kelezaatan makanan dan minuman, namun itu sekali lagi tergantung pada si fulan, mau terbujuk atau tidak. Jika si fulan termakan bujuk rayu setan, maka batal lah puasa si fulan dan menanglah si setan ini, langkah berikutnya setan akan membujuk di fulan untuk melakukan dosa lainnya, yaitu berbohong pada orang-orang disekitarnya. dan seterusnya.

Namun apabila disaat orang puasa itu membaca ayat-ayat suci al quran, maka si setan itu bagaikan terbakar api yang amat panas, dia meronta-ronta kesakitan, karena alunan ayat suci dari mulut orang puasa itu berubah menjadi api yang menghanguskan bangsa setan yg menghuni hawa nafsu manusia. Maka dari itu, pada saat berpuasa disarankan untuk banyak-banyak bertadarus al quran dan berdzikir, sesunguhnya itu adalah untuk melemahkan bujuk rayu setan yang ingin mempengaruhi pikiran orang berpuasa agar dia menghentikan puasanya. Semakin kuat kita bertahan dari bujuk rayu iblis, maka semakin keras siksa yang setan terima.

Jangan di kira pada bulan ramadhan setan tidak akan melakukan pekerjaan utamanya menggoda manusia di bulan ramdhan, justru sebaliknya usaha setan sangat kuat untuk menggoda manusia. Namun bedanya dengan bulan ramadhan, umat muslim sudah mengunci hatinya dengan niat puasa di kala sahur. Orang yang makan sahur dan membaca niat puasa hanya untuk/kepada Allah, maka kepadanya Allah berikan kelebihan kekuatan, jika dibanding orang yang tidak bersahur. Dan jika si orang berpuasa bisa menyelesaikan puasanya hingga azdan magriib menggema, maka si setan ini akan lari tunggang-langgang mencari tempat menenangkan diri, akibat dia telah menerima siksaan api yang amat panas selama seharian penuh si fulan mengekang gerak setan.

Jadi kita jgn membayangkan ketika bulan ramadhan; setan2 itu sedang di borgol sama malaikat agar tidak mengganggu orang puasa, bukan seperti maksudnya, tetapi manusia yg sedang puasa itu sendiri yg memborgol setan yg ada dalam dirinya dengan cara menghindari berbagai perbuatan buruk, maksudhnya setan yg ada pada diri masing2 orang...

Maka dari itu jika ingin terhindari dari godaan setan, usahakan untuk tidak terlalu sering ke luar rumah, terutama ke tempat-tempat berkumpulnya setan seperti di pasar dan supermarket. Disana ada banyak setan yang berkeliaran dan mencari mangsa untuk dilemahkan niat puasanya dengan berbagai macam godaan misalnya haus dan lapar. Jika ingin keluar maka pergilah ke masjid atau majlis-majlis ilmu untuk mengaji dan tadarus, Insya Allah tidak akan diganggu setan, justru mereka akan lari ketakutan karena panasnya api.

Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus