Selasa, 11 Desember 2012

Yahudi, Sisipkan Slogan Zionisme Dalam Ayat Suci Al Qur’an


YERUSALEM (Berita SuaraMedia) – Kekurangajaran kaum Zionis Israel terhadap umat Islam kembali mengemuka. Dalam sebuah serangan dan penghinaan terbaru dari kaum Zionis terhadap Islam dan simbol-simbol keagamaannya, mereka dengan sengaja memprovokasi perasaan dari umat Muslim.

Kaum Yahudi dengan sengaja memasukkan slogan kerabbian militer Zionis di dalam salinan naskah kitab suci Al Quran! Yang lebih kurang ajar lagi, salinan Al Quran tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada para prajurit Muslim yang menjadi anggota tentara penjajahan, demikian dilansir oleh sejumlah media berbahasa Ibrani.


Slogan Zionisme tersebut berbunyi, "Sebuah tanah tanpa penduduk untuk para penduduk tanpa tanah".

Media "Seventh Channel" news menyebutkan bahwa tentara penjajahan Israel memang dengan sengaja menyisipkan slogan Zionisme di seluruh salinan kitab suci Al Quran yang dicetak oleh tentara penjajah Israel. Kemudian, didistribusikan secara gratis kepada para prajurit Muslim.

Menurut media berbahasa Ibrani tersebut, gagasan (mengenai menyelipkan slogan zionisme dalam Al Quran) muncul setelah bertemu dengan kepala rabbi pasukan Perancis, Brigadir Haim Dzih, kala mengunjungi tentara penjajahan Israel. Rabbi militer tersebut membeberkan gagasan licik untuk menyelipkan slogan zionisme dalam Al Quran.

Langkah nista Yahudi tersebut merupakan penghinaan besar bagi kaum Muslim, khususnya ketika Israel membagi-bagikan salinan Al Quran yang telah dimodifikasi tersebut kepada sejumlah besar umat Muslim yang menetap di luar Palestina.

Dalam sebuah majalah khusus untuk para tentara Zionis, Rabbi tersebut mengatakan kepada pasukan Perancis bahwa hal tersebut hanyalah sebuah kesalahan.

Sementara itu, pada hari Selasa pagi, menteri ekstrimis Yahudi, Yitzhak Aharonovitch, membobol masuk kompleks masjid Al Aqsa. Dengan dikawal oleh puluhan petugas dari pasukan penjajahan Zionis.

Para saksi mata menyebutkan bahwa menteri keamanan tersebut berjalan masuk dengan dikawal oleh sejumlah polisi dan para petugas lain di kompleks masjid Al Aqsa, dan juga masjid Kubah Batu.

Polisi Israel mengawal ketat menteri tersebut dan tidak membiarkan ada warga Palestina yang mendekat kepada menteri ekstrimis tersebut.

Hal tersebut semakin menegaskan fakta bahwa pemerintahan Zionis Israel semakin serius membidik masjid Al Aqsa, dan menegaskan bahwa aksi penerobosan tersebut adalah sebuah bukti nyata mengenai rencana kotor Yahudi untuk merobohkan masjid Al Aqsa.

Dalam rencananya, Israel akan menciptakan gempa buatan melalui penanaman bom di sebelah barat Negev, di sebuah laut di Eilat, kemudian orang-orang akan merasakan getaran dari ledakan tersebut, lalu para ilmuwan memberikan keterangan, sementara Israel menyatakan bahwa ada "gempa bumi" melanda daerah tersebut dan menyebabkan atap-atap bangunan menjadi runtuh.

Para ahli menambahkan: "Ada kemungkinan Israel mempergunakan jalur terowongan lebih banyak daripada menggunakan jet F-16 untuk menembus tembok suara masjid tersebut yang dihancurkan oleh serangan penjajahan, Israel sekarang meningkatkan pengalian dan pembangunan terowongan dibawah masjid Al Aqsa dengan tujuan utama yang sangat jahat, yaitu agar fondasi Al Aqsa menjadi rapuh dan setiap saat siap runtuh," Ditekankan bahwa gempa/getaran sekecil apapun akan sedikit menenggelamkan masjid.

Sheikh Saeed Sabri Akrama, kepala pemuka agama Islam di masjid Al Aqsa, dalam sebuah rekaman mengecam keras aksi untuk meruntuhkan situs-situs suci keagamaan di Yerusalem, termasuk masjid Al Aqsa.

Sheikh Sabri mengatakan: "Para rabbi Yahudi terus saja bersikeras bahwa umat Muslim membangun masjid diatas kuil suci mereka pada abad ke tujuh.

Dia menekankan bahwa rencana kotor tersebut adalah kepanjangan dari kegiatan penggalian di bawah masjid Al Aqsa untuk membuat fondasi masjid tersebut menjadi rapuh agar mudah untuk diruntuhkan. Termasuk juga serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Yahudi ekstrimis terhadap umat Muslim.

"Sama sekali tidak dituliskan dalam kitab suci Al Quran dan hadist, yang merupakan sumber hukum Islam, mengenai adanya "hak" kaum Yahudi atas masjid Al Aqsa, oleh karena itu, Al Aqsa hanyalah tempat suci umat Muslim.

Sheikh Sabri mendesak dunia Arab dan negara-negara Muslim untuk turut memikul tanggung jawab (atas keberadaan masjid Al Aqsa), dan seluruh Muslim harus melindungi masjid Al Aqsa yang terancam akan dirobohkan oleh konspirasi Yahudi.(dn/im) www.suaramedia.com

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar