Rabu, 23 Januari 2013

Rupamu, Ketika Hari Kebangkitan, Babi atau Monyet?


ALLAH SWT berfirman, “Suatu hari ketika sangkakala ditiup maka kalian berbondong-bondong” (QS 78: 18)
Muadz bin Jabal ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang tafsiran ayat diatas. Beliau menjawab, “Wahai Muadz, engkau menanyakan tentang tema yg sangat penting”. Air mata Nabi mengalir dikedua pipinya, kemudian Nabi melanjutkan: “Umatku akan dibangkitkan dalam sepuluh kelompok berbeda pada hari kiamat nanti”


Yaitu : Sebagian dari mereka akan dibangkitkan seperti monyet, sebagian yg lain seperti babi, sebagian dibangkitkan dalam keadaan berjalan dengan kepalanya, sebagian lagi akan dibangkitkan dlm keadaan buta dan tersesat, sebagian mereka dibangkitkan tuli dan bisu tidak mengetahui apa-apa, sebagian lagi dibangkitkan dengan mengunyah lidah mereka dan nanah mengalir melalui mulutnya sehingga mengganggu org yg ada didekatnya, sebagian
mereka dibangkitkan dengan tangan dan kaki yg buntung, sebagian mereka dibangkitkan tergantung pada cabang pohon yg terbakar, dan sebagian lagi akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari lelehan timah hitam yg melumat tubuh mereka.

Lalu beliau menjelaskan sepuluh kategori itu :
“Mereka yg dibangkitkan seperti monyet adalah pembawa cerita dan mata-mata, yg muncul seperti babi adalah para penerima suap dan pendapatan tidak halal, mereka yg berjalan terbalik adalah orang yg melakukan riba, mereka yg buta adalah para hakim dan petugas yg menindas masyarakat, orang yg bisu dan tuli adalah mereka yg egois dan ambisius, mereka yg dibangkitkan dengan tangan dan kaki buntung adalah orang yg menyakiti dan mengganggu tetangganya, mereka yg digantung pada cabang pohon yg terbakar adalah orang yg menyebarkan fitnah dan pertentangan dikalangan masyarakat untuk kepentingan raja dan penguasa, mereka yg baunya lebih busuk dari bangkai adalah org yg menjerumuskan dirinya dlm hawa nafsu tanpa mau mengeluarkan bagian Tuhan dari kekayaan mereka, dan mereka yg berpakaian dari lelehan timah hitam adalah orang yg takabur, dan berbangga diri”

Na'udzubillahimindzalik , Semoga bermanfaat ...

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar