Rabu, 10 Desember 2014

MANUSIA SUPER GENERASI-X

GENERASI MASA DEPAN

Pernahkah anda membaca sepenggal artikel yang berisi tentang akan datangnya suatu generasi baru dimasa depan. Mulai dari yang disebut generasi x, y dan z. atau generasi masa depan nibiru, generasi millennium dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa generasi ini berasal dari planet tertentu, memiliki perbedaan struktur genetika, memiliki level kecerdasan lebih tinggi dari manusia umumnya, memiliki peradaban maju dan lain sebagainya. Seperti yang sering kita lihat di film-film holywood bergenre ilmiah futuristik. Terdengar sangat fantastik dan mengundang decak kagum bukan. Tapi benarkah berita ini? Adakah ini sebuah fakta yang benar-benar akan terjadi. Lalu bagaimana dengan nasib manusia yang ada saat ini? Dan bagaimana seorang muslim harus menanggapinya? Kita sebagai seorang beriman yang memiliki penglihatan, pendengaran dan hati serta kitab suci yang maha benar maka sudah seharusnya sikap kita adalah mencari tahu kebenaran itu untuk menjadi pembelajaran berharga dengan melakukan croscek pada kitab suci dan hadist nabis saw yang pernah ada. Bagaimana sesungguhnya keadaan pengikut umat nabi di masa depan menurut sudut pandang seorang nabi kala itu? benarkah akan lahir manusia baru sekelas malaikat atau bahkan melebihi.

Misalnya Generasi Y, sebagian ahli memaparkan bahwa di dunia kerja generasi ini adalah
kelompok generasi yang cerdas dan handal, memiliki karakter kemampuan menghasilkan ide-ide brilian dan dinamis. Mereka memiliki ketergantungan pada teknologi yang tinggi dan suka mengekspresikan diri dalam berbagai situasi. Sikapnya lebih banyak dipengaruhi oleh mood atau suasana hati. Orientasinya adalah kemapanan dan masa depan cerah tanpa batas. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, maka pada kelompok ini membutuhkan banyak perhatian dan diperlukan kepekaan yang tinggi untuk memahami perilakunya yang kadan spontan dan tak berarah.

Sebelum lebih jauh, maka ada baiknya juga kita melihat pada buku panduan umat kitabullah dan hadist. Jika mengacu pada kitab suci Allah Al Quran, maka tidak ada satupun kalimat yang sesuai dengan fenomena diatas. Al Quran tidak pernah menyebutkan bahwa kelak akan ada manusia Ras baru dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan diatas. Kelak manusia akan disingkirkan dan diganti dengan jenis manusia baru yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini, karena alasan tertentu. Kecuali ada beberapa ayat yang memiliki kesamaan visi tentang pergantian pengikut nabi, diantaranya:

“Maka datanglah sesudah mereka (zaman nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS: Maryam :59)

Al quran mengatakan bahwa akan datang suatu generasi yang keadaannya jauh lebih buruk dari yang pernah ada di muka bumi, golongan manusia yang lebih buruk perilakunya dari yang ada di jaman nabi, yaitu orang-orang yang menyia-nyiakan shalat dan menurutkan hawa nafsu. Kepada mereka allah menimpakan kesesatan yang nyata. Bahka Orang-orang ini melakukan kerusakan jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan kaum yang ada sebelum datangnya para rasul. Kerusakan yang jauh lebih besar dari yang pernah dilakukan firaun dan pengikutnya. Firman Allah mengatakan:

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)

Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan banyak sabda Rasulullah saw, salah satu yang paling mendekati:

"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar menjadi agama mereka. Kehormatan terletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. "Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta semena-mena dalam pengambil keputusan." Sebagaimana sabda rasulullah berikut ini:

1. Tidak akan menimpa kalian, kecuali kemungkaran sudah jelas-jelas ditampakkan, yakni akan tersebar penyakit yang belum pernah ditemui di jaman sebelumnya.

2. Tidak mengurangi takaran kecuali akan ditimpakan bencana kelaparan, biaya hidup yang amat berat, dan para penguasa yang sewenang-wenang.

3. Mereka tidak mau mengeluarkan zakat, kecuali allah tidak akan menurunkan hujan dari langit.

4. Mereka tidak memungkiri perjanjian dengan allah dan utusan-Nya, kecuali mereka dikuasai musuh dari jenis lain yang mengkudeta sesuatu yang ditangan mereka.

5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak memutuskan sesuatu berdasarkan Kitab allah, maka allah akan menciptakan kesulitan buat mereka.

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"

Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."

Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah: Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Berikut beberapa hadist nabi saw tentang keadaan pengikut nabi di masa depan menurut sudut pandang beliau di masa itu:

1. Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata,

“ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

2. Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda,
‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih buruk/jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian.’

3. Abu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian. Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca al-Quran tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca al-Quran, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman)” (HR:Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim).

4. Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah bersabda, Abu Umamah al Bahiliy bahwa Rasulullah bersabda;
“Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat. (HR: Ahmad)


5. Melalui Hudzaifah ra. Nabi swa pernah bersabda;"Akan datang suatu jaman menimpa pada manusia, dimana bangkai keledai yang busuk lebih mereka sukai daripada orang mukmin yang ber-amar ma'ruf Nahi Mungkar.

6. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”
(Sunan Ibnu Majah)

7. Sabda Nabi saw. Diriwayatkan oleh Ma’qobal bin Yasar ra. :

” Akan datang zaman dimana menimpa umat manusia, dimasa itu Al-quran amat kering di hati para lelaki (Umat) laksana pakaian using di tubuh. Mereka hanya mengutamakan ketamakan yang disertai kekhawatiran. Jika mereka berbuat baik, mereka berkata: “Amalku akan di terima….’Dan kalau mereka berbuat dosa, maka mereka akan berkata:” Aku pasti diampuni.”

8. Dari Ali kw. Katanya: “Aku pernah mendengar rasulullah swa. bersabda:
” Akan datang suatu kaum pada akhir zaman; yang lidah mereka pandai bicara sementara akalnya lemah. Mereka mengucapkan sabda Nabi swa, namun sabda itu tidak sampai melintasi tengggorokan mereka sendiri. Mereka bisa keluar dari agamanya seperti anak panah melesat dari busurnya.”

9. "Maka sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).

Lalu mana diantara dua ramalan itu yang anda percayai sebagai seorang muslim beriman. Apakah ramalan yang berasal dari peneliti barat atau yang berasal dari al Quran dan hadist nabi saw junjungan kita. Harus banyak-banyak kita memperhatikan setiap perkataan orang yang bukan islam adalah menjerumuskan iman kita kedalam kesesatan. Harus kita kaji terlebih dahulu setiap kalimat yang mereka sodorkan apakah mengandung unsure bidah atau bersifat menyimpang dari aturan. Karena sesungguhnya pada setiap berita yang mereka buat selalu mengandung misi terselubung, seperti kita semua tahu untuk membuat kita ragu dengan keyakinan kita sendiri. Jadi Berhati-hatilah.

Apabila kita merasakan bahwa apa yang diramalkan nabi saw adalah sebagian besar kesesuaian keadaan dengan yang kita rasakan saat ini, bukankah ini artinya ramalan nabi saw itu benar. Bahwa akan menimpa banyak kemalangan para pengikut nabi di masa depan akibat kelalaiannya sendiri. Bukankah kita juga sama-sama setuju dan melihat bahwa sebagian besar ramalan hadist itu merujuk pada buruknya perilaku umat dari yang ada saat ini. Bahwa Nabi swa juga pernah bersabda akan kedatangan zaman dimana sebagian umatnya banyak menyimpang dan melampaui batas. Dan adapun umat yang dimaksud tersebut ternyata banyak merujuk pada sebagian dari keadaan kita saat ini. Maka sudah saatnya kita kembali kepada jalan kebenaran Sang Khalik.

Lalu apa makna dari kedatangan suatu kaum baru yang dimaksud hadist-hadist nabi saw diatas, itu adalah bagian dari peringatan keras bagi kita semua untuk memperhatikan ajaran islam lebih baik lagi. Karena sesungguhnya satu-satunya umat terbaik yang pernah ada di muka bumi ini adalah umat yang hidup dijaman rasulullah. Mereka adalah orang-orang terbaik yang membelanjakan hartanya di jalan Allah dengan ridho. Mereka yang membuat ikatan-ikatan antara umat muslim hingga terjalin ukhuah islamiah hingga saat ini. Dan seburuk-buruknya umat adalah manusia yang ada saat ini, karena isi ramalan nabi saw itu merujuk pada keadaan umat islam saat ini.

Menyangkut sekelompok orang yang pernah mendapat keistimewaan dari Allah, itu memang pernah terjadi di masa lalu, yaitu di jaman nabi musa dengan pengikutnya Bani Israil. Golongan ini
mendapat keistimewaan dari Allah yaitu kemampuan akal yang melebihi manusia pada umumnya. Hal ini dilakukan karena kaum Bani Israil pada saat itu adalah golongan yang paling keras dan paling sulit di ajak kepada kebenaran dan diajak menyembah Allah. Mereka kerap bertanya dan meminta bukti nyata keberadaan Tuhan-nya Nabi Musa. Maka Allah menganugerahkan mereka kecerdasan lebih, sesungguhnya agar mereka dapat melihat kebenaran lebih besar dan lebih bisa diterima oleh akal mereka. Tetapi yang terjadi adalah penolakan kaum Bani Israil yang semakin menjadi-jadi dan semakin mereka tidak percaya pada kebenaran yang di bawa Nabi Musa. Sudah berbagai mukjizat ditampakkan tetapi itu tidak pernah cukup bagi mereka, sebaliknya mereka makin membangkang dan berbalik menyembah berhala Sapi Betina dan penolakan itupun masih terjadi hingga hari ini. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

"Hai Bani israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segela umat." QS. A; Baqarah:47.

Itulah sebabnya hingga kini kita tidak akan pernah lagi menemukan ada umat yang diberi kelebihan akal seperti yang pernah terjadi di jaman nabi musa as. Dan dengan demikian berita yang bersebaran di dunia maya itu bukanlah sesuatu yang harus kita yakini adanya. Karena sesungguhnya Allah hanya mau membukakan hidayahnya kepada orang yang bersungguh-sungguh saja ingin mencari kebenaran. Allah hanya akan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang berniat berdiri tegak di jalan-Nya. Hanya pada orang-orang tertentu saja yang didalam lubuk hatinya berserah diri penuh kepada ketentuan Allah swt. amin.

Allah berfirman," Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37). Hidayah Allah tidak diberikan tanpa alasan.

Allah membuka rahasia hidayah ini dengan firman-Nya,"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar