Senin, 09 Maret 2015

AHOK VS DPRD: JAKARTA MAU DIBAWA KEMANA....

AHOK, jika banyak dari nitizen yang memihak ahok dalam hal pengawasan anggaran daerah yang banyak diselewengkan anggota dewan, semua pasti satu suara memihak dirinya. namun jika pada kenyataannya dalam kasus ini ahok sedang mencari dukungan publik guna melancarkan ambisinya untuk meraih sesuatau yang kita tidak tahu entah aPa, apakah kita semua juga akan setuju. Jika melihat trend kasus kedua publik figur ini memang sangat disayangkan mengapa harus menjadi bual-bualan orang-orang kurang kerjaan. Mungkin ada baiknya setiap kita mengerti dulu misi masing-masing orang ini sehingga kita tidak salah melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Ahok, dalam setiap kebijakannya selalu mengundang kontroversi dan sayangnya sampai hari ini belum kelihatan hasil kerjaannya yang nyata bisa memberi manfaat pada publik. Salah satu kebijakan kontroversi yang belakangan ini banyak ditentang masyarakat kota jakarta adalah pembatasan pengguna kendaraan roda dua melintasi jalan protokol, warga jakarta mungkin masih kesal dengan peraturan ini dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian masalah banjir jakarta yang beberapa lalu merepotkan warga jakarta karena hampir semua ruas jalan dipenuhi air hujan, Ahok tidak berbuat banyak untuk itu. Ditambah lagi buruknya pengelolaan armada Transjakarta yang kerap bermasalah dan terbakar di tengah jalan. Cara ahok menertibkan bangunan liar yang dihuni warga miskin kota dengan cara kasar dan tidak mau berkomunikasi secara baik-baik membuat banyak warga banyak yang kecewa. Kini, baru beberapa bulan menjabat jadi gubernur, tiba-tiba ahok teriak "ada maling", lah yang selama ini menjabat jadi wakil gubernur kan dia dan Jokowi yang menjadi atasannya. Masa sudah sekian tahun berjalan, baru sekarang dia teriak-teriak, kenapa gak dari jaman dulu sewaktu jadi wagub. Jangan-jangan selama menjabat jadi wagub ahok juga sudah pernah menikmati dana siluman tersebut. Ada kesan ia sedang berusaha mencari simpati publik, mungkin karea posisinya sudah terpojok.

Kemudian ada lagi beberapa rencana Ahok ingin melegalkan miras alias minuman keras, membangun berbagai kompleks dan pusat komersial dan perjudian dan sebagainya. Adakah kita mengerti bahwa jika ahok berhasil memenangkan misinya menggarap sendiri anggaran daerah DKI jakarta yang triliunan rupiah itu akan dipakainya untuk apa? bagaimana jika ternyata ia memang bercita-cita hendak menjadikan Jakarta sebagai "Las Vegas"nya Asia layaknya Singapura kelak.

Semua yang dibicarakan di tweeter tentang ahok versus lulung belakangan ini sama sekali tidak ada gunanya dan sama sekali tidak akan berdampak pada ketenangan dan kenyamanan warga jakarta. Orang jakarta akan terus dibuat bingung dengan gelisah dengan berbagai kebijakan gubernurnya yang selalu kontroversial. Ahok bukan tipikal pemimpin yang mau mendengarkan kaluhan warganya, dia sedang berusaha melancarkan ambisinya membangun jakarta metropolitan yang megah tanpa memperhitungkan kepentingan warganya, yang dipikirkan adalah kepentingan para cukong yang ingin menanamkan modalnya di jakarta gimana caranya mereka agar dapat ijin dengan mudah, mendirikan pusat kegiatan maksiat (pusat judi dan prostitusi) tanpa ada gangguan dari FPI, bisa meraup untung sebesar-besarnya sehingga nanti dari hasil pajak hiburan itu akan masuk dalam kas daerah DKI. Itu cita-cita suci yang ingjn diwujudkan, apakah warga jakarta memang juga membutuhkan semua fasilitas tersebut? bukankah dengan kondisi sekarang ini saja sudah cukup bikin resah, kriminal merajalela di jalan, dan faktanya jakarta jadi masih semrawut, akibat gubernurnya sibuk ber-polemik, lah klo gitu kapan kerjanya.

Ya kalo mau berpolitik, dengan cara yang eleganlah, jangan seperti kucing kampung, berantem dipinggir jalan cuma ngeributin hal-hal kecil, trus jadi tontonan anak kecil. Dengan cara terhormat dan santun kan bisa dilakukan, kenapa harus dengan cara seperti ini. Kalau memang ada kesalahan ya sebaiknya sama-sama diperbaiki, diambil jalan tengahnya dan didiskusikan dengan musyawarah mufakat. Begitukan lebih baik, daripada dengan cara kotor seperti ini, diawal ahok mungkin akan mendapat simpati, namun itu juga bisa menghancurkan citranya dimata publik karena ia dianggap sebagai pemimpin yang arogan dan mau dianggap benar sendirian. Padahal mungkin juga selama ini dia juga ikut bermain didalamnya.

Jika kondisi panas terus seperti ini, kasihan rakyat jakarta, yang semua hal sudah sulit dan apa-apa serba mahal, ditambah lagi pemimpinnya suka cari muka di depan publik. Kasihanlah rakyat kecil, mereka kan juga butuh ketenangan dalam hidupnya. Kita juga sebaiknya tidak lupa, bahwa gak akan jauh beda dengan pendahulunya jokowi yang saat ini sudah bikin rakyat makin sengsara dengan berbagai kebijakannya menaikkan berbagai bahan kebutuhan dasar rakyat dengan alasan kurang dana (APBN) untuk membangun, seperti menaikkan harga beras, listrik, gas LPG, BBM, pajak jalan tol, tarif kereta ekonomi dan sebagainya. Ahok bahkan mungkin akan jauh lebih parah lagi, apakah anda sudah siap dengan kebijakan ahok yang sama sekali tidak akan berpihak pada para rakyat, tetapi pada para cukong dan konglomerat etnisnya.

Opini ini dibuat bukan karena penulis bersimpati dengan H. lulung dan anti ahok, tapi mulailah kita melihat dari sudut pandang yang lain. Bahwa ini adalah permainan politik yang akan membuat rakyat semakit lemah dan lelah dengan buruknya prilaku para pemimpin mereka. Membuang energi dan semangat membangun sebagaimana yang seharusnya dilakukan kedua belah pihak malah sibuk saling menyalahkan. Membuang energi dan melemahkan rakyat.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar