Minggu, 29 Maret 2015

DIBALIK SUKSES DAN JATUHNYA YOGA/OLGA SYAHPUTRA

OLGA atau Yoga, atau siapapun dia namun kini ia telah menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi banyak penggemarnya. Ada sebuah pemandangan aneh dihari yang sama Olga wafat, dimana disaat bersamaan kawan seperjuangannya tidak ada bersamanya yaitu Rafi Ahmad yang sedang berangkat Umroh. Dua orang ini bagaikan pinang dibelah dua, atau mungkin lebih tepatnya seperti dua sisi mata uang. Berada dalam satu tempat yang sama namun posisinya saling membelakangi, atau saling bertolak belakang. Keduanya menapaki karier yang sama dan diwaktu yang sama, memulai dari nol dan keduanya sama-sama pekerja keras, dan keduanya juga mendapatkan limpahan rizki yang besar, namun dalam kehidupan sehari-harinya memiliki karakter yang berbeda dan saling bertentangan, apakah itu? benar sekali, dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan harta yang diterima, Olga sangat dikenal murah hati dan dermawan, namun Rafi Ahmad dikenal public sebagai sosok yang glamour namun sedikit kikir dan pelit mendermakan hartanya. Dan ini bisa kita lihat dengan jelas ketika keduanya tidak bisa saling bertegur sapa hingga ajal memisahkan, namun keduanya berjalan ke arah yang sama yaitu sedang sama-sama menghadap Sang Maha Kuasa (Olga menghadap Sang Maha Kuasa ke Pangkuan-Nya di Ars dan Rafi Ahmad menghadap Allah swt di Rumah Tuhan yaitu Makkah). Nampaknya keduanya sedang di setrap (dipanggil untuk menghadap). Lalu ada fenomena apa gerangan dengan keduanya? Tema ini akan membahas dan mengupas pesan tersirat dan terselubung yang sedang terjadi dengan kedua anak manusia ini. Semoga kita bisa mengambil hikmah.


Seorang selebriti terkenal dalam negeri bernama Yoga/Olga Syahputra, anda tahu dengan jelas siapa orang ini diawal kehadirannya di dunia entertaimen, dia hanya seorang figuran yang sama sekali tidak dianggap oleh media. Dia hanya anak ingusan yang tidak tahu apa-apa tentang dunia entertainmen, tidak pernah mengenyam pendidikan tentang dunia hiburan, dan ia mempelajari secara otodidak semua ilmu dunia hiburan itu sendiri sehinga dalam waktu singkat berubah menjadi selebritis papan atas berpenghasilan tertinggi dan memiliki asset berlimpah.

Meski demikian, ia juga memiliki jiwa social yang tinggi dan memiliki kepekaan pada sesamanya yang sedang kesusahan, suka memberi dan menyantuni anak yatim, tidak pernah menghitung-hitung harta yang dibelanjakan untuk kaum duafa, orang yang sangat ringan tangan dengan harta yang suka dibelanjakan dijalan Allah dengan ikhlas tanpa pernah mengharap imban. Siapa saja yang datang padanya maka ia akan membantu dengan hartanya tanpa ada pikiran buruk sedikitpun tentang orang yang dibantunya itu, dan tidak pernah mengharap orang tersebut mau mengembalikan kembali bantuan yang diberikan. Pikiran dan hatinya benar-benar putih bersih bagaikan kapas, dari perilakunya ini menjadi contoh bagi kita semua bahwa bagaimanapun sulitnya hidup janganlah pernah menyerah dengan keadaan, teruslah berusaha mencari keridhoaan Allah dengan cara yang halal dan berkah. Dan jika sudah mampu memberi manfaat kepada orang lain, maka berbuat baiklah kepada sesame dan bantulah siapa saja yang membutuhkan pertolongan kita meski itu hanya sedikit. Besar pelajaran yang di contohnya Olga semasa hidupnya, sehingga banyak orang yang merasa tertolong semasa hidupnya merasa Olga tidak seharusnya meninggalkan dunia lebih cepat. Tapi itulah takdir Illahi.

Sungguh amat mulia yang dilakukan Olga selama ini, semua tindak tanduknya menjadi acuan dan contoh yang baik di masyarakat, betapapun sakitnya penderitaan penyakiit yang dideritanya tidak membuatnya menyerah dengan keadaan. Ia tidak mau menjadi beban orang lain dan bahkan dalam diam dan tidurnya ia terus mengingatkan sahabat-sahabatnya untuk tetap berjalan di jalan yang benar, ia hadir ke dalam mimpi para sahabatnya sekedar untuk bertegur sapa. Ya begitulah cara ALlah memberi hikmah kepada kita semua bahwa setiap kejadian selalu ada hikmah besar didalamnya.

Lalu apa sebenarnya yang dialami Olga, dan apa yang menjadi penyebab hinggapnya penyakit itu bersarang dalam tubuhnya? Sekedar mengingatkan saja, bahwa Olga adalah salah satu artis yang pertama kali menyebarkan faham Alayisme (Alay atau laki-laki berperilaku perempuan). Dia adalah salah satu artis yang gemar berpakaian setengah perempuan. Ia yang gencar mengkampanyekan gaya-gaya dan gerak-gerik laki-laki setengah perempuan kepada pada kaum muda yang pada saat itu sedang menggandrungi acara music di salah satu stasiun televise swasta yang kala itu juga booming. Acara music ini menjadikan Olga sebagai icon Alay paling ngetop dan paling dominan kala itu.

Sebagaimana kita saksikan sendiri di layar kaca, sebagian publik figur sering mencontohkan cara berdandan dan bergaya seperti perempuan. Ada yang memakai rok dan memakai pakaian wanita lainnya. Begitu pula yang nampak pada para banci/ bencong yang bergaya seperti wanita. Bergaya seperti ini terkena larangan sekaligus akan mendapat laknat sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

Dalam lafazh Musnad Imam Ahmad disebutkan,
لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari).

Begitu pula dalam hadits Abu Hurairah disebutkan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita, begitu pula wanita yang memakai pakaian laki-laki” (HR. Ahmad no. 8309, 14: 61.

Mungkin penyakit yang di derita Olga saat ini adalah salah satu bentuk peringatan dan azab Allah kepadanya untuk meringankan siksanya di akhirat kelak, karena dengan sengaja atau tidak telah membuat virus Alayisme ini mewabah dan merusah moral anak muda pada umumnya yang kebanyakan adalah ABG tanggung dan belum punya tujuan hidup. Penyakit kronis yang dideritanya ini adalah dalam rangka untuk membersihkan dosa-dosa yang pernah dilakukannya dimasa lalu, sehingga ia tidak perlu menanggung seluruh siksaan laknat yang amat pedih diakhirat karena semua amal ibadahnya suka membantu orang lain akan dapat menyelamatkannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.


(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.
(HR. Bukhari no. 5641).


SISI LAIN KEHIDUPAN RAFI AHMAD

Lalu bagaimana dengan Rafi Ahmad, ia juga salah satu rekannya Olga Syahputra yang kecipratan rizki yang sebagian sudah ditinggalkan Olga Syahputra. Orang pasti tidak mengenal sosok Rafi Ahmad jika tidak ada peran Olga di dalamnya. RA juga sama-sama berasal dari bawah dan merangkak menjalani kariernya. Bahkan RA juga banyak mendapat ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan karier dari Olga. Sehingga RA semakin sukses menjadi milioner sebagai host dengan penghasilan tertinggi saat ini. Ia adalah salah satu artis yang ulet dan pekerja keras dalam bidangnya. Tidak ada situasi yang dapat menurunkan pamornya di dunia entertaimen, karirnya tidak pernah redup meski ia pernah menjadi pemadat obat terlarang di masa ke-emasannya. RA adalah salah satu artis papan atas yang memiliki stamina kerja yang tinggi, selalu mampu memenuhi jadwal tayang yang padat. Bahkan Ia juga kerap menjadikan sisi kehidupannya objek tontonan dan ladang uang bagi dirinya sendiri. Mulai dari kehidupan pribadi hingga hal-hal yang bersifat sepele selalu ditampilkan ke layar kaca, meski bagi sebagian orang itu dianggap tidak perlu. Dan memang kita semua mengakui keuletannya itu telah menghasilkan banyak keuntungan materi yang tidak terhingga.


Lalu apakah ia memiliki jiwa social yang tinggi sebagaimana yang ditinjukkan rekannya Olga Syahputra, nampaknya tidak. Karena semua juga tahu seorang RA tidak pernah terlihat menyantuni anak yatim, tidak pernah menyambangi orang miskin, tidak pernah membantu kawan sejawatnya yang kesusahan dan sebagainya. Kabanyakan orang tahu bahwa RA adalah orang yang suka memamerkan kekayaan hartanya, mulai dari rumah, mobil mewah, istri cantik, showroom dimana-mana, hobi berkendaraan mewah dengan kaum jetset dan ia juga terkenal dengan sebutan raja apartemen, punya koleksi mobil mewah dan rumah/apartemen mewah di berbagai lokasi strategis dengan nilai fantastis. Perilaku ini tidak pernah ditunjukkan oleh Olga yang notabene kekayaannya jauh lebih banyak dibanding RA, Olga tetap saja hidup sederhana dengan gayanya yang polos dan lugu. Inilah yang tidak dimiliki RA, RA lupa dengan firman Allah swt berikut ini.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan mereka itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di leher mereka di hari kiamat kelak. ….(QS. Al Imran :180)

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan,…(
QS. Al Baqarah:159)

Rafi Ahmad (RA) sedang lupa dan amnesia dengan peringatan diatas, yang diperhatikannya adalah bagaimana lagi bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi dari yang sudah ada. Maka lihatlah bagaimana kerja kerasnya itu ia bisa membeli semua keindahan dunia dengan mudahnya, sebagaimana yang disebutkan Firman Allah berikut ini:

Artinya:“Dijadikan indah pada pandangan manusia , merasa kecintaan apa-apa yang dingininya (syahwat) iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang bertimbun dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatan ternakan dan sawah ladang, Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat sebaik-baik kembali.” (QS. Al Imran:14)

Seharusnya dari kejadian wafatnya kawan dekatnya Olga syahpurta bisa membuat Rafi Ahmad tersadar dengan mimpi yang sedang dilakoninya saat ini, bahwa tidak semua uang yang ada di tangan bisa membeli kehidupan. Tidak semua hasil kerja kerasnya bisa membuatnya hidup kekal, jika Allah menghendaki, maka semua itu hanya akan menjadi butiran debu. MomenT ini adalah waktu yang tepat untuk kembali ke jalan yang benar, jangan lagi mengejar dunia karena alasan takut miskin, takut hina dan takut dijauhi manusia. Jadikan harta itu untuk membeli kehidupan akhirat yang jauh lebih nyata. Pergunakan nikmat harta yang ada untuk memperbaiki diri dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat, minta ampun dan mohon pertolongannya agar tidak menapaki jalan yang sama yang sudah ditempuh rekannya, mumpung ALlah masih memberi kesempatan berada di rumah-Nya maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Inilah yang menjadi alasan mengapa kedua manusia ini tidak bisa bertemu secara kasat mata manusia, karena sesungguhnya secara ruhaniah sebenarnya keduanya sedang saling berhadapan, yang satu sudah menghadap sang ilahi dalam keadaan sempurna, yang satunya sedang diberi kesempatan mengoreksi diri.

KEDUDUKAN HARTA DUNIA

Kedudukan harta dalam islam adalah sebagai pendukung ibadahnya kepada Allah swt. sebagaimana diketahui bahwa ibadah dalam islam ada yang berupa ibadah badaniyah seperti shalat dan puasa, ada ibadah maliyah (harta) seperti zakat dan sadakah dan ada juga yang ibadah badaniyah dan maliyah seperti haji dan jihad. Mana diantara ibadah-ibadah ini yang mampu dilaksanakan setiap umatnya adalah dalam rangka untuk menyelamatkannya dari siksa api nereka.

Bahwa Allah menganugerahkan seseorang dengan rizki yang halal dan banyak pada sebagian kaum adalah dalam rangka untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Dalam rangka agar diantara sesame manusia timbul rasa kasih sayang yang disebabkan turunnya Rahmat Allah kepada kaumnya yang bersyukur dan berdoa. Dalam kasus RA ini nampaknya Allah sudah bersikap membiarkan RA dengan kesibukannya dan kekuatannya meraup keuntungan berlimpah untuk kesenangan dunianya. RA sedang tertidur lelap dalam tidurnya hingga akhirnya ia terbangun dan menyadari bahwa sisi hidupnya yang lain telah tiada.

BAHAYA HIDUP BAKHIL DAN KIKIR

Sumber malapetaka kikir adalah mencintai harta, penjang angan-angan, takut miskin dan terlalu mencintai anak-anak. Cukup hina bagi si bakhil yang mengumpulkan harta tanpa memandang hak orang lain ada didalamnya. Ia menangguhkan pedihnya bahaya dan siksa tanpa merasakan kenikmatan dari harta yang dikumpulkannya itu. sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Waki; “Orang tercela ialah orang yang tidak berhenti mengumpulkan harta untuk ahli warisya, bahkan untuk dirinya sendiripun ia tolak, laksana anjing yang berburu lalu menahan diri untuk memangsa buruannya.”

Kedudukan orang bakhil ini disamakan dengan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Artinya Allah menyamakan kedudukan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat ini sama dengan orang musyrik. Sabda Nabi saw:

“Tak seorangpun yang tidak mengeluarkan zakat kecuali mereka (hartanya) akan diwujudkan dalam bentuk ular besar botak di hari kiamat, dimana ular itu akan dikalungkan dilehernya.”

Nabi Yahya as. Pernah bertemu Iblis. Nabi Yahya as. Bertanya; “Hai iblis, beritahu padaku mana orang yang kamu cintai dan orang yang kamu benci.” Iblis menjawab; “manusia yang paling aku cintai adalah orang mukmin yang kikir. Dan manusia yang paling aku benci adalah orang fasik yang dermawan.”

Nabi Yahya as. Bertanya; “Kenapa!”

Kata Iblis;” Karena pelitnya orang kikir sudah cukup jelas bagiku (akan menjadi milikku), sedangkan orang fasik yang dermawan, aku khawatir jangan-jangan Allah memandang kedermawannnya dan amalnya diterima.”

Lalu Iblis pergi sambil berkata; “Andaikan engkau bukan nabi Yahya as pasti aku tidak akan memberitahukanmu.”

Kata-kata Hikmah yang terkenal dari orang bijak;” Harta si bakhil dinanti dengan gembira oleh tragedy dan ahli waris.”

Sedangkan seorang penyair berkata: “Ketika harta benda sudah tidak bermanfaat bagi kawan, saudara dan kerabat serta si miskin yang tidak terbagi, pada akhirnya hanya akan dimiliki oleh ahli waris, sedangkan sibakhil hanya akan menerima penyesalan.”

Jadi dapatlah kita mengambil hikmah dari kejadian dan peristiwa ini, bahwa harta yang kita sembah-sembah selama ini tidak akan dapat menyelamatkan kita dari datangnya Azab Allah swt, tidak akan dapat menangguhkannya walau hanya sedetik.

Semoga saja tidak semua opini ini benar dan bisa saja penulis salah, mohon maaf jika ada kesalahan. Kita kembalikan semua kepada Sang Pemilik Hidup. Innalillahi wa innailaillahi Rojiun

Artikel Terkait:

4 komentar:

  1. Maaf kalau ini mengecilkan tulisan anda.... ketika kita bersedekah, dikatakan bahwa "ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidk boleh mengetahuinya". namun sebaliknya pada Olga syahputra, ketika dia bersedekah, dia selalu mengembar gemborkannya di media. Dan kita semua tidak tahu, bagaimana kehidupan seorang Raffi Ahmad di belakang layar. mungkin saja dia juga banyak bersedekah, beramal dan tidak digembar gemborkan. Coba anda pikirkan, bersedekah dengan mengundang media agar memperlihatkan perbuatan kita dan besarnya sedekah kita, apakah itu tidak sama dengan RIYA!!!! Mulialah orang yang bersekah walau cuma sedikit tapi tangan kiri tidak pernah mengetahui perbuatan tangan kanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedekah, ditampiLkan atau tdk, kembaLi Lg kpd org yg bersedekah tsb. Karena niat cukup hatinya & Allaah yg tau. Karena ikhLash adaLah "rahasia di dLm rahasia". Qt husnuzhon saja, Alm. OLga & Rafi mopun artis2 Lainnya ketika bersedekah ditampiLkan/tdk, qt tiru yg baiknya. Perkara niat, biarLah urusan hati masing2, toh pd akhirnya hanya Allaah yg mutLak meniLai apakah seorang hamba ikhLash atau sebaLiknya. So, husnuzhonLah, jgn su'uzhon. :)

      Hapus
  2. Sedekah, ditampiLkan atau tdk, kembaLi Lg kpd org yg bersedekah tsb. Karena niat cukup hatinya & Allaah yg tau. Karena ikhLash adaLah "rahasia di dLm rahasia". Qt husnuzhon saja, Alm. OLga & Rafi mopun artis2 Lainnya ketika bersedekah ditampiLkan/tdk, qt tiru yg baiknya. Perkara niat, biarLah urusan hati masing2, toh pd akhirnya hanya Allaah yg mutLak meniLai apakah seorang hamba ikhLash atau sebaLiknya. So, husnuzhonLah, jgn su'uzhon. :)

    BalasHapus
  3. Mari kita sama-sama melihat akhir kisah hidup Olga yang menurut banyak orang ini adalah salah satu jenis Husnul khotimah, atau jenis kematian yang di Ridhoi Allah swt, terjadi di hari Jumat dan dimakamkan bertepatan di waktu Shalat Jumat. Ia wafat diiringi ribuan orang yang mengantarkannya dengan sukarela dan hormat, dari sini kita tidak perlu lagi memperdebatkan keabsahannya dalam beramal, sepenuhnya itu hak prerogatif Allah yang mau menerima amalan seseorang, kita semua juga pada akhirnya akan mati, mampukah kita mendapat keistimewaan seperti yang diterima Olga di akhir hayatnya, Subhanallah, tidak semua orang mampu

    BalasHapus