Jumat, 11 Maret 2016

HAKIKATNYA MANUSIA ADALAH PEMBERI PERINGATAN

Hakikatnya tujuan hidup setiap manusia adalah pemberi peringatan, saling mengingatkan satu sama lain dan saling memberi petunjuk pada kebenaran. Pemberi peringatan dalam banyak hal dan dalam banyak bentuk, tergantung kemampuan masing-masing orang, tidak ada batasan. Manusia harus selalu diberi peringatan pada banyak hal, terutama pada hakikat kemanusiaannya karena mereka kerap lupa dan terlena pada keindahan dunia. Lalu mengapa allah memerintahkan kita agar saling mengingatkan? berikut ulasannya.

Tidak ada tujuan hidup lain bagi setiap umat manusia didalam diri mereka selain mereka diminta untuk menjadi seorang pemberi peringatan kepada sesamanya. Menjadi manusia yang bisa menjadi penyeru pada jalan kebaikan dan kebenaran kepada siapa saja tidak ada batasan agama ataupun harta. Tidak ada tujuan lain bagi setiap manusia selain menjadi tangan kanan Tuhan di bumi untuk menjalankan kiprahnya selaku pemimpin (khalifah) di muka bumi. Karena sesungguhnya manusia adalah mahluk yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Perintah memberi peringatan ini amat jelas tertera dalam ayat suci al quran berikut ini.

[35:23] "Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

[35:24] "Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."


Bahwasanya tugas setiap orang atas diri yang lainnya adalah memberi peringatan, tugas ini bukan hanya diwajibkan bagi para nabi dan rasul, karena sesungguhnya pada diri setiap orang memiliki kemampuan yang sama, memiliki keinginan untuk saling tolong menolong. Pada diri setiap orang selalu ada kebutuhan untuk saling mengasihi dan menyayangi, dan faktanya tidak ada orang yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia akan saling membutuhkan diantara sesamanya karena itulah kodrat kehidupan mereka. Hakikat diri manusia adalah sifat kebaikan, suka menolong-menolong, suka pada keindahan dan setiap orang memiliki sumber daya dan potensi yang sama di mata Allah swt. Memberi peringatan pada sebagian yang sudah mulai lupa, mulai terlena paada gemerlap dunia, lupa pada siksa hari akhir dan lalai pada kewajibannya sebagai umatnya nabi saw itu adalah kewajiban bagi siapapun untuk memberi peringatan, tidak terkecuali.

“Orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain; dengan memerintahkan kebajikan dan mencegah kemungkaran serta mendirikan shalat.” [9:71]

“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, namun mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal." (QS. Al Maidah : 58).

Bahwa sebaik-baiknya peringatan adalah ketika seseorang menyadari kesalahan yang mana kesalahan itu adalah akibat kelalaian dirinya lalu ia memohon ampun dan tobat kepada Yang Maha Kuasa. Dan seburuk-buruknya peringatan adalah ketika wewenang pemberi peringatan itu sudah diserahkan kepada Allah swt, dan jika wewenang peringatan itu sudah ada di tangan Allah, maka tunggulah kehancurannya. Janganlah kita menunggu peringatan itu hingga berada di tangan Allah, karena pastilah kita tidak akan sanggup menanggung beratnya siksa.

Janganlah kita membiarkan diri kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita menjadi korban keganasan akibat tahap peringatan yang di lalaikan. Akibat kita sendiri selama ini tidak pernah memberi peringatan kepada mereka untuk berjalan di jalan yang benar, atau akibat kita sendiri juga itu larut dalam kehidupan yang melenakan dan menghindar atau menolak untuk menjadi pemberi peringatan. Maka ketika wewenang pemberi peringatan itu dikembalikan kepada Allah, maka luluh lantaklah kita semua.

“Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkara. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.”
(QS. AL Baqarah : 210).

“ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah satu orang diantara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Ash Shu’ara:194)

Ada banyak bentuk peringatan bagi setiap umat manusia, mulai dari yang ringan hingga yang berbentuk cobaan yang berat. Peringatan kecil bisa berbentuk perasaan bersalah dalam diri setiap orang karena tidak mempedulikan peringatan untuk kembali menjalankan kewajiban sebagai umat, mendirikan shalat misalnya. Peringatan dalam bentuk kemiskinan dan kekurangan harta, peringatan dengan datangnya bencana dalam keluarga yang mengalami kecelakaan, peringatan yang berupa bencana alam yang menewaskan seluruh anggota keluarga, atau peringatan yang dalam bentuk bencana besar menimpa suatu daerah sehingga mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan dari semua kalangan tanpa kecuali.

“Dan sesungguhnya akan kami beri cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekuraangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada yang sabar.”
(Quran surat Al Baqarah :265).


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar