Kamis, 31 Maret 2016

PENDETA KHATOLIK MENGAJAK UMAT KRISTIANI MENGIKUTI CARA HIDUP ORANG MUSLIM

Pendeta Dimitri Smirnov yang merupakan seorang Imam Besar Katolik Ortodoks menyampaikan satu khutbah gereja yang saat menggemparkan di depan ratusan jemaatnya. Dalam khutbahnya itu, dia menyampaikan hari depan Rusia akan jadi miliki pemeluk Islam. Tersebut khutbah yang di sampaikan oleh Dmitri Smirnov :

"Kalian lihat, waktu umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tak satu juga orang yang berani melalui mereka, lantaran di semuanya dunia di masjid-masjid dan berjalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang tengah bersujud pada Tuhannya. Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang melaksanakan ibadah begitu teratur dan ikuti shaf mereka semasing, dan hal sejenis itu tak perlu di sampaikan. Mereka berbaris dengan teratur tanpa ada harus di perintah. Lantas dimana kalian bisa saksikan pemeluk Kristen semuanya dunia, bisa beribadah berbarengan?"

Serta hal sejenis itu tak ada dalam Kristen, kalian tidak akan pernah memandangnya. Lihatlah mereka, orang Muslim kerap membantu dengan suka-rela tidak ada menginginkan imbalan, tetapi pemeluk Kristen jadi sebaliknya. Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang ada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seorang pengemudi Muslim sering sediakan service transportasinya untuk mengantarnya ke gereja di Moskow.

Serta setiap wanita tua itu inginkan memberikannya upah, tetapi pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan argumen kalau Islam melarang mengambil upah pada wanita lanjut usia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di sebagian panti dan yayasan. Dengarkanlah persaksiannya, padahal wanita tua itu tidaklah ibu atau kerabatnya, tetapi pengemudi Muslim mengemukakan dalam Islam mesti menghormati orang yang lebih tua, terlebih orangtua yang lemah dan tak berdaya itu.

Keikhlasan
pribadi pengemudi Muslim itu tak ada di ketemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, tetapi pengemudi Kristen bisa tanpa ada belas kasih memohon upah atas service transportasinya pada wanita tua itu.

Dia memberikan layak peroleh upah karena itu yakni profesinya sebagai service transportasinya. Seorang Muslim jadi lebih dekat dengan Sang Mesiah, namun orang Kristen hanya ingin duit. Apakah kalian tak rasakan? Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar pada pendetamu, tak tahu itu miskin atau manula, mesti memaharkannya sebagai ritual pengampunan
dosa.

Saksikan juga, seseorang Muslim tak tertarik untuk mngambil upah pada sebagian orang lanjut usia. Mereka sekian ikhlas dengan suka-rela membawakan beberapa barang serta belanjaan wanita tua itu. Sampai sang wanita tua itu bakal berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu. Tersebut kenapa saya mengemukakan hari esok Rusia akan jadi miliki beberapa besar pemeluk Islam serta negeri ini akan mnjadi miliki Islam.

Kalian saksikan pribadi yang berbudi mulia dan santun, bisa buat dunia tercengang, nyatanya akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen. Kalian mendengar bila Islam dituduhkan sebagai agama teroris, tetapi itu hanya isu belaka yang sebenarnya umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan. Meskipun mereka di fitnah sebagai teroris, tetapi populasi jumlah mualaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat beribadah orang Muslim untuk memeluk Islam, lantaran sebagian mualaf tahu benar bila Islam tak sekejam yang dunia tuduhkan. Sekarang dan selamanya, hari depan Rusia akan jadi miliki umat Islam.

Di hari esok yakni kembalinya kejayaan Islam. Saksikan populasi Muslim di Rusia, telah beberapa 23 juta dan pemeluk Kristen mengalami penurunan jadi 18 juta, lantas bekas yang lain masih tetap komunis. Ini satu fakta bila Islam sekarang ini jadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet sebagian besar Muslim yakni Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan. Lantas umat Islam telah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk juga Moskow. Imam Besar mengakhiri khutbahnya dan turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, di mana sebagian jemaatnya masih tetap terpaku dan haru, tak berasumsi seorang Imam Besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim. Sebagian jemaat juga ada yang menangis saksikan bagaimana langkanya ajaran Islam yang kenyataannya mengajarkan etika berbudi mulia serta tak layak meskipun di cap sebagai “teroris”. Subhanallah.

Pendeta merasa khawatir dengan jumlah umatnya yang semakin merosot karena kebanyakan jemaatnya tidak bisa bertindak baik sebagaimana yang dilakukan umat muslim pada umumnya, lalu banyak yang tergugah hatinya kepada islam. Kegelisahan sang pendeta ini sudah tidak terbendung lagi hingga akhirnya ia merasa perlu menyampaikan pidato mencengankan ini kepada umatnya bahwa jika mereka tidak ingin ditinggalkan maka mereka harus berubah dalam berperilaku, sebagaimana yang sudah dicontohkan orang muslim tersebut. Sebagaimana hal yang biasa dilakukan pihak gereja untuk meningkatkan pemeluknya mereka melakukan dengan cara provokasi, namun nampaknya cara ini sudah mulai ditinggalkan dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman. Dengan cara menggugah hati para umatnya sang pendeta berharap umatnya bisa bersikap sama halnya orang muslim, namum mampukah hal itu dilakukan? Atau apakah ini tanda-tanda dari akhir perjalanan pemeluk agama kristiani? Wallauhu alam.

http://www.tipsseatku.com/2016/03/heboh-hependeta-khatolik-sebut-islam.html

Sementara di tempat berbeda

Paus Fransiskus mencium kaki imigran muslim jelang Paskah


Merdeka.com - Paus Fransiskus membasih sekaligus mencium kaki imigran muslim, Hindu, serta Kristen Ortodoks sebelum memimpin misa Kamis Putih. Pemimpin umat Katolik sedunia itu mengunjungi lokasi penampungan para imigran di Castelnuovo, di luar Ibu Kota Roma, Italia. Ada 892 pencari suaka maupun imigran yang hidup di penampungan tersebut.

Ada delapan lelaki dan empat perempuan yang terlibat dalam prosesi pencucian kaki, dipilih langsung oleh vatikan. Tiga pria muslim dari Mali, Suriah, dan Pakistan ikut dibasuh kakinya oleh Fransiskus.

Pada sambutan saat homili, pembasuhan kaki para migran dari pelbagai latar agama itu melambangkan iman Katolik yang menekankan persaudaraan manusia. "Kita semua bersaudara dan pada hakikatnya ingin hidup damai," kata Sri Paus, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (25/3).

---------

Ini bukan hoak atau fitnah buatan manusia, ini benar-benar terjadi dan bahkan sudah menjadi ritual tahunan. Sambil menangis sang paus mengusap dan mencium kaki para imigran muslim dan beberapa pemeluk agama lainnya. JIka anda adalah salah satu pemeluk kristiani, apa yang ada di benak anda mengenai hal ini?

Kami orang muslim melihat ini lebih dari sekedar penistaan agama, Islam tidak membenarkan cara menghormati manusia seperti itu, karena manusia tidak lebih mulia daripada Allah swt. Seorang manusia hanya boleh menghormati manusia sesamanya dengan cara yang wajar saja misalnya berjabat tangan atau berpelukan. Jika pun ada ritual seperti ini maka ini hanya layak dilakukan seorang anak kepada ibunya yang sudah tua renta dan itupun dilakukan dalam rangka membersihkan dosa-dosa sang anak yang sudah durhaka kepada orang tuanya.

Dan kami melihat peritiwa ini bukan sekedar mengandung unsur pencitraan, tetapi juga mengandung unsur provokasi. Perbedaan mencolok dalam hal penghormatan kepada manusia dari banyak sudut pandang umat beragama yang berbeda akan menimbulkan pertentangan dan perpecahan, mereka akan saling bentrok dan menganggap baik dan buruk tindakan tersebut. Benar sekali tindakan ini mengandung unsur perpecahan, baik itu didalam kelompok umat nasrani sendiri apalagi berhubungan dengan agama islam yang jelas-jelas menentang jenis penghormatan seperti ini.

Nampaknya para pemeluk nasrani sedang berada di persimpangan jalan, sementara pemuka agamanya kerap membuat mata membelalak dengan tindakan ekstrim yang mereka lakukan di mata publik dunia, disisi lain mereka harus menerima kata-kata memojokkan dari orang disekitarnya karena dianggap berlebihan. Jika saja umat nasrani sadar dengan apa yang sedang terjadi, bahwa sesungguhnya ini adalah pesan terselubung yang ingin disampaikan kepada pemeluknya, bahwa jika mereka merasa tidak nyaman dengan agama yang mereka peluk saat ini (kristiani), sementara mereka tidak punya pilihan lain, maka mereka bisa menyatakan diri keluar dari kristen dan menyatakan diri mereka Atheis atau tidak memeluk agama apapun. Jadi ini sebenarnya mengandung unsur promosi juga bahwa daripada orang kristiani berpindah agama menjadi muslim, maka ada pilihan bagi mereka untuk menjadi Atheis. Atau mungkin anda bisa mempertimbangkan untuk berpindah menjadi Yahudi. Namun jika pada akhirnya anda tidak menemukan apapun di dalam semua agama-agama tersebut, maka pilihan terbaik anda adalah anda harus menerima Islam sebagai satu-satunya agama kebenaran. Well, Suka atau tidak, mau atau tidak, inilah inti pesan sebenarnya.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar