Jumat, 22 Februari 2013

Golongan Yang Mendapat Petunjuk

Siapa sajakah atau dari golongan manakah manuisa yang layak mendapat petunjuk Allah SWT? Ada beberapa macam manusia yang akan mendapatkan petunjuk. Ada dengan cara yang sangat mudah, ada yang berat, bahkan ada yang tidak bisa mendapatkannya.
Allah SWT. Tidak akan pernah memberikan hidayah kepada yang jahat lagi aniaya dan kepada mereka yang memang tidak mau menerimanya. Karena hanya orang-orang baik saja yang mampu memikulnya, yaitu para muhsiniin dan muttaqiin.

Allah SWT. berfirman: "Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS. Luqman: 1-2). Ayat yang lain, Allah menegaskan,"Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberikan petunjuk orang-orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus" (QS. Al-Baqarah: 213).


Sebaliknya hidayah tidak diberikan Allah kepada orang yang tidak dikehendakinya, yakni orang yang fasik, dhalim dan kafir, yang hanya mendapatkan dhilalah, kesesatan hidup di dunia dan akhirat. Tentang hal ini, Allah berfirman," Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37). Hidayah Allah tidak diberikan secara gratis.

Hanya orang yang benar-benar bersunguh-sungguh dan berusaha mendapatkannya yang akan diberikan hidayah itu. Keseriusan dalam mencari hidayah Allah ditunjukkan dengan senantiasa menegakkan shalat, menunaikan zakat dan meyakini akan adanya hari akhirat (QS. Luqman: 4). Adapun orang-orang yang malas-malasan dan enggan, hidayah Allah tidak akan menghampirinya. Allah membuka rahasia hidayah ini dengan firman-Nya,"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).

Jadi orang-orang yang mendapat petunjuk (hidayah) Allah adalah mereka yang senantiasa berbuat baik (muhsinin), tetap taqwa, menegakkan shalat, menunaikan zakat, beriman kepada hari akhirat dengan segala peristiwa di dalamnya serta bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Said Hawwa mengatakan bahwa orang yang tidak mendapat hidayah Allah seperti bola bulat tanpa lobang, disiram air seberapa banyakpun tidak akan ada air yang masuk ke dalamnya. Karenanya berhati-hatilah,agar hidayah Allah tidak meninggalkan kita. Kata ulama,"Barangsiapa yang ditunjuki Allah, maka tidak siapapun yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang telah disesatkan Allah, siapa pun tidak akan dapat memberikan petunjuk kepadanya.

Ya Allah, sinari hati kami dengan hidayahMu, sebagaimana matahari menyinari bumi terus menerus, Amiin!
(wns)Oleh Drs. Ahmad Syamsuri Matondang

Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah

1. Merasa mudah dalam beramal saleh.
Orang yang telah mendapatkan hidayah taufiq akan merasa mudah atau ringan dalam melakukan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.
Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat.
Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petnjuk, Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 6: 125)

Maksud ayat Dia melapangkan dadanya untuk Islam adalah orang yang mendapat hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban. Dan yang dimaksud niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit adalah orang yang tidak mendapat hidayah, akan merasa malas dalam beramal saleh karena dadanya merasa sesak saat melaksanakan aturan-aturan Allah SWT.

2. Konsisten.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :
Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada ditengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran 3: 101)
Maksud ayat Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus ialah orang-orang yang mendapat petunjuk atau hidayah akan berpegang teguh alias konsisten pada ajaran-ajaran Allah SWT.

3. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus dipahami, bukan sekedar diyakini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama”.
Yang dimaksud Dia faqihkan orang tersebut dalam agama adalah orang tersebut bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.
(Sumber: Aam Amiruddin, Tafsir Al Qur’an Kontemporer jilid II)


Artikel Terkait:

2 komentar:

  1. sungguh bagus infonya..trima kasih admin..semoga kita semua tergolong dlam golongan orang2 yang mendapat petunjuk dari Allah..amiin

    saudara mu dari malaysia

    BalasHapus
  2. Amin Ɣª˚˚˚° allah trma ksih info nya min sungguh sngat jelas skli!!

    BalasHapus