Minggu, 08 Desember 2013

Pasukan Assad Menggunakan Senjata Kimia Lagi

Hidayatullah.com—Para aktivis oposisi Suriah hari Kamis (5/12/2013) menuding pasukan Presiden Bashar Al-Assad kembali menggunakan senjata kimia di wilayah yang dikuasai tentara oposisi.

Kepada Reuters mereka mengatakan, tembakan dua selongsong berisi gas menghantam sebuah daerah yang dikuasai pasukan oposisi di jalan besar daerah Qalamun, Nabak, 68 km arah timur laut Damaskus.

“Sejauh ini tujuh orang dilaporkan sakit. Tubuh mereka mengalami pembengkakan dan dari mulutnya keluar busa,” kata seorang aktivis yang menyebut namanya Amer Al-Qalamuni.

“Belum ada dokter yang melihat mereka sebab Nabak terus dibombardir dan hanya ada sedikit sekali staf medis.”

Amir Kazk seorang aktivis di Nabak menceritakan, dua selongsong gas itu merupakan bagian dari penembakan besar-besaran yang diarahkan ke distrik Tariq Al-Masyfa dekat pusat kota. Sumber tembakan diyakini berasal dari barak-barak militer yang terletak di sebuah bukit dekat daerah Deir Attiya.

Syrian Revolution Coordinators Union juga menuding pasukan Assad kembali menggunakan senjata kimia dan menyebut jumlah korbannya mencapai 9 orang di Nabak.

Menyusul serangan senjata kimia 21 Agustus lalu, masyarakat dunia ramai-ramai mengecam rezim Assad.

Guna menghindari ancaman serangan militer, rezim Assad akhirnya setuju untuk menunjukkan lokasi gudang dan pabrik pembuatan senjata kimianya kepada Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Saat ini OPCW masih melakukan tugasnya memusnahkan persenjataan kimia Suriah, yang berdasarkan kesepakatan harus sudah dilenyapkan sebelum pertengahan 2014.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar