Selasa, 24 Desember 2013

JUMLAH IBADAH SEEKOR ULAT MERAH

Al kisah suatu ketika Nabi Daud as duduk di serambi membaca Kitab Zabur sambil melihat seekor ulat merah melata diatas tanah. Nabi Daud as lantas bertanya pada dirinya; "Allah punya kehendak apa atas ulat ini!" Dan dengan ijin Allah ulat ini bisa berbicara, "Wahai Nabi Allah, bilamana siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk mengucapkan. "Subhanallah wal Hamdulillah wala ilaahha il-llallauhu wal-llaahhu akbar....sebanyak 1000 kali setiap harinya. Dan bila malam telah tiba Dia memerintahkan kepadaku untuk mengucapkan "Allahhumma sholi 'Alaa muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa'alaa alihhi wa shohbihhi wa sallim, sebanyak 1000 kali." Lalu buat kamu lafadz apa yang harus kukatakan agar memperoleh kebajikan darimu kelak!, tanya si ulat.
Saat itu juga Nabi Daud langsung menyesal karena sudah meremehkan mahluk ulat, ia langsung bertobat kepada Allah swt. Nabi Ibrahim Kholilullah kalau ingat kesalahannya maka ia akan langsung pingsan, dan hatinya bergetar hebat sampai terdengar sejauh 1 mil. Lalu Allah langsung mengutus malaikat jibril agar berkata kepadanya;
"Tuhan titip salam buatmu, wahai Ibrahim! Dia berfirman kepadamu; 'Apakah engkau melihat seorang kekasih yang takut kepada kekasih-Nya!"
"Wahai jibril, bilamana aku ingat kesalahanku dan memikirkan bagaimana keras siksa-Nya, spontan aku bisa lupa hubunganku dengan kekasihku".
Demikianlah sifat dan keadaan Para Nabi ALlah, orang-orang saleh dan orang-orang yang amat takut kepada Rob-Nya. Bagaimana dengan keadaan manusia pada saat ini, sebuat hadist pernah memberitakan behwa pada suatu masa kelak akan ada sebagian umat Nabi Muhammad yang amat mencintai dunia, Nabi saw bersabda: "Akan datang zaman menimpa umatku, dimana mereka amat mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara. (1) Mereka mencintai dunia namun lupa akherat, (2) Cinta harta benda dan lupa hisab, (3) Cinta terhadap sesaman mahluk dan lupa kepada Sang Pencipta (4) Cinta kepada dosa dan lupa bertobat, (5) Mencintai rumah-rumah mewah dan lupa terhadap kuburan (tempat kembali)". Ya seperti itulah perilaku dan sifat manusia yang ada saat ini, mereka semua menganggap kehidupan di dunia ini adalah tempat peristirahatan terakhir, saling berlomb-lomba dan bermegah-megah dan menganggap kehidupan dunia adalah kekal, Ya...Allah semoga saja nasib manusia kelak dihari akhirat tidaklah lebih buruk dari seekor ulat merah dalam kisah diatas. amin


Artikel Terkait:

3 komentar:

  1. Assalamualaikum, saya mau tanya hadits tentang ulat yang bersholawat itu, apakah dari dulu nama Nabi Muhammad dikenalkan kepada Nabi Daud dan Nabi2 sebelum Muhammad? Atau kisah ini hanya karangan biasa?
    Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nampaknya anda salah faham alias tulalit, kedua kisah diatas dalam konteks waktu yang berbeda, kisah si ulat terjadi pada masa nabi daud, sedangkan hadist yang dikumandangkan nabi muhammad adalah terjadi di jaman nabi, bahwa nabi saw meramalkan keadaan kaumnya di masa akan datang adalah seperti itu, sangat bertolak belakang dengan keadaan nabi2 terdahulu, anda harusnya memahami dan menghayati kebenaran ramalan rasul, bukannya mengkomentari asal usul kisah diatas, mana mungkin seorang blogger mampu mengarang sebuah hadist sedemikian, akurat seperti itu, tapi yang pasti kisah tu diangkat dari kumpulan kisah dalam buku Imam Al Gazali, cari sendiri aja sana di toko buku

      Hapus
  2. memangnya pada saat nabi daud as , nabi muhammad saw
    sudah diangkat menjadi nabi?
    Lalu mengapa sang ulat bershalawat kepada nabi muhammad saw?
    dan lalu kenapa nabi daud as tidak mempertanyakan siapa muhammad saw ? yg di shalawatkan sang ulat tersebut?
    agak janggal

    BalasHapus