Rabu, 04 Desember 2013

Syi’ah yang Sesat pun Mereka Bela

Walaupun ditutupi dengan gaya yang bagaimana, kalau kecenderungannya memang membela kesesatan, ya tetap berbau pembelaan. Walau dibikin sedemikian rupa agar tampaknya obyektif, dengan nada saran agar Muslim Sunni jangan memukul rata tentang syi’ah, ya tetap saja ada bau-baunya bahwa itu tidak lain hanyalah untuk membela aliran sesat syi’ah. Apalagi ditambahi dengan nada mengecam kekerasan yang ditujukan kepada Muslimin Sunni tanpa melihat betapa penistaan pihak Syi’ah terhadap Islam dan disertai mengingkari perjanjian yang sudah disepakati, serta mengawali dengan menyerang/ memasang bom bondet seperti yang terjadi di Sampang Madura Ahad 26 Agustus 2012.

Sebenarnya membela aliran sesat itu lebih jahat dan lebih buruk dibanding pembela hama pada tanaman petani. Kalau ada petani yang menyemprot tanamannya agar tidak diserang hama wereng dan sebagainya, bila ada yang menghalanginya dengan alasan bahwa hama wereng itu merupakan makhluk yang berhak hidup pula, maka tentu saja orang itu akan diusir oleh para petani, dan dianggap merugikan petani serta sebagai pembela hama wereng. Mungkin petani yang buta hukum pun akan melaporkannya kepada yang berwenang.
- See more at: http://www.nahimunkar.com/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang/#sthash.1Scr3bZ2.dpuf

Demikian pula, aliran sesat seperti Syi’ah, Ahmadiyah, LDII, Inkar Sunnah, Isa Bugis, Lia Eden, NII KW IX, Sepilis (sekulerisme, pluralism agama, dan liberalism plus multikulturalisme) dan sebagainya adalah lebih bahaya dibanding sekadar hama wereng bagi petani. Aliran-aliran sesat itu menghama Islam sehingga menjadi rusak, bahkan menjadikan keimanan yang tadinya tauhid dapat menjadi syirik atau kufur, bila telah membatalkan satu unsur pokok dalam Islam.

Betapa mengerikannya ketika Islam sudah digerogoti Syi’ah sampai tidak tersisa lagi kemurniannya seperti yang diajarkan Tajul Muluk pemimpin Syi’ah di Sampang. Berikut ini beritanya.



22 Kesesatan Syi’ah yang Dibawa Tajul Muluk

(Temuan Ulama Madura)

Mereka (ajaran Syi’ah Tajul Muluk Ma’mun, red) menganggap bahwa Kitab Suci Al-Qur’an yang ada pada tangan Muslimin se-alam semesta tidak murni diturunkan Allah, akan tetapi sudah terdapat penambahan, pengurangan dan perubahan dalam susunan Ayat-ayatnya.
Mereka menganggap bahwa semua ummat Islam – selain kaum Syi’ah – mulai dari para Shahabat Nabi hingga hari qiamat – termasuk didalamnya tiga Khalifah Nabi (Abu Bakar, Umar, Utsman) dan imam empat Madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’ie, Ahmad) termasuk pula Bujuk Batu Ampar – adalah orang-orang pendusta, bodoh lagi murtad karena membenarkan tiga Khalifah tersebut di dalam merebut kekhalifaan Ali bin Abi Thalib.

Inilah beritanya:

Temuan Ulama Madura

22 Dakwaan yang Tuduhkan Pada Tajul Muluk (yang kemudian tajul Muluk divonis dua tahun penjara, red nm)

Ulama se-Madura punya versi lain tentang catatan dakwah Syi’ah yang dianggap meresahkan warga yang dibawa Tajul Muluk Ma’mun. Selanjutnya, temuan ulama ini dirinci menjadi 22 jenis.

Di bawah ini poin-poin temuan ulama Madura yang telah dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Selasa (03/02/2012).

Temuan ini berdasarkan kajian dan temuan lebih dari 50 ulama yang telah disampaikan dalam sebuah pernyataan sikap enam tahun lalu, tepatnya, hari Senin 21 Muharram 1427 H atau bertepatan dengan tanggal 20 Februari 2006.

Di antara Dakwah kesesatan yang dituduhkan kepada Tajul Muluk Ma’mun dan pengikutnya adalah sebagai berikut:

Mereka (ajaran Syi’ah Tajul Muluk Ma’mun, red) menganggap bahwa Allah masih butuh kepada tho’at dan ibadah dari hambaNya dengan berdalil Q.S.Al-Dzariyat:56 (وماخلقت الجن والإنس إلا ليعبدون).
Mereka menganggap bahwa Allah hanya dapat menyembuhkan orang sakit, tidak begitu dengan sebaliknya. Dengan berdalil Q.S. As-Syu’aro’: 80 (وإذا مرضت فهو يشفين).
Mereka menganggap bahwa para imam mereka mengetahui ilmu ghaib dari selain Allah.
Mereka menganggap bahwa Kitab Suci Al-Qur’an yang ada pada tangan Muslimin se-alam semesta tidak murni diturunkan Allah, akan tetapi sudah terdapat penambahan, pengurangan dan perubahan dalam susunan Ayat-ayatnya.
Mereka menganggap bahwa semua ummat Islam – selain kaum Syi’ah – mulai dari para Shahabat Nabi hingga hari qiamat – termasuk didalamnya tiga Khalifah Nabi (Abu Bakar, Umar, Utsman) dan imam empat Madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’ie, Ahmad) termasuk pula Bujuk Batu Ampar – adalah orang-orang pendusta, bodoh lagi murtad karena membenarkan tiga Khalifah tersebut didalam merebut kekhalifaan Ali bin Abi Thalib.
Mereka menganggap bahwa Imam Ghazali bukan Ulama’ akan tetapi adalah dukun.
Dari Bab Wudlu’, mereka menganggap: Cukup mengusap kaki dalam wudlu’ yang berhukum wajib dibasuh. Karena mereka menganggap bahwa kelakuan dalam wudlu’ ada dua macam: مسحتان (dua usapan) dan غسلتان (dua basuhan) dengan berdalil ayat (وامسحوا برؤسكم وأرجلكم).
Dari Bab Shalat, mereka menambah dan mengurangi rukun-rukun Shalat seperti mengangkat tangan di setiap naik dan turunnya anggota badan, dan mengurangi bacaan Fatihah dalam Shalat Ruba’iyah dengan menganggap cukup membaca fatihah dalam dua raka’at saja.
Di dalam Shalat ketika sujud mereka bersujud diatas kertas yang bertuliskan: Ali, Fathimah, Hasan, Husien.

10. Menganggap bolehnya jama’ Shalat dzuhur dan ashar, maghrib dan isya’ tanpa ada sebab safar atau hujan dengan berdalil Ayat أقم الصلاة “لدلوك الشمـس” waktu untuk dzuhur dan ashar إلى غسق الليل waktu untuk maghrib dan isya’ وقرآن الفجر waktu untuk shubuh.

11. Menganggap Sholat Jum’at berhukum sunnah bagi ma’mum, dan fardlu bagi imam.

12. Menganggap bahwa shalat tarawih itu tidak ada di zaman Nabi SAW, melainkan diadakan oleh Umar Ibn Khattab untuk mengumpulkan Muslimin.

13. Mengharamkan jeroan ayam dan kelinci.

14. Mengharamkan puasa Asyura’ dengan dalih bahwa Ahlussunnah menuduh Rasul belajar tatakrama kepada orang Yahudi.

15. Membenci ajaran Ahlussunnah dan hanya menganggap benar ajaran Syi’ah.

16. Menganggap Ahlu Sunnah wal-Jama’ah khususnya para Shahabat lancang terhadap Nabi SAW. Karena mereka meriwayatkan Hadits-hadits yang menyangkut rahasia Nabi SAW. Seperti Hadits yang menjelaskan bahwa Nabi SAW berkencing sambil berdiri dengan dikelilingi para Shahabat.

17. Menganggap curang terhadap Ahlu Sunnah. Karena mereka (Ahlu Sunnah) membuang banyak riwayat dari Ali bin Abi Thalib ra. dan memasang banyak riwayat Abi Hurairah ra. dengan menganggap Ali ra. sebagai shahibul bait dan Abu Hurairah sebagai tamu, maka pasti shahibul bait lebih mengetahui daripada tamu.

18. Menganggap bahwa kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak shahih.

19. Menganggap Abu Thalib termasuk dari Ahli Surga, dan ingkar terhadap Hadits yang menjelaskan adanya Abu Thalib didalam siksaan ringan dalam neraka.

20. Mengungkit-ungkit tentang pembunuhan terhadap Husien ra. dan sangat mencaci maki pelakunya dengan diatas namakan orang Sunni.

21. Mereka menganggap “Sesudah masuk aliran tersebut lebih merasakan khusyu’ dalam Shalat daripada Shalat-shalat sebelumnya”.

22. Mereka menjamin masuk Syurga dan dijauhkan dari api nereka bagi pengikutnya.*

Rep: Panji Islam

Red: Cholis Akbar

Selasa, 03 Januari 2012

Hidayatullah.com—
- See more at: http://www.nahimunkar.com/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang/#sthash.1Scr3bZ2.dpuf

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar