Selasa, 09 September 2014

NIKMAT BAGI PARA PENYELAMAT AGAMA ALLAH SWT

Saat ini ada banyak sekali media online yang menyajikan kumpulan artikel bernuansa islami, pada umumnya berupa blog dan situs sederhana yang di isi dan dikembangkan oleh penulis mandiri atau biasa disebut penulis lepas. Penulis lepas yang mengabdikan diri dan waktunya untuk banyak menerbitkan artikel-artikel tentang islam, mereka sebagian besar bekerja sendiri dan melakukan penulisan sendiri atau bahkan menjadi penerbit sekaligus. Penulisan blog dimungkinkan untuk melakukan penerbitan melalui media online tanpa harus melewati jajaran meja editor. Mereka menggunakan banyak fasilitas penunjang yang memungkinkan bagi mereka untuk melakukan penerbitan sebuah artikel sederhana yang bernada menebarkan kebaikan dan keislaman.

Dengan makin berkembangnya kecanggihan teknologi ini membuat banyak orang dengan sukarela mau mengabdikan waktu dan tenaganya untuk menyuarakan tentang kebenaran islam, mereka bekerja secara sukarela menjadi penyambung dan media perantara antara pencari berita dengan berbagai ilmu dan pengetahuan. Perilaku mereka ini sangatlah terpuji, karena tidak mengharapkan imbalan dan hanya mengandalkan rasa persaudaraan dan perjuangan seiman. Mereka mau melakukan pekerjaan sukarela ini semata-mata hanya karena ingin menyelamatkan tauhid dan akidah Allah swt. motifasi lain yang mendasari kegiatan mereka adalah karena adanya kesadaran dari dalam diri masing-masing tentang makin sekulernya berbagai media massa memberitakan islam, berbagai media massa seperti koran dan elektronik sudah menjadi media bagi sekelompok orang yang tidak suka dengan islam menjadikan islam bahan tertawaan mereka dan selalu menyudutkan dari berbagai sisi kehidupan.

Tidak ada motovasi materi, walau memang ada beberapa blog yang mengkomersilkan situsnya dengan memasang beberapa iklan, tapi itu jumlahnya tidaklah banyak, hasilnya sama sekali tidak signifikan. Lalu apa motif yang mendasari perilaku mereka ini? Mengapa mereka mau melakukan hal tersebut. Pada umumnya penulis lepas ini memiliki kepekaan yang tinggi mengenai persoalan yang dialami saudara-saudaranya, ya susah mencari media penyeimbang. Ini juga disebabkan karena sebagian orang ini mau melakukannya karena ada panggilan dalam dirinya yang membuat mereka merasa dihargai ketika mereka mampu menjadi penengah atau bahkan jalan keluar bagi sebagian orang yang membutuhkan pencerahan dalam hidupnya. Disamping memiliki kemampuan menulis yang baik, penulis lepas ini juga ternyata sudah mendapat petunjuk Allah swt dalam hatinya untuk mau banyak menolong sesama. Allah swt senantiasa menjaga dan menerangi hatinya dengan hidayah yang membuat ia selalu ingin menjadi perantara dan penolong agama Allah.

Ayat tentang datangnya hidayah…..

"Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus" (QS. Al-Baqarah: 213).

Orang dengan kategori ini menjadi sangat istimewa dimata Allah, karena tidak semua orang memiliki kemampuan ini, tidak semua orang mau melakukan ini dan tidak semua orang di beri petunjuk oleh Allah untuk mau menjadi penolong agama Allah (hidayah). Tidak semua orang mau menerima petunjuk dan melaksanakan petunjuk (hidayah) itu dengan sukarela. Karena memang tidak mudah untuk mau benar-benar mengatasnamakan kepentingan agama. Ada seribu tantangan untuk yang mau menggeluti pekerjaan ini, diantaranya adalah gangguan dan godaan selama pelaksanaan penulisan. Anda tahu siapa yang paling dirugikan jika seorang penulis lepas berhasil menghasilkan sebuah artikel yang dapat mempengaruhi bahkan merubah cara berpikir orang muslim? Yaitu adalah setan dan iblis serta bangsanya. Mereka marah sekali jika ada penulis yang mampu membuat sebuah artikel yang mampu mempengaruhi cara berpikir kebanyakan orang islam yang selama ini kebanyakan salah kaprah. Penulis lepas ini adalah benar-benar sangat dibenci bangsa setan, karena sudah sekian lama mereka bekerja banting tulang untuk membelokkan dan menjerumuskan manusia ke lembah dosa, lalu hanya gara-gara selembar kertas, tiba-tiba orang itu berbalik arah dan meninggalkan kebiasan buruknya lalu bertobat pada allah. Setan marah sekali dan geram sekali dengan si penulis lepas ini, maka dari itu, setan akan mengirimkan pasukan setingkat jenderal di kalangan mereka untuk membuat penulis tidak konsentrasi, tidak focus, pembahasannya melebar tak jelas arah tujuannya dan lain sebaginya. Penulis artikel ini sendiri sering sekali mengalami gangguan, dimana seketika ada gerombolan orang datang mendekati dan duduk di sebelah penulis yang sedang focus membuat sebuah artikel, lalu mereka tertawa terbahak-bahak di tempat umum. Atau bahkan tiba-tiba ada banyak nyamuk yang datang mengganggu ketika sedang asik mengetik. Ada banyak tantangan dan rintangan untuk melakoni profesi ini, ya itulah sebabnya harus banyak-banyak berserah diri pada allah.
Jadi ini sebabnya mengapa profesi ini hanya berlaku bagi orang tertentu dengan kriteria memiliki kemampuan dan orang yang mau menerima hidayah Allah saja yang akan diberikan petunjuk untuk mau menjadi penolong agama Allah. Tidak sembarangan dan membutuhkan perjuangan siang dan malam. seperti ditegaskan dalam ayat berikut ini….

1) "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memperoleh hidayahKu, niscaya akan Kami tunjuki jalan-jalanKu" (QS. Al-Ankabuut: 69).

2) " Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik" (QS. Al-maaidah: 108), juga firman-Nya, "Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang dahlim" (QS. Ali Imran: 86), "Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir" (QS. At-Taubah: 37).

Para penolong agama Allah ini tidak bisa terlihat kasat mata dan Allah sama sekali tidak memberi tanda khusus dimana kita bisa menemukan mereka. Itu karena keberadaan mereka sangatlah istimewa, maka Allah akan senantiasa menjaga mereka dari segala keburukan dan kejahatan niat buruk orang-orang yang ada disekitarnya. Umumnya kehidupan mereka jauh dari hiruk pikuk dan hingar binger gemerlap duniawi, mereka hidup sederhana dan bersahaja. Mengapa demikian, karena seorang penolong agama Allah haruslah seorang yang bisa menjaga diri dan imannya agar sentiasa lurus dan konsisten. Orang yang mampu membedakan mana jalan yang menuju kefasikan mana yang menuju ketaqwaan. Jika Allah memilih seorang penolong adalah seseorang selalu ingin eksis, mencolok disegala suasana, selalu membanggakan diri mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki, maka pesan dan hidayah Allah tidak akan masuk ke dalam relung hati mereka. Cahaya hidayah itu akan tertutup kabut dan orang yang diberi amanah itu sama sekali tidak akan mampu menjadi penolong bagi sesamanya, karena ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.

Lalu apa saja ciri-ciri dari orang yang mendapatkan hidayah dari Allah swt:

1. Merasa mudah dalam beramal saleh.
Orang yang telah mendapatkan hidayah taufiq akan merasa mudah atau ringan dalam melakukan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan. Allah memberikan banyak kemudahan pada dirinya agar ia dapat menyelesaikan misinya itu dengan baik, diantaranya nikmat kesehatan. Ia selalu merasa senang dan bahagia menjalankan tugasnya, selalu ingin terus terkoneksi dengan allah dimana pun berada. Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat.

“Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 6: 125)

Maksud ayat Dia melapangkan dadanya untuk Islam adalah orang yang mendapat hidayah akan merasa mudah melaksanakan ajaran-ajaran-Nya, dadanya lapang tanpa beban, berbagai ilmu masuk kepada dirinya dan ia merasa bahwa itu adalah bagian dari pemahaman. Dan yang dimaksud niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit adalah orang yang tidak mendapat hidayah, akan merasa malas beramal saleh karena dadanya merasa berat dan terkekang saat melaksanakan aturan-aturan Allah SWT.

2. Konsisten.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan konsisten dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut :
“Bagaimanakah kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada ditengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran 3: 101)
Maksudnya, Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus ialah orang-orang yang mendapat petunjuk atau hidayah akan berpegang teguh alias konsisten pada ajaran-ajaran Allah SWT. Tidak peduli banyaknya halangan dan rintangan, maka hidayah itu akan tetap masuk dan menerangi dirinya.

3. Bersemangat dalam mempelajari ajaran agama.
Orang yang mendapat hidayah taufiq akan memiliki semangat untuk selalu menelaah ajaran-ajaran Allah. Islam itu agama yang harus dipahami, bukan sekedar diyakini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah akan memberikan kebaikan pada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama”.
Yang dimaksud Dia faqihkan orang tersebut dalam agama adalah orang tersebut sellau bersemangat untuk menelaah ajaran-ajaran Islam.
(Sumber: Aam Amiruddin, Tafsir Al Qur’an Kontemporer jilid II)

Adalah sebuah kenikmatan tersendiri, jika tulisan artikel yang dibuatnya banyak dibaca orang, apalagi diserpon positif. Tentulah si penulis akan mendapatkan kepuasan ketika artikelnya mendapat penilaian baik, nilai kepuasan itu bisa melampaui kenikmatan materi. Karena itu menandakan bahwa si penulis berhasil menyampaikan pesan positif kepada pemirsanya sehingga di pembaca merasa tertolong dan bisa mengatasi permasalahn yang sedang di hadapi.

Menjadi penulis juga bukan pekerjaan mudah, diperlukan ketekunan dan tekad kuat dalam menjalaninya. Ini adalah tugas mulia yang membutuhkan banyak pengorbanan, mulai dari waktu, tenaga, biaya dan semangat tiada henti. Ada satu lagi syarat bagi penulis ini agar tidak surut semangat dan jangan selalu mengharap imbalan.. Tidak selalu baik, itu karena cara pandang setiap orang berbeda-beda. Dan karena sesungguhnya semua itu harus dikembalikan lagi kepada Allah, hanya Allah yang maha menggerakkan hati setiap manusia. Hanya allah yang berhak memberikan pencerahan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan tidak ia kehendaki. Jadi tugas mulia satu-satunya penulis ini adalah merangkaikan kata dan kalimat sehingga rangkaian kata itu bisa di laksanakan oleh seluruh anggota tubuh manusia lainnya. Rangkaian kalimat itu berisi ajakan melakukan kebaikan dan upaya makin mempertebal keimanan. Selama kalimat baik yang dituangkan penulis bisa dimengerti, maka semoga itu bisa dilaksanakan oleh anggota tubuh si pembaca dan si penulispun mendapatkan pahala berlimpah. Itu pemikiran sederhana yang harus ditanamkan dalam-dalam oleh penulis, tidak ada yang lain.

Tidak ada bayaran uang yang diterima, karena ini didasari atas landasan keimanan semata maka dengan kemampuan mereka sendiri mampu menjadi jembatan penyelamat, menjadi penjaga tapal batas yang jelas antara yang fasik dan yang taqwa. Maka disanalah letak kenikmatan sesungguhnya. Ketika penulis telah bersusah payah menuangkan pemikiran, lalu banyak yang membaca dan menghayati pesan yang terkandung di dalamnya. Perasaan bisa diterima oleh sebagian pengunjung adalah sebuah penghargaan yang sangat berarti, tidak selalu harus diukur dengan materi dan uang.

Lalu bagaimanakah pandangan islam melihat maraknya fenomena ini di kalangan masyarakat muda umumnya. Apa saja nikmat yang akan mereka dapatkan terkait perjuangan mereka memberi pencerahan kepada saudara seimannya. Nikmat dunia apa saja yang akan mereka terima selama mereka hidup. Dan apakah mereka termasuk golongan manusia yang untungkah di akhirat nanti.

Pada beberapa orang yang sudah melakukan tugas mulia ini, mereka mengakui telah merasakan berbagai nikmat Allah baik secara langsung maupun tidak langsung. Nikmat paling nyata yang pernah mereka rasakan adalah banyaknya kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bisa terhindar dari masalah, mendapatkan keutamaan dalam berbagai keperluan mendesak, tidak pernah terlilit hutang dan lain sebagainya hal tidak terduga. Pada intinya orang dengan ketegori para penolong agama Allah akan dimudahkan dalam segala urusan dunia, dihindarkan dari permasalahan berat dan dijauhkan dari keburukan dunia. Itu karena allah pun berkehendak pada dirinya, maka agar misi penulisannya terus mampu menjangkau lebih banyak lagi orang untuk bisa diajak pada kebaikan, maka si penulis ini tidak boleh ada penghalang yang dapat mengakibatkan pekerjaannya itu terganggu.Semua itu dibutuhkan dalam rangka menjaga eksistensinya menjadi perantara yang mumpuni. Apakah anda sudah mengabdikan hidup anda di jalan Allah, semoga saja anda segera mendapat hidayah-Nya.

Disamping itu, Allah swt juga sudah menjanjikan surga bagi siapa saja yang sungguh-sungguh berjuang atas nama islam di jalan Allah, tentu saja dengan cara yang benar menurut kaidah tuntunan islam. Surga yang dimaksudkan Allah amatlah sepadan dengan nilai perjuangan muslim tersebut selama di dunia. Karena kelompok  ini termasuk salah satu mahluk yang pertama kali masuk surge kelak. D
ari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhumaa dari Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM, beliau bersabda:
هَلْ تَدْرُونَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ
“Tahukah kalian diantara makhluk Allah yang paling pertama masuk surga?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.”
Beliau bersabda:
أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ الْفُقَرَاءُ
“Diantara makhluk Allah yang paling pertama kali masuk surga adalah golongan orang-orang fakir
وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ تُسَدُّ بِهِمْ الثُّغُورُ وَيُتَّقَى بِهِمْ الْمَكَارِهُ
dan orang-orang yang berhijrah untuk mengisi tapal-tapal perbatasan antara kaum muslimin dan kafir, yang dengan perantara mereka malapetaka dapat dihindarkan,
وَيَمُوتُ أَحَدُهُمْ وَحَاجَتُهُ فِي صَدْرِهِ لَا يَسْتَطِيعُ لَهَا قَضَاءً

Nikmat yang dijanjikan di dunia di antaranya:

1. Keberuntungan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (QS. Al-Mukminun:1)

2. Petunjuk, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’alaadalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Hajj:54)

3. Pertolongan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: .Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. Ar-Ruum:47)

4. Kemuliaan/kekuatan, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, (QS. Al-Munafiqun: 8)

5. Khilafah dan keteguhan di muka bumi, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. (QS. An-Nuur: 55)

6. Membela mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membela orang-orang yang telah beriman. (QS. Al-Hajj:38)

7. Rasa aman, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-An’aam:82)

8. Keselamatan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Yunus:103)

9. Kehidupan yang baik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97)

10. Orang-orang kafir tidak bisa menguasai mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisaa`:141)

11. Mendapat berkah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf:96)

12. Kebersamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang khusus, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala beserta orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anfaal:19)

B. Adapun yang dijanjikan di akhirat

Di antaranya adalah:

1. Masuknya orang-orang beriman ke dalam surga, kekal di dalamnya, dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan kepada orang-orang yang mu’min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah:72)
2. Melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah :22-23)








Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar